P. 1
Bank Indonesia, Kajian Stabilitas Keuangan No.10, Maret 2008

Bank Indonesia, Kajian Stabilitas Keuangan No.10, Maret 2008

4.94

|Views: 3,451|Likes:
Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) ini disusun sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam mewujudkan misi ≈mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan stabilitas sistem keuangan dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan.
Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) ini disusun sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam mewujudkan misi ≈mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan stabilitas sistem keuangan dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhammad Arief Billah on Jul 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Bab 4

Grafik 4.1
Aktivitas Transaksi Sistem Pembayaran Semester II 2007

0,0002%

96,5101%

0,0045%

3,4852%

Kartu Kredit
Kartu account based (ATM, ATM+Debet&Debet)

RTGS
Kliring

64

Bab 4 Infrastruktur Keuangan

Sebagai kesinambungan dari kegiatan pada semester
sebelumnya, implementasi Sistem Kliring Nasional Bank
Indonesia (SKNBI) pada Penyelenggara Kliring Lokal (PKL)
terus berlanjut sehingga pada akhir semester II 2007
terdapat 41 PKL yang telah menyelenggarakan SKNBI.
Sementara itu, nilai transaksi kliring kredit pada semester
laporan tercatat sebesar Rp195,49 triliun dengan volume
transaksi 19,62 juta transaksi. Sedangkan nilai transaksi
kliring debet tercatat sebesar Rp527,23 triliun dengan
volume transaksi 20,28 juta transaksi. Dibandingkan
dengan semester I 2007, baik kliring kredit maupun kliring
debet mengalami peningkatan baik dari sisi nilai maupun
volume. Kenaikan nilai dan volume kliring kredit masing-
masing sebesar 12,91% dan 8,22%, sedangkan kenaikan
nilai dan volume kliring debet masing-masing sebesar
11,47% dan 2,11%.

Dalam semester laporan, Bank Indonesia telah
memberikan persetujuan kepada 7 institusi penerbit APMK
yang berupa kartu kredit, kartu debet, kartu ATM dan kartu
prabayar. Meskipun terjadi peningkatan jumlah kartu,
penggunaan APMK berupa kartu kredit, kartu debet dan
kartu ATM menunjukkan penurunan dibandingkan
semester sebelumnya. Jumlah kartu yang beredar dalam
semester laporan adalah sebesar 44,35 juta kartu atau naik
8,74% dibandingkan semester sebelumnya yang tercatat
sebesar 40,46 juta kartu. Sementara itu, nilai transaksi
menggunakan APMK tercatat sebesar Rp0,98 ribu triliun
atau turun sebesar 12,51% dibandingkan semester

sebelumnya sebesar Rp1,10 ribu triliun, dengan volume
transaksi sebesar 657,26 juta transaksi atau turun sebesar
23,12% dibandingkan semester sebelumnya sebesar
809,22 juta. Penurunan nilai dan volume transaksi APMK
ini terutama karena penurunan volume dan nilai transaksi
kartu jenis

account based berupa kartu ATM dan
ATM+Debet yang mendominasi (sekitar 95,97%) total
transaksi APMK.

Nilai TransaksiVolume

Nilai TransaksiVolume

Nilai

Volume

(ribu triliun)Transaksi(ribu triliun)

Transaksi

(juta)

(juta)

Rp22,09

3,87

Rp20,01

4,57

(10,42%)15,34%

Tabel 4.1
Perkembangan Nilai dan Volume Setelmen
dalam Sistem BI-RTGS

Pertumbuhan

Semester I 2007

Semester II 2007

4.1.2. Kebijakan dan Mitigasi Risiko dalam
Sistem Pembayaran

Dalam pengoperasian sistem pembayaran terdapat
potensi risiko yang dihadapi oleh Bank Indonesia baik
sebagai regulator dan operator sistem pembayaran
maupun sebagai institusi pengguna sistem pembayaran.
Terkait dengan potensi risiko tersebut, Bank Indonesia
melakukan upaya mitigasi antara lain sebagai berikut :

a.
a.

a.
a.
a.

Intensifikasi Pemenuhan Sistem BI-RTGS terhadap
Intensifikasi Pemenuhan Sistem BI-RTGS terhadap

Intensifikasi Pemenuhan Sistem BI-RTGS terhadap
Intensifikasi Pemenuhan Sistem BI-RTGS terhadap
Intensifikasi Pemenuhan Sistem BI-RTGS terhadap
CP-SIPS
CP-SIPS

CP-SIPS
CP-SIPS
CP-SIPS

CP SIPS merupakan standar internasional yang
dikeluarkan oleh

Bank for International Settlements

(BIS)

melalui Committee on Payment and Settlement

Systems

(CPSS). Pemenuhan standar internasional ini
akan membantu mitigasi risiko.
Untuk pemenuhan CP SIPS, ketentuan Sistem BI-RTGS
dibuat lebih transparan, termasuk dengan
mengumumkan kebijakan pengenaan biaya sistem

Kartu Kredit

9,15

67,22

39,56

Kartu Debet (ATM
dan ATM+Debet)

35,20

590,04

941,64

Total
Total

Total
Total
Total

44,35
44,35

44,35
44,35
44,35

657,26
657,26

657,26
657,26
657,26

981,20
981,20

981,20
981,20
981,20

Tabel 4.2
Transaksi APMK

Jumlah
kartu
(dalam juta)

Nilai Transaksi
(dalam triliun)

Volume
Transaksi

Jenis Kartu
(dalam juta)

65

Bab 4 Infrastruktur Keuangan

BI-RTGS yang digunakan oleh Bank Indonesia. Selain
transparan, ketentuan sistem BI-RTGS yang disusun
juga memperhatikan aspek efisiensi bagi peserta
sistem BI-RTGS dengan cara memberikan kebebasan
untuk memilih jenis kepesertaannya dalam sistem BI-
RTGS. Dari segi aplikasi, telah diimplementasikan fitur-
fitur keamanan baru dalam sistem BI-RTGS guna
meningkatkan keamanan penyelenggara (Bank
Indonesia) dan peserta. Selanjutnya, Bank Indonesia
juga akan mengeluarkan ketentuan mengenai
perlindungan konsumen pengguna sistem
pembayaran, antara lain mencakup perlindungan
dalam pengkreditan dan pendebetan rekening
nasabah serta pemberian bunga dan kompensasi.

b.
b.

b.
b.
b.

Pengawasan Sistem Pembayaran
Pengawasan Sistem Pembayaran

Pengawasan Sistem Pembayaran
Pengawasan Sistem Pembayaran
Pengawasan Sistem Pembayaran

Pengawasan yang efektif akan mengurangi risiko
dalam sistem pembayaran. Dalam upaya
mempertahankan penyelenggaraan sistem BI-RTGS
yang cepat, aman, dan handal, Bank Indonesia terus
melakukan pengawasan terhadap peserta baik secara
onsite maupun offsite. Pengawasan onsite dilakukan
dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi
produksi peserta untuk mengetahui kepatuhan
peserta terhadap ketentuan sistem BI-RTGS.
Sementara itu, pengawasan

offsite dilakukan dengan
menganalisis laboran-laporan yang disampaikan oleh
peserta, antara lain laporan hasil pemeriksaan internal
dan laporan hasil

security audit.

c.
c.

c.
c.
c.

Business Continuity Plan Sistem Pembayaran
Business Continuity Plan Sistem Pembayaran

Business Continuity Plan Sistem Pembayaran
Business Continuity Plan Sistem Pembayaran
Business Continuity Plan Sistem Pembayaran

Untuk menjaga kelangsungan sistem BI-RTGS, Bank
Indonesia melaksanakan uji coba secara periodik
dengan menggunakan berbagai skenario kondisi
guna mempersiapkan dan melatih personil yang
terlibat dalam operasional agar selalu siap dalam

kondisi apapun. Uji coba tersebut juga dimaksudkan
untuk mengetahui kesiapan sistem

back up pada
penyelenggara. Untuk menjaga kelangsungan sistem
BI-RTGS peserta, Bank Indonesia memberikan
kesempatan kepada peserta untuk melakukan uji
coba koneksi ke penyelenggara untuk memastikan
bahwa

backup-nya berfungsi dengan baik. Dalam hal
backup peserta tidak dapat digunakan, Bank
Indonesia juga telah menyediakan Fasilitas

Guest

Bank

, yang dapat digunakan oleh peserta untuk
melakukan penyelesaian transaksi sistem BI-RTGS.

d. Peningkatan Keamanan Alat Pembayaran
d. Peningkatan Keamanan Alat Pembayaran

d. Peningkatan Keamanan Alat Pembayaran
d. Peningkatan Keamanan Alat Pembayaran
d. Peningkatan Keamanan Alat Pembayaran
Menggunakan Kartu
Menggunakan Kartu

Menggunakan Kartu
Menggunakan Kartu
Menggunakan Kartu

Proses perizinan dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan keamanan APMK sebelum APMK
tersebut digunakan secara luas oleh masyarakat.
Dalam proses pemberian izin penerbitan APMK, Bank
Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian antara
lain dengan cara menganalisa dokumen permohonan
yang diajukan oleh institusi calon penerbit APMK.
Peningkatan keamanan dari sisi teknologi instrumen
dilakukan dengan mendorong penggunaan teknologi
chips untuk kartu ATM dan kartu Debet. Sementara
itu, untuk meminimalkan risiko bagi konsumen, Bank
Indonesia melakukan pengawasan langsung kepada
penyelenggara APMK dan pengawasan tidak
langsung dengan menganalisa laporan
penyelenggaraan APMK yang diserahkan secara
periodik kepada Bank Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->