Diterbitkan oleh :

Pirsat Penelitian dan Pengembangan PT. Kalbe Farma

Daftar Isi :
Artikel :
3 10 13 16 21 24 26
Karya Sriwidodo Alamat redaksi: Majalah CERMIN DUNIA KEDOKTERAN P.O. Box 3105 Jakarta 10002 Telp.4892808 Penanggungjawab/Pimpinan umum : Dr. Oen L.H. Pemimpin redaksi : Dr. Edi Nugroho Redaktur pelaksana : Dr. Krismartha Gani Dewan redaksi : DR. B. Setiawan, Dr. Bambang Suharto), Drs. Oka Wangsaputra,DR. A. Hadyana P., DR. Arini Setiawati, Drs. Victor Siringoringo, Dig. I. Sadrach Redaksi Kehormatan :Prof. DR. Kusumanto Setyonegoro, Dr. R.P. Sidabutar, Prof. DR. B. Chandra, Prof. DR. R. Budhi Darmojo, Prof. Dr. Sudarto Pringgoutomo. No. Ijin : 151/SK/Dit Jen PPG/STT/1976. tgi. 3 Juli 1976.

Sebab-sebab Ketulian Dipandang Dari Sudut THT Obat-obat Yang Dapat Menyebabkan Ketulian Penyakit Anak Penyebab Ketulian Diagnosis Kekurangan Pendengaran Pengaruh Ketulian Pada Psikis Anak dan Pengelolaannya Pengeritan Umum Tentang Audiometri Arti dan Penggunaan Hearing Aid Kaki Diabetes Manifestasi Klinik dan Diagnosis Penyakit Addison Laut di Indonesia Merupakan Sumber Gizi Protein dan Enersi Edema Serebri Peranan Pemeriksaan Analisa Gas Darah di Dalam Penatalaksanaan Penyakit Pam Perbandingan Efek Samping Haloperidol dan Chlorpromazine, Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Prevalensi Infenstasi Nematoda Usus di Desa Suter Bali Perkembangan: Tindakan Membuang Lemak Bisul Kronis Teknologi Melahirkan Tepat Guna

29 32 37 40 44 50 52 55

T ulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian tempat kerja si penulis.

58 60 61 63

64

Hukum & Etika: Tepatkah Tindakan Saudara ? Catatan Singkat Humor Ilmu K edokteran Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Fokus

Artikel
Sebab-sebab Ketulian Dipandang Dari Sudut THT
Dr. Harry Soepardjo dan Dr. Soetomo Bagian THT Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/ RS. Dr. Kariadi, Semarang

PENDAHULUAN Tuli adalah gejala dari penyakit telinga yang sangat merisaukan, terutama bila terjadi pada kehidupan tahun-tahun pertama pada anak-anak . Pendengaran itu sangat penting bagi perkembangan penguasaan bahasa dan belajar bicara, sehingga anak yang lahir dengan tuli atau tuli sebelum dapat berbicara, akan mengalami kesukaran-kesukaran di dalam perkembangan berbahasa. Bicara dan bahasa itu sangat penting dalam sistem komunikasi, dan sangat diperlukan pada kehidupan sosial, perkembangan mental (watak) dan karier masa depan. Perkembangan penguasaan bahasa pada anak dengan pendengarannya dapat dibagi dalam dua tahap. * Tahap pertama adalah pengertian akan arti kata dan mengingatnya. Pada anak itu kata-kata yang pertama-tama didapat adalah dari ibunya yang selalu mengasuh dan menimbangnya dengan kasih sayang. Dari hari kehari kata itu selalu diulangulang. Dengan demikian kata-kata itu akan menjadi perbendaharaan bagi anak tersebut. * Tahap kedua, anak itu akan menirukan kata-kata yang selalu didapat setiap harinya. Setelah dapat mengucapkan kata-kata barulah anak itu membuat kalimat yang sederhana, yaitu kalimat yang terdiri atas pokok kalimat dan sebutan. Setelah itu baru ditambah dengan sebutan sesuai dengan tingkat umurnya. Maka jelas sekali, tanpa mendengar, perkembangan bahasa tidak akan terjadi sehingga anak tersebut tidak akan dapat berbicara. Meskipun demikian, pada anak yang tuli masih dapat dikembangkan bahasa dan bicaranya dengan pendidikan khusus, walaupun akan memerlukan waktu yang lebih lama bila dibandingkan dengan anak yang normal. Pendidikan khusus itu terjadi baik di sekolah maupun di lingkungannya, yaitu keluarga dan masyarakat sekelilingnya. Jadi anak tuli masih dapat mengembangkan bahasa dan bicaranya, meskipun tidak sebaik anak normal, bila suasana sekitarnya dapat menyokongnya, yaitu dengan cara mengintegrasikan atau membaurkan

diri dengan teman sebayanya tanpa merasa ada kekurangan padanya; bahkan harus dilatih agar tabah menghadapi segala tantangan, ejekan dan cemoohan dari teman-temannya. Selain daripada itu, masyarakat sekelilingnya diharapkan juga ikut mendidik anak tuli tersebut, agar anak tuli tadi dapat menyesuaikan diri dan mengamati hal-hal yang terjadi di sekelilingnya. Pada anak tuli karena tidak dapat menerima rangsangan suara, maka pancaindera yang lainnya harus dikembangkan atau dilatih dengan lebih baik agar dapat mengamati kejadiankejadian di sekitarnya, misalnya dengan penglihatan, taktil atau perasa untuk mengamati fibrasi atau gerakan udara. Anak itu akan mengenal bahasa dengan mengamati fibrasi sesuai dengan arti kata, atau anak tuli itu harus belajar membaca gerakan bibir pada setiap kata yang diucapkan oleh lawan bicaranya. Anak yang lahir tuli atau tuli sebelum dapat berbicara dapat dicurigai, apabila anak tersebut : 1. Tidak ada tanggapan suara terutama suara ibunya. 2. Tidak terkejut ataupun menoleh bila ada suara keras di sampingnya. 3. Tidak menunjukkan adanya ekspresi pada wajahnya. 4. Adanya gangguan perkembangan dari berbahasa & bicara di dalam arti berkomunikasi. Maksud tulisan ini ialah ingin mengetengahkan sebab-sebab ketulian ataupun kekurangan pendengaran. Tujuannya agar dapat mencegah ketulian terutama pada anak, rehabilitasinya terutama pada anak-anak yang tuli dan mengenali penyakitpenyakit yang dapat menyebabkan ketulian supaya segera dapat diobati dengan memadai, agar ketulian dapat dicegah. SEBAB-SEBAB KETULIAN Ketulian adalah salah satu gejala dari suatu penyakit telinga, sehingga perlu dicari penyakit yang dapat menyebabkan gejala tuli tersebut. Kalau kita lihat bahwa tuli hanya merupakan

Cermin Dunia Kedokteran No. 391985 3

satu macam gejala dari penyakit telinga. Anak lahir tuli. . Padahal sistem itu sendiri juga banyak coraknya.Kekurangan pendengaran. 5) Berdasarkan waktu terjadinya tuli.100 dB. . sehingga mempunyai handikap di dalam forum pertemuan. b. . 4) Berdasarkan derajat ketuliannya atau kehidupan sosial. meskipun tidak pernah mendengar. Pada pemeriksaan audiometri nada murni. Dari kelima sistem di atas. * kekurangan pendengaran tipe penghantaran. sehingga untuk dapat menangkap arti 4 Cermin Dunia kedokteran No.30 dB. . . 2) Berdasarkan lokalisasi proses kelainan. 39. terutama bila prosesnya di telinga.Aplasia (agenesis) .telinga tengah. ada pula yang membagi kekurangan pendengaran atas empat kategori : a. bila proses kelainnya terdapat di batang otak atau di otaknya sendiri. karena pada umumnya irreversible. c.kelainan kongenital.batang otak. * Perinatal (waktu lahir). akan diberikan pendidikan khusus agar anak tuli tersebut masih dapat mengembangkan bahasa dan bicatanya.telinga dalam. akibat faktor genetik (keturunan). sehingga anak tersebut tidak akan pernah mendengar suara. . b) Tuli yang didapat ("acquired hearing loss"). meskipun sistem -sistem yang lainpun harus dikaitkan ke dalamnya. Sedang tuli aquisita yang didapat setelah lahir.otak. .Keracunan. yaitu campuran antara tuli penghantaran dan tuli penghantaran dan tuli syaraf. bila proses kelainannya di telinga dalam atau di syarafnya.berat * Kekurangan pendengaran ringan Penderita akan mendapat kesukaran didalam komunikasi jarak jauh. Pada pemeriksaan audiometri nada murni pada frekuensi percakapan turun sampai 30 dB sampai 60 dB. dapat dengan segem dicegah ataupun diberi pengobatan yang memadai agar ketulian dapat dihindari. hanya saja suara yang dihasilkan tidak ada artinya di dalam komunikasi.Penyakit menahun pada ibu. .radang. . . . . KONGENITAL Anak lahir tuli oleh karena kegagalan dari perkembangan sistem pendengaran. .50 dB. sehingga proses kelainannya dapat terjadi di : . penurunannya mencapai 60 dB atau lebih. . * Kekurangan pendengaran sedang Selain penderita mendapat kesukaran di dalam komunikasi jarak jauh. Infeksi virus. maka gejala yang satu ini tentu penyebabnya banyak sekali. yang pada umumnya dapat dikoreksi baik dengan obat-obatan dan alat dengar maupun secara operasi. . ringan sedang berat berat sekali : : : : 15 dB . 1) Berdasarkan kelainan patologi. 80 dB .trauma. * kekurangan pendengaran tipe sensori neural.Tuli syaraf (sensorineural). kami akan memilih sistem yang kelima.Tuli penghantaran.neoplasma (tumor).Anoksia. bila proses kelainannya berada di telinga luar ataupun di telinga tengah. tetapi dapat juga tersenyum bahkan berteriak-teriak. suara perlu dikeraskan (menaikkan amplitudo) yaitu dengan berteriak atau dengan megafon amplifier. * Kekurangan pendengaran berat Biasanya penderita sudah tidak dapat diajak berkomunikasi dengan suara biasa.Narkose yang dalam. Sistem kelima ini kami pandang lebih relevan untuk menerangkan lebih mendalam dari sebab-sebab ketulian sehingga dapat dilakukan pencegahan atau rehabilitasi yang memadai. Oleh karenanya harus ada suatu sistem yang dianut untuk mencari penyakit tersebut. Yang dapat dibedakan atas : . . 30 dB . .80 dB. 1985 kata-kata. Klinis penderita sukar diajak bercakap-cakap pada jarak kurang lebih tiga meter Pada pemeriksaan audiometri nada murni.sedang . Pada anak lahir tuli atau mendapat tuli sebelum dapat berbicara. juga pada jarak dekat. Semua kelainan patologi tersebut dapat menimbulkan ketulian. Jadi penderita tidak dapat mengikuti percakapan sehari-hari. .Tuli campuran. .ringan . ketulian dapat disebabkan oleh karena : .syaraf telinga. dapat dibedakan atas : a) Kongenital (tuli sejak lahir) * Herediter (penyakit turunan) .Tuli sentral.Trauma/persalinan sukar atau lama. dan apabila penyebab -penyebabnya telah diketahui.Penyimpangan kromosom (Chromosomal aberation) * Prenatal (infra uterin) masa kehamilan. Selain daripada itu. Klinis percakapan pada jarak satu meter sudah mendapat kesukaran untuk mengerti arti kata. 3) Berdasarkan jenis ketulian. . 50 dB . . . . kehidupan janin di dalam kandungan atau selama proses kelahinm. kerusakan dari mekanisme pendengaran semasa embrional. d.Prematur.Abiotrofi.benda asing.Tuli (sama sekali tidak dapat mendengar). Sesuai dengan anatomi telinga. Faktor-faktor di atas akan menyebabkan anak tuli sebelum lahir atau tuli waktu lahir. maka ia akan acuh tak acuh terhadap sekitarnya.telinga luar. karena tergantung dari sudut mana memandangnya. pada frekuensi percakapan turun 15 dB sampai 30 dB. Misalnya : pertemuan sosial ataupun pertemuan ilmiah.

Penyakit virus dapat juga merusak perkembangan sistem pendengaran pada janin. masa kehamilan) Ketulian yang terjadi pada masa kehamilan ini biasanya tipe sensori neural dan jarang dari tipe lain. yaitu : atrofi.Sindroma Scheibe : labirin bagian membran terjadi aplasia.Thyrotoxicosis.Aberasi kromosom. sehingga disebut juga " presbyacusis praecox". Trisomi adalah adanya ekstra kromosom yang menyebabkan anomali dan menyebabkan terjadinya ketulian. pada kelainan-kelainan tersebut di atas akan terjadi tuli total.influenza oleh karena virus. anak lahir telah tuli. * Prenatal (semasa kehamilan). karena itu hendaknya kita berhati-hati bila menghadapi wanita hamil. Di sini terjadi penyimpangan dari kromosom yang dapat menyebabkan ketulian. Di samping tidak terbentuknya organ-organ telinga dalam.aminoglikosid dan derivatnya.preparat salisil. sesungguhnya pertumbuhan alat pendengaran normal. Pendidikan ini disebut auditory training (belajar bicara). jadi gejalanya hanya tuli saraf. . Obat yang dapat meracuni adalah : . Sindroma ini diberi nama sesuai dengan nama orang yang menemukannya : : tidak terbentuknya dengan sempurna labirin bagian tulang dan bagian membran. Tetapi. Aplasia (agenesis) Aberasi kromosom. Maka ketulian yang terjadi sangat tergantung pada kehamilan minggu keberapa kehidupan janin itu. tetapi juga di organ lain bahkan sering terjadi di organ vital. dapat juga proses degenerasinya terjadi di stria vaskularis dan akan menyebabkan ketulian disemua frekuensi. Keracunan waktu hamil : toksemia gravidarum atau hiperemesis gravidarum.rubella. 1. sehingga seberapa jauh perkembangan sistem pendengaran menjadi rusak atau diganggu sehingga tidak terbentuk dengan sempurna. Abiotrofi. Ketulian pada abiotrofi ini kadang-kadang hanya terdapat pada frekuensi tinggi saja. Penyimpangan kromosom ini dikenal sebagai "TRISOMI". 4. atau kadang-kadang juga dapat disertai kelainan di organ lain. Selain itu. Penyakit yang menahun yang diderita oleh ibu hamil dapat menyebabkan janinnya jadi tuli. Penyakit menahun adalah : .preparat Pb. terutama ibunya. sering dijumpai seorang anak atau orang dewasa muda yang kelihatannya sehat wal'afiat. Kerusakan ini biasanya irreversibel. karena yang mengalami degenerasi hanya bagian basal dari koklea. .Lues. biasanya disertai juga tidak terbentuknya organ-organ lain di dalam tubuh anak ini.parotitis epidemika. karena sel-sel b) Selain dari penyakit-penyakit tersebut di atas. . . .Sindroma Alexander : koklea bagian membran terjadi aplasia. biasanya kelainannya tidak di telinga saja.streptomisin dengan derivatnya. meskipun di Indonsia belum banyak diketahui. masih ada beberapa macam faktor yang dapat menyebabkan anak lahir rambutnya tidak mendapat makanan dan akan mengalami tuli. sehingga anak tidak dapat bertahan hidup lama dan meninggal pada usia muda. 3. Herediter Secara garis besar dapat dibagi atas : . 391985 5 . 2. misalnya : . . karena beberapa organ terutama organorgan telinga dalam tidak terbentuk. sehingga merupakan suatu sindroma.dan penyakit virus lain. kadang-kadang disebut pula tuli keturunan sebelum tua (presenil familial deafness). . yang sering ada ialah : trisomi 12 dan 18 atau golongan D dan E. dan berat ringannya pun sangat tergantung dari penyebab gangguan pertumbuhan sistem pendengarannya. . Sehingga akan merupakan kumpulan gejala yangdisebut dengan sindroma.Diabetes.Aplasia. . Jadi bila ibu hamil terserang oleh penyakit virus haruslah waspada.Tuli kongenital ini dapat dibedakan atas : * Herediter (genetik). Kelain ini disebut juga tuli heredodegenerasi atau tuli heredodegenerasi syaraf. Abiotrofi ini hanya dapat terjadi di telinga saja.Abiotrofi. Cermin Dunia Kedokteran No. .kinin. . . . . Di sini akan terjadi proses degenerasi yang progresif di dalam koklea pada masa anak-anak ataupun setelah dewasa. Prenatal (intra uterin. Keracunan yang disebabkan pemberian obat-obatan dari dokter atau minum obat sendiri.Sindroma Modini Dengan demikian. anak harus segera di integrasikan ke dalam lingkungannya untuk mendapat pendidikan dari masyarakat sekelilingnya. Dalam hal ini. Di klinik. tetapi tuli tanpa diketahui penyebabnya oleh penderita sendiri. akan tetapi oleh karena suatu sebab maka pertumbuhannya akan menyimpang atau rusak sebelum berkembang. sehingga anak tersebut harus diberikan pendidikan khusus untuk mengembangkan bahasa dan bicaranya. Belajar berbicara dilakukan dengan mengamati atau merasakan fibrasi dari tiap-tiap arti kata yang diucapkan oleh pendidiknya. Kerusakan sistem pendengaran pada janin itu dapat disebabkan : a) Keracunan. Karena adanya penyimpangan dari kromosom. * Perinatal (waktu persalinan).

prematur. dapat menyumbat atau melekat pada gendang telinga. coklat.Ruda paksa pada tulang kepada dapat menyebabkan fraktur .infeksi kronis. ataupun terjadinya obstruksi dari jalan nafas yang dapat menyebab. jepit rambut dan lain-lain. sehingga perluasannya pun tidak seratus persen benar. Keuntungan bagi masyarakat. anoksia. a) atresia oleh karena : . .tubuhnya Pseudomonas itu dapat meluas melalui insisura dengar. bahkan semua orang akan untuk menggerakkannya yang berarti suara harus keras. dan lain-lain. karena kekurangan pendengaran masih Otitis eksterna maligna ini adalah infeksi karena pseudomonas ada sisa pendengaran walaupun sangat kecil. Pada otitis eksterna yang banyak menghasilkan discarge yang kan kerusakan dari koklea. 1. orang tersebut masih dapat mendengar meski. baik berupa benda padat. Penyumbatan sebagian tidak akan Misalnya : .Trauma waktu lahir. Batang lahir akan kami bedakan atas : korek api. kurangan pendengaran. os timpanum. karena pendesakan dari luar. pada liang telinga. terdapatpada tipe sensorineural saja. Infeksi akut dapat juga menyebabkan penyumbatan . kekurangan pendengaran adalah otitis eksterna maligna. misalnya : Serumen itu dapat berwarna hitam.oleh karena pembengkakan yangterjadi.Anoksia oleh karena tali pusat melingkar kepala. Kekurangan pendengaran tipe penghantaran (Condutive). kuning sampai . Pemah ada suatu kasus penderita dengan operasi. oklusio tuba dilakukan valsava terus menerus bakar/kimia.Gas.putih. kira-kira 75%.trauma * ruda paksa.Benda padat : Orang sering mengkorek-korek telinga dengan benda. Penyemprotan benda asing di liang telinga untuk dikeluarkan dengan kekuatan yang berlebihan akan dapat menyebabKekurangan pendengaran tipe hantaran. Serumen tersebut dapat keras sekali seperti batu atau lunak dengan berbagai konsistensi sampai Perinatal (waktu kelahiran) cair yang dapat menyumbat liang telinga. Pada penyelamdi taut karena Pada umumnya proses kelainnya terdapat di telinga tengah.Radang di gendang telingapun dapat menyebabkan kekurangfibrosa lokal. - kernikterus. Benda asing ini dapat berupa benda padat dengan macammacam konsistensi maupun benda cair. sampai terjadi robeknya gendang telinga. maka secara tidak langsung gendang telinga akan pecah juga. * Penyumbatan di telinga tengah.Benda cair. ank-anak. . kan oleh penolong persalinan maupun persalinan yang sukar c) Infeksi kronispun dapat menyebabkan atresia terutama pada atau persalinan yang lama.pun jarang dijumpai tetapi radang ini adalah sangat ganas. Kekuangan pendengaran tipe sensori neural. baik itu dengan alat ataupun dengan menambah Santhorini masuk ke dalam: kelenjar parotis. dapat digolongkan kekurangan pendengaran derajad sedang. menyentuh gendang telinga. Sebab-sebab kekurangan pendengaran yang didapat setelah . menjadi tuli. Penyumbatan itu dapat berasal dari liang telinga sendiri ataupun penyumbatan yang disebabkan oleh . tuli tipe sensori neural hanya 25% (yang berobat di RS Dr hawa). kekurangan pendengaran tipe penghantaran terdapat jauh lebih banyak. menjadi tuli atau kekurangan pendengaran bila telah menjadi Infeksi liang telinga yang sangat progresif dapat memberikan tua. narkose semasa ibu hamil oleh karena mengalami operasi. 6 Cermin Dunia Kedokteran No. sedang pada tipe pengd) Tumor dari segala bentuk baik yang jinak maupun yang hantaran orang tersebut masih dapat mendengar. meskipun jahat (maligna). sehingga menghalangi Pada waktu kelahiran anak tidak luput dari kemungkinan gelombang suara untuk dapat menyentuh membrana timpani. Kariadi Semarang). tekanan air di taut yang dalam dapat pula menyebabkan * Kelainan di telinga luar selalu merupakan penyumbatan pecahnya gendang telinga. 2. syaraf atau pembuluh darah. mengurangi pendengaran asal gelombang suara masih dapat . . .misalnya : furunkelosis.percobaan Valsava. Ketulian sama sekali hanya dapat mencapai basis kranii. membumbung ke atas.ledakan bom. sedang Ruptura membrana timpani dapat disebabkan karena trauma. intensitas suara. Ketulian tipe penghantaran yang maksimal adalah 60 dB. Pada kekurangan terutama pada penderita diabetes atau kelemahan umum dari pendengaran. Yang sering kami jumpai adalah serumen. Kedua kelainan ini menyebabkan terjadinya proliferasi jaringan . meskiKetulian harus dibedakan antara tuli sama sekali dan ke. kan robeknya gendang telinga. baik oleh karena alat-alat yang diguna.naik kapal terbang dengan kecepatan tinggi * Penyumbatan di liang telinga. Mang rawan. dengan suatu cara akan ditolong dapat men.b) Benda asing pun dapat menyumbat liang telinga. sehingga masa dari gendang telinga akan bertembah sehingga gerakTULI YANG DIDAPAT (ACQUIRED HEARING LOSS) Seseorang yang dilahirkan normal tidak luput dari penyakit annya berkurang atau harus ada tenaga yang lebih besar yang dapat menyebabkan ketulian. cair maupun berupa gas (udara.tulang. 39 1985 . Barotrauma padat menyebabkan robeknya gendang telinga.tamparan pada telinga.

Otitis media yang telah memberikan komplikasi akan berakibat lebih berat kekurangan pendengarannya bila dibanding dengan yang belum ada komplikasi. Infeksi yang terbatas di sini ini disebabkan karena drainase cukup baik. Penyebabnya semua proses patologi di telinga dalam yang mendadak. Sekarang permasalahannya adalah.an pendengaran. Pada tuli s araf tipe retro koklear. * pemakaian alat : bor frekuensi tinggi. Perforasi terjadi di gendang telinga. * Tuba Eustachii Cermin Dunia Kedokteran No. Unsafe ear disebut demikian karena infeksinya di daerah atas. * "Acquired sensori neural hearing loss" Kekurangan pendengaran sensori neural ini disebabkan oleh karena kerusakan dari organon korti atau sarafnya. yang berarti kelainan di nasofaring. Apalagi bila komplikasi itu telah mengenai telinga dalam. Pembagian tersebut di atas disebabkan oleh karena tiap tipe mempunyai sifat yang khusus. Sensori hearing loss atau kekurangan pendengaran tipe koklear mempunyai sifat rekruitmen yang berarti bahwa suara yang merangsang makin keras makin tidak t idak dimengerti arti katanya. Penutupan tuba ini dapat disebabkan : 1. Penutupan tuba oleh karena proses di dalam lumen tuba sendiri. Untuk menerangkan sebab-sebab ketulian sensori neural yang lebih praktis akan kami kemukakan yang akut: ketulian sensori neural yang mendadak (sudden sensori neural deafness) dan yang lain adalah yang kronik yang disebut "tuli sensori neural kronika". infeksi menurun atau dangerous ear. Fibrosis ini terjadi terutama pada jaringan mukosa yang tertutup oleh jaringan granulasi pada otitis media kronika. Safe aer Tuba Eustachii merupakan satu -satunya pintu gerbang untuk masuk ke dalam kavum timpani. kapan otitis media akan memberikan komplikasi. naik ke kavum timpani bagian bawah (hipotimpanum). sehingga disebut "kekurangan pendengaran tipe koklear". sisa-sisa peninggalan otitis media yang telah sembuh dapat pula menyebabkan kekurangan pendengaran. Ketulian sensorineural ini biasanya tidak dapat pulih kembali (irreversibel) dan tidak dapat dikoreksi. Proteksi proteksi terhadap kuman yang masuk. karena terhalang oleh kaput malei dan korpus inkudis. Misalnya : otitis media adesiva yang disebut juga timpanosklerosis. Safe ear. pada anak pra sekolah yang terbanyak penyebab kekurangan pendengaran adalah OME (Otitis Media dengan efusi). proteksi terhadap pembersihan. Tetapi yang sering dijumpai sehari-hari adalah : . 3. akan menjadikan tuli yang lebih berat lagi. Penyakit ini sering sekali menimbulkan komplikasi karena drainasenya kurang baik. sehingga dengan pendengaran tidak dapat mengerti akan kata-kata seratus persen. karena bentuk otitis media itu banyak sekali. Airasi : mensuplai O2 mempertahankan komposisi udara di kavum timpani. sehingga semua kotoran dapat keluar. epitimpanum dan antrum. otitis media atrofikans atau otitis media kataralis kering. karenanya disebut "tuli saraf' atau kekurangan pendengaran tipe retro koklear. 39 1985 7 . 2. Untuk itu sekiranya perlu diketahui apa yang disebut : safe ear dan unsafe ear . meskipun penyakitnya telah menahun. Selain itu unsafe ear ini cepat menimbulkan jaringan granulasi.Trauma : Rudapaksa/kecelakaan yang dapat mengakibatkan ruptura labirin atau komosio labirin. Yang sering terjadi adalah : Miringitis bulosa haemoragika akibat komplikasi dari infeksi virus pada saluran nafas bagian atas. Discharge-nya mokous dan tidak berbau. Fungsi tuba Eustachii adalah : 1. Kelainan tuba Eustachii yang dapat menyebabkan kekurangan pendengaran adalah bila terjadi penutupan. Gendang telinga perforasi sebagian yang terletak di sentral dan depan. bahkan dapat menjadi tuli sama sekali. 2. Sedang yang lain kelainannya terdapat pada sarafnya dari ganglion spiralis sampai nukleus koklearis.terletak di tepi (perforasi marginal) atau terletak di membran Sharpnel. proteksi terhadap tekanan supaya tetap seimbang. disebut juga infeksi tubo timpanal atau infeksi yang naik (ascending infection) atau otitis media benigna. Infeksi berasal dari alat pernafasan bagian atas. Tertutupnya lubang tuba dari nasofaring. bila dirangsang terus menerus akan cepat menjadi lelah. Operasi : * karena kurang hati-hatinya operator. * Kavum timpani Segala bentuk radang di kavum timpani (otitis media) dapat menyebabkan kekurangan pendengaran. Hal ini jarang memberikan komplikasi. Menurut kepustakaan barat (karena di Indonesia belum ada penelitiannya). Di sini akan terjadi adhesi (perlekatan) karena hasil dari infeksi kronis dengan terbentuknya jaringan fibrous. Karenanya penderita tuli sensori neural harus dilatih untuk membaca suara atau gerakan bibir (speech reading). bahkan dapat jadi tuli sama sekali. bahwa unsafe ear itu dapat pula menghancurkan tulang-tulang pendengaran yang menyebabkan kekurangan pendengaran yang progresif dan sering terjadi mixed hearing loss. Radang : ini mempunyai ciri-ciri : Infeksi berasal dari orifisium tuba di nasofaring. * Tuli sensori neural akuta (sudden sensori neural deafness). Selain daripada itu. di mana kelainannya di organon korti pada sel-sel rambut. Di dalam klinik dijumpai bila seseorang diajak bicara mula-mula mendengar dengan baik tetapi lama kelamaan pendengarannya akan menurun. baru menyusul otitis media bentuk lainnya. Penutupan tuba oleh karena desakan dari Iuar. karena sifat dari epitelnya yang berbentuk kuboid. sehingga bila pintu tersebut tidak berfungsi maka akan menjadikan kelainan di kavum ti mpani. Dengan demikian maka sudah mudah dimengerti. Di dalam tulisan ini tidak akan dibicarakan segala bentuk otitis media. baik bentuk akut maupun bentuk kronis. Unsafe ear Penyakit ini disebut juga infeksi atiko antral. bahkan s ering pula mengalami metaplasi menjadi kolesteatom. S ensori neural ini dibagi atas sensori deafnes.

* infeksi bakterial. * komplikasi dari penyakit virus : - parotitis.

- varisela. - herpes zoster dll. - Tumor : * acustik neuroma * tumor sudut " cerebellopontine" - Penyebab lainnya : * Ototoksik karena obat-obatan dan penyakit menahun. * Endolimfatik hidrops * Gangguan vaskuler * Koklear otosklerosis * Psikogen * Idiopatik
* Tuli sensori neural kronika.

tumor benigna dan lain-lain. Selain itu, dengan obat-obatan dapat menghilangkan sumbatan tersebut misalnya radang. Kadang-kadang perlu dilakukan tindakan dengan operasi untuk merekonstruksinya kembali, misalnya timpano plastik. Pada penderita kekurangan pendengaran yang tidak mau dioperasi, dapat pula memakai alat bantu dengar. Bagi orang yang memakai alat bantu dengarpun harus berhati-hati. Bila pendengaran telinga sebelahnya masih normal maka tidak perlu memakai alat bantu dengar dulu, karena akan terjadi cross of hearing yang menyebabkan kekurangan pendengaran tipe sensori neural pada yang sehat.
* Rehabilitasi kekurangan pendengaran sensori neural. Rehabilitasinya memang agak sukar dan memerlukan waktu yang lama dan biaya banyak. Bentuk kekurangan pendengaran sensori neural dapat menjadikan tuli sama sekali. Pada kekurangan pendengaran sensori neural perlu dibedakan anak lahir tuli atau tuli sebelum dapat bicara dan tuli setelah dapat bicara. Kedua-duanya perlu belajar membaca suara (speech reading) dengan melihat gerakan bibir. Penderita dan pembicara harus berhadap-hadapan; bila bibir tertutup maka penderita tidak akan dapat menerima apa yang diucapkan. Pada tuli sebelum dapat berbicara perlu belajar/latihan mendengar (auditory training). Di sini dapat pula penderita diberi alat bantu dengar bagi pnderita kekurangan pendengaran agar sisa-sisa pendengarannya dapat digunakan. Alat bantu dengar itu prinsipnya akan menaikkan intensitas (amplitudo) sehingga suara akan lebih keras sehingga pendidikannya tidak ' perlu berteriak. Pengelolaan pendidikan penderita tuli perlu ditangani oleh ahli audiologi, speech therapeutist, ahli psikologi dan pediatri. Karena anak tuli sering wataknya berubah menjadi sering curiga, lekas marah (emosional). Sedang pada congenital hearing loss, sering juga ada kelainan organ lain.

Kelainan terjadi di telinga dalam dan prosesnya terjadi pelan-pelan tapi pasti; sedikit demi sedikit akan terjadi ketulian dengan perlahan-lahan tapi terus meningkat. Penyebabnya adalah : - Presbyakusis : - perubahan degenerasi telinga dalam oleh ketuaan. - Trauma suara (noise induce) - Keracunan obat - obatan. - Kelainan telinga tengah yang telah kronik (otitis media supurativa kronika). - Penyakit Meniere's - Neurinoma akustik - Penyakit sistemik yang kronik : * lues. * diabetes. * hipotiroidisme. * penyakit kolagen. * sarkoidosis. REHABILITASI KEKURANGAN PENDENGARAN Rehabilitasi yang dimaksud adalah memperbaiki pendengaran yang telah berkurang, atau dapat pula diartikan mengembalikan fungsi telinga sebagai alat pendengaran. Untuk itu, harus difahami betul mengenai mekanisme mendengar, maka dapat diketahui di mana lokalisasi dari bagian telinga yang perlu diperbaiki. Karena sistem pendengaran dapat dibedakan atas fase mekanik (penghantaran) dan fase elektrik (sensori), maka rehabilitasinya perlu dibedakan atas : * Rehabilitasi kekurangan pendengaran penghantaran Kekurangan pendengaran penghantaran berarti penghantaran gelombang suara dari luar ke telinga dalam kurang baik atau terputus. sifat kekurangan pendengaran penghantaran adalah terjadinya gap antara penghantaran tulang dan penghantaran udara: penghantaran melalui tulang harus normal. Rehabilitasinya akan mendapatkan hasil yang baik dan pendengaran diharapkan akan menjadi normal kembali. Kekurangan pendengaran penghantaran pada umumnya kelainannya di telinga luar atau di telinga tengah, maka dengan mudah dapat diperbaiki. Kelainan di telinga luar dapat terlihat, pada umumnya berupa penyumbatan dari liang telinga, sehingga dengan tindakan sederhana sudah dapat menjadi baik kembali. Misalnya: serumen, discharge di kanalis auditorius eksternus,

KESIMPULAN Telah kami bicarakan sebab, akibat dan rehabilitasinya ketulian. Orang yang dilahirkan di dunia ini tidak akan luput dari suatu penyakit yang dapat menyebabkan ketulian seperti juga penyakit- penyakit lainnya. Tuli dapat terjadi juga waktu masih di dalam kandungan (prenatal), waktu dilahirkan (perinatal) dan sesudah lahir (postnatal). Tull sesudah lahir dapat terjadi tepat setelah lahir atau di dalam perjalanan hidupnya, bahkan boleh dikatakan setiap orang akan mengalami ketulian atau kekurangan pendengaran setelah menjadi tua. Ketulian yang sangat merisaukan ialah bila terjadi pada anak lahir tuli sebelum dapat berbicara, karena akan mendapat kesukaran berkomunikasi dan akan menyebabkan hambatanhambatan di dalam kehidupan sosial dan mencapai karier di masa depannya. Selain itu, anak lahir tuli atau tuli sebelum dapat berbicara perlu diadakan pendidikan khusus yang akan makan banyak waktu dan biaya untuk dapat belajar berbicara untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Demikian pula pada orang yang menjadi tuli harus belajar membaca suara untuk dapat berkomunikasi lagi dengan baik, meskipun sebelumnya sudah dapat berbicara. Pada penderita kekurangan pendengaran yang dapat dikoreksi dengan baik adalah penderita kekurangan pendengaran tipe

8

Cermin Dunia Kedokteran No. 39 1985

penghantaran. Koreksi tersebut dapat berupa tindakan sederhana maupun tindakan operasi atau memakai alat bantu dengar. Bila disebabkan oleh karena radang dapat diobati dengan sempurna. Kekurangan pendengaran tipe sensori neural biasanya tidak dapat pulih seperti semula (irreversibel), tidak dapat dikoreksi dengan baik meskipun dengan cara apapun juga. Meskipun demikian dapat juga memakai alat bantu dengar untuk menaikkan intensitas suara.

KEPUSTAKAAN 1. Ethans SR Surgery on the only hearing ear; The Laryngoscope Vol. 1981; 91: 765 - 770. 2. Bonding, SWP, Larsen PK and Rooses J. Possible effects of kenamycin an incubation in newborn children with low weight; Acta Pediatr. Scand. 1978; 67: 799 - 815. 3. Boteman SWP Reiiner ED, Levin LS and Maunienee IH. Hetero genecity of retinal degeneration and hearing impairment syndromes; American Journal of Ophthalmol. 1980; 6: 755 - 767. 4. Brown JJ, Brumment RE, Meilke MB and Vernon J. Congined effect of noise and neomycin; Acta Otolaryngol. 1978; 86 : 394 - 400. 5. Butler RN and Gastel B. Hearing and age; Annals Otolaryngol. 1979;

88: 676 - 683. 6. Du Vail MB, Caparosa RI and Ted Bailey HA. Sensorineural hearing loss in the unoperated on otosclerotic ear; The Laryngoscope 1981; 91: 197 - 204. 7. Gloag D, Noise. Heraing loss and psychological effect; Brit med 1980; 281: 1325 - 1327. 8. Herbst KG and Humphrey C. Hearing inpairment and mental state in the elderly living at home; Brit Med 1980; 281: 903 - 905. Heffernan HP and Simons MR Temporary increase in sesori neural hearing loss with hearing aid use; An otol 1979; 88: 86 - 91. 10. Klingennan AB, Solangi, KB, Venty IM, Gooiman AI and Weseley SA. Hearing impairment associated with chronic renal failure; The Laryngoscope 1981; 91: 583 - 592. 11. Ruben RJ and Rapin I. Plasticity of the developing auditory system; An. Otol 1980; 89: 303 - 311. 12. D'souza SH, Cartney E, Nolan M and Tailor IG. Hearing, speech and language in survivors of servere perinatal asphyxia; Arch. of Desease in Childhood 1981; 56: 245 - 252. 13. Tonndorf, J. Acute cochlear disorders; The combination of hearing loss, recruitment, poor speech discrimination and tinnitus; An. Otol 1980; 89: 353 - 358. 14. Wilson CB, Remington JS, Stangno S and Reynold DW. Development of adverse sequelae in children born with subclinical congenital toxoplasma infection; Pediatrics 1980; 60: 767 - 774. 15. Zubick HH, Tolentino AT and Boffa J. Hearing loss and high speed dental handpiece; Am J Public Health 1980; 633 - 635.

Telah dibacakan pada Ceramah Klinik Problema dan Tatalaksana Kekurangan Pendengaran, Semarang — 27 April 1985.

Cermin Dunia Kedokteran No. 39 1985

9

Obat-obat Yang Dapat Menyebabkan Ketulian
Dr. Margawati D
Bagian Farmokologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

PENDAHULUAN Yang kami babas ialah penyebab ketulian yang disebabkan oleh obat. Akhir-akhir ini penyebab ketulian memang belum jelas, tetapi setelah dilakukan anamnesis secara teliti pada penderita, maka terungkap bahwa sebagian besar ketulian penderita disebabkan karena obat, selain karena akibat mekanik atau faktor eksternal lain. Obat-obat yang dapat menyebabkan ketulian contohnya ialah; , golongan aminoglikosida, beberapa obat antimalaria atau anti -rematik, tuberkulostatik, anti kanker dan sebagainya. Obat-obat tersebut di atas hendaknya diberikan hati-hati pada penderita dewasa, anak-anak; pada bayi, bahkan juga pada ibu hamil yang dapat mengakibatkan efek teratogenik. Gejala mula-mula ialah timbulnya tinitus atau kadangkadang disertai dengan gangguan keseimbangan, sehingga bila obat diteruskan pemberiannya akan mengakibatkan ketulian. Sifat ketulian tersebut dapat reversibel atau irreversibel bila pemberian obat dihentikan. PEMBAHASAN I. Golongan aminoglikosida. II. Beberapa obat antimalaria. III. Golongan salisilat. IV. Oleum Chenopodium. V. Obat anti kanker. Akan dibahas masing-masing mengenai efek farmakokinetika. Effek farmakodinamika dan efek toksiknya. Golongan aminoglikosida Termasuk golongan ini: Streptomisin, Gentamisin, Neomisin, Kanamisin, Amikasin, Tobramisin, Kapreomisin. Spektinomisin dan Viomisin memiliki bagian struktur aminoglikosida, tetapi secara kimiawi tidak memiliki inti yang sama.
Mekanisme kerja aktivitas tergantung pada kadarnya, pada kadar rendah bersifat bakteriostatik, dan kadar tinggi bersifat bakterisid terhadap

mikroba yang sensitif. Juga aktivitas potensinya lebih kuat pada suasana alkali daripada suasana asam. Pada keadaan anaerobik akan menurunkan potensi aktivitas. Golongan ini mengikatkan diri pada subunit 30S ribosom yang sensitif dari mikroba tersebut. Di samping ,efek terhadap ribosom tersebut juga menimbulkan pelbagai efek sekunder terhadap fungsi sel mikroba, yaitu terhadap respirasi, adaptasi enzim, keuntungan membran dan keutuhan RNA. Perbedaan antar sesama aminoglikosida bersifat kuantitatif. Pada Kanamisin, Amikasin dan Gentamisin, potensi antimikrobanya melebihi Streptomisin. Spektrum Pada umumnya menunjukkan banyak persamaan dengan Streptomisin, a.l. terhadap Brucella. H. ducreyi, Actinobacilles, P. pestis dan Shigella, juga terhadap E. coli, M. tbc., Nocardia, Proteus. Farmakokinetika Sangat sukar diabsorpsi melalui saluran cerna. Pada pemberian peroral tujuannya hanya untuk mendapatkan khasiat lokal dalam saluran cerna saja; umpamanya pada infeksi saluran cerna. Untuk mendapatkan kadar sistemik yang efektif, aminoglikosida perlu diberikarl secara perenatal dan biasanya dalam bentuk garam sulfat. Kadar puncak dalam darah dicapai dalam waktu 1/2 sampai 2 jam. Peningkatan oleh protein plasma darah jelas terlihat pada Streptomisin yang berjumlah ± 1/3 dari seluruh aminoglikosida dalam darah. Distribusi cukup meluas ke dalam seluruh cairan tubuh, kecuali ke dalam cairan otak.
Ekskresi Terutama melalui ginjal dengan filtrasi glomeruler. Aminoglikosida yang diberikan dalam dosis tunggal, menunjukkan jumlah ekskresi renal yang kurang dari dosis yang diberikan. Karena ekskresi hampir seluruhnya berlangsung melalui ginjal, keadaan ini menunjukkan adanya sekuestrasi ke dalam jaringan terutama pada Gentamisin. Schentag &

10

Cermin Dunia Kedokteran No. 39 1985

gejala terlihat pada 75% penderita. demam. gejala terlihat pada 25% pen. Gejala lain ialah stomatitis dan demam. Ekskresi lengkap dalam waktu derita. mengganggu fagositosis Streptomisin dan Gentamisin lebih mempengaruhi kompo. Adanya hambatan fungsi ginjal akan menghambat ekskresi aminoglikosida yang berakibat terjadinya kumulasi dan cepat meningkatnya kadar dalam darah sampai lebih cepat mencapai kadar toksik. gelisah dan delirium. gatal-gatal dan bercak merah. telinga sekaligus. misin paling mudah menimbulkan tuli saraf. Pada fase kompensasi.masing sebanyak 0. Juga pada bayi yang baru lahir/prematur dan penderita usia lanjut. Pada antipiretika. dengan adanya gangguan ekskresi. sampai 120 hari. Gejala -gejala Farmakokinetika ini bersifat reversibel dan kadang-kadang juga pada beberapa Absorpsi per oral baik. waktu berjalan. menunjukkan adanya kumulasi tertinggi dalam jaringan hati. effek analgetik dan lain besarnya dosis. Terhadap komponen darah ialah eosinofilia. otot skelet dan kelenjar ± 15%. EfekI ototoksik. Cermin Dunia Kedokteran No. terhadap darah dapat mengakibatkemudian diikuti fase akut dengan gejala pusing. Penggunaan topikal atau irigasi luka dengan larutan Neomisin 5% pada penderita dengan ginjal normal. gangguan faal ginjal. Farmakodinamika. di antaranya berupa gangguan vestibuler. * Reaksi allergi yang timbul dengan intensitas beragam mulai dari pruritis.4%. Neo. juga dapat menimbulkan tuli saraf. Distribusi luas dalam hati. * Reaksi iritasi dan toksik Khasiat khusus Sinkona tergantung pada kadar kina yang Timbulnya reaksi iritasi dan rasa nyeri terjadi ditempat suntik. terutama terhadap saraf N VIII mengenai Mempunyai beberapa efek lokal ialah racun protoplasma vestibuler dan akustik. Efek kardiovaskuler dengan dosis tunggal 5 gram penderita yang pernah mendapat suatu obat ototoksik dan langsung menyebabkan depresi miokard. Pada yang berat dapat terjadi perangsangan susunan berat sel-sel rambut luar pada telinga dalam. Dosis fatal kina untuk dewasa kurang lebih 8 gram. Kanamisin dan Sebagai antimalaria terhadap Plasmodium vivax dan PlasAmikasin lebih mempengaruhi komponen akustik. gejala bersifat laten dan hanya menjadi nyata bila menutup mata. Selain efek ototoksik. Terhadap saluran cerna mengakibatkan iritasi dan gangguan keseimbangan. kerusakan terdapat pada nuklei koklearis terikat dengan protein dan hal ini yang menyebabkan rendahventrikuler di batang otak yang meluas ke ujung serabut nya kadar kina dalam plasma. Terhadap otot polos. bila terapi lebih dari 1 minggu. Pada yang berat ialah dermatitis eksfoliativa. Adanya interaksi obat yang perlu diperhatikan ialah. arninoglikosida dapat ditingkatkan oleh pelbagai faktor. sebagai abortivum terhadap kontaksi uterus dan dosis tinggi Gangguan vestibular gejala dininya ialah sakit kepala yang membahayakan fetus. Ototoksisitas modium malariae berkhasiat gametosid. konsentrasi dalam plasma dicapai penderita timbul sekuele.gejala ini akan hilang bila obat dihentikan. Gentamisin mempunyai angka ototoksisitas 2%. dan 66% 24 jam.dan menghambat pertumbuhan fibroblas dalam pembiakan. getah lambung. urtikaria. trombopenia. Reaksi hipersensitivitas jarang terjadi pada Tobramisin. ginjal dan limpa. eritema. dan Gentamisin. Dengan dosis 2 gram per hari selama 60 tetapi kurang dalam paru-paru. Gejala dini berupa tinitus bernada tinggi. muntah. Frekuensi gangguan akustik akibat Reaksi idiosinkrasi pada penggunaan kina berupa kemerahan Streptomisin 4 sampai 15%. * Perubahan biologik Adanya pola mikroflora tubuh dan gangguan absorpsi di usus. sedangkan pada Neomisin. Pada mulanya kepekaan terhadap golongan Gejala keracunan " sinkonism". Amikasin bila diberikan lebih dari 14 hari juga akan menimbulkan gangguan pendengaran.Jusko. Mula-mula penderita merasa mual. saraf di koklea. sama dengan pemberian intravena. penderita. juga timbul effek nefrotoksik dan neurotoksik. 1977. tidak selalu terjadi pada kedua an. media ginjal. Gejala. Beberapa obat antimalaria Quinine : merupakan alkaloid penting dari sinkona. pada kulit. dan menghambat proses enzimatik. gangguan Gentamisin 34% dari 2% ototoksisitas. sedangkan untuk Efek samping Kanamisin sekitar 7%. Semua alkaloid sinkona dan derivatnya memiliki sifat farmakologik yang kualitatif sama. Kanamisin. muntah kan hemolisis. golongan aminoglikosida dengan suatu diuretika kuat akan menaikkan ototosik dan nefrotoksik. terdapat di dalamnya.Terutama dalam win dan sebagian kecil dengan tinja. kabur dan telinga Patologi kerusakan akustik terutama berupa degenerasi berdenging. ruam morbiliform dan makulopapular. 39 1985 11 . gejala nyata lambung. usia lanjut. Pemulihan sempuma 12 sampai 18 dalam 1 sampai 4 jam setelah pemberian oral. empedu dan liur. Sel organ Corti saraf ialah bingung. mual. Keracunan kina disebabkan kelebihan dosis atau reaksi kepekaPada gangguan akustik. Kurang lebih 70% kina dalam plasma bulan.pada lambung. antara Efek sentral pada susunan saraf pusat. nen vestibuler. juga bila diberikan asam etakrinat (diuretika kuat). Pada fase kronik. Secara patologis. masa paruh akan cepat meningkat. Dan Ekskresi dengan dosis 1 gram per hari. Kanamisin 30%. Efek samping Dapat dibagi 3 kelompok : 1) allergi 2) reaksi irritasi dan toksik 3) perubahan biologik. Efek. Pada Tobramisin terjadinya gangguan vestibuler dan akustik masing . juga mengalami kerusakan. ketulian dan gangguan penglihatan. sesak napas. bila ringan yang terkena dahulu frekuensi tinggi akan berkurang dan ini tidak disadari oleh ialah sistem pendengaran berupa tinitus dan sistem penglihatan.

sesudah 1 jam. Mengenai hal ini mekanismenya belum jelas. Efek terhadap metabolisme karbohidrat sangat kompleks. p. Gentamisin dan Neomisin.563. terutama Cis-Platinum (DDP) dapat menyebabkan ketulian. . 395 . merupakan suatu derivat yang terdiri dari Platinum dengan aktivitas anti-tumor. Robert H. 653. 1042 . 556 . 4. tinitus. Absorpsi melalui oral baik. badan merasa lemah. Limited. Gejala toksik yang timbul pada DDP ialah nausea. Kehilangan pendengaran ini terutama pada suara dengan frekuensi tinggi lebih dari 4000Hz. Pratt MD. 10 th ed. p. Jawetz E. Pada intoksikasi yang lebih berat ialah gangguan susunan saraf pusat. Oleum Chenopodium Merupakan antelmintik yang sekarang tidak digunakan lagi. bayi. nausea. keringat banyak. hal ini belum ada penelitian lebih lanjut. p. antipiretik dan anti-inflamasi. pusing. dapat mengakibatkan efek teratogenik pada fetus. Pada golongan salisilat. p. Hendaknya para Teman Sejawat berhati-hati memberikan obat-obat tersebut di atas baik pada neonatus. 50 . p. Gangguan tersebut bersifat reversibel bila obat dihentikan. mual. penglihatan kabur. KEPUSTAKAAN 1. orang tua dan juga pada ibu hamil.1045.D: The anti Cancer drugs. gangguan keseimbangan dan pendengaran berupa ketulian. Ruddon MD. dan asam salisilat sendiri bersifat iritatif sehingga digunakan sebagai obat luar. tetapi persentase ketulian lebih kecil dibandingkan dengan ketiga obat tersebut. H. Halborow CA TD MD FRCS. 1298 . Drug effect on the fetus. Kon- Khasiatnya terutama terhadap jenis tumor sarkoma dan leukemia. Godman & Gilman's: The Phamacological Basis of Therapeutics.257.137. kehilangan pendengaran. berupaya nyeri kepala. merupakan derivat 4-aminoquinoline. Littleeton: Publishing Sciences Froup 1977: XXVII-XXVIII. dan biasanya bersifat irriversibel. Inf.90% terikat oleh protein plasma terutama albumin. Farmakokinetika : Pada pemberian oral diserap cepat. KESIMPULAN Telah dibahas obat-obat yang dapat menyebabkan ketulian: golongan aminoglikosida. golongan salisilat. Medicine Digest Asia. obat anti malaria. 6 th. dan juga terjadi ketulian. p. p. American Medical Association Departement of Drugs. Golongan Salisilat Pemakaiannya secara sistemik. 9. konvulsi dan koma.. Efek pada sistem kardiovaskuler dapat menimbulkan vasodilatasi pembuluh darah perifer. Obat antikanker. Dis 1976. mual dan muntah. Juga adanya efek urikosurik tergantung dari dosis. karena pemakaian jangka waktu lama sehingga timbul gejala toksik kronik ialah ketulian.1180. dan akan berlangsung 4 sampai 6 jam dan bahkan sampai berminggu -minggu. dan kurang lebih 8% dikeluarkan melalui tinja. ketulian.27April 1985. 3 No 2 February 1985.duanya. yang paling sering pemakaiannya dan sering menimbulkan ketulian ialah Spreptomisin. p. FH Meyers. dan juga pada tumor testis yang biasanya dikombinasi dengan Vinblastin dan Bleomisin. 1983. anak. Pemberian obat tersebut pada wanita hamil akan mengakibatkan efek teratogenik berupa malformasi janin. Adis Press Australasia Pty. 251 . mengantuk. muntah.1299.. 6. Oleum Chenopodium jarang dipakai karena sangat toksik.399. Farmakologi dan Terapi edisi 2. erupsi kulit.248. 1162 . Hendaknya selama pengobatan monitoring fungsi pendengaran jangan diabaikan. Use of drugs during pregnancy. Hal ini terjadi pada semua penderita yang diberi DDP. Semarang . karena sangat toksik dan gejalanya berupa mual. Efek samping yang mula-mula timbul seperti juga pada penggunaan Quinine. Pemakaian kanamisin cukup banyak. ed. rasa bingung. dengan dosis besar meyebabkan hiperglikemia dan glikosuri. 7. Kawaguchi H. vol. dan gejala pada salisilat dinamakan " salisilismus". 242 . tetapi pada efek toksik yang kronik dapat mengakibatkan diare. kebutaan. Efek teratogenik sering terjadi pada pemberian golongan aminoglikosida.Choroquine : juga sebagai obat anti -malaria. 5 . 2. Juga pemberian obat ini pada ibu hamil. dan obat anti kanker. 133 . Dreisbach. badan terasa lemah. pusing. 3. Efek terhadap darah dapat mengakibatkan hemolisis ringan. Farmakodinamika : mempunyai efek analgesik. atau kadang -kadang kedua . 10. pandangan kabur. efek pada saluran cerna pada pemberian per oral dapat mengakibatkan gangguan epigastrium. Kerusakan yang terjadi pada retina biasanya irreversibel. Ketulian terjadi karena kerusakan organ Corti baik pada penggunaan Quinine dan Chloroquine. Oxford University Press 1979. Efek pada pernapasan sangat penting. anti -radang dan juga sebagai amebesid. Akan terjadi remisi pada ± 74% dari penderita. orang dewasa. Raymond W. 3rd. Untuk golongan anti malaria ialah Quinine dan Chloroquine. Deafness and ear disease. 12 Cermin Dunia Kedokteran No. Hanbook of Poisoning. Ph. William B. 7 th ed. karena gejala -gejala yang terdapat pada pernapasan dapat mencerminkan betapa seriusnya gangguan keseimbangan asam basa dalam darah. 39 1985 Telah dibacakan pada Ceramah Klinik Problema dan Tatalaksana Kekurangan Pendengaran. 8. Discovery and Activity of Kanamisin J.ed. sentrasi tertinggi dicapai kira-kira 2 jam setelah pemberian. ketulian. Juga dapat mengaktifkan pusat saraf simpatik dan dapat menyebabkan pelepasan epinefrin dari medula adrenal sehingga terjadi hiperglikemia. pamakaian jangka waktu lama dan kronik dapat menyebabkan ketulian. Goldfein: Review of Medical Pharmacology. Ejek samping: sering timbul.12. Tuchmann-Duplesis. yang sifatnya reversibel bila obat dihentikan pemberiannya. Hedi Rosmiati: Uji Teratogenitas Jamu Peluntur pada mencit. Obat anti-kanker Yang dapat menyebabkan ketulian ialah : Cis-diamine dichloro platinum (DDP). Diterangkan bahwa bagian sel tersebut dihambat oleh elektroda Platinum dan dikatakan bahwa yang bentuk Cis lebih efektif. Distribusi ke seluruhan jaringan tubuh dan cairan antar sel dan mudah menembus sawar otak dan sawar uri. Mekanisme kerja obat ini diduga berhubungan dengan sintesa asam nukleat dan nukleoprotein. muntah dan diare. porfiria. 5. adanya lesi pada kornea dan adanya kerusakan pada retina. n402. Dari golongan amonoglikosida. Efek samping lain ialah nefrotoksik dan ototoksik yang dimulai dengan timbulnya tinitus. 1976. yaitu berupa ketulian pada janin. vomitus.

terdapat gangguan pendengaran yang patogenesis- nya tidak jelas. Gangguannya berupa kelainan kongenital. trauma kepala. Gangguan pendengaran dapat tidak jelas sehiggan diagnosis sering terlambat. Jerman./inked recessive meliputi 2%3 Manifestasi ketulian karena faktor genetik dapat terjadi tidak pada awal kehidupan. Gangguan pendengaran tipe konduktif merupakan 85% di antara gangguan pendengaran yang terdapat pada infan dan anak usia prasekolah1. Fungsi pendengaran terhadap tumbuh kembang anak secara optimal sangat besar. sebagai penyebab adalah anomali kongenitalis. meliputi 33%. adanya benda asing ataupun infeksi yang mengakibatkan adanya ti mbunan cairan/pus atau perlengketan-perlengketan. Gangguan pendengaran tipe "sensoneural " . la dapat diwariskan secara autosomal recessive. Gangguan pendengaran jenis ini sangat berpengaruh atas terjadinya handikap.Penyakit Anak Penyebab Ketulian Dr.3000 kelahiran menderita ketulian karena faktor genetik. Gangguan pendengaran tipe " sentral" terjadi setelah anak sembuh dari penyakit berat pada awal kehidupan. ' Gangguan pendengaran intensitas dan frekuensi suara. dan Amerika didapatkan 1 di antara 2000 . Di USA. terjadi akibat adanya kerusakan di sel rambut atau saraf N VIII. — Golongan autosomal dominan : Sindroma Waardenburg Adanya ketulian disertai adanya kelainan kedua warna iris berbeda (heterokromia iridum) kedua jarak mata lebih lebar akibat adanya lipatan kulit epikantus yang lebih jelas. yaitu: * Gangguan pendengaran "konduktif' * Gangguan pendengaran "sensoneural". yaitu : * Genetika / heriditer Di Inggris. Tjipta Bahtera Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang PENDAHULUAN Pendengaran mempunyai peranan penting dalam berbicaa dan komunikasi "verbal". Ketulian karena faktor genetik ini merupakan 50% dari penderita congenital deafness. adanya penebalan korteks dan trabekula. dan terdapat sekelompok rambut putih di bagian muka kepala * Kelainan bentuk (malformasi) Adanya defektif pada embriogenesis. Pada penderita ini didapatkan ketulian dan gangguan penglihatan akibat atropi optik dan anemi. obat yang bersifat ototoksik dan infeksi. Setiap tahun didapatkan 3000 sampai 4000 bayi lahir dengan ketulian dan 5000 anak dengan ketulian yang memerlukan pendidikan khusus dan pelayanan rehabilitasi. Gangguan pendengaran sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan sosial. autosomal dominant meliputi 15% dan X . Sembilan puluh persen gangguan pendengaran jenis ini dapat dikoreksi dengan pengobatan atau tindakan bedah. 2 . * Faktor prenatal Infeksi intrauterin dapat menyebabkan cacat berupa ketulian Cermin Dunia Kedokteran No. Di samping dua jenis gangguan pendengaran yang tersebut di atas. jadi diagnosis adanya gangguan pendengaran secara dini sangat penting. 15% anak usia prasekolah mempunyai gangguan pendengaran ringan sampai berat. PENYEBAB KETULIAN PADA ANAK Ketulian pada anak disebabkan oleh berbagai faktor. Penyakit yang bersifat heriditer di antaranya adalah : — Golongan autosomal resesif : Sindroma Pandred Suatu ketulian yang disertai gangguan metabolisme iodine (goiter) Albers Penyakit Schonberg Adanya kelainan penulangan. heriditer. yaitu gangguan pendengaran tipe "sentral " dan gangguan tipe "psikogenik". 39 1985 13 . Terdapat dua gangguan pendengaran yang sering. Gangguan pendengaran jenis ini sulit untuk dikoreksi dengan pengobatan atau tindakan pembedahan. Gangguan pendengaran tipe ini disebabkan adanya kelainan/penyakit di liang telinga luar dan tengah. "Handicap" yang timbul akibat gangguan pendengaran tergantung derajat ketulian.

Rubella . kernicterus dan infeksi pada perinatal dapat menyebabkan cacat ketulian pada neonatus. * gejala rangsangan meningeal : kaku duduk. perdarahan plasenta (plasenta previa. Meningitis serosa ada dua jenis yaitu meningitis yang disebabkan oleh kuman spesifik dan yang disebabkan oleh virus (aseptik meningitis). yaitu Hyalin membran disease.aliran darah ke uterus tidak memadai akibat ibu menderita hipotensi maupun hipertensi. * Gangguan dalam proses uptake dan konjugasi hepar 1 4 Cermin Dunia Kedokteran No. jantung maupun anemia pada ibu. * Faktor post natal Bayi yang dilahirkan dengan infeksi intrauterin kadangkadang tidak menunjukkan gejala klinis infeksi (asimtomatik). Gangguan pendengaran pada cerebral palsy akan mengakibatkan speech retardasi. Faktor janin : jepitan tali pusat penyakit/kelainan paru bayi. Gejala meningitis meliputi : * gejala infeksi akut : panas. baik parsial atau total dan dapat unilateral maupun bilateral meliputi 23%. Hasil penelitian di boston pada anak usia sekolah menunjukkan. ubun-ubun besar menonjol. Meningitis purulenta/meningitis bakterial Penyebab meningitis purulenta yang tersering adalah Hemophilus influenza.5 Infeksi virus pada ibu dengan mengenai bayinya secara transplasental. Mekonium aspirasi pneumonia. pengaruh obat. anak lesu. hipotermi. 5-35%4 mengalami gejala sisa berupa penurunan pendengaran. Saat terjadinya gangguan pendengaran tidak diketahui secara pasti. Ketulian tidak dijumpai pada penderita dengan hasil pemeriksaan lekosit dalam cairan Faktor plasenta: infark. talamus. * Gangguan dalam transportasi * Gangguan dalam ekskresi 6 Gangguan pendengaran karena faktor perinatal berupa high tone deafnes.pada bayi yang dilahirkan. defisiensi enzim dan sepsis. kadar bilirubin indirek sehingga mencapai keadaan yang disebut sebagai hiperbilirubinemia.Toksoplasmosis . Anoksia perinatal terjadi karena adanya asfiksia neonatorum. kelainan kongenital. kesadaran menurun. 39 1985 . Faktor .faktor tersebut adalah : Faktor ibu: . Streptococcus B hemoliticus.Sifilis kongenital . penyebab meningitis yang tersering adalah Salmonella Sp. nafsu makan tidak ada. Meningitis Meningitis ada dua jenis yaitu : meningitis purulenta meningitis serosa Meningitis purulenta ialah radang selaput otak yang menimbulkan proses eksudasi berupa pus yang disebabkan oleh kuman non spesifik dan non virus. . Infeksi rubela yang terjadi pada umur kehamilan 8 mg mengakibatkan infeksi rate pada fetus sebesar 50% dan bila infeksi tersebut terjadi pada umur kehamilan 10 mg. menigitis bakterial merupakan 8 . kelainan jantung . yang pada pokoknya adanya konsumsi 02 pada janin tidak memadai. Pengobatan yang telah diberikan sebelum 32 jam perjalanan penyakit tidak didapatkan gejala sisa berupa ketulian. pneumotoraks.24 penyebab ketulian berat. infeksi rate yang terjadi pada fetusnya menurun menjadi 10%5 Bentuk ketulian akibat infeksi intrauteri adalah high tone deafness/neurosensoral deafness.9 Gangguan pendengaran yang terjadi adalah jenis " sensoneural".Cytomegalovirus. chokeddisc dari papillae nervi optici. 7 Di Jakarta. Umur kehamilan pada ibu dengan infeksi virus (viremia) berpengaruh terhadap terjadinya viremia pada fetusnya.Infeksi — otitis media — parotitis — meningitis. sindroma Mikety Wilson. Kecepatan saat pemberian pengobatan sangat menentukan terjadinya ketulian. Ganguan bicara pada cerebral palsy berkisar 50%5 . Penyakit pada ibu hamil yang mengakibatkan viremia pada fetus dan akan menghasilkan bayi dengan cacat bawaan termasuk ketulian adalah : . edema. nukleus subtalamus. E coil dan Salmonella sp. 8 Terjadinya ketulian mempunyai hubungan yang bermakna dengan kadar gula dan jumlah sel lekosit dalam cairan serebrospinal.. Neisseria meningitidis. 8 Penderita meningitis bakteri yang dapat hidup. solusio plasenta). Ketulian banyak terjadi pada penderita dengan kadar gula cairan serebrospinal 22 mg% dan tidak terjadi pada kadar gula cairan serebrospinal 44 mg%. * Kernicterus Kernicterus ialah kerusakan otak akibat perlekatan bilirubin indirek pada otak terutama pada korpus stratum. 8 . penyakit jantung kongenital kelainan darah : nipovolemia. kejang-kejang. yaitu bila kadar bilirubin mencapai 12 mg% untuk bayi cukup bulan dan 15 mg% untuk bayi kurang bulan (Brown).4. Hiperbilirubinemia dapat terjadi akibat : * hemolisis yang meningkat pada inkompatibilitas darah Rh.Trauma kepala . Asfiksia neonatorum ini dapat terjadi akibat berbagai faktor. (Sumarno dkk) 1983. hiperviskositas kelainan metabolisme : hipoglikemia. * gejala kenaikan tekanan intrakranial : tumpah. .hipoksia pada ibu oleh karena faktor paru-paru. Kernig. * Faktor Perinatal Keadaan anoksia. ABO. Tujuh puluh persen merupakan gangguan pendengaran parsial. Cacat pendengaran pada anak akibat faktor/sebabsebab pada masa perinatal biasanya disertai kelainan lain. Staphylococcus aures. hipokampus dan nukleus pada dasar ventrikel IV. sebagai cerebral palsy. asidosis faktor sentral : perdarahan. sebaliknya bila pengobatan baru diberikan setelah penyakit berjalan 72 jam dapat terjadi gejala sisa ketulian. Brudzinky I dan II positip. Kernicterus terjadi akibat peninggian . Diplococus pneumoniae.

1963. total dan menetap. 2. Paling sedikit 90% anak di bawah umur 6 tahun pernah mengalami otitis media akuta. New York (1981). 1980. 1975. Telah dibacakan pada Ceramah Klinik Problema dan Tatalaksarta Kekurangan Pendengaran. School Failure and Deafness After Silent Congenital Cytomegalovirus infection. Nadal BJ et al. Fanaroff. 1976. Hutchindon JH. Falkner F ed : Prevention in Childhood of Health Problems in Adult in Adult Life.serebrospinal kurang dari 5000/mm 3 . 276 .980. Tokyo : Igoku Shiin Ltd. Hansshaw JB. Geneticsof congenital Deaffness.181. pp 161 . Rankeburg WK. Penyebab ketulian pada anak ada beberapa faktor yaitu : * Faktor genetik/heriditer : diwariskan secara "autosomal reresessive". dengan survial rate nya berkisar 50%. Ketulian akibat meningitis karena pneumokkok sebesar 33%. 5. 10 st ed. 73 : 575 . 11. 1978.68. 3.. otitis media Prevalensi otitis media akuta pada anak tinggi. Semarang € 27Apri11985. Pediatrics 1984. * Faktor malforinasi * Faktor prenatal : infeksi intrauteri * Faktor perinatal : anoksia kern icterus infeksi * Faktor post natal : trauma kapitis Cermin Dunia Kedokteran No. Jenis kuman penyebab juga mempunyai peranan yang berbeda terhadap terjadinya gejala sisa ketulian. Klaus MH. 5 th ed.527. Tuberculosis in Children. tidak dijumpai gejala sisa ketulian. AA. 188 . Care of the High-Risk Neonate. Terjadinya ketulian akibat adanya labirintis atau retrograde demyelinisasi pada saraf N VIII. Hasil penelitian di Alaska pada penderita yang mengalami otitis media pururenta setelah diikuti selama 10 tahun diketemukan 40% mengalami perforasi atau skar pada membrana timpani. pp 161 . Practical Paediatric Problems. Penanganan ikterus pada bayi ban' lahir. 10. pp 101. 469 . Thornton SM. Onset of Hearing loss in children with Bacterial Meningitis. 9. Di Inggris pada penelitian 403 penderita setelah mengalami otitis media akuta. 1963. Terdapat proses nekrosis dari membranous labyrinth. Swell EM.120. 4. Cohrs ME Developmental Diagnosis. London : WB Saunders Co. meliputi 95% dan tipe sensoneural. Kaplan LS et al. N Engl J Med. Kumpulan Naskah Seminar Simposium Neonatologi. Ketulian akibat serous labirintis biasanya parsial dan reversible. The Laryngoscope. pp 48 . Texbook of Child Neurology. Monintja HE. 295 : 468 .313. Ketulian yang terjadi biasanya unilateral. yaitu akibat perluasan radang ke saraf pendengaran atau ke labirin melalui akuaduktus koklearis.5%. Badan Kerjasama Neonatologi Indonesia IKA UI. Paediatric Clinics of North America. 12. 1981.181. karena kuman H Influenae tipe B 9% dan karena meningokok sebanyak 5% 9 . Ataxia and Deaffness in children due to Bacterial Meningitis. London : Lloyd Wike Ltd. 7. London : Mc Graw Hill Book Co. Pengenalan ketulian pada anak secara dini penting untuk penanganan secara komprehensif dengan maksud mencegah terjadinya handicap lebih lanjut. Parotitis insidensi ketulian akibat parotitis 1 : 15000. Kaplan LS et al. 28 : 973 . 17% mengalami kehilangan pendengaran 20dB atau lebih sedangkan kelompok kontrol hanya 4. Pediatrics 1981. 68 : 8 . Steele MW. Pada meningitis karena virus (aspetik meningitis).755.13. Akibat toksin dari bakteri dapat terjadi toksik/serous labirintis.470. Hearing loss as a sequellae of Meningitis. 39 1985 15 . Terjadinya dapat perlahan-lahan atau mendadak. Patofisiologi terjadinya ketulian pada meningitis. 1980. 2nd.578. Ketulian pada penderita meningitis karena kuman spesifik disebabkan karena proses penyakitnya ataupun karena pemakaian obat ototoksik. RINGKASAN Ketulian pada anak dapat menghambat tumbuh kembang anak secara optimal. 1977. Philadephia. Symposium on Pediatric Otolarygology. Menkes JH. sedangkan ketulian akibat distruksi membranous labyrinth atau distruksi dari N VIII akibat perluasan radang supuratif dari ruangan subarachnoid biasanya total dan irreversible. 13. 6. 8. 1482 . pp 67 . (terbanyak).70. Diplococcus pneumoniae dan H Influenzae menyebabkan ketulian berkisar 40%.1483. 88 : 739 . meningitidi menimbulkan ketulian sebanyak 52% (survival rate nya sebesar 29%)8 . Ada dua tipe gangguan pendengaran yaitu tipe konduktif.195. Geneva : Wld Hlth Org. Vaughan VC et al ed : Nelson Texbook of Pediatrics. 1311. Sedangkan N. pp 117 . dan 16% mengalami gangguan pendengaran secara bermakna. "autosomal dominant" X-linked recessive" infeksi : otitis media akuta parotitis meningitis KEPUSTAKAAN 1. Jakarta. pp 219. Lincoln EM.

Penentuan pada penderitaan apakah ada K. di mana insidensi KP.P. 39 1985 terhadap suara/percakapan yang didengar sama dengan orang dewasa 2. jenis hantaran.P. KP. atau tidak pada penderita. Jenis KP. Menentukan penyebab KP.6 Berdasarkan hal tersebut di atas. yang sederhana sehingga dapat dipakai oleh dokter-dokter umum di daerah-daerah namun hasilnya cukup dapat dipercaya. Jenis sensorineural Lokalisasi gangguan/lesi terletak pada telinga dalam (pada koklea dan N. di samping masih belum banyak dikenal teknik uji pendengaran yang dapat dimanfaatkan untuk bahan diagnostik. KP. bagaimana cara membuat diagnosis K. penderita gangguan mental. Semarang PENDAHULUAN Kekurangan pendengaran (K. maka pada makalah ini akan dibatasi pada diagnosis KP. Derajat K. b). bilateral saat ini sudah mencapai + 1. Jenis campuran Lokalisasi lesi/gangguan pada telinga tengah dan telinga dalam. mengingat masih terbatasnya pengetahuan proses pendengaran di wilayah tersebut. Derajat K.KP. VIII). atau tidak Dalam penentuan apakah ada KP. Dwi Priyo Miyoso. P.P. 4.Diagnosis Kekurangan Pendengaran Dr. pendidikan yang kurang. Penentuan pada penderita apakah ada KP. melainkan berdasarkan adanya problem psikologis atau emosional. sedangkan umur lebih dari 6 tahun. c). pada anak-anak umur 6 tahun ke atas dan dewasa. Dr. atau tidak 2. dan usia lanjut).P. 3. Respon manusia terhadap suara/percakapan yang didengarnya tergantung pada umur pertumbuhannya. 3 . d). sebagai dokter umum cukuplah memperhatikan keempat aspek penting berikut ini : 1.5.P.3 Untuk K.P. sensorineural dan campuran saja. hal penting yang harus diperhatikan adalah umur penderita. KP. Usia 6 tahun diambil sebagai batas. Nice Mewengkang L.3 Untuk mendiagnosis KP. K. Jenis K.P. maka dalam makalah ini yang diuraikan hanya diagnosis KP. Jenis fungsional Pada K. 8 e). Kurang dari 6 tahun respons anak terhadap suara/percakapan berbeda-beda tergantung umurnya.9% dari penduduk di Indonesia 4 . Jenis sentral Lokalisasi gangguan/lesi pada nukleus auditorius di batang otak sampai dengan koteks otak. Klasifikasi derajat KP. tidak jarang ditemukan dalam praktek umum di Indonesia. 2. jenis hantaran Lokalisasi gangguan/lesi terletak pada telinga luar dan atau telinga tengah. pada kedua golongan umur tersebut. Kariadi. 7 Karena luasnya aspek diagnostik KP. timbul masalah. oleh karena : (1) Penderita kurang kooperatif (terutama anak-anak. Jenis ini tidak dijumpai adanya gangguan/lesi organik pada sistem pendengaran baik perifer maupun sentral. 5 . respons anak 16 Cermin Dunia Kedokteran No.3. Dr. Diagosis sering tidak mudah. Penderita dengan keluhan K. Dullah Aritomoyo Bagian THT Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/ RS.P. menurut ISO 1964 dan ASA 1951 (dikutip oleh Mangape D) adalah sebagai berikut : .P) bukanlah suatu penyakit melainkan suatu gejala dari berbagai penyakit/gangguan telinga 1 . BATASAN DAN RUANG LINGKUP Yang dimaksud dengan kekurangan pendengaran adalah keadaan di mana seseorang kurang dapat mendengar dan mengerti suara/percakapan yang didengarnya1. Dr. jenis sentral dan fungsional.3 . (2) Penyebab kekurangan pendengaran itu sendiri sukar diketahui 1. Jenis KP. berdasarkan lokalisasi lesi : a)..

fenestra K.Hantaran tulang dalam batas normal.bilateraldan sudah diderita lama. tersebut. 3.P. transmisi gelombang suara tidak dapat K.Sukar mendengar kata-kata yang mengandung nada rendah. jenis komplikasi) biasanya tidak ada kerusakan pada telinga dalam ini umumnya irrebersibel dan jelas mempengaruhi kepribadian maupun jalur persyaratan pendengaran (N. a) Bila K. jenis ini merupakan problem yang menjadi tantangan beberapa gangguan/lesi pada kanal telinga Iuar. ruang telinga tengah. Tes bisik : rantai tulang pendengarannya. . c) K.Nilai ambang persepsi tutur bergeser ke kanan pada . Adanya efek psikologis pada kepribadian penderita inilah kan perbedaan yang prinsipiil dengan K.3 a) ada riwayat keluarnya carian dari telinga atau riwayat infeksi Gejala telinga sebelumnya. tulang lebih dari 15 dB (disebut gap). dengan memakai garputala 250 Hz (hantaran tulang lebih baik dari hantaran udara).70 dB 71 . 2. perforasi kendang . pendengaran normal ringan sedang sedang . gorokan) yang teliti. di mana yang terkena (huruf konsonan). Menentukan Penyebab K.9 pendengaran. bahkan seperti mendengar suara gaduh a) Pemeriksaan fisik/otoskopi : waktu mengujah. Kadang-kadang mengeluh tidak dapat mendengar dengan Tanda-tanda haik waktu makan. (2) K. merupakan hal yang paling sukar * Audiometri nada murni : di antara ke 4 batasan/aspek tersebut di atas. . f) Kadang-kadang penderita mendengar lebih jelas pada suasana riwayat pemakaian obat-obat ototoksik ataupun penyakit sistemik sebelumnya. Ini disebabkan karena K.P.55 dB 56 . ramai (parakusis Wilisiana).Schwabach memanjang (memakai garputala 512 Hz).VIII).P.90 dB lebih 90 dB ASA 1951 .Hantaran tulang lebih baik dari hantaran udara. telinga ataupun keluarnya cairan dari telinga tengah. mendengung) e) Bila kedua telinga terkena. laboratorium). Ini merupa. Perbedaan ini mandi. jenis lainnya.P.P.P. jenis sensoGejala rineural mempunyai latar belakang medis penting.P. . dan sebagainya.P. yang terjadi dapat timbul secara mendadak setelah suasana yang tegang dibanding orang normal. .Nilai ambang hantaran udara tidak akan melebihi 60 dB. d) Dapat disertai tinitus (biasanya suara nada rendah atau b) Bila ada tinitus biasanya nada tinggi sebagai suara yang mendering atau menyiut -nyiut. suara percakapan b) Perasaan seperti ada cairan dalam telinga dan seolah-olah penderita biasanya lebih keras dan memberi kesan seperti bergerak dengan perubahan posisi kepala. rantai tulang bagi para dokter. Tes bisik : a) Pemeriksaan fisik/otoskopi 1.P. rotunda dan tuba auditiva.Pemeriksaan umum dan khusus (telinga. Dapat juga kanal telinga luar/selaput kendang telinga tampak normal. .15 dB 16 . misalnya : pada otosklerosis.P. Jenis hantaran Pada K. 1000 dan 2000 Hz. fenestra ovalis.Weber lateralisasi kearah yang sakit (memakai garputala 250 Hz). d) Dapat pula ada riwayat trauma kepala.P.Rinne (-). bangun tidur atau setelah membersihkan kotoran telinga lebih jelas bila dibandingkan dengan suara yang lembut dari penderita K.berat berat sangat berat "dB loss" ISO 1964 . K.29 dB 30 .26 dB 27 .Sukar mendengar kata-kata yang mengundang nada tinggi 2. . Kanal telinga luar maupun selaput kendang telinga normal.Tidak dapat mendengar suara bisik pada jarak 5 meter. maka K. menurut pandangan Sataloff J. dan usia lanjut. maka K. Keterangan: "dB loss" di sini diambil rata-rata kekurangan pendengaran hantaran udara pada frekuensi 500.Anamnesis yang luas dan cermat tentang riwayat terjadinya .10 .penderita yang dapat berkembang kearah yang kurang baik. Ada sekret dalam kanal telinga luar. (1966). . Cermin Dunia Kedokteran No. jenis hantaran.79 dB lebih 80 dB b) Tes fungsi pendengaran 1.59 dB 60 . khususnya otosklerosis. biasanya penderita berbicara c) Penderita lebih sukar mengartikan/mendengar suara/ dengan suara lembut (soft voice) khususnya pada penderita percakapan dalam suasana gaduh dibanding suasana sunyi.Pemeriksaan penunjang (bila diperlukan seperti foto Ro. . otosklerosis.Tidak dapat mendengar percakapan bisik pada jarak 5 meter.44 dB 45 . jenis ini.3 11 gambaran audiogramnya.P. luar dengan ujung jarinya. P. Jenis Sensorineural mencapai telinga dalam secara efektif. trauma akustik. Masalahnya adalah : (1) Dari semua jenis 4. * Audiometri nada tutur : .- - Derajat KP. 39 1985 17 . . jenis sensorineural inilah yang terbanyak .P. Tes garputala : .Ada kesenjangan antara hantaran udara dan hantaran K. hidung dan teng.P.10 . Tanda-tanda b) Tes fungsi pendengaran : 1. Pada bentuk yang murni (tanpa terutama pada pekerja industri. Untuk itu diperlukan : .40 dB 41 . Tes Audiometri Menentukan penyebab K.Nilai diskriminasi tutur dapat mencapai 100% bila GEJALA DAN TANDA-TANDA intensitas suara diperkeras.

3.P. derajat berat : 1/6 (17.). . Tes Schwabach. Tes audiometri nada murni : .Tes Rinne (-): pada K.P. Hasil tes berupa jarak pendengaran yaitu jarak antara pemeriksa dan penderita di mana suara bisik masih dapat didengar 6 . biasanya akan lebih berat mengenai frekuensi tinggi. Tes audiometri.P. Tes garputala. Bila intensitas suara dinaikkan memang ada perbaikan sedikit tetapi tidak sampai mencapai 100% 3. derajat sedang : 3/6 K. 4. Tes garputala : .P. jenis hantaran. . Gejala -gejala Gejala yang timbul juga merupakan kombinasi dari kedua komponen gejala K. kemudian berkembang lebih lanjut menjadi gangguan sensorineural. DIAGNOSIS KEKURANGAN PENDENGARAN Setelah memahami gejala dan tanda-tanda berbagai jenis kekurangan pendengaran tersebut di atas. sepraktis mungkin.2. Tes Weber. . tergantung mana yang lebih dulu terjadi.Sukar mendengar kata-kata baik yang mengandung nada rendah maupun nada tinggi.6 dB) (39. jenis sensorineural.P. Jenis Campuran Merupakan kombinasi dari KP. tidak dapat mencapai 100%.P. tetapi telinga tersebut lebih berat dari yang lain . Pada prinsipnya meliputi : A. Pemeriksaan. .Tes Schwabach ada pemendekan hantaran tulang.dokter umum.P. Cara : lihat lampiran. 3. jenis hantaran dan sensorineural.P. obat ototoksik dsb. jenis hantaran. derajat sedang berat : 2/6 K. Fisik/otoskopik telinga.Tidak dapat mendengar suara bisik pada jarak 5 meter. Peristiwa yang lain yang juga dapat terjadi kedua gangguan tersebut terjadi bersama-sama. Semua tes garputala ini menggunakan garputala 256 Hz dan 512 Hz. Dapat pula sebaliknya mulamula K. Tes Rinne Prinsip: membandingkan kemampuan pendengaran hantaran tulang dan hantaran udara penderita. K. B.Tes Weber ada lateralisasi ke arah telinga sehat. seperti misalnya : presbiakusis kemudian terkena infeksi otitis media. b) Tes fungsi pendengaran : 1. Misalnya : trauma kepala yang berat sekaligus mengenai telinga tengah dan telinga dalam.Telinga tersebut K. jenis hantaran dan K.Dapat terjadi fenomena recruitment.Hantaran udara berimpit dengan hantaran tulang. * Audiometri nada tutur : Audiometri nada murni : .Tes Rinne (+) bila hantaran udara >> hantaran tulang .5 dB) atau (23.P. Pemeriksaan penunjang (bila diperlukan). jenis hantaran Tes Weber Prinsip: membandingkan kemampuan hantaran tulang pada telinga kiri dan kanan penderita. Tes Rinne.P. Hasil : Normal : 6/6 5/6 K.Nilai diskriminasi tutur (NDT) tidak dapat mencapai 100% meskipun intensitas suara diperkeras.Rinne (+). yang meliputi a. .8 dB) (44 dB) (51. Schwabach memendek. jenis sensorineural .Sperti pada K. Tes fungsi pendengaran TES BISIK Suatu tes pendengaran dengan memberikan suara bisik berupa kata-kata kepada telinga penderita dengan jarak tertentu.Tes Rinne (-) bila hantaran udara << hantaran tulang. .P.Tes Rinne (+): pada pendengaran normal dan K.Kedua telinga KP. b. P. Hasil : * Lateralisasi ke arah telinga sakit: . Mula-mula K. hantaran udara lebih balk dari pada hantaran tulang. tetapi cukup bagi dokter. b. dapat pula terjadi bersamaan seperti yang terjadi pada trauma kepala tesebut di atas.kadang disertai adanya suatu dip pada frekuensi tinggi (4000 Hz untuk trauma akustik. Tes fungsi pendengaran : Tes bisik. Tes audiometri nada tutur : . Tes garputala : . Anamnesis (lihat gejala dan lampiran). telinga lain normal . 39 1985 . c. 2.10 18 Cermin Dunia Kedokteran No.Ada penurunan nilai ambang hantaran udara dan hantaran tulang. jenis sensorineural. Tes audiometri : * Audiometri nada murni Tes ini dapat menentukan jenis-jenis K. jenis sensorineural lalu kemudian disertai dengan gangguan hantaran. derajat ringan : 4/6 K. Dikenal ada 3 macam tes garputala yang lazim dipakai : a. . Cara pemeriksaan : lihat lampiran. jenis ini adalah jenis hantaran ( misalnya : otosklerosis). Tes bisik : . hidung dan tenggorok (lihat tandatanda).P.Rinne (-).Kadang . tetapi ada kesejangan antara keduanya lebih dari 15 dB pada setiap frekuensi. c. Hasil : .Audiogram menunjukkan pengurangan nilai diskriminasi tutur (NDT). .P. Cara : lihat lampiran. dB) TES GARPUTALA Tanda-tanda a) Pemeriksaan fisik/otoskopi : .Weber lateralisasi ke arah yang sehat . akan diuraikan lebih lanjut bagaimana penerapannya dalam membuat diagnosis KP.5 dB) (85.Audiogram menunjukkan adanya penurunan nilai ambang hantaran tulang dan hantaran udara.

Audometri nada tutur. * Tidak ada lateralisasi : .Dapat mengetahui keadaan fungsi pendengaran masing . sedang telinga lain KP. tes fungsi pendengaran dan pemeriksaan penunjang. Hal ini karena kelainan patologinya dapat diketahui dengan jelas dan tes fungsi pendengaran dengan alat sederhana sudah cukup memadai. juga dapat menunjukkan lokasi/kerusakan/lesi pada sistem pendengaran yang tidak dapat diketahui dengan tes audiometri nada murni.Untuk pemilihan alat bantu dengar yang cocok.masing telinga secara kualitatif (pendengaran normal. 1000 dan 2000 Hz 5 * Audiometri nada tutur : Prinsip: Mengukur kemampuan pendengaran penderita yang dinyatakan dengan dua titik penting : 1) Nilai ambang persepsi tutur (NPT) yaitu ambang penerimaan percakapan penderita di mana penderita dapat menirukan 50% dari kata-kata yang disajikan dengan benar pada intensitas minimal.80% KP. yang paling banyak dipakai dalam klinik adalah NDT.Kedua telinga KPJH sama berat . Dari NPT ini dapat memperoleh gambaran KP. Sedangkan KP. 8 Tes audiometri Ini merupakan tes pendengaran dengan alat elektroakustik. Mat tersebut dapat menghasilkan nada-nada tunggal dengan frekuensi dan intensitasnya dapat diukur. pemeriksaan khusus telinga. yang erat hubungannya dengan penyakit sistemik.Dapat mengetahui perbaikan pendengaran sesudah ti m panoplastik.Diperpendek bila kemampuan pendengaran hantaran tulang pendengaran lebih pendek dibanding pemeriksa.. khususnya KP. secara kuantitatif. . Untuk mengukur nilai ambang hantaran udara penderita menerima suara dari sumber suara lewat heaphone. jenis sensorineural tanpa kelainan koklear.Kedua telinga normal . Protokol diagnostik KP. jenis fungsional. yang terjadi juga berbeda-beda mulai dari yang ringan sampai berat. SARAN Dianjurkan kepada dokter umum. telinga dalam (koklear) dan retrokoklear. jenis hantaran. jenis hantaran lebih mudah bila dibandingkan dengan KP.Dapat mengetahui lokalisasi kerusakan telinga dan jalur persyarafan pendengaran. dan untuk mengenyampingkan penyakit organik pada K. . . Cara : lihat lampiran Hasil : . 39 1985 1 9 .Telinga tersebut normal/KP. terdiri dari : anamnesis riwayat penyakit telinga.P. Kekurangan pendengaran tersebut terdiri dari berbagai jenis yang berbeda-beda lokalisasi patologinya sehingga diagnosisnya juga berbeda-beda. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan ini diperlukan bila ada indikasi. khususnya yang bekerja di daerah untuk lebih memperhatikan masalah kekurangan pendengaran pada penderita.Dapat mengetahui KP. jenis lain. KP. Dari kedua nilai ini. NDT ini dapat menunjukkan gambaran KP. secara kuantitatif. jenis hantaran. penyakit intrakranial. sedangkan untuk mengukur hantaran tulangnya penderita menerima suara dari sumber suara lewat vibrator. jenis campuran. Derajat KP. c) 22 . Diagnostik KP. Hasil : Hopkinson dan Thompson (1967) membagi NDT sebagai berikut (dikutip oleh Manukbua A) 6 : a) 90 . b) 50 .Dapat mengetahui derajat kekurangan pendengaran secara kuantitatif (normal.Normal bila kemampuan pendengaran hantaran tulang penderita dan pemeriksa sama. Cermin Dunia Kedokteran No. Ini pada KP.7 RINGKASAN Kekurangan pendengaran adalah merupakan gejala dari suatu penyakit/gangguan telinga yang tidak dapat dipisahkan dari penyebabnya.100% dalam batas normal atau ada ketulian hantaran. jenis campuran).Kedua telinga KPJSN sama berat Tes Schwabach Prinsip: membandingkan kemampuan pendengaran hantaran tulang penderita dengan hantaran tulang pemeriksa. Tes ini meliputi : . hidung dan tenggorok. Manfaat:. . jenis lain diagnostik lebih sukar oleh karena kelainan patologinya lebih sulit diketahui dan tes fungsi pendengarannya lebih rumit dan memerlukan alat yang lebih kompleks. dan KP. jenis hantaran. Tes pendengaran dapat dilakukan tanpa alat (tes bisik) maupun dengan alat sederhana (tes garputala). d) kurang dari 22% kelainan retrokoklear6 .48% kelainan koklear. . * Audiometri nada murni Prinsip: Mengukur nilai ambang hantaran udara dan hantaran tulang penderita dengan alat elektroakustik. 2) Nilai diskriminasi tutur (NDT) : yaitu suatu nilai prosentase tertinggi dari kata-kata yang disajikan dapat ditiru oleh penderita dengan benar pada suatu intensitas suara tertentu. Lokasi lesi tersebut dapat pada : telinga luar dan tengah. Hal ini karena di samping secara kuantitatif dapat menunjukkan jenis KP. Manfaat: . disini ditentukan dengan mengambil nilai rata-rata dari ambang pendengaran hantaran udara pada frekuensi 500.Diperpanjang bila kemampuan pendengaran hantaran tulang penderita lebih lama dibanding pemeriksa. secara kualitatif dan kuantitatif. Ini pada KP. ringan sedang dan berat). jenis sensorineural. 3. Disamping itu derajat KP. KP. Hasil : lihat pada uraian gejala dan tanda-tanda.Audiometri nada murni. jenis sensorineural 7 . meskipun tidak ada alat elektroakustik (audiometri). KP. . . jenis sensorineural. Pemeriksa harus normal.

gorokan sebelumnya 4. Himpunan naskah lokakarya audiologi.Toronto : JB Lipincott Co. "fnsldens berbagai hearingloss nada murni" Penelitian selama periode 1977-1978. Di sin pemeriksa harus normal. II Tes fungsi pendengaran pada anak lebih dari 6 tahun dan dewasa : Tes bisik Tes Schwabah Cara :. Pernah operasi telinga : demikian seterusnya dan hasilnya dicatat sebagai bilangan yang 3. derita. Cermin Dunia Kedokteran. Bgn.Toronto : WB Saunders Co 1978. dimulai dari planum mastoid pemeriksa ke planum mastoid pen. dengan cepat garputala tersebut dipindahkan ke jauh dari kebisingan jalan/suara mesin (derajat kebisingannya + 30 planum mastoid pemeriksa sendiri. Simons MR. Kesehatan umum baik : ujung gigi depan). 20 Cermin Dunia Kedokteran No. telinga tengah Kepala/badan penderita tidak boleh menempel tembok agar tidak 7. Tunawicara di Semarang. 11. Audiologic assessment. 1979. Riwayat alergi/sensitif : terhadap obat Cara :Pegangan garputala (biasanya dipakai 256 Hz) setelah digetarkan di7. 4. Pernah minum obat dosis : lekatkan pada planum mastoid penderita (hantaran tulang).Di. Sedjawidada R : "Tes bisik". by Paparella MM & * Shumrick. Philadelphia . Otalgia : Penderita yang diperiksa berdiri pada jarak 6 meter dari pemeriksa. Ruangan dapat saja lebih kecil. Jawab ya/tidak dan berikan data/penyelasannya : ada pengaruh perambatan suara. I.Toronto : WB Saunders Co. p : 67-82. Semarang 27-29 Oktober 1977.tengah dahi (atau dengan menggigit pada 13. Pernah mendapat antibiotik : garputala diangkat lalu dengan cepat ujung garputala diletakkan di Colimicin. p : 901-918. "Masalah Cacat Tuli". 9. Penderita tinggi dari I aspirin. "Hearingloss" Philadelphia . 1978. peganan 8. Strepto. Kanamycin. c) p : 17-31. hal : 11 . Kumpulan naskah Konas VPerhati. by Goodhill V.Dalam ruangan tidak boleh ada gema. Semarang . p : 130 . Vol: II. sedang telinga yang lain ditutup oleh pembantu dengan menutup 6. Ed. Merokok : Tes Weber 12.Toronto : WB Saunders Co. 12. Macam keluahan T Kanan T Kiri Bilateral lama : 1. functional hearing less and obyective audiometry in Ear diseases. Anamnese penderita KP.KEPUSTAKAAN 1.perlukan ruangan yang sunyi. Vol : II Philadelphia . kinine akan mendengar getaran tersebut. p : 1-8. 2.London . Bekerja di lingkungan bising : berapa/hari dari depan hang telinga luar ke planum mastoideum penderita. hal : 189-197. Oktober 1977. 10. Bila sudah tidak mendengar. 5. 1980. Deafness and dizziness. Pernah konsul ahli THT : 5. 3. 4. Paparella MM. "Ear diseases.Pegangan garputala yang telah digetarkan (dipakai garputala 512 Hz) memiliki jarak 6 meter (bisa sejajar dinding atau dari sudut ke sudut). " Heffersen HP. Adams GL. p : 142-183. mendengung) Suara bisik diambil dari kata-kata spondee dalam bahasa Indonesia 3.13. Sataloff J. 9 th : 1977. Virginia Avenue Maryland.141. Riwayat K. deafness and dizzines. dilkatkan pada planum mastoid penderita. Harper & Row Publ. Mengape D. Gatal di telinga : Telinga yang akan diperiksa dihadapkan pada mulut pemeriksa. bila dapat ditirukan lebih dari Ya : Tidak : Data : 8 kata (80%) berarti normal. Rasa penuh/ada tekanan : di telinga disusun oleh Suwito dan Sugeng Ibrahim (1972). p : 10-16. THT FIIK Unhas Ujungpandang 1978. pada dewasa : Bahan tes berupa kata-kata dengan suara bisik (suara yang dihasilA. Apakah memakai ABD : B. Dullah A. Ilnd Ed. 1972. Manukbua A : "Audiometri nada tutur". 1966 : A) p : 5-9. Gentamycin depan hang telinga luar penderita (hantaran udara). 7. Zaman M : "Penyebab tuli di Indonesia" Simposium Tanarungu. 1979. Paediatric audiology in Paediatric Otolaryngology 8. 9. Bila pada jarak 6 meter tidak dapat 1 Apakah ada pusing kepala : menirukan kata-kata lebih dari 80% dari kata-kata yang disajikan kehilangan keseimbangan.P. b). Pernah operasi tonsil/ terdiri dari pembilang (jarak di mana dapat meninukan dengan betul : dan penyebut (jarak di man orang normal dapat mendengarkan adenoid/hidung dan tengsuara bisik + 6 meter). "Audiometri nada mumi". p : 1846-1858. segera setelah penderita . Audiology in Fundamental's of Otolaryngology 5th Ed.London . Karie MD. Telah dibacakan pada Ceramah Klinik Problema dan Tatalaksana Kekurangan Pendengaran. yaitu pemeriksa saat membisikkan Lampiran kata-kata membalikkannya badannya membelakangi penderita. yang adalah ruang kedap suara dan Cara :. p : 88 .Bila tidak ada ruang kedap suara dapat dipakai naangan sunyi yang tidak mendengar. Spies LR Jr. Tes bisik diberikan dalam 10 kata. 2. Goodman Allan C. Goodhill V.27Apri1 1985. Hal ini diulangi sekali lagi tetapi 40 dB). Kekurangan pendengaran : kan oleh hembusan udara ekspirasi yang melewati rima glotidis 2.103. rasa ringan kepala kepada penderita. 39 1985 . 5. Tinitus (mendering/ : dengan posisi seperti phonasi biasa tetapi kedua plika vokalis ditegangkan sedemikian rupa namun tidak sampai bergetar. Speaks C :" Evaluation of disorders of the central auditory pathway in Otolaryngology Ed. THT FIIK Unhas Ujungpandang. 11. Goodhill V. penderita disuruh mengatakan telinga sebelah mana yang lebih mendengar getaran garputala tersebut. e) p : 200-215.London . 6. d) p : 107-121. No. Pengobatan yang pernah : Tes Garputala dilakukan Tes Rinne : 6. pada famili : Cara :.London .Pegangan garputala yang telah digetarkan (dipakai garputala 256 Hz) terdekat dilekatkan pada tengah . Himpunan naskah lokakarya Audiologi. untuk mendapatkan keahljan THT. Philadelphia . Sekret dalam kanal/ruang : tragus. penderita disuruh maju lagi pada jarak 5 meter. Maryland : Harper and Rew Publ. BGn. Minum kopi dan atau teh : Tindakan yang serupa diulangi lagi tetapi dimulai dari sebaliknya yaitu 10. 1980.

Penyebab ketulian bisa digolongkan menjadi dua bagian.' Orang-orang dewasa yang mengalami ketulian. apakah mau bergaul dengan masyarakat sekelilingnya atau tidak ? Hal-hal tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan psikis anak. sensitif. Ketulian psikogenik ini disebabkan oleh adanya stres atau konflik mental sehingga mengakibatkan fungsi penengaran menjadi terganggu. Karyono. Umumnya stres psikis dikaitkan dengan adanya cacat fisik atau gangguan fisik pada awal kehidupan. dan yang karena sebabsebab krusakan pada alat pendengaran yang disebut ketulian yang somatogenik. sedangkan ketuliann karena fungsi pendengaran tidak bekerja meskipun alat-alat pendengaran masih normal disebut ketulian yang psikogenik. kaku. Salah satu sebab yang bisa menimbulkan prestasi anak tidak baik adalah masalah ketulian. kasar dan kurang mudah menyesuaikan diri. curiga. di mana bila tidak ditangani secara benar akan merugikan perkembangan anak di kemudian hari. Keterbatasan dalam aktivitas dan kehidupan sosial akan bisa menunjang berkembangnya gangguan psikiatris. Pada orang yang tuli sebagian masih dapat menangkap bahasa melalui saluran normal meskipun lebih lambat dan dengan lebih banyak mengalami kesukaran bila dibandingkan dengan orang normal. Yang dimaksud dengan ketulian adalah gangguan pendengaran yang dapat mengganggu komunikasi seseroang dengan orang lain. Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Gangguan perkembangan sosial juga bisa disebabkan oleh adanya akibat tidak diberikan tanggung jawab pada penderita tuli. Walaupun memang ketulian dapat menjadi penyubur daripada gangguan perkembangan psikis anak. Semarang PENDAHULUAN Setiap keluarga kadang-kadang tidak menyadari adanya kesulitan yang dihadapi oleh anak. Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab menantukan pengaruh ketulian terhadap kondisi psikis anak adalah. meskipun organ pendengaran masih normal. kurang bertanggung-jawab. tidak simpatik. orang tua mulai menyadari persoalannya dan perhatian khusus mulai dicurahkan kepada anak. orang tuli mempunyai kepribadian tertentu. Orang tua baru merasakan adanya persoalan pada anak bila terkait dengan nilai-nilai prestasi di sekolah yang buruk atau prestasi di sekolah menurun. Banyak pendapat yang mengatakan. wajar atau malahan menolak anak ? Juga bagaimana sikap keluarga lain dan teman-temannya ? Bagimana sikap si anak itu sendiri. kapan tuli itu timbul ? Apa sejak lahir atau sesudah anak menjadi besar ? Tingkat ketulian. 391985 21 . mementingkan diri sendiri. 2 Gangguan pendengaran pada masa kanak-kanak akan menjadikan handikap dalam perkembangan bahasa dan komunikasi interpersonal. curang. apakah total atau sebagian ? Bagaimana sikap orang tua. yaitu ketulian karena pembawaan. apakah memanjakan. apabila seseorang merasa dirinya kurang aman. Gangguan fisik mungkin mengakibatkan gangguan perkembangan kepribadian. Anak-anak yang tuli dari keluarga yang Cermin Dunia Kedokteran No. Dengan titik tolak prestasi di sekolah yang tidak baik. merasa bersalah. penuh dendam. lebih neurotis dan introvert serta kurang dominan dibanding dengan orang yang normal. Sebab-sebab yang menyebabkan nilai anak buruk mulai dicari dan diusahakan untuk memperbaikinya. Sebetulnya gejala-gejala tersebut dapat terjadi pada setiap orang. psi. dan juga menyebabkan terjadinya gangguan emosi dan perkembangan sosialnya. Mereka mempunyai sikap yang bermusuh. sering cemas. Pada anak tuli perasaan aman ini kurang sehingga gejala-gejala tersebut akan lebih mungkin tetjadi.Pengaruh Ketulian Pada Psikis Anak dan Pengelolaannya Drs. Termasuk disini adalah orang-orang yang tuli total dan orang-orang yang hanya bisa mendengar sebagian. emosi tidak stabil. pandangan yang sempit. PENGARUH KETULIAN PADA KONDISI PSIKIS ANAK Sebenarnya anak yang mengalami ketulian tidak perlu terganggu perkembangan psikisnya.

terjadilah perubahan pendapat mengenai inteligensi anak. Perlakuan yang wajar dan penuh penerimaan oleh orang lain akan membantu perkembangan psikis secara positif.65 bulan yang tuli menunjukkan. Kesuksesan di sekolah bukan hanya ditentukan oleh inteligensinya tetapi faktor-faktor lain. Untuk menghindari rasa rendah diri yang sering dialami anak yang mempunyai gangguan pendengaran. Anak-anak dengan gangguan pendengaran umumnya hasil belajarnya ada di bawah taraf inteligensinya. dengan sendirinya anak-anak yang mengalami ketulian akan mendapatkan nilai yang renah. tidak ada perbedaan yang berarti antara hasil tes anak-anak yang tuli dengan anak-anak yang normal. Ternyata bahwa bila tes yang digunakan tidak mempergunakan kemampuan bahasa. Yang penting di ini. atau path anak tuli yang tidak terpelihara dan tidak ada stimulasi dari luar yang baik. 4 Atas dasar hal-hal tersebut di muka. diharapkan anak yang mengalami ketulian akan mengalami perkembangan jiwa secara wajar. yaitu terhindar dari ketakutanketakutan tertentu. terutama pada orang tua dan keluarga. sehingga cenderung menjadi autistik dan mengalami kesulitan dalam belajar bahasa. anak sejak kecil perlu diperlakukan secara wajar seperti anak normal lainnya. Anak yang mengalmai ketulian bisa terdiagnosis sebagai retarasi mental. Perlu diketahui bahwa faktor orang tua. seperti misalnya ketakutan akan hantu. 4 Mulai tahun 1930. sedang atau tinggi. lebih banyak terjadi pada adanya kontak sosial yang terbatas. Anak-anak tuli umur antara 12 .14 tahun biasanya terlambat 2 atau 3 tahun apabila dibandingkan dengan anak-anak yang normal pendengarannya. Kemungkinan gangguan jiwa memang lebih dimungkinkan akibat dari kurangnya kontak sosial atau karena anak yang mengalami ketulian menjadi terisolir. sebetulnya anak yang mengalami ketulian juga mengalami perkembangan kepribadian yang bermacam-macam seperti anak yang mempunyai pendengaran normal. Akibat terganggunya komunikasi bisa berpengaruh pada pengertianpengertian abtrak dan kurang akrab dengan bahan-bahan. Ini yang menjadikan anggapan bahwa anak yang mengalami ketulian inteligensinya rendah. Dan. 6 Penyelidikan Kendall dengan mempergunakan tes performance terhadap anak berumur antara 18 . Hal ini menyokong hipotesis bahwa anak-anak yang tuli dari umur pra sekolah tidak terganggu dalam pemecahan problema sensori motor yang sederhana. Karena ketulian bisa menimbulkan sikap yang tidak biasa bagi orang-orang di sekelilingnya. kurang agresif dan kurang mempunyai sikap kepemimpinan dari pada anak-anak yang normal. 2) Inteligensi pada anak-anak yang mengalami ketulian tidak didapat perbedaan yang bermakna dengan anak-anak dengan pendengaran yang normal. Kebanyakan tes inteligensi ini berdasarkan kemampuan bahasa dan pengertian. 1 Ketulian path anak akan menjadikan anak merasa terisolir. kepatuhan. Ini bisa terjadi path anak tuli yang 22 Cermin Dunia Kedokteran No. anak-anak yang tuli sebagai kelompok menunjukkan inteligensi yang normal. atau orang tua menjadi bersikap belas kasihan yang berlebihan yang mengakibatkan bersikap memanjakan anak secara berlebihan. Sehingga perlu sekali sosialisasi dimuali seawal mungkin yang bisa membantu penyesuaian did anal lebih baik dan terhindar dari perasaan . ketulian bisa menjadi pendorong terjadinya gangguan psikis. dan memang perlu disadari. Pada anak membutuhkan banyak pengalaman untuk dapat berkembang secara wajar sehingga perlu banyak diberi kesempatan. Apabila anak yang tuli dites dengan tes tersebut. anak yang tuli lebih kaku dan kurang bisa menyesuaikan diri dari pada anak yang buta atau anak normal. Gangguan perkembangan psikis.mempunyai anggota keluarga yang tuli juga lebih dapat menyesuaikan diri dari path anak tuli dari keluarga yang tidak ada anggota keluarga lain yang tuli. Kemampuan lain yang cukup baik pada anak tuli adalah kemampuan praktek mekanik serta kemampuan untuk mengingat. meskipun ada yang bisa sukses di sekolah. terisolir. Mulai saat itu diadakan penyelidikanpenyelidikan bagaimana caranya mengetahui inteligensi yang sesungguhnya dari anak-anak tuli. sehingga pendidikannya sebaiknya ditekankan pada pendidikan yang lebih bersifat praktis. 39 1985 tidak diketahui sebelumnya sehingga ketinggalan dalam perkembangan bahasa. tidak perlu kita memanjakan maupun merasa kasihan terhadap anak-anak tersebut. Ketulian memang bisa menyebabkan terjadinya perasaan tidak aman path anak. 7 Dari penyelidikan-penyelidikan. Dalam hal anak dengan gangguan pendengaran akan mengatami keterlambatan dan sangat berpengaruh pada prestasi belajarnya. bukan karena ketuliannya. sikap sosial akan tetapi lebih introvert. Tetapi bila kita memperlakukan anak tuli secara wajar. Sikap orang tua yang mempunyai anak yang mengalami ketulian biasanya menjadi tidak sabar sehingga bisa berkembang menjadi bersikap negatif. 5 PENGARUH KETULIAN TERHADAP INTELIGENSI Inteligensi biasanya diukur dengan tes inteligensi. yang tuli. tetapi juga memberikan keuntungankeuntungan tersendiri pada anak. Keadaan tersebut akan berakibat pada perkembangan jiwa yang tidak menguntungkan pada anak yang menderita ketulian. PRESTASI DI SEKOLAH Umumnya anak-anak yang mengalami ketulian prestasinya di sekolah lebih lambat dari path anak-anak yang normal pendengarannya. atau bodoh. Faktor yang penting adalah bahasa sebagai alat komunikasi. Anak-anak yang mengalami ketulian sikapnya agak pemalu. Apabila terdapat perbedaan taraf inteligensi pada anak tuli ini mungkin disebabkan karena pada anak tuli lebih banyak yang . KESIMPULAN 1) Anak-anak yang mengalami ketulian sebenarnya tidak perlu mengalami gangguan dalam perkembangan psikisnya. orang tua harus bisa menciptakan rasa aman dalam diri anak sehingga anak merasa diterima dan dicintai seperti anak normal lainnya. Sehingga anak yang tuli juga bisa mempunyai inteligensi yang rendah. Anak-anak tuli tidak menunjukkan perbedaan dalam perhatian. keluarga dan lingkungan masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan psikis anak. ternyata anak-anak yang mengalami ketulian bila dites dengan alat yang sesuai didapat inteligensi yang sama dengan anak yang normal.

menderita lemah mental mungkin disebabkan adanya stres fisik yang mengakibatkan stres psikis. An Introduction to Child Psychiatry. KEPUSTAKAAN 1. d) Pada anak tuli masih ada kemampuan-kemampuan khusus yang perlu dikembangkan. Stella Chess MD. Second Editon. Davis MD Hallowell. 1970. Hearing and Deafness. 1970. Pediatric Psychiatry. Semarang — 27 April 1985. 7. Hearing Therapy for Children. EVOLUSI TELINGA MANUSIA Cermin Dunia Kedokteran No.. 1960. Bakwin MD. 4. Massachusetts : Harvard University Press. Hall F Shirley MD. 3. 3) Anak yang tuli biasanya kemajuan belajarnya lebih lambat. 2. New York : Grune & Stratton 1955. Ewing AWG. 6. Alexander R Lucas MD. London : WB Sanders Company. 5. Harry and Ruth Mavis Bakwin MD. Washimgton DC : The Volta Bureau 1957. of Behavior Disorders in Children. Streg MA. Charles R Shaw MD. Alice et al. The Psychiatric Disorders of Childhood. Clinical Management Telah dibacakan pada Ceramah Klinik Problema dan Tatalaksana Kekurangan Pendengaran. New York and London : Grune & Stratton 1969. Educational Guidance and the Deaf Child. 39 1985 23 . New York : Apleton Century Crofs. 5) Penanganan secara dini akan sangat besar manfaatnya bagi penderita tuli. 1957. Cambridge. New York : Rinehart Company Inc. second Editon.

1000 . AUDIOMETRI NADA MURNI Suatu sistem uji pendengaran dengan mempergunakan alat listrik yang dapat menghasilkan bunyi nada-nada mumi dari berbagai frekuensi 250 . sedangkan ordinatnya adalah presentasi kata-kata yang ditirukan dengan benar. Kariadi.8000 Hz dan dapat diatur intensitasnya dalam satuan (dB). Kata-kata tersebut dapat dituturkan langsung oleh pemeriksa melalui mikrofon yang dihubungkan dengan audiometer tutur. tetapi juga dapat dipergunakan untuk menentukan lokalisasi kerusakan anatomis yang menimbulkan gangguan pendengaran. dituturkan melalui suatu alat yang telah dikalibrasi. Dari gmbaran audiogram tutur ini dapat diketahui dua dimensi kemampuan pendengaran yaitu : a) Kemampuan pendengaran dalam menangkap 50% dari sejumlah kata-kata yang dituturkan pada suatu intensitas minimal dengan benar. hanya disini sebagai alat uji pendengaran digunakan daftar kata terpilih yang dituturkan pada penderita.500 .2000 . Dengan membaca audiogram ini kita dapat mengetahui jenis dan derajat kurang pendengaran seseorang. Pemeriksa mencatat persentasi kata-kata yang ditirukan dengan benar dari tiap denah pada tiap intensitas. kemudian baru diputar kembali dan disalurkan melalui audiometer tutur. kemudian disalurkan melalui telpon kepala ke telinga yang diperiksa pendengaran- Audiogram nada mumi a b c d — normal — konduktif — sensori neural — campuran — hantaran tulang — hantaran udara nya. Audiometri tidak saja dipergunakan untuk mengukur ketajaman pendengaran. Hasil ini dapat digambarkan pada suatu diagram yang absisnya adalah intensitas suara kata-kata yang didengar. AUDIOMETRI TUTUR Audiometri tutur adalah sistem uji pendengaran yang menggunakan kata-kata terpilih yang telah dibakukan. Dr. Gambaran audiogram rata-rata sejumlah orang yang berpendengaran normal dan berusia sekitar 20 . Semarang Audiometri berasal dari kata audire dan metrios yang berarti mendengar dan mengukur (uji pendengaran).4000 .. Prinsip audiometri tutur hampir sama dengan audiometri nada mumi. 39 1985 . Masing-masing untuk mengukur ketajaman pendengaran melalui hantaran udara dan hantaran tulang pada tingkat intensitas nilai ambang. si pendengar diminta untuk menebaknya. dan apabila kata-kata yang didengar makin tidak jelas karena intensitasnya makin dilemahkan. Dullah Aritomoyo Bagian THT Fakultas Kedokteran Universitas Dponegoro / RS. Bunyi yang dihasilkan disalurkan melalui telepon kepala dan vibrator tulang ke telinga orang yang diperiksa pendengarannya. Si penderita diminta untuk menirukan dengan jelas setiap kata yang didengar. atau kata-kata direkam lebih dahulu pada piringan hitam atau pita rekaman.29 tahun merupakan nilai ambang baku pendengaran untuk nada murni (Reijntjes 1951 dan Sataloff 1966). sehingga akan didapatkan kurve hantaran tulang dan hantaran udara (lihat gambar). yang lazimnya disebut nilai ambang 24 Cermin Dunia Kedokteran No.Pengertian Umum Tentang Audiometri Dr. untuk mengukur beberapa aspek kemampuan pendengaran.

3. Mengukur kemampuan pendengaran dalam menangkap percakapan sehari-hari.persepsi tutur atau NPT. sedangkan intensitas suara berapa saja. Untuk kedokteran pencegahan ---> deteksi ketulian pada anak-anak. Telah dibacakan pada Ceramah Klinik Problema dan Tatalaksana Kekurangan Pendengaran. pada audiometri tutur intensitas pengukuran pendengaran tidak saja pada tingkat nilai ambang (NPT). misalnya dalam bidang kedokteran kehakiman dan asuransi. balita. 6. anak- anak SD. bidang pendidikan anakanak tuna rungu. yang dinyatakan dengan nilai diskriminasi tutur atau NDT. TUJUAN Ada empat tujuan (Davis 1978) : 1. 2. Untuk kedokteran klinik ---> khususnya penyakit telinga. Cermin Dunia Kedokteran No. Memonitor ---> untuk pekerja-pekerja di tempat bising. b) Kemampuan maksimal pendengaran untuk mendiskriminasikan tiap satuan bunyi (fonem) dalam kata-kata yang dituturkan. Dengan demikian berbeda dengan audiometri nada murni.27 April 1985. 7. tetapi juga jauh di atasnya (NDT). Satuan pengukuran NDT itu adalah persentasi maksimal katakata yang ditirukan dengan benar. MANFAAT AUDIOMETRI 1. — apakah butuh alat pembantu mendengar atau pendidikan khusus. Semarang . 39 1985 25 . dan dinyatakan dengan satuan desibel (dB). validitas sosial pendengaran : — untuk tugas dan pekerjaan. 2. Untuk kedokteran kehakiman ---> tuntutan ganti rugi. Skrining ---> anak balita dan SD. — ganti rugi. atau dengan kata lain. pekerja pabrik. Mat diagnostik ---> penyakit telinga.

yang kegunaannya membantu untuk mening- katkan kepekaan (aplifikasi) pendengaran bagi seseorang penderita yang sudah mengalami gangguan pendengaran.bone conduction Hearing Aid (Hantaran tulang). 2 6 Cermin Dunia Kedokteran No.Arti dan Penggunaan Hearing Aid Hearing Aid atau Alat Bantu Dengar adalah suatu alat microelectronic.air conduction Hearing Aid (Hantaran udara) . yaitu : . Pada prinsipnya Hearing Aid terdiri dari : microphone electronic amplifier earphone (receiver) battery Dilihat dari segi fungsinya. Hearing Aid dapat dibagi menjadi 2 (dua) golongan. 39 1985 .

.120 dB. Pada tulis konduktif . Pada tuli konduktif.kurang pendengaran berat : 70 .kesukaran menentukan arah datangnya suara. ini jauh lebih sempurna dalam efek stereophonic.psikologis Bilamana atau kapan seseorang dikatakan sudah mengalami gangguan pendengaran. karena bisa mendengar tapi menangkap artinya susah (kesukaran diskriminasi katakata).kesukaran menerima pembicaraan bila lawan bicara berada di sebelah di mana telinganya total hearing loss.digunakan nada murni yang hampir jarang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Cermin Dunia Kedokteran No. perlu dibedakan juga.T. . sehingga konklusi yang didapat dari audiogram nada murni.tidak dianjurkan untuk segera dipasang kan Hearing Aid.adaptasi : pada umumnya dipakai model B. atau dengan kata lain dilakukan penundaan pemasangan Hearing Aid. (Body ural Worn) dengan kombinasi Y atau V cord + 2 receiver. "Hearing Aid fitting" (Pemasangan Hearing Aid) Dari hasil pemeriksaan audiogram. Catatan Pada CROS fitting. Misalnya : . walaupun pemeriksaan dengan audiometer merupakan suatu hal yang penting. (pure tone audiogram) masi memakai metode subyektif.usia . perlu diberikan penjelasan kepada penderita. Pemakaian (pemasangan) Hearing Aid pada penderita tuli perseptif harus diberikan penjelasan atau pengertian tentang : : memerlukan waktu untuk membiasakan/ menyesuaikan pemakaian Hearing Aid.lip reading: kebiasaan membaca bibir yang sudah dilakukan mungkin bertahun-tahun.perforasi membrana timpani --> timpanoplasti. tapi yang satunya masih berfungsi dengan baik. (in the ear) hasil yang optimal dan rasa puas dari penderita terutama untuk diskriminasi kata-kata. Pada kasus semacam ini. supaya penderita tidak mengalami kekecewaan.tidak adanya keseimbangan pendengaran.70 dB. (Body Worn. apakah tindakan klinis masih mungkin dilakukan.faktor yang ikut berperan dalam pemilihan model Hearing Aid dapat disebutkan antara lain : . karena : . T. tidak bisa dihilangkan dengan mendadak.binaural : pada kedua telinga.tuli konduktif . dengan audiometer ini kita hanya melakukan pemeriksaan terhadap nada murni saja (Pure tone audiogram). . Meskipun sudah dibantu dengan Hearing Aid. hasinya masih tergantung dari kerjasama (kooperatif) yang baik dan pengertian dari penderita. . tentunya datang dari keluhan penderita sendiri (secara obyektif) atau dengan melakukan suatu tes audiogram (tes pendengaran) dengan mempergunakan suatu alat yang disebut Audiometer. sering dijumpai dan untuk pembicaraan biasa. . faktor kebutuhan dan keadaan finansial dari penderita.E.glue ear --> pemasangan tube untuk drainase. . Dari hasil audiogram ini. Bilamana dianggap perlu Speech Discrimination test dilakukan juga. bahwa Hearing Aid tidak bisa membantu sepenuhnya.tidak adanya keterangan/penjelasan bagaimana suara diterima bila melebihi batas ambang kepekaannya.jenis kelamin . Dalam hal ini seakan-akan adanya suatu titik tolak belakang antara pihak medis dan pihak Hearing Aid Centre. 39 1985 27 . . meskipun dengan pemasangan Hearing Aid pada penderita tuli konduktif akan mendapatkan hasil- Lain dibandingkan pada penderita dengan tuli perseptif. sebaiknya pada kasus semacam ini tidak dianjurkan pemasangan langsung Hearing Aid.90 dB .A. . . conventional.T.pada penderita ini hanya mengandalkan pada lip reading saja.BI CROS : pada penderita dengan satu telinga total fitting hearing loss dan telinga yang sebelahnya sudah mengalami penurunan pendengaran pula. Penentuan arah datangnya suara dan dalam speech discrimination.finansial . tetapi hasil audiogram bolehlah dianggap sebagai suatu indikasi saja dulu. berbicara karena akan mempersulit penderita dengan gangguan tuli perseptif.P. penderita masih mampu menerima dengan baik walaupun tanpa bantuan Hearing Aid .tidak sama : pada penderita dengan total hearing loss sekali pada kedua telinganya.pekerjaan/jabatan . berupa grafik kepekaan pendengaran pada kedua telinga kiri dan kanan seperti contoh Perlu diingat. kecuali ada alasan-alasan tertentu yang datang langsung dari pihak penderita.kurang pendengaran sedang : 40 . . karena Hearing Aid tidak ada manfaatnya sama sekali .E. . pemasangan Hearing Aid dapat dilakukan secara : . Selain itu kekurang pendengaran (hearing loss).semi bina- . Dengan Audiometer ini kita mendapatkan hasil : audiogram. mesti dianalisis dengan lebih hati-hati.kecepatan : lawan bicara sebaiknya jangan terlalu cepat.tempat tinggal/domisili . ada beberapa penderita yang merasa tidak puas. . pocket) Spectacle (kaca mata) I.Dari - - segi model Hearing Aid dapat dibagi menjadi : B.CROS fitting : bila salah satu telinga total hearing loss.tuli perseptif (tuli syaraf).monaural : hanya pada sebelah telinga. dapat digolongkan : .tuli : 90 . Keluhan-keluhan yang diajukan oleh penderita dengan kasus ini adalah : . impedance audiometer sangat dianjurkan karena sangat berguna dalam menentukan suatu diagnosis. Faktor . (Behind The Ear) B. apakah : .W.W. .

Walaupun bagaimana.background voice.kesukaran membedakan kata-kata keterbatasan dari frekuensi range .EARMOULD Pada kasus-kasus ketulian yang agak berat. guna mendapatkan hasil yang se-optimal mungkin. 28 Cermin Dunia Kedokteran No. dengan menyadarkan kepada mreka bahwa pemakaian Hearing Aid memerlukan waktu adaptasi.gangguan-gangguan distorsi . agar tidak mengharapkan hal-hal yang terlalu muluk. dengan pengharapan dapat memulihkan/mengembalikan kepercayaan kepada dirinya dan sebagian dari kehidupannya yaitu : kontak sosial. akan membantu penderita mengatasi kesulitan-kesulitannya dan membuat mereka terbiasa dengan pemakaian Hearing Aidnya. Semarang – 27 April 1985. PT Philips Ralin Electonics Hearing Aids Dept. ipi disebabkan karena pemakaian Hearing Aid sendiri tidak bisa lepas dari gangguan-gangguan seperti : .ready made/standard. Hal ini perlu dijelaskan kepada penderita. . faktor earmould juga ikut berperan. adalah penting untuk disadari bahwa penderita tuli berat dengan bantuan pemakaian Hearing Aid janganlah dianggap sebagai orang yang normal pendengarannya. ukuran-ukurannya standar bikinan dari pabrik. 39 1985 .customer made. Macamnya earmould . Penjelasan-penjelasan tentang keuntungan-keuntungan dan keterbatasan daripada Hearing Aid-nya.recruitment .- Telah dibacakan pada Ceramah Klinik Problema dan Tatalaksana Kekurangan Pendengaran. ukuran sesuai dengan bentuk telinga penderita dibuat dengan cara mencetak telinga penderita.

warna keungu-unguan kemudian menjadi hitam dan kering. Sebanyak 3% dari penderita-penderita diabetes disertai keluhan claudicatio intermittent yang khas2 . Dibandingkan dengan non diabetes. 39 1985 29 . umumnya di atas 50 tahun dan lebih sering pada lakilaki. • Sebab infeksi Pendapat bahwa keadaan hiperglikemi mengakibatkan bakteri mudah tumbuh ternyata tidak benar. atrofi. Arteri dorsalis pedis dan arteri tibialis posterior biasanya sulit diraba. infeksi kaki pada penderita diabetes tidak banyak berbeda dengan infeksi pada non diabetes. Oksigenasi jaringan yang buruk akibat iskemi mengurangi kesanggupan respon imun jaringan sehingga bakteri mudah berkembang1 . • Obstruksi vaskuler pada diabetes hampir selalu pada umur lanjut. Iskemi pada kaki memberikan dua gambaran klinik yang berbeda. dalam arti hilangnya persepsi superfisial. yaitu nyeri istirahat (rest pain) dan gangren. Gangren hampir selalu dimulai pada ibu jari kaki. tetapi juga problema ekonomi untuk penderita maupun rumah-sakit. iskemik atau kombinasi antara ketiganya. Proses yang sama dapat mengenai sendi-sendi tarsal dan memberikan deformitas yang khas dan dikenal sebagai charcot arthropathy. Tanpa adanya faktor iskemi dan neuropati. Pada nyeri istirahat kaki teraba dingin dan tampak merah muda. John M F Adam Klinik Endokrin. oleh karena sebagian besar penderita DM menyadari bahwa pada suatu saat ada kemungkinan mengalami gangren kaki. Rumah Sakit Akademis "YAURY Ujung Pandang " PENDAHULUAN Diabetes mellitus (DM) dan problema kaki agaknya sinonim bagi penderita diabetes. Di klinik-klinik yang besar di Amerika Serikat setiap 5 dari 6 tindakan amputasi kaki adalah penderita diabetes1. Kaki iskemik biasanya tampak kering. Biasanya tanpa nyeri. diperkirakan 17 kali lebih sering. Selebihnya. Di samping itu perasaan vibrasi berkurang sampai hilang. khususnya penderita -penderita yang berumur relatif muda.Kaki Diabetes Dr. pada umur tua lebih sering ditemukan penyebab kombinasi. KLASIFIKASI KELAINAN KAKI Kelainan kaki pada diabetes dapat disebabkan oleh infeksi/ septik. Selain itu ditemukan juga kelemahan otot-otot intrinsik kaki sehingga terjadi dislokasi dorsal dari ibu jari. bahkan kadang-kadang tidak teraba. Cermin Dunia Kedokteran No. Perasaan nyeri seperti terbakar pada seluruh kaki dan biasanya memburuk di malam hari. Pendapat bahwa semua penderita DM mempunyai sirkulasi kaki yang buruk tidaklah benar. gangren menjadi basah dan berbau khas. memberi dorongan bagi kita bahwa semua usaha harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kaki diabetes. neuropat. Agaknya faktor hipoksemi memegang peranan tumbuhnya kuman. dan belum tentu berhasil. Sebagian besar mempunyai sirkulasi normal. Akibat deformitas ini berat badan akan tertumpu pada ibu jari sehingga lama kelamaan akan terbentuk kalus. Pemeriksaan osilometri sangat membantu menemukan gangguan sirkulasi darah di kaki. Adanya neuropati lebih memudahkan terjadinya gangren. Membedakan ke-empat penyebab tersebut perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan langkah pengobatan yang akan diambil 2 . Problema kaki diabetes yang rumit dengan berbagai pengobatan yang sering memakan waktu. Infeksi dapat tembus ke bagian tulang dan terjadilah osteomielitis. khususnya iskemi dan infeksi sehingga prognosis akan lebih buruk. penderita diabetes lebih sering mengalami gangren kaki.pecah merupakan tempat berkembang biaknya bakteri yang biasanya stafilokok yang lama kelamaan terbentuk ulkus yang indolen. Oleh karena itu dapatlah dimengerti. Lebih berhubungan dengan faktor umur dari pada lamanya menderita diabetes2 . Kalus yang pecah. • Sebab neuropati Diabetik neuropati disifati oleh gangguan sensoris. Bila disertai infeksi. Hampir dapat dipastikan bahwa amputasi pada umur tua selalu disebabkan oleh diabetes mellitus. kaki diabetes bukan hanya merupakan problema medik. tidak berambut disertai kelainan pada kuku. Makin tua umur makin kurang baik sirkulasi kaki. Pada umur muda agaknya faktor iskemi belum banyak peranan.

• Amputasi Perkataan amputasi selalu menakutkan bagi setiap penderita diabetes. Perlu dicari adanya penebalan kulit. Bahkan antara kaki betis dan paha untuk mengetahui derajat suplai darah ke perifer.5 dibandingkan dengan pemeriksaan tekanan . Oleh karena itu. 5) Palpasi suhu kaki Perlu palpasi perbandingan suhu kaki kiri dan kanan. Dengan kedua cara tersebut kemungkinan niasuk Rumah-Sakit/amputasi akan jauh berkurang. pada dasarnya kelainan kaki khususnya dengan infeksi mernbutuhkan kontrol glukosa darah yang ketat. Dengan sendirinya hal ini tidak selalu benar. pengobatan antibiotic sebaiknya segera dimulai. prognosis umumnya buruk. sebaliknya hiperglikemi dapat memperburuk infeksi. 6) Status sensori -motorik kaki Pemeriksaan neurologis ini penting sekali lagi pula mudah dilakukan. yaitu: gram positif kokki. Sebaiknya jangan merendam kaki gangren. Tindakan amputasi pada diabetes dapat pada jari kaki. Adanya gangren gas harus dicurigai adanya kuman anerob. dan memungkinkan rusaknya jaringan fibroblas yang menghalangi penyembuhan. 1. sebab pada penderita dengan neuropati diabetik adanya infeksi yang ringan kadang -kadang tidak disertai rasa sakit.3 — 19% dari pengunjung3. oleh karena selalu dilcaitkan dengan pikiran tidak 30 Cermin Dunia Kedokteran No. Dengan pemeriksaan radiologik. transmetatarsal. ampisilin dan klindamisin atau sefalosporin dan kloramfenikol. Pemakaian Doppler Ultrasound recorder sangat banyak membantu menemukan kelainan pembuluh darah arteri di kaki. walaupun demikian tidaklah berarti pemberian antibiotic secara serampangan. sudah selayaknya perawatan kaki harus mendapat perhatian utama. • Antibiotik Setiap luka pada kaki membutuhkan antibiotic.2. fisura atau ulserasi. Charcot joint tidak jarang menyerupai artritis degeratif. Selain itu setiap tekanan pada luka memberikan iskemi pada daerah sakit dan sekitarnya sehingga penyembuhan menjadi sulit. di samping pemeriksaan kaki oleh dokter. pemeriksaan refleks.2. PERAWATAN KAKI Pada sebagian besar penderita dengan kelainan kaki diabetes umumnya baru mencari pertolongan dokter setelah keadaan kaki sudah terlalu jelek. Dari salah satu penelitian di New England Deaconess Hospital selalu ditemukan 3 kelompok kuman. Agaknya tidaklah terlalu sulit kalau pada semua penderita diabetes perlu diberikan pendidikan/keterangan -keterangan • Insulin Setiap infeksi mengganggu kestabilan diabetes. Dari pengalaman. Khusus • Debridemen Debridemen berarti menggunakan pisau. terutama arteri tibialis posterior. Sepatu yang sempit sering memberikan lecet pada kulit kaki yang dapat menjadi sumber gangren. bisa berjalan lagi. Pada luka yang sangat bernanah sebaiknya dilakukan dua kali sehari. 39 1985 . Biakan kuman mutlak harus dilakukan untuk mendapat jenis antibiotik yang sesuai. Penderita dengan gangguan infeksi sebaiknya dialihkan ke insulin apabila sebelumnya mendapat obat oral. Dianjurkan agar para dokter selalu memperhatikan . Dari beberapa penelitian klinik ternyata frekuensi pemeriksaan kaki oleh dokter di klinik penyakit dalam maupun klinik diabetes hanya berkisar antara 1. Jadi jelas bahwa perhatian penderita bahkan dokter sekalipun untuk perawatan kaki sangat minim. luka dapat dikompres dengan larutan Betadine (pengenceran 4 kali) atau larutan Neomisin 1%. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai tindakan pencegahan. Setelah dibersihkan. Tes vibrasi kaki kiri kanan. Jangan melakukan amputasi pada daerah infeksi oleh karena kesembuhan biasanya gagal. hampir setiap infeksi menghasilkan biakan kuman ganda. sebaiknya pilihan antibiotik (sambil menunggu hasil biakan) ialah pemberian intravena. kalus. antara lain amputasi harus dilakukan pada daerah dimana sirkulasi masih baik agar luka sembuh. Kedua larutan ini baik sekali pada luka bernanah. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam melakukan amputasi. Pada infeksi kaki yang memburuk. 4) Palpasi nadi kaki Pulsasi nadi kaki harus selalu diraba. Bukan hanya mengeluarkan jaringan tetapi juga membuka jalur-jalur nanah agar drainase menjadi baik. darah misalnya mencapai 76. 3) Keadaan sepatu Sebaiknya mempergunakan sepatu yang agak lebar. Hampir selalu infeksi mengakibatkan kebutuhan insulin meningkat bahkan tidak jarang suntikan dua kali sehari harus dirobah ke tiga kali sehari. gunting dan pinset untuk mengeluarkan sebanyak mungkin jaringan nekrotik. sebaiknya kedua pemeriksaan ini dikerjakan rutin. 3 .PENGOBATAN Umum • Istirahat Istirahat tempat tidur mutlak pada setiap kelainan kaki diabetes. Dengan berjalan memberi tekanan pada daerah ulkus. Hal yang sama dilaporkan oleh peneliti Boediono 4 . diagnosis dapat ditegakkan. jangan yang lancip. Sebaliknya perlu diperhatikan bahwa luka yang menyembuh menurunkan kebutuhan insulin sehingga dosis suntikan harus dikurangi. Berpedoman pada pencegahan jauh lebih balk dari pada pengobatan. Oleh karena infeksi pada diabetes ada kecenderungan untuk cepat memburuk.9% penderita5. oleh karena air hangat dapat menambah kebutuhan metabolisme jaringan sehingga memperburuk iskemi. Bila infeksi yang berat ditemukan adanya jenis gram negatif proteus. di bawah lutut dan di atas lutut. balk oleh dokter maupun penderita 1. 2) Kulit kaki/kuku Tidak jarang penderita disertai dengan infeksi pada kuku/ kulit. Cara yang terbaik untuk pencegahan ialah mengajar penderita mengetahui halhal yang berhubungan dengan terjadinya kelainan kaki. Agaknya makin buruk keadaan infeksi makin tinggi jenis kuman gram negatif.6 . Dua kelompok kombinasi yang dianggap baik yaitu kombinasi aminoglikosida. Dianjurkan untuk pemeriksaan rutin pada penderita umur lanjut. amputasi jari kaki saja dengan sendirinya tidak mengganggu kegiatan jalan. gram negatif kokki dan kelompok anerob. enterokokus dan pseudomonas. : 1) Bentuk kaki Pembengkakan pada kaki perlu dicari penyebabnya.

Spektrum Flora pada Ulkus Gangreny Diabetes Mellitus dan Pemilihan Antimikrobanya. 6. Yu HH. 1983. Oxford: Blackwell Scientific Pub. Naskah lengkap KOPAPDI VI. 885 . 4. Cermin Dunia Kedokteran No. Kozak GP. pemeriksaan oleh dokter pada tiap kunjungan dan pencegahan penggunaan sepatu sempit. 2) Khusus pada kuku agar harus dipendekkan. 925 . Jangan sekali-kali merendamkan kaki pada air hangat/panas. Khusus pada wanita dianjurkan untuk tidak memakai stocking. faktor iskemi dan infeksi yang paling sering ditemukan khususnya pada umur lanjut. Beberapa saran umum yang dapat diberikan pada penderita ialah : 1) Periksalah kaki anda setiap hari. Lesions of the Feet in Diabetes and its Management.373. Dari ketiga penyebab kelainan kaki diabetes. Mooney V. 1985. 5) Gantilah kaos kaki setiap hari. Perawatan kaki meliputi pengamatan tiap hari oleh penderita. Potential Barriers to Diabetes Care. Preventing the Next Clinical Diabetes. 1984. Ada baiknya bila setelah dikeringkan digosok dengan bahan berminyak seperti cream oil agar kaki tidak terlalu kering. infeksi pada kaki/ kuku. sebab perubahan-perubahan temperatur membebankan metabolisme jaringan kaki. Utoyo Sukanto. Kozak GP. 1982. Gibbons GW. 1978. Supartondo. 4) Pakailah sepatu yang agak lebar.228. 1984. Powell H. In Clinical Diabetes Mellitus edit. Boediono. Naskah lengkap KOPAPDI VI.500. Hatmanto. A Boedi Santoso. The Diabetic Foot. R Djokomoeljanto: Pola Komplikasi Kronik Diabetes Mellitus di RS. Diabetes Care.894. sebaiknya kaos kaki wool. Rayfield EJ. RINGKASAN Kaki diabetes merupakan problema baik untuk penderita. Cohen SJ. The Diabetic Foot Ulcer: Treating one. 2.yang berkaitan dengan terjadinya kaki diabetes. 3 36-42. Philadelphia: WB Saunders & Co. Gottschalk F. 3 r edit. Tidak jarang penderita datang pada dokter dalam keadaan kaki yang sudah sangat buruk sehingga amputasi merupakan pilihan terakhir. Dr Kamadi Semarang. Oakley WG. Telitilah kelainan yang terjadi misalnya lecet oleh karena sepatu. 39 1985 31 . 215 .173. 6 : 499 . 5. Potonglah kuku secara garis lurus agar tidak memberi luka pada sudut kuku.036. KEPUSTAKAAN 1. Rowbathan JL. Suyono S. Oleh karena itu perawatan kaki merupakan cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya kaki diabetes. 7. 3. jangan yang lancip dan khususnya wanita jangan dengan sepatu tinggi. Pyke DA. Jangan mempergunakan kaos kaki yang terlalu ketat/elastik. 3) Kaki harus setiap hari dibersihkan dan segera dikeringkan. dokter maupun ekonomi. Rahim A. Patterns of Foot Examination in a Diabetes Clinic. Bailey TS. Taylor W. Soetardjo. Amer J Med 78 : 371 .161 . Darmono.

2. Penyakit Addison adalah hipofungsi kronik korteks adrenal primer akibat dari kerusakan pada korteks adrenal.3.7 .D. di Amerika Serikat tercatat 0. serta bagian dalam yang lunak berwarna coklat kemerahan disebut medula. Secara histologik korteks adrenal terdiri dari 3 lapisan : 1) lapisan luar adalah Zona Glomerulosa yang dirangsang oleh angiotensin II melalui sistem renin angiotensin. Kepala Sub Bagian Endokrinologi Metabolik Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pada serum penderita didapatkan antibodi adrenal yang dapat diperiksa dengan cara Coons test. menghasilkan terutama kortisol dan sedikit kortikosteron. Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh Thomas Addison pada tahun 1855 yang menulis mengenai keluhan. sehingga produksi honnon-hormon antara lain hormon adrenokortikotropik menurun dan menyebabkan atropi dari korteks adrenal 1. koksidioidomikosis. Dari Bagian Statistik Rumah Sakit Dr. ANA test.9 4) Bahan-bahan kimia Obat-obatan yang dapat menyebabkan hipofungsi kelenjar adrenal dengan menghalangi biosintesis yaitu metirapon.3. gejala klinik serta kelainan dari kelenjar adrenal l. Menurut dapat dijumpai pada semua umur. limpa serta kelenjar limpa 3 .7 Seringkali didapatkan proses tuberkulosis yang aktif pada organ-organ lain. Di sini tak ada enzim 17 alfa hidroksilase sehingga tidak dapat membentuk kortisol dari 17 alfa hidroksi progesteron. ETIOLOGI Hipofungsi korteks adrenal primer dapat disebabkan oleh beberapa sebab 1) Proses autoimun Penyakit Addison karena proses autoimun didapatkan pada 75% dari penderita.9. laki-laki 56% dan wanita 44% 1 ' 3 . tetapi lebih banyak terdapat pada umur 30 — 50 tahun l. 39 1985 .11 2) Tuberkulosis Kerusakan kelenjar adrenal akibat tuberkulosis didapatkan pada 21% dari penderita 9 . PENDAHULUAN Hipofungsi korteks adrenal dapat disebabkan karena kerusakan primer pada kelenjar adrenal. tampak bercak-bercak fibrosis dan infiltrasi limfosit korteks adrena1. hati. Thom. atau sekunder akibat dari hipofungsi kelenjar hipofisis anterior. 3) Infeksi lain Penyebab kerusakan kelenjar adrenal karena infeksi yang lebih jarang ialah karena : histoplasmosis. 3) lapisan dalam Zona Retikularis dirangsang oleh . menghasilkan mineralokortikoid terutama aldosteron dan sedikit deoksikortikosteron.Manifestasi Klinik dan Diagnosis Penyakit Addison Dr. Surabaya. Askandar Tjokroprawiro ** * ** Asisten masa pendidikan Sub Bagian Penyakit Jantung Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.D. H. serta terdapat peningkatan imunoglobulin G10. penyakit Addison Frekuensi pada laki-laki dan wanita hampir sama.D. hormon adrenokortikotropik. 3 2 Cermin Dunia Kedokteran No. Sutikno Saputra. Tampak daerah nekrosis yang dikelilingi oleh jaringan ikat dengan serbukan sel-sel limfosit. misalnya tuberkulosis paru. menghasilkan androgen dan sedikit estrogen2.4 per 100.6 : Untuk membuat diagnosis penyakit Addison perlu mengetahui gejala klinik dan pemeriksaan laboratorik seperti diuraikan pada tinjauan kepustakaan. aminoglutetimid dan O.p. 9 .000 penderita yang dirawat l . 2) lapisan tengah Zona Fasikulata dirangsang oleh hormon adrenokortikotropik. kadang -kadang dapat dijumpai tuberkel serta kalsifikasi l. Surabaya.3. masing-masing didapatkan 1 penderita penyakit Addison. Soetomo pada tahun 1983.2 .4 Kelenjar adrenal yang terletak di bagian atas ginjal dengan berat kurang-lebih 5 gram terdiri dari 2 bagian. tuberkulosis genito-urinari. serta septikemi karena kuman stafilokok atau meningokok yang sering menyebabkan perdarahan dan nekrosis 1 . * DR. sedang yang membloking enzim misalnya amfenon.000 populasi. Secara histologik tidak didapatkan 3 lapisan korteks adrenal. INSIDENSI Insidensi penyakit Addison jarang. tuberkulosis vertebrata (Pott's disease).5. sedang di rumah-sakit terdapat 1 dari 6.3. yaitu bagian luar yang keras berwarna kuning disebut korteks adrenal.

akibatnya terjadi penambahan volume cairan ekstrasel sebanyak 5—15% 2 . sehingga mengeluarkan asam amino ke dalam plasma. akibatnya curah jantung turun. sehingga konsentrasi ion hidrogen dalam cairan ekstrasel menurun 5 . c. 3) Metabolisme lemak Kortisol meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan lemak. untuk membentuk enzim yang dibutuhkan dalam proses glukoneogenesis dalam sel hati yang mengubah asam amino menjadi glukosa. 2) Reabsorbsi klorida Aldosteron menyebabkan reabsorbsi ion klorida ke dalam cair• an ekstrasel meningkat5 . Kortisol menyebabkan konsentrasi glukosa darah meningkat akibat peningkatan glukoneogenesis. 5 . 5) Volume cairan ekstrasel Aldosteron menyebabkan konsentrasi elektrolit natrium.koligens. selain itu kortikosteron dan kortison juga mempunyai efek glukokortikoid. b. sedang kortisol. sehingga persediaan asam amino untuk diubah menjadi glukosa meningkat. 8) Lain-lain Akibat pengobatan radiasi. meningkatkan transpor asam amino dari cairan ekstra sel masuk ke dalam sel hati. Pada hipokalemia. sarkoidosis. Kortisol meningkatkan asam amino darah akibat katabolisme protein dalam sel ekstra hepatal. Di samping itu juga meningkatkan oksidasi asam lemak dalam sel untuk pembentukan enersi 8 . 4) Darah Efek kortisol pada darah menyebabkan penurunan jumlah sel eosinofil dan limfosit. c. dapat timbul hipotensi sampai syok oleh karena berkurangnya volume cairan ekstrasel 4 5 dan curah jantung ' . Ini karena peningkatan transpor asam amino ke dalam sel hati dan peningkatan enzimenzim hati yang dibutuhkan untuk sintesis protein. hal ini menyebabkan peningkatan reabsorbsi air dari tubulus. yaitu kelemahan kontraksi. GEJALA KLINIK Hiperpigmentasi 6) Infiltrasi Hipofungsi korteks adrenal akibat infiltrasi misalnya metastasis tumor. Cermin Dunia Kedokteran No. kecuali sel hati. menurunkan permeabilitas membran kapiler (hal ini merupakan faktor penting dalam mencegah kebocoran protein yang biasanya terjadi pada daerah yang meradang). Bila sekresi aldosteron meningkat menyebabkan cairan ekstrasel bertambah. mengaktifkan pembentukan messenger RNA. Hipotensi ini merupakan manifestasi yang cukup sering pada penyakit Addison. Kortisol menyebabkan peningkatan protein hati dan protein plasma yang dihasilkan sel hati. 2) Metabolisme protein Kortisol menyebabkan pengurangan protein pada semua sel tubuh. menstabilkan membran lisosom (efek ini mencegah kerusakan jaringan yang biasanya terjadi pada peradangan karena pengeluaran enzim-enzim lisosom). Efek Glukokortikoid Aktifitas glukokortikoid korteks adrenal 95% akibat kortisol. sehingga kadar kalium dalam cairan ekstrasel menurun. enzim glukosa 6 fosfatase yang mengkatalisis defosforilase glukosa dalam hati meningkat sehingga mempermudah transpor glukosa ke dalam darah 2. adrenalektomi bilateral dan kelainan kongenital 9. Ini karena peningkatan katabolisme protein dan pengurangan sintesis protein pada sel ekstra hepatik. penyakit amiloid dan hemokromatosis 24 . pasca operasi tumor adrenal 9. sehingga terjadi peningkatan konsentrasi natrium cairan ekstrasel 2. sehingga curah jantung meningkat 10 — 20% 1. dapat terjadi kelemahan otot sampai paralisis otot bergaris. Pada penyakit Addison dapat terjadi hiperkalemia yang mengakibatkan toksisitas pada miokard. walaupun hal ini jarang terjadi 2 . dan penurunan penggunaan glukosa oleh sel.8 . 5 7) Tekanan darah Bila sekresi aldosteron berkurang. 12 . 1) Reabsorbsi natrium Aldosteron meningkatkan kecepatan reabsorbsi natrium pada tubulus distal dan tubulus. menurunkan pembentukan bradikinin (bradikinin mempunyai efek vasodilator). Kortisol menyebabkan penggunaan glukosa oleh sel menurun5 . 3.5 merah meningkat di mana mekanismenya belum diketahui 5) Lain-lain Kortisol menghambat proses peradangan dengan cara : a. sedangkan pembentukan sel darah l. dan terjadi penurunan tekanan darah. 12 . EFEK HORMON KORTEKS ADRENAL Efek Mineralokortikoid Aktifitas mineralokortikoid dari sekresi korteks adrenal terutama oleh aldosteron (95%). 3) Sekresi kalium Aldosteron meningkatkan sekresi kalium ke dalain tubulus distal dan koligens.13 4) Alkalosis Reabsorbsi natrium menyebabkan ion hidrogen disekresi ke dalam tubulus. 7) Perdarahan Perdarahan korteks adrenal dapat terjadi pada penderita yang mendapat pengobatan dengan antikoagulan. 8 .5) Iskemia Embolisasi dan trombosis dapat menyebabkan iskemia korteks adrenal. 1) Metabolisme karbohidrat Kortisol merangsang glukoneogenesis oleh sel hati. hal ini disebabkan karena kortisol. Hal ini disebabkan oleh hiperpolarisasi saraf dan membran serabut otot yang mencegah penghantaran aksi potensial 8 . Akibat dari peningkatan glukoneogenesis ini yaitu peningkatan glikogen dalam sel hati 2. aritmia dan kematian5. b. klorida dan bikarbonat pada cairan ekstrasel meningkat. sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi asam lemak bebas dalam plasma. Jadi kortisol memobilisasi asam amino dari jaringan5 . kortikosteron dan desoksikortikosteron juga mempunyai efek mineralokortikoid yang lemah 2.5 . sehingga venous return berkurang. 39 1985 33 .2. 8 .: a. menyebabkan mobilisasi asam amino dari jaringan ekstra hepatik terutama dari sel otot. 6) Curah jantung Sekresi aldosteron yang menurun menyebabkan cairan ekstrasel berkurang. Selain itu.

lemah. di mana kadar gula darah puasa.15 . jaringan parut. kadang-kadang penderita gelisah. Reaksi tekanan darah terhadap perubahan sikap adalah abnormal.3. disfagia. serta menghilangnya gelombang beta1. Pada elektro-ensefalogram didapat gelombang alfa lebih pelan terutama pada daerah frontalis. konjungtiva. Rowntree dan Snell melaporkan dari 108 kasus didapat 1 kasus tanpa pigmentasi. Hipoklorhidria biasanya kernbali normal bila keseirnbangan elektrolit sudah diperbaiki l . Thorn dan kawan-kawan melaporkan dari 158 kasus Addison seluruhnya didapatkan pigmentasi. akibat metabolisme protein. Tekanan darah akan kembali normal setelah pemberian garam dan desoksikortikosteron yang meningkatkan tonus vasomotor 3 .16 Kelainan gastrointestinal Kelainan gastrointestinal didapatkan pada 80% dari kasus Addison. Bertambah besarnya ukuran jantung merupakan petunjuk berhasilnya pengobatan. dehidrasi. terutama pada kulit yang mendapat tekanan (misalnya pinggang dan bahu). penglihatan kabur. vagina dan vulva1. Perubahan elektrokardiografi biasanya tampak tapi tak mempunyai nilai diagnostik. karena timbul insufisiensi adrenal dengan akibat meningkatnya hormon adrenokortikotropik.3.16 Nicholson dan Spaeth melaporkan pada beberapa penderita Addison dapat terjadi paralisis flasid yang bersifat periodik akibat hiperkalemia dimana mekanismenya belum diketahui.Pigmentasi pada penyakit Addison disebabkan karena timbunan melanin pada kulit dan mukosa. lebih rendah dari harga normal. serta katabolisme protein yang meningkat pada jaringan ekstrahepatik. Gangguan Metabolisme Karbohidrat Akibat proses glukoneogenesis yang menurun. lidah. garam serta kortikosteroid l. Sistim Kardiovaskuler 1) Hipotensi Hipotensi merupakan gejala dini dari penyakit Addison.16 Cairan lambung biasanya menunjukkan hipoklorhidria sampai aklorhidria.16 Hipotensi ini juga terdapat pada penderita dengan atrofi korteks adrenal dengan medula yang intak. Pada tes toleransi glukosa oral didapat kenaikan kadar gula darah yang kurang adekuat. gusi. Hormon adrenokortikotropik ini mempunyai MSH-like effect. Dengan pengobatan yang adekuat akan didapatkan kenaikan berat badan1. Gejala lain adalah kelemahan kontraksi otot jantung. Pigmentasi juga dapat terjadi pada penderita yang menggunakan kortikosteroid jangka panjang. skrotum dan areola mamma tampak lebih gelap. Pada daerah perianal. Lain-lain .2 . sehingga produksi asam klorida lambung menurun. Penderita dengan kegagalan adrenokortikal sekunder karena hipopituitarisme tidak didapatkan gejala hiperpigmentasir1. hemokonsentrasi dan asidosis. pada perubahan posisi dari berbaring menjadi posisi tegak maka tekanan darah akan menurun (postural hipotensi) yang menimbulkan keluhan pusing. perivulva.3 Akibat hiperkalemia dapat terjadi aritmia yang dapat menyebabkan kematian mendadak 13 Kelemahan Badan Kelemahan badan ini disebabkan karena gangguan keseimbangan air dan elektrolit serta gangguan metabolisme karbohidrat 34 Cermin Dunia Kedokteran No. eosinofil sedikit meningkat Perubahan gambaran darah tepi di atas karena menurunnya hidrokortison. Gejala kelemahan otot ini berkurang setelah pemberian cairan. Mekanisme penyebab terjadinya hipotensi ini diduga karena menurunnya salt hormon yang mempunyai efek langsung pada tonus arteriol serta akibat gangguan elektrolit. 39 1985 dan protein sehingga didapat kelemahan sampai paralisis otot bergaris. klorida dan air serta retensi kalium. terutama pada sel-sel otot menyebabkan otot-otot bergaris atropi. Jumlah sel darah putih sedikit menurun dengan relatif limfositosis. seringkali didapatkan voltase yang rendah.3. Pada penyakit Addison terdapat peningkatan kadar beta MSH dan hormon adrenokortikotropik 14. gangguan gastrointestinal lain. Pigmentasi ini sifatnya difus. di mana tekanan darah sistolik biasanya antara 80—100 mmHg. sehingga diduga bahwa epinefrin bukan penyebab dari hipotensi ini. disertai perasaan mual dan muntah. Anoreksia biasanya merupakan gejala yang mulamula tampak. 2) Jantung Ukuran jantung penderita Addison biasanya mengecil pada pemeriksaan radiologi. PR dan QT interval memanjang.9.2. nadi kecil dan sinkop 1. oleh karena kelainan degeneratif organik pada otot jantung serta akibat gangguan elektrolit. akan terjadi hipoglikemi puasa. sedang tekanan diastolik 50—60 mmHg. Gambaran hematologi ini tak mempunyai arti yang khas untuk diagnostik1 Gangguan Neurologi dan psikiatri Manifestasi kelainan pada saraf antara lain penglihatan kabur ngantuk.3 Darah Tepi Sel-sel darah merah dan hemoglobin sedikit menurun dengan hemokonsentrasi. hal ini mungkin karena penurunan volume darah sekunder akibat kehilangan air. Penurunan berat badan ini karena adanya anoreksia. siku. mudah tersinggung serta dapat timbul psikosis. yaitu menunjukkan kurve yang datar l.3 . garis-garis telapak tangan dan ketiak. terutama jaringan otot. konstipasi. walaupun hal ini jarang didapatkan 13 Penurunan berat badan Penurunan berat badan biasanya berkisar antara 10—15 kg dalam waktu 6—12 bulan 3 . yang mungkin berhubungan dengan kelemahan yang progresif. berdebar-debar 1. penggunaan glukosa oleh jaringan yang meningkat serta gangguan absorbsi karbohidrat pada usus halus. faring. Ini karena rendahnya konsentrasi klorida dan natrium dalam darah dan jaringan. Sebagai akibat dari gangguan elektrolit ini terjadi dehidrasi. kadang -kadang dapat timbul diare 3. bicaranya lemah. nyeri epigastrium. Tidak didapatkan hubungan antara beratnya penyakit Addison dengan luasnya pigmentasi3 .16 Pigmentasi didapatkan 100% pada penderita penyakit Addison. Di samping itu. Gangguan elektrolit dan air Penurunan hormon aldosteron menyebabkan pengeluaran natrium. Pigmentasi pada mukosa sering tampak pada mukosa mulut yaitu pada bibir.

dan tes ANA positif maka sangat mungkin penyebabnya adalah autoimun. Pada insufisiensi korteks adrenal primer kadar hormon adreno kortikotropik plasma lebih besar dari 8. dan kurang dari 8 mg% pada waktu tengah malam. Saunders Company. gangguan elektrolit dan air. sedang pada insufisiensi korteks adrenal sekunder kadar 17 hidroksikortikoid urin meningkat16. Kemudian disuntik 25 unit ACTH atau 0.00 pagi kurang dari 5 mg% 6. 7. Dasar-dasar diagnosa dan terapi penyakit adrenal. penyebab terbanyak adalah proses autoimmun (78%) dan tuberkulosa (21%) sisanya oleh sebab lain. pp. Pada insufisiensi korteks adrenal. Swyer GIM Addison's disease.25 mg kortrosin dalam 500—1.5 mg Desoksikortikosteron asetat (D.18. 1979. Tjokroprawiro A. diukur kadar 17 hidroksikortikoid urin per 24 jam sebelum dan sesudah tes. Guyton AC. Pada insufisiensi korteks adrenal primer tak didapat kenaikan ekskresi 17 hidroksikortikoid urin/24 jam 16.17 Kadar hormon Adrenokortikotropilt Pemeriksaan kadar hormon adrenokortikotropik plasma dapat digunakan untuk membedakan antara insufisiensi korteks adrenal primer dan sekunder. Paschkis KE. Bila terdapat dugaan penyakit Addison dengan LED tinggi. pp.18. RINGKASAN Penyakit Addison adalah hipofungsi kronik korteks adrenal primer karena kerusakan pada korteks adrenal. Rakoff AE. 1958.A. New York: Harper & Brother.4 m Unit per 100 ml plasma.B. dan akan kembali normal apabila diberi 100 mg hidrokortison sebelum tes 6. lalu diambil darah setelah 30 dan' 60 menit. Soffer LJ Disease of the Endocrine glands.Kadang-kadang dapat terjadi gangguan menstruasi. serta hilangnya rambut ketiak dan pubis 1. Rasio natrium serum dibanding kalium normal 30 — 35. 2: 25-26. kemudian diukur kadar 17 hidroksikortikoid dengan cara Porter Silber Chromogen. didapatkan pengeluaran natrium dan retensi kalium karena menurunnya hormon mineralokortikoid. kelainan gastrointestinal. Pada insufisiensi korteks adrenal. kadar 17 hidroksikortikoid urin kurang dari 4 mg/24 jam. 1981. Philadelphia: W. kemudian diberi plasebo.5 mEq/1.000 ml larutan salin di infus selama 8 jam.20 'Repeated 8 Hour ACTH Test" 25 unit ACTH atau 0. 2. hipotensi kelemahan badan.19. kadar ACTH. Rasio natrium serum dibanding kalium Pada penyakit Addison. eosinofilia. tes ACTH. DIAGNOSIS Terdapat bermacam-macam kriteria untuk mendiagnosis penyakit Addison : Kadar Kortisol Kadar kortisol dalam darah pada jam 08. Mason AS. Yang dapat dikerjakan di RS Dr Soetomo Surabaya pada saat ini adalah tes Water Load. 2 nd ed. Brit Med. kadar 17 hidroksikortikoid plasma kurang dari 8 Ug/100 ml 18. 1958. Tes ACTH/Kortrosin 1) Plasma ACTH Tes Diambil plasma dalam keadaan puasa. Dengan pemberian 10 mg hidrokortison. Philadelphia: W. tes Water Load dan elektrolit.) disuntikkan tiap hari selama 10 hari. di mana kadar natrium serum kurang dari 142 mEq/1.20 2) Tes ACTH Urin 25 unit ACTH atau 0. Pada penyakit Addison tidak terdapat kenaikan 17 hidroksikortikoid urin setelah pemberian ACTH16. IgG meningkat.A. 2 nd ed.18 "Water Load Test" (Robinson — Kepler — Power Test) Tes ini kurang spesifik. Harga normal hormon adrenokortikotropik plasma 0. tetapi dapat digunakan apabila tidak ada fasilitas pemeriksaan hormon kortisol dan lainnya. sehingga menjadi kaku (Thorn's sign)" . penurunan libido. hilangnya rambut ketiak dan pubis.B. Kuliah Khusus untuk Asisten Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unair • R. 5.000 ml larutan salin kemudian diberikan secara intravena selama 8 jam. Pada penyakit Addison akan tampak perbaikan klinis dan timbul relaps setelah injeksi dihentikan l . Penderita diberi air minum dengan dosis 20 ml per kg berat badan. 323-359.S. pp. J. Epidemiological and clinical picture of Addisorl's disease. penurunan berat badan. bila rasio kurang dari 30 berarti terdapat insufisiensi korteks adrenal 5'18 Mengukur kadar 17 hidroksikortikoid dalam urin dengan "Porter Silber Chromogen". Untuk diagnosis perlu diperiksa kadar kortisol.8. 3.18 Diagnostik"'therapeutic trial with D. pada penyakit Addison kadar kortisol plasma pada jam 08. 6 th ed. Gejala klinik adalah hiperpigmentasi. Penyakit ini sedikit lebih banyak didapat pada laki-laki dibanding wanita. 39 1985 35 .2 m Unit per 100 ml plasma 18 .19. kemudian urin ditampung selama 4 jam. 6. 1974. Lee JAH. dan terutama terjadi pada usia 30—50 tahun. Philadelphia: Lea & Febiger. Cantarow A. Harga normal 17 hidroksikortikoid urin = 4 — 10 mg/24 jam.1 — 0. Pada insufisiensi korteks adrenal primer kenaikan plasma kortikoid kurang dari 10 Ug per 100 ml 16. Textbook of Endocrinology. kadar hormon adreno kortikotropik akan menurun dan meningkat lagi setelah injeksi dihentikan. William's RH. Dengan pemberian ACTH/ kosintropin pada insufisiensi korteks adrenal primer tak ada kenaikan dari 17 hidroksikortikoid. 944-957. Textbook of medical physiology. Meads TW.C. pada hipofungsi korteks adrenal ekskresi air kurang 80% dari dosis total air yang diminum." 2.25 mg kortrosin intramuskuler. dr. hipoglikemi puasa. Lancet 1968. 6. pp. hal ini dikerjakan selama 3 hari berturut-turut. dan kadar kalium serum lebih besar dari 4. 5 th ed.00 pagi normal 6—20 mg%. Cermin Dunia Kedokteran No. 233-281. Soetomo tanggal 5 Mei 1984.C. Thorn's sign positif. 4. Saunders Company. kemudian diukur ekskresi 17 hidroksikortikoid urin/24 jam.20 Mengukur kadar 17 hidroksikortikoid plasma dengan"Porter Silber Chromogen"' Kadar normal 8—20 Ug/100 ml (pagi) dan akan turun 50% waktu sore.25 mg kortrosin dilarutkan dalam 500— 1.17 Klasifikasi tulang rawan dari daun telinga. KEPUSTAKAAN 1. 268-315. 2: 744-763.18. Clinical Endocrinology.

epilepsi dan penyakit serebro vaskular. Chatton MJ. Hari IV: Simposium Nyeri Pinggang. Tema : Pengenalan dan Pencegahan Dini Penyakit Saraf dalam rangka meningkatkan Kesehatan Masyarakat dan Produktivitas Nasional. Brit Med J. pp. Spivak JL. Dr. 1962. Kursuskursus Neurofibromatosis & Neurofisiologi Klinik. 1978. pp.(US $ 25). 50.8. and Fudenberg HH. Makalah Bebas. 1971 128: 761-763. polineuritis. Biaya : Diperkirakan untuk peserta: dokter spesialis Rp. Abe K. Clin. Ann Surg 1975. 42: 1653-1666. Lokakarya EEG. 1: 374-376. J Clin Invest 1963. namun khusus untuk makalah bebas bahasa Inggris. Bethune JE . Nicoloff IT.000. Kursus .. J Clin Invest.S H In Man. pp. Semarang •Jawa Tengah. Danowski TS. Irvine WJ Immuno-reactive Corticotro- phin Levels in adreno-Cortical Insufficiency. Penutupan dan Malam Kesenian. Manual of Clinical problems in internal medicine annotated with key references. penyakit serebro vaskular. Maruzen Asian edition.kursus CVD & Epilepsi. Adrenal cortex and Medulla 1 st ed. ensefalitis. penyerta Rp.A. Barnes HV. Arch Int Med. son. Makalah Bebas: Diutamakan topik-topik neurologi tropik: rabies.000. Hubay CA. 1969. Soedomo Hadinoto.(US $ 30). 17. 3-236. Endocrine and metabolic diseases. Speckart PF. Wegienka LC. M. Studies of the adrenal antigens and antibodies in Addison's disease. Krupp MA. Nicholson WE Liddle GW. 19. Hyperkalemic paralysis in Addison's disease. 1969. Immunologic aspects of adrenocortical Insufficiency.448-451. 14. Kyle M. Wuepper KD. 1981. Alamat Sekretariat : Dr. 20. 46: 206-216. Naharuddin Yenie Sekretaris Panitia Penyelenggara Pertemuan Nasional Dwiwarsa I IDASI d/a UPF Penyakit Saraf RS Dr Kariadi J1. Ann J Med 1969. Adrenal diseases. Lokakarya EMG. Tanggal : 25 — 28 Juni 1986. Jawa Tengah 36 Cermin Dunia Kedokteran No. Davis Company. Little Brown and Company. Makalah Bebas. Makalah Bebas.. Proc. dengan ketua Dr. 10. 1971. 44: 904-914. Blizzard RM. Massachuset. Cunningham SK. 1971. 11. Escamilla RF. Soetomo 16 Semarang. 48: 1580-1585. 18. and Levy RP. Mayo. epidemiologi trauma. 39 1985 . 30. Tempat : Hotel PATRA JASA. 12. 16. Laboratory tests in the diagnosis and Investigation of endicrine functions 2 nd ed. Weckesser EC. Normal and Abnormal regulation of beta M. 2 nd ed. Clinical Endocrinology. 13. Hari III: Simposium Meningitis.000. Van Dalian RG and Purnell DC. Occult adrenal Insufficiency in Surgical patients. Current medical diagnosis and treatment. J1. Baltimore: The Williams & Wilkins Company. Moore A Mc Kenna TJ. 181-185. Brit Med J 1976. Normal Cortisol response to Corticotropin in patients with secondary adrenal failure. Bahasa Resmi : Indonesia. meningitis. 15. Kursus-kursus Koma dan Parkin . California: Lange Medical publications. Screening for Adrenocortical insufficiency with cosyntrophin (synthetic ACTH) Arch Int Med. Besser GM Jeff Coate WJ. dokter Umum/resident Rp. Besser GM Cullen DR. 181: 325-332. 9. Kalender Kegiatan Ilmiah PERTEMUAN NASIONAL DWI WARSA IIKATAN AHLI SARAF INDONESIA (IDASI) Panitia Penyelenggara: IDASI cabang Semarang.(US $ 50). Philadelphia: F. 699-701. 1983.. 143: 2276-2279. Sisingamangaraja. Malam harinya diselenggarakan Sidang Organisasi. Hari II: Simposium GPDOS. pp. Bagi penyerta diadakan Acara Sosial dan Wisata. 25. 219-252. Acara : Hari I: Simposium Satelit dilanjutkan Pembukaan Resmi dan Pembukaan Pameran Alat Kedokteran dan Obat-obatan.

dan selebihnya daratan terdiri dari 13000 pulau-pulau besar dan kecil. Hadian PENDAHULUAN Indonesia sebagai Negara Maritim terdiri dari dua pertiga bagian air/laut. Hal-hal seperti ini sangat penting artinya. perairan Indonesia masih perlu penggarapan lebih lanjut agar benar-benar menjadi sumber gizi protein dan enersi.Laut di Indonesia Merupakan Sumber Gizi dan Protein Dr S. 5. akan mendesak lahan pertanian dan peternakan di daratan. Dengan keadaan ini.Topulasi manusia tiap tahun bertambah 2. dan lain-lain) akan lebih cepat menemui keterbatasan dan penurunan. Tenaga pengelola sumber gizidi daratan akhirnya banyak yang berpindah profesi ke Industri. uang dan waktu pemeliharaan. PEMBAHASAN Protein merupakan zat gizi yang mempunyai peranan tertinggi dalam proses hidup manusia (sebagai pemakan hewan dan tumbuh-tumbuhan). Ini disebabkan karena : 1. Tingkat kesuburan tanah menurun setiap saat. Empat program Departemen Pertanian RI 3 (Ekstensifikasi. dalam hal. lebih-lebih bila airnya tercemar polusi industri l Dengan demikian. Konsumsi bahan makanan sehari-hari yang miskin protein dalam jangka waktu cukup lama bisa menimbulkan gangguan ketiga fungsi tubuh tersebut. pengorbanan tenaga. 4. dan menjadikan laut sebagai sumber bahan makanan untuk kepentingan hidup manusia atas protein dan enersi. pertumbuhan. atau menganggur karena rugi. • Mampu mengerjakan pekerjaanyang berlebih dengan baik (olah raga). mengatur proses -proses hidup4 . kuat dan terampil serta bersemangat membangun.0 gr% tertinggi dari jenisjenis makanan di Indonesia2. serta masalah kependudukan menjelang tahun2000. konsumsi yang terus menerus secara teratur menurut standar kebutuhan atas 5 protein. Dengan ini kita gali protein untuk mendapatkan protein Cermin Dunia Kedokteran No. dibersifikasi. Hal ini mengingat potensi sumber gizi di daratan (padi-padian. 39 1985 37 . Tampaknya dalam menghadapi krisis enersi dan resesi dunia serta krisis panganyang berkepanjangan. namun lebih penting lagi di lautan. semakin baik fungsi faali tubuh (Lihat Gambar). yang bersama-sama dengan vitamin berfungsi mengatur prosesproses dalam tubuh). perlu tenaga yang cerdas. intensifikasi. sudah seyogianya bila kita membudayakan1 tatakehidupan laut (Marine Cultur). dapat bermanifestasi sebagai berikut : • Dapat melakukan pekerjaanmental fisik sehari-hari dengan baik5 • Tahan terhadap serangan penyakit infeksi karena pembentukan antibodi yang cepat. air dan mineral membantu pertumbuhan. 3 Produktifitas sumber gizi di daratan (nabati dan hewani) umumnya memerlukan investasiyang lebih besar daripada perikanan laut. sehubungan negara kita sekarang dalam giat -giatnya membangun. Ketiga fungsi ini sekaligus lengkap dimiliki oleh protein. terjadi urbanisasi dan me- nambah pennasalahan baru yang menyulitkan program pembangunan. kacang-kacangan. berlainan dengan zat gizi lain : (hidrat arang dan lemak hanya pembentuk tenaga. namun jumlah nelayan sebagai penghasil ikan laut pada saat ini (1984) masih sangat sedikit dibanding jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan 1 (1 juta terhadap 160 juta) Hal ini diperberat oleh dugaan bahwa lautan di daerah tropik kurang subur bagi kehidupan ikan. Fungsi Protein faali : Pembentukan tenaga. dan rehabilitasi) bukan saja penting di daratan. Meskipun protein ikan laut 42. Pemukiman masyarakat manusia dan perkembangan teknologi Industri. Fungsi faali tubuh yang baik/sehat jasmani dan rohani. pindah ke kota. kehidupan bangsa Inddonesia perlu dititikberatkan pada perikanan laut. Sebaliknya.

jumlah nelayan : 1 juta orangl .810 454. dan kita konsumsi protein untuk menimbulkan semangat penggalian protein. karena masih ada insan-insan bergizi buruk.925 324.527 130. penduduk Indonesia. karena: tabu — tidak mampu beli — alergi ikan laut.660 ? 2.391 72. 72. k.422.465 ? Keterangan Standar Nilai Gizi Protein (gr%) 20 16 18 2 12. perlu didampingi pertanian kacang ijo dan kacang tanah. Hasil angka di atas berkat produsen ikan laut yang jumlahnya tidak seberapa. yakni : (1 : 160) X 100% = 0. Jumlah Penduduk Indonesia 1979 : kira-kira 155 juta .64% (Jumlah nelayan terhadap seluruh penduduk). Namun pada hakekatnya tidak demikian. banyak diekspor dan lain-lain. Lombok. Bali.kelak.000.1 -16.200 Ton.776 21. yang paling tinggi kadarnya. terutama bagi mereka yang jauh dari ikan laut (jauh dari kehidupan nelayan) dengan stok protein neto tertinggi. (Namun hati-hati dengan aflatoksin kacang tanah)'.852 117. Jadi. Analisis kebutuhan gizi protein yang dapat dicatat secara lengkap faktorialnya (stok + standar kebutuhan) pada saat tertentu. adalah data-data tahun 1979 2.5 . Yaitu : (432. ANALISIS KHUSUS KEKAYAAN LAUT INDONESIA ATAS PROTEIN Menurut pengalaman kunjungan ke beberapa daerah di Indonesia (Jawa.390 17. Maret 1979. namun tampaknya ada kaitan erat yang bersesuaian dengan angka-angka perhitungan nasional seperti di atas.6 kasar. kebutuhan konsumsi protein seluruh bangsa Indonesia dalam setahun (1979) = 360X34 X 155.394. untuk pemerataan konsumsi protein neto yang sehat. Kebutuhan rata-rata yang dianjurkan untuk bangsa Indonesia. n Stok bahan gizi kaya protein 1979 di Indonesia .2 601.200) X 100% = 64%.000 = 6. Dugaan lain pada keluarga yang bergizi buruk antara lain : kurang konsumsi ikan laut.3 Menurut standar L1PI. ialah kacang tanah dan kacang ijo. Bagi mereka insan-insan Indonesia yang jauh dari lokasi nelayan.8 18 8 -42 -13. dan lain-lain) Nabati (kacang hijau. Dari angka-angka terdahulu tampak jelas bahwa produksi ikan taut merupakan pengisi terbesar dalam pemenuhan gizi protein seluruh. Komposisi/ Jenis Bah an Makanan Ikan laut Ikan darat Unggas (ayam—itik) Telur (ayam—itik) Daging ternak (sapi kambing. 39 1985 . k. kedelai) Jumlah : Protein Bruto (Ton) 1. karena terjadi pembulatan -pembulatan dan asumsi/ perkiraan rata-rata penduduk serta kebutuhan protein standar secara garis besar. terutama daerah-daerah pantai laut.391 : 673. Untuk kepentingan rencana penggalian sumber gizi yang kaya atas protein tentunya kita perlu menghitung dan menganalisis kebutuhannya. masyarakat hidup subur dari perikanan laut.020 57. Meskipun pengamaan ini hanya merupakan sampling sepintas.042 -25.158 Ton. Makasar. diperkirakan dapat diisi oleh protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (protein nabati). Angka-angka di atas tentunya merupakan perhitungan 38 Cermin Dunia Kedokteran No. Apabila stok pangan protein di atas dapat terbagi habis pada konsumernya (seluruh penduduk bangsa Indonesia). tanah. semua umur/seks : 34 gr protein Neto 6 . gengsi.774 Protein Neto (Ton) 432.732 X 108 gr = 673. tentunya secara merata dapat mencapai taraf hidup sehat. Manado). 22. Kekurangan protein neto .

terbitan: Balai Penelitian Gizi Unit Semboja. Jawa Barat. 39 1985 39 . Bercocok Tanam Kedelai Balai Informasi Pertanian Kayuambon Lembang. Buku Data Statistik Nasional RI. Komplek Gizi Jalan Semboja Bogor. Nomor 1-2. Jadi kita perlu menambah jumlah nelayan sebanyak 360.T.000 untuk seluruh Indonesia. Sebab dengan peningkatan produksi 36% saja kebutuhan protein neto akan terpenuhi. 1984. Vol.000 m2. Biologi FKUI. Maret 1979. sehingga keadaan gizi buruk akan lebih mudah dihapuskan dari muka bumi Indonesia 8 .000 km l . Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. prestasi kerja para nelayan perlu meningkat lebih 36% dari yang lalu. 1982. kita masih cukup gamblang untuk dapat meningkatkan hasil perikanan laut. Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi. haL 9. para nelayan perlu meningkatkan hasil produksinya 36% lagi dari penghasilan yang lalu.000. Pelestarian laut perlu dijaga ketat terhadap pencemaran industri dan motorisasi l . 3. Jakarta tahun 1983. jilid 1. 7. 3. Buku Ilmu Gizi Umum. Terbitan Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat. Jadi luas garapan perikanan laut tepi pantai = 81. telur ikan. 2. Biro Statistik RI. KEPUSTAKAAN 1. Terutama di lautan. dan benih-benih ikan tumbuh subur sebagai sumber protein dan enersi dalam pembangunan kita. Jakarta. Daftar komposisi bahan makanan yang ditetapkan oleh : Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI di Jakarta. Atau Jumlah nelayan ditambah 360. untuk mengatasi keadaan gizi buruk. Jilid 3. perlu dihadapi dengan peningkatan daya kerja. hal. hal. agar makanan ikan. Penelitian Gizi dan Makanan. R. Departemen Kesehatan RI. 9-18.Indonesia memiliki garis pantai yang panjangnya hampir 81. 32. Majalah Kedokteran Indonesia. Pelestarian laut sangat penting artinya dalam menunjang rumusan-rumusan perencanaan pemanfaatan protein hewani laut dalam penanggulangan gizi buruk. Nomor 1. hal. Departemen Pertanian RI 1981. terbitan Bag. Melihat luas garapan perikanan pantai laut yang demikian besar. Tahun XV. Pencemaran dan Pelestarian Laut.M. Peningkatan angka standar nelayan mungkin berubah naik.000 km2: 1. 34. 3. Cermin Dunia Kedokteran No. sesuai pertambahan jumlah penduduk dan penurunan potensi laut atas produksi ikan. Jilid 1.000 = 0. Sutamihaerja. 5. Terbitan. hal. krisis pangan dan resesi dunia sebagai tantangan terhadap rencana pembangunan negara kita sesuai GBHN. bila jumlah nelayan dilipatgandakan dua sampai tiga kali dari pada sekarang.000 orang untuk mengatasi adanya masyarakat yang masih bergizi buruk. 2.081 km2 = 81. 7. 6. Departemen Kesehatan RI Jakarta. 267-289.000 km2. Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia. 8. Krisis enersi. 1 orang nelayan berkesempatan mendapat garapan pantai rata-rata = 81. 4. The Journal of The Indonesian Medical Association. 4. KESIMPULAN Laut di Indonesia masih cukup memberi harapan sebagai sumber gizi protein dan enersi menjelang tahun 2000. Alternatif lain.

P. Rahim Lambona. perdarahan otak dan berbagai penyakit yang merusak pembuluh darah otak 3-5 . 40 Cermin Dunia Kedokteran No. klasifikasi. sehingga air dan komponen yang terlarut keluar dari kapiler masuk ruangan ekstraseluler. iskemia otak. berbagai kelainan dan penatalaksanaan edema serebri. substansia grisea substansi alba total otak normal 80 70 77 edema serebri 82 76 79 KLASIFIKASI 3-5 Edema serebri dibagi atas dua bagian besar 1) Berdasarkan lokalisasi cairan dalam jaringan otak : • edema serebri ekstraseluler. perdarahan intrakranial. Jadi. Salah satu faktor penyebab utama TIK meninggi ialah edema serebri yang dapat ditemukan pada trauma kepala. • edema serebri hidrostatik/interstisial. 39 1985 . perjalanan klinik dan penatalaksanaan edema serebri sudah banyak diteliti. Edema serebri vasogcnik Paling sering dijumpai di klinik. 2) Berdasarkan patogenesis: • edema serebri vasogenik. tumor otak. • edema serebri sitotoksik. namun belum ada persesuaian paham. edema serebri bukan suatu kelainan yang berdiri sendiri. Makalah ini membicarakan definisi. A. Nara Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin/RSU Ujung Pandang PENDAHULUAN Tekanan intrakranial (TIK) meninggi merupakan suatu keadaan gawat darurat yang memerlukan penanggulangan segera. bila kelebihan air terutama dalam substansia grisea. • edema serebri intraseluler. Dugaan bahwa serotonin memegang peranan penting pada perubahan permeabilitas sel-sel endotel masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Dr. Gangguan utama pada blood brain barrier (sawar darah-otak). Permeabilitas sel endotel kapiler meningkat. radang otak dan selaput otak. hipertensi maligna. DEFINISI Edema serebri ialah pembengkakan otak akibat bertambahnya volume air dalam jaringannya 3-5 Volume air (ml/100 gr otak) pada otak normal dan edema serebri 3 . • edema serebri osmotik. sehingga cairan ekstraseluler bertambah. bila kelebihan air terutama dalam substansia alba.Edema Serebri Dr. Jenis edema ini dijumpai pada trauma kepala. Meskipun patogenesis. tumor otak dan lain-lain1-3 .

Karena sirkulasi terhambat. Cermin Dunia Kedokteran No. Akibat pembengkakan endotel kapiler. cairan srebrospinal merembes melalui dinding ventrikel. glia dan endotel kapiler)3'5 .KELAINAN YANG TERJADI AKIBAT EDEMA SEREBRI • Fungsi otak Pada edema serebri dapat terjadi gangguan fungsi otak. torsi dan lain-lain yang akan mengganggu fungsi otak. Perfusi darah ke jaringan otak hanya dapat berlangsung apabila tekanan arteri lebih besar daripada TIK. yang menunjukkan kenaikan volume air 3 . 39 1985 41 gangguan obstruksi sirkulasi osmotik likuor + + normal + + hanya kadar air bertambah bahan osmotik + normal + air + Na operasi . tumor otak. keracunan air dan intoksikasi zat-zat kimia tertentu. Pada edema serebri osmotik tidak ada kelainan pada pembuluh darah dan membran sel. Otak terletak dalam rongga tengkorak yang dibatasi oleh tulang -tulang keras. Sampai pada batas-batas tertentu perubahan tekanan arteri & TIK dapat diimbangi oleh mekanisme otoregulasi otak. mudah sekali terjadi kenaikan TIK dengan akibatakibat seperti herniasi. perdarahan. akan terjadi edema serebri dan kenaikan TIK. Pembagian edema serebri menurut Groningen4 vasogenik sitotoksik osmotik gangguan primer blood brain. sehingga perfusi darah tidak terganggu dan fungsi otak dapat berlangsung seperti biasa. Sel makin lama makin membengkak dan akhirnya pecah. kelabu otak + permeabilitas vaskuler bertambah normal ultrastruktur: ekstraseluler + infra-seluler + komposisi filtrat plasma cairan plasma (protein) terapi deksametason ? hidrostatik KELAINAN . Edema serebri osmotik Edema terjadi karena adanya perbedaan tekanan osmotik antara plasma darah (intravaskuler) dan jaringan otak (ekstravaskuler). Edema serebri sitotoksik sering ditemukan pada hipoksia/ anoksia (cardiac arrest). Pada binatang percobaan. iskemia dan hipoksia. iskemia otak. baik oleh edema serebri sendiri sehingga neuron -neuron tidak berfungsi sepenuhnya maupun oleh kenaikan TIK akibat edema serebri.sodium barrier pump-cell lokalisasi : bag. perfusi akan berkurang/ terhenti sama sekali. seperti trietil tin.Edema serebri sitotoksik Kelainan dasar terletak pada semua unsur seluler otak (neuron. Apabila tekanan osmotik plasma turun > 12%. lumen menjadi sempit. putih otak + + bag. iskemia otak makin hebat karena perfusi darah terganggu. dengan adanya edema serebri. Hal ini dapat dibuktikan pada binatang percobaan dengan infus air suling. Mekanisme otoregulasi mudah mengalami kerusakan oleh trauma. dapat menimbulkan edema sitotoksik. pemakaian bakterisid yang luas pada kulit seperti heksaklorofen dan bahan yang mengandung and. Perbedaan minimal antara tekanan arteri dan TIK yang masih menjamin perfusi darah ialah 40 mmHg3 . • Aliran darah ke otak Berdasarkan hasil percobaan. Pompa Na tidak berfungsi dengan baik. terdapat hubungan antara TIK dan aliran darah yang menuju ke otak. misalnya pada stroke obstruktif (trombosis. TIK dan mekanisme otoregulasi otak. meningkatkan volume ruang ekstraseluler. sehingga ion Na tertimbun dalam sel. Perfusi darah ke jaringan otak dipengaruhi oleh tekanan arteri (tekanan sistemik). Juga sering bersama-sama dengan edema serebri vasogenik. Kurang dari nilai tersebut. emboli serebri) dan meningitis5 . Edema serebri hidrostatik/interstisial Dijumpai pada hidrosefalus obstruktif. mengakibatkan kenaikan tekanan osmotik intraseluler yang akan menarik cairan masuk ke dalam sel.

A. tekanan pada mesensefalon antara lain dapat menimbulkan gangguan kesadaran. 42 Cermin Dunia Kedokteran No.• Kenaikan TIK Karena mekanisme kompensasi ruang serebrospinalis dan sistem vena. Akibatnya antara lain gangguan pernapasan dan kardiovaskuler. — N. 60—75% keperluan normal2 . Herniasi ini dapat mencapai servikal 1 dan 2 dan akan menekan medula oblongata. tekanan pada A. Terdiri atas 2 bagian : Pengobatan umum : bertujuan untuk memperbaiki keadaan umum penderita yang meliputi koreksi hipoksia. lobus temporalis dan unkus. sopor atau koma. III. serebri posterior. serebri posterior menyebabkan iskemia dan infark pada korteks oksipitalis. Penderita menjadi somnolen. • Herniasi jaringan otak Edema serebri yang hebat menyebabkan terjadinya herniasi jaringan otak terutama pada tentorium serebellum dan foramen magnum. — pemberian cairan Untuk mencegah jangan sampai edema serebri bertambah berat. III yang mengandung serabut parasimpatis untuk kon- Herniasi di hiatus tentorium serebelum & foramen magnum 5 PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan edema serebri tidak dapat dipisahkan dari penatalaksanaan penyakit primer. maka pemberian cairan harus dibatasi. maka pada awal penambahan volume cairan jaringan otak belum ada kenaikan TIK. Yang mungkin terjadi akibat herniasi ini ialah : — unkus lobus temporalis tertekan ke bawah dan menekan bangunan pada hiatus. N. 2) Herniasi foramen magnum Peninggian TIK terutama pada fossa posterior akan mendorong tonsil serebelum ke arah foramen magnum. tempatnya pusat-pusat vital. sebab di sini terdapat formatio retikularis. 39 1985 . Mekanisme kompensasi tersebut terbatas kemampuannya sehingga penambahan volume intrakranial selanjutnya akan segera disertai kenaikan TIK. Pertambahan volume 2% atau 10—15 ml tiap hemisfer sudah menimbulkan kenaikan TIK yang hebat. hiperkapnia dan perfusi darah Ice jaringan otak 3. striksi pupil mata tertekan sehingga pupil berdilatasi dan refleks cahaya negatif.4 . 1) Herniasi tentorium serebelum Akibat herniasi tentorium serebelum ialah tertekannya bangunan-bangunan pada daerah tersebut seperti mesensefalon.

memperbaiki vaskularisasi otak dan menyingkirkan kausa primer. dosis pada anak 0.25—1 mg/kg BB/hari dibagi dalam 4—6 x pemberian. gangguan vaskularisasi & akibat herniasi otak. Saint Louis: CV Mosby Co. Berkow R. p. Prognosis lebih baik bila diberikan dosis tinggi dan dini (kurang dari 6 jam setelah trauma) 5 . memperbaiki permeabilitas pembuluh darah dan mengurangi produksi likuor serebrospinalis. Edema Otak dalam Kedaruratan dan Kegawatan Medik Editor: Arjatmo Tjokronegoro dan H. sehingga aliran darah. 1976. Dibedakan empat jenis edema serebri: vasogenik. Penatalaksanaan edema serebri tidak dapat dipisahkan dari penyakit primer. 1972. 98-99. sitotoksik. 1) medikamentosa • deksametasan 3-4 yang paling sering dipakai.— hipotermi tidak boleh kurang 32°C dan paling lama 6 hari2. 39 1985 43 . Ca dan asam amino bebas. — dapat terjadi gejala rebound karena zat yang dipakai dapat masuk ke dalam jaringan edema. Benyamin Chandra.p. Menkes JH. Harus ada perbedaan tekanan osmotik antara otak dan darah supaya air pindah dari otak masuk pembuluh darah sehingga terjadi pengurangan volume otak dan TIK. haL 63-69.1: 58-59. Pengobatan ini dipakai pada operasi neurologik dan trauma kapitis.4 . — daerah otak yang terutama menyusut ialah yang mempunyai permeabilitas kapiler yang utuh. Talbott JH. menurunkan TIK. — hiperventilasi 3'4 bertujuan untuk menyempitkan pembuluh darah. 30-37. 1976. Terdiri atas medikamentosa & operasi. 13th ed. bagian otak yang sehat akan menyusut sedangkan yang mengalami edema. Cara kerjanya menaikkan tekanan osmotik intravaskuler sehingga cairan dari jaringan otak pindah masuk pembuluh darah. hal. 1979. gliserol 10%. Terutama berkhasiat terhadap edema vasogenik. 1984. 3. mengoreksi herniasi dan torsi otak.. Lumbantobing SM. osmotik dan hidrostatik. Pediatric Therapy 4th ed. Peranannya hanya terbatas pada edema hidrostatik yang disebabkan oleh hidrosefalus obstruktif dan pseudo tumor. Sering dipakai glukose 10%. Khasiatnya mengurangi produksi likuor serebrospinalis. New York: Merck & Co Rahway. 6. No. — pemakaian cairan hiperosmoler jangka lama. suatu keadaan gawat darurat yang memerlukan penanggulangan segera. KEPUSTAKAAN 1. Miller JD. Steroid in the Treatment of Brain Edema (Abstract) Medical Currents. LIII. California: Lange Medical Publications. Texbook of Child Neurology 2nd ed. RINGKASAN Edema serebri merupakan salah satu penyebab utama pe- ninggian TIK. Jadi pada edema vasogenik fokal. perfusi dan edema berkurang. 573. 1977. • acetazolamide (diamox) merupakan inhibitor anhidrase karbonik. Ahmad Husen Markum FK-UI Jakarta 1981. Philadelphia: Lea & Febiger. ensim yang bersifat katalisator terhadap pembentukan asam karbonat dari CO 2 dan air. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy 13th ed. Los Altos. mengeluarkan air dari jaringan yang mengalami edema. Cerebral Oedema Rassegna Medics. 5. 8. bertujuan untuk mengurangi metabolisme dan tekanan darah sehingga pembentukan edema berkurang. Shirkey HC. 893. Tidak berkhasiat terhadap edema vasogenik dan sitotoksik. Chatton MJ. Pengobatan khusus : bertujuan menurunkan TIK. • osmoterapi Diberikan larutan hipertonik per infus. Diagnostik dan Penanggulangan Penderita dalam Coma Cermin Kedokteran. Current Medical Diagnosis and Treatment. Krupp MA. tidak karena permeabilitasnya terganggu. 1980. pCO2 harus selalu diukur. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada osmoterapi ialah : — otak bersifat seperti osmometer yang dimodifikasi. Gangguan fungsi otak terjadi oleh peninggian TIK. 7.. — perbedaan tekanan osmotik yang terjadi akibat pemberian cairan iv hanya berlangsung sementara. pp 239-242. karena mengurangi produksi likuor serebrospinalis. Cermin Dunia Kedokteran No. 1423-1424. 2. khusus. Fisman R. Oksigen untuk mencegah hipoksia. urea 25% dan manitol 25% 3-5 . 4. 2) Operasi: menyingkirkan kausa edema serebri dan akibatakibatnya. baik oral maupun parenteral tidak bermanfaat karena otak dapat segera menyesuaikan dini terhadap plasma yang hiperosmoler dengan meningkatkan osmolaritas intraseluler melalui peningkatan ion Na.

dan sebagai hasil akhir dari setiap metabolisme ialah CO 2 . Untuk ini dibutuhkan 0 2 . Ventilasi. Bilamana paru berfungsi secata normal. Diffusi. Perbandingan tekanan parsial masing-masing gas di saluran nafas sebagai berikut : Anak Udara luar Saluran nafas Unit respirasi Darah arteri Darah vena P0 2 P CO 2 PH 2O PN 2 Total 156 0 15 589 760 149 0 47 564 760 100 40 47 573 760 95 40 47 588 760 40 46 47 627 760 44 Cermin Dunia Kedokteran No. terutama setelah ditemukan alat astrup. tekanan parsial 0 2 dan CO2 di dalam darah akan dipertahankan seimbang. terutama penderita penyakit paru. Orang tua (65 th): 75-85 mmHg Harga normal tekanan parsial CO 2 arteri PaCO 2 35 — 45 mm Hg. 3. sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemeriksaan analisis gas darah penting balk untuk menegakkan diagnosis. 39 1985 . Dewasa : 80 — 100 mm Hg. 2.Peranan Pemeriksaan Analisa Gas Darah Dalam Penatalaksanaan Penyakit Paru Dr. Pertukaran 02 dan CO 2 berlangsung di unit pernafasan di paru-paru yang disebut " asinus" . menentukan terapi. yang berjumlah ± 100. maupun untuk mengikuti perjalanan penyakit setelah mendapat terapi. PERTUKARAN GAS Untuk dapat mempertahankan hidup. Perfusi. Jakarta PENDAHULUAN Paru mempunyai fungsi utama untuk melakukan pertukaran gas. Mintohardjo. Pemeriksaan analisis gas darah merupakan pemeriksaan laboratorium yang penting sekali di dalam penatalaksanaan penderita akut maupun kronis. Pada umumnya metabolisme berlangsung secara aerob. Sama halnya dengan pemeriksaan EKG pada penderita jantung dan pemeriksaan gula darah penderita diabetes millitus. Faktor yang mempengaruhi berlangsungnya pertukaran gas di dalam paru ialah : 1. yaitu mengambil 0 2 dari udara luar dan mengeluarkan CO 2 dari badan ke udara luar. tekanan parsial 0 2 dan CO 2 serta pH darah dapat diukur dengan mudah. jaringan atau sel secara terns menerus bermetabolisme. Amirullah R Biro Pulmonologi RS Dr.000 buah. Dapat digambarkan secara skematis seperti di bawah ini : Harga normal tekanan parsial 0 2 arteri (Pa 0 2 ) : 60 — 90 mm Hg. Dengan majunya ilmu pengetahuan.

Hipoksia sedang PaO 2 30 — 50 mm Hg. c. perfusi). Pneumotoraks. Aspirasi cairan lambung —Tenggelam. Kelainan anatomik dari paru. Fibrosis pulmonum. Perbedaan PA0 2 — PaO 2 tidak berubah. b. TERAPI 0 2 Persoalan yang dihadapi pada pemberian terapi 0 2 adalah. akibatnya PaO2 dan PaCO 2 menurun. Ketidak seimbangan ventilasi dan perfusi terdapat pada penyakit-penyakit : a. Pneumonia — Septikemia —DIC. Sebab-sebab utama dari ARDS a. Hiperkapnea ringan : PaCO 2 45 — 60 mm Hg.Gangguan pertukaran gas Apabila terjadi gangguan pada salah satu faktor atau ketiga faktor yang berpengaruh terhadap terlaksananya pertukaran gas (ventilasi. Sebagai akiba dari gangguan difusi ini. Akhirnya mengakibatkan CO 2 narkosis dengan Cermin Dunia Kedokteran No. 39 1985 45 Janis kelainan Hipoventilasi Kelainan difusi Ketidakseimbarfgan Ventilasi perfusi Right to left Shunt PA0 2 menurun menurun menurun menurun PA0 2 . Hiperkapnea sedang : PaCO 2 60 — 70 mm Hg. Hipoksia dapat dibagi sebagai berikut : a. PaCO 2 dan perbedaan tekanan parsial 0 2 dalam udara alveoli (PA 0 2). Sebagai parameter obyektif yang dipakai ialah apabila PaO 2 < 50 mm Hg dengan tanpa retensi CO 2 . udara pernafasan yang segar tidak dapat dengan bebas keluar masuk ke dalam alveoli. bagaimana cara yang terbaik untuk mengatasi hipoksia tanpa mengakibatkan timbulnya bahaya retensi CO 2 yang akan menjurus kepada CO2 narkosis. . Pada kelainan difusi. yang pertama-tama terganggu ial PaO 2 . Hipoventilasi ditemukan pada penyakit-penyakit : a. Overdosis obat Kegagalan pernafasan kronik Pada kegagalan pernafasan kronik. oleh karena CO2 daya larutnya jauh lebih besar dari 0 2 sehingga daya difusinya lebih besar. c. bertambahnya hiperkapnea dan asidemia. d. emfisema paru dll. Rasio ini pada bagian-bagian paru dapat berubah oleh karena kelainan jaringan paru atau kelainan vaskuler paru. Kegagalan Pernafasan ("Respiratory Failure ')' Yang dimaksud dengan kegagalan pernafasan yaitu suatu keadaan. Kelainan difusi terdapat pada penyakit-penyakit : a. Trombo emboli. b. Trauma —Emboli paru —Kontusio.8 = V/Q. dengan mengukur Pa02. c. Penyakit paru obstruktif' menahun (PPOM = COPD) Kelainan difusi Difusi dapat terganggtl oleh karena kelainan/penebalan dari membrana alveoli kapiler (epitel alveoli. di samping PaO 2 yang rendah disertai dengan PaCO2 yang tinggi (PaO 2 < 50 mm Hg dan PaCO 2 > 50 mm Hg). Akibatnya PaO 2 menurunsedangkan PA0 2 — PaO2 meningkat. Depresi sentral pernafasan akibat obat-obatan atau anestesi b. PAO 2 dapat dihitung dengan rumus Ketidak seimbangan ventilasi perfusi Dalam keadaan normal rasio ventilasi dan perfusi = 0. Penyakit neuromuskuler yang mengenai alat-alat pernafasan. 12—24 jam setelah kejadian timbul sesak nafas (dispnea dan taknipnea) PaO 2 < 50 mm Hg. Hipoksia berat : Pa0 2 20 — 30 mm Hg. c. kita dapat menegakkan diagnosis kira-kira faktor apa yang mengalami gangguan. Hipoventilasi Dalam keadaan hipoventilasi. Kegagalan pernafasan ada dua macam yaitu : Kegagalan pernafasan akut (ARDS) Biasanya terjadi dalam waktu singkat. Flail Chest. Kelaihan oblitratif dari vaskuler paru. b. b. Obstruksi jalan nafas setempat. Hiperkapnea berat : PaCO 2 70 — 80 mm Hg. e. b. c. membrana basalis dan endotelium). Edema paru. difusi. Mengingat CO 2 lebih mudah larut dari 0 2 . Hiperkapnea dapat dibagi sebagai berikut : a. d. Terapi 02 yang diberikan pada penderita dapat mengakibatkan berkurangnya ventilasi.PaO 2 tidak berubah meningkat meningkat tidak berobah/meningkat. c. akan terjadi perobahan di dalam keseimbangan PaO 2 dan PaCo 2 . maka terjadinya gangguan pada PCO 2 disebabkan oleh karena gangguan ventilasi. Fatal apabila PaCO 2 > 80 mm Hg. Penyakit paru restriktif. Terdapat pada penderitapenderita penyakit paru kronik (COPD). Hipoksia ringan : PaO 2 50 — 85 mm Hg. traktus respiratorius tidak dapat mempertahankan oksigenasi darah arteri secara adekuat. d. atau apabila PaCO 2 > 50 mm Hg. PaO2 menurun sedangkan PA02 — PaO 2 meningkat.

Sistim buffer ini dapat mencegah perobahan besar di dalam jumlah H + darah. Hal ini disebabkan membaiknya keadaan hipoksia.35 . Jadi HC1 diikat oleh NaHCO3 dan dijadikan asam lemah dengan demikian pH larutan tetap terpelihara tidak banyak perobahan. oleh karena : 1. sedangkan yang dimaksud dengan basa ialah akseptor ion H.9. Rumus untuk mendapatkan buffer base ialah 41. PaCO2 akan menentukan kadar H2 CO 3 . terapi 0 2 dapat diberikan dengan cara konvensional dengan mempergunakan kanula hidung (low flow 02 system). tetapi kadang-kadang dapat terjadi secara bersama. Di bawah 7. Bilamana ke dalam larutan sistem buffer H2CO 3 + NaHCO3 ditambahkan Hcl. PaCO 2 ditentukan oleh jumlah produksi VCO2 CO2 (VCO 2 ) dan ventilasi alveoli (VA). Apabila ditemukan adanya kegagalan ventilasi. Apabila dengan cara di atas belum dapat kemajuan. Oleh karena itu. Sistem fosfat (H 3PO4 + NaH 2 PO 4 ) Protein mempunyai kapasitas buffer yang paling besar karena 46 Cermin Dunia Kedokteran No. Harga normal buffer base = 45 — 50 m Eq/L. (pH = 7.42 x kadar Hb (dalam garam %). jumlah buffer base tergantung kepada kadar Hb. System Buffer System buffer ialah suatu lamtan campuran asam lemah dan garam asam tersebut dengan basa kuat (misalnya campuran H 2 CO3 + Na HCO 3 ). Gangguan pernafasan.7. Dari reaksi di atas dapat terlihat. Sistem bikarbonat (H 2 CO 3 + NaHCO 3 ) 2. perlu diadakan monitoring analisis gas darah pada waktu-waktu tertentu. oleh karena dapat memberi HCO3 yang dapat bertindak sebagai buffer. Adanya perbedaan antara H + yang dihasilkan dengan kadar H + dalam darah yang rendah.4).000004 m Eq/liter = 40 n Eq. Kedua gangguan ini pada umumnya terjadi secara terpisah.7-7. H 2 CO 3 adalah asam lemah dan akan berdissosiasi : H 2 CO 3F H + + HCO3 Reaksi ini sangat penting .dan 30 — 50 m Eq H + yang harus dikeluarkan oleh ginjal.tanda-tanda stupor dan koma. Sistem hemoglobin (HHb + RHb. Gangguan keseimbangan asam basa dapat disebabkan: 1.25 atau di atas 7. Kelainan [HCO 3 ]. Dengan demikian NaOH dijadikan basa lemah sehingga pH tak banyak berubah. KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA Istilah ini sebenarnya keliru. Di sini penderita bernafas dengan udara biasa yang diperkaya dengan 0 2 . Persentase ini dapat dinaikkan 2% secara bertahap dengan antara waktu 3 — 4 jam. Jadi PaCO 2 = _____ VA Berdasarkan persamaan di atas. Dengan demikian tidak terjadi retensi CO 2 . Pemberian 02 dengan masker venturi. akan terjadi reaksi sebagai berikut: HCl + NaHCO3 -+ NaCl + N 2 CO 3 . Paru adalah organ utama yang dapat mengeliminasi CO 2 dan juga dapat mengatur H 2CO3 dalam darah. Dalam keadaan normal. H2 CO3 = PaCO 2 X 0. 3). sistem buffer campuran larutan H 2 CO 3 dan NaHCO 3 dapat bekerja secara cepat dan efisien.55 harus mendapat terapi. sedangkan yang dimaksud sesungguhnya ialah keseimbangan jumlah ion H. dengan kata lain kadar H+ di dalam larutan yang ada buffernya dipertahankan lebih kurang tetap. terapi 0 2 diberikan dengan kosentrasi 24% dengan aliran udara cepat. yang harus dikeluarkan dari paru-paru. (Respirator). pH darah normal 7. GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA Paru mempunyai peranan penting di dalam mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Perubahan PCO 2 dan keseimbangan asam basa dapat dipengaruhi oleh pernapasan. 2. Batas pH di mana hidup masih bisa dipertahankan yaitu 6. yang memungkinkan hidup. . Dianjurkan setiap pemberian terapi 0 2 harus terlebih dahulu diperiksa analisis gas darah. Buffer base dan BE menunjukkan kelainan akibat kelainan metabolik.6 + 0.03 m Eq/l. oleh karena seakan-akan menggambarkan adanya keseimbangan antara 1 asam dan 1 basa. Sebaliknya bila ke dalam larutan ditambahkan basa kuat (NaOH) akan terjadi reaksi sebagai berikut : NaOH + H2 CO 3 --> NaHO 3 + H 2 O. Selain kita harus selalu memperhatikan keadaan klinis. kadar H 2CO3 dapat mengubah kadar HCO3. dan akan turun apabila terjadi hiperventilasi. dipergunakan alat bantuan pernapasan. Seorang dewasa. Keseimbangan jumlah ion H dipengaruhi oleh campuran larutan „buffer” yang ada dalam darah. . 1). 2).) 4. Gangguan keseimbangan asam basa akibat gangguan pernafasan timbul apabila terjadi retensi atau eliminasi CO 2 yang berlebihan. Kelainan PaCO 2 menunjukkan kelainan yang disebabkan komponen pernafasan. PaCO 2 akan naik apabila terjadi hipoventilasi. Ada tidaknya gangguan asam basa yang ditimbulkan komponen pernafasan dapat dilihat dari harga PaCO 2 . Cara kerja larutan buffer. Jumlah buffer base dari semua sistem buffer dalam darah disebut total buffer base. oleh karena H 2 CO 3 dapat diubah menjadi H 2 0 + CO 2 yang dapat dikeluarkan dengan cepat dan mudah melalui paru. sistem ini disebut sistem buffer. 39 1985 jumlahnya banyak. Kadar ion H dalam darah dipertahankan dalam batas yang sangat sempit ± 0. harus ada satu sistem yang cukup peka yang dapat mengatur supaya tak terjadi perubahan pH yang besar. Ginjal dapat menimbun atau mengeluarkan NaHCO 3 melalui air seni. Yang dimaksud asam ialah donor ion H. dalam satu hari sebagai hasil akhir metabolisme rata-rata menghasilkan CO 2 13000 m Eq. yang merupakan rangsangan baik terhadap pernafasan. Sistem buffer di dalam darah ialah : 1. pH = —Log [H + ] .45. Tetapi sistem buffer bikarbonat mempunyai nilai istimewa. 2. walaupun pada larutan tersebut ditambah basa atau asam. Apabila tidak diketemukan adanya kegagalan ventilasi (PaCO 2 tidak meninggi). Gangguan metabolik. Sistem protein (protein + Na proteinat) 3.

Terjadi penurunan kadar HCO3-. 4. Kenaikan kadar H+ dalam hal ini tidak dapat dibuffer oleh sistem bikarbonat. Kekurangan H+ ini akan dibuffer dengan jalan hemoglobin melepaskan H+. d. Asidosis Respiratorik Akibat dari hipoventilasi. atau akan lebih rendah dari normal kalau tidak terjadi kompensasi. Dengan kata lain pH lebih besar dari normal. Ciri khas dari alkalosis respiratorik ialah a. Asidosis metabolik Mula-mula [ H+ ] normal dengan bufer bikarbonat.masih tetap. >45mmHg Normal Naik <45mmHg Normal Turun Normal <-2m Turun Eq/l Normal >+2m Naik Eq/l. d. 1. Tidak terjadi perubahan jumlah buffer base. Normal Normal Kurang dari 22m Eq/l. PCO 2 naik. PaCO2 turun. Jika HCO3 naik. Naiknya PCO 2 menyebabkan reabsorbsi HCO3 di ginjal bertambah.akan terjadi penambahan H+ /asam. B E normal. Ciri khas dari Asidosis Respiratorik. konsentrasi CO 2 dalam udara alveoli naik.03 x PCO2 turun. atau akan lebih tinggi dari normal kalau tidak terjadi kompensasi. akibatnya PaCO 2 turun. Asidosis respiratorik sinonim dengan hiperkapnea arterial dan hipoventilasi alveolar.H2CO3 -> H+ + HCO 2 3. 39 1985 47 . Alkalosis Respiratorik Apabila terjadi hiperventilasi. Kadar HCO3 naik. kadar CO 2 yang larut akan naik. maka pH turun.Macam-macam gangguan asam basa 1). Yang menarik perhatian ialah. Alkalosis: [H+ ] dalam darah lebih rendah dari normal. kadar HCO3 turun. Jumlah HCO3. 2. berarti total buffer base juga naik. BE normal. akibatnya PaCO 2 juga naik. akan terjadi kelebihan basa dan kekurangan asam. Dengan kata lain pH lebih kecil dari normal . seCermin Dunia Kedokteran No.: 0. Ciri khas dari alkalosis metabolik ialah apabila harga BE lebih besar dari normal (+2). akan terjadi reaksi seperti di bawah ini. kadar CO 2 dalam udara alveoli akan turun. kadar HCO3. kecil dari normal (-2). seterusnya menyebabkan kenaikan [H+ ] dan [HCO3 ] . PaCO 2 naik. setiap 1 buffer Hb digunakan timbul 1 buffer bikarbonat. Setiap 1 buffer HCO3 terpakai. CO 2 + H2O. tetapi akan dibuffer oleh sistem hemoglobin. Metabolik asidosis dapat dinyatakan apabila BE lebih Asidosis Respiratorik primer Mula-mula PCO 2 naik. c. dengan demikian reaksi NO 2 akan bergeser ke kanan sehingga 6anyak H+ yang terpakai. Asidosis: [ H+ ] dalam darah lebih tinggi dari normal. 2).HHb + HCO3PaCO2 naik. Apabila terjadi pengurangan H+ (pada penderita muntahmuntah di mana HC1 banyak hilang). mengakibatkan pembentukan H 2 CO3 naik. Mekanisme buffer H+ + Hb -> HHb. Alkalosis respiratorik sinonim dengan hipokapnea arterial dan hipoventilasi alveolar. Apabila terjadi asidosis laktat atau keto asidosis. Rasio HCO3. b. H 2 CO 3 + Hb . a. Alkalosis metabolik Mula-mula kadar H+ normal dengan sistem buffer bikarbonat. Lebih dari 22mEq/1 Turunnya PCO 2 mengakibatkan CO 2 yang larut turun. Tidak terjadi perubahan buffer base. b. Selanjutnya akan terjadi reaksi seperti di bawah ini. terbentuk 1 buffer Hb . sehingga terjadi kekurangan basa dan kelebihan asam.akan naik pada waktu terjadi proses buffer. c. Ciri khas dari Asidosis dan Alkalosis Keseimbangan asam basa Asidosis Respiratorik Alkalosis Respiratorik Asidosis Metabolik Alkalosis Metabolik PaCO2 BE HCO 3 Standar Bic..

03 x PCO2 naik. Kompensasi asidosis respiratorik primer adalah alkalosis metabolik kompensatorik. menentukan terapi dan follow up dari pemberian terapi.4 gangguan primernya adalah alkalosis. Karena kompensasi biasnya tidak menjadi pH menjadi normal. maka gangguan primernya adalah asidosis. Apabila pH kurang dari 7.4. RINGKASAN ] 1) Telah dibicarakan secara ringkas tentang peranan pemeriksaan analisis gas darah dalam penatalaksanaan penyakit paru. maka pH naik. Sebaliknya apabila pH lebih rendah dari 7. 4) Telah dibicarakan gangguan keseimbangan asam dan basa sebagai akibat kelainan fungsi paru. maka masalah tersebut dapat diatasi dengan melihat pH nya.4. maka pada penderita asidosis respiratorik tindakan yang dapat kita kerjakan ialah dengan memperbaiki jalan nafas. Kadang-kadang terjadi kesulitan untuk menetapkan gangguan mana yang primer dan mana yang kompensasi. Setelah kita mengerti proses timbulnya asidosis respiratorik dan juga mekanisme kompensasi yang terjadi.03 x PCO2 turun sehngga pH turun mendekati normal.hingga kadar HCO 3 naik. Rasio HCO3 : 0. 3) Kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penilaian keseimbangan asam dan basa ialah ketidaksamaan pengertian istilah fositas dan alat laboratorium.03 x PCO 2 naik sehingga pH naik. Asidosis metabolik primer ] normal. Kompensasi alkalosis respiratorik primer adalah asidosis metabolik kompensatoris. maka rasio HCO 3 : 0. Turunnya PCO2 menyebabkan sekresi HCO3 di ginjal turun. Mula-mula PCO 2 turun. umumnya kompensasi hanya menyebabkan pH mendekati normal. naik mendekati normal. maka rasio HCO3. 48 Cermin Dunia Kedokteran No. sehingga kadar HCO3 turun. 5) Telah dibicarakan ciri khas asidosis dan alkalosis. bukan dengan pemberian bikarbonas natrikus. kadar HCO3 masih normal.: 0. Pada . 2) Pemeriksaan analisis gas darah sangat penting artinya dalam menegakkan diagnosis. Kompensasi alkalosis metabolik primer adalah asidosis respiratorik kompensatorik. Sebagai batas diambil harga pH 7. Kompensasi asidosis metabolik primer adalah alkalosis respiratorik kompensatorik. biasanya hanya mendekati harga normal. 39 1985 .

5.KEPUSTAKAAN 1. 8. 6. Cherniak. Murray. Eldridge. A Method of controlled oxygen administration with reduces the risk of carbon dioxide retension. Studies of oxygen Administration in Respiratory Failure. 63 : 818. Beberapa masalah dasar dalam keseimbangan asam basa. Qosta Booth.Tronto W. Phildelphia . A Single Nasal Prong for continuous Oxygen Terapy. 2.199 : 178. 9. Karyadi Wiryoatmojo. The normal lung. The Basis For Diagnosis and treatment of pulmonary desease. 7.B Saunders Company. The retional use of oxygen in respiratory insufficiency.London . Donohue. Acid-Rase and Electrolyte Balance Wolte Medical. 12. Lancet 2. Control Low Flow Oxygen in Management of acut Respiratory Failure. Boston Massachusetts: Harvard Medical School 1976. 64 : 146. 1960. Bagian Anestesiology UNAIR. 39 1985 49 . Camp Bell. 1970. London Pulications Ltd : 1975. Ann Int Med 1960. 4. Petty. Chest 1973. 68 : 569. Jama 1967. Hurber C. Chest 1973. 151 — 275. 3.L. Cermin Dunia Kedokteran No. Atrial Blood Gas and Acide Base Physiology.

sebagaimana obatobat lain pada umumnya.Perbandingan Efek Samping Haloperidol dan Chlorpromazine Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Panda Lumban Gaol. (3) tidak memiliki kontra indikasi untuk pemberian haloperidol dan chlorpromazine. 39 1985 . dermatologik (reaksi kulit alergi. reaksi fotosensitivitas dan pigmentasi kulit) dan kejangkejang (seizure). 2 kasus drop out sebab pulang atas permintaan sendiri sebelum 4 minggu perawatan.5 mg). efek kolinergik misalnya mulut kering). dan chlorpromazine 300 mg (3 kali 100 mg) peroral/hari.5 mg (3 kali 1. Bahagia Loebis. Kasus-kasus dengan nomor urut ganjil memperoleh pengobatan haloperidol dan nomor urut genap memperoleh chlorpromazine. dan setelah pasien tenang dilanjutkan dengan peroral. akatisia.syarat di atas dimasukkan ke dalam penelitian ini. Dosis haloperidol dimulai dengan 4. Semua kasus-kasus yang memenuhi syarat . hematologik dan oftalmologik. Sulastri Effendi dan Syafri Yusuf Jurusan Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/RS Dr. Pirngadi Medan PENDAHULUAN Pada setiap pemakaian obat antipsikotik. Selama perawatan diperiksa timbulnya efek samping seperti yang ada dalam kepustakaan1-6 yaitu sedasi. autonomik (hipotensi postural. Penambahan obat setelah 3—5 hari dengan kenaikan 35—50% dari dosis awal sampai dicapai dosis optimal1 Pada kelompok haloperidol. 5 0 Cermin Dunia Kedokteran No. BAHAN DAN CARA KERJA Kasus-kasus yang dirawat di bangsal Bagian Psikiatri FKUSU/RSPM (dari tanggal 1 Oktober 1983 — 30 April 1984) dengan diagnosa Skizofrenia Paranoid (mempergunakan Kriteria Feighner dan DSM III) dimasukkan ke dalam peneliti an ini : (1) jenis kelamin laki-laki. reaksi distonia). Pada pasien-pasien yang gaduh gelisah diberi pengobatan parenteral selama 2—3 hari dengan haloperidol 20 mg (4 kali 5 mg). Tulisan ini berisi penelitian mencari efek samping yang timbul pada pemakaian obat haloperidol dan chlorpromazine pada pasien Skizofrenia Paranoid yang dirawat di Bagian Psikiatri FK-USU/RSPM. sedang efek samping yang tak diperiksa yaitu kardio -vaskuler. atau chlorpromazine 400 mg (4 kali 100 mg). ekstrapiramidal (parkinsonisme. (2) tidak menderita Sindroma Otak Organik. walaupun di sini efek samping tersebut tidaklah membahayakan6 . hepatitis. mungkin timbul efek samping1-6 . dan (4) perawatan sedikitnya 4 minggu. Syamsir BS. genitourinaria (gangguan eyakulasi).

sedang pada kelompok chlorpromazine. Comparison of Neuroleptics in Haloperidol Update : 1958 – 1980. pp. yaitu mulut kering seorang. Publishers. 2nd ed. Karena dosis tak begitu tinggi. pp 141–148. Ekstrapiramidal Parkinsonisme 2. Antispychotic Maintanance Treatment: Indications. Autonomik Antikolinergik mulut kering 3 – Hari timbulnya 2. yaitu parkinsonisme 3 orang. sedang efek samping lainnya di luar itu Cermin Dunia Kedokteran No. Baltimore: The Williams and Wilkins Coy. terlihat distribusi usia dan berat badan dari kedua kelompok itu adalah sama. pp. 1975. Sulfas Atropine 2. Rao VAR and Copen AJ. Monotherapy for Schizophrenia in Haloperidol. sedang pada kelompok chlorpromazine.9 mg telah dijumpai efek samping. efek samping yang timbul nampak lebih banyak pada kelompok haloperidol. Terlihat lebih banyak efek samping ekstrapiramidal pada kelompok haloperidol dan efek samping lainnya (mulut kering) lebih banyak pada kelompok chlorpromazine. 39 1985 51 . May PRA. 1980. 6. sulfas atropine injeksi 0. dosis yang adekuat yang digunakan untuk kelompok haloperidol adalah 5.25 mg dan trihexyphenidyl 186 mg (3 kali 1 tablet a 2 mg). KEPUSTAKAAN 1. pp. yaitu pada kelompok haloperidol 3 orang dengan sindroma ekstrapiramidal yang timbul pada hari ke-2. autonomik. 1. sedang penanggulangannyapun memerlukan antidotum yang lebih banyak. sedang pada kelompok chlorpromazine diperoleh seorang dengan efek samping sindroma ekstrapiramidal yang timbul pada hari ke-10 dan dengan mulut kering (autonomik. Terapi terhadap efek samping Jenis obat 1.8 mg. 15–30. RINGKASAN DAN KESIMPULAN Dengan dosis hingga optimal untuk kelompok haloperidol 5. antikolinergik ) yang timbul pada hari ke-5. 10 – Chlorpromazine Jumlah Hari kasus timbulnya 1 1 10 5 lebih banyak pada chlorpromazine dan yang serupa potensinya atau yang lebih rendah6 . 5. Terapi terhadap efek samping pada kelompok haloperidol adalah sulfas atropin injeksi 0. Efek samping tak begitu banyak dijumpai karena dosis tak begitu tinggi dan kasus hanya sedikit. 1980. 2. 923–938. Trihexyphenidyl Jumlah kasus 1 3 mg 0. trihexyphenidyl 44 mg (3 kali 1 tablet a 2 mg).8 mg dan chlorpromazine 429 ± 124. Menurut ahli-ahli perbandingan tersebut adalah 1 : 70 3 . New York: Basic Book Inc.6 Pada tabel 3.4.25 186 Jumlah kasus – 1 mg – 44 DISKUSI Pada tabel 1. pp. Baltimore: Ayd Medical Communications. Antipsychotic Drugs in Comprehensive textbook of Psychiatry vol.dibandingkan dengan chlorpromazine hanya dengan trihexyphenidyl 44 mg. Schizophrenia : Overview of Treatment Methods in Comprehensive Textbook of Psychiatry vol. 2 nd ed. 4.Tabel 3 : Efek samping yang timbul pada kelompok haloperidol dan chlorpromazine Efek samping Haloperidol Jumlah kasus 1. 1921 – 1941. yaitu pada kelompok haloperidol. 5 dan hari ke-10. 3.25 mg ditambah trihexyphenidyl 186 mg. S. 1974. 5. 1975. di sini terlihat potensi ekuivalennya 1 : 79. 652–675. parkinsonisme seorang. Up Date: 1958–1980. pp 127–140. 3. 2 nd ed. Ahli-ahli menyebut bahwa efek samping haloperidol sebagaimana antipsikotik lain yang berpotensi tinggi lainnya dijumpai sindroma ekstrapiramidal adalah lebih banyak. Baltimore: The Williams and Wilkins Coy. sedang pada kelompok chlorpromazine adalah 429 ± 124. Guidlines and Relaps in Haloperidol Update: 1958–1980. Lehmann HE Physical Therapies of Schizophrenia in American Handbook of Psychiatry vol. Baltimore: Ayd Medical Communications. 1980.4 ± 1. Davis JM and Cole JO. walaupun ini belum satu kesimpulan karena jumlah kasus sedikit. timbulnya efek samping tak begitu banyak dijumpai. Kammen DDP Van. 2. Pada tabel 2.4 ± 1. Zavodnick S. yang lain mengatakan 1 : 50 5 atau 1 : 40 1.9 mg. Baltimore: Ayd Medical Communications.

di Desa Sukawati. Padangsambian dan Trunyan (Rasidi dkk. Med. Desa ini berpenduduk 1112 orang. tinja diambil seujung lidi lalu dioleskan di atas kaca objek yang telah ditetesi larutan eosin. **Dosen Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Unud Denpasar.Prevalensi Infestasi Nematoda Usus di Desa Suter Bali Drs. NT Suryadhi MPH*** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar.* Dr. Selanjutnya biakan dieram pada suhu kamar dan pada hari ke—5 biakan diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan jenis larvanya.* Dr. Caranya: tinja dipoleskan pada kertas saring. PENDAHULUAN Infestasi nematoda usu hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. 1981). 39 1985 . Kami memilih Desa Suter yang termasuk wilayah kecamatan Kintamani kabupaten Bangli sebagai objek penelitian. Dasar kantong plastik dibuat runcing sehingga berbentuk segitiga . semua sediaan yang positif cacing tambang dilakukan pembiakan dengan cara modifikasi Harada Mori (Kosin). Med. Cara membuat preparat. ** Drs. Ketut Nqurah. Cara kerja: semua spesimen tinja diperiksa secara langsung (preparat langsung) memakai larutan eosin. maksudnya agar larva yang menetas nanti akan mengumpul pada bagian yang runcing. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka riset institusional Kerja Sosial Kesehatan (KERSOSKES XII) FK Unud (1 — 6 Juli 1985) dengan tujuan untuk menambah dan melengkapi data yang sudah ada. semi urban dan urban. Bahan diaduk sampai merata. *** Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unud Den pasar. IBM Swabawa. kotoran dan serabut yang kasar dibuang. Necator americanus dan transmitted helminths) yang prevalensinya tinggi di daerah-daerah pedesaan. Trichuris trichiura. Pengaruh keadaan sanitasi lingkungan biasanya sejajar dengan sosial ekonomi sehingga prevalensinya akan berbeda pada tahap sosial ekonomi yang berlainan Di beberapa desa di Bali telah dilakukan penelitian mengenai prevalensi cacing ini. antara lain di Desa Kedisen (Bakta dkk. Eddy Hartono.* AAMD Setiadi. Pengambilan sampel berdasarkan proportional random sampling dengan menggunakan tabel bilangan random pada tiap-tiap keluarga. kemudian dimasukkan ke kantong plastik yang berisi air steril. 52 Cermin Dunia Kedokteran No. MATERI DAN METODE KERJA Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 153 spesimen tinja yang diambil dari 153 orang penduduk Desa Suter. yaitu Ascaris lumbricoides. 1979) 2. terdiri dari 248 Kepala Keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Ada empat spesies yang sering menginfeksi manusia. kemudian sediaan ditutup dengan kaca penutup dan diamati di bawah mikroskop untuk menemukan telur-telur cacing.3 .

57% T. lumbricoides.7%. americanus 89.27).14 Ct 16. cacing tambang dan infeksi campuran. Penanggung Jawab Umum KERSOSKES XII 65. baik pada kelompok laki-laki maupun kelompok wanita (tabel 3). yakni 82. 11.4 . cacing tambang dan infeksi campuran didapatkan tinggi pada kelompok petani dan kelompok tidak bekerja (tabel 5). prevalensi A.4 30.33 70. trichiura. Joseph et al (1978) di Malili Sulawesi Selatan mendapatkan angka prevalensi A.00 %) (tabel 4).00 26.36 %. 21. duodenalis). Prevalensi infestasi nematoda usus berdasarkan jenis pekerjaan.4% dan cacing tambang 23.00 % A.77% dan infeksi campuran 21. 25. Dari sediaan yang berhasil dibiakkan ini didapatkan angka prevalensi Necator americanus 33. lumbricoides tertinggi dijumpai pada kelompok tidak tamat SD (70.00 25. Hasil ini ternyata berbeda dengan hasil-hasil penelitian terdahulu.50 79. duodenalis 0.57 % campuran. Juwono dkk (1973) di Surabaya mendapatkan angka prevalensi A. patogenitas dan responnya terhadap pengobatan. Juttijudata et at (1961) di Thailand mendapatkan angka prevalensi N.00 29. Prevalensi T.8 % (13) Sumantri et al (1981) pada anak Sekolah Dasar di pedesaan mendapatkan angka prevalensi N. duodenalis 46.5 Ct 23.60 0.9 . trichiura. Andajaningsih (1971) di Subang Jawa Barat mendapatkan angka prevalensi N.3 % dan A. prevalensi A. Telah dilakukan penelitian mengenai prevalensi infestasi nematoda usus di desa Suter Bali dengan hasil : 65m35 % A.00 12. maka masih perlu dilakukan penelitian. lumbricoides 40%.14 %). Prevalensi infestasi nematoda usus berdasarkan tingkat pendidikan. Mengingat kedua spesies cacing tambang berbeda dalam hal prevalensi. KESIMPULAN. trichiura. di Desa Suter Bali didapatkan angka prevalensi A.47 Tabel 6. didapatkan angka prevalensi Ascaris lumbricoides 65.57% (tabel 1). ternyata dari 18 sediaan yang positif cacing tambang berhasil dibiakkan 15 sediaan.8 41-90 25. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan Unud beserta staf. duodenalis dan 6. tingkat sosial ekonomi dan tingkat pendidikan. Denpasar Ba1i Denpasar Ba1i Ba1i Kedisan Bali Suter Bali Angka prevalensi (%) Al 81. americanus 78 % dan A.77 Begitu pula bila dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian di luar Bali. Trichuria trichiura 21. lumbricoides tertinggi pada kelompok umur 20 . Persentase spesies cacing tambang (hasil biakan modifikasi Harada Mori). americanus 83. lumbricoides. mungkin disebabkan oleh perbedaan keadaan geografik.67 % campuran (N.00 32. lumbricoides 74%. Angka prevalensi ura 65% dan cacing tambang 62% Cermin Dunia Kedokteran No.5 85-91 40.41 Ct 15.00).77 : 15. Sedangkan T.67 Necator americanus Ancylostoma duodenalis Campuran (N.29 tahun.00 3.7% (8) Putrali et al (1977) di Banggai Sulawesi Tengah memperoleh angka prevalensi A.57 Campuran 18. duodenalis 10.76%.57 11. Nama peneliti Tabun publikasi 1977 1979 1979 1980 1980 1981 Tempat penelitian.00 67.33 % N.94 Campuran 22.57%.00 0. Prevalensi T.2 % dan A.3. Kalau ditinjau dari segi pendidikan. Ancylostoma duodenalis 60. T. americanus + A. Agar lebih jelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.02 0.00 0. sanitasi lingkungan.4 91 77.41 Angka prevalensi (%) Tt 21. americanus + A.00 6.8 Tt 65.2 % dan A.3 21.77 % cacing tambang dan 21.00 24. duodenalis 12% (14) Sedangkan di Bali belum ada data penelitian mengenai identifikasi larva cacing tambang. duodenalis) 6.33 %. trichi(10) .7 82.Tabel 4. trichiura tertinggi pada kelompok tamat SD (32.86 Angka prevalensi (%) Tt 16.55 23.8 % (12) Harun Machfudin (1973) pada bedah mayat di Jakarta menemukan N. lumbricoides didapatkan lebih tinggi pada kelompok wanita daripada keloinpok laki-laki (70. Jika dilihat berdasarkan kelompok umur.33 60.00 % dan campuran (N. lumbricoides.00 %).5 59 64.00 2. Hasil ini berbeda dengan hasil-hasil penelitian di Bali terdahulu(2) .5 100 90 72.penelitian selanjutnya.10 0. americanus 62. 39 1985 53 . 60. hasilnya akan berbeda. prevalensi A. Spesies cacing tambang N = 18 (%) 33.06 0. Sedangkan prevalensi cacing tambang dan infeksi campuran didapatkan hampir sama.2 % (11) . Hasil pembiakan dengan cara modifikasi Harada Mori (Kosin) untuk identifikasi larva cacing tambang. trichiura lebih tinggi pada kelompok laki-laki daripada kelompok wanita (28.67 % (tabel 6). Pendidikan N = 153 Al Tidak pernah sekolah SD tidak tamat SD tamat 61. Jika dilihat berdasarkan pekerjaan.00 10.00%). americanus + A.00 0.7). Sedangkan cacing tambang didapatkan tertinggi pada kelompok yang tidak pernah sekolah (16. trichiura 15. trichiura 44% dan cacing tambang 65% (9) . T.94. Pekerjaan N = 153 Al Petani Wiraswasta Jasa Tidak bekerja 66.36 21.57 Campuran R a i dkk Rasidi dkk Bakta dkk Soesanto dkk Stafford dkk Bakta dkk Eddy dkk yang bervariasi dari satu daerah dengan daerah lain ini. americanus. cacing tambang 11. duodenalis) PEMBICARAAN Dari 153 sampel tinja yang diperiksa. prevalensi tertinggi didapatkan pada kelompok umur 60 tahun ke atas (tabel 2).00 Tabel 5. Hasil pembiakan cara modifikasi Harada Mori (Kosin) untuk identifikasi larva cacing tambang adalah : 33.67 24. demikian pula dengan infeksi campuran (25. T. T.0 13.00 : 60. Bila dilihat dari jenis kelamin.

Medka No. Th. 1980 : 129. Kepala Laboratorium Parasitologi FK Unud beserta staf. Andajaningsih P. Prevalensi Beberapa Nematoda Intestinal pada Penderita-pender0ta di Bagian Penyakit Dalam RS Dr. 1977. Cerf BJ. 1979. Para Pemuka Masyarakat beserta masyarakat Desa Suter. 10. 4. 3 : 451. 11. 1981. Soetomo. 1980. 7.123-128. 8. 54 Cermin Dunia Kedokteran No. Naskah Lengkap KOPAPDI II Surabaya. 1978. 6. 10—35. 29 : 3-5. Bandung. 1971. 1977. Soesanto Moetrarsi. Intestinal parasit in villages of Bali. 12.FK Unud. Jenis-jenis Cacing Ancylostomidae dari penderita Ancylostomiasis yang berasal dari penduduk daerah perkebunan Subang. 9 : 264. Bakta IM dkk. Survey pendahuluan mengenai prevalensi infestasi parasit-parasit intestinal di Laboratorium Kesehatan Denpasar. Berkala Ilmu Kedokteran XII : 1980. KEPUSTAKAAN 1. Rai T dkk. 5. 1961. 10. Prevalensi beberapa nematoda intestinal pada penderita di Bagian Penyakit Dalam RSUP Sanglah Denpasar. A study on intestinal helminthic infection of a rural community in Bali. 6. 8 : 375. South Sulawesi (Celebes) Province. Bakta IM dkk. 1973. 13. 1979. J Nat Research Council of Thailand 2 No. 14. Th. Rukmono B. Putrali. 1981. Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unud beserta staf. Sumantri AG dkk: Ancylostomiasis and It s' Problem in Indonesia The Southeast Asian J Trop Med Pub Hltj. Stafford EE et al. Panitia KERSOSKES XII FK Unud beserta rekan-rekan yang ikut berpartisipasi sehingga penelitian ini dapat terlaksana. 1973. Majalah Kedokteran Indonesia. Naskah Lengkap Simposium Penyakit Infeksi Surabaya. 9. 676. 39 1985 . Rasidi R dkk. 3. Majalah Kedokteran Indonesia. Pemberantasan Cacing usus yang ditularkan melalui Tanah. 12.5—6 : 59-69. Joseph SW et al : Human Parasitoses of the Malili area. Majalah Kedokteran Udayana. 11 : 319—323. Indonesia. Ketua Senat Mahasiswa. Juttijudata et al : A survey intestinal helminthic infections at Nabon rubber plantations Nakorn Sritharmaray South Thailand. Medika No. Southeast Asian J Trop Med Pub Hlth. 3. J et al: Intestinal and blood parasites in the Banggai Kabupaten. Southeast Asian J Trop Med Pub Hlth. Juwono R dkk. 7. Prevalensi Infestasi Nematoda Usus di Desa Kedisan Bali. 2. Southeast Asian J Trop Med Hlth. 4. Tesis Lembaga Parasitologi Unpad. Indonesia. Central Sulawesi Indonesia. Human Parasitoses in Bali. Harun Machfudin: Cacing-cacing intestinal manusia yang didapat dari bahan autopsi di Jakarta.

ahli bedah dapat mengurangi kemungkinan kerusakan kulit dan deformitas bentuk. makin bagus kualitas kulit. juga tak pernah dilaporkan. anehnya. dan harus diberi konseling sebelum dan sesudah operasi. Pada tingkat ini. sempat didemontrasikan di Indonesia oleh ahli-ahli dari Perancis. Yang paling tak memuaskan hasilnya ialah tindakan pada daerah lengan. hasil yang memuaskan dapat diharapkan. ii : 192-3. Embolisme lemak. Gantungan lemak di dagu dan muka dapat sedikit dikurangi dengan kanula yang kecil sekali. Dengan mengarahkan lubang-lubang itu ke arah timbunan lemak dan tidak ke arah kulit. pada setiap tindakan. Infeksi rekuren kadang sembuh spontan setelah dua tahun atau lebih. pada pasien maupun keluarganya. namun juga akibat nekrosis lemak. dan pasien cocok untuk anestesi-anestesi regional ataupun anestesi umum. menyebabkan perubahanperubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Kini. sehingga ia dapat berkontraksi secukupnya setelah tindakan selesai. bahkan pada pasien yang berusia 70 tahun. Ini. iregularitas permukaan dapat dicegah. Furunkulosis akibat stafilokokus cenderung kumat-kumat. Lemak di dinding abdomen dapat pula ditangani dengan cukup baik pada kasus-kasus yang cocok. Tapi.PERKEMBANGAN Tindakan Membuang Lemak Tindakan bedah untuk membuang deposit lemak yang berlebihan dengan cara menyedot sering disebut sebagai suction lipectomy. cukup rendah. Cuma sedikit trauma yang mengenai pembuluh-pembuluh darah subdermal. Kanula itu berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Pada umumnya. Seperti halnya dengan pembedahan estetik lainnya. namun di sini penyedotan lemak harus. paha. penerapan yang terutama ialah untuk memberi badan bentuk yang baru. Mulamula teknik ini dimulai sebagai kuretase tajam. masih ada juga yang menyuntikkan cairan garam hipotonik mengandung hialuronidase untuk tujuan itu. liposuction. Tapi. Oleh sebab itu. ialah bentuk kontour badan yang tak sesuai dengan keinginan pasien maupun operator. lalu ditambahkan penyedotan. tapi semua punya lubang — satu atau lebih — di dekat ujung. dan lutut — daerah-daerah yang biasanya refrakter terhadap diet. atau suction lipexeresis. Ini umumnya disebabkan karena seleksi pasien yang kurang baik. belum pernah dijumpai. dan jaringan lemak dapat banyak dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali dengan cara ini. Maka tempat-tempat karier kuman itu . beberapa individu punya tempat karier yang lain. Bisul Kronis Bisul-bisul kronis tak jarang menimbulkan kejengkelan bagi pasien. Bila kriteria ini dipenuhi. Penyedotan lemak terbukti bermanfaat buat ahli bedah plastik yang akan menipiskan jaringan yang akan ditransfer sebagai flap bebas atau pedicle flap. yang sebanding dengan luasnya tindakan tadi. Insidensi komplikasi lokal. pasien untuk penyedotan lemak ini harus diseleksi dengan cermat. Staphylococcus aureus dari strain tertentu. agar patogen tersebut dapat dimusnahkan. Ada juga yang memakai cairan garam isotonik ditambah lignokain plus adrenalin di samping hialuronidase. yang merasa tak berdaya terhadapnya. Tapi ini dapat diatasi dengan penggunaan pembalut penekan. atau di-tap lokal. dianjurkan untuk membatasi pengambilan sampai sebanyak 2 kg. Penyedotan lemak hanya dibenarkan bila usaha itu telah dilakukan dengan saksama. seperempat pasien akan Cermin Dunia Kedokteran No. Apa saja komplikasinya ? Berkurangnya massa lemak di sini bukan hanya akibat pembuangan lewat kanula. 39 1985 55 . Tindakan ini beberapa waktu yang lalu. mesti dicari sampai ketemu. pada satu sisi. seperti prosedur fce-lifting. Penyedotan dilakukan dengan memberikan tekanan vakum sebesar 15 — 30 cm Hg. dan bagi dokter. suction lipoplasty. seperti shock atau ketidakseimbangan metabolik. Namun. di mana organisme itu berkembang biak lalu menyebar ke seluruh permukaan badan. dan sering menyebabkan sepsis superfisial di luar rumah sakit. bersama dengan ruang yang diakibatkan oleh lewatnya kanula. tentu saja. terutama golongan faga II. Tapi. makin besar harapan keberhasilan. amat mudah menyebar. oleh sebab itu. atau kesulitan teknis. ke kulit si pasien atau ke masyarakat.dipandang sebagai tambahan saja terhadap prosedur kosmetik yang diakui. dewasa ini. yang dimasukkan lewat insisi di kulit — yang kecil saja dan di tempat yang tak mengganggu mata — lalu lemak subkutan yang "berlebihan " disedot. dan masih ada daerah-daerah yang refrakter terhadap pengurangan diet. Reservoir umumnya ialah hidung. Namun. Yang paling penting ialah harus diyakinkan bahwa kulit si pasien cukup baik kualitas dan tonusnya. yang dipakai adalah kanula tumpul. efek yang berbahaya. Pembentukan seroma dapat mempersulit penyembuhan. seperti hematoma atau infeksi. pemecahan masalah terbaik buat obesitas adalah melalui diet yang ketat. kebanyakan ahli memilih teknik kering — yaitu dengan menyisipkan kanula tanpa menginfiltrasi daerah lemak dengan zat pengemulsi. Hasil-hasil yang paling memuaskan dicapai di daerah pinggul. Lancet 1985. Bila tekniknya benar. Komplikasi yang paling utama. dan saluran getah bening. Kini. misalkan perineum. yang tak kunjung sembuh. bila di dalam keluarga tersebut ada anggota yang membawa kuman Staphylococcus aureus di hidung atau kulitnya. saraf. makin muda.

pemakaian shampo antibakteri. Dari hasil pengamatannya. serta perubahan sikap para staff. dan pakaian. Dari 80 pasiennya yang bisulan kronis. mengalami bisulan yang kumat . mungkin perlu dilakukan kuman Stagilokokus itu dari 16 pasien (80 %).kumat. dn pasien bisulan lagi. Hedstrom menganjurkan pemKementerian kesehatan harus mempunyai kebijakan khusus berian terapi awal berupa penisilin yang stabil terhadap betamengenai teknologi—melahirkan—tepat—guna untuk pelayanan laktamase atau obat anti-stafilokokus lainnya selama 10 — 14 hari. intervensi perlu seminggu dalam sebulan. Anggota keluarga yang merupakan karier harus dicari dan ditangani seLancet 1985.benar. pelaksanaan. dan ibu-ibu. Salep itu di. Anggota evaluasi dari perawatan tersebut. Seluruh masyarakat harus diberi informasi tentang berbagai Ada yang tak setuju pemakaian asam fusidat sendirian saja sebagai profilaksis. sprei dalam profilaksis topikal. Tiap wanita punya hak akan perawatan ante-natal dan ia hidung dan berbagai tempat lain di kulit pada 20 pasien. Negara-negara perlu mengadakan survei bersama untuk hidung dan tempat karier. Kelahiran adalah proses yang alamiah rekuren itu daripada antibiotika sistemik saja.S aureus yang resisten terhadap metisilin. Strain itu dioleskan setiap hari selama 5 hari pada levan buat pelayanan perinatal di seluruh dunia. dan memahami profilaktik. Dua puluh pasien lainnya dikelola dengan salep asam nya. Antibiotika sistemik mungkin dapat mengontrol infeksi akut.negatif. sosiologi. Teknologi Melahirkan Tepat Guna 56 Cermin Dunia Kedokteran No.obat yang rendah lebih cenderung menjadi resisten. dan mereka perubahan -perubahan dalam struktur sistem pelayanan kekemudian bebas infeksi. Asam fusidat ini membasmi usul berikut ini dapat diterapkan. dan 8 lainnya bebas infeksi termasuk keikutsertaan dalam perencanaan. emosional. selama 4 — 15 bulan. Hedstrom (1985) pernah mengutarakan pengalamannya menggunakan berbagai terapi pada kasus-kasus yang bandel. 39 1985 . Pada 4 pasien sisanya. dan selama 2 — 3 tahun. dihadiri oleh lebih dari 50 peserta beda hasilnya dengan terapi selama 2 bulan.1 %) dan neomisin sulfat (0. secara bulat dihasilkan usul mencegah rekolonisasi. ahli obstetri. Zat-zat Ia cenderung Iebih sulit menyebabkan resisten daripada asam fusidat. ahli pediatri. faktor-faktor sosial.5 tahun Bulan April lalu. Hanya ada satu strain S aureus yang REKOMENDASI UMUM resisten terhadap asam fusidat. golongan faga 94/96. Namun demikian. untuk kemudian bisulan lagi.bakterial topikal sering dipakai dalam usaha memusnahkan reservoir infeksi itu. walaupun awalnya zat antibaktero topikal yang baru. Ternyata. anggota ke. Pemberian terapi selama 10 — 14 hari tak beryang diadakan di Brazil. dan redislagi setelah 1 tahun. Kadang kala. yang dipakai tunggal dalam profilaksis tuberkulosis. infeksi kumat sehatan yang ada. dapat lebih efektif mengontrol infeksi perhatikan benar . sehingga tiap wanita yang resisten. dan psikologis harus difusidat. silat yang aktif tprhadap bakteri gram-positif dan gram . psikolog. ahli ekonomi. Untuk dapat memahami bagaimana cara memberi perawatan ante-natal yang semestikeluarga tidak diberi terapi. Alasan ini kurang kuat bila kita memakainya dapat memilih jenis perawatan yang dikehendakinya. ia telah terbukti anti. pasien telah menderita infeksi rekuren ini selama 3. Tempat karier lainnya juga harus ditangani. 'kehamilan tanpa-risiko "pun oleskan pada bagian anterior lubang hidung dua kali sehari dapat disertai komplikasi juga. serta handuk mesti sering dicuci dan disetrika. untuk mencegah rekolonisasi hidung. Bahkan dengan penanganan ini pun lubang hidung anterior dan tempat karier lain masih dapat di-rekolonisasi. Namun kepatuhan pasien kapan dan pertolongan apa yang dibutuhkan untuk memsangat penting. Bersama dengan itu dioleskan salep asam fusidat pada kesehatan swasta maupun nasional. Dipakai sebagai krim di hidung.5 %) dapat dioles. Misalkan saja. Pemakaian lanolin sebagai antara lain dengan membersihkannya dengan antiseptik salep-dasar mungkin dapat merupakan pendekatan baru kulit. Formulasi yang ada memakai politen glikol sebagai base. Ia dapat diibaratkan INH. semuanya diakibatkan oleh organisme tribusi dari sumber fisik dan manusia yang ada. Ini. pada pasien dan anggota keluargamengevaluasi teknologi perawatan kelahiran. Hedstrom juga meneliti manfaat inokulasi tempat karier yang mewakili para bidan. karena ia dapat menimbulkan mutan prosedur dalam perawatan kelahiran. Setelah mengulas secara teliti teknologi yang ada buat proses melahirkan. Patogen itu dapat dibasmi pada 8 pasien. Si ibu dan keluarganya perlu dianjurkan agar melakukan setelah pemberian antibiotika dulu.ii: 81—82 perti di atas. ahli epidemiologi. karena organisme yang terkena konsentrasi perbaiki keadaan kehamilan. dan kemudian sebagai perawatan -sendiri dalam masa perinatal. Mupirosin. dalam 2 hari. adalah asam monokarbokmenunjukkan respons yang baik terhadap pengobatan. dan sesudahnya. Konperensi itu. nya yang karier. sesudahnya. Agar usulluarga yang karier juga diobati. Rata-rata. krim yang mengandung berhasil mengendalikan outbreak infeksi di rumah sakit oleh klorheksidin (0. seminggu setiap bulan. (Teknik ini pernah dicoba dengan hasil cukup baik. administratur dengan strain Staphylococcus aureus 502A yang rendah virulensinya (setelah diberi terapi antibiotika sistemik) untuk kesehatan. memegang peran pusat dalam semua aspek perawatan itu.dan normal. kelahiran. dan tidak kan pada lubang hidung anterior 4 kali sehari sampai organisdimintakan lisensi untuk pemakaian intranasal karena ia dapat me itu terbasmi. umumnya penisilin anti-stafilokokus. tapi sering gagal membasmi kuman di tempat karier. WHO beranggapan bahwa usul-usul tersebut reseptik).dilakukan untuk memperoleh hasil yang terbaik. mengiritasi membran mukosa. yang sebelumnya telah diberi terapi antibiotika. 30 diobati dengan antibiotika saja. 27 orang (90 %) dari kelomPan American Health Organisation mengadakan konperensi pok itu tidak bisulan lagi selama masa observasi 1 — 8 tahun tentang teknologi tepat-guna buat melahirkan. tapi ada yang melaporkan terjadinya komplikasi di bawah ini. rupanya. kantor regional Eropa dari WHO bersama pada awal penelitian.

juga tak ada indikasi untuk memberi enema sebelum melahirkan. Tim perinatal harus dimotivasi untuk memperkuat hubungan antara ibu. harus tersedia untuk masyarakat. PELAKSANAAN DARI REKOMENDASI Usul-usul di atas mengakui perbedaan antar berbagai daerah dan negara. dan media massa. WHO harus menentukan suatu tahun tertentu untuk " tahun melahirkan " . dan keluarga. dan kelompok-kelompok lain harus ikut mencegah pelaksanaan seksio sesar secara sembarangan dan berlebihan dengan meneliti dan mempublikasikan efek buruknya terhadap ibu dan bayi. Tak ada indikasi untuk mencukur rambut pubis. Sementara itu. Sistem pelayanan informasi (termasuk dukun) harus bekerja sama dengan sistem resmi dan kerja sama harus dipertahankan demi si ibu. dan dibiarkan menentukan posisinya sendiri selama melahirkan. Mereka harus dianjurkan pntuk berjalan-jalan selama partus tahap-tahap awal. Perineum harus dilindungi di mana mungkin. Pelayanan obstetrik yang menghormati aspek emosional. himpunan ilmiah. sehingga suatu teknologi baru hanya dapat diterapkan setelah dievaluasi secukupnya. Selama melahirkan. Peraturan keuangan harus diadakan untuk mencegah menggunakan teknologi secara sembarangan. seorang anggota keluarganya harus bebas menyertainya. angka seksio sesar cuma kurang dari 10 %. harus dilakukan pada tingkat regional. yang harus diselidiki secara sistematik. Pemecahan ketuban secara dini. Badan pemerintah. Induksi partus harus disimpan buat indikasi-indikasi khusus saja. Kelahiran per vaginam setelah seksio sesar harus dianjurkan. Bayi yang sehat harus tetap bersama ibunya. bila tersedia sarana buat bedah darurat. memaksimalkan kelahiran normal. Di samping itu. Penilaian teknologi harus mengikutsertakan semua yang memakai teknologi itu. Hubungan semacam ini.Kelompok rukun ibu-ibu dapat berguna. serta sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Ligasi tuba fallopi bukan indikasi untuk seksio sesar. bila ini memungkinkan. karena dapat saling memberi dukungan sosial dan informasi tentang kelahiran. Angka-angka yang melebihi 10 — 15 % tak dapat dibenarkan. bila ditegakkan secara paralel. Electronic fetal monitoring harus dilakukan hanya pada kasus-kasus tertentu yang berhubungan dengan angka kematian perinatal yang tinggi dan bila partus diinduksi. Pemerintah-pemerintah harus menentukan departemen mana yang harus mengkoordinasi penilaian teknologi melahirkan tepat-guna. pemakaian analgesik dan anestetik secara rutin harus dihindari (kecuali bila dibutuhkan untuk mengoreksi atau mencegah suatu komplikasi). makanan. Riset terhadap struktur dan jumlah tim yang iknt serta dalam proses melahirkan. Observasi buat bayi yang sehat itu bukan suatu alasan untuk memisahkannya dari ibunya. dan tradisi budaya lainnya. dan etis dari kelahiran. 39 1985 57 . Informasi tentang praktek-praktek kelahiran dalam berbagai rumah sakit. Pemerintah harus mempertimbangkan pembuatan peraturan. sosial dan psikologis harus dikembangkan. Di negara-negara yang punya angka kematian perinatal terkecil di dunia. kelompok-kelompok wanita. Perlu dilakukan riset untuk menentukan wanita mana yang akan diuntungkan dengan monitoring janin ini. pembuangan plasenta. Konperensi-konperensi regional dan nasional tentang kelahiran. dengan peserta dari pelaytan kesehatan. agar dapat mengubah perilaku para profesional serta sikap masyarakat. wanita hamil serta keluarganya. Wanita yang melahirkan di suatu institusi harus tetap punya hak untuk menentukan tentang pakaiannya (serta bayinya. Dianjurkan untuk memonitor denyut jantung janin dengan auskultasi selama partus tahap pertama. kelahiran. dan sesudahnya seharusnya menjadi tanggung jawab profesi ini. ahli ilmu sosial. untuk memaksimalkan pelayanan tepat-guna primer. nasional. Wanita hamil tidak dianjurkan untuk diletakkan dalam posisi litotomi dorsal selama partus. dan kelompokkelompok riset semua harus ikut serta dalam menilai teknologi itu. Perawatan buat kehamilan normal. dan tim perinatal harus punya falsafah kerja yang sama sehingga perubahanperubahan dalam staff tidak mempengaruhi kontinuitas perawatan. dan memperbaiki kesehatan perinatal. kultural. ahli epidemiologi. universitas. selama itu perhatian harus dipusatkan untuk mempromosikan proses kelahiran yang lebih baik. selama proses kelahiran dan masa postnatal. Tak ada bukti bahwa memonitor janin secara rutin punya efek positif terhadap kehamilan. antropologis. REKOMENDASI KHUSUS Demi kebaikan si ibu-baru. pejabat kesehatan. dapat sangat efektif. pejabat kesehatan. pemakai. sebagai prosedur rutin. dan lebih sering pada tahap berikutnya. seperti angka seksio sesar. dan wanita pada siapa teknologi itu diterapkan. Latihan profesional harus memberikan pengetahuan baru tentang aspek sosial. pelayanan kesehatan nasional harus menahan diri untuk tidak membeli alat serupa ini lagi. anak. Ada cara yang lebih aman dan sederhana untuk sterilisasi tubal. agar cost effective. Latihan buat bidan profesional harus digalakkan. Cermin Dunia Kedokteran No. Pelaksanaannya harus disesuaikan dengan keadaan setempat. Kerja tim ini dapat dipengaruhi oleh konflik antar-disiplin. Hasil-hasil dari penilaian teknologi harus disebarluaskan. Angka induksi partus yang melebihi 10 % tak dapat dibenarkan. Ibu harus dianjurkan untuk segera menyusui. Latihan bagi tenaga kesehatan harus mencakup teknik komunikasi untuk meningkatkan pertukaran informasi antara anggota tim kesehatan. tim kesehatan harus memberikan dukungan emosional. Universitas-universitas. harus dihindarkan. Tak ada bukti bahwa seksio sesar harus dilakukan terhadap semua ibu yang pernah di-seksio. harus digiatkan. Episiotomi secara rutin tidak dibenarkan. himpunan ilmiah. Tim kesehatan harus menunjukkan kesatuan sikap agar ada kontituitas dalam memonitor kelahiran. bahkan sebelum ia meninggalkan ruang melahirkan. Perlu diselidiki pakaian minimum pada yang perlu dipakai oleh mereka yang membantu proses kelahiran dan bayi. dan internasional.

maupun bagi orang lain bahkan bagi masyarakat luas dan negara! Ketidak mampuan wanita untuk melahirkan anak sendiri. misalnya urusan Ketua IDI Cabang Jakarta Pusat ovarium. bahwa mempunyai keturunan bukanlah satu -satunya tujuan hidup manusia. kecuali reproduksi yang menghasilkan telor/ovum. Seorang wanita. lain bagian dari Komentar 5 8 Cermin Dunia Kedokteran No. Masri Rustam terutama dokter spesialis. pernah mendengar — kasus kematian pasien yang disebabkan karena kesalahannya sendiri. Ini menunjukkan dengan jelas hak seseorang atas kehidupan dirinya sendiri. Karena itu. minta maaf atas kejadian yang dilakukannya dengan maksud Mungkin sejawat dokter ini bertindak demikian. Kembali pada kasus yang kita hadapi. bukanlah suatu TANGGAPAN DARI SEGI ETIKA KEDOKTERAN alasan untuk berputus asa. Apalagi ia masih muda dan belum bersuami. Dalam "Hukum & Etika" penerbitan yang lalu. organ dari sistem penderita dari segi emosional dan pandangan hidup. tapi tidak langsung membahayakan kehidupan si sakit! Pada waktu yang baik. Dokter kandungannya menganjurkan untuk diambil ovariumnya. Dan kematian pun merenggut nyawa mereka. daripada melakukan operasi dua kali. dan secara sabar & penuh pengertian. sehingga tidak bisa ditunda-tunda. akan tetapi tetap dapat hidup bahagia. muda. jatah ahli penyakit kandungan. Dokter itu memilih: membuang ke dua ovarium itu. tidak boleh melihat pasiennya hanya Direktorat Transfusi Darah PMI dari organ/alat yang dikuasai sang dokter saja. 39 1985 . dia memberanikan memberanikan membuang kedua Ovarium. pasien apendisitis di desa-desa. menguraikan arti kelainan tersebut dari segi reproduksi (punya keMungkin sekali didasari prinsip bahwa manusia itu bukanlah turunan) dan hakikat kehidupan secara luas dan mendalam. sejawat ini terburukan wanita tanpa "Rahim" & Vagina. Bila bukan karena kelainan ganas. Cukup banyak wanita yang tidak mempunyai anak sendiri. bila kelainan itu bersifat ganas. ada kelemahan sejawat kita yang bermaksud baik ini. Setelah sadar. dari segi Etika. bahwa ovarium yang tinggal juga mempunyai kelainan yang sama. kini ada kasus demikian. yang secara medis. karena menilai & menghargai kehidupan manusia tersebut seutuhnya. tak jarang yang menolak untuk dikirim ke kota untuk dioperasi. karena dianggap jatah sejawat lain! Atau bisa pula timbul pemikiran. dari segi Etika lebih baik dia tetap membuang satu ovarium dulu. sehingga ia masih punya ovarium. tubuh manusia tidak boleh di "kapling" dalam pengobatan. yang diduga suatu tumor pada ovariumnya. Demi kehidupan seutuhnya dari penderita. Secara Etis. Misalnya. Pada operasi ditemukan bahwa kedua ovarium menunjukkan kelainan. tapi manusia adalah suatu makhluk utuh. Yang menjadi pertanyaan: dapatkah si pasien menuntut dokter itu ke pengadilan? Bagaimana tindakan dokter ini dipandang dari sudut etika dan hukum kedokteran? tubuh tidak menarik untuk diperhatikan. khawatir dikira menyerobot "kapling' sejawat lain! Dus tidak melihat pasien sebagai manusia utuh. harus diatasi dengan membuang ke dua ovarium itu. Tujuannya memberi tenggang waktu untuk menenangkan gejolak emosionil penderita. Pasien itu menyetujui. dibicaraKelemahan dari sudut Etika ialah. baru diberitahukan pada penderita. yang untuk penyemjiwa. apalagi menganggap hidup tidak berguna lagi. pasien menyesalkan tindakan si dokter. umumnya kita pernah menjumpai — atau paling tidak. kumpulan berbagai alat organ yang direkayasa menjadi seorang Semoga saja o. tetap dapat hidup bermanfaat bagi didinya. Karena menolak suatu anjuran terapi. sejawat ini pertama harus buhan keseluruhan insan itu. Dr. s. yang memtabah! punyai berbagai organ dengan masing -masing fungsi yang spesifik. yang kelainannya diketahui sewaktu operasi! Secara medis dia dapat bertindak demikian. Maka sekarang akan diburu mengangkat ovarium yang kedua. baik tersebut. Secara bertahap sejawat tersebut dapat menguraikan hakikat kehidupan. dapat menerima kenyataan tersebut dengan insan. Nah.Tepatkah Tindakan Saudara ? Dalam kehidupan kita sebagai dokter. bila alat lainnya saya perhatikan. seorang dokter. Dan ketiadaan kalau yang ditemukan suatu keganasan yang membahayakan ovarium di sini karena suatu penyakit. Karena bagi dirinya. dari sudut etika. hal itu hanyalah salah satu atribut kelengkapan kebahagiaan hidup duniawi. dengan syarat hanya sebelah yang diangkat. dan membiarkan ovarium yang satu lagi tinggal biarpun tidak berfungsi. menderita suatu kelainan kandungan. biarpun "jatahnya" hanya baru untuk mengatasi kelainan pada satu ovarium sesuai dengan izin penderita sebelum operasi. lebih baik ia mati daripada menjadi wanita yang tak punya ovarium sama sekali. tanpa mempersiapkan bicarakan wanita muda tanpa "Ovarium". H. Istilah "pop"nya. baik karena kelainan alat reproduksi maupun karena tidak menikah. ovariumnya harus dikeluarkan.

bilarhana si pasien tidak dapat menyatakan persetujuannya (karena pingsan) dan keluarga terdekat (next of kin) tidak dapat segera dihubungi. Dokter tidak dapat dipersalahkan. seseorang mempunyai hak penuh untuk menentukan apa yang hendak dilakukan atau tidak dilakukan terhadap diri/tubuhnya (zelfbeschikkingsrecht). sedangkan pada sterilisasi itu tidak demikianlah halnya. mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu. tidak dipidana. menyatakan. menurut hukum pidana ia dapat dituntut berdasarkan KUH Pidana pasal 360 ayat (1). Dalam hal ini dokter bertindak karena didorong oleh suatu daya paksa (overmacht). apa lagi disuntik atau dioperasi. si pasien dengan jelas menghendaki hanya satu ovarium saja yang diangkat. Untuk tiap tindakan ini diperlukan persetujuan si pasien. Handoko Tjondroputranto Lembaga Kriminologi Universitas Indonesia. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. yang berbunyi : Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat. karena menurut KUH Pidana pasal 90. Jakarta Dalam kasus mengangkat kedua ovarium di atas. di mana seorang dokter yang melakukan seksio sesaria (atas persetujuan si pasien) sekalian melakukan sterilisasi tanpa persetujuan si pasien. 39 1985 59 . Medisch Tuchtcollege (suatu Pengadilan Disiplin Medik yang belum kita punyai sekarang) di Den Haag dalam putusannya pada 7 Desember 1972. tidak dapat diterima oleh Medisch Tuchtcollege tersebut. ya ?" atau yang senada dengan itu. yang berbunyi : Tindakan perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain. Suatu kejadian yang mirip dengan kasus ini terjadi di Belanda. mungkin dokter dapat mengambil tindakan yang melebihi apa yang disetujui si pasien. Dr. tidak ada alasan "si pasien dalam keadaan bahaya maut" untuk juga mengangkat ovarium yang kedua itu. Pengecualian lain ialah. yaitu jika terdapat alasan untuk menghapus pidana (strafuitsluitingsgrond). ia dapat beranggapan bahwa si pasien akan menyetujui tindakan sterilisasi yang dilakukannya. dan dengan demikian ia dilindungi oleh KUH Pidana pasal 48 yang berbunyi : Barang siapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa. tidak dipidana. tapi hanya dalam keadaan di mana tindakan itu benar-benar untuk menyelamatkan jiwa si pasien. Alasannya yang dikemukakan oleh dokter itu. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. Dokter tidak dapat memaksa seorang pasien untuk mau diperiksanya. Orang lain tidak boleh memaksakan suatu tindakan terhadap diri/tubuh orang itu. Menurut hukum perdata dokter itu dapat diminta membayar ganti rugi berdasarkan KUH Pidana pasal 1365. sedangkan si pasien itu berada dalam keadaan bahaya maut. jika ia memaksa si korban itu untuk mau diperiksanya. Memang. mengganti kerugian tersebut. bahwa berdasar kepercayaan yang diberikan oleh si pasien kepadanya. misalnya seorang korban kejahatan harus mau diperiksa oleh dokter karena ditentukan oleh KUHAP pasal 133 ayat (1) yang berbunyi : Dalam hal penyidik untuk keperluan peradilan menangani seorang korban baik luka. Kembali kepada dokter yang mengangkat kedua ovarium tadi. termasuk yang menimbulkan cacat berat seperti tindakan amputasi. dokter Cermin Dunia Kedokteran No. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun. misalnya mengalami kecelakaan lalu lintas dan perlu segera dioperasi. undang-undang. dokter itu bersalah. Pengecualian terhadap zelfbeschikkingsrecht ini memang ada.TANGGAPAN DARI SEGI HUKUM KEDOKTERAN Pada dasarnya. 2. karena ada alasan untuk menghapus pidana menurut KUH Pidana pasal 50 yang berbunyi : Barang siapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan itu dapat dipersalahkan. walaupun tidak secara tertulis (kecuali untuk suatu operasi). suatu kekudungan (vetminking) termasuk luka berat. karena : 1. bahkan mungkin dengan kata-kata terselubung seperti "Coba saya periksa " atau "Disuntik.

depresi di musim dingin. Yang tak boleh dilupakan. Perbedaan ini makin berkurang dengan menngkatnya umur. sehingga ia akan "belajar " untuk tidak batuk! Brit Med J 1985. supermarket dan lain-lain. tidak terlihat adanya korelasi yang jelas. harus diimbangi dengan kemudahan mendapatkan garam oralit itu sendiri. Rupanya laki-laki tadi takut mengalami nasib yang sama dengan ke tiga saudaranya: Semuanya menjalani operasi darurat akibat torsi testis. Suatu penelitian -di Inggris mengungkapkan bahwa tetes hidung dan analgesika saja cukup baik buat lebih dari 90% dari 4860 kasus. Lincoln. keadaan ini tidak diobati dengan antibiotika dulu selama 3 — 4 hari. tapi tersedia juga di tukang rokok.Catatan Singkat Akut otitis media. hipertensi itu dapat diturunkan. nukleus di regio preoptik hipotalamus adalah 2. rokok. toko kelontong. Mengapa tidak mencobanya buat manusia? Suatu penelitian menunjukkan bahwa pasien. Gejala muncul setelah terkena infeksi saluran pernafasan bagian atas. Jadi semudah kita membeli korek api. dalam waktu dekat. Mungkin. demikian dikatakan. contohnya. ternyata tidak selalu harus diobati dengan antibiotika. Untuk pasangan lain. Konon pada pria. Brit Med J 1985. pengcangkokan ginjal dari kadaver kini bukan hal yang mustahil. Brit J. juga di negara-negara lain. Tapi orang lain dengan stenosis 50% saja sudah mengeluh karena angina. pencangkokan ginjal dari donor hidup justru akan dianggap tidak etis lagi. 228:1112-5 Kampanye penggunaan garam oralit yang gencar dilakukan. Dan ia mengandung 2. juga antara ibu dan anak-wanita. Suatu saat. Ayam. 57:190-1 60 Cermin Dunia Kedokteran No. Permintaan yang aneh ini akhirnya dilcetahui sebabnya. Suatu pertemuan dokter-dokter di Inggris mencari konsensus tentang alternatif-alternatif sederhana lainnya. Science 1985.2 kali lebih banyak sel pada pria. perhatikan tanda-tanda ini. Cara mengatasi : beritahu anak ini bahwa. Efek ini ternyata reversibel. dapat membaik afeknya bila rumah dimana dia tinggal diberi penyinaran yang cukup kuat di pagi dan senja hari. Tidak perlu ia hanya dijual di toko obat. Bila cahaya dihilangkan. dengan munculnya antibiotika cyclosporin. lamanya matahari bersinar amat mempengaruhi fisiologi makhluk hidup. Usia umumnya antara 6—14 tahun. pak!" Telah diketahui. pasar. zat yang secara ajaib dapat menekan reaksi penolakan. Namun bagaimana pola penurunannya? Suatu penelitian di Belgia menunjukkan bahwa korelasi tekanan darah itu memang ada antara ayah dan anak lelaki. Dan yang penting: selama tidur batuk hilang sama sekali!! Tentu saja diagnosis ini hanya boleh ditegakkan bila semua pemeriksaan menunjukkan tak ada kelainan. Hanya sedikit saja yang perlu tindakan miringotomi dan antibiotika. 290 : 1847-48 Seseorang dengan 90% stenosis pada arteri-arteri koronernya masih dapat ikut maraton. untuk anak 2 tahun ke atas. 39 1985 . Maka dianjurkan. Jadi. Setelah beberapa ratus tahun dicari-cari. dadanya lemah dan memerlukan ikatan. permen. Kebijakan ini dibenarkan mengingat kemungkinan keberhasilannya lebih besar bila dibandingkan dengan pencangkokan ginjal dari kadaver. J Chronic Dis 1985. apotek atau puskesmas saja. ibu-ibu yang belanja di pasar akan terdengar berkata: "satu bungkus oralitnya. Namun. Di Indonesia. sedikit bertelur bila jumlah sinar yang diterimanya setiap hari berkurang. Batuknya keras dan kasar. Bila si anak mulai batuk lagi. Bila anda mencurigai batuk psikogenik pada anak-anak. 38:397-407. ialah perhatian pada faktor-faktor psikologik. 142: 163-70 Seorang laki-laki sehat datang ke County Hospital. istirahat. Buatlah simpul yang besar dengan kain itu di depan dada. keadaan yang sering ditemukan pada anak-anak. dan keseimbangan antara relaksasi dan olahraga. sabun atau lainnya. rupanya penyumbatan itu punya sifat dinamis. Am JPsychiatr 1985. akhirnya para ahli berhasil menemukan perbedaan antara otak kaum pria dan wanita. pencangkokan ginjal sering dimungkinkan karena kerelaan saudara kandung si pasien menyumbangkan miliknya.5 kali lebih besar dibandingkan wanita. Irii yang menyebabkan bedah by-pass tidak selalu memuaskan. baru dilakukan tindakan lain. minta supaya testisnya difiksasi. 290: 1033-36 Telah kita ketahui. ia akan merasa sakit. Faktor-faktor ini dapat menolong beberapa kasus penyakit jantung koroner. Dada lalu diikat dengan selembar kain. Bila tak ada perbaikan. pasien kumat lagi. Urology 1985.

..... lebih kurang 50 km dari kota Bangkok.. pasien.. bu ? Pasien : "Ngisi bunting!" Dokter : "Oya? kapan mens terakhir? " Pasien (heran) : "Bulan ini belum dapat mens". dan ketujuh istri saya sebagai pasien.." "Apakah bapak harus bertugas sebagai dokter setiap malam?" "Tentunya tidak.... Sudibyo (embah = nenek) Cermin Dunia Kedokteran No.... Inilah akibat dari penghalusan bahasa. datang seorang wanita muda berobat... sedangkan yang lain perlu pengobatan sampai setengah jam.. Bila seorang istri membutuhkan pengobatan lebih banyak dari yang lain.. Ternyata setelah lewat penterjemah (perawat)... Seminggu kemudian ibu ikut berobat ke puskesmas dengan muka murung..... Dokter : Bagaimana kebar anak ibu.. Ada pasien yang hanya memerlukan terapi selama 5 menit saja. Terjadilah dialog sebagai berikut : Dokter : "Sakit apa.. tentunya saya akan mencurahkan lebih banyak perhatian kepada yang lebih memerlukannya. Ternate Selatan... ... gusi bengkak!! Dr. Thailand.... barulah si dokter tabu bahwasanya ngisi bunting itu bukan hamil. Setelah memeriksa sejenak. Ketika ditanya tentang rahasia atau cara yang diikuti untuk kehidupan poligami yang berhasil itu. tetapi berarti .. (Pasien tambah bingung). Elly Deliana Puskesmas Kalumata. terkadang-kadang menimbulkan salah pengertian..... 39 1985 61 .. (dokter mengira embah anak tersebut tinggal di desa.... ........ sebelum mendiagnosa penyakitnya. namun karena pasiennya tiba-tiba menangis terisak-isak... TUKANG BASO YANG MERASA DIRINYA SEORANG DOKTER Seorang penjual baso di Thailand beristri 7 (tujuh) orang... Kemudian dokter perintahkan pasien naik tempat periksa. ia menerangkan sebagai berikut: " Saya menganggap diri saya sebagai seorang dokter........ Keluarga yang superbesar ini tinggal di dalam sebuah rumah (yang tentunya superbesar pula) secara rukun dan damai.. akan tetapi kadang-kadang dalam semalam harus bertugas tiga sampai empat kali!" Bagaimana pendapat teman sejawat tentang "dokter" pandai ini? OLH BERSAMA EMBAHNYA Seorang ibu tergopoh-gopoh membawa anaknya yang sedang kejang ke suatu puskesmas. Ada kalanya satu malam sama sekali tidak bertugas sebagai dokter.. dan seks adalah obatnya.... apa sudah baikan? Pasien : Sudah bersama embahnya dok! Dokter : Syukurlah kalau demikian . Dokter yang masih mengenali ibu tersebut bertanya tentang anaknya... dan dari istri -istrinya ini ia dikaruniai 22 (duapuluhdua) orang anak dari berbagai usia... dokter memberinya surat pengantar untuk merujuk ke RS terdekat. maka ia bertanya mohon penjelasan) Di mana embahnya bu ? Pasien : di kuburan dok (jawabnya lemah)..SALAH PENGERTIAN Sewaktu mula-mula bertugas di Puskesmas daerah Maluku Utara. lalu dengan teliti memeriksa perut ibu.

jadi ya saya jawab tidak ada keluhan batuk !! dr... Ketika sedang melakukan auskultasi. jadi . Kami menjadi akrab. Ahli apa sih itu pak?" Tuan : " Androlog" Sopir : "Androlog itu apa?" Tuan : "Ahli hormon kelamin pria! Yang datang berobat itu kebanyakan ingin punya anak.." kata Ali.. Polisi datang dan saya ditahan." "Itu belum apa-apa. laki-laki berumur sekitar 70 tahun. sekarang kamu mengerti apa yang saya maksud apabila saya berkata saya ini orang sial?" " Ah.. untuk ongkos pulang katanya. ... dan mereka mulai berteriak memanggil polisi.... Tjandra Yoga Aditama." kata Abu. Jakarta 62 Cermin Dunia Kedokteran No.. dan terjadilah pembicaraan : Dokter : Bapak ada keluhan batuk ? Pasien : Tidak dokter. "Itu suami saya!" katanya. ternyata ia agak tuli karena telinganya tersumbat kotoran telinga. Setelah bicara panjang lebar tentang penyakitnya. pasien ternyata batuk-batuk dengan keras dan cukup lama... saya sudah berada di atas ranjang bersamanya. saya melihat ke bawah dan ternyata kaki saya . Dia mendekati jendela dan memukul tangan saya dengan palu. Kemudian dia buang air kecil ke sekujur tubuh saya. Tadi katanya tidak ada keluhan batuk ? Pasien (dengan tenang ) : Iya.. "Apa yang telah terjadi?" tanya Ali. BATUK Anamnesis tidak pelak lagi merupakan suatu prosedur diagnostik penting dalam ilmu kedokteran. Nah. saya pikir nasib saya sudah berubah... Tapi tadi waktu ditanya dokter kan saya tidak sedang batuk. lalu keluar dengan selembar resep tanpa mengucapkan sepatah katapun) Sudibyo S. Tadi pagi saya bertemu perempuan cantik di jalan.. dan banyak yang datang dari luar kota. "Saya segera meloncat ke"jendela dan bergantungan di tepi jendela ketika laki-laki itu masuk. Saya baru saja mulai ke 'klimaks' ketika kami dengar pintu dibuka." ia menggerutu. mereka akan mereparasi burungnya ?" Tuan : ??? UW PENGALAMAN PALING BERKESAN Dua orang dokter calon psikiater sedang bercakap-cakap.." "Hm. ia mencoba meminta uang dari saya. Ketika dia menawarkan untuk pergi ke tempat tinggalnya.. agar saya dapat menceritakan kepada isteri saya ? Dokter : Penyakit malas mengorek (pasien itu tersenyum malu. Seorang pasien. "Saya sangat sial. . itu Bapak batu. SELALU SIAL Ali dan Abu adalah mahasiswa kedokteran yang menyewa satu kamar bersama-sama.. Setelah beberapa menit dokter mengorek keluar kotoran -kotoran tersebut. ??? Sudibyo S. Persahabatan..... PENYAKIT MALAS MENGOREK Seorang pasien yang cukup necis datang pada suatu sore ke puskesmas. " "Suaminya sekilas melihat tangan saya bergantungan untuk menyelamatkan jiwa saya. datang berobat ke Poliklinik Paru R.. yang memang seringkali sulit dilakukan. Dokter 1 : .. dan mampir di bar untuk minum-minum..S. Dua orang wanita tua di jalanan melihat saya bergantungan tanpa busana. sekarang memang batuk. Kemudian pasien ini diperiksa fisiknya.. "Ketika polisi datang untuk menangkap saya." jawab Ali. 39 1985 .ANDROLOG Seorang sopir bertanya pada tuannya sebagai berikut : Sopir : "Dokter yang praktek di jalan X itu pasiennya laki-laki semua. hebat jua. Setelah saya beri obat. Kami berkenalan. Pasien : Dok.. Dokter 1 : Apa pengalaman yang paling berkesan dalam menangani penderita penyakit jiwa ? Dokter 2 : Mengejutkan dan paling berkesan! Dua bulan lalu saya mengobati pasien yang menderita psikosis. Dokter : Nah. Suatu hari si Ali pulang dan menemukan temannya sedang termenung sedih. 'Kamu benar-benar sial. hanya 10 cm dari tanah!" Mr "J"." Sopir : "0 . apa nama penyakit saya dalam bahasa sehariharinya. "Beberapa menit setelah kami masuk kamarnya... 'Begini. pendengaran pasien pulih kembali.

3. kini. 2. (d) Terjadi peningkatan kadar HCO 3 (e) PaCO 2 naik. Yang mempunyai kapasitas bufer paling besar dalam sistem bufer di dalam darah : (a) sistem bikarbonat (b) sistem hemoglobin. sehingga cairan serebrospinal merembes melalui dinding ventrikel dan meningkatkan volume ruang ekstraselular. (c) Penyakit virus. akibatnya : (a) Kadar krotikol plasma naik (b) Hormon adrenokortikotropik plasma naik (c) Kadar natrium serum naik (d) Kadar 17 hidroksikortikoid urin naik (e) Kadar kalium serum turun 6. (e) Semua benar. Cermin Dunia Kedokteran No. (e) Semua benar. kacangkacangan) akan lebih cepat menemui keterbatasan dan penurunan. 10. aminoglikosid. Edema serebri yang terjadi karena sirkulasi terhambat. tirotoksikosis dll.1. 5. parotitis. 4. Salah satu penyebabnya ialah : (a) Populasi manusia tiap hari bertambah (b) Pemukiman masyarakat manusia dan perkembangan teknologi industri akan mendesak lahan pertanian dan peternakan di daratan (c) Tingkat kesuburan tanah menurun setiap saat (d) Produktivitas sumber gizi di daratan umumnya memerlukan investasi yang lebih besar daripada perikanan laut dalam hal pengorbanan tenaga. maupun secara operasi. 9. 39 1985 63 . yaitu : (a) Penyakit menahun. (b) Pada pemeriksaan audiometri. pada frekuensi percakapan turun 15 dB sampai 30 dB. (c) Terjadi perubahan buffer base 8. (b) Obat-obatan: streptomisin. (d) Secara klinis. seperti: lues. (b) Base excess normal. Pada tuli saraf (sensorineural) (a) Proses kelainannya berada di telinga luar ataupun di telinga tengah 7. preparat Pb. (e) Bukan salah satu di atas. Pada alkalosis respiratorik : (a) Base excess lebih besar dari normal. penyebabnya diperkirakan : (a) hiperglikemia (b) Oksigenasi jaringan yang buruk akibat iskemia (c) Adanya gangguan sensoris sehingga persepsi superfisial hilang (d) Kombinasi (a) dan (b) (e) Kombinasi (b) dan (c) Penyakit Addison disebabkan hipofungsi kronik korteks adrenal. misalnya dalam forum pertemuan. diabetes. (c) Perbaikan pendengaran sesudah timpanoplastik (d) Untuk pemilihan alat bantu dengar yang cocok. ialah : (a) Edema serebri vasogenik (b) Edema serebri sitotoksik (c) Edema serebri hidrostotik/intersisial (d) Edema serebri osmotik Potensi sumber gizi di daratan (padi-padian. gangren kaki meningkat frekuensinya. (d) Proses kelainannya di batang otak atau di otak. Dengan alat audiometri dapat diperiksa : (a) Kekurangan pendengaran secara kualitatif dan kuantitatif. (b) Proses kelainannya di telinga dalam atau di sarafnya (c) Pada umumnya dapat dikoreksi balk dengan obatobatan dan alat dengar. (d) Keracunan waktu hamil : toksemia gravidarum. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan anak lahir tuli. (d) sistem fosfat (e) semua sama besar. (c) Pada jarak 1 meter sudah mendapat kesukaran untuk mengerti arti kata. penderita sukar diajak bercakap-cakap pada jarak kurang lebih 3 meter. Di bawah ini termasuk kekurangan pendengaran ringan. misalnya : rubela. preparat salisil. uang• dan waktu pemeliharaan (e) Semua benar Pada diabetes melitus. (b) Lokalisasi kerusakan telinga dan jalur persyarafan pendengaran. (c) sistem protein. kecuali : (a) Penderita akan mendapat kesukaran di dalam komunikasi jarak jauh.

juga memakan banyak biaya (mencapai puluhan ribu rupiah). perlu diperiksa fT4. fT4 juga perlu diperiksa. ia menyelesaikan pendidikan dokternya di Universitas Melbourne di tahun 1922.Fokus SIR MACFARLANE BURNET Sir Macfarlane Burnet meninggal dunia di Melbourne 31 Agustus yll. Meski mulanya banyak menghadapi skeptisme. 19. Pada tahun 60. (Pertemuan pertama. atau keduanya. kini tersedia tes modern yang konon sangat peka. 39 1985 . Dialah yang antara lain mengajukan konsep autoimun pada penyakit . dimulai tahun 1923 di Rumah Sakit Melbourne. syaratnya agar seseorang itu boleh dimasukkan namanya sebagai pengarang (author/co-author) suatu artikel ilmiah? Untuk menentukan ini. Bila tes ini hasilnya normal. sebenarnya. Dilahirkan di Victoria. berarti pasien hipertiroid. Penelitian pertamanya. Untuk menyederhanakan tes-tes tersebut. Mereka harus ikut serta dalam : (a) membuat konsep/disain pemikiran. cukup disebutkan dalam ruang ucapan terima kasih. Bila nilai TSH meningkat. (b) membuat draft karangan atau merevisinya untuk isi intelektualnya yang penting-penting. Nilai fT4 yang rendah menunjukkan keadaan hipotiroid. atau analisa dan interoretasi data. Bila nilainya meningkat. Dalam pertemuan ini ditegaskan sekali lagi : Semua orang yang tertulis namanya sebagai pengarang hatus cukup banyak ikut ambil bagian dalam penulisan itu. semua mahasiswa kedokteran pasti pernah mengambil konsep-konsep imunologi modern yang ditelurkan oleh otaknya yang brilyan. Sedang bila nilai fT4 nya normal. bersama dengan Sir Peter Medawar. SYARAT PENGARANG Kita. dan (c) memberi persetujuan final buat versi tulisan yang akan dipublikasikan. asalkan mereka telah memberi izin untuk disebutkan namanya. makin banyak tes tersedia. Bila nilai TSH tak terdeteksi. Lancet 1985. pada usia 85 tahun. perlu diperiksa fT3 untuk menentukan ada tidaknya hipertiroid subklinik. yang kita saksikan sekarang ini. Ia berfungsi sebagai tes skrining tunggal. Orang-orang yang cuma " mengumpulkan data" atau "memberi nasihat " . Australia. Namun. para redaktur senior majalah-majalah terkemuka dunia.). Untuk pemeriksaan fungsi tiroid. tentang reaksi serum pada demam tifoid. telah dikupas dalam CDK No. tes-tes tersebut. akhirnya ia sendiri heran atas meluasnya penerapan konsep-konsep imunologik pada berbagai penyakit. di Indonesia kini mulai terbiasa melihat artikel medis yang ditulis oleh banyak orang. tiga tahun yll. radioimmuno assay). i : 1117-9 64 Cermin Dunia Kedokteran No. Tes tersebut dimungkinkan dengan tersedianya tes bagi TSH (thyroid stimulating hormone) secara immunoradiometric assay (IRMA) (yang tersedia di Indonesia ialah cara RIA. ia.penyakit autoimun. pasien pasti eutiroid. di man ia menghabiskan sebagian besar waktunya. selain memakan waktu. Namun. Sedang fT4 yang normal menunjukkan keadaan hipotiroid subklinik. Kanada. memperoleh hadiah Nobel "untuk penemuan toleransi imunologi". sekali lagi mengadakan pertemuan di Norwegia beberapa waktu yll. Anda mungkin tak mengenalnya. yang menghasilkan "Vancouver style "di Vancouver. STRATEGI PEMERIKSAAN TIROID Dengan makin banyaknya laboratorium klinik di Indonesia. Apa saja. sumbangannya yang terbesar buat biologi teoretis mungkin ialah konsep seleksi klonal pada teori imunologi.