Volume 6 No.

1 Tahun 2007

ANALISA PENGATURAN TEGANGAN MENGGUNAKAN ON LOAD TAP CHANGER DALAM MENINGKATKAN TEGANGAN TERIMA 20 KV

Ramdhan Halid Siregar dan Syahrizal
Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf Darussalam Banda Aceh

ABSTRAK Pusat-pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pusat beban, hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar dalam penyaluran daya listrik. Kerugian tersebut disebabkan oleh saluran yang cukup panjang. Sehingga dalam penyaluran daya listrik melalui transmisi maupun distribusi akan mengalami tegangan jatuh (drop voltage) sepanjang saluran yang dilalui. Ada beberapa cara untuk memperbaiki jatuh tegangan salah satunya adalah menggunakan metode on load tap changer yang terdapat pada transformator daya. Kenaikan dan penurunan tegangan dapat dilakukan dengan menambah atau mengurangi jumlah tap yang terdapat pada transformator daya. Dari analisa diperoleh bahwa dengan menaikkan tegangan pada gardu induk melalui perubahan tap pada transformator daya dapat meningkatkan tegangan ujung pelayanan hingga ke batas-batas toleransi . Kata Kunci : On load tap charger, transformator daya, dan drop tegangan

diturunkan sesuai dengan keadaan beban. Oleh karena itu, pada titik terjauh beban penerimaan tidak akan mengalami terlalu banyak penurunan tegangan. Akibat tegangan pengirim dinaikkan maka pada titik beban terdekat dengan sumber akan menerima tegangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan titik beban yang jauh dari sumber. Oleh karena itu tegangan tersebut perlu dikendalikan. Adapun tujuan pengendalian tegangan sistem dengan menggunakan on load tap changer adalah agar penggunaan daya dan tegangan menjadi lebih ekonomis; yaitu tegangan yang digunakan sesuai dengan tegangan yang di desain dari peralatan yang dipakai, sampai pada suatu batas tertentu. Tulisan ini menganalisa pengaturan tegangan pada jaringan distribusi primer 20 kV menggunakan on load tap changer pada transformator daya. Sehingga besarnya tegangan keluaran dari transformator daya dapat dikendalikan dan mampu meningkatkan perbaikan jatuh tegangan pada tegangan ujung terima yang berada jauh dari gardu induk.

2. 1. PENDAHULUAN Sistem tipikal tenaga listrik memiliki empat unsur utama yaitu; pembangkit tenaga listrik, saluran transmisi, saluran distribusi dan beban atau disebut juga sebagai pengguna tenaga listrik. Perkembangan sistem kelistrikan saat ini telah mengarah pada peningkatan efisiensi dan mutu tegangan dalam penyaluran energi listrik. Peningkatan efisiensi dan mutu tersebut dapat dimulai dari pembangkitan, transmisi dan distribusi. Pada sisi distribusi, peningkatan efisiensi dapat dilakukan dengan cara mengurangi terjadinya jatuh tegangan pada saluran dan memberikan tingkat tegangan yang aman bagi peralatan pelanggan. Besarnya tegangan yang diterima oleh konsumen listrik tidaklah sama, hal ini terjadi karena adanya impedansi dari jaringan. Oleh karena itu, jatuh tegangan selalu ada pada setiap bagian dari sistem tenaga, mulai dari sumber sampai ke pelanggan. Jatuh tegangan berbanding lurus dengan besarnya arus dan sudut phasanya, yaitu arus yang mengalir di seluruh sistem tenaga. Dengan pemasangan on load tap changer pada sistem maka tegangan pengirim dapat dinaikkan maupun Jurnal Rekayasa Elektrika

PENGANTAR BESAR JATUH TEGANGAN (DROP VOLTAGE)

Jatuh tegangan yang terjadi pada jaringan distribusi 20 kV diakibatkan oleh nilai resistansi dan reaktansi dari saluran. Gambar 1 menerangkan bahwa nilai resistansi terhubung seri terhadap nilai reaktansi. Sehingga besar jatuh tegangan dapat diketahui melalui analisis perhitungan. Jatuh tegangan pada sistem distribusi mencakup jatuh tegangan pada: • Penyulang utama 7% • Trafo distribusi 4% • JTR 5% • Sambungan Rumah 2% Jumlah 18% Sesuai dengan definisi, jatuh tegangan adalah: ∆V = Vk − Vt .......................................................... (1) Dengan, Vk = nilai mutlak tegangan ujung kirim Vt = nilai mutlak tegangan ujung terima 35

ac = ab + bc dimana ab = IR Cos ϕ t dan bc = IXL Sin ϕ t ... (3) ⎟ Vf ⎠ IR Cos f t g IX L Sin dV V Dengan. sehingga: ac = dV = IR Cos ϕt + IX L Sin ϕt Selanjutnya Vk.. ce dapat diabaikan.. dengan titik O sebagai titik pusat dari lingkaran dengan jari-jari Od = Vk.. (b) Gambar 1... (2) 2...a... dapat ditulis dalam bentuk: Vk ≈ Vt + dV ≈ Vt + IR Cos ϕ t + IX L Sin ϕ t 240 V 230 V 240 V 220 V 210 V 204 V 200 V 190 V Profil tegangan pada beban penuh 240 V 230 V 220 V 216 V 210 V 200 V 190 V Profil tegangan pada beban ringan Atau Vk − Vt ≈ IR Cos ϕt + IX L Sin ϕ t Gambar 2.. Jadi persamaan tersebut dapat ditulis dalam bentuk : Beban R X L I P+jQ Vk V t ⎛ ∆V ⎜ ⎜ Vf ⎝ ⎞ ⎟% = ∆V ×100% ⎟ Vf ⎠ (a) Menurut persamaan (1) maka diperoleh: ∆V = Vk − Vt ≅ IR Cos ϕt + IX L Sin ϕt d Vk Sehingga persamaan dapat ditulis sebagai berikut: V O IR l I Vt a IR b c e ⎛ ∆V ⎜ ⎜ Vf ⎝ f ⎞ ⎟ % = (∆V ) % ≅ IR Cos ϕt + IX L Sin ϕt ×100 % .. Variasi tegangan pelayanan pada Beban [1] Adapun variasi tegangan pelayanan yang di izinkan adalah sebesar.... dalam hal ini Vf yang merupakan tegangan fasa sistem.. Telah dikatakan sebelumnya bahwa tegangan pelayanan yang diterima oleh pelanggan tidak dapat konstan yang disebabkan oleh banyak faktor... Oleh karena itu trafo utama di gardu induk yang memasok tegangan jaringan Jatuh tegangan dalam prosen..2 Pengubah Sadapan Berbeban (On Load Tap Changer) Pada Trafo Daya Sesuai dengan definisi diatas : ∆V ≅ Vk − ∆Vt Maka didapat: ∆V ≅ IR Cos ϕt + IX L Sin ϕt .. menurut definisi : Vk − Vt ⎛ ∆V ⎞ ⎜ ×100 % ⎜ V ⎟% = v ⎟ t ⎝ t ⎠ Jurnal Rekayasa Elektrika 36 . sehingga memotong perpanjangan Vt pada titik e..1 Tahun 2007 Vt biasanya diambil tegangan sistem yang bersangkutan... Jadi Vk = Oe = Oa + ac + ce Oleh karena ce << Vk... Saluran Distribusi Jarak Pendek [1] a) Rangkaian ekivalen b) Pasor diagram Gambar 1.1 Jatuh Tegangan Dalam Prosen Untuk dapat mengendalikan tegangan primer jaringan distribusi dan menjaga tegangan sistem yang sampai pada pelanggan masih memenuhi syarat.. kita buat lingkaran..Volume 6 No.. Oa = Vt... Dari Gambar 2 dapat diketahui variasi tegangan pelayanan pada beban penuh yang terdekat dengan sumber maupun beban yang terjauh dari sumber 2. Vf adalah tegangan fasa nominal atau tegangan pengenal dari sistem yang bersangkutan.. maximum +5% dan minimum -10% dari tegangan nominalnya berdasarkan standar SPLN[1]...... maka harus lengkapi oleh peralatan berupa pengatur tegangan berbeban pada gardu induknya.. sehingga Vk ≈ Oa + ac Selanjutnya....b merupakan diagram pasor dari Gambar 1.

Volume 6 No..... menyebabkan rele pengatur tegangan (RPT) bekerja sehingga tegangan keluaran mengatur kembali ke harga ER lagi.... pada sistem 20 kV. Rele pengatur tegangan pada kompensator jaringan berfungsi untuk mengontrol kerja pengatur tegangan. Agar peralatan kendali tegangan dapat bekerja secar benar diperlukan trafo tegangan untuk mendeteksi tegangan yang akan kita kendalikan. maka untuk dapat bekerja secara otomatis.. Terdapat trafo distribusi yang mempunyai 3 sadapan tanpa beban yaitu +5%.. yang letaknya jauh dari gardu induk. (4) Dalam mengatur tegangan primer jaringan distribusi dengan memakai pengubah sadapan berbeban (on load tap changer) pada trafo daya di gardu induknya.... dilakukan secara otomatis dengan mengatur dudukan / setting dari tahanan dan reaktansi rangkaian pengendali kompensator saluran... Fungsi kompensator saluran adalah untuk mempertahankan tegangan disuatu titik pada saluran tersebut. tegangan terminal sekudernya (tanpa beban) sudah dibuat 231/400 V atau +5% diatas nilai nominalnya 220/380 V. Sadapan (tap) ini dapat mengubah perbandingan belitan dari trafonya.. yaitu tegangan dapat diubah tanpa memutus sirkitnya. ekivalen dengan 21 kV... di samping itu pada sisi tegangan rendahnya atau tegangan terminal sisi sekunder trafonya sudah dibuat 231/400 V atau +5 % di atas nilai nominalnya 220/380 V. Pengaturan sadapan tanpa beban pada trafo distribusi harus dikaitkan dengan pengaturan tegangan sadapan berbeban pada trafo utama di gardu induk yang bersangkutan [1]. Pada Gambar 3. Untuk dapat mengikuti perkembangan beban. maka nilai tahanan dan reaktansi dari rangkaian pengaturnya harus dirubah atau nilai RL dan XL perlu diatur kembali... Kompensator jatuh tegangan saluran (line drop compensator) digunakan untuk mempertahankan kenaikan tegangan yang diakibatkan oleh kenaikan beban.. perlu dilengkapi Jurnal Rekayasa Elektrika L I X L 37 . yang dapat mengikuti perubahan tegangan yang akan dikendalikan dan meneruskannya ke suatu alat sehingga tap dapat berubah [1]. Misalkan. Pemanfaatan sadapan tanpa beban dari trafo distribusi. maka trafo distribusinya dilengkapi dengan sadapan tanpa beban pada sisi tegangan tingginya... diagram pasor Pada kompensator saluran terdapat trafo tegangan dan arus untuk mendeteksi tegangan dan arus beban... Bahwa untuk mendapatkan nilai ER yang konstan dengan arus beban yang berubah-ubah... perubahan sadapan beban selalu dilengkapi dengan kompensator. hanya dimungkinkan pada jaringan yang beroperasi radial. tegangan pada titik dari saluran yang akan dipertahankan adalah ER. Adanya perubahan ERO. Suatu titik yang akan dipertahankan tegangannya.. Penyetelan atau pengaturan kembali nilai RL dan XL tergantung ada tidaknya beban yang disadap antara gardu induk (tempat alat pengatur tegangan) dan titik yang menjadi pedoman (tegangan yang dipertahankan tetap pada nilai tertentu). trafonya dilengkapi dengan peralatan pengubah sadapan berbeban (On Load Tap Changer).. tap dapat dibuat pada belitan tegangan tingginya maupun disisi tegangan rendahnya. Rangkaian sekunder dari trafo tegangan ini merupakan sumber energi untuk rele tegangan yang sensitif. 2.. Untuk mengantisipasi tegangan masukan transformator berubah-ubah.... titik pengaturan sumber catu daya IL trafo arus RL XL ER beban trafo daya dikendalikan oleh rele pengatur tegangan trafo tegangan RL ERO XL ER rele pengatur tegangan RPT (a) ERO ER IL R L IL (b) Salah satu perlengkapan agar tegangan pelayanan masih dalam batas-batas yang diperbolehkan. Peralatan ini terdiri dari kombinasi resistor/tahanan dan reaktor yang dapat disetel nilainya. yaitu tegangan keluaran dari pengaturan tegangan di gardu induknya... umumnya dilakukan pada saluran udara tegangan menengah yang panjang. 2... Dalam mengatur tegangan pelayanan dengan menggunakan dua sadapan dari trafo utama maupun trafo distribusinya....1 Tahun 2007 distribusi primer. setelan R dapat ditentukan sebagai berikut : Rset = TA p ⎛N ⎞ PT ⎜ 1 ⎟ ⎜N ⎟ ⎝ 2⎠ x Reff . maka setiap perubahan ER oleh arus beban akan menyebabkan perubahan ERO. maka secara umum trafo dilengkapi sadapan sehingga tegangan sekundernya konstan. digambarkan bagan sederhana dari kompensator saluran berikut dengan diagram pasor dari sirkit pengendalinya. 0% dan -5%.3 Pengubah Sadapan Tanpa Beban (No-Load Tap Changer) Pada Trafo Distribusi dengan kompensator saluran (line drop compensation) pada saluran yang dikontrol.4 Kompensator Compensation) Saluran (Line Drop Gambar 3. Bila tidak ada beban yang disadap diantara itu.... jadi disini ER bernilai konstan dan dari diagram pasornya.. 20 kV dan 19 kV.. Bagan Kompensator saluran [2] a). Sisi tegangan rendah (TR) dari kedua macam trafo tersebut diatas. di daerah yang kepadatan bebannya relatif masih rendah.. Bagan sirkit kompensator saluran b).

.... Bila antara gardu induk dan titik pengatur terdapat bebanbeban sadapan... Ω /Km Xd = faktor spacing dari reaktansi-induktif....... V/seksi ∑ ∆V i =1 n x i = jatuh tegangan total yang diakibatkan oleh X L . dalam amper = tahanan penghantar saluran pada seksi i..n + X L..... Besarnya Xeff ditentukan oleh persamaan berikut: X eff = X L × L − S1 2 Ω .................1 × ra ........ tidak termasuk tahanan dan reaktansi dari trafo-trafonya...1 reaktansi induktif dari penyulang antara pengatur tegangan di gardu induk dan titik pengaturan............... dalam Km Demikian juga....... yang mana dapat ditentukan sebagai berikut: dengan : ∆V = I L × Reff × cosϕ + I L × X eff × sinϕ V ......... V = reaktansi induktif (sebagaimana ditentukan oleh persamaan (8) dari seksi ke-i dari penyulang.. Lokay memberikan persamaan dalam menghitung Reff sebagai berikut: ∆Vv i = jatuh tegangan yang diakibatkan oleh reaktansi pada seksi ke-i dari penyulang antara pengatur di gardu induk sampai titik pengatur.....1 × I1 + .... Ω / Km Reff = n ∑ ∆V i =1 n R i IL R i Ω . (11) Dari sini nilai Reff dan Xeff dapat ditentukan dengan mudah......... + I L............ + L. dalam Ω /Km = panjang seksi i dari saluran............ tetapi dalam menentukan Reff yang memadai..... tetapi dalam menentukan Xeff yang lebih memadai........1 × I 1 + I L ....... n × ra ..... 2 × I 2 + . dalam V/seksi ∑ | ∆V i =1 n R | i = jatuh tegangan total......... (10) dan n ∑ ∆V x i = I L......Volume 6 No.... (8) dengan : dengan: Xa = reaktansi induktif dari masing-masing kawat penghantar penyulang.. masih dapat juga ditentukan oleh persamaan (6)....... Perbedaan antara dua nilai tegangan merupakan jatuh tegangan antara pengatur (gardu induk) dan titik pengatur. setelan R masih dapat ditentukan oleh persamaan (4)........ Lokay menyarankan sebagai alternatif dan cara praktis untuk menghitung arus (IL) dan tegangan pada lokasi regulator dan tegangan titik pengatur.. (9) ∑ ∆V i =1 = I L ... Lokay memberikan persamaan sebagai berikut: Dimana Xeff merupakan reaktansi penghantar utama dari gardu induk sampai titik pengatur dalam ohm.... Ω /Km XL = reaktansi-induktif dari penghantar saluran Ω /Km Dalam perhitungan tahanan/reaktansi efektif..........i | |li| dengan : r = tahanan per fasa per Km dari penghantar mulai dari gardu induk sampai titik pengatur S1 = jarak antara gardu induk dan titik pengatur dalam Km L = panjang total penyulang utama Juga X perlu disetel sebagai berikut: X set = l n1 ⎛ N1 ⎞ ⎜ ⎜N ⎟ ⎟ ⎝ 2⎠ × X eff V ....... = Besar arus beban pada gardu induk.. dalam V..1 Tahun 2007 dengan : TAp = arus nominal dari trafo arus = In1 arus nominal sisi primernya ⎛ N1 ⎞ ⎜ ⎜ N ⎟ = perbandingan belitan trafo tegangan ⎟ ⎝ 2⎠ Reff = tahanan efektif pengantar saluran dari gardu induk sampai titik pengatur dalam ohm =r× L − S1 2 Ω ......n × l V Meskipun cara yang baru dijelaskan diatas dalam menentukan R dan X efektif sedikit.............. untuk setelan X dari kompensator jatuh-tegangan pada saluran............. 2 × ra ... dalam amper = arus beban pada seksi i feeder.. bila faktor daya dari beban dan perbandingan Jurnal Rekayasa Elektrika 38 ...i| |ra............. (6) oleh tahanan penyulang antara pengatur di gardu induk dan titik pengaturan. yang disebabkan Reff |IL| |IL........... (7) X eff = ∑ ∆V i =1 n x i IL Ω .............. (5) ∆V R i = Jatuh tegangan yang diakibatkan oleh tahanan saluran seksi ke-i dari penyulang antara pengatur di gardu induk dan titik pengaturan.n × I n i =1 V dan XL = Xa + Xd Ω / Km .... ............1 × X L..

. naik dan turunnya posisi sadapan pada alat pengatur ini bekerja secara otomatis dengan mengacu pada tegangan titik sasaran pengaturan....0.. maka penyulang ini masih dapat diperluas/diperpanjang atau bebannya ditambah lagi bila pada penyulang ini dipasang alat pengatur tegangan.......... terlebih dahulu harus diketahui tegangan Sebagai analasis perhitungan untuk mendapatkan perbaikan jatuh tegangan pada jaringan distribusi 20 kV maka penulis menggunakan gambar 5 sebagai data masukan dalam perhitungan selanjutnya. yaitu titik yTP....pu = VTT....96 Lagging Gambar 5. sedangkan tegangan transmisi (VTT) dan IZT jatuh tegangan pada trafo tenaganya tergantung dari beban....... terlihat suatu bagian dari sistem distribusi tegangan menengah dengan beberapa penyulang radial yang dicatu oleh suatu gardu induk...... VTT 150 kV VP 20 kV primer distribusi tertinggi yang diperkenankan diluar beban puncak dan pada saat beban puncak..... 150/20 kV.. 150/ 20kV L= 110 km 2 AAAC 150 mm 2.00909 (2/220) pu V...... METODOLOGI PERHITUNGAN Perhitungan perbaikan jatuh tegangan pada jaringan distribusi primer 20 kV dilakukan dengan mengontrol tegangan keluaran dari transformator daya.. 12... 3φ . yang setiap langkahnya 5/8%.... Saluran udara tegangan menengah ini memakai penghantar AAAC 150 mm2 dimana impedansinya (0........ (12) Dalam hal ini kompensator saluran tidak dipergunakan maka: Xset = 0 Rset = 0 dan Sehingga untuk mendapatkan angka maksimum dari setiap langkah (tap) pengurangan dan penaikan yang diperlukan...250 kVA pada faktor daya 0... Dari Gambar 5 diketahui trafo tenaga 30 MVA... Jadi tegangan primer yang diperkenankan di luar beban puncak adalah: VP... (17) Pengaturan Tegangan di GI 30 MVA.. 30 MVA..96 dan tersebar disepanjang saluran.25 MVA Cos = 0. HASIL DAN ANALISA 3... Panjang saluran udara tegangan menengah utamanya 110 Km......1 Tahun 2007 rata-rata r/x dari feeder/penghantar antara pengatur (gardu induk) dan titik pengatur di ketahui... Dy... Pengaturan tegangan keluaran transformator daya dilakukan dengan menganalisa penggunaan on load tap changer untuk mendapatkan jumlah tap yang dibutuhkan baik menaikkan maupun menurunkan tegangan..... Untuk membuat sket profil tegangan penyulang pada beban puncak tahunan....pu max= VPmax – LJV . Pada langkah pertama...pu – IP.Volume 6 No...∆V pu . (14) N= K Di mana K merupakan kemampuan sadapan berbeban (LTC) dari trafo tenaga di gardu induk dapat mengatur ±10% dalam 32 langkah....... perlu dihitung terlebih dahulu jatuh tegangan yang terjadi sepanjang penyulang...pu max = RPTpu ..pu max = Tegangan Max penyualang – LJV. VP.5 % D/y Y SP Y=1 Y=0 Y1 Sasaran Pengaturan Tegangan Gambar 4... memperhitungkan banyaknya langkah yang dibutuhkan untuk menaikkan maupun menurunkan tegangan..... 12.. dimana tegangan Vp diatur konstan. Lebar Jalur Variasi yang digunakan atau 0. Jatuh tegangan mengakibatkan tegangan ujung kirim dari penyulang tidak sama dengan tegangan ujung terima..... Trafo tenaga ini dilengkapi sadapan berbeban yang dapat mengatur tegangan dalam 32 langkah.......... Sehingga diperoleh tegangan ujung terima: VP........pu ZT.... Gardu induk itu sendiri dicatu melalui suatu sistem transmisi.. dipasang pada lokasi y=y1. 4..3305)...... (15) Kriteria tegangan pada beban puncak tahunan adalah VP......pu .. Sadapan berbeban pada trafo tenaganya dipakai untuk mengatur tegangan rel primer distribusinya (Vp). Dengan beban puncak tahunan sebesar 2... (13) Langkah selanjutnya.. pu − RPT pu ...5 %..... Pada gambar 4 pengatur tegangan penyulang dinyatakan dengan simbol O.........2162+j0.. 12....... (16) Kriteria tegangan pada beban nol: VP..... One line diagram dari penyulang hingga beban Jurnal Rekayasa Elektrika 39 .......... Bila jatuh tegangan pada penyulang utamanya dibatasi pada nilai tertentu.. Gardu induk yang mencatu beberapa penyulang primer yang dilengkapi dengan pengaturan tegangan [1] Pada Gambar 4... perhitungan dilakukan dengan menganalisa besaran dari rele pengatur tegangan (RPT) untuk tegangan tertinggi yang diperkenankan pada beban nol dengan mempertimbangkan lebar jalur variasi (LJV) adalah: RPTpu = VPmax – Lebar Jalur Variasi ..... hubungan Delta/Bintang..... yang besarnya sesuai dengan apa yang kita hendaki...5...

94822 0. Profil jatuh tegangan dari penyulang utama Seperti diketahui bersama bahwa jatuh tegangan berbanding lurus dengan arus yang mengalir pada sistem dan sudut phasanya.28822 0.00027 0.99102 2. Jakarta.97035 5.96357 0.00680 1.95494 0.03070 0. Electric Power Distribution System Engineering.pu = 1.94880 0.5 20 22.5 100 102.47742 8.95882 0. Besar tegangan yang diterima oleh beban yang terdekat dengan sumber adalah 20.97341 5.80846 8.pu 1.5 70 72.5 60 62.08808 0.95283 0.99121 0.04678 0.98117 9.21146 9. Sistem Distribusi Daya Listrik.03411 0.05791 0.09116 0.06290 0.28970 6.01021 1.02360 0.04064 0.90171 8.11551 9.948 pu dengan lebar jalur variasi ± 0.08060 0.05253 0.89961 8.95383 0.08348 0.03674 1.00349 1. Electric Utility Engineering Book Distribution System.82519 1. tegangan pada trafo daya telah ditingkatkan menjadi 1.95038 0. Sedangkan jumlah langkah menaik pada saat beban puncak adalah 11 tap.26903 9.5 75 77.5 80 82.p u LJV = +0.99413 0. Semakin panjang jarak penyulang maka semakin besar pula jatuh tegangan 3. Sehingga tegangan ujung terima menjadi 0.03266 1.09283 0.5 90 92. East Pittsburg Pensilvania.06003 8.5 50 52.00 Beban Penuh LJV = LJ V= -0. McGraw-Hill Book Company.09245 0.5 40 42.73379 7.96535 0.09053 0.08597 0.00909 pu .36917 7. REFERENSI [1] Hasan Basri 1997. [3] Walter Coffer 1996.28% dari 20 kV.37544 4. Perbaikan jatuh tegangan pada tegangan ujung terima dapat dilakukan dengan menaikkan tegangan ujung kirim.5 35 37.59736 8.75027 Pu 0.07369 0.5 105 107.01731 1.08209 0.05527 0.01612 0.pu = 1. Tabel 1.96189 0.01223 0.08900 0.04502 6.06525 0. Jurnal Rekayasa Elektrika 40 .06360 4.28342 9.00909 31 32 33 34 Min V TT.20875 8.04091 pu.00825 0.5 5 7.05 Beban Nol LJV = -0.95191 0.72026 3. Perbaikan jatuh tegangan sepanjang penyulang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama SB 03 SB 06 SB 09 SB 05 SB 04 SB 14 SD 12 SD 08 SD 02 SD 21 SD 06 SD 16 SD 19 SD 05 SD 11 SD 17 SD 07 SD 04 SD 03 SD 09 SD 10 Jarak 2.07734 0.5 10 12.09288 0.74216 4.07049 3.07172 0.95110 0.96722 0.04970 0.04091 TT. sehingga untuk mendapat angka maksimum menaikkan dan menurunkan tap diperoleh bahwa jumlah tap yang dibutuhkan untuk menurun diluar beban puncak adalah 5 tap.97566 0.948 pu V 09 38 39 40 41 42 43 44 0 Panjang Penyulang S= 110 km Gambar 6.96 kV 6.5 65 67.98564 0.06966 0.96919 0.02100 1.5 (∆V)% 0.22340 1.04375 0.5 45 47.98046 0.07902 0.08477 0. Prentice-Hall Inc.5 15 17.Volume 6 No. Electrical Power Distribution and Transmission.00417 0.08708 0.95614 0.98300 0. 0 +0 .16828 9. [2] Turan Gonen 1976.41112 3.96617 7.36044 2.7348 kV pada penyulang LW 06 sadapan SB 03 sedangkan pada titik beban yang terjauh dari sumber adalah 18. ISTN.08981 0.17247 7.09168 0.34789 8.01991 0.97125 0.05314 9.94808 0.41739 0.5 30 32.70771 8.0 09 35 09 09 36 37 0.07556 0.96031 0.02479 1.06750 Vp.06045 0.94803 RPTpu = 1.52688 5.94846 0.1 Tahun 2007 Dari perhitungan diperoleh bahwa jatuh tegangan yang terjadi di ujung saluran adalah 9.25341 5.52478 6.02720 0.5 85 87. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan : 1.95743 0.99716 0.79075 6.94923 0.03742 0.97801 0.5 95 97. V Max V P.01371 1. 2.98838 0.24504 9.67769 4. [4] Westinghouse Electric Corporation 1965.61201 1.5 110 6.5 25 27.55628 7.94975 0.09211 0. Sesuai dengan Gambar 6 dapat dilihat bahwasanya pada saat beban puncak.00909 22 23 24 25 26 27 28 29 30 SD 15 SD 13 SD 20 SD 14 SA 01 SA 02 SA 10 SA 08 SA 03 SA 04 SA 07 SA 09 TP 05 TP 01 TP 08 SA 06 SA 05 TP 06 TP 02 TP 03 TP 07 TP 04 SD 01 55 57.02868 1.09269 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful