R3.

RAMBU DAN MARKA TANPA WIBAWA
Betapa kesalnya kalau lalulintas sudah sedemikian semrawut. Siapapun akan jengkel kalau sudah berhadapan dengan kondisi tersebut. Penyebabnya masih seperti yang kemarin, tidak sabar, tidak disiplin, menerobos yang bukan haknya. Apabila sudah dimulai satu orang, maka kedua, ketiga dan kesekian ratus akan mengikuti. Apabila sudah macet, menggerutu, terjebak dalam kebodohan beberapa ratus orang, dan mengorbankan beberapa ratus orang yang tetap patuh. Orang pertama yang memulainya, dengan sangat berat hati, itu kebanyakan adalah para “biker” yang tidak terorganisir, tidak mengambil pengalaman “kemarin” yang macet total , mau selamat sendiri sampai di tujuan. Penyebab pertama, adalah penegakan hukum yang tak berkelanjutan. Apapun yang tidak berkelanjutan, pasti akan pudar, seperti Rambu dan Marka di beberapa ruas jalan, nyaris tanpa arti karena sudah kehilangan wibawanya (Jalan Kali Malang, Jalan Raya Bekasi,/ contoh-red). Di sana, Lampu Pengatur Lalulintas dan Median bebas diterobos setiap jam sibuk setiap hari kerja. Sementara petugas tidak berdaya menghadapi ratusan, bahkan ribuan kenderaan, terutama sepeda motor. Para “Bikers” yang baik, tetaplah pada jalur anda, walau semacet apapun, karena kondisi tersebut adalah kondisi yang paling baik untuk semua, kecuali para pengambil kesempatan dan mau menang sendiri yang kita sebut MASTAMATA (lihat http://julukan.blogspot.com). Mari kita mulai dari Bekasi Bikers Community, sebuah komunitas yang teridentifikasi, terkendali dan bertanggungjawab. Salam-RODA (Rider On Devoted Action) Admin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful