II .

TINJAUAN PUSTAKA Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan (Astriani, 2009) atau Sampah merupakan semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan tempat perdagangan dikenal dengan limbah municipal yang tidak berbahaya (non hazardous). Sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industriI, tetapi bukan yang biologis (Febry, 2009). Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu 1. Sampah Organik Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun. 2. Sampah Anorganik. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng (Astriani, 2009). Berdasarkan sumbernya jenis-jenis sampah terdiri dari : i. Sampah alam.

khususnya di negara industri antara lain adalah: 1. iii. Pengomposan sampah baik dengan cara konvensional maupun dengan rekayas Pemrosesan sampah sebagai sumber gas-bo . Pemadatan sampah (baling) Pemotongan sampah 3. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri. Meskipun demikian. Sampah manusia Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia. 2. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. ii. dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Di luar kehidupan liar. Sampah konsumsi Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang. Pemilahan sampah.Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami. seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. seperti feses dan urin. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). sampah-sampah ini dapat menjadi masalah. misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman. baik secara manual maupun secara mekanis berdasarkan jenisnya. Adapun teknik-teknik pemrosesan dan pengolahan sampah yang secara luas diterapkan di lapangan.

botol dan gelas bekas minuman. Pembakaran dalam Insenerator. rumah tangga. Sampah onorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk. plastik mainan. Pengukuran komposisi sampah bertujuan untuk mengetahui komposisi sampah yaitu seperti sampah plastik. baik kertas koran. dengan pilihan pemanfaatan enersi panas (Damanhuri. 2009) 5. Sampah yang digunakan pada percobaan ini ialah sebanyak 1 kg. dan kertas. HVS. sampah tersebut kemudian dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. dan biologi sampah. dan sebagainya Pengukuran densitas sampah sangat membantu dalam pengelolaan sampah terutama pada perencanaan kapasitas pengangkutan sampah misalnya pada grobak truk pengangkut sampah atau juga pada penampungan sampah yang akan dibakar dalam insinerator. kertas. kayu. dan sebagainya. Pengukuran densitas sampah dilakukan dengan memasukan sampah pada beker glass . kaleng.4. kaleng. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. kimia. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan. maupun karton. Perbedaan karetristik sampah disebabkan oleh sumber dimana sampah tersebut diambil. seperti plastik wadah pembungkus makanan. sampah organik dan sampah logam. Dalam percobaan analisa sampah ini menggunakan beberapa metode pengukuran sampah yaitu komposisi sampah. kaca. densitas sampah. botol dan gelas minuman. Pembahasan Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. dan kadar volatile sampah dan sampah yang digunakan pada percobaan ini ialah sampah onorganik. Pengukuran komposisi sampah sangat diperlukan karena sangat membantu dalam pemilihan alternative pengolahan sampah yang sesuai dan didasarkan pada komposisi dan karetreistik fisik. Besar kecilnya komponen sampah yang diperoleh tergantung dari kegiatan-kegiatan atau aktivitas yang dilakukan misalnya kegiatan industri. Dari hasil pemilahan tersebut didapatkan komponen sampah kertas sebesar 40% dan sisanya adalah sampah-sampah lain. kadar air sampah.

Sedangkan pendinginan bertujuan agar suhu cawan sama dengan suhu ruangan dan kadar airnya menjadi konstan.65 %. sehingga ketika ditimbang berat yang didapatkan merupakan berat murni cawan. Pengukuran kadar air sampah sangat diperlukan sekali sebab adanya air dalam sampah sangat menentukan dalam pengolahan sampah terutama pada pengelolaan sampah secara biologi dan termal. Perhitungan densinitas sampah yang diperoleh dari data-data hasil pengamatan adalah sebesar 0.5 %. Dari data yang diperoleh dapat diketahui kadar volatil pada sampah anorganik adalah 5.35 % dan kadar keringnya adalah 97. Pada pengukuran kadar volatile menggunakan sampah kering yang digerusgerus halus dan diperoleh berat sampah sebelum dimasukan kedalam oven dan setelah dikeringkan dengan oven selama 10 menit. Pengukuran kadar volatile pada sampel sampah bertujuan untuk medekomposisi bakteria. . karna sampel sampah yang telah dibagi 4 kemudian diambil masing-masing dari ke-4 bagian tersebut kemudian diaduk lagi. Yang artinya dalam wadah yang volumenya 1 l dapat memuat sebanyak 0.35245 kg sampah kertas. tetapi didinginkan terlebih dahulu sebelum ditimbang.volume 1 l yang telah ditimbang berat kosongnya. Pada pengukuran kadar air dan kadar volatil sampah mengunakan menggunakan cawan yang sebelumnya telah dipanaskan. semakin tinggi kadar volatilnya semakin mudah sampah tersbut terdekomposisi oleh bakteri begitu jua sebaliknya.35245 kg/l. Tinggi rendahnya kadar volatil sampah akan mempengaruhi mudah tidaknya sampah tersebut didekomposisi oleh bakteri. Pengukuran kadar air sampah pada percobaan ini menggunakan cara “quadrant method”. sampah dimasukan tanpa ditekan.5% yang artinya sampah kertas sulit didekomposisi oleh bakteri. dari hasil perhitungan data yang didapatkan pada pengamatan didapatakan kadar air sampah kertas adalah 2. Percobaan kadar air dalam sampah bertujuan untuk menghitung kadar air dalam sampah. Pada percobaan ini didapatkan kadar volatil sebesar 5. pemanasan bertujuan agar kadar air pada cawan berkurang karena menguap ketika dipanaskan.5 % dan kadar keringnya adalah 94.

sehingga dapat merencanakan pengelolaan sampah lebih lanjut. hal ini dikarenakan perbedaan tujuan pengukuran. Pengukuran kadar volatil bertujuan untuk mengetahui apakah sampah itu mudah atau tidak didekomposisi oleh bakteria. sehinga dapat dilakukan cukup dengan pemilahan saja berdasarkan dengan kriteria tertentu. kadar air. densitas. Pengukuran densitas sampah bertujuan untuk menetahui volume dari sampah.Metode yang digunakan untuk mengukur komposisi. sehingga lebih mudah dalam perencanaan penampungan atau alat angkut sampah. dan kadar volatil sampah berbeda-beda. Pengukuran kadar air sampah bertujuan untuk mengetahui kadar air yang terdapat sampah. . Pengkuruan komposisi sampah bertujuan untuk mengetahui komposisi yang terdapat dalam sampah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful