KETERAMPILAN HIDUP

Life Skills
DALAM PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

JAKARTA, 2008

http://ceria.bkkbn.go.id (website) ceria@bkkbn.goi.id (email)

KETRAMPILAN HIDUP (LIFE SKILLS ) DALAM PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Disiapkan oleh:
Drs. M. Masri Muadz, MSc Ir. Siti Fathonah, MPH Drs. Endang Agus Sapri, MM Dra. Laurike Moeliono

Finalisasi oleh:
Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi

ISBN 978-979-15523-6-3

KATA PENGANTAR
Remaja Indonesia dekade tahun 2000an ini sangat berbeda dengan remaja generasi sebelumnya. Era globalisasi menyediakan pilihan informasi yang sangat kaya bagi siapa saja termasuk bagi para remaja. Globalisasi informasi disadari atau tidak, telah merubah (meliberalisasi) cara berfikir, cara bersikap dan cara bertindak generasi muda. Sebagai contoh para remaja dan generasi muda saat ini mempunyai sifat yang sangat liberal (permissif) berkaitan dengan seksualitas sebelum nikah. Data survey yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak tahun 2008, menunjukkan bahwa sekitar 62% remaja SMP dan SMA sudah tidak perawan lagi. Untuk para remaja mampu menghadapi berbagai tantangan dan resiko (terutama resiko TRIAD KRR), maka para remaja perlu dibantu dan fasilitasi dengan berbagai keterampilan yang bisa dipakai untuk mengatasi tantangan dan resiko-resiko kehidupan yang dihadapinya. Salah satu keterampilan tersebut adalah Keterampilan Hidup (Life Skills). Konsep Keterampilan Hidup yang di uraikan dalam buku ini jauh lebih luas dari konsep Keterampilan Hidup menurut WHO, UNICEF, Departemen Pendidikan Nasional dan lainnya. Keterampilan Hidup dalam Program KRR yang di bahas dalam buku ini mencakup: 1) Keterampilan Fisik yang intinya adalah bagaimana menyeimbangkan antara nutrisi, olah raga dan istirahat; 2) Keterampilan Mental yang intinya adalah bagaimana berfikir secara positif; 3) Keterampilan Emosional yang intinya adalah bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif; 4) Keterampilan Spiritual yang intinya adalah bagaimana bersyukur dan berdoa untuk memperoleh keredaan Allah SWT.

i

Diharapkan buku ini bisa menjadi bagian dari materi program KRR, sehingga Pendidikan Sebaya, Konseling Sebaya dan berbagai kegiatan latihan remaja dalam Program KRR dapat menginformasikan, membahas serta mendiskusikan materi Keterampilan Hidup ini secara lebih mendalam. Melihat materi empat Keterampilan Hidup yang diuraikan dalam buku ini dapat diharapkan akan mampu memperkuat ketegaran remaja dalam menghadapi berbagai tantangan dan resiko kehidupan yang ada disekitarnya. Buku ini adalah hasil dari studi dan diskusi yang cukup panjang dilingkungan Direktorat Remaja dan PHR. Sudah barang tentu buku ini tidak final, terutama sekali dalam gaya bahasa dan tata penyajiannya. Oleh sebab itu kepada semua pihak yang telah membantu sehingga buku ini bisa dicetak, dan kepada siapa saja yang sempat membaca kemudian memberikan saran perbaikan, kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga upaya ini menjadi bagian dari darma bhakti kita kepada remaja dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan serta menjadi bagian dari amal ibadah kita kepada Allah SWT.

Jakarta, November 2008 Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN

Dr. H. Muhammad Basir Palu, Sp.A, MH.A

ii

SAMBUTAN
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, dan berkat rahmat serta karuniaNya, buku Keterampilan Hidup (Life Skills Education) ini dapat diterbitkan. Kami menyambut dengan gembira atas diterbitkannya buku ini. Diharapkan buku ini menjadi buku bacaan bagi remaja, pembina dan pengelola program KRR di seluruh Indonesia. Dalam buku ini diuraikan tentang konteks kenapa Keterampilan Hidup diperlukan dalam program KRR. Materi Keterampilan Hidup yang diuraikan dalam buku ini terdiri dari empat Keterampilan Hidup yang diperlukan oleh remaja, sebagai keterampilan yang dapat digunakan dalam menghadapi berbagai tantangan dan resiko kehidupan yang ada disekitarnya. Khususnya resiko yang berkaitan dengan TRIAD KRR. Ke empat keterampilan tersebut Keterampilan Fisik, Keterampilan Mental, Keterampilan Emosional dan Keterampilan Spiritual. Ke empat keterampilan ini diuraikan dengan berbagai nama topik seperti yang bisa dilihat dalam daftar isi. Buku Keterampilan Hidup ini merupakan materi baru yang menjadi tambahan dan pengayaan serta sebagai bagian dari keseluruhan materi KRR yang ada. Sifat penyajian materi Keterampilan Hidup adalah dalam bentuk narasi, yang diharapkan sebagai rujukan dari kegiatan-kegiatan Pendidikan KRR oleh Pendidik Sebaya dan konseling KRR oleh Konselor Sebaya. Untuk kepentingan pelatihan baik bagi pembina dan pengelola program KRR maupun pengelola PIK-KRR, buku Keterampilan Hidup ini perlu dikembangkan menjadi Modul dan Kurikulum Pelatihan Keterampilan Hidup.

iii

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyiapan materi ini. Semoga apa yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang.

Jakarta,

November 2008

Kelapa BKKBN

Dr. Sugiri Syarief, MPA

iv

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................... i SAMBUTAN ............................................................... iii DAFTAR ISI .............................................................. v BAB I A. B. C. PENDAHULUAN ............................................ Remaja dan Permasalahannya .......................... Pengertian Keterampilan Hidup (Life Skills)......... Perlunya Keterampilan Hidup dalam Kesehatan Reproduksi Remaja........................... D. Tujuan Mempelajari Materi Keterampilan Hidup dalam Program Kesehatan Reproduksi Remaja..... 1 1 2 5 7

BAB II KETERAMPILAN HIDUP (LIFE SKILLS) DALAM PROGRAM KRR ................................. A. Keterampilan Fisik : Menyeimbangkan antara Nutrisi, Olah Raga dan Istirahat ........................ 1. Keterampilan Memahami Tubuh Sendiri ........ 2. Keterampilan Berkomunikasi dengan Tubuh Sendiri............................................ 3. Keterampilan Mengatur Pola Makan............... 4. Keterampilan Berolah Raga yang Murah dan Sehat ................................................ 5. Keterampilan Mengelola Tidur untuk Terapi Kesehatan ................................................

9 9 9 12 18 21 28

v

B. Keterampilan Mental: Berfikir Positif .................. 1. Keterampilan Mempercayai dan Menghargai Diri ........................................ 2. Keterampilan Berpikir Positif ....................... 3. Keterampilan Mengatasi Stress .................... 4. Keterampilan Mengambil Keputusan dan Memecahkan Masalah ................................ C. Keterampilan Emosional: Berkomunikasi secara Efektif ................................................. 1. Keterampilan Bersikap Tegas (Asertif) .......... 2. Keterampilan Berkomunikasi dengan orang lain (Komunikasi Interpersonal) .......... D. Keterampilan Spiritual: Bersyukur dan Berdoa .... 1. Keterampilan Memahami Kehidupan Spiritual ................................................... 2. Keterampilan Menyadari Kehidupan Spiritual ................................................... 3. Keterampilan Melaksanakan Kehidupan Spiritual ...................................................

29 29 32 34 39 40 40 44 54 54 55 55

BAB III PENUTUP ..................................................... 63 DAFTAR PUSTAKA .................................................... 65

vi

BAB I PENDAHULUAN

A. Remaja dan Permasalahannya
Permasalahan remaja yang ada saat ini sangat kompleks dan mengkhawatirkan. Berbagai data menunjukkan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yaitu tentang masa subur. Remaja perempuan dan laki-laki usia 15-24 tahun yang mengetahui tentang masa subur mencapai 65% (SDKI 2007) terdapat kenaikan dibanding hasil SKRRI tahun 2002-2003 sebesar 29% dan 32%. Remaja perempuan dan laki-laki yang mengetahui risiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual sekali masing-masing mencapai 63 % (SDKI 2007) terdapat kenaikan dibanding hasil SKKRI tahun 20022003 sebesar 49% dan 45%. Hasil penelitian tentang pengetahuan Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dilakukan di DKI Jakarta oleh LD-UI tahun 2005 menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang PMS masih sangat rendah kecuali mengenai HIV dan AIDS yaitu sekitar 95%, Raja singa sekitar 37%, penyakit kencing nanah 12%, herpes genitalis 3%, klamida/kandidiasis 2%, Jengger ayam 0,3%. Transisi kehidupan remaja oleh Bank Dunia dibagi menjadi 5 hal (Youth Five Life Transitions). Transisi kehidupan yang dimaksud adalah : 1. Melanjutkan sekolah (continue learning) 2. Mencari pekerjaan (start working)

Keterampilan Hidup (Life Skills )

1

3. Memulai kehidupan berkeluarga (form families) 4. Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship) 5. Mempraktekan hidup sehat (practice healthy life) Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan remaja selanjutnya. Masa remaja seperti ini oleh Bank Dunia disebut sebagai masa transisi kehidupan remaja. Transisi kehidupan remaja Program KRR berkaitan oleh Bank Dunia dibagi menjadi 5 hal (Youth Five Life dengan bidang kehidupan Transitions). Transisi yang kelima dari transisi kehidupan yang dimaksud kehidupan remaja dimaksud. adalah : Empat bidang kehidupan 1. Melanjutkan sekolah yang lainnya yang akan (continue learning) dimasuki oleh remaja sangat 2. Mencari pekerjaan (start ditentukan oleh berhasil working) tidaknya remaja memprak3. Memulai kehidupan tekan kehidupan yang sehat. berkeluarga (form Dengan kata lain apabila families) remaja gagal berperilaku 4. Menjadi anggota sehat maka kemungkinan masyarakat (exercise besar remaja yang citizenship) bersangkutan akan gagal 5. Mempraktekan hidup sehat (practice healthy life) pada empat bidang kehidupan yang lain.

B. Pengertian Keterampilan Hidup (Life Skills)
Keterampilan Hidup yang sering juga disebut kecakapan hidup adalah berbagai ketrampilan atau kemampuan untuk dapat berperilaku positif dan beradaptasi dengan lingkungan, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara

2

Keterampilan Hidup (Life Skills )

efektif. Dari definisi sederhana tersebut, ketrampilanketrampilan yang dapat digolongkan ke dalam ketrampilan hidup sangat beragam tergantung pada situasi dan kondisi maupun budaya masyarakat setempat (DEPDIKNAS, 2002). Dalam Undang-Undang Pendidikan Nasional No. 20/2003 pasal 26 ayat 3 disebutkan bahwa Life Skills Education (LSE) digolongkan sebagai pendidikan non formal, yang memberikan keterampilan personal, sosial, intelektual dan vokasional untuk mampu hidup dan bekerja secara mandiri.

LIFE SKILLS (KETERAMPILAN HIDUP)
Kesadaran diri (self awareness) Keterampilan personal (personal skills) Keterampilan berfikir (thinking skills) Komunikasi

Keterampilan umum (general life skills)

Keterampilan Hidup (Life skills)

Keterampilan sosial (social skills)

Kerjasama

Keterampilan akademik (academic skills) Keterampilan khusus (specific life skills) Keterampilan kejuruan (vocational skills)

(Manual dan Modul LSE, Unika Atma Jaya,2008).
Ketrampilan Hidup menurut skema diatas terdiri dari dua ketrampilan, yaitu Ketrampilan Hidup Umum dan Ketrampilan Hidup Khusus. Keterampilan Hidup Umum adalah sikap dan perilaku positif dalam menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan hidup sehari-hari. Keterampilan tersebut menyangkut kemampuan individual: seperti kesadaran akan diri sendiri dan kemampuan berpikir; dan keterampilan sosial;

Keterampilan Hidup (Life Skills )

3

yaitu keterampilan berkomunikasi dan bekerjasama dengan orang lain di lingkungannya. Sedangkan Keterampilan Hidup Khusus mengacu pada kemampuan Akademis dan kemampuan Kejuruan. Keterampilan Khusus ini biasanya berupa kemampuan akademis ataupun teknis, yang berkaitan dengan manajemen, wiraswasta, pengelolaan keuangan, pertukangan, dan lain-lain. Menurut WHO, Life Skills adalah kemampuan perilaku positif dan adaptif yang mendukung seseorang untuk secara efektif mengatasi tuntutan dan tantangan, selama hidupnya. UNICEF mendefinisikan Life Skills sebagai sesuatu yang lebih detail lagi dengan menggunakan tambahan Life Skill-based Education. Keterampilan Hidup yang dimaksud menurut WHO, terdiri dari : 1. Keterampilan memecahkan masalah 2. Keterampilan berpikir kritis 3. Keterampilan mengambil keputusan 4. Keterampilan berpikir kreatif 5. Keterampilan komunikasi interpersonal 6. Keterampilan bernegosiasi 7. Keterampilan mengembangkan kesadaran diri 8. Keterampilan berempati 9. Keterampilan mengatasi stress dan emosi Keterampilan Hidup bila diajarkan kepada remaja-remaja Indonesia, maka berbagai permasalahan yang dihadapi oleh remaja saat ini, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas hingga HIV/AIDS, akan dapat diatasi dengan lebih effektif.

4

Keterampilan Hidup (Life Skills )

C. Perlunya Keterampilan Hidup Dalam Kesehatan Reproduksi Remaja
Masalah yang dihadapi remaja Indonesia dewasa ini lebih kompleks dibanding generasi-generasi sebelumnya. Masalahmasalah remaja yang dihadapi saat ini, misalnya meningkatnya jumlah remaja dengan HIV dan AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), kehamilan tak diharapkan (KTD), dan penyalahgunaan NAPZA. Jika Keterampilan Hidup sebagai keterampilan yang dibutuhkan agar manusia (remaja) bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, maka seharusnya konsep Ketrampilan Hidup harus mencakup kemampuan seseorang untuk bisa hidup, tumbuh dan berkembang secara fisik, mental, emosional dan spiritual. Keterampilan Hidup dengan konsep seperti ini perlu diberikan dan dipelajari oleh remaja untuk bisa tumbuh dan berkembang serta dapat melindungi dirinya dari berbagai resiko dan tantangan hidup yang dihadapinya, termasuk resiko TRIAD dalam program KRR. Dengan kata lain konsep Keterampilan Hidup bila Ketrampilan Hidup dalam diajarkan kepada remajaprogram KRR, yang diuraikan remaja Indonesia, maka dalam buku ini jauh lebih luas berbagai permasalahan yang dari konsep Keterampilan dihadapi oleh remaja saat ini, Hidup seperti yang seperti penyalahgunaan dikembangkan oleh narkoba, seks bebas hingga Departemen Pendidikan HIV/AIDS, akan dapat diatasi Nasional tersebut di atas. dengan lebih effektif. Konsep Keterampilan Hidup dalam program KRR mencakup Keterampilan Fisik, Keterampilan Mental, Keterampilan Emosional dan Keterampilan Spritual. Keempat keterampilan ini sebagai sistem saling mempengaruhi satu sama lain. Remaja dengan Keterampilan Fisik yang seimbang akan melahirkan

Keterampilan Hidup (Life Skills )

5

Keterampilan Mental (Pikiran) yang positif. Selanjutnya Keterampilan Mental yang positif akan menghasilkan Keterampilan Emosional (Komunikasi Interpersonal) yang efektif. Pada akhirnya Keterampilan Emosional yang efektif akan mendatangkan Keterampilan Spiritual yang utuh. Seperti digambarkan dalam skema sistem berikut ini:

4 Keterampilan Hidup Sebagai sistem 4 Keterampilan HidupSebagai Sistem
Keterampilan Mental

Keterampilan Fisik

Keterampilan Emosional

Keterampilan Spiritual

Keempat Keterampilan Hidup tersebut dalam buku ini diuraikan menjadi topik-topik Keterampilan sebagai berikut: 1. Menjaga kesehatan fisik 2. Mempercayai Diri dan Menghargai Diri Sendiri 3. Berkomunikasi dengan Orang Lain (Komunikasi Interpersonal) 4. Bersikap Tegas (Asertif) 5. Berpikir Positif 6. Mengatasi Stress (Coping Skills) 7. Mengambil Keputusan dan Memecahkan Masalah 8. Mempraktekan Kehidupan Spiritual

6

Keterampilan Hidup (Life Skills )

D. Tujuan Mempelajari Materi Keterampilan Hidup dalam Program Kesehatan Reproduksi Remaja.
1. Tujuan Umum Tujuan mempelajari materi Keterampilan Hidup dalam program KRR adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang Pendidikan Keterampilan Hidup untuk dipraktekan agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, serta dapat dipergunakan dalam mengatasi resiko TRIAD KRR dan tantangan hidup lainnya dalam rangka mewujudkan Tegar Remaja menuju Keluarga Kecil, Bahagia Sejahtera. Tegar Remaja adalah remaja-remaja yang menunda usia pernikahan, berperilaku sehat, terhindar dari resiko Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS, ,bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera dan menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya. 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus mempelajari Pendidikan Ketrampilan Hidup adalah untuk meningkat pengetahuan,sikap dan ketrampilan remaja tentang Ketrampilan Hidup dalam program KRR yang terdiri dari ketrampilan-ketrampilan: a. b. c. Menjaga Kesehatan Fisik Mempercayai dan Menghargai Diri Sendiri Berkomunikasi dengan Orang Lain (Komunikasi Interpersonal) Berpikir Positif Mengatasi Stress (Coping Skills)

d. Bersikap Tegas (Asertif) e. f.

g. Mengambil Keputusan dan Memecahkan Masalah h. Mempraktekan Kehidupan Spiritual

Keterampilan Hidup (Life Skills )

7

BAB II KETERAMPILAN HIDUP (LIFE SKILLS ) DALAM PROGRAM KRR

A. Keterampilan Fisik: Menyeimbangkan antara Nutrisi, Olah Raga dan Istirahat.
1. Keterampilan Memahami Tubuh Sendiri Kecerdasan fisik adalah kemampuan seseorang yang ditunjukkan secara fisik, seperti melihat, bersuara, mencium, merasa, menyentuh dan bergerak. Kecerdasan fisik ditandai dengan adanya kekuatan, fleksibilitas dan ketahanan fisik. Kekuatan, fleksibilitas dan ketahanan fisik, Kita semua tahu, “pencegahan ditentukan oleh adanya merupakan dokter yang terbaik dan termurah”, dan pencegahan keseimbangan antara hanya bisa dilakukan oleh kita makanan (nutrisi), si pemilik tubuh, bukan oleh olahraga dan istirahat. dokter dan obat. Ketrampilan fisik adalah kemampuan seseorang (remaja) untuk memilih makanan, berolahraga dan beristirahat secara seimbang. Keterampilan fisik dalam program KRR, akan diuraikan dalam topik-topik sebagai berikut: a) Memahami Tubuh Sendiri b) Berkomunikasi Dengan Gejala Tubuh. c) Mengatur Pola Makan. d) Olah Raga Murah dan Sehat e) Tidur Sebagai Terapi Kesehatan

Keterampilan Hidup (Life Skills )

9

Kita menganggap bahwa sehat itu identik dengan obat dan dokter Berbagai iklan di media massa yang mempromosikan obat-obatan, banyak memberikan informasi yang tidak mendidik, bahkan merusak pola pikir dan paradigma hidup sehat, serta meracuni pola pikir kita yang semakin hari semakin jauh dari makna sehat yang hakiki. Dampaknya kita tidak tahu bagaimana mencegah penyakit. Kita semua tahu, “pencegahan merupakan dokter yang terbaik dan termurah”, dan pencegahan hanya bisa dilakukan oleh kita si pemilik tubuh, bukan oleh dokter dan obat. Semakin buruknya pemahaman sehat pada masyarakat, dibuktikan dengan semakin rentannya masyarakat terhadap berbagai penyakit, bahkan lebih memprihatinkan, berbagai wabah penyakit yang muncul akhir akhir ini jauh lebih sering dan lebih dahsyat dibanding 30 tahun yang lalu. Seperti halnya dunia, tubuh kita pun bagaikan dunia yang begitu luas. Jumlah penduduk dunia ini sekarang sudah mencapai lebih kurang 6.000.000.000 (enam milyar) jiwa. Dalam tubuh seorang bayi yang masih dalam rahim seorang ibu menjelang kelahirannya, sudah memiliki jumlah sel sebanyak dua triliun sel. Pada orang dewasa jumlah selnya bisa mencapai 100.000.000.000.000 (seratus triliun) sel. Masing-masing sel bekerja secara sinergis sesuai dengan fungsinya. Sel-sel dalam tubuh kita pun dilengkapi dengan sebuah sensor super canggih untuk mengetahui sel mana yang diperlukan tubuh dan mana yang tidak. Mana sel yang memang dikehendaki pertumbuhannya dan mana yang tidak. Mana sel normal dan mana sel yang tidak normal (seperti sel kanker). Sel tubuh kita, memiliki pabrik mutakhir yang menghasilkan aneka ragam produk. Ibarat sebuah pabrik, untuk menghasilkan produk jadi harus ada bahan baku, dan kualitas produk jadi sangat ditentukan oleh kualitas bahan

10

Keterampilan Hidup (Life Skills )

baku. Maka makanan dengan mutu terbaik akan menghasilkan kualitas sel terbaik. Apabila kualitas lemak yang kita makan jelek akan Didalam sel terdapat juga menghasilkan kualitas sistem pertahanan keamanan pembungkus sel yang jelek yang diatur secara sistematis (tidak bermutu). Bila dengan sistem komando pusat kualitas pembungkus sel pemerintahan yang sangat jelek, itu akan mempengaruhi hebat, yang dilengkapi daya kerja sel-sel dalam berbagai sensor yang super melakukan fungsinya. Bila canggih, guna menjaga hal ini tidak segera stabilitas keamanan diperbaiki, akan jadi pemicu lingkungannya dari berbagai penurunan daya tahan tubuh ancaman yang datang dari yang memacu pada luar. Sel memiliki sistim munculnya berbagai penyakit. pertahanan keamanan yang canggih, dilengkapi sistem sensor yang serba otomatis. Ada sekitar seratus triliun sel dalam tubuh seorang dewasa, yang digolongkan kedalam lebih dari 200 jenis kelompok sel dengan bentuk yang beraneka ragam. Lemak dan protein merupakan dua zat utama yang membentuk selaput sel. Dari segi jumlah molekulnya, yang terbanyak adalah molekul lemak, dengan perbandingan satu molekul protein untuk setiap 50 molekul protein lemak (fosfolipida). Tapi dari segi volume, protein bisa sama banyaknya dengan lemak. Jumlah protein dalam selaput sel tergantung pada fungsi khusus selaput sel tersebut. Kemampuan setiap pembungkus sel dalam melakukan fungsi dan tugasnya sangat ditentukan oleh jenis lemak yang membentuknya. Jenis lemak yang jelek, akan membuatnya sangat kaku dan tidak efektif dalam melakukan fungsi dan tugasnya. Tentunya lemak yang dipakai sebagai bahan baku untuk membuat selaput sel adalah dari lemak yang kita makan. Apabila kualitas lemak yang kita makan jelek akan

Keterampilan Hidup (Life Skills )

11

menghasilkan kualitas pembungkus sel yang jelek (tidak bermutu). Bila kualitas pembungkus sel jelek, itu akan mempengaruhi daya kerja sel-sel dalam melakukan fungsinya. Bila hal ini tidak segera diperbaiki, akan jadi pemicu penurunan daya tahan tubuh yang memacu pada munculnya berbagai penyakit. 2. Keterampilan Berkomunikasi dengan Tubuh Sendiri Jadilah dokter bagi tubuh kita Coba kita renungkan, sendiri. Komunikasi yang terjalin bagaimana mungkin tubuh baik dan sangat rapi antara sel kita akan terpelihara dengan yang satu dengan yang lainnya baik, jika antara kita si menghasilkan mekanisme tubuh pemilik tubuh dan tubuh itu yang begitu menakjubkan. Coba sendiri tidak terjalin kita renungkan, bagaimana komunikasi dengan baik ? mungkin tubuh kita akan Semakin kita tahu bahasa terpelihara dengan baik, jika tubuh kita, semakin baik antara kita si pemilik tubuh dan pula komunikasi yang tubuh itu sendiri tidak terjalin terjalin antara kita dan komunikasi dengan baik ? tubuh kita. Kapan pun Semakin kita tahu bahasa tubuh tubuh kita “berbicara” kita, semakin baik pula dengan kita melalui komunikasi yang terjalin antara bahasanya, tentu kita akan kita dan tubuh kita. Kapan pun meresponnya sebaik dan tubuh kita “berbicara” dengan sesegera mungkin. kita melalui bahasanya, tentu kita akan meresponnya sebaik dan sesegera mungkin. Sakit kepala atau pusing karena tekanan darah tinggi yang naik tentu akan berbeda pendekatannya dengan sakit kepala atau pusing yang disebabkan kadar gula darah yang turun drastis. Begitupun pusing karena kurang tidur akan sangat berbeda sekali pendekatannya dengan pusing karena “banyak utang”, misalnya. Perlu dipahami bahwa pusing umumnya

12

Keterampilan Hidup (Life Skills )

hanya dampak dari penyakit lain. Hampir 75%nya pusing atau sakit kepala disebabkan oleh gangguan pencernaan. Sesungguhnya sangatlah tidak bijak kalau kita cuma meredam rasa sakit kepala dengan berbagai obat dan bukan mengobati sumbernya. Tubuh selalu memberi kita signal agar seluruh aktivitas kita sesuai dengan yang tubuh inginkan, sebagai contoh: 1) Rasa Lapar Rasa lapar merupakan signal positif tubuh yang member informasi kepada kita bahwa mesin pengolahan makanan kita sudah kosong dan siap diisi lagi. Sebaiknya makan itu tidak dengan acuan jam, tetapi dengan acuan rasa lapar. Sangat banyak kebiasaan orang makan sebelum lapar, makan dengan patokan jam, dan sangat banyak pula orang menunda-nunda waktu makan ketika signalnya sudah muncul, yang berefek pada meningkatnya asam lambung dan mengganggu keseimbangan sistem pencernaan kita. Akhirnya muncul penyakit seperti gastritis atau gastric ulcer (radang atau luka tukak lambung). 2) Rasa Haus Rasa haus merupakan signal positif tubuh. Tubuh meminta kita agar menambah cadangan air dalam tubuh kita. Mayoritas kita tidak tahu kapan sebaiknya kita minum. Berapa banyak tubuh membutuhkan air dalam satu hari? 3) Rasa Ngantuk Rasa ngantuk merupakan signal positif tubuh. Tubuh memohon agar kita segera menidurkannya atau mengistirahatkannya. Betapa banyak orang memaksakan tubuhnya untuk tetap terjaga dengan berbagai tonik dan obat-obatan untuk memacu tetap segar, ketika signal positif rasa kantuk muncul, padahal itu memperbudak tubuhnya sendiri dengan memaksa proses alami tubuh.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

13

4) Rasa Lelah Rasa lelah merupakan signal positif tubuh, yang mungkin kita sudah memaksa tubuh bekerja berlebihan, menguras fisik dan pikiran, dan tubuh berharap kita mengistirahatkannya, agar energi kita segera pulih seperti sedia kala. Berbagai minuman energi drink yang banyak dipasaran, hanya akan memaksa tubuh tetap segar sesaat yang dipaksakan dan akan berefek terganggunya sistem keseimbangan tubuh dan penyakit. 5) Rasa Mual Rasa mual merupakan signal positif tubuh yang tidak boleh diredam dengan berbagai obat anti mual. Rasa mual mengindikasikan mesin pengolahan makanan kita sedang rusak atau bermasalah bahkan mungkin banyak penumpukan toksi atau racun di organ pencernaan, yang membuat kita harus bijak melakukan pembersihan atau detoksifikasi. Tugas kita segera memperbaiki dan mengistirahatkannya dengan hanya memberi makanan yang sangat ringan dicerna dan memiliki efek cleansing atau pembersihan, seperti berbagai jus buah-buahan dan sayur-sayuran yang sesuai kebutuhan tubuh dan gejalanya. (Jenis makanan harus disesuaikan dengan faktor penyebab gejala mualnya) 6) Rasa Sakit Rasa sakit bukan penyakit, tapi efek yang ditimbulkan oleh penyakit. Oleh karena itu seharusnya kita tidak boleh begitu saja meredam rasa sakit dengan berbagai obatobatan analgetik, kecuali terpaksa karena rasa sakit yang sangat hebat dan tidak bisa ditahan. Kebiasaan meredam rasa sakit dengan berbagai obat-obatan hanya akan memperbudak tubuh kita dan justru akan semakin mempersulit kita untuk mencari sumber kerusakan tubuh penyebab rasa sakit. Cara-cara ini hanya akan memperburuk tubuh kita ketimbang memperbaikinya.

14

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Walaupun untuk sementara waktu ketika obat dimakan rasa sakitnya berkurang atau hilang, tetapi itu perbaikan semu yang dipaksakan. a) Demam Demam tidak selalu indikasi penyakit, tetapi itu seringkali reaksi positif tubuh. Demam bisa jadi indikator adanya infeksi dalam tubuh, atau reaksi positif tubuh karena terjadi penumpukan toksin/racun dalam sistem tubuh kita, sehingga tubuh harus menghasilkan ekstra panas dengan peningkatan suhu tubuh guna membakar/menetralisasi kelebihan toksin yang harus dibuang, yang tidak bisa diproses dengan suhu normal tubuh. Tugas kita adalah memberikan ekstra cairan pada tubuh kita (banyak minum), agar keseimbangan cairan dalam tubuh tetap terjaga, karena ketika naiknya suhun tubuh atau demam, tubuh melakukan pembakaran cairan lebih cepat dari biasanya. (Obat penurun panas hanya boleh diberikan bila suhu tubuh/demam tidak terkontrol dengan pemberian ekstra cairan (banyak minum) dan kompres lokal). b) Diare Diare merupakan signal positif yang tidak boleh distop dengan obat. Ini seringkali menjadi indikasi kalau sudah terjadi penumpukan toksin dalam sistem pencernaan kita. Umumnya diare muncul kalau kita salah makan, makan-makanan sembarangan yang tidak higienis atau kelebihan makan alias kekenyangan dengan berbagai jenis makanan yang tidak sinergis satu sama lain yang masuk bersamaan dalam satu waktu. Tugas kita adalah menyetop semua makanan yang masuk agar akumulasi bakteri penyebab diare bias dihentikan, dan menggantikannya dengan cairan yang banyak (seperti banyak minum air madu hangat atau air kelapa muda).

Keterampilan Hidup (Life Skills )

15

c) Konstipasi (Sulit Buang Air Besar) Perlu kita sadari bahwa sulit buang air besar bagian dari penyakit dan penyebab berbagai penyakit termasuk berbagai penyakit infeksi. Buang air besar yang normal 2 kali sehari tanpa kesulitan, sedangkan hampir separo penduduk dunia punya masalah sulit buang air besar, khususnya kaum wanita. Konstipasi merupakan cara tubuh memberi tahu kita, kalau keseimbangan bakteri positif dalam usus kita sedang terganggu, dan bukan hanya itu, tubuh juga memberi tahu kalau itu dampak dari pola makan yang salah dan tidak seimbang. Begitupun tindakan kita terhadap tubuh kita. Signal apapun yang tubuh berikan kepada kita, apakah itu rasa mual, diare, konstipasi, lapar, ngantuk, letih dan lesu ataupun rasa sakit merupakan signal positif dan cara tubuh berkomunikasi dengan kita pemilik tubuh. Tentu kita akan segera meresponnya dengan mencari penyebab signal dan ketidaknyamanan tubuh kita. Setelah kita menemukan apa penyebabnya sudah pasti kita dapat mengambil langkahlangkah yang tepat untuk mengatasinya. Semua gejala itu adalah bagian dari signal positif tubuh dan cara tubuh berkomunikasi dengan kita si pemilik tubuh. Cara tubuh menyampaikan keluhannya. Cara tubuh menyampaikan informasi bila sudah mulai ada kerusakan sekecil apapun, sebelum dokter dengan peralatan canggihnya bisa mendeteksi. Tetapi sayang, kita menganggap semua itu signal negatif, yang harus segera ditekan dengan berbagai obat-obatan yang paliatif (diredam gejalanya sedang sumbernya dibiarkan berkembang). Caracara itu, lebih banyak memperbudak tubuh kita dari pada mengobati atau memperbaikinya. Sebagai kesimpulan, ketika tubuh mengeluh dengan berbagai gejalanya, itu bisa memiliki banyak makna:

16

Keterampilan Hidup (Life Skills )

♦ Gejala penyakit merupakan cara tubuh memohon

perhatian si pemilik tubuh untuk melakukan satu perbaikan nyata, pada saat tubuh sedang tidak mampu melakukan tugas rutinnya. diberi makan (nutrisi seimbang) sesuai kebutuhannya.

♦ Gejala penyakit merupakan cara tubuh memohon untuk ♦ Gejala penyakit merupakan cara tubuh memohon

pembersihan dari penumpukan toksik atau racun (detoksifikasi). yang barang kali sering kita lupakan, seperti kita makan lebih banyak kita mengikuti selera lidah ketimbang selera tubuh.

♦ Gejala penyakit merupakan cara tubuh menuntut haknya

Mungkin ada saatnya tubuh menyuruh kita untuk memperhatikan makanan apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Ada saatnya tubuh meminta kita untuk mengistirahakan dari rutinitasnya dan ada saatnya tubuhpun menyuruh kita untuk membersihkan atau Mungkin ada saatnya tubuh detok-sifikasi. Semakin baik menyuruh kita untuk komunikasi tubuh dengan memperhatikan makanan apa kita, maka akan semakin yang masuk ke dalam tubuh baik pula kerjasama yang kita. Ada saatnya tubuh terjalin antara kita si meminta kita untuk pemilik tubuh dan tubuh itu mengistirahatkan dari sendiri. Dengan kerjasama rutinitasnya dan ada saatnya yang baik, maka sehat pun tubuhpun menyuruh kita bukanlah satu hal yang sulit untuk membersihkan atau kita capai. detoksifikasi. Semakin baik Setelah kita bisa belajar, paham, serta mengerti bahasa tubuh, isyarat apa pun yang tubuh berikan,

komunikasi tubuh dengan kita, maka akan semakin baik pula kerjasama yang terjalin antara kita si pemilik tubuh dan tubuh itu sendiri.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

17

kita akan bisa menanggapinya sesegera mungkin dengan pendekatan dan langkah yang bijak. Ada kalanya kita pusing atau sakit kepala, namun jika kita bijak pada tubuh, maka kita tentu tidak akan segera mencari obat untuk antinya, tapi akan segera dan secepat mungkin mencari sumber dan penyebabnya. 3. Keterampilan Mengatur Pola Makan Sehat dimulai dari apa yang kita makan. Tubuh yang sehat merupakan dambaan semua orang. Tubuh yang sehat merupakan harta yang tak ternilai harganya. Tidak sedikit orang yang menginginkan tubuhnya sehat namun hanya berpangku tangan dan berangan-angan saja. Tidak mau dan tidak berusaha bagaimana agar tubuhnya tertap sehat dan tidak sakit. Bahkan, sebagian besar dari mereka tidak mengetahui apa makna sehat, dan dari mana sehat itu berawal. Dari mana sehat itu berawal ? Sehat berawal dan dimulai dari dapur rumah kita. Tidak sedikit dari kita yang menghabiskan biaya begitu besar hanya untuk mempercantik dan memperindah dapurnya. Namun, sangat sedikit sekali atau mungkin bisa dikatakan tidak ada, orang berfikir tentang makanan dan minuman sehat apa yang akan dibuat di dapur rumahnya. Kebanyakan dari kita berfikir makanan enak apa yang akan di buat di dapur kita. Ironis sekali rasanya, kalau kita hanya berfikir tentang bagaimana mempercantik dan memperindah dapur kita, tanpa berfikir makanan sehat apa yang akan dihasilkan dari dapurnya. Kita perlu mulai berfikir dan berbuat, bagaimana caranya agar dapat membuat dan menghasilkan makanan yang bukan hanya enak di lidah tetapi juga sehat dibadan. Tuhan menciptakan beragam warna, rasa dari buah dan sayur tidak semata-mata untuk keindahan saja, namun itu semua

18

Keterampilan Hidup (Life Skills )

diciptakan dengan beragam Semakin banyak kita fungsi dan manfaatnya, serta makan makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang hanya enak dilidah, berbeda-beda. Semakin banyak namun kaya akan zat-zat kita makan makanan yang hanya adiktif dan miskin nutrisi, enak dilidah, namun kaya akan semakin cepat pula tubuh zat-zat adiktif dan miskin nutrisi, kita menjadi haus atau rusak. 80 – 90 % dari semakin cepat pula tubuh kita berbagai bentuk kanker menjadi haus atau rusak. 80 – berkaitan erat dengan 90 % dari berbagai bentuk makanan yang kita kanker berkaitan erat dengan konsumsi sehari-hari. makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Untuk itu, pandai-pandailah kita memilih makan sehat yang bersifat anti arsinogenik. Semakin banyak kita makan makanan yang sehat, seperti sayur dan buah organik yang kaya akan gizi dan sehat, maka makin sehat pula tubuh kita. Memang tidak mudah dan tidak murah kita mendapatkan sayur dan buah organik, tapi setidaknya makan sayur dan buah yang banyak di pasaran, itu masih lebih baik dari pada kita tidak tidak memakanya sama sekali. Dengan catatan cuci yang bersih di air yang mengalir agar sisa–sisa dari cemaran pestisida, herbisida atapun fungsida yang ada bisa hilang. Sekali lagi ingat bahwa sehat tidaknya satu keluarga tergantung sejauhmana dapur rumahnya bisa menghasilkan makanan dan minuman yang bukan hanya enak tapi juga sehat. Untuk kelangsungan hidupnya manusia membutuhkan makanan, terutama dengan makanan bergizi seimbang. Zatzat gizi utama yang terkandung pada makanan adalah protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin, mineral, dan air. a. Karbohidrat Karbohidrat dianjurkan 60% dari total kalori dalam sehari. Diperoleh dari nasi, jagung, gandum, tepung terigu, sagu, roti, bihun, kentang, pasta, ubi, dan singkong.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

19

b.

Protein Protein dibutuhkan berkisar antara 20 – 50% dari total kalori yang diperoleh dari kacang kedelai, kacang tanah, ikan laut, tawar, daging ayam tanpa kulit, sapi atau kerbo.

Makan yang baik dan benar akan menentukan kwalitas dan masa depan tubuh kita. Kebanyakan kita makan mengikuti selera lidah (asal enak dan kenyang) dan lupa memenuhi hak dan selera tubuh.

c.

Lemak Lemak dianjurkan tak lebih dari 25% dari total kalori yang meliputi lemak hewani dan nabati, misalnya minyak goreng , mentega, alpukat, kelapa, dsb.

d. Vitamin Vitamin dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur – sayuran berwarna kurang lebih 10 % untuk tubuh. e. Mineral Mineral dapat diperoleh dari buah-buahan yang banyak mengandung air dan serat sebanyak 10 %. f. Air Air dibutuhkan sehingga 50 % dari konsumsi tubuh. Air dapat diperoleh dari buah-buahan atau masakan berkuah selain air putih sebanyak 1.5 – 2 liter. Kebanyakan manusia makan mengikuti selera lidahnya ketimbang selera tubuhnya. Seperti kata pepatah, kalau kita sayang tubuh jangan manjakan lidah. Walaupun kebanyak kita makan asal enak dan kenyang, tetapi harus diingat, Tujuan utama kita makan adalah Untuk menjaga keseimbangan asam basa darah dan memberi asupan nutrisi yang lengkap dengan gizi seimbang. Makan yang baik dan benar akan menentukan kwalitas dan masa depan tubuh kita. Kebanyakan kita makan mengikuti selera lidah (asal enak dan kenyang) dan lupa memenuhi hak dan selera tubuh.

20

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Makan yang baik dan benar akan menentukan kwalitas dan masa depan tubuh kita. Kebanyakan kita makan mengikuti selera lidah (asal enak dan kenyang) dan lupa memenuhi hak dan selera tubuh. Masyarakat Indonesia menganggap yang namanya makan harus dalam bentuk karbohidrat (nasi, roti, mie, kentang, dll) dan lauk pauk seperti daging, ikan, ayam, telor. Sedangkan buah dan sayur hanya dianggap sebagi pelengkap saja, yang umumnya dimakan dalam porsi yang sangat kecil dan jarang. Perlu diingat bahwa kebutuhan makan setiap orang akan berbeda-beda, baik jenis maupun jumlahnya. Kebutuhan karbohidrat atau protein seorang petani yang banyak melakukan kerja fisik akan berbeda dengan kebutuhan karbohidrat atau protein seorang eksekitif yang banyak berfikir dan banyak duduk dibelakang meja. Begitu pula kebutuhan makan orang sakit akan sangat berbeda dengan orang sehat, yang gemuk akan berbeda dengan yang kurus. Maka dari itu, kita harus belajar memahami tubuh kita dengan bertanya pada tubuh: siapakah saya,apa pekerjaan saya, berapa berat badan saya dan apa kebutuhan tubuh saya. Dengan menjawab pertanyaan diatas kita akan tahu apa dan berapa kebutuhan tubuh kita dalam setiap porsi makanan yang kita makan. Dengan kita akan lebih memperlakukan tubuh kita. 4. Keterampilan Berolah Raga Yang Murah dan Sehat Banyak catatan positif betapa besar manfaat brisk walking ala Cooper. Tak perlu seberat jogging karena terbukti berjalan kaki cepat memberi hasil yang sama. Brisk walking yang dilakukan rutin menurunkan resiko stroke, diabetes, osteoporosis, hipertensi dan penyakit paru-paru. Berjalan kaki cepat rata-rata bias menurunkan penyakit menahun sampai 40% (Joann Mansion).

Keterampilan Hidup (Life Skills )

21

Dengan brisk walking tekanan darah juga turun, kolesterol baik HDL meningkat, dan darah tidak saling lengkat, sehingga risiko penggumpalan darah yang berpotensi menyumbat pembuluh darah, menjadi berkurang. Tiga manfaat ini yang membantu menurunkan angka serangan jantung lebih separuhnya.

Brisk walking yang dilakukan rutin menurunkan resiko stroke, diabetes, osteoporosis, hipertensi dan penyakit paru-paru. Berjalan kaki cepat rata-rata bias menurunkan penyakit menahun sampai 40% (Joann Mansion).

Angka serangan stroke berkurang dua per lima; berat badan ikut turun karena gajih dibadan dibakar lebih banyak. Kejadian diabetes sekurang-kurangnya ditunda, dan bagi yang sudah diabetes, kegiatan brisk walking menjadi bagian dari terapi juga. Begitu juga bila hipertensi masih ringan, tanpa intervensi obat brisk walking mampu mengendalikan tingginya tekanan darah. Risiko osteoporosis pada usia tua berkurang sepertiga dengan rutin brisk walking sejak muda. Metabolisme kalsium membutuhkan juga latihan fisik (low impact) selevel brisk walking untuk menjaga daur kehidupan tulang (bone remodeling). Kita tahu berjalan kaki cepat juga menguatkan otot-otot, urat persendian, selain persendiannya sendiri. Dengan demikian, kemungkinan terkena radang sendi lantaran pengaruh usia (osteoarthritis) yang lazim muncul seiring dengan bertambahnya umur, bias lebih ditekan. Termasukk mereka yang mengalami depresi (bentuk terbanyak dari stres) brisk walking dapat ikut menenangkan. Jangan lupa, brisk walking juga menghadiahkan manfaat kita terbebas dari ancaman kanker (American Cancer Society). Sekurang-kurangnya menambah umur 15 persen (Charles Goodrich).

22

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Brisk walking selain (1) merelaksasikan otot-otot dan persendian; (2) menggiatkan kerja pompa jantung; (3) menderaskan aliran darah tubuh; (4) membuka pipapipa pembuluh rambut kapiler (collateral) tubuh yang sedianya menguncup; (5) menambah mekar pengembangan paru-paru; (6) menggiatkan semua sistem organ dalaman, termasuk sistem kekebalan tubuh.

Manfaat jangka pendek brisk walking, sel-sel tubuh memperoleh seluruh kebutuhan darah, khususnya otak. Berat otak hanya seperlima puluh dari berat tubuh. Namun kebutuhan oksigennya seperlima dari kebutuhan tubuh. Untuk itu jumlah aliran darah ke otak harus mencukupi selain perlu deras. Dan, itu hanya mungkin dikerjakan bila jantung kuat memompa. Organ tubuh yang cukup terpasok darah (pembawa nutrisi dan oksigen), akan bugar dan tidak layu. Termasuk kulit dan bagian-bagian ujung tubuh. Jantung yang terlatih yang selalu efisien dalam memompa darah. Manfaat jangka panjang brisk walking, seluruh faktor risiko terkena penyakit orang modern bisa ditekan, jantung terlatih tetap kuat dan stabil memompa darah, organ-organ yang kecukupan darah akan memutar mesin tubuh sehingga senantiasa berputar lancar. Dengan demikian, penyakit yang terjadi sebab gangguan fungsi organ tidak perlu muncul.

Brisk walking selain (1) merelaksasikan otot-otot dan persendian; (2) menggiatkan kerja pompa jantung; (3) menderaskan aliran darah tubuh; (4) membuka pipa-pipa pembuluh rambut kapiler (collateral) tubuh yang sedianya menguncup; (5) menambah mekar pengembangan paru-paru; (6) menggiatkan semua sistem organ dalaman, termasuk sistem kekebalan tubuh.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

23

Seperti sudah disebut diatas, brisk walking dapat bertindak sebagai bagian dari terapi. Termasuk untuk hipertensi, mengurangi perlengketan Manfaat jangka panjang darah, diabetes, osteoporosis, brisk walking, seluruh faktor depresi, kegemukan, untuk risiko terkena penyakit orang menyebut beberapa. modern bisa ditekan, jantung terlatih tetap kuat dan stabil Boleh dikatakan semua jenis memompa darah, organ-organ penyakit gangguan fungsi, yang kecukupan darah akan seperti gangguan haid, memutar mesin tubuh fertigo, sembelit dan sebagian sehingga senantiasa berputar gangguan pencernaan, dapat lancar. Dengan demikian, ditolong oleh latihan paling penyakit yang terjadi sebab moderat bernama brisk gangguan funsi organ tidak walking. perlu muncul. Keadaan aliran darah yang kurang lancar juga bagian dari masalah kesehatan rata-rata orang modern. Orang-orang yang gaya hiduonya kurang gerak (sedentarian). Kurang bergerak yang menjadikan daya pompa jantung kurang optimal sehingga aliran darah didalam tubuh tidak deras, tidak pula lancar. Itu berarti sirkulasi darah yang berukuran mikro (mikrocirculation) tidak terisi penuh. Peredaran darah mikrosirkulasi yang acap menjadi pokok masalah gangguan tubuh orang modern. Bila mikrosirkulasi bermasalah, tidak semua sel tubuh mendapat pasokan darah yang cukup. Pembuluh darah tubuh, yang besar maupun yang kecil, semakin bertambah keras dan kaku seiring bertambahnya umur. Namun, kendati pipa pembuluh darah menjadi keras dan kaku, dan belum terbentuk “karang lemak” (akibat lemak darah meninggi) pun, aliran darah tubuh terancap lamban bila pemompaan jantung lemah. Apalagi bila pembuluh darah sudah keras, kaku, dan “berkarat lemak”.

24

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Bila aliran darah tubuh melemah, berarti sel-sel tubuh, terutama dibagian yang ujung-ujung tubuh, sudah kurang penuh terpasok darah. Terlebih jika pipa pembulu darah sudah mulai tersumbat. Aliran darah akan bertambah lemah lagi kalau tenaga jantung memompa sudah mengendor. Ini terjadi kalau jantung sudah membengkak (decompensatio cordis). Jantung membengkak akibat hipertensi lama, pernah terserang jantung koroner, punya kelainan katup jantung, atau mengidap kelainan jantung bawaan. Pentingnya berolahraga dan bergerak badan sejak kecil demi terbentuk otot-otot jantung yang lebih tangguh. Jantung yang tangguh tetap memompakan darah, kendati meghadapi rintangan pipa pembuluh darah yang sudah tidak utuh lagi. Dengan adanya tawaran brisk walking ala Cooper, tentu yang sudah menggemari olah raga kegiatannya tidak perlu dihentikan. Pilihan jenis olah raganya selain yang menambah endurance, perlu pula disesuaikan dengan kondisi tubuh. Apakah anda mengidap penyakit tertentu, dan pertimbangan umur juga. Untuk mereka yang berusia diatas 40 tahun, brisk walking, berenang, dan senam kebugaran, tergolong paling aman. Masing-masing jenis olahraga memiliki durasinya sendirisendiri untuk meraih endurance fitnesnya. Besaran kalori yang dipakai menunjukan pembakaran kalori untuk suatu satuan waktu. Satuan ini dipakai untuk menghitung berapa banyak kalori tubuh yang terbakar. Namun, tidak setiap aktivitas fisik mencapai tingkat aerobik. Hanya aktivitas fisik dengan intensitas tertentu yang aerobiknya tercapai.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

25

Apapun jenis aktivitas fisiknya, baru mencapai tingkat aerobiknya apabila dalam menjalani aktivitas fisik besaran degup jantung sudah memasuki aerobic, yakni 65%-80% dari hasil pengurangan (220-umur). Brisk walking 12 menit/1,6 km (1 mil) menghasilkan 86% wilayah aerobic. Oleh karenanya, menurut Cooper, brisk walking yang terukur lebih ringan, dan lebih aman dibanding jenis latihan fisik dan olah raga berat (high impact) selainm menghasilkan enduranse fitness, brisk walking lebih dipilih untuk mereka yang usianya tidak lagi muda. Maka, upaya melancarkan aliran darah tubuh harus menjadi fokus dalam membugarkan badan. Ada yang manawarkan mengkonsumsi obat, bahan berkhasiat, terapi pijat khusus, atau akupuntur. Namun tidak ada yang lebih tepat dan membuahkan hasil sebaik brisk walking. Tidak ada cara lebih baik untuk menambah warna kulit, tanda aliran darah mencapai ujung-ujung pembuluh kapiler kulit, daripada brisk walking. Apalagi bila dilakukan Tidak ada cara lebih baik untuk diudara segar terbuka, menambah warna kulit, tanda cukup paparan matahari aliran darah mencapai ujungpagi (sebelum pukul 11.00) ujung pembuluh kapiler kulit, sekurang-kurangnya daripada brisk walking. Apalagi bila dilakukan diudara segar 15 menit (untuk sintesis terbuka, cukup paparan matahari vitamin D), selain dengan pagi (sebelum pukul 11.00) tekanan beban cukup pada sekurang-kurangnya 15 menit tulang panjang yang (untuk sintesis vitamin D), selain dengan tekanan beban diberikan oleh brisk cukup pada tulang panjang yang walking agar metabolisme diberikan oleh brisk walking agar kalsium meningkat. metabolisme kalsium meningkat.

26

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Jangan lanjutkan latihan fisik yang berlebihan apabila sudah muncul salah satu keluhan diatas. Kegiatan berlari atau yang lebih berat dari itu, akan menekan hormon cortisol (hormon stres), merusak sel darah, selain berisiko terjadi anemia juga Bagi mereka yang sudah uzur, terlebih yang persendiannya sudah mulai terganggu, waspadalah dalam menjalani brisk walking. Periksalah kondisi sepatu anda apabila setiap kali berlatih, muncul keluhan di persendian. Mestinya keluhan tidak perlu muncul bila sendi sehat, dan sepatunya pilihan. Sebisanya selama berjalan diruangan rumahpun selalu mengenakan alas kaki dengan sol empuk. Terlebih bagi mereka yang sudah mengalami radang sendi (osteoartihritis). Berjalan dilantai keras (ubin) tanpa alas kaki empuk akan menambah trauma (benturan, gesekan, tumbukan) pada perwsendian (khususnya lutut) baik yang masih sehat apalagi kalau sudah meradang. Maka, keluhan nyeri sendi akan terus bertambah, peradangan sendi semakin parah, Tidak akan pernah sama dan mungkin menjadi sukar kualitas tidur di malam sembuh, kalau salah memilih alas hari dengan tidur di siang kaki. hari, walaupun jumlah jam tidurnya sama. Perlu Selain tekun menjalani kegiatan disadari, bahwa perbaikan brisk walking, Cooper juga jaringan-jaringan sel menganjurkan kecukupan nutrisi yang rusak dalam tubuh dalam setiap porsi menu harian. umumnya dilakukan Khususnya mend-ahulukan jenis dikala istirahat/tidur. menu yang kaya kandungan Maka apabila kita sering antioksidan-nya mengingat kurang tidur atau tidak antioksidan dan yang tumbuh memiliki kualitas tidur baik, cepat atau lambat sudah tidak lagi mencukupi dan akan mengganggu orang sekarang kebanyakan stabilitas daya tahan terkena penyakit, sebab rata-rata tubuh kita dan memacu kekurangan antioksidan. penyakit mudah muncul.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

27

5. Keterampilan Mengelola Tidur untuk Terapi Kesehatan. Kita semua tahu bahwa Tuhan menciptakan siang untuk bekerja dan malam tidur (Istirahat). Kerap kali banyak diantara kita yang melawan ketentuan hukum alam, seperti bekerja di malam hari terus – menerus dan tidur di siang hari. Mereka menganggap yang penting jumlah tidurnya tidak kurang dari 8 jam/hari. Padahal kualitas tidur jauh lebih penting dari pada jumlah jam/lamanya tidur. Tidak akan pernah sama kualitas tidur di malam hari dengan tidur di siang hari, walaupun jumlah jam tidurnya sama. Perlu disadari, bahwa perbaikan jaringanjaringan sel yang rusak dalam tubuh umumnya dilakukan dikala istirahat/tidur. Maka apabila kita sering kurang tidur atau tidak memiliki kualitas tidur baik, cepat atau lambat akan mengganggu stabilitas daya tahan tubuh kita dan memacu penyakit mudah muncul. Seorang pemimpin perusahaan yang sering kurang tidur, maka akan kurang bijak dalam memimpin perusahaannya atau mengantrol para pegawainya, karena kualitas fisik, mental, dan emosinal bisa sangat dipengaruhi oleh baik/tidaknya kualitas tidur seseorang. Begitu pula, hal itu berlaku untuk setiap orang dengan profesi apapun. Kesimpulannnya kualitas kerja sangat bergantung pada kualitas tidur setiap orang, apakah ia seorang pelajar, guru, petani, atau pengusaha. Setiap orang harus belajar mengoptimalkan kualitas tidurnya kalau ia mau mencapai sukses yang lebih baik. Banyak orang berusaha memperbaiki kualitas tidur dengan cara yang salah, seperti makan berbagai obat tidur (baik obat tradisional ataupun obat kimia sintetis lewat resep dokter ) walau kadang obat tidur bisa membantu sementara waktu, tapi tidak memperbaiki kualitas tidur. Di bawah ini tips alami untuk mengoptimalkan kualitas tidur kita :

28

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Lakukan olah raga secara teratur minimal setiap 2 hari 1 x sampai target bisa berkeringat. Bila Anda sering sulit tidur lakukan itu di sore hari agar relaksasi otot mudah terbentuk di malam harinya unutuk memudahkan rasa kantuk. Hindari minum banyak menjelang tidur, tapi minum 2 atau 4 jam sebelum tidur, agar ketika tidur tidak diganggu oleh rasa ingin buang air kecil atau sering buang air kecil di malam hari. Hindari makan pada malam hari, sebaiknya 4 jam sebelum tidur sudah berhenti makan. Kalau menjelang tidur masih terasa lapar, sebaiknnya makan buah-buahan saja. Kebiasaan makan padat menjelang tidur itu akan menggagu kwalitas tidur, dan bukan hanya itu, pengolahan makanan pun tidak bisa di olah dengan baik ketika waktu tidur. Karena tubuh istirahat di malam hari, yang seharusnya energi tubuh dipakai maksimal untuk melakukan perbaikan jaringan yang rusak, tapi justru itu tidak maksimal, karena sebagian terkuras untuk mengolah makanan. Akibatnya kita sering merasa bangun tidur tidak segar, malah badan terasa pegal-pegal. Selalu berdoa dan akhiri aktifitas kita dengan senyuman sebelum tidur. Ajaklah tubuh kita tersenyum walau Cuma beberapa saat menjelang tidur, itu akan memperbaiki kwalitas tidur kita.

B.

Keterampilan Mental : Berfikir Positif

1. Keterampilan Mempercayai dan Menghargai Diri Pengertian Percaya Diri Percaya diri diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri, serta dapat

Keterampilan Hidup (Life Skills )

29

mengukur suatu perbuatan dari segi baik atau buruknya. Dengan kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri, remaja diharapkan dapat menilai apakah aktivitas yang dilakukan bermanfaat untuk dirinya dan lingkungannya atau bahkan sebaliknya akan merugikan orang lain dan dirinya. Kepercayaan diri berkaitan dengan harga diri (self esteem). Harga diri didefinisikan sebagai pandangan seseorang terhadap keunggulan yang dimilikinya, yang ditentukan juga oleh penampilan, kemampuan, kinerja, dan penilaian oleh orang-orang penting yang berpengaruh baginya. Harga diri dapat dikembangkan dengan cara berikut. ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ Berpikir positif Bersedia mengambil resiko Sabar terhadap diri sendiri Menghindari pengaruh negatif Bergaul dengan kelompok mendukung Mengembangkan prioritas Mengembangkan rasa humor Menerima tanggung jawab

Biasanya orang yang memiliki rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri akan mampu mengaktualisasikan diri dalam lingkungannya dan lingkunganpun akan menerima dengan positif, sehingga dia dapat menjaga dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif bahkan dapat memberikan manfaat terhadap lingkungannya. Sebaliknya orang yang memiliki kepercayaan diri yang berlebihan atau kurang atau orang dengan harga diri yang rendah cenderung mudah menemui masalah dalam kehidupannya, karena lingkungannya akan bereaksi negatif atas keberadaanya. Dengan demikian dia sangat mudah dipengaruhi atau diajak untuk melakukan hal-hal yang negatif sehingga merugikan lingkungan dan kehidupannya sendiri.

30

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Pentingnya Percaya dan Menghargai Diri. Percaya diri seseorang dapat tinggi atau rendah, tergantung pada kejadian-kejadian dan situasi dalam kehidupannya. Pada umunya percaya diri dihasilkan dari perasaan yang timbul karena kejadian-kejadian yang dialami dalam hidup, serta dapat dilatih melalui pengendalian perasaan. Untuk mengendalikan percaya diri, kita perlu memahami hal-hal apa yang dapat membuat kita merasa lebih baik terhadap diri sendiri dan mengapa, serta merencanakan agar hal-hal yang baik tersebut dapat terjadi dalam hidup kita. Disamping itu, kita harus belajar menghindari pengaruh orang/kejadian negatif atau belajar berfikir tentang bagaimana mereka mempengaruhi kita. Percaya diri yang rendah berhubungan dengan remaja bermasalah. Remaja yang kehilangan rasa percaya diri seringkali mengalami masalah dan kesulitan dalam membangun hubungan yang saling menjaga dan menghargai, keluar dari lingkungan yang nyaman, dan lebih mudah terlibat dalam menyalahgunakan Napza, bahkan mungkin saja melakukan bunuh diri. Oleh karena itu, remaja perlu terus menerus membangun dan membangun kembali rasa percaya diri dan harga dirinya. Demikian pula dengan harga diri. Harga diri yang tinggi mempunyai kontribusi untuk membuat keputusan yang baik, mampu beraktivitas atau bertindak dengan tepat dan mandiri dalam situasi konflik. Harga diri dipengaruhi oleh umpan balik dari orang lain dalam suasana yang positif dan mendukung. Tinggi dan rendahnya harga diri bergantung pada pengalaman hidup yang sebagian besar berdasarkan pada perasaan. Hal itu perlu dipahami agar seseorang dapat mengontrolnya.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

31

2. Keterampilan Berpikir Positif Pengertian Berfikir Positif

Berpikir positif adalah sebuah keterampilan untuk dapat melihat sisi positif mengenai suatu hal, peristiwa, kejadian atau pengalaman. Berpikir positif sangat membantu seseorang untuk menikmati hidup dan menjalani kehidupan dengan langkah ringan dibandingkan dengan orangorang yang cenderung berpikir negatif mengenai berbagai hal dalam hidup ini. Berpikir positif adalah sebuah usaha untuk merubah sudut pandang agar tidak hanya melihat sisi negatif dari sebuah peristiwa, kejadian atau pengalaman.

Berpikir positif adalah sebuah keterampilan untuk mencegah diri kita sendiri terjerumus dalam kesedihan, kesusahan atau persoalan yang sesungguhnya dapat diatasi. Kekuatan pikiran seringkali dapat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan. Remaja perlu mengembangkan kemampuan atau keterampilan berpikir positif untuk membantu dirinya sendiri menghadapi berbagai pengalaman dan peristiwa sehari-hari dalam kehidupan remaja.

Berpikir positif adalah sebuah keterampilan untuk mencegah diri kita sendiri terjerumus dalam kesedihan, kesusahan atau persoalan yang sesungguhnya dapat diatasi. Kekuatan pikiran seringkali dapat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan. Remaja perlu mengembangkan kemampuan atau keterampilan berpikir positif untuk membantu dirinya sendiri menghadapi berbagai pengalaman dan peristiwa sehari-hari dalam kehidupan remaja. Berpikir positif juga berarti kritis melihat masalah. Sebuah Kisah Nyata dalam Berpikir Positif Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak lakilaki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan

32

Keterampilan Hidup (Life Skills )

rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya garagara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak lakilaki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:”Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan” Ibu itu kemudian menutup matanya.”Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?” Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.Virginia Satir melanjutkan; “Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi”.Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.”Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu”.Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tersebut. “Sekarang bukalah mata ibu” Ibu itu membuka matanya “Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?”Ibu itu tersenyum dan

Keterampilan Hidup (Life Skills )

33

menggelengkan kepalanya. “Aku tahu maksud anda” ujar sang ibu, “Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif”.Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah. Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita ‘membingkai ulang’ sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya. 3. Ketrampilan Mengatasi Stress (Copyng Skills) Pengertian Keterampilan Mengelola Stress Keterampilan mengelola stress atau coping skills berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan menggunakan semua pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki. Hal ini akan terwujud dalam perilaku sehat, sosial, mental dan kepribadiannya. Biasanya keterampilan ini dihubungkan dengan stress, kemarahan, konflik dan managemen waktu. Pentingnya Keterampilan Mengelola Stress. Mengembangkan keterampilan mengelola stress membuat seseorang mampu memelihara dirinya sendiri dan orang lain serta mempengaruhi lingkungan sosialnya ketika berhadapan dengan berbagai situasi buruk dan tekanan dari kehidupan modern ini. Seseorang yang sudah berdaya dengan keterampilan mengelola stress, selalu siap (berperilaku) menghadapi pengaruh-pengaruh lingkungannya

34

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Memahami Stress Hal-hal yang perlu diketahui dalam konteks pemahaman tentang stress berkaitan dengan komponen stress kemudian tanda-tanda stress serta bagaimana mengelola stress. Informasi tentang hal-hal tersebut seperti terlihat dalam matrik berikut ini : Mengelola Stress Stress adalah kombinasi dari stressor (sebuah situasi) dan respons stress (reaksi otak dan tubuh). Situasi yang baru, tidak menyenangkan atau sulit diatasi disebut stressor (penyebab stress). Stressor dapat muncul dalam setiap kesempatan di dalam hidup kita, tidak selalu sebagai reaksi terhadap situasi atau kejadian yang negatif tetapi dapat juga yang positif. Stress tidak selamanya negatif, melainkan dapat juga merupakan sebuah pendorong motivasi yang positif. Mempunyai stressor adalah normal dan sehat. Tanpa stressor hidup akan membosankan sehingga menyebabkan hidup menjadi stress pula. Tetapi, stress yang ekstrim dapat mengakibatkan sakit, semakin menurunkan harga diri, dan mengurangi motivasi. Mengelola stress bukan sekedar mengurangi stress tetapi juga mengelola situasi yang menyebabkan stress pada individu. Penelitian menunjukan bahwa kinerja dapat meningkat dengan bertambahnya stress sampai titik puncak. Tetapi bila melewati titik puncak, maka stress akan berakibat negatif. Mengelola stress berarti menemukan jenis, cara dan waktu stress yang tepat sesuai dengan ciri khas individu, prioritas dan situasi hidupnya untuk mencapai kinerja dan kepuasaan maksimal

Keterampilan Hidup (Life Skills )

35

Tanda-tanda Stress Psikologis Sakit kepala, sakit dada, iritasi kulit, berkeringat, sakit otot, gangguan pencernaan, alergi, mulut kering, gangguan tidur, sering pilek, tekanan darah, otot tegang, jantung berdegup, dll Mental & Emosional Menjadi curiga dan tidak berdaya, pikiran kosong (blank), kehilangan semangat dan rasa humor, cemas, kehilangan harga diri dan kepercayaan diri, perubahan selera makan, merasa tersingkir dan sendiri, kehilangan daya ingat, membuat kesalahan-kesalahan, tidak dapat santai, dst Perilaku Kecelakaan dan kecerobohan, makan dan bicara cepat, memotong pembicaraan, mengambil keputusan irasional. Bekerja lambat, tidak kooperatif, konsumsi alkohol dan obatobatan, perilaku obsesif/berlebihan, tertawa keras karena tegang, menggertakan gigi, dll. Filosofis Merasa tidak berdaya, mempertanyakan nilai-nilai, motivasi rendah, pikiran negative mengenai diri sendiri dan orang lain, dll Mengelola Stress Secara Efektif Tahapan-tahapan pengelolaan stress secara efektif dimulai dengan proses imaginasi, dilanjutkan dengan olah pernafasan yang diakhiri dengan proses meditasi seperti diuraikan dalam bagan berikut ini:

36

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Imajinasi Duduk dengan santai dan membayangkan sesuatu secara imajinatif (khayal) dapat membantu penyembuhan tubuh dan pikiran. Tetapi anda harus memutuskan bentuk khayalan apa yang dapat membuat anda merasa santai dan nyaman. Beberapa imaginasi yang sering membuat orang merasa tenang : Pantai; Taman penuh pepohonan; Langit biru; Malam penuh bintang; Taman bunga, Sinar matahari; Berendam air hangat; dll Contoh cara menyampaikan sesi Imajinasi : 1. Mari pejamkan mata, tegangkan semua otot tubuh anda pada saat yang sama. Kaki, lengan, kepalan tangan, wajah, bahu, perut 2. Tahan semua otot, sekarang lepaskan/santai dan rasakan semua ketegangan keluar/tumpah dari tubuh anda 3. Biarkan semua ketegangan mengalir keluar dari tubuh anda, dari pikiran anda... dan gantilah dengan energi yang lembut, damai. Biarkan setiap nafas membawa ketenangan dan relaksasi pada tubuh anda 4. Jeda, sekarang tegangkan kembali seluruh tubuh anda dan tahan untuk beberapa detik, lalu lepaskan kembali, rileks dan rasakan semua ketegangan tadi mengalir keluar dari tubuh anda 5. Jeda, sekarang tegangkan setiap otot di dalam tubuh anda dan pada saat yang sama ambil nafas dalam 6. Tahanlah tubuh yang tegang dan tahanlah nafas untuk beberapa detik 7. Lalu katakan “rileks....” pada diri sendiri, dan secara perlahan lepaskan nafas dan rileks .... 8. jeda, ambil nafas panjang dan tahan 10 detik, katakan “rileks” lalu lepaskan ....

Keterampilan Hidup (Life Skills )

37

9. jeda, ketika anda merasa rileks, ambil nafas panjang, tahan beberapa detik, katakan “rileks dalam hati”, lalu lepaskan 10. Kegiatan ini dapat dilakukan beberapa kali, dimanapun dan kapanpun karena tidak ada yang mendengar atau melihat anda. Nah, sekarang buka mata anda perlahanlahan, rasakan ketenangan. Contoh cara menyampaikan sesi pernafasan : 1. Duduklah dengan cara yang paling nyaman 2. Ini adalah kegiatan yang memperhatikan pernafasan kita 3. setelah anda merasa nyaman, mulai konsentrasi pada cara anda bernafas, cara mengeluarkan dan mengambil nafas ke dalam tubuh, mulai hitung setiap nafas anda, hitung sampai 10 lalu mulai lagi dari 1 4. bila pikiran anda melayang ke tempat lain, usahakan kembali ke pernafasan anda dan terus menghitung 1 sampai 10 Meditasi : Kegiatan ini memusatkan perhatian pada sesuatu yang berulang dan tidak berubah. Anda dapat bermeditasi dengan melakukan latihan sederhana berikut : 1. Duduk tenang dan pejamkan mata anda 2. Dalam pikiran anda, ulangi sebuah kata yang menenangkan anda, misalnya : “tenanglah”, “rileks”, atau “satu”.... setiap kali anda bernafas 3. Lakukan ini selama 20 menit dan secara perlahan keluar dari meditasi dan buka mata 4. Meditasi membantu tubuh rileks serta menghilangkan stress

38

Keterampilan Hidup (Life Skills )

4. Keterampilan Mengambil Keputusan dan Memecahkan Masalah Remaja dan siapapun seringkali dihadapkan pada situasi yang menuntut mereka membuat pilihan. Keputusan tersebut dapat berupa mengikuti perintah atau tidak, menerima atau menolak sebuah tawaran, setuju atau tidak setuju dengan pendapat orang lain, dan seterusnya. Setiap orang mempunyai kemerdekaan untuk memilih, tetapi perlu disadari bahwa di dalam setiap pilihan ada tanggung jawab. Pilihan yang bertanggung jawab adalah sebuah keputusan. Pemahaman yang baik dan benar mengenai pengambilan keputusan sangat dibutuhkan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dan menolak seks bebas. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah sebuah keterampilan yang membantu remaja untuk menghadapi berbagai keputusan dalam hidup secara konstruktif. Keterampilan ini dapat dipelajari dan dipraktekan. Ada 3 langkah sederhana untuk belajar mengambil keputusan secara efektif: Langkah 1: Jelaskan atau identifikasi dengan jelas keputusan apa yang harus diambil atau masalah yang harus dipecahkan Langkah 2 : Pertimbangkan pilihan-pilihan yang ada dan apa yang akan terjadi pada setiap pilihan Langkah 3 : Pilihlah pilihan yang paling baik 10 Langkah Untuk Mengambil Keputusan Yang Baik Berikut ini diuraikan 10 langkah dalam proses pengambilan keputusan yang baik :

Keterampilan Hidup (Life Skills )

39

1. Mengetahui kebutuhan dan masalah yang dihadapi 2. Mengetahui kemampuan diri yang sebenarnya, mana yang bisa di capai dan mana yang tidak bias dicapai 3. Menimbang-nimbang berbagai cara tindakan dan dampak dari tindakan tersebut kemudian memilih cara terbaik. 4. Memperhatikan dan mempertimbangkan perasaan dan pikiran pihak lain 5. Mengambil keputusan sendiri dan bertindak sesuai dengan keputusan tersebut pada waktunya 6. Memperlihatkan pada pihak lain yang berkaitan bahwa kita sudah mengambil keputusan dan akan mengambil tindakan yang perlu berkaitan dengan keputusan itu 7. Bersikaplah teguh dalam menghadapi godaan dan tekanan yang bermaksud merubah pikiran dan keputusan itu 8. Mempelajari bagaimana mengelola emosi, terutama emosi berkaitan dengan tindakan tersebut 9. Mencari bantuan atau dukungan bila diperlukan 10. Memelihara hubungan baik dalam keluarga agar mereka tindak terganggu oleh keputusan yang diambil

C. Keterampilan Emosional : Berkomunikasi secara Efektif
1. Keterampilan Bersikap Tegas (Asertif) Pengertian Sikap Asertif Asertif adalah sebuah sikap atau perilaku untuk mengekspresikan diri secara tegas kepada pihak lain tanpa harus menyakiti pihak lain ataupun merendahkan diri di hadapan pihak lain. Bersikap tegas adalah sebuah cara khusus yang dapat dipelajari dan dipraktekkan. Sikap tegas membuat seseorang mampu menyatakan pikiran, perasaan dan nilai-nilai mengenai sesuatu secara terbuka dan langsung, dengan tetap menghormati perasaan dan nilai-

40

Keterampilan Hidup (Life Skills )

nilai pihak lain. Bersikap tegas adalah salah satu perilaku yang dapat dipilih ketika seseorang berada dalam situasi yang sulit ketika harus mengambil sebuah keputusan. Keterampilan ini meningkatkan kemungkinan seseorang menghadapi sebuah situasi sulit tanpa kehilangan harga diri atau martabatnya. Ada beberapa keuntungan yang muncul dari perilaku assertif, antara lain : ♦ ♦ ♦ Meningkatkan kepercayaan diri Meningkatkan kemampuan diri Meningkatkan kemungkinan untuk memperoleh apa yang dibutuhkan atau diinginkan

Sikap tegas memperhatikan hak individu dengan tetap memperhatikan hak pihak lain. Karena itu keterampilan ini sangat penting dalam situasi sosial dimana ada tekanan untuk melakukan sesuatu termasuk menyalahgunaan narkoba Kaum muda selalu dihadapkan pada pilihan, apakah sikap assertif yang dipraktekannya itu tepat dan akan mencapai hasil yang diharapkan. Situasi, lokasi, waktu dan hubungan sosial adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan untuk bersikap asertif atau tidak. Sikap asertif tidak harus selalu diterapkan dalam semua situasi dan asertif tidak selalu akan menghasilkan apa yang diharapkan. Tetapi bila diterapkan, hasilnya mungkin lebih baik dibandingkan tidak diterapkan karena hubungan tidak akan terlalu rusak dan konflik dapat diselesaikan tanpa satu pihak merasa bersalah, dilecehkan atau dikhianati. Pentingnya Sikap Asertif Perlunya bersikap Asertif dapat dilihat dari konteks atau latarbelakang dari sikap Asertif serta hal-hal yang dapat ditimbulkan dari bersikap Agresif berikut ini :

Keterampilan Hidup (Life Skills )

41

Alasan untuk bersikap Agresif
♦ Takut gagal ♦ Kurang percaya diri ♦ Pernah berhasil dengan sikap

Akibat dari bersikap Agresif
♦ Konflik dalam hubungan ♦ Kehilangan harga diri ♦ Kehilangan rasa hormat pada

agresi
♦ Menunjukkan kekuasaan ♦ Melepas amarah ♦ Manipulasi pihak lain

orang lain
♦ Meningkatkan stress ♦ Meningkatkan kemungkinan

kekerasan
♦ Kebutuhan personal tidak

terpenuh Submisif
♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦

Submisif
♦ Kehilangan kepercayaan diri ♦ Merasa marah, sakit, frustrasi ♦ Kehilangan control dalam

Takut pihak lain tidak setuju Takut dikritik Ingin bersikap sopan Menghindari konflik Manipulasi pihak lain Tidak mampu bersikap tegas

hubungan/pergaulan
♦ Mengarah pada sikap agresif ♦ Kurang menghargai diri sendiri ♦ Tidak pernah menemukan

arah/jalan Asertif
♦ Merasa nyaman dengan diri

sendiri
♦ Merasa nyaman terhadap orang

lain
♦ Mengurangi

kemungkinan

menyakiti
♦ Dapat mengontrol situasi ♦ Jujur terhadap diri sendiri dan

orang lain
♦ Memenuhi kebutuhan pribadi

Asertif ♦ Tidak popular untuk menyatakan perasaan ♦ Dapat dicap terlalu memaksa/ bebas ♦ Dapat mengancam hubungan ♦ Memperkuat hubungan ♦ Dapat dianggap dikontrol orang lain ♦ Dapat dianggap “menentukan” atau “dominan” ♦ Dapat mencapai tujuan pribadi ♦ Membangun rasa saling menghormati

42

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Pengertian sikap Asertif bisa menjadi lebih jelas apabila dibandingkan dengan sikap Submisif dan Agresif seperti yang terlihat dalam skema di bawah ini :
Tindakan Agresif
Menghormati hak dan perasaan diri sendiri, tidak memperdulikan hak dan perasaan orang lain

Tindakan Submisif
Tidak memperdulikan hak dan perasaan sendiri menghormati hak dan perasaan orang lain

Tindakan Asertif
Menghormati hak dan perasaan diri sendiri Menghormati hak dan perasaan orang lain

Hak dan Tanggung Jawab Bersikap Asertif Pemahaman sikap Asertif bisa dilihat dari aspek hak dan tanggung jawab. Sikap Asertif terkait dengan hak sendiri untuk memperlakukan orang lain dan diperlakukan oleh orang lain secara Asertif, sedangkan tanggung jawab terkait dengan sikap dan prilaku kita terhadap lawan bicara. seperti di bawah ini :
Hak bersikap asertif 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. mengambil keputusan sendiri diperlakukan dengan hormat menolak permintaan pihak lain membuat kesalahan berubah pikiran mengambil waktu untuk memikirkan permintaan pihak lain memenuhi permintaan yang masuk akal mempertahankan pandangan/ pendapat pribadi mengontrol nasib sendiri menyatakan perasaan sendiri 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Tanggung jawab yang berkaitan membiarkan orang lain mengambil keputusannya sendiri memperlakukan orang lain dengan hormat menolak secara sopan dan tegas memastikan bahwa sebuah kesalahan tidak merusak/melukai orang lain bertindak masuk akal membiarkan orang lain untuk memikirkan permintaan pihak lain tidak memaksakan kehendak pada pihak lain menghormati pandangan/ pendapat orang lain membiarkan orang lain mengontrol nasibnya sendiri mempertimbangkan perasaan orang lain

Keterampilan Hidup (Life Skills )

43

Menghadapi Tekanan Sebaya Sikap Asertif untuk kelompok remaja sangat diperlukan dalam menghadapi tekanan remaja sebaya. Tekanan itu sama sekali berkaitan dengan ajakan untuk terlibat kedalam resiko Triad KRR. Berikut ini adalah cara Asertif untuk menolak ajakanajakan seperti itu :
Teknik Berkata ”TIDAK” Katakan terus terang, apa adanya Beri alasan Kesan gagah Merubah topik pembicaraan Contoh ”Tidak” atau ”Tidak, terima kasih” ”Tidak, terima kasih, saya tidak merokok” atau ”tidak mau mencobanya” ”Tidak, terima kasih. Saya tergesagesa nih, saya harus pergi” ”Tidak sekarang. Mungkin lain kali” Katakan ”tidak” dan langsung merubah arah pembicaraan : ”tidak, terima kasih. Kamu liat pertandingan semalam?” Ulangi kata ”tidak” berulang-ulang atau bervariasi : ”tidak” ”tidak, terima kasih” ” tidak, saya tidak tertarik” Katakan ”tidak” dan langsung pergi Acuhkan atau tidak memperdulikan Jauhkan diri dari setiap situasi dimana ada kemungkinan kamu mendapat tekanan dari kelompok untuk merokok atau menggunakan narkoba

Mengulang kata Tidak

Pergi / berlalu Angkat bahu Mengindari situasi

2. Keterampilan Berkomunikasi dengan Orang Lain (Komunikasi Interpersonal)
Pengertian Komunikasi Interpersonal Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui bahasa, pembicaraan, pendengaran, gerakan tubuh atau ungkapan emosi oleh seseorang kepada orang lain disekitarnya. Komunikasi adalah proses yang dinamik, yang melalui proses itu manusia tumbuh dan berkembang. Proses komunikasi berlangsung selama manusia hidup.

44

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Hakekat Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal sebagai pola, proses dan substansi adalah cara manusia hidup, tumbuh dan berkembang. Ada tiga keniscayaan dalam kehidupan manusia. Ketiga keniscayaan itu adalah ruang, waktu dan tindakan. Setiap orang memiliki ruang dimana dia berada saat ini. Ruang yang dimiliki adalah ruang dimana seseorang saat ini berada. Ruang dimana dia berada kemarin adalah sejarah, dan ruang dimana dia mau berada nanti adalah potensi. Ruang yang sudah menjadi sejarah adalah sesuatu yang sudah lewat sedangkan ruang yang bersifat potensi suatu yang belum tentu terjadi sehingga kedua-duanya adalah tidak riil. Ruang yang paling riil adalah ruang dimana saat ini dia berada. Demikian juga halnya dengn keniscayaan yang kedua yaitu waktu. Waktu yang riil yang dimiliki oleh seseorang adalah saat ini. Waktu kemarin sudah lewat dan waktu yang akan datang adalah harapan. Kedua-duanya tidak riil. Waktu yang riil yang dimiliki oleh seseorang adalah waktu yang dimiliki saat ini. Akan halnya dengan keniscayaan yang ketiga yaitu tindakan, manusia mengisi waktu dan ruang yang dia miliki melalui tindakan. Oleh sebab itu cara seseorang tumbuh dan berkembang adalah melalui tindakan. Dengan kata lain manusia dapat memanfaatkan ruang dan waktu yang dimiliki hanya melalui tindakan. Melalui tindakan yang didalamnya ada ruang dan waktu manusia mewujudkannya melalui proses komunikasi interpersonal dengan sesamanya. Komunikasi interpersonal dengan demikian, hakekatnya adalah cara manusia menjadi ada, tumbuh dan berkembang menggunakan waktu dan ruang yang ia miliki. Tidak ada kehidupan tanpa komunikasi manusia antar sesamanya. Dengan kata lain komunikasi interpersonal

Keterampilan Hidup (Life Skills )

45

adalah hakekat kehidupan manusia itu sendiri. Sehingga tidak ada suatu kehidupan manusia yang akan berhasil kalau dia tidak terampil melaksanakan komunikasi antar sesamanya. Hakekat komunikasi interpersonal yang bisa menjadikan manusia hidup dan tumbuh kembang bersama adalah proses komnukasi interpersonal dengan ciri-ciri sebagai berikut. Adanya partisipasi (participation) yang utuh dari setiap peserta komunikasi Adanya ketersambungan (connectedness) antar sesama peserta komunikasi Adanya kesejajaran (equality) antar sesama peserta komunikasi Adanya kebenaran (truth) dari setiap substansi yang dikomunikasikan Adanya kejujuran (sinserity) dari setiap peserta komunikasi Adanya saling memberi makna (shared meaning) antar sesama peserta komunikasi Kegiatan komunikasi itu sendiri menghasilkan tumbuh kembang bersama diantara semua pesertanya (self generating) Pentingnya Komunikasi Interpersonal Komunikasi akan berhasil bila dilakukan dengan efektif. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi dengan efektif adalah kesempatan yang tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Komunikasi memerlukan pengalaman belajar yang menyediakan kesempatan untuk mengamati, memberikan tanggapan, dan untuk menerima feed-back. Bagi remaja, berbagai perilaku berisiko seperti penyalahgunaan napza dan perilaku seksual yang tidak

46

Keterampilan Hidup (Life Skills )

bertanggungjawab dapat terjadi sebagai hasil dari kesulitan dalam mengekspresikan ide-ide, minat dan nilai-nilai, serta ketidakmampuan menolak tekanan kelompok yang tidak sehat dan tekanan sosial. Kemampuan komunikasi efektif sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang baik dapat membangun hubungan interpersonal yang baik. Jenis-Jenis Komunikasi Interpersonal Dari segi hasil yang dicapai komunikasi dapat dibedakan antara komunikasi efektif dengan komunikasi tidak efektif. Berikut ini diuraikan pengaruh atau akibat dari suatu proses komunikasi yang efektif dan komunikasi yang tidak efektif.
Komunikasi Efektif • Sangat penting untuk membantu memahami dan mengembangkan perilaku yang bertanggung jawab. • Menumbuhkan partisipasi positif di dalam keluarga, teman sebaya, kelompok sosial dan masyarakat. • • Memperkuat hubungan personal dan rasa percaya diri. Sangat membantu dalam membicarakan hal-hal yang sensitif dan menuntut kejujuran, keterbukaan dan cara yang tidak menakutkan. • • Akan mempermudah mendapat dukungan dan penerimaan lingkungan. Mendorong peserta untuk berdiskusi secara terbuka kepada orang tua, teman sebaya atau guru. • • • Komunikasi Tidak Efektif Dapat menyebabkan ketidakpuasan personal maupun profesional, kesepian, konflik, dikucilkan oleh teman sebaya, keluarga, sekolah dan tempat kerja. Secara terus menerus dapat mengurangi rasa percaya diri dan meningkatkan ketergantungan pada napza atau pada orang lain dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Dapat memperburuk kemampuan individu untuk keluar dari masalah.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

47

Mendengarkan Secara Aktif Mendengar aktif adalah cara mendengar dan menerima perasaan serta memberi tanggapan yang bertujuan menunjukan kepada orang lain bahwa kita sungguh-sungguh telah menangkap pesan serta perasaan yang terkandung didalamnya. Hal itu dilakukan sehingga kita dapat memahami orang lain seperti yang mereka rasakan bukan seperti apa yang kita lihat atau kita sangka. Komunikasi yang efektif dapat terjadi apabila keterampilan berikut digunakan dengan baik: Kemampuan menerima dan memahami (Attending Skills): Kemampuan ini ditandai dengan ciri-ciri : 1) Pemberian perhatian fisik kepada lawan bicara. Misalnya dengan memperhatikan gerakan tubuhnya, menjaga kontak mata, tunjukkan dengan ekspresi wajah atau gerakan tubuh lain sebagai tanda tertarik terhadap apa yang diucapkan oleh lawan bicara. 2) Selama pembicaraan pandangan muka sepenuhnya diarahkan kepada lawan komunikasi. Ke m a m p u a n mengikuti alur cerita (Following Skills): Kemampuan mengikuti alur cerita mempunyai ciri-ciri sebagai berikut 1) Tidak memutuskan pembicaraan dan mengalihkan perhatian orang yang sedang berbicara. 2) Menggunakan sedikit dorongan dan respon sederhana yang dapat memacu pembicara untuk menyampaikan ceritanya. 3) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan, yang dapat menambah informasi dan tidak sekedar jawaban “Ya” atau “Tidak”. 4) Tidak mengambil peran sebagai penyidik dan mengajukan

48

Keterampilan Hidup (Life Skills )

terlalu banyak pertanyaan. Jaga suasana agar tetap tenang. Kemampuan melakukan refleksi perasaan (Reflecting Skills): Kemampuan ini ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Mengungkapkan kepada orang lain tentang perasaan orang tersebut sesuai dengan yang kita pahami, seperti contoh berikut ini : “Anda benar-benar gembira tentang proyek ini” “Nampaknya anda marah” “Sepertinya anda merasa tidak bersalah” Kemampuan melakukan pengulangan makna (Paraphrasing Skills):Kemampuan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Menyatakan kembali ucapan pesan yang disampaikan pembicara dengan menggunakan kata-kata lain, dengan tujuan untuk mengetahui apakah yang kita dengar adalah benar, seperti ungkapan di bawah ini : “Jika saya tidak salah mengerti,.........” “Jadi menurut anda bahwa ...............” “Sepertinya anda mengatakan bahwa .........” Kemampuan melakukan pengulangan makna (Focusing Skills): Kemampuan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Dengan sopan meminta orang lain untuk bicara lebih fokus pada masalah utamanya, seperti ucapan berikut ini : “Saya mengerti bahwa semua masalah ini menjadi perhatian anda, tetapi apakah diantara masalah tersebut ada yang secara khusus bisa kita selesaikan bersama?” “Dari semua apa yang anda katakan, masalah mana yang paling anda risaukan?

Keterampilan Hidup (Life Skills )

49

Komunikasi yang tidak efektif dapat terjadi apabila: Orang sangat perhatian hanya pada masalah yang ingin disampaikan, tetapi tidak memperhatikan apa yang orang lain juga ingin sampaikan. Orang “menunggu” kesempatan untuk memfokuskan isu yang sedang dibahas oleh orang lain agar ia dapat menyampaikan pendapatnya. Orang mendengar secara selektif, mereka hanya mendengar apa yang ingin mereka dengar. Orang memotong dan menyelesaikan pernyataan orang lain dan merubahnya sesuai dengan tujuan mereka sendiri. Komunikasi Non Verbal Dalam kondisi normal percakapan antara dua orang, komponen verbal mengambil peran kurang dari 35% atas pesan yang disampaikan, sementara komponen non-verbal mencapai lebih dari 65%. Komunikasi non-verbal biasanya samar/tidak jelas (ambiguous). Sebagai contoh, marah dapat diekspresikan dengan berbagai gerakan, mengayunkan kepalan tangan atau diam tak bergerak. Wajah memerah dapat berarti marah, malu, gugup, atau sangat bahagia. Apabila perilaku non-verbal tidak sesuai dengan pesan verbal (apa yang diucapkan), akan menghasilkan kebingungan. Sebagai contoh, mengatakan kepada orang bahwa anda sangat mempercayainya, tetapi pada saat yang bersamaan anda tidak menatap matanya. Apabila komunikasi menyenangkan dan dapat diterima, komunikasi non-verbal berikut ini dapat menjadi pelengkap komunikasi verbal: Melakukan kontak mata; Menjaga posisi tubuh tetap tegak; Berdiri mendekat pada lawan bicara tetapi tetap ada jarak;

50

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Suara yang ramah, bicara jelas, tidak berbisik dan tidak berteriak. Komunikasi non-verbal dapat membawa pada asumsi-asumsi tertentu yang ditimbulkan karena: Jarak anda berdiri dengan orang lain. Cara anda menata suasana fisik dimana anda bekerja atau tinggal. Cara anda duduk, berdiri, berjalan dan melakukan kontak mata. Lingkungan di rumah dan di tempat kerja anda. Penampilan anda, tatanan rambut, wajah, dan tubuh. Warna baju yang anda gunakan Maskulinitas/feminitas Gerakan tubuh Menarik nafas dalam, menangis, mengerutkan dahi, membadut, tersenyum dan tertawa. Hambatan Komunikasi Efektif Komunikasi yang efektif akan mengalami hambatan apabila salah satu peserta komunikasi melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Menilai (Judging) Menilai antara lain memaksakan nilai yang anda anut pada orang lain dan membentuk solusi untuk masalah mereka. Jika anda menilai, anda tidak mendengar atas apa yang diucapkan orang lain, karena anda menilai penampilan, suara dan kata-kata yang digunakan orang tersebut. Contoh: Mengkritik – “Anda tidak paham” Mencap – “Itu karena anda malas” Mendiagnosa–“Anda tidak sunguh-sungguh dengan masalah ini”

Keterampilan Hidup (Life Skills )

51

Memuja untuk memanipulasi – “Dengan sedikit usaha lagi, anda dapat mengerjakan dengan baik” b. Mengirim solusi (Sending solution)Memotong pembicaraan sebelum pembicara selesai menyampaikan pesannya atau menyampaikan ide pemecahan masalah sebelum diminta dapat mengganggu pembicara dan dapat mencegah pembicara untuk menyampaikan pesan aslinya. Hal ini juga akan mendorong ketergantungan orang lain pada kita dalam memcahkan masalah dan menolak adanya kesempatan untuk mempraktikkan pengambilan keputusan. Tipe komunikasi seperti ini akan menunjukkan kepada mereka bahwa perasaan, nilai-nilai dan masalah mereka adalah tidak penting. Contoh: Memerintah – “Kamu akan belajar dua jam tiap malam” Menakut-nakuti – “Jika kamu tidak melakukan ini,......” Moralis – “Kamu harus lakukan ini, ....” Pertanyaan berlebih – “kamu akan kemana? Apa yang akan kamu lakukan? Dengan siapa kamu pergi?” Mengakhiri kalimat-kalimat yang akan diucapkan pembicara. c. Mengabaikan perhatian orang lain (Avoiding the other’s concerns) Perasaan dan perhatian individu tidak diperhitungkan. Pendengar tidak ingin berhubungan dengan ketakutan, ketidaksadaran dan kecemasan individu. Contoh: Menasehati – “Akan baik bagimu jika kamu ....” Mengalihkan pembicraan–“Olahraga apa yang kamu lakukan sekarang?” Argumentasi logis–“Satu-satunya jalan untuk meningkatkan nilaimu adalah dengan belajar lebih giat”(Penekanannya adalah pada fakta, sedangkan perasaan diabaikan)

52

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Meyakinkan – “Semua akan selasai” (Membuat orang lain merasa lebih baik, tetapi tidak berkaitan dengan masalah yang dihadapi). Menolak/Tidak setuju – “Ya, tetapi .....” Cara Berkomunikasi Proses komunikasi terdiri dari tiga cara berkomunikasi berikut ini: a. Passif Kita ingin mengkomunikasikan sesuatu tetapi kita tidak dapat mengekspresikannya atau kita melakukannya dengan cara yang tidak langsung sehingga tidak ada dampaknya. b. Aggresif kita berkomunikasi dengan cara yang melukai/menyakiti atau menyerang orang lain. Komunikasi agresif dapat berbentuk terbuka (merendahkan orang lain, mengancam, atau menekan) atau secara tidak langsung (gosip, atau membiarakan kebutukan di belakang orang) c. Assertif Kita menyatakan pikiran dan perasaan secara jelas dan langsung tanpa sengaja menyakiti atau tidak menghormati orang lain. Bersikap pasif dapat membuat perasaan kita tertekan dan tidak berharga, merasa tidak dihargai/ dihormati, frustrasi, marah, cemas. Bersikap pasif juga dapat melukai kemampuan kita untuk menjalin hubungan yang berhasil karena kita tidak mampu menyatakan perasaan secara langsung dan jujur. Bersikap agressif dapat menyebabkan orang lain yang berhubungan dengan kita menjadi terluka atau sakit hati, marah, merasa tidak dihargai, dan dapat mengakibatkan perlawanan secara agresif dari pihak lain. Cara ini

Keterampilan Hidup (Life Skills )

53

mengarah pada hubungan yang buruk karena kurang komunikasi dan tingkat konflik yang tinggi.

D. Keterampilan Spiritual : Bersyukur dan Berdoa
1. Keterampilan Memahami Kehidupan Spiritual Untuk dapat memahami konsep keterampilan spiritual secara sederhana, diperlukan pemahaman terhadap tiga istilah, yaitu spiritul, kecerdasan spiritual dan keterampilan spiritual. Secara sederhana manusia terdiri dari unsur jasmani, mental, emosi dan rohani. Unsur jasmani manusia akan berperan pada kegiatan-kegiatan seperti:melihat, bersuara, mencium, merasa, menyentuh dan bergerak. Unsur mental manusia akan tampak pada kegiatan-kegiatan seperti berfikir,refleksi, konsepsi, mengetahui, analisis, dan memahami. Unsur emosi manusia akan terlihat pada kegiatan-kegiatan seperti mencintai, membenci, takut, marah dan sebagainya. Sedangkan unsur spiritual manusia akan tampak pada semua kegiatan jasmani, mental, dan emosi yang digerakan oleh dan berlandaskan pada unsur ruhaninya. Oleh sebab itu, kegiatan spiritual adalah kegiatan ruhaniah manusia. Unsur ruhani manusia adalah sifat Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia. Keberadaan ruhani demikian penting, karena inilah sumber cahaya dalam diri manusia yang membuatnya tetap sadar akan Tuhannya dan nilai-nilai spiritualitas. Seharihari manusia menyebutnya suara hati, atau nurani. Suara hati ini acapkali akan menghunjam dalam diri manusia dan mengingatkannya dari kelalaian. Dengan demikian, secara sederhana dapat dikatakan bahwa spiritualitas adalah adalah ruhani yang dimiliki manusia. Spiritualitas adalah unsur kehidupan manusia yang langsung diberikan dan berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, hanya dengan kegiatan spiritualnya manusia bisa tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sempurna (Insan Kamil) di dunia dan kembali menghadap

54

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Tuhannya dengan keredhoanNya. Singkatnya Keterampilan Memahami Spiritualitas adalah kemampuan memahami bahwa semua kegiatan jasmani, fikiran dan emosi manusia yang digerakan atas dasar suara hati atau ruhani dan diarahkan untuk memperoleh keredhoan Tuhan Penciptanya. 2. Keterampilan Menyadari Kehidupan Spiritual Apabila kegiatan spiritual dapat diartikan sebagai bekerjanya rohani pada semua aspek kehidupan manusia, maka kecerdasan spiritual, secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan spiritual yang tumbuh dan berkembang pada diri manusia. Kemampuan spiritual itu akan terlihat pada perkembangan kesadaran dan pemahaman manusia terhadap diri, orang lain, dan alam, yang berujung pada peningkatan kesadaran dan pemahaman akan kebesaran Penciptanya. Dengan peningkatan kesadaran dan pemahaman spiritual itu, akan membawa manusia untuk tanpa henti berusaha menjadi lebih dekat kepada Penciptanya. Dengan kata lain, kecerdasan spiritual bersifat kontekstual. Artinya, Spiritualitas muncul pada konteks hubungan manusia dengan dirinya, orang lain, alam dan Penciptanya. 3. Keterampilan Melaksanakan Kehidupan Spiritual Dari studi-studi sistem kehidupan, diketahui bahwa seluruh kehidupan seperti makhluk hidup tingkat cell, organisme dan jagat raya, menjalani kehidupan nya dengan pola yang sama, yaitu hidup dengan pola gerak perputar. Kehidupan dengan pola gerak berputar itu adalah gerak spiritual. Gerak spiritual adalah cara semua makhluk menyembah atau dzikir kepada Tuhan Penciptanya. Dengan kata lain, telah ditemukan bahwa kegiatan spiritual atau cara semua makhluk menyembah Tuhan Penciptanya adalah sama, yaitu gerak berputar. Kegiatan spiritual tingkat cell (micro cosmos) disebut Dissipative Structure, pada tingkat jagat raya (macro cosmos)

Keterampilan Hidup (Life Skills )

55

disebut Putaran Galaksi dan pada tingkat kehidupan manusia (Social System) kegiatan spiritual itu disebut Tawaf dan Sholat. Makna umum dari kegiatan spiritual adalah semua kegiatan baik jasmani, fikiran, dan emosi yang dilaksanakan atas dorongan rohani atau kata hati untuk mendapatkan keredhoan Ilahi. Makna umum ini bila dikaitkan dengan konsep kecerdasan spiritual, diketemukan makna yang lebih khusus dan berlaku untuk semua makhluk. Makna khusus dari kegiatan spiritual adalah penyembahan semua makhluk kepada Khaliknya, yang ternyata pewujudannya sama yaitu gerak berputar, yang untuk manusia (agama Islam) disebut Sholat dan Tawaf. Dari berbagai rujukan, ternyata dapat disimpulkan bahwa sembahyang sebagai kegiatan spiritual merupakan kapsul keseluruhan ajaran dan tujuan agama. Dalam sembahyang diketemukan sari pati ajaran agama. Dalam sembahyang diketemukan tujuan akhir hidup, yaitu penghambaan diri yang hanya kepada Alloh. Oleh sebab itu, keterampilan spiritual terletak disamping pada pemahaman yang benar terhadap semua rukun dan syarat sembahyang, juga dan terutama sekali pada keterampilan dalam melaksanakannya. Keterampilan spiritual dalam sembahyang terletak pada kemampuan meresapi makna dari setiap ucapan yang dibaca dalam sembahyang. Berikut ini adalah contoh keterampilan spiritual dalam agama islam dalam pelaksanaan sholat dan keterampilan spiritual dalam agama Kristen dalam pelaksanaan sembahyang: a. Ketrampilan spiritual agama Islam dalam melaksanakan sholat. 1) Keterampilan menghayati makna ucapan dan gerak shalat secara keseluruhan.

56

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Sholat adalah ibadah kepada Allah dan pengagunganNYA, dengan bacaan-bacaan dan tindakan tertentu yang dibuka dengan takbir (Allahu Akbar) dan ditutup dengan taslim (Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh). Inti makna bacaan dalam sholat, seperti yang terkandung dalam surat Al-Fatihah adalah syukur (Ayat 1, 2, 3 dan 4) dan doa (Ayat 5, 6 dan 7). Syukur dimulai dengan pujian dan doa isinya adalah permohonan untuk selalu berada di dalam jalan yang lurus. 2) Keterampilan menghayati makna dan implikasi takbir (Allahu Akbar). Takbir pembukaan shalat itu dinamakan takbiratul Ihram, yang mengandung arti takbir yang mengharamkan. Mengharamkan segala tindakan yang tidak ada kaitannya dengan shalat sebagai peristiwa menghadap Tuhan. Maka makna intrinsik shalat diisyaratkan dalam arti simbolik takbir pembukaan itu, yang melambangkan hubungan dengan Allah. Tujuan penciptaan jin dan manusia oleh Allah adalah agar mereka menghambakan diri kepadaNYA. Dan wujud simbolik terpenting penghambaan itu adalah shalat yang dibuka dengan takbir tersebut, sebagai ucapan pernyataan dimulainya sikap menghadap Allah. 3) Keterampilan menyadari posisi sebagai seorang makhluk yang sedang menghadap Khaliknya. Sedapat mungkin dengan penuh keharuan, kesyahduan dan kekhusyukan seseorang yang sedang shalat menyadari kehadirannya di hadapan Sang Maha Pencipta sedemikian rupa, sehingga ia seolah-olah melihat Khaliknya. Dan kalaupun ia tidak dapat melihatNYA, ia harus menginsyafi sedalam-dalamnya bahwa Khaliknya melihat dia, sesuai dengan makna Ihsan.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

57

4) Keterampilan menghayati hakekat makna surat Al Fatihah sebagai bacaan terpenting dalam shalat Dimulai dengan pernyataan bahwa seluruh perbuatan dirinya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah (Basmalah). Diteruskan dengan panjatan pujian dan pengakuan kepada Allah sebagai pemelihara seluruh jagat raya ( Hamdalah). Yang Maha pengasih tanpa pilih kasih di dunia ( Arrahman) dan Maha Penyayang di akhirat kelak (Arrahim). Lalu diteruskan dengan pengakuan terhadap Allah sebagai Penguasa Hari Pembalasan Yang Maha Adil (Maliki Yaumiddin). Kemudian mengukuhkan diri bahwa hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada Allah kita meminta pertolongan (Iyyakana’budu waiyyakanasta’in). Kemudian diakhiri dengan doa agar Allah berkenan memunjukan kita jalan yang lurus. Yaitu jalan mereka yang telah memperoleh karunia kebahagian dari Allah. Dan bukan jalan mereka yang terkena murka, juga bukan jalan mereka yang telah sesat. (Ihdina Assiraatal Mustaqim Sirathalladzina An amta ‘alihim Ghairil Maghdubi A’laim Waladhalin). 5) Keterampilan menghayati makna dan implikasi taslim (Assalamualikum Warahmatullah Wabakatuh) dalam shalat. Shalat diakhiri dengan taslim yang mempunyai makna bahwa setelah selesai menjalankan shalat, seseorang menyatakan komitmen dan akan terus berusaha untuk mewujudkan rahmah dan barakah bagi segenap umat manusia melalui tugas dan tanggung jawab yang ia emban di bidangnya masing-masing. Dengan kata lain melalui shalat manusia diberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Khaliknya (Hablumminallah) dan melalui shalat juga manusia memperkuat komitmennya untuk bisa berbuat yang terbaik bagi sesamanya (Hablumminannaas).

58

Keterampilan Hidup (Life Skills )

Apa bila keterampilan sholat sebagai keterampilan spiritual sudah dapat dilaksanakan, maka akan melahirkan kualitas dan kepuasan spiritual yang tinggi. Dan kualitas sholat yang tinggi indikatornya adalah yang bersangkutan, oleh Allah, dijamin untuk tidak melaksanakan semua kemungkaran dan kebathilan dalam kehidupannya. Demikian juga halnya dengan remaja, apabila sudah dapat melaksanakan shalatnya dengan benar, dapat dipastikan ia akan terhindar dari berbagai masalah hidup yang dihadapi termasuk resiko Triad KRR. b. Ketrampilan spiritual agama Kristen dalam melaksanakan sembahyang 1) Berdoa. Sikap fisik dalam berdoa adalah dengan melipat tangan sebagai tanda menghormati Tuhan, dan menutup mata untuk membantu berkonsenterasi. Namun berdoa dengan melipat tangan dan menutup mata dilakukan saat-saat tertentu saja. Akan tetapi, pada hakekatnya berdoa merupakan komunikasi vertikal antara manusia secara pribadi dan Sang Pencipta, yang berlangsung secara terus menerus, seperti nafas yang memberi hidup, baik ketika bangun ataupun sedang tidur. Dalam hal ini, roh manusia yang telah diperbaharui akan terus berkomunikasi dengan Tuhan, karena roh manusia dan Roh Allah tidak pernah tidur. 2) Bersekutu. Persekutuan yang dimaksud adalah ibadah secara bersama-sama menghadap Tuhan, yang biasa disebut sebagai “Kebaktian”, dengan tata ibadah sebagai berikut:

Keterampilan Hidup (Life Skills )

59

Bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan dalam bentuk nyanyian, dengan sikap hati sungguh-sungguh menyadari bahwa saya ada sebagaimana saya ada, hanyalah karena kasih karunia Tuhan semata, bukan karena kekuatan, kepandaian, dan usaha saya. Sementara itu, sikap fisik dapat berupa mengangkat satu tangan kanan sebagai ungkapan ucapan syukur kepada Tuhan. Bersama-sama melantunkan nyanyian penyembahan, dengan sikap hati seorang hamba sambil mengangkat ke dua tangan sebagai tanda berserah secara total, bahwa Tuhan adalah Penguasa di atas segalanya, aku serahkan hidupku kepada-Mu. Bersama mengucapkan kata-kata pujian dalam bentuk nyanyian, yaitu sungguh-sungguh memuji dan mengagumi perbuatan Tuhan atas hidup ini dan atas segala ciptaannya, sambil bertepuk tangan atau bersorak-sorai, sebagaimana yang biasa kita lakukan kepada seseorang yang di anggap menang atau berpenampilan mempesona di atas panggung. Menerima pengajaran Firman Tuhan dari seorang hamba Tuhan (Pendeta atau Penginjil). Kegiatan a, b, dan c yang dilakukan dengan sungguhsungguh akan menggemburkan tanah hati atau roh manusia sehingga menjadi tanah yang subur, yang siap ditaburi Firman Tuhan. Firman Tuhan ini akan tumbuh subur dan menghasilkan buah dalam bentuk sikap hidup dan perbuatan. Dengan demikian, segala sikap dan perbuatan manusia akan berlandaskan Firman Tuhan. Bersama-sama menaikkan doa-doa, disebut berdoa syafaat, yaitu ucapan syukur atas Firman,

60

Keterampilan Hidup (Life Skills )

atas kebaikan Tuhan, dan berdoa bagi keluarga, bangsa, bahkan dunia. Doa berkat oleh hamba Tuhan yang telah menaburkan Firman Tuhan tadi bagi jemaat sambil mengangkat kedua terbuka sebagai tanda menerima berkat Tuhan yang sudah tersedia sejak dunia dijadikan. 3) Membaca Alkitab. Setiap manusia roh pasti melandaskan hidupnya sehari-hari dengan Firman Tuhan. Oleh karena itu aktivitas membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari wajib dilakukan. Sebagaimana layaknya jasmani yang perlu memakan makanan jasmani setiap hari, demikian pula rohani perlu diberi makan dengan makanan rohani yaitu Firman Tuhan setiap hari pula, karena manusia roh ini yang memimpin hidup. Jika manusia roh lemah, sudah dapat dipastikan bahwa hidup ini hanya akan mengikuti kehendak jiwa/akal dan jasmani manusia belaka, hampir tidak merasakan kehendak Allah lagi. 4) Bersaksi. Sebagai manusia hidup, setiap manusia bersikap dan berperilaku, dengan perkataan lain tampilan atau performance akan terlihat secara otomatis. Bersaksi adalah meyakini bahwa seluruh sikap dan perilaku yang tampak keluar adalah sebagai ungkapan dari manusia roh atau ungkapan batin. Apabila manusia roh atau batin terus menerus berhubungan dengan Roh Allah, maka sikap, perilaku, dan perkataan yang keluar tidak akan menyimpang dari segala yang dikehendaki Allah. Apabila keterampilan spiritual atau yang disebut ibadah tersebut dapat dilaksanakan dengan benar,

Keterampilan Hidup (Life Skills )

61

maka roh manusia akan merasa puas. Roh manusia yang puas akan melahirkan sikap dan prilaku yang menjauhi kejahatan atau dosa, bahkan perkataan yang diucapkan tidak akan menyakiti sesama. Semua pihak pasti sepakat, jika para remaja yang bertingkah aneh-aneh sesungguhnya adalah remaja yang sedang mencari identitas diri, bahkan dapat dikatakan bahwa remaja ini sedang lapar secara batiniah (roh).

62

Keterampilan Hidup (Life Skills )

BAB III PENUTUP

Buku Pendidikan Keterampilan Hidup ini disiapkan sebagai salah satu informasi dalam mempersiapkan Tegar Remaja. Oleh sebab itu materi pendidikan keterampilan hidup ini diharapkan dapat dibaca dan dipelajari oleh : Para remaja, pembina dan pengelola program KRR. Termasuk para pengelola PIK-KRR (ketua, penanggung jawab administrasi, penanggung jawab program/ kegiatan, pendidik sebaya dan konselor sebaya). Keempat keterampilan hidup yang diuraikan dalam buku ini, yaitu ketrampilan fisik, keterampilan mental, keterampilan emosional dan kterampilan spiritual. Sebagai suatu sistem ketrampilan merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebagai contoh keterampilan fisik yang intinya adalah keterampilan menyeimbangkan antara nutrisi, olah raga dan istirahat akan menghasilkan raga yang sehat. Raga yang sehat selanjutnya akan mendukung keterampilan mental yang intinya adalah berpikir positif. Berpikir positif pada gilirannya akan diikuti oleh tumbuhnya keterampilan emosional yang hakekatnya keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. Ketiga keterampilan ini akhirnya akan mengahasilkan tumbuhnya keterampilan spiritual yang intinya adalah kemampuan seseorang menggunakan fisik, mental dan emosinya untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan penciptaNya.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

63

DAFTAR PUSTAKA

1. Anne Adam, Education From Conception To Graduation A Systematic, Integral Approach, Online Dessertation, 2006), 2. Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Pelatihan dan Modul Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills Education) Bagi Fasilitator Pendidik Sebaya di Sekolah Menengah Pertama dan Sederajat), Jakarta, 2004. 3. Fritjof Capra, Sustainibility Theory of living System,Online Paper, 2004). 4. Hendrawan Nadisul, dr. Sehat itu Murah, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, September 2007. 5. Husein A. Bajang, DR,M. D. Ph.d, Tubuh anda adalah Dokter yang terbaik Penerbit, Median Prima Indonesia, 2008. 6. Jennifer Park, M.S, Mary Huser, M.S, Promising Life Skills Educational Program for Incarcerated Audiences, UW Extension, April 2005 7. Larson D, Life Skills Education: A Video-Base Counseling/ Learning Delivery System, Monterey, 1984. 8. Madhu Singh, Understanding Life Skills, Gender and Education For All; The Leap To Equality, UNESCO,2003. 9. Patti Harrington, Ed.D, Life Skills Activity Guide, Utah State Office of Education, online paper, Salt Like City, September 2006.

Keterampilan Hidup (Life Skills )

65

10. Universitas Katholik Atmajaya, Manual dan Modul Life Skills Education, Jakarta, 2008. 11. University of Florida, IFAS EXTENSION, Life Skills Development of Oklahoma 4-H Alumni, OSU.

66

Keterampilan Hidup (Life Skills )

http://ceria.bkkbn.go.id

Keterampilan hidup atau yang sering disebut kecakapan hidup adalah berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat berperilaku positif dan beradaptasi dengan lingkungan, yaitu memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari. Keterampilan-keterampilan yang dipandang sangat penting antara lain: ? Keterampilan fisik (menyeimbangkan antara nutrisi, olahraga dan istirahat) ? Keterampilan mental (berpikir positif) ? Keterampilan emosional (berkomunikasi secara efektif) ? Keterampilan spiritual (bersyukur dan berdoa)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful