BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Tinjauan Kasus Berdasarkan Sasaran Belajar yang Mengacu pada Pustaka yang Relevan dengan Kasus 1. Aspek Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat (PEPKM) meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian atas kegiatan atau program yang diadakan. Proses dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian diadakan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sebagai berikut: a. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan didasarkan pada 10 langkah dalam PEPKM. Sepuluh langkah tersebut meliputi mengenal dan menetapkan masalah, analisis masalah secara edukatif, menentukan sasaran kegiatan, tujuan kegiatan, strategi kegiatan, menentukan isi/materi kegiatan, metode dan tempat kegiatan, menentukan media yang dipakai dalam kegiatan, menyusun rencana jadwal kegiatan, dan membuat rencana penilaian. Sepuluh langkah tersebut dapat dilakukan suatu kegiatan yaitu pendidikan dan pelatihan yang mana kegiatan tersebut diselenggarakan di salah satu tempat yang disebut juga Salimbada. Pendidikan dan pelatihan yang direncanakan bertujuan agar sasaran kegiatan memiliki keterampilan dan perubahan dalam sikap dan tindakan. b. Pelaksanaan Pelaksanaan yang akan dilakukan disesuaikan dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan yang dilakukan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan.

5

6 c. Penilaian Penilaian dapat dilakukan setelah pelaksanaan dijalankan dalam jangka waktu tertentu. Penilaian dilakukan ada 2 cara yaitu penilaian selama kegiatan berlangsung dan penilaian setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Penilaian selama kegiatan berlangsung disebut juga penilaian formatif atau monitoring. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan perencanaan penanggulangan masalah yang telah disusun sehingga dapat diketahui perkembangan hasil yang akan dicapai. Penilaian setelah kegiatan selesai dilaksanakan disebut juga penilaian sumatif atau penilaian akhir kegiatan. Dilakukan setelah melalui jangka waktu tertentu dari kegiatan yang dilakukan sehingga dapat diketahui apakah tujuan/target dalam kegiatan telah tercapai atau belum.Ahyar. Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat. Diakses: http://ahyarwahyudi.wordpress.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2010. Evaluasi pendidikan dan pelatihan yang dilakukan pada umumnya masih bersifat evaluasi dari peserta pelatihan, dengan cara mengisi kuesioner apakah pelatihan dimaksud sesuai dengan bidang kerjanya, apakah penyajiannya baik, akomodasi bagus dan sebagainya. Evaluasi yang dilakukan oleh staf berupa laporan hasil seminar yang ditujukan kepada perusahaan pada umumnya bernilai “baik”, dengan harapan staf tadi dapat dikirim lagi ke seminar atau pelatihan berikutnya. Evaluasi setiap program pelatihan dapat dilakukan, dengan memperoleh feedback dari peserta, yang dapat dibagi menjadi 4 (empat) level, sebagai berikut:
1)

Evaluasi pada tingkat reaksi (Reaction level) Evaluasi ini yang diukur dan dinilai adalah reaksi peserta. Dalam hal ini diukur tingkat kepuasan peserta terhadap program pelatihan yang diselenggarakan, sehingga dapat dilakukan perbaikan atas program tersebut.

7
2) Evaluasi pada tingkat pembelajaran (Learning Level)

Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan utama mengukur seberapa jauh perubahan kompetensi para peserta segera setelah pelatihan berakhir, sebelum mereka kembali bekerja. Tujuan evaluasi pada tingkat ini adalah peningkatan kompetensi peserta dalam kelas dan untuk mengidentifikasikan keberhasilan komponen sistem pelatihan (metode, materi, dan lain-lain).
3) Evaluasi pada tingkat perilaku dalam pekerjaan (on the job

behavioral level). Evaluasi pada tingkat ini yang diukur adalah pengaruh program pelatihan terhadap penerapannya ditempat kerja. Tujuan evaluasi pada tahap ini adalah perbaikan perilaku peserta dalam pekerjaan.
4)

Evaluasi pada tingkat hasil (Result level)

Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur seberapa jauh peningkatan produktivitas yang dicapai pekerja, serta unit kerja, setelah mengikuti program pelatihan atau untuk menentukan apakah manfaat pelatihan lebih tinggi dibanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Edratna. Evaluasi dan Pelatihan. Diakses: http://edratna.wordpress.com. Diakses tanggal 14 oktober 2010. 2. Aspek Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat a. Batasan Pemberdayaan Masayarakat 1) Pengertian Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat merupakan cara dalam pengorganisasian dan pengembangan masyarakat. Pengertian dari pemberdayaan masyarakat itu sendiri adalah segala upaya fasilitasi yang bersifat persuasif dan tidak memerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan masyarakat dalam menemukan, merencanakan dan memecahkan masalah, menggunakan sumber daya atau potensi yang mereka miliki termasuk partisipasi dan dukungan tokoh

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan) (Karsidi. Pemberdayaan masyarakat mesti dilihat sebagai sebuah proses pembelajaran kepada masyarakat agar mereka dapat secara mandiri melakukan upaya-upaya perbaikan kualitas kehidupannya. Kerangka pemahaman ini akan menjerumuskan kepada usaha-usaha yang sekadar memberikan kesenangan sesaat dan bersifat tambal sulam. Puskesmas sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat. 2007. Asumsinya. Modul Penggerakan dan Pemberdayaan Bagi Kader dan Tokoh Masyarakat. Partisipasi bukan sekadar diartikan sebagai kehadiran mereka untuk mengikuti suatu kegiatan. masyarakatlah yang paling tahu kebutuhan dan permasalahan yang . Ravik. terutama dalam tahapan perumusan kebutuhan yang mesti dipenuhi. Upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dapat dilihat sebagai peletakan sebuah tatanan sosial dimana manusia secara adil dan terbuka dapat melakukan usahanya sebagai perwujudan atas kemampuan dan potensi yang dimilikinya sehingga kebutuhannya (material dan spiritual) dapat terpenuhi Pemberdayaan masyarakat tidak dilihat sebagai suatu proses pemberian dari pihak yang memiliki sesuatu kepada pihak yang tidak memiliki. 2010. melainkan dipahami sebagai kontribusi mereka dalam setiap tahapan yang mesti dilalui oleh suatu program kerja pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan segala upaya fasilitasi yang bersifat non instruktif (swadaya) untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat (Dinas Kesehatan. Pemberdayaan sebagai upaya memberikan kontribusi pada aktualisasi potensi tertinggi kehidupan manusia. Universitas Sebelas Maret.).8 masyarakat serta LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang ada dan hidup di masyarakat. Tidak mungkin dilaksanakan tanpa keterlibatan secara penuh oleh masyarakat itu sendiri.

2010. merencanakan dan Masyarakat. b) Meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat berperilaku hidup sehat.wordpress. dan mengembangkan keyakinan untuk berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan skala prioritas berdasarkan atas sumber-sumber yang ada dalam masyarakat sendiri maupun yang berasal dari luar dengan usaha secara gotong royong serta terencana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Pengembangan dan Pengorganisasian http://ahyarwahyudi.com).9 mereka hadapi dan merupakan suatu upaya pengembangan masyarakat. dan swasta menjadi insiator. melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat dan sarana yang ada baik dari instansi lintas sektor maupun Lembaga Masyarakat/tokoh masyarakat. Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat adalah suatu proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dan menentukan prioritas dari kebutuhankebutuhan tersebut. serta dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan pembangunan berwawasan kesehatan. berperan-serta dalam setiap pembangunan kesehatan. (Ahyar. 2) Tujuan Pemberdayaaan Masyarakat Tujuan dari pemberdayaan antara lain: a) Mampu mengidentifikasi masalah. mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. masyarakat. motivator. 3) Unsur-unsur dalam Pemberdayaan Masyarakat Unsur-unsur dalam pemberdayaan antara lain: a) Penggerak Pemberdayaan Penggerak pemberdayaan seperti pemerintah. dan fasilitator yang mempunyai kompetensi memadai dan dapat membangun .

kebutuhan. Puskesmas sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat. tokoh agama. figur masyarakat.) Kelompok (organisasi kemasyarakatan. serta potensi masyarakat (modal sosial). kelompok masyarakat) menerapkan perilaku hidup sehat (subjek pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan).): a) Berbasis Masyarakat Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan berbasis pada tata nilai perorangan. organisasi Masyarakat luas Pemerintah Berperan sebagai agen perubahan untuk profesi. dan pemerintah yang meliputi: dana. dan masyarakat sesuai dengan keragaman sosial budaya. dan media untuk terselenggaranya proses pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan 4) Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Masyarakat Prinsip dari pemberdayaan masyarakat yaitu (Karsidi. budaya. kemauan. 2010. Universitas Sebelas Maret. permasalahan. metode. politisi. pedoman. swasta. dan sebagainya. baik formal mapun non formal b) Sasaran Pemberdayaan Sasaran pemberdayaan antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) Perorangan (tokoh masyarakat. b) Edukatif dan Kemandirian Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan dilakukan atas dasar untuk menumbuhkan kesadaran. dan .10 komitmen dengan dukungan para pemmpin. c) Sumber Daya Potensi yang dimiliki oleh masyarakat. keluarga. Ravik. sarana dan prasarana.

solidaritas. massyarakat. d) Kemitraan dan Gotong-royong Semua pelaku pembangunan kesehatan baik sebagai penyelenggara maupun sebagai pengguna jasa kesehatan dengan masyarakat yang dilayani berinteraksi dalam semangat kebersamaan.). dan saling memperoleh manfaat. Ravik. Universitas Sebelas Maret. keluarga. dan lingkungannya. Puskesmas sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat. Semuanya itu dapat dilaksanakan bila kebutuhan masyarakat telah dipenihi secara wajar (Karsidi. dan kepekaan masyarakat dalam menghadapi potensi dan masalah kesehatan yang akhirnya bermuara dalam semangat gotong-royong sesuai dengan nilai luhur bangsa. proses Pelayanan Kesehatan Masyarakat Masyarakat mempunyai serta kesempatan kemudahan dan terlibat untuk akses pembaharuan. mengemukakan pendapat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan diri. tanggap terhadap aspirasi masyarakat dan bertanggung-jawab. kesetaraan.11 kemampuan. Kemandirian bermakna sebagai upaya kesehatan dari. empati. dan untuk masyarakat sehingga mampu untuk mengoptimalkan dan menggerakkan segala sumber daya setempat serta tidak bergantung kepada pihak lain. . tenggang rasa. c) Kesempatan Mengemukakan Pendapat dan Memilih menerima informasi. serta menjadi pengerak dalam pembangunan kesehatan. oleh. Tumbuhnya rasa kepedulian. 2010.

Keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan mulai dari penelaahan situai masalah kesehatan. Pelaksanaan advokasi dilakukan dengan dukungan informasi yang memadai serta metode yang berdaya guna dan berhasil guna. dan evaluasi upaya kesehatan sehingga dapat terwujud kemandirian dan kesinambungan pembangunan kesehatan. pelaksanaan.12 5) Tahapan-Tahapan dalam Pemberdayaan Masyarakat Tahapan dalam pemberdayaan masyarakat: a) Mengerakkan Masyarakat Pembangunan kesehatan perlu digerakkan oleh masyarakat dan masyarakat mempunyai peluang yang penting dan luas daam pembangunan kesehatan. tempat kerja. daerah pesisir. seperti: rumah tangga. kota. penyusunan rencana (termasuk penentuan prioritas kesehatan). Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan kekhususan masyarakat. dunia usaha. Masyarakat dapat memberikan kritik yang membangun bagi kepentingan seluruh masyarakat. b) Pengorganisasian dalam Pemberdayaan Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan ketatanan. seperti sektor terkait. daerah pegunungan. . tempat umum. dan fasilitas kesehatan agar terwujud pemberdayaan masyarakat yang berhasil guna dan berdaya guna dan berkesinambungan. legislatif. institusi pendidikan. pemantauan. seperti masyarakat di desa. c) Advokasi Masyarakat dapat berperan dalam melakukan advokasi kepada pemerintah dan lembaga lainnya seperti legislatif untuk memperoleh dukungan kebijakan dan dan sumber daya. d) Kemitraan Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan kemitraan berbagai pihak.

pendampingan. dan masyarakat agar terwujud dukungan sumber daya dan kebijakan. observasi). lomba. Pembinaan melalui berbagai cara. pemberantasan buta hurup. Dapat dikembangkan sebagai komunikator pemberdayaan masyarakat. dll. maka dirumuskanlah program penanganan masalah tersebut. e) Peningkatan Sumber Daya Pemberdayaan Pengembangan penggerak dan masyarakat pemberdayaan fasilitator. perencanannya dapat dilakukan dengan mengikuti enam langkah perencanaan antara lain: a) Perumusan Masalah Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan berdasarkan masalah atau kebutuhan masyarakat setempat. Beberapa masalah yang biasanya ditangani oleh pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan kemiskinan. b) Penetapan Program Masalah dapat diidentifikasi dan disepakati sebagai prioritas yang perlu segera ditangani. sarana. Secara garis besar. Perumusan masalah dilakukan dengan menggunakan penelitian (survei. diskusi kelompok. . dan lain-lain. dalam pembiayaan.13 organisasi kemasyarakatan. kenakalan remaja. rapat desa. perguruan tinggi. 6) Langkah-langkah dalam Pemberdayaan Masyarakat Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui penetapan sebuah program atau proyek pembangunan. perlu SDM didukung kesehatan. wawancara. pengangguran. dan seterusnya. antara lain pemberian insentif.

Menurut “Adi Sasongko ( 1978 )”. pelaksanaan hingga pengembangan program kesehatan masyarakat. Kegiatan- .14 c) Perumusan Tujuan Perumusan tujuan dibuat agar program dapat dilaksanakan dengan baik dan keberhasilannya dapat diukur perlu dirumuskan apa tujuan dari program yang telah ditetapkan. Tujuan persiapan sosial adalah mengajak pasrtisipasi atau peran serta masyarakat sejak awal kegiatan. dan sumber daya manusia. Pengembangan dan . termasuk didalamnya adalah sarana. g) Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memantau proses dan hasil pelaksanaan program (Ahyar. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pengorganisasian masyarakat: a) Persiapan Sosial Pengorganisasian Masyarakat. Tujuan yang baik memiliki karakteristik jelas dan spesifik sehingga tercermin bagaimana cara mencapai tujuan tersebut sesuai dengan dana.com). 2010. d) Penentuan Kelompok Sasaran Kelompok sasaran adalah ditetapkan. waktu dan tenaga yang tersedia. f) Penentuan Strategi dan Jadwal Kegiatan Strategi adalah cara atau metoda yang dapat digunakan dalam melaksanakan program kegiatan. sumber dana.wordpress. sejumlah orang yang akan ditingkatkan kualitas hidupnya melalui program yang telah e) Identifikasi Sumber dan Tenaga Pelaksana. selanjutnya sampai dengan perencanaan program. Sumber adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menunjang program kegiatan. http://ahyarwahyudi.

tokoh Pemuda. dan lain-lain. Tahap ini mungkin akan banyak ditemukan masalah-masalah kesehatan masyarakat. administratif dan program-program kesehatan yang akan dilakukan.15 kegiatan dalam persiapan sosial ini lebih ditekankan kepada persiapan-persiapan yang harus dilakukan baik aspek teknis. seperti: Guru. Tahap ini dapat dilakukan baik melalui jalur formal yaitu dengan melalui sistem pemerintahan setempat seperti Pamong Desa atau Camat. dan dapat juga dilakukan melalui jalur informal misalnya wawancara dengan tokoh masyarakat. tanpa disertai prasangka sambil menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan. Pemuka Agama. . Beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menyusun prioritas masalah yaitu: (a) Beratnya Masalah (b) Mudahnya Mengatasi (c) Pentingnya Masalah Bagi Masyarakat (d) Banyaknya Masyarakat yang Merasakan Masalah. (2) Pengenalan Masalah Tahap ini dituntut suatu kemampuan untuk dapat mengenal masalah-masalah yang memang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat. (1) Pengenalan Masyarakat Tahap awal ini kita harus datang ke tengah-tengah masyarakat dengan hati yang terbuka dan kemauan untuk mengenal masyarakat sebagaimana adanya. oleh karena itu harus disusun skala prioritas penanggulangan masalah. Interaksi dan interelasi dengan masyarakat setempat secara mendalam diperlikan untuk dapat mengenal masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

yaitu: . (4) mereka mempunyai kemampuan dalam penanggulangan masalah. (b) Secara (c) Tahu sadar cara berpartisipasi dalam akan kegiatan upaya penanggulangan masalah kesehatan yang dihadapi. waktu. memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan sesuai dengan potensi dan sumber daya yang ada. (3) dan sumber daya yang tersedia di masyarakat. (2) upaya penanggulangan masalah. Ada dua cara dalam melakukan penilaian. c) Evaluasi Penilaian dapat dilakukan setelah pelaksanaan dijalankan dalam jangka waktu tertentu.16 (3) Penyadaran Masyarakat Tujuan tahap ini adalah menyadarkan masyarakat agar mereka: (a) Menyadari masalah-masalah kesehatan yang mereka hadapi. b) Pelaksanaan Langkah selanjutnya setelah rencana penanggulangan masalah disusun dalam Lokakarya Mini atau Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yaitu melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Tumbuhkan rasa percaya diri masyarakat bahwa oleh masyarakat. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan masalah kesehatan masyarakat yaitu: (1) Pilihlah kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya Libatkan peran serta masyarakat secara aktif dalam Kegiatan disesuaikan dengan kemampuan.

(Ahyar. http://ahyarwahyudi.wordpress. (2) Perluasan Kualitatif Perluasan dengan dengan meningkatkan mutu atau kualitas kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga dapat meningkatkan kepuasan dari masyarakat yang dilayani. (2) Penilaian setelah Program Selesai Dilaksanakan Penilaian setelah program selesai dilaksanakan disebut juga penilaian sumatif atau penilaian akhir program. berasal dari kata asilis yang artinya “mempermudah”. Dilakukan untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan perencanaan penanggulangan masalah yang telah disusun sehingga dapat diketahui perkembangan hasil yang akan dicapai. d) Perluasan Perluasan merupakan pengembangan dari kegiatan yang dilakukan. Tugas utama pemandu atau . Batasan Fasilitator Pemandu sering disebut juga sebagai fasilitator. Dilakukan setelah melalui jangka waktu tertentu dari kegiatan yang dilakukan sehingga dapat diketahui apakah tujuan/target dalam pelayanan kesehatan telah tercapai atau belum. b.com). dan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: (1) Perluasan Kuantitatif Perluasan dengan menambah jumlah kegiatan yang dilakukan. baik pada wilayah setempat maupun wilayah lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.17 (1) Penilaian selama Kegiatan Berlangsung Penilaian selama kegiatan berlangsung disebut juga penilaian formatif atau monitoring. Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat. 2010.

18 fasilitator kegiatan desa/kelurahan adalah mempermudah peserta untuk terlibat secara aktif sehingga kegiatan bisa berjalan dengan baik (Ditjen Bina Bangda-Departemen Partisipasi Dalam Negeri 2008. 5) Adakan pertemuan (untuk mengelola proses tersebut). serta untuk menyajikan luaran (output) dari suatu kegiatan pertemuan dalam bentuk yang mudah dipahami (Bawloye. Enam langkah untuk menjadi fasilitator yang baik yaitu: 1) 2) Mengklarifikasi tujuan-tujuan pertemuan. . Fasilitasi secara harfiah berarti “mempermudah”. kelompok penyelesaian masalah dan pelatihan. J. Menetapkan aturan-aturan dasar. Penyelenggaraan Musyawarah Pembangunan Desa/Kelurahan). 3) Bersikap terbuka terhadap perubahan-tidak ada cara terbaik (selain bersikap demikian) untuk melaksanakan suatu pertemuan. 4)Menyusun beberapa pertanyaan kunci yang dirancang untuk mengumpulkan informasi mengenai pokok atau isu yang sedang dibahas. 6)Nilai pemahaman dan kemajuan peserta sepanjang pertemuan tersebut. Fasilitator yang baik antara lain: 1) Mengumpulkan gagasan kelompok. Forum Panduan Pengembangan Masyarakat. Bank Pengetahuan Padi Indonesia). Fasilitasi bertujuan untuk memperoleh gagasan dari semua orang yang hadir dan tidak mengizinkan adanya dominasi dari beberapa orang. 2) Memandang semua peserta secara positif. Fasilitator bertujuan untuk membantu orang membuat keputusan dan mencapai hasil tertentu dalam pertemuan. sesi pembinaan tim. 2006. 3)Menyusun pertanyaan fokus untuk menilai tingkat komitmen peserta terhadap subyek atau isu yang dibahas. bukannya mendesakkan suatu agenda tertentu pada kelompok. Memfasilitasi Kelompok (Facilitating Groups).

menjembatani. pemberdayaan. seorang motivator harus memahami alur pikir pemberdayaan yang dilaksanakan. c. kemampuan mengajak. serta kemampuan untuk menjadi fasilitator sehingga peran motivator sangat penting dan strategis. suatu proses yang . yaitu (1) Awakening. mendengarkan. memobilisasi. Merujuk dari proses pemberdayaan. 5) Menggunakan luaran (output) kelompok untuk mendukung butir- butir yang dibahas. 6) Tidak mendebat dan usahakan agar kepedulian orang diperhatikan demi hasil menang-menang (tidak ada yang kalah). menggunakan kartu untuk mengumpulkan informasi dan mengaturnya. 8) Mempunyai keterampilan interaktif seperti bertanya. dan keterampilan yang memadai baik dari sisi motivasi. memberi umpan balik membangun. untuk itu dibutuhkan pemahaman. Batasan Motivator Motivator memerlukan banyak hal yang harus dipersiapkan baik persiapan ketahanan personal.19 4) Mampu mengajar bila perlu. Motivator menempatkan diri sebagai garda terdepan dan sebagai pionir pemberdayaan dalam konteks pemberdayaan masyarakat. mobilisasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. serta melakukan debat (buat suatu skenario dan minta peserta secara bergiliran untuk mendebat setiap sisi dari isu yang bersangkutan). 9) Mempunyai keterampilan untuk menyelesaikan masalah dan mengumpulkan informasi antara lain melakukan sesi tukar pikiran (brainstorming). maka proses pemberdayaan meliputi beberapa tahapan. 7) Perlu disadari bahwa suatu pertemuan bisa berlangsung “agak dingin”. kemampuan memahami lingkungan dan modal sosialnya. afeksi. dan mengatasi konflik.

suatu proses penggunaan ketrampilan dan kemampuan pemberdayaan sebagai bagian dari kehidupan kerja setiap hari. Keikutsertaan masyarakat dalam meningkatkan efisiensi pelayanan adalah atas dasar terbatasnya daya dan adaya dalam operasional pelayanan kesehatan masyarakat akan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat seoptimal mungkin. Tujuan pembentukan kader adalah dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional. pekerjaan dan posisi mereka dalam organisasi. Batasan Kader Departemen Kesehatan RI memberikan batasan kader yaitu kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela. d. 2) Secara fisik dapat melaksanakan tugas-tugas sebagai kader. bentuk pelayanan kesehatan diarahkan pada prinsip bahwa masyarakat bukanlah sebagai objek akan tetapi merupakan subjek dari pembangunan itu sendiri. suatu proses orang mendapat pemahaman dan persepsi baru yang sudah mereka dapat mengenai diri mereka sendiri. (2) Understanding. Hakekatnya kesehatan dipolakan mengikut sertakan masyarakat secara aktif dan bertanggung jawab. yaitu individu yang telah memperlihatkan keterampilan dan sifat. . khusus dibidang kesehatan. harus memutuskan bagaimana mereka dapat menggunakannya bagi pemberdayaan.20 membantu orang mengadakan penelitian terhadap situasi mereka saat ini. Gunawan memberikan batasan tentang kader kesehatan. pekerjaan. kader kesehatan dinamakan juga promotor kesehtan desa (prokes) adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat. tulis dengan bahasa Indonesia. Salah satu persyaratan umum yang dapat dipertimbangkan untuk pemilihan calon kader yaitu: 1) Dapat baca. (3) Harnessing. L. aspirasi dan keadaan umum. dan (4) Using. A.

kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu . 11) Masih cukup waktu bekerja untuk masyarakat disamping mencari nafkah lain.21 3) Mempunyai penghasilan sendiri dan tinggal tetap di desa yang bersangkutan. 4) Aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial maupun pembangunan desanya. 3. 9) Tidak sering meninggalkan tempat untuk waktu yang lama. sanggup bekerja secara sukarela. mempunyai penghasilan tetap. Aspek Komunikasi a. 8) Tinggal di desa tersebut. 7) Berasal dari masyarakat setempat. sanggup membina masyarakat sekitarnya. 10) Diterima oleh masyarakat setempat. Persyaratan-persyaratan yang diutamakan oleh beberapa ahli di atas dapatlah disimpulkan bahwa kriteria pemilihan kader kesehatan antara lain. Kader kesehatan mempunyai peran yang besar dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dan ikut membina masyarakat dalam bidang kesehatan. pandai baca tulis. mendapat kepercayaan dari masyarakat serta mempunyai krebilitas yang baik dimana perilakunya menjadi panutan masyarakat. Batasan Komunikasi Kata atau istilah komunikasi berasal dari Bahasa Latin communicatus yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian. 5) Dikenal masyarakat dan dapat bekerjasama dengan masyarakat calon kader lainnya dan berwibawa. 6) Sanggup membina paling sedikit 10 kepala keluarga untuk meningkatkan keadaan kesehatan lingkungan. memiliki jiwa pengabdian yang tinggi.

dan lain-lain. Definisi Lasswell. angka-angka. Menurut Harold Lasswell.22 pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. dapat diperoleh gambaran bahwa komunikasi mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut: 1) Komunikasi adalah suatu proses. Janis & Kelley komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang komunikator menyampaikan stimulus yang biasanya dalam bentuk kata-kata dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya atau khalayak. dan keahlian melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata. yaitu: 1) Siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber) 2) Mengatakan apa isi informasi yang disampaikan 3) Kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima) 4) Melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi) 5) Dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi pada diri penerima) Berdasarkan definisi-definisi tentang komunikasi tersebut. Berikut adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli yaitu: Hovland. secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang lima komponen yang terlibat dalam komunikasi. dan “dengan akibat apa” atau “hasil apa”. gagasan. “dengan saluran apa”. komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”. “kepada siapa”. Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau . Menurut Berelson & Steiner. “mengatakan “apa”. emosi. gambar. komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi.

23 peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi. internet.com) . Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon. 2006. Definisi Komunikasi dan Tingkatan Proses Komunikasi. serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya. 3) Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat. Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan. 2) Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. (Riswandi. Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. kalimat. 6) Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional. Kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama terhadap topik pesan yang disampaikan. disengaja. angka-angka atau tanda-tanda lainnya. Kapita Selekta Komunikasi. www. 4) Komunikasi bersifat simbolis. 5) Komunikasi bersifat transaksional.wordpress. yaitu memberi dan menerima. dan lain-lain. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasa verbal dalam bentuk katakata. faximili. Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar.

4) Perubahan Sosial (Social Change) Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi hubungan yang makin baik. Kita berusaha mempengaruhi sikap orang lain dalam berbagai situasi dan berusaha agar orang lain bersikap positif sesuai keinginan kita.24 b. Tujuan Komunikasi Tujuan utama komunikasi adalah untuk membangun/menciptakan pemahamam atau pengertian bersama. 3) Perubahan Perilaku (Behavior Change) Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang. Komunikan yang telah mengikuti kampanye akan berusaha mengurangi/berhenti merokok. 2) Perubahan Pendapat (Opinion Change) Komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. Hal ini berarti komunikan telah mengalami perubahan perilaku yang diharapkan dari kampanye tersebut. Saling memahami atau mengerti bukan berarti harus menyetujui tetapi mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap. baik positif maupun negatif. perilaku ataupun perubahan secara sosial: 1) Perubahan Sikap (Attitude Change) Seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah. Pemahaman ialah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator. Contoh: Kampanye kesehatan mengenai merokok menyebabkan gangguan kesehatan. pendapat. Proses komunikasi . Pendapat yang berbeda-beda dari komunikan akan tercipta setelah memahami apa yang dimaksud oleh komunikator.

(Gunawan. 2006. dan sebagainya. (Candra. www. dimana komunikator baru dapat mengetahui tanggapan komunikan setelah komunikasi selesai. Pengantar Ilmu Komunikasi. seperti perubahan pengetahuan.25 yang efektif secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan interpersonal.wordpress. Feedback langsung terjadi dalam komunikasi tatap muka. Terjadinya feedback dalam proses komunikasi dibagi menjadi dua. sikap. Upaya untuk hal tersebut dengan menciptakan yakni “the condition harus of success in kika communication”.depkominfo. film. radio.com) Komunikasi Efektif Wiryanto dalam bukunya “Teori Komunikasi Massa” tentang Efek Komunikasi Massa. sehingga feedback yang terjadi dapat diterima komunikator saat itu juga. www. televisi.balitbang. kondisi yang dipenuhi . menegaskan bahwa komunikasi dikatakan efektif apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat menghasilkan efek-efek atau perubahan-perubahan sebagaimana yang diinginkan komunikator. Terhadap pesan yang dikomunikasikan bagaimana efeknya dapat diramalkan bagaimana timbul pada komunikan. Feedback tidak langsung terjadi pada komunikasi bermedia (cetak maupun elektronika). Ade. Perubahan-perubahan di pihak komunikan itu dapat diketahui melalui tanggapan-tanggapan yang diberikannya sebagai umpan balik atau feedback. yaitu feedback langsung (immediate feedback) dan feedback tidak langsung (delayed feedback). Efektifitas Pesan dalam Komunikasi. 2009. seperti komunikasi melalui surat kabar.id) Bagaimana efek suatu proses komunikasi pada seseorang. dimana komunikator dan komunikan saling berhadapan. dan perilaku.go.

(Myazinda. expertise atau keahlian komunikator. Proses Komunikasi Efektif. Seorang komunikator harus meneliti sedalam-dalamnya komponen komunikan (know your audience) meliputi hal-hal seperti: waktu yang tepat untuk suatu pesan. www. Kondisi tersebut yaitu: 1) Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa. 4) Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan komunikan yang layak bagi situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki. (Labcom.com) Sedangkan komponen komunikator meliputi trustworthiness atau kepercayaan pada komunikator. Komunikasi Kesehatan. sehingga sama-sama mengerti. Stikom Wangsa Jaya Banten. 2) Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju pada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan. source power atau kekuasaan/kemampuan untuk menimbulkan ketundukan atau kepatuhan. sikap dan nilai yang harus ditampilkan agar efektif.kapanlagi. attractiveness atau daya tarik komunikator. 2008. Hambatan Komunikasi Selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh . dan jenis kelompok di mana komunikasi akan dilaksanakan. (ppt)) c. bahasa yang harus dipergunakan agar pesan dapat dimengerti.26 menginginkan suatu pesan dapat membangkitkan tangggapan yang kita kehendaki. sehingga dapat menarik perhatian komunikan. 3) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. 2010. Transparansi Komkes.

Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton. Perceptual distorsion terjadi dalam komunikasi yaitu adanya perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya. 2) Semantic Problems Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu: 1) Status Effect Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia. kedelai menjadi keledai dan lain-lain. sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini. Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi.27 penerima pesan atau receiver. 4) Cultural Differences . Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya. 3) Perceptual Distorsion Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain.

Contohnya: suara riuh orangorang atau kebisingan. Contoh: kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh. 2009. tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.com) 4. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telepon yang terputus-putus. Ahmad. agama. suara radio yang hilang dan muncul. Aspek Analisis Biaya a. dan cahaya yang kurang jelas. gambar yang kabur pada pesawat televisi. www. huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas. Batasan Good Governance . Sehingga ada beberapa katakata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan. 6) Poor Choice of Communication Channels Gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. dan lingkungan sosial. dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer. ras. Suatu organisasi terdapat beberapa suku. 7) No Feed Back Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang siasia.28 Hambatan yang terjadi disebabkan adanya perbedaan kebudayaan. dan bahasa yang berbeda.blogger. 5) Physical Distractions Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. suara hujan atau petir. (Kurnia. Hambatan Komunikasi.

Transparasi & Partisipasi. Pesan pertama dari terminologi governance membantah pemahaman formal tentang bekerjanya institusi-institusi negara. Definisi lain menyebutkan governance adalah mekanisme pengelolaan sumber daya ekonomi dan sosial yang melibatkan pengaruh sektor negara dan sektor non-pemerintah dalam suatu usaha kolektif. dan kestabilan perekonomian bangsa ( Artjana. adalah penggunaan wewenang ekonomi. Jakarta : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). keadilan. . Definisi ini mengasumsikan banyak aktor yang terlibat dimana tidak ada yang sangat dominan yang menentukan gerak aktor lain.29 Governance. menggunakan hak hukum. seperti transparansi (keterbukaan). sehingga sumber daya negara yang berada dalam pengelolaan pemerintah benar-benar mencapai tujuan sebesarbesarnya untuk kemakmuran dan kemajuan rakyat dan negara. Loina Laloo. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme. kewajiban dan menjembatani perbedaan-perbedaan diantara mereka (Krina. Indikator dan Alat Ukur Prinsip Akuntabilitas. 2003. ketahanan. proses dan lembagakelompok-kelompok masyarakat mengutarakan kepentingan mereka. politik dan administrasi guna mengelola lembaga memenuhi urusan-urusan dimana warga negara dan pada semua tingkat. Penerapan prinsip-prinsip good governance dalam penyelenggaraan negara tak lepas dari masalah akuntabilitas dan tranparansi dalam pengelolaan keuangan negara. dan kemandirian. Governance mengakui bahwa didalam masyarakat terdapat banyak pusat pengambilan keputusan yang bekerja pada tingkat yang berbeda. jumlah maupun pengaruhnya terhadap kemajuan. akuntabilitas. I Gde. karena aspek keuangan negara menduduki posisi strategis dalam proses pembangunan bangsa. baik dari segi sifat. yang diterjemahkan menjadi tata pemerintahan. partisipasi. Good governance menghendaki pemerintahan dijalankan dengan mengikuti prinsip-prinsip pengelolaan yang baik.

Asian Development Bank sendiri menegaskan adanya konsensus umum bahwa good governance dilandasi oleh 4 pilar yaitu accountability. serta kesinambungan. manajemen sektor publik yang efisien. kerjasama dengan institusi masyarakat sipil. eksekutif yang bertanggung jawab. sistem yudisial yang adil dan dapat dipercaya. 1) Prinsip Akuntabilitas Ketiga prinsip diatas tidaklah dapat berjalan sendiri-sendiri ada hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. kebebasan berasosiasi dan berpartisipasi. Prinsip-Prinsip Good Governance UNDP (United Nations Development Program) yaitu merekomendasikan beberapa karakteristik governance.30 2004. predictability. Partisipasi . akuntabilitas. b. World Bank mengungkapkan sejumlah karakteristik good governance adalah masyarakat sispil yang kuat dan partisipatoris. Berikut ini adalah pembahasan mendalam dari ketiga prinsip tersebut disertai dengan indikator serta alat ukurnya masing-masing. terbuka. akuntabilitas birokratis dan keuangan (financial). Jumlah komponen atau pun prinsip yang melandasi tata pemerintahan yang baik sangat bervariasi dari satu institusi ke institusi lain. legitimasi politik. dan Masyarakat. Transparansi. dan participation. Masyarakat Transparansi Indonesia menyebutkan sejumlah indikator seperti : transparansi. Upaya Membangun Akuntabilitas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara di Lingkungan Militer Menuju Terciptanya Good Governance Tantangan dan Harapan dipaparkan dalam FGD SSR Propatria). dari satu pakar ke pakar lainnya. birokrasi yang profesional dan aturan hukum. Namun paling tidak ada sejumlah prinsip yang dianggap sebagai prinsip-prinsip utama yang melandasi good governance. kebebasan informasi dan ekspresi. pembuatan kebijakan yang dapat diprediksi. transparency. yaitu Akuntabilitas. kewajaran dan kesetaraan.

sebagai “pertanggungjawaban pihak yang diberi mandat untuk bermakna pertanggungjawaban sehingga dengan mengurangi menciptakan pengawasan melalui distribusi kekuasaan pada lembaga pemerintah penumpukkan kekuasaan sekaligus menciptakan kondisi saling mengawasi (checks and balances system). Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas berhubungan dengan kewajiban dari institusi pemerintahan maupun para aparat yang bekerja di dalamnya . Komponen pertama (istilah yang bermula dari responsibilitas) adalah berhubungan dengan tuntutan bagi para aparat untuk menjawab secara periodik setiap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan bagaimana mereka menggunakan wewenang mereka. dan (2) konsekuensi (consequences). Akuntabilitas publik adalah prinsip yang menjamin bahwa setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka oleh pelaku kepada pihakpihak yang terkena dampak penerapan kebijakan pengambilan keputusan di dalam organisasi-organisasi publik melibatkan banyak pihak. Walaupun begitu. dan ketiganya adalah instrumen yang diperlukan untuk mencapai manajemen publik yang baik. Rumusan kebijakan merupakan hasil kesepakatan antara warga pemilih (constituency) para pemimpin politik. birokrat atau administrator. teknokrat. dan apa yang telah dicapai dengan menggunakan sumber daya tersebut. kemana sumber daya telah dipergunakan. akuntabilitas menjadi kunci dari semua prinsip ini Prinsip ini menuntut dua hal yaitu (1) kemampuan menjawab (answerability).31 masing-masing adalah instrumen yang diperlukan untuk mencapai prinsip yang lainnya. serta para pelaksana di lapangan. Prof memerintah Akuntabilitas berbagai Miriam kepada Budiardjo mereka mendefinisikan yang memberi akuntabilitas mandat itu.

serta standar yang berlaku (4) Adanya mekanisme untuk menjamin bahwa standar telah terpenuhi. melalui umpan balik dari para pemakai jasa pelayanan maupun dari masyarakat. Prinsip akuntabilitas publik adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa besar tingkat kesesuaian penyelenggaraan pelayanan dengan ukuran nilai-nilai atau norma-norma eksternal yang dimiliki oleh para stakeholders yang berkepentingan dengan pelayanan tersebut. artinya sesuai dengan prinsipprinsip administrasi yang benar maupun nilai-nilai yang berlaku di stakeholders (3) Kejelasan dari sasaran kebijakan yang diambil.32 untuk membuat kebijakan maupun melakukan aksi yang sesuai dengan nilai yang berlaku maupun kebutuhan masyarakat. Akuntabilitas publik menuntut adanya pembatasan tugas yang jelas dan efisien dari para aparat birokrasi. beberapa indikator untuk menjamin akuntabilitas publik yaitu: (1) Pembuatan sebuah keputusan harus dibuat secara tertulis dan tersedia bagi setiap warga yang membutuhkan (2) Pembuatan keputusan sudah memenuhi standar etika dan nilai-nilai yang berlaku. akuntabilitas dari setiap tahapan yaitu: a) Tahap proses pembuatan sebuah keputusan. dengan konsekuensi mekanisme pertanggungjawaban jika standar tersebut tidak terpenuhi . Berdasarkan tahapan sebuah program. akuntabilitas internal harus dilengkapi dengan akuntabilitas eksternal. dan sudah sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pemerintah bertanggung gugat baik dari segi penggunaan keuangan maupun sumber daya publik dan juga akan hasil.

beberapa indikator untuk menjamin akuntabilitas publik yaitu: (1) Penyebarluasan informasi mengenai suatu keputusan. dan hak masyarakat terhadap akses informasi. media nirmassa. Keterbukaan informasi diharapkan akan menghasilkan persaingan politik yang sehat. Transparansi yakni adanya kebijakan terbuka bagi pengawasan sedangkan yang dimaksud dengan informasi adalah informasi mengenai setiap aspek kebijakan pemerintah yang dapat dijangkau oleh publik. yaitu komunikasi publik oleh pemerintah. yakni informasi tentang kebijakan. Keduanya akan sangat sulit dilakukan jika pemerintah tidak menangani dengan baik kinerjanya. 2) Prinsip Transparansi Transparansi adalah prinsip yang menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan hasil yang dicapai. proses pembuatan dan pelaksanaannya. pemerintahan. melalui media massa. dan kebijakan dibuat berdasarkan pada preferensi publik Prinsip ini memiliki 2 aspek. maupun media komunikasi personal (2) Akurasi dan kelengkapan informasi yang berhubungan dengan cara-cara mencapai sasaran suatu program (3) Akses publik pada informasi atas suatu keputusan setelah keputusan dibuat dan mekanisme pengaduan masyarakat (4) Ketersediaan sistem informasi manajemen dan monitoring hasil yang telah dicapai oleh pemerintah. toleran. b) Tahap sosialisasi kebijakan.33 (5) Konsistensi maupun kelayakan dari target operasional yang telah ditetapkan maupun prioritas dalam mencapai target tersebut. serta hasil- .

juga sebagai “watchdog” atas berbagai aksi pemerintah dan perilaku menyimpang dari para aparat birokrasi. Transparansi harus seimbang. kewajiban akan keterbukaan harus diimbangi dengan nilai pembatasan. Peran media juga sangat penting bagi transparansi pemerintah. Prinsip transparasi memiliki sejumlah indikator seperti: a) Mekanisme yang menjamin sistem keterbukaan dan standarisasi dari semua proses-proses pelayanan publik . yang mencakup kriteria yang jelas dari para aparat publik tentang jenis informasi apa saja yang mereka berikan dan pada siapa informasi tersebut diberikan. baik sebagai sebuah kesempatan untuk berkomunikasi pada publik maupun menjelaskan berbagai informasi yang relevan. dengan kebutuhan akan kerahasiaan lembaga maupun informasi-informasi yang mempengaruhi hak privasi individu. tetapi untuk menyebarluaskan keputusan-keputusan yang penting kepada masyarakat serta menjelaskan alasan dari setiap kebijakan tersebut. maka dibutuhkan petugas informasi professional. Keterbukaan membawa dari kontrol yang berlebih-lebihan masyarakat dan bahkan oleh media massa. Komunikasi publik menuntut usaha afirmatif dari pemerintah untuk membuka dan mendiseminasi informasi maupun aktivitasnya yang relevan.34 Manajemen kinerja yang baik adalah titik awal dari transparansi. juga. Media tidak akan dapat melakukan tugas ini tanpa adanya kebebasan pers. Karena pemerintahan menghasilkan data dalam jumlah besar. Karena itu. bukan untuk membuat dalih atas keputusan pemerintah. bebas dari intervensi pemerintah maupun pengaruh konsekuensi kepentingan adanya bisnis.

35 b) Mekanisme yang memfasilitasi pertanyaan- pertanyaan publik tentang berbagai kebijakan dan pelayanan publik. Bukan rahasia lagi bahwa di negara kita ini pertimbanganpertimbangan mengalahkan ekonomis. yaitu: a) Partisipasi melalui institusi konstitusional (referendum. stabilitas. maupun proses-proses didalam sektor publik. meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan publik. Keputusan-keputusan semacam itu tidak jarang dapat membuka kemungkinan dilanggarnya hak-hak asasi warga negara akibat adanya pendirian sementara pejabat yang tidak rasional atau adanya program-program yang tidak mempertimbangkan pendapat rakyat kecil. Pembangunan politis dalam banyak hal telah disubordinasi oleh pembangunan ekonomis maupun kebijakan-kebijakan pragmatis pejabat tertentu. dan security sering pertimbangan-pertimbangan mengenai aspirasi masyarakat dan hak asasi mereka sebagai warga negara. voting) dan jaringan civil society (inisiatif asosiasi) . c) Mekanisme yang memfasilitasi pelaporan maupun penyebaran informasi maupun penyimpangan tindakan aparat publik didalam kegiatan melayani 3) Prinsip Partisipasi Proses pembangunan di segala sektor. perlu dipertimbangkan beberapa aspek. aparat negara sering kali mengambil kebijakan-kebijakan yang terwujud dalam pelbagai keputusan yang mengikat masyarakat umum dengan tujuan demi tercapainya tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. dalam mewujudkan kerangka yang cocok bagi partisipasi. Partisipasi dibutuhkan dalam memperkuat demokrasi.

Pendapat yang mengatakan bahwa partisipasi dapat dilihat melalui keterlibatan anggota-anggota masyarakat di dalam Pemilu saja. . Jika orang bersedia menilai proses politik secara netral maka bentukbentuk perilaku massa berupa protes. boleh jadi merupakan luapan dari tuntutan massa akibat saluran-saluran aspirasi yang sebelumnya ada telah berkembang. akurat dan tepat waktu tentang kebijakan publik. Tindakan protes atau mogok. Masih banyak pola perilaku informal yang dapat dijadikan patokan dalam menilai tingkat partisipasi dalam suatu masyarakat. sebenarnya juga termasuk partisipasi. substansi proses terbuka dan konsentrasi pada kompetisi. Keterlibatan dalam pengambilan keputusan dapat dilakukan secara langsung atau secara tidak langsung. jelas merupakan pendapat yang kurang lengkap. civil society sebagai service provider c) Service Department di USA. ataupun pemogokan.36 b) Partisipasi individu dalam proses pengambilan Lokal kultur pemerintah (misalnya Neighborhood keputusan. atau Better Management Transparent Budget di New Zealand) d) Faktor-faktor lainnya. Partisipasi adalah prinsip bahwa setiap orang memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di setiap kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. seperti transparansi. Transparansi bermakna tersedianya informasi yang cukup. aksi pamflet. dan proses pembentukannya dengan ketersediaan informasi seperti ini masyarakat dapat ikut sekaligus mengawasi sehingga kebijakan publik yang muncul bisa memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat serta mencegah terjadinya kecurangan dan manipulasi yang hanya akan menguntungkan salah satu kelompok masyarakat saja secara tidak proporsional.

Setidak-tidaknya ada 2 alasan mengapa sistem partisipatoris dibutuhkan dalam negara demokratis. b) Mendelegasikan otoritas tertentu kepada pengguna dan jasa layanan publik seperti proses perencanaan . Bagaimanapun jika para birokrat tidak ingin kehilangan wibawanya dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan publik. Warga negara harus dirangsang dan dibantu dalam membina hubungan dengan aparat pemerintah untuk menghindari alienasi warga negara. bermula dari kenyataan bahwa pemerintahan yang modern cenderung semakin luas dan kompleks. Kedua. dan terpendamnya konflik internal Suatu kebijakan mungkin pada dasarnya bertujuan mulia karena jelas-jelas akan bermanfaat untuk kepentingan umum. kegusaran. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam rangka penguatan partisipasi publik. Pertama.37 Protes yang disertai aksi-aksi kekerasan terkadang sematamata disebabkan oleh keputusasaan. ialah bahwa sesungguhnya rakyat sendirilah yang paling paham mengenai kebutuhannya. birokrasi tumbuh membengkak di luar kendali. Namun seiring dilaksanakannya kebijakan tersebut dalam sistem birokrasi yang berjenjang sering kali terjadi pergeseran dan penyimpangan arah kebijakan tadi. para birokrat harus dan senantiasa memperhatikan partisipasi aspirasi-aspirasi seluruh unsur masyarakat mendukung kemasyarakatan secara wajar. adalah : a) Mengeluarkan informasi yang dapat diakses oleh publik Menyelenggarakan proses konsultasi untuk menggali dan mengumpulkan masukan-masukan dari stakeholders termasuk aktivitas warga Negara dalam kegiatan publik.

38 penyediaan panduan bagi kegiatan masyarakat dan layanan publik. sehingga nantinya seluruh lapisan masyarakat akan memperoleh hak dan kekuatan yang sama untuk menuntut atau mendapatkan bagian yang adil dari manfaat pembangunan. c) Partisipasi masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan itu sendiri. .