You are on page 1of 14

PENGARUH PEMBERIAN BALIKAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI

TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM MERAWAT PAYUDARA IBU HAMIL


Tumirah*

ABSTRACT

This research is aimed at bringing about proof that variative direct MASUKAN ANDA
feed-back and motivation for achievement have the significant influence on
the pregnant woman’s breast treatment. The research treatment on the
research subjects is the subject’s skill in doing phantom of treating pregnant Kami menunggu masukan
woman’s breasts. positif Anda melalui menu
This research is designed experimentally spesifically factorial research
design. The population are the students of the semester II Midwifery Program MASUKAN ANDA
Magetan, wich sum to 40 person. The drawn sample is 36 students consisting
of 18 students belong to experiment group and 18 students belong to control
group. The treatment of the research is given in the form of direct feed-back
method during two weeks, with frequency of 3X60 minutes, 08.00-09.00, ech
action.
The motivations of the students are scored in result of questionnaires.
The student achievements are scored through checklist taken from Sudy
Program DIV Nursing Teacher, the Faculty of Medicine, Unair Surabaya, term
1999.
The analysis of this research brings about conclusion that the average
achievement in pregnant women’s breast treatment is better obtained within
the provision of direct feed-back than that within independent learning
method , in the significance of p=0,000. Student with higher motivation to
achievement get the better average achievement than those with low one.
Based on the analysis of multivariate anova, the results drawn results states
that there is interaction between the learning method, motivation to
achievement, in the significance of p=0,000. Based on t-test, students with
the high motivation to achievement get the better average achievement than
those with low one, both in experiment group and control group.
The research brings about conclusion that there is interaction
between, provision of feed back, motivation to achievement in pregnant
woman’s breast treatment. Presumably, motivation is the most dominant
factor in that achievement.

Key words: direct feed-back, learning motivation, achievement in breast


treatment.

*: Prodi Kebidanan Magetan Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Depkes


Surabaya

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tujuan pembelajaran laboratorium adalah peningkatan aspek
pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Keterampilan yang diperoleh
pada pembelajaran laboratorium ini menjadi bekal pada penyesuaian
profesionalisasi di lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada
klien secara nyata. Permasalahannya adalah selama ini masih banyak
rancangan pembelajaran laboratorium tidak sesuai dengan kurikulum.
Demikian juga tenaga pengajar kurang memahami secara benar tentang cara
merancang pembelajaran laboratorium, sehingga pemenuhan target
keterampilan bagi peserta didik tidak sesuai dengan harapan. Oleh sebab itu,
tujuan pembelajaran yaitu perubahan perilaku yang dinyatakan dalam cara
bertingkah laku berkat pengalaman dan latihan-latihan tidak tercapai secara
maksimal (Hamalik, 1985:25).
Hasil penelitian Sunarto dkk (2001) tentang profil dosen Program Studi
Kebidanan Magetan menunjukkan bahwa keengganan tenaga pengajar dalam
membuat rancangan pembelajaran laboratorium disebabkan oleh: 1) dosen
kesulitan membuat silabus pembelajaran laboratorium, 2) dosen kurang
sesuai dalam memberikan sistem evaluasi pembelajaran laboratorium, 3)
alokasi waktu pembelajaran laboratorium sering tidak sesuai. Sebagai
gambaran kurang terprogramnya pembelajaran laboratorium tampak dari
tingkat kepuasan mahasiswa yaitu 52% dari 109 responden tidak puas
terhadap pedoman praktika di laboratorium. Mereka juga kurang puas
terhadap buku panduan (59,6%) dan 79,7% juga kurang puas terhadap
pembelajaran klinik. Kondisi di atas adalah dampak dari pola pembelajaran
yang belum standar.
Pada penelitian ini akan diterapkan metode balikan pada
pembelajaran laboratorium karena cukup relevan, efisien, murah dan lebih
memberikan suasana interaksi belajar mengajar yang harmonis antara
mahasiswa dan pembimbing. Penerapan balikan ini khusus pada pokok
bahasan perawatan payudara ibu hamil sebagai salah satu target kompetensi
dasar. Pendekatan ini untuk membuktikan perbedaan hasil belajar mahasiswa
setelah diberikan metode balikan dan motivasi.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah: 1) membuktikan perbedaan hasil belajar
mahasiswa dalam merawat payudara ibu hamil menurut pemberian balikan,
2) membuktikan perbedaan hasil belajar mahasiswa dalam merawat
payudara ibu hamil menurut tingkat motivasi berprestasi, 3) membuktikan
interaksi antara pemberian balikan dan motivasi berprestasi terhadap hasil
belajar mahasiswa dalam merawat payudara ibu hamil.

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Penelitian eksperimental dengan rancangan faktorial 2X2 ini dilakukan


di Prodi Kebidanan Magetan Politeknik Kesehatan Surabaya. Variabel bebas
penelitian adalah pemberian balikan dan motivasi berprestasi, sedangkan
hasil belajar merawat payudara merupakan variabel terikat. Populasi
penelitian adalah mahasiswa Prodi Kebidanan Magetan sejumlah 40 orang,
dan sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 36
orang yang selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 18 orang.
Dosis perlakuan diberikan kepada kedua kelompok yaitu kelompok
perlakuan diberi balikan disertai modul dan kelompok kontrol diberikan
perlakuan latihan mandiri. Data motivasi berprestasi diperoleh melalui
kuesioner, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui checklist teknik
perawatan payudara Prodi DIV Perawat Pendidik FK Unair Surabaya.
Setelah terkumpul, data disajikan secara deskriptif berupa distribusi
frekuensi dan tendency central, selanjutnya dilakukan uji hipotesis
menggunakan uji Multivariate Anova dengan terlebih dahulu memenuhi
asumsi yang dipersyaratkan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Deskripsi perbandingan motivasi berprestasi antara kelompok
perlakuan dan kelompok kontrol disajikan pada Tabel 1. Tampak bahwa pada
kelompok perlakuan, proporsi mahasiswa dengan motivasi tinggi lebih besar
(72%) dibandingkan dengan kelompok kontrol (61%).

Tabel 1. Distribusi Motivasi Berprestasi Mahasiswa

Motivasi
Tinggi Ren Jumlah
dah
Perlakuan 13 5 18 (100%)
Kelompok (72%) (28
%)
Kontrol 11 7 18 (100%)
(61%) (39
%)
Jumlah 24 12 36 (100%)
(66,67 (33,
%) 33%
)

Tendency central motivasi berprestasi mahasiswa disajikan pada Tabel


2. Pada tabel ini data motivasi berprestasi belum dikategorikan dan kelompok
perlakuan memiliki nilai rerata yang lebih tinggi (121,1) dibandingkan dengan
kelompok kontrol (116,3).

Tabel 2. Unsur-Unsur Tendency Central Motivasi Berprestasi


Mahasiswa
Kelompo Mea SD Vari Me M M Maks
k n anc dia o i
e n d n
e
Perlakua 121, 12, 168, 12 1 9 147
n 1 99 76 2 0 8
6
Kontrol 116, 11, 138, 12 1 9 135
3 75 23 0 2 8
5

Tabel 3. Unsur-Unsur Tendency central Hasil Belajar Mahasiswa


Dalam Merawat Payudara

Variabel Re Sim Varians


rat pang
a an
Baku
Perlakuan 91, 5,38 28,97
5
Kontrol 70, 5,61 31,52
1
Motivasi Rendah 10 3,43 11,78
3,8
Motivasi Tinggi 12 7,56 57,15
6,1
2
Motivasi Tinggi Kelompok 94, 2,69 7,23
Perlakuan 38
Motivasi Rendah Kelompok 84 2 4
Perlakuan
Motivasi Tinggi Kelompok Kontrol 73 3,74 13,98
Motivasi Rendah Kelompok 65, 5,16 26,62
Kontrol 57

Data tentang hasil belajar mahasiswa dalam merawat payudara disajikan


berupa tendency central (Tabel 3). Terlihat bahwa nilai rerata hasil belajar
kelompok perlakuan (91,5) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (70,1).
Berdasarkan tingkat motivasi dari seluruh mahasiswa, mereka yang
bermotivasi tinggi memiliki nilai rerata lebih tinggi (126,12) daripada
mahasiswa bermotivasi rendah (103,8). Pada masing-masing kelompok,
mahasiswa bermotivasi tinggi juga mendapatkan nilai rerata hasil belajar
yang lebih tinggi pula, masing-masing 94,38 melebihi 84 pada kelompok
perlakuan dan 73 melebihi 65,57 pada kelompok kontrol.
Hasil uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov
menunjukkan nilai 0,937 dan p=0,344 pada kelompok perlakuan dan nilai
0,846 dan p=0,472 pada kelompok kontrol. Karena nilai p dari masing-masing
kelompok tersebut >0,05, maka kedua data dari kelompok perlakuan dan
kelompok kontrol berdistribusi normal.
Levene’s test untuk menguji homogenitas varians menunjukkan nilai
p=0,643 pada kelompok perlakuan dan p=0,133 pada kelompok kontrol.
Karena nilai p dari kedua kelompok >0,05, maka data pada kedua kelompok
memiliki varians homogen.
Hasil uji Multivariate Anova untuk kelompok perlakuan menunjukkan
F=60,448 dan p=0,000. Sedangkan pada kelompok kontrol F=12,602 dan
p=0,003. Karena nilai p<0,05, maka Ho ditolak, artinya ada perbedaan hasil
belajar mahasiswa dalam merawat payudara antara mahasiswa yang diberi
balikan dan tak diberi balikan.Dari Uji tersebut juga diketahui bahwa ada
interaksi antara motivasi belajar dengan hasil belajar dalam merawat
payudara ibu hamil. Karena Ho ditolak, perlu dilakukan uji T untuk
mengetahui perbedaan antar kelompok, dengan nilai 7,775 dengan p=0,000
untuk kelompok perlakuan dan nilai 3,550 dengan p=0,003 untuk kelompok
kontrol. Dalam hal ini, pengaruh motivasi sangat dominan pada kelompok
perlakuan.

Pembahasan
Meski hasil belajar mahasiswa tidak jauh berbeda antara kelompok
yang diberi balikan dan kelompok belajar mandiri, namun kelompok yang
diberi balikan memiliki hasil belajar yang lebih baik. Mungkin hal ini
dipengaruhi oleh dosis perlakuan yang berlebihan, sehingga pada kelompok
kontrol sudah terbentuk memori yang sangat baik. Memori yang baik tersebut
berasal dari latihan berulang-ulang meskipun tak dibimbing. Terbentuknya
memori berasal dari rangsangan yang diterima oleh reseptor yang
selanjutnya disalurkan berupa impuls melalui neuron sensorik menuju otak.
Di otak, impuls akan dipersepsikan, diinterpretasikan kemudian dijawab.
Selain itu, otak juga berfungsi menyimpan hasil jawaban rangsangan berupa
memori yang sewaktu-waktu bisa di-recall kembali jika ada rangsangan yang
sama. Oleh karena itu, rangsangan yang berulang-ulang akan memberikan
memori yang kuat dan tahan lama dibanding dengan rangsangan yang cepat.
Dengan demikian, intensitas belajar yang berulang-ulang dipandang sebagai
stimulator yang baik. Latihan berulang-ulang diyakini dapat menumbuhkan
persepsi dam motivasi positif dan memperbaiki mekanisme pertahan diri.
Respon emosi positif dan mekanisme pertahanan diri yang positif dapat
mengurangi reaksi stress, sehingga meskipiun tidak dibimbing, mahasiswa
mampu merubah persepsi dan atau meningkatkan kondisi yang dianggap
mengancam, dalam hal ini mempengaruhi hasil belajar (Folkman & Lazarus,
1988).
Kelompok mahasiswa dengan motivasi berprestasi lebih tinggi
memiliki hasil belajar yang lebih baik. Motivasi berprestasi atau motivasi
belajar untuk meningkatkan prestasi mampu menumbuhkan respon emosionl
yang positif. Pada kasus ini, motivasi dipandang sebagai stimulasi untuk
menumbuhkan respon emosional. Stimulasi yang kuat akan meningkatkan
respon emosional, dan sebaliknya motivasi yang rendah akan menurunkan
respon emosional, sehingga teknik perawatan payudara sebagaimana
keduapuluh delapan langkahnya dipandang oleh mahasiswa yang bermotivasi
rendah sebagai stressor belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara pemberian
balikan dan motivasi berpreastasi terhadap hasil belajar dalam merawat
payudara ibu hamil. Oleh karena itu hasil penelitian ini kurang signifikan
untuk membedakan mana yang lebih baik di antara kedua kelompok
terhadap hasil belajar. Apakah kelompok perlakuan lebih baik ataukan
sebaliknya. Oleh karenanya, tepat bila variabel motivasi merupakan faktor
dominan yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar dalam
merawat payudara ibu hamil.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan dari penelitian ini adalah:


1. Terdapat perbedaan hasil belajar dalam merawat payudara ibu hamil
antara mahasiswa yang diberi balikan dan tidak diberi balikan
2. Terdapat perbedaan hasil belajar dalam merawat payudara ibu hamil
antara mahasiswa bermotivasi tinggi dan bermotivasi rendah
3. Terdapat interaksi antara pemberian balikan dan motivasi berprestasi
terhadap hasil belajar mahasiswa dalam merawat payudara ibu hamil.
Diduga variabel motivasi merupakan faktor dominan yang sangat
mempengaruhi hasil belajar.
Berdasarkan simpulan, diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Motivasi belajar dapat digunakan sebagai faktor input pengajar dalam
menerapkan metode pengajaran untuk memperbaiki respons emosional
belajar mahasiswa
2. Perlunya penetapan dosis bimbingan tepat meliputi intensitas, frekuensi,
dan waktu, khususnya pada pembelajaran laboratorium sesuai beban SKS
yang telah ditentukan agar pencapaian target kompetensi sesuai dengan
kemampuan awal mahasiswa.
3. Diperlukan penelitian lanjutan tentang pengaruh dosis bimbingan
terhadap kemampuan mahasiswa dalam merawat payudara, dengan
menambah variabel dan besar sampel.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimi. 1999. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi


Aksara
Ardhana. 1990. Atribut Terhadap Sebab-Sebab Keberhasilan dan Kegagalan
serta Kaitannya dengan Motivasi untuk Berprestasi. Pidato
Pengukuhan Guru Besar. Malang: FKIP IKIP Malang.
Aswar Azrul. 1987. Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Masyarakat. Edisi I. Jakarta: Binarupa Aksara
Azwar Syaifuddin. 1988. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
______. 2000. Test Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan pada Ibu dalam Konteks Keluarga.
Jakarta: Pusdiknakes
Folkman S, Lazarus RS. 1988. Manual For The Ways of Coping Questionnaire.
Palo Alto, CA: Consulting Psychologist Press
Gagne, Robert M, et.al. 1988. Principle of Instructional Design. USA Halt,
Rinehart and Winston Inc.
Guyton AC. 1996. Textbook of medical Physiology. Philadelphia: WB Saunders
Co.
Hadi Sutrisno. 1984. Statistik Jilid III. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas
Psikologi UGM
Karhami S Karim. 2002. Strategi Pengelolaan Sekolah Pasca Penghapusan
Ebtanas. Makalah, disampaikan pada acara Seminar Nasional
Pendidikan, 25 Mei 2002 Madiun.
Kendel E, & Kupferman. 1995. Learning and Memory, In Essential of Neural
Science and Behavior. Prentice Hall inc.
Lieben Paulus. 1999. Neurotransmitter dan Hormon dalam
Psikoneuroimunologi. Makalah Workshop Psikoneuroimunologi. 25-26
September 1999. Kelompok Studi Psikoneuroimunologi, Gramik.
Surabaya: FK Unair
Mc. Clelland DC. 1967. The Achieving Society. Newyork: The Free Press
______, 1985. Motivation and Immune Function in Health and Disease. Paper
Presented at the Amal Meeting of The Society of Behavioral Medicine.
New Orleans, March, 1985
Notoatmodjo S. 1993. Metologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam, & Pariani Siti. 2000. Pendekatan Praktik Metodologi Riset
Keperawatan. Jakarta: Sagung Seto
Prijambodo Bambang. 1999. Agenda Bersama Rumah Sakit Pendidikan dan
Fakultas Kedokteran, Menyelenggarakan Pendidikan Bermutu dan
Pelayanan Prima di Rumah Sakit. Makalah. Surabaya: FK Unair
Putra Suhartono Taat, et al.1998. Metodologi Penelitian. Surabaya: Airlangga
University Press
PSIK FK Unair. 1998. Pedoman Penyelenggaraan Program Keprofesian
Keperawatan pada Program Pendidikan Ners. Surabaya: Unair
Sardiman AM. 1980. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali
Press
Sauman Muhammad. 2002. Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dan
Pemanfaatan Sumber Belajar dengan Prestasi Belajar. Tesis.
Surakarta: UNS
Siegel Sydne. 1994. Statistik Nonparametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta:
Gramedia
Soekartawi. 1995. Meningkatkan Efektifitas Mengajar. Jakarta: Pustaka Jaya
Sudjana. 1981. Metode Statistika. Bandung: Transito
Sugandi Achmad. 1985. Metodologi Pengajaran. Semarang: FKIP IKIP
Semarang
Sugito Sukewi. 1994. Perencanaan Pengajaran. Semarang: IKIP Semarang
Press
Sumar.2002. Pengaruh Metode Mengajar dan Motivasi Belajar Terhadap
Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Siswa
SMU. Tesis. Surakarta: UNS
Sunarto, Sulikah, Suparji. 2002. Tingkat Kepuasan Mahasiswa dalam Praktek.
Magetan: Urusan Penelitian Program Studi Kebidanan Magetan
Sunarto, Rudiati. 2001. Profil Mengajar Dosen Prodi Kebidanan Magetan.
Magetan: Urusan Penelitian Program Studi Kebidanan Magetan
Syamsudin Abin. 1986. Psikologi Pendidikan. Bandung: Publikasi Jurusan PPB
FIP IKIP Bandung
Wahjosumidjo. 1985. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: PT Ghalia
Indonesia
Widjajakusumah MD. 1999. Manajemen Pendidikan. Makalah disampaikan
pada Rapat Kerja Keperawatan Tanggal 20-21 Desember 1999. Jakarta
Zainuddin Mohammad. 1998. Metodologi Penelitian. Surabaya: Airlangga
University Press

Today, there have been 18 visits (44 hits) on this page!


Jurnal Penelitian Kesehatan "SUARA FORIKES" Mempublikasikan hasil penelitian dalam
bidang kesehatan, pendidikan kesehatan serta pendidikan untuk tenaga keseh

Top of Form
Top of Form

Cari

didukung
oleh
Bottom of Form

Bottom of Form

• Home
○ About Us
○ Terms of Use
• Groups
• Blog
• Events
• Directory
• Our Store
○ Book Search
• My Profile
• Forum
• Product Knowledge
○ Temulawak
Login
Site Login
Top of Form
Username

********

Remember Me
Log in

Forgot your password?


Forgot your username?
com_user login L2luZGV4LnBocD 1

Bottom of Form
Create an account
Custom Search Control
Web

Top of Form
Search Forum
• Recent Discussions
• Categories Go

Bottom of Form

Welcome, Guest
Please Login or Register. Lost Password?
MedicalEra Discussion
Group Discussion
Skin and Beauty

7 tips merawat payudara indah


(2 viewing) yoedi.aja, (1) Guest
Skin and Beauty

Page: 1

TOPIC: 7 tips merawat payudara indah


Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts
#1979
7 tips merawat payudara indah 4 Months, 2 Weeks ago Karma: 5 chubyQ
Memiliki payudara yang indah sekaligus sehat merupakan idaman setiap wanita.
Selain berguna untuk menarik lawan jenis, payudara yang terpelihara
kesehatannya juga penting untuk mencegah penyakit penyakit serius yang
menyerang payudara.
TOPIC: 7 tips merawat payudara indah
Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts

MedicalEra
Active Poster

Posts: 243

hummingbird

MedicalEra
Active Poster

Posts: 119

saskytj

MedicalEra
Newbie

Posts: 61

#1989
Re: 7 tips merawat payudara indah 4 Months, 2 Weeks ago Karma: 5 chubyQ
jika dilakukan sesuai tips diatas... di tambah lagi dengan berenang (olah raga)
kekencangan payudara bisa kembali paling lama dalam 6 bulan...
tapi tidak kembali sepenuhnya seperti sebelum menyusui yah... hanya kembali
kencang dan lebih bagus dan indah...
MedicalEra
sebenarnya bukan hanya berenang... tapi olah raga yang mengkontraksikan Active Poster
TOPIC: 7 tips merawat payudara indah
Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts
otot2 bagian dada...
sebut saja senam aerobic, yoga, dll... itu juga bisa membantu mengencangkan
payudara agar lebih indah... Posts: 243

semoga membantu...
The administrator has disabled public write access.

#1996
Re:7 tips merawat payudara indah 4 Months, 2 Weeks ago Karma: 1 Qorry
chubyQ wrote:

5. Makanlan makanan yang mengandung kedelai


MedicalEra
Konsumsi makanan yang berasal dari kedelai akan mencegah kemungkinan jaringan Newbie
payudara memproduksi estrogen ekstra yang dapat menganggu kesehatan payudara
anda. Disamping itu, kedelai yang mengandung banyak protein juga bagus untuk
nutrisi untuk pembentukan payudara. Posts: 68

Menambahkan...

Sebenarnya tidak hanya kedelai saja yang dianjurkan dikonsumsi guna menjaga
kesehatan payudara. Kedelai adalah salah satu jenis "sayuran warna hijau tua" yang
dianjurkan.

Kanker payudara telah diteliti dapat dicegah dengan mengkonsumsi sayur-sayuran


berwarna hijau tua dan buah-buahan berwarna kekuningan hingga orange.
Penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis makanan tersebut banyak mengandung
zat-zat carotenoid, isothyosianate, flavonoid, folat dan lutein yang merupakan
antioksidan pencegah kanker. Zat-zat tersebut memblok proses perusakan oleh
radikal bebas terhadap sel-sel payudara, menjaga kestabilan proses deferensiasi sel.

Baru-baru ini saya mengikuti seminar antiaging di yogyakarta. Salah satu pembicara
(dr. phaidon Lumban Toruan,MM) memberi penjelasan, salah satunya bahwa jika
ingin terhindar dari kanker payudara, makanlah sayur-sayuran warna hijau tua dan
buah-buahan warna kuning hingga jingga, beliau menyarankan mangga dikombinasi
dengan pepaya dan semangka, sebanyak mungkin setiap hari. Sampai dirumah saya
searching artikel penelitian mengenai hal ini dan menemukan bahwa memang
TOPIC: 7 tips merawat payudara indah
Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts
keduanya telah diteliti hubungannya dengan penurunan resiko kanker payudara.
Berikut beberapa artikel yang saya baca...

csaweb103v.csa.com/discoveryguides/food/review.pdf
www.jacn.org/cgi/reprint/18/5/426
jn.nutrition.org/cgi/reprint/132/10/3161
www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1780272/pdf/nihms11941.pdf
Last Edit: 2010/05/22 05:45 By Qorry.
The administrator has disabled public write access.

#2008
Re: 7 tips merawat payudara indah 4 Months, 2 Weeks ago Karma: 5
saskytj wrote:
Wah pas nih dengan saya dan kaum2 ibu yang sudah punya anak dan menyusui.

Itu kan tips untuk merawat payudara normal atau mungkin kendor. Nah yang saya
ingin tanyakan bagaimana mengembalikan kekenyalan payudara?

Misal kondisi payudara sudah lembek, bukan hanya kendor turun doang loh, tapi sararock
juga lembek seperti tidak ada kekenyalannya lagi. Nah, bisa gak ya payudara yang
sudah lembek menjadi kenyal lagi dengan tanpa operasi? Yah walaupun tidak
sekenyal sebelum melahirkan dan menyusui, tapi setidaknya cukup kenyal, tidak
lembek.

Dan biasanya berapa lama sih untuk mengembalikan kekenyalan payudara yang MedicalEra
sudah lembek(apabila ada caranya) jika dilakukan secara rutin? Addict

@hummingbird: apakah dengan berenang bisa mengembalikan kekenyalan Posts: 798


payudara yang sudah lembek? Sebaiknya gaya apa untuk kasus ini?

yg jelas bukan gaya batu

dulu waktu senam hamil, saya jg diberikan perawatan mengenai payudara saat
hamil
setelah melahirkan, saya pake cream dari dokter khusus buat perawatan
payudara,sambil dilakukan pemijatan.. dan terbukti, dlm beberapa hari lumayan

mengencang
The administrator has disabled public write access.
TOPIC: 7 tips merawat payudara indah
Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts

#2017
Re: 7 tips merawat payudara indah 4 Months, 2 Weeks Karma:apriel
ago 2
kalau saat tidur memakai bra, katanya tidak bagus ya buat
payudara?
bisa memicu kanker?
apa benar? MedicalEra Value
Contributor

Posts: 309

The administrator has disabled public write access.

#2026
Re: 7 tips merawat payudara indah 4 Months, 2 Weeks ago Karma: 5 chubyQ
apriel wrote:
kalau saat tidur memakai bra, katanya tidak bagus ya buat payudara?
bisa memicu kanker?
apa benar?
MedicalEra
berikut beberapa penelitian yang saya dapatkan mengenai hal ini... Active
Poster
Dua ilmuwan Sydney Singer dan istrinya Soma Grismaijer pada tahun 1991
melakukan penelitian mengenai berapa lama waktu yang ideal untuk memakai
penutup dada wanita atau bra? Posts: 243

Jawabannya ternyata kurang dari 12 jam. Wanita yang ingin menghindari kanker
payudara harus memakai bra dalam waktu sesingkat mungkin, dan sebaiknya
kurang dari 12 jam per hari.

Singer dan Grismaijer mempelajari kebiasaan memakai bra 4.500 wanita di lima
kota di seluruh Amerika Serikat. Hasil studinya telah dipublikasikan dalam sebuah
buku Dressed To Kill: The Link Between Breast Cancer and Bras.

Hasil studi menunjukkan wanita yang memakai bra selama 24 jam sehari berisiko
paling tinggi terkena kanker payudara. Sedangkan wanita yang jarang memakai bra
paling sedikit risikonya.
TOPIC: 7 tips merawat payudara indah
Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts

Perbandingan hasil studi tersebut menunjukkan:

1. 3 dari 4 wanita yang memakai bra 24 jam per hari


2. 1 dari 7 wanita yang memakai bra lebih dari 12 jam per hari, tetapi tidak
menggunakannya saat tidur
3. 1 dari 152 wanita yang memakai bra kurang dari 12 jam per hari
4. 1 dari 168 wanita yang jarang atau bahkan yang tidak pernah memakai bra sama
sekali

Jadi risiko wanita yang memakai bra selama 24 jam memiliki 125 kali lipat risiko
terkena kanker payudara dibanding yang jarang memakai bra.

Waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tanpa memakai
bra adalah saat tidur. “Jangan tidur dengan bra,” kata Sydney Singer

Memijat payudara disertai menarik napas panjang setiap kali melepas bra dapat
memperlancar aliran getah bening dan mencegah berkembangnya kanker pada
payudara.

Sistem limfatik pada payudara hanya berkembang sepenuhnya selama kehamilan


dan menyusui, sehingga wanita yang memakai bra sehari-hari, menunda memiliki
anak dan yang tidak menyusui dapat terkena risiko kanker payudara lebih tinggi.

Sekitar 75 persen wanita yang terkena kanker payudara sebenarnya tidak memiliki
faktor risiko kanker. Hal ini memunculkan dugaan bahwa penggunaan bra yang
tidak pas atau terus-terusan memakai bra merupakan faktor yang dapat menjelaskan
hal tersebut.

Ukuran bra yang tidak tepat atau terlalu ketat dapat membantu pertumbuhan kanker
di payudara. Karena bra yang salah dapat menghambat penetralan bahan kimia
berbahaya dalam tubuh yang menyebabkan kanker. Dan sekitar 80 persen wanita
menggunakan bra yang salah.

Alasan utama mengapa bra yang ketat dapat membahayakan kesehatan adalah
karena bisa membatasi aliran getah bening di payudara. Normalnya, cairan getah
bening mencuci bahan limbah dan racun lain, serta menjauhkannya dari payudara.

Menggunakan bra terlalu lama juga meningkatkan suhu jaringan payudara, dan
wanita yang memakai bra memiliki kadar hormon prolaktin (hormon yang
TOPIC: 7 tips merawat payudara indah
Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts
berfungsi merangsang kelenjar air susu) yang lebih tinggi. Kedua hal ini dapat
mempengaruhi pembentukan kanker payudara.

-----------------------------------------------------------------------

Dr Maruyama dari Sapporo, Jepang. Menurutnya, selagi kita dalam keadaan tidur,
sebaiknya memang kita tidak menggunakan pakaian dalam, apalagi pakaian dalam
yang biasanya menempel ketat di badan kita. Katanya, pakaian yang menekan perut
atau dada bisa menekan saraf-saraf tertentu dalam tubuh kita sehingga akan
mempengaruhi fungsi organ kita.

Hasil dari beberapa eksperimen yang telah dilakukan menghasilkan kenyataan


bahwa ketatnya pakaian dalam menempel pada tubuh kita dapat menyebabkan
munculnya berbagai kelainan pada tubuh kita, seperti diare, sembelit, pusing-
pusing, sampai gatal-gatal. Dr Bunkichi dari Tokyo, Jepang, juga mendukung
pendapat Dr Maruyama. Katanya, wanita yang memakai celana dalam dan bra
selagi tidur, apalagi yang dikenakan secara ketat, dapat mengalami alergi saluran
pernapasan hingga akhirnya mengganggu kegiatan harian yang bersangkutan.

Nah, fakta yang ada menunjukkan bahwa penderita penyakit akibat penggunaan
underwear yang ketat itu kian meningkat. Disebutkan, misalnya, jumlah penderita
alergi saluran pernapasan tahun 1991 lebih banyak dari 1990. Setelah ditelusuri
ternyata peningkatan jumlah penderita ini diakibatkan oleh penggunaan pakaian
dalam (celana/BH) yang semakin ketat. Ternyata para pemakai underwear ini
semakin hari semakin banyak yang meminta pakaian dalam yang ketat karena
terdorong oleh keinginan untuk menampakkan kelangsingan tubuh.
The administrator has disabled public write access.

#2030
Re: 7 tips merawat payudara indah 4 Months, 2 Weeks ago Karma: 17 leehongkyun
Bicara payudara, berarti kita harus bicara bagian-bagiannya juga, yang antara lain

a. Kulit
b. Jaringan Ikat
c. Kelenjar mammae MedicalEra
d. Otot Pectoralis major Veteran
Jadi memang benar berenang bisa membantu payudara anda melawan gravitasi,
namun masih ada faktor "Jaringan ikat" jadi ya memang seiring usia Posts: 594
elastisitasnya akan menurun
TOPIC: 7 tips merawat payudara indah
Forum Tools
• Post New Topic
• Pdf

• Show latest posts

Masalah gaya berenang saya rasa yang lebih penting adalah frekuensi dan
durasinya. Semua gaya berenang aktif menggunakan tangan yang artinya juga
aktif menggerakkan otot pectoralis major
The administrator has disabled public write access.

#2123
Re:7 tips merawat payudara indah 4 Months, 1 Week ago Karma: 5 sararock
klo suntik silikon, itu disuntikkan ke jaringan ikatnya ya? sehingga dia bisa

elastis everlasting.. hehehe

MedicalEra
Addict

Posts: 798

The administrator has disabled public write access.

Page: 1

Login to reply
MedicalEra Discussion
Group Discussion
Skin and Beauty
Top of Form

show cat Go

Bottom of Form

Powered by Kunena
Home | About Us | Terms of Use
Copyright © 2009-2010 MedicalEra All Rights Reserved.
[x] close