You are on page 1of 9

Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 (1) (2005) p: 30-38

PENGARUH PEMBERIAN BAHAN ORGANIK


TERHADAP SIFAT-SIFAT TANAH DAN PERTUMBUHAN CAISIM
DI TANAH PASIR PANTAI
Abdul Syukur *

Penelitian ini merupakan percobaan pot di rumah kaca, dilaksanakan pada bulan
Desember 2001 sampai April 2002. Penelitian ini menggunakan pupuk kandang sapi
sebagai bahan organik dan tanah pasir dari Pantai Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk kandang sapi dan lama
inkubasi campuran tanah dan pupuk kandang tersebut terhadap perubahan sifat-sifat
tanahnya dan pertumbuhan caisim di tanah tersebut.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial,
terdiri atas 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah takaran pupuk kandang
sapi terdiri atas 3 aras yaitu 0, 20 dan 40 ton/ha dan faktor kedua adalah lama inkubasi
yang terdiri atas 3 aras yaitu 2, 4 dan 8 minggu. Paralon dengan diameter 15 cm
digunakan sebagai pot, dibagi menjadi 3 bagian yaitu 0-10 cm, 10-30 cm, dan 30-50 cm
yang dihubungkan/disambungkan dengan lakban. Bagian bawah paralon dilapisi kain
kasa supaya tanah tidak keluar tetapi air dapat keluar. Percobaan terdiri atas 2 unit
yaitu percobaan tanpa tanaman untuk melihat perubahan sifat-sifat tanah dan
percobaan memakai tanaman sebagai indikator untuk melihat pengaruhnya terhadap
pertumbuhan tanaman. Untuk mengetahui faktor mana yang berpengaruh nyata
dilakukan analilsa sidik ragam (ANOVA) dan untuk mengetahui perlakuan yang berbeda
nyata diuji dengan uji jarak berganda DUNCAN pada tingkat kemuradan 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah yang dipakai bertekstur agak kasar
(geluh pasiran), porositas tinggi, kemampuan mengikat air rendah; KPK, bahan organik,
NH4 maupun NO3 tersedia rendah. Kandungan bahan organik dan NH4 maupun NO3 pupuk
kandang sapi yang dipakai berharkat cukup. Pemberian pupuk kandang sapi 20 ton/ha
nyata menurunkan BV jeluk 10 - 30 cm dan pori drainase cepat jeluk 10 – 30 cm,
meningkatkan konsentrasi NH4 jeluk 10 – 30 cm dan 30 -50 cm konsentrasi NO3 jeluk 10
– 30 cm maupuin 30 – 50 cm dan berat segar trubus dibanding lama inkubasi 2 minggu
dan 4 minggu. Berdasarkan data parameter-parameter pertumbuhan yang dihasilkan,
kombinasi perlakuan terbaik adalah D2I2 (takaran 20 ton/ha pupk kandang sapi dan lama
inkubasi 4 minggu).

Kata kunci : pupuk kandang sapi, tanah pasir pantai

* Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

PENGANTAR ekonomis. Pada umumnya tanah pasir


Lahan pasir merupakan salah pantai mempunyai sifat-sifat yang
satu tumpuan harapan penting untuk kurang sesuai bagi pertumbuhan
pengadaan pangan nasional di tanaman antara lain kurang mampu
Indonesia. Kedudukannya menjadi menyediakan air dan unsur hara
sangat penting karena lahan tersebut sehingga tanaman pada umumnya
tersebar cukup luas. Tanah di mengalami kekahatan (defisiensi) hara
sepanjang lahan pantai belum dan kekurangan air. Kemampuan
dimanfaatkan secara optimal untuk menyediakan udara yang berlebihan di
pertanian karena usahatani di lahan ini tanah ini mempunyai pengaruh yang
masih dihadapkan pada beberapa kurang baik. Yaitu mempercepat
kendala yang belum banyak pengeringan tanah dan oksidasi bahan
terpecahkan secara praktikal dan organik. Penambahan hara lewat
Syukur. Pemberian bahan organik 31

pemupukan di tanah ini tidak efisien dapat meningkatkan kesuburan fisik


karena kemampuan mengikat hara tanah. Humus mempunyai luas
tanah ini kecil sehingga hara tersebut permukaan dan kemampuan adsorpsi
banyak yang hilang lewat pelindian lebih besar daripada lempung.
(Kohnke, 1968; Tisdale et al., 1985). Sehingga meningkatkan kemampuan
Tanaman caisim merupakan mengikat air. Sifat liat (plastisitas) dan
tanaman semusim yang banyak kohesi humus yang rendah
diusahakan orang karena selain mudah meningkatkan struktur tanah yang
dalam budidayanya juga banyak kurang sesuai pada tanah bertekstur
manfaatnya. Tanaman caisim termasuk halus dan meningkatkan granulasi
tanaman yang tahan terhadap hujan, (pembutiran) agregat sehingga agregat
sehingga dapat dibudidayakan tanah lebih mantap. Agregasi tanah
sepanjang tahun asalkan pada musim yang baik secara tidak langsung
kemarau tetap tersedia air yang cukup memperbaiki ketersediaan unsur hara.
(Anonim, 1992). Tanaman caisim juga Hal ini karena agregasi tanah yang baik
tahan terhadap suhu yang tinggi akan menjamin tata udara dan air
(Rukmana, 1999). Hampir semua orang tanah yang baik pula, sehingga
gemar makan caisim karena rasanya aktivitas mikroorganisme dapat
segar, enak dan banyak mengandung berlangsung dengan baik dan
vitamin A, B dan sedikit vitamin C meningkatkan ketersediaan unsur hara.
(Sumaryono, 1981). Peranan bahan organik dalam
Pemberian bahan organik meningkatkan kesuburan fisik tanah
(misalnya pupuk kandang) merupakan juga dengan mengurangi plastisitas dan
salah satu cara dalam upaya kelekatan serta memperbaiki aerasi
meningkatkan kualitas tanah tersebut tanah. Humus juga menyebabkan
(Sanchez, 1992). Bahan organik adalah warna tanah lebih gelap sehingga
jumlah total semua substansi yang penyerapan panas meningkat (Buckman
mengandung karbon organik di dalam & Brady, 1982; Sanchez, 1976).
tanah, terdiri dari campuran residu Fungsi bahan organik dalam
tanaman dan hewan dalam berbagai meningkatkan kesuburan kimiawi
tahap dekomposisi, tubuh adalah pengikatan atau penyerapan ion
mikroorganisme dan hewan kecil yang lebih besar, meningkatkan kapasitas
masih hidup maupun yang sudah mati, pertukaran kation. Humus merupakan
dan sisa-sisa hasil dekomposisi kompleks koloidal dengan modifikasi
(Schnitzer, 1991). Beberapa manfaat lignin poliuronida, lempung, protein
pemberian bahan organik adalah dan senyawa lain berfungsi sebagai
meningkatkan kandungan humus tanah, misel yang kompleks. Misel
mengurangi pencemaran lingkungan, mengandung muatan negatif dari gugus
mengurangi pengurasan hara yang –COOH dan –OH yang memungkinkan
terangkut dalam bentuk panenan dan pertukaran kation meningkat. Fungsi
erosi, memperbaiki sifat-sifat tanah bahan organik dalam meningkatkan
(Swift & Sanchez, 1984), dan kesuburan kimiawi juga akibat
memperbaiki kesehatan tanah (Logan, penurunan hilangnya unsur hara karena
1990). Bahan organik dalam tanah pelindian sebab bahan organik
berfungsi untuk meningkatkan mengikat ion dan immobilisasi N, P,
kesuburan fisik, kesuburan kimia dan dan S, pelarutan sejumlah unsur hara
kesuburan biologi, demikian pula terutama fosfat dan mineral oleh
sebaliknya (Widiana, 1994). asam-asam organik sehingga membantu
Peranan bahan organik dengan pelapukan kimia mineral dan sebagai
hasil akhir dekomposisi berupa humus gudang unsur hara (Stevenson, 1982;
32 Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 (1) (2005)

Schnitzer, 1991). Pengaruh bahan tanah dan pupuk kandang (I) yang
organik bagi kesuburan biologis tanah dibedakan menjadi tiga aras yaitu 2
adalah untuk membentuk jaringan minggu (I1), 4 minggu (I2) dan 8 minggu
tubuh mikroorganisme dan sumber (I3). Setiap kombinasi perlakuan
energi bagi mikroorganisme tanah diulang tiga kali sehingga jumlah total
sehingga populasi mikroorganisme paralon yang dibutuhkan adalah 27
meningkat sehingga meningkatkan buah. Percobaan terdiri atas 2 unit
ketersediaan unsur hara (Buckman & yaitu percobaan tanpa tanaman dan
Brady, 1982; Widiana, 1994). pakai tanaman caisim dengan
Bahan organik mampu penjelasan sebagai berikut : Sebanyak
memperbaiki kualitas tanah apabila 8 kg contoh tanah (kering angin
telah mengalami perombakan yang berdiameter 2 mm) dicampur merata
cukup. Permasalahan yang sering dengan pupuk kandang (sesuai dosis
dihadapi adalah dalam hal menentukan perlakuan) dan seterusnya dimasukkan
dosis bahan organik dan lama inkubasi dalam paralon.
yang tepat. Hal ini tergantung macam Pencampuran dilakukan bertahap
bahan organik yang dipakai dan yaitu sbb :
karakteristik tanah yang diperbaiki. a. yang diinkubasikan 8 minggu.
Dalam penelitian ini akan dicari dosis b. yang diinkubasikan 4 minggu (4
dan lama inkubasi pupuk kandang yang minggu setelah a).
paling tepat untuk meningkatkan c. yang diinkubasikan 2 minggu (2
kualitas tanah pasir pantai sehingga minggu setelah b).
dapat menunjukkan pertumbuhan Contoh tanah tersebut ditambah
(hasil) caisim. air sampai mencapai kondisi kapasitas
lapangan. Campuran contoh tanah dan
METODE pupuk kandang diinkubasikan sesuai
Penelitian yang dilakukan dengan perlakuan. Kondisi kapasitas
merupakan percobaan pot di rumah lapangan selama inkubasi
kaca dan di laboratorium Kimia Tanah, dipertahankan.
Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian Contoh tanah lapisan atas dalam
UGM. Penelitian dilaksanakan mulai paralon (0-10 cm) dicampur dengan
bulan Desember 2001 sampai Maret urea sebanyak 300 kg/ha dan
2002, menggunakan tanah pasir Pantai selanjutnya diinkubasikan selama 1
Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta pada minggu dalam kondisi kapasitas
kedalaman 0-30 cm. Tanah diambil di lapangan.
beberapa tempat lalu dicampur Untuk unit tanpa tanaman,
(contoh tanah komposit). Paralon setelah lama inkubasi berakhir, contoh
dengan diameter 15 cm dan panjang 50 tanah dianalisis di laboratorium untuk
cm digunakan sebagai pot. Pot tersebut menentukan (mengukur) parameter-
dibagi menjadi 3 bagian yaitu 0-10 cm, parameter yang dikehendaki.
10-30 cm dan 30-50 cm. Bagian-bagian Pada unit dengan tanaman,
tersebut dihubungkan dengan lakban. tanah di dalam paralon ditanami caisim
Penelitian dilaksanakan dengan yang telah disemaikan sebanyak 3
menggunakan rancangan acak lengkap tanaman/pot. Setelah tumbuh baik (±
faktorial yang terdiri atas dua faktor. 10 hari) tanaman diperjarang menjadi
Faktor pertama adalah dosis pupuk 1 tanaman/pot. Tanaman dipanen
kandang sapi (D) yang dibedakan umur 40 hari, selama pertumbuhan
menjadi 3 aras yaitu 0 ton/ha (D1), 20 kondisi tanah dipertahankan dalam
ton/ha (D2) dan 40 ton/ha (D3). Faktor kapasitas lapangan.
kedua adalah lama inkubasi campuran
Syukur. Pemberian bahan organik 33

Contoh tanah sebelum Untuk mengetahui faktor mana


diperlakukan diamati sifat-sifatnya yang berpengaruh nyata dilakukan
antara lain : tekstur, KPK, pH (H2O), analisis sidik ragam (ANOVA) dan untuk
BV, BJ, pF 1, pF 2, pF 2,54, pF 4,2, mengetahui perlakuan mana yang
kandungan BO, N total dan N tersedia. berbeda nyata data diuji dengan uji
Pupuk kandang sapi dianalisis untuk jarak berganda (Duncan’s Multiple
mengetahui kandungan BO, N total baik Range Test), jenjang murad 5 %.
dalam bentuk NH4 maupun NO3.
Setelah perlakuan contoh tanah HASIL DAN PEMBAHASAN
dianalisis untuk mengetahui pH (H2O) Sifat-sifat tanah dan pupuk kandang
tanah kedalaman 0-10 cm dan 10-30 Pada tabel 1 ditunjukkan bahwa
cm, KPK tanah kedalaman 0 - 10 cm tanah lahan pasir Pantai Glagah
dan 10 - 30 cm, amonium dan nitrat didominasi oleh fraksi pasir sehingga
tanah kedalaman 0 - 10 cm, 10 - 30 mempunyai tekstur yang agak kasar
cm, dan 30 - 50 cm, BV tanah (geluh pasiran). Berdasarkan klasifikasi
kedalaman 0 - 10 cm dan 10 - 30 cm, tanah menurut Soil Taxonomi USDA,
BJ tanah kedalaman 0 - 10 cm dan 10 - tanah tersebut termasuk
30 cm, kadar lengas tanah pada pF 0, Udipsamment. Tekstur tanah yang agak
pF 1, pF 2, pF 2,54, dan 4,2 tanah kasar ini mengakibatkan luas
kedalaman 0 - 10 cm dan 10 - 30 permukaan jenisnya kecil dan pori
cm. makro lebih banyak dibanding pori
Setelah panen diamati mikro sehingga kemampuan tanah
parameter-parameter pertumbuhan mengikat unsur hara maupun air
tanaman antara lain : berat segar rendah.
trubus, berat kering trubus, berat
akar, dan berat kering akar.

Tabel 1. Sifat-sifat tanah dan pupuk kandang yang digunakan untuk penelitian.

Sifat-sifat tanah dan pupuk kandang Nilai


Sifat-sifat tanah :
1. Tekstur Geluh pasiran
Debu (%) 23,78
Lempung (%) 19,37
Pasir (%) 56,85
2. Berat volume tanah (g.cm-3) 1,43
3. Berat jenis tanah (g.cm-3) 2,66
4. Kadar lengas kering angin (%) 5,04
5. Kadar bahan organik (%) 1,70
6. KPK (me%) 7,04
7. pH H2O 5,77
8. pH KCl 5,07
9. N-tersedia NH4+ (ppm) 1,63
10. N-tersedia NO3- (ppm) 7,23
Sifat pupuk kandang :
1. Kadar bahan organik (%) 18,35
2. N-tersedia NH4+ (ppm) 25,20
3. N-tersedia NO3- (ppm) 134,87
34 Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 (1) (2005)

Unsur hara mudah hilang melalui cm dan berat basah trubus. Interaksi
pelindian maupun penguapan. Hal ini antara takaran pupuk kandang sapi dan
ditunjukkan oleh rendahnya kadar lama inkubasi berpengaruh nyata
lengas kering angin maupun KPK. terhadap pH H2O pada jeluk 10 – 30 cm
Rendahnya KPK juga disebabkan oleh dan NO3- pada jeluk 10 – 30 cm.
rendahnya kandungan bahan organik. terhadap parameter-parameter NO3-
Berdasarkan data cukup besarnya pada jeluk 0 – 10 cm, KPK pada jeluk 0
porositas tanah dan lebih besarnya pori – 10 cm dan 10 – 30 cm, BV pada
makro dibanding pori mikro maka jeluk 0 – 10 cm, BJ pada jeluk 0 – 10
kondisi tanah di lapangan kebanyakan cm dan 10 – 30 cm, takaran pupuk
aerob. Hal ini menyebabkan kandang sapi, lama inkubasi maupun
perombakan bahan organik berjalan interaksi kedua faktor tersebut tidak
cepat sehingga merupakan faktor berpengaruh nyata.
penyebab rendahnya bahan organik
selain rendahnya sumber bahan organik Pengaruh takaran pupuk kandang
di lahan tersebut. Kondisi aerob Tabel 2 menunjukkan bahwa
menyebabkan nitrifikasi berjalan pemberian pupuk kandang sapi 20
intensif sehingga N bentuk NO3- lebih ton/ha menurunkan BV jeluk 10-30 cm,
besar dibanding NH4+ sehingga NH4 jeluk 0 - 10 cm dan pori drainase
kemungkinan hilangnya N akibat cepat jeluk 10 - 30 cm.
pelindihan lebih besar. Hal ini Peningkatan takaran sampai 40
merupakan faktor penyebab rendahnya ton/ha tidak nyata merubah
N di dalam tanah selain rendahnya parameter-parameter tersebut
sumber N di lahan tersebut. Reaksi dibanding takaran 20 ton/ha.
(pH) tanah tersebut termasuk agak Pemberian pupuk kandang sapi 20
masam sehingga tidak banyak masalah ton/ha nyata meningkatkan NH4+ jeluk
apabila digunakan untuk budidaya 10 – 30 cm dan 30 – 50 cm, NO3- jeluk
tanaman. 30 – 50 cm, pF 2 jeluk 0 – 10 cm dan
Berdasarkan hasil analisis seperti yang 10 – 30 cm, pF 2,54 jeluk 0 – 10 cm
tertera di Tabel 1 pupuk kandang sapi dan 10 – 30 cm dan Pori penyimpan
mempunyai kandungan bahan organik air jeluk 10 – 30 cm, tetapi bila takaran
dan N (bentuk NO3- maupun NH4+) ditingkatkan menjadi 40 ton/ha nyata
cukup besar sehingga potensial bila menurunkan NH4+ maupun NO3- dan
digunakan untuk meningkatkan tidak nyata berbeda pada pF 2, pF 2,54
kesuburan tanah di lahan pantai dan pori penyimpanan air bila
Glagah. dibandingkan dengan takaran 20
ton/ha pada lapisan-lapisan tersebut di
Hasil analisis sidik ragam atas. Pemberian pupuk kandang sapi 20
Hasil analisis sidik ragam di ton/ha tidak nyata merubah pH H2O
lampiran 1 menunjukkan bahwa jeluk 0 – 10 cm maupun 10 – 30 cm
takaran pupuk kandang berpengaruh dan NO3- jeluk 10 – 30 cm. peningkatan
nyata terhadap BV pada jeluk 10 – 30 takaran sampai 40 ton/ha nyata
cm, pH H2O pada jeluk 0 cm – 10 cm, meningkatkan pH H2O dan nyata
NH4+ pada jeluk 0 – 10 cm, 10 – 30 cm menurunkan NO3- bila dibandingkan
maupun 30 – 50 cm, NO3- pada jeluk 30 dengan kontrol pada lapisan-lapisan
– 50 cm, berat basah dan berat kering tersebut di atas.
baik pada trubus maupun akar. Lama
inkubasi campuran tanah dan pupuk
kandang sapi berpengaruh nyata
terhadap NO3- pada kedalaman 30 – 50
Syukur. Pemberian bahan organik 35

Pengaruh inkubasi dan pupuk 2 minggu, tetapi tidak nyata


kandang sapi meningkatkan bahan organik bila
Tabel 3 dibawah menunjukkan dibandingkan kontrol. Pengaruh
bahwa NO3- jeluk 10 – 30 cm dan 30 – interaksi antara takaran pupuk kandang
50 cm meningkat nyata pada lama sapi dan lama inkubasi terhadap sifat-
inkubasi 8 minggu bila dibandingkan sifat tanah yang diamati.
dengan lama inkubasi 4 minggu maupun

Tabel 2. Pengaruh takaran pupuk kandang terhadap sifat-sifat tanah yang diamati.

Jeluk Takaran pupuk kandang sapi (ton/ha)


Parameter
(cm) 0 (D1) 20 (D2) 40 (D3)
BV (g.cm-3) 10 – 30 1,71 a 1,60 b 1,56 b
pH H2O 0 – 10 6,15 b 6,27 ab 6,44 a
10 – 30 6,01 b 6,09 b 6,25 a
NH4+ (ppm) 0 – 10 8,94 a 5,59 b 5,75 b
10 – 30 6,06 b 19,99 a 7,08 b
30 - 50 10,97 b 23,62 a 9,10 b
NO3- (ppm) 10 – 30 22,099 a 17,344 a 5,911 b
30 - 50 24,11 b 45,42 a 6,69 c
pF 2 (%) 0 - 10 12,279 b 13,764 a 13,648 a
10 – 30 12,100 b 13,782 a 13,587 a
pF 2.54 (%) 0 – 10 7,242 b 8,631 a 8,696 a
10 – 30 7,194 b 8,636 a 8,848 a
Pori drainase cepat (%) 10 – 30 33,843 a 28,081 b 29,437 b
Pori penyimpan air (%) 10 – 30 5,259 b 6,742 a 6,741 a
Angka-angka pada baris yang sama, yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata
pada aras 5%

Gambar 1 menunjukkan bahwa inkubasi 8 minggu), peningkatan


pada lama inkubasi I1 (2 minggu) dan I2 takaran pupuk kandang sapi sampai 40
(4 minggu) pemberian pupuk kandang ton/ha nyata meningkatan pH H2O
sapi sampai 40 ton/ha tidak pada jeluk 10 – 30 cm dan nyata
menunjukkan perbedaan terhadap pH menurunkan NO3- pada jeluk 10 – 30
H2O pada jeluk 10 – 30 cm maupun NO3- cm.
pada jeluk 10 – 30 cm. Pada I3 (lama

Tabel 3. Pengaruh lama inkubasi campuran tanah dan pupuk kandang sapi
terhadap beberapa parameter yang diamati.

Lama inkubasi (minggu)


Parameter Jeluk (cm)
2 (I1) 4 (I2) 8 (I3)
10 – 30 11,278 b 12,211 b 21,856 a
NO3- (ppm)
30 - 50 20,84 b 18,12 b 37,26 a
Bahan organik (%) 10 – 30 1,738 a 1,381 b 1,849 a

Angka-angka pada baris yang sama, yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata
pada aras 5%
36 Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 (1) (2005)

Pada D1 (kontrol) dan D2 (20 Pada D2 dan D3 lama inkubasi sampai 8


ton/ha) peningkatan lama inkubasi minggu tidak nyata merubah nilai NO3-
sampai 8 minggu tidak menghasilkan pada jeluk 10 – 30 cm. Pada D1 lama
perbedaan yang nyata terhadap pH H2O inkubasi sampai 8 minggu nyata
pada jeluk 10 – 30 cm. Pada D3 (40 meningkatkan NO3- pada jeluk 10 – 30
ton/ha) lama inkubasi sampai 8 minggu cm dibanding lama inkubasi 2 minggu
nyata meningkatkan pH H2O pada jeluk maupun 4 minggu. Kandungan NO3-
10 – 30 cm dibanding lama inkubasi 2 pada lama inkubasi 2 minggu tidak
minggu, namun tidak berbeda nyata berbeda nyata dengan lama inkubasi 4
bila dibanding lama inkubasi 4 minggu. minggu.

50

40

30 I1
I2
20 I3

10

0
D1 D2 D3 D1 D2 D3 D1 D2 D3

pHH
pH H2O -
NONO3- Pori
Pori Drainase
drainase cepat
2O 3 (ppm)
Cepat (%)
Gambar 1. Pengaruh takaran pupuk kandang dan lama inkubasi terhadap pH H2O, NO3-, dan
Pori Drainase Cepat

Pada I1 dan I3, pemberian pupuk Pengaruh takaran pupuk kandang sapi
kandang sapi sampai 40 ton/ha tidak dan lama inkubasi terhadap
nyata merubah pori drainase cepat pertumbuhan caisim.
jeluk 10 – 30 cm, sedang pada I2 Tabel 5 menunjukkan bahwa
takaran tersebut nyata pemberian pupuk kandang sapi 20
menurunkannya. Pada D 2, lama ton/ha nyata meningkatkan berat
inkubasi sampai 8 minggu tidak nyata basah dan berat kering trubus maupun
merubah pori drainase cepat jeluk 10 – akar, namun apabila takaran pupuk
30 cm. Dibanding kontrol, lama kandang sapi ditingkatkan menjadi 40
inkubasi 4 minggu nyata meningkatkan ton/ha parameter-parameter tersebut
pori drainase cepat jeluk 10 – 30 cm nyata turun. Lama inkubasi hanya
pada D1 dan nyata menurunkan berpengaruh nyata pada berat basah
parameter tersebut pada D3. Lama trubus, yaitu meningkat nyata 8
inkubasi sampai 8 minggu tidak nyata minggu inkubasi dibanding kontrol.
merubah pori drainase cepat jeluk 10 –
30 cm bila dibandingkan kontrol.
Syukur. Pemberian bahan organik 37

Tabel 5. Pengaruh takaran pupuk kandang sapi dan lama inkubasi terhadap
pertumbuhan caisim.

Parameter
Perlakuan Berat basah Berat kering Berat basah Berat kering
trubus (g) trubus (g) akar (g) akar (g)
Takaran pupuk kandang sapi (D)
D1 35,59 b 2,84 b 1,63 b 0,42 ab
D2 47,28 a 3,91 a 2,28 a 0,56 a
D3 12,79 c 1,12 c 0,96 c 0,21 b
Lama inkubasi (I)
I1 23,57 b ns ns ns
I2 33,44 ab ns ns ns
I3 38,66 a ns ns ns

Angka-angka pada baris yang sama, yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata
pada aras 5%

Perombakan bahan organik dapat minggu sudah cukup, walaupun


meningkatkan ketersediaan unsur hara yang terbaik adalah 4 minggu.
esensial bagi tanaman, diantarannya • Penambahan air sampai kondisi
unsur N baik berupa NH4+ maupun NO3-. kapasitas lapangan dapat
Pemberian pupuk kandang sapi 20 mengakibatkan terjadinya
ton/ha nyata meningkatkan pelindian nitrogen.
ketersediaan NH4+ jeluk 10 – 30 cm dan • Pemberian pupuk kandang sapi 20
30 – 50 cm maupun NO3- jeluk 30 – 50 ton/ha mampu memperbaiki
cm dibanding kontrol. kualitas tanah yaitu meningkatkan
Peningkatan takaran sampai 40 kemampuan mengikat air dan
ton/ha nyata menurunkan parameter- ketersediaan NH4 dan NO3 sehingga
parameter tersebut. Ketersediaan NO3- meningkatkan pertumbuhan/hasil
maupun NH4+ pada jeluk 10 – 30 cm dan caisim.
30 – 50 cm, berasal dari perombakan • Berdasarkan parameter-parameter
bahan organik maupun pelindian NO3- pertumbuhan tanaman yang
dan NH4+ dari jeluk 0 – 10 cm. dihasilkan, kombinasi terbaik
perubahan NO3- dan NH4+ seperti di adalah D2I2 (takaran pupuk kandang
atas diikuti oleh perubahan parameter- sapi 20 ton/ha dan lama inkubasi 4
parameter pertumbuhan tanaman, minggu).
meliputi berat basah dan berat kering
trubus. DAFTAR PUSTAKA
Data menunjukkan bahwa
parameter-parameter pertumbuhan Anonim, 1992. Sayuran Komersial.
tanaman tersebut terbesar pada Penebar Swadaya, Jakarta.
takaran pupuk kandang sapi 20 ton/ha Buckman, H.O. dan Brady, 1982. Ilmu
dan berada pada jeluk 10 – 50 cm. Tanah. Penerjemah : Soegiman.
Bharata Karya Aksara, Jakarta.
KESIMPULAN Hal. 131-191.
• Lama inkubasi campuran tanah dan Kohnke, H., 1968. Soil Physics. Mc Gr-
pupuk kandang sapi sebesar 2 Hill Publishing Co. Ltd., Bombay,
New Delhi. 224 p.
38 Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 (1) (2005)

Logan, T.J., 1990. Chemical Sumaryono, H dan Rismunandar, 1981.


Degradation of Soil dalam R. Lal Pengantar Pengetahuan Dasar
& B.A. Stewart (Eds.). Advances Hortikultura II. C.V. Sinar Baru,
Soil in Soil Science. Vol. II. Soil Bandung. 11 p.
Degradation. Springer-verlag. Swift, H.J. & P.A. Sanchez, 1984.
New York. H. 187-221. Biological Management of
Rukmana, R., 1999, bertanam Petsai Tropical Soil Fertility for
dan Sawi. Penerbit Kanisius. Sustained Productivity. Nature
Yogyakarta. and Resources. 20 (4) : 2 – 10 p.
Sanchez, P.A., 1976. Properties and Tisdale, S. L., Nelson, W.L. and
Management of Soils in the Beaton, I.D., 1985. Soil Fertility
Tropics. Willey Interscience. and Fertilizers. 4 th Ed, Macmillan
Sanchez, P.A., 1992. Sifat dan Publishing Co., New York, 754 p.
Pengelolaan Tanah Tropika. Alih Tan, K.H., 1996. Soil Sampling,
bahasa : Amir Hamzah. Institut Preparation, and Analysis. Marcel
Teknologi Bandung. Bandung. 397 Dekker, inc. New York, 408 p.
hal. Widiana, G.N., 1994. Peranan EM-4
Scnitzer, M., 1991. Soil Organic Matter. dalam Meningkatkan Kesuburan
The Next 75 Year. Soils Sci. 41- dan Produktifitas Tanah. Buletin
58. Kyusei Nature Farming. Vol 5 : 28
Stevenson, 1982. Humus Chemistry. – 43 p.
John Wiley and Sons. New York.