BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Di Negara-negara berkembang osteomielitis masih merupakan masalah dalam bidang ortopedi.

Sebelum ditemukannya antibiotik, osteomielitis masih merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak. Keberhasilan pengobatan osteomielitis ditentukan oleh fakor-faktor diagnosis yang dini dan penatalaksanaan pengobatan berupa pemberian antibiotik atau tindakan pembedahan. Osteomielitis merupakan suatu proses peradangan pada tulang yang disebabkan oleh invasi mokroorganisme (bakteri dan jamur). Diagnosis perlu ditegakkan sedini mungkin, terutama pada anak-anak sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan perawatan pembedahan yang sesuai dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi dan kerusakan yang lebih lanjut pada tulang. osteomielitis adalah proses peradangan atau infeksi pada struktur tulang yang akut ataupun kronis akibat infeksi bakteri, yang terbanyak adalah jenis staphylococcus aureus. Infeksi ini dapat pula disebabkan oleh jamur dan virus. Osteomielitis dapat mengenai tulangtulang panjang, vertebra, tulang pelvis, tulang tengkorak, dan mandibula. Secara umum, infeksi tulang merupakan gangguan kondisi kesehatan yang serius. Dan osteomielitis dapat terjadi pada semua usia. Pada anak-anak, osteomielitis terjadi mulai dari tulang yang panjang dari lengan dan tungkai, mempengaruhi pinggul, lutut, pundak, dan pergelangan tangan. B. Tujuan Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah untuk mengetahui serta memahami tentang osteomilit, apa tanda dan gejalanya serta cara pencegahan atau pengobatannya.

C. Batasan Masalah Dalam penyusunan makalah ini kelompok kami membatasi pada pengertian, tanda dan gejala, gambaran klinis, serta pengobatannya beserta asuhan keperawatan osteomilitis. D. Metode Penulisan Adapun metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan metode deskriptif yaitu dengan mengumpulkan beberapa literatur-literatur dari internet maupun dari buku-buku yang berhubungan dengan osteomilitis. E. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah ini meliputi : BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, pembatasan masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II : Landasan teori yang terdiri dari pengertian, tanda dan gejala, prognosis, gambaran klinis, penatalaksanaan serta pengobatan. BAB III BAB IV : Asuhan keperawatan klien dengan osteomilitis : Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran

lansia. sekunder terhadap infeksi dari organisme pyogenik.BAB II PEMBAHASAN A. lebih sulitdi sembuhkan dari pada infeksi jaringan lunak. Selain itu. Osteomielitis dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas. pasien yang menderita artitis . karena terbatasnya asupan darah. tingginya tekanan jaringan dan pembentukan involukrum (Pembentukan tulang baru disekeliling jaringan tulang mati). Infeksi dapat berhubungan dengan penyebaran infeksi jaringan lunak (misalnya : ulkus dekubitus yang terinfeksi atau ulkus vaskuler) atau kontaminasi langsung tulang ( misalnya : fraktur terbuka. respons jaringan terhadap inflamasi . gigi terinfeksi. Osteomyelitis merupakan infeksi pada tulang dan sumsum tulang yang dapat disebabkan oleh bakteri. Osteomielitis adalah infeksi tulang yang biasanya disebabkan oleh bakteri. Pengertian Osteomielitis adalah infeksi tulang. virus atau proses spesifik ( m. Osteomielitis akibat penyebaran hematogen biasanya terjadi di tempat di mana terdapat trauma atau di mana terdapat resistensi rendah. pembedahan tulang). Osteomyelitis adalah proses inflamasi akut atau kronik pada tulang dan struktur sekundernya karena infeksi oleh bakteri piogenik. Osteomeylitis adalah suatu proses peradangan akut atau kronik dari tulang dan strukturstrukturnya. jamur). tuberkulosa. Infeksi disebabkan oleh penyebaran hematogen (melalui darah) dari fukos infeksi di tempat lain ( misalnya : tonsil yang terinfeksi. tetapi kadang-kadang disebabkan oleh jamur. Pasien yang beresiko tinggi mengalami Osteomielitis adalah mereka yang nutrisinya buruk. atau penderita diabetes mellitus. cedera traumatic seperti luka tembak. kegemukan. lepuh. infeksi saluran nafas ). kemungkinan akibat trauma subklinis (tak jelas).

pada daerah metafisis. mendapat terapi kortikosteroid jangka panjang. Aliran darah Aliran darah bisa membawa suatu infeksi dari bagian tubuh yang lain ke tulang. hematoma akibat trauma pada daerah metafisis 4. mengalami nefrosis insisi margial atau dehidrasi luka. Jenis kelamin. menjalani pembedahan sendi sebelum operasi sekarang.rheumatoid. lingkungan dan imunitas yang buruk serta adanya fokus infeksi sebelumnya PENYEBAB Tulang. mengalami infeksi luka mengeluarkan pus. Trauma. bisa mengalami infeksi melalui 3 cara: 1. Infeksi juga bisa terjadi jika sepotong logam telah ditempelkan pada tulang. Nutrisi. rentan terhadap infeksi tulang belakang (osteomielitis vertebral). Orang yang menjalani dialisa ginjal dan penyalahguna obat suntik ilegal. begitu pula yang menjalani pembedahan ortopedi lama. atau sedang mengalami sepsis rentan. terutama mengenai bayi dan anak-anak 2. telah di rawat lama di rumah sakit. Infeksi biasanya terjadi di ujung tulang tungkai dan lengan (pada anak-anak) dan di tulang belakang (pada dewasa). seperti yang terjadi pada perbaikan panggul atau patah tulang lainnya. lebih sering pada laki-laki 3. atau memerlukan evakuasi hematoma pascaoperasi. yang biasanya terlindung dengan baik dari infeksi. . karena merupakan daerah aktif terjadinya pertumbuhan tulang 5. Umur. Lokasi. Etiologi • • • • Staphylococcus aureus 70% – 80 % Proteus Pseudomonas Escerehia Coli Faktor predisposisi 1.

rahang atau gigi. Infeksi dari jaringan lunak di dekatnya. Infeksi jaringan lunak bisa timbul di daerah yang mengalami kerusakan karena cedera. Infeksi pada jaringan lunak di sekitar tulang bisa menyebar ke tulang setelah beberapa hari atau minggu. Penyebaran langsung Organisme bisa memasuki tulang secara langsung melalui patah tulang terbuka. atau ulkus di kulit yang disebabkan oleh jeleknya pasokan darah atau diabetes (kencing manis). Dilakukan kultur Awitan Osteomielitis : • • • Setelah pembedahan ortopedi terjadi 3 bulan pertama (Akut Fulminan-Stadium 1) Antara 4-24 bulan setelah pembedahan (Awitan Lambat-Stadium 2) Penyebaran hematogen lebih dari 2 tahun setelah pembedahan (Awitan Lama-Stadium 3) .Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis juga bisa menginfeksi tulang belakang (penyakit Pott). biasanya didapat selama pembedahan dan bisa menyebar ke tulang di dekatnya. Infeksi ada sendi buatan. 3. terapi penyinaran atau kanker. 2. selama pembedahan tulang atau dari benda yang tercemar yang menembus tulang. Suatu infeksi pada sinus. bisa menyebar ke tulang tengkorak.

Patofisiologi • Faktor predisposisi • Faktor etiologi (stephylococus aureus) Metafisis Inflamasi Nyeri Imobilisasi trombisis pada pembuluh darah iskemia abses Nefrosis tulang Osteomilytis kronik vaskularisasi udema .

dan Escerichia Coli. terutama bila lempeng pertumbuhannya intrartikuler. 2. Penyebaran osteomilitis dapat terjadi sebagi berikut: 1. Terdapat peningkatan insiden infeksi resistensi penisilin. Karena tulang bukan jaringan yang dapat berekspansi maka tekanan dalam tulang ini menyebabka nyeri local yang hebat. misalnya sendi panggul pada anak-anak. Infeksi dapat pecah ke ruang subperioeteum kemudian menembus subkutis dan menyebar menjadi selulitis atau menjalar ke rongga subperiosteum ke diafisis. nosokomial. Penyebaran ke persendian. . Pseudomonas. Pada perjalanan alamiahnya. lalu terjadi hyperemia dan oedem. membentuk abses subperiosteal dan selulitis pada jaringan sekitarnya. Penyebaran ke arah korteks. Penjalaran subperiosteal kea rah diafisis akan merusak pembuluh darah yang ke diafisis sehingga menyebabkan nekrosis tulang yang disebut sekuester. Organisme patogenik lainnya yang sering dijumpai pada Osteomielitis meliputi : Proteus. disebut Garres scleroting osteomyelitis. 3. 4. Penyebaran menembus periosteum membentuk abses jaringan lunak. abses dapat keluar spontan namun yang lebih sering harus dilakukan insisi dan drainase oleh ahli bedah. gram negative dan anaerobik. periosteum akan membentuk tulang baru yang disebut involukrum yang akan membungkus tulang yang mati dan menutup tempat peradangan. Penyebaran ke arah medulla. Terjadinya suatu oeteomielitis selalu dimulai dari daerah metafisis karena pada daerah tersebut peredaran darahnya lambat dan banyak mengandung sinusoid. seperti yang terjadi pada jaringan lunak. Bila pembentukan tulang baru berlanjut. Pada tahap lanjut. Abses yang terbentuk dalam dindingnya terbentuk daerah jaringan mati (sequestrum) tidak mudah mencari dan mengalir keluar. tempat tersebut menjasi sklerotik. Pada awalnya terdapat fokus infeksi di daerah metafisis.Patofisiologi Staphylococcus aureus merupakan penyebab 70% sampai 80% infeksi tulang. Abses dapat menembus kulit melalui suatu sinus dan menimbulkan fistel. Abses dapat menyumbat dan menekan aliran darah ke tulang dan mengakibatkan kematian jaringan tulang. Rongga tidak dapat mengempis dan menyembuh.

Tulang yang sering terkena adalah tulang panjang seperti femur. namun sequestrum infeksius kronis yang ada tetap rentan mengeluarkan abses kambuhan sepanjang hidup pasien. menggunakan obat-obat imunosupresif serta kurang baiknya status gizi. Dinamakan osteomielitis tipe kronis. luka fraktur dan sebagainya. humerus. Dapat terjadi oleh karena terapi yang tidak adekuat. tibia. ostemielitis primer pada anak-anak dan dapat dibagi menjadi akut dan kronik.  Osteomielitis hematogen akut : Merupakan suatu infeksi pada tulang yang sedang tumbuh. ulna dan fibula. Pada keadaan ini mungkin ditemukan adanya infeksi . radius. Jadi meskipun tampak terjadi proses penyembuhan. Bagian tulang yang diserang adalah bagian metafisis. dapat berkembang secara progresif atau cepat. Klasifikasi Osteomielitis dapat diklasifikasikan dua macam yaitu: • Osteomielitis Primer Penyebarannya secara hematogen dimana mikroorganisme berasal dari focus ditempat lain dan beredar melalui sirkulasi darah.Terjadi pertumbuhan tulang baru (involukrum) dan mengelilingi sequestrum. Tanda dan Gejala Gambaran klinis osteomielitis tergantung dari stadium patogenesis dari penyakit. • Osteomielitis Sekunder (Osteomielitis Perkontinuitatum) Terjadi akibat penyebaran kuman dari sekitarnya akibat dari bisul.  Osteomielitis hematogen kronik : Merupakan lanjutan dari osteomielitis hematogen akut. adanya strain kuman yang resisten terhadap .

Dalam 24 jam pertama. . akan mengenai posterium. Pada anak-anak yang sudah dapat berkomunikasi. dapat dikeluhkan perasaan nyeri yang hebat pada ujung tulang panjang sehingga anak tidak mau menggunakan ekstremitas yang terkena tersebut. Setelah infeksi menyebar dari rongga sumsum ke korteks tulang. Gejala lain dapat berupa nyeri yang konstan pada daerah infeksi dan terdapat gangguan fungsi anggota gerak yang bersangkutan. Pada pemeriksaan fisis. bengkak. tachycardia dan malaise umum). Bila osteomielitis terjadi akibat penyebaran dari infeksi di sekitarnya atau kontaminasi langsung. menyebabkan demam dan kadang-kadang di kemudian hari. Gejala Klinis Pada anak-anak. maka akan terjadi septikemia yang ditandai dengan gejala anak menjadi lemas. Sekitar 50% ditemukan riwayat benturan atau trauma pada tulang. dan sangat nyeri tekan. Manifstasi Klinis Jika infeksi dibawa oleh darah. hangat. dan pergerakan akan menimbulkan nyeri. Pasien menggambarkan nyeri konstan berdenyut yang semakin memberat dengan gerakan dan berhubungan dengan tekanan pus yang terkumpul. Gejala sistemik pada awalnya dapat menutupi gejala local secara lengkap. dapat ditemukan adanya riwayat infeksi bakteri di tempat lain selain tulang. nyeri. Daerah terinfeksi membengkak. Pada anak-anak. dapat ditemukan adanya pembengkakan pada daerah yang terkena (biasanya pembengkakan timbul setelah beberapa hari). Seperti halnya infeksi pada kulit atau saluran pernapasan bagian atas. tidak akan ada gejala septikemia.bacterial pada kulit dan saluran napas bagian atas. demam. Daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak. sering terjadi dengan manifetasi klinis septikema (misalnya : menggigil. dan jaringan lunak. dengan bagian yang terinfeksi menjadi nyeri. biasanya awaitan mendadak. jika tidak dilakukan penanganan. demam tinggi. infeksi tulang yang didapat melalui aliran darah. dan anoreksia. menyebabkan nyeri pada tulang yang terinfeksi.

telinga atau kulit sering mendahului sakit. saluran kemih. Pada pasein dengan osteomielitis kronik ditandai dengan pus yang selalu mengalir keluar dari sinus atau mengalami periode berulang nyeri. bengkak dan nyeri tekan dengan gerakan (akibat tekanan pus yang tertumpuk) osteomyelitis hematogen. Pada stadium akut dimana daya peradangan belum tertahan oleh daya tahan tubuh maka anak yang terserang osteomyelitis akan merasa sangat nyeri pada tulang-tulang yang terkena dan selanjutnya akan terdapat pula gejala-gejala panas tinggi dan syndroma yang menunjukkan bahwa anak sakit keras. Terjadi demam dan pembesaran kelenjar getah bening regional Fase Akut : Fase akut ialah fase sejak terjadinya infeksi sampai 10-15 hari. Infeksi derajat rendah terjadi pada jaringan parut akibat kurangnya asupan darah. dan malaise umum Ekstremitas menjadi sangat sakit. pembengkakan dan pengeluaran pus. dan mungkin anak tersebut tidak sadar. Anggota tubuh yang terdapat osteomyelitis tidak akan dapat . inflamasi. nadi cepat. pols tinggi dan cepat. enggan menggerakkan anggota badan yang Pasien mungkin menggambarkan nyeri berdenyut yang konstan yang menguat Infeksi saluran nafas.dan nyeri tekan. sangat nyeri. seperti gelisah. dan nyeri tekan saat disentuh Biasanya disertai tanda-tanda cedera dan peradangan ditempat nyeri. demam tinggi. Gambaran Klinis Infeksi Hematogen : • • • • • Awitan mendadak. terjadi dengan menifestasi klinis septicemia Menggigil. hangat. leucocytosis yang hebat. Infeksi Berbatasan atau Kontaminasi Langsung : • • • • Tidak terdapat gejala septicemia Area tampak bengkak.

Pemindaian tulang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi area terinfeksi. sequestra atau pembentukan tulang padat terlihat pada sinar-x. Pada Osteomielitis kronik. Pada sekitar 2 minggu terdapat daerah dekalsifikasi ireguler. Abses ini dibiakkan untuk menentukan organisme infektif dan terapi antibiotic yang tepat. besar. 2) Pemeriksaan titer antibodi – anti staphylococcus Pemeriksaan kultur darah untuk menentukan bakteri (50% positif) dan diikuti dengan uji sensitivitas. Pemeriksaan penunjang 1) Pemeriksaan darah Sel darah putih meningkat sampai 30.digunakan/digerakkan karena sakit.000 L gr/dl disertai peningkatan laju endapan darah. pemeriksaan sinar-x hanya menunjukan pembengkakan jaringan lunak. kulit berwarna merah. Laju sedimentasi dan jumlah sel darah putih biasanya normal. Kulur darah dan kultur abses diperlukan untuk menentukan jenis antibiotika yang sesuai. pengangkatan periosteum dan pembentukan tulang baru. nefrosis tulang. Pada Osteomyelitis kronik : Biasanya rasa sakit tidak begitu berat. kavitas ireguler. bengkak lokal dan juga panas. 3) Pemeriksaan feses . Evaluasi Diagnostik Pada Osteomielitis akut . Pemeriksaan darah memperhatikan peningkatan leukosit dan peningkatan laju endap darah. Pemindaian tulang dan MRI dapat membantu diagnosis definitive awal. nyeri tekan. anggota tubuh yang terkena merah dan bengkak atau disertai terjadinya fistel. peningkatan periosteum. Anemia. dikaitkan dengan infeksi kronik.

4) Pemeriksaan Biopsi tulang. maka kemungkinan besar adalah osteomielitis Mengingat pentingnya penegakkan diagnosis pada osteomielitis ini. dan karena pemeriksaan tambahan baru dapat menunjukkan hasil yang nyata setelah 1 minggu. yaitu seperti kerusakan tulang dan pembentukan tulang yang baru. maka penting untuk dilakukan penegakkan diagnosis berdasarkan gejala klinis saja. Dilakukan imobilisasi pada tulang yang terkena dengan removable splint atau traksi untuk : . Pemeriksaan Tambahan Pemeriksaan tambahan lain untuk menunjang ditegakkannya diagnosis osteomielitis hematogen akut adalah :  Foto polos tulang : kelainan pada foto polos ini baru dapat dilihat setelah 1 minggu. Rawat inap dan bed rest total. 6) Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan photo polos dalam 10 hari pertama tidak ditemukan kelainan radiologik. 5) Pemeriksaan ultra sound Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya efusi pada sendi.Pemeriksaan feses untuk kultur dilakukan apabila terdapat kecurigaan infeksi oleh bakteri Salmonella. Prinsip penatalaksanaan 1. Dapat dilakuakan pemberian nutrisi tambahan secara intravena 3.  Bone scan : dapat dilakuakn pada minggu pertama  MRI : jika terdapat fokus yang gelap pada T1 dan fokus yang terang pada T2. serta diberikan obat penghilang rasa nyeri 2. setelah dua minggu akan terlihat berupa refraksi tulang yang bersifat difus.

diberikan untuk mencapai kadar jaringan yang memadai saat pembedahan dan Selma 24 sampai 48 jam setelah operasi akan sangat membantu. maka diberikan selama 2 minggu. Penanganan infeksi fokal dapat menurunkan angka penyebaran hematogen. 6. Teknik perawatan luka pascaoperasi aseptic akan menurunkan insiden infeksi superficial dan potensial terjadinya osteomielitis. Antibioika profilaksis. Mengurangi nyeri  Mencegah penyebaran  Mencegah kontraktur jaringan lunak 4. Pemberian antibiotik dapat dilakukan :  Melalui mulut  Melalui infus : jika dilakuakn pemberian melalui infus. Setelah itu dilakukan irigasi secara kontinyu dan dipasang drainase. Jika dala 24 jam pertama gejala tidak membaik. Pemilihan pasien dengan teliti dan perhatikan terhadap lingkungan operasi dan teknik pembedahan dapat menurunkan insiden osteomielitis pascaoperasi. Teruskan pemberian antibiotik selama 3-4 minggu hingga nilai Laju Endap Darah normal Pencegahan Pencegahan Osteomielitis adalah sasaran utamanya. Penanganan infeksi jaringan lunak dapat mengontrol erosi tulang. maka perlu dipertimbangkan untuk dilakukan tindakan operasi untuk mengurangi tekanan yang terjadi dan untuk mengeluarkan nanah yang ada. Komplikasi • Dini : o o Kematian Abses . kemudian diganti menjadi melalui mulut 5.

Dosis antibiotik yang diberikan Biasanya dibutuhkan dosis yang lebih tinggi 4. pengobatan paling efektif adalah antibiotik. dan pada beberapa kasus melawan bakteri lainnya. maka antibiotik akan efektif untuk melawan Staphylococcus aureus (bakteri yang paling sering ditemukan sebagai penyebabnya). Jarak waktu antara infeksi yang terjadi dan pemberian terapi : a) < 3 hari : dapat mencegah terjadinya kerusakan tulang dan pembentukan tulang baru b) 3 – 7 hari : tidak mencegah kerusakan tulang. tapi dapat mencegah penyebaran infeksi c) > 7 hari : dapat mencegah terjadinya penyebaran infeksi melalui darah (septikemia). Durasi pemberian antibiotik Harus diberikan sekitar 3-4 minggu untuk mencegah terjadinya osteomielitis kronik PENGOBATAN Untuk anak-anak dan dewasa yang mendapatkan infeksi tulang melalui aliran darah.o • Artritis septik Osteomielitis kronik Fraktur patologis Kontraktur sendi Gangguan pertumbuhan Lanjut o o o o PROGNOSIS Keberhasilan dari penatalaksanaan penyakit ini bergantung pada : 1. Efektifitas antibiotik yang diberikan 3. Tergantung kepada beratnya infeksi. pada awalnya antibiotik diberikan secara intravena . tapi proses patologi lokal sudah lanjut 2. Jika bakteri penyebabnya tidak dapat ditentukan.

demam atau keluarnya pus dari sinus disertai nyeri. Selanjutnya infeksi diobati dengan antibiotik.(melalui pembuluh darah). dan ruang kosong yang ditinggalkannya. . Biasanya. Antibiotik diberikan beberapa minggu sebelum pembedahan. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 1. Infeksi yang menyebar dari ulkus di kaki karena pasokan darah yang buruk atau karena kencing manis. pengobatannya lebih kompleks. Pengkajian • Riwayat keperawatan  Identifikasi awitan gejala akut : nyeri akut. eritma. Orang dewasa yang mengalami infeksi tulang belakang. sering melibatkan sejumlah bakteri dan sulit untuk diobati hanya dengan antibitotik saja. Jika infeksi bisa ditemukan pada stadium awal. otot atau kulit yang sehat. Jika infeksi tulang berasal dari jaringan lunak di dekatnya. pembengkakan dan demam. Biasanya semua jaringan dan tulang yang mati diangkat melalui pembedahan. sehingga sendi buatan yang terinfeksi tersebut bisa diangkat dan digantikan oleh sendi buatan yang baru. biasanya tidak diperlukan pembedahan. selanjutnya diberikan per-oral (ditelan) selama 4-6 minggu. sehingga diperlukan pembedahan untuk menggabungkan sendi atau mengamputasi anggota gerak yang terkena. kadang-kadang disertai dengan istirahat total. Beberapa penderita bahkan memerlukan antibiotik sampai berbulan-bulan. diisi dengan tulang. Tetapi kadang-kadang suatu abses memerlukan pembedahan untuk mengeluarkan nanahnya. suatu sendi buatan yang terinfeksi diangkat dan diganti. pembangkakan. biasanya akan mendapatkan antibiotik selama 6-8 minggu. mungkin diperlukan pembedahan untuk mengangkat tulang yang terinfeksi. Kadang pengobatan bisa gagal dan infeksinya berlanjut. Mungkin diperlukan pembedahan untuk mengeringkan abses atau untuk menstabilkan tulang belakang yang terkena.

50% pasien yang mengalami infeksi hematogen secara dini adanya osteomielitis maka dilakukan scanning tulang. • Pemeriksaan fisik Area sekitar tulang yang terinfeksi menjadi bengkak dan terasa lembek bila dipalpasi. pekerjaan atau sekolah. cedera. terapi kortikosteroid jangka panjang. khawatir infeksinya tidak dapat sembuh. Biasanya pasien dirawat lama di rumah sakit sehingga perawat perlu mengfkaji perubahan-perubahan kehidupan khususnya hubungannya dengan keluarga. DM. nyeri. 2. maupun eritema • Riwayat psikososial Pasien seringkali merasa ketakutan. takhikardi. infeksi dan riwayat bedah ortopedi sebelumnya. Faktor-faktor tersebut adalah sumber potensial terjadinya infeksi. • Pemeriksaan diagnostik Hasil laboratorium menunjukan adanya leukositosis dan laju endap darah meningkat. pernah tidaknya trauma. Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan osteomielitis adalah : .  Hal-hal yang dikaji meliputi umur. dan terapi radiasi. irritable. lemah bengkak. luka terbuka. Selain itu dapat pula dengan biopsi tulang atau MRI. Kaji faktor resiko : Lansia. Efek sistemik menunjukkan adanya demam biasanya diatas 380. takut diamputasi. tindakan operasi khususnya operasi tulang. Bisa juga terdapat eritema atau kemerahan dan panas.

alat imobilisasi dan Resiko terhadap perluasan infeksi berhubungan dengan pembentukan Kurang pengetahuan tentang program pengobatan. keterbatasan menahan beban berat badan. Perencanaan dan Implemantasi Sasaran pasien meliputi peradaan nyeri. perbaikan mobilitas fisik dalam batas-batas terapeutik. 4. abses tulang. Gangguan mobilisasi fisik berhubungan dengan nyeri. Teknik untuk mengurangi persepsi nyeri dan analgesic yang diresepkan cukup berguna. Peninggian dapat mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya Status neurovaskuler ektremitas yang terkena harus terpantau. Lukanya sendiri kadang terasa nyeri dan harus ditangani dengan hati-hati dan perlahan.  Perbaikan Mobilitas Fisik : Program pengobatan membatasi aktivitas. kontrol dan eradikasi infeksi dan pemahaman mengenai program pengobatan. 3. Pasien harus memahami rasional . Intervensi Keperawatan  Peradaan Nyeri : Bagian yang terkena harus diimobilisasi dengan bidai untuk mengurangi nyeri dan spasme otot. Tulang menjadi lemah akibat proses infeksi dan harus dilindungi dengan alat imobilisasi dan penghindaran stress pada tulang. Sendi diatas dan dibawah bagian yang terkena harus dibuat sedemikian sehingga masih dapat digerakkan sesuai rentangnya namun dengan lembut.1) 2) 3) 4) Nyeri berhubungan dengan inflamasi dan pembengkakan.

 Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan di Rumah : Penanganan osteomielitis. dapat dilakukan di rumah.pembatasan aktivitas. Bila diperlukan pembedahan. dan bertambahnya inflamasi. termasuk perawatan luka dan terapi antibiotika intravena. untuk mempertahankan imobilitas yang dibutuhkan dan untuk memenuhi pembatasan beban berat badan. vitamin C dan vitamin D dipilih untuk meyakinkan adanya keseimbangan nitrogen dan merangasang penyembuhan. Diet protein seimbang. Pasien harus dalam keadaan stabil secara medis dan telah termotivasi serta keluarga mendukung. Lingkungan rumah harus bersifat kondusif terhadap promosi kesehatan dan sesuai dengan program pengobatan terapeutik. menghindari tekanan pada daerah yang di-grafit). Selain itu. . Kesehatan umum dan nutrisi pasien harus dipantau. Tetapi partisipasi aktif dalam kehidupan sehari-hari dalam batas fisik tetap dianjurkan untuk mempertahankan rasa sehat secara umum. penggantian balutan secara stesil dan teknik kompres hangat harus diajarkan.  Mengontrol Proses Infeksi : Perawat memantau respons pasien terhadap terapi antibiotika dan melakukan observasi tempat pemasangan infus adanya bukti flebitis atau infiltrasi. peninggian daerah untuk memperbaiki aliaran balik vena. Pasien dan keluarganya harus memahami benar protokol antibiotika. keluar pus. Pendidikan pasien sebelum pemulangan dari rumah sakit dan supervise serta dukungan yang memadai dari perawatan di rumah sangat penting dalam keberhasilan penatalaksanaan osteomielitis di rumah. Pasein tersebut harus dipantau dengan cermat mengenai bertambahnya daerah nyeri atau peningkatan suhu yang mendadak. harus dilakukan upaya untuk menyakinkan adanya peredaran darah yang memadai (penghisapan luka untuk mencegah penumpukan cairan. Pasien diminta untuk melakukan obsevasi dan melaporkan bila terjadi peningkatan suhu. bau.

Evaluasi Hasil yang diharapkan : 1) • • • 2) • • • 3) • • • • • • 4) • • • • Mengalami Peredaan Nyeri Melaporkan berkurangnya nyeri Tidak mengalami nyeri tekan di tempat terjadinya infeksi Tidak mengalami ketidaknyamanan bila bergerak Peningkatan mobilitas fisik Berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri Mempertahankan fungsi penuh ektremitas yang sehat Memperlihatkan penggunaan alat imobilisasi dan alat bantu dengan aman Tidak adanya infeksi Memakai antibiotika sesuai resep Suhu badan normal Tidak ada pembengkakan Tidak ada pus Angka leukosit dan laju endap darah kembali normal Biarkan darah negatif Mamatuhi rencana terapeutik Memakai antibiotika sesuai resep Melindungi tulang yang lemah Memperlihatkan perawatan luka yang benar Melaporkan bila ada masalah segera .5.

Pada anak-anak. pembengkakan. menyebabkan demam dan kadang-kadang di kemudian hari. respons jaringan terhadap inflamasi . Osteomielitis dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas. infeksi tulang yang didapat melalui aliran darah. . tingginya tekanan jaringan dan pembentukan involukrum (Pembentukan tulang baru disekeliling jaringan tulang mati).• • • • Makan diet seimbang dengan tinggi protein dan vitamin C dan D Mematuhi perjanjian untuk tindak lanjut Melaporkan peningkatan kekuatan Tidak melaporkan penigkatan suhu badan atau kekambuhan nyeri. Kesimpulan Osteomielitis adalah infeksi tulang. BAB IV PENUTUP A. menyebabkan nyeri pada tulang yang terinfeksi. atau gejala lain di tempat tersebut. lebih sulitdi sembuhkan dari pada infeksi jaringan lunak. karena terbatasnya asupan darah.

dan pergerakan akan menimbulkan nyeri. ostemielitis primer pada anak-anak dan dapat dibagi menjadi akut dan kronik. luka fraktur dan sebagainya. Saran .  Osteomielitis hematogen kronik : Merupakan lanjutan dari osteomielitis hematogen akut. • Osteomielitis Sekunder (Osteomielitis Perkontinuitatum) Terjadi akibat penyebaran kuman dari sekitarnya akibat dari bisul. Aliran darah 2. infeksi dari jaringan lunak di dekatnya. bisa mengalami infeksi melalui 3 cara: 1.Daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak.  Osteomielitis hematogen akut : Merupakan suatu infeksi pada tulang yang sedang tumbuh. Osteomielitis dapat diklasifikasikan dua macam yaitu: • Osteomielitis Primer Penyebarannya secara hematogen dimana mikroorganisme berasal dari focus ditempat lain dan beredar melalui sirkulasi darah. yang biasanya terlindung dengan baik dari infeksi. radius. tibia. adanya strain kuman yang resisten terhadap . Tulang. B. Dapat terjadi oleh karena terapi yang tidak adekuat. humerus. Penyebaran langsung 3. ulna dan fibula. Tulang yang sering terkena adalah tulang panjang seperti femur. Bagian tulang yang diserang adalah bagian metafisis. menggunakan obat-obat imunosupresif serta kurang baiknya status gizi.