P. 1
1_ADC_PCM

1_ADC_PCM

2.0

|Views: 116|Likes:
Published by Luthfi Imaduddin

More info:

Published by: Luthfi Imaduddin on Oct 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

ADC-PCM, ADC-PCM Multiplexing

1

PCM (PULSE CODE MODULATION) ( )
Mengubah sinyal voice analog menjadi sinyal digital Proses yang terjadi dalam PCM : Sampling (pencuplikan) Quantizing (kuantiasasi) Encoding (pengkodean)

sampler

kuantiser

enkoder

2

BW = 2 X frekuensi informasi maksimum (berdasarkan kriteria Nyquist) 3 .PROSES PENCUPLIKAN (SAMPLING) ( ) Lebar Pita / Bandwidth suara (BW) ± 4 kHz Frekuensi sampling minimum (f S)= 2.

SPEKTRUM HASIL SAMPLING sinyal informasi f Sinyal informasi setelah sampling f Sinyal informasi setelah sampling f tanpa Aliasing terjadi Aliasing 4 .

PROSES KUANTISASI (QUANTIZATION) ( ) Quant Kuantisasi : mengubah level amplituda menjadi diskret dengan jumlah terbatas. Jumlah level kuantisasi = 2L L = jumlah bit pengkodean Terdapat j ni k nti r it T rd p t 2 jenis kuantiser yaitu : Kuantiser Uniform (lebar selang kuantisasi seragam) Kuantiser Non-Uniform (lebar selang kuantisasi tidak seragam) 5 .

KUANTISER UNIFORM tegangan keluaran (volt) B A tegangan masukan (volt) 6 .

KUANTISER NON-UNIFORM NONtegangan keluaran (volt) B A tegangan masukan (volt) 7 .

PROSES PENGKODEAN (ENCODING) ( ) T T Encod Contoh di atas menunjukkan proses encoding. 1 simbol masukan dikodekan menjadi 8 bit Jumlah bit untuk mengkodekan tiap simbol ditentukan oleh perangkat p r n k t ADC (An l t Di it l C n rt r) (Analog to Digital Converter) 8 .

BIT RATE KANAL VOICE BW kanal suara = 4 kHz Kecepatan sampling untuk tiap kanal suara = 2 x 4000 = 8000 sample/s p p g p p / 1 sample dikodekan menjadi 8 bit Bit rate 1 kanal voice : BR = 8000 sample/detik x 8 bit/sample = 64 kbps 9 .

MULTIPEXING Multiplexing merupakan proses p gg p g p p penggabungan beberapa kanal g p sinyal informasi kedalam satu kanal informasi dengan tujuan agar sinyal informasi dapat dikirimkan secara simultan dalam satu kanal Time Division Multiplexing merupakan proses multiplexing dengan cara membagi waktu menjadi slot-slot waktu yang menyatakan informasi d i ti k t k i f i dari tiap kanal l TDM – PCM (Time Division Multiplexing – Pulse Code Modulation) merupakan proses multiplexing sinyal yang menggunakan teknik pengkodean PCM 10 .

4.(EPCM-30 (E-1. sehingga : Bit rate = (8 x 8000 ) x 32 = 2048 kbps 11 . dst 1 TS = 8 bit Terdiri dari 32 TS = 30 kanal suara + 1 sinkronisasi + 1 signaling Sinkronisasi : TS 0 Signaling : TS 16 Voice : TS 1 – 15 + TS 17 – 31 Dalam 1 detik tdp 8000 sample. 6. 5. Standar Eropa) ( p ) 1 .30 adalah sinyal telephon yang dikodekan/ data digital 0 1 2 15 16 17 29 30 8 bit 31 Informasi signaling Frame alignment signal pada frame 1.15 dan 17 . dst x = bit reserved for international use Y = bit reserved for national use A = 0 tidak ada alarm A = 1 ada alarm x 0 0 1 1 0 1 1 bergantian x 1 P Y Y Y Y Y Service word pada frame 2. 3.PCM.

Multiframe PCM-30 PCM2 ms 125 μ s 0 1 16 31 0 1 16 31 0 1 16 31 Signaling time slot 0 1 2 8 15 0 0 0 0 1 A U 1 a b c d a b c d a b c d a b c d Multiframe alignment signal Signaling service wordl channel 8 channel 23 channel 15 channel 30 Signaling bits a .d per channel A=0 U=1 A=1 U=0 Tidak ada Alarm urgent alarm non urgent alarm 1 MF = 16 frame Signaling lengkap untuk 30 kanal voice (1 TS 16 untuk signaling 2 kanal voice) TS-16 untuk frame ke-0 digunakan untuk alignment / sinkronisasi multiframe 12 .

.8..4.10. Standar Amerika) ( ) 125 μs (193 bit) Ch 1 Ch 2 B8 B0 B1 .11) Multi Frame aslignment signal (001110) pada frame genap (2 4 6 8 10 12) (2.. B8 B0 Ch 24 B1 ..(TPCM-24 (T-1.PCM..3..6.5. Multi Frame 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Channel A signaling : Bit ke 8 dari msg-msg time slot kanal pada frame 6 Channel B signaling : Bit ke 8 dari msg-msg time slot kanal pada frame 12 1 TS = 8 bit Terdiri dari 24 TS = 24 kanal suara Dalam 1 detik tdp 8000 Sinkronisasi menggunakan 1 bit tambahan (BF) Signaling diambil pada bit ke 8 tiap TS pada frame ke-6 dan ke-8 ke 6 kelipatannya Bit Rate = ((24 x 8) + 1) x 8000 = 193 x 8000 = 1544 kbps 1 MF = 12 frame 13 . B8 BF 1 bit BF Frame Frame aslignment signal (101010) pada frame ganjil (1.12) B0 B1 .7.9.

152 8.312 34.992 400.064 139. Eropa.176 97.736 32.312 6.728 139 264 274 176 97 728 564.PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) -1 ( g y) Terdapat 3 standar : Amerika.448 6.264 274. Jepang Level 1 1C 2 3 4 5 Eropa Amerika Jepang Utara Bit Rate (Mbps) 2.048 Mbps = E-1 = PCM-30 (Eropa) Standar Jepang kurang populer Indonesia kebanyakan menggunakan sistem Eropa 14 .352 1.544 1544 3.048 1.544 Mbps = T1 = PCM-24 (Amerika) 2.368 44.

728 139.312 8.064 44.368 97.PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) -2 ( g y) Standar berdasarkan ITU-T G-702 ITU.048 6.264 T-2 M12 (7) M23 T-3 M34 E-4 1 2 3 4 T-1 (4) E-1 (4) M12 (4) E-2 M12 E-3 (4) M12 E4 E-4 15 .GDigital Hie rarchy Le ve l Hie rarchical bit rate s (kbit/s) for ne tworks with the digital base d on a first le ve l bit rate of hie rarchy 1544 kbit/s 2048 kbit/s 64 64 1.736 34.448 32.544 2.

signaling d bit stufing i li dan t fi Setiap level multiplex mempunyai format frame tersendiri Bit by bit multiplexing Timing li Ti i alignment menggunakan bit-by-bit j k bi b bi justufication/ stufing fi i / fi Akses ke kanal individual hanya dimungkinkan setelah dilakukan proses demultiplexing Bit r t di t nd rk n sampai 140 Mbps rate distandarkan mp i Mbp 16 .3 ( g y) Jaringan Plesiochronous (hampir sinkron) (Internally free running oscilator) Asynchronous multiplex Jika suatu tributary dimultiplek ke tributary dengan bit rate lebih tinggi. Bit rate tributare dengan orde lebih tinggi > daripada penjumlahan bit rate yang dimultiplex : untuk sinkronisasi. digunakan bit stufing/ penambahan bit dan buffer memori untuk menjadikannya sinkron dengan bit rate yang lebih tinggi tersebut.PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) .

520 Mbps p 622. Bit rate distandarkan berbasis 155 Mbps SDH N 1 4 16 64 STM-N 155.953.488. tanpa harus mendemultiplex semuanya lebih dulu.GJaringan sinkron(osilator internal disinkronisasi dengan clock referensi external) Teknik multiplex sinkron Semua sinyal multiplex mempunyai struktur frame yang identik Byte by byte multiplexing Akses ke kanal individual bisa dilakukan menggunakan pointer pointer.280 Mbps 17 .080 Mbps 2.320 Mbps 9.SDH (Synchronous Digital Hierarchy) ITU-T G-707 ( y g y) ITU.

52 Mbps) . Metode ini sangat bermanfaat untuk sistem cross connect dan pencabangan (add and drop multiplexer) Mengakomodasi sinyal PDH Transmisi sinyal broadband 18 .Kelebihan SDH Standarisasi bit rate di atas 140 Mbps secara internasional S ya opt ya g d t a s s a d sta da a / o pat b tas Sinyal optik yang ditransmisikan distandarkan/ Kompatibilitas antar vendor Struktrur modular . hanya kanal yang diperlukan yang didemultiplex.Struktur frame sinyal multiplex identik dengan struktur frame sinyal dasar Akses ke suatu kanal individual bisa dilakukan tanpa harus mendemultiplex sinyal keseluruhan.Bit rate multiplex merupakan kelipatan dari bit rate dasar p p p (155.

Path protection . Multiplex p section protection) Software configuration (add.remote reconfiguration/ rerouting (2 Mbps lines) .S/W download to card level / 19 . crossconnect) Centralized management . drop.remote service activation and configuration of interfaces .Kelebihan SDH (2) ( ) Adanya proteksi (Self healing Ring.remote alarm .

2/ 34/ 140 Mbps . ATM. Port Interfaces (hirarki Eropa) : .2). can also be accommodated (see 10.Struktur Pembentukan STM-1 STM×N STM-N AUG ×1 AU-4 VC-4 ×3 ×3 TUG-3 ×1 TU-3 VC-3 C-3 ×7 ×7 ×1 TUG-2 AU-4 Pointer processing Multiplexing Aligning Mapping TU 11 TU-11 VC 11 VC-11 C 11 C-11 ×4 TU-2 ×3 TU-12 VC-12 C-12 2048 kbit/s (Note) 1544 kbit/s (Note) (N t ) T1517950-95 C-4 139 264 kbit/s (Note) AU-3 VC-3 44 736 kbit/s 34 368 kbit/s (Note) VC-2 C-2 6312 kbit/s (Note) C-n Container-n NOTE – G.702 tributaries associated with containers C-x are shown. Other signals. e.STM-1 electrical and optical .g.STM 4/ -16 optical STM-4/ 16 pti l 20 .

08 Mbps Bit Rate STM-16 = 16 x 155.32 Mbps (2. 280 Mbps (10 Gbps) 21 .operation. . maintenance dan supervision (management) Pointer = penunjuk alamat Payload = data yang sebenarnya Format frame identik. dan payload selalu tergabung dengan payload Bit Rate STM-1 = ( 9 x 270 byte) x 8 x 1/125 us = 155.5 Gbps) Bit Rate STM-64 = 64 x 155.52 = 9953.Format Frame SDH 3 1 5 9 byte SOH Pointer SOH 125 μs Frame STM-1 Frame STM-4 261 byte 3 1 5 Payload 4 x9 byte SOH Pointer SOH 125 μs Frame STM-16 4 x261 byte Payload 16 x9 byte SOH 3 1 Pointer 5 SOH 125 μs 16 x261 byte Payload SOH (Section Overhead) Bit-bit sinkr.52 = 2488. 52 Mbps Bit Rate STM-4 = 4 x 155. 52 = 622. di mana SOH selalu tergabung dengan SOH.

840 51 840 Mbps 155.SDH vs SONET SDH N 1 4 16 64 SONET N 1 3 9 12 18 24 36 48 ~ 192 STM-N 155.240 Mbps 2.866.953.320 Mbps 9.488.160 Mbps 1 244 160 Mb 1.320 Mbps 9.953.520 Mbps 466.488.244.688 Mbps (STS-1 = Synchronous transport signal) 22 .280 Mbps Sonet (Synchronous Optical Network) : Bellcore Amerika Bit rate dasar sinyal : 50.080 Mbps 933.520 155 520 Mbps 622.560 Mbps 622.120 Mbps 1.280 Mbps STS-N 51.080 Mbps 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->