ANALISIS KONSEP

A. Nama Sekolah B. Mata Pelajaran C. Kelas/ Semester D. Waktu

: SMA : Fisika : XI/1 : 6 x 45 menit

E. Standar Kompetensi : 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik F. Kompetensi Dasar :

1.7 Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan

. (t (t sehingga: X X X ¨ v 2  v1 ¸ F ! m© ¹ ª (t º X X X F (t ! m v2  m v1 t Gambar 1 ««««««««««.1. Perkalian antara massa dengan kecepatan suatu benda disebut momentum. MOMENTUM DAN IMPULS v1 a F=c v2 Misalkan. Momentum hanya dimiliki benda yang bergerak.. Sehingga persamaan (1. (1.2) Besaran yang ada di ruas paling kanan menyatakan perubahan momentum yang dimiliki benda yang disebabkan oleh hasil perkalian gaya dan selang waktu yang bekerja .1) Pada ruas kanan terdapat perkalian antara massa dan kecepatan benda. Momentum adalah besaran vektor yang searah dengan kecepatan benda. (1.1) dapat ditulis: X X F(t ! mv 2  mv1 ! (p ««««««««. secara matematik dirumuskan oleh persamaan p=mv dengan p = vektor momentum (kg m/s) m = massa benda (kg) v = vektor kecepatan benda (m/s) Momentum sebuah partikel dipandang sebagai ukuran kesulitan untuk menghentikan suatu benda. benda akan mengalami percepatan a dengan hubungan: X X F ! ma X X X X (v v 2  v1 Tetapi menurut definisinya a ! ! . sebuah benda yang bermassa m sedang bergerak dengan kecepatan v1 diberi gaya F...

X X X F (t ! m ( v ! (p . gaya yang bekerja pada sebuah benda selama suatu selang waktu tertentu akan menyebabkan perubahan momentum benda. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa ketika resultan gaya yang bekerja pada benda nol. 2. Hasil perkalian gaya dengan selang waktu inilah yang disebut impuls. Nyatakan hal ini secara matematis dari teorema impuls-momentum. Jika diberi dorongan sedikit saja maka piringan ini akan meluncur terus di lantai dengan kecepatan tetap. Misalkan sebuah piringan es kering (dry-ice puck) yang boleh dianggap melayang di atas lantai sehingga tidak mengalami gesekan dengan lantai. (1.2) dapat ditulis X I ! (p ««««««««««. momentum benda tetap konstan. hukum II Newton menyatakan bahwa kecepatan benda akan konstan. Maka persamaan (1.3) Inilah hubungan antara momentum dan impuls Impuls = Perubahan Momentum Dengan kata lain. Inilah hukum Kekekalan Momentum untuk benda tunggal. HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM Ketika suatu benda tidak dikenai gaya (mendapatkan gaya resultan nol).pada benda. secara matematik dirumuskan oleh persamaan X X I ! F(t Dengan I F = Impuls yang bekerja pada benda (Ns) = Gaya yang bekerja pada benda (N) t = selang waktu selama gaya bekerja (s) Impuls diartikan sebagai gaya yang bekerja pada benda dalam waktu yang sangat singkat.

Contoh gaya eksternal Interaksi gaya antara 2 buah benda antara lain gaya gesekan. momentum setiap benda tentunya berubah (misalnya berubah kelajuan atau arahnya).X X X Jika F ! 0 maka (p ! 0 yang berarti tidak ada perubahan momentum atau p = konstan. momentum total sistem tidak berubah. menurut Hukum II Newton. VA A VB B Gambar 2 Dua buah balok di atas meja bergerak saling mendekat. Jika kekekalan momentum ini diterapkan pada sistem yang terdiri dari dua benda atau lebih yang berinteraksi satu sama lain. Masing-masing benda akan mengalami kedua macam gaya ini yaitu gaya internal dan gaya eksternal. Misalnya pada dua benda yang mengalami tumbukan. namum ternyata selama tidak ada gaya luar yang bekerja. Sehingga gaya total yang dialami masing-masing benda: X X X FA (total ) ! FA (int ernal )  FA (eksternal ) X X X FB (total ) ! FB (int ernal )  FB (eksternal ) Jika kita memandang A dan B sebagai satu kesatuan system maka: X X X Fsistem ! FA (total )  FB (total ) X X X X ! FA (int ernal )  FA (eksternal )  FB (int ernal )  FB ( eksternal ) Tetapi. gaya interaksi antara dua benda sama besar dan berlawanan arah sehingga: X X FA (int ernal )  FB (int ernal ) ! 0 Akibatnya: X X X Fsistem ! FA ( eksternal )  FB (eksternal ) Menurut teorema impuls momentum: X X Fsistem (t ! (p sistem . sehingga benda akan terus meluncur dengan momentum yang konstan. Kita bedakan gaya luar (eksternal) dan gaya internal yang dialami masing-masing balok. Sementara contoh gaya internal ialah gaya kontak diantara kedua benda ketika bertumbukan. Setelah tumbukan. gaya gravitasi atau gaya normal.

Sepanjang gaya eksternal nol maka momentum system tidak akan pernah berubah. melainkan bisa lebih: dua. Semula gas diam kemudian bergerak dengan kelajuan vr. (2. Ini karena ada gaya luar.1) . gaya dorong roket dapat kita hitung dengan meninjau gas yang disemburkan. yaitu gaya gravitasi yang bekerja pada system. empat dan seterusnya. roket akan terdorong maju. tiga. Jika roket berada di permukaan bumi. sebenarnya kita tidak dapat menggunakan sepenuhnya hukum Kekekalan Momentum untuk system roket dan bahan bakarnya saja. Namun. untuk menyederhanakan masalah.. maka: X X (p sistem ! 0 atau p sistem ! kons tan ««««««. Mesin roket menyemburkan gas dengan kelajuan massa m/ t (m = massa bahan bakar) dan gas memiliki kelajuan konstan vr terhadap roket. anggap saja roket berada di luar angkasa yang bebas gaya gravitasi. contoh lain misalnya: a. Proses Peluncuran Roket Prinsip dorongan roket sebagai berikut: gas menyembur keluar dari bagian bawah roket berdasarkan hukum Kekekalan Momentum. 3. gaya berat dan gaya normal saling meniadakan). PENERAPAN HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Penggunaan hukum kekekalan momentum tidak hanya sebatas tumbukan seperti contoh diatas. sehingga perubahan momentumnya: X X X X X (p ! p 2  p 2 ! (mv r  0 ! (mv r Sesuai dengan teorema momentum impuls: X X X ( p ( mv r ¨ ( m ¸ X F! ! !© ¹v r (t (t ª (t º X ¨ (m ¸ X F !© ¹v r ª (t º «««««««««««««««««««««««« (3.1) Kesimpulan ini bisa diperluas tidak hanya untuk dua benda saja.X Jika Fsistem ! 0 (misalnya lantai licin.

d. e. Berdasarkan perbandingan energy sebelum dan sesudah tumbukan. TUMBUKAN LENTING SEMPURNA DAN TUMBUKAN TAK LENTING Dalam peristiwa tumbukan momentum system tetap kekal. Benda yang terpisah karena saling menolak. yaitu ada energy yang hilang. Tumbukan tak lenting (tak elastik).b. yaitu energy system sebelum dan sesudah tumbukan tetap sama b.. HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM PADA TUMBUKAN Pada setiap peristiwa tumbukan berlaku hukum Kekekalan Momentum. benda yang meledak dan sebagainya. (4. Energy system dapat berkurang sesudah peristiwa tumbukan. 4. tetapi tidak demikian dengan energy system mengalami perubahan. c. Jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada system maka momentum system sebelum tumbukan akan tetap sama dengan momentum sesudah tumbukan. Benda yang bergerak diatas benda lain. Prinsip Kerja Mesin Jet Prinsip kerja mesin jet sama halnya dengan roket akan tetapi yang membedakan pada mesin jet yaitu bahan bakar oksigen yang digunakan roket tersimpan dalam roket sedangkan pada mesin jet digunakan sebagai bahan bakar yang diambil dari udara. untuk tumbukan dua benda dapat dituliskan: X X X X m1v1  m 2 v 2 ! m1 v1'  m 2 v 2' «««««««««««««««««««. Secara matematis.1) 5. Tumbukan lenting sempurna (elastik sempurna). misalnya seseorang yang berjalan di atas perahu yang berada di atas air. . tumbukan dibagi dua jenis: a. seperti dua orang yang saling mendorong di atas es. Senapan yang terdorong kebelakang saat meletus. sehingga energy kinetic system sesudah tumbukan lebih kecil.

Ini tidak berarti hukum Kekekalan Energi tidak berlaku karena energy yang hilang hanya berubah menjadi bentuk energy lain. berlaku h1 = h1¶ = h2 = h2¶. Sehingga hukum Kekekalan Energi Mekanik sama dengan hukum Kekekalan Energi Kinetik. ' E1  E 2 ! E1'  E 2 EK 1  EK 2 ! E K 1  E K 1 2 2 1 X 1 X 1 X 1 X m1 v12  m 2 v 22 ! m1 v1  m 2 v 2 2 2 2 2 ¤ ¤ X2 X 2 X2 X2 m1 v1  . misalnya energy kalor atau bunyi. Energi yang terjadi pada tumbukan dapat dituliskan: E1  E 2 ! E1  E 2     ¡ E k1  E k 2  E p1  E p 2 ! E k 1  E k 2  E p1  E p 2 2 2 1 X 1 X 1 X 1 X m1 v12  m 2 v 22  m1 gh1  m 2 gh2 ! m1 v1  m 2 v 2  m1 gh1  m 2 gh2 2 2 2 2 ¢ ¢ ¢ ¢ Jika tumbukan kedua benda terjadi pada bidang datar.

v1 ! m 2 v 2  .

v 2 X ' ' m1 (v1  v1' )(v1  v1' ) ! m 2 (v 2  v 2 )(v 2  v 2 ) «««««. (5..2) ¥ .1) Berdasarkan Hukum Kekekalan Momentum ' m1 (v1  v1' ) ! m 2 (v 2  v 2 ) «««««««««««««««««««««.. (5..

¥ .

Jika persamaan (5.1) dan (5.2) saling disubtitusi maka diperoleh: m1 v1  v1 v1  v1 ! m1 v 2  v 2 v1  v1 v1  v1 ! v 2  v 2 ' v1  v 2 ! v 2  v1' '  .

v 2  v1 ! v 2  v1 § § ¦ ¦ ¦ ¦ .

.

.

.

 v1' !1! e  .

v 2  v1 ' 2 .

¡ ¡ £ ¡ £ .3) Faktor e menyatakan koefisien restitusi (koefisien tumbukan = koefisien kelentingan). Berdasarkan nilai e ini maka tumbukan dibedakan menjadi tiga jenis.v «««««««««.. (5.

b. e = 1 adalah tumbukan lenting sempurna Pada saat kita menjatuhkan sebuah bola bekel yang memiliki massa tertentu. ternyata bola bekel tersebut memantul dengan ketinggian yang sama dengan ketinggian pada saat ola bekel dijatuhkan.a. e = 0 adalah tumbukan tak lenting Peristiwa dua buah kereta saling bertabrakan kemudian diam merupakan salah satu contoh dari peristiwa tumbukan tak elastis. v1 Gambar . Hal ini membuktikan ternyata bola bekel memiliki kecepatan yang sama sebelum dan sesudah di pantulkan ke lantai. 0 < e < 1 adalah tumbukan lenting sebagian Peristiwa yang berbeda dengan peristiwa bola bekel ternyata peristiwa pada kelereng dijatuhkan memiliki ketinggian yang berbeda setelah dan sebelum memantul h1 v1 h2 kembali. . Kecepatan awal dan akhir yang sama ini memenuhi hukum kekekalan momentu dan memenuhi hukum kekeklan energi yang tentunya energi kinetik maka tumbukan ini dinamakan tumbukan elastis sempurna. Tumbukan lenting sempurna hanya terjadi pada benda yang bergerak. c. Pada peristiwa tabrakannya dua buah kereta tersebut menghasilkan nilai kecepatan akhir dari dua kereta terbut adalah sama dengan nol. Tumbukan Lenting Sebagian Terjadinya perubahan kecepatan ini ternyata tidak memenuhi hukum kekekalan momentum maupun hukum kekekalan energi oleh karena itu dinamakan tumbukan elastis sebagian. Artinya terjadi pengurangan kecepatan karena ternyata ketika kelereng dipantulkan ke lantai tinggi pantulan semakin lama semakin mengecil.

Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar: 1. Semester 1 Oleh: Nalita Yunita Sari 0605734 JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 .ANALISIS KONSEP Standar Kompetensi: 1.7 Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan SMA Kelas XI.

v1 Gambar . Pada peristiwa tabrakannya dua buah kereta tersebut menghasilkan nilai kecepatan akhir dari dua kereta terbut adalah sama dengan nol. e = 1 adalah tumbukan lenting sempurna Pada saat kita menjatuhkan sebuah bola bekel yang memiliki massa tertentu. ternyata bola bekel tersebut memantul dengan ketinggian yang sama dengan ketinggian pada saat ola bekel dijatuhkan. b. c. 0 < e < 1 adalah tumbukan lenting sebagian Peristiwa yang berbeda dengan peristiwa bola bekel ternyata peristiwa pada kelereng dijatuhkan memiliki ketinggian yang berbeda setelah dan sebelum memantul h1 v1 h2 kembali. Hal ini membuktikan ternyata bola bekel memiliki kecepatan yang sama sebelum dan sesudah di pantulkan ke lantai.a. Tumbukan Lenting Sebagian Terjadinya perubahan kecepatan ini ternyata tidak memenuhi hukum kekekalan momentum maupun hukum kekekalan energi oleh karena itu dinamakan tumbukan elastis sebagian. Tumbukan lenting sempurna hanya terjadi pada benda yang bergerak. e = 0 adalah tumbukan tak lenting Peristiwa dua buah kereta saling bertabrakan kemudian diam merupakan salah satu contoh dari peristiwa tumbukan tak elastis. . Kecepatan awal dan akhir yang sama ini memenuhi hukum kekekalan momentu dan memenuhi hukum kekeklan energi yang tentunya energi kinetik maka tumbukan ini dinamakan tumbukan elastis sempurna. Artinya terjadi pengurangan kecepatan karena ternyata ketika kelereng dipantulkan ke lantai tinggi pantulan semakin lama semakin mengecil.

7 Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan SMA Kelas XI.ANALISIS KONSEP Standar Kompetensi: 1. Semester 1 Oleh: Nalita Yunita Sari 0605734 JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 . Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful