Makalah geografi

Negara Berkembang

Disusun Oleh: M.Fariz Awaluddin

Kelas IX-5 SMP Negeri 1 Makassar Tahun ajaran 2010/2011

makalah ini mungkin masih jauh dari sempurna.wb Penyusun .wb Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Wassalamu alaikum wr.Kata Pengantar Assalamu alaikum wr.maka dari itu saya meminta Ibu dapat menilai pekerjaan saya ini dengan nilai yang sepantasnya.pertama-tama saya berterima kasih kepada saudara saya yang telah membantu dan membimbing saya dalam membuat makalah ini serta guru saya yang telah memberikan tugas ini agar dapat menguasai tentang pemahaman konsep dari materi ini.

Pendidikan 3.. i ii 1 1 . Ekonomi 2.Daftar Isi Kata Pengantar Daftar Isi I.. . . II. Pengertian Negara Berkembang Ciri Ciri Negara Berkembang Karakteristik Negara Berkembang 1. III. 2 3 4 6 IV. teknologi Persebaran Negara-Negara Berkembang di Dunia . . Penutup Daftar Pustaka .. .

Tingkat Produktivitas Rendah Jumlah faktor produksi yang terbatas yang tidak diimbangi dengan jumlah angkatan kerja mengakibatkan lemahnya daya beli sehingga sektor usaha mengalami kesulitan untuk meningkatkan produksinya. Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi Tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang umumnya lebih tinggi dua hingga empat kali lipat dari negara maju. Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan dan budaya di negara berkembang yang berbeda dengan di negara maju. sebuah istilah yang digunakan pada masa Perang Dingin. pendidikan. b. yaitu negara yang tidak mengalami pertumbuhan situasi ekonominya. rumah. pekerjaan. Jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada kesempatan lapangan kerja yang tersedia dan tungkat pertumbuhan keduanya yang tidak seimbang dari waktu ke waktu. Istilah ini mulai menyingkirkan Dunia Ketiga. c. Negara maju biasanya memiliki sistem ekonomi berdasarkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menahan-sendiri.Pengertian Negara Berkembang Negara berkembang adalah Negara yang kualitas penduduknya relatif rendah dengan rata-rata pendapatan yang rendah. Tingkat Pengangguran Tinggi Akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi tinggi. Hal tersebut dapat mengakibatkan banyak masalah di masa depan yang berkaitan dengan makanan. Perkembangan mencakup perkembangan sebuah infrastruktur modern (baik secara fisik dari sektor bernilai tambah rendah seperti agrikultur dan pengambilan sumber daya alam. infrastruktur yang relatif terbelakang. dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. .I. dan lain sebagainya.Ciri-ciri Negara Berkembang a. Penerapan istilah 'negara berkembang' ke seluruh negara yang kurang berkembang dianggap tidak tepat bila kasus negara tersebut adalah sebuah negara miskin. dan juga telah mengalami periode penurunan ekonomi yang berkelanjutan. II.

Kualitas Hidup Rendah Akibat rendahnya tingkat penghasilan. Ketergantungan Pada Sektor Pertanian / Primer Umumnya masyakat adalah bermata pencaharian petani dengan ketergantungan yang tinggi akan hasil sektor pertanian. kesehatan. Banyak yang kekurangan gizi. e. h.d. oligopoli. Tenaga kerja yang tersedia 3.Karakteristik Negara Berkembang 1. pendidikan. Pasar & Informasi Tidak Sempurna Kondisi perekonomian negara berkembang kurang berkompetisi sehingga masih dikuasai oleh usaha monopoli. dan lain sebagainya. Ketergantungan Tinggi Pada Perekonomian Eksternal Yang Rentan Negara berkembang umumnya memiliki ketergantungan tinggi pada perekonomian luar negeri yang bersifat rentan akibat hanya mengandalkan ekspor komoditas primer yang tidak menentu. dll. Factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan ekonomi Negara-negara berkembang antara lain : 1. rentan terkena penyakit. f. Kekayaan alam (sumber daya alam ) riil 4. monopsoni dan oligopsoni. masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Karakteristik social budaya masyarakat 6. Modal (capital) 2. Informasi di pasar hanya dikuasai oleh sekelompok orang saja g. Luasnya pasar . Teknologi dan wirausaha 5. Dengan demikian di negara maju penduduk yang berada dalam usia nonproduktif lebih banyak bergantung pada yang masuk angkatan kerja. Ekonomi Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional riil dan produktivitas. Tingkat Ketergantungan Pada Angkatan Kerja Tinggi Perbandingan jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja dengan penduduk non angkatan kerja di negara sedang berkembang nilainya berbeda dengan dengan di negara maju. tidak bisa baca tulis. III.

maka dalam hal strategi pencapaian tujuan pendidikanya pun juga masih tetap bergantung. 2. baru dimulai dan digalakkan di negara-negara berkembang. agaknya dapat dilihat dari sudut pandang ini. Dalam kedudukan sebagai priferalnya. Pendidikan Pendidikan di negara-negara berkembang umumnya berasal dari warisan kebijaksanaan pendidikan kaum kolonial. Kedua. Diakatkan demikian. Hal demikian sangat memperhatikan. Orientasi sosio-ekonomik demikian. lebih-lebih di bidang pendidikan. archievment oriented dan social alienated. Pendidikannya liberal. Realitas demikian tampak mula-mula pada awal-awal kemerdekaan terutama dalam hal kesempatan mendapatkan layanan. pendidikannya sosial alienated padahal masyarakatnya menginginkan sosialisasi siswa dengan lingkungannya. Factor modal dan tenaga kerja merupakan input yang langsung mempengaruhi besarnya output. Jika secara ekonomik hal demikian masih dan belum mandiri. padahal masyarakat di negaranegara berkembang banyak juga budaya-budaya yang tidak saja mengembangkan rasionalitas melainkan juga segi-segi emosional dan bathiniah. meskipun pengejawantahannya akhirnya lebih bersentuhan dengan persoalan mutu pendidikan. Tampak sekali bahwa layanan pendidikan yang bermutu tetap dinikmati kalangan terbatas. Keempat tidak berakar pada tradisi dan budaya setempat. berkaitan erat dengan jaringan ekonomi internasional di mana negara-negara maju berposisi sebagai sentralya sementara negaranegara berkembang sekadar sebagai periferalnya. berorientasi sosio-ekonomik. dan begitu negara maju sudah ditinggalkan. Sedangkan kelima factor terakhir merupakan input yang secara tidak langsung mempengaruhi besarnya output melalui pengaruhnya terhadap modal dan tenaga kerja. padahal masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai kolektivisme. Kemerdekaann yang telah dicapai di bidang politik tidak dengan sendirinya diikuti oleh kemerdekaan di bidang lainnya. pendidikannya menanamkan rasionalitas. umumnya di mulai dari negara maju. Keluhan mengenai mutu pendidikan yang akhir-akhir ini pernah mencuat ke permukaan. Pertama. Negara-negara berkembang seolah-olah terombang-ambing oleh pasang surutnya. padahal masyarakatnya menjunjung tinggi kesetiakawanan sosial dan gotong royong. sifatnya yang elitis atau lebih banyak memberikan kesempatan kepada sekecil masyarakat dan tidak lebih banyak memberikan kesempatan kepada sebagian besar masyarakat. oleh karena negara-negara berkembang pada saat baru pertama kali merdeka belum sempat membangun kebijaksanaan pendidikannya sendiri berdasarkan kebutuhan realistik rakyatnya. Bantuan-bantuan yang diberikan dalam bentuk pinjaman bagi pelaksanaan di negara-negara berkembang umumnya justru memperkukuh dependensi tersebut. liberal. oleh . rasional. pendidikannya archievment oriented secara sempit sekedar prestasi akademik di kelas. naik turunnya dan jaya hancurnya konsep-konsep mengenai pendidikan di negara maju. Ketiga. individual. umumnya berbeda dan bahkan berlawanan dengan ciri-ciri masyarakat dan nilai-nilai yang berkembang di negara-negara berkembang. pendidikannya individual. System perekonomian yang digunakan.7. sementara kalangan kebanyakan sekadar mendapatkan layanan pendidikan yang dari segi kualitas sangat memprihatinkan. Ciri-ciri pendidikan demikian. negara berkembang umumnya secara ekonomik masih tinggi tingkat dependesinya terhadap negara maju. Tidak jarang pembaruan-pembaruan di bidang pendidikan. Mas Achmad Icksan (1985) mengidentifikasi ciri-ciri kebijaksanaan pendidikan yang merupakan warisan kaum kolonial.

apa lagi hanya sekadar mengadopsi sistem bangsa lain yang cara membangunnya juga berdasarkan kebutuhan realitis bangsa lain tersebut. Kelima. Berkenaan dengan kenyataan-kenyataan demikian inilah. bahwa mengeksporan sistem pendidikan yang dilakukan oleh negara maju. melainkan ada misi lain. maka dia akan menjadi penguasa dalam imperium ekonomi dunia. kecenderungan yang berlaku dalam perkonomian dunia dalam . Responsi atas kenyataan demikian. Kata kunci untuk merebut kehendak pasar adalah persaingan bebas (tanpa banyak dicampuri oleh negara). Oleh karena tidak berakar pada tradisi dan budaya setempat. dia akan berhasil merebut kehendak pasar. Pemikiran yang berasal dari ide-ide kapitalis tersebut belum mencapai kata akhir. ditentukan oleh kehendak pasar. Karena itu pembangunan sistem pendidikan di atas budaya.Terlepas dari benar atau salah. apakah sudah tiba waktunya kita membangun sistem pendidikan yang dirancang dari. kebutuhan objektif negara berkembang sendiri adalah suatu kebutuhan mendesak yang akan memberikan kejayaan kepada negara berkembang sendiri di masa depan. Winarno Surachmad. Persyaratan-persyaratan yang dikenakan negara-negara maju atas negaranegara berkembang atas bantuan pendidikannya. atau negara-negara berkembang. ini juga sangat memprihatinkan mengingat sebagian besar wilayah negara-negara berkembang justru terdiri dari pedesaan. smemntara negara maju sendiri masih tetap berada di atas angin. Dan. tentu tak semata secara murni ingin membebaskan negara berkembang dari keterbelakangan. bahwa persoalan negara dan bahkan kependidikan negara-negara barat dan maju.Teknologi Dalam ekonomi pasar berlaku dalil bahwa sukses dan berhasilnya sebuah badan usaha. oleh dan untuk dunia ketiga. kemampuan. Dalam kaitan ini.karena pendidikan pada dasarnya adalah pewarisan budaya dan generasi sebelumnya kepada generasi sesudahnya atau penerusnya. Orientasi ke kota demikian lambat atau cepat. Sebab. langsung maupuin tidak langsung bisa menjadikan penyebab lulusan-lulusan pendidikan lebih tertarik dengan kehidupan kota ketimbang bangga membangun desanya. yang lazim menimbulkan efek-efek sampingan sosial. Tingginya angka perpindahan penduduk ke kota-kota besar.tidak hanya kontroversi-kontroversi yang dikemukakan oleh Mas Achmad Icksan di atas mewarnai pendidikan di negara-negar berkembang. mempunyai tekad dan keberanian serta mewujudkan tekad dan keberanian tersebut secara nyata untuk membangun sistem dan kebijaksanaan pendidikannya sendiri berdasarkan kebutuhan objektif rakyatnya. tak ada cara lain kecuali negara berkembang itu sendiri. agaknya juga dapat dilihat dari sudut pandang ini. siapa yang berhasil merebut kehendak pasar. Apapun sistem yang di bangun jika didasarkan atas kebutuhan rakyatnya. melalui Majalah Prisma ( 1986 ) pernah menggugat. sudah tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan ilmu kependidikan mereka sendiri. maka para siswanya bias mengalami keterangan budaya. berorientasi pada masyarakat kota. misalnya didapatkan nilai tambah mengenai beberapa hal untuk negara maju sendiri. bahkan ekonomi sebuah negara. seringkali menempatkan negara berkembang pada posisi tak untung. 3. muncullah adagium yang mengatakan bahwa siapa yang sanggup memenangkan persaingan bebas. tentu relatif kebutuhan realistis bangsa lain. Haruslah disadari oleh negara berkembang sendiri. suka atau tidak suka. melainkan yang juga tidak kalah penting adalah.

Bagaimana persoalan ini dapat disiasati? Berharap alih teknologi (technology transfer) dari negara-negara maju dan perusahaan-perusahaan multinasional. melakukan rekayasa terbalik (reverse engineering). Jepang. mirip dengan mengejar fatamorgana di tengah haus yang mendera di padang pasir. Atau. atau mirip perpacuan Achilles dan Hector dalam Perang Troya. Jadi. sebagian besar komponen produksi masih didatangkan dari luar negeri. di mana tenaga manusia digantikan mesin. Industri tanpa teknologi adalah ilusi. Korea Selatan. mereka memodifikasinya sesuai kebutuhan dalam negeri masing-masing. waktu panjang. Dalam industri mobil di Indonesia. Negara maju memberikan teknologi majunya ke negara lain sama halnya dengan membekali musuh dengan peluru. itu (lagi-lagi) hanya ilusi. maka dapat disimpulkan bahwa penguasaan teknologi oleh negara-negara berkembang. ekonom kenamaan asal Malaysia dan penulis sejumlah buku dan analisis tentang perkembangan industri dan teknologi negara-negara Asia. negara-negara berkembang yang menjadi pemutar roda perekonomian ituJika kita mengabaikan pandangan monetarist. persoalan paling krusial yang harus dijawab oleh negara-negara berkembang adalah bagaimana caranya agar mereka tidak tergilas roda perekonomian yang terus berputar itu. Karena itu. Jika demikian. Namun. apalagi karena teknologi bersifat inovatif dan update terus-menerus. dan Taiwan dalam sepuluh tahun terakhir. Syarat utama menjadi negara industri adalah penguasaan teknologi sudah merupakan semacam dalil yang berlaku mutlak. dan mengatakan bahwa industri riil adalah motor utama yang akan memberi kemakmuran bagi orang banyak. terutama sekali oleh negara berkembang. dan bahkan meniru (imitate) teknologi negara maju dan perusahaan besar. jika mungkin. pernah melontarkan kritik tajam. dan Taiwan). bukanlah suatu hal yang mustahil. . upaya menguasai teknologi. kebangkitan teknologi India. penguasaan teknologi bukanlah perkara mudah. Mengingat sifat inovatif dan update itu. termasuk Indonesia. dengan derasnya aliran investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dari negara-negara maju dan perusahaan-perusahaan multinasional. misalnya. Sementara itu. India. karena adanya bukti-bukti bahwa negaranegara yang tadinya negara agraris dapat mengubah diri menjadi negara industri (misalnya. perusahaan-perusahaan lokal bertahun-tahun hanya dijadikan perusahaan perakit dan pemasar. hal itu juga memungkinkan mereka meminjam (borrow). Kegiatan berproduksi dan merebut pasar global adalah suatu persaingan. Jomo KS.beberapa dekade terakhir ini memang menjurus ke arah ekonomi pasar. Dia mengatakan. bagaimanakah negara-negara berkembang dapat menguasai dan mengejar ketertinggalan teknologi? Sejak industri di dunia mulai bangkit melalui revolusi industri pada abad ke-18. banyak negara berkembang tidak memiliki kemampuan dan dana untuk melakukan invensi. maka inti pertumbuhan industri adalah teknologi. bahkan pertarungan. Namun. Korea Selatan. dan memerlukan kesiapan sumber daya manusia ahli dan terlatih sebagai pelaku (inventor). Menciptakan teknologi baru dari kondisi nol (invention) membutuhkan biaya besar. Selain mendapat tambahan kapital untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Kemudian. alih teknologi itu tidak terjadi dan tidak dapat diharapkan. mestinya negara berkembang dapat mengambil manfaat berlipat.

misalnya. dalam bukunya Status Power: Japanese Foreign Policy Making Toward Korea.negara-negara yang termasuk anggota G15 antara lain : -Aljazair -Argentina -Brazil -Chili -India -Indonesia -Jamaika -Kenya -Malaysia -Meksiko -Mesir -Nigeria -Peru -Senegal -Sri Lanka -Venezuela -Zimbabwe . akademisi dan peneliti Jepang. industri farmasinya memegang peranan penting dalam perekonomian mereka dan menjadi salah satu yang terbesar dan termaju di dunia (22 persen dari total obat global disuplai India). merupakan fakta bahwa negara berkembang pun sanggup mematahkan dominasi negara maju dalam hal penguasaan teknologi. Kemajuan teknologi yang dimiliki Korea Selatan saat ini pun tidak murni berasal dari invensi. IV. yaitu meneliti teknologi pembuatan obat-obatan yang diciptakan negara Barat.perdagangan dan teknologi. mungkin kita dapat mengambil kesimpulan bahwa akuisisi teknologi bisa dilakukan dengan cepat. dan kemudian membuat versi lokalnya untuk menghasilkan obat sejenis dengan biaya lebih murah. melainkan dengan cara mencari jejak negaranegara pendahulu (melalui riset) dan kemudian mengikutinya. Keberhasilan ini dicapai berkat penguasaan teknologi maju yang mereka peroleh melalui reverse engineering. hingga pertengahan 1990-an. misalnya. India.serta amerika bagian tengah dan selatan atau Negara-negara yang memiliki iklim tropic. industri farmasi India belum masuk hitungan para pengamat dunia.termasuk jatuh-bangunnya sejumlah industri bidang teknologi di tiga negara ini pada masa transisi menjadi negara industri. bukan dengan melakukan invensi.iklim yang panas dan kering dapat mempengaruhi kinerja penduduk dan perkembangan ekonomi suatu Negara.Persebaran Negara-Negara Berkembang di Dunia `Negara Berkembang pada umumnya berada di benua asia dan afrika. Memperhatikan kemajuan spektakuler India dan Korea Selatan. Seperti ditulis Dr Isa Ducke. kemajuan industri mobil di Korea Selatan merupakan hasil mempelajari secara diam-diam teknologi Jepang selama bertahun-tahun. Negara-negara berkembang membentuk kelompok G15 yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan kemakmuran dengan melakukan kerja sama antara Negara-negara berkembang di bidang investasi. Padahal.

suarakarya-online./1999240-faktor-yang-mempengaruhi-pembangunan-ekonomi/ www.co.org/sifat-karakteristik-ciri-ciri-negara-berkembang-di-dunia-ilmu-ekonomi-pembangunan id.organisasi.id/imghp?hl=id&tab=wi id..shvoong..google.com/.html?id=215251 .com/news.org/wiki/Negara_berkembang http://www.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful