You are on page 1of 16

c 


   c                  

   

          
  
      
c   
 

    
 
    
  
 
 
c 
      
 
           
  
             
 


   !  c
" !c #  
!c     


 
      c      

 
    
 

        


           $  
    
  

 
 
    %
  &       

  

   

c     
  
 
       
  

   
  
   
   #! ' #!(!

 ') #     
 
  
     
   c 
  
   
 
     
  *#( !  
   
')      
 
     R 

+ 
c ,
       -


Ê + 
c          (   c - 
    
c                 
  
   c '
 
  
  ."
  *.

#..

.

  
    /  '
 


Ê + 
c    

     

  c - 
    
c             

   
  
   '
 
. 0 
,  , 




       
   c     + 
c 
'
 
 
  '
 
$1(  
&
$11(  
&
$2 
&


$12 
&


. c   


    
     
   


     
 
   
    (       
 
     *.
%
'  
% 
%    


     
   

+
 
    c          
   &3
  
    
( !  (!
     
     #    
          
c    

         


    
         
        
 
          

          
  
 
      
     
   
         ,    
 

             4
 
  
  
           
   

  
     &  
   
c                      


      


 
     
 
      
  


 
    
     
   
    
 
 
  c      
     
"  
   
  
   
    
  

- 
  
c     c  
            
  
   
   

             
  c 
   
c     
  
  
/ "  
       
  
     *c 5


      
    
      
     
       
    
  / "+ 
c  

    
  

Attenuation
-----------
Attenuation mengacu pada pelemahan sinyal selama ia
berjalan melalui kabel.Ia kadang disebut sebagai roll off.

Selama sinyal mengalir melalui kawat, gelombang kotaknya


berubah bentuk sejauh ia mengalir.Jadi, attenuasi sebenarnya
adalah fungsi dari panjang kabel.Jika sinyal mengalir terlalu
jauh,ia bisa menurun kualitasnya sehingga stasiun penerimanya
tidak mampu lagi menginterpretasikannya dan komunikasi
akan gagal.

Repeater dapat digunakan untuk menambah kekuatan sinyal pada


baseband network sehingga ia bisa mengalir lebih jauh.
Amplifier melakukan fungsi yang sama pada brodband network.

Repeater
--------

Repeater adalah sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali


sinyal yang ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal
untuk mengalir diluar batas keterbatasan panjang kabel. Sebuah
repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.

Repeater mempunya beberapa karakteristik:


- digunakan untuk meregenerasi sinyal baseband yang ada digunakan
- terutama pada topologi bus koaksial (linear) segmen yang dihubungkan
- oleh sebuah repeater harus menggunakan metode media access control
- (MAC) yang sama (misalnya, sebuah repeater tidak bisa melewatkan
- traffic antara ethernet dan token ring) repeater bisa melewatkan
- traffic antara beberapa media yang berbeda (misalnya, coax ke fiber
- optic) jika interface yang sesuai tersedia repeater tidak melakukan
- akselerasi atau mengubah sinyal, ia hanya meregenerasinya saja.
- repeater tidak melalukan filter packet atau batasan
- kongesti/kemacetan. repeater akan melewatkan paket broadcast
- repeater beroperasi di physical layer pada model OSI fungsi dasar
- dari repeater (regenerasi sinyal) bisa dilakukan oleh device-device
- penghubung (misalnya hub atau bridge).
Karena repeater tidak melakukan apa-apa terhadap filterisasi atau
pembatasan traffic, ia seharusnya dilihat terutama sebagai penghubung
workstasion yang jauh, tidak sebagai penambah workstasion
tambahan. Dengan kata lain, repeater seharusnya digunakan untuk
menambahkan jarak dari network, bukan kepadatannya.

Batasan jumlah repeater yang dapat digunakan


--------------------------------------------

Ada batasan jumlah repeater yang bisa digunakan. Jumlah repeater


terbatas oleh aturan 5-4-3. Pada aturan ini hanya ada tidak lebih dari
5 segmen dengan tidak ada lebih dari 4 reater antara 2 station. Hanya
3 dari 5 segmen bisa dipopulasikan (yaitu, berisi node atau
host). Pada kasus ini sebuah station adalah bridge, router atau
gateway. Jadi, penambahan bridge mengijinkan penambahan repeater yang
digunakan pada LAN.

HUB
---

Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah


central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar
yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan
mentransmisikannya ke komputer yang lain.

Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai
repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang
diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia
membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh
network.

Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk
ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.

Kapabilitas yang disediakan hub


-------------------------------

Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub


menyediakan kemampuan berikut:
- memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
- workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
- tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)

Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk


berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.

Cara kerja Hub


--------------
Hub pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia
mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya
ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan
melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan
memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena
paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host
(meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).
Switch
------

Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan


tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua
port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch
dapat secara drastis mengurangi traffic network.

Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya


yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan
paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address,
switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

MSAU
----

MSAU adalah Multistation Access Unit yang berfungsi seperti hub pada
network Token Ring. MSAU mempunyai kemampuan untuk membypass kabel
yang putus atau station yang gagal untuk memelihara integritas
ringnya.

Concentrator
------------

Concentrator atau wiring concentrator mirip dengan hub dan kedua


istilah ini sering dipertukarkan. Ia melayani sebagai central
connection point dimana sejumlah kabel yang datang bersatu. Sebuah hub
atau switch melakukan fungsi sebagai sebuah concentrator.

Pada bentuk yang paling sederhana, concentrator adalah multiport


repeater. Ia menggabungkan sejumlah line yang datang dengan sejumlah
line keluar. Beberapa concentrator dapat mengontrol error, menentukan
kualitas kabel, dan melakukan fungsi-fungsi administratif. Seperti
sebuah MSAU concentrator pada network ring menjaga ring tetap bekerja
jika workstation hilang atau dipindahkan.

Interconnectivity Device dan fungsinya


--------------------------------------

Bridge, router, dan gateway adalah interconnectivity device. Fungsi


utamanya adalah untuk menghubungkan segmen atau multiple network
menjadi single, sistem yang heterogen dimana komputer-komputer dapat
berkomunikasi. Device ini kadang disebut sebagai relay.

Bridge
------
Bridge adalah relay atau interconnecting device yang digunakan untuk
menggabungkan beberapa LAN.

Sebuah bridge dapat:


- menghubungkan segmen network bersama memfilter traffic dengan
- membaca packet addressnya menghubungkan network yang berbeda
- (Ethernet dan Token Ring) jika level protokol yang lebih tingginya
- sama atau bisa ditranslasikan

Sebuah bridge tidak dapat:


- menentukan jalur mana yang paling efisien untuk mentransmisikan data
- menyediakan fungsi traffic management (melewatkan kemacetan)

Fungsi-fungsi bridge dapat dilakukan oleh sebuah server atau device


bridge mandiri.

Aturan umumnya adalah tidak boleh ada lebih dari empat bridge pada
satu LAN.
Pelewatan traffic antara segemen-segmen LAN
-------------------------------------------

Sebuah bridge mengecek MAC Address dari tiap paket yang


diterimanya. Bridge menentukan alamat tujuan paket dan
membandingkannya dengan tabel routing yang dipeliharanya.
Berdasarkan
pembandingan ini, bridge melakukan tiga tugas:

1. Jika alamat tujuan pada routing tabel dan berlokasi di


segmen yang
1. sama dengan pengirim, packet dihilangkan. (Tidak ada
keperluan
1. untuk melewatkannya melalui bridge jika ia dialamatkan ke
host
1. didalam segmennya.)

2. Jika alamat tujuan berada dalam routing tabel dan berlokasi


pada
2. segmen yang berbeda, paket kemudian diteruskan ke segmen
tersebut.

3. Jika alamat tujuan tidak berada pada tabel routing, paket


kemudian
3. diteruskan ke semua segmen.

Catat bahwa saat bridge menerima packet dari satu host yang
dialamatkan kehost pada sisi yang lain, bridge melewatkan
frame date
melalui koneksi tersebut. Jika bridge mendeteksi traffic yang
dialamatkan ke segmen aslinya, ia tidak mengijinkan ia untuk
lewat. Dengan cara ini bridge melakukan fungsi filtering yang
mengurangi keseluruhan network traffic.

Meskipun bridge dapat mempelajari MAC address dari station


pada
network, ia tidak dapat menentukan jalur yang paling efisien
untuk
mengirimkan data. Tugas ini membutuhkan sebuah router.

Pembuatan routing table oleh bridge


-----------------------------------

Routing tabel untuk bridge berbeda dengan routing tabel yang


digunakan
oleh router. Routing tabel yang digunakan bridge bersasarkan
pada MAC
address bukannya IP address. Tidak seperti router, bridge
tidak
berbicara dengan sesamanya untuk mengupdate routing
tabelnya. Walaubagaimana, kebanyakan bridge dapat memonitor
dan
mempelajari alamat dari tiap-tiap station pada network. Mereka
menggunakan informasi ini untuk membentuk routing table.

Saat bridge menerima sebuah packet, ia menguji sumber MAC


addressnya
dan menggunakan informasi ini untuk menambah atau mengupdate
routing
tabelnya. Sebuah bridge hanya perlu mengetahui suatu MAC
address
berada pada segmen yang mana sehingga ia bisa secara tepat
meneruskan
paketnya. Saat ia menguji sebuah paket, ia mungkin tidak tahu
pada
segmen yang mana alamat tujuan berada, tapi ia tahu dari
segmen yang
mana paket berasal. Jadi MAC address sumber dan segmennya
ditambahkan
ke routing tabelnya. Setiap waktu routing tabelnya diupdate
dengan
semua MAC address dan segmen.

Network Partitioning
--------------------

Jika performansi network menurun karena berlebihan traffic,


satu
kemungkinan solusi adalah mempartisi/membagi network menjadi
dua atau
lebih segmen. Sebuah network dapat dipartisi menggunakan
bridge. Bridge ini disisipkan antara dua segmen LAN dan
sebagaimana
traffic mengalir melalui LAN, bridge ini memfilter dan
meneruskan
sesuai dengan alamatnya. Hanya traffic yang ditujukan ke
segmen yang
lain yang diijinkan melewati bridge.

Partitioning kadang disebut juga sebagai segmenting network.


Keuntungan partitioning (segmenting) network
--------------------------------------------

Jika kelebihan traffic mulai menurunkan performance, salah


satu solusi
adalah mempartisi networknya.

Sebagai contoh, asumsikan sebuah network perusahaan


menghubungan
departemen accounting dan marketing yang menghasilkan sejumlah
message
berikut selama hari kerja: Marketing ke Marketing: 200;
Marketing to
Accounting: 100; Accounting to Marketing: 100; dan Accounting
ke
Accounting: 200.

Tanpa partisi, semua traffic akan mengalir melalui kedua


departemen. Jadi, 600 message akan diarahkan ke tiap-tiap
host. Bagaimanapun, jika kedua departemen dipartisi dengan
memisahkannya dengan bridge, semua message internal marketing
akan
tetap berada pada sisi networknya. Hanya Message yang
ditujukan ke
accounting yang melewati bridge ke segmen accounting.
Kebalikannya
juga berlaku. Segmen marketing tidak akan dipenuhi dengan
message
internal dari accounting. Hasilnya adalah 50% penurunan pada
keseluruhan network traffic; setiap segmen sekarang hanya
memproses
300 message.

Sebagai aturan umum, jika apa yang anda inginkan adalah


partisi
network, bridge adalah piliha utama daripada sebuah router
karena ia
beroperasi dengan overhead yang lebih sedikit.

Masalah potensial yang terjadi saat menghubungkan Ethernet dan


Token
Ring LAN dengan Bridge
----------

Bridge mampu untuk menghubungkan LAN yang menggunakan physical


dan
MAC-layer protokol yang berbeda, seperti Ethernet dengan Token
Ring. Bagaimanapun, ada beberapa masalah potensial dengan
koneksi ini:

- Token ring mempunyai mekanisme untuk mensetting prioritas


- transmisi. Ethernet tidak. Paket ethernet lebih kecil dan
- strukturnya berbeda dengan paket token ring Informasi paket
ethernet
- dikodekan berbeda dengan paket token ring Ethernet
menggunakan
- transparent bridging untuk mengidentifikasikan alamat
network dan
- token ring menggunakan source routing

Sebuah transalation bridge bisa digunakan untuk mengeliminasi


kemungkinan masalah berhubungan dengan penggabungan LAN
ethernet dan
token ring. Dibanding yang lainnya, bridge tipe ini mampu
untuk
menghilangkan data dari satu frame (misalnya ethernet) dan
mempackagenya kembali menjadi frame yang lain (misalnya token
ring).

Keuntungan yang disediakan bridge


---------------------------------

Bridge adalah sebuah relay atau interconnecting device yang


bisa
digunakan untuk menyediakan beberapa kemampuan berikut:

- Memperluas/menambah jarak dari network yang ada Menambah


jumlah
- workstation pada network Mengurangi kemacetan trafic (dengan
network
- partitioning) Menyediakan koneksi ke network yang berbeda
(misalnya
- Ethernet ke Token Ring) Memindahkan data melalui
intermediate
- network dengan protokol yang berbeda

Transparent bridging dan perbandingannya dengan source routing


--------------------------------------------------------------

Tranparent bridging dan source routing adalah dua teknik


pembelajaran
yang digunakan oleh bridge untuk membentuk tabel alamat dari
semua
station pada network. Tanpa adanya teknik ini, sistem
administrator
harus secara manual mengupload alamat-alamatnya kedalam
bridge.

- Transparent bridging digunakan pada network Ethernet. Bridge


- mempelajari alamat station dengan menguji jadai frame jika
mereka
- lewat. Tabel alamat mengasosiasikan alamat sumber dari frame
data
- dengan alamat networknya. Tabel ini direview terus menerus
dan
- terupdate jika network berubah.

- Source routing digunakan pada network Token Ring. Bridge


mempelajari
- alamat station dengan mempunyai sebuah node sumber yang
mengirimkan
- paket penjelajah. Multipel paket explorer dikirimkan melalui
network
- ke tujuannya. Kemudian mereka melaporkan kembali ke node
sumber yang
- menentukan jalur yang paling efisien. Informasi jalur ini
kemudian
- disimpan didalam bridge dan semua transmisi berikutnya
menggunakan
- jalur ini.

Ingat dalam pikiran bahwa tujuan dari baik transparent


bridging
ataupun source routing adalah untuk menjaga bridge membuat
looping
dalam network. Perbedaannya adalah transparent bridging adalah
metode
Ethernet untuk memblok looping dan source routing adalah
metode Token
Ring untuk menghindari looping.

Spanning Tree Algorithm


-----------------------

Spanning Tree Algorithm (SPA) adalah proses yang digunakan


untuk
mendeteksi dan menurup circular traffic patterns (looping). Ia
beroperasi dengan menutup beberapa ports pada bridge yang
memberikan
beberapa jalur data ke seluruh network.

SPA mengindentifikasi sebuah root bridge dan kemudian


menentukan jalan
melalui network ke root bridge berdasarkan harga termurah.
Port bridge
yang menyediakan jalur redundan didisable untuk menghindari
loop. Akan
tetapi, port-port ini dapat digunakan sebagai backup jika port
utamanya gagal.

Perbedaan utama antara bridge dan router adalah bahwa sebuah


router
akan mensupport multiple path diantara networknya. Sebuah
bridge hanya
bisa menentukan satu path.

Router
------

Router adalah relaying device yang digunakan untuk


menghubungkan dua
atau lebih network, baik secara lokal ataupun melalui WAN.
Kunci utama
kelebihan router adalah kemampuannya untuk menentukan path
terpendek
ke tujuan. Tambahannya, router menawarkan kemampuan fault
tolerance
untuk meroute traffice melalui link alternatif jika link
utamanya
sibuk atau putus.

Router dapat mentransfer data antara dua network dengan


protokol
lower-layer yang berbeda (Physical dan Data Link). Jadi,
router bisa
menghubungkan Ethernet dengan Token Ring. Tapi, agar router
berfungsi,
protokol pada Network layer dan layer yang lebih tinggi harus
sama. Sebagai tambahan, protokol harus routeable. Beberapa
protokol
seperti NetBEUI tidak routeable.

Router beroperasi di Network layer pada model OSI. Tidak


seperti
bridge, router melihat IP address, bukan MAC address. Lebih
spesifik,
mereka hanya melihat pada Network ID dari alamat, bukan host
ID.

Router tidak melewatkan broadcast. Badai broadcast dapat


terjadi jika
banyak host melakukan broadcasting pada saat yang sama.

Routing Table
-------------

Routint table berisi entri dengan IP address interface router


dari
network yang lain. Ia tidak berisi alamat untuk tiap host pada
tiap-tiap network. Ia hanya menyimpan alamat dari router yang
menyediakan interface ke network tersebut.

Umumnya routing tabel berisi empat potongan informasi: network


address
(ID net tujuan); net mask (untuk menentukan subnetting);
address dari
router untuk network id (near-side address); dan metric
(jumlah hop ke
router tersebut).

Cara kerja router


-----------------

Router menggunakan routing tabel yang disimpan dalam memorynya


untuk
membuat keputusan tentang kemana dan bagaimana paket
dikirimkan.

Router melihat informasi dari paket yang diterimanya dengan


menentukan
network id dari IP address. Kemudian ia mengecek network id
ini pada
routing tabelnya untuk menentukan tujuannya. Jika router dapat
meneruskan paket secara langsung ke tujuan, ia akan
melakukannya. Jika
tidak, ia mencari ip address dari router yang mempunyai
interface
untuk network tersebut. Ia kemudian mengirim paket ke router
tersebut
untuk diteruskan. Jika tidak ada entri yang sesuai pada
routing tabel,
router akan mengirimkan paket ke gateway defaultnya.

Hop adalah pelewatan melalui sebuah router. Jika paket harus


berjalan
melalui tiga router untuk sampai ke tujuannya, ia dikatakan
mempunyai
3 hop.

Saat paket melewati router, MAC address sumber asli dan tujuan
dibuang
dan dibuat kembali. (Tapi IP address sumber dan tujuan tidak
dirubah). MAC address sumber dari host pengirim diganti dengan
kepunyaan router dan MAC address tujuan diganti dengan
kepunyaan
router berikutnya, atau, jika paket bisa diteruskan secara
langsung,
diganti dengan kepunyaan host tersebut. Process penghilangan
dan
pembuatan kembali MAC address membutuhkan sumber pemrosesan.

Perbedaan antara static dan dynamic router


------------------------------------------

Ada dua tipe router: static dan dynamic. Static router


dikonfigurasi
secara manual. Routing tabelnya diset manual dan disimpan
dalam
router. Tidak ada informasi sharing diantara sesama router.
Hal ini
mengakibatkan keterbatasan yang jelas karena ia tidak dapat
secara
otomatis menentukan route terbaik; ia selalu menggunakan rute
yang
sama yang kemungkinan bukan rute terbaik. Jika route berubah,
static
router harus diupdate secara manual. Karena static router
menyediakan
control penuh pada routing tabelnya, ia lebih aman dibanding
dynamic
router.
Dynamic router mampu membuat routing tabelnya sendiri dengan
berbicara
ke sesama router. Untuk melakukannya ia menemukan route dan
route
alternatif yang berada pada network. Dynamic router bisa
membuat
keputusan pada route yang mana sebuah paket mencapai tujuan.
Umumnya
ia mengirimkan paket ke route yang paling efisien; salah satu
yang
menghasilkan jumlah hop lebih sedikit. Bagaimanapun, jika
route macet,
dynamic route dapat mengirimkan paket ke route alternatif.

Pertukaran informasi antara router


----------------------------------

Dynamic router menggunakan apa yang disebut sebagai 'interior


gateway
protocol' untuk mempertukarkan informasi routingnya. Dua dari
protokol
yang paling umum adalah RIP (Routing Information Protocol) dan
OSPF
(Open Shortest Path First). RIP menggunakan distance-vector
algorithm
(DVA) untuk menghitung path routingnya. DVA mendasarkan
keputusan
routingnya pada jumlah hop yang paling sedikit dan
mempertukarkan
routing tabelnya diantara router-router yang lain setiap 30
detik. OSPF menggunakan sebuah link-state algorithm yang
membutuhkan
pemrosesan yang lebih besar dibanding DVA tapi menawarkan
kontol
lebih. Tabel routing diupdate sebagaimana memungkinkan.

Geteway
-------

Gateway adalah relaying device yang palin pintar. Ia bisa


digunakan
untuk interkoneksi sistem dengan protokol, format, bahasa, dan
arsitektur yang berbeda dengan cara bertindak sebagai sebuah
translator.

Sebuah gateway dapat digunakan untuk menghubungan dua sistem


yang
secara penuh berbeda seperti sebuah mainframe (SNA) dengan
sebuah PC
LAN (IPX/SPX). Hal ini mungkin karena gateway melakukan fungsi
translasi protokol. Sebagai translator, sebuah gatewah
merepackage
data yang datang dan merubah syntaxnya untuk match dengan
sistem
tujuannya.

Karena translation adalah proses yang complex, gateway


cenderung lebih
lambat dan dapat menjadi bottleneck pada network.

Gateway umumnya dikatakatan untuk berfungsi di application


layer pada
model OSI. Pada kenyatannya, ia melakukan fungsi keseluruhan
layernya.


.   
 .  -61171869$9-:%-16/ 
 


Ê
ÊÊ

Ê Ê  ÊÊ Ê   Ê  Ê  Ê Ê Ê Ê

   Ê  Ê Ê  Ê 
 Ê
Ê  ÊÊ  Ê  Ê 
 Ê
 Ê  ÊÊÊ
ÊÊ Ê  ÊÊÊ Ê
Ê Ê ÊÊ ÊÊ Ê Ê
  Ê  Ê Ê Ê ÊÊ Ê
ÊÊ ÊÊ  Ê
Ê 
ÊÊ Ê
ÊÊ
ÊÊ Ê ÊÊ Ê Ê Ê  Ê

  Ê Ê
 Ê
 Ê Ê
 Ê

  Ê Ê Ê Ê   Ê Ê Ê  Ê   ÊÊ


Ê Ê
Ê Ê Ê Ê Ê Ê Ê  Ê   ÊÊÊ
 Ê Ê!Ê
  Ê Ê Ê 
 ÊÊ  ÊÊ"Ê
Ê
 Ê ÊÊ
Ê  
# Ê Ê  
  ÊÊ Ê
ÊÊÊ Ê
$%Ê  Ê  ÊÊ ÊÊ Ê Ê&Ê Ê 
ÊÊ% Ê$ Ê Ê'Ê
   Ê   Ê(Ê$ Ê!Ê 

ÊÊ  Ê  Ê Ê  Ê Ê$%Ê


Ê


   Ê Ê  Ê   ÊÊ 


 Ê ÊÊ
 Ê Ê$%ÊÊÊ
 Ê  Ê 
 ÊÊ
 Ê Ê)  Ê$%Ê
Ê
* ÊÊ
Ê 
Ê  Ê
   Ê ÊÊÊ 
 Ê  ÊÊ
   Ê Ê
 
Ê
Ê Ê
 ÊÊ 
 Ê
Ê Ê 

Ê
  Ê Ê
  Ê Ê  * Ê ÊÊÊ
Ê ÊÊ ÊÊ 
 Ê$%Ê
Ê Ê  Ê
 Ê* Ê

   Ê )+)*Ê Ê ÊÊ


  Ê,  
Ê
-Ê  Ê    ÊÊ
Ê  Ê  Ê
   Ê Ê Ê 
 Ê Ê



   Ê  Ê Ê.! --Ê  Ê   Ê


 Ê$%Ê Ê
 Ê  
 Ê
  Ê  Ê Ê  ÊÊ Ê  Ê

+ /Ê0 ÊÊ ÊÊÊ0Ê Ê Ê  


 Ê Ê ÊÊ 
 Ê
 Ê Ê  Ê0$%Ê1 Ê Ê   Ê
ÊÊ  Ê Ê  Ê Ê Ê
0$%Ê
Ê
1 Ê Ê
Ê
   ÊÊ  ÊÊ 
 Ê Ê ÊÊ Ê Ê 
Ê  Ê

Ê   Ê   Ê 
 Ê2 Ê Ê  Ê Ê Ê  Ê+ 
 Ê1 Ê
 Ê02,Ê  Ê   Ê  Ê
Ê
!  Ê0$%Ê
Ê ÊÊ 
Ê Ê Ê ÊÊÊ
ÊÊ3Ê 3ÊÊ
 22 ÊÊ Ê Ê 
 Ê3     3ÊÊ!Ê Ê Ê0$%Ê
 Ê
Ê)  Ê$%Ê Ê
Ê Ê 
 Ê  Ê  
Ê Ê  Ê  Ê-Ê ÊÊ Ê
 Ê Ê4  Ê Ê  Ê ÊÊ& Ê  5Ê  Ê Ê Ê
Ê Ê Ê  
Ê


Ê&66Ê  Ê

å 

; !
 

          "
    
   
     
               
    
    
 
  
  
 
   

 
    
  
            

   
     
      

 
 #
        
     

  "
 !     
                   


  
   
  "
; "
    

  

    $11(  "
         
$2



#"
#   
   &
   "
     "
 
   
   !c "
          
     6 
   c
"  
   :          3#    (     
     
  
 

  !c    #"

         
  
#"
  !c
  
 
    
  #"
 '
 
 !c

£ 

0
 !
    
  
   
   

      
 

   
  
             
 

 
  
     
0
      
"    

     
   !c
 
   0
   ;'!'0#  

 
  
 ,"  .  
  
  
 
  
   
 
           
   
 (;.. 
   
  !c     
 
  
  
  


`
  
            
   3#     
 
   
    
         
    
          
(!     
1 

  

  
             
 

 
              
   


 
   

 
     "
         
 

  
        


   
   
                   
  "
  

 
  
  
     

 
   

.  

         -
    -      
         
  0 
- 
   
 
      
  !c

 
  / ! c
"
  c  -      
      !c    
   !c