PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi. 1:1 -. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. C. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. emosi maupun kerohanian anak. menyebar tapi kemurniannya terjaga. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. . sejarah. semuanya ada dalam wilayah Tuhan. 2. B.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: . Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Dianiaya. LATAR BELAKANG PL: BANGSA. 3. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. Kej. Pendidikan berpusatkan pada Allah. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. kita harus membinasakan guru-gurunya.Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. hati nurani manusia.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam. sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. 2:10 -. kecil tapi kuat. . 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani.

Musa mengajarkan Israel untuk takut. namun demikian. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. dan kehendak manusia. maka hidupmu akan selamat. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Tidak ada Allah yang lain. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. 3. 15:37-41.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. 4. Memberikan konsep Allah yang paling akurat. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. memiliki semuanya.b. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan. 5. mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". khususnya ketika masih balita. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. 1. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. Allah menghendaki mereka melakukannya. emosi. tapi juga dengan hati yang taat. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. lain dengan yang lain. jelas dan pendek Tuhan adalah unik. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. 2. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. yang benar dan yang sempurna. tapi kasih lebih dalam dari takut. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -. Ayat 4 ("Dengarlah. Jauh. sehingga kita takluk kepada Dia. hanya satu Allah saja. apabila engkau bangun. Orang Yahudi . Dia Allah yang hidup. apabila engkau sedang dalam perjalanan.") Mereka yang mengasihi Allah. 11:13-21 dan Bil. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. o Mengasihi dengan hati yang tulus.prinsip iman dan ketaatan.

mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7). Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang . dan Ulangan 11:18-21. pastor. pendidikan -. Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. Ulangan 6:4-9. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6). guru sekolah minggu. Keluaran 13:11-16. Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu.menerus. Ulangan 6:4 memuat "Shema". Sebenarnya justru dalam era modern sekarang. Keluaran 13:1-10. Namun. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9). pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak. 1. gembala. dan Ulangan 11:18-21. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Keluaran 13:11-16. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah. jiwa. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita.khususnya pendidikan rohani -.mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. Di dalam keempat naskah tersebut. yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati.merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. 15:37-41) b. mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). dan kekuatan mereka (ayat 5). Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8). PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta.

tapi juga perbuatan. Untuk itu. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan. 4.Allah. Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu. Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. dan perbuatan (Ulangan 6:7). bukan hanya melalui perkataan. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. taat pada Tuhan. 2. pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". mengasuh. biasanya pedang atau anak panah. Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. sikap. kerendahan hati. Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23). upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. Lebih jauh lagi. ketaatan. mengasihi-Nya. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat. Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. mengatakannya setiap hari. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing. mandiri. dan percaya pada kekuatan diri sendiri. Hal ini diperlukan karena orangtua atau . dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut. selama semuanya dilakukan dalam kasih." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. 3. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. dan kesediaan untuk ditegur. baik secara fisik maupun secara verbal. atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. hidup menurut jalan-Nya. supaya hukum TUHAN ada di bibirmu.

2005. sibuk. Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi. f. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian. toleransi. d. tanpa ada tekanan. 4.org/pepak/pustaka/050836/. 3. daya tahan fisik anak. Loyola. Kasus. b. Pelaksanaan peraturan. b. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. stress. Yulia Oeniyati. 2001. Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas. e. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak.oase online. c. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. Abd.sabda. dan tujuan dari pemberian sanksi. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah.Rahman Assegaf. kesepakatan. 6. a. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. a. c. dan Konsep. 2. Boehlke. d. kesanggupan anak untuk menerimanya. Silabus PAK Anak. Robert R. tingkat perkembangan anak secara psikologis. kesatuan. http:// pepak.sabda. f. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya. tegang. karena dapat berakibat fatal bagi anak. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama. Sumber: a. d. Menciptakan suasana riang. 7. e. http://www. Proses belajar mengajar. www. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: . Peniel Maiaweng. 5. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. c. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Menujukkan teladan yang baik. b. dan dukungan belajar. 2004.guru yang melakukan kekerasan terhadap anak.org. Michelle Anthony. Christian Education. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya.

Stevri Lumintang). salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se . Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. Frank Gaetano Morales. bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak.” (Fatwa MUI. h t t p : / / w w w .com 1 2. Bahkan. Protestan. mereka menyatakan.” (Dr. meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis. Dan memang. 2005). ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w . Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama. Sebagai satu paham (isme). menurut Charles Kimball. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”. Atau. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini. dan sebagainya. menurut penganut paham ini. Sebagai ‘terminologi khusus’. PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik. a d ianhusaini.luralisme Agama Musuh Agama Agama . apapun jenis agama itu. ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama. ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama. misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’. Jadi. dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR. a d i a n h u s aini. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). Bahkan.Document Transcript 1. tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. I. semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. ‘saling menghormati’ (mutual respect).’’ (Pdt. Hindu. “Paham Sekularisme.com 2 3. Dr. cendekiawan Hindu).

2002). (New York: HarperSanFrancisco. bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. Pertama. hal. When Religion Becomes Evil. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu. Yang dimaksud dengan “relatif”. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. (Deep down. dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri. Di kalangan Yahudi. kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. . inklusivisme. tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. ialah bahwa semua agama adalah relatif. (Yogyakarta: Kanisius.ndiri. 17. sebab sejak awalnya. muncul nama Moses Mendelsohn (17291786). tokoh Yahudi lainnya. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. dan merupakan satu proses pencarian. Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. Ernst Troeltsch. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . Ketiga. menyatakan. 1989). Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. Karena itu. a d i a n h u s a i n i . eksklusivisme. karena berbagai sebab dan alasan. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). meskipun Kristen merupakan agama yang benar. (2) Semua agama. Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan. secara esensial adalah sama. terbatas. Kedua. Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru. mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. Karena itu. “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. 3 1 Charles Kimball. (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. Dan bagi Kristen. 3 Ibid. tidak sempurna. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. 2 Frans Rosenzweig. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). 2 Harold Coward. semua agama adalah sama. Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan.” (Roma. kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. 1 Paham ini telah menyerbu semua agama. Di luar itu tidak selamat. c o m 3 4. hal. misalnya. Menurut ajaran agama Yahudi. 2122. Di antara New Testament. yaitu (1) semua agama adalah relatif.” 4 Dalam tradisi Kristen. 11:28). kata Mendelsohn. yang berpandangan.

2004). lihat Adian Husaini. John Hick. 1991). tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. In pluralism. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. 67. Christian Theology: an Introduction. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. p p 458 459; Daniel B. Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions. 1995). hal. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. Vol. yakni Prof.” (Yohanes. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. yaitu kaum Yahudi. Di Campagna. Di Roma. Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. Clendenin. 2004). Hal. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. 1 (Encyclopaedia Judaica. 17 (Peter de Rosa. Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya. Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. 1994). hal. a d i a n h u s a i n i . Pluralisme. (Malang: Gan dum Mas. h t t p : / / w w w .pluralisme. 8:44). dikutip dari Stevri I. 2. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’. 27:25). 17 dari 18 sinagog dihancurkan. mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. 5 Alister E. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. Knitter. Mcgrath. Saat menjadi kardinal. Di sini Paus menekankan. Dalam pandangan Pluralisme Agama. hanya dua bulan setelah pengangkatannya.” (Matius. no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen. (Oxford: Blackwell Publisher. 4 Paul F. (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). (London: Bantam Press. c o m 4 . 266269. adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. No Other Name?. bahwa para pembunuh Kr istus. Pada tanggal 17 Juli 1555. termasuk Talmud. Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. Paus Paulus IV. 12. (Michigan : Baker Books. Lumintang. Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy.

dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. dan Islam. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. bukan sebagai satusatunya (agama). Bahwa. Sebelumnya. dalam Mircea Eliade (ed).’’ (To day. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. Dalam pengantar bukunya. tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. konsepsi. Karena itu. Judaisme. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme. we have all become conscious. Tapi. kata Hick kepada kaum Kristen. Juga. dan spiritualitas keagamaan yang khas.5. Vol. The Encyclopedia of Religion.” Menurut Hick. 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan. agamaagama seperti Hinduisme. 1987). (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. menurut Hick. 331. Di Barat. in varyi ng degrees. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. “the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”. (Philadelphia: The Westminster Press. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan. 12. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan. however. hal. para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. Sejarah kekristenan Barat. adalah merupakan konsep universal. each with its own distinctive forms of . God Has M any Names. ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. 1982). that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. 6 Intinya. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. saat ini. Budhisme. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. pemikiran.

Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different. Anis Malik Toha. yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. tahun 2004) . sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). h t t p : / / w w w . And accordingly. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion. and spirituality. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. Ketiga. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different. tokoh pembaruan Islam di Indonesia. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia. yang menyesatkan bagi pengikutnya). filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama.A. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. hal. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”. a d i a nhusaini. bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. Bhagavad Gita. menyatakan. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. 12. baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. Kedua. “Sebagai sebuah pandangan keagamaan.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. not as the one and only. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. penyebaran paham ini sudah sangat meluas. but as one of several. thought. “agamaagama lain berbicara secara berbeda. tulis Nurcholish lagi. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain. pusat roda itu adalah Tuhan. Nurcholish Madjid. sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. 8 Sebagai contoh. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama. di Majalah Islamia edisi 4. Jalaluddin alRumi. pertama. Yaitu. Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu.com 5 6. meskipun lampunya berbeda). Sebagai contoh. Prof. D i Indonesia. peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu).experience. Vol. tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. 332. Dr. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith. Ibarat roda. Lalu. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. “Menuju Teologi Global”. Anis Malik Toha. atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”.

dengan variasi. Semuanya menuju jalan kebenaran. adalah benar. seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban. (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya. jalan panjang menuju Yang Mahabenar. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris). Karena itu. Karena itu. Islam Doktrin dan Peradaban. 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia.” (Majalah GATRA. yang secara eksoterik memang berb edabeda. Islam bukan yang paling benar. (Jakarta:GIP. 9 Lihat. juga menyatakan: “Semua agama sama." 9 Ulil Abshar Abdalla. (Jakarta: Paramadina. Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’. semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu. (Bandung: Mizan. buku Tiga Agama Satu Tuhan. hal. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan".” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. soal ‘cara’. and that is European civilization. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit . xix. 21 Desember 2002). dan itu adalah peradaban Eropa. sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari.dan eksoterik (lahir). sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). 1999). "Sunnatullah") yang tidak akan berubah. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. Semua agama. Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk. we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). saya mengatakan. tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu.adianhusaini. Therefore. dosen Universitas Paramadina. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal. da n Nurcholish Madjid. 2004). Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. (Jakarta:GIP. lxxvii. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik. h t t p : / / www.. tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. lihat Adian Husaini. Luthfi Assyaukanie. Dalam katakata Abdullah Cevdet. d engan demikian.” (There is only one civilization. 2005). Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting. Ja di. menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim. hal. 1995).” (Kompas. tetapi substansinya dianggap sama. yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus. kita harus meminjam peradaban Barat. misalnya.com 6 7. Dr.

adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI. S ahabat Umar. Karena itu. bisa . Berbagai buku. Abu Nawas. Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. Luther. Adapun keberagamaan. mungkin Dia hanya tersenyum simpul. kepercayaan. Muhammad. 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby. atau ajaranajaran Tuhan itu. c o m 7 8. jurnal. juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. kepercayaan. adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar. Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. Karena itulah. standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w . Melalui standar ganda inilah. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat. Tidak heran. Dengan demikian.” (hal. sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas. Romo Mangun. terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain. perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci. Jesus. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. dan sejenisnya. Bunda Teresa. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan. malaikat. pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama. Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. nabi. (hal. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. seperti The Asia Founda tion. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. Dalam sejarah.” (hal. Udin. antara lain. yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran.” (Kompas. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu. 45). Pada gilirannya. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. 20). a d i a n h u s a i n i . 24) … Agama adalah seperangkat doktrin.usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. tahun 2005. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang. artikel. merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. Ford Foundation. Ba harudin Lopa. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. Sebagai contoh. untuk menghakimi agama lain. dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. hal. Ghandi.

kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim. misalnya. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A. MUI dikatakan tolol.” Dalam jurn al ini. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI). Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan.” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim.dipahami. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan.com 8 . ”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. Dalam situsnya. 2004 – 2005. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan. pluralisme agama.http://www. dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES). MUI menjadi bah an cacimaki. (Bandung: Pustaka Setia. madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren.” Kita juga masih ingat. Di samping itu. menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme. biarkan Tuha n yang menentukan. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. Di tingkat universitas. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme.usembassyjakarta. dan sebagainya. lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. staf PBHI itu menyatakan. Kalau persoalan agama. sesuatu ini sesat.S. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. dan liberalisme.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator. 2005) .” Berikutnya. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat.html) pada 4 Mei 2007.adianhusaini. jel as hukumannya sampai 5 tahun. memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan. Ilmu Studi Agama. Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu.

dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation). Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. muslimnonmuslim. Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation). yang pada gilirannya akan . Dalam membantu jangkauan jangka panjang. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. Konsep imankafir.” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini. tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. Sebagai contoh.9. Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim. mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi. Universitas Muhammadiyah. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri. dan baikbenar (truth claim). Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran.

mustahil pula kita melawan dan menghindari. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme. ketuhanan dan kemanusiaan. hal. sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci. dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain. Hindu. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme. misalnya. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. karena itu. Jurnal Tashwirul Afkar.adianhusaini. Vol 1.merusak harmonisasi agama agama. Sementara di balik perbedaan itu. juga secara sengaja menyebarkan paham ini.com 9 10.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama. Vol 1. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- . 11 Januari 2004. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini. dan sebagainya. 8283. Muhammadiyah pun juga kesus upan.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. Salah satu sebabnya. 8283. luhur. h t t p : / / w w w. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”. Juli 2003.” 11 11 Khamami Zada. Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. te rkandung pesan dasar yang sama yakni. Dan. Jurnal ini. Jurnal TANWIR edisi 2. Juli 2003. S ebagai muslim. hal. 13 Jawa Pos. mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu. edisi No 11 tahun 2001. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Kristen. Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. agung. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam.

. hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama. (Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman. s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang. mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. Dengan kata lain. diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation. Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . Jadi. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran.Muslim adalah kafir.” (Kembali keAlQur’an. c o m 10 11. hal. mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan.) 14 A. 164. . Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas. 2004).. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan. Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru.Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad. Mun’im Sirry (ed). melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir. 2004. apapun agama dan aliran kepercayaannya.. pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP. editor: Pradana Boy ZTF dan M. atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. Hilmi Faiq. bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim. setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya. Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil. a d i a n h u s a i n i . kafir tidak identik den gan nonMuslim. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran. Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . Inilah su bstansi kafir . Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH.. dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan.” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”. Tetapi. yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini.

Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. yakni me nuju kebenaran transendental. begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan. Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. Sebab. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir. “Katakan (Muhammad). 5556). sebagaimana ditulis dalam bukunya. c o m 11 12. jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja. a d i a n h u s a i n i . maka ini sama halnya. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa. Dalam paparan berikutnya. tapi juga bisa memakai medium yang lain. Frans Magnis Suseno. Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada. dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. bisa juga dimengerti. Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik. Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini. maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. yang unik dan khas. Menjadi Saksi . Maka. Hindu. karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi.” (hal. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. Padahal. Protestan. tahun 2000. karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. Atau.” 15 Ternyata. bagaimana sikap dari Katolik. (Surah alKafirun). Paus Yohannes Paulus II. II.” Logikanya. akan terlihat. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru. Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. tentang Pluralisme Agama. maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. “aku tidak menyembah yang kamu sembah. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. h t t p : / / w w w . logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. Sedangkan esensinya sama. de ngan menyatakan. Semua agama direpotkan oleh paham ini. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. yang berbeda antara satu dengan lainnya. Prof. setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing.

Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. menurut Frans Magnis. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia. kurang lebih. kata Frans Magnis Suseno. “mistik”. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. Bagi mereka. Yesus. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. 17 Penjelasan ini. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. 15 Lihat. 59. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. Menurutnya. “holistik”. dan menyatakan. Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. Ambil saja sebagai . Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. ‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”. mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik). hal. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. mirip misalnya dengan dimensi estetik. 16 Frans Magnis Suseno. h t t p : / / w w w . 2005). dan dengan rincian berbeda. Namun. seperti Buddha. berlainan dengan Pencerahan. Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. Mereka. Paul F. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. hal. 16 Pluralisme agama. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. 2004).Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. Jadi. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. “kosmis”. Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. a d i a n h u s a i n i . yang termasuk “budaya hati” individual. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman. buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. dsb. selain menolak paham Pluralisme Agama. sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. dan bukan masalah kebenaran. sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. 138141. Pada tahun 2000. Paham Pluralisme agama. (Jakarta: Penerbit Obor. c o m 12 13. Para pendiri agama. Di kalangan Katolik sendiri. mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. Kata “dogma” menjadi kata negatif.

a d i a n h u s a i n i . (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. Dupuis menyatakan. keberadaan agama lain. jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is. God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama.vatican. ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. termasuk intern Katolik sendiri. dengan baik. misalnya. Jacques Dupuis SJ. Because she believes in God's universal plan of salvation. salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. 192199. Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation. akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. dan kalau begitu.contoh Islam dan kristianitas. Terhadap paham semacam itu. Jadi. But the Church. to whom this truth has been entrusted. so as to bring them the truth. the Church must be missionary. hal.‘Sang Kebenaran’. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. Dalam bukunya ini. Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed. kelompok lain. Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. dalam John Cornwell. 5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. c o m 13 14. dosen di Gregorian University Roma. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe . Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. katanya. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. Salvation is found in the truth. mari kita bersedia saling meneri ma. 2005). menjadi salah satu jalan.” (http://www. (London: Penguin Books. Dari kaum Kristiani.html. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik. must go out to meet their desire. Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. The Pope in Winter. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

. (Jawa Pos. 1992). Bapa yang Mahakuasa. maupun lainnya adalah benar. Dan. Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. 11 Januari 2004). Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). Sebagai muslim. (Yogyakarta: Kan isius. Sebelum segala abad . hal. hal. kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik. hal. Terang dari Ter ang. (New York: Harper CollinsPubliser. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus.“Dan. Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. dalam nalar pluralisme Gandhi. tapi berasal dari satu akar (the One). “ (Alex I. The World’s Religions. Buddhisme. konsekuensinya. a d i a n h u s a i n i . kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. konsekuensinya. Dan. 1991). 2001).” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. Yahudi. Huston Smith menulis: “Early on. yaitu 24 Dr. Sang Sabda dari Allah. Hidup dari Hidup. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. mustah il pula kita melawan dan menghindari. 11. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. Aga maagama itu diibaratkan. Harun Hadiwijono. Inilah Sahadatku. 25 Huston Smith. Zoroaster. karena itu. The World’s Religions. Prof. 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu. Dilahirkan dari Bapa. 73.. Islam. Suwandi PR. Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. “Truth is one; sages call it by different names. Karena itu. Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah. Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik. Kristen. c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). (Jakarta: BPK. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama. 910. bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. h t t p : / / w w w .

marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. sosial politik. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. Semoga ke depan. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Oleh karena itu.P. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Tampubolon. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. Di samping itu. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. 1. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. Secara jujur harus diakui. walau dalam waktu yang sangat singkat. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Demikian juga halnya marturia. Sth. ekonomi dan budaya. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Namun. Dalam hal ini. W. . kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Pendahuluan Koinonia. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. penulis menyumbangkan tulisan ini. Akan tetapi. dalam usia yang lebih lanjut. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal.

Untuk itu. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. sangat sulit dideteksi. pada akhirnya mampu melayani orang lain. dalam hal ini melalui khotbah. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. sermon dan lain-lain. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. reformatif dan transformatif). semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. 2. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat.Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. PA. Oleh karena itu. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Untuk itu. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. walaupun harus diakui ada .

diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan.25). Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Rom 12:7. ‘deacon’ itu merupakan hamba.beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Secara etimologi. Membangun Gereja yang Diakonal). Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya.23. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. hamba. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Pelayanan. 1Tim 3:8ff). Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Pada dasarnya. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. pelayanan dan melayani. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia.

tidak ada orang yang tidak berdosa. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Disamping itu. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. 3. Oleh karena itu. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Dalam hal ini Yesus berkata. Disamping itu. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat.2. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. “Aku datang bukan untuk orang benar. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). bnd Mrk 2:1-12. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama .1. 3. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Bagi Yesus. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Untuk itu.

ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye.3. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. Rom 12:4 —8). Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. Untuk itu. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh . marturia. dan diakonia. 3. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman.4. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. 3. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Dengan demiikian. Oleh karena itu. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Untuk itu.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Di samping itu. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Dalam wadah tersebut. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. efektif dan efisien. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih.

Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. budaya bahkan agama yang berbeda. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. kaum ibu dll) melalui ibadah. tetapi orang sakit. pengharapan. selebaran dll. 3. Semua bangsa. kasih. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17).adalah kasih. 3. kaum bapa. seluruh dunia. Untuk itu. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . murah hati. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. Karena itu. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. khotbah. Yesus berkata.6. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan.5. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Sebagai landasan pastoral gereja. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. kasih itu tidak berkesudahan. etnis. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. tidak memegahkan diri. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. tidak mudah putus asa. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik.

Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. ODHA/OHIDA. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. S. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 .Th. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. Oleh karena itu. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. 4. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri).Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. E. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga.R. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka.dengan segenap hati dan hidupnya. (Penulis:Pdt. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Siahaan. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah.

• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi. Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan. intimidasi. tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. .

akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial. belum menunjukkan .Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara. Suara Komunitas . Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara.Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A. Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU. Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).bertendensi suku. agama. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini. Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG. megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015. Boyolali. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit. ras. Sektor pendidikan.

tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan. Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi. Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara.Anak merupakan amanah dari Allah. sehingga menjadi anak. bukan saja berguna untuk agamanya. Suara Komunitas . karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto .penurunnya.Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara. jawa tengah. Suara Komunitas .Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat.

. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi . Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman ... suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo . Tampubolon..... Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif... W... [+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin . Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan.189820 seconds.... Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat.. • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0. Sth.. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM. ali erfan berkata : selain pisang mang ga . rifson berkata : mudahan jaringan ini .Rekrutmen CPNS. rokhim berkata : saya sangat setuju adanya . Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan.. Prie berkata : Keinginan tak selamanya . Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt.dan .... hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda . cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada .P.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. sermon dan lain-lain. Akan tetapi. PA. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. walau dalam waktu yang sangat singkat. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Secara jujur harus diakui. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Semoga ke depan. Demikian juga halnya marturia.antara pelayan senior dan junior. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. sosial politik. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Pendahuluan Koinonia. reformatif dan transformatif). juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. Dalam hal ini. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Oleh karena itu. dalam usia yang lebih lanjut. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Di samping itu. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. . dalam hal ini melalui khotbah. ekonomi dan budaya. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Namun. penulis menyumbangkan tulisan ini. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. 1.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu.

Secara etimologi. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. belum sampai pada tingkat psikomotoris. sangat sulit dideteksi. ‘deacon’ itu merupakan hamba. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Membangun Gereja yang Diakonal). Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Oleh karena itu. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Untuk itu. Untuk itu. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. pada akhirnya mampu melayani orang lain. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Pada dasarnya. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. 2. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. .Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. hamba. walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. pelayanan dan melayani.

Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain.25). Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. 1Tim 3:8ff). .Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Rom 12:7. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44).1. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. 3. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7).23. Disamping itu. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Pelayanan. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken.

Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. 3. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. bnd Mrk 2:1-12. Rom 12:4 —8). apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari . Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu.2. tidak ada orang yang tidak berdosa. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Dalam hal ini Yesus berkata. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Oleh karena itu. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. “Aku datang bukan untuk orang benar. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Disamping itu. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Untuk itu. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit.Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Bagi Yesus. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). 3. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27).3. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh.

Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. dan diakonia. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih.realisasi iman dan pengharapan. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. kaum ibu dll) melalui ibadah. 3. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. 3. Untuk itu. Oleh karena itu. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. efektif dan efisien. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Dengan demiikian. tetapi orang sakit.5. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat.4. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. kaum bapa. khotbah. Untuk itu. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Dalam wadah tersebut. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. marturia. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Untuk itu. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. selebaran dll. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. Di samping itu. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS.

Kemudian sikap tidak pemarah tidak . tidak mudah putus asa. etnis. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. Yesus berkata. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. seluruh dunia. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. 3. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. kasih itu tidak berkesudahan. Untuk itu. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. tidak memegahkan diri. kasih. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. pengharapan. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan.adalah kasih. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA.6. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. Oleh karena itu. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. budaya bahkan agama yang berbeda. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Karena itu. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Semua bangsa. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Sebagai landasan pastoral gereja. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. murah hati. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain.Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga.

Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Dari dasar berfikir atau asumsi ini. (Penulis:Pdt. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. 4. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Siahaan. maka dihasilkan . Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. S. This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter.57). tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. h. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'.terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). Harvest House Publishers.R. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. ODHA/OHIDA. 1992. E." (Islamic Invasion. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan.Th. then Islam's claim is false.

Isma'il. dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. Menurut definisi Morley. Al-Baqarah. maka klaim Islam adalah salah. maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya. 2:136. Y'qub dan anak-anaknya. dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. Agama Yahudi. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. Mahmud Yunus. Abraham. Bagi para pengikut ORBA. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam. Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. dan Islam (Al-Quran).kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. Ishak. padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. . Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. manusia dan segala isinya. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama). Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. dan Yakub. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. Ishaq. EL SEMIT Faktanya. "Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Kristen dan Islam mempercayai itu semua. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran. bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). Bila kita melihat Alkitab PL. Nuh. Tafsir Quran Karim).

Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. Agama Yahudi. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut.I. El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. di Ugarit. dan menerima kitab-kitab Ibrahim. di Ibrani.32.6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman. maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran. akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya. Ishak. Yakub dan Isa. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya. Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. Ini terlihat jelas di Semit Timur. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda. Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. namun karena dianggap telah dipalsukan. Johanes Botterwech. dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama. ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem. Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah). Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya. … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen. Ishak.Agama Islam. 242-244). di Amrit ('ilu. Vol. Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. Jadi. namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael. "'Ilu. Yoktan (keturunan Eber). namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name). sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim. dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno. Theological Dictionary of the Old Testament. 'ilum. Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa ." (G. 'ila). 'Ilu.

tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham. namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. Non-Theisme.270). Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. h. dewa berhala disebut 'Allah'). Namun. Islam). berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya. Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular). Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica. Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi. Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya. pencipta alam raya termasuk segala isinya". dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: . (2) 'Monisme' . Kristen dan Islam sama.Tuhan yang berpribadi (Yahudi. the one and only God in the religion of Islam.I. Kristen.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a. yaitu : (1) 'Theisme' . Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia). the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme). tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama. Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama. dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). Kristen. sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi.jahiliah. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya. Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5.Tuhan Okultis (satanisme).l. sedang Tuhan Theisme. dan (4) Demonisme . Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi. (3) Non-Theis . ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan. yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya. Monisme. Etymologically." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. Tao dan Kebatinan). (Vol. jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. "the God. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims.

Namun. ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia. maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam. Eliezer. dibawah kata al-Jahiliah). maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a. dalam bahasa Indonesia. Dieu'. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab. dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam.610). Ensiklopedia Islam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme.495. melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. dan Belanda (3. Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram.280). Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. dan diwarnai dekadensi moral. Inggeris (1. mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia. (Cyrill Glasse.190. yaitu bahasa Arab (1. h. para Rasul. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. Gott. Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah'). Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar. yakni agama fitrah. atas perintah imam besar di Yerusalem. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. yaitu . Demikian juga di hari Pentakosta. Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God. kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab). Pada zaman Ezra. ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia. Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan.l. inilah yang digunakan Yesus. hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. Alaha dalam bahasa Aram-Siria). melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani. mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. termasuk kata 'Allah'). dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja.

10:24-29). "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10. Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej. keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah. yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen. Eber (Kej. dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'.yabina. non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini. Dari pertanyaan yang masuk. Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. silahkan membuka http://www.25:13-16) . Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya.25:1-4) dan dari Hagar (Kej. namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut.182). Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis. namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel. hlm. (vol-I).bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula.10:22). Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya..10:26-29).32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab. namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda.. Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda). yang mencantumkan sejumlah orang- . maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya.org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'. dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible. Abraham dari Keturah (Kej. politheistis. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk.

"the God. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja. dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan. nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan. .. nama Ayah Nabi Muhammad. digunakan untuk memanggil Tuhan. dan darinya terbentuk keturunan Isma'il.4950). Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi. Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara . . the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah.. Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh. Istilah Arab berarti "Nomads". Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. .orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy. Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik. yang di dalam Bibel disebut Joktan. putra Ibrahim .. terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan .. Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. melainkan ia juga merupakan nama yang..37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary. Ensiklopedia Islam. jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani)." (Glasse.. dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael. Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham. yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini.25)..12-13).. oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur." (Encyclopaedia Britannica) . Yoktan (anak Eber cicit Sem). yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung.36) sejumlah orang Arab disebut. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. yang dalam Bibel disebut Joktan". "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia . misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah).. hlm. kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej.. yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse. yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh). "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) . Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan. "Adnan. Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan). "Etymologically. . ('Adnan' dalam Glasse. Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan.54). hlm.23). Di masda Yakub. Kelompok Arab yang asli ini.. hlm. Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan. sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah.. hlm. dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej. 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani. atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) . lagi di antara keturunan Esau (Kej. dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham).

hlm. sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'..org/allah-is-god . dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala . Salam kasih dari Herlianto/YBA.sarapanpagi. . Menjelang abad ke-7.. Kiranya uraian ini memperjelas. (Glasse. Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl.. di http://www. Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel. Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama.. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah".yabina.ALLAH IS GOD.org/layout2.'. dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir.html#p3568 .hanif). namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah. Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda. sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno ..50-51) "Hanif.htm Artikel terkait : . sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail.Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan). Khunafa). kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'. Disalindari : http://www.. (Glasse. bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam. yakni Risalah Islam". kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang. namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim. Asal kata ini tidak diketahui secara pasti.124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'. namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. Dalam bahasa Ibrani. hlm. Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru.

PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1.org/buku-the-isl .Buku : THE ISLAMIC INVASION.html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence.sarapanpagi. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II... . Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III.html#p3569 . di http://www....sarapanpagi. Kesimpulan . .ALLAH = Moon God?. di http://www.org/allah-moon-g . or return to the search results.

Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. saya pikir. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya. M0hon penjelasan dari tim katolisitas. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa). bahkan tribal (kesukuan). Menurut saya. yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan.57:27). Pada perkembangan lebih lanjut. Agama Kristen. Menurut Russell. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius. maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis. Dengan demikian. . agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi. …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q. maka seseorang harus mengambil sikap. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi.. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. Hanya dengan datangnya Islam. pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif). sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. umat pilihan Tuhan. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. Misalnya. Akibatnya. Untuk mendukung ini. bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. mungkin sudah sejak Nabi isa. Dalam skema Alquran. oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani. Terima kasih atas pertanyaannya. maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. .3:50). Romawi.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. dan sebagainya). Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional.Ndro Jawaban: Shalom Ndro. Namun. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. Dengan adanya unsur kasih. karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan.. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif.Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia.

. maka ini sebenarnya tidak benar. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. namun karena kebijaksanaan Tuhan.” (Kej 26:4) 4. Dari pemaparan ini. 2. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini. Jadi. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. Jadi. –” (2Raj 17:18-20). Oleh karena itu. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong. adalah hal yang wajar. kalau Allah memilih satu bangsa. Oleh karena itu. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7. bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. karena engkau mendengarkan firman-Ku. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. Dengan demikian. namun karena Tuhan yang memilihnya. yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. sehingga melalui bangsa tersebut. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia. maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel. Allah mereka. sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. 3. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap. Dalam hal ini. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah. karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. — 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN.1. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini. Dari sisi yang lain. akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya.

Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. Tit 2:11. karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih. Dari kutipan ini. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a. namun lebih daripada itu. Allah menjadi manusia.. seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Untuk itu. karena Yesus adalah Tuhan. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. Dan yang paling penting. yaitu “19 Karena itu pergilah. Dan ketahuilah. Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. b. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.II. 1Tim 4:10). karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. namun juga KasihNya yang menyertai kita. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Ibr 2:9. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. 2. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah .3:50). Untuk lebih lengkapnya.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. Dikatakan “Dalam skema Alquran. 1Tim 2:6). Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan. sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih. silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi. Inkarnasi. maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus. 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda.

Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. Tob 4:14.” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33).Allah. yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu. Rm 5:19. Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya.” Untuk menjawab hal ini. Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut. Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. and by her we all die. c. 1 Kor 15:21. dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7).yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. (lih Kej 2). dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. yang kemudian dikompensasi dengan kasih. manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.” (Keb 2:24). “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah. dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. perlu dianalisa lebih lanjut. Rm 5:12. . kita dapat melihat analisa dosa asal. “From the woman came the beginning of sin. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). lihat juga Rom 5:12-19.“(Keb 2:24). sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih. 1 Tim 2:14. “Tetapi aku takut. karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). dalam kesalahan aku diperanakkan. Sir 10:14-15). Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi. maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa.” (2 Kor 11:3. dan Ef 2:1-3). karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut.” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan. Yoh 8:44).

yaitu dengan pembaptisan. Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. yang ditulis sekitar 1500 SM. e. Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. . sebenarnya menjadi salah satu alasan. dan engkau akan meremukkan tumitnya. Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. maka rahmat Allah terus mengalir.” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus. Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata. antara keturunanmu dan keturunannya. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. bahwa doktrin dosa asal. harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. kalau demikian. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru.” (Kej 3:15). terlihat jelas. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik. manusia diciptakan baik adanya. Namun. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus. memilih untuk berbuat dosa.Dengan demikian.” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik). karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. karena Tuhan telah memberikan solusinya. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama. Dengan demikian. d. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian. Dikatakan “Untuk mendukung ini. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. Sebagai buktinya. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia. Namun. Namun. keturunannya akan meremukkan kepalamu. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. namun manusia tetap dicintai oleh Allah. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. dalam kondisi yang sulit ini. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia. yang disebabkan oleh dosa Adam. yang disebut dosa asal. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal. Oleh karena itu. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib.Nya di kayu salib. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan. Dengan demikian. bukan dimulai dari rasul Paulus. Dengan demikian.

ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju.f. III. telah dibuktikan di atas. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis. Hanya dengan datangnya Islam. Dikatakan “Menurut Russell.’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. Kita dapat melihat pada abad pertengahan. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan. cara hidup. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. Dengan demikian. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. Kedua. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. Perbenturan peradaban inilah .org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama. Dengan latar belakang demikianlah. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’. stef – katolisitas. Salam kasih dalam Kristus Tuhan. Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif. Pertama. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa. eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain.” Menurut saya. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa. Lain halnya dengan ‘Pluralisme. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi). dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah.’ Dalam hal agama. Sampai di sini. Dengan demikian. dan cara beragama. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru.

Selain fundamentalisme.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata. bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris. tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim.yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya.’ Tidak semua sepakat dengan Hick. dan berbeda dengan eksklusivisme. Smith menolak kristologi yang eksklusif. reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. rendah hati. namun berbeda dengan eksklusivisme. teolog Roma Katolik. Karl Rahner. dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama. dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama. INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama. yang universal sifatnya.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan. disini agamaagama diperas menjadi satu.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama.’ . namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar. Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. Sebaliknya. di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain. Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran.

Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme. Dalam mistik Hinduisme. inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama.’ Di kalangan kristen. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu.’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama.’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi). tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus.’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak. ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap . SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal. logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama. oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang. dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu. Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus. Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya.’ (Yaitu Yang SATU itu). Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap.’ Dari perspektif filsafat dan teologi. Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu. Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme.Dari berbagai pandangan di atas. Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain. namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman.

Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa. Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang. Untuk mencapai ini. Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam).org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen. Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa.3:19). kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34). Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu. apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. (QS. ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. yakni penyerahan diri secara total. Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran. karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita.yabina. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. marilah kita selidiki. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. Sekarang. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain. namun karunia keselamatan yang kita peroleh. Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri.

3:20).21:25). (QS. Jelasnya. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. karena tidak ada tuhan selain Allah (QS. sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS. melainkan dengan seizin Allah. maka apabila telah datang perintah Allah. Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat.3:67-68). Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. (QS. dan jauhilah Thaghut itu”. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu.16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya.” (QS.2:132).21:107). (QS. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu. melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. dan jika mereka berpaling. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad). Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul. Nabi Adam AS. tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama. namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu. maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad).42:13). Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani. dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.20:115). (QS. . maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. (QS. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. tetapi melebihi jumlah itu (QS. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.40:78). (QS. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). diputuskan (semua perkara) dengan adil. dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.16:36). maka ia lupa (akan perintah itu). Inilah inti dari agama Islam. Jika mereka masuk Islam. (QS. akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah). Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul.orang yang mengikutiku”. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad).40:78). (QS. demikian pula Yakub.

melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Cina. (QS. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. Namun demikian. Lebih jauh. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama).000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . dan lain sebagainya. karenanya. setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. bangsa Edom. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. yakni umat Nabi Ayub AS. Dari uraian singkat di atas. bangsa Romawi. yang lahir kira-kira 2. Yunani. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam. India. (QS. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. bahkan hingga masa Yesus. tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru.(QS. tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya. tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam. (baca: Kitab Ayub). Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus. bahkan terkesan tidak mau tahu. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. Mesir. Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Arab. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. Bahwa agama sebelum Yesus. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Terhadap umat-umat lain.38:86-87). Islam layak mendapat predikat agama universal. Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab. manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. pada masa itu. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel. Namun demikian.33:40). Dengan demikian. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. dari uraian singkat diatas. sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. bukan hanya di israel. Padahal. Sebut saja.Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja.

ini akan sulit dimengerti.yaitu kesatuan dengan penciptanya . Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan. penyebab keterpisahan manusia dari Allah. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan . Bukan jasa atau kwalitas moral. karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya. Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www. Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. Ia mencari identitas melalui supremasi ras. ekologi.geocities. Dari-Nya ia mendapat martabat. politik. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi". bangsa atau agama. tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi. ras. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe. Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah. dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks. 4). Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani. tanggung jawab dan berkat. Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus. baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. kebebasan. Tentu saja. Akan tetapi. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. etnis.ia kehilangan identitas dirinya. Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa.com/misirekonsiliasi) A. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik". sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri.menurut Paulus Tarsus.3 Dengan demikian. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan.bekan secara dualistis). Lalu. agama dsb. Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi .

24.. mewujudkan keadilan. Yes 11:1-9 dll. "Kasihilah Tuhan. Daud (2 Sam 7). Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain. kemarau dan hujan. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3. dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4."5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 . di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6). di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat. Yang terjadi adalah dehumanisasi. Allahmu. maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah. yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya. dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. 34. Yosua (Yos 24). bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah. Maz 89:27 dll. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya.9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia." (Kej 8:21-22). siang dan malam. sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru.mata ganti mata. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu". 6. tidak membalas berlebihan: ". Ul 5:7. Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal. dingin dan panas. gigi . diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah. Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. Yosia (2 Raj 23). Musa (Kel 19. Selama bumi masih ada. "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya. 4. Ul 26). membebaskan dari utang. Kel 20:3. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19).) atau antara suami dan isteri (Hos 2). di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19).): "Serigala akan tinggal bersama domba..antarmanusia. dengan semua keturunannya. Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru". Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15). Namun. Ul 6:4). karena "mencari nama". Dari situ jelas.

rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia.Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27. memberkati engkau . melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19). Partikularisme adalah partikularisme fungsional.. dan engkau akan menjadi berkat. tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham.. Mulai dengan pemilihan Abraham .. atas dasar tersebut. Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain.).bapak leluhur bersama orang Yahudi. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel. dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek.ganti gigi. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala. Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku. "janganlah engkau menuntut balas. partikularisme . hai orang Israel? .."10 Di satu sisi. dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau... 40-55. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir.. Kej 14:19. sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku.dan tidak ada yang satu tanpa yang lain. 2. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama. Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya." (Kel 21:24)8. Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil. Yes 19. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau. Sekali lagi. dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Yeh. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel. Yun dll. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33. Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain. bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel). Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11. dan janganlah menaruh dendam . Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait. orang Filistin dari Kaftor.. Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus.. Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk.. Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme.

bdk. Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14. Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. lagu gambusmu tidak mau aku dengar.. puasa dll. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Im 27:16-25) yang .terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat. Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12. ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!). Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya.untuk universalisme. Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban. Sebaliknya. melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu.15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. Bil 29 . Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali. kalau . keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya). dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah. Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah.dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5. Yes 58:6-8. perintah-Nya."kambing jantang dosa" atau "kambing hitam").. Bil 36:4. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan.atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah ." (Amos 5:21-24. Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah. Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16).17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku. Sungguh.7)16. doa.13 Korban memberikan penggantian. Yes 1:10-17. Kel 34:67). Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi. Beban dosa ditebus (di samping syafaat. yuridis dan moralis. Ul 15:1-18. dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. bdk. namun ia punya misi . religius. dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis. Aku tidak suka . apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu. Mi 6:6-8). Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa. Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci. Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain. tahun sabat dan tahun yobel (Im 25. seperti dalam pembuangan di Babel. Hos 6:6. Kel 23:10-11. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu. melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4.)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16.

Di satu sisi. maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan . sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel. membebaskan hamba-hamba.. dan . Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ". 37:26). tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial. melainkan dalam "solidaritas sesama korban"." (Yes 49:6). dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21.. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi. ke rumah Allah Yakub. Syalom sebagai pengalaman iman..biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang.dia tertikam oleh karena pemberontakan kita. menghapuskan utang-utang. bdk Yeh 34:25. dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19. tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik.dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang. panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23. Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang.dalam kidung kedua .. tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel. di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam.. di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat. Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah. Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ". supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya. Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia. Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel. eksklusif dan triumfalistik. Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya. superior.). dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa.. ditimpakan kepadanya. Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia. ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita. Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana. dan supaya kita berjalan menempuhnya. dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka". Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita". sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18. syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari. Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita.

Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu. dan mereka tidak akan lagi belajar perang. yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe. Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat.24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. Hai kaum keturunan Yakub. dan antara manusia yang begitu beranekaragam. Kalimat terakhir itu . segala silau teknologinya yang canggih. Allah Tertinggi. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah. artinya Yang Mahakuasa. yang berkuasa. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu. maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon. dan menjadi sebutan untuk Tuhan. Akan tetapi. Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme). Menurut umat Islam. manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini. belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam. dan Islam.".tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas.membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. 1. semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. Kristen. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . Di antara kedua kata tersebut. Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta. Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas. kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi.. realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah.. Segala harta dunia ini. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa. pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini.mari kita berjalan dalam terang Tuhan" . Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. Bagi orang Arab. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan.dan ilah. segala kepuasan yang ditawarkannya. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5).

atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25). Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. itulah nama-Ku” (Yes 42:8). Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. Namun demikian. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe. Sudah di masa sebelum Islam. 3. terdapat pandangan di kalangan orang banyak.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal. menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim. Dengan nama Yahwe. Akibatnya.atau dimintai perhatian. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai. bangsa Israel masih mencari Dia. Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing. Oleh karenanya. Padahal dalam kenyataannya.” hadir dan bertindak bagi mereka.[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah.[1] 2. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an. menyita. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah. Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. kata Allah bukan ciptaan orang Islam. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe. seperti Yahudi dan Kristen. Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya. sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe. Kej 32:30). melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu.’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata. melampaui batas bangsa. al-ilah disambung menjadi Allah. dan mengambil alih namanama mereka. Yahwe seakan-akan merebut. memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe.[3] Oleh karenanya. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam. Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. Dengan demikian.[4] .” dalam arti “ada untuk umat-Nya. Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk. tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama.

yakni kata yang memiliki akar kata’l. namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat. dan lain-lain). Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap.[5] Dengan kata lain. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. yaitu bahasa mereka sendiri. sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia. atau Allah dalam bahasa Arab. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu.’ Jadi. “dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. Arami. semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. Arab. Dengan demikian. demikian pula oleh orang Islam.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. yang lebih penting bagi kita ialah .‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. Jadi. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. di suatu tempat tertentu. mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah. Dengan demikian. 4. dipahami. bukan realitas in se-Nya. Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam. dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah. Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka. Dengan demikian. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula.

setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno. namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang. mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai. demikian pula oleh orang Islam. Jadi. Akibatnya. Dalam perkembangan selanjutnya. 5. Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. Untuk menggantikan sebutan Yahwe. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Daftar Pustaka . kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab.menyadari arti pernyataan diri Allah ini. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful