ABSES HATI

Kelompok 7 Fasilitator:dr.Fia-Fia

KELOMPOK 7
Nama
STEPHANIE WIBISONO FAJAR PERMATA SARI JACKY TANZIL CHASTINE FAUSTINA DIAN WIJAYANTI ELLEN ARISTIKA G. WAHYU W. ADHI VIENCENSIA IMAN TEGUH RITCHIE SANTOSO FERDY SANJAYA HARI DARMAWAN LEE

NIM
405070001 405070032 405070061 405070070 405070076 405070083 405070106 405070090 405070109 405070115 405070118 405070155 Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota penulis Anggota Ketua Anggota Anggota Anggota

Sakit hatiku
Seorang laki-laki berusia 20tahun daang dengan keluhan panas sejak 10 hari yang lalu,nyeri perut kanan atas yang bertambah bila menarik napas atau btuk.Pada pemeriksaan didapatkan TD 120/80mmHg,suhu 38 o C,Pernafasan 28x/menit.Cor dalam batas normal,batas paru hepar ICS IV,perajakan satu jari.Hepar teraba 3 jari bawah arcus costae,nyeri tekan (+).Pemeriksaa laboratorium leukosit 18.000/m3,Diff count:shift to the left,Led 30 mm/jam,SGOT 300U/L,SGPT 250U/L,bilirubin total 3g/Dl Apa yang dapat terjadi dari kasus diatas?

ABSES HATI

definisi ‡ Abses kumpulan nanah setempat yang terkubur dalam jaringan. atau rongga yang tertutup ‡ Abses hati suatu bentuk infeksi pada hati yang disebabkan oleh bakteri. jamur maupun nekrosis steril yang bersumber dari sistim gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hati nekrotik. organ. sel sel inflamasi atau sel-sel darah di dalam parenkim hati . parasit.

.

.

Epidemiologi ‡ Abses hati ameba sering terjadi ‡ Di daerah tropis insidensnya 5-40% ‡ Lebih banyak pada laki-laki daripada wanita. usia 30-40 tahun ‡ Di temukan Banyak pada homosexual .

. bacterial liver abscess.Klasifikasi Abses hati dibagi dua yaitu: ‡ Abses hati amebik (AHA) merupakan komplikasi amebiasis ekstraintestinal yang sering dijumpai di daerah tropik/ subtropik ‡ Abses hati pyogenik (AHP) dikenal juga sebagai hepatic abscess. bacterial hepatic abscess. bacterial abscess of the liver.

Etiologi mikroba .

sisa-sisa jaringan nekrotik dan kuman-kuman ‡ Pus tidak akan membeku karena fibrinogen telah hancur akibat enzim leukosit . leukosit yang musnah. cairan hasil pencairan jaringan nekrotik.Supurasi ‡ Jaringan yang mengalami degenerasi akibat radang dapat mencair menjadi pus/nanah ‡ Pus cairan berwarna kuning yang terdiri atas cairan plasma.

Abses ‡ Infeksi dengan nekrosis jaringan membentuk rongga ‡ Rongga yang berisi cairan kental yang mengandung sisa-sisa jaringan yang telah mencair dan sisa-sisa leukosit yang telah musnah dinamai abses dan isinya disebut pus ‡ Nekrosis jaringan dipercepat karena leukosit yang musnah melepas enzim proteolitik tripsin ‡ Pecahnya molekul-molekul protein menjadi molekul yang lebih kecil menyebabkan tekanan osmotik tinggi sehinnga banyak cairan limfe diserap ke dalam abses sehingga tekanan makin meninggi dan abses membengkak dan nyeri .

PATOFISIOLOGI AHA .

Mekanisme terjadinya amebiasis hati : Penempelan E. Terjadinya supresi respons imun cell-mediated yand disebabkan enzim atau toksin parasit Penyebaran ameba dari usus ke hati melalui vena porta Terjadi fokus akumulasi neutrofil periportal yang disertai nekrosis dan infiltrasi granulomatosa Lesi membesar.hystolitica pada mukosa usus Pengerusakan sawar intestinal Lisis sel epitel intestinal serta penimbunan sel radang. bersatu dan granuloma diganti dengan jaringan nekrotik dan dikelilingi kapsul tipis seperti jaringan fibrosa .

PATOFISIOLOGI AHP .

melalui vena porta ataupun arteri hepatika . namun proliferasi.Patogenesis ‡ Bacteria clearance di hati normal terjadi pada orang sehat. invasi jaringan dan pembentukan abses dapat dikaitkan dengan obstruksi bilier. perfusi yang buruk dan mikroembolisasi ‡ Bakteri piogenik dapat memasuki hati secara langsung.

anifestasi klinis (AHA) Symptoms Nyeri perut demam menggigil anoreksia Weight loss batuk Pleuritic chess pain % Signs % 38 51-92 17-18 23-43 11-48 89-100 Normal findings 33-88 38-80 25-68 11-28 9-24 hepatomegali Massa ikterik Chest findings 67-100 RUQ tenderness 41-72 .

anifestasi Klinis(AHP) Sindrom klasik ‡ Nyeri spontan perut kanan atas. ditandai dengan jalan membungkuk ke depan dengan kedua tangan diletakkan di atasnya ‡ Demam / panas tinggi ‡ Syok .

anifestasi Klinis(AHP) Setelah era pemakaian antibiotik adekuat ‡ Malaise ‡ Demam tidak terlalu tinggi ‡ Nyeri tumpul pada abdomen yang menghebat dengan adanya pergerakan .

Manifestasi Klinis(AHP) Apabila abses hati dekat diafragma ‡ Nyeri bahu kanan ‡ Batuk ‡ Atelektasis Gejala lain ‡ Mual ‡ Muntah ‡ Berkurangnya nafsu makan ‡ Penurunan berat badan unintentional ‡ Kelemahan badan ‡ Ikterus ‡ Buang air besar seperti kapur ‡ Buang air kecil berwarna gelap .

bacteroides. aerobacter aerogenespseudomonas aeruginosa. sedangkan kuman anaerob micro anaerophilic streptococci.fusobacterium.diagnosis ‡ Pemeriksaan fisik nyeri perut kanan atas dan Hepatomegali sebesar tiga jari sampai enam jari arcus-costarum disertai nyeri tekan. ‡ Pemeriksaan biakan Kuman kuman gram negatif seperti proteus vulgaris. .

‡ Pemeriksaan penunjang Pada pemeriksaan laboratorium leukositosis yang tinggi dengan pergeseran ke kiri ± ± ± ± ± anemia peningkatan laju endap darah peningkatan alkalin fosfatase peningkatan enzim transaminase dan serum bilirubin berkurangnya kadar albumin serum dan waktu protrombin yang memanjang menunjukan bahwa terdapat kegagalan fungsi hati yang disebabkan AHP .

‡ Pada foto polos abdomen kadang-kadang didapatkan kelainan yang tidak spesifik seperti: ± peninggian diafragma kanan ± efusi pleura ± atelektasis basal paru ± empiema .

.Gambaran foto thorax dada memperlihatkan pengangkatan hemiafragma kanan yang berkaitan dengan abses hepar amuba pada lobus kanan.

Tidak ada gema dinding yang berarti Ekogenitas lebih rendah dari parenkim hati normal yang bersentuhan dengan kapsul hati 3. Bentuk bulat atau oval 2.Gambaran ultrasonografi pada amebiasis hepar antara lain : 1.Peninggian sonik distal (distal enhancement) .

Gambaran USG memperlihatkan abses hepar amuba pada lobus kanan .

( .‡ CT-Scan dapat digunakan untuk mengetahui lokasi kumpulan cairan atau abses. Kontras intravena dapat pula diberikan bersama CTScan untuk melihat lebih rinci koleksi cairan atau abses.

Penatalaksanaan(AHP) ‡ ‡ ‡ ‡ Drainase terbuka secara operasi Antibiotik spektrum luas Reseksi hati Dekompresi saluran biliaris jika terjadi obstruksi sistem biliaris .

Drainase Terbuka Secara Operasi ‡ Drainase perkutaneus abses intraabdominal dengan tuntunan USG & CT scan ‡ Komplikasi yang terjadi ± Perdarahan ± Perforasi organ intraabdominal ± Infeksi ± Kesalahan penempatan kateter drainase .

sampai 6 minggu .Antibiotik Spektrum Luas ‡ Terapi awal penisilin ‡ Terapi lanjut ampisilin. klindamisin / metronidazol ‡ Belum ada perbaikan (48-72 jam) antibiotik sesuai dengan hasil kultur sensitifitas aspirat abses hati ‡ Pengobatan parenteral diubah oral setelah 1014 hari. aminoglikosida / sefalosporin generasi III.

gerakannya menurun. terjadi gerakan paradoksal ‡ Pada pemeriksaan foto dada PA maupun lateral kanan tampak sudut kostofrenik kanan tumpul di bagian depan .Pemeriksaan Penunjang(AHA) ‡ Leukositosis moderat (15000-25000/mm3). 70% PMN ‡ Ditemukan ameba dalam cairan aspirasi abses bagian terakhir atau bahan biopsi dinding abses ‡ Pada pemeriksaan penerawangan tampak peninggian hemidiafragma kanan.

Tata laksana(AHA) ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Metronidazole Tinidazole Omidazole Dehidroemetin / emetin Pungsi abses .

Tata laksana(AHP) ‡ Percutaneus drainage ± USG (kecil/superficial) ± CT-guidance ± Komplikasi ‡ ‡ ‡ ‡ Perforasi organ intraabdomen Pneumothoraks Perdarahan Pecahnya cairan abses ke rongga peritoneum ± KI pasien imunokompromise .

Tata laksana(AHP) ‡ Indikasi operasi ± Abses > 5cm ± Abses tidak dapat ditangani dengan drainase perkutaneus ± Adanya penyakit intra-abdomen lain yang memerlukan operasi ± Kegagalan terapi antibiotik ± Kegagalan aspirasi perkutaneus ± Kegagalan drainase perkutaneus .

Tata laksana(AHP) ‡ Kontra indikasi operasi ± Abses multiple ± Polymicroba infection ± Keganasan atau penyakit immunosupresif .

Komplikasi AHA ‡ Amebiasis pleuropulmonal ‡ Abses otak. limpa. dan organ lain ‡ Peritonitis .

Komplikasi AHP ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Septikemia / bakterimia Ruptur abses hati Peritonitis generalisata Kelainan pleuropulmonal Gagal hati Perdarahan ke dalam rongga abses Hemobilia Empiema Fistula hepatobronkial Ruptur ke perikard atau retroperitonium .

Komplikasi Setelah Terapi ‡ ‡ ‡ ‡ Diatesis hemoragik Infeksi luka Perdarahan sekunder Rekurensi atau reaktifasi abses .

Prognosis ‡ Mortalitas AHP yang diobati dengan antibiotika yang sesuai bakterial penyebab dan dilakukan drainase adalah 10-16% ‡ Prognosis buruk bila : ± Keterlambatan diagnosis dan pengobatan ± Hasil kultur darah memperlihatkan bakterial penyebab multipel ± Tidak dilakukan drainase terhadap abses ± Adanya ikterus ± Hipoalbuminemia ± Efusi pleural ± Adanya penyakit lain .

Kesimpulan&Saran ‡ Kemungkinan besar menderita abses hati ‡ Lakukan diagnosis secepatnya sebelum terlambat ‡ Lakukan pemeriksaan misalnya kultur darah untuk mengetahui penyebab abses nya ‡ untuk mengetahui abses nya lakukan pemeriksaan pencitraan misalnya USG dan CTScan .

Setiadi S. ‡ http://www. Setiyohadi B.asp?did=648 ‡ http://www.asp . Alwi I. Edisi ke-4. jilid I.com/issues/articl es/2006-03_06.com/disease s. 2006.virtualmedicalcentre.Daftar Pustaka ‡ Sudoyo AW. Simadibrata M.residentandstaff. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FKUI. editor. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam.

THANK YOU .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful