You are on page 1of 15

BIDAN PTT (PEGAWAI TIDAK TETAP) PADA KABUPATEN

BIREUEN NANGGROE ACEH DARUSSALAM

1. Latar Belakang Masalah

Pemerintahan Daerah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Kesehatan

berupaya memberikan pelayanan kesehatan dengan menempatkan tenaga

kesehatan yaitu Bidan PTT yang dapat berperan dalam mengatasi masalah

kesehatan, khususnya kaum ibu hamil (Bumil) dan merujuk pasien ketika ada

kasus darurat, keberadaan Bidan desa selain membantu persalinan secara khusus,

juga menangani dan mendata masalah kesehatan di lingkungan masyarakat,

sehingga dapat mendekatkan masyarakat dengan pelayanan kesehatan.

Namun pada kenyataan, Bidan PTT yang telah ditempatkan didesa

kebanyakan tidak menetap di desa, karena disebabkan fasilitas transportasi di desa

khususnya desa terpencil, pada musim hujan, jalan menjadi lebih sulit untuk

dilalui. Selain itu yang turut mempengaruhi adalah bangunan rumah pemondokan

Bidan desa yang masih kurang layak huni karena keterbatasan dana

pembangunan, Lokasinya terkadang jauh dari masyarakat. Hal ini diperparah

dengan kondisi sanitasi yang buruk, demikian pula jarak dari desa ke puskesmas

yang cukup jauh.

Pada dasarnya sistem penempatan yang selama ini dilakukan oleh Dinas

Kesehatan Kabupaten Bireuen, dengan memberikan informasi melalui Tiap

Puskesmas tentang keberadaan desa yang belum mendapatkan pelayanan

kesehatan oleh Bidan, kemudian informasi tersebut diberikan kepada Bidan yang

7
akan menetap di desa tersebut dengan ketentuan harus mendapatkan rekomendasi

dari kepala pukesmas yang membawahi desa tersebut untuk ditempatinya.

Oleh karena itu penulis mencoba membangun suatu sistem yang

mendukung pengambilan keputusan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen

dalam penentuan penempatan Bidan PTT di desa, agar bisa meminimalisasi

faktor-faktor yang akan menjadi penghambat bagi Bidan untuk menetap di desa

dalam memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

2. Landasan Teori

Sistem Pendukung Keputusan / Decision Support Systems (DSS) adalah

sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan

manajerial dalam situasi keputusan semiterstruktur. DSS dimaksudkan untuk

menjadi alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas

mereka, namun tidak untuk menggantikan penilaian mereka. DSS ditujukan untuk

keputusan-keputusan yang memerlukan penilaian atau pada keputusan-keputusan

yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma. Aplikasi DSS dapat terdiri

dari beberapa subsistem, yaitu: subsistem manajemen data, subsistem manajemen

model dan subsistem antarmuka pengguna. Selain itu DSS juga bisa memiliki

subsistem manajemen basis-pengetahuan yang mendukung subsitem-subsistem

lainnya.

7
3. Model sistem pendukung keputusan

Karakteristik utama sebuah sistem pendukung keputusan penempatan

Bidan PTT dibuat dalam 5 jenis pemodelan yaitu model Ijazah, model Penilaian

Usia, model Pengalaman Bidan, model Alamat Domisili, model Jarak Domisili

dengan lokasi yang akan ditempati.

3.1 Model Penilaian Ijazah

Model Ijazah yaitu untuk menentukan nilai terhadap ijazah yang

dimiliki oleh setiap Bidan yang akan ditempatkan pada desa, harkat Ijazah

untuk PTN 100, PTS diberikan harkat 80, untuk bobot yaitu 10% .

Model penilaian ijazah dapat dilihat pada tabel berikut :

No Kriteria Ijazah Harkat Bobot
1 Ijazah PTN 100
10 %
2 Ijazah PTS 80
Untuk mencari nilai dari criteria Ijazah adalah : nilai ijazah = skor*bobot

3.2 Model Penilaian Usia

Model Penilaian Usia Bidan yaitu untuk menilai umur dari setiap bidan

yang akan ditempatkan pada lokasi desa yang ditempati, harkat yang diberikan

untuk usia adalah usia diatas 35 tahun harkat 100, usia 31 sampai dengan 34

diberikan harkat 90, usia 25 sampai dengan 30 tahun diberikan harkat 80, dan

usia dibawah 25 tahun diberikan harkat 70. Untuk nilai bobot yaitu 15% .

7
Model penilaian Usia dapat dilihat pada tabel berikut :

No Kriteria Usia Harkat Bobot
1 Usia > 35 tahun 100
2 Usia 31 s/d 34 tahun 90
3 Usia 25 s/d 30 tahun 80 15 %
4 Usia < 24 tahun 70

Persamaan untuk mencari nilai dari Kriteria usia adalah :
Nilai usia= skor*bobot

3.3 Model Pengalaman Bidan

Model Pengalaman Bidan yaitu untuk mengetahui berapa tahun bidan

tersebut sebelumnya pernah memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat,

harkat yang diberikan untuk pengalaman diatas 7 tahun adalah 100,

pengalaman 4 sampai dengan 6 tahun diberikan harkat 80, pengalaman 1

sampai dengan 3 tahun diberikan harkat 70, dan tidak ada pengalaman

diberikan harkat 60. Untuk nilai bobot yaitu 20% .

Model Pengalaman Bidan dapat dilihat pada tabel berikut :

No Kriteria Pengalaman Bidan Harkat Bobot
1 ≥ 7 tahun 100
2 4 s/d 6 tahun 80
20 %
3 1 s/d 3 tahun 70
4 Tidak ada 60
Untuk mencari nilai dari kriteria pengalaman adalah :
nilai pengalaman= skor*bobot

7
3.4 Model Alamat Domisili

Model Alamat Domisili yaitu model yang akan digunakan untuk

mengetahui alamat domisili bidan yang akan menempati desa, harkat yang

diberikan untuk model ini adalah bila alamat domisili dalam desa harkat 100,

dalam kecamatan harkat 80, dalam kabupaten harkat 65, dalam provinsi harkat

50, luar provinsi harkat 40. Untuk nilai bobot dari model alamat domisili yaitu

20% .

Model Alamat Bidan dapat dilihat pada tabel berikut :

No Alamat Domisili Harkat Bobot
1 Dalam desa 100
2 Dalam kecamatan 80
3 Dalam kabupaten 65 20 %
4 Dalam provinsi 50
5 Luar provinsi 40

Untuk mencari nilai dari criteria alamat domisili adalah :

nilai ijazah = skor*bobot

3.5 Model Jarak Domisili

Model Jarak Domisili yaitu penilaian jarak domisili tempat tinggal

Bidan dengan lokasi yang akan ditempati, harkat yang diberikan untuk

dibawah 2 km adalah 100, jarak domisili 3 sampai 5 km harkat 80, jarak

domisili 6 sampai 9 km harkat 70, jarak domisili 10 sampai 14 km harkat 60,

dan jarak domisili diatas 15 km harkat 40, Untuk nilai bobot dari model alaamt

domisili yaitu 35% .

7
Model Jarak Domisili dapat dilihat pada tabel berikut :

No Jarak Domisili Harkat Bobot
1 ≤ 2 km 100
2 3 s/d 5 km 80
35 %
3 6 s/d 9 km 70
4 10 s/d 14 km 60
5 ≥ 15 km 40
Untuk mencari nilai dari criteria jarak adalah : nilai jarak= skor*bobot

4. Rancangan Basis Data

Rancangan basis data merupakan serangkaian pertanyaan spesifik yang

relevan dengan pemrosesan data, misalnya objek data yang akan diproses oleh

sistem, komposisi masing-masing objek data dan atribut yang

menggambarkannya serta bagaimana hubungan antara masing-masing objek data.

4.1 Entity Relation Diagram

Aturan bisnis mengenai relasi antar entitas dalam rancangan basis data

sistem pendukung pengambilan keputusan penempatan bidan PTT dapat

dijelaskan sebagai berikut:

a. Entitas Bidan, dalam penempatannya berada di puskesmas yang diatur

oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen

b. Entitas Kecamatan hanya memiliki satu Puskemas dalam kecamatan

untuk beberapa desa.

7
c. Entitas Bidan, dalam penempatannya hanya menetap disatu desa yang

berada pada satu kecamatan.

d. Entitas desa dalam kabupaten keberadaannya disetiap kecamatan

hanya mempunyai satu bidan

e. Entitas desa pada setiap kecamatan memiliki beberapa bidan

f. Entitas desa setiap kecamatan memiliki jarak dengan satu alamat

domisili bidan

g. Entitas Kriteria, setiap Kriteria memiliki beberapa pilihan atau range,

proses yang dilakukan pada Kriteria tersebut tergantung dari jenis

kriteria.

7
Berdasarkan aturan bisnis yang ada maka ERD ditunjukkan pada gambar :

M
Penilaian Bidan
M
mempunyai
mendapat

M 1
1 1 1
M Berada
1 memiliki Kecamatan
1 Bidan Puskesmas
Kriteria
1
1
memiliki diberikan
memiliki memiliki
1
1 1 M 1
M M 1 Penempatan berada Desa memiliki

Pilihan Range

1 1
Alamat domisili mempunyai

menempuh
1
1
Jarak

7
7
4.2 Tabel Basis Data Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan penentuan penempatan bidan melibatkan

Tabel basis data sebagai berikut :

- Desain Tabel Bidan

Tabel ini berfungsi untuk menginput dan menyimpan data bidan berdasarkan

data penerimaan bidan ptt yang baru direkrut oleh dinas kesehatan

- Tabel Puskesmas

Tabel ini digunakan untuk menginput dan menyimpan data puskesmas yang

berada dibawah dinas kesehatan dalam kabupaten bireuen.

- Tabel Penempatan

Tabel penempatan berfungsi sebagai penginputan dan menyimpan data

penempatan yang akan ditempati bidan

- Tabel Kecamatan

Tebel kecamatan digunakan sebagai menginput dan menyimpan data

kecamatan dalam Kabupaten Bireuen

- Tabel Jarak

Tabel ini berfungsi untuk menginput dan menyimpan data jarak antar desa

penempatan dengan desa domisili bidan

- Tabel Range

7
Tebel ini berfungsi untuk menginput dan menyimpan nilai max dan minum.

- Tabel Kriteria

Tabel ini berfungsi untuk menginput dan menyimpan data kriteria

penempatan bidan.

- Tabel Desa

Tebel desa digunakan sebagai menginput dan menyimpan data desa yang

berada pada kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

- Tabel Penilaian

Tabel penilaian digunakan sebagai menginput dan menyimpan data penilaian

terhadap bidan.

4.3 Rancangan Implementasi

Rancangan Form bidan

7
Rancangan Form puskesmas

Rancangan Form penempatan

Rancangan Form kecamatan

7
Rancangan Form jarak

Rancangan Form kriteria

7
Rancangan Form desa

Rancangan Form penilaian

7
5. KESIMPULAN

Penempatan bidan adalah masalah khusus yang sering ditemukan pada dinas kesehatan,

untuk itu , sistem pengambilan keputusan yang tepat sangat diperlukan dalam penentuan

penetapan bidan PTT, agar pelayanan kesehatan dapat tercapai secara maksimal dan

meminimalkan faktor yang akan menjadi penghambat bagi bidan untuk menetap didesa.

7