PENGOLAHAN TERDISTRIBUSI

PENDAHULUAN

Pengolahan terdistribusi sudah didefinisikan dengah berbagai cara oleh berbagai

r

peneetusnya. Mungkin tidak ada definisi yang disetujui oleh semuanya.

DEFINISI

Ada beberapa definisi pengolahan terdistribusi berikut ini :

Penempatan sumber daya komputer pada pemakainya.

Struktur organisasi pengolahan data dengan kemampuan yang terpusat, dan pengolahan paling sedikit bagian dari satu aplikasi dengan eara yang terdesentralisasi.

Sejumlah node pengolahan-data yang diinterkoneksi dengan telekomunikasi dan juga terhadap host (pusatnya) yang digunakan untuk mengontrol keseluruhan jaringan.

Cara pembagian sumber daya komputer pada suatu organisasi sehingga sedekat mungkin dengan aplikasinya seeara geografis maupun organisasional.

* Tiga kriteria yang mendefinisikan pengolahan terdistribusi. Pertama, sistem harus merniliki dua prosesor atau lebih yang terpisah secara geografis. Kedua, prosesomya harus dihubungkan. Ketiga, prosesor tersebut harus melayani satu entitas organisasi.

46

Pengganti fasilitas pengolahan data yang besar dan terpusat dengan kornputer-kornputer kecil yang tidak perlu dihubungkan dengan telekomunikasi. Pernilihan dan penggunaannya merupakan tanggung jawab penuh rnanajemen lokal.

Sistern pengolahan terdistribusi adalah suatu sistem yang program-program aplikasi dan/ atau datanya berada di node-node pengolahan yang terpisah dan saling dihubungkan, dan dirancang dalam kontrol yang ketat dan terintegrasi.

Karakteristik

Satu-satunya karakteristik yang ada di sernua definisi adalah : adanya ban yak prosesor yang digunakan.

Karakteristik lainnya yang mungkin ada (rnungkin juga tidak):

Prosesor-prosesor dihubungkan dengan telekomunikasi atau saluran lainnya. (tidak dihubungkan atau dihubungkan dengan tape atau disk yang dikirim secara manual)

Prosesor-prosesor terpisah secara geografis. (satu ruangan)

Prosesor dari peripheral rnerupakan subordinat dari rnesin pusat yang lebih tinggi tingkatnya. (tidak ada mesin pusat, tetapi menggunakan jaringan dengan struktur ring atau mesh yang menghubungkan rnesin yang sarna).

Proseor-proseor yang terpisah rnelaksanaan program aplikasi. (rnungkin prosesor peripheral berisi fungsi yang terdistribusi, seperti pengeditan, yang tidak rnengolah transaksi sendiri).

Data dan kemampuan pengolahan terdistribusi. (tidak)

Prosesor-prosesor melayani satu entitas organisasi. (prosesor pada entitas organisasi yang berbeda dapat dihubungkan)

Program aplikasi pada mesin yang terpisah dirancang secara terkoordinasi. (Sistem dapat dirancang agar dapat digunakan pemakai untuk membuat program apa saja yang mereka butuhkan dan menjadi tanggung jawab rnereka).

Data pada mesin yang terpisah dirancang secara terkoordinasi. (Pemakai bebas merancang data mereka)

Standar dari berbagai tipe digunakan untuk prosesor yang berbeda-beda. (Beberapa sistem tidak mempunyai standar)

Arsitektur jaringan digunakan untuk menginterkoneksi prosesor yang terpisah. (tidak) Sistem yang terdistribusi tidak boleh terlihat pemakai. Mereka hams mengetahui apakah sedang dilayani oleh mesin lokal atau dari jarak jauh. (sering tidak benar).

Perbedaan pengertian mungkin dikarenakan prosesor-prosesor tersebut dapat dihubungkan dengan banyak cara untuk banyak tujuan.

47

TIPE KONEKSI

Teoritisnya, arsitektur untuk prosesor yang dihubungkan dengan telekomunikasi mirip dengan yang dihubungkan dengan saluran di ruang komputer atau dengan bus.

Perbedaannya : kapasitas salurannya.

Arsitektur yang menggunakan saluran yang lambat dapat merupakan bagian (subset) dari saluran yang cepat.

Tipe koneksi

Kecepatan

Bus

Saluran dalam ruang komputer

Jaringan wideband lokal (CATV, Ethernet, ... ) (ARPANET, jaringan datagram, jaringan x.25, ... ) Saluran telepon dengan kontak

Hubungan telepon yang diputar secara periodik (atau virtual call)

Tanpa koneksi elektronis.

(Tape/disk ditranspor secara manual)

S.c. lOY 10 - l O" 106-107

IOO-96(X) 100-9600

Kecepatan tertinggi hanya untuk bus mesin internal.

Tapi sekarang sudah ada juga kabel optical fiber yang dapat mentransmisikan data hingga 109 bit per detik yang dapat digunakan di dalam gedung atau kompleks gedung.

PROSESOR TERSEBAR

PDT diartikan juga penggunaan komputer mini atau mikro pada lokasi yang tersebar yang tidak dihubungkan dengan telekomunikasi.

Manajer lokal bertanggung jawab atas pernilihan, pernrograman, dan pengoperasian sistem mereka yang kecil ini.

PENGOLAHAN DISTRIBUTIF

PDT juga diartikan sebagai sistem yang prosesor peripheral keciInya merupakan subordinat dari satu proses or pusat atau lebih. Mesin peripheral dihubungkan dengan pusat melaIui telekomunikasi, dan keseIuruhannya dikoordinasi.

48

KENDARAAN PENGIRIM

D sini data ditransportasikan secara manual daripada melalui hubungan telepon yang diputar secara periodik.

Truk atau taksi digunakan untuk membawa tape atau disk antar komputer. Ini merupakan bentuk komunikasi yang lebih murah dari transmisi data dan mempunyai bandwidth yang lebih tinggi.

Sistem yang dihubungkan dengan cara ini dapat mengikuti prinsip perancangan yang terintegrasi, struktur data yang umum, dan manajemen yang terkoordinasi yang akan dibicarakan nanti. Bentuk distribusi semacam ini dapat digunakan di negara yang biaya telekomunikasinya mahal atau berkualitas rendah.

DISTRIBUSI YANG TIDAK TERINTEGRASI

PDT sering digunakan untuk mendesknpsikan komputer yang digunakan di departernendepartemen pemakai yang sedikit hubungannya dengan mesin yang lebih tinggi tingkatnya, atau yang jaringan sistemnya dirancang secara indepcnden.

Alasannya: agar pemakai mengerjakan pekerjaan mereka sendiri.

Jadi manajemennya berbeda, program aplikasi berbeda, data disimpan dengan rancangan sendiri (tidak umum). Namun mereka saling mengrrim transaksi, atau pemakai suatu sistern menggunakan program yang lainnya.

Perancangan sistem yang terkoneksi ini baik terintegrasi ataupun tidak, memerlukan software yang mungkin sama untuk koneksinya. Software dan hardware yang dijual untuk PDT tidak dipengaruhi oleh perancangan sistem yang terintegrasi ataupun tidak.

INTELEGENSIA TERDISTRIBUSI VS. PENGOLAHAN TERDISTRIBUSI

Banyaknya yang mendeskripsikan pengolahan terdistribusi untuk terminal-term mal komputer yang tidak mengolah transaksi secara tuntas.

Pendistribusian terminal komputer yang prosesomya tidak mengolah keseluruhan transaksi sampai tuntas disebut pendistribusian fungsi atau kadang-kadang disebut intelegensia terdistribusi (karena yang digunakan terminal-terminal yang intelligent).

Prosesomya digunakan untuk fungsi-fungsi seperti pengeditan pesan, pengaturan layar, pengumpulan data, dialog dengan operator terminal. security, atau pemadatan pesan-pesan.

Kalau sistem komputemya besar, dan dihubungkan dengan beberapa prosesor subordinat yang kecil, maka kerjasama antara mesm subordinat dan yang tingkatnya tinggi sangatlah penting.

Keseluruhan standar sistem diperlukan untuk mengatur fungsi-fungsi apa yang harm didistribusikan, dan bagaimana peranan mesin yang besar maupun kecil yang disesuaikan

49

dengan mekanisme pengontrolan dan software-nya.

Ini berbeda dengan pendistribusian pengolahan yang mesin-mesin pada lokasi pemakainya digunakan untuk mengolah transaksi secara tuntas dan kadang-kadang mengirirnkan transaksi atau datanya ke mesin yang lain.

Pendistribusian sistem juga digunakan untuk menyatakan sistem terdistribusi secara total yang diinterkoneksi.

Berbagai tingkat kemarnpuan yang dapat didistribusikan:

Logika terdistribusi dalarn arsitektur komputer.

(Misalnya, untuk deteksi error, cryptography, Fourier transform, data link control, search yang asosiatif.)

Intelegensia terdistribusi

Pengolah kecil pada lokasi terminal yang melaksanakan fungsi seperti pengeditan, pemeriksaan validitas, penanganan format layar, konsentrasi komunikasi, dan sebagainya.

Pengolahan terdistribusi.

Pengolahan pada lokasi terminal yang dapat mengolah beberapa transaksi hingga tuntas tetapi merupakan subordinat dari komputer yang tingkatnya lebih tinggi.

Sistem yang terintegrasi.

Sistem-sistern pengolahan data yang masing-masing berdiri sendiri (self-sufficient) tetapi merupakan bagian dari sistem terintegrasi yang lebih besar.

Sistem yang tidak terintegrasi.

sistem komputer yang total berdiri sendiri yang diinterkoneksi dengan jaringan komputer.

(Gambar I. Tipe pendistribusian)

DISTRIBUSI HORISONTAL vs, VERTIKAL

Hirarki prosesor (*seperti Gambar 6.1.) merupakan distribusi vertikal.

Transaksi dapat dilakukan pada sistem komputer tingkat terendah. Sistem ini juga dapat melaksanakan fungsi tertentu dan kemudian mengirimkannya ke .tingkat berikutnya. Pada suatu keadaan, transaksi dilakukan hingga tingkat teratas, yang mungkin mengakses file yang on-line atau data base.

Di hirarki yang teratas mungkin merupakan sistem komputer yang melaksanakan jenis pengolahan untuk transaksinya sendiri, narnun data yang digunakan dikirim dari sistem yang lebih rendah.

Mesin yang tertinggi mungkin juga merupakan sistem kepala kantor (head office) yang menerima data dari pabrik, cabang, warehouse, dan sistem lainnya.

Distribusi horisontal rnerupakan prosesor-prosesor yang didistribusikan narnun tidak berbeda tingkatannya. Sistemnya disebut sebagai peer-coupled system (peer-mesin yang berstatus sarna).

50

Transaksi mungkin hanya menggunakan satu prosesor, meskipun banyak yang tersedia.

Pada sistem yang lain, suatu transaksi mungkin dikirim dari satu sistem ke sistem lainnya, yang menyebabkan sekumpulan file hams di-update.

Levell

(Gambar 6.2.)

Yang pertama, banyak prosesor yang dihubungkan dengan bus. Kedua, mungkin sistem pada kompleks pabrik, kampus universitas. atau pusat pertokoan. (Beberapa sistem menggunakan hubungan dengan jaringan umum yang berjarak jauh).

Ketiga dan keempat. pemakainya dapt rnengakses salah satu dari mesin-mesin yang ada.

SISTEM YANG HOMOGEN DAN HETEROGEN

Pada sistem yang homogen, setiap prosesomya hampir sama.

Sistem komputer mini dapat menggunakan banyak komputer mini yang .identik, balk di suatu lokasi maupun di lokasi yang terpencar secara geografis. Arvitektur komputer homogcn

51

yang terdistribusi rnenggunakan banyak prosesor yang beroperasi secara paralel. Contohnya sistern CDC Cyber.

Pada sistern yang heterogen, setiap prosesor yang diinterkoneksi tidak sarna.

Prosesor yang berbeda ini dapat melaksanakan fungsi yang sama sekali berlainan. Kadnagkadang rnesinnya sarna sekali berbeda dan inkornpatibel, dan dirancang dengan adrninistrasi yang berbeda. Pernakai jaringan dapat rnengakses kernarnpuan kornputasi yang berbeda ini.

1' .. "

-{-=:J I·

L. ,,,,

Gambar 6.3.

52

KERJASAMA DALAM PENGOPERASIAN

Pemakai jaringan yang dapat mengakses sistern komputer manapun, biasanya hanya menggunakan satu komputer pada satu saat.

Komputer-kornputer yang diprogram terpisah, melaksanakan fungsinya sendiri. Dalam suatu jaringan, ada komputer-komputer yang diprogram untuk bekerjasama dengan komputcr lainnya untuk menyelesaikan satu set masalah.

Biasanya dalam sistem vertikal; mesin pada tingkat yang lebih rendah diprogram untuk mengirimkan pekerjaan ke rnesin pada tingkat yang lebih tinggi.

Juga dapat terjadi pada sistem horisontal. Pengolahan satu transaksi dirnulai pada satu mesin, dan dilanjutkan oleh mesin lainnya. Komputer yang berbeda melaksanakan fungsi yang berbeda atau memelihara file yang berbeda. Pengolahan transaksi dari satu mesin ke mesin lainnya untuk rneng-update file tertentu.

KOMBINASI

Kebanyakan konfigurasi komputer merupakan kombinasi dari sistem yang vertikal, horisontal, homogen, dan heterogen. Pendistribusian fungsi dan pengolahan digabungkan dalam satu konfigurasi.

Gambar 6.5. merupakan konfigurasi mesin horisontal dan vertikal, yang mengandung pendistribusian fungsi dan sistem terdistribusi secara vertikal.

Une control processors (HOle, BISYNCH, E<

Gambar 6.5.

Network control processors

TELECOMMUNICATIONS LINKS

53

Gambar 6.6. menunjukkan beberapa bentuk sistem:

1. Konfigurasi yang terpusat

Mesin peripheral dihubungkan ke komputer pusat. Bentuk ini yang paling umum dari sistem terdistribusi.

2. Konfigurasi dengan dua pusat (bicentral)

Menggunakan dua pusat, untuk tujuan keamanan yang lebih tinggi bila pusat yang satu rusak.

3. Konfigurasi dengah banyak pusat (multicentered)

Mesin peripheral dapat dihubungkan dengan banyak mesin pusat yang melaksanakan aktivitas yang berbeda.

4. Konfigurasi peer-coupled

Mesin-mesin dapat saling dihubungkan. Merupakan jaringan horisontal yang mumi.

5. Konfigurasi vertikal-horisontal

Mesin pada tingkat yang lebih tinggi dihubungkan secara horisontal; mesin pada tingkat yang lebih rendah dihubungkan seear vertikal ke mesin yang lebih tinggi.

6. Konfigurasi vertikal-vertikal

Ada dua tingkat koneksi yang vertikal.

1 CENTRAUZED CONFIQURATION

Z IICE'TAAl CONfiGURATION h •• yhe, $eCuflty than. cemrlhl6d IYll.m)

• HURIZONTAL (PUR-COUPLEDI CONFIGURATION

MULTILEVel CONFIGURATIONS & HORIZONTAL-VERTICAL

3 MUl TlCENTERED CONfiGURATION II VERTICAL-VERTICAL

54

Gambar 6.6.

DATA YANG TERDISTRIBUSI

Penempatan data tennasuk salah satu pertimbangan dalam perancangan PDT. Data yang digunakan dapat dipusatkan atau didistribusikan.

Syaratnya berbeda dengan penempatan prosesor. Struktur dan penggunaan data menentukan kepraktisan dalam pendstribusian prosesor.

Ada dua cara penyimpanan data: sebagai file data yang langsung, atau data base.

File merupakan penyimpan data untuk aplikasi tertentu atau aplikasi yang saling berhubungan. Apa yang dilihat seoran pemrogram terhadap file tersebu sarna dengan file yang disimpan secara fisiko

Data base merpakan kumpulan data yang tidak tergantung aplikasinya. Record-record dari pernrograman yang berbeda disimpan dalam software. Banyak keuntungan dari perangkat lunak data base, namun perangkat tersebut rumit, dan biasanya disimpan pada satu lokasi. Jadi data yang terdistribusi biasanya berbentuk file, meskipun banyak sistem data base dapat diinterkoneksi.

PENGOLAHAN, DATA,DAN KONTROL

Secara umum, ada tiga aspek pengolaha data yang dapat didistribusikan ataupun tidak: pengolahan, data, dan kontrol.

Mungkin ada yang ingin memusatkan data, dan mendistribusikan yang lainnya. Ada lagi yang mendistribusikan pengolahan, dan karena pengolahan menjadi tersebar, kontrol siste keseluruhan tetap dipusatkan.

Dengan kontrol yang benar-benar terpusat, hilangnya pusat akan menyebabkan keseluruhan jaringan tidak berfungsi.

Dengan kontrol yang terdistribusi, jika salah satu bagian jaringan rusak, yang lainnya masih dapat bekerja.

Sistem yang terpusat mungkin dapat meningkatkan reliabilitasnya dengan mengadakan lebih dari satu pl.!> It, atau lebih dari satu komputer yang dapat mengontrol di pusat.

Seperti juga tubuh manusia, beberapa jaringan komputer masih tergantung pada komponen tertentu yang penting.

Diperlukan mekanisme pengontrolan kesalahan (fault-tolerant).

PERANCANGANINTERNAL

PDT kadang-kadan diartikan sebagai bentuk arsitektur komputer dengan sebuah sistem mainframe atau komputer mini yang terdiri dari banyak proesor.

Gambar 6.7 memberikan rancangan suatu sistem kombinasi prosesor secara vertikal dan horisontal.

55

Prosesor yang penting dibuat lebih untuk reliabilitas: prosesor back-end (data base), dan

front-end (komunikasi).

Transaksi dapat dilakukan oleh beberapa prosesor utama.

Arsitektumya dirancang untuk mendukung adanya perubahan teknologi dan kebutuhan. Bus 110 dapat mengirim 10 dan 50 juta bit per detik. Dengan kecepatan mi, peralatn

dapat ditempatkan di mana saja di dalam gedung, atau antar gedung yang berdekatan, dengan menggunakan kabel coaxial maupun optical fiber.

FoI.~' Data Bases

Application . Input I

Plocesslng Output

Intl'!I'gencp Network

(function) Control

6

~ ~

~ ~

~

~ ~

. . .

8

;

.

,

56

A conventional system with remote terminals but ,.,f) distributed proceSSing

A ccnvennonal data hasp data commurucaucns S{st"!£ll ... ,'h mteltrqent tf'lInlnals No dutrjbutert proqr erns 'Jf dilTa

A system lIollth an Integrated network eechrtectore and Integrated deSign 'If rhstrrbuted programs and flips rlo -tat a base

A drstrrbuteo processing system with ccor dmated desrqn of distributed apphcanon pronr ams and distrtbuted data and a central data base

An organization \\11th scattered mlOl(,Qrn::II.1M~ .,Ithout cantr at.zed deSign or control

A resource sharmq netwn,k (p q ARPANET) Nlth no central desrqn or coordllla:,nn of eppbcanous. ter mmats or data There IS an mteqr ated but dacantr ahr eo network architecture

A corporate network With Integrated architecture Inter connecting computer centers With files and data bases whrcb an' desiqned 10 a coo-du-ateo tasruon

Future softNal€ sboutd be de stqued to facdltatp the rrnple mentation of fully Integrated drstrrbuted procPsslng and data base systems Such software wdl hp hrqhlv complex

Gambar 6.7.

DIAGRAM HEKSAGON

Diagram heksagon (Gambar 6.8.) digunakan untuk menggambarkan tipe-tipe sistem yang berbeda.

APPLICATION PROCESSING

INPUT OUTPUT

!NTELLIGENCE (FUNCTION)

NETWORK CONTROL

Gambar yang berbayang di bagian dalam adalah sentrahsasi sumber daya. Yang di bagian luar adalah distribusi. Perbedaan bayangan menunjukkan sumber daya yang lengkap dengan fungsi penuh, atau besar.

Ada en am aspek sistem yang dinyatakan pada diagram tersebut, yang tcrpusat at au terdistribusi :

I. Pengolahan aplikasi

2. File

3. Data base

4. Input/output

5. Kontrol jaringan

6. Intelegensia (yaitu, distribusi fungsi)

Garis antar bagian dalam dan luar dari diagram menyatakan pcrancangan yang terintegrasi. Misalnya, data yang terdistribusi dan terpusat mempunyai field. record, atau struktur data base yang sarna;

program aplikasi dapat dilaksanakan pada mesin pusat atau peripheral: mekanisme pengontrolan jaringan menggunakan arsitcktur yan~ tcnntcgra-.i.

Gambar 9 adalah beberapa contoh diagram.

Diagram 1 : vi-rem yang tidak menggunakan pendistribusian fungs: rnaupun pcngolahan.

Merupakan sixtern konvcnsional dengan file dan dumb terminal.

57

)iagram 2 sistem komunikasi data-base dengan terminal-terminal. Terminal (atau kontrolernya) dapat membantu operator untuk pemasukan data atau dialog, namun tidak mengolah keseluruhan transaksi. Pengolahan aplikasi dan dat base-nya terpusat. Fungsi yang dilaksanaka setiap terminal dihubungkan dengan perancanggn aplikasi.

Jiagram 3 sistem dengan file, bukan data base. Data dan program aplikasi didistribusikan.

Program dan data yang terdistribusi dan terpusat dirancang seear terkoordinasi. Pengontrolan jaringan terdistribusi, dan semua mesin menggunakan arsitektur jaringan yang terintegrasi.

Diagram 4 sistem tanpa arsitektur jaringan yang terintegrasi, tetapi dengan perncangan yang terintegrasi dari file, program dan terminal yang terdistribusi. Ada data base pusat yang mengandung elemen dan subskema data yang ada pada file yang terdistribusi. Sistem PDT ini sudah terlihat hasilnya pada beberapa perusahaan.

Integrasi perancangan dari diagram 3 dan 4 tidak ada pad diagram 5 dan 6.

Diagram 5 unit pengolahan yang tersebar, dengan file dan terminal. Tidak ada kontrol jaringan dan data base. Pemakai dengan komputer mini mereka mengerjakan pekerjaan mereka sendiri, tanpa koordinasi atu manajemen pusat.

Diagram 6 jaringan komputer dengan fasilitas penggunaan sumber dayabersama-sama, dan kontrol jaringan yang terdesentralisasi, seperti APPANET dan CYCLADES. Sistem yang terpisah dihubungkan dengan jaringan yang dirancang dan diatur secara terpisah.

Diagram 7 jaringan komputer yang benar-benar terdesentralisasi, dengan software jaringan yang menghubungkan komputer-komputer, dan mirip dengan diagram 6. Data dirancang secara terintegrasi. Ada fungsi data-administrator yang melayani perusahaan secara keselurnhan.

Banyak sekali konfigurasi PDT. Diharapkan software untuk PDT dapat digunakan perusahaan-perusahaan untuk membuat konfigurasi mana pun yang berguna. Software harus nernenuhi segala kemungkinan pada diagram 8.

DEFINISI

Pengolaha Terdistribusi

Konfigurasi sistem komputer dengan Iebih dari satu prosesor.

Karena banyaknya konfigurasi yan mungkin, banyak orang yang menambahkan persyaratan untuk mernbatasinya. Beberapa persyaratan yang umumnya digunakan (tidak <elalu) :

Prosesor-prosesor ditempatkan di lokasi yang berbeda. Prosesor dihuhungkan dengan telekomunikasi.

Konfigurasinya melayani satu organisasi.

Konfigurasinya mempunyai satu set tujuan yang spesifik. Konfigurasinya direncanakan dan dirancang seear terintegrasi.

Sistem Pengolahan-Data Terdistribusi

Suatu sistem untuk menangani data dalam organisasi yang menggunakan lebih dari satu prosesor yang terpisah seeara geografis. Biasanya prosesor dihubungkan dengan telekomunikasi.

Intelegensia Terdistribusi

Penggunaan prosesor-prosesor dalam terminal, controller, atau mesin peripheral untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang tidak merupakan pengolahan keseluruhan transaksi.

Pendistribusian Fungsi

Sarna dengan definisi intelegensi buatan. Bedakan dengan pendistribusian pengolahan berikut.

Pendistribusian Pengolahan

Penggunaan prosesor-prosesor yang berjauhan yang melaksanakan pengolahan transaksi secara lengkap.

Kadang-kadang mesin yang sarna digunakan untuk pendistribusian fungsi.

Pengolahan Distributif

Suatu sistem dengan prosesor-prosesor peripheral yang keeil yang dapat mengolah transaksi secara lengkap, dan merupakan subordinat dari satu prosesor pusat atau lebih.

Mesin peripheral dihubngkan ke pusat, dan keseluruhannya dirancang secara terkoordinasi.

Sistem dapat dirancang sedemikian sehingga rnesin-mesin distributif tidak dapat diprogrrm pada lokasi peripheral. Jadi program disiapkan di pusat dan kemudian di-down-Ioad ke mesin peripheral.

Sistem Terdistribusi yang Terintegrasi

Suatu sistem terdistribusi yang dirancang secara terkoordinasi sehingga kornponenkornponen yang terpisah menggunakan field dari data, struktur data. program, dan protokol yang umurn. yang dapat meningkatkan efektivitas atau mendukung evolusi sistern.

Banyak sekali tingkatan <istcm terdistribu-i yang dapat diintegrasikan perancangaunya.

59

Sistcm Tcrdistribusi yang Tidak Terintegrasi

Sixtem yang mcnghubungkan subsistcrn prcngolahan dan pcnyimpanan yang dirancang oleh team ~ ang bcrbcda tanda koordinasi.

60

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful