P. 1
Rakernas AMDAL 2008 - Norma, Standar, Prosedur & Kriteria [NSPK] AMDAL - Asdep AMDAL Ary Sudijanto

Rakernas AMDAL 2008 - Norma, Standar, Prosedur & Kriteria [NSPK] AMDAL - Asdep AMDAL Ary Sudijanto

5.0

|Views: 130|Likes:
Published by Imam Soeseno

More info:

Published by: Imam Soeseno on Jul 25, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2010

pdf

text

original

Norma, Standar, Prosedur

& Kriteria [NSPK] di Bidang
AMDAL
Ary Sudijanto
Plt. Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Kamis 24 Juli 2008
Isi Presentasi
Filosofi &
Dasar Hukum
Pengaturan
Kewenangan
Pengaturan
NSPK
Tata Kerja
Komisi Penilai
AMDAL
Tata Laksana
Lisensi Komisi
Penilai AMDAL
Kabupaten/Kot
a
PEMERINTAH itu?
presiden Republik
Indonesia, dan
O
Pembukaan Alinea 4
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara
Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ………
Pasal 1
(1) Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik.
KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA
O
Pasal 4
(1) PRESIDEN Republik Indonesia MEMEGANG
KEKUASAAN PEMERINTAHAN menurut Undang-
Undang Dasar.
siapakah
para Menteri Negara [para
pembantu presiden ]
Sumber: UUD’45 +
Amandemen
O
Pasal 5
(1) Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan
persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang
sebagaimana mestinya.
KEMENTERIAN NEGARA
Pasal 17
(1) Presiden dibantu oleh menteri-menteri
negara.
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diperhentikan oleh Presiden.
(3) Menteri-menteri itu memimpin departemen pemerintah.
para Menteri Negara [para
pembantu presiden ]
PEMERINTAH DAERAH itu?
siapakah
(1) Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah
PROVINSI, KABUPATEN, dan KOTA atau antara provinsi dan
kabupaten dan kota, diatur dengan Undang-undang dengan memperhatikan
kekhususan dan keragaman daerah.
(2) Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfatan sumber daya alam dan
sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan
pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras
berdasarkan undang-undang.
Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan
pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan
mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-
hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.
O
Pasal
18
Pasal
18A
Pemerintah Daerah
Provinsi,
Pemerintah Daerah
Kabupaten, dan
Pemerintah Daerah Kota.
Sumber: UUD’45 +
Amandemen
Seluruh KEWENANGAN di daerah [Provinsi dan
kabupaten/Kota] berasal dari Pusat [Presiden, dibantu
para Menteri Negara], yang diatur melalui
mekanisme:
Dalam sistem NKRI [Negara Kesatuan
Republik Indonesia]
C Pelimpahan kewenangan dari Pusat ke Daerah
[desentralisasi]
C Pelimpahan kewenangan dari Pusat ke
Provinsi [dekonsentrasi]
C Penugasan dari Pusat atau Provinsi ke
Kabupaten/Kota [tugas pembantuan]
Catatan: Pengaturan kewenangan tersebut berbeda dengan negara lain, misal Amerika Serikat,
dimana kewenangan Pusat berasal dari Daerah (negara bagian-states). Negara bagian
merupakan negara merdeka, memiliki undang-undang sendiri (aborsi, kepemilikan senjata
api, dll), sistem peradilan sendiri, pengaturan keagamaan tersendiri, dll.
Isi Presentasi
Filosofi &
Dasar Hukum
Pengaturan
Kewenangan
Pengaturan
NSPK
Tata Kerja
Komisi Penilai
AMDAL
Tata Laksana
Lisensi Komisi
Penilai AMDAL
Kabupaten/Kot
a
ad
a
2 bentuk
urusan
1
Urusan
Pemerint
ah
(absolut)
2
Urusan
bersama
(concure
nt)
Politik luar
negeri,
Pertahanan,
Keamanan,
Yustisi,
Moneter dan
fiskal nasional,
dan
Agama
WAJIB:
E
Pendidikan,
E
Kesehatan,
E
Pekerjaan
umum,
E
Lingkungan,
E
Penataan
Ruang, dll
PILIHAN/UNGG
ULAN:
x
Pertanian,
x
Kehutanan,
x
Pariwisata,
x
Kelautan, dll
Sumber: Pasal 2 PP 37/2007
Pembagian Urusan di-
DASAR-kan pada:
 Eksternalitas
 Akuntabilitas
Efisiensi
dengan memperhatikan keserasian
hubungan antar tingkatan dan/atau susunan
pemerintahan.
Sumber: Pasal 4 PP 38/2007
Otonomi
Daerah
(UU 32/2004)
PP 38 Tahun
2007
tentang
Pembagian Urusan
Pemerintahan antara
Pemerintah, Pemda
Provinsi, & Pemda
Kabupaten/Kota
Pasal 9 ayat (1):
Menteri menetapkan NSPK
untuk pelaksanaan urusan
wajib dan urusan pilihan
Norma Standar Prosedu
r
Kriteria
urusan wajib dan pilihan ...
dilaksanakan sesuai NSPK yang
ditetapkan oleh Menteri atau
Kepala LPND [Ps. 9 (1) PP 38/2007]
penetapan NSPK dilakukan
selambat-lambatnya 2 (dua)
tahun ¬ 9 Juli 2009 [Ps. 10 (1) PP 38/2007]
termasuk urusan
AMDAL
Lampiran huruf H. Bidang Lingkungan Hidup
PP 38/2007
Oleh PEMERINTAH
Isi Presentasi
Filosofi &
Dasar Hukum
Pengaturan
Kewenangan
Pengaturan
NSPK
Tata Kerja
Komisi Penilai
AMDAL
Tata Laksana
Lisensi Komisi
Penilai AMDAL
Kabupaten/Kot
a
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
PEMBENTUKAN, TUGAS, DAN SUSUNAN
KEANGGOTAAN KOMISI PENILAI
O
KEWENANGAN KOMISI PENILAI
O
TATA KERJA KOMISI PENILAI
O
PEMBIAYAAN
O
KETENTUAN PERALIHAN
O
KETENTUAN PENUTUP
O
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
PEMBENTUKAN, TUGAS, DAN SUSUNAN
KEANGGOTAAN KOMISI PENILAI
O
Komisi Penilai dibentuk oleh Menteri [Pusat], Gubernur
[Provinsi], dan Bupati/Walikota [Kabupaten/Kota]
Komisi Penilai dibantu oleh tim teknis dan sekretariat
komisi penilai
Sekretariat komisi penilai berkedudukan di instansi
lingkungan hidup Provinsi atau Kabupaten/Kota
artinya:
Komisi penilai tidak dapat dibentuk apabila tidak ada instansi lingkungan
hidup di provinsi atau kabupaten/kota
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
KEWENANGAN KOMISI PENILAI
O
hanya berwenang melakukan penilaian dokumen
AMDAL sebagaimana diatur dalam NSPK
Pembagian kewenangan penilaian AMDAL dengan
mendasarkan pada SIFAT usaha dan/atau kegiatan:
strategis
non-strategis
hankam
berdasarkan PUU
dianggap strategis menurut
instansi sektor
perizinan berada di Pusat
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
KEWENANGAN KOMISI PENILAI
O
kriteria pembagian urusan penilaian dokumen AMDAL
adalah eksternalitas, akuntabilitas & efisiensi
hal LAIN yang turut dipertimbangkan sebagai bagian dari
kriteria dalam pembagian urusan penilaian AMDAL, yaitu:
Dampak lingkungan
Pengalaman empirik
Kemampuan daerah
 Ketersediaan tenaga ahli
C Kemudahan koordinasi dalam penilaian AMDAL
Komisi Penilai AMDAL Pusat berwenang menilai AMDAL
rencana usaha dan/atau kegiatan yang memenuhi kriteria:
Usaha dan/atau kegiatan strategis dan/atau menyangkut
pertahanan dan keamanan negara sebagaimana Lampiran I
Usaha dan/atau kegiatan dalam Lampiran II, Lampiran III
dan Lampiran IV yang berlokasi:

lebih 1 wilayah provinsi;

di wilayah sengketa dengan negara lain;

di wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke
arah laut lepas; dan/atau

di lintas batas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan negara lain.
PASAL 10
Kewenangan Komisi Penilai
Provinsi dengan KRITERIA:
Usaha dan/atau kegiatan dalam Lampiran III dan Lampiran IV
yang berlokasi:
lebih dari 1 (satu) wilayah kabupaten/kota;
di lintas kabupaten/kota; dan/atau
di wilayah laut paling jauh 12 (dua belas) mil laut dari garis pantai ke arah laut lepas
dan/atau ke arah perairan kepulauan untuk provinsi dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah
kewenangan provinsi untuk kabupaten/kota.
Usaha dan/atau kegiatan strategis sebagaimana
Lampiran II
PASAL 11
Kewenangan Komisi Penilai
AMDAL Kabupaten/Kota
Usaha dan/atau kegiatan strategis yang berlokasi
dalam kabupaten/kota sebagaimana Lampiran III
Usaha dan/atau kegiatan yang berlokasi dalam
kabupaten/kota sebagaimana Lampiran IV
Kewenangan tersebut hanya berlaku bagi komisi penilai
yang memiliki LISENSI [sesuai peraturan menteri yang
mengatur lisensi komisi penilai AMDAL]
PASAL 12
dilakukan sesuai pembagian kewenangan Komisi Penilai.
bagi rencana usaha dan/atau kegiatan yang
kewenangan penilaian dokumen AMDALnya berada
pada lebih dari 1 (satu) komisi penilai, maka
kewenangan penilaian AMDALnya dilakukan oleh
komisi penilai di atasnya.
Bagi studi AMDAL yang menggunakan pendekatan
studi AMDAL kawasan atau AMDAL terpadu, maka
pembagian urusan penilaian AMDAL:
PASAL 13
Jika terdapat PERBEDAAN PENAFSIRAN
terhadap KEWENANGAN penilaian AMDAL
kepala instansi lingkungan hidup provinsi atau kabupaten/kota
mengajukan permohonan klarifikasi secara tertulis kepada
Menteri untuk mendapatkan penetapan kewenangan penilaian
dokumen AMDAL terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan
dimaksud.
!
Jika INSTANSI LINGKUNGAN hidup bertindak
sebagai PEMRAKARSA
Wakil dari instansi yang bersangkutan tidak
dapat melakukan penilaian bagi dokumen
usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan.
PASAL 14
PASAL 15
Anggota tim teknis dan/atau anggota komisi
penilai yang menyusun dokumen AMDAL
TIDAK DAPAT menilai dokumen AMDAL yang disusunnya
PASAL 16
Kabupaten/Kota yang belum memiliki lisensi atau
lisensi dicabut atau tidak mampu menilai untuk
kegiatan tertentu AMDAL
PASAL 17
Kabupaten/kota yang belum memiliki lisensi atau lisensinya dicabut,
untuk sementara penilaian dokumen AMDAL diselenggarakan oleh komisi
penilai provinsi dan keputusan atas kelayakan lingkungan hidup diterbitkan
oleh gubernur.
Jika kabupaten/kota tidak mampu melakukan penilaian dokumen AMDAL
usaha dan/atau kegiatan tertentu yang menjadi kewenangannya, atas
permintaan bupati/walikota usaha dan/atau kegiatan tersebut untuk
sementara dinilai oleh provinsi dan keputusan atas kelayakan lingkungan
hidup tetap diterbitkan oleh bupati/walikota.
Lokasi rapat komisi tetap di kabupaten/kota tersebut.
Komisi Penilai PROVINSI yang tidak mampu menilai
AMDAL untuk kegiatan TERTENTU
Sementara dinilai oleh Pusat, atas permintaan gubernur,
SK kelayakan lingkungan tetap oleh Gubernur.
Penilaian AMDAL tetap berlokasi di provinsi tersebut.
Unsur penilai mengutamakan anggota komisi provinsi
Menteri menyerahkan kembali kepada gubernur jika
sudah mampu
Berlaku ketentuan seperti kabupaten/kota...
!
PASAL 18
Ketentuan untuk provinsi daerah PEMEKARAN:
Provinsi daerah pemekaran yang belum memiliki komisi
penilai, untuk sementara penilaian AMDAL dilakukan oleh
komisi penilai provinsi daerah induk
Provinsi daerah pemekaran yang telah memiliki komisi
penilai, namun belum mampu untuk menilai dokumen
AMDAL tertentu yang menjadi kewenangannya, untuk
sementara penilaian AMDAL dilakukan oleh komisi penilai
provinsi daerah induk
PASAL 19
Gubernur provinsi induk wajib menyerahkan kembali
penyelenggaraan penilaian kepada gubernur provinsi
daerah pemekaran, apabila telah mampu
Kabupaten/Kota daerah
PEMEKARAN
Jika belum memiliki lisensi, untuk sementara penilaian AMDAL
dilakukan oleh kabupaten/kota induk yang telah memiliki lisensi
Jika memiliki lisensi namun belum mampu melakukan penilaian AMDAL
untuk kegiatan tertentu, atas permintaan bupati/walikota daerah
pemekaran, untuk sementara penilaian AMDAL dilakukan oleh
kabupaten/kota induk yang memiliki lisensi.
Jika kabupaten/kota pemekaran telah mampu, maka
bupati/walikota induk daerah wajib menyerahkan kembali
penyelenggaraan penilaian AMDAL kepada daerah pemekaran.
PASAL 20
Kabupaten/Kota daerah
INDUK:
Jika telah memiliki lisensi namun belum mampu menyelenggarakan
penilaian AMDAL untuk kegiatan tertentu, atas permintaan
bupati/walikota, untuk sementara penilaian dilakukan oleh provinsi.
Jika belum memiliki lisensi, untuk sementara
penilaian dokumen AMDAL dilakukan oleh provinsi
PASAL 21
Jika telah memiliki lisensi dan mampu menyelenggarakan penilaian
AMDAL untuk kegiatan tertentu, maka gubernur menyerahkan
kembali penilaian AMDAL kepada bupati/walikota daerah induk.
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
TATA KERJA KOMISI PENILAI
O
Perbaikan dokumen [KA atau ANDAL, RKL & RPL]
Jika 3 (tiga) tahun tidak dikembalikan kepada komisi
penilai, maka dokumen dinyatakan kadaluarsa.
Keputusan kelayakan dinyatakan BATAL, apabila:
diterbitkan atas dasar rekomendasi dari komisi penilai
kabupaten/kota yang belum memiliki lisensi
diterbitkan atas dasar rekomendasi dari komisi penilai
kabupaten/kota yang lisensinya dicabut
diterbitkan atas dasar rekomendasi dari komisi penilai pusat, provinsi, atau
kabupaten/kota yang melakukan penilaian tidak sesuai dengan kewenangan
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
PEMBIAYAAN
O
Biaya pelaksanaan kegiatan komisi penilai, tim teknis, dan
sekretariat komisi penilai dibebankan pada:
C
anggaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk komisi
penilai, tim teknis, dan sekretariat komisi penilai pusat;
anggaran instansi lingkungan hidup provinsi untuk komisi penilai,
tim teknis, dan sekretariat komisi penilai provinsi; dan
anggaran instansi lingkungan hidup kabupaten/kota untuk komisi
penilai, tim teknis, dan sekretariat komisi penilai kabupaten/kota.
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
KETENTUAN PERALIHAN
O
tetap dinilai oleh komisi penilai yang bersangkutan
[pusat, provinsi atau kabupaten/kota] sampai ditetapkannya
keputusan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan
hidup bagi rencana usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutan.
Status AMDAL yang dinilai dan/atau diproses tetapi tidak
sesuai dengan kewenangannya:
tata KERJA
Komisi Penilai AMDAL
KETENTUAN PENUTUP
O
1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 30 Tahun 1994 tentang
Pelingkupan;
2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 54 Tahun 1995 tentang
Pembentukan Komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Terpadu/Multisektor
dan Regional;
3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 55 Tahun 1995 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Regional;
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 57 Tahun 1995 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Usaha dan/atau Kegiatan Terpadu/Multisektor; dan
5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 40 tahun 2000 tentang
Pedoman Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;
Pencabutan beberapa peraturan terkait AMDAL:
Mulai berlaku SEJAK TANGGAL DITETAPKAN
Isi Presentasi
Filosofi &
Dasar Hukum
Pengaturan
Kewenangan
Pengaturan
NSPK
Tata Kerja
Komisi Penilai
AMDAL
Tata Laksana
Lisensi Komisi
Penilai AMDAL
Kabupaten/Kot
a
tanda bukti telah dipenuhinya persyaratan lisensi komisi
penilai AMDAL kabupaten/kota untuk dapat melakukan
penilaian dokumen AMDAL
Apa itu
LISENSI?
TUJUANNYA
Agar kualitas dokumen AMDAL sebagai alat bantu pengambilan
keputusan menjadi baik
Agar kapasitas komisi penilai menjadi lebih baik & sesuai standar
Agar proses pelaksanaan AMDAL berjalan sesuai standar
PERSYARATAN LISENSI KOMISI PENILAI
O
TATA LAKSANA LISENSI KOMISI PENILAI
O
PEMBINAAN & PENGAWASAN
O
PEMBIAYAAN
O
KETENTUAN PENUTUP
O
Persyaratan Lisensi Komisi Penilai
AMDAL

Ketua komisi penilai dipimpin oleh pejabat minimal
setingkat eselon II;

Memiliki sekretariat komisi penilai yang berkedudukan
di instansi lingkungan hidup kabupaten/kota;

Memiliki tim teknis dengan sumber daya manusia yang
telah lulus pelatihan penyusunan AMDAL paling sedikit 2
(dua) orang, dan pelatihan penilaian AMDAL paling
sedikit 3 (tiga) orang;

Keanggotaan komisi penilai minimal mencakup tenaga
ahli di bidang biogeofisik-kimia, ekonomi, sosial, budaya,
kesehatan, perencanaan pembangunan wilayah, dan
lingkungan hidup;

Adanya organisasi lingkungan hidup atau lembaga
swadaya masyarakat sebagai salah satu anggota komisi
penilai; dan

Adanya kerjasama dengan laboratorium yang
terakreditasi, atau yang mempunyai kemampuan menguji
contoh uji kualitas lingkungan hidup, paling sedikit untuk
parameter air dan udara.
O
Ya
Instansi lingkungan hidup provinsi dengan
dibantu tim terpadu mengevaluasi formulir
permohonan lisensi
Sesuai persyaratan
lisensi?
Ya
Tidak
Diberikan Bukti
Lisensi
Pembinaan dan
pengawasan
Terjadi perubahan
yang menyebabkan
persyaratan lisensi
tidak terpenuhi
Masa berlaku
lisensi habis
Lisensi
dicabut
Pembinaan dan
pengawasan
Pemalsuan
persyaratan
lisensi
Ada
pemberitahuan
Tidak ada
pemberitahuan
Instansi lingkungan hidup kabupaten/kota
mengajukan permohonan lisensi ke instansi
lingkungan hidup provinsi
Persyaratan lisensi dipenuhi dalam
waktu 6 (enam) bulan)?
Setelah dilakukan
binwas minimal 1 (satu)
tahun ditemukan 5
dokumen AMDAL
bermutu buruk-sangat
buruk dan/atau
melanggar administrasi
proses AMDAL
Tidak
BAGAN ALIR TATA BAGAN ALIR TATA
LAKSANA LISENSI KOMISI LAKSANA LISENSI KOMISI
PENILAI AMDAL PENILAI AMDAL
O
PEMBINAAN & PENGAWASAN
Dilakukan oleh gubernur dan/atau Menteri, terhadap:
Mutu dokumen AMDAL:
Administrasi proses AMDAL:
kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan
konsistensi, keharusan, relevansi dan kedalaman mutu dokumen AMDAL
proses dan waktu keterlibatan masyarakat dan keterbukaan
informasi dalam proses AMDAL
proses dan prosedur pelaksanaan penilaian AMDAL;
persyaratan administrasi dokumen AMDAL meliputi persyaratan
tim penyusun AMDAL dan kesesuaian format dokumen AMDAL;
keputusan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan hidup dari
suatu rencana usaha dan/atau kegiatan
O
Biaya untuk pelaksanaan proses penerbitan lisensi komisi
penilai dibebankan pada anggaran instansi lingkungan hidup
provinsi.
Biaya untuk proses pemenuhan persyaratan lisensi
komisi penilai dibebankan pada anggaran instansi lingkungan
hidup kabupaten/kota.
Biaya pelaksanaan pembinaan dan pengawasan oleh
gubernur dibebankan pada anggaran instansi lingkungan
hidup provinsi.
Biaya pelaksanaan verifikasi pengaduan, biaya pelaksanaan
pembinaan dan pengawasan oleh Menteri dibebankan pada
anggaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup
KETENTUAN PENUTUP
O
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 41 Tahun 2000
tentang Pedoman Pembentukan Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota dicabut dan dinyatakan tidak berlaku
Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah
1 (satu) tahun sejak tanggal ditetapkan
Terima Kasih
created by @skary2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->