BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Gagasan tentang penyelenggaraan kekuasaan yang baik, dari aspek historis

di bawah ini, terdapat dua pendekatan; personal dan sistem. Secara personal telah dimulai pada masa Plato. Menurutnya, penyelenggaraan kekuasaan yang ideal dilakukan secara paternalistik, yakni para penguasa yang bijaksana haruslah menempatkan diri selaku ayah yang baik lagi arif yang dalam tindakannya terhadap anak-anaknya terpadulah kasih dan ketegasan demi kebahagiaan anak anak itu sendiri. Pada bagian lain, Plato mengusulkan agar negara menjadi baik, harus dipimpin oleh seorang filosof, karena filosof adalah manusia yang arif bijaksana, menghargai kesusilaan, dan berpengetahuan tinggi. Murid Plato, Aristoteles, berpendapat bahwa pemegang kekuasaan haruslah orang yang takluk pada hukum, dan harus senantiasa diwarnai oleh penghargaan dan penghormatan terhadap kebebasan, kedewasaan dan kesamaan derajat. Hanya saja tidak mudah mencari pemimpin dengan kualitas pribadi yang sempurna. Oleh karena itu, pendekatan sistem merupakan alternatif yang paling memungkinkan. Plato sendiri, di usia tuanya terpaksa merubah gagasannya yang semula mengidealkan pemerintah itu dijalankan oleh raja-filosof menjadi pemerintahan yang dikendalikan oleh hukum. Penyelenggaraan negara yang baik, menurut Plato, ialah yang didasarkan pada pengaturan hukum yang baik. Berdasarkan pendapat Plato ini, maka penyelenggaraan pemerintahan yang didasarkan pada hukum merupakan salah satu alternatif yang baik dalam penyelenggaraan negara. HAN dapat dijadikan instrumen untuk terselenggaranya pemerintahan yang baik. Penyelenggaraan pemerintahan lebih nyata dalam HAN, karena di sini akan terlihat konkrit hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, kualitas dari hubungan pemerintah dengan masyarakat inilah
1

maupun jaminan perlindungan bagi rakyat. Perumusan Masalah Masalah yang penulis angkat dalam makalah ini adalah : Bagaimana pelaksanaan fungsi-fungsi HAN dalam mewujudkan pemerintahan yang baik ? Upaya apa yang harus ditempuh untuk meningkatkan pemerintahan yang baik ? C. Tulisan dalam makalah ini akan difokuskan pada fungsi HAN baik sebagai norma. instrumen. bahwa salah satu inti hakikat HAN adalah untuk memungkinkan administrasi negara untuk menjalankan fungsinya. dan perlindungan bagi masyarakat. D. terdapat sistematika penulisan makalah yang dirinci sebagai berikut : 2 . B. atau sebagaimana dikatakan Sjachran Basah. Di satu sisi HAN dapat dijadikan instrumen yuridis oleh pemerintah dalam rangka melakukan pengaturan. Metode Penulisan Didalam makalah ini. di sisi lain HAN memuat aturan normatif tentang bagaimana pemerintahan dijalankan. pelayanan. dan melindungi administrasi negara dari melakukan perbuatan yang salah menurut hukum. Tujuan Penulisan Makalah ini dibuat sebagai pemenuhan nilai dari mata kuliah Hukum Administrasi Negara pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Kapuas Sintang dan ingin lebih mengetahui dan mengkaji ilmu Hukum Administrasi Negara tentang Negara Hukum Dan Hukum Administrasi Negara.setidaknya dapat dijadikan ukuran apakah penyelenggaraan pemerintahan sudah baik atau belum.

Latar belakang masalah B. Tujuan penulisan D. Metode Penulisan BAB II : Pembahasan BAB III: Penutup DAFTAR PUSTAKA 3 .BAB I : Pendahuluan A. Rumusan masalah C.

tidak sepenuhnya dapat diterapkan ketika suatu negara menganut konsepsi welfare state. dalam konsepsi welfare state. Secara alamiah. maka akan banyak persoalan kemasyarakatan yang tidak dapat te rlayani secara wajar. pemerintah dapat bertindak baik dalam lapangan pengaturan (regelen) maupun alam lapangan pelayanan (besturen). pemerintah bertidak untuk dan atas nama negar. Pembuatan undang-undang berjalan lambat. tindakan pemerintah tidak selalu harus berdasarkan asas legalitas. Sedangkan sebagai administrasi negara. sementara persoalan kemasyarakatan berjalan dengan pesat.Di dalam negara hukum. KERANGKA PEMIKIRAN Secara teoretis. Artinya pemerintah tidak dapat melakukan tindakan pemerintahan tanapa dasar kewenangan. Ketentuan bahwa setiap tindakan pemerintahan ini harus didasarkan pada asas legalitas. seperti halnya Indonesia. Dalam hal hal tertentu pemerintah dapat melakukan tindakan secara bebas yang didasarkan pada freies Ermessen.BAB II PEMBAHASAN A. Dalam konsepsi welfare state. 4 . terdapat perbedaan gerak antara pembuatan undangundang dengan persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat. Presiden atau Pemerintah memiliki dua kedudukan yaitu sebagai salah satu organ negara dan sebagai administrasi negara. Sebagai organ negara. Jika setiap tindakan pemerintah harus selalu berdasarkan undang undang. setiap aspek tindakan pemerintahan baik dalam lapangan pengaturan maupun dalam lapangan pelayanan harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan atau berdasarkan pada legalitas. Bukan sebagai organ negara. Oleh karena itu. Penyelenggaraan pemerintahan yang dimaksudkan dalam makalah ini adalah penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah sebagai administrasi negara. tugas utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

B. Fungsi instrumental berarti menetapkan instrumen yang digunakan oleh pemerintah untuk menggunakan kekuasaan memerintah. Atas dasar ini penerapan fungsi Hukum Administrasi Negara (HAN) dalam konsepsi welfare state merupakan salah satu alternatif bagi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. dan fungsi jaminan. HAN memiliki tiga fungsi yaitu fungsi normatif. Sebab adanya kewenangan bebas ini berarti terbuka peluang penyalahgunaan wewenang (detournement de pouvoir) atau tindakan sewenangwenang (willekeur) yang dapat merugikan warga negara. Hadjon. Negara Hukum Indonesia y Unsur-unsur yang berlaku umum bagi setiap negara hukum. y Bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya harus berdasar atas hukum atau peraturan perundang-undangan. y y Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (warga negara). fungsi instrumental. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara. Adapun fungsi jaminan adalah fungsi untuk memberikan jaminan perlindungan hukum bagi rakyat. Eksistensi Pemerintah dalam konsepsi Welfare State Indonesia. Menurut Philipus M. Fungsi normatif menyangkut penormaan kekuasaan memerintah dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih. akan tetapi pemberian freies Ermessen ini bukan tanpa masalah. Meskipun pemberian freies Ermessen atau kewenangan bebas (discresionare power) kepada pemerintah merupakan konsekuensi logis dalam konsepsi welfare state. yakni sebagai berikut : y Adanya suatu sistem pemerintahan negara yang didasarkan atas kedaulatan rakyat.yakni kewenangan yang sah untuk turut campur dalam kegiatan sosial guna melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan kepentingan umum. 5 .

Negara dan konstitusi merupakan dua lembaga yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Unsur-unsur negara hukum ini biasanya terdapat dalam konstitusi. 4. 16. y Adanya sistem perekonomian yang dapat menjamin pembagian yang merata sumberdaya yang diperlukan bagi kemakmuran warga negara. isi dari setiap konstitusi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Menurut Sri Soemantri. Oleh karena itu. Oleh karena itu. dibagi dan dibatasi. 19). serta diawasi baik oleh lembaga pengawasan yang mandiri dan merdeka maupun oleh warga masyarakat. Seandainya unsur jaminan terhadap hak-hak asasi manusia ini ditiadakan dari konstitusi. tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak mempunyai konstitusi atau undang-undang dasar. prinsip kedaulatan rakyat (pasal 1 ayat 2). kedua. pengawasan peradilan (pasal 24).y Adanya pengawasan dari badan-badan peradilan (rechterlijke controle) yang bebas dan mandiri. dalam arti lembaga peradilan tersebut benarbenar tidak memihak dan tidak berada di bawah pengaruh eksekutif. Apabila kita meneliti UUD 1945. 28. partisipasi warga negara (pasal 28). ketujuh. ketiga. jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (pasal 27. keenam. 29. yaitu sebagai berikut. pemerintahan berdasarkan konstitusi (penjelasan UUD 1945). Esensi dari negara hukum yang berkonstitusi adalah perlindungan terhadap hak asasi manusia. y Adanya peran yang nyata dari anggota-anggota masyarakat atau warga negara untuk turut serta mengawasi perbuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan yang dilakukan oleh pemerintah. keberadaan konstitusi dalam suatu negara hukum merupakan kemestian. kelima. pembagian kekuasaan (pasal 2. 31). keempat. kita akan menemukan unsur-unsur negara hukum tersebut di dalamnya. agar kekuasaan ini tidak liar maka perlu dikendalikan dengan cara disusun. sehingga tidak terjadi pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. negara merupakan organisasi kekuasaan berdasarkan kedaulatan rakyat. 6 . pertama. maka penyususnan. sistem perekonomian (pasal 33).

Eksistensi Indonesia sebagai negara hukum secara tegas disebutkan dalam Penjelasan UUD 1945. mencerdaskan kehidupan bangsa. Situasi demikian merupakan bentuk awal dari anarki yang menyebabkan terlanggarnya hak-hak manusia. pembatasan. sebagaimana yang termuat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Adanya kesamaan antar manusia dalam suatu negara akan memungkinkan lahirnya partisipasi aktif dari setiap orang. dan ini berarti redaksi perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang terdapat dalam setiap konstitusi menjadi tidak berarti atau kehilangan makna. Idealitas negara berdasarkan hukum ini pada dataran implementasi memiliki karakteristik yang beragam. memajukan kesejahteraan umum. yaitu. maka menuntut adanya kesamaan setiap manusia di depan hukum. Tujuan-tujuan ini diupayakan perwujudannya melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dalam program jangka pendek. falsafah 7 . menengah. dan melaksanakan ketertiban dunia´. Indikasi bahwa Indonesia menganut konsepsi welfare state terdapat pada kewajiban pemerintah untuk mewujudkan tujuan-tujuan negara. Partisipasi ini penting dalam suatu negara yang memiliki konstitusi. sesuai dengan muatan lokal. Karena esensi dari setiap konstitusi adalah perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. dan pengawasan kekuasaan negara tidak diperlukan karena tidak ada lagi yang perlu dijamin dan dilindungi. ³Indonesia ialah negara yang berdasar atas hukum (rechtsstaat)´. dan panjang. agar isi dari konstitusi sebagai hukum dasar ini merupakan kristalisasi dari keinginan-keinginan dan kehendak dari sebagian besar masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam suatu negara ini merupakan esensi dari demokrasi. Tiadanya kesamaan akan menyebabkan satu pihak merasa lebih tinggi dari pihak lainnya. kalau tidak dapat dikatakan semua masyarakat.pembagian. sehingga akan mengarah pada terjadinya penguasaan pihak yang lebih tinggi kepada yang rendah. ³Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Hadjon. Berdasarkan penelitian Tahir Azhary. karena terdapat titik pandang yang berbeda. karakteristik negara hukum Pancasila tampak pada unsur-unsur yang ada dalam negara Indonesia. Tahir Azhary melihatnya dari titik pandang hubungan antara agama dengan negara. yaitu sebagai berikut y Keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat berdasarkan asas kerukunan. Bertumpu pada Ketuhanan Yang Maha Esa. y Hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaan-kekuasaan negara. sedangkan Philipus memandangnya dari aspek perlindungan hukum bagi rakyat. Ateisme tidak dibenarkan dan komunisme dilarang. secara historis dan praktis. Asas kekeluargaan dan kerukunan. ideologi negara. negara hukum menurut konsep Eropa Kontinental yang dinamakan rechtsstaat. secara musyawarah dan peradilan y Keseimbangan antara hak dan kewajiban. konsep negara hukum muncul dalam berbagai model seperti negara hukum menurut Qur¶an dan Sunnah atau nomokrasi Islam. y Prinsip penyelesaian sengketa merupakan sarana ter-akhir. Kebebasan beragama dalam arti positip. Menurut Philipus M. dan konsep negara hukum Pancasila. konsep socialist legality. Oleh karena itu. negara hukum Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berkut : Ada hubungan yang erat antara agama dan negara. negara hukum menurut konsep Anglo-Saxon (rule of law). dan latar belakang historis masing-masing negara.bangsa. Namun sesungguhnya unsur-unsur yang dikemukakan oleh kedua pakar hukum ini 8 . Meskipun antara hasil penelitian Hadjon dan Tahir Azhary terdapat perbedaan.

sebagai pengarah dalam membangun untuk membentuk masyarakat yang hendak dicapai sesuai dengan tujuan kehidupan bernegara. sebagai penyempurna terhadap tindakan-tindakan administrasi negara. Keadaan tertib yang umum menyiratkan suatu keteraturan yang diterima secara umum sebagai suatu kepantasan minimal yang diperlukan. fungsi HAN dikemukakan oleh Philipus M. sebagai pemelihara (termasuk ke dalamnya hasil-hasil pembangunan) dan penjaga keselarasan. Stabilitatif. Hadjon. y y Integratif. dan keseimbangan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. baik terhadap warga negara maupun administrasi negara dalam mendapatkan keadilan. supaya kehidupan bersama tidak berubah menjadi anarki. keserasian. Menurut Sjachran Basah ada lima fungsi hukum dalam kaitannya dengan kehidupan masyarakat. yaitu sebagai berikut : y Direktif. Ketiga fungsi ini saling berkaitan satu sama lain. Fungsi-Fungsi Hukum Administrasi Negara Dalam pengertian umum. y Korektif. maupun sikap tindak warga negara dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Artinya unsur-unsur yang dikemukakan ini saling melengkapi.terdapat dalam negara hukum Indonesia. menurut Budiono fungsi hukum adalah untuk tercapainya ketertiban umum dan keadilan. dan fungsi jaminan. yakni fungsi normatif. C. Ketertiban umum adalah suatu keadaan yang menyangkut penyelenggaraan kehidupan manusia sebagai kehidupan bersama. y Perfektif. fungsi instrumental. sebagai pembina kesatuan bangsa. Secara spesifik. Fungsi normatif yang menyangkut penormaan kekuasaan memerintah jelas berkaitan erat dengan fungsi instrumental yang menetapkan instrumen yang digunakan oleh pemerintah untuk menggunakan kekuasaan 9 .

tetapi dalam kombinasi peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan TUN yang satu dengan yang lain saling berkaitan.memerintah dan pada akhirnya norma pemerintahan dan instrumen pemerintahan yang digunakan harus menjamin perlindungan hukum bagi rakyat. Seperti disebutkan di atas bahwa setiap tindakan pemerintah dalam negara hukum harus didasarkan pada asas legalitas.28 Artinya.29 Pada umumnya ketentuan undang-undang yang berkaitan dengan HAN hanya memuat norma-norma pokok atau umum. Fungsi Normatif Hukum Administrasi Negara Penentuan norma HAN dilakukan melalui tahap-tahap. Karena keseluruhan hukum TUN itu demikian luasnya. Di samping itu tiap kali diperlukan pengaturan lebih lanjut hal itu selalu berkaitan dengan penilaian-penilaian dari segi teknis yang sangat mendetail. Penyerahan ini dikenal dengan istilah terugtred atau sikap mundur dari pembuat undang-undang. Norma-norma hukum TUN itu harus selalu disesuaikan de-ngan tiap perubahan-perubahan keadaan yang terjadi sehubungan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang tidak mungkin selalu diikuti oleh pembuat UU dengan mengaturnya dalam suatu UU formal. terlebih dahulu mencari apakah legalitas tindakan 10 . sementara periciannya diserahkan pada peraturan pelaksanaan. seperti Keppres. sehingga tidak mungkin bagi pembuat UU untuk mengatur seluruhnya dalam UU formal. yaitu : a. c. Peraturan Menteri. Akan lebih cepat dilakukan dengan pengeluaran peraturanperaturan atau keputusan-keputusan TUN yang lebih rendah tingkatannya. dan sebagainya. Untuk dapat menemukan normanya kita harus meneliti dan melacak melalui serangkaian peraturan perundang-undangan. b. peraturan hukum yang harus diterapkan tidak begitu saja kita temukan dalam undang-undang. Hal ini terjadi karena tiga sebab. sehingga tidak sewajarnya harus diminta pembuat UU yang harus mengaturnya. Hal ini berarti ketika pemerintah akan melakukan tindakan. 1.

termasuk memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menciptakan berbagai instrumen yuridis sebagai sarana untuk kelancaran penyelenggaraan pemerintahan. Batas-atas yaitu peraturan yang tingkat derajatnya lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang tingkat derajatnya lebih tinggi. Fungsi Instrumental Hukum Administrasi Negara Pemerintah dalam melakukan berbagai kegiatannya menggunakan instrumen yuridis seperti peraturan. Hukum Administrasi Negara memberikan 11 . Jika tidak terdapat dalam UU. sementara pemerintah harus segera mengambil tindakan. Sedangkan batas-bawah ialah peraturan yang dibuat atau sikap-tindak administrasi negara (baik aktif maupun pasif). Di samping itu. Berdasarkan keterangan singkat ini dapat dikatakan bahwa fungsi normatif HAN adalah mengatur dan menentukan penyelenggaraan pemerintahan agar sesuai dengan gagasan negara hukum yang melatarbelakanginya. Meskipun penggunaan freies Ermessen dibenarkan. yakni negara hukum Pancasila. 2. dan secara hukum berdasarkan batas-atas dan batas-bawah. secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. keputusan. Pembuatan instrumen yuridis oleh pemerintah harus didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku atau didasarkan pada kewenangan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan. dan sebagainya. Ketika pemerintah tidak menemukan dasar legalitas dari tindakan yang akan diambil. akan tetapi harus dalam batasbatas tertentu. peraturan kebijaksanaan. Menurut Sjachran Basah pelaksanaan freies Ermessen harus dapat dipertanggung jawabkan.tersebut ditemukan dalam undang-undang. pemberian kewenangan yang luas bagi pemerintah merupakan konsekuensi logis. Sebagaimana telah disebutkan bahwa dalam negara sekarang ini khususnya yang mengaut type welfare state. pemerintah mencari dalam berbagai peraturan perundang-undangan terkait. tidak boleh melanggar hak dan kewajiban asasi warga. pelaksanaan freies Ermessen juga harus memperhatikan asas-asas umum pemerintahan yang baik. maka pemerintah menggunakan kewenangan bebas yaitu dengan menggunakan freies Ermessen.

Jangka waktu harus ditentukan antara timbulnya hal-hal yang menyebabkan dibuatnya dan diumumkannya keputusan itu dan tidak boleh dilupakan. Di dalam pembuatan keputusan. yaitu sebagai berikut : Syarat-syarat material : y y Alat pemerintahan yang mem buat keputusan harus berwenang. paksaan. y y y Harus diberi dibentuk yang telah ditentukan. dilakukan 12 . HAN menentukan syarat material dan syarat formal. perlindungan terhadap warga diberikan bilamana sikap tindak administrasi negara itu menimbulkan kerugian terhadapnya. 3. sogokan. y Isi dan tujuan keputusan itu harus sesuai dengan isi dan tujuan peraturan dasarnya. dan kekeliruan. Sedangkan perlindungan terhadap administrasi negara itu sendiri.beberapa ketentuan tentang pembuatan instrumen yuridis. Syarat-syarat berhubung de-ngan pelaksanaan keputusan itu dipenuhi. Syarat-syarat formal : y Syarat-syarat yang ditentukan berhubung dengan persiapan dibuatnya keputusan dan berhubung dengan cara dibuatnya keputusan harus dipenuhi. Keputusan tidak boleh mengandung kekurangan-kekurangan yuridis seperti penipuan. y Keputusan harus diberi bentuk sesuai dengan peraturan dasarnya dan pembuatnya juga harus memperhatikan prosedur membuat keputusan. maka peyelenggarakan pemerintahan akan berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan sejalan dengan tuntutan negara berdasarkan atas hukum. terutama memberikan perlindungan bagi warga masyarakat. Berdasarkan persyaratan yang ditentukan HAN. Fungsi Jaminan Hukum Ad-ministrasi Negara Menurut Sjachran Basah. kesesatan. sebagai contoh mengenai pembuatan keputusan.

melindungi administrasi negara dari melakukan perbuatan yang salah menurut hukum. sesuai dengan prinsip-prinsip negara hukum. dapatlah disebutkan bahwa dengan menerapkan fungsi-fungsi HAN ini akan tercipta pemerintahan yang bersih.34 Di dalam negara hukum Pancasila. menyelesaikan sengketa antara pemerintah dan rakyat secara musayawarah serta peradilan merupakan sarana terakhir dalam usaha menyelesaikan sengketa antara pemerintah dengan rakyat. yaitu Pancasila. Lotulung. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. sesungguhnya tidak semata-mata memberikan perlindungan terhadap hak-hak perseorangan. pemerintah memperhatikan asas-asas umum yang berlaku sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum. dan keselarasan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan masyarakat. Dengan demikian. maka dengan mengikuti ketentuan formal dan material penggunaan instrumen tersebut tidak akan menyebabkan kerugian terhadap masyarakat. perlindungan hukum bagi rakyat diarahkan kepada usaha-usaha untuk mencegah terjadinya sengketa antara pemerintah dan rakyat.terhadap sikap tindaknya dengan baik dan benar menurut hukum. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Berdasarkan pemaparan fungsi-fungsi HAN ini. Ketika pemerintah menciptakan dan menggunakan instrumen yuridis. Pemerintah menjalankan aktifitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau berdasarkan asas legalitas. 13 . sesuai dengan prinsip yang terkandung dalam falsafah negara dan bangsa kita. Dengan perkataan lain.35 Dengan adanya UU No. tetapi juga sekaligus melindungi hak-hak masyarakat. Hak dan kewajiban perseorangan bagi warga masyarakat harus diletakan dalam keserasian. dan ketika menggunakan freies Ermessen. menurut Paulus E. keseimbangan. yang menimbulkan kewajibankewajiban bagi perseorangan. jaminan perlindungan terhadap warga negarapun akan terjamin dengan baik.

pemerintah sebaiknya memperhatikan dan menerapkan asas-asas umum pemerintahan yang baik (algemene beginselen van be-horlijk bestuur). 14 . masyarakat. Di samping itu juga dengan menerapkan asas-asas umum pemerintahan yang baik. mendasarkan pada asas legalitas dan persyaratan. SARAN Agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik. B. dan pengawasan melalui lembaga ombusdman. dan lembaga ombusdmen dilakukan dengan efektif. sehingga memberikan jaminan perlindungan baik bagi administrasi negara maupun warga masyarakat. KESIMPULAN Pelaksanaan fungsi-fungsi HAN adalah dengan membuat penormaan kekuasaan. Di samping itu.BAB III PENUTUP A. Upaya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan antara lain dengan pengawasan lembaga peradilan. pengawasan masyarakat. maka sebaiknya pengawasan lembaga peradilan.

Pengantar Ilmu Administrasi Negara. HR. Hukum Administrasi Negara. 2004. Jakarta . 2004 15 . Ridwan.DAFTAR PUSTAKA Ali Mufiz. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.