Tata Cara Sholat/memandikan/mengkafani Jenazah

May 12, '08 11:50 PM for everyone

ass.wr.wb. Om, saya nyumbang saran (insya Allah berkenan) mungkin bisa ditambahkan di blog sini mengenai tatacara sholat jenazah. Karena sholat ini sederhana, perlu, tapi jarang yg tahu caranya. Bisa disadur dari http://tausyiah275.blogsome.com/2005/11/20/tata-cara-sholat-jenazah/ insya Allah bermanfaat. Amiin. wass.wr.wb. -sBaBerawal dari pertanyaan seorang teman yg baru melayat(+menyholatkan) jenazah, ternyata dia kebingungan ttg bacaan di raka’at takbir ke-3 dan ke-4 dari sholat jenazah ini. Well…sebenarnya artikel ini sudah aku siapkan sejak lama, tapi sehubungan dg pertanyaan temanku itu, aku muat sekarang saja. Semoga bermanfaat Shalat Jenazah merupakan shalat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Yang kita lakukan hanyalah berdiri, takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam. Rukun Shalat Jenazah Shalat jenazah itu terdiri dari 8 rukun. 1. Niat Shalat jenazah sebagaimana shalat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah kalau tidak diniatkan. Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(QS. Al-Bayyinah : 5). Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur : Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.”(HR. Muttafaq Alaihi). Niat itu adanya di dalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja di dalam hati bahwa kita akan melakukan shalat tertentu saat ini. 2. Berdiri Bila Mampu Shalat jenazah tidak sah bila dilakukan sambil duduk atau di atas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya. 3. Takbir 4 kali Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah. Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

html A. beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam. Takbir ** Membaca Doa : Allahummaghfir lahu war-hamhu . . Takbir ** Membaca Shalawat kepada Nabi SAW : Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad? 3. wa’aafihi wa’fu ‘anhu. Membaca Surat Al-Fatihah 5. wa wassi’ madkhalahu. Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain : Allahummaghfir lahu warhamhu. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW. Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan karunia Nya kepada ummat manusia agar supaya manusia mensyukurinya. wa akrim nuzulahu. 4. .com/2005/07/risalah-jenazah. Salam Jadi secara urutannya adalah sebagai berikut : 1.blogspot. (HR. wa’aafihi wa’fu ‘anhu. Sholawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollallohu . Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947). Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW 6. maka murnikanlah doa untuknya. 4. sms-ku kemarin tidak lengkap doanya…ini yg lengkapnya…) 8. Takbiratul Ihram seperti biasa **Membaca Al-Fatihah 2. 7. waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi. Ada juga artikel lain yg menuliskan: Allahummaghfir lahu warhamhu.Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Takbir ** Membaca Doa : Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrahu Mengucap Salam tambahan : Oleh : Iyyas : http://saad01. MUQODDIMAH. Doa Untuk Jenazah Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :Bila kalian menyalati jenazah. Doa Setelah Takbir Keempat Misalnya doa yang berbunyi : Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu (maaf pren.

2. a. Setiap 4 liter air dicampur dengan 2 potong kapur barus 1 : g. e. . MEMANDIKAN JENAZAH. memandikannya. Mati adalah sesuatu yang pasti bagi kita. c. B. mensholatkan. Alloh Ta’ala berfirman “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian”. Nah….S Ali Imron :185 ). Sarung tangan. 1. maka hendaknya kita juga harus bisa mengurus jenazah. (Q. 3. Sepatu bot berlaras tinggi. Penutup hidung. Jika mayyit telah mewasiatkan kepada seseorang untuk memandikannya. Perlengkapan bagi yang memandikan jenazah. Persiapan sebelum memandikan jenazah. bagaimana cara mempersiapkan pemandian bagi jenazah. Memakai pelindung tubuh agar tidak terkena kotoran-kotoran seperti sisa air perasan daun bidara dan kapur barus. 2.! Kalau kita menginginkan agar mayat kita diurus orang lain. mengkafaninya. 3. Maka kami coba untuk membuat risalah jenazah yang kami sarikan dan kami nukilkan dari kitab Al Wijaazah fi Tajhiizi Al Janaazah karangan Abdurrohman bin Abdulloh Al Ghaits. 1 Gelas besar : 4 liter 8 lt + 2 gls air perasan daun bidara 12 lt + 3 gls air perasan daun bidara 16 lt + 4 gls air perasan daun bidara 20 lt + 5 gls air perasan daun bidara f. Menutup aurat simayyit dengan handuk besar mulai pusar sampai dengan lututnya (laki-laki dan perempuan sama) . sampai kita menguburkannya. Orang yang berhak memandikan jenazah. 1. kalau perempuan maka dari jenis putri). Jika mayyit tidak mewasiatkan. maka yang berhak adalah ayahnya atau kakeknya atau anak laki-lakinya atau cucu-cucunya yang laki-laki (kalau mayatnya laki-laki. Cara menyediakan perasan daun bidara. 4. 1. tentunya kita menginginkan agar mayat kita diurus dengan benar sesuai dengan ajaran Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. maka orang itulah yang berhak. Dianjurkan agar yang memandikan jenazah memilih 2 orang dari keluarganya. b. Wahai saudara yang menyadari akan arti kehidupan. demikian juga kepada keluarga dan sahabat – sahabatnya serta para pengikutpengikutnya yang masih istiqomah dengan ajaran-ajarannya. d. keluarga mayyit boleh menunjuk orang yang amanah lagi terpercaya buat mengurusnya.‘Alaihi Wasallam. Jika tidak ada yang mampu. Tempat memandikan mayyit harus tertutup baik dinding maupun atapnya. Cara menyediakan air dan kapur barus.

Celana : a) Digunting sisi sebelah kanan dari atas sampai kebawah lalu sebelah kiri b) Setelah itu bagian depan ditarik dengan perlahan dengan tetap menjaga handuk penutup. c) Bersihkan mulut dan hidungnya 3 X d) Wajah dan tangan kanan lalu kiri sampai dengan siku. a) Siram kepala dan wajahnya dengan perasan dengan buihnya dulu. . b. 1. 1. Merapikan kumis. Wajib berwudhu bagi yang memandikan dan dianjurkan mandi setelah selesai. Ukuran kain kafan yang digunakan. 3. Caranya : Pakaian : a) Dimulai dari lengan sebelah kanan kearah kiri b) Selanjutnya dari lobang baju (krah) kebawah c) Setelah itu bagian depan ditarik dengan perlahan dari bawah handuk penutup auratnya. tekan perutnya perlahan-lahan sebanyak tiga kali hingga keluar. Jika lebar tubuhnya 30 cm. Memandikan jenazah. Melepas pakaian yang masih melekat ditubuhnya. Jika tinggi tubuhnya 180 cm. MENGKAFANI JENAZAH. . Membersihkan hidung dan mulut serta menutupnya dengan kapas ketika dimandikan lalu dibuang setelah selesai h. a. 5. Usahakan menggunakan handuk yang halus. kalau tidak lebat dicabut saja. Mencukur bulu ketiak. a) Bacalah basmallah. 6. 4. Rambut wanita dikepang menjadi tiga. Menyiram dengan air kapur barus (caranya Idem). bersihkan kotoran itu dengan kain pembersih kemudian siram. maka panjang kain kafannya ditambah 60 cm. Keringkan (usap) tubuh mayyit dari atas kebawah. Ukurlah tinggi tubuh jenazah. C. (ini kalau mayyit mengenakan gamis atau baju panjang. 5. pakaian digeser kekiri. maka lebar kain kafan yang disediakan adalah 90 cm. 1 : 3. c) Ulangi sekali lagi. Cara menyiram air perasan daun bidara. 4. b) Basuh tubuh bagian kanan dari pundak ketelapak kaki sebelah kanan terus kearak kiri. f) Kaki kanan kemudian kirinya.2. Wudhukan jenazah. 2. b) Cuci tapak tangan mayyit 3 X.Tubuh mayyit dibalik ke sebelah kiri. Bersihkan isi perut dengan tangan kiri yang telah terbalut Angkat sedikit tubuh mayyit. kalau hanya kemeja cukup buka kancingnya). Pakaian belakang mayyit : . e) Kepala dan kedua telinganya. Ukurlah lebar tubuh jenazah. Menggunting kuku tangan dan kaki kalau panjang .Setelah itu dibalikkan lagi kekanan 3.

f. 2. 3. 5. c. dengan menyisakan lebih panjang di bagian kepala. Cara mempersiapkan kain penutup aurat. Jika tinggi tubuhnya 150 cm. potonglah dari atas dan dari bawah sehingga bentuknya seperti popok bayi. Perlu diperhatikan. 1. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain kafan yang langsung melekat pada tubuh mayyit. letakkan pula potongan kapas diatasnya. d. 1. Jenazah laki-laki. 1. maka panjang kain kafannya ditambah 40 cm. 2. “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dikafani dengan 3 helai kain sahuliyah yang putih bersih dari kapas. balutlah dari kepala sampai kaki . Berdasar dengan hadits. 1. maka panjang kain kafannya ditambah 50 cm. Letakkan kedua tangan sejajar dengan sisi tubuh. Cara mengikat tali-tali pengikat. 2. Tata cara mengkafani. 3. Cara membalut kain kafan : 1. 2. Sediakan kain dengan panjang 100 cm dan lebar 25 cm ( untuk mayyit yang berukuran lebar 60 cm dan tinggi 180 cm). tanpa ada baju dan serban padanya. Persiapkan sebanyak 7 tali pengikat. Cara memakaikan kain penutup auratnya. Cara mempersiapkan kain kafan. diletakkan diatas usungan jenazah. 4. Panjang tali pengikat disesuaikan dengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan. a. 3 helai kain diletakkan sama rata diatas tali pengikat yang sudah lebih dahulu . Mulailah dengan melipat lembaran pertama kain kafan sebelah kanan. Cara mempersiapkan tali pengikat kain kafan. Mulailah dengan mengikat tali bagian atas kepala mayyit dan sisa kain bagian atas yang lebih itu dilipat kewajahnya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri. 3. Bubuhi anggota-anggota sujud. Setelah itu ikatlah kelima tali yang lain dengan jarak yang sama rata. . Kemudian dipintal dan diletakkan dengan jarak yang sama diatas usungan jenazah. c. 2. Jika tinggi tubuhnya 90 cm. Tambahan panjang kain kafan dimaksudkan agar mudah mengikat bagian atas kepalanya dan bagian bawahnya. Misalnya lebarnya 60 cm maka panjangnya 180 cm. 1. Demikian lakukan denngan lembaran kain kafan yang kedua dan yang ketiga. ( jumlah tali usahakan ganjil). Kemudian ikatlah tali bagian bawah kaki dan sisa kain kafan bagian bawah yang lebih itu dilipat kekakinya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri. b. Jika tinggi tubuhnya 120 cm. beliau dibalut dengan 3 kain tersebut. lalu ikatlah kain penutup sebagaimana memopok bayi dimulai dari sebelah kanan dan ikatlah dengan baik. maka panjang kain kafannya ditambah 30 cm. 4.2. Mengkafani jenazah wanita. mengikat tali tersebut jangan terlalu kencang dan usahakan ikatannya terletak disisi sebelah kiri tubuh. 3. agar mudah dibuka ketika jenazah dibaringkan kesisi sebelah kanan dalam kubur. Kemudian letakkan diatas ketiga helai kain kafan tepat dibawah tempat duduk mayyit. e. Jenazah laki-laki dibalut dengan tiga lapis kain kafan. Sediakan kapas yang diberi wewangian dan letakkan di lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan yang lainnya. Pindahkan jenazah kemudian bubuhi tubuh mayyit dengan wewangian atau sejenisnya.

Lalu buatlah potongan kerah tepat ditengah-tengah kain itu agar mudah dimasuki kepalanya. a) Kepala jenazah berada disebelah kanan imam dengan menghadap kiblat. 4.R. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain sarung serta baju kurungnya. Sama sepert membungkus mayat laki-laki. dan lipatlah lebih dulu lembaran atasnya (sebelum dikenakan pada mayyit. Cara mengikat tali. 2. maka ia memperoleh pahala satu qiroth. maka ia memperoleh pahala dua qirath. d. Tata cara menyolatkan jenazah. 1. 3. Potonglah dari atas dan dari bawah seperti popok. 2. sebuah baju kurung dan selembar sarung beserta kerudungnya. jika perempuan imam . Ukurlah mulai dari pundak sampai kebetisnya. Cara mempersiapkan kain penutup aurat. Adapun yang menghadirinya sampai jenazah tersebut dikebumikan. D. Ukuran kerudungnya adalah 90 cm x90 cm. Sama seperti membungkus mayat laki-laki. disediakan sebanyak tujuh utas tali. kemudian persiapkanlah kain baju kurungnya sesuai dengan ukuran tersebut. Bukhori Muslim). Cara melipat kain kafan. Kemudian kerudung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurung. a. Cara mempersiapkan kerudung. e. b) Jika jenazah laki-laki imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah. f. Ukuran kain sarung adalah : lebar 90 cm dan panjang 150 cm. Cara mempersiapkan baju kurungnya. 2. Terdiri atas : Dua helai kain. 1. Cara mengkafani anak laki-laki yang berusia dibawah tujuh tahun adalah membalutnya dengan sepotong baju yang dapat menutup seluruh tubuhnya atau membalutnya dengan tiga helai kain. Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘Anhu bersabda Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam : Barangsiapa yang menghadiri penyelenggaraan jenazah hingga ikut menyalatkannya. letakkan juga potongan kapas diatasnya. Jika ukuran lebar tubuhnya 50 cm dan tingginya 150 cm. maka lebar kain kafannya 150 cm dan panjangnya 150 ditambah 50 cm. 3. MENYOLATKAN JENAZAH. Kemudian letakkanlah diatas kain sarungnya tepat dibawah tempat duduknya. Catatan : 1. b. kemudian dipintal dan diletakkan sama rata di atas usungan jenazah. Setelah dilipat dua. dan letakkan baju kurung ini di atas kedua helai kain kafannya ). Ditanyakan kepada beliau apakah dua qirath itu?. Cara mengkafani anak perempuan yang berusia dibawah tujuh tahun adalah dengan membalutnya dengan sepotong baju kurung dan dua helai kain. Beliau menjawab Seperti dua gunung besar.Jenazan wanita dibalut dengan lima helai kain kafan. Adapun panjang tali pengikatnya adalah 150 cm. Kemudian kain sarung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurungnya. Kemudian dua kain kafan tersebut diletakkan sama rata diatas tali tersebut dengan menyisakan lebih panjang dibagian kepala. Sediakan kain dengan panjang 90 cm dan lebar 25 cm. Cara mempersiapkan kain sarung. biarkanlah lembaran baju kurung bagian bawah terbentang. lalu ukuran tersebut dikalikan dua. c. 1.lebar baju kurung tersebut 90 cm. (H.

MENGUBURKAN JENAZAH. lalu berilah tanda dari batubata pada arah kepala dan kaki. karena kami juga manusia biasa yang tak pernah luput dari salah. maka posisinya sebagai berikut : Barisan pertama dari imam adalah jenazah laki-laki. Untuk orang besar adalah panjang 200 cm. maka hidupkanlah diatas islam.berdiri sejajar dengan pusar jenazah. Engkau Maha Tahu tempat kami kembali dan tempat istirahat kami. kami mohon maaf. kedalaman 130 cm. Ya Alloh. Besar kecil ukuran kuburan tergantung jenazahnya (disesuaikan). lebar 75 cm. Tata cara menggali kubur. kemudian lahat ditutup dengan batu atau cor-coran atau sejenisnya dan usahakan kalau bisa jangan yang mudah terbakar seperti kayu atau sejenisnya. Allahu A`lam Bishawwab . a) Takbir pertama baca taawudz dan surat Al Fatihah. kedalaman lahat 55 cm. d) Kemudian salam kekanan dan kekiri. lalu dua lagi diatas tepat di sisi kubur sebelah kiblat untuk membantu menurunkan jenazah. tapi tidak boleh lebih dari satu jengkal. yang menjorok ke dalam dan keluar 25 cm. dan jangan Engkau timpakan musibah sepeninggalnya atas kami. b). Hendaklah dua-tiga orang turun keliang kubur. “ Jenazah dibaringkan diatas tubuhnya sebelah kanan dalam posisi miring. Anugrahkanlah Ampunan Mu bagi kami dan baginya. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. F. Ketika menurunkan hendaklah berdoa “ Bismillahi wa ‘ala millati rasulullah “ “ Dengan nama Alloh dan menurut sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. b) Takbir kedua baca sholawat seperti yang dibaca dalam tasyahud. lebar lahat 50 cm. Barang siapa yang Engkau hidupkan diantara kami. yang kecil maupun yang besar. Kalau jenazah wanita maka gantilah kata “ Hu “ menjadi “ Ha “ E. kemudian anak laki-laki kemudian jenazah wanita kemudian anak perempuan. dan hendaklah orang yang kuat. 1. Ampunilah kami baik yang hidup maupun yang mati. dengan dihadapkan kearah kiblat. yang hadir maupun yang tidak hadir. dan barangsiapa yang Engkau wafatkan kami. 2. selanjutnya taburkan batu kerikil dan perciki dengan air supaya tanah menjadi lengket dan padat. c) Takbir keempat membaca doa : “ Ya Alloh. dosa dan lupa. “Ya Alloh. 2. yang laki-laki maupun yang perempuan. dan dianjurkan mengangkat tangan disetiap takbir. janganlah Engkau tahan pahala bagi kami. setelah itu buka tali pengikatnya dan singkaplah kain kafan yang menutupi wajahnya. a). Tata cara menguburkannya. Boleh diberi sedikit gundukan. Saran dan kritik para pembaca kami butuhkan. PENUTUP. kenudian letakkan bantalan dari tanah atau potongan batu bata dibawah kepalanya. Sholat jenazah dilakukan dengan empat takbir. c) Kalau jenazah lebih dari satu dan berlainan jenis kelamin. maka wafatkanlah kami dalam keadaan diatas iman. Demikianlah yang dapat kita nukilkan dan ringkaskan kalau ada kesalahan dalam penulisan atau penerangan. lalu diturunkan kembali galian tanah kuburan.