PT.

XYZ Utama DAFTAR ISI ISTILAH-ISTILAH PENDAHULUAN BAB I UMUM BAB III HUBUNGAN KERJA BAB IV HARI KERJA DAN JAM KERJA BAB V SISTEM PENGGAJIAN/PENGUPAHAN BAB VI PENGOBATAN DAN PERAWATAN PEKERJA BESERTA KELUARGANYA BAB VII JAMINAN SOSIAL BAB VIII TATA TERTIB KERJA BAB IX TINDAKAN DISIPLIN BAB X PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA BAB XI KEDUDUKAN DAN UPAH PEKERJA SELAMA DALAM TAHANAN PIHAK BERWAJIB BAB XII KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BAB XIII PERJALANAN DINAS BAB XIV HARI LIBUR DAN CUTI SERTA IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN BAB XV KELUH KESAH PEKERJA BAB XVI KESEJAHTERAAN PEKERJA BAB XVII LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT BAB XVIII PENUTUP

1

PT. XYZ Utama ISTILAH-ISTILAH Dalam Peraturan Perusahaan ini, berikut adalah: yang dimaksud dengan istilah-istilah

Perusahaan Adalah perusahaan PT. XYZ Utama yang beralamat di jalan HR Rasuna Said Kav. K-12 No.9 Jakarta Selatan dengan cabang-cabangnya diwilayah Indonesia. Pengusaha Adalah orang yang ditunjuk atau yang diberi wewenang oleh pemilik / pemegang saham untuk mengelola perusahaan baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Pekerja Adalah orang yang bekerja dan terikat hubungan kerja dengan perusahaan dan menanda tangani perjanjian kerja dengan PT. XYZ Utama dan menerima upah/gaji dari perusahaan.

Keluarga pekerja Adalah istri dan anak pekerja tetap yang sah berdasarkan hukum yang berlaku dan menjadi tanggungan pekerja dan terdaftar dalam administrasi perusahaan. Istri pekerja Adalah seorang istri yang sah dan terdaftar dalam administrasi perusahaan.

Anak pekerja Adalah semua anak pekerja (maksimal 3 orang ) yang menjadi tanggungan pekerja, berusia tidak lebih dari 21 tahun, belum menikah, belum mempunyai penghasilan sendiri atau sampai dengan usia 24 tahun jika masih sekolah / kuliah. Ahli waris Adalah keluarga pekerja atau orang yang ditunjuk oleh pekerja untuk menerima pembayaran dalam hal kematian. Dalam hal tidak ada penunjukan ahli waris maka pelaksanaannya diatur sesuai hukum yang berlaku. Hari kerja

Adalah hari kerja pekerja sesuai dengan jadwal kerja yang ditetapkan 2 .

Hari Libur Resmi Adalah hari libur yang ditetapkan pemerintah. atau setelah pekerja hari kerja @ 8 jam. Jam Kerja Jam kerja adalah jam kerja efektif saat karyawan mulai bekerja ditempat kerja sampai meninggalkan tempat kerja. melaksanakan kerja 5 . yang dilakukan diluar jam kerja yang telah ditetapkan Hari Libur Mingguan Adalah hari sabtu dan minggu.PT. XYZ Utama perusahaan dengan ketentuan 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Kerja lembur Adalah pekerjaan oleh perusahaan.

3 .

keharmonisan hubungan kerja adalah salah satu pokok yang harus dijunjung tinggi. Pengusaha menyadari sepenuhnya untuk menjamin terpeliharanya kerjasama yang baik. sehingga pada akhirnya faham yang timbul tidak menjurus kepada pertentangan konflik tetapi selalu diatasi dengan jalan musyawarah untuk mufakat. Bahwa untuk melaksanakan Hubungan Industrial harus berpegang kepada terciptanya saling merasa ikut memiliki. maka Peraturan Perusahaan ini disusun. Dengan landasan itulah. terus dilaksanakan usaha-usaha pembinaan. ikut memelihara dan mempertahankan serta secara terus menerus mawas diri sebagai suatu mitra kerja dan tanggung jawab bersama.PT. landasan yang dipergunakan adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan sehubungan dengan landasan itu maka Peraturan Perusahaan disusun. Bahwa disadari untuk mencapai tujuan tersebut di atas. . Disadari pula bahwa dalam Hubungan Industrial . yang secara keseluruhan harus mendorong kegairahan kerja untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja. Pekerja dan pengusaha perlu secara sadar melaksanakan Peraturan Perusahaan dengan penuh tanggung jawab. XYZ Utama PENDAHULUAN Pada dasarnya tujuan Hubungan Industrial adalah untuk mencapai keserasian yang mantap. tenteram dan dinamis untuk menjamin kesejahteraan. terciptanya ketenangan kerja dan kepastian usaha diperlukan adanya Peraturan Perusahaan yang mengatur hak-hak dan kewajiban-kewajiban masing-masing pihak yang dituangkan dalam bentuk Peraturan Perusahaan. pengembangan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja serta perlunya perencanaan ketenagakerjaan di lingkungan perusahaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas kerja untuk menuju peningkatan kesejahteraan pekerja. kesehatan dan keselamatan pekerja serta kesinambungan jalannya perusahaan yang pasti dan berkembang.

4 .

Calon pekerja yang memenuhi tertulis dengan kondisi . 5.00 . Pekerja diharuskan mulai bekerja. secara 2. pekerja dianggap sebagai pekerja dalam hal ini akan diberikan surat pengangkatan 6. Masa kerja dihitung mulai tanpa terputus percobaan 3 tetap dimana pekerja tetap.00 : 12. 3.13.Jumat Istirahat : 08. Jabatan pekerja digolongkan menurut kategori persetujuan manajemen perusahaan. Setelah berhasil dengan baik melampaui masa (tiga) bulan.00 . Dalam masa percobaan kedua belah pihak dapat memutuskan hubungan kerja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu juga tanpa pemberian ganti rugi.PT.17.kondisi yang syarat tertera akan dalam dari dipanggil perjanjian. Pengusaha berhak memperoleh referensi pernah mempekerjakan pekerja tersebut. hari pertama pekerja bekerja diperusahaan yang akan dibuat atas 7. Semua pekerja menjalani masa percobaan paling lama 3 ( tiga ) bulan dan akan dinyatakan secara tertulis.00 . menandatangani perusahaan kerja yang perjanjian sebelum 4. kecuali pembayaran upah untuk jangka waktu masa percobaan yang telah dijalani. BAB II HARI KERJA DAN JAM KERJA Pasal 2 KERJA NORMAL 1. XYZ Utama BAB HUBUNGAN I KERJA Pasal 1 PENERIMAAN DAN PENETAPAN KARYAWAN 1. Hari Kerja Normal Senin .

5 .

2. a. untuk jam kerja pertama sampai dengan jam kerja ketiga dibayar 2 x upah perjam. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa. Upah harian : 3 / 20 x upah sehari c. kecuali dikehendaki oleh perusahaan karena terdapat pekerjaan yang mendesak untuk diselesaikan. Apabila kerja lembur dilakukan pada istirahat mingguan atau hari libur resmi. Ketentuan mengenai hari kerja dan jam kerja pada kondisi-kondisi tertentu dan / atau project akan ditentukan tersendiri. dibayar 2 (dua) kali upah sejam. maka atas permintaan atasannya. Perhitungan upah biasa sejam dihitung dari upah pokok. Untuk jam kerja kedua selebihnya dari 8 (delapan) jam atau 5 (lima) jam apabila hari libur resmi tersebut jatuh pada hari SABTU/MINGGU.rata sehari . Untuk setiap jam dalam batas 8 (delapan) jam atau 5 (lima) jam apabila hari libur resmi tersebut jatuh pada hari SABTU/MINGGU. pekerja diminta bersedia untuk melakukan kerja lembur. dibayar upah sebesar 3 (tiga) kali upah sejam. Pada umumnya tidak ada pekerjaan dilakukan pada hari libur mingguan atau hari libur resmi. Untuk jam kerja pertama selebihnya dari 8 (delapan) jam atau 5 (lima) jam apabila hari libur resmi tersebut jatuh pada hari SABTU/MINGGU. Upah bulanan : 1 / 173 x upah sebulan b. Pasal 3 KERJA LEMBUR 1. 3. b. 2. dan seterusnya dibayar upah sebesar 4 (empat) kali upah sejam. Pasal 4 PERHITUNGAN UPAH LEMBUR Perhitungan upah sebagai berikut : kerja lembur dihitung sesuai dengan ketentuan 1. Apabila pekerjaan mendesak untuk diselesaikan. c.PT. XYZ Utama 2. a. Upah borongan : 1 / 7 x upah rata .

6 .

Kenaikan upah akan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor: Kenaikan harga kebutuhan pokok/Inflasi Prestasi masing-masing pekerja Kenaikan upah rata-rata dalam bisnis yang sejenis.PT. 3. 5. tidak termasuk tunjangan dan kompensasi lain. maka pekerja yang lainnya menerima kompensasi untuk jumlah kerja lembur yang dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kenaikan Upah Minimum Regional/Propinsi Kemampuan perusahaan 8. manager dan jabatan pimpinan lainnya serta pekerja dengan upah diatas upah tertentu yang ditetapkan perusahaan. Tunjangan tetap adalah suatu imbalan yang diterima oleh pekerja secara tetap jumlahnya dan teratur pembayarannya yang tidak dikaitkan dengan kehadiran ataupun pencapaian prestasi kerja tertentu. Upah pokok diartikan sebagai jumlah uang yang tersebut dalam jabatan pekerja yang disebutkan dalam golongan. Pasal 6 PEMBAYARAN UPAH . Kecuali untuk mereka yang tergolong dalam jabatan supervisor. Pajak Penghasilan (PPh-21) akan dibayar oleh pekerja dan perusahaan akan membayarkannya ke kantor pajak. BAB III SISTEM PENGUPAHAN Pasal 5 UPAH 1. 2. dengan demikian pekerja akan mendapat penghasilan netto setelah dipotong pajak. Upah terendah bagi pekerja tidak akan lebih rendah dari pada upah minimum yang ditetapkan pemerintah. Upah bulanan pekerja yang dinyatakan dalam perjanjian kerja yang bersangkutan akan ditinjau oleh manajemen dari waktu ke waktu. sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali. 4. XYZ Utama 4.

7 .

dibayarkan pada saat mencapai 25 tahun. XYZ Utama 1. diberikan setiap bulan Juli Masa kerja 20 tahun : 1 (satu) bulan gaji. BAB IV PENGOBATAN DAN PERAWATAN PEKERJA BESERTA KELUARGA . Pasal 8 HADIAH PENGHARGAAN MASA KERJA Perusahaan memberikan hadiah penghargaan masa kerja bagi pekerja dengan ketentuan : Masa kerja 10 tahun : Cincin emas 7 gram 22 K 87 %. dibayarkan pada saat mencapai 20 tahun Masa kerja 25 tahun : 2 (dua) bulan gaji. Tunjangan Hari Raya ( THR ) akan diberikan kepada pekerja tiap setahun sekali pada waktu atau kesempatan yang disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku tentang THR. 2. Pengusaha akan memperlakukan pekerja yang mogok kerja sesuai dengan UU No 13/2003. yang akan diberlakukan terhitung pembayaran THR tahun 2004. Pasal 7 TUNJANGAN HARI RAYA 1. Pembayaran upah melalui transfer akan dibayarkan paling lambat dua hari kerja sebelum hari kerja terakhir setiap bulannya. sedangkan untuk pembayaran upah tunai akan dibayarkan paling lambat pada hari kerja terakhir setiap bulannya. Masa kerja 30 tahun : 3 (tiga) bulan gaji. dibayarkan pada saat mencapai 30 tahun.PT. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja lebih dari 1 (tahun) besarnya THR 11/2 (satu setengah) bulan upah. 2.

8 .

PT. XYZ Utama

Pasal 9 PENGOBATAN DAN PERAWATAN 1. Sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan, karyawan dan keluarganya diikut sertakan dalam program asuransi kesehatan (rawat inap, berobat jalan, melahirkan, perawatan gigi) dengan tingkat pertanggungan yang ditentukan oleh perusahaan. 2. Dalam keadaan darurat apabila dibutuhkan untuk diperiksa oleh dokter ahli kandungan, sedangkan ditempat kerja tidak terdapat ahli, maka dalam hal ini perusahaan akan membayar biaya perjalanan untuk mencapai dokter tersebut apabila tidak ditanggung oleh pihak asuransi. 3. Manfaat pelayanan kesehatan pekerja digolongkan sebagai berikut : Golongan 1 : Seluruh karyawan yang masih menerima upah lembur Golongan 2 : Supervisor dan Staff tanpa upah lembur Golongan 3 : Yunior Manager dan yang setingkat Golongan 4 : Senior Manager keatas Pasal 10 BIAYA KACA MATA 1. Pengusaha akan mengganti biaya kaca mata yang terdiri dari lensa kaca mata monofocus atau bifocus serta bingkai kaca mata bagi pekerja. 2. Besarnya penggantian diberikan sebagai berikut : Lensa : Monofocus Rp.200.000,Bifocus Rp.300.000,Bingkai Rp.300.000 3. Penggantian bingkai kaca mata akan diberikan 2 tahun sekali atau setiap terjadi kerusakan akibat kecelakaan kerja. 4. Lensa kaca mata diberikan penggantian sesuai kebutuhan. Pasal 11 KELUARGA PEKERJA YANG MENDAPAT PENGOBATAN

9

PT. XYZ Utama Yang diakui oleh perusahaan sebagai keluarga pekerja adalah: 1. Seorang istri sah yang pertama kali didaftarkan atau pengganti istri pertama, jika isteri pertama dengan menyerahkan bukti-bukti yang sah. ke perusahaan meninggal dunia

2. 3 (tiga) orang anak pekerja berusia tidak lebih dari 21 tahun , belum menikah, belum mempunyai penghasilan sendiri atau sampai dengan usia 24 tahun jika masih sekolah / kuliah. 3. Pekerja wanita dianggap berstatus tidak menikah, sehingga jaminan kesehatan hanya berlaku untuk dirinya saja, kecuali dapat dibuktikan dengan keterangan resmi bahwa di tempat suami bekerja tidak mendapatkan jaminan kesehatan untuk dirinya dan keluarganya. 4. Dalam hal pekerja wanita merupakan pencari nafkah karena terjadinya perceraian atau kematian suami, dimana dalam hal ini harus disertai dengan bukti yang sah, maka jaminan kesehatan untuknya dan anak anaknya menjadi tanggungan perusahaan

BAB V JAMINAN SOSIAL Pasal 12 JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA 1. Perusahaan akan memberikan tunjangan dalam hal cacat atau sakit yang diakibatkan karena kecelakaan kerja atau kematian pekerja berdasarkan Undang-Undang No.3 tahun 1992 tentang JAMSOSTEK beserta peraturan pelaksanaannya. 2. Pekerja Jaminan Jaminan Jaminan diikut sertakan dalam Kecelakaan Kerja Hari Tua Kematian Program JAMSOSTEK, yaitu

10 .

000. Pekerja harus menyadari bahwa sebagai pekerja perusahaan akan selalu bertindak sesuai dengan peraturan dan tata krama umum yang berlaku. 2.250. . 4. Dalam hal pekerja meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka perusahaan akan memberikan tunjangan yang terdiri dari : Upah pekerja pada bulan berjalan dibayar penuh Uang kubur Rp. Pekerja diharuskan untuk bersedia diperiksa oleh dokter perusahaan dan / atau dokter yang telah ditentukan oleh perusahaan dengan mengindahkan petunjuk-petunjuknya. Pekerja diharuskan mematuhi peraturan dan tata tertib pekerja yang ditetapkan dalam Peraturan Perusahaan / peraturan pemerintah dengan baik.- TATA BAB VI TERTIB KERJA Pasal 13 KEWAJIBAN PEKERJA 1. 3. Uang santunan 2 x pasal 156 ayat 2. Jenis-jenis kesalahan dan sanksisanksinya akan dicantumkan dalam lampiran Peraturan Perusahaan ini dan tidak terpisah. Pekerja harus sadar akan kewajibannya yang ditentukan oleh perusahaan dan melaksanakan peraturan yang berlaku dengan sebaik . benar dan sungguh-sungguh. perusahaan akan memberikan sumbangan kematian sebesar Rp. 1 x pasal 156 ayat 3 dan 1 x pasal 156 ayat 4 (Sesuai dengan undang-undang No.000. XYZ Utama 3.000.13/2003 pasal 166) 4. atas biaya perusahaan.1.baiknya serta berusaha dengan aktif untuk meningkatkan effisiensi kerja.PT. anak pekerja yang sah meninggal dunia.Uang duka 1( satu ) bulan gaji setelah dipotong pajak. Apabila istri / suami.

11 .

catatan dan lain sebagainya wajib diserahkan kepada atasannya.mesin. Pekerja diharuskan datang ke perusahaan pada waktu yang telah ditentukan. pekerja dilarang untuk menyimpan sendiri dan memperlihatkan pada pihak ketiga atau membawa keluar gedung / lingkungan kerja. seminar dan lokakarya yang diselenggarakan perusahaan atau tempat lain yang ditunjuk perusahaan. gambar . catatan .alat pelindung diharuskan untuk tetap menjaga waktu kerja.rencana perusahaan mengenai tata cara kerja produksi. kelahiran anak. 11. 10. 8. Tanpa ijin perusahaan. latihan. Pekerja wajib merahasiakan semua hal yang diketahuinya dalam arti yang luas dari usaha perusahaan. Pekerja harus mencetak kartu absennya sendiri pada waktu datang dan meninggalkan perusahaan. oktroi . pemasaran.gambar dan keterangan lainnya dan pada akhir hubungan kerja maka semua korespodensi.PT. kebijaksanaan perusahaan maupun rencana . 6. gambar-gambar. Pekerja dilarang keras membawa barang / benda berbahaya dan senjata tajam kedalam lingkungan perusahaan (termasuk minuman keras dan obat-obat terlarang). system kerja dengan leveransir dan langganan. memakai pakaian kerja. Perusahaan setiap waktu akan meningkatkan keahlian pekerja yang menurut penilaian pekerjaan maupun kualifikasi pribadinya dapat diikut sertakan dalam latihan dan selanjutnya mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus . keuangan. semua korespondensi.kursus. XYZ Utama 5. . perceraian. gambar gambar. Perubahan yang terjadi dalam status pekerja ( perkawinan. Pekerja yang ditentukan untuk kerja dan alat . sepatu yang telah disediakan . dan mempergunakannya selama 9. personalia. pindah alamat ) wajib segera dilaporkan kepada bidang administrasi personalia perusahaan disertai dengan lampiran yang diperlukan. mabuk ataupun berbuat yang tidak sesuai dengan norma sebagai anggota perusahaan maupun masyarakat pada umumnya. mesin . 7.

pekerjaan yang diberikan oleh 12 .12. Pekerja harus melaksanakan perusahaan kepadanya.

15. Pekerja wajib untuk selalu memperhatikan dan memperlakukan barang-barang atau alat-alat milik perusahaan dengan hati .PT. bahan setengah jadi. Surat teguran : Tingkatan sanksi Kenaikan Gaji a. Bagi pekerja yang melakukan pelanggaran Peraturan Perusahaan akan mendapat sanksi dengan tingkatan sebagai berikut : 2.hal yang tidak wajar atau kesalahan-kesalahan pada cara kerja yang telah ditentukan misalnya bahan baku. 16. XYZ Utama 13. mematuhi dan melaksanakan kesepakatan-kesepakatan yang dikeluarkan pada waktu . BAB IX TINDAKAN DISIPLIN Pasal 14 TINDAKAN SANKSI 1. pekerja wajib memberikan perhatian sebesar-besarnya terhadap kualitas seluruh hasil pekerjaannya disamping mengikuti dengan seksama semua petunjuk tentang cara kerja yang diberikan oleh atasannya. Surat Peringatan 2 d. Surat Teguran b.cadang. Pekerja wajib memperhatikan. 14. Schorsing f. material. Dalam hal pekerja mengetahui terjadinya hal . PHK . alat / perkakas atau gambar.hati dan menghindari pemborosan waktu serta bahan. Pekerja bertanggung jawab atas seluruh kerusakan yang timbul karena kelalaiannya. maka ia wajib untuk segera melaporkan kepada atasannya. Dalam melakukan pekerjaannya.waktu tertentu. suku . Surat Peringatan 3 e. Surat Peringatan 1 c.

Masa Berlaku Penundaan 3 bulan 6 bulan bulan 6 bulan bulan 6 bulan bulan Sesuai Proses 3 6 6 - 13 .

6. Terhadap pekerja yang mendapat peringatan tertulis ketiga akan dikenakan sanksi administratif berupa tertundanya kenaikan upah berkala selama 6 ( enam ) bulan dari kenaikan upah berkala. Terhadap pekerja yang mendapat peringatan tertulis kedua akan dikenakan sanksi administratif berupa tertundanya kenaikan upah berkala selama 6 ( enam ) bulan dari kenaikan upah berkala. 4. Masa berlakunya Surat peringatan tertulis kedua ini adalah 6 (enam) bulan. maka terhadap pekerja yang bersangkutan dibayarkan penuh seluruh upah dan hak-hak lain yang biasanya diterima.PT. Peringatan tertulis kedua : a. b. Peringatan tertulis ketiga harus ditanda tangani oleh pekerja. 3. maka pekerja yang bersangkutan harus dipekerjakan kembali. Terhadap pekerja yang mendapat peringatan tertulis pertama akan dikenakan sanksi administratif berupa tertundanya kenaikan upah berkala selama 3 (tiga) bulan dari kenaikan upah berkala. XYZ Utama a. Kenaikan secara otomatis akan direalisasikan pada bulan berikutnya setelah masa berlakunya surat peringatan habis. b. Jika ada keputusan hukum yang tetap memutuskan menolak permohonan ijin PHK. b. . Pekerja yang mendapat Schorsing. Masa berlakunya Surat Peringatan tertulis ketiga ini adalah 6 (enam) bulan. Scorsing : a. setelah masa penundaan berakhir. 5. sampai ada penetapan dari Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. b. Setelah mendapat Surat Teguran pekerja masih melakukan kesalahan atau pelanggaran. Peringatan tertulis pertama : a. Kenaikan secara otomatis akan direalisasikan pada bulan berikutnya setelah masa penundaan berakhir. Peringatan tertulis ketiga : a. Masa berlakunya Surat Peringatan tertulis pertama ini adalah 6 (enam) bulan. sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Peringatan tertulis kedua harus ditanda tangani oleh pekerja dan manager yang bersangkutan. manager yang bersangkutan dan HRD Manager. kepadanya bisa diberikan Surat Peringatan berikutnya. Kenaikan secara otomatis akan direalisasikan pada bulan berikutnya. Surat teguran diberikan oleh manager atau atasan langsungnya. Peringatan tertulis pertama harus ditanda tangani oleh pekerja dan manager yang bersangkutan. Pekerja yang mendapat Surat Teguran masih berhak mendapatkan kenaikan gaji berkala.

14 .

Pemutusan Hubungan Kerja Karena meninggal dunia. Tingkat peringatan yang diberikan kepada pekerja tidak harus peringatan pertama lebih dahulu. Pasal 15 JENIS PHK Jenis-jenis pemutusan hubungan kerja adalah sebagai berikut : 1. XYZ Utama b. Pemutusan Hubungan Kerja atas kehendak sendiri. Dalam hal pelanggaran berat seorang pekerja dapat dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja. Uang pesangon adalah pemberian berupa uang dari pengusaha kepada pekerja sebagai akibat adanya pemutusan hubungan kerja. . Pasal 16 PESANGON. Pemutusan Hubungan Kerja karena pensiun. 4. Pemutusan Hubungan Kerja karena sakit berkepanjangan. Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan. Bilamana karena sesuatu dan lain hal. 7. akan tetapi dapat langsung diberikan peringatan kedua. Pada prinsipnya setiap perselisihan diusahakan untuk diselesaikan dengan cara musyawarah / mufakat untuk kedua belah pihak. 2. hal ini tergantung dari berat atau ringannya pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja yang bersangkutan. ketiga atau yang lainnya. Scorsing harus ditanda tangani oleh manager dari pekerja yang bersangkutan dan HRD Manager. maka perusahaan akan melaksanakannya dengan memperhatikan ketentuan Undang-Undang No. pemutusan hubungan kerja tidak dapat dihindarkan. 1. 3. UANG PENGHARGAAN MASA KERJA. DAN UANG PENGGANTIAN HAK. Pemutusan Hubungan Kerja karena melakukan pelanggaran.dapatnya menghindari adanya pemutusan hubungan kerja. maka perusahaan maupun pekerja akan tunduk pada Undang-Undang No. PEMUTUSAN BAB X HUBUNGAN KERJA Pada dasarnya perusahaan maupun pekerja sedapat .13/2003.13/2003. 6. 8.PT. 5.

15 .

. 3.13/2003 5.000.2. uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan yang diatur Undang-Undang No. maka pengusaha dapat melakukan proses Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan UU No. Pemutusan Hubungan Kerja atau pemberhentian ataupun tindakan lainnya seperti tersebut dalam bab ini akan diberitahukan secara tertulis oleh pimpinan perusahaan. 4. maka kepadanya diberikan uang pesangon. uang penggantian hak (sesuai UU No. 3. dan uang penghargaan masa kerja apabila masa kerjanya telah mencukupi untuk mendapatkannya. XYZ Utama 2. 4.PT. Bagi pekerja yang Pemutusan Hubungan Kerjanya disebabkan karena melakukan kesalahan ringan berhak mendapat uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja apabila masa kerjanya telah mencukupi untuk mendapatkannya sesuai dengan undang-undang No. Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena melakukan kesalahan berat tidak berhak atas uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja akan tetapi berhak atas uang penggantian hak dan uang pisah sebesar Rp200. Uang Penghargaan Masa Kerja adalah pemberian berupa uang dari pengusaha kepada pekerja sebagai penghargaan berdasarkan masa kerja akibat adanya pemutusan hubungan kerja. Bagi pekerja yang Pemutusan Hubungan Kerjanya disebabkan karena masa pensiun.13/2003.13/2003) ditambah dengan uang pisah. Besarnya uang pesangon. Pekerja yang tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut dan telah dipanggil oleh perusahaan 2 kali secara tertulis tetapi pekerja tidak dapat memberikan keterangan tertulis dengan bukti yang sah. PASAL 17 PHK TANPA PESANGON DAN DENGAN PESANGON 1.13/2003. Uang penggantian hak adalah uang yang diberikan dari pengusaha kepada pekerja atas sisa cuti yang belum diambil dan uang penggantian perumahan serta pengobatan akibat adanya pemutus hubungan kerja.

16 .

PT. 4. Lamanya tunjangan diberikan seperti yang dimaksud pada point (2) tersebut diatas. dibayar penuh. KEDUDUKAN DAN DALAM TAHANAN . maka kepada keluarganya diberikan tunjangan yang besarnya seperti tersebut dibawah ini : Istri tanpa anak 25 % gaji sebulan Istri dengan 1 anak sah 35 % gaji sebulan Istri dengan 2 anak sah 45 % gaji sebulan Istri dengan 3 anak sah 50 % gaji sebulan 3. maka pekerja tidak berhak atas pembayaran upah. Bagi seorang pekerja yang dituduh melakukan pelanggaran dan dikenakan tahanan bukan atas pengaduan pengusaha. sehingga pekerja tersebut tidak dapat melakukan tugasnya untuk bekerja seperti biasa. selama ijin Pemutusan Hubungan Kerja belum diberikan oleh LEMBAGA PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. pekerja tersebut tidak dibenarkan untuk masuk / berada ditempat kerja. XYZ Utama Pasal 18 SCORSING Selama pekerja dalam masa scorsing. ditetapkan maksimum selama 6 (enam) bulan sejak hari pertama pekerja ditahan oleh Pihak yang Berwajib. maka kepada pekerja tersebut seluruh upah dan hak-hak lain yang biasanya diterima. BAB XI UPAH PEKERJA SELAMA PIHAK YANG BERWAJIB Pasal 19 UPAH SELAMA DITAHAN 1. Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena pengaduan pengusaha. Jika pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib tersebut mempunyai keluarga. 2.

BAB XII 17 .

3. Perusahaan memberikan pakaian kerja bagi pekerja yang bekerja sebagai teknisi dan pengemudi serta office boy ataupun karyawan yang ditunjuk sekurang-kurangnya sebanyak 3 (tiga) stel dalam 1 (satu) tahun yang akan dibagikan setiap bulan Juli. sepatu pelindung dan lain sebagainya. Setiap pekerja wajib menjaga dirinya sendiri maupun sesama pekerja terhadap bahaya kecelakaan dan segera melaporkan tentang kemungkinan timbulnya bahaya terhadap diri perorangan. mesin. gedung dan lain sebagainya. sarung tangan. . 2. BAB XIII PERJALANAN DINAS Pasal 22 KETENTUAN UMUM 1. Pasal 21 ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA Perusahaan menyediakan alat-alat keamanan yang harus digunakan selama pekerja sedang bekerja. kaca mata las. XYZ Utama KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Pasal 20 HAK DAN KEWAJIBAN PEKERJA 1. Pekerja juga wajib menjaga keselamatan sesama rekan sekerja. Pekerja wajib menggunakan alat-alat keamanan yang ditentukan dan telah disediakan perusahaan dimana penggunaan alat-alat tersebut adalah hal yang mutlak. Alat-alat keamanan dimaksud misalnya berupa : Masker.PT. Perusahaan dapat memerintahkan pekerja untuk melakukan perjalanan dinas sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. 4. Pekerja wajib memperhatikan semua peraturan yang berhubungan dengan keselamatan kerja sehingga pengamanan terhadap keselamatan kerja dapat ditingkatkan.

18 .

Biaya penginapan (tidak dibayar untuk perjalanan dinas satu hari) d. XYZ Utama 2. 5. 3. Dalam hal ini upah lembur tidak dibayar untuk jam pergi dan kembali dari tujuan. Pada prinsipnya dalam hal melakukan perjalanan dinas. setelah pekerja yang bersangkutan kembali ketempat tugas /pekerjaannya. Biaya makan c. pengambilan cuti tersebut dilaksanakan atas persetujuan atasan pekerja. Ketentuan mengenai besarnya tunjangan dan lain sebagainya serta letak luar kota yang dianggap sebagai perjalanan dinas akan diatur dalam ketentuan tersendiri dan besarnya akan ditinjau setiap 2 (dua) tahun. Selanjutnya setiap karyawan berhak atas penambahan cuti tahunan selama 12 hari kerja dengan upah/gaji dibayar penuh untuk setiap 3 (tiga) tahun bekerja secara terus menerus pada perusahaan. .PT. Setiap karyawan berhak atas cuti selama 12 hari kerja dengan pembayaran gaji penuh tiap tahun yang berlaku setelah 12 bulan bekerja. BAB XIV HARI LIBUR DAN CUTI SERTA IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN Pasal 23 CUTI TAHUNAN 1. Pada prinsipnya dalam hal perjalanan dinas upah lembur tidak dibayar. Tunjangan harian luar kota (dibayarkan hanya untuk karyawan dengan golongan jabatan tertentu seperti tercantum dalam ketentuan perusahaan mengenai golongan dan jabatan karyawan dan nilainya akan dibuat secara terpisah). pekerja harus berangkat dan kembali ketempat tugasnya sesudah menyelesaikan pekerjaannya. Pekerja harus melaporkan hasil dari perjalanan dinas kepada atasannya. Biaya perjalanan dinas yang ditanggung oleh perusahaan adalah sebagai berikut : a. Biaya transport b. 2. 6. kecuali dalam hal pekerja yang bersangkutan itu jelas diakui untuk bekerja lembur dan disetujui atasannya. 4.

19 .

Apabila pekerja tidak hadir maka kepala bagian yang bersangkutan wajib mengisi dan atau memberikan keterangan mengenai alasan-alasannya sebelum diserahkan kebagian administrasi personalia perusahaan. Pasal 24 IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN Pekerja diperkenankan tidak masuk bekerja dengan upah penuh dalam keadaan penting dengan perincian sebagai berikut : a. Sanksi administratif akan diberikan kepada pekerja yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut. Ijin karena mendapat musibah 1 hari Kerja Pasal 25 CUTI SAKIT Bagi harus pekerja yang tidak masuk kerja dibuktikan dengan surat keterangan disebabkan karena sakit dari Dokter yang . 4. Pengambilan cuti diperkenankan setelah mendapat persetujuan dan tembusan surat permohonan cuti yang telah disetujui harus dikirimkan kepada bagian administrasi personalia. Perkawinan pekerja 3 hari kerja b. Khitanan/Baptis 1 hari kerja i. Menjalankan ibadah haji Sesuai ketentuan pemerintah j. Kematian anak 3 hari kerja f. Hak cuti termaksud gugur bilamana dalam waktu 12 bulan setelah lahirnya hak cuti itu karyawan ternyata tidak mempergunakannya. XYZ Utama 3. Memenuhi panggilan pemerintah Sesuai bukti yang diperlukan h. Kematian isteri 3 hari kerja e. Kelahiran 2 hari kerja d. Permohonan cuti harus diajukan secara tertulis 2 (dua) minggu sebelumnya kepada masing-masing kepala bagian yang bersangkutan melalui atasan langsungnya. 5. Perkawinan anak pekerja 2 hari kerja c. Kematian orang tua/mertua 2 hari kerja g. Pekerja wajib mengisi dan menandatangani daftar hadir yang telah disediakan perusahaan secara rutin pada saat masuk bekerja setiap hari.PT.

memeriksa dan / atau yang merawatnya. maka dalam hal demikian tidak 20 .

Pasal 26 CUTI HAMIL/BERSALIN DAN GUGUR KANDUNGAN 1. ternyata bahwa sakit yang menyebabkan pekerja tidak mampu bekerja karena melanggar nasehat dan anjuran dokter atau sakit tersebut karena adanya unsur kesengajaan . 2.PT. namun demikian pekerja mempunyai pilihan untuk pengambilan waktunya dengan jumlah cuti tetap selama 3 (tiga) bulan. Bagi pekerja wanita yang hamil diperkenankan untuk 1 mengambil cuti hamil dengan gaji penuh selama 1 /2 bulan sebelum melahirkan dan 11/2 bulan setelah melahirkan. Pasal 27 CUTI HAID Pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada perusahaan. Cuti gugur kandungan ditetapkan sejak terjadinya gugur kandungan. dengan melampirkan surat Sakit yang merawatnya. Permohonan cuti hamil hari sebelum menjalani keterangan Dokter Rumah diajukan secara tertulis paling lambat 14 masa cuti. Pasal 28 UPAH SELAMA SAKIT 1. Upah tersebut diatas tidak akan dibayarkan oleh perusahaan jika menurut keterangan dokter yang merawatnya. XYZ Utama termasuk dalam kategori alpa. Mengenai lamanya cuti sakit serta upahnya diatur berikut : 4 bulan pertama 100 % dari upah/gaji sebulan 4 bulan kedua 75 % dari upah/gaji sebulan 4 bulan ketiga 50 % dari upah/gaji sebulan Selanjutnya 25 % dari upah/gaji sebulan 2. tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. terhitung 3. selama 11/2 bulan.

21 .atau yang ditimbulkan karena penggunaan obat-obat terlarang.

Keluh kesah ini dapat diajukan lisan maupun tertulis kepada kepala oleh bagiannya. 13 Tahun 2003. pekerja baik secara Pasal 30 PROMOSI DAN MUTASI 1.masing dan selanjutnya akan pimpinan perusahaan untuk mendapatkan penyelesaian 2.PT. XYZ Utama 3. 2. Jika setelah 12 (dua belas) bulan sakit. KELUH BAB XV KESAH PEKERJA Pasal 29 PENYELESAIAN KELUH KESAH 1. mengajukan keluh . maka perusahaan dapat mengakhiri hubungan kerja dengan berdasar Undang-Undang No. maka salah satu atau kedua belah pihak dapat mengajukan masalah tersebut kepada pemerintah dalam hal ini Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. pekerja yang bersangkutan menurut pendapat Dokter yang merawatnya dianggap belum sehat untuk kembali bekerja. Bila belum memperoleh penyelesaian dari kepala bagian atau pimpinan perusahaan. Kepada pekerja diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mencapai tingkatan tertinggi dalam perusahaan tergantung kepada kemampuan dan kecakapannya.waktu tertentu yang diperlukan.masing bawahannya selama masa jabatan .kesahnya dengan cara kepala bagian masing . 3. Pekerja berhak diajukan melalui diteruskan kepada lebih lanjut. Sekali dalam setiap 6 ( enam ) bulan dan pada waktu . Perusahaan memberikan promosi kepada pekerja sesuai dengan keahliannya. kepala bagian mengajukan laporan hasil kegiatan dari masing .

tertentu 22 .

2. Pengusaha akan memberikan program bea siswa untuk anak pekerja yang berprestasi. Perusahaan berhak untuk kepekerjaan atau bagian lain perusahaan. Pelaksanaan program ibadah haji / ibadah lain tersebut akan dituangkan dalam kebijaksanaan perusahaan. Pelaksanaan program bea siswa tersebut akan dituangkan dalam kebijaksanaan perusahaan. Pasal 32 IBADAH 1. tanpa mengurangi upah memindahkan pekerja sesuai dengan kebutuhan pekerja yang bersangkutan. XYZ Utama 3. BAB XVI KESEJAHTERAAN PEKERJA Pasal 31 BEA SISWA 1. Pengusaha akan mengadakan program ibadah Haji / ibadah lain yang setingkat bagi karyawan non muslim yang dilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali untuk 1 (satu) orang.000.000.1. 2. Pasal 33 SUMBANGAN NIKAH Perusahaan memberikan sumbangan kepada pekerja yang telah bekerja minimal 1 (satu) tahun dan melangsungkan pernikahan pertama sebesar Rp.- Pasal 34 SUMBANGAN MUSIBAH .PT.

23 .

Bahwa untuk perusahaan perlu 3. di kelancaran program dengan pengetahuan tersebut. Pasal 35 REKREASI Untuk meningkatkan gairah kerja dan menciptakan hubungan yang harmonis diantara sesama keluarga pekerja. perusahaan mengadakan rekreasi bersama keluarga setiap tahun sekali. perbaikan pendapatan. BAB XVII LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT Pasal 37 1. Untuk sesuai pelaksanaan program Keluarga Berencana adanya unit / personil yang menanganinya. kebakaran. tergantung dari situasi dan kondisi perusahaan. perusahaan akan membantu dan kemampuan yang ada. Untuk membantu terwujudnya ketenangan. XYZ Utama Pengusaha akan memberikan sumbangan kepada pekerja yang mengalami musibah (banjir. Program Keluarga Berencana adalah merupakan salah satu bagian untuk menunjang peningkatan kesejahteraan pekerja. peningkatan produksi dan produktivitas. kesejahteraan serta kelestarian dan kelancaran perusahaan. dibentuk wadah kerja sama antara pengusaha dan Pekerja. Pasal 36 PROGRAM KELUARGA BERENCANA 1. ketentraman. gempa bumi) yang besarnya akan dituangkan dalam kebijakan perusahaan. 2. . untuk itu perlu adanya peran serta secara aktif dari pihak perusahaan dan pekerja.PT.

24 .

2. Menunjang dan ketenangan.masalah kete perusahaan.kurangnya 3 orang) Kerjasama Bipartit Pekerja. konsultasi dan yang anggotanya terdiri dari unsur pengusaha dan 3. XYZ Utama 2. 3. dan kegairahan kerja serta dan peranan lembaga . mendorong terciptanya disiplin. Peraturan Perusahaan ini menggantikan semua peraturan-peraturan terdahulu. Tugas Lembaga Kerjasama a.PT. Peraturan-peraturan yang bersifat lokal yang mengatur unit kerja dalam perusahaan. Menampung. lain yang 4. Lembaga Kerjasama Bipartit. Komposisi BAB XVIII PENUTUP Pasal 38 PERATURAN PERUSAHAAN DAN KETENTUAN TERDAHULU 1.lembaga ketenagakerjaan. Pasal 39 PENUTUP . Bipartit. ialah lembaga didalam merupakan forum komunikasi. menanggapi nagakerjaan di dalam b. Menegakkan eksistensi berkepentingan dengan perusahaan. musyawarah. Kepengurusan dan keanggotaan Lembaga diatur bersama antara wakil pengusaha dan pengurus terdiri dari : Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota ( sekurang . sepanjang tidak bertentangan dengan pasal-pasal yang tercantum dalam Peraturan Perusahaan ini tetap berlaku. c. ialah : dan memecahkan masalah . ketentraman ketenangan usaha. pekerja. Peraturan Perusahaan ini berlaku paling lama 2 (dua) tahun sejak mendapat pengesahan dari Depnakertrans.

25 .

Jakarta. Apabila syarat-syarat kerja dalam Peraturan Perusahaan ini lebih rendah atau bertentangan dengan peraturan yang berlaku. maka batal demi hukum. dan yang diberlakukan peraturan perundangan yang berlaku. XYZ Utama 1. PT. XYZ UTAMA Presiden Direktur. Pengusaha akan membagikan kepada seluruh pekerja sebuah buku Peraturan Perusahaan segera setelah penanda tanganan dilakukan. 17 Februari 2004. 2.PT. .

26 .

Surat Peringatan 1 (pertama) : 1. kecuali pada tempat-tempat yang telah disediakan (kantin) 5. Karena kelalaian yang mengakibatkan kerusakan / kerugian perusahaan sampai dengan Rp. Melanggar peraturan keselamatan kerja.000.2. Melakukan pelanggaran yang bobotnya sama dengan pelanggaran dengan sanksi Surat Teguran. 2. Melakukan propaganda politik dilingkungan perusahaan (Penggalangan massa. 8.000. kampanye) 3.PT. Pengulangan atas pelanggaran Surat Peringatan 1 (pertama). pidato politik. 4. 2. 3. Setelah melalui evaluasi terhadap cara kerja dan hasil kerja. Tidak mengindahkan rambu-rambu yang terpampang di area perusahaan. Menolak perintah atau penugasan yang layak. Menghina pengusaha / pimpinan. 4. 2. Melakukan pelanggaran yang bobotnya sama dengan pelanggaranpelanggaran dengan sanksi Surat Peringatan Pertama. Meninggalkan pekerjaan tanpa sepengetahuan atasan. Seringkali tidak masuk kerja sehingga mengakibatkan terganggunya / terbengkalainya pekerjaan dan tugasnya atau melebihi jatah cuti yang menjadi haknya. pekerja dinilai tidak produktif. Melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan didalam jam kerja.9. Merokok di dalam gedung. Mengganggu ketenangan dan ketekunan kerja karyawan lainnya pada . Pengulangan atas pelanggaran teguran lisan yang masih berlaku. 8. 9. 5. Mangkir 2 (dua) hari dalam kurun waktu 1 (satu) bulan. Mangkir 3 (tiga) hari dalam kurun waktu 1 (satu) bulan. Pengulangan atas pelanggaran Surat Teguran yang masih berlaku. Surat Peringatan 2 (Kedua) : 1. 7. 10. Meletakan barang yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain atau mengakibatkan kerusakan barang. Melakukan proses kerja yang tidak sesuai dengan standar / spesifikasi / instruksi kerja ISO kecuali atas persetujuan pimpinan dilakukan secara khusus. 6. XYZ Utama LAMPIRAN JENIS-JENIS PELANGGARAN DAN SANKSINYA Surat Teguran : 1. 6. 7. pendistribusian atribut.

waktu jam kerja. 27 .

5.000.000. 8. Dengan sengaja atau lalai mengakibatkan dirinya dalam keadaan tidak dapat melakukan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Karena kecerobohan yang mengakibatkan bocornya rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik perusahaan yang seharusnya dirahasiakan.000. 6. Memperbanyak dokumen rahasia tanpa izin yang berwenang dan bukan untuk tujuan pekerjaan.10.000.s/d Rp. Menolak perintah untuk pemeriksaan kesehatan kepada dokter yang ditunjuk perusahaan. Tidak melakukan pemeriksaan dan penghitungan sesuai dokumen saat menerima barang. Tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun sudah dicoba dibidang tugas yang lain. Merokok di tempat yang bertanda bahaya (mudah terbakar). Mangkir 4 (empat) hari dalam kurun waktu 1 (satu) bulan. Mangkir 5 (lima) hari dalam kurun waktu 1 (satu) bulan. 6. 12. 8. Karena kelalaian yang mengakibatkan kerusakan / kerugian perusahaan diatas Rp. 10. Apabila tindakan ini dilakukan secara bersama-sama maka dikategorikan sebagai mogok.. 9. 5. 3. Merubah / menyuruh merubah. Menerima atau meminta sesuatu dalam bentuk apapun secara langsung maupun tidak langsung dari pihak pembeli.000. mengisi / menyuruh mengisi kartu absensi / data absensi / data lembur dengan tidak sebenarnya. XYZ Utama 3. Tidak menghiraukan peringatan-peringatan untuk memperbaiki mutu pekerjaan. Menolak/menghindar dari pemeriksaan petugas keamanan. leveransir atau supplier. Merubah atau menyuruh merubah kartu absen/daftar lembur atau mengisi waktu tersebut dengan tidak sebenarnya. 11. 11.5. 7. Dengan sengaja memperlambat pekerjaan yang mengakibatkan kerugian perusahaan. Karena kecerobohan yang mengakibatkan diri atau orang lain dalam keadaan berbahaya.PT. 4. Karena kelalaian yang mengakibatkan kerusakan / kerugian perusahaan Rp. Pengulangan atas pelanggaran Surat Peringatan 2 (Kedua) 2. 7. Mengisi check list tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.000. Melakukan pelanggaran yang bobotnya sama dengan pelanggaranpelanggaran dengan sanksi Surat Peringatan Kedua.5. 4. dengan kata lain pekerja tidak mempunyai kegairahan kerja serta kemauan untuk bekerja. 2. .9. Surat Peringatan 3 (Ketiga) / terakhir : 1.

Tidur pada waktu jam kerja. 28 .13.

3. 14. Mabuk. 15. komponen. 2.PT. pelanggaran-pelanggaran ini adalah kategori kesalahan berat tanpa hak pesangon) : 1. Dengan sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya ditempat kerja. 7. atau mengintimidasi teman sekerja/ bawahan/ pengusaha dilingkungan kerja. Melakukan penipuan. Pengulangan atas pelanggaran Surat Peringatan 1 (satu) atau SP 2 (dua) atau SP 3 (tiga) setelah mendapat SP 3 (tiga) yang masih berlaku. mengancam. pencurian atau penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan. Bekerja sama dengan pihak lain baik internal maupun external yang mengakibatkan kerugian perusahaan. 5. Membuang raw material. Melakukan perjudian dalam segala bentuk dilingkungan perusahaan 9. 13. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan. 8. Menyerang. menganiaya. 17. 6. 12. 11. Melakukan pelanggaran yang bobotnya sama dengan pelanggaranpelanggaran dengan sanksi Surat Peringatan Ketiga. 15. Dengan sengaja mengeluarkan / mengirim barang milik perusahaan tidak disertai dokumen lengkap dan persetujuan. 4. meminum-minuman keras yang memabukan . Pekerja melakukan suatu tindakan yang merugikan perusahaan dan melakukan tindak pidana diluar perusahaan . XYZ Utama 14. Melakukan perbuatan lainnya dilingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. dan zat adiktif lainnya dilingkuangan kerja. 16. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara. 10. Dengan sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. barang-barang lain yang dinyatakan reject tanpa disertai dokumen yang sah. psikotropika. Melakukan perbuatan asusila dilingkuan perusahaan. (Kecuali yang dicetak miring. Membujuk teman sekerja/bawahan/ pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. memakai dan/atau mengedarkan narkotika. Membawa senjata tajam / senjata api ke dalam lingkungan perusahaan. Schorsing dalam rangka Proses PHK. Membawa barang milik perusahaan tanpa izin dari pimpinan perusahaan.

Pekerja ditahan pihak berwajib (Sesuai UU No.13/2003) 29 .18.

Melakukan perbuatan yang menyebabkan benturan kepentingan (conflict of interest) seperti : Melakukan bisnis terselubung dalam perusahaan yang mengakibatkan kerugian perusahaan dan atau menguntungkan diri sendiri. Melakukan pelanggaran yang bobotnya sama dengan pelanggaranpelanggaran dengan sanksi Schorsing dalam rangka proses PHK.PT. . 20. XYZ Utama 19.

30 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful