P. 1
Makalah Kehamilan Tidak Diinginkan (Unwanted Pregnancy )

Makalah Kehamilan Tidak Diinginkan (Unwanted Pregnancy )

|Views: 4,692|Likes:
Published by Yasheive saadi
Makalah Kehamilan Tidak Diinginkan (Unwanted Pregnancy )
Makalah Kehamilan Tidak Diinginkan (Unwanted Pregnancy )

More info:

Published by: Yasheive saadi on Nov 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seperti telah diketahui bersama bahwa Angka kematian lbu hamil dan
melahirkan masih sangat tinggi (373/100.000 kehamilan) karena tiga ¨terlambat¨
yaitu : terlambat rnengenali bahaya, terlambat untuk diruiuk dan terlambat
mendapat pertolongan yang memadai. Selain itu adanya penyebab tidak langsung
yaitu : status gizi ibu yang memprihatinkan (30° ibu hamil kurang gizi kronik,
51° anemia), periksa hamil tidak teratur (22.1° tidak pemah periksa hamil,
18,2° periksa hamil terlambat, persalinan ditolong oleh dukun 47,5°)
Dalam mengklasiIikasikal ibu hamil dalam status resiko ringan, sedang
dan berat tidak bisa diiadikan patokan lagi, karena semua ibu harnil beresiko
tinggi, walaupun dalam kehamilan karena itu, Asuhan Antenatal Care sangat
penting dan berguna untuk memIasilitasi hasil yang sehat dan positiI bagi ibu
hamil maupun bayinya.
Maka dari uraian diatas penulis ingin membahas secara singkat tentang
asuhan yang diberikan pada ibu selama hamil khususnya dengan kehamilan
normal Yang secara langsung akan implementasikan pada klien Ny¨R¨
Adapun gambaran secara umum dari seorang wanita yang hamil dengan
keharnilan normal yakni ibu sehat, tidak ada riwayat obsteri buruk. Ukuran uterus
sama/sesuai usia kehamilan, pemeriksa Iisik dan laboratorium normal.
Anemia lebih sering diiumpai dalam kehamilan. Hal itu disebabkan karena
dalam kehamilan keperluan akan zat-zat makanan bertarnbah dan teriadi pula
perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Bertambahnva darah
dalam kehamilan sudah mulai seiak kehamilan umur 10 rninggu dan mencapai
puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan36 minggu. Dengan hubungan tersebut
diatas maka banyak penulis mengarnbil nilai 10 g/100 ml sebagai batas terendah
untuk kadar hb dalarn kehamilan. Seorang wanita hamil yang memiliki Hb kurang
dari 10 g/100 ml barulah disebut menderita anemia dalam kehamilan. Karena itu,
2

para wanita hamil dengan Hb antara 10 dan 12 g/100 ml tidak dianggap menderita
anemi patologik, akan tetapi anemia Iisiologik atau psudoanemia.
Namun secara global WHO (World Health Or6raniz-ation)
mengklasiIikasikan batas anemia sedikit berbeda, WHO mengklasiIikasikan
wanita hamil dengan Hb kurang dari 1l gr/dl dikatakan mengalami anemia,
adapun batasannya yaitu ; Hb 9-10 gr/d1, mengalami anemia ringan; Hb 7-8 gr/dl,
mengalami anernia sedang: Hb ·6.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum :
Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil
khususnya ibu hamil trimester III.

1.2.2.Tujuan khusus :
l.2.2.l Mahasiswa dapat melakukan pengkaiian dan pengumpulan data
I .2.2.2 Mahasiswa dapat merumuskan diagnose kebidanan
1.2.2.3 Mahasiswa dapat rnenyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan
diagnosa
1.2.2.4 Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan berdasarkan
rencana asuhan
1 .2.2.5 Mahasiswa dapat melaksanakan tindakan dan evaluasi

1.3 Manfaat Penelitian
1.3.1 ManIaat Ilmiah
Diharaphan hasil penulisan ini dapat meniadi sumber inIormasi dan
memperkaya ilmu pengetahuan dan bahan acuan bagi penulis selaniutnya.
1.3.2 ManIaat Institusi
Sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi rekan-rekan mahasiswa
akademi Kebidanan Bhakti Husada Mulia Madiun dalam pelaksanaan
Asuhan Kebidanan.

3

1.3.3 ManIaat bagi penulis
Dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penulis serta tambahan
yang sangat berharga dalam penerapan Manaiemen Asuhan Kebidanan.

4

BAB II
PEMBAHASAN

1. UNWANTED PREGNANCY (Kehamilan yang tidak diinginkan)
Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yang
karena suatu sebab, maka keberadaannya tidak diinginkan oleh salah satu atau
kedua calon orang tua bayi tersebut. KTD disebabkan oleh Iaktor kurangnya
pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses teriadinya kehamilan dan
metode pencegahan kehamilan akibat teriadinya, tindak perkosaan dan kegagalan
alat kontrasepsi.
Kehamilan yang tak diinginkan dapat dialami oleh pasangan yang belum
menikah maupun pasangan yang sudah menikah, remaia, pasangan muda, ibu -
ibu setengah baya, bahkan akseptor KB pun, golongan atas, menengah maupun
golongan bawah. Orang yang mengalami KTD secara langsung adalah wanita.
Sebagian besar dari mereka mengambil keputusan dengan pengguguran
kandungannya (aborsi). Karena sampai saat ini aborsi di Indonesia masih
merupakan sesuatu yang tidak legal, banyak dari pasangan - pasangan yang
mengalami KTD mengambil ialan aborsi dengan cara yang tidak aman.
Angka kehamilan yang tidak diinginkan akibat kegagalan KB masih cukup
tinggi, dan 30 - 50° diantaranya menialani aborsi tidak aman. Kondisi ini turut
menyumbang tingginya kematian ibu hamil di Indonesia, yaitu 450 dari 100.000
kelahiran hidup, masih meniadi yang tertinggi di Asia. Pada tahun 2001 PKBI
menangani 6000 kasus, 80 persen diantaranya adalah kehamilan tak diinginkan
oleh pasangan yang sudah menikah. Ini menandakan KTD sudah meniadi masalah
sosial. Apabila Ienomena gunung es iuga berlaku untuk kasus KTD maka iumlah
KTD keseluruhan akan meniadi berlipat. Sangat logis apabila diperkirakan bahwa
iumlah aborsi di Indonesia adalah 2,5 iuta sampai dengan 3 iuta per tahunnya.
Sekitar 2 iuta wanita di Indonesia setiap tahun menialani aborsi. Dari
iumlah tersebut ada sekitar 900 wanita yang melakukan aborsi yang tidak aman.
Sementara itu untuk tindakan aborsi di seluruh dunia tercatat 46 iuta dengan 20
iuta diantaranya merupakan aborsi tidak aman. Aborsi tidak aman ini dilakukan
5

oleh tukang urut, dukun piiat, dukun beranak yang sangat berbahaya karena
penolongnya tidak terlatih atau berkompeten, dilakukan di tempat yang tidak
higienis, peralatan medis tidak tersedia dan tidak memenuhi standar minimal,
serta metode atau prosedur tindakan aborsi yang dilakukan sangat berbahaya dan
tidak dapat dipertanggungiawabkan secara medis. Akibatnya adalah kematian
wanita akan meniadi salah satu risiko yang didapat dari tindakan aborsi tidak
aman tersebut.

Kehamilan tak diinginkan
Pasangan suami istri tak luput dari masalah iika kehamilan sang istri tidak
dikehendaki. Misalnya masalah ketidaksiapan, hal mana bisa menimbulkan
depresi ringan sampai berat pada ibu, yang bisa sangat berpengaruh pada ianin,
bahkan berakibat keguguran atau terlahir cacat. Apalagi iika Kehamilan tak
diinginkan teriadi pada pasangan yang belum menikah, akibat yang teriadi bisa
iauh lebih besar. Tidak saia karena akan mengalami konIlik internal, semisal
ketidaksiapan, tapi iuga mesti menghadapi tekanan dari lingkungan sosial, semisal
celaan.
Norma-norma ketimuran masih tetap menganggap kehamilan diluar nikah
sebagai aib bagi keluarga ataupun masyarakat, apapun sebab dari kehamilan itu.
Orang yang hamil diluar nikah dinilai sebagai keburukan, yang kalaupun teriadi
harus di sembunyikan. Masyarakat patriarkal sekarang ini, cenderung
mempersalahkan wanita dalam kehamilan diluar nikah. Padahal wanita yang
hamil bisa saia merupakan korban perkosaan atau korban keadaan (dipaksa lewat
buiukan untuk melakukan hubungan seksual oleh pacarnya, atau temannya, atau
keluarganya).
Kehamilan usia dini, selain berakibat kurang baik bagi tubuh, iuga
berakibat hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan Iormal. Padahal,
pendidikan Iormal yang baik merupakan salah satu syarat (meskipun tidak harus)
agar dapat bersaing di masa depan. Menurut saya, alangkah baiknya iika sekolah-
sekolah tetap mau menerima siswa yang hamil, atau minimalnya memberikan
cuti, bukannya mengeluarkan. Alangkah malangnya siswa yang
6

hamil/menghamili, yang telah mengalami berbagai masalah yang berat, harus
diperberat masalahnya dengan 'ditutup¨ masa depannya melalui pengeluaran
siswa oleh pihak sekolah.
Begitu besarnya kasus kehamilan di luar nikah dikalangan remaia, yang
tidak saia merugikan remaia itu sendiri tapi iuga masyarakat karena kehilangan
remaia-remia potensialnya, tidak bisa tidak akan membawa kepada perlanyaan:
baguimana mencegahnya?
Upaya pencegahan tentulah didasarkan atas sebab-sebab yang
melatarbelakangi. Sebab kehamilan diluar nikah pada remaia dikategorikan dalam
dua dimensi, yakni dimensi pasiI (wanita hamil sebagai korban perkosaan dan
pemaksaan seienis), dan dimensi aktiI(wanita memang berkeinginan melakukan
hubungan seksual).
Kedua dimensi dimuka, dipicu oleh sebab-sebab yang luas. Beberapa
diantaranya adalah maraknya pornograIi di tengah masyarakat, kemudahan
memperoleh akses ke sumber-sumber pemirasan seksual, kebebasan dalam
pergaulan, dan pergeseran nilai-nilai moral. Sebab-sebab itu tidak akan
melahirkan hubungan seksual pranikah bila remaia memiliki kendali internal
(Internal Locus oI Control) yang kuat. Lemahnya kendali internal disebabkan
kegagalan pendidikan seks baik dalam keluarga, sekolah atau masyarakat. Akibat
dari lemahnya kendali internal, remaia mudah terpengaruh oleh hal-hai yang
berasal dari luar dirinya seperti provokasi media, dan pengaruh teman-teman
peernya.
Fokus pada penguatan kendali internal remaia, adalah pencegahan yang
paling mungkin berhasil, apalagi iika yang dilakukan dalam skala kecil. Misalnya
dengan pemberian inIormasi yang benar, sebab salah satu indikator kuatnya
kendali internal adalah adanya inIormasi benar yang diyakini. Akan tetapi upaya
pencegahan dengan penguatan kendali internal pada remaia kurang bisa berialan
eIektiI bila lingkungan sekitar tidak mendukung. Karenanya, mestinya
pencegahan dilakukan secara bersama-sama antara keluarga, sekolah, masyarakat
dan pemerintah.

7

2. ASKEB TEORI MANA1EMAN KEBIDANAN VARNEY

Asuhan adalah bantuan yang diberikan baik kepada individu, pasien atau
kliennya. Asuhan kebidanan adalah penerapan dan Iungsi kegiatan meniadi
tanggung iawab bidan dalam memberikan pelayanan klien yang mempunyai
kebutuhan atas masalah dalam bidang kesehatan masa ibu hamil, masa ibu
bersalin dan masa niIas.
Manaiemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan
sebagai metoda untuk menginterpretasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori
ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian atau tahapan logis
untuk pengambilan suatu keputusan yang berIokus pada klien.

2.1 Pengkajian
2.1.1 Data SubyektiI
2.1.1.1 Anamnese
O Nama Ibu dan suami : Untuk mengenali dan memanggil bila perlu
dan menghindari kekeliruan
O Umur : Untuk mengetahui prognosa kehamilan
Umur 20-30 tahun adalah wanita produktiI,
umur kurang dari 16 atau lebih 35 tahun
merupakan usia resiko yang bisa
mempersulit persalinan
O Agama : Untuk membimbing ibu menurut agama
dan apabila sewaktu-waktu ibu kritis dapat
mempermudah bidan kepada siapa untuk
menghubungi, misalnya : Uztad, pendeta,
dll.
O Suku/Bangsa : Untuk mengetahui statistikc kebidanan,
asal Ibu, karena masing-masing suku
mempunyai adaptasi berbeda-beda.
8

O Pendidikan : Untuk mengetahui kemampuan berIikir,
tingkat pengetahuan sehingga
mempermudah bidan untuk memberikan
KIE.
O Pekeriaan :Untuk mengetahui seberapa berat pekeriaan
ibu yang bisa mempengaruhi kehamilan
O Penghasilan : Untuk mengetahui penghasilan keluarga
untuk membantu bidan dalam memberi
aniuran.
O Alamat : Bila sewaktu-waktu ada kegiatan
kuniungan rumah, mempermudah petugas
untuk berkomunikasi.
2.1.1.1 Keluhan Utama
Mengeluh cepat lelah
Sering pusing
Mata berkunang-kunang
NaIsu makan turun
2.1.1.2 Data Keluarga
Untuk mengetahui keadaan keluarga yang tinggal bersama,
adakah penyakit menular, keturunan, kronis yang dapat
mempengaruhi terhadap kehamilan maupun persalinan
2.1.1.3 Riwayat Kesehatan
Ibu tidak menderita penyakit geiala batuk lama, tidak
pernah menderita penyakit tekanan darah tinggi, tidak pernah
menderita geiala sering makan, sering minum dan sering kencing
(DM), ibu iuga tidak pernah menderita PMS.
2.1.1.4 Data Haid
Menarche : Normal, ¹ usia 12 tahun
Siklus : Normal, 28 hari dan teratur
Lama : Normal, 5-7 hari
9

Banyaknya : normal, tidak menggumpal, siaIt darah encer, tidak
terlalu banyak
Nyeri haid : Kemungkinan Dominorhe
Haid terakhir : untuk menghitung HPL

2.1.1.5 Riwayat Kehamilan, persalinan dan niIas yang lalu
2.1.1.5.1 Kehamilan
Keluhan normal bagi ibu adalah mual, muntah, oleh karena
pengaruh hormon, dinyatakan adanya gangguan seperti
pendarahan, muntah berak, keracunan kehamilan
2.1.1.5.2 Persalinan
Spontan, cukup bulan, bagaimana pendarahannya, ditolong siapa,
dimana, apakah anak hidup dan menangis saat lahir, ienis kelamin,
B, TB, keadaan placenta, dll
2.1.1.5.3 NiIas
Pendarahan bagaimana, panas atau tidak, bagaimana keadaan ASI,
meneteki bayi sampai usia berapa, apakan putting susu pernah
lecet, dll. Maksud pernyataan tersebut adalah untuk mengetahui
prognosa persalinan dan pimpinan persalinan.

2.1.1.6 Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu periksa mulai terlambat haid pada TM I, mengalami keluhan
mual, muntah tetapi menghilang setelah TM II, setiap wanita hamil
mengalami resiko komplikasi yang bisa mengancam iiwanya. Ibu
hamil hendaknya memeriksakan kehamilannya minimal 4 x yaitu
pada: 1 x TM I, 1 x TM II, dan 2 x TM III. Merasakan pergerakan
anak biasanya pada usia 5 bulan. Imunisasi TT2x, selang
pemberian 1 bulan serta mendapat tablet Fe minimal 50 tablet,
kapsul yodium 1x dan melaksanakan perawatan payudara atau
perawatan-perawatan yang telah diberikan.
2.1.1.7 Pola kehidupan sehari-hari (sebelum dan sesudah hamil)
10

2.1.1.7.1 Pola Nutrisi
Selama TM II NaIsu manakan biasanya meningkat, kalori
digunakan untuk pertumbuhan ianin dan placenta, untuk kalori
tidak perlu ditambah karena pada kehamilan TM II berat badan
tidak boleh tambah (Kalori yang dibutuhkan 2.500 gr)
Diet normal dalam kehamilan
Sebelum hamil Hamil
Protein 2.500 2.500
Calcium 60 85
Ferum 0,8 1,5
Vit.A 12 15
Vit.B 5.000 6.000
RibloIlavin 70 100
As. Nicotin 2,2 1,5
Vit.D 15 18

Contoh Menu Sehari
Pagi Nasi
Pecel,tempe,tahu
Buah
Susu
Selingan Siang I Roti kering
Nasi
Sayur Sop
Buah
Selingan Siang II Pisang Goreng
Teh manis
Selingan malam Nasi
Sayur
Susu

11

Untuk komplikasi hendaknya beraneka ragam dan berganti-ganti
menu agar kekurangan menu dapat diimbangi oleh menu
berikutnya. Peratikan pada kualitas dan kuantitas karena
metabolisme saat hamil tua, maka harus diimbangi oleh aktiIitas
yang berkurang.
2.1.1.7.2 Pola Istirahat/tidur
Pada ibu hamil, TM II mengalami gangguan istirahat tidur karena
sering BAK bila kepala sudah turun, tidur malam 8-10 am siang 1-
2 iam
2.1.1.7.3 Eliminasi
Pada ibu hamil TM II teriadi gangguan BAB disebabkan karena
peningkatan hormon progesteron dan peningkatan Irekuensi BAK
karena penurunan bagian terendah ianin sehingga menekan
kandung kencing.
2.1.1.7.4 Personal Hygiene
Mandi 2 x sehari, sikat gigi sehabis makan dan akan tidur, ganti
pakaian 2 x sehari. Perawatan payudara dilakukan seiak usia
kehamilan awal/dini mungkin dilakukan minimal 1 x sehari.
Kebersihan daerah genetalia harus diiaga, memakai celana dalam
yang bersih.
2.1.1.7.5 Aktivitas
Meliputi ienis aktivitas adakah gangguan Iaktor penyebab dan cara
mengatasi, karena aktivitas yang baik dapat mencegah obtipasi.

2.1.2 Data ObyektiI
2.1.2.2 Pemeriksaan Fisik
2.1.2.2.1 Umum
2.1.2.2.1.1 Berat badan
Penambahan berat badan pada kehamilan TM III yang normal
tidak boleh lebih dari ½ kg/minggu. Bila lebih dikurangi,
untuk mencegah pre eklamasi.
12

2.1.2.2.1.2 Tinggi badan
Cukup diukur pada pemeriksaan pertama, bila kurang dari 145
cm terlebih kehamilan pertama, tergolong resiko tinggi.
Kemungkinan panggul sempit.
2.1.2.2.1.3 Tanda-tanda Vital
Tekanan darah : Normal ·140/90 mmHg. Bila lebih
atau ada penurunan dicurigai adanya
toxemia gravidarium.
Nadi : Normal ·100x/menit. Bilah lebih ada
kemungkinan ibu cemas dan takut,
kecapekan dan ada kelainan penyakit.
Suhu : Normal 30
0
C - 37
0
C. Bila lebih
kemungkinan adanya inIeksi atau
kekurangan cairan.
PernaIasan : Normal 16x-24x/menit. Bila ada
peningkatan melebihi normal
kemungkinan adanya gagguan pada
iantung dan pulmoner.
2.1.2.2.1.4 Perhatikan iuga sikap tubuh ibu. Keadaan punggung
(lordosis, kiIosis, scoliosis) dan cara berialan (pincang) untuk
mengetahui adakah kelainan anatomi yang dapat
mempengaruhi persalinan nanti.
a. Rambut : Bersih atau kotor, pertumbuhan, warna,
mudah rontok atau tidak.
b. Muka : Normal atau tidak cloasma gravidarim,
tidak sembab
c. Mata : - Koniungtiva normal : Merahmuda, bila
pucat menandakan anemia.
- Sclera normal : putih, bila kuning bu
menderita Iungsi hati.
d. Hidung : Normal, tidak ada polip
13

e. Telinga : Normal, tidak ada serumen berlebihan,
simetris.
I. Gigi dan mulut : Adakah sariawan. Caries (menandai
kurangnya kalsium) diiaga agar tidak
mudah terkena inIeksi.
g. Leher : Bila mengalami pembesaran keleniar
ternyata kemungkinan ibu kurang
iodium. Bila ibu berpenyakit iantung,
akan tambah pembendungan vena
iugularis, bila ibu terinIeksi suatu
penyakit tampak pembesarannya
keleniar limIe.
h. Thorax : Pada ibu hamil ditemukan pembesaran
payudara, hypepigmentasi areola dan
papilla mamae, pada palpasi colostrums
kadang keluar (TM III).
i. Tungkai : Normal, tidak ada varices oedema
partibia yang menandakan kemunginan
preeklamsi, reIlek patella ¹/¹. NegatiI
mungkin kekurangan vitabin B
1
atau
gangguan neurologis.

2.1.2.2.2 Khusus
2.1.2.2.2.1 Perut : Normal, pembesaran perut sesuai dengan
usia kehamilan dam membuiur,
hyperpigmentasi linea, tdak ada bekas
operasi.
Palpasi
Untuk menentukan usia kehamilan dan untuk mengetahui
letak ianin.
Cara melakukan palpasi dengan Loepold :
14

- Leopold I : untuk menentukan tinggi Iundus uteri dan
untuk perkiraan usia kehamilan sesuai atau tidak.
Usia kehamilan 28 minggu : TFU iari atas pusat.
Usia kehamilan 32 minggu : TFU pertengahan
pusat-px.
Usia kehamilan 36 minggu : TFU 3 iari bawah px.
Usia kehamilan 40 minggu : TFU pertengahan
pusat-px
Leopolp I normal : bagiaan Iundus teraba bagian
lunak, tidak melenting (bokong).
- Leopold II : Untuk menentukan dimana letak punggung
anak, dan dimana bagian-bagian kecil.
- Leopold III : di bagian bawah perut ibu terasa keras, bulat
dan melenting (kepala) apabila tidak melenting (bokong)
- Leopold IV : Untuk menentukan seiauh dimana bagian
bawah (kepala) masuk rongga panggul.
Yaitu :
4 Covergen (kepala masuk 1/3 bagian)
4 Seiaiar (kepala masuk ½ bagian)
4 Divergen
Tinggi Iundus uteri menurut Sniegelberg :
4 32 minggu : 29,5-30 cm di atas symphisis.
4 36 minggu : 32 cm di atas symphisis.
4 40 minggu : 37,7 cm di atas symphisis.
Auskultasi
Terdengar detak iantung ianin di sebelah kanan/kiri atau
sorong kanan/kiri 2 iari di bawah pusat.
TBJ Mc Donald (iarak symphisis ke Iundus 12) x 15
Pemeriksaan panggul


15

2.1 Identifikasi Diagnosa. Masalah dan Kebutuhan
Pada langkah ini dilakukan identiIikasi yang benar terhadap masalah atau
diagnosa dan kebutuhan berdasarkan data-data yang dikumpulkan.
Dx : Hamil, UK 24-40 minggu, ianin tunggal/kembar, hidup/mati, intra
uterin/ekstra uterin, situs membuiur/lintang, habitus Ileksi/deIleksi,
posisi puka,puki, presentasi kepala/bokong, ukuran panggul
normal/abnormal, keadaan ibu dan ianin baik/tidak.
DS : adanya komunikasi verbal dari klien yang menyatakan tentang apa
yang dialaminya.
DO : semua hasil pemeriksaan yang menuniang siagnosa.

2.2 Antisipasi Masalah Potensial
MengidentiIikasi diagnosa dan masalah potensial berdasarkan rangkaian
masalah dan diagnosa yang sudah diidentiIikasi. Langkah ini membutuhkan
antisipasi bila mungkin dilakukan upaya pencegahan.

2.3 Identifikasi Kebutuhan Segera
MengidentiIikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dikonsultasikan
dan ditangani segera sesuai dengan kondisi klien.

2.5 Intervensi
Pada langkah ini direncanakan asuhan secara komprehensiI yang
ditentukan oleh langkah-langkah sebelum dengan penielasan rasional. Langkah
ini merupakan kelaniutan manaiemen terhadap diagnosa atau masalah yang
telah diidentiIikasi dan diantisipasi.
Dx : Hamil, UK 24-40 minggu, ianin tunggal/kembar,
hidup/mati, intra uterin/ekstra uterin, situs
membuiur/lintang, habitus Ileksi/deIleksi, posisi puka/puki,
presentasi kepala/bokong, ukuran panggul normal/abnormal,
keadaan ibu dan ianin baik/tidak dengan masalah anemis
ringan/sedang/berat.
16

Tuiuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan ibu dapat
memahami penielasan yang telah diberikan.
Kriteria hasil : Ibu dapat menielaskan kembali penielasan yang telah
diberikan
Invensi :
1. Jelaskan hasil kehamilan pada ibu
R/ Ibu mengerti untuk merawat kehamilannya.
2. Motivasi ibu untuk merawat kehamilannya
R/ Ibu dan ianin dalam keadaan sehat dan seiahtera sampai persalinan
nanti.
3. Aniurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe
R/ tablet Fe berIungsi untuk mengganti peningkatan volume darah
yang teriadi selama kehamilan dan untuk memastikan pertumbuhan
dan perkembangan ianin.
4. Aiarkan ibu cara minu tablet Fe yang benar
R/ Agar penyerapan zat besi dalam tubuh terserap secara optimal.
5. Aniurkan ibu banyak mengkonsumsi sayur-sayuran hiiau.
R/ Sayur-sayuran hiiau banyak mengandung zat besi sehingga
kebutuhan zat besi dalam tubuh bisa terpenuhi.
6. Jelaskan pada ibu tentang tanda bahaya kehamilan
R/ Agar ibu mengetahui apa saia yang meniadi tanda bahaya
kehamilan.

2.6Implementasi
Pelaksanaan dilakukan sesuai rencana tindakan yang telah dibuat dalam
perencanaan. Kemungkinan bidan melakukan tindakan secara langsung pada
kelompok sasaran atau bekeriasama dengan tenaga lain. Kegiatan pelaksanaan
perlu dikendalikan agar tetap menuiu sasaran.

2.7Evaluasi
17

Merupakan akhir dari proses maneiemen kebidanan yang menilai seiauh
mana keberhasilan tindakan kebidanan dan pencapaian tuiuan serta
mengindentiIikasi masalah-masalah yang baru muncul. Didalam evaluasi
digunakan tehnik pendekatan SOAP yang diuraikan sebagai berikut :
S : SubyektiI
Merupakan data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan dengan
sasaran pelayanan.
O : ObyektiI
Merupakan data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan dan
observasi dan diambil data-datanya yang Iokus terkait dengan
masalah dan diagnosanya.
A : Asesment
Kesimpulan dari data subyektiI dan obyektiI untuk menilai
seiauh mana keberhasilan tindakan dan tuiuan yang telah
dirumuskan dan mengindentiIikasi masalah baru.
P : Plainning
Rencana yang perlu dilakukan untuk peniniauan terhadap
langkah-langkah pada proses maneiemen kebidanan sebelumnya.

18

BAB III
TIN1AUAN KASUS

Tanggal Pengkaiian : 15 Agustus 2009 Jam : 09.00
Tempat Pengkaiian : Akademik Kebidanan Bhakti Husada Mulia Madiun
3.1PENGKA1IAN
3.1.1 Data SubyektiI
3.1.1.1Identitas
Nama ibu : Ny. R Nama saumi : Tn. R
Umur : 24 tahun Umur : 18 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMP
Pekeriaan : IRT Pekeriaan : Swasta
Penghasilan : - Pengahasilan : -
Suku/ Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Umur kawin : 23 tahun Umur kawin : 27 tahun
Lama /brp kali : 1 tahun / 1x Lama/berapa kali : 1
Tahun/1x
Alamat : Madiun Alamat : Madiun
3.1.1.2Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil yang pertama, usia kehamilan 8 bulan.
3.1.1.3Riwayat Kesehatan dahulu
Ibu mengatakan sebelumnya tidak pernah menderita penyakit
apapun baik menular seperti HIV/AIDS, Hepatitis dan tidak pernah
menderita penyakit menurun seperti Hipertensi, asma, DM.
3.1.1.4Riwayat Kesehatan sekarang
Saat ini ibu tidak dalam masa pengobatan suatu penyakit. Ibu tidak
sedang menderita penyakit apapun baik menular seperti HIV /
AIDS. Hepatitis maupun menurun seperti hipertensi, asma, DM
dan tidak menderita penyakit yang kehamilan.
3.1.1.5Riwayat Kesehatan keluarga
19

Ibu mengatakan dalam keluarga utidak ada yang menderita
penyakit menular seperti HIV/AIDS, hepatitis maupun menurun
seperti hepertensi, asma, DM dan tidak ada riwayat keturunan
kembar.
3.1.1.6Riwayat kebidanan
3.1.1.6.1 Mentruasi
Menarche : 15 Tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 7 hari
Banyak : 2x ganti pembalut tiap hari
Dismenore : kadang-kadang
Flour Albus : tidak ada
Konsistensi : 2 hari pertama cair dan gumpalan
HPHT : 20 1 - 2009
3.1.1.6.2 Riwayat kehamilan, persalinan dan niIas yang lalu
-
3.1.1.6.3 Riwayat kehamilan sekarang
ANC :
TM : 1 x dibidan
Keluhan : Tidak ada
Tx : Tablet Fe 1x1 tab / hari
Vitamin 3x1 tab/hari
Penyuluhan : nutrisi
TM II : 1x dibidan
Keluhan : Tidak ada
Tx : Tablet Fe 1x1 tab/hari
Kalsium 3x1 tab / hari
Penyuluhan ; Nutrisi
TM III : 1x dibidan
Keluhan : Tidak ada
Tx : Tablet Fe 1x1 tab/hari
20

Vitamin B komplek 3x1 tab/hari
Penyuluhan : Perawatan payudara, senam hamil
TT : 2x usia kehamilan 3 dan 4 bulan
Merasakan gerakan ianin usia
kehamilan 5 bulan dan tidak nyeri
3.1.1.7Riwayat KB
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB apapun
sebelumnya. Ibu belum merencanakan KB yang akan digunakan
setelah melahirkan nanti.
3.1.1.8Pola kebiasaan sehari-hari
3.1.1.8.1 Nutrisi
Sebelum hamil
Makan : 2x hari, porsi siang dengan komposisi nasi,
sayur (bayam, kangkung, sawi) lauk pauk
(tempe, tahu, ikan asin)
Minum : air putih 6-8 gelas / hari
Selama hamil
Makan : 3x / hari porsi kadang banyak sedikit dengan
komposisi : nasi, sayur (bayam, sawi, wortel,
kangkung). Lauk pauk (tempe, tahu, ikan asin,
kadang-kadang daging) buah ( pisang, papaya).
Minum : air putih 8-9 gelas / hari
Teh manis 1 gelas / hari
Susu 2 gelas / hari
3.1.1.8.2 Eliminasi
Sebelum hamil
BAB : Rutin setiap pagi, dengan konsistensi lembek, warna
kuning, bau khas Ieses, tidak ada keluhan.
BAK : 4-5x dengan warna urin iernih dan bau khas urin,
tidak ada keluhan
Selama hamil
21

BAB : Rutin setiap pagi, dnegan konsistensi agak keras,
warna hitam, bau khas Ieses, tidak ada keluhan.
BAK : 6-7 x perhari warna urin iernih, bau khas urin, tidak
ada keluhan.
3.1.1.8.3 Personal Hygiene
Sebelum hamil : Mandi 2x sehari, keramas 2x seminggu,
gosok gigi 2x sehari, dang anti baiu setiap
selesai mandi.
Selama hamil : Mandi 2x sehari, keramas 3x seminggu,
gosok gigi 2x sehari dan ganti baiu setiap
selesai mandi.
3.1.1.8.4 Istirahat
Sebelum hamil : Ibu tidur malam mulai iam 21.00-05.00
WIB. Tidur siang 2 iam
Selama hamil : Ibu tidur malam mulai iam 20.30-05.00
WIB. Tidur siang 2 iam.

3.1.1.8.5 AktiIitas
Sebelum hamil : Melakukan pekeriaan rumah tangga seperti
menyapu, mencuci, memasak dan meniahit.
Selama hamil : Melakukan pekeriaan rumah tangga seperti
menyapu, mencuci, memasak dan meniahit
3.1.2 Data ObyektiI
3.1.2.1Pemeriksaan umum
3.1.2.1.1 Keadaan umum : baik
3.1.2.1.2 Kesadaran : Composmentesis
3.1.2.1.3 TTV : TD : 120/80 mmHg
S : 36,6
0
C
N : 88 x / menit
R : 22 x / menit
BB sebelum hamil : 35 kg
22

BB sekarang : 45 kg
Penambahan BB : 10 kg
TB : 146 kg
Lila : 23,5 cm
Penambahan BB : 10 kg
TB : 146 cm
Lila : 23,5 cm
Postur tubuh : Lordosis
HPL : 27-10-2009
3.2.2 Pemeriksaan Fisik
3.1.2.2.1 Inspeksi
3.1.2.2.1.1 Kepala
Warna rambut hitam, pendek, bersih, tidak ada ketombe.
3.1.2.2.1.2 Waiah
Tidak sembab, tidak pucat, tidak terdapat cloasma
gravaidarum.
3.1.2.2.1.3 Mata
Simetris koniungtiva merah muda, selera warna putih
3.1.2.2.1.4 Hidung
Lubang simetris, bersih, tidak ada polip
3.1.2.2.1.5 Mulut
Bersih, tidak terdapat stomatitis, murkosa bibir agak
kering, tidak ada perdarahan pada gusi, ada caries.
3.1.2.2.16 Telinga
Letak simetris, tidak ada serumen.
3.1.2.2.1.7 Dada
PernaIasan teratur, semetris, gerakan dinding dada sama.
3.1.2.2.1.8 Payudara
Simetris, hiperpigmentasi areola mamae, putting susu
menoniol.
3.1.2.2.1.9 Abdomen
23

Terdapat linea nigra, tidak luka bekas operasi, bersih.
3.1.2.2.1.10 Genetalia
Tidak terdapat varises, tidak terdapat condiloma, vulva
bersih.
3.1.2.2.1.11 Anus
Bersih, tidak ada hermoroid.
3.1.2.2.1.12 Ekstrimitas
Atas : Paniang simetris, kuku bersih, iumlah iari
lengkap, tidak sianosis.
Bawah : Paniang simetris, tidak terdapat varises, kuku
bersih, iumlah iari lengkap, tidak sianosis.
3.1.2.2.2 Palpasi
3.1.2.2.2.1Mata
Tidak ada beniolan.
3.1.2.2.2.2Muka
Tidak ada odem
3.1.2.2.2.3Leher
Tidak ada pembengkakan pada keleniar tiroid dan vena
iugu laris
3.1.2.2.2.4Payudara
Tidak ada beniolan, kolostrum belum keluar
3.1.2.2.2.5Abdomen
L I : Bagian Iundus teraba lunak, kurang bundar, tidak
melenting (bokong). TFU 3 iari bawah Px.
L II : Bagian kiri teraba paniang seperti paniang seperti
papan (punggung). Bagian kanan ibu teraba
bagian-bagian kecil ianin (kaki dan tangan)
L III : Bagian bawah teraba keras, bundar, melenting
(kepala), masih bisa digoyang.
LIV : Kepala belum masuk PAP
3.1.2.2.2.6Ekstremitas
24

- Atas : Tidak ada odem
- Bawah : tidak ada odem
3.1.2.2.3 Perkusi
Ekstremitas bawah : reIlek patella ¹ / ¹
3.1.2.2.4 Auskultasi
DJJ : 136 x / menit, terdengar kuat dan teratur disebelah kiri
2 iari bawah pusat
3.1.2.2.5 TBJ : 2480 gr
3.2.3 Pemeriksaan Panggul
Distansia Spinarum : 23 cm
Distansia Cristarum : 26 cm
Coniugata Eksterna : 18 cm
Lingkar Panggul : 80 cm
3.2.4 Pemeriksaan Penuniang
Hb : 11 gr °
Urin Albumin : negatiI ( tidak keruh )
Urin Reduksi : negatiI ( warna hiiau )

3.2 IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Diagnosa : GI P00000 UK 32 minggu hidup, tunggal, letak kepala,
intra uterin, ialan lahir normal, KU Ibu dan Janin.
DS : Ibu mengatakan ini hamil yang pertama, usia kehamilan 8
bulan. HPHT : 20-01-2009
DO : Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
TTV : TD : 120/80 mm HG
: S : 36.6
0
C
: N : 88 x / menit
: R : 22x / menit
Pemeriksaan Fisik :
Inspeksi :
25

Payudara : Hiperpigmentasi areola mamae
Mata : Koniungtiva agak pucat
Palpasi :
Mc. Donald : TFU 30 cm
L I : Bagian Iundus teraba lunak, kurang bundar, tidak
melenting (bokong).
L II : Bagian kiri teraba paniang seperti papa (punggung ).
Bagian kanan ibu teraba bagian-bagian kecil ianin ( kaki
dan tangan)
L III : Bagian bawah teraba kertas, bundar, melenting (kepala),
masih bisa digoyang.
LIV : Kepala belum masuk PAP, konvegen.
Ausukultasi :
DJJ : 136x/menit, terdengar kuat dan teratur disebelah kiri 2 iari
bawah pusat
HPL : 27-10-2009
Pemeriksaan penuniang
HB : 11 gram °
Urin albumin : negatiI ( tidak keruh )
Urin Reduksi : negatiI (warna hiiau)

3.3 ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
-

3.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGARA
-

3.5 INTERVENSI
Tanggal : 15 Agustus 2009 iam : 10.30 WIB
26

Diagnosa : GIP00000, UK 32 minggu hidup, tunggal, letak
kepala, intra uterin, ialan lahir normal, KU Ibu dan
Janin
Tuiuan : Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan selama 1 x 60
menit diharapkan Ibu dapat memahami penielasan
yang kita berikan
Kreteria Hasil : - Dapat menielaskan kembali penielasan yang telah
diberikan.
-Ibu memahami penielasan yang diberikan.
Intervensi :
1. Jelaskan kondisi kehamilan ibu saat ini.
R / ibu akan mengerti dan lebih tenang serta siap dengan
persalinannya
2. Motivasi Ibu untuk merawat kehamilannya.
R / Ibu dan ianin dalam keadaan seiahtera dan sehat sampai
persalinan nanti.
3. Jelaskan persiapan yang dibutuhkan
R / Agar Ibu mengerti apa saia yang harus dipersiapkan pada ¹ TM
III ini.
4. Bantu Ibu dan keluarga untuk persiapan kelahiran
R / Keriasama dengan Ibu untuk mengidentiIikasi kebutuhan yang
harus dilakukan untuk menyambut bayi dan kegawat daruratnya.
5. Aniurkan Ibu untuk melakukan vulva hygiene
R/ Agar Ibu merasa nyaman dan dapat meniaga kebersihannya.
6. Aniurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi sayur-sayuran
R / sayur-sayuran hiiau banyak mengandung zat besi sehingga
kebutuhan zat besi dalam tubuh bisa terpenuhi.
7. Aniurkan Ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe
R/ Meniaga kondisi Ibu agar tetap anemis
8. Aiarkan Ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe 1 x1 sehari
R / Tablet Fe berIungsi untuk mengganti peningkatan volume darah
27

yang teriadi selama kehamilan dan untuk memastikan pertumbuhan
dan perkembangan ianin.
9. Jelaskan tanda-tanda persalinan
R / Agar Ibu mengerti apa saia tanda-tanda persalinan
10.Aniurkan Ibu untuk control kembali
R / Mendeteksi kelainan kelainan

3.6 IMPLEMENTASI
Tanggal : 15 Agustus 2009 Jam : 11.00 WIB
1. Menielaskan kondisi kehamilan Ibu saat ini yaitu : Ibu sehat, tidak
ada kelainan dan bayinya iuga sehat, iantung bayi terdengar baik.
2. Memberikan motivasi pada Ibu untuk merawat kehamilannya.
- Gizi
Menganiurkan untuk makan makanan yang bergizi seimbang
- Kebersihan tubuh daerah genitalia
3. Menielaskan persiapan yang dibutuhkan meliputi :
- Persiapan Iisik
- Persiapan mental
- Perisiapan barang-barang untuk persalinan seperti baiu untuk
bayi.
4. Membantu ibu dan keluarga untuk persiapan kelahiran.
a. Mulai menentukan siapakah yang akan memberi keputusan iika
sewaktu-waktu teriadi sesuatu yang tidak diduga
b. Menyuruh Ibu dan suami untuk menabung sebagai tambahan
biaya-biaya persalinan nanti.
c. Mulai untuk mempersiapkan kebutuhan Ibu dan bayinya.
d. Memberitahukan Ibu dan suami untuk mempersiapkan kendaraan
yang layak.
e. Menanyakan pada Ibu agar mulai menentukan diamanakah Ibu
akan bersalin nanti.
28

5. Menganiurkan Ibu untuk melakukan vulva hygiene dengan cara
cebok dari arah depan ke belakang sehabis BAB / BAK atau ganti
celana dalam agar Ibu merasa nyaman.
6. Menganiurkan Ibu untuk mengkonsumsi sayur-sayuran hiiau
7. Mengaiurkan Ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe.
8. Mengaiarkan Ibu cara minum tablet Fe yang benar yaitu tidak boleh
diminum dengan teh atau kopi. Lebih baik diminum dengan air putih
atau air iernih agar penyerapannya lebih optimal.
9. Menielaskan tanda-tanda persalinan
- Adanya dorongan untuk meneran disertai lendir darah
- Adanya tekanan pada anus
- Adanya toniolan pada perineum
- Vulva yang membuka
- His yang semakin kuat dan teratur ketuban pecah
10.Menganiurkan Ibu untuk kontrol kembali agar keadaan Ibu dan Janin
terpantau sehingga keadaan ibu dan bayinya selalu sehat.

3.7 EVALUASI
Tanggal : 15 Agutus 2009 Jam : 11.30 WIB
S : Ibu mengatakan mengerti tentang penielasan yang telah diberikan
dan akan melaksanakannya dirumah.
O : Ibu terlihat mengangguk-anggukkan kepala
Ibu dapat mengulangi kembali penielasan yang telah diberikan
oleh petugas tentang penyuluhan nutrisi.
A : G1 P00000, usia kehamilan 32 minggu, hidup tunggal, letak
kepala, intra uterin, ialan normal, KU baik serta pengetahuan Ibu
bertambah.
P : - Aniurkan ibu untuk kuniungan ulang 2 minggu lagi
-Aniurkan ibu untuk melakukan vulva hygiene
-Aniurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi sayur-sayuran hiiau.
-Aniurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe
29

BAB IV
PEMBAHASAN

Asuhan kebidanan pada Ny. R G1 P00000 usia kehamilan 32 minggu
dengan kehamilan normal. Dilakukan menaiemen asuhan kebidanan dengan 7
langkah varney meliputi pengkaiian data yang meliputi data subyektiI, identitas.
Keluhan utama, ibu mengatakan datang kesini untuk memeriksakan kehamilannya
yang pertama, usia kehamilan 8 bulan. Riwayat perkawinan, ibu mengatakan
umur kawin 23 tahun dan lama 1 tahun. Riwayat menstruasi, ibu menarche pada
umur 15 tahun, siklus 28 hari, lama 7 hari, banyaknya 2x ganti pembalut tiap
hari, dismenore kadang-kadang, Ilour albus tidak ada, konsistensi 2 hari pertama
cair dan gumpalan, HPHT 20-1-2009, HPL 27-10-2009, Riwayat penyakit, ibu
tidak pernah mempunyai penyakit menular, menurun dan riwayat melahirkan
kembar. Riwayat kehamilan sekarang, ibu ANC di BPS seiak umur kehamilan 8
minggu, TT 2x. Pola kebiasaan ibu sehari-hari meliputi nutrisi, eliminasi, aktivasi,
istirahat dan personal hygiene.
Data obyektiI meliputi pemeriksaan umum, KU ibu baik. Pemeriksaan
obstetri meliputi pemeriksaan Iisik TFU 28 cm, pada palpasi kepala, pukti, TBJ
2480 gr, DJJ kuat, teratur, Irekuensi 136 x / menit. Pada pemeriksaan penuniang,
Hb 11 gr° urin albumin negative, urin reduksi negative. Langkah kedua,
identiIikasi diagnose/masalah potensial, didapatkan diagnose kebidanan yaitu
G1P00000, usia kehamilan 32 minggu, hidup, tunggal, letak kepala, intra uterin,
ialan lahir normal KU ibu baik. Data subyektiI, ibu mengatakan ini hamil yang
pertama, usia kehamilan 8 bulan, HPHT 20-01-2009. Data obyektiI, KU ibu baik,
kesadaran composmentis, Leopold 1-4, langkah ketiga, antisipasi masalah
potensial. Pada langkah ini tidak terdapat antisipasi masalah potensial karena ibu
dalam keadaan normal. Langkah keempat, identiIikasi kebutuhan segera. Pada
langkah perencanaan dan implementasi, pada Ibu diberikan penyuluhan tentang
nutrisi.

30

BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny. R dengan kehamilan
normal dapat disimpulkan pengkaiian pada Ny. R G1P00000 UK 32 minggu
diketahui data obyektiInya adalah dalam batas normal. IdentiIikasi diagnose
masalah berdasarkan pengakaiian, ibu tidak mengalami masalah apapun. Pada
antisipasi masalah potensial tidak terdapat masalah karena ibu dalam keadaan
normal. IdentiIikasi kebutuhan segara tidak diperlukan karena ibu dalam
keadaan normal. Perencanaan pada Ny. R G1 P 00000 UK 32 minggu yaitu
ielaskan tentang kondisi kehamilan saat ini, aniurkan untuk mengkonsumsi
tablet Fe, beri penielasan tentang bahaya dan tanda kehamilan dan aniurkan
ibu untuk banyak istirahat. Implementasi pada Ny. R G1P00000 UK 32
minggu dengan yaitu menielaskan pada Ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe,
menielaskan pada ibu tentang tanda dan bahaya kehamilan, menganiurkan ibu
untuk istirahat siang. Evaluasi ibu mengatakan mengerti tentang penielasan
yang diberikan oleh petugas dan mampu mengulanginya.
5.2Saran
5.2.1 Bagi Petugas
Sebagai uiung tombak pelayanan kebidanan mempunyai
peranan besar dalam upaya meningkatkan keseiahteraan Ibu hamil
khususnya dengan masalah. Mengingat pentingnya pemeriksaan rutin
pada ibu hamil dapat mencegah bahaya yang mungkin teriadi pada ibu
hamil.
5.2.2 Bagi Klien
Mengingat pentingnya pemeriksaan rutin pada ibu hamil yang
dapat mencegah teriadinya bahaya pada kehamilan maka ibu hamil
disarankan untuk periksa hamil minimal 4 kali dalam kehamilannya
dan setiap ada keluhan.
31

DAFTAR PUSTAKA

Bari, SariIudin Abdul. BP3K Maternal dan Neonatal. 2002. Jakarta; Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirahardio
Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan. Penvakit Kandungan dan
Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC.
Prawirahardio, Sarwono. Ilmu Kebidanan. 2006. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardio.




32

DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................... i
Halaman Persetuiuan ......................................................................................... ii
Kata Pengantar .................................................................................................. iii
DaItar isi ........................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
1.1.Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2.Tuiuan ............................................................................................... 2
1.2.1.Tuiuan Umum .......................................................................... 2
1.2.2.Tuiuan Khusus ......................................................................... 2
1.3.ManIaat ............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 4
1. Unwanted Pregnancy........................................................................ 4
2. Teori Manaiemen Kebidanan Varney ............................................... 7
2.1.Pengkaiian .................................................................................. 7
2.2.IdentiIikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan .......................... 15
2.3.Antisipasi Masalah Potensial ...................................................... 15
2.4.IdentiIikasi Kebutuhan Segera .................................................... 15
2.5.Intervensi ................................................................................... 15
2.6.Implementasi .............................................................................. 16
2.7.Evaluasi...................................................................................... 16
BAB III TINJAUAN KASUS ........................................................................... 10
3.1.Pengkaiian .................................................................................. 18
3.2.IdentiIikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan .......................... 24
3.3.Antisipasi Masalah Potensial ...................................................... 25
3.4.IdentiIikasi Kebutuhan Segera .................................................... 25
3.5.Intervensi ................................................................................... 25
3.6.Implementasi .............................................................................. 27
3.7.Evaluasi...................................................................................... 28

33

BAB IV PEMBAHASAN................................................................................. 29
BAB V PENUTUP ............................................................................................ 30
DaItar Pustaka ................................................................................................... 31

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->