ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Oleh : Arie Patramanda 06711135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2010

BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE

Papers scientific

To Meet Some Requirements Getting a Bachelor Degree of Medicine

By : Arie Patramanda 06711135

MEDICAL FACULTY INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTA 2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

Z
Untuk papa yang selalu memberi motivasi dalam hidup dan tauladan bagiku .. Untuk mama yang selalu sabar mendidik aku hingga seperti ini .. Semua yang sudah aku jalani adalah persembahan untuk papa dan mama ..

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.... Jika kita yakin, maka kita pasti bisa... Sukses tidak butuh pengorbanan... Sukses itu butuh perubahan... Niat, semangat, kerja keras, dan doa kuncinya...

ii

M.ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Oleh : Arie Patramanda 06711135 Telah diseminarkan pada tanggal : 18 Februari 2010 Dan disetujui oleh : Pembimbing Utama dr.Kes Penguji drg.S (K) iii . Sunarto. Sp. M. dr.Med.Sc. Rusdi Lamsudin. M. H.Kes Disahkan Dekan Prof. Dr. Punik Mumpuni Wijayanti.

kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. 18 Februari 2010 Arie Patramanda iv . Yogyakarta. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi.

serta motivasi baik moril maupun materil didalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. Sunarto. diantaranya kepada : 1.Kes. Dinkes Kabupaten Sleman dan Bapeda Sleman. S. tiada kata yang dapat mewakili ucapan rasa terima kasih dan syukurku atas semua yang telah diberikan. terima kasih atas izin dan bantuannya. dan atas kesediannya meluangkan waktu untuk berdiskusi. Kepada Niken Kristyana yang menjalani penelitian bersama. Penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Sp. dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. papaku M. sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.S(K). 4.E dan mamaku Siti Hajar. Inilah hasil dari semua kerja keras kita selama ini. M. Rusdi Lamsudin. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ” ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh derajat sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Sc. 6. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia 2. selaku dosen penguji. v . Mawardi. M. Punik Mumpuni Wijayanti. selaku dosen pembimbing utama. kerja keras dan usaha kita mulai dari pengajuan judul. dr. hilir – mudik dari kampus ke desa. konsultasi. drg. Terima kasih atas ide-ide cemerlang yang sangat berarti bagi saya. Prof. Pihak Dinkes Propinsi Yogyakarta.Med. bahkan hujan dan teriknya matahari diperjalanan tidak bisa membuat semangat kita berkurang. saling berbagi informasi. dukungan.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Dr. membimbing saya. 5. terima kasih atas masukan-masukannya. 3. dr. Orang tua yang sangat aku cintai. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik.

Soipe. Yogyakarta. terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Dan kepada teman yang tidak bisa disebutkan semuanya. Isti. Akhir kata. Abdul haris. 9. Inandra Prayogi. Dhani. Yusuf. Rizky Al Fajar. Adit. Dian Hertisa. sampai menunggang kuda bersama. Kepada Ade rahmayanti. menemani setiap saat. 19 Februari 2010 Penulis vi . yang sudah mau berbagi tawa bersama. 11. Terima kasih atas semua yang telah diberikan selama ini. Sufron. semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Kepada Dwi Yuliana yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Dewi Aryanti . Ihsan. Dalam penyusunan karya tulis ini. Jerrisky. 8. Kepada teman futsal baik tim FK UII ( Rendra. dkk) ataupun tim Qunnilingus (Ari Setiawan. 10. dkk) dan tim Bandminton FK UII (Dhani. Tria Arisanti. Asri Yoanita. Dwi Aprilia. penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan. dkk) yang sudah mau menjadi tempat refreshing dan bercanda gurau. Hairul Asri. Syaiful bin Usman. Okky. melakukan hal-hal yang menyenangkan. Dyah arum Kusumaningtyas. Erma. Bayu. oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna bekal di masa yang akan datang. Prima. Try Kurniawan yang selalu ada waktu buat saling mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Mufti. Rizky Kurniawan.7. Kepada Eko Arya Sandi. dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan.

1.3.3. Konsep Dasar Desa Siaga 2. PENDAHULUAN 1.3. Manfaat Penelitian BAB II. Tujuan Penelitian 1. Sasaran Desa Siaga 7 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 1 4 4 4 6 i ii iii iv v vii x xi xii xiii xiv vii .3.4.3.3.2.5. Indikator PHBS 2. Tujuan Desa Siaga 2. Manfaat PHBS 2. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.4. Latar Belakang 1.2.2. Sasaran PHBS 2. Perilaku 2. Tujuan PHBS 2. Keaslian Penelitian 1.5.2.2. Rumusan Masalah 1.2.1.2.2. Definisi Desa Siaga 2.2.3.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL LAMPIRAN INTISARI ABSTRACT BAB I. TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1.

2. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian 3. FGD 3.3.2.2. METODOLOGI PENELITIAN 3. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian 3.1.5.1.3. PHBS dalam Desa Siaga 4.1. Penilaian 2.6. Obyek Penelitian 3. Persiapan Penelitian 3.5. Teknik Analisis Data 3.3.2. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Triangulasi 3. Kerangka Konsep 2.4.2. Subyek Penelitian 3. Desa Margomulyo 4.5. Jenis dan Sumber Data 3.4. Observasi 3.5.4. Pelaksanaan Penelitian 3.3.6. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 13 15 17 18 19 19 19 20 20 21 21 21 23 22 22 23 22 26 26 26 27 28 29 30 30 33 36 38 viii .5. Data Narasumber 4.7.8. Teknik Pengumpulan Data 3. Proses Pengambilan data 3.4.2. Subyek dan Obyek Penelitian 3.5.1. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga 2. Wawancara 3.5.2.5. Instrumen Penelitian 3.5.5.1. Etika Penelitian BAB IV.4.9. Pertanyaan Penelitian BAB III.3.7. Dokumentasi 3.7.2. Dukungan Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4. Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga 4.

2.7. Saran dan Tanggapan BAB V. Simpulan 5.1. SIMPULAN dan SARAN 5. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 43 44 44 46 ix .4.

Hubungan perilaku. Triangulasi “teknik” pengumpulan data Gambar 6. Kerangka Konsep Penelitian Gambar 5. Konsep Skematik Sikap dan Perilaku Gambar 2. Triangulasi “sumber” pengumpulan data 8 8 9 17 24 24 x . dan individu Gambar 3. Faktor Penentu Perilaku Gambar 4.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. lingkungan.

DAFTAR TABEL Tabel 1. Permasalahan penggunaan jamban sehat Tabel 6. Batas Wilayah Desa Margomulyo Tabel 3. Sumber Biaya Tabel 4. Permasalahan pengelolaan sampah 13 29 33 34 41 42 xi . Susunan Pentahapan Desa Siaga Tabel 2. Rincian Penggunaan Biaya Tabel 5.

Panduan Umum Observasi Lampiran 6. Foto Penelitian xii . Susunan Pengurus Poskesdes Desa Siaga Desa Margomulyo Lampiran 8. Transkrip FGD Lampiran 12. Transkrip Wawancara Lampiran 11. Laporan Hasil Observasi Lampiran 7. Pedoman Umum Wawancara Mendalam Lampiran 3. Panduan Wawancara Lampiran 4. Pernyataan Kesediaan Menjadi Narasumber Lampiran 2. Pedoman Umum FGD Lampiran 5.LAMPIRAN Lampiran 1. Koding Lampiran 10. 20 Indikator PHBS Lampiran 9.

wawancara mendalam. Salah satu pilar penting dalam paradigma sehat adalah perilaku sehat. Kata Kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo dan apakah ada faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. Untuk mewujudkan perilaku sehat tersebut dibentuklah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 2010 dengan adalah upaya memfasilitasi pencapaian derajat kesehatan tersebut melalui desa siaga. Subyek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo dengan obyek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. karena menentukan 30 % derajat kesehatan. Hasil : pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. Keberhasilan pelaksanaan PHBS belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desa siaga.INTISARI ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP PELAKSANAAN DESA SIAGA DI DESA MARGOMULYO Latar belakang : Departemen Kesehatan mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma sehat. Simpulan : Program PHBS sudah berjalan dengan baik. kinerja kader dan peran puskesmas yang baik. PHBS di Desa siaga. xiii . tetapi tidak diikuti oleh pelaksanaan desa siaga yang masih dirasakan kurang. focus discussion group (FGD). Narasumber ditentukan dengan metode purposive dan snowball effect jika diperlukan. ditinjau dari belum berfungsinya poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada. desa siaga. dokumentasi. keberhasilan pencapaian >75%. dan triangulasi. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipatif. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan analisis kualitatif.

ABSTRACT BEHAVIOR ANALYSIS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING (PHBS) ON THE IMPLEMENTATION OF DESA SIAGA IN THE MARGOMULYO VILLAGE Background: The Department of Health launched the movement of healthoriented development paradigm based on health. To realize these health behaviors established behavior program clean and healthy life (PHBS) is an effort in 2010 to facilitate the achievement of the health status through desa siaga. but not followed by the implementation of the standby village which is still considered missing. Objective: how the application of the implementation PHBS of Desa Siaga in the village Margomulyo and whether there supporting factors and obstacles in its implementation. because it determines the health of 30%. desa siaga. Conclusions: PHBS program has been running well. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. the success of achieving> 75%. Subjects in the study was the perpetrator of the program in the Village Margomulyo PHBS with the object of research is the social situation in the implementation of PHBS program. and triangulation. documentation. depth interviews. PHBS in the village margomulyo. Successful implementation of PHBS not followed by successful implementation of the standby village. not in terms of the functioning of the existing village health post. the performance of cadres and the role of good health. Keywords: behaviour of life clean and healthy. One of the important pillars in the paradigm of health is a healthy behavior. xiv . The collection of data by way of non-participatory observation. focus group discussion (FGD). Methods: This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. Result: the implementation of good PHBS already seen from the already passed some existing indicators. and not the achievement of all existing indicators.

melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. sekolah. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. Latar Belakang Masalah Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. yang dilandasi paradigma sehat. adil dan merata (Depkes. PENDAHULUAN 1. yaitu lingkungan sehat. mencegah risiko terjadinya penyakit. dan tatanan tempat-tempat umum. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat 1 .1. 2004). tempat kerja. Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga.BAB I. Untuk menjawab tantangan itu Departemen Kesehatan menetapkan visi “ masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat ” dan misi “membuat rakyat sehat” dengan strategi “ menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat “ melalui upaya fasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiapsiagaan ditingkat desa yang disebut Desa Siaga. Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat (Depkes. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. 2008). Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes. sarana kesehatan. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. 2004).

Rumah Sakit dan Dinkes Kabupaten / Kota perlu direvitalisasi. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. agar pengembangan Desa Siaga berhasil (Depkes. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga. Pengembangan Desa Siaga penting untuk dilaksanakan karena Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan. Masalah kesehatan terus berkembang. Polio. Berbagai pihak yang bertangung jawab untuk pengembangan Desa Siaga (stakeholders) diharapkan dapat berperan optimal sesuai tugasnya. Untuk keberhasilan pengembangan Desa Siaga.mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Dengan demikian. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. mencegah resiko terjadinya penyakit. melindungi diri 2 . Puskesmas dan jaringannya. 2004). penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanan-tatanan yang lainnya. dan Flu Burung. HIV-AIDS. dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan dan pengorganisasian masyarakat agar kelestariannya lebih terjamin.

maka konsep pengembangan Desa/Kelurahan Siaga disamping perlu diperluas ke lingkup yang lebih mikro yaitu Dusun/RW Siaga juga pembentukan jaringan kemitraan antara UKBM dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. diharapkan dengan adanya pernyataan bahwa di Yogyakarta telah terbentuk seluruh desa menjadi Desa Siaga perlu adanya pembuktian berupa penilaian dan pemantauan pelaksanaan Desa Siaga dengan mengambil salah satu desa sebagai lokasi penelitian yaitu Desa Margomulyo. Bentuk-bentuk UKBM seperti Posyandu. Kabupaten Sleman. Prestasi yang telah dicapai masyarakat DIY saat ini adalah berbagai kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) yang telah berjalan dengan baik (Dinkes Propinsi DIY. Pemilihan desa ini pun disarankan oleh instansi setempat. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ( Depkes. Polindes.dari ancaman penyakit. Oleh karena itu. Pos Obat Desa. 3 . desa ini juga diduga memiliki sumber data dan informasi mengenai permasalahan PHBS yang dapat dimasukkan kedalam penelitian ini. kurang gizi. kecelakaan. Kecamatan Seyegan. Peneliti memilih Desa Margumolyo atas beberapa pertimbangan yaitu desa ini sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY sebagai Desa Siaga. dana sehat. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Melihat potensi tersebut. sering dijadikan obyek penelitian lainnya. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan seperti gangguan kesehatan dan kematian ibu hamil/bersalin dan bayi/balita. dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong. 2009). Poskestren dan lain sebagainya telah ada dan menjadi dasar potensial dalam pengembangan Desa Siaga. Selain itu. Dalam proses pengembangannya diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang sadar. dan lain-lain. Pendekatan edukasi menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan proses yang dimaksud. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. dan dijadikan sebagai desa percontohan. kejadian bencana. desa siap-antar-jaga. 2008).

2. Adapun penelitian tentang PHBS dan desa siaga yang pernah dilakukan adalah .4. 1) Djonny (2005) “ Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul “ . masyarakat dan pemerintahan dalam program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga e) Mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga 1. Perumusan Masalah yang telah disebutkan dalam latar belakang Berdasarkan pada uraian masalah maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu sebagai berikut : 1) Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 2) Apakah ada faktor pendukung dan hambatan yang ditemukan pada program PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo ? 1. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti.3. keluarga.1. penelitian dengan judul “Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Komponen Desa Siaga di Desa Margomulyo” belum pernah dilakukan. 4 . Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Mengetahui penerapan PHBS terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo 2) Tujuan Khusus a) Mengetahui sejauh mana pengetahuan warga desa tentang PHBS dan desa siaga b) Mengetahui tingkat keberhasilan program PHBS dalam desa siaga c) Mengetahui bagaimana penerapan program PHBS dalam desa siaga d) Mengetahui peran serta individu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PHBS dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dari masyarakat. dan dukungan masyarakat. Perbedaan dengan penulis adalah tujuan penelitianyaitu untuk mengetahui persepsi Stakeholder terhadap pelaksanaan desa siaga. tindakan kebijakan pemerintah (SDM. warung obat desa. Pelaksanaan desa siaga di Tidore sudah berjalan sejak 2007 dengan dukungan dari Dinkes walaupun belum ada petunjuk teknis pelaksanaan secara khusus. kelompok donor darah. kelompok donor darah. Kegiatan yang telah berjalan dengan baik yaitu posyandu. dan masyarakat. serta kebersihan lingkungan. 2) Hermansyah (2008) “ Persepsi Stakeholder Terhadap Pelaksanaan Desa siaga di Kabupaten Sambas “. sedangkan tujuan penulis adalah mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. kebersihan lingkungan. sedangkan penulis meneliti tentang salah satu indikator keberhasilan desa siaga yaitu PHBS. tabulin. pembiayaan dan sarana). sedangkan penulis meneliti PHBS sebagai indikator pelaksanaan desa siaga. tim siaga bencana. 5 . posyandu. poskesdes. ambulan desa. surveillan. penggalangan dana masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain ambulan desa. 4) Anis (2009) “ Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura”. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah yang diteliti hanya kegiatan desa siaga secara keseluruhan. aparat pemerintah. hal ini ditunjukkan dengan pukesmas yang mempunyai dukungan masyarakat yang baik seperti komite kesehatan dusun ternyata mampu melaksanakan implementasi program PHBS secara baik. 3) Polisiri (2008) “ Implementasi Desa Siaga di Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara “. Pada penelitian ini peneliti hanya mengetahui pelaksanaan program PHBS di Kabupaten bantul.Penelitian ini untuk memberi gambaran tentang pelaksanaan program PHBS baik dari segi variabel implementasi program. pencatatan dan pelaporan. Desa siaga di Kabupaten Sambas telah berjalan sejak awal tahun 2007 dengan dukungan dari Dinkes kabupaten. dan lokasinya di Desa Margomulyo. poskesdes. tabulin. Persepsi stakeholder sudah baik walaupun dukungan kebijakan masih kurang.

Hal ini berarti tiap-tiap kepala keluarga telah mampu memahami apa yang dimaksud dengan desa siaga beserta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam membentuk serta mengembangkan desa siaga. 3) Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat dijadikan wawasan baru tentang informasi kesehatan khususnya PHBS. serta pola hidup bersih sudah baik.Persepsi kepala keluarga terhadap pengembangan desa siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura yang meliputi kebijakan pengembangan desa siaga. b. Memberi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian. Manfaat Penelitian 1) Bagi peneliti sendiri a. pelaksanaan desa siaga.5. Menganalisa atau mengidentifikasi penerapan PHBS terhadap pelaksanaan desa siaga. 2) Bagi profesi dokter Memberi gambaran mengenai tingkat keberhasilan desa siaga melalui strategistrategi yang sudah dicanangkan pemerintah. 6 . 4) Bagi peneliti lain Dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama. Perbedaan dengan penelitian penulis adalah metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif bukan kuantatif dengan kuesioner dan juga tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan PHBS dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo. tanggap dan peduli terhadap pengembangan desa siaga. salah satunya dengan melalui sasaran PHBS. 1.

maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya (Notoatmodjo. 2006).1. Perilaku Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas makhluk hidup yang bersangkutan. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya. Perangsangan ini akan memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme.2003). yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu dan menimbulkan responrespon yang relatif tetap.BAB II. informasi tentang objek atau subjek yang dimiliki. Respon ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Respondent respons atau reflexive. Oleh karena itu perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian organisme tersebut merespon. Sedangkan perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang memiliki cakupan yang sangat luas (Notoatmodjo. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya. Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang tidak tampak/terselubung (covert 7 . dan kelompok dimana dia berada (Samsunumiyati. Ada tiga faktor yang mempengaruhi respon manusia yaitu kebutuhan seseorang. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. 2) Operant respons atu instrumental respon. 2007). tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus internal maupun eksternal (Walgito. TINJAUAN PUSTAKA 2. 2003). cahaya terang menyebabkan mata tertutup. Respon ini juga mencakup perilaku emosional yang disebabkan hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan.

E= environment. demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu. P= person. persepsi. Sedangkan perilaku yang tampak antara lain berjalan. persepsi. sikap. 2003) Samsunuwiyati (2006) menyebutkan ada tiga faktor penentu perilaku (behavior) yaitu : a) faktor predisposisi (predisposing). adalah faktor yang menunjukkan alasan atau motivasi untuk berprilaku seperti minat. 2002 diadaptasi dari Ajzen & Fishbein. pengetahuan. Formulasi berwujud B= behavior. dan sebagainya yang ada dalam diri individu dan masyarakat. Perilaku yang tidak tampak ialah berpikir. isu sosial. dan objek lainnya ) AFEK RESPON s/ Sikap/ SIKAP KOGNITIF KONATIF Gambar 1. lingkungan. kelompok sosial. di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. Konsepsi Skematik Sikap & Perilaku (Azwar. STIMULUS (individu. Hubungan perilaku.behavior) dan perilaku yang tampak (overt bahaviour). emosi. Perilaku. dan individu (Walgito. adalah faktor yang memungkinkan 8 . pengetahuan. demikian sebaliknya. B E P Gambar 2. 2005). Ini berarti bahwa perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri. tanggapan. situasi. 1988) Walgito (2003) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku dan sekaligus dapat memberikan informasi bagaimana perilaku itu terhadap lingkungan dan terhadap individu atau organisme yang bersangkutan. berpakaian dan berbicara (Machfoedz dkk. b) faktor pendukung (enabling). norma-norma. lingkungan dan individu itu saling berinteraksi satu dengan yang lain.

keluarga. Faktor internal terdiri dari : a) Keturunan Perilaku yang diturunkan dari sifat-sifat yang diperoleh orang tuanya. 2006 didaptasi dari Green. 2) Faktor eksternal Merupakan faktor yang berada diluar dari manusia. sarana. Faktor penentu perilaku (Samsunuwiyati.terlaksananya suatu kegiatan atau perilaku seperti keterampilan. c) faktor pendorong (reinforcing). 1991) Notoatmodjo (2003) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dapat menjadi dua. lingkungan. namun secara langsung mempengaruhi perilakunya Faktor eksternal terdiri dari : 9 . dan lainnya. b) Motif Dalam hal ini manusia berbuat sesuatu karena adanya dorongan/motif tertentu. Predisposing Enabling Reinforcing BEHAVIOUR Gambar 3. dana. seperti pengaruh teman. dan sebagainya. 1) Faktor internal Merupakan kumpulan dari unsur-unsur kepribadian yang secara stimultan mempengaruhi perilaku manusia dan sebagainya terbentuk secara genetika atau dibawah dari sifat fisik maupun jiwa. yaitu faktor internal dan eksternal. fasilitas. adalah yang mendorong atau memperkuat terjadinya perubahan perilaku.

dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada 10 . Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga.1. b) Lingkungan sosial Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dan membentuk piranti sosial. ekonomi atau sesuatu yang kemudian disebut dengan budaya akan menggerakkan perilaku umum seseorang. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga. 2. c) Lingkungan pendidikan Institusi pendidikan serta non formal termasuk media masa telah mengambil banyak waktu pertumbuhan seseorang sehingga mempengaruhi perilaku seseorang sesuai dengan nilai dan kecenderungan yang berkembang dalam lingkungan tersebut. dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes. dipelihara.2. Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. meningkatkan. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.2.a) Lingkungan keluarga Nilai yang berkembang dalam keluarga serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orang tua terhadap anak akan sangat mempengaruhi tahap pertumbuhannya. 2007).

2005). 2007). anak tumbuh sehat dan cerdas. ambulans desa dan lain-lain (Dinkes DIY. 11 . masyarakat mampu memanfaatkan kesehatan masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. usia lanjut. 2. pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS di rumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif (Machfoedz. ibu hamil dan ibu menyusui. jaminan pemeliharaan kesehatan. kemauan. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. 2008).3 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.2. 2007). dan pengasuh anak (Depkes. kesehatan. anak dan remaja. kabupaten/kota diseluruh Indonesia. 2. 2. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada.2. tabungan bersalin (Tabulin).2. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan. kelompok pemakai air.2 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa.4 Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur. Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat (Depkes. arisan jamban. yang artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan.masyarakat maupun pada keluarga.

peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. 2.3. Definisi Desa Siaga Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes. meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri di bidang kesehatan.2. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 10 indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. 2008). Konsep Dasar Desa Siaga 2. makan buah dan sayur setiap hari. khususnya meningkatkan pengetahuan. tidak merokok didalam rumah. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. keluarga berperilaku 12 . Pengertian Desa Siaga yang diterapkan di Propinsi DIY (2008) adalah desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah/ancaman kesehatan. penimbangan bayi dan balita. meningkatnya keluarga sadar gizi. kegawatdaruratan. melakukan aktivitas fisik setiap hari. kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesehatan. dsb). 2.5 Indikator PHBS Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat.3.2. menggunakan air bersih. Tujuan Desa Siaga Tujuan umum Desa Siaga adalah terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang sehat. rumah bebas jentik.3.2. wabah. meningkatkan kemandirian masyarakat dalam kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana. menggunakan jamban sehat. 2008).1. bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri yang pada hakekatnya terdiri dari Dusun/RW Siaga. Indikator ini dapat ditambahkan oleh masing-masing provinsi/kabupaten sesuai dengan kondisi wilayahnya (Dinkes DIY. bayi diberi ASI eklusif. meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan.

sarana dan lain-lain. 2.3.2. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan memperkuat lembaga dan sistem pengelolaannya. Pentahapan Pengembangan Desa Siaga Pentahapan merupakan pencerminan peningkatan kualitas yang terlihat dari proses perkembangan indikatornya. 2006). kepala desa. dana.4. tokoh agama. pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. Kekuatan pokok pada tahap purwa ini masih terletak di tangan pengelola forum kesehatan warga. Susunan Pentahapan Desa Siaga menurut Depkes (2007) Tingkat I Tingkat II Tingkat III Tingkat IV Desa/Kelurahan Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Dusun/RW Siaga Purwa Madya Waskita Wijaya Keterangan Tahap pemula/permulaan Tahap pengembangan Tahap penyempurnaan Tahap berkelanjutan 2. Tabel 1. Pentahapan diharapkan akan memicu upaya perbaikan berkelanjutan (Soeparmanto.3. 2. seperti camat. pejabat terkait. LSM. peraturan. seperti tokoh masyarakat. swasta. 2008).4. Puskesmas dalam hal ini akan masih berperan cukup dalam berbagai hal.hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya perbaikan lingkungan sehat (Dinkes DIY. 13 . kepala dusun/RW. kader serta petugas kesehatan. dan pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan. Syarat awal pembentukan Desa Siaga adalah memiliki minimal satu Poskesdes. perempuan dan pemuda.1.3. tenaga. Sasaran Desa Siaga Sasaran dalam pelaksanaan Desa Siaga adalah semua individu dan keluarga di wilayah desa/kelurahan. Tahap Purwa Tahap purwa merupakan tahap dasar bagi tahap-tahap selanjutnya. donatur dll (Depkes 2007).

Penguatan lembaga masih diperlukan diikuti dengan perbaikan. kemandirian dan inovasi dengan semakin kuatnya bentuk kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan adalah ciri dari tahap ini. 2. Posko kesehatan desa semakin aktif berperan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan semakin kuat dalam koordinasinya dengan dusun/RW siaga.2. dikarenakan inisiasi dari internal sudah cukup kuat. Tahap Wijaya Mempertahankan kesempurnaan kegiatan.2. 2. 14 .4. Aktifitas Poskesdes mulai terlihat nyata dan kemitraan dengan sarana pelayanan kesehatan mulai dibentuk. Aktifitas pengelola forum kesehatan dan Poskesdes masih perlu mendapat dukungan penuh puskesmas. Program-program kerja mulai dijalankan dengan baik. Otonomi di tahap ini juga semakin kuat.2.3. Kemampuan Poskesdes dan forum kesehatan semakin sempurna. Tahap Waskita Mulai tercipta kemampuan kritis dalam evaluasi dan penyempurnaan kegiatan. Tahap Madya Tahap madya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan dan kemandirian dalam membangun dan mengelola.2. Kegiatan inovatif mulai lahir dari hasil pendalaman kebutuhan di masyarakat. Otonomi semakin kuat dikarenakan perikatan dan inisiasi dari internal yang semakin baik.2. Posko kesehatan desa semakin aktif dan berperan lebih besar dan semakin baik pula mekanisme koordinasi dengan forum kesehatan maupun dengan mitra sarana kesehatan.4. Kerjasama dan mekanisme koordinasi semakin kuat dan menjadi basis dalam pengelolaannya.4. Kekuatan pokok telah berpindah dari pengelolaan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan dan pengelola bersifat memfasilitasi inisiatif.4.

5. 15 . Penilaian didasarkan kepada jumlah dari unit yang berhasil dikembangkan. d) Kegiatan kesiapsiagaan bencana dan kegawatdaruratan Adalah kemandirian dalam bentuk kesiapan menghadapi kejadian bencana dan atau kegawatdaruratan sehari-hari dengan aktifitas pembentukan unitunit di tingkat dusun/RW berdasarkan jenis kemampuan khusus yang dikembangkan. Kegiatan forum tersebut melekat dalam lembaga yang telah ada di dusun/RW seperti pertemuan RW/dusun. pengelolaan.2. pembuluh darah dan syok. tatalaksana pra rujukan penyakit jantung. Dinilai dengan melihat klasifikasi kegiatan Posyandu (pratama. Indikator penilaian dengan melihat jumlah jenis surveilans misalnya surveilans ibu hamil.3. analisis dan menyimpulkan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakatnya. purnama. balita. gigitan binatang. keracunan. pertolongan pertama cedera trauma. dengan aktifitas misalnya perlindungan diri dan pencegahan infeksi. b) UKBM (Posyandu) Pengembangan UKBM khususnya Posyandu. Penilaian Untuk menilai pentahapan digunakan klasifikasi beberapa indikator sederhana diantaranya sebagai berikut: 1) Penilaian Dusun/RW Siaga a) Kegiatan forum kesehatan warga dusun/RW Bahwa dusun/RW telah melaksanakan kegiatan pertemuan/forum yang secara khusus membahas kesehatan. Unit-unit tersebut akan mengemban kemampuan dan pemberdayaan. Semakin banyak unit semakin tinggi skor yang diperoleh. madya. c) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat dusun/RW Ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan di wilayah dusun/RW. Dinilai berdasarkan jumlah aktifitas (frekuensi) pertemuan pembahasan kesehatan. bencana dll. Forum kesehatan warga dan kader kesehatan akan bekerjasama dalam pengembangan Posyandu dan UKBM lain yang ada di dusun/RW. DBD. mandiri). Dimulai dari kegiatan pengumpulan.

c) Pembinaan Posyandu mandiri Posko kesdes akan berfungsi sebagai koordinator pengembangan posyandu tingkat desa/kelurahan. f) PHBS Dinilai dengan melihat klasifikasi/strata PHBS (merah. kuning. Dinilai dengan mengamati jumlah indikator kesehatan lingkungan dimaksud. Disusun dalam empat tingkat (skor). Sebagai indikator penilaian digunakan presentase posyandu yang ada di desa/kelurahan berdasarkan status strata mandiri (tertinggi). tatalaksana perlindungan kesehatan terhadap bencana alam. 2) Penilaian desa/kelurahan Siaga a) Forum kesehatan desa/kelurahan Dinilai berdasarkan keberadaan dan aktifitas (frekuensi) pertemuan untuk membahas kesehatan dalam satu tahun. skor 3 jika 25-49% dusun adalah purwa dan skor 4 jika <25% dusun memiliki kriteria purwa. tatalaksana kejadian luar biasa keracunan dan penyakit menular. biru) dengan indikator yang disepakati di kabupaten/kota. Skor 2 diberikan jika jumlah dusun siaga purwa 50-75%. bagi desa yang memiliki presentase dusun dengan kriteria purwa >75% dari dusun yang ada di desa tersebut diberikan nilai/skor 1. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada pengelola mengenai perkembangan sehingga diharapkan akan memacu motivasi 16 . Tatacara penilaian sesuai dengan aturan penilaian yang berlaku dalam penilaian posyandu.tatalaksana pra rujukan obstetric (siap antar jaga). hijau. b) Dusun/RW siaga Dinilai dengan melihat presentase dusun/RW di wilayah desa yang telah masuk dalam klasifikasi/pentahapannya. e) Kesehatan lingkungan Adalah keadaan lingkungan yang sehat minimal meliputi indikator tersedianya jamban sehat dan air bersih. Dihitung dengan menggunakan presentase jumlah rumah yang memenuhi syarat dari indikator yang dipilih dibagi dengan jumlah keseluruhan rumah tangga.

d) Jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina Poskesdes juga berfungsi sebagai koordinator pengembangan UKBM selain Posyandu. Nilai 1 diberikan jika <25% Posyandu di desa/kelurahan yang berstrata mandiri. e) Sarana pelayanan kesehatan f) Keikutsertaan jaminan pemeliharaan kesehatan g) Memiliki kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan h) Kegiatan surveilans berbasis masyarakat tingkat desa/kelurahan 2. Nilai 1 diberikan jika hanya 1 UKBM selain posyandu yang dibina. nilai 3 jika 51-75% Posyandu mandiri dan nilai 4 jika >75% Posyandu mandiri. Kerangka konsep penelitian 17 . Maksud tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pengelola Desa Siaga mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan mengenai perkembangan pembinaan UKBM sehingga diharapkan akan memicu kepada upaya perbaikan. Kerangka Konsep Kebijakan Dukungan Masyarakat Pelaksanaannya Program PHBS dalam Desa Siaga Tingkat Pencapaiannya Hambatan Pelaksanaan Gambar 4.4.upaya perbaikan dengan berkoordinasi dengan pengelola Dusun/RW Siaga. Sebagai indikator penilaian digunakan jumlah UKBM selain Posyandu yang dibina oleh Poskesdes. nilai 2 jika 2 UKBM.nilai 3 jika 3 UKBM dan nilai 4 jika lebih dari 3 UKBM dibina. nilai 2 diberikan jika 26-50% Posyandu mandiri.

Bagaimana evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo ? Adakah ada hambatan penerapan PHBS dalam pelaksanaan Desa Siaga? 5.5.2. Bagaimana pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 4. PERTANYAAN PENELITIAN 1. Bagaimana saran dan tanggapan masyarakat terhadap program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 18 . Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 2. Bagaimana dukungan dalam pelaksanaan program PHBS dalam Desa Siaga di Desa Margomulyo? 3.

2007). analisis data bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan kemudian dapat dikostruksikan menjadi hipotesis atau teori dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.1. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis kualitatif. Subyek dan Obyek Penelitian Menjelaskan obyek dan informan (subyek) penelitian kualitatif adalah menjelaskan obyek penelitian yang fokus dan fokus penelitian yaitu apa yang menjadi sasaran. penelitian kualitatif itu tidak menggunakan istilah populasi tetapi dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat (place).BAB III. pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. METODOLOGI PENELITIAN 3. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi karena penelitian berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situai sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus 19 . kompleks. Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2008). Informan penelitian merupakan subyek yang memahami informasi obyek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami obyek penelitian (Bungin.2. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian studi kasus (case study). 3. 2008).2.1. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. dinamis dan penuh makna (Sugiyono. 3.

2008).2. 1) Sumber Data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Kecamatan Seyegan.2. dan bidan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. dalam hal ini adalah masyarakat. sehingga peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity). tokoh masyarakat. informan. 2) Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. tenaga kesehatan dan bidan. teman dan guru dalam penelitian (Sugiyono. 20 . dan orang-orang (actors) yang ada pada Desa Margomulyo (place).3.yang dipelajari. 3) Aktivitas : Pelaksanaan program PHBS 3. kader PHBS. Kabupaten Sleman 2) Pelaku : Masyarakat setempat. tokoh masyarakat. tenaga kesehatan. Jenis dan Sumber Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang ingin diteliti adalah situasi sosial dalam pelaksanaan program PHBS. Data primer ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam untuk mengetahui pendapat subyek penelitian. Demikian pula sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan. berbagai setting dan berbagai cara. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran dokumen yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PHBS di Desa Margomulyo. 1) Tempat : Desa Margomulyo. kader PHBS. 3.

2. Teknik Pengumpulan Data 3. jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif. penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri.2008) Untuk mendukung proses pengumpulan data diperlukan juga instrumen pendukung.4. Peneliti mencatat. penguasaaan wawasan terhadap bidang yang diteliti. kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian. baik secara akademik maupun logistik. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis garis besar 21 .1.(Sugiyono.5.3.5. menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang perilaku. serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan. 1) Pedoman wawancara 2) Rekorder 3) Alat tulis 4) Buku catatan 5) Kamera 3. Peneliti datang ditempat kegiatan yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Observasi Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif . antara lain .5. Wawancara Teknik yang kedua adalah wawancara tidak terstruktur. dalam teknik ini peneliti berada diluar kegiatan yang seolah-olah sebagai penonton. 3. Validasi dilakukan oleh peneliti sendiri melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif.

Dokumentasi Teknik yang ketiga adalah dokumentasi.5. surat-surat dan sebagainya. Adapun yang akan diwawancara antara lain kepala desa. Dibangun berdasar asumsi: 1) Keterbatasan individu selalu tersembunyi pada ketidaktahuan kelemahan pribadi tersebut 2) Masing-masing anggota kelompok saling memberi pengetahuan suatu dengan lainnya dalam pergaulan kelompok 3) Setiap individu dikontrol oleh individu lain sehingga ia berupaya agar menjadi yang terbaik 4) Kelemahan subyektif terletak pada kelemahan individu yang sulit dikontrol oleh individu yang bersangkutan 5) Intersubyektif selalu mendekati kebenaran yang terbaik Dengan demikian maka kebenaran informasi bukan lagi kebenaran perorangan (subyektif) namun menjadi kebenaran intersubyektif. karena selama diskusi berlangsung masing-masing orang tidak hanya memperhatikan pendapatnya 22 . 3. kader. bidan.4. Dokumen dalam bentuk tulisan dapat berupa catatan harian.3. dan masyarakat setempat. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan. biografi. tokoh masyarakat. Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto gambar hidup. Teknik dokumen ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. sketsa dan sebagainya. Sebagian besar dokumen yang tersedia adalah dalam bentuk tulisan atau gambar. Focus Group Discussion (FGD) Teknik ini dimaksud untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. 3. ini merupakan cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.5.permasalahan yang akan ditanyakan.

Sedangkan tokoh masyarakat dan dosen pembimbing selaku pakar penelitian kualitatif ditempatkan sebagai pengamat. dan masyarakat setempat. namun dapat juga pimpinan diskusi yang mencacat jalannya diskusi itu sendiri. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh seorang pemimpin diskusi. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. Peserta benar-benar dihadapkan pada satu fokus persoalan dan dibahas bersama sasaran diskusi dapat dirumuskan sendiri oleh pimpinan diskusi agar peserta dapat melakukan diskusi secara terfokus dan pada saat diskusi berlangsung pimpinan diskusi selain katalisator ia juga menjaga dinamika diskusi (Darmawan. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi. 2008). dan FGD. Bahan pertimbangan siapa saja yang akan menjadi anggota FGD : 1) Keahlian atau kepakaran seseorang dalam kasus yang akan didiskusikan 2) Pengalaman praktis dan kepedulian terhadap fokus masalah 3) Pribadi terlibat dalam fokus masalah 4) Tokoh otoritas terhadap kasus yang didiskusikan 5) Masyarakat awam yang tidak tahu dengan masalah tersebut namun ikut merasakan persoalan sebenarnya Kemungkinan peserta FGD adalah kader. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data.sendiri namun ia juga mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh peserta FGD lainnya. dan juga dapat dibantu oleh sekretaris yang akan mencatat jalannya diskusi. 3.5. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif. Pada awal diskusi pimpinan diskusi mengarahkan fokus dan jalannya diskusi serta hal-hal yang akan dicapai pada akhir diskusi. Triangulasi 23 . dokumentasi. bidan. maka sebenarnya peneliti sekaligus menguji kredibilitas data. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda dengan sumber yang sama. wawancara mendalam.5.

Observasi non partisipatif Wawancara mendalam Dokumentasi Gambar. 6 Triangulasi “sumber” pengumpulan data 3. 5 Triangulasi “teknik” Pengumpulan Data Sumber data sama A Wawancara Mendalam B C Gambar. Mereduksi data berarti merangkum memilih 24 . mengorganisasikan data. 2000). Dalam penelitian ini. mencari dan menemukan pola. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola. Teknik Analisis Data Analisa data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data.sumber berarti mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong. mensintesiskannya. Aktivitas dalam analisa data antara lain : 1) Reduksi data (Data reduction) Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga perlu segera dilakukan reduksi data. aktivitas dalam analisa data dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh.6.

melalui mana peneliti menyeleksi kategori yang paling mendasar. mencari pola dan temanya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data. Pada tahap berikutnya. koding aksial mengorganisasi data dengan cara baru melalui dikembangkannya hunbungan-hubungan (koneksi) di antara kategori-kategori atau diantara kategori dengan sub kategori dibawahnya. (b) Axial coding (koding aksial) dan (c) Selective coding (koding selektif). 2) Penyajian Data (Data display) Data yang telah diperoleh hasil wawancara kemudian ditulis dalam bentuk catatan hasil wawancara (transkripsi verbatim) yang sedemikian rupa sehingga terdapat kolom yang cukup di sebelah kiri dan kanan verbatim untuk melakukan penomeran secara kontinu pada baris per baris dan pemadatan informasi pada uraian hasil wawancara. 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion drawing/Verivication) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tahap terakhir adalah koding selektif. 2005). dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer. Ini adalah tahap awal pengkodean. Koding terbuka memungkinkan untuk mengidentifikasi kategori-kategori. memfokuskan pada hal-hal yang penting. secara sistematis menghubungkannya dengan kategori-kategori lain dan memvalidasi hubungan tersebut (Poerwandari. properti-properti dan dimensi-dimensinya. maka 25 . dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan.hal-hal yang pokok. Transkripsi verbatim di analisis dengan langkah-langkah analisis yang disarankan oleh Strauss & Corbin yang membagi langkah koding kedalam 3 bagian yakni (a) Open coding (kode terbuka).

kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. peneliti membuat kesepakatan dengan narasumber untuk 26 .7. Proses Pengambilan data Sebelum melakukan penelitian.2. Setelah itu. Setelah mendapatkan beberapa narasumber. Menemukan narasumber untuk penelitian ini menggunakan metode purposive. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.7. rekorder. pena dan kertas. 3. peneliti dibantu oleh seksi kemasyarakatan desa setempat yang mengetahui data-data calon narasumber. Kecamatan Seyegan. sebelumnya peneliti telah memiliki daftar calon narasumber yang sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti atas beberapa pertimbangan.7.1. Penentuan Tempat dan Narasumber Penelitian Penelitian ini akan mengambil tempat di Desa Margomulyo. dapat berupa hubungan kausal. peneliti masih menggunakan snow ball effect. 3. sehingga peneliti dapat memperoleh informasi dari narasumber lain yang ditunjukkan oleh narasumber sebelumnya. untuk mendapatkan gambaran dan calon narasumber yang lebih banyak dan kompeten. Peneliti perlu menyiapkan alat bantu berupa pedoman wawancara. hipotesis atau teori. Kabupaten Sleman sebagai lokasi pengambilan data. Namun. dengan pertimbangan bahwa desa ini sudah ditetapkan sebagai desa siaga dan terdapat data atau informasi mengenai PHBS yang dapat diteliti oleh penulis sebagai rumusan masalah. hal ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak calon narasumber dan untuk jaga-jaga apabila sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat peneliti untuk mendapatkan data dan informasi dari salah satu narasumber. Persiapan Penelitian 3. peneliti melakukan persiapan. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan maslah tetapi mungkin juga tidak.

disamping itu ada beberapa narasumber yang sulit ditemui. Hal ini dilakukan agar narasumber mendapatkan suasana dan tempat yang nyaman saat wawancara berlangsung. Namun akhirnya pada bulan Desember baru dimulai adanya pengumpulan data dan pada bulan Februari 2010 akan dilakukan forum diskusi yang mengakhiri rangkaian kegiatan pengumpulan data. Dalam persiapan pelaksanaan forum diskusi ini peneliti dibantu oleh kader. hal ini karena peneliti tidak bisa berkunjung atau mengumpulkan data setiap hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat. peneliti berkunjung ke narasumber masing-masing untuk menentukan jadwal wawancara dan dalam proses ini juga peneliti berusaha membangun rapport untuk 27 . Sebelum melakukan wawancara. Waktu pelaksanaan diskusi dilakukan pada siang hari karena menyesuaikan jam kerja dan mata pencaharian sebagian besar msyarakat Desa Margomulyo yaitu bertani. Diawali dengan penyusunan latar belakang masalah. pengumpulan teori-teori serta penentuan metode penelitian dan anlisis data yang akan dipakai. menyerahhkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara yang akan dilakukan.8 Pelaksanaan Penelitian Secara umum penelitian berlangsung sejak Desember 2009 hingga Februari 2010. studi pendahuluan dari literatur dan artikel di internet untuk menunjang penelitian. Pengumpulan data dengan cara wawancara di mulai pada tanggal 19 Desember sampai 30 Januari 2010.menentukan waktu pelaksanaan wawancara. Peneliti sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan informasi. 3. Waktu yang diperlukan untuk wawancara mungkin adalah waktu yang cukup lama untuk melakukan pengumpulan data. Keseluruhan narasumber penelitian ini berdomisili di Desa Margomulyo. Peneliti juga mengadakan suatu forum diskusi yang bertujuan untuk memperoleh data dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada permasalahan tertentu. tenaga kesehatan dan kepala dusun setempat. Wawancara dilakukan di rumah masing-masing dan ditempat kerja narasumber dengan waktu yang berbeda-beda.

tidak kepada semua narasumber diberikan pertanyaan tambahan. peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan tambahan yang berkaitan dengan tema penelitian.menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dan efektif ketika wawancara dilakukan sehingga responden bisa dengan nyaman.9. lalu akan diberi lembar persetujuan yang akan ditandatangani oleh calon responden. Informed Consent. 2. Confidentially. Selain pertanyaan yang diperoleh dari interview guide. peneliti berusaha tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh narasumber. Etika Penelitian Peneliti berusaha memperhatikan narasumber sebagai subyek penelitian yang meliputi: 1. 3. 28 . 3. Peneliti akan menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh nara sumber. Agar wawancara berlangsung tidak kaku dan nyaman. peneliti akan memberikan nomor atau kode narasumber. Untuk proses pengambilan data selama wawancara peneliti menggunakan rekorder agar nantinya mudah dalam pencatatan dan analisis data. pertanyaan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam data atau informasi yang ingin diperoleh dari narasumber. peneliti menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh narasumber baik itu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah pengertiannya peneliti telah berusaha menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara atau interview guide yang sudah dibuat sebelumnya oleh peneliti. Untuk menjaga kerahasiaan subyek. Anonimity. tidak tegang dan terbuka apa adanya memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti sehingga dilakukan penyampaian maksud dan tujuan penelitian saja. Memberikan informasi tentang mekanisme atau proses penelitian sehingga nara sumber mampu memahami perannya dan diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa usur paksaan atau tekanan.

186 jiwa didominasi oleh kelompok umur 60 tahun keatas dengan jumlah 1. Memiliki luas wilayah 519 Ha dengan batas wilayah . 1 Poskesdes. Tabel 2. dan Jamblangan. Kasuran. 1 SLTP. Jumeneng.BAB IV.141 jiwa dan paling sedikit kelompok umur 15-19 tahun dengan jumlah 558 jiwa. Ngemplak. terdiri dari 13 dusun yaitu Sawahan. Untuk fasilitas kesehatan memiliki 1 Puskesmas pembantu. Gerjen. HASIL dan PEMBAHASAN 4. Fasilitas pendidikan di Desa Margomulyo terdiri dari 7 TK. Desa Margomulyo Desa Margomulyo adalah salah satu dari lima desa di Kecamatan Seyegan. 4 Bidan praktek swasta. 12 Posyandu lansia. Kregolan. Jingin.1. Sompokan. 1 Dokter praktek swasta. Peneliti mengambil Desa Margomulyo sebagai lokasi penelitian adalah dengan dasar beberapa pertimbangan : 1) Sudah ditetapkan sebagai Desa Siaga oleh Propinsi DIY 2) Rekomendasi dari pihak Dinkes 3) Memiliki sumber data dan informasi PHBS yang dijadikan tema penelitian 4) Dijadikan sebagai desa percontohan 5) Sering dijadikan obyek untuk penelitian lainnya 29 . Daplokan. Agama Islam paling banyak dianut oleh masyarakat. Kabupaten Sleman. Batas wilayah Desa Margomulyo Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat Desa Caturharjo Desa Sumberadi Desa Margodadi Desa Margoagung Untuk pembagian wilayahnya sendiri. Dari hasil pendataan tahun 2008 total penduduknya 12. 13 Posyandu balita. Kamal Kulon. Mriyan. dan 1 SMA. dengan pekerjaan sebagian besar adalah karyawan dan buruh tani serta 2. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 8 SD.976 orang yang belum bermata pencaharian. Mangsel.

7..6. dan mampu untuk berprilaku sehat sesuai dengan standar kesehatan untuk 30 . Diawali dengan pertanyaan “ apa yang anda ketahui tentang PHBS?”. 60 tahun (Kader PHBS) : Tn.RW. SN.keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. balita tidak di bawah garis merah (RW 150-158)”.4) dan (b) sebagai anggota dalam FGD/Focus Group Discussion (narasumber 5. ZN. buang Air BAB di WC. terus rumah berlantai bukan tanah. NS.. PHBS dalam Desa Siaga PHBS merupakan tema yang diambil untuk dalam wawancara. SG. Data Narasumber Narasumber penelitian ini sebanyak 9 orang dengan karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya. mau.secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. Narasumber sebagian besar sudah mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat.. 25 tahun (Bagian promosi kesehatan puskesmas) : Ny. 37 tahun (Masyarakat) 4.4..9) dengan uraian . Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok.3.. BS.3. 54 tahun (Tokoh masyarakat) : Ny. Dengan mengetahui seberapa besar pemahaman para narasumber terhadap PHBS diharapkan narasumber dapat memberikan pandangannya terhadap pelaksanaan Desa Siaga dengan baik.. “. beberapa narasumber mengutarakan : “. 1) Narasumber 1 2) Narasumber 2 3) Narasumber 3 4) Narasumber 4 5) Narasumber 5 6) Narasumber 6 7) Narasumber 7 8) Narasumber 8 9) Narasumber 9 : Tn. 42 tahun (Bidan desa dan koordinator desa siaga) : Ny. WN. mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit.2.8. 38 tahun (Kader) : Ny. sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.. Narasumber yang ada terbagi menjadi 2 yaitu : (a) yang diwawancarai (narasumber 1. 60 tahun (Kader) : NY..2. CP. yang intinya adalah perilaku masyarakat yang tahu.. SR.(CP 142-146)". 48 tahun (Masyarakat) : Ny. 50 tahun (Kader posyandu) : Ny.

menurut saya desa siaga itu adalah desa yang masyarakatnya tahu.(RW 19-30) Tujuan yang ingin dicapai oleh Desa Siaga adalah masyarakat yang tau. Untuk mendukung keberhasilan program PHBS dibutuhkan masyarakat yang siap siaga untuk menjalankannya yang diwujudkan melalui desa siaga. “.menghindari dari ancaman penyakit.. dan tatanan tempat-tempat umum. sarana kesehatan... Program PHBS dibagi dalam lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga. di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. Konsep Desa Siaga menurut Depkes (2008) diatas senada dengan yang diutarakan beberapa narasumber : “…. Dengan demikian. sekolah. tempat kerja.. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk (CP 8-16)”. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular. mau. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). mau. Setiap anggota masyarakat sudah pasti berada dalam rumah tangga.. penekanan pada program PHBS rumah tangga menjadi kunci keberhasilan bagi program PHBS pada tatanan lainnya. Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalam masyarakat..Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya mampu mendeteksi dan mengetahui lebih awal tentang kesehatan dan bencana alam. Ini hampir sama dengan konsep PHBS oleh Departemen Kesehatan (2007) yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. oleh karena itu program PHBS tatanan rumah tangga akan langsung berkaitan dengan tatanantatanan yang lainnya. dan mampu untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri dengan 31 . ……. 2008). Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (Depkes.. agar bisa.

.. terus. Untuk menilai pelaksanaan PHBS sendiri ada beberapa indikator penilaian.. pendataan ibu hamil. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB.(CP 152-173)”.(RW 163-172)”. Berdasarkan hasil temuan. 32 .eeeee..... kepemilikan toga. walaupun ada beberapa indikator yang lain.berjalannya kegiatan yang ada dalam desa siaga meliputi forum kesehatan desa. imunisasi.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. imunisasi.. pemberian ASI eklusif. tidak merokok didalam rumah.. kepemilikan jaminan kesehatan.. melakukan aktivitas fisik setiap hari. dan masih ada beberapa indikator lainnya yang dapat dilihat lebih jelas pada lampiran. terus cuci tangan pake sabun. menimbang balita setiap bulan. kepemilikan jaminan kesehatan.. surveillan. cuci tangan pakai sabun. PUS ikut KB. penerangan. kepemilikan TOGA. antara lain persalinan oleh tenaga kesehatan. yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat tetapi hanya beberapa yang dapat diingat narasumber dalam penuturan diatas..... kebiasaan gosok gigi. BAB tidak di kali.. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari aktivitas fisik setiap hari..pemberian ASI eklusif. dan lainlain sehingga dapat terpantau kesehatan seluruh masyarakat.untuk indikator PHBS sendiri. terus lantai berdinding. “.. Posko kesehatan desa. PHBS. terusss.yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan. PHBS merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga.tidak merokok yang saya hapal. tidak merokok didalam rumah. Pencapaian dari indikator inilah yang nantinya akan menggambarkan tingkat keberhasilan program PHBS. Kabupaten Sleman menerapkan 20 indikator pelaksanaan PHBS. seperti yang diungkapkan narasumber dibawah ini : “. kebiasaan gosok gigi secara teratur.. KADARZI. menimbang balita setiap bulan...teruss. Indikator tersebut lebih banyak dari indikator yang ditetapkan oleh pusat yang hanya 10 indikator dikarenakan prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sehingga tiap-tiap daerah dapat mengadaptasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi atau perkembangan masyarakat setempat. upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu. balita tidak dibawah garis merah.

Kalau dari Pemerintah Daerah. Berbagai sumber pembiayaan dapat dilihat pada tabel 3.Ada (RW 132-143)”... (CP 94-96)”. “. swadaya kader.oleh kabupaten sleman sendiri.Dari Pusat. terus dari desa juga memberikan kontribusi.. Dinkes DIY juga memberikan kontribusi. Terdapat 5 jenis sumber biaya yaitu dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan.. ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan (NS 97-100)”. Dana dari Dinas Kesehatan diberikan kepada puskesmas sekali dalam setahun. swadaya masyarakat...4.. Biaya yang digunakan tidak hanya berasal dari pemerintah namun juga ada sumber-sumber lain. Pembiayaan pelaksanaan PHBS tidak sedikit karena berbagai kegiatan harus dilakukan secara berkelanjutan.Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa..Dari APBDes.. arisan. “... Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan Desa Siaga membutuhkan dukungan baik dari sumber daya manusia yang ada maupun pembiayaan....4.. Sumber Biaya Jenis Sumber Biaya Pemerintah Melalui Dinas Kesehatan Alokasi biaya Diberikan kepada puskesmas dan dilanjutkan ke pemerintah dusun.. 33 .baik dari masyarakat ataupun swasta meskipun untuk Desa Margomulyo masih tergantung dana pemerintah.. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda. dll yang nanti akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan Pemkab Sleman melalui Bappeda Swadaya Kader Bantuan Pemerintah Desa Swadaya masyarakat Data diatas sesuai dengan yang diungkapkan beberapa narasumber : “.. Tabel 3. alat tulis. diberikan sekali dalam setahun Diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah desa Digunakan untuk membeli buku. senter untuk pemberantasan jentik nyamuk Diberikan jika ada acara yang berkaitan dengan program desa Masyarakat turut memberikan iuran rutin seperti PKK. bantuan pemerintah desa..

000 200.Aliran dana untuk pelaksanaan Desa Siaga yang nanti didalamnya juga termasuk pelaksanaan program PHBS mulai dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan ke Provinsi DIY. juga ada anggaran sendri dari APBDes. dan lain-lain. 1. kecamatan.000 300. mulai dari pendataan oleh bendahara. yang akan berlanjut ke tingkat desa.yang belum digunakan.000 1. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber diatas digunakan untuk kegiatan yang ada . biaya operasional.650. yang akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti kemudian dana yang disetujui akan diberikan ke desa setempat.yang digunakan. Rincian penggunaan biaya Tanggal 8-9 Januari 2008 05 Mei 2008 07 April 2008 22 April 2008 Kegiatan Pelatihan Pengurus Poskesdes Operasional Desa Siaga Margomulyo Pertemuan MMP di Margomulyo Transport dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Total Anggaran Anggaran yang belum digunakan Anggaran 3.550. Beberapa rincian penggunaan biaya yang diperoleh dari hasil penelurusan dokumen seperti dibawah ini : Tabel 4.650.. kabupaten dan sampai ke pemerintah pusat. Kabupaten sleman juga turut memberikan kontribusi melalui Bappeda yang mengacu pada jumlah kebutuhan dana yang diajukan melalui proposal.000.000 1. kemudian akan diberikan ke masing-masing kabupaten/kota yang akan disalurkan ke Desa Siaga diwilayahnya. Dapat dilihat dari total anggaran Rp.000 750. Di tingkat desa. Penggunaan biaya antara lain untuk pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas.000 Pembiayaan di Desa Margomulyo terbilang cukup baik.000. 34 . yang nantinya dana diberikan kepada puskesmas setiap setahun sekali berdasarkan rencana anggaran yang diajukan puskesmas untuk pelaksanaan programnya. biaya pertemuan masyarakat. Begitu juga dalam pertanggungjawaban penggunaan biaya sudah terkoordinasi dengan baik. ini dilihat dengan sudah tercukupinya kebutuhan anggaran setiap tahunnya. 1. transportasi. masih ada Rp.000. meliputi PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya.. pelaporan oleh koordinator Desa Siaga.000.

Ini sesuai dengan yang diungkapkan narasumber : “. pendataan di Posyandu. (RW 267-281)”.. membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu... dan lainnya..dalam bentuk Yandu. “.Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. penjadwalan.... Kesra.. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo (CP 283297)”. Semua elemen masyarakat sangat mendukung pelaksanaan program PHBS. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya.. dengan seringnya mengikuti kegiatan Posyandu yang ada.. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa... dukungan masyarakat juga sangat baik. dan mengarahkan masyarakat dengan terjun langsung di masyarakat. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. seperti melakukan Posyandu. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan guna tercapainya keberhasilan program PHBS dan kegiatan desa siaga lainnya yang nantinya akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Desa Siaga itu sendiri...Ya nanti to mencatat Balita. Bidan desa sebagai koordinator desa siaga pun memberikan dukungan dalam pendataan-pendataan yang dilakukan meski tidak terlepas dari peran kader yang ada.. pemetaan PHBS. 35 . kalau saya sebagai bidan . Puskesmas dan juga dari tokoh masyarakat serta masyarakat sendiri. dan ikut member pertimbangan dalam hal kebijakan. (NS 155-179)”. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. baik dari instansi terkait seperti kepala desa.Terus pemetaan dan dukungan diposyandu.Dukungan dalam pelaksanaan program PHBS juga didapatkan dari semua masyarakat. Dari pengamatan peneliti.... bekerjasama dengan kader dalam memberikan informasi untuk pendataan. berperan aktif dalam kegiatan..dan mengarahkan untuk hidup sehat itu... . kampanye. jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. ini dilihat dari dukungan pihak promosi kesehatan yang memberikan pelatihan dan pembinaan.. “.

ambulan desa. terus pelaksananya dari kader sendiri. teruuus seksi posyandu.. nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. Narasumber sudah mengetahui kegiatan Desa Siaga yang ada. terus apa. Langkah awal yaitu melakukan SMD (survey mawas diri) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sudah sejauh mana dan permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut (CP 28-35)”. kesehatan lingkungan. pengamatan penyakit.disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak. tokoh masyarakat.(RW 36-59)”....4. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga Pelaksanaan PHBS tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan Desa Siaga lainnya.. KADARZI. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. “. penanggulangan kegawatdaruratan bencana.. bidan desa. meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri.... seperti diungkapkan dibawah ini : “. dan masyarakat sendiri. 36 .. nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil.. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas.Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat... “. perilaku hidup bersih dan sehat. balita Gizi buruk. Pelaksanaan program PHBS yang ditemukan peneliti di Desa Margomulyo melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder yaitu pembina dari kecamatan.. bank darah. kepala desa. Kegiatan Desa Siaga menurut narasumber antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak.yang terlibat. 53-57)”. Posyandu. keluarga sadar gizi…(CP 21-25)”.(N3. kader..Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) dimusyawarahkan di MMD bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. bank darah. pengamatan penyakit..tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder.5. bersih-bersih Dusun..oiya satu lagi... kesra. pendatan Ibu hamil. Permasalahan yang ada akan dimusyawarahkan dalam MMD (musyawarah masyarakat desa) untuk dicari pemecahan masalahnya yang nanti diharapkan akan ada pertemuan untuk menindaklanjutinya. Ini sesuai dengan penuturan beberapa narasumber : “.. lalu akan ada pelaporan dari kader ke bidan koordinator Desa Siaga.. PHBS. serta kesehatan lingkungan..Setelah itu setiap bulannya di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih...

Koordinasi dari masing-masing pihak yang terlibat sudah cukup berjalan dengan adanya penindaklanjutan dari setiap kegiatan yang ada...(CP 52-61)”...Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. Koordinasi yang terjadi antara masyarakat. bidan.. bidan akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan.haa seluruh komponen masyarakat. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. melakukan pendataan masyarakat dan lingkungan yang beresiko terjadi KLB (kejadian luar biasa). kader.. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran.. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas.Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat..(SN 54-62)”.“. atau eeee……leaflet. Ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan yaitu ketika ada permasalahan kesehatan seperti TBC di Desa Margomulyo.pertama itu kan sosialisasi dalam MMD Itu nanti per Dusun ada Kadernya. sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. masyarakat akan langsung melaporkannya ke kader yang bersangkutan atau kader terdekat.(SN 46-52)”. Sosialisasi Desa Siaga sudah baik. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung (RW 94106)”. Puskesmas. ini dilihat dari sudah dilakukannya berbagai upaya sosialisasi diantaranya melalui media elektronik berupa iklan dan 37 ... Permasalahan ini nantinya akan dibawa ke Posko koordinasi desa... Beberapa narasumber mengatakan : “... dan juga mempertimbangkan jika Puskesmas membutuhkan rujukan lanjutan ke RSUD. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus dikembangkan di Dusun harus ada lagi.. . kemudian akan diinformasikan ke bidan desa. terus ada Bidan Desa.. “.. untuk dikoordinasikan ke stakeholder yang lain untuk menindaklanjuti seperti melakukan pengamatan penyakit.. kesra. “.kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik. Lewat kader sosialisasinya. dan stakeholder lainnya tentunya tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan.. namun apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan maka akan dirujuk ke Puskesmas.

dan kampanye PHBS di sekolah dan masyarakat juga dilaksanakan oleh puskesmas. seperti yang diungkapkan beberapa narasumber : “. Poster dan leaflet juga turut digunakan sebagai sarana sosialisasi oleh Puskesmas. informasi melalui media cetak salah satunya koran oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Pemetaan PHBS.. Puskesmas juga memiliki peran besar baik dalam sosialisasi dan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. Semua kader yang ada melakukan pertemuan dalam MMD yang akan membahas tentang strategi sosialisasi PHBS dan Desa Siaga. Evaluasi Pelaksanaan PHBS Dalam Desa Siaga Semua hasil pelaksanaan PHBS dan kegiatan Desa Siaga lainnya akan dilakukan evaluasi.himbauan oleh Departemen Kesehatan. Hasil evaluasi diserahkan kepada bidan koordinator. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban. Program PHBS dievaluasi setiap semester.. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. Pelatihan pengurus desa siaga dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan dinas kesehatan. Pelatihan PHBS.pelaksanaannya sejauh ini pihak puskesmas memetakan tentang PHBS .... ini tidak terlepas dari fungsi Poskesdes yang hanya sebagai sarana koordinasi yang akan dibahas selanjutnya. untuk semester pertama pada bulan Mei-Juni dan semester dua pada bulan November-Desember..6. dan lainnya. dan terlihat bahwa Puskesmas selalu turut serta hampir dalam semua kegiatan desa siaga..Terus setelah 38 .Ini menggambarkan peran aktif kader dan Puskesmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. diadakannya pertemuan ditingkat desa yang mengundang seluruh komponen masyarakat yang nantinya akan kembali ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ditingkat dusun yang dilakukan oleh kader.. Peneliti menemukan pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. setelah itu akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai laporan kegiatan Poskesdes Desa Margomulyo. 4. perencanaan. misalnya rokok. dan akan dilaporkan kepada kepala desa sebagai penanggungjawab Desa Siaga. Peneliti mengamati peran puskesmas selama penelitian..

memeriksakan kehamilan sesuai standar. ada laporan ibu hamil.. Berdasarkan penelusuran dokumen yang ada..(CP 205224)”... dan lainnya. menggunakan air bersih. laporan PHBS. memiliki TOGA dan kebiasaan gosok gigi...itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu. imunisasi lengkap pada bayi.Kinerjanya ya. Pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah baik. (SN 183-187)”. “... Posyandu sebagai salah satu UKBM di Desa Margomulyo yang sudah berjalan dengan baik... Temuan peneliti dilapangan sesuai dengan yang diungkapkan oleh narasumber. kesehatan lingkungan. laporan gizi buruk.. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. dan dari pengamatan kinerja kader dalam hal pemetaan sudah cukup baik. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. pemberian ASI eklusif. “.sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. penimbangan balita setiap bulan. memberantas jentik nyamuk dirumah. dengan seringnya kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh semua dusun dan rutin 39 . Poskesdes. kinerja kader yang sudah baik dalam hal pendataan. yang nantinya hasil pendataan kader akan dijadikan pemetaan PHBS oleh puskesmas sehingga dapat dijadikan masukan untuk permasalahan PHBS yang ada yang kemudian akan dilakukan kampanye PHBS melalui posyandu dan sekolah dasar. dan juga sudah dilakukannya kampanye PHBS di posyandu dan sekolah dasar di Desa Margomulyo.. memiliki jaminan kesehatan.. pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan. gizi seimbang. Keberhasilan pencapaian program PHBS yang sudah baik masih belum diikuti oleh keberhasilan dari semua kegiatan desa siaga yang ada seperti pengamatan penyakit... peneliti menemukan bahwa pencapaian pelaksanaan PHBS di Desa Margomulyo sudah >75%.. lantai rumah bukan dari tanah. melakukan aktivitas fisik setiap hari. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.(RW 185-190)”. makan sayur dan buah setiap hari. apa cuci tangan pakai sabun.. kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik... dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada diantaranya persalinan ditolong tenaga kesehatan.. terus laporan-laporannya sudah masuk semua. PUS ikut KB.

Poskesdes sebagai pilar utama dalam pelaksanaan desa siaga di Desa Margomulyo belum berfungsi dengan maksimal. Kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga. 40 . Peneliti mengamati selama penelitian. Hambatan yang ditemukan berupa hambatan teknis mulai dari pendanaan. “.(RW 61-77)”. dimana untuk pembahasan penerapan KADARZI sudah dilakukan dalam penelitian yang lain. dan pengelolaan sampah. Poskesdes di Desa Margomulyo hanya digunakan sebagai sarana koordinasi antar pengurus Desa Siaga sehingga diubah namanya menjadi Posko kesdes (pos koordinasi kesehatan desa).setiap bulan dengan jadwal berbeda yang terdiri dari Posyandu lansia dan balita dan program KADARZI juga sudah baik. hubungan antar personil kurang.tapi nggak melayani cuma koordinasi aja. Program PHBS dalam desa siaga tentunya tidak lepas dari hambatan yang ada. Adapun beberapa permasalahan PHBS yang ditemukan peneliti adalah penggunaan jamban sehat. Kan dulu Poskesdes sekarang jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. Desa Margomulyo ditetapkan menjadi desa siaga sejak 17 Desember 2007 berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Nomor.. ini dikarenakan akses ke Puskesmas yang dekat dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. tidak merokok didalam rumah. 230250)... setiap dusun sudah ada Puskesmas pembantu yang ikut membantu memberikan akses pelayanan kesehatan dengan bidan sebagai tenaga kesehatannya.... sehingga Poskedes berfungsi hanya sebagai sarana koordinasi saja. Konsep awal Poskesdes adalah Posko kesehatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. dan komitmen kesra kurang (CP.. dan lain-lain serta hambatan non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. Namun kenyataannya. Poskesdes yang terletak di Puskesmas pembantu Sompokan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengurus desa siaga. 11/2007/Tentang pembentukan Poskesdes di Desa Margomulyo. Peneliti menemukan bahwa untuk pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo pelayanan kesahatan bukan prioritas utama. sudah mencukupinya jumlah tenaga kesehatan di Desa Margomulyo. saran promosi..

beberapa ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya untuk menerapkan tidak merokok didalam rumah karena selalu saja ada alasan yang diberikan oleh suaminya.suami saya sendiri merokok. Pemerintah sudah memberikan bantuan jamban gratis untuk masyarakat. seperti pernyataan narasumber berikut : “. 2 bulan balik lagi mas…. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu….. beberapa narasumber mengatakan tentang masih adanya kepercayaan bahwa BAB harus di sungai dan ada juga beberapa masyarakat yang belum bisa menggunakan jamban. cara penggunaan jamban. dan lainnya. namun berdasarkan pengamatan peneliti masih banyak warga yang sudah menerima bantuan jamban tetapi belum menggunakan karena masih menganggap kurang bantuan yang ada dan juga jarak ke sungai yang tidak terlalu jauh membuat masyarakat lebih memilih ke sungai daripada menggunakan jamban. Permasalahan penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Adanya kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan memiliki sungai yang besar (WN) Sudah diberikan bantuan tetapi tidak bisa menggunakan (ZN) Kepercayaan bahwa BAB harus kesungai dan sudah diberikan bantuan tapi belum dilaksanakan (BS) Belum cukupnya bantuan yang diberikan dan jarak kesungai yang dekat (SG) Masyarakat masih banyak yang belum menggunakan jamban sehat. 41 . Ini merupakan indikator yang paling sulit diterapkan didalam masyarakat... Ini berarti masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan jamban.Penggunaan jamban sehat belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh masyarakat... Permasalahan PHBS selanjutnya yang ditemukan peneliti adalah tidak merokok didalam rumah. cara perawatan. Seperti diungkapkan narasumber dalam wawancara dibawah ini : Tabel 5.pernah disuruh berhenti. Sehingga perlu adanya pemberian informasi kemasyarakat salah satunya melalui penyuluhan penggunaan jamban sehat.(WN 166-169)”. Kebanyakan pelaku yang merokok adalah pria.

. tapi dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang atau dijadikan pupuk. (SR 177-179)”. banyak kendalanya (NS 139-140)”. karena membutuhkan peran dan partisipasi seluruh anggota keluarga dalam pelaksanaannya... Untuk itu perlu adanya pendekatan lebih kemasyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dan memberikan informasi tentang cara dan manfaat pengelolaan sampah salah satunya melalui penyuluhan. Ini senada dengan informasi yang didapatkan dari FGD berikut ini : Tabel 6.(SN 269-270)”. Pelaksanaan PHBS sejauh ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat. “. seperti yang dikutip dari pernyataan narasumber berikut : ”.tapi ya kalau ada tamu itu tadi. masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang ada. Pengelolaan sampah di Desa Margomulyo belum berjalan maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan masyarakat bahwa sampah yang ada tidak hanya dibuang.Terus pengelolaan sampah. dan banyaknya produksi sampah setiap harinya..pengolahan sampah.. sudah dibuatkan lubang pembuangan tetapi masih belum dimanfaatkannya sampah yang ada.Dan para ibu rumah tangga juga sungkan untuk menyuruh tamu pria yang datang kerumah untuk tidak merokok atau merokok diluar rumah.. Permasalahan Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah Kebiasaan membuang sampah dikebun (WN) Masih kurangnnya kesadaran masyarakat (ZN) Dibuatkan lubang pembuangan tapi masih kurang dimanfaatkannya sampah yang ada (BS) Banyaknya sampah yang ada (SG) Beberapa masalah yang menyebabkan masih kurangnya pengelolaan sampah yaitu kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah di kebun. “... Untuk permasalahan PHBS tidak merokok didalam rumah sampai sekarang masih dicari solusinya. Pengelolaan sampah juga menjadi permasalahan PHBS didesa Margomulyo.paling.... ini terlihat dengan adanya peningkatan PHBS masyarakat dari semenjak sebelum adanya desa siaga sampai sekarang dibuktikan dengan 42 ... masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar.. kan ga enak mas...

perbaikan yang bertahap dari permasalahan PHBS yang ada. dimana mereka menyambut baik adanya Desa Siaga. 254-266)”. dan juga meningkatkan kualitas kesehatan. menanggulangi 43 . dan masyarakat mau berperan aktif dalam pelaksanaan PHBS di lingkungannya. 294-300)”... Beberapa saran yang diberikan narasumber antara lain perlunya dukungan dari ketua Desa Siaga.....Desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan.5.... Berikut kutipan wawancaranya : “.. Semua narasumber menyambut baik dengan adanya Desa Siaga. karena masyarakat dapat mengatasi masalah kesehatannya bencana....Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masingmasing (N1. “.(N2.. program PHBS membutuhkan masukan dan saran agat dapat berjalan lebih baik untuk kedepannya. adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali. Saran dan Tanggapan Dalam pelaksanaannya.Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. “.. dukungan bidan desa siaga perlu ditingkatkannya koordinasi antar pengurus Desa Siaga dan antar instansi yang terkait Beberapa narasumber menyampaikan tanggapan mereka tentang pelaksanaan desa siaga.. 4. sendiri.(N4.. perlu diadakannya pelatihan khusus untuk calon kader... pencapaian PHBS yang terus meningkat setiap tahunnya. 303-316)”.

BAB V. menanggulangi bencana. 2. dan peran Puskesmas sudah berjalan dengan baik. instansi terkait. Dukungan pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga sudah baik. dinilai dari belum berfungsinya Poskesdes yang ada serta belum tercapainya semua indikator yang ada dan ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.2. 5. 3. pihak yang terlibat. 5.1. SIMPULAN dan SARAN 5. Pengetahuan tentang PHBS dalam Desa Siaga sudah baik.2. Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga didapatkan pelaksanaan PHBS sudah baik dilihat dari sudah berjalannya beberapa indikator yang ada. dan meningkatkan kualitas kesehatannya. koordinasi. 5. 44 . sosialisasi. Jadi kesadaran dan peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk aktif dan berpartisipasi dalam setiap program dan kegiatan yang ada. Masyarakat menyambut baik dengan adanya Desa Siaga karena dapat menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. Bagi masyarakat Saran Pelaksanaan desa siaga tujuannya adalah untuk masyarakat yang lebih baik baik dalam segi kesehatan maupun lingkungan.1. 4. Simpulan 1. kinerja kader dan peran Puskesmas yang baik. dan masyarakat. tujuan dan indikatornya. Pelaksanaan PHBS dalam Desa Siaga mulai dari kegiatan. dilihat dari pembiayaan yang sudah mencukupi dan terorganisir. Keberhasilan pelaksanaan PHBS tidak diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan Desa Siaga. serta dukungan dari semua stakeholder. dilihat dari masyarakat yang sudah mengetahui mulai dari konsep PHBS. konsep Desa Siaga. keberhasilan pencapaian >75%.

Bagi pemerintah Pemerintah diharapkan dapat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Desa Siaga terutama di Desa Margomulyo. 5.2. Perlunya pelatihan dan pendekatan lebih ke kader untuk meningkatkan kemampuan kader dan memberikan motivasi kembali. sehingga dapat lebih mudah berinteraksi serta menggali informasi yang lebih lengkap. Bagi pengurus Desa Margomulyo 1. 2. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. 45 .2.4. 5. 3. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan tema ataupun metode yang sama disarankan agar mengadakan pendekatan yang lebih mendalam dan mengenali kepribadian narasumber.3. Perlu adanya pembinaan antar personil agar dapat terjalin koordinasi yang lebih baik lagi.2.2. Poskesdes diharapkan dapat berjalan sehingga dapat mendukung terlaksananya kegiatan desa siaga.5.

Pustaka pelajar offset. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Persepsi Kepala Keluarga Terhadap Pengembangan Desa Siaga di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Raja Grafindo Persada: Jakarta.indoskripsi. Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta. Azwar. 2007. pukul 22. 2008. FK UGM. Penelitian Kualitatif. 2008. 2008. Departemen Kesehatan RI. 2008. Tesis. http://one. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Taufik. Yogyakarta. Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Yogyakarta Azhar. Universitas Gadjah Mada. 2009. FK UII. Buku II Pedoman Umum Desa Siaga Propinsi DIY. 2007.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologipenelitian/metodologi-penelitian-kualitatif. Buku I Petunjuk Teknis Desa Siaga Propinsi DIY. 2007. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/Menkes/SK/VI/2007. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat : Studi kasus di Kabupaten Bantul.35 WIB. Prenada Media Group: Jakarta. Darmawan. Djonny. Buku Paket Pelatuhan Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Siaga. 2002. Yogyakarta Download tanggal 26 46 . Desember 2009. 2008. Yogyakarta Bungin. Burhan. Bungin. Departemen Kesehatan RI. S.DAFTAR PUSTAKA Anis. 2005. Analisis Data Penelitian Kualitatif.

Vol. Yogyakarta. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Siaga . hal 9-11. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. E. Belajar Mudah Penelitian. Peran Bidan dalam Pelaksanaan Desa Siaga. 2007. Samsunuwiyati. Rosadakarya: Bandung. Rineka Cipta: Jakarta. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. No. Implementasi Desa Siaga diKota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. H. Tesis. Rake Sarasin: Jakarta. 2006. Alfabeta: Bandung. Download tanggal 29 Desember 2009. Agus. Yogyakarta Riasmini. 47 . Ridwan. Moleong. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM. 2005. Notoadmojdo. No. L. 2005. Machfoedz. Soekidjo. hal 26-28.N. 2002. Ircham dkk. 2008. K.com/2008/05/determinanperilaku.11 WIB. 2007. Nurjasmi.Hermansyah. Vol 3. Fitramaya: Jakarta Matsum. 2007.blogspot. 2005.1 Januari.html-. FK UGM. Poewandari. 2008. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2007.3. Kes. Determinan Perilaku. Kes. pukul 23. Perilaku Manusia. Polisiri. matsum. Majalah Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPPSDM. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Sambas tahun 2007.2 April.J. Pendidikan Promosi Bagian Dari Promosi Kesehatan. 2008. PT. Metode Penelitian Kualitatif. M. Muhadjir. PT Refika Aditama:Bandung. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta.

edisi 03. Mediakom Departemen Kesehatan. hal 10-13. Universitas Gadja Mada. Binarupa Aksara: Jakarta. Dasar-Dasar Metodologi penelitian Klinis. Memahami Penelitian Kualitatif. 2006. Sudigdo. Pascasarjana. Sastroasmoro.A. S. Utarini. 48 . 2007. A. Modul Mata Kuliah Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan. Yogyakarta. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan.Soeparmanto. 2002. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sugiyono. Desa Siaga Benteng Utama Menganggulangi Masalah Kesehatan di Indonesia. Alfabeta: Bandung. Des. 2008.

LAMPIRAN .

identitas narasumber akan dirahasiakan.. dan informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari siapapun. : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat penelitian.………………………………………………………. ………………2010 Peneliti Narasumber Arie Patramanda ……………………… .FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI NARASUMBER PENELITI Untuk penelitian dengan judul “ Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo” Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : . dengan ini saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi narasumber penelitian yang dilakukan oleh saudara Arie Patramanda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta..

Pewawancara membangun rapport/hubungan yang baik dengan narasumber 4. Wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri 2. pewawancara mengucapkan terima kasih 8. Setelah selesai. Pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi oleh narasumber 5. Memperkenalkan diri sebagai pewawancara 3. Penjelasan 1.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PEDOMAN UMUM WAWANCARA MENDALAM A. apakah itu salah atau benar 6. Wawancara dapat dilakukan tidak hanya sekali jika diperlukan . Narasumber dipersilahkan member tanggapan seluas-luasnya tanpa rasa takut mengungkapkan pendapatnya. Mengucapkan salam 2. Pernyataan dari pewawancara dan narasumber dicatat dan kalau diijinkan direkam menggunakan recorder 7. Prosedur 1. Menjelaskan maksud wawancara mendalam 2. Pengantar 1. Identitas narasumber akan dirahasiakan/pemberian inisial 3. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya 3. Narasumber bebas menyatakan pendapat karena peneliti ingin mendapatkan semua maksud dari informan 5. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan wawancara B. Dalam proses wawancara tidak ada pendapat yang salah atau benar C. Informasi yang didapatkan akan dirahasiakan dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian 4.

Dukungan yang diberikan selama ini dalam pelaksanaan desa siaga 7. Sistem pendanaan dalam pelaksanaan desa siaga 6. Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan PHBS diDesa Margomulyo . Adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan desa siaga? 9. Target pencapaian PHBS diDesa Margomulyo 13.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN WAWANCARA Narasumber Bidan Kader PHBS Tokoh masyarakat Masyarakat 1. Tanggapan terhadap kebijakan desa siaga 3. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PHBS 11. Bagaimana pengetahuan tentang PHBS dan sarana PHBS yang tersedia 10. Bagaimana sosialisasi desa siaga di Desa Margomulyo dan target pencapaiannya 5. Apa saja kegiatan desa siaga dan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya 4. Bagaimana pengetahuan tentang konsep desa siaga 2. Apakah dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS 16. Sistem pembiayaan untuk pelaksanaan program PHBS 12. tanggapan terhadap pelaksanaan desa siaga ditinjau dari segi PHBS 15. Tanggapan tentang desa siaga dalam menyelesaikan masalah kesehatan 8. Bagaimana pelaksanaan PHBS sejauh ini 14.

Pendapat. Semua pendapat dijamin kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian vi. Pencatatan kegiatan dilakukan oleh asisten yang meliputi hal yang penting serta bahasa verbal dan nonverbal peserta diskusi ii. Sampaikan pada peserta bahwa FGD akan sirekam guna membantu pencatatan c. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan diskusi kelompok terarah ii. dan saran dari peserta sangat bernilai iv. pengalaman dan saran iii. Tahap Awal a. Mengucapkan salam kepada peserta yang hadir ii. Pernyataan yang diutarakan tidak ada yang benar dan salah v. Fasilitator memperkenalkan diri dan anggota tim dalam FGD dan sebaliknya iii. Peserta bebas untuk menyampaikan pendapat. Prosedur i.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN UMUM FGD (Focus Group Discussion) 1. dan dibantu oleh seorang asisten dan pengamat. Penjelasan i. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan hadir dalam pertemuan diskusi b. Pembukaan i. Fasilitator akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk ditanggapi peserta . Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator. pengalaman.

Semua pendapat dan pengalamannya akan direkam dengan recorder dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian 2. Tahap Pelaksanaan Diskusi Fasilitator melontarkan pertanyaan/masalah kepada peserta berkaitan dengan hal-hal berikut . dalam hal ini dosen pembimbing Topik Pembahasan Apakah Bapak/ibu tahu tentang desa siaga ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya ? Bagaimana bentuk dukungan Bapak/ibu terhadap kegiatan desa siaga ditempat tinggal masing-masing Menurut bapak/ibu pelayanan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan desa siaga selanjutnya ? dan harapan anda? Menurut bapak/ibu siapa yang bertanggung Tujuan Untuk mengetahui pemahaman tentang desa siaga Mengetahui dukungan pengembangan desa siaga Mengetahui pelayanan yang dibutuhkan dalam pengembangan desa siaga dan harapan maayarakat Mengetahui dukungan informal leader .iv. Peserta dipersilahkan menyampaikan pendapat dan pengalamannya secara bergantian. tidak saling memotong pembicaraan v. Peserta FGD Kader Masyarakat Pengamat Tokoh masyarakat Pakar penelitian kualitatif.

Sebelum diskusi diakhiri.jawab terhadap pelaksanaan desa siaga? Apakah bapak/ibu tahu tentang PHBS ? siapa saja yang terlibat ? apa saja kegiatannya ? adakah faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya? Bagaimana dukungan Bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS Bagaimana tanggapan bapak/ibu terhadap pelaksanaan program PHBS selama ini? Bagaiman tanggapan bapak/ibu tentang pelaksanaan desa siaga ditinjau dari PHBS nya? Mengetahui dukungan dalam pelaksanaan program PHBS Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program PHBS Mengetahui tingkat keberhasilan desa siaga ditinjau dari pelaksanaan PHBS Mengetahui pemahaman tentang PHBS 3. peserta dipersilahkan untuk menyampaikan tambahan atas pendapat dan tanggapan yang telah disampaikan b. Fasilitator menutup acara diskusi dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam diskusi . Tahap Penutup a.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN OBSERVASI Ada Kegiatan Desa Siaga 1. Dana Sehat Iuran Sumbangan Jimpitan Arisan Tabulin Tidak . Forum Masyarakat Desa 2. Poskesdes 3. Suveilans 5. PHBS Sumber Pendanaan 1. Pengembangan Kadarzi 8. UKBM Posyandu Polindes WOD/POD SBH Poskestren 4. Kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana Kegiatan Masyarakat Kegiatan Tenaga Kesehatan 6. Lingkungan Sehat 7.

Arisan Jamban Keluarga Jambulin Dasolin Artamas Dana Dasawisma (Penyisihan hasil usaha) 2. Dana Pasif Dana sosial keagamaan Dukungan Masyarakat terhadap pelaksanaan desa siaga Pelaksanaan PHBS Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bayi diberi ASI eklusif Penimbangan bayi dan balita Mencuci tangan dengan air dan sabun Menggunakan air bersih Menggunakan jamban sehat Rumah bebas jentik Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok didalam rumah Peran Pukesmas dalam pelaksanaan desa siaga Kebijakan desa siaga dan otonomi daerahnya .

kader. kepala dukuh. Sosialisasi Desa Siaga Untuk sosialisasi desa siaga diidesa margomulyo sendiri sudah dilakukan dengan memanfaatkan komponen desa yang ada. dan unsure desa yang terkait. 4. Forum Kesehatan desa Didesa margomulyo sendiri untuk forum kesehatan desa dibentuk secara sukarela atas dasar kepedulian sesama diantaranya oleh tokoh masyarakat. nanti tiap desa akan koordinasi dengan kader untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Diresmikan sejak tanggal 17 Desember sebagai hasil dari musyawarah masyarakat desa (MMD) dibalai desa margomulyo yang disahkan dengan surat keputusan kepala desa Margomulyo kecamatan Seyegan No 11/ 2007. Komponen Desa Siaga a. Kebijakan Desa Siaga Untuk kebijakan desa siaga di desa Margomulyo sudah mulai dibentuk menjadi desa siaga untuk pertama kalinya diantara 5 desa yang disusul dengan desa margoagung. Pendanaan Pendanaan Desa Siaga didesa Margomulyo sebagian besar didapatkan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui provinsi. Pemerintah kabupaten sleman juga turut andil membantu pendanaan. 3. Tidak ada jadwal rutinitas untuk forum kesehatan ini .LAPORAN HASIL OBSERVASI 17-23 Januari 2010 1. Mulai dari pertemuan para perangkat tiap desa ditingkat kecamatan. bidan. 2. dan juga beberapa dana didapatkan dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

Poskokesdes sendiri sudah dibentuk kepengurusannya mulai dari Pembinanya Camat Seyegan dan Kepala UPTD Puskesmas. Poskokesdes sendiri awalnya berpusat dibalai desa. Koordinator oleh bidan desa. Penanggung jawab oleh Kepala Desa. Poskesdes ( Pos Kesehatan Desa) Untuk poskesdes didesa margomulyo digantikan oleh Poskokesdes (Pos Koordinasi Kesehatan Desa) dengan asumsi Poskokesdes sebagai tempat koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan.karena biasanya permasalahan yang ada akan langsung dibahas di dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) b. Pengamatan penyakit. Bendahara. Donor darah. Poskesdes didesa Margomulyo ada jadwal jaga rutin 3 orang kader setiap hari secara bergiliran yang ditetapkan melalui MMD. c. . Didesa Margomulyo Posyandu berjalan dengan sangat baik dengan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali yang terdiri dari Posyandu balita dan Posyandu Lansia. Sekertaris. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) Untuk UKBM didesa margomulyo yang sudah dibentuk antara lain Posyandu. Untuk pelayanan kesehatan sendiri masyarakt dapat memanfaatkan Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ada satu disetiap desa atau langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dipuskesmas. dan Seksi tiap bidang yang melibatkan 15 orang kader dan 31 masyrakat setempat. Keluarga sadar gizi (KADARZI). Kesehatan lingkungan. tapi semenjak bulan februari 2010 dipindah di Pustu dusun Sompokan dikarenakan gedung Poskokesdes yang lama sudah dialihgunakan. Ambulan desa. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kesehatan ibu dan anak. Tim kegawatdaruratan bencana.

dll. balita. pemberian pelayanan kesehatan. PHBS. semuanya mendukung kebijakan desa siaga karena mereka mengharapkan ada perbaikan bahkan penigkatan dari sebelumnya. Program Puskesmas sendiri sejalan dengan program Desa Siaga seperti Kesehatan lingkungan.d. Pelaksanaan Program PHBS Program PHBS dimargomulyo sudah dijalankan sejak awal. sedangkan ditingkat desa hanya sebagai koordinator. bahkan ketika ada penelitian yang meminta informasi disana mereka sangat menyambut baik. bidan. Penyuluhan. Mulai dari mayarakat setempat. seminar. Ini dapat dilihat dari masyarakat yang antusias untuk datang ketika ada kegiatan seperti Posyandu. kader. Surveillans yang sedang gencar dilakukan akhir-akhir ini adalah tentang ibu hamil. Dukungan Masyarakat Berdasarkan hasil observasi dari beberapa masyarakat margomulyo. dll. Suveilans Untuk Surveillans didesa Margomulyo lebih dititikberatkan ditingkat dusun. 6. 7. para tokoh masyarakat. Puskesmas berkoordinasi dalam hal pendataan. DBD. Peran Puskesmas Peran Pusekesmas sendiri didalam desa siaga ini adalah sebagai mitra pelayanan kesehatan. dan TBC 5. kepala desa semuanya mendukung pelaksanaan desa siaga ini. promosi kesehatan. gizi. Pertemuan didesa. Program yang diberikan dari pusat dengan 10 indikator nya . Kesehatan ibu dan anak. kerena seperti yang disebutkan diatas tadi Poskokesdes didesa margomulyo tidak memberikan pelayanan kesehatan. dan turut memberikan dukungan seperti tempat pemberian pelatihan.

Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan ii. Tidak merokok didalam rumah xi. Makan sayur dan buah detiap hari ix. Pemilkan TOGA xx. Pemanfaatan saran pelayanan kesehatan xviii. Gizi seimbang xii.mendapatkan beberapa penyesuaian kembali oleh pemerintah kabupaten Sleman dengan penambahan 10 indikator lagi menjadi 20 indikator antara lain . Pemberian ASI eklusif iii. Penggunaan air bersih v. Lantai rumah bukan dari tanah xvii. Pengelolaan sampah xix. i. diantaranya masih banyak ditemukan kebiasaan merokok. Penimbangan balita setiap bulan iv. Kebiasaan gosok gigi Pelaksanaan program PHBS didesa Margomulyo sudah cukup baik walaupun masih belum semua indikator terpenuhi. Bebas jentik nyamuk viii. belum terkelolanya sampah dengan baik. PUS ikut KB xvi. dll. Melakukan aktivitas fisik setiap hari x. Memiliki jaminan kesehatan xiv. Imunisasi lengkap pada bayi xv. kebiasaan mandi disungai. . Sudah dibahas dalam MMD dengan beberapa alternative pemecahan masalah dan sedang diusahakan untuk penerapannya. Menggunakan jamban sehat vii. Mencuci tangan dengan air beesih dan sabun vi. Memeriksakan kehamilan sesuai standar xiii.

Sutardjo Ny. Kegawatdaruratan Bencana 2. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) 8. Ambulan Desa 6. Pengamatan Penyakit 3.SUSUNAN PENGURUS POSKESDES DESA SIAGA DESA MARGOMULYO Pembina : Camat Seyegan Kepala UPTD Puskesmas Seyegan Penanggungjawab Koordinator Sekretaris : Kepala Desa Margomulyo : Bidan Rismawati : Prasetyo Sujanarko Bpk. Kesehatan Ibu dan Anak 4. PHBS 9. Marsudi Bendahara : Ny. Bank Darah 5. Posyandu . Dwi Erni Rahayuningsih Seksi-seksi : 1. Kesehatan Lingkungan 7.

PUS ikut KB 16. Menggunakan jamban sehat 7. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan 18. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Imunisasi lengkap pada bayi 15. Memeriksakan kehamilan sesuai standar 13. Memiliki jaminan kesehatan 14. Persalinan ditolong tenaga kesehatan 2. Lantai rumah bukan dari tanah 17. Memberantas jentik nyamuk dirumah 8. Gizi seimbang 12. Menggunakan air bersih 5.20 INDIKATOR PHBS SLEMAN 1. Memberikan ASI eklusif 3. Kebiasaan gosok gigi . Makan sayur dan buah setiap hari 9. Tidak merokok didalam rumah 11. Menimbang balita setiap bulan 4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Pengelolaan sampah 19. Memiliki TOGA 20.

KODING .

TEMA / KOMENTAR KATEGORI SUB KATEGORI
PHBS dalam desa siaga Konsep PHBS PHBS itu adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1, 142-148) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat, dimana keluarga bisa berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan (N2,150-158) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3, 45-50) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu, mau, dan mampu untuk mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan,bencana, penyakit menular, dan KIA ( N1, 8-16) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30) Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat (N3, 8-16) PHBS berarti menerapkan kehidupan yang bersih dan sehat sesuai dengan standar kesehatan didalam rumah tangga dan lingkungan

WAWANCARA

FGD

Konsep desa siaga

Arti dan konsep Desa Siaga yang diketahui adalah pelaporan masalah kesehatan ke poskesdes yang dilanjutkan ke puskesmas oleh kader

Tujuan desa siaga

Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu, mau, dan mampu mengatasi masalah kesehatannya sendiri (N1, 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah tercapainya tujuan tiap program yang ada ( N1, 84-85) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang baik untuk ibu hamil, berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2, 232-252) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4, 64-77) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 Ada 20 indikator PHBS indikator meliputi 10 yang diketahui indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1, 152-173) Indikator PHBS meliputi tidak merokok, balita tidak dibawah garis merah, BAB tidak di kali, lantai berdinding, dll (N2, 163-171) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat, kabupaten sleman, DINKES DIY, dan dari desa sendiri (N1, 91-99) Dana didapatkan dari puskesmas (N3, 60-62) Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Indikator PHBS

Dukungan Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga

Pendanaan

Dukungan Masyarakat

Dukungan puskesmas yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS, pemetaan dan kampanye PHBS (N1,283-297) Dukungan bidan desa adalah menjadi koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2, 267-281) Dukungan kader PHBS adalah mengadakan posyandu, melakukan pendataan, mengajak masyarakat langsung (N3, 155-179) Pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Kegiatan desa siaga Program desa siaga meliputi KIA, penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, posyandu, bank darah, ambulan desa, pengamatan penyakit, PHBS, kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1, 20-25) Kegiatan desa siaga antara lain SMD/survey mawas diri, MMD/musyawarah masyarakat desa, Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil, pencegahan penyakit endemis, dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4, 17-37) Yang terlibat dalam PHBS adalah seluruh masyarakat (N3, 53-57) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi

Yang terlibat kegiatan PHBS dalam desa siaga

dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2. kepala desa dan kesra (N4. kepala desa. 52-61) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4.52-83) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. bidan desa. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes. kader. dan melalui pelatihan (N1. 94-116) Sosialisasi desa siaga Sosialisasi . 46-52) Koordinasi Koordinasi antar stakeholder sudah baik ini terlihat dengan adanya penindaklajutan setiap kegiatan yang ada (N1. leaflet atau poster oleh puskesmas. kader. kader. 3848) Koordinasi desa siaga dari masyarakat.Pembina dari kecamatan. puskesmas. 54-62) Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik. berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. bidan koordinator. dan tokoh masyarakat (N1. 28-35) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat.

dan dinas kesehatan (N2. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. 32-42) Peran Puskesmas Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. 193-195) Jika ada masalah kesehatan. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. mulai dari pemetaan. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. 58-63) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. sosialisasi berupa kampanye PHBS Pelaksanaan PHBS sudah baik dengan sudah berjalannya sebagian besar indikator yang ada . 190-202) Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. poskesdes (N2. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. 361-363) Keberhasilan program PHBS dalam desa siaga Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir. 352-356) puskesmas memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. 81-89) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2.283-297) Evaluasi pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Pertanggungjawaban Kepala desa bertanggung pelaksanaan jawab terhadap program PHBS pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1. perumusan masalah.sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. bidan koordinator.

17-28) Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin. 185-190) Pelaksanaan program PHBS sudah berjalan cukup baik dengan sudah terlaksananya beberapa indikator yang ada (N3. posyandu. 225-228) Belum semua kegiatan yang berjalan didesa siaga. 230-250) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa. dan program lainnya (N4. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. 77-82) Hambatan yang ditemukan Hambatan dalam pelaksanaan PHBS adalah masih kurangnya kesadaran dari masyrakat . hubungan antar personil kurang. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. saran promosi. 148159) Hambatan pelaksanaan PHBS dalam desa siaga Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. 205-224) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. pertemuan yang selalu diundur. 183-187) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. dll. adanya pelaporan. (N2. dll (N2. 205-220) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. dan komitmen kesra kurang (N1.(N1.

206) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. jangan berhenti ditengah jalan Tanggapan .yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4. 93-150) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1. 326-338) Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan Permalahan PHBS yaitu tidak merokok didalam rumah. penggunaan jamban sehat. 220-234) Permasalahan PHBS Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. 279-282) Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. dan dukungan bidan desa siaga (N1. dan pengelolaan sampah Peningkatan PHBS dalam desa siaga Saran dan Tanggapan Saran Pelaksanaan program puskesmas diharapkan sampai tuntas. 314-322) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. 307-314) Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3.317335) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. adanya pelatihan khusus untuk calon kader.

penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif. 303-316) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1. 294-300) Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. 254-266) . (N2. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4.

TRANSKRIP WAWANCARA dan FGD .

saya akan 5 wawancara tentang penelitian saya tentang PHBS dan Desa Siaga. Wawancara selesai pada pukul 12. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. pukul 12. mau. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 12. Suasana diruangan cukup tenang. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Kemaren kita sudah janjian mas.Narasumber Pertama A. apa itu desa siaga ? N : Desa siaga y. saat itu diruangan ada peneliti. dan seorang teman peneliti.eeee…. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 30 Januari 2010. narasumber. menurut saya desa 10 siaga itu adalah desa yang masyarakatnya Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya tahu..17 WIB : Ruang Pertemuan Puskesmas Seyegan Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan Puskesmas Seyegan. tidak ada suara berisik karena ruangan tertutup dan hanya terdengar suara pendingin ruangan. Identitas Narasumber Nama Usia : N1 : 25 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : S1 Kesehatan Masyarakat : PNS ( Promosi Kesehatan Puskesmas) B.17 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.53 WIB. dan mampu untuk mengenali masalah . apa mas bersedia ? N : oke P : Sepengetahuan mas..

.. 8-16) Program desa siaga meliputi KIA. P : bagaimana hubungan kerjasama antara orang-orang yang bertanggung jawab tadi mas? N : kalau selama iniiiiiiiiiiii.ummm (berfikir) …….15 20 25 30 35 40 45 50 55 tahu... 20-25) Yang terlibat dalam desa siaga adalah para stakeholder meliputi Pembina dari kecamatan. puskesmas. PHBS. bank darah. selain itu kesehatan ibu dan anak juga termasuk. bencana. dan tokoh masyarakat (N1. tulisan dikoran oleh kabupaten kota. kecamatan. terus pelaksananya dari kader sendiri. bank darah.terus siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini ? N : yang terlibat.bisa dikatakan bagus. posyandu. pengamatan penyakit.kalau dalam desa siaga itu kan tidak hanya dari desa saja tapi juga melibatkan stakeholder. serta kesehatan lingkungan. penanggulangan kegawatdaruratan bencana. karena setiap kali ada kegiatan atau setiap kali ada koordinasi selalu menindaklanjuti.eeee…. tapi juga dari puskesmas. P : bagaimana sosialisasi desa siaga ini mas kesehatannya sendiri dan mampu memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama masalah penanggulangan kegawatdaruratan. penyakit menular. dukungan pembinaan dari kepala desa serta tokoh masyarakat diwilayah desa siaga tersebut... dan KIA ( N1. N : oiya satu lagi..jadi tidak dibiarkan begitu saja….. terus setiap kader dan bidannya selalu dilibatkan dan mau berperan aktif... ambulan desa. leaflet atau poster oleh . kesehatan lingkungan dan KADARZI (N1. P : contohnya seperti apa mas? N : contohnya setiap ada koordinasi kita gak Cuma dari desa aja. keluarga sadar gizi… P : umm. 28-35) Koordinasi antar stakeholder sudah baik (N1. penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana. ambulan desa. Pembina teknis kesehatan dari puskesmas. disesuaikan dengan seksinya itu meliputi kesehatan ibu dan anak.. 38-48) Sosialisasi desa siaga oleh depkes melalu media elektronik. walaupun dalam kenyataan dilapangan tidak seratus persen seperti yang diharapkan. P : dari penjelasan mas tadi. teruuus seksi posyandu. kader.apa namanya…. perilaku hidup bersih dan sehat.. Stakeholder ditingkat desa siaga itu meliputi pembinanya dari kecamatan sendiri..eeee…. pengamatan penyakit. kepala desa. mau. dan mampu mengenali masalah kesehatannya sendiri dan mampu untuk memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber daya yang ada terutama untuk masalah penanggulangan kegawatdaruratan serta bencana dan penyakit menular..apa saja program desa siaga yang mas tahu ?? N : kalau sesuai dengan.

atau eeee……leaflet. P : dari mau dulu ya mas? N ... sama kader derta tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh didesa.bagaimana sistem pendanaan yang mas tahu? puskesmas.sejauh ini kan tidak mungkin kita sosialisasi kesemua masyarakat. P : pelatihan itu siapa yang memberikan mas? N : pelatihan itu dari puskesmas.. atau pelayanan kesehatan yang lain seperti rumah sakit. mau. Karena selama ini kan setiap ada masalah kesehatan semua dipasrahkan ke puskesmas. dokter. P : oke. 68-82) Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah berdasarkan tiap programyang ada ( N1.……. dan melalui pelatihan (N1. kalau untuk semua masyarakat sosialisasi itu oleh depkes melalui media massa seperti media elektronik.. kabupaten sleman. kesra. 84-85) Pendanaan desa siaga mulai dari pusat. P : ummm begitu…terus target yang ingin dicapai terutama desa margomulyo sendiri apa mas? N : target secara umum atau spesifik ? P : secara umum saja dulu mas. Setelah mau ya targetnya mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan kemampuan meskipun ada dukungan dari puskesmas. Jadi tidak merasa bahwa masalah itu bisa diatasi oleh masyarakat itu sendiri. P : terus..lebih ke tiap program yang saya sebutkan tadi..60 65 70 75 80 85 90 95 100 terutama didesa margomulyo? N : eee…….. 58-63) Target umum yang ingin dicapai adalah masyarakat tahu. dan mampu mengetasi masalah kesehatannya sendiri (N1. 91-99) . N : oke.. P : oke….mungkin nanti saya akan lebih memprioritaskan tentang PHBS nya ya mas. karena itu level terendah dari masyarakat…eehh tahu dulu terus mau.. Kalau untuk pelaksanaannya sendiri jelas lewat pelatihan pengurus desa siaga utamanya meliputi kades. 52-61) Pelatihan pengurus desa siaga oleh puskesmas (N1. tapi prinsipnya mereka mau untuk mengenali masalahnya. dan dari desa sendiri (N1.. iya dari mau dulu. terus yang kedua dari tingkat kabupaten kota melalui tulisan dikoran.kalau tujuan khususnya tadi mas?? N : kalau khususnya.emmmm.. DINKES DIY. N : ummm……kalau tujuan secara umum itu masyarakat mau mengenali masalah kesehatan diwilayahnya. atau poster dan disebarkan keseluruh puskesmas..

Yang kedua..eeee…. kalau gak gitu kan pada gak mau….(tertawa) P : hehehe…. proses.eeeee……berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat. proses. 105-107) Indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. angka kematian bayi. TOGA. DINKES DIY juga memberikan kontribusi.. untuk menilai target desa siaga itu sudah tercapai atau belum dilihat dari indikator apa aja mas?? N : kalau indikator kita melihat dari indikator input. karena prinsip dari desa siaga itu adalah mengkoordinir dari UKBM yang ada. teruuus SBH..(tertawa) Terus mas.. 135-139) PHBS itu adalah masyarakat tahu.. POD. dan sebagainya… Dan selanjutnya untuk input ada banyak ya. 109-120) Indikator proses meliputi berjalan tidaknya dan frekuensi FMD. Kedua berjalan tidaknya UKBM tadi.(berfikir) dari. Hehehe…. UKBM. 122-134) Indikator output meliputi berapa angka kematian ibu. berjalannya sistem pengamatan berbasis masyarakat.pusat kedaerah sampai sejauh ini ada...ada tidaknya upaya kesehatan bersumber masyarakat yang berfungsi dan dibutuhkan.berjalan tidaknya atau frekuensi dari FMD itu berapa kali dalam setahun. minimal desa itu memiliki forum yang mau bertanggung jawab untuk masalah kesehatan diwilayahnya.. Terus.. ada dulu sumber daya manusia atau kader yang mau. dan derajat kesehatan lainnya (N1. usia harapan hidup. UKGS. maksudnya kalau ada penyakit menular yang seperti DBD ada pelaporannya dari RT.tapi prinsipnya itu. dan berjalannya program dari tiap seksi (N1. dll (N1. terus dari desa juga memberikan kontribusi karena kita kan mengadvokasi mereka supaya mau menganggarkan. berjalan tidaknya UKBM. sebaiknya semakin sering karena berarti semakin aktif desa tersebut. Cuma sampai kelevel tingkat pelaksanaan desa diwujudkan dalam pelatihan dan sosialisasi. UKBM itu kan meliputi posyandu. itu diwujudkan oleh kabupaten sleman sendiri. dan output sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh departemen kesehatan.. atau Indikator desa siaga meliputi indikator input.. UKGMD. mau. ... lurah.105 110 115 120 125 130 135 140 145 N : kalau dari. P : terus prosesnya mas? N : prosesnya. UKK. P : bisa dijelaskan mas indikatornya tersebut?? N : kalau indikator input meliputi ada tidaknya forum masyarakat desa. dan output (N1.

karena yang dari pusat kan masih umum….eeeee.. karena bisa dilihat dibuku.mungkin saya bisa dijelaskan tentang indikatornya?? N : kalau indikator yang dari pusat mungkin agak acak ya.. kan outputnya diharapkan menggambarkan derajat kesehatan diwilayah tersebut. Terus berjalannya semua program yang ada dalam tiap seksi desa siaga tersebut. ummmmm……... 178-182) Kepala desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PHBS dengan bidan membantu dalam bimbingan teknis . mau dan mampu untuk berprilaku yang sehat supaya mereka mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit.. kebiasaan gosok gigi secara teratur. kepemilikan TOGA... aktivitas fisik setiap hari......(berfikir)….maap agak lupa… Tapi intinya indikator itu ditambahkan oleh kabupaten sleman supaya ada keinginan agar lebih spesifik dan lebih menggambarkan PHBS disleman sendiri.baiklah…. 152-173) Sarana PHBS didesa margomulyo berupa keran air dan cuci tangan pake sabun serta posyandu dirasakan masih kurang (N1. terus cuci tangan pake sabun. 142-148) Indikator PHBS untuk kabupaten sleman ada 20 indikator meliputi 10 indikator dari pusat dan 10 indikator tambahan lainnya (N1.. berapa usia harapan hidupnya... menimbang balita setiap bulan. P : perilaku yang seperti apa mas? N : perilaku yang sehat tentunya… Kebetulan disleman kan indikatornya tidak sama dengan dipusat.pemberian ASI eklusif....... kepemilikan jaminan kesehatan.. terus. terus eee. tidak merokok didalam rumah.jadi PHBS itu yang seperti apa mas?? N : kalau definisi secara lengkap tidak perlu ya.apa namanya.. berapa angka kematian bayi..yang pertama persalinan oleh tenaga kesehatan.. dan mampu menjaga diri sendiri dari ancaman penyakit dengan perilaku sehat (N1. mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari..eeeee. untuk indikator PHBS sendiri dari pusat itu ada 10 indikator tapi disleman itu sendiri ada 20 indikator mas. Tapi secara prinsip PHBS itu masyarakat tahu. Terus ouputnya dari berapa angka kematian ibu..150 155 160 165 170 175 180 185 190 kader ke puskesmas itu berjalan.. Terus yang tambahan dari sleman yaitu PUS yang ikut KB.teruss... imunisasi.. P : Oke. P : oke..eeeee.... terusss...berhubung tema saya tentang PHBS mas..

.. dan sebagainya. Kalau belum ada bimbingan teknis dia bertanggung jawab. kalau sudah berjalan ya kepala desanya…hehehe ( tertawa) P : hehehe…...nanti saya ambilkan….terus untuk sarana PHBS didesa margomulyo ?? N : kalau sarana ditingkat sekolah dasar. dan lainnya. biologi.. Pemetaan dilakukan 2 kali dalam setahun setiap akhir semester. terus buang air besar dan kecil tidak dijamban.. sekretaris.. mulai dari pemetaan. kesehatan dan sistem kepengurusan organisasi (N1.. 205-224) Untuk pelaksanaan desa siaga masih dirasakan kurang (N1. biasanya mei-juni disemester pertama serta bulan November-desember disemester kedua. terus seksi-seksi. dll serta non teknis berupa kerjasama tim yang kurang. kimia. Dan kalau didesa yaaaaa. bagaimana kondisi PHBS dari seluruh desa terutama tentang margomulyo. P : terus yang mengkoordinir atau bertanggung jawab terhadap PHBS mas?? N : kalau bertanggung jawab jalan tidaknya ya kepala desa.belum 100 persen. bendahara... mereka sudah mau membuat keran air dan cuci tangan pake sabun….. P : oke mas. dia membantu dalam segi bimbingan teknis kesehatan...(tertawa) Terus pelaksanaan PHBS sejauh ini mas?? N : kalau pelaksanaannya sejauh ini yang pertama dari pihak puskesmas kami memetakan tentang PHBS . 225-228) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga meliputi teknis mulai dari pendanaan. P : terus siapa yang bertanggung jawab terhadap PHBS ini mas? N : tentu saja kepala desa P : terus dibawah kepala desa ? N : ada sekretaris dan kepengurusan. tapi kan di tiap desa itu ada bidan desanya walaupun bidannya bidan puskesmas. perumusan masalah. Kalau sesuai dengan idealnya sesuai pemetaan seperti dari segi fisika. .ketua... sosialisasi berupa kampanye PHBS (N1.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 P : oooo…iya…mungkin bisa saya liat data lebih lengkapnya ?? N : oooiy. Dari hasil pemetaan tersebut bisa dijadikan masukan dari masalah-masalah tertinggi yang ada. misalnya rokok.ada…. saran promosi.ada posyandu untuk menimbang balita setiap bulan…. P : untuk penggunaan air apakah sudah menggunakan air bersih semua?? N : belum. 190-202) Pelaksanaan program PHBS dari pihak puskesmas sudah cukup bagus dan terorganisir.

.terus hubungan antar personil yang relative kurang. sebagai sudut pandang puskesmas itu hambatan teknis dan non teknis.. Terus juga kita kampanye PHBS disekolah.. di SD terutama margomulyo.sarana yang dibutuhkan juga kurang karena PHBS itu erat kaitannya dengan media terutama informasi seperti Poster. Misalnya ketuanya. Kalau peluang yang kita berikan besar sekali.kampanye itu buka kampanye seperti partai ya. karena inisiatif untuk mengkoordinir PHBS dari tingkat desa siaganya relatif ada hambatan sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Hambatan teknisnya pendanaan kurang dibandingkan dari idealnya… Teruuus..... Selanjutnya dari desa siaga sendiri jujur saja belum jalan... Karena jalannya desa siaga itu masing masing person dalam struktur itu tahu bagaimana seharusnya tugasnya dalam kepengurusan tersebut. P : oooo margomulyo yang pertama.kalau kita katakana jalan sebenarnya sebagian jalan. setiap pelatihan kita ikut sertakan terus. 279-282) .eeeee. 269-276) Permasalahan PHBS yang paling banyak adalah tidak merokok didalam rumah dan jaminan kesehatan (N1. Terus dari segi non teknis masih kurangnya kerjasama tim dari seksi itu.. malah yang lain enggak karena margomulyo adalah yang pertama..hahahahha(tertawa)…. video. tapi dalam arti kita selalu mensosialisasikan ketika posyandu kita datangi. kita sampaikan poin dalam PHBS bukan keseluruhan.jadi dari pertama memang belum jalan ya mas? N : yaaaaa. terus dari hubungan antar personil kurang. 230250) Setiap orang dalam struktur desa siaga harus mengetahui tugasnya masing-masing (N1.. dukungan dan komitmen kesra relatif kurang.. dia yang bertanggung jawab mengarahkan.250 255 260 265 270 275 280 285 290 Terus setelah itu dari pihak puskesmas melakukan kampanye PHBS melalui posyandu.. 254-266) Desa siaga sangat membantu dalam pelaksanaan program PHBS ( N1. kalau dari kesranya harus selalu mengingatkan ada dana yang disalurkan kepada desa siaga. dan lainnya. dan komitmen kesra kurang (N1. kalau ada pelatihan dari provinsi selalu kita ikutkan yang dari margomulyo. dll. P : apa saja hambatannya mas? N : kalau dari saya ya.

kader.tapi nanti bisa disimpulkan sendiri ya. jadi setiap ada pelatihan dan pembinaan untuk topik PHBS selalu yang menyampaikan saya. tapi kalau sekarang ada desa siaga dan seksi PHBS sendiri jadi ada keran tersendiri. pemetaan dan kampanye PHBS (N1. tentunya setelah mendapat informasi tentang PHBS seharusnya menyampaikan kepada masyarakat. dengan adanya desa siaga ini kan seperti keran.kalau boleh saya tambahkan program PHBS itu kan sebenarnya dari kementrian kesehatan. bagaimana peran dan dukungan mas dalam pelaksanaan PHBS dan desa siaga? N : nanti bisa dibilang narsis ya.. point kesepuluh dari PHBS karena tertinggi. Nanti hasilnya saya confirm kembali kepengurus. kalau PHBS itu diukurnya mungkin bisa dikatakan naik. Tapi kendalanya karena dibentuk 2007 akhir Dukungan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pembinaan PHBS. 307-314) saran untuk pelaksanaan PHBS dan desa siaga yaitu perlunya dukungan dari ketua desa siaga. dengan adanya desa siaga apakah ada perbaikan atau peningkatan PHBS? N : begini mas. P : tanggapan mas. lurah. Terus terakhir itu mencoba melobi desa supaya mau menyelenggarakan pelatihan PHBS untuk meningkatkan kapasitas dari seksi PHBS dimargomulyo... RT.. adanya pelatihan khusus untuk calon kader. Yang kedua seingat saya jaminan kesehatan kalau gak salah. kampanye PHBS sudah saya coba gerakkan dengan penjadwalan. Terus pemetaan dan dukungan diposyandu.. Selama ini karena sebagai pemegang promosi kesehatan. P : terus. kalau sebelumnya tanpa desa siaga kerannya dari puskesmas. tapi belum merasa desa siaga padahal kan desa siaga ya yang seperti itu. Tapi paling tidak ada sistem yang berjalan dari masyarakat. dan dukungan bidan desa siaga (N1.317-335) . P : untuk permasalahan PHBS sendiri yang cukup menonjol di margomulyo apa ya mas? N : sebetulnya tidak merokok didalam rumah. P : terus program PHBS itu sudah ada sebelum desa siaga itu sendiri kan mas?? N : hoo ohh.283-297) Ada peningkatan PHBS dengan adanya desa siaga (N1.hehehe...295 300 305 310 315 320 325 330 335 masing-masing seksi sudah tahu fungsinya.

..wasalamualaikum mas….yang pertama itu tadi. jadi harus selalu ada.. supaya lebih bagus dan dapat menyampaikan kemasyarakat.indikatornya berbeda dengan 2008 karena sebelumnya ada 15 tapi sekarang 20. tapi kok sekarang yang muncul Cuma satu dua..waalaikumsalam .. Wujudnya dengan memberi anggaran lebih untuk PHBS.hehehe.. P : apakah mas ada saran... ada peningkatan. masukan tentang PHBS dan desa siaga? N : banyak sebenarnya mas. P : mungkin wujudn peningkatanya mas?? N : kalau benar benar dianggarkan bagus untuk menigkatkan kapasitas kader memahami dalam memetakan dan memberikan promosi PHBS terhadap masyarakat. Yang kedua. Terus mulai terkoordinirnya program PHBS ditingkat desa...emmmmmm.masyarakat desa mulai memperhatikan bahwa PHBS itu penting untuk masyarakat.. Tanpa ada dukungan dari bidan jujur saja jalannya bisa pincang bahkan stop. karena jika hasilnya tidak bagus kita akan memandangnya keliru. seharusnya ada pelatihan khusus bagi calon kader PHBS ditingkat desa margomulyo agar mampu memberikan pemetaan yang tepat dan akurat.kalau ada data yang kurang nanti bisa saya tanyakan lagi… Terima kasih ya mas….. P : yaaah itu saja dulu mas.... Terus dukungan bidan desa siaga khususnya masrgomulyo kan besar untuk perjalanan desa siaga. Terus. N : oiya.. dukungan terhadap program PHBS dari ketua desa siaga Penutup itu lebih kuat. Kalau kita mengukurnya bukan dari indikator tapi dari proses.. Eeeeeeee..eeeeeeee..... Data sampah keluarnya sampah.....

Narasumber Kedua A. Identitas Narasumber Nama Usia : N2 : 42 tahun

Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : D3 : PNS ( Bidan desa)

B. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 1 Februari 2010, pukul 10.05 WIB : PUSTU margomulyo

Setting : Wawancara dilakukan di Pustu margomulto, saat itu diruangan ada peneliti, narasumber, dan seorang teman peneliti. Suasana diruangan

cukup bising karena kendaraan lalu lalang, dan beberapa pasien yang datang untuk berobat. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 10.05 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Wawancara selesai pada pukul 10.41 WIB. Baris Hasil Wawancara Tema 1 P : Assalamualaikum Pembukaan warahmatullahiwabarakatuh N : waalaikum salam P : Nama saya Ari Patramanda, saya Fakultas 5 Kedokteran UII Bu, ini sebagai tugas akhir saya Bu, judul penelitian saya tu Bu, Analisa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap pelaksanaan Desa Siaga di Desa Margomulyo. Insya Allah ini sebagai tugas akhir nanti 10 identitas Ibu akan dirahasiakan ya bu ya,

15

20

25

30

35

40

45

50

55

maka saya akan pakai inisial saja ya Bu. Terus informasinya hanya untuk kepentingan penelitian saja. Apakah ibu bersedia Bu? N : Ya. P : Bisa tolong isi identitasnya. ( sambil menunggu mengisi identitas ) P : Mungkin ada beberapa point-point yang ingin saya tanyakan Bu. Pertama, ini tentang Desa Siaga ya bu ya, eee,,, sejauh mana Ibu tau tentang Desa Siaga? N : Desa Siaga. Artinya Desa Siaga ya ? Desa Siaga itu Desa yang Masyarakatnya, penduduknya itu mampu mendeteksi dan ( batuk ) pokoe meee apa itu mengetahui lebih awal tentang kesehatan. Tentang Kesehatan dan bencana alam, agar bisa, di harapkan bisa menanganiiii dan mendeteksi lebih awal. P : Biasanya lebih dini intinya ya Bu ya? N : eee,,, bisa menangani, lebih mendeteksi, berarti nggak usah nunggu dari bantuan dari luar, tapi Masyarakatnya itu agar bisa menangani sendiri. P : Oke, berarti intinya Masyarakatnya ya Bu ya? N : ya he e. P : Terus Ibu, apa saja kegiatan Desa Siaga yang Ibu tau Bu? N : Kegiatan Desa Siaga? Dari awal? P : Ya dari awal. N : Ya kan dari pertama itu mengadakan SMD ( Survey Mawas Diri ) itu kan, mee apa, mendeteksi ada apa di wilayah tersebut, masalah apa yang ada di masyarakat tersebut. P : Ibu bisa contohkan Bu SMD seperti apa? N : SMD itu misalnya di Dusun ini ada Balita yang Gizi buruk, ada penderita TBC, adaaa apa penyakit Demam Berdarah, itu nanti kan kalau sudah di apa, dikumpulkan datadatanya, masalahnya, itu nanti dirembuk dalam MMD. P : Ooo di rembuk dalam MMD ya Bu ya? N : He e SMD dulu, nanti dimusyawarahkan di MMD. Nah itu nanti di MMD itu nanti mengadakan musyawarah bagaimana cara mengatasi masalah yang ada di Dusun. P : Ibu kegiatan yang lain mungkin Bu?

Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya mampu mendeteksi lebih dini dan menangani sendiri masalah kesehatan dan bencana alam (N2, 19-30)

Kegiatan desa siaga antara lain SMD (survey mawas diri), MMD (musyawarah masyarakat desa), Pertemuan rutin, pendataan, dll (N2,36-59)

60

65

70

75

80

85

90

95

100

N : Setelah itu ya itu setelah MMD ya itu nanti kan setiap bulannya itu di harapkan itu ada pertemuan tentang mengadakan kegiatan bersih-bersih, bersih-bersih Dusun, pendatan Ibu hamil, terus apa, nanti mendeteksi itu apa faktor resiko Ibu Hamil, balita Gizi buruk, nanti kalau udah kader mengetahui nanti di rujuk ke pemberitahuan ke Bidannya koordinatornya. P : Dari Kader ke Bidan Koordinator? N : Di sini Bidan koordinator kan, nanti di Poskesdes kan nggak bisa menangani to mas, kan Cuma Posko pos koordinasi. P : O jadi disini Cuma koordinasi Bu? N : Ha a, Koordinasi bukan pelayanan. P : Soalnya tadi tulisannya kan biasanya ada Pelayanan Bu? N : Itu yang Poskesdes. Nggak, nggak pelayanan ( penekanan dengan intonasi tinggi ) P : O nggak ada pelayanan di sini ya Bu ya? N : Kan dulu Poskesdes sekarang di jadi Poskokesdes jadi Pos Koordinasi Kesehatan Desa. P : O Poskokesdes jadinya ya Bu ya? N : Iya Poskokesdes he e, tapi nggak melayani cuma koordinasi aja, nanti kalau ada kasus, baru Bidannya menindaklanjuti baru dirujuk ke Puskesmas. P : Oke Bu ya, jadi dari Kader ke Bidan, Poskesdes, nanti baru ke Puskesmas? N : Tapi kalau uda bisa menangani ya nggak usah di rujuk. Kalau batas Bidannya bisa ya nggak usah dirujuk, kan di Pustu juga bisa, di sini. P : Terus siapa saja yang terlibat yang bisa saya ke ini Bu ke jenjang yang lebih jauh? N : Ya Kader, pertama kan Kepala Desa, kepala Puskesmas, terus kan dibentuk koordinatornya kan Bidan, terus ada pengurus-pengurusnya itu, terus ada 3 Kader yang stand by di Poskokesdes. P : Jadi minimal harus 3 kader di sana ya Bu ya? N : Iya. P : Oke, ini sosialisasi Desa Siaga di Desa

Koordinasi desa siaga dari masyarakat, kader, bidan koordinator, Poskesdes hanya sebagai koordinasi bukan pelayanan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes, dan jika dibutuhkan bidan akan merujuk kepuskesmas (N2,52-83)

Poskesdes hanya sarana koordinasi dan tidak memberikan pelayanan kesehatan sehingga dirubah menjadi Poskokesdes (N2, 61-77)

Yang terlibat dalam desa siaga antara lain kepala desa, bidan koordinator, kepengurusan, dan kader (N2, 86-90)

Sosialisasi desa siaga sudah berjalan baik, berupa pertemuan salah satunya melalui MMD dan untuk tingkat dusun

P : Hanya dari Pusat aja Ibu? sosialisasi dilakukan oleh kader (N2. P : O jadi tiap Dusun minimal 2 ya Bu ya? N : Iya. P : Ini 3 yang stand by itu emang ada jadwal rutin piketnya atau gimana Bu? N : Iya ada. tapi tiap Dusun ada 2 Kader. nggak pakai. Tiap Dusun ada 2. Itu yang mau aja. di Poskesdes itu 3. 132-146) . P : Jadi langsung lewat sosialisasi langsung ya? N : Itu nanti per Dusun ada Kadernya. sudah tau semua. satu Kelurahan 3. Plankplank. P : Emang ada jadwal piket-piketnya ya Bu ya. terus apa pertama itu kan sosialisasi. P : Tapi ada nggak Bu penjadwalan kayak Kader ini berapa tahun? N : Nggak. sudah di sosialisasi Bu? N : Ya sudah. itu kan nanti otomatis masyarakatnya sudah pada tau. tapi nggak stand by di Kelurahan. ya Cuma dikit to nggak ada gajinya. ada Ambulance Desa. kalau kayak pengumuman. untuk pendanaan Desa Siaga ini dari mana? N : Dari Pusat. dan anggaran dari desa sendiri (N2. terus itu ke MMD SMD itu. P : Warga sudah tau semua Bu? N : Sudah. P : Kalau pendanaanya sendiri Bu. terus kan nanti ada dalam MMD itu ada Donor darah. pembentukan. nggak ada. P : Sudah pergantian pengurusnya sudah berapa kali Bu? N : Belum. Lewat kader sosialisasinya. pemkab sleman. belum sama sekali. 94-116) Pendanaan desa siaga berasal dari pusat. P : Itu Kadernya yang milih siapa Bu? N : Ya rembukan waktu SMD itu. ada macam-macam to. jadi nggak mengumpulkan masyarakat langsung nanti per Dusun ada Kadernya.105 110 115 120 125 130 135 140 145 Margomulyo ini gimana Bu. P : Mungkin bentuk sosialisasinya apa-apa saja Bu kemarin? N : Kemarin tuh pengenalan. brosur gitu? N : Nggak. P : Oke. kan jarang to yang mau.

tingkat-tingkatannya atau kinerjanya? P : Ya dari tingkatannya dulu Bu? PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Cuma ini ada dana segini ntar dimasukan ke rekening tapi saya nggak tau dari mana-dari mana.150 155 160 165 170 175 180 185 190 N : Iya. balita tidak di bawah garis merah. P : La terus ini Bu. lantai berdinding. BAB tidak di kali. balita tidak dibawah garis merah. ini Bu. buang air di WC. terus rumah berlantai bukan tanah. BAB tidak di kali. kayak dari Bappeda? N : Ada tapi kan saya nggak tau ini dari manadari mana ya nggak tau. kuku tidak panjang kalau dulu itu lho mas. P : Terus Bu. (N2. P : Jadi konsepnya apa intinya Bu? N : Konsepnya? Yo keluarga itu bisa berperilaku dengan apa memenuhi standar kesehatan. Kalau dari Desa ini baru mau mengajukan yang tahun ini. Ya itu yang saya tau cuma itu. P : Perilaku yang seperti apa? N : Perilaku itu ya dalam keluarga itu tidak merokok. dll. 185-190) . adanya pelaporan. P : Jadi selama ini hanya dari Pusat ya ibu ya? N : Dari Pusat. dll (N2. berhubung saya tentang PHBS ya Bu ya. pengembangan. penilaian Desa Siaga sendiri Bu sejauh ini? N : Penilaian itu ada. P : Kalau dari Pemerintah Daerah nggak ada ya Bu ya. terus lantai berdinding. PHBS itu menurut Ibu apa? N : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. dimana keluarga bias berprilaku dengan memenuhi standar kesehatan seperti tidak merokok. Sekarang kan sudah ada jobnya sendiri-sendiri kalau dulu saya harus tahu tapi sekarang kan sudah ada yang megang sendiri-sendiri. 163-171) Pentahapan desa siaga meliputi permulaan. dll (N2. lanjut. jadi saya mau sedikit bertanya tentang PHBS. P : PHBS kan ada indikatornya? N:Gimana? P : PHBS kan ada indikatornya. saya itu cuma tidak merokok yang saya hapal. penerangan.150158) Indikator PHBS meliputi tidak merokok. ada 20 kalau nggak salah. P : Jadi Desa itu mengajukan? N : Dari Puskesmas itu mengajukan minta dana dari Desa. tapi nggak hapal e. 180-183) PHBS sudah berjalan dengan baik dilihat dari kinerja kader yang baik. balita tidak dibawah garis merah. buang Air BAB di WC. balita tidak dibawah garis merah. dan mandiri (purnama) (N2. tapi sekarang saya kan nggak tahu. mungkin Ibu ada yang Ibu tau? N : Ya tau.

mungkin ada hambatan-hambatan yang di temukan? N : Hambatannya. Jadi malah ketinggalan terus gitu lho mas. ke tingkat pengembangan. Kan sudah di bentuk tinggal pengembangan aja. bidan koordinator. ada laporan ibu hamil. laporan gizi buruk. P : Itu laporannya tanggung jawabnya kepada siapa Bu? N : Ya yang Kader itu. tiap bulan. Biar saya udah nggak usah Pertanggungjawaban desa siaga mulai dari kader. terus tindak lanjut ya kalau yang terakhir itu kalau sudah terlaksana dengan lancar. Nanti kan posisinya kalau ada membutuhkan laporan-laporan itu langsung ke Poskesdes itu. 193-195) Hambatan dalam pelaksanaan desa siaga antara lain kurangnnya dukungan dari pihak desa.195 200 205 210 215 220 225 230 235 240 N : Tingkatannya itu ada Warsa. Terus sama ini juga ada di tempel di rumah. Ada Warsa. Udah. nanti kan itu saya tentukan tiap minggu pertama hari kamis. P : Oh ya yang tangal 4 itu ya? N : iya. ya masuk pengembangan aja. laporan PHBS. Purnama. dll (N2. kalau nggak itu Permulaan terus Pengembangan. P : Ya kalau penilaian kinerjanya Bu? N : Kinerjanya ya kalau semua Kadernya sudah berjalan dengan baik. kalau hambatannya itu kayakyna nggak ada. P : Ya menurut Ibu? Sejauh ini menurut ibu aja. Padahal rencana kan Desa itu kan mau mengadakan sendiri disini di Pustu ini. kalau nggak ya 2 bulan sekali di minggu pertama hari kamis. Madya. itu besok-besok. Madya. yang 3 Kader itu terus nanti saya. poskesdes (N2. 205-220) Faktor yang mendukung yaitu selalu adanya dana (N2. tapi nggak urut ya mas. P : Sejauh ini dalam jalannya Desa Siaga ini. Nanti targetnya kena nggak. P : Kalau Margomulyo sendiri masuk dalam tingkatan yang mana nih menurut Ibu? N : Nih baru hehehe ( sambil tertawa ). Purnama? N : Ha a. pertemuan yang selalu diundur. 223-226) Target yang ingin dicapai didesa margomulyo adalah pendataan yang . tapi kalau saya itu kalau selalu minta pertemuan. itu kan PHBS tiap rumah harusnya ada to. terus laporanlaporannya sudah masuk semua. N : Tadi pembentukan sudah. Kan nanti nggak usah Cuma nanti buat undangan ke pak lurah. Karya. P : Karya.

Ini Pak Lurahnya kan ganti. 267-281) . itu kan hambatan tuh ya Ibu ya. iya besok saya cariin waktu jadi kesannya ulur-ulur terus gitu lho mas. target pencapaian. tapi yang dikunjungi Puskesmas itu kan tiap 2 bulan sekali. kan ada yang meriksa di dokter mana gitu kadang nggak terdata. kan saya bicara di Margomulya saja nih ya Bu ya. kalau faktor yang mendukung selama ini Bu sejauh ini? N : Mendukung. P : Oh beda-beda ya tiap bulan bu? N : Iya beda-beda. P : Tiap bulan boleh tau tanggal-tanggal berapa Bu? N : Ya nggak hapal saya. jadi saya tergantung sama pak lurah. P : Oh dananya selalu ada? N : Iya. P : Nah ini Bu. jadi Ibu hamil yang di Puskesmas saja. P : Minimal Balitanya tiap? N : Kalau Dusunnya tiap 2 bulan sekali tapi kan ada yang nggak nimbang.250 255 260 265 270 275 280 285 290 kapan saya minta waktu untuk pertemuan kan tergantung kelurahan selama ini. dananya selalu ada. selama ini kan Pak Lurah kan belum mengenal ini. P : Jadi Posyandu itu rutin tiap 2 bulan ya Bu? N : Kalau tiap Dusun itu tiap bulan. Kan Kadernya yo pada mau gitu lho mas. Hehehehe ( sambil tertawa ) iya dananya selalu ada terus. berjalan rutinnya penimbangan untuk balita ke posyandu (N2. balita itu kan jarang penimbangan itu ya dapat berjalan dengan lancar. Terus kadang Balita yang. P : Maksudnya apa adanya Bu? Apa ada masalah selama ini? N : Kan selama ini kan nganu yang di Puskesmas saja. baik untuk ibu hamil. P : Oke. itu sesuai dengan apa adanya gitu lho mas data Riil. 232252) Dukungan yang diberikan adalah menjadi bidan koordinator untuk desa siaga dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan desa siaga ( N2. di sana tanggal berapa di Dusun sini tanggal berapa. Target yang ingin dicapai di Margomulyo itu sendiri? N : Targetnya? Target dari saya itu pendataan Ibu hamil. P : Emang 2 bulan itu dimana Bu? N : Di Posyandu.

jadi saya nggak repot terjun ke Dusun karena sudah ada Kader-kadernya itu. kan nanti di situ kan ada penanggulangan bencana. kalau saya tuh kerja sendiri ngga bisa. 294-300) Saran untuk desa siaga yaitu perlu ditingkatkannya koordinasi (N2. Harusnya itu kan Desa Siaga itu kan Bidannya tinggal di situ. kita bicara tentang Ibu.hehehehehe. N : ya hahahaha. tadi kan Desa Siaga untuk menangani masalah kesehatan.295 300 305 310 315 320 325 330 335 P : Oh iya di Margomulyo ini banyak Dusunnya ya Bu ya? N : Iya kan ada 14 Dusun. P : Kalau posisi ibu sendiri di Desa Siaga ini mungkin bisa jelaskan selain sebagai koordinator ? N : Kalau saya kan tinggalnya nggak disini. efektif. P : Nah ini Bu. (N2. kalau bisa berjalan kan bagus efektif. 314-322) . P : Sejauh ini? Dengan adanya desa siaga sangat baik sekali untuk mengatasi masalah kesehatan dan penanggulangan bencana jika berjalan dengan efektif.. Di latihnya kan di Dinas Kesehatan. P : Dari sebelum adanya Desa Siaga ini apakah sama dengan sesudah adanya Desa Siaga kalau Ibu bandingin? N : Kalau bisa berjalan lancar itu bagus. kalau selama ini saya itu dengan adanya Desa Siaga saya merasa senang kan saya bisa membantu yaitu tentang pendataan-pendataan itu. tapi untuk sementara ini kan sudah ada Bidan yang mau menggantikan yang rumahnya sini. P : Bu.. Saya kan tinggalnya di Margoagung. sudah efektif nggak Bu selama ini? N : Efektif saja. jadi nggak bisa memantau. kalau ada banjir ada puting beliung kan Kadernya udah di latih jadi sudah tau. ini kan Margomulyo. karena masyarakat bisa menentukan oh ini bahaya ini apa. Harus ada Kader tuh yang bantu. P : Jadi Margoagung siapa penanggung jawabnya Bu? N : Margoagung ada mba dewi. tapi kan sudah disediakan Polindes. Di sini kan nggak ada Polindes. Tapi mba dewinya juga nggak tinggal di situ. dukungan yang selama ini Ibu berikan dalam perjalanan Desa Siaga? Utarain aja Bu nggak apa-apa.

P : Nah ini Bu. Tapi kemarin saya uda bilang sama Pak Lurah sudah mengijinkan. Kan selama ini saya mau ini lho mas apa kantornya itu pindah. 338-349) Pelatihan diberikan oleh puskesmas. 361-363) Penutup . Cuma itu. Iya. saran atau masukan untuk Desa Siaga? N : Saran saya kalau untuk Desa Siaga. kan ibu koordinator Desa Siaga nih. P : Semuanya mau dipindah disini ya Bu ya? N : iya kalau boleh. ini ada Ibu hamil umur kehamilannya segini tapi koq mengelurkan darah. P : Ibu ada masukan. tapi selama ini kan pelayanan kesehatan yang diharapkan kan Cuma pertolongan pertama saja. ini kan ada tempat kosong. dengan adanya Desa Siaga ini apa ada peningkatan Bu? N : Ya ada. tapi khusus untuk koordinasi. karena orang taunya kan untuk pelayanan kesehatan. P : Ini yang di Balai Desa tuh ya Bu? N : He e. P : Oh itu benar Bu.dulu? N : Kan dahulu pernah tahun berapa tuh ada puting beliung.340 345 350 355 360 365 N : Sejauh ini kan alhamdulillah tuh nggak ada bencana-bencana. soale anu di di Poskesdes itu ada persediaan obat itu Cuma paracetamol betadin. dan dinas kesehatan (N2. Nah Bu. selama ini ada. P : Nggak ada bencana ya bu? Dulu. P : Kantor yang mana tuh Bu? N : Poskesdes. lah itu masyarakatnya itu bisa mendeteksi lebih dini tentang kegawatan. Desa Siaga di Dusun Margomulyo itu bisa dikatakan baik atau gimana Bu? N : Ya di tengah-tengah. bisa mendeteksi? N : Iya. 352-356) Evaluasi desa siaga tiap semester (N2. Itu laporannya kepada Dengan desa siaga ada peningkatan untuk masyarakat terutama dalam hal mendeteksi lebih dini tentang kegawatdaruratan (N2. Eeee ntar Bu. Selama ini kan kelurahan juga baru mau bangun kan masih digunakan tempat yang lain. Misalnya ada yang melaporkan kepada saya. kepala Puskesmas sudah mengijinkan. P : Mungkin ini udah hampir-hampir akhir Bu pertanyaannya. sedang gitu aja. kan saya bisa sewaktu-waktu koordinasi sama kader-kader yang lain. baik banget itu yo nggak. kalau benar-benar jalan itu bagus. tapi bukan untuk.

ya mungkin nanti kalau ada data yang kurang bisa saya tanya-tanya lagi ya Bu ya. Jadi masyarakatnya lapor ke kadernya nanti kadernya lapor kepada saya. belum bisa berjalan itu lapor kepada saya. P : Biasanya di mana Bu pelatihannya? N : Di sini Dusun Margomulyo.saya. ( ada gangguan di panggil sama perawat ) P : Ya uda itu aja dulu mungkin Bu. Terus ada juga masyarakat yang hamil koq anaknya umur segini koq belum bisa merangkak. . P : Per semester berarti Bu? N : Iya. dulu pertama di Puskesmas ada terus per desa kan ada di kelurahan terus di Dinas Kesehatan ada. P : Terus pelatihan Kader gitu. uda semuanya Bu. biasanya dari siapa yang ngasih? N : Dari Puskesmas ada dari Dinas Kesehatan ada. P : Untuk evaluasinya sendiri Bu tentang Desa Siaga tiap berapa hari Bu? N : Selama ini? P : Iya. N : Selama ini. Makasih ya Bu. ya baru 6 bulan sekali. Jadi ada fungsinya gitu lho.

Wawancara selesai pada pukul 13. kemarin ya. sesekali terdengar suara alaram jam dinding. Pertama Desa Siaganya dulu Bu N : Desa Siaga yang baru kemarin itu ya.. P : Menurut Ibu Desa Siaga itu yang seperti apa? 10 N : Desa Siaga itu yanggggg. dulu baru diberitahu kalau Desa Siaga itu to Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya siap untuk mengatasi masalah / kejadian yang darurat . Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 13. eee.Narasumber Ketiga A.36 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti.. dan seorang teman peneliti.. berhubung Ibu Kader PHBS.36 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah narasumber. Identitas Narasumber Nama Usia : N3 : 60 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pendidikan Pekerjaan : Tsanawiyah : Kader PHBS B. N : Waalaikum salam.. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Bu.. Suasana diruangan cukup tenang. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010.56 WIB. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. pukul 13. narasumber. saat itu diruangan ada peneliti. ini penelitian saya tentang PHBS bu.jadi saya akan 5 menanyakan tentang PHBS dan Desa Siaga.

bantu kalau ada kecelakaan mendadak. apakah disitu ada yang merokok. P : Yang seharusnya programnya apa aja Bu? N : Programnya ya itu ada yang bantu . P : Ya udah. Kemarin ada di sana ya saya nggak tahu. 45-50) Yang terlibat PHBS adalah masyarakat (N3. P : Itu apa tujuannya Bu? N : Tujuannya untuk mengetahui keluarga. P : Nah ini Bu yang turut andil Bu yang berperan serta dalam program PHBS siapa (N3. Itu yang memberi Pelatihannya siapa Bu? N : Itu dari Puskesmas. atau ada ituuuuuu yang darurat itu tadi. 32-42) PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam keluarga dan kesehatan lingkungan (N3. Menurut Ibu PHBS itu apa Bu? N : PHBS itu singkatan dari Perilaku Hidup Bersih. P : Terus Bu. Praktek pertolongan gitu. 17-28) Sosialisasi desa siaga sudah baik salah satunya melalui pelatihanpelatihan yang diadakan oleh puskesmas (N2. P : Tuh dimana Bu pelatihannya? N : Di Margoagung. P : Sosialisasinya gimana Bu Desa Siaga? N : Sosialisasi Siaga sudah pernah mempraktekan kalau ada kecelakaan. baru dibentuk poskesdes dan kepengurusan (N3. atau kecelakaan itu apa lapor ke Desa Siaga itu supaya di antar ke Rumah Sakit atau di Puskesmas gitu. P : Oh belum ada kegiatan? N : Belum ada e. P : Margoagung. Dulu aja tempatnya di tentukan di Balai Desa koq.15 20 25 30 35 40 45 50 55 untuk mempersiapkan kalau ada warga yang mau ke Rumah Sakit umpamanya Ibu hamil atau sakit mendadak. umpamanya lho itu. P : Dalam bentuk apa Bu sosialisasinya? N : Ya tanya jawab atau ituu praktek. udah di pindah di Pustu sekarang ya Bu ya? N : Oh ya. 53-57) dalam seluruh . 8-16) Belum ada kegiatan yang berjalan didesa siaga. kebersihan lingkungan. ehem PHBS itu sendiri Bu. Baru di bentuk apa pengurus. Sehat kalau Nggak salah itu. P : Jadi ini kalau ada kayak kejadian-kejadian darurat itu Bu ya? N : Ya. P : Tapi sebelumnya belum jalan ya Bu? N : Belum. P: Sama prakteknya Ibu ya? N : Iya. P : Nek kegiatannya yang ibu tahu apa aja Bu Desa Siaga? N : Belum ada kegiatan e.

melaksanakan atau mengetahui dirumah itu ada yang merokok atau ada yang seumpamanya ada yang kukunya panjangpanjang gitu. ini ada 20 point Bu. P : Itu pertama kali terbentuk itu ya Bu ya? N : Heem. Dianjurkan untuk itu tadi. Dana didapatkan dari puskesmas (N3. Intinya bersih gitu. Ini kan saya punya point-pointnya Bu. Oh dari anu. P : Kalau masalah PHBS Bu yang paling tinggi didaerah sini apa Bu? N : Apa ya? P : Mungkin ada permasalahannya gitu. 65-67) Target yang ingin dicapai adalah kebersihan dalam rumah tangga dan kesehatan lingkungan (N3. P : Nggak ada ya Bu ya? N : Setahu saya baru sekali tuh di Margoagung itu. Reksol untuk bersih-bersih lantai atau penghindar tikus. dari Puskesmas. N : Hallah Nggak kelihatan e. dari dananya sendiri bu yang Ibu tahu dananya dari mana Bu untuk program ini? N : Dananya ya. 60-62) Belum ada pelatihan rutin untuk kader (N3. Terus diberi tong sampah sama KKN gitu kemarin. tapi panjang itu belum tentu kotor. sekarang masih susah e. ada hambatan nggak selama perjalanan proses ini. P : Kalau untuk pelatihannya sendiri Bu. Kader itu ada pelatihan rutin gitu Bu? N : Nggak. koq belum ada dana untuk PHBS. 77-82) . 72-74) Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat (N3. kendalanya dimana? N : Yo. terus ada seperti reksol itu. kendala mungkin. mungkin ada saja to kendalanya.60 65 70 75 80 85 90 95 100 saja Bu? N : Yo. sering ada anu abate itu untuk jentik-jentik. umpamanya yang daun tempat satu yang plastik ada sendiri. umpamanya untuk apa memisahkan sampah saja sukarela. Iyo to. P : Terus Ibu. P : Terus ini Bu. mungkin Ibu bisa lihat. P : Terus Ibu. biasanya campur terus dimasukan di kubangan gitu lho. masyarakat. target yang ingin dicapai apa Bu? N : Target? Ya kebersihan dalam rumah tangga atau kebersihan lingkungan atau ya untuk mengurus rumah tangga itu.

P : Terus menimbang Balita setiap Bulan? N : Ya bagus. gimana apa sudah bagus Bu ya? N : Sudah. rutin. ditengah-tengah itu kan jauh dari kalen-kalen di beri jamban. P : Terus. P : Terus makan sayur dan buah? N : Iya ada. P : Aktifitas fisik? N : Ya baik itu. dari Kelurahan. P : Tidak merokok dalam rumah? N : Juga masih ada. P : Terus menggunakan air bersih? N : Ya. ASI eksklusif? N : Yo satu dua. dulu tau-tau buka itu koq keliatan ada jentiknya. P : Jamban sehat Bu? N : Sudah. P : gizi seimbang Bu? N : Ya. karena melahirkan kan ibunya kerja dipabrik atau dimana gitu kan tidak bisa eksklusif. P : Oh ada bantuan jamban Bu ya? Dari mana Bu? N : Dari Desa. P : Itu programnya yang abate keamrin itu ya? N : Iya. Permasalahan PHBS yang ditemukan adalah tidak merokok didalam rumah dan pengelolaan sampah (N3. P : Terus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun? N : Ya. 93-150) . memberantas jentik nyamuk? N : Wah masih ada e. hampir yang jauh dari kalen-kalen itu dikasih. ditempat saya aja masih ada e. ya nyapu-nyapu yo senang. P : Terus yang dapat bantuan itu siapa saja Bu? N : Woh banyak sini.105 110 115 120 125 130 135 140 145 P : Oh nggak kelihatan ya Bu ya? Saya bacain ya Bu? Pertama persalinan di tolong oleh Tenaga Kesehatan. dirumah ya dibantu mbahnya yang momong ya nggak bisa. karena ada bantuan juga sini. P : Terus jentik dirumah Bu. P : Memeriksakan kehamilan Bu? N : Ya. kalau yang bapaknya nggak merokok yo nggak yo bahaya yang nggak merokok.

P : Oh ada sendiri Bu bukan dari Kadernya Bu ya? N : Ya kalau nggak. P : Memberikan pengarahan penyuluhan gitu Bu? N : Ada sendiri itu dari Puskesmas. P : Oh ada lomba Bu? N : Iya acaranya PKK. P : Terus pengelolaan sampah? N : Ya itu yang banyak kendalanya. kalau ada balita yang apa itu kurang gizi saya anjurkan ke Puskesmas untuk periksa. Atau kurang berat badan itu nanti oleh Puskesmas nanti dikasih PMT. 155-179) Pelaksanaan PHBS sudah cukup baik (N3. P : Terus nah ini agak berhubungan dengan Ibu nih Bu ya. P : Oke mendata ya Ibu ya? Dukungan yang diberikan adalah mengadakan posyandu. sudah nggak ada yang dari tanah. ibunya ya lengkap anak siapa. P : Kalau Kader Bu. kartu askes udah banyak. sini kejatuhan ya PKK banyak toganya besok. Dukungan yang Ibu berikan biar program ini bisa berjalan? Mungkin ibu memberikan dukungan dalam bentuk apa gitu? N : Apa ya? Ya anu dalam bentuk itu Yandu. mengajak masyarakat langsung (N3. merokok dengan pengelolaan sampah yang masih agak kurang ya Bu ya. P : Terus Toga? N : Toga ya sudah ada. melakukan pendataan. yo dari atas itu memberikan tugas Kader itu apa Bu? Ya ini yang perlu saya tahu. P : Terus Imunisasi lengkap? N : Iya uda banyak itu. P : Terus lantai rumah bukan dari tanah? N : Ya. P : Terus pasangan usia subur ikut KB Bu? N : Ya sudah. 183-187) program berjalan . P : Jadi itu ya Bu tadi. udah dilatih.150 155 160 165 170 175 180 185 190 195 P : Memiliki jaminan kesehatan? N : Itu. P : Terus gosok gigi Bu? Kebiasaan gosok gigi? N : Oh ya udah biasa. umur berapa. Ya nanti to mencatat Balita. Ibu tuh ditugaskan apa? N : Ya Kader Yandu itu. ini mau dimulai lagi lomba besok. dari kecil udah nganu.

nggak ada tergetnya.200 205 210 215 220 225 230 N : Ya mendata Balita. Cabut-cabut rumput itu. biar simple-simple aja Bu? Ibu ada saran atau masukan nggak Bu untuk program PHBS Dengan adanya desa siaga ada peningkatan PHBS masyarakat (N3. P : Desa Siaganya yang baru kan Bu ya. P : Terus nah. nah sebelum adanya Desa Siaga sama sesudah adanya Desa Siaga sekarang ada kemajuan nggak Bu? Peningkatan nggak Bu ya? N : Yo ada sedikit-sedikit. 206) Pelaporan program PHBS oleh kader langsung kepuskesmas (N3. sukar e ngajak masyarakat. kalau ngasih maam anak atau balita itu sambil duduk aja nggak diajak jalan kemana-mana. P : Oh mengajak langsung Bu? N : Iya. apa cuci tangan pakai sabun. ini kan programnya Desa Siaga kan Bu ya PHBS tuh dengan adanya Desa Siaga ada peningkatan nggak Bu dari dibandingkan dengan sebelum adanya Desa Siaga? Mungkin dari sebelum 2007 Ibu kan sudah lama kayaknya disini? N : PHBS iki 2009. P : Nah kalau tugas Ibu sebagai Kader PHBS sendiri Bu? N : Ya Cuma mengarahkan untuk hidup sehat itu. 219221) Penutup . kalau. P : Ya mengarahkannya dalam wujud apa Bu? Mungkin Ibu sering? N : Ya Cuma ngajak-ngajak bersih-bersih. ini pelaksanaan PHBSnya sejauh ini Bu dari pertama kali dicanangkan dulu sampai sekarang gimana Bu jalannya PHBS? N : Ya satu dua sudah ada yang dijalankan untuk mengurangi merokok. P : Tapi bukannya Program PHBS itu udah ada dari dulu ya Bu ya? N : Oh ya sudah. P : Terus Ibu. Desa Siaganya itu yang baru. P : Nah ini yang terakhir nich ya Bu ya. P : Terus targetnya Bu? Ada tergetnya nggak untuk PHBS itu sendiri? N : Nggak. kalau makan diajak berdoa.tapi yo nggak tiap minggu setengah bulan sekali bersama muda-mudi kelompok sinoman itu. P : Haah 2009? N : Ee 2008.

nanti kan bisa saya paparkan saran Ibu? N : Gimana ya? P : Masukan aja yang Ibu rasakan selama ini. soalnya jam 2 itu saya gini Bu. Atau saya wawancara lagi ulang besok Bu kalau ada data yang kurang N : oiya P : makasih ya bu. minta maaf aja. besok ibu ada waktu nggak Bu? N : Minggu? Minggu ke yo. P : Berarti dari Ibu nanti lapor ke Puskesmas.. N : Iya. mungkin maaf ya Bu sekali lagi ngerepotin Ibu. P : Masukan-masukan yang lain Bu? N : Nggak ada e mas. P : Saya juga minta maaf Bu mendadak. karena hidup di Dusun ya bersih sekali juga nggak bisa. N : Saya ya juga masih banyak kekurangannya ya. Ya mungkin gini Bu. Iya to. P : Ya sudah Bu ya. P : Sekitar jam-jam duaan gitu. ada diskusi sedikit. Kayaknya sudah cukup e mas.asslamualaikum . P : Ibu kalau PHBS itu nanti lapor ke siapa? Nanti Bu? N : Ke Puskesmas ya bagian kebersihan itu. masih banyak kurangnya to heeeheee. ada yang kurang atau gimana? N : Yo.

Tema Pembukaan Desa siaga adalah desa yang masyarakatnya dapat melakukan penanganan lebih dini tentang .Narasumber Keempat A. 5 Pengetahuan Bapak tentang konsep Desa Siaga gimana Pak? N : Bagus bagi kami. sesekali terdengar suara kendaraan lewat karena rumah terletak dipersimpangan jalan. ini kan Bapak sebagai Tokoh masyarakat ya Pak. Suasana diruangan cukup tenang. Wawancara selesai pada pukul 12. Peneliti duduk disebelah narasumber dan wawancara dimulai pukul 11. narasumber.53 WIB. saat itu diruangan ada peneliti. Terima kasih Pak atas waktunya. Pertama Pak.10 dengan seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat dibuku peneliti. Waktu dan Lokasi Wawancara Waktu Lokasi C. Baris Hasil Wawancara 1 P : Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. ini sangat mendukung bagi masyarakat pedesaan untuk lebih tau tentang kesehatan dan kebersihan 10 lingkungan. dan seorang teman peneliti. Identitas Narasumber Nama Usia : N4 : 54 tahun Jenis Kelamin : Pria Pendidikan Pekerjaan : SLTA : PNS ( Perangkat desa) B. Keterangan Pewawancara : Arie Patramanda P : Pewawancara N : Narasumber : 6 Februari 2010. pukul 11.10 WIB : Ruang tamu rumah Setting : Wawancara dilakukan di ruang pertemuan tamu.

ada komunikasi antar petugas Desa Siaga.. 7-14) Kegiatan desa siaga meliputi penanganan ibu hamil. P : DB? N : Iya. P : Oh yang di Balai Desa Ya Pak ya? N : Iya. dan penyekit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain lebih dini (N4. kader. terus pencegahan penyakitpenyakit baik itu yang bersifat endemis. kepala desa dan kesra (N4. sosialisasi Desa Siaganya kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan (N4. itu kan kalau dikampung-kampung kan juga digalakan. P : Terus Pak. karena memang Desa Siaga kan ada Poskesdes. pencegahan penyakit endemis. terutama itu yang endemis ataupun yang lainnya. terus ada Bidan Desa. 46-52) Sosialisasi desa siaga sudah baik melalui pertemuan seluruh komponen masyarakat . P : Kepala Desa dan Kesra? N : Heem. P : Itu siapa aja pak yang koordinasi yang Bapak bilang tadi? N : Yang terlibat seperti kami Tokoh Masyarakat. itu setiap musim hujan mesti ada sehingga kami harus siaga. P : Terus kegiatan Desa Siaga apa aja pak yang bapak tahu? N : Ee bagi masyarakat Desa kami kegiatannya untuk ee mengetahui langkahlangkah awal terutama yang sekarang ibuibu hamil. penanganan lebih dini baik itu pasien maupun ee tentang kesehatan masyarakat. terus memang ada komunikasi antar petugas-petugas. jadi lebih dini. 17-37) Yang terlibat dalam desa siaga meliputi Tokoh masyarakat. itu yang saya maksud lebih dini kita untuk melangkah. bidan desa. P : Di sini endemis apa Pak? N : DB. penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab yang lain. alhamdulillah karena kita ada komunikasi. P : Berarti udah mencegah? N : Iya. terus ada Kader yang ditunjuk Desa. P : Oh iya kemarin juga dikasih brosurbrosur gitu ya Pak? N : Iya selain itu juga anu ada abate-abate.. Yang paling bertanggung-jawab Kepala Desa dan Kesra. P : Lah sekarang kan musim hujan niih pak? Sudah ada yang kejadian Pak? N : Belum..15 20 25 30 35 40 45 50 55 P : Desa Siaga tuh yang seperti apa Pak yang Bapak tahu? N : Ee. Kepala Desa dan Kesra.

P : Nah ini lagi Pak.Sakit. P : Pertemuannya di Desa ya Pak ya? N : Iya di Desa terus dikembangkan di Dusun-dusun di Dusun harus ada lagi. 64-77) Jika ada masalah kesehatan. sehingga benar mengadakan. target yang ingin dicapai? N : Kami ingin Masyarakat semua terpantau kesehatannya. P : Bidan itu ngobatin juga nggak Pak? N : Bidan iya iya siap obat setelah memeriksa. P : Targetnya Pak. satu penanggung jawab Desa terus kan dibagi ada tiga wilayah atu wilayah satu. setelah memang mungkin untuk diobati disitu ya diobati di situ. satu Desa itu empat Bidan.60 65 70 75 80 85 90 95 100 sendiri Pak dari pertama kali terbentuk Pak? N : Kebetulan semua diundang ke Desa. terus biasanya itu di kira masuk angin cuman dikerok setelah hari berikutnya e kita yang repot harus bawa kesana. satu Desa cuman satu. 81-89) Pendanaan desa siaga dari . secara kebutulan Bidan di sini itu komunikatif. Tetap lewat mekanisme. Terus jadi ada empat. P : Kalau ada satu dua orang tidak terpantau itu gimana Pak? N : Kita memang berusaha maksimal tapi kalau memang ada satu dua wajar karena kadang-kadang memang tak terdeteksi oleh keluarga apapun. 54-62) Target yang ingin dicapai adalah terpantaunya kesehatan seluruh masyarakat (N4. P : Terus selama ini gimana Pak kalau ada yang sakit gimana urutannya? Mungkin sakit dia langsung ke Puskesmas atau ke Bidan dulu? N : Ee kita pake mekanisme. kalau diperlukan akan dirujuk kepuskesmas. haa seluruh komponen masyarakat. Orang banyak biasanya nggak kurang jeli. P : Di sini ada berapa Bidan Pak? N : Satu. dan jika parah akan dibawa ke RSUD (N4. maka akan bidan akan menangani lebih dulu. pendanaan Desa Siaga ditahap desa kemudian ditahap dusun (N4. keluarga tak segera lapor sehingga disangkanya masuk angin nggak tahunya kena penyakit yang lebih parah. lembaga dan seluruh komponen masyarakat itu diundang ke kantor Desa dan diberi penjelasan terus justru setelah itu dibentuk di Dusun-dusun juga harus ada. Bidan dulu setelah Bidan memutuskan kita bawa ke Puskesmas tapi kalau penyakitnya cukup kronis kita bawa ke Rumah. Anak ini sebetulnya kena penyakit apa.

Dinkes (N4. N : Ada. Lupa sekali saya lupa. P : Ya mungkin yang Bapak tahu dulu aja. orang-orang yang dalam program Desa sama nggak dengan Desa Siaga? Orang-orang yang terlibat? N : Itu kan memang anu ya. iya dari pagi sampe. P : Ini Pak saya punya Pak. P : Terus nah kita masuk ke intinya Pak. 135-145) . ada APBDes Desa lho nanti ditunjang dari Dinkes itu memang untuk menunjang pertemuan rutin diselenggarakan barusan kemarin kita ngadakan pertemuan. P : Pengertian aja dulu pak N : Pengertian PHBS. Defenisinya berarti? Itu pengertiannya salah satu keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan Kesehatan. nah itu ada sepuluh dijabarkan tapi saya lupa e.105 110 115 120 125 130 135 140 145 itu dari mana Pak? N : Dari APBDes. N : Ee saya koq lupa ya. Diantara memang ada sepuluh. untuk yang disini sendiri Pak sama nggak sepuluh dari Pusat atau ada beberapa point tambahan? N : Kelihatannya sepuluh itu sudah semua masuk. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak? N : Nah itu ada sepuluh kriteria itu. P : Sepuluh? N : Iya ada sepuluh. 123-127) Yang terlibat dalam desa siaga adalah seluruh warga desa (N4. nek mungkin disitu juga ada. P : Kemarin di mana Pak? N : Bareng sini Yandu. Sebentar ada sepuluh macam saya juga lupa e. 97100) PHBS berarti keluarga yang melaksanakan hidup sehat sesuai dengan ketentuan kesehatan (N4. P : Kalau PHBS Pak. P : Itu kan sepuluh dari Pusat katanya Pak ya. kita memang dari Desa Siaga itu. itu memang program kita seluruh warga masyarakat Desa APBDes. P : Intinya aja pak N : Sebentar saya cuma di PHBS itu ada tapi Ibu yang hapal. apa yang Bapak tahu? Sepengetahuan Bapak aja. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pak. P : Oh Yandu Pak? N : Iya bareng sini Ibu-Ibu kan banyak sampe siang banget itu.

150

155

160

165

170

175

180

185

190

Margumulyo, ya kalau disini khususnya di Dusun Batuan, semua kami menginginkan semua masyarakat itu sehat, karena Desa Siaga kan untuk itu, kami memang memprogramkan semua msyarakat tahu benar PHBS dan bisa melaksanakan keseharian sesuai dengan permohonan sepuluh kriteria tadi sehingga masyarakat benar-benar melakukan kegiatan sehari-hari secara sehat. P : Terus ini Pak, pelaksanaanya sendiri sejauh ini sudah sampai mana Pak? N : Kami memang, satu memang ada pertemuan rutin. P : Pertemuan rutin? N : Kita justru malah bukan cuman rutinitas pada saat Yandu, kita adakan ada Yandu Balita trus ada Yandu Lansia, dan justru malah kita adakan senam-senam Lansia itu kan termasuk didalamnya. P : Kalau Yandu itu tiap berapa bulan sekali? N : Sebulan sekali. Tanggal 27 terus kalau Lansia itu selapan hari, selapan itu 25 hari, terus kalau senamnya itu tiap hari senin, itu tiap senin sore pasti senam. P : Di mana itu pak? N : Disana, di RW sana. Kalau kesini jauh, termasuk didalamnya toh itu kita ee apa kita memang mengusahakan semaksimal mungkin untuk menekan kalau boleh saya bilang sampe angka kematian itu sekecil mungkin. P : Nah ini, dari segi bapak sendiri ya pak, dukungan yang Bapak berikan dalam bentuk apa Pak? N : Alhamdulillah materi pun saya berikan karena untuk khusus pertemuan dikampung itu tidak diberikan subsidi. P : Oh nggak ada subsidi? N : Nggak, kalau tingkat Dusun, yang ada di Desa. Materi pun saya berikan apalagi kami yang sifatnya sosialisasi saya gencar dimana ada pertemuan saya ikut didalamnya, karena memang ada pertemuan tiap RT atau RW terus tiap ada pengajian-pengajian itu juga

Pelaksanaan desa siaga sudah cukup berjalan dilihat dari sering diadakannya pertemuan rutin, posyandu, dan program lainnya (N4, 148159)

Menekan angka kematian adalah salah satu indikator keberhasilan desa siaga (N4, 161-165)

Dukungan yang diberikan tokoh masyarakat berupa memsubsidi dana pertemuan , mengikuti pelatihan dari puskesmas dan dinkes, melakukan sosialisasi, dll (N4, 169-206)

195

200

205

210

215

220

225

230

235

240

ada, pengajian malam kamis itu, baca Qur’an, malam selasa Tafsir, tapi kalau Kadus yang lain saya nggak tahu. P : Terus kalau pelatihan-pelatihan gitu Pak? Bapak kan pasti sering dapat pelatihan, itu sapa yang sering memberikan pelatihan materinya? N : Dari, mesti dari dinkes, ha a Dinkes. mesti itu. Dinkes tu kan nanti menunjuk dari Puskesmas itu pasti akan datang Dinkes langsung nanti didamping dari Puskesmas. Tapi kalau sifatnya pelatihan gitu di Desa langsung, itu kan hemat biaya, waktu dan biaya karena memerlukan biaya banyak. P : Itu rutin Pak? N : Iya. Oh nganu nggak itu, akh kalau yang pertemuan itu bisa rutin, tapi kalau dari Puskesmas itu rutin. P : Yang dari Dinkesnya? N : Ha a itu rutin itu. Itu terus di wakilkan Puskesmas. Ha a rutin itu, itu nganu kalau disini alhamdulillah semua pertemuan yang menyangkut dengan kesehatan itu itu semua Pak, Bu, baik Pemerintah Desa, Puskesmas sendiri dan Tokoh Masyarakat. Tidak ada pertemuanpun nanti Tokoh Masyarakat atau Kader-kader biasanya ibu-ibu itu nanya kenapa kita tidak ada pertemuan. P : Oh lah justru malah ditanya ya Pak? N : Iya. Kenapa tidak ada pertemuan. Kalau terjadi kasus kritis gimana. Nah alhamdulillah itu ada komunikasi. P : Terus ini Pak, apakah ada faktor-faktor yang membantu turut terlaksananya, dari Desa Siaga dan PHBS sendiri Pak? Yang faktor pendukungnya? N : Faktor pendukung? Kalau dari faktor pendukung kami kira kami memang semua sudah cukup didukung oleh elemen-elemen baik itu oleh Pemerintah maupun dari lembaga-lembaga Desa udah saling mendukung bahkan Pemerintah Desa maupun lembaga yang tidak menangani kalau dulu kan LKMD, LPMD sekarang kan itu justru ketuanya itu gigih banget, nah itu semua pendukung walaupun itu bersifat

Dukungan diberikan oleh pemerintah, lembaga desa maupun lembaga masyarakat (N4, 210-216)

Hambatan yang ditemukan yaitu kurangnya koordinasi antara pihak desa dan pihak

250

255

260

265

270

275

280

285

290

nganu pendukung moral tapi dia gigih banget, terus kalau dana ya maksimal dari APBDes itu. Ada yang memang kalau berbenturan dengan biaya kami justru malah sering mengeluh biaya, artinya kami mengirim beberapa miskin ke Rumah Sakit kadang-kadang terbentur masalah itu yang bikin repot, kadang-kadang sok tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang ditentukan dengan aturan disitu. P : Itu masuk ke hambatan ya Pak ya? N : Iya hambatan. P : Jadi kalau dana nih maksudnya kalau kita kirim keluarga miskin ke Rumah Sakit. N : Kadang-kadang disitu kan ada jaminannya, orang miskin kan Jamkesmas itu, Jamkesda, kadang-kadang Rumah Sakit ada permainan didalamnya. P : Tidak ditrima atau gimana Pak? N : Diterima tapi suruh beli obat. P : Oh obatnya bayar lagi? N : Iya, padahal itu kan operasi pun seharga seratus jutapun gratis. Iya kadang suruh beli obat. P : Itu masuk yang mana Rumah sakit Daerah mana? N : Iya Residen. Temuan baru pada kami kebetulan akh di Rumah Sakit Sarjito di sana mau operasi nganu mau belum operasi suruh tanda-tangan suruh masuk ke ini harus ke minta jaminan ke nganu ke apotik Sleman. Karena apa kita minta jaminan, karena apotik Sleman kadang-kadang nggak mau bayar. Nah kita temuan itu temuan itu. P : Dari Kabupaten nggak mau bayar ya pak? N : Iya dari Dinkes Sleman nggak mau bayar P : Sempat dilaporin Pak, nggak maksudnya? N : Ini pertemuan baru nanti rapat koordinasi nanti muncul kalau saya, mesti muncul. P : Nah ini pak, ini yang baru saya keluarkan, ini kan ada point-point indikator ya Pak untuk PHBS, ada persalinan yang

rumah sakit salah satunya dalam hal pengajuan jamkesmas (N4, 220-234)

Permasalahan PHBS yang ada antara lain pengelolaan sampah dan tidak merokok (N4, 269-273)

Itu meninggal gara-gara perokok berat. dan itu saya sampaikan pada masyarakat setiap hari. semua ada. masyarakat sudah sadar untuk berobat ke tenaga kesehatan (N4. Hahahahh N : Itu yang sebelah barat itu. jamban besih sehat. olahraga. ASI eksklusif. kalau Toga ada ya. lemas. Kami tidak mau anu. Asi. nggak sehat. Pengolahan sampah. cuman ini to. biasanya kalau melahirkan kan Bidannya ke rumah. 303-316) .tidak merokok. yang persalinan ditolong Bidan memang sini karena anu seratus persen ditolong Bidan. air bersih. menimbang tiap bulan. tapi ya karena memang mereka suka ngeyel ya salah sendiri ya namanya koq kalau nggak ngerokok susah e Pak.295 300 305 310 315 320 325 330 335 ditolong tenaga kesehatan biar lebih baik. Karena saya bilang susah karena saya tidak merokok dan itu kalau saya setiap pertemuan. Kalau untuk persalinan nggak saya jangan. P : Seratus persen Pak? N : Iya seratus Persen. Secara kebutulan Bidan itu juga Bidan sini. jentik di rumah. Tapi untuk gambaran. Dengan adanya desa siaga masyarakat merasakan peningkatan terutama kualitas kesehatan salah satunya pertumbuhan penduduk. dari sekecil apapun celah saya selalu memberikan pengertian secara tidak langsung maupun langsung pasti. gizi seimbang? N : Paling nganu kalau saya itu pengolahan tanah. merokok ini susah. ada sebelah sana tapi itu saja masyarakat cuman kalau bayinya sering nangis kan itu biasanya sering capek. menurut bapak tapi yang paling prioritas yang paling banyak permasalahannya di Masyarakat yang mana Pak. Seratus Persen ditolong Bidan. P : Tapi disini masih ada dukun-dukun Pak? N : Nggak. yang mana yang kira-kira jadi masalah disini Pak? Ada itu ASI. orang sudah sadar karena ada penyuluhan terus menerus. Jadi masalah saya Cuma pengolahan sampah sama merokok itu tadi. dan yang merokok ini. Secara kebetulan. nggak ada lagi. Dan tidak ada lagi persalinan yang dotolong oleh dukun-dukun. coba bapak lihat dulu Pak dari point-point ini pak. disitu orang merokok semua.

saya nilai cukup. persalinan tidak ke dukun tapi ke bidan. P : Ini terakhir ini mungkin ya Pak ya. Kemarin akhir tahun saya cek. Paling. ada kalau itu nganu dari kesehatan iya kerasa sekali kesadaran dari masyarakat itu sangat. kalau sakit mesti ke apa ke ke Puskesmas. sekian dulu wawancaranya…. itu ada dan bahkan yang Pak Dukuh mungkin ada istilah terbagi atau tercapai ya masa bodoh.. karena kami kan 13 Dusun. masa bodoh. 326-338) Penutup .. karena kader kami cukup proaktif P : Okeh. ada semacam biar itu lebih giat lagi ada penyuluhan kembali untuk menyemangatkan bagi Kader maupun Bapak-bapak penanggung jawab di wilayah.. dari tahun. terima kasih banyak ya Pak ya.340 P : Terus dengan adanya Desa Siaga. kalau bagi kami itu. sangat tinggi. khusus untuk di kampung saya. Selatan itu memang Kadernya mau kompak apalagi ini kan ada yang mau memang peduli. wilayah Utara. Tengah. itu paling kerasa dan yang saya paling.( Dengan penuh semangat ) terasa banget. N : Iya. saran atau masukan? N : Kalau untuk Desa Margomulyo. P : Saran dari Bapak untuk pelaksanaan Desa Siaga dan PHBS ini Pak. sangat. 324-328) Saran untuk pelaksanaan desa siaga antara lain perlu adanya pendekatan lebih ke kader terutama untuk memberikan motivasi dan perlunya penyuluhan kembali (N4. paling itu kerasa. bukan karena Ibu-ibu tapi karena udah diberikan pengertian yang cukup ee bagi tempat saya cukup tapi untuk Desa Margomulyo karena Kader-Kadernya pengetahuan kan tidak imbang. yang paling terasa justru malah ee dari sisi Keluarga Berencana. e seratus sepuluh to persis. ee ada seratus dulu saya masuk tahun 90 itu 663 sekarang 773 sampai hari ini. Saran dari kami ya ada. Satu.. 13 Dusun 3 Wilayah. Kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnnya pengetahuan para kader (N4. saya selama 20 tahun pertumbuhan penduduk saya itu tidak ada seratus dari angka datang pergi mati lahir itu tidak ada seratus. kerasa nggak Pak ada peningkatan? N : OOO Yah. itu memang perlu ada pendekatan-pendekatan lebih kepada Kader-Kader dari Dusun yang lain.

Diskusi selesai pada pukul 16. A4 (SR). (berfikir lama)… Saya lupa e. Baiklah.Jadi nanti topik pembahasannya tidak jauh beda dengan wawancara saya. A2 (ZN).30 WIB. A3 (BS).hehe Tema Pembukaan Pemahaman tentang desa siaga sudah baik .Focus Group Discussion A. ruangan cukup luas sekitar 7 x 7 meter dengan tempat duduk mengelilingi meja. dan ketentuan dalam diskusi.desa siaga itu... Keterangan Pemimpin diskusi (P) : Arie Patramanda Notulen Anggota : Niken Khrystiana : 5 orang.anu. cara jalannya diskusi. pemimpin diskusi lebih dahulu menjelaskan tentang tujuan diskusi. nanti setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya secara bergantian untuk setiap topik pembahasan. A5 (SG) Setting : Diskusi dilakukan di ruang pertemuan pedukuhan. P : Bagaimana pandangan ibu sekalian tentang desa siaga? 15 A1 : eeee. 10 Berhubung hujan. pukul 15.... kita mulai aja ya bu. jadi dimohon untuk berbicara sedikit keras.. Diskusi dimulai pukul 15. jadi hasil dari wawancara kemaren dikonfirmasi lagi dengan pertemuan 5 kali ini.. Waktu dan Lokasi Waktu Lokasi B. Seluruh pembicaraan direkam menggunakan rekorder dan dicatat oleh notulen.04 dengan suasana yang santai... pertemuan kali namanya Focus Group Diskussion (FGD). : 7 Februari 2010. terdiri dari kader dan masyarakat A1 (WN).04 WIB : Ruang pertemuan pedukuhan Baris Hasil Diskusi 1 Assalamualaikum wr wb.. Saat itu hujan deras sehingga sedikit mempersulit proses perekaman.

.. Hehehe….lali aku… Udah mas…... A3 : masih sama. A2..harus hidup sehat.. kalau punya balita harus ditimbangkan ke penimbangan balita….perilaku yang ada didalam PHBS diantaranya orang sakit dibawa ke rumah sakit.hehehe (tertawa) A5 : kalau saya. ada jamban...saya juga belum tau…hehe A4 : Desa siaga kalau gak salah desa yang siap menghadapi masalah kesehatan.. dah itu saja.lupa saya….(tertawa) A1.. perilaku hidup sehat yang saya terapkan dirumah ituuu. orang hamil diperiksakan kebidan.. A2 ... P : dari hasil saya kemaren kan PHBS itu dari pusat ada 10 kan bu.. A4..perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kita harus bisa menerapkan eee. A5: Desa siaga itu desa yang siaga menghadapi masalah kesehatan. (Memotong pembicaraan) ...prinsipnya kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kehidupan yang sehat dan bersih A2 : kita menerapkan kebersihan dalam keluarga.. A1.... mandi dua kali sehari. lingkungan harus bersih. masakan harus bersih.ga hapal semuanya…. sikatan tiga kali sehari....A5 : yakin.... Pemahaman PHBS juga lumayan baik tentang sudah 30 35 40 45 50 55 60 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebagai . balita dibawa keposyandu.20 25 A2 : Saya belum tau juga…. dan apabila ada warganya yang sakit bisa lapor ke poskesdes lalu dilanjutkan kepuskesmas diantar kadernya.bukannya ada 20 ya mas ?? A3 : 15 mas. rumah harus bersih. A5 : hahahhaa….apa lagi ya.. tidak membuang sampah sembarangan. Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat? A1: ummm. P : terus untuk PHBS nya sendiri.. A3 : hehehehe…. bersih lingkungan. makan sebisa mungkin bergizi.. eee..( ketawa bersamaan) A4 : menjaga kebersihan lingkungan. dilarang merokok...

(tertawa) A3 : ada yang sudah punya jamban tapi ga bisa pake… P : nah.5 : baik. A2.2. biar data yang saya dapatkan bisa akurat. persalinan ditolong tenaga kesehatan? A1 : sudah (menjawab spontan) .3.2. baik….5 : baik. sudah mendapatkan bantuan bagi yang tidak memiliki jamban tapi tidak kunjung direalisasikan 85 P : Menimbang balita setiap bulan? A1 : iya…. Kalau mencuci tangan dengan air bersih dan sabun ? A1.3...4. kalau belum tolong dijelaskan permasalahannya ya bu. Mulai dari yang pertama. ini yang akan saya tanyakan dahulu apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. P : menggunakan air bersih ? A1 : iya. lalu pertama kali disini ada 15. A1 : sudah… indikator pertama PHBS sudah berjalan baik Pemberian ASI eklusif sebagai indikator kedua PHBS sudah berjalan dengan baik 80 Penimbangan balita setiap bulan sebagai indikator ketiga PHBS sudah berjalan dengan baik Penggunaan air bersih sebagai indikator keempat PHBS sudah berjalan dengan baik Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebagai indikator kelima PHBS sudah berjalan dengan baik Menggunakan jamban sehat sebagai indikator keenam PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan kebiasaan warga kesungai.5 : iya sudah dilaksanakan….akan saya tanyakan satu persatu ya bu. Poin pertama. baik. memberi bayi ASI eklusif ? A2.5 :sudah baik (mengiringi jawaban dari A1) A4 : sudah (menjawab terlambat dengan masih ragu-ragu) P : terus.5 : iya……(menyahut bersamaan) P : kebetulan saya sudah dapat poin-poinnya. dari pusat kan ada 10.5 : sudah….3.4..4.65 70 75 P : bentar bu.3. P : Kalau ada permasalahan tolong dibilang aja ya bu..4...3 : nah itu. A2..4 : tersenyum A5 : hehehe…. A1 : permasalahannya kan. yaaa.3. P : Menggunakan jamban sehat A1. A3 : sudah dilaksanakan…. ada yang sudah pakai ada yang belum A2. sudah memiliki jamban tapi tidak bisa menggunakan. Iya kan bu?? A1. kepercayaan 90 95 100 105 ... saya jelaskan dulu. terus sekarang ditambah jadi 20. A2..4.

4..(tertawa)…ada juga yang pemerintah itu sudah memperhatikan dengan memberi bantuan jamban tapi tidak dilaksanakan dan dipasang.karena mereka berfikir “ kenapa kita susah susah buat wc kalau kali aja deket?”….(tertawa bersamaan) A3 : coba diulangi lagi pertanyaannya P : permasalahan jamban sehat disini bu.3.4.. udah diberi bantuan tapi alasannya “ alah. kenapa masih ada yang belum menggunakan?? A3 : permasalahannya. nanti kesungai dan kebetulan sungai disini kan besar.2. tahu tempe itu kan lauk ya mas.3..4 : oooh enggak…….. bisanya ke wc yang panjang....(menjawab kompak) Memberantas jentik nyamuk dirumah sebagai indikator ketujuh PHBS sudah berjalan dengan baik 145 Makan buah dan sayur setiap hari sebagai indikator kedelapan PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan terkendala masalah ekonomi 150 155 P : makan sayur dan buah setiap hari? A1. gitu….kalau tidak kesungai tidak bisa keluar katanya....hehehe….ee.. katanya diberi bantuan itu saja belum cukup…. tapi sama kita orang desa dijadikan sayur…. bagi orang kuno dulu…jadi kalau mau berak ke wc tidak bisa keluar… A4 : Sama kalau saya……hahahaha (tertawa) A1. Ada juga yang belum memiliki jamban. A1 : kalau sayur biasanya masak pengen yang praktis..gitu P : terus kalau memberantas jentik nyamuk dirumah ? A1.5 : hahahahaha……(tertawa bersamaan) A5 : kalau tempat saya ya itu tadi orang-orang yang belum punya wc dan deket kali cenderung kesungai.P : hahaha…. kekali aja deket.2.. A2 : kalau yang orang tua jaman dulu yang kepercayaannya gitu.110 115 120 125 130 135 140 orang dulu yang katanya “maap ini ya”.” A1. lagian kalau ke kloset saya tidak bisa…. sudah diberi bantuan saja belum mau membikin..2.hahaha (tertawa) .5.3..ada yang tidak bisa keluar kalau ke wc yang dalam.. Itu bagi orang yang ortodok...5 : sudah….

. buahnya belakangan……hahaha (tertawa) A3 : kalau saya buah-buahan saya makan.hehe…. dan menunya bervariasi setiap hari…… Oseng-oseng kangkung.. kalau enggak merokok tidak bisa mikir jernih gitu…. Soalnya kan yang penting ada nasi dan sayur dulu.pernah disuruh berhenti.. dan kalau buah juga kalau ada uang…. dan kebiasaan tamu yang berkunjung untuk merokok 190 195 Pemberian gizi seimbang sebagai indikator kesebelas PHBS sudah berjalan dengan baik Memeriksakan kehamilan sesuai standar sebagai 200 . salak.3. dll….5 : sudah……… P : tidak merokok didalam rumah ?? A1. Kan suami saya pedagang keliling mas. A3 : kalau saya alhamdulilah suami saya tidak pernah merokok. tapi tamunya yang merokok….160 165 170 175 untuk buah-buahan kalau kita punya uang ya beli…. papaya. 2 bulan balik lagi mas…..3.bisa dijelaskan ?? A1 : suami saya sendiri merokok. jadi sembari nunggu pembeli ga da kerjaan ya merokok.. Hehehe ( tertawa ) A4 : kalau saya alhamdulilah tidak ada yang Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebagai indikator kesembilan PHBS sudah berjalan dengan baik 180 185 Tidak merokok didalam rumah sebagai indikator kesepuluh PHBS belum berjalan dengan baik dikarenakan ada anggota keluarga yang tetap merokok dengan alasan tertentu.4. tapi kalau buah-buahan kalau ga musim buah atau dikasih tetangga saya gak pernah beli…. terutama pisang….hahaha (tertawa) ya kembali ke ekonomi lagi mas… A2 : kalau saya kalau sayur ya setiap hari.2.4.(tertawa) Kalau untuk sayuran anak-anak saya juga suka sekali… A4 : kalau saya sayuran tidak setiap hari.. rambutan.5 : waaaaaaaahh………(saling memandang satu sama lain) A3 : kalau itu elek-elek e mas…..2.dan anak saya itu sekali makan tiga…..(tersenyum) A5 : kalau saya ya sebisa mungkin diusahakan.hehehe (tertawa) P : bagaimana dengan aktivitas fisik setiap hari ? A1.hehe (tertawa) A2 : kalau suami saya juga merokok.kadang kadang saja….hehe (tertawa) P : nah gimana itu bu.

tapi ga tau mas ga bisa lagi tuh katanya… P : terus imunisasi lengkap pada bayi ?? A1.3.5 : adaaa……. jamkesda ada….3.4.5 : sudahhh……sudah dilaksanakan P : Memiliki jaminan kesehatan ?? A1.3..5 : sudahh…….5 : sudah……. masa ga disuruh merokok atau disuruh merokok diluar. A3 : jamkesmas ada.4.. P : Lantai rumah bukan dari tanah ?? A1.5 : sudahh…. menantu saya itu yang merokok tapi diluar rumah…… P : Pemberian gizi seimbang ? A1.kadang seimbang kadang tidak…. jamsostek ada. kan ga enak mas…hehe (tertawa) A5 : Kalau ditempat saya alhamdulilah suami tidak merokok. tapi ya kalau ada tamu itu tadi.2. A5 : dulu malah swadaya masyarakat.sudah diterapkan…. A2 : kalau saya tidak ada…… P : kenapa bu?? Tidak ada pendataan gitu bu?? A2 : katanya ga ada datanya katanya mas. jamkesos ada.5 :sudahh……dipuskesmas mas 240 250 . udah lama itu mas….2.3. terus kerjaan orang sekarang itu apa ???? kok ga ada pembaharuan??? Sudah coba diurus oleh pak dukuh.3. A3 : sekarang kan ada program lantainisasi..3. kendala yang ditemukan adalah tentang pendataan yang ingin memiliki jaminan kesehatan Imunisasi lengkap pada bayi sebagai indikator keempat belas PHBS sudah berjalan dengan baik PUS ikut KB sebagai indikator kelima belas PHBS sudah berjalan dengan baik Lantai rumah bukan dari tanah sebagai indikator keenam belas PHBS sudah berjalan dengan baik didukung dengan adanya program lantainisasi dan swadaya masyarakat Pemanfaatan sarana kesehatan sebagai indikator ketujuh belas PHBS sudah berjalan dengan baik salah satunya adalah puskesmas… Pengelolaan sampah sebagai indikator kedelapan belas PHBS belum berjalan dengan 210 215 220 225 230 235 P : pasangan usia subur ikut KB ?? A1. itu kan udah data jaman kapan mas.2. P : pemanfaatan sarana kesehatan ? A1.4.2. indikator kedua belas PHBS sudah berjalan dengan baik Memiliki jaminan kesehatan sebagai indikator ketiga belas PHBS belum berjalan dengan baik.2.4.2. yang belum ada lantainisasi dilakukan barengbareng.hehe (tertawa) balik ke ekonomi tadi… P : untuk memeriksakan kehamilan sesuai standar? A1.205 merokok.3.4.5 : ya itu tadi...4.4.

3 kali sehari malah jalan mas…..4 : iya mas...hehehe (tertawa) A4 : (tersenyum saja) A5 : kalau ditempat saya itu. P : berarti sejauh ini sudah cukup baik PHBSnya ya bu…..tapi ga dikelola….tapi kan untuk dikampung susah mas…..memang belum dikelola…. baik dikarenakan kebiasaan warga yang membuang sampah dilahan kosong dan belum dikelolanya sampah dengan baik Memiliki TOGA sebagai indikator kesembilan belas PHBS belum berjalan dengan baik dikerenakan banyaknya tanaman obat yang belum dikelola/ dimanfaatkan P : kalau memiliki TOGA ? A5 : punya. A3 : kalau saya habis semuanya karena musim Saran masyarakat untuk kemarau….... untuk plastik sendiri seperti dikota itu mas..untuk buang sampah….. tolong bilang kepuskesmasnya untuk memberi PMT mas…… A2 : kalau saya yaaa.5 : sudah biasa kalau itu mas… jangan berhenti ditengah A3 : iya sudah biasa.baiklah kalau begitu bu… Terima kasih atas informasinya…..hehe (tertawa) A3 : Kalau ditempat saya dibuatkan lubang pembuangan sampah…tapi itu berarti kan ga dimanfaatkan mas…seharusnya dipisah untuk kertas sendiri..untuk program tolong jalannya jangan setengah setengah…… A3. banyak mas…. Nah mungkin ibu mau memberi masukan / saran ?? Penutup A1 : ini aja mas..hehe (tertawa) A2 : yang jelas kesadaran masyarakat untuk itu masih kurang mas…kalau buang sampah dimarahin tetangga kan ga buang lagi mas….2. puskesmas adalah dalam menjalankan program P : untuk kebiasaan gosok gigi setiap hari ?? diharapkan sampai tuntas.4.\ A1 : kemaren itu KKN mau bikin TOGA katanya…tapi belum dilaksanakan…. kalau tidak 3 kali sehari saya sapu. Saya tutup dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…..4. bisa kotor semua…. A1. Kebiasaan gosok gigi setiap hari sebagai indikator kedua puluh PHBS sudah berjalan dengan baik . A2.255 260 P : pengelolaan sampah bu ?? A1 : soalnya kalau didesa kebunnya kan luas luas mas.. daun sendiri.5 : (manggut manggut) P : ok...

dan mencuci .Puskesmas pembantu Sompokan Sekaligus Poskesdes Wawancara mendalam dengan narasumber Pelatihan Kader Pelaksanaan FGD Pelayanan Kesehatan di Pustu Sompokan Permasalahan Pengelolaan sampah Pelayanan kesehatan di Puskesmas Seyegan Sungai yang digunakan warga untuk BAB. mandi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful