P. 1
Met Lit

Met Lit

|Views: 178|Likes:

More info:

Published by: Wahono Kafabillahi Syahida on Nov 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2012

pdf

text

original

Sections

STANDAR KOMPETENSI

Menguasai konsep dasar metodologi penelitian dan trampil menerapkannya sebagai sarana pengembangan ilmu, pemecahan masalah-masalah pendidikan secara ilmiah, dan sebagai panduan produk karya-karya ilmiah yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan profesi

KOMPETENSI DASAR     

Memahami hakikat, ruang lingkup penelitian pendidikan dan landasan epistimologi kelimuan Memahami proses dan tahap-tahap penelitian Memahami permasalahan dan rancangan penelitian Memahami penggolongan jenis penelitian menurut Paradigma, Fungsi & Tujuan, Desain dan Teknik), Memahami Penelitian Eksperimen dan Ex-post facto

KOMPETENSI DASAR (LANJUTAN) 
    



Memahami Variabel dan Hubungan Antar Variabel Penelitian Memahami Populasi dan Sampel Memahami Teknik Pengumpulan Data Desain dan contoh penelitian (korelasional, ex-post facto, eksperimen) Instrumen Penelitian (Konsep pengkuran, validias, reliabilitas, rosedur pengembangan, penyusunan kuesioner dan skala, uji validitas) Teknik Analisis Data Mempraktikkan pembuatan rancangan penelitian (semua teori diterapkan dalam praktikum penelitian berbobot 3 sks)

PENELITIAN ILMIAH 
PENGERTIAN

PENELITIAN

1. Penerapan pendekatan Ilmiah pada pengkajian suatu masalah 2. Cara untuk memperoleh insformasi yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan 
TUJUAN

PENELITIAN

Untuk menemukan jawaban terhadap persoalan yang berarti melalui penerapan-prosedur-prosedur Ilmiah

PENELITIAN PENDIDIKAN
Kerlinger(1986): Penelitian ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis tentang fenomenfenomenfenomen alami, dengan dipandu oleh teori dan hipotesishipotesishipotesis tentang hubungan dikira terdapat antara fenomenfenomenfenomen itu. Penelitian pendidikan adalah penggunaan metode ilmiah untuk pencarian informasi yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan dalam bidang pendidikan. Travers dalam Furchan(1982) menyatakan: Penelitian pendidikan adalah suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuan ilmiah tantang kejadian-kejadian kejadianyang menarik perhatian pendidik.

RUANG LINGKUP
Ruang lingkup obyek penelitian Pendidikan adalah halhal-hal yang berhubungan dengan pendidikan baik yang terjadi di Sekolah, diluar sekolah maupun kaitan antara keduannya. Obyek penelitian pendidikan bisa berupa, kebijakan pendidikan, siswa/mahasiswa, guru/Dosen, Kepala Sekolah/pimpinan Lembaga, tenaga akademik, pengelolaan sekolah/Univ., sarana pendidikan, organisasi sekolah/Univ., pembiayaan pendidikan, kurikulum dsb Tujuan meningkatkan efektivitas program belajar mengajar agar peserta didik mampu mencapai prestasi belajar secara maksimal.

LINGKUP/SASARAN/OBYEK PENELITIAN PENDIDIKAN
SUPLEMEN INPUT GURU, SARANA, KURIKULUM, BAHAN AJAR

INPUT
SISWA

PROSES PBM
ANDRAGOGI, PEDAGOGI,EVALUA SI

OUT-PUT
LULUSAN/HASIL BELAJAR

LINGKUNGAN
DUKUNGAN SESUAI POTENSI LOKAL

PROSES PENELITIAN
MASALAH

Proses Teoretik

Proses Empiris

Hipotesis

Uji Hipotesis

Data

Kesimpulan (Inferensi)

TAHAP/LANGKAH PENELITIAN
1.

Masalah  Latar Belakang  Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah 2. Pengkajian Teori  Deskripsi Teoretik  Kerangka Berpikir  Hipotesis 3. Metode Penelitian 

Tempat dan Waktu Penelitian  Variabel & Desain Penelitian  Instrumen Penelitian  Sampling  Teknik Pengumpulan Data 4. Analisis Data  Penyajian Data secara Deskriptif  Pengujian Hipotesis 5. Penarikan Kesimpulan/Inferensi

PERMASALAHAN DAN RANCANGAN
Latar belakang masalah  Identifikasi dan pembatasan maslah  Penetapan konteks/topik penelitian  Penetapan variabel penelitian  Konstelasi penelitian (analisis korelasi dan analisis kausal)  Perumusan masalah  Hipotesis penelitian  Pengujian hipotesis 

PERMASALAHAN PENELITIAN
Apakah Masalah itu?
Variabel yg mjd tema pokok penelit 
Masalah

Kasus yg menjadi fokus penelitian

Suatu variabel atau kasus mjd permasalahan penel. jika terjadi kesenjangan antara kenyataan dan yang seharusnya dari variabel dan kasus tsb.

KAPAN TERJADI MASALAH?  



Bila ada informasi yg mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan kita Bila ada hasil-hasil yang bertentangan Bila ada suatu kenyataan dan kita bermaksud menjelaskannya melalui penelitian

DI MANAKAH SUMBER MASALAH? 
     

Pengalaman dan pengamatan Kepustakaan yg relevan dgn studi kita Mata kuliah yg kita programkan Jurnal, buku, abstrak dan majalah Seminar Tesis dan Disertasi Pakar, dan teman-teman

APAKAH CIRI-CIRI MASALAH YANG BAIK? 
 

  

Topik yg dipilih sangat menarik Pemecahan masalah mempunyai kontribusi dalam labangan pekerjaan atau bidang tertentu Merupakan hal baru Mengundangan rancangan yg kompleks Dapat diselesaikan dlm waktu yg diinginkan Tidak bertentangan dengan moral

KRITERIA PEMILIHAN MASALAH 
     

Keberartian Belum adanya jawaban Dapat diteliti secara ilmiah Relevansi dengan bidang studi Sumbangan dari masyarakat Orisinal Sumbangan bagi perkembangan IPTEKS

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MASALAH
Minat peneliti  Nilai-nilai yang dianut peneliti  Tingkat reaktivitas di dalam cara pengumpulan data  Metodologi yang dipakai  Unit analisis yang dipilih  Waktu  biaya 

BAGAIMANAKAH RUMUSAN MASALAH YANG BAIK? 
 

Didukung oleh latar belakang masalah dan pejelasan mengenai pentingnya masalah diteliti Memuat variabel-variabel dan kaitan antar variabel yg mjd perhatian peneliti Memberikan penjelasan atau definisi setiap variabel (konseptual & operasional)

CONTOH: 1. Apakah ada pengaruh penggunaan kalkulator terhadap hasil belajar matematika siswa SD? 2. Apakah ada hubungan positif antara kemampuan spatial dengan hasil belajar geometri siswa SMP? 3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yg diberi metode PS dengan yg tidak?

BAGAIMANAKAH RUMUSAN MASALAH YANG BAIK? (LANJUTAN) 
Singkat  Tepat  Jelas  Dinyatakan

dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan  Mencerminkan adanya hubungan, pengaruh antar variabel (kuantitatif)

KESALAHAN UMUM DALAM PERUMUSAN MASALAH 
Tidak

jelas  Tidak ada batasan yang jelas  Dirumuskan berdasarkan data yang ada  Mengambil masalah di luar bidang keahlian

CONTOH MASALAH ...   

Bagaimana meningkatkan profesionalitas guru IPA khususnya dalam bidang penilaian hasil belajar siswa? Kenyataan menunjukkan masih banyak guru IPS yang belum sepenuhnya mampu menerapkan sistem penilaian yang komprehensif terutama penilaian yang sesuai dengan karakteristik IPS. Bagaimana merencanakan alat peraga fisika untuk membantu terlaksananya pembelajaran fisika yang dapat memberikan pengalaman langsung dan melatih keterampilan proses sains?

CONTOH MASALAH ...   

Tuntutan untuk menghasilkan kualitas lulusan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui KTSP menjadi salah satu fokus dari pengelola pendidikan pada tingkat pendidikan dasar. Strategi pembelajaran yang bersifat konvensional belum ke arah pengembangan multiple intelligences, sehingga guru kurang pandai melahirkan ide-ide baru dalam pembelajaran yang inovatif. Bagaimana memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk pengembangan pembelajaran sains dan matematika dengan berbasis multimedia

CONTOH JUDUL-JUDUL KARYA ILMIAH   

 

Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sains Melalui Pengembangan Multiple Intellegences Upaya Menuju Profesionalitas Guru Rumpun Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Peningkatan Kemampuan Penilaian Pembelajaran Pengembangan Bahan Ajar PAI Berbasis Elearning Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Sains dan Matematika Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Kontekstual

PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN
Berdasarkan Paradigma/Pendekatan: - Penelitian kuantitatif - Penelitian kualitatif Berdasarkan Fungsi dan Tujuan: - Penelitian dasar - Penelitian terapan - Penelitian evaluasi - Penelitian pengembangan Berdasarkan Jenis Metode: - Survei korelasional - Survei komparatif - Eksperimen - Action research - Grounded research

PARADIGMA
Paradigma merupakan cara pandang meliputi asumsi realitas, tentang cara beroleh ilmu tentang apa yang dipandang sebagai masalah berikut cara-cara pemecahan dan aneka kriteria pembuktian yang sah (kuhn, 1970) Kuantitatif ± Penelitian Kuantitatif

PARADIGMA
(Creswell, 1994)

Kualitatif ± Penelitian Kualitatif

PARADIGMA
Paradigma = pendekatan kuantitatif (Tradisional, positivis, eksperimental, empirikis) Paradigma = pendekatan kualitatif (konstruktivis, naturalistik, interpretasi, perspektif, positivis, postmodern)

PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Penelitian kualitatif yakni proses penelitian yang bertujuan memahami suatu masalah kemanusiaan atau kemasyarakatan, yang didasarkan pada penyusunan suatu gambaran yang kompleks dan holistik menurut pandangan yang rinci dari para informan, serta yang dilaksanakan di tengah setting ilmiah (Creswell, 1994) Penelitian kuantitatif yakni penyelidikan tentang masalah kemasyarakatan atau kemanusiaan yang didasarkan pada pengujian suatu teori yang tersusun atas variabel-variabel, diukur dengan bilanganbilangan, dan dianalisis dengan prosedur-prosedur statistik. Tujuannya adalah menentukan apakah generalisasi-generalisasi prediktif dari teori tertentu yang diselidiki terbukti kebenarannya (Creswell, 1994)

METODE PENGGABUNGAN PENDEKATAN KUANTITAIF DAN KUALITATIF
Pendekatan Rancangan Dua Tahap (Two Phase Design Approach) Rancangan Dominan-kurang Dominan (Dominant Lessdominant) Rancangan Metodologi Gabungan (Mixed Methodology Design)

PENDEKATAN GABUNGAN

GARIS BESAR PENELITIAN EKSPERIMEN 
         

Konsep penelitian eksperimen Komponen utama penelitian eksperimen Validitas internal penelitian eksperimen Desain (rancangan) eksperimen Group Within Treatmen Design & analisisnya Treatmen by Level Design & analisisnya Factorial Design 2 faktor & analisisnya Efek utama, efek interaksi & efek sederhana Model fix & Model random Analisis kovarians sederhana Factorial design tiga faktor & analisisnya

KOMPONEN UTAMA
1. 2. 3. 4. 5.

Variabel Kriterium Perlakuan Rancangan Monitoring Instrumen

KESAHIHAN INTERNAL DAN EKSTERNAL  

Kesahihan Internal: seberapa jauh hubungan antara perlakuan (sebab) dengan kriterion (akibat) benar-benar hubungan sebab-akibat yang dipastikan. Desain eksperimen yang baik harus dapat mengontrol pengaruh faktor-faktor yang mengancam kesahihan internal, sehingga jika terjadi perubahan pada kriterion maka perubahan tsb benar-benar disebabkan oleh perlakuan yang diberikan

FAKTOR 2 YG MENGANCAM KESAHIHAN INTERNAL 
      

Sejarah Kematangan Testing Instrumentasi Staistical regression Seleksi kelompok Mortalitas Kombinasi (1 & 7)

PEMBAHASAN UMUM DISAIN EKSPERIMEN  

PRE-EKSPERIMEN -One Shot Case Study (G T O) -One Group Pre-tes Post-test Design (G O T O) -The Statis Group Comparison E T O K O QUASI EKSPERIMEN

TRUE EKSPERIMEN (Rancangan Dua Faktor)  

Randomized Control Group Design R E T1 O1 R K T2 O2 Randomized Pre and Post Test Control Group Design R E O1 T1 O2 R K O3 T2 O4 R R O1 O3 E K T1 T2 O2 O4

TRUE EKSPERIMEN (Rancangan Satu Faktor) 

Salomon Four Groups R E O1 R K O3 R E . R K .

Design T1 O2 T2 O4 T1 O5 T2 O6

DISAIN EKSPERIMEN DENGAN DUA ATAU TIGA VARIABEL BEBAS 
Treatment

by level design Treatment by subject design Factorial design

TRUE EKSPERIMEN (Rancangan Dua Faktor) 

Treatment by Level Design
B B1 B2 A A1 A2
A A1 A2 B B1 B2 = Perlakuan, mis: metode pembelajaran = Met. Eksperimen = Met. Pembanding = Variebel Moderator, mis: Minat = Minat tinggi = Minat rendah

DISAIN PENELITIAN KORELASIONAL   

Penelitian korelasi adalah penl yang berusaha utk melihat apakah antara dua variabel atau lebih ada hubungan atau tidak, mengukur kekuatan hubungannya, membuat ramalan yang didasarkan kepad kuat lemahnya hubungan tsb. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menjelajahi variabel-variabel yang mempunyai hubungan yang diindentifikasikan. Variabel yang kita pilih didasari atas teori yang dibangun terdahulu shg arah pertalian yang diharapkan dapat diasumsikan. Pengujian hipotesis untuk penelitian dapat menggunakan teknik regresi dan korelasi.

LANJUTAN  



Jika skala pengukuran data dua varibel yang akan dianalisis merupakan interval atau rasio maka untuk menjelaskan hubungan antara kedua variabel dapat dilakukan dengan menggunakan regresi. Misalkan kedua variabel tersebut adalah X dan Y, maka hubungan antara Y dengan X atau dikenal dengan regresi Y atas X. Variable X disebut prediktor (variabel bebas) dan Y disebut kriterion (variabel tak bebas). Hubungan tersebut dinyatakan dalam persamaan matematika sebagai berikut: Model : Y = E + F X + I (populasi) Fungsi Taksiran : Y = a + b X (sampel)

LANJUTAN 

Konstanta =a & koefisien regresi = b, diperoleh dari data sampel. Untuk keperluan itu dibutuhkan pasangan data (X,Y) sebanyak n, dengan persyaratan sampel random, populasinya normal, dan homogen. Tiga permasalahan yang akan dijawab dalam analisis regresi adalah: Menentukan persamaan regresi Y atas X. Menguji linearitas dan signifikansi regresi Y atas X. Menghitung koefisien korelasi dan koefisien determinasi. 

 

PENELITIAN KAUSALKOMPARATIF
Tujuan:  Untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat yang mungkin terjadi dengan cara mengamati akibat yang ada (nampak) dan mencari kembali faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya (melalui data tertentu)  Contoh: Penelitian untuk menentukan ciri-ciri guru yang efektif dengan mempergunakan data berupa catatan mengenai sejarah pekerjaan selengkap mungkin

CIRI-CIRI POKOK
Bersifat ex post facto, artinya data dikumpulan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (lewat). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (dependent variable) dan menguji data tsb dengan menelusuri kembali ke masa lampau faktor sebab yang saling berhubungan dan maknanya

KEUNGGULAN  



Metode kausal-komparatif mjd lebih kuat jika metode eksperimental tak mungkin dilakukan, terutama dalam hal: (1) tdk mungkin memanipulasikan faktor sebab-akibat secara langsung, (2) kontrol thd variabel bebas tdk realistik utk dilakukan, (3) apabila kontrol tdk praktis, mahal, dan diragukan dari etika (laboratorium) Menghasilkan informasi yg sgt berguna mengenai sifat-sifat gejala yg dipermasalahkan Perbaikan dlm hal: teknik, metode statistik, rancangan dgn kontrol parsial.

KELEMAHAN-KELEMAHAN    

Tidak adanya kontrol kondisional/manipulasi terhadap variabel bebas Sukar memperoleh kepastian bhw faktor-faktor penyebab benar-benar relevan dengan faktor yg diselidiki Dapat terjadi faktor penyebab bukan faktor tunggal tp interaksi atau kombinasi dengan faktor lain Suatu gejala (akibat) tdk hanya dari sebabsebab ganda tetapi oleh suatu sebab pada kejadian tertentu dan sebab lain pada kejadian lain.

LANJUTAN 
Apabila

saling hubungan antara variabel telah ditemukan, sukar menetukan mana sebab dan mana yang akibat  Dua atau lebih faktor saling berhubungan tdklah mesti adanya hubungan sebab-akibat  Tidak ada pemilihan subjek secara terkontrol

VARIABEL PENELITIAN 
Variabel

adalah konsep yg mempunyai variasi nilai  Variabel dapat dibagi atas variabel kontinum dan variabel diskontinum  Berdasarkan skala pengukurannya, variabel dapat dibedakan atas : - Nominal - Ordinal - Interval/rasio

KETERKAITAN ANTAR VARIABEL 
     

Variabel Variabel Variabel Variabel Variabel Variabel Variabel

tidak bebas bebas kontrol intervening (antara) moderator anteseden pengganggu

HUBUNGAN ANTAR VARIABEL   

Variabel kontrol : adalah variabel yang ikut mempengaruhi variabel terikat dan pengaruhnya dikontrol atau dinetralisir. Misalnya, jika hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara motivasi dan prestasi, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa motivasi berpengaruh terhadap prestasi, padahal disadari bahwa variabel IQ juga berpengaruh terhadap prestasi. Oleh karena itu IQ hendaknya dikontrol, dalam hal ini IQ adalah varibel kontrol. Variabel moderator: adalah variabel lain yang dianggap berpengaruh terhadap variabel terikat tetapi tidak mempunyai pengaruh utama. Misalnya ketika kita menguji hubungan antara motivasi dengan prestasi, maka jenis kelamin ikut diperhitungkan dalam hubungan tersebut. Dalam hal ini jenis kelamin adalah variabel moderator. Variabel intervening: variabel intervening adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas kemudian dia mempengaruhi variabel terikat. Jika variabel antara diselidiki, hubungan statistik yang semula nampak antara variabel bebas dengan varaibel terikat menjadi lemah atau bahkan lenyap. X (bebas) Z (antara) Y (terikat) Sikap Aktivitas Prestasi

LANJUTAN 

Variabel penekan: jika hasil analisis awal menunjukkan tidak ada hubungan antara dua variabel tetapi variabel ketiga dimasukkan sebagai variabel kontrol, hubungan menjadi nampak dalam hal ini variabel yang dikontrol tersebut adalah varibel penekan Variabel anteseden: variabel anteseden mempunyai kesamaan dengan variabel intervening (antara). Perbedaannya variabel antara menyusup di antara variabel bebas dan terikat, sedangkan varibel anteseden mendahului variabel bebas. Variabel penganggu: dalam analisis awal terdapat hubungan negatif antara dua variabel, setelah dimasukkan varibel ketiga sebagai variabel kontrol hubungan menjadi positif.  

POPULASI DAN SAMPEL 
   

Populasi adalah keseluruhan unit yg akan diselidiki karakteristiknya Populasi dapat dibagi atas populasi terget dan populasi terjangkau Populasi terjangkau terdiri dari keseluruhan unit yg benar-benar mendapat kesempatan untuk dipilih sbg sampel Populasi target adalah populasi yg menjadi daerah generalisasi hasil penelitian Sampel: Sebagian dari populasi yang karakteristiknya benar-benar diselidiki.

TEKNIK DASAR PENGAMBILAN SAMPEL 
Random  Sistematik  Stratified  Cluster  Multi

(berstrata)

stage

UKURAN SAMPEL 
  

Derajat Keragaman Presisi yang dikehendaki dari penelitian Rencana analisis Tenaga, biaya dan waktu

Metode Pengambilan Sampel (Random)
1. 2. 3. 4. 5.

Simple Random Sampling Systematic Random Sampling Stratified Random Sampling Cluster Random Sampling Multistage Random Sampling

TEKNIK PENGUMPULAN DATA 
Kuesioner  Wawancara 


Wawancara mendalam Wawancara terstruktur 

Observasi  Dokumentasi  Focus

Group Discution

TEKNIK PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Tes Kemampuan (TPA, Tes IQ & Bakat) Tes Tes Hasil Belajar (Kognitif)

Instrumen

Angket (Data faktual)

Skala (Data aspek Psikologi/Konsep) Non Tes Pedoman Wawancara (Data tentang Uraian/penjelasan sesuatu)

Pedoman Observasi (Mencatat data kualitatif objek fisik)

DOKUMEN

INSTRUMEN PENELITIAN 
Tes 
 

Tes tertulis Tes lisan Tes perbuatan 

Kuesioner  Skala

Sikap  Skala Penilaian  Format observasi

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN 
 

   

Mengkaji teori Konstruk - definisi konsep - definisi operasional Mengembangkan dimensi & indikator Membuat kisi-kisi Menetapkan rentang parameter Identifikasi ciri kutup Menulis butir instrumen

LANGKAHLANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN (LANJUTAN)  

 



Proses validasi konsep  telaah/jastifikasi pakar  panel Perbaikan/revisi Proses validasi empiris  uji coba instrumen  analisis data hasil uji-coba (uji validitas, reliabilitas) Seleksi butir valid Perakitan instrumen

PENGOLAHAN DATA
Mengolah data berarti membuat data ringkasan berdasarkan data mentah hasil pengumpulan data dengan menggunakan rumus tertentu, misalnya:
1.menghitung

jumlah, 2.proporsi (persentase), 3.berbagai koefisien, 4.Pengelompokan data (kurang, sedang, baik) 5.Tabel distribusi frekuensi 6.Histogram dan poligon frekuensi 7.Grafik/diagram data

KOMPETENSI DASAR 

Analisis deskriptif >tabel, grafik, ukuran tendensi sentral, ukuran penyebaran
Ukuran Pemusatan Ukuran Penyebaran Modus Median Mean Rentangan Kuartil Standar Deviasi

Level Pengukuran Nominal Ordinal Interval/Rasio

LANJUTAN 

Analisis inferensial >Estimasi parameter >Menguji hipotesis

Level Pengukuran Nominal

Statistik Uji Chi-kuadrat

Koefisien Hubungan

Ordinal

Interval/Rasio

Koefisien kontingensi, phi dan lambda Distribusi Z melalui Gamma, Summer¶s transformasi (Dxy), tau-a, tau-b Gamma dan tau-c Uji-F/Analisis Korelasi product regresi moment

KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS PENELITIAN
TEORI
Konsep/preposisi

Deduksi logika Inferensi HIPOTESIS Uji Hipotesis

GENERALISASI EMPIRIK
Pengukuran Parameter

Instrumen/sampel

OBSERVASI

PENYUSUNAN KERANGKA TEORETIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS 1. Pengkajian teori-teori ilmiah yang akan dipergunakan dalam analisis 2. Pembahasan hasil penelitian-penelitian lain yang relevan 3. Penyusunan kerangka berpikir dlm pengajuan hipotesis dengan menggunakan premis-premis pada (1) dan (2) dgn menyatakan secara tersurat postulat, asumsi, prinsip yang dipergunakan

4. Perumusan hipotesis

HIPOTESIS  

Hipotesis adalah hasil kajian pustaka atau proses rasional dari penelitian yang telah mempunyai kebenaran secara teoretik´. Kebenaran hipotesis masih harus diuji kebenarannya secara empirik, dengan demikian hipotesis dapat dianggap sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian dan masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empirik (Djaali, 2003) Hipotesis diartikan sebagai kesimpulan bersifat sementara atau proposisi tentatif tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. (Kerlinger, 2002)

CIRI-CIRI HIPOTESIS YANG BAIK

Hasil dari proses teoretik dan komparasai fakta yang handal, yang secara teoretik dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.  Hipotesis menyatakan hubungan antara variabel  Hipotesis harus dapat diuji  Hipotesis harus spesifik dan sederhana  Menyatakan pernyataan tentang karakteristik populasi 

LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESIS 
Merumuskan

hipotesis nihil (H0)  Menentukan Taraf Signifikansi  Menentukan Kriteria  Melakukan perhitungan statistika  Melakukan perhitungan dalam rangka pengujian hipotesis artinya, menemukan X2, t, F atau r yang bisa diamati dari sampel.  Menarik kesimpulan Kesimpulan Formal: Menolak H0 atau menerima H0 Kesimpulan Informal: makna atau implikasi dari kesimpulan formal berkaitan dengan masalah yang diteliti.

FORMAT HASIL PENELITIAN KORELASIONAL
BAB I BAB II PENDAHULUAN PENYUSUNAN KERANGKA TEORETIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS BAB III BAB IV BAB V METODOLOGI PENELITIAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

FORMAT HASIL PENELITIAN EKSPERIMEN & EX POST FACTO
BAB I BAB II PENDAHULUAN PENYUSUNAN KERANGKA TEORETIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS BAB III BAB IV BAB V METODOLOGI PENELITIAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

FORMAT HASIL PENELITIAN EVALUASI (Pdkt. Kuantitatif)
BAB I BAB II BAB III PENDAHULUAN ACUAN TEORITIK DESKRIPSI METODE DAN TEKNIK PENELITIAN BAB IV BAB V HASIL PENELITIAN KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

FORMAT HASIL PENELITIAN KUALITATIF
BAB BAB BAB BAB I II III IV PENDAHULUAN ACUAN TEORITIK METODOLOGI PENELITIAN TEMUAN-TEMUAN PENELITIAN (CULTURAL THEMES) BAB BAB V VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA CATATAN LAPANGAN LAMPIRAN-LAMPIRAN

FORMAT HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN MODEL
BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V PENDAHULUAN KAJIAN TEORITIK METODOLOGI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN, SARAN DAN

REKOMENDASI DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

FORMAT HASIL PENELITIAN KAJIAN PUSTAKA
BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V PENDAHULUAN KAJIAN TEORITIK METODOLOGI PENELITIAN HASIL PENELITIAN KESIMPULAN DAN

SARAN/REKOMENDASI DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

FORMAT HASIL PENELITIAN DESKRIPTIF
BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V PENDAHULUAN ACUAN TEORITIK METODOLOGI PENELITIAN HASIL PENELITIAN KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

FORMAT HASIL PENELITIAN TINDAKAN
BAB I BAB II PENDAHULUAN KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN BAB III BAB IV METODOLOGI PENELITIAN DESKRIPSI, ANALISIS DATA, INTERPRETASI HASIL ANALISIS, DAN PEMBAHASAN BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->