P. 1
Patofisiologi+diare

Patofisiologi+diare

|Views: 797|Likes:
Published by rizal_alhasbi085035

More info:

Published by: rizal_alhasbi085035 on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Diare Patofisiologi

Istilah diare digunakan jika feses kehilangan konsistensi normalnya yang padat. Hal ini biasanya berhubungan dengan peningkatan beratnya (pada laki-laki>235 g/hari dan perempuan>175g/hari) dan frekuensinya (>2 perhari). Diare dapat memiliki banyak penyebab : - Diare osmotic : terjadi akibat asupan sejumlah makanan yang sukar diserap bahkan dalam keadaan normal atau pada malabsorbsi. Termasuk dalam kelompok pertama adalah sorbitol(ada dalam obat bebas gula dan permen serte buah-buahan tertentu), fruktosa (jeruk, lemon, berbagai buah, madu), garam magnesium (antasida, laktasif) serta anion yang sukar diserap seperti sulfat, fosfat atau sitrat. Zat yang tidak diserap bersifat aktif secara osmotic pada usus halus sehingga menarik air ke dalam lumen. Dan hal ini tergambarkan dalam beberapa percobaan. Misalnya, asupan zat yang tidak diserap sebesar 150 mmol dalam 250 mL air akan memulai sekresi air secara osmitik di duodenum sehingga volumenya meningkat hingga 750 mL. Pada malabsorbsi karbohidrat, penurunan absorbsi Na di usus halus bagian atas menyebabkan penyerapan air menjadi berkurang . Aktivitas osmotic dari karbohidrat yang tidak diserap juga menyebabkan sekresi air. Akan tetapi, bakteri di dalam usus besar dapat memetabolisme karbohidrat yang tidak diserap hingga sekitar 80 g/hari menjadi asam organic yang berguna untuk menghasilkan energi, yang bersama-sama dengan air akan diserap di dalam kolon. Hanya gas yang dihasilkan dalam jumlah besar yang akan memberikan bukti terjadinya malabsorbsi karbohidrat. Namun, jika jumlah yang tidak diserap >80 g/hari atau bakteri usus dihancurkan oleh antibiotic , akan terjadi diare. - Diare sekretorik : dalam pemahaman yang lebih sempit terjadi jika sekresi Cl di mukosa usus halus diaktifkan. Di dalam sel mukosa , Cl secara sekunder aktif diperkaya oleh pembawa simport Na-K-2Cl basolateral dan disekeresi melalui kanal Cl di dalam lumen. Kanal ini akan lebih sering membuka ketika konsentrasi cAMP intrasel meningkat. cAMP dibentuk dalam jumlah yang lebih besar jika terdapat misal laktasif dan toksin bakteri tertentu (kolera). Toksin kolera menyebabkan diare massif (hingga 1000mL/jan) yang dapat secara cepat mengancam nyawa akibat kehilangan air, K dan HCO3. Pembentukan VIP (vasoactive intestinal peptide) yang berlebihan oleh sel tumor pulau pancreas juga menyebabkan tingginya kadar cAMP di mukosa usus sehingga mengakibatkan diare yang berlebihan dan mengancam nyawa yang biasa disebut dengan kolera pankreatik. Terdapat beberapa alasan mengapa diare terjadi setelah reaksi ileum dan sebagian kolon. Garam empedu, yang normalnya diabsorbsi di ileum, akan mempercepat aliran yang melalui kolon(absorbsi air menurun). Selain itu, garam empedu yang tidak diserap akan dehidroksilasi oleh bakteri dikolon. Metabolit garam empedu yang terbentuk akan merangsang sekresi NaCl dan H2O dikolon. Akhirnya, juga terjadi kekurangan absorbsi aktif Na pada segmen usus yang direseksi.

bising sistolik. dan ronki basah basal paru. Latar Belakang Masalah Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses yang tidak berbentuk (unformed stools) atau cair dengan frekwensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. konjungtiva pucat. jarak sumber air minum dengan tempat BAB tradisional 2 meter. II. tetangga mempunyai keluhan sama. dada berdebar. tubuh gatal. selama kurang lebih 1 bulan. yaitu membagi diare akut atas mekanisme Inflamatory. Shigella. C. Pemeriksaan lab : anemia berat. 2004). diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai diare yang disebabkan oleh infeksi sehingga dapat mendiagnosis penyakit dengan cepat dan tepat sebelum timbulnya komplikasi. B. Hystolitica. 2004). dan Penetrating (Zein. diare akut dapat disebabkan oleh infeksi. Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. 2004). Pemeriksaan fisik : pecah-pecah di tepi mulut. dan bakteri pada pemeriksaan tinja. intoksikasi (poisoning). protozoa. Bakteri. Secara etiologi. WHO memperkirakan ada sekitar 4 miliar kasus diare infeksi setiap tahun dengan mortalitas 3-4 juta pertahun (Umar Zein dkk. reaksi obat-obatan. pria.I. Inflamatory diarrhea akibat proses invasion dan cytotoxin di kolon dengan manifestasi sindroma Disentri dengan diare yang disertai lendir dan darah. auskultasi takikardi. Definisi lain memakai kriteria frekuensi. Di USA dengan penduduk sekitar 200 juta diperkirakan 99 juta episode diare infeksi pada dewasa terjadi setiap tahunnya. Non inflammatory. dan juga faktor psikis (Zein. Manfaat Dengan adanya laporan tutorial ini. Pendekatan klinis yang sederhana dan mudah adalah pembagian diare akut berdasarkan proses patofisiologi enteric infection. protozoa. PENDAHULUAN A. mengeluh sakit perut dan diare berlendir. Hasil anamnesis : pasien cepat lelah. Di negara maju diperkirakan insiden sekitar 0. Tujuan Laporan tutorial ini dibuat untuk membahas diare berlendir dan berdarah karena infeksi oleh bakteri. sering berkunang-kunang. dan cacing tambang. yaitu membagi diare akut atas mekanisme .5-2 episode/orang/tahun sedangkan di negara berkembang lebih dari itu. Beberapa agen infeksi yang dapat menyebabkan diare inflamasi dengan darah dan lendir adalah E. yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. TINJAUAN PUSTAKA Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat). eosinofilia. 43 tahun. Definisi Masalah Seorang petani. kadang-kadang berdarah. dan cacing. dan Parasit (Umar Zein dkk. kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam. 2004). alergi. Pendekatan klinis yang sederhana dan mudah adalah pembagian diare akut berdasarkan proses patofisiologi enteric infection. rumah berlantai tanah. Diare infeksi dapat disebabkan Virus. Mc Burney (-). D. didapatkan telur cacing.

amoeba dapat mengadakan metastasis ke hati lewat cabang vena porta dan menimbulkan abses hati. dari golongan bakteri adalah Shigella. penyakit ini terjadi terutama pada kota berpopulasi imigran yang tinggi. Non Inflamatory diarrhea dengan kelainan yang ditemukan di usus halus bagian proksimal.enteritidis. yakni adanya ulkus karena kemampuan amoeba ini menginvasi dinding usus. Enterotoxigenic E. Entamoeba hystolitica Entamoeba hystolitica merupakan patogen kolon yang lazim di negara belum berkembang. Beberapa agen infeksi yang dapat menyebabkan diare inflamasi antara lain dari golongan protozoa adalah Entamoeba Hystolitica. Dari ulkus di dalam dinding usus besar. mual. dan dari golongan cacing adalah Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang). Proses diare adalah akibat adanya enterotoksin yang mengakibatkan diare cair dengan volume yang besar tanpa lendir dan darah. Pada pemeriksaan tinja rutin secara makroskopis ditemukan lendir dan/atau darah. S. ulkus yang lebih dalam dapat menyebabkan perforasi hingga rongga peritoneum (Yulfi.fetus (Zein. dengan gejala klinis demam disertai diare. Amebiasis dapat berlangsung tanpa gejala (asimptomatik). Inflamatory diarrhea akibat proses invasion dan cytotoxin di kolon dengan manifestasi sindroma Disentri dengan diare yang disertai lendir dan darah. demam.thypi. 2004). serta gejala dan tanda dehidrasi. Non inflammatory. Mikroorganisme penyebab seperti. Pada pemeriksaan tinja secara rutin tidak ditemukan leukosit. Ulkus terjadi di submukosa hingga muskularis. muntah. 2006). V. tenesmus.Inflamatory. Salmonella. Y .coli (ETEC). Keluhan abdominal biasanya minimal atau tidak ada sama sekali. namun gejala dan tanda dehidrasi cepat timbul.cholerasuis. Embolisasi lewat pembuluh darah atau . A. Chronic Septicemia. yang disebut dengan Watery diarrhea. S.enterocolitidea. S. Lesi yang tipikal terjadi di usus besar. yakni kumpulan gejala gangguan pencernaan yang meliputi diare berlendir dan berdarah disertai tenesmus. Biasanya gejala klinis yang menyertai adalah keluhan abdominal seperti mulas sampai nyeri seperti kolik. Penyakit ini disebut juga Enteric fever. secara mikroskopis didapati leukosit polimorfonuklear. Penetrating diarrhea lokasi pada bagian distal usus halus. Pada pemeriksaan tinja secara rutin didapati leukosit mononuclear. Penderita kronis mungkin memiliki toleransi terhadap penyakit. Gambaran ulkusnya seperti gaung botol dengan hanya satu atau beberapa titik penetrasi di mukosa usus. Mikrooragnisme penyebab biasanya S. dan Penetrating. terutama pada kasus yang tidak segera mendapat cairan pengganti.parathypi A. Gejala dapat bervariasi. dan C.cholerae.B. Kista yang tertelan mengeluarkan amoeba aktif (trofozoit) dalam usus besar dan memasuki submukosa yang merupakan tempat infeksi terdalam (Chandrasoma. Di Amerika Serikat. Gejala yang khas adalah sindroma disentri. Infeksi terjadi karena tertelannya kista dalam makanan dan minuman yang terkontaminasi tinja. Patogenesis dan patologi Masa inkubasi dapat terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa bulan. sehingga tidak menderita gejala lagi (symptomless carrier). 2006). mulai rasa tidak enak di perut hingga diare.

5 hari dalam tanah. Daur hidup cacing tambang adalah sebagai berikut. dan biopsi (Yulfi. karena amoeba yang hidup sebagai komensal di dalam lumen usus besar. Anemia akan terjadi 10-20 minggu setelah infestasi cacing dan walaupun diperlukan > 500 cacing dewasa . Gambaran umum Penyakit ini tersebar di daerah tropis maupun subtropis. Gejala klinis dan patologis penyakit ini tergantung pada jumlah cacing yang menginfeksi usus. Dari laring. 2007). telur cacing akan keluar bersama tinja. Patofisiologi dan gejala klinis Cacing tambang hidup dalam rongga usus halus tapi melekat dengan giginya pada dinding usus dan menghisap darah. Infeksi terjadi bila larva filariform menembus kulit atau ikut tertelan bersama makanan (Fadilah Supari. atau limpa. otak. cacing jantan kira-kira 0. Diagnosis Selain menilai gejala dan tanda. Oleh karena itu sering digunakan kombinasi obat untuk meningkatkan hasil pengobatan. aspirat. larva ikut tertelan dan masuk ke dalam usus halus dan menjadi cacing dewasa. Untuk scrining cukup mengguanakan sediaan basah dengan bahan saline dan diwarnai lugol agar terlihat lebih jelas. Ancylostoma duodenale. Penatalaksanaan Hampir semua obat amebisid tidak dapat bekerja efektif di semua tempat usus. dan jarang disebabkan oleh Ancylostoma braziliense. 1983). dan menimbulkan abses disana (Soewando. 2006). sebaiknya diobati.000 butir telur sehari. Hospes parasit ini adalah manusia. Di paru-paru menembus pembuluh darah masuk ke bronchus lalu ke trachea dan laring. Cacing betina mempunyai panjang sekitar 1 cm. Walaupun tanpa keluhan dan gejala klinis. spesimen yang dapt diperiksa berasal dari enema.000 – 10. 2007). 2006). Cacing dewasa hidup di rongga usus halus dengan giginya melekat pada mucosa usus. dan Ancylostoma malayanum (Brown. Cacing tambang Penyakit cacing tambang disebabkan oleh cacing Necator americanus. Setelah menembus kulit. Dalam waktu sekitar 3 hari larva tumbuh menjadi larva filariform yang dapat menembus kulit dan dapat bertahan hidup 7–8 minggu di tanah. larva ikut aliran darah ke jantung terus ke paru-paru. Ancylostoma caninum. telur tersebut menetas menjadi larva rabditiform. paling sedikit 500 cacing diperlukan untuk menyebabkan terjadinya anemia dan gejala klinis pada pasien dewasa (Pohan. diagnosis amebiasis yang akurat membutuhkan pemeriksaan tinja untuk mengidentifikasi bentuk trofozoit dan kista.pembuluh getah bening dapat pula terjadi ke paru. terutama bila diberikan obat tunggal. Selain tinja. B. 2006). Di Indonesia penyakit ini lebih banyak disebabkan oleh Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. cacing dewasa berbentuk seperti huruf S atau C dan di dalam mulutnya ada sepasang gigi. Cacing betina menghasilkan 9. Infeksi cacing tambang menyebabkan kehilangan darah secara perlahan-lahan sehingga penderita mengalami kekurangan darah (anemia) (Fadilah Supari. Metode yang paling disukai adalah teknik konsentrasi dan pembuatan sediaan permanen dengan trichom stain.8 cm. sewaktu-waktu dapat menjadi patogen. setelah 1 – 1.

nonmotil. 2007). Penatalaksanaan Perawatan umum dilakukan dengan pemberian nutrisi yang baik. kebanyakan dari mereka mempunyai antigen O. Kekhususan serologik mereka tergantung pada polisakarida (Jawetz (dkk). dan diare cair tanpa darah. muntah. Shigella Shigella merupakan bakteri basil gram negatif yang tipis.untuk menimbulkan gejala anemia tersebut tentunya bergantung pula pada keadaan gizi pasien (Pohan. Kelainan anatomis Basil disentri tidak ditemukan di luar rongga usus. 2007). Vircid). memfermentasi glukosa. tetapi tumbuh baik secara aerob. diare. 1983). Tinja dapat mengandung sejumlah darah (Brown. adanya bising katub. suplemen preparat besi pada anemia berat (Pohan. Shigella memasuki host lewat mulut. sedang ileum hanya hipereremik ringan (Sya’roni. Eosinofilia akan terlihat jelas pada bulan pertama infeksi (Pohan. penularan dengan fecal-oral. Rasa gatal di kaki. Mungkin ada mual. demam. Kelainan pada selaput lendir disebabkan oleh toksin kuman. Lalu spesimen dari tinja ditanam di atas media diferensial dan media selektif untuk menemukan kuman shigella. kemudian feses berdarah setelah 3 – 5 hari kemudian. . dan tidak merusak selaput lendir. Shigellosis kronis dapat menyerupai kolitis ulseratif. 2006). Gejala awal terdiri dari demam. konstipasi. Lamanya gejala rata-rata pada orang dewasa adalah 7 hari. Shigella mempunyai bentuk antigenik yang kompleks. diameter sampai kira-kira 2 mm dalam 24 jam. larva dapat ditemukan dalam sputum. dan takikardi. transparan. penyebaran dalam aliran darah sangat jarang. C. Shigellosis timbul dengan gejala adanya nyeri abdomen. kecuali Shigella sonnei tidak mempermentasi laktosa. Pyrantin). Diagnosis Penegakan diagnosis dengan pemeriksaan tinja secara langsung terhadap kuman serta biakan hapusan. 2007). 2005). dermatitis. pruritus kulit. 2007). dapat menyebabkan batuk darah akibat pecahnya dinding alveolus (Pohan. Albendazole (Fadilah Supari. bundar. Obat untuk infeksi cacing tambang adalah Pyrantel pamoate (Combantrin. nyeri abdomen. pada kasus yang lebih parah menetap selama 3 – 4 minggu. Vermona. Pemeriksaan laboratorium Diagnosis pasti dengan ditemukannya telur cacing tambang dalam tinja pasien. dan kadang-kadang ruam mukulopapula sampai vesikel merupakan gejala pertama yang dihubungkan dengan invasi larva cacing tambang ini. dan status karier kronis dapat terjadi (Zein. Pada permulaan infeksi ada eosinofilia yang nyata. dan feses berlendir. bila menahun. 2007). Bagian tubuh antigen O shigella adalah polisakarida. fakultatif anaerob. Gejala klinis Secara klasik. BAB berdarah. eosinofil berkurang. Jantung hipertrofi. Selain tinja. Mebendazole (Vermox. Selama larva di paru-paru. Lokasi usus yang terkena adalah usus besar dengan kelainan terberat daerah sigmoid. Anemia yang terjadi biasanya anemia hipokromik mikrositik. Koloni shigella cembung. 2004).

dan bakteri. Trimetoprim-sulfametoksazole atau fluoroquinolon dua kali sehari selama 3 hari merupakan antibiotik yang dianjurkan. Atau bisa juga karena ada parasit yang menghisap darah. yaitu diare noninflamasi. kondisi rumah yang kurang sehat. Nampaknya penderita mengalami diare inflamasi. bisa disebabkan oleh banyaknya darah yang keluar bersama feses. juga bisa menjadi sumber penularan penyakit dari parasit seperti cacing. hitung eritrosit. Eosinofil lebih potent untuk membunuh cacing . dan hematokrit. yaitu : Keadaan dimana massa eritrosit dan atau massa hemoglbin yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Kondisi rumah yang tidak sehat yaitu sumber air minum yang terlalu dekat jaraknya dengan tempat BAB bisa menjadi sumber penularan penyakit. Dari tanda dan gejala yang lain pula mengarahkan pada infeksi cacing. dan ditemukan telur cacing pada tinja. Derivat opiat harus dihindari. Tanda-tanda yang merupakan tanda dan gejala anemia antara lain cepat lelah setelah aktivitas. dan gejala lain. dada berdebar-debar. berarti penderita tidak mengalami apendisitis. dan diare penetrasi. Terapi antimikroba diberikan untuk mempersingkat berlangsungnya penyakit dan penyebaran bakteri. diare dibedakan menjadi tiga macam. Cepatnya aliran darah mengakibatkan aliran turbulensi sehingga menimbulkan bising sistolik. ronki basah basal paru. Akhirnya dada terasa berdebar-debar dan takikardi. tanda-tanda anemia. dapat dijelaskan patofisiologi terjadinya tanda-tanda anemia pada penderita di atas. Dari pengertian tersebut. diare inflamasi.Penatalaksanaan Terapi dengan rehidrasi yang adekuat secara oral atau intravena. didapatkan bahwa penderita mengalami diare. Yang menarik dan perlu menjadi perhatian dari kasus di atas adalah pasien kadang merasa gatal. gatal pada tubuh. eosinofilia. III. sedangkan IL-5 merangsang pembentukan dan perkembangan eosinofil. Cacing dapat merangsang sel Th2 untuk memproduksi IL-4 dan IL-5. Pada kasus. maka pembentukan energidalam sel-sel tubuh akan terganggu. sering berkunang-kunang. Penurunan dibawah normal kadar hemoglobin. IL-4 merangsang produksi IgE. Ketika tubuh kekurangan oksigen. Penderita menunjukan tanda-tanda anemia. tergantung dari keparahan penyakit. Hal ini tergambar dari hasil pemeriksaan laboratorium. pada pemeriksaan tinja didapatkan telur cacing. dan bising sistolik. Mc Burney (-). jantung akan berdetak lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. sehingga jika berlangsung terus-menerus dan lama akan mengakibatkan anemia. Pekerjaan penderita sebagai petani. protozoa. konjungtiva pucat. Mc Burney adalah suatu uji untuk mengetahui adanya apendisitis. sehingga tubuh akan cepat lelah. seperti eosinofilia. Anemia pada kasus. PEMBAHASAN Pada kasus di atas. Anemia memiliki dua pengertian. Hal ini juga berpengaruh pada otak sehingga penderita akan sering berkunang-kunang. Seperti sudah dijelaskan dalam tinjauan pustaka. dimana diarenya diikuti dengan lendir dan darah. seorang petani. Sebagai kompensasi dari kekurangan oksigen. takikardi.

Jawetz. http://library.160. IV. (30 Juni 2008). penderita mengalami diare inflamasi dengan manifestasi sindroma Disentri dengan diare yang disertai lendir dan darah. konjungtiva pucat. Kemungkinan. Brown. Selain itu.194/peraturan/Himp. Saran Untuk menghindari penularan penyakit ini. Protozoa Intestinalis. Untuk penatalaksanaan penderita tersebut. 3. secara mikroskopis didapati leukosit polimorfonuklear. Mikrobiologi Kedokteran. 2. mual. Jakarta : Penerbit PT Gramedia. sedangkan bakteri adalah Shigella yang dapat menyebabkan disentri (diare berdarah). . Biasanya gejala klinis yang menyertai adalah keluhan abdominal seperti mulas sampai nyeri seperti kolik. Penderita menunjukan tanda-tanda anemia. Melnick. Pada kasus di atas. Kesimpulan 1. demam. 2006.usu. Edisi 2. Dasar Parasitologi Klinis. Jakarta : EGC. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Jakarta : Penerbit Salemba Medika. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. sebaiknya setiap orang harus menjaga kebersihan lingkungannya.pdf. Penyakit Cacing yang Ditularkan Melalui Tanah.id/download/fkm/fkm-rasmaliah. 5. 125. Diagnosis yang paling mendekati berdasar gejala dan tanda yang ada pada penderita adalah terutam infeksi cacing tambang. Yulfi. PENUTUP A. Ringkasan Patologi Anatomi.pdf. 2006. penderita mengalami infeksi multipel (lebih dari satu penyakit).%20Cetak%2006/Cetak%20Himp. 2006.dibanding lekosit lain karena granula eosinofil berupa mayor basic protein (MBP) lebih toksik bagi cacing dibanding enzim proteolitik dan ROI yang diproduksi oleh netrofil dan makrofag. Namun begitu. 2. Pada pemeriksaan tinja rutin secara makroskopis ditemukan lendir dan/atau darah. 4. 2007. In : Sudoyo. Fadilah Supari. 1983. adalah dengan mengobati semua penyebab infeksinya. Tanda-tanda yang merupakan tanda dan gejala anemia antara lain cepat lelah setelah aktivitas. Protozoa yang paling mendekati berdasarkan gejala dan tanda adalah Entamoeba Hystolitica. B. dada berdebar-debar. 3. Hal ini tergambar dari hasil pemeriksaan laboratorium. 2005. Cacing yang paling mungkin sebagai diagnosis adalah cacing tambang. yang disertai dengan infeksi protozoa yaitu Entamoeba hystolitika dan bakteri yaitu Shigella. pada pemeriksaan tinja juga ditemukan protozoa dan bakteri. Siti. dkk. Hemma. muntah. Herdiman. Chandrasoma dan Taylor. V. untuk diagnosis pasti penyakit tersebut parlu dilakukan identifikasi.%20Jilid %20V/Kecacingan/Lamp%20KMK%20Cacingan. dan Adelberg’s. takikardi. Pedoman Pengendalian Cacingan. Harold. tenesmus. dan bising sistolik. Pohan. 6.76.ac. sering berkunang-kunang. Sumber air minum sebaiknya minimal 10 meter dari tempat pembuangan sampah dan tempat BAB. serta gejala dan tanda dehidrasi. DAFTAR PUSTAKA 1. (30 Juni 2008).

In : Sudoyo. Disentri Basiler. In : Sudoyo. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. dkk. Umar.usu.7.ac. 8. 2004.id/download/fk/penydalam-umar4. library. Kholid.usu. . library. Sya’roni. Akmal. 2007. Diare Akut Infeksius Pada Dewasa. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. (30 Juni 2008). Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.ac. Amebiasis. dan Josia. Diare akut Disebabkan Bakteri.pdf. Eddy. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV.php? op=modload&name=Downloads&file=index&req=getit&lid=1285. Soewando. 10. Zein.id/modules. Umar Zein. dkk. 2007. 2004. 9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->