You are on page 1of 5

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬

Khutbah Idul Adha 1427 H

MENGAMBIL TELADAN

DARI KISAH NABI IBRAHIM A.S

KHUTBAH PERTAMA :

Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah …

Marilah pada pagi hari ini, kita tingkatkan rasa ketaqwaan kita kepada Allah swt , seraya
bersyukur kepada-Nya bahwa sampai saat ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan
sehingga bisa menunaikan ibadah sholat Idul Adha yang diberkati oleh Allah swt ini.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah bersama –sama, kita merenungi firman
Allah swt, sebagaimana yang tersebut di dalam Surat Al Shofat : 99- 111, tentang kisah
nabi Ibrahim as. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau, untuk kemudian
kita jadikan bekal di dalam mengarungi kehidupan ini. Sungguh sangat benar apa yang
difirmankan Allah swt :

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang
yang bersama dengan-nya “ ( QS Al Mumtahanah : 4 )

Diantara pelajaran yang bisa kita ambil pada pagi hari adalah :

Pelajaran Pertama :

“ Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabb-ku, dan Dia
akan memberi petunjuk kepadaku . “ ( Q. S. Al Shofat : 99 )

Paling tidak, ada empat hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas :

1. Allah memerintahkan kita untuk berhijrah dan mencari tempat yang kondusif untuk
beribadah kepada Allah dan berdakwah di jalan-Nya. Nabi Ibrahim as, setelah sekian
tahun berdakwah pada kaumnya, ternyata yang didapat bukan sambutan baik, akan
tetapi cercaan, hinaan, bahkan usaha pembunuhan terhadapnya, ia dipaksa untuk
menceburkan diri ke dalam api yang sedang menyala. Setelah Allah menyelematkan-
nya, beliu diperintah untuk berhijrah ke negri Syam, dalam hal ini Palestina, untuk
melanjutkan gerakan dakwah.
2. Allah memerintahkan kita untuk meluruskan niat hanya untuk mencari ridha Allah di
dalam setiap perbuatan.
3. Allah memerintahan kita untuk membulatkan tekad di dalam menempuh sebuah
tujuan yang mulia.
4. Allah memerintahkan kita agar senantiasa mengingat kematian, karena
bagaimanapun juga hebatnya seseorang di dunia ini, akhirnya akan kembali juga
kepada Allah swt . “ Inna Lillah wa Inna Ilahi Roji’un “ Kita adalah milik Allah dan
akhirnya kita akan kembali kepada-Nya juga .

( Qs Al Shoffat : 101 ) Ada dua hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas : • Kalau kita sudah berdo’a secara sungguh-sungguh dan terus-menerus. istri yang sholehah dan seterusnya. Kita harus menyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan. Diantaranya adalah hendaknya kita tidak meminta sesuatu kepada Allah swt di dalam kehidupan ini. Di sini. 2. yaitu keturunan yang akan meneruskan perjuangannya di dalam menyebarkan dan menegakkan ajaran Islam. maka wajib bagi kita. Kita lihat umpamanya nabi Ibrahim as. seandainya meminta sesuatu kepada Allah . memberikan kita sakit dan yang menyembuhkan. Al Baqarah : 200-201 : “ Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami. kita tidak boleh putus asa. mengatur dan merawat alam semesta ini. menurunkan hujan. .S. ilmu yang bermanfaat. walaupun puluhan tahun lamanya do’nya belum diterima oleh Allah . Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah … Pelajaran Ketiga : “ Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar “ . Ini sangat sesuai dengan do’a yang tersebut di dalam Q. hendaknya meminta sesuatu yang ada manfaatnya di akherat kelak. dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. kecuali jika sesuatu tersebut mempunyai maslahat di dalam hidup kita di dunia dan akherat secara bersama-sama. seperti meminta anak yang sholeh. tetapi Allah belum mengabulkan-nya juga. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami.”( QS Yusuf : 87 ) Nabi Ibrahim as sendiri tidak pernah putus asa dalam berdo’a. dan selalu mendo’akannya tatkala ia telah meninggal dunia. Setelah kita menyakini hal itu semua. do’a tersebut telah dikabulkan oleh Allah swt . melainkan kaum yang kafir. “ ( QS Al Baqarah : 200-201 ) Begitu juga kita. Sebagaimana firman Allah : “ Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Allah swt mengajarkan kepada kita adab berdo’a. – sebagai konsekwensi logis dari keyakinan tersebut – untuk tidak beribadah dan meminta pertolongan kecuali kepada Allah swt.Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah … Pelajaran Kedua : “ Ya Tuhanku. karena putus asa terhadap rahmat Allah adalah sifat orang-orang yang tidak beriman. kita dapatkan nabi Ibrahim as tidak memohon kecuali kepada Allah agar dikarunia keturunan. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah. memberikan anak. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh “ ( Qs Al Shoffat : 100 ) Ada tiga hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas : 1. keturunan yang akan selalu berbakti kepada orang tua di saat masih hidup. Nabi Ibrahim as menyakini hal itu semuanya. baru pada masa tua-nya. oleh karenanya beliau memanggil Allah dengan kata « Rabb « yaitu Yang memelihara dan Yang merawat . yang menghidupkan dan yang mematikan. harta yang barakah. Dan hanya Allah-lah yang menurunkan rizki. berilah kami (kebaikan) di dunia”. 3. tidak meminta keturunan kecuali keturunan yang sholeh.

Sesuatu yang tidak dikehendaki nabi Ibrahim tersebut. benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Sesungguhnya Tuhanku. yang dialami oleh nabi Ibrahim as. demi mencapai kecintaan kepada Allah swt. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Nabi Ibrahim as berhasil meraih predikat kholilullah ( kekasih Allah ). « ( QS Ali Imran : 92 ) • Bahwa kehidupan ini tidak kekal. Ini sesuai dengan firman Allah swt : « Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna). yang tidak ada tumbuh-tumbuhan dan air. musibah yang kita anggap akan mendatangkan malapetaka. Kadang. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Kita lihat umpamanya. Maka Allah menyebut kesenangan dunia ini dengan kesenangan yang menipu ( mata’u al ghurur ). Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. dan banyak hal yang terjadi secara tiba-tiba di luar perkiraan kita. jika cara mengolahnya tidak sesuai tuntunan Allah swt. kita dapatkan dalam kehidupan dunia ini hal-hal yang kita cintai justru malah cepat pergi dari kita. Begitu juga. tentu sangat tidak senang jika diperintahkan menyembelih anaknya sendiri. Sebagai manusia. yang sangat dicintainya. ternyata telah menjelma menjadi sebuah ibadah haji yang dikemudian hari akan diikuti berjuta –juta manusia. Tapi apa akibatnya ? Ketika kedua-duanya pasrah. Beliau memuji Allah atas nikmat tersebut : “ Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku. dan dari peristiwa itu juga. karena akan sirna bahkan berubah menjadi malapetaka. tentunya nabi Ibrahim tidak ingin mengerjakan hal tersebut kalau bukan karena perintah Allah swt. diperintahkan untuk menyembelih anaknya Ismail. karena telah mampu mengorbankan sesuatu yang dicintainya yang berupa anak . • Kita wajib mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita.” ( QS Al Hadid : 20 ) • Tetapi pelu diingat juga bahwa tidak setiap perkara yang kita benci pasti membawa mudharat bagi kehidupan kita. kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. kecuali jika kita mau mengorbankan apa yang kita cintai . sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Allah swt berfirman : “ Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. Setiap orang yang masih mempunyai hati nurani yang sehat. ketika diperintahkan Allah swt untuk meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil di tengah padang pasir. keluarlah air zamzam yang dapat menghidupi jutaan orang dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit. insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” ( QS As Shofat : 102 ) Ada lima hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas : • Bahwa kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan dan keberhasilan di dalam kehidupan dunia ini dan di akherat nanti. ternyata malah membawa kita kepada kesuksesan besar di dalam hidup ini. dia sangat bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada-nya berupa anak walaupun baru terkabulkan di akhir umurnya. Terkadang yang terjadi adalah sebaliknya. Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. “ ( QS Ibrahim : 39 ) Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah … Pelajaran Keempat : “ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim. sekecil apapun nikmat tersebut. sebaliknya hal-hal yang kita benci malah datang terus kepada kita. Atau bahkan nikmat tersebut baru kita dapat di akhir hidup kita. . Nabi Ibrahim mencontohkan hal ini kepada kita. ketika nabi Ibrahim as.

Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. serta menyerahkan diri kepada Allah swt. Norwegia. “ ( QS Al Munafiqun : 9 ) KHUTBAH KEDUA : Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah … Pelajaran kelima : “ Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya). apakah akan melalaikannya dari ibadat dan taat kepada Allah swt ? disinilah nabi Ibrahim as diuji. Dan menurut data tersebut. Problematika –problematika tersebut berkisar pada masalah keluarga. jangan sampai melalaikan kita dari beribadat kepada-Nya. • Kesenangan dunia yang diberikan Allah kepada kita. sedang kamu tidak mengetahui. Dari peristiwa ini. pekerjaan dan lain-lainya. Sebaliknya. Allah berfirman : . artinya setiap hari sebanyak 75 orang bunuh diri. Al Shofat :103 ) Seorang hamba yang sabar ketika diuji oleh Allah swt. 80 % nya disebabkan karena stress dan tidak kuat di dalam menghadapi berbagai problematika yang menimpa dirinya. seperti Denmark. pernikahan.. dan pada saat anak tersebut beranjak menjadi dewasa.( QS Al Baqarah : 216 ) • Oleh karenanya. studi. janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. S. kadang sesuatu yang kita benci. Dalam rangka itulah. Data dari Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) menyebutkan bahwa 800 ribu orang dari penduduk dunia setiap tahunnya melakukan tindakan bunuh diri. “ ( Q. anak. apakah anak yang telah lama dinanti-nantikan tersebut. dan taat dengan segala perintahnya. Allah swt setelah memberikan karunia anak yang sholeh kepada nabi Ibrahim as. akhirnya umat Islam diperintahkan untuk berkurban setiap datang hari raya Idul Adha. Berbeda dengan orang –orang yang tidak beriman dan tidak mempunyai keyakinan kepada janji-janji Allah swt. padahal ia amat buruk bagimu. dia sangat menyakini bahwa setiap yang diperintahkan Allah akan selalu berakibat baik. di dalam menghadapi ujian kehidupan dunia ini. justru adalah kebaikan bagi kita sendiri. serta pasrah dengan hukum-hukum-Nya. Memang. Dia segera melaksanakan perintah Allah swt untuk menyembelih anaknya. Diantara balasan yang diberikan Allah itu adalah sebagai berikut : • Mendapat pujian dan predikat dari Allah sebagai orang berbuat baik dan tergolong orang-orang yang muhsinin . Allah membatalkan perintah tersebut dan menggantikannya dengan kambing. yang telah lama dirawat dan didiknya sehingga menjadi dewasa dan sangat menyejukkan hati orang tuanya itu. (nyatalah kesabaran keduanya ). Allah swt berfirman : “ Hai orang-orang beriman. Perancis. niscaya dia termasuk orang –orang yang merugi. dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu. padahal ia amat baik bagimu. Allah swt hendak menguji nabi Ibrahim as. sebagaimana yang dicontohkan nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri. Allah mengetahui. fenomena semacam ini paling banyak didapati di negara- negara maju. apalagi anaknya satu-satunya yang sedang beranjak dewasa. Apakah dia lebih mencintai anak atau mencintai Allah swt ? Ternyata nabi Ibrahim as. Allah berfirman : “ Boleh jadi kamu membenci sesuatu. mereka akan goncang dan stress jika kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya. kalau dia tetap lebih mencintai anaknya dan melalaikan perintah Allah swt. secara baik telah mampu melewati ujian tersebut. kita haru sabar dan tawakkal. Di Amerika Serikat sendiri didapatkan bahwa setiap 20 menit telah terjadi kasus bunuh diri. niscaya akan mendapatkan balasan yang stimpal di dunia ini dan di sisi Allah pada hari akhir nanti. Ia telah menempatkan kecintaannya kepada Allah di atas segala-galanya.

Paling tidak. Allah berfirman : “ yaitu Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. anak yang sholeh.“ Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim “ . kemudahan. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu . keberhasilan studi. Kita. “( Qs As Shofat : 109 ) Selain itu. dan ditulis dengan tinta emas di dalam buku- buku sejarah. tepatnya di akhir sholat. • Allah akan melimpahkan rahmat dan kedamaian serta keselamatan di dalam kehidupannya . kita diperintahkan membaca sholawat kepada nabi Ibrahim a. • Nama dan perjuangannya dikenang oleh generasi selanjutnya.( Qs As Shofat : 104-105 ) • Mendapatkan rizqi yang melimpah. Dengan sikap pasrah terhadap perintah Allah. setelah pasrah penuh kepada perintah Allah. “ ( Qs As Shofat : 108 ) Perjuangan dan ketabahan nabi Ibrahim telah diabadikan dalam Al Qur’an yang akan dibaca kaum muslimin hingga hari kiamat. generasi selanjutnya juga akan selalu mendoakannya. kelancaran dalam urusan-urusan. lima kali sehari kaum muslimin mendo’akan keselamatan atas nabi Ibrahim dan keluarga serta keturunannya. Allah berfirman : “ Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. kaum muslim in jika mengikuti langkah nabi Ibrahim di atas. maka Allah memberikannya rizki berupa kambing kurban. seperti kesehatan. akhirnya nabi Ibrahim menjadi panutan umat sepanjang zaman. Allah berfirman : “ Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. “( Qs As Shofat : 107) Nabi Ibrahim as.s . sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. kemudahan di dalam mendapatkan pekerjaan dan lain-lainnya. niscaya akan mendapatkan rizki yang melimpah juga.