You are on page 1of 14

BAB III

PERANCANGAN

Proses perancangan dan pembuatan proyek Tugas Akhir ini dapat

digolongkan menjadi dua bagian, yaitu :

1. Perancangan dan Pembuatan Hardware.

2. Perancangan dan Pembuatan Software.

3. 1. Perancangan dan Pembuatan Hardware

Perancangan dan pembuatan hardware meliputi beberapa proses,

diantaranya pembuatan desain sistem hardware, pembuatan mekanik alarm, dan

pembuatan komunikasi microcontroller dengan handphone.

3. 1. 1. Desain Sistem Hardware

Secara umum proses kerja rangkaian elektronik alarm motor berbasis sms

ini adalah sebagai berikut :

S w itch(P u sh B u tto
) n
In d ica to r L e d
O n / O ff

M icr o co n tr o lle r
A T M e g8 a5 3 5

H andphone
S ie m e n s5 C
5

Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem

31

32 Cara kerja dari system alarm ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Setelah alarm menyala. Jika motor masih hidup maka alarm tidak dapat dinyalakan. jika motor dalam kondisi siaga 1 maka indicator lampu kuning akan menyala dan Microcontroller akan mengirim sms siaga 1 kepada pemilik motor. Proses dimulai ketika alarm dinyalakan melalui tombol On/OFF. motor harus dalam keadaan mati. Jika motor dalam kondisi aman maka indicator lampu hijau akan menyala. Keterangan: Kondisi motor diasumsikan dengan tombol switch On/Off. sedangkan kondisi motor dikatakan darurat jika swtich kuning dan merah ditekan . selanjutnya adalah pengecekan kondisi motor. Terdapat 2 switch On/Off untuk mensimulasikan kondisi motor. yaitu switch berwarna kuning dan merah. Setelah proses scanning handphone selesai. Dengan catatan. scanning Handphone ini berfungsi untuk mengetahui apakah koneksi antara handphone dengan PC sudah terjalin atau belum. jika motor dalam kondisi darurat maka indicator lampu merah akan menyala dan Microcontroller akan mengirim sms darurat kepada pemilik motor. jika sukses maka hasil dari scanning tersebut kemudian ditulis ke dalam memori handphone. proses selanjutnya Microcontroller akan melakukan scanning terhadap Handphone. Kondisi motor dikatakan siaga 1 jika switch kuing ditekan.

dimana konfigurasinya dapat dilihat pada schematic di bawah ini : . yang ditandakan dengan matinya semua led indicator. Untuk mengetahui konfigurasi Pin Handphone. Pin yang akan digunakan adalah pin 3 sebagai TX. dapat dilihat table di bawah ini : Tabel 3. Komunikasi Microcontroller dengan Handphone Untuk menghubungkan handphone dengan microcontroller digunakan sebuah komunikasi serial yang menghubungkan Pin TX – RX – Gnd handphone dengan pin TX – RX – Gnd microcontroller. Pin 4 sebagai RX dan Pin 2 sebagai Gnd. 1. Jika motor berhasil dicuri maka dalam waktu 5 menit motor akan otomatis mati total (auto shutdown). 33 4. Agar dapat menggunakan komunikasi serial digunakan kabel data RS232 untuk Siemens C55.1 Konfigurasi Pin Handphone Siemens C55 Pin Keterangan 1 Vin 2 Gnd 3 Data Out (TX) 4 Data In (RX) 5 CTS 6 RTS 7 DCD 8 Audio P 9 - 10 Audio N 11 Gnd Mic 12 EPP Berdasarkan table di atas. 2. 3.

digunakan PORT DB9 Male. kabel data RS232 yang digunakan nanti akan memiliki konfigurasi Pin 2 sebagai RX. 34 Pin Siemens C55 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PORT DB9 Kabel Data RS232 5 4 3 2 1 9 8 7 6 Gambar 3.0 sebagai RX dan Pin D. Agar mudah menghubungkan kabel data dengan microcontroller.2 Konfigurasi Pin Kabel Data Berdasarkan gambar di atas.1 sebagai TX. dan konfigurasi pinnya dapat dilihat pada schematic di bawah ini : 1 6 2 7 3 ATMega 8535 8 4 9 Gnd 5 TX RX Gambar 3. pin 3 sebagai TX dan pin 5 sebagai Gnd Untuk microcontroller ATMega8535 konfigurasi pin TX – RX berada pada PORT D. PORT DB9 Male yang terhubung dengan microcontroller memiliki konfigurasi Pin 2 sebagai TX. .3 Konfigruasi Pin DB9 Male Berdasarkan gambar di atas. dimana Pin D. Pin 3 Sebagai RX dan Pin 5 sebagai Gnd.

Schematic Alarm Bahan – bahan yang dibutuhkan dalam membuat rangkaian alarm ini adalah sebagai berikut : 1. 1 buah LED Kuning . 1. 1 buah LED Hijau 9. konfigurasi antara handphone dengan microcontroller ATmega8535 melalui komunikasi serial dilakukan dengan menghubungkan kabel data RS232 untuk Siemens dan PORT DB9 Male untuk Microcontroller. 1 buah saklar On / Off Warna Kuning 4. 1 buah SUB D-9 (M) 2. 1 buah LED Putih 7.2 Komunikasi Microcontroller dengan HandPhone 3. 1 buah LED Biru 8. 1 buah saklar On / Off Warna Hijau 3. dan konfigurasinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini : 1 2 3 5 1 4 6 9 2 4 5 8 7 6 AT Mega8535 3 3 7 7 8 Gnd 8 2 4 6 9 9 TX 1 1 0 11 1 2 RX 5 Gambar 3. 1 buah saklar On / Off Warna Merah 5. 3. 5 buah resistor 220Ω / 0. 35 Jadi.5v 6.

1 buah LED Merah 11. 1 buah MinSys ATMega8535 + IC ATMega8535 Gambar dari schematic rangkaian alarm yang akan dibuat adalah sebagai berikut : Gambar 3. 6 buah Baterai 1. 36 10.5V 12.3 Schematic Rangkaian Alarm Keterangan : Untuk mengaktifkan system alarm maka kita harus menyalakan saklar On / Off berwarna hijau. .

37 Setelah system alarm menyala. jika motor dalam keadaan darurat maka led merah akan menyala. switch dan aksi system dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3. Kondisi motor. hal ini dikarenakan Handphone tipe Siemens C55 hanya dapat menggunakan PDU sebagai format SMSnya. setelah koneksi antara handphone dan microcontroller tersambung maka system siap digunakan. Perancangan Format SMS Format SMS yang akan digunakan dalam pembuatan alarm ini adalah format PDU. . jika motor dalam keadaan siaga 1 maka led kuning yang akan menyala. Jika kondisi motor aman maka led hijau akan menyala. system akan melakukan scanning HP. - Switch Kuning OFF 4 Switch Kuning ON & Darurat Kirim SMS Darurat lalu Switch Merah ON Autoshutdown 5 Switch Kuning OFF & Motor Aman - Switch Merah OFF 3. Switch Keterangan Aksi 1 Switch Hijau ON Alarm dinyalakan Proses dimula 2 Switch Kuning ON & Siaga 1 Kirim SMS Siaga Switch Merah OFF 3 Switch Merah ON & . Setelah proses scanning selesai. selama proses scanning berjalan led yang berwarna biru akan menyala terus.2 Kondisi Switch. motor dan aksi system No. 2. proses selanjutnya adalah pengecekan kondisi motor.

Dalam pembuatan alarm ini ada beberapa sms yang nantinya akan digunakan. yaitu : 1. Ubah hasil bilangan 7bit pada no.3 menjadi bilangan Hexa. 38 Karena format PDU berbeda dengan format teks. Ubah setiap kata dalam format teks ke dalam bilangan ASCII. Ubah hasil bilangan 8bit pada no.1 menjadi bilangan 7bit. Berikut ini langkah-langkah untuk mengubah sms di atas : Format Teks : Koneksi Sukses ASCII : K: 75 o: 111 n: 110 e: 101 k: 107 s: 115 i: 105 (spasi) : 32 S: 83 u: 117 k: 107 s: 115 e: 101 s: 115 Bilangan 7bit : 1001011 1101111 1101110 1100101 1101011 1110011 1101001 0100000 1010011 1110101 1101011 1010011 1100101 1010011 Bilangan 8bit : 11001011 10110111 10111011 10111100 10011110 10100111 01000001 11010011 11111010 01111010 01011010 10011110 00000010 . yaitu “Koneksi Sukses” Agar SMS di atas yang masih dalam bentuk teks dapat terbaca oleh Handphone. maka untuk untuk merubah format teks menjadi PDU ada beberapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu. maka SMS di atas harus dirubah terlebih dahulu menjadi PDU. 3.2 menjadi bilangan 8bit. Ubah hasil bilangan ASCII di no. 2. 4. seperti format saat scanning HP berhasil dilakukan.

Saat ini motor 6ABFE96F3928EC268741E4303BDC06ADCB61 anda dalam keadaan tidak 7238EC06D1D3E4F01A146E87DD20D434193C aman (SIAGA1) 066329 BAHAYA. bentuk format teks dan PDUnya dapat dilihat pada tabel 3.1 Tabel 3. 39 Bilangan Hexa : 1100 1011 1011 0111 1011 1011 1011 1100 1001 1110 1010 0111 12 11 11 7 11 11 11 12 9 14 10 7 0100 0001 1101 0011 1111 1010 0111 1010 0101 1010 1001 1110 4 1 13 3 15 10 7 10 5 10 9 14 0000 0010 0 2 => CBB7BBBC9EA741C3FA7A5A9E02 Format PDU : CBB7BBBC9EA741C3FA7A5A9E02 Untuk sms yang lain. motor anda C22032980DB240ED37FD2D0785DDE430881C6 dalam keadaan bahaya.1 Daftar Format SMS Format Teks Format PDU Koneksi Sukses CBB7BBBC9EA741C3FA7A5A9E02 D0B23CED3E87E961370B340D87E9A0B43B0D Peringatan. 687DBA075394C0E87DD2071181DCE8759A0F6 motor telah berhasil dicuri 9BFE9683E86576180D1297E5E8F03CCD0691D3 !!! AutoShutdown akan E3BA3C0D0A8542A0609DFE9EA2EB74F2FBEE .

1. 2. 3. Perancangan Pengiriman SMS Untuk mengirim SMS menggunakan microcontroller maka alurnya adalah sebagai berikut : . 3. yaitu : perancangan system pengiriman SMS. Perancangan Alur System Perancangan software ini dibagi menjadi beberapa bagian. perancangan indicator dan perancangan System Alarm. 40 0685D7613728BCA6A7CD2072981D6E836AEDB aktif dalam 5menit 23B4D07 3.

. merespon? Y 26 adalah ctrl+z Putchar(26). Perancangan Indicator Dalam pembuatan indicator untuk system Alarm ini digunakan 2 Port. Menunggu Respon Handphone Respon==Error ? T Kirim SMS End Gambar 3. 2. 41 Start xx adalah octets pesan yang akan dikirim Printf(“AT+CMGS=xx”). yaitu PORTB sebagai Output dan PORT C sebagai Input. Menunggu Respon Handphone xxxxxx adalah isi pesan dalam format PDU Handphone sudah T Y Printf(“xxxxxxxx” ). 2. 13 adalah Enter Putchar (13).4 Diagram Alir Proses Pengiriman SMS 3.

1 Switch Merah Untuk menyalakan led.1) = 0x02 Untuk menyalakan led putih (PINB.6 PINB. PIN Keterangan 1 PINB.0 3 2 1 0 3 2 1 0 2 2 2 2 2 2 2 2 8 4 2 1 8 4 2 1 0x F F Gambar 3.1 Led Biru 3 PINB.7 PINB. sedangkan jika PIN pada PORT B bernilai 0 maka led akan mati.0 Switch Kuning 7 PINC. untuk menyalakan led dapat digunakan perintah sebagai berikut : Untuk menyalakan led hijau (PINB. memberikan tegangan kepada led agar menyala. Sedangkan PORT B berguna sebagai output. 42 PORT C berguna sebagai inputan dari switch On / Off Merah atau kuning. Berikut ini konfigurasi PIN untuk PORT B dan PORT C : Tabel 3.2 PINB. maka konfiguras nilai PIN – PINnya adalah sebagai berikut : PINB. jika PIN pada PORT B bernilai 1 maka led akan menyala.3 Led Merah 5 PINB.4 Led Putih 6 PINC.0) = 0x01 Untuk menyalakan led biru (PINB.0 Led Hijau 2 PINB.2 Led Kuning 4 PINB.3 Konfigurasi PIN pada PORT B dan PORT C No.1 PINB.4) = 0x10 Untuk diagram alir pembuatan indicator ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini : . Dimana jika switch ditekan (ON) maka PIN switch pada PORTC akan bernilai 0 dan jika dalam keadaan OFF maka PIN switch pada PORT C akan bernilai 1.3 PINB.4 PINB.5 PINB.5 Konfigurasi Nilai Pin Microcontroller Berdasarkan gambar di atas.

1 = Biru PINB. dimana perancangan perangkat lunak ini merupakan gabungan antara perancangan indicator.0==0 && PINC.1==1 ? Y PORTB=0x04 End Switch Kuning = Nyala T 0x00 = Semua Led mati Swtich Merah= Nyala PORTB=0x08 PINC.1==0 ? Y && PORTB=0x00 PORTB=0x18 0x08 = Led Merah Nyala T 0x18 = Led Merah & Putih Nyala PORTB=0x01 0x01 = Led Hijau Nyala Gambar 3.3 = Merah PINB. Perancangan Perangkat Lunak Berikut ini perancangan lunak system alarm yang akan dibuat.0==0 && PINC.1 = Switch Merah Scanning HP 0x02 = Led Biru Nyla T PORTB=0x02 Scanning Selesai ? Switch Kuning = Nyala Swtich Merah= Mati 0x04 = Led Kuning Nyala Y PINC.2 = Kuning PINB.6 Diagram Alir Indicator Alarm 3. dan penambahan variable – variable lainnya . 4. pengiriman sms. 43 Start PINB.4 = Putih Inisialisasi PORTB sebagai Output dan PORT C sebagai Input PINC.0 = Switch Kuning PINC.0 = Hijau PINB.

0==0 && “Komunikasi Sukses” Y PORTB=0x04 Handphone PINC.0==1 ? Y PORTB=0x08 PORTB=0x01 && Kirim SMS Darurat PORTB=0x18 AutoShutdown PORTB=0x00 End Gambar 3.0==0 && Siaga 1 PINC.0==1 ? ke dalam Memori T Kirim SMS PINC.9 Diagram Alir Perangkat Lunak . 44 Start Inisialisai PORT dan Variabel Scanning Handphone T PORTB=0x02 Komunikasi==Sukses ? Y Tulis SMS Cek Kondisi PINC.