Laporan Praktikum Kimia

TERMOKIMIA

Oleh : Brigita Gabriela, XI IPA 2, 03 Elizabeth Buana, XI IPA 2, 9 Heinrich Bernard, XI IPA 2, 15 Michale Bunsen, XI IPA 2, 21 Stella Wanda, XI IPA 2, 27

SMA Kristen IPEKA Puri Indah Tahun Ajaran 2010/2011

Maka negatif akan berharga . Tujuan Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui dan dapat membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm yang terjadi saat dilakukan percobaan. = entalpi akhir atau entalpi hasil Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang menerima kalor. sehingga entalpi sistem akan bertambah. Sistem membebaskan energi ke lingkungan. Artinya. . Bab 2. Sistem menerima kalor dari lingkungan. Artinya. Pada reaksi eksoterm. sehingga entalpi sistem akan berkurang. entalpi hasil reaksi lebih kecil daripada entalpi pereaksi.Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm Bab 1. suhu sistem naik sehingga kalor mengalir dari sistem ke lingkungan. Dasar Teori Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang menghasilkan kalor. Contoh reaksi eksoterm adalah pembakaran kayu. Pada reaksi endoterm. suhu sistem turun sehingga kalor mengalir dari lingkungan ke sistem. ledakan petasan. Grafik perubahan entalpi pada reaksi eksoterm H (entalpi) Pereak si Hasil Reaksi = entalpi awal reaksi atau entalpi pereaksi. dan reaksi antara logam Na dengan air.

= entalpi akhir atau entalpi hasil Bab 3. Contoh reaksi endoterm adalah reaksi antara barium hidroksida dekahidrat dengan amonium klorida. Grafik perubahan entalpi pada reaksi endoterm H (entalpi) Pereak si Hasil Reaksi = entalpi awal reaksi atau entalpi pereaksi. Metodologi Percobaan Alat dan Bahan Alat :  Tabung reaksi (4 buah)  Rak tabung reaksi  Gelas beker 100 mL  Termometer  Spatula  Tutup gabus  Pembakar spiritus  Penjepit tabung Bahan :  Larutan HCl 1 M  Potongan pita Magnesium 4 cm  Kristal Ba(OH)2. Maka akan berharga positif .entalpi hasil reaksi lebih besar daripada entalpi pereaksi.8H2O  Kristal NH4Cl  Serbuk belerang  Serbuk besi  Bubuk CuCO3 .

diamati apa yang terjadi dan hasil pengamatan dicatat.8H2O) sebanyak 1 spatula dimasukkan ke dalam tabung reaksi. kemudian tabung dibuka. Percobaan 2 : Pencampuran Ba(OH) 2 . Potongan pita Magnesium sepanjang 4 cm dimasukkan ke dalam tabung reaksi tersebut. dan dicium bau gas yang timbul 6. Pemanasan dihentikan.8H 2 O dan NH 4 Cl 1. Serbuk belerang sebanyak 3 spatula dicampurkan dengan serbuk besi sebanyak 1 spatula. Kristal barium hidroksida (Ba(OH)2. Kurang lebih 3 mL larutan HCl 1 M dimasukkan ke dalam sebuah tabung reaksi. 2. 3. Percobaan 3 : Pemanasan serbuk belerang (S) dan serbuk besi (Fe) 1. Campuran itu dimasukkan ke dalam tabung reaksi. 5. Tabung reaksi dipanaskan sampai mulai terjadi perubahan pada bubuk tembaga (II) karbonat tersebut. 3. Percobaan 4 : Pemanasan CuCO 3 1.Cara Kerja Percobaan 1 : Pencampuran HCl dan pita magnesium 1. Hasil pengamatan dicatat. 3. 2. Perubahan yang terjadi diamati dan perubahan suhu tabung reaksi dirasakan. Tabung reaksi dibiarkan sebentar. diamati apa yang terjadi dan hasil pengamatan dicatat. Tabung itu dipanaskan samapi campuran berpijar. Kristal amonium klorida (NH4Cl) sebanyak 1 spatula ditambahkan ke dalam tabung reaksi tersebut. Campuran itu diaduk kemudian ditutup dengan gabus. Pemanasan dihentikan. 2. Tabung reaksi itu dipegang dan dirasakan suhunya. . 4. 4. 3. 2. Bubuk tembaga(II) karbonat (CuCO3) sebanyak 3 spatula dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

8H 2 O dan NH 4 Cl . sedangkan lingkungan adalah daerah di luar reaktan. Pencampuran HCl dan pita magnesium menghasilkan panas. Percobaan 2 : Pencampuran Ba(OH) 2 . Sistem adalah HCl dan Mg yang bercampur. Hasil dan Pembahasan Data pengamatan Percobaan 1 : Pencampuran HCl dan pita magnesium • • • • Terjadi reaksi kimia yang menghasilkan uap Mengeluarkan banyak gelembung Pita magnesium melebur dan mulai habis Suhu larutan menjadi panas Percobaan 2 : Pencampuran Ba(OH) 2 . HCl dan Mg melepaskan energi ke lingkungan sehingga perubahan entalpi MgCl2(aq) + H2(g) bernilai negatif.Bab 4. Reaksi eksoterm menyebabkan suhu lingkungan naik.8H 2 O dan NH 4 Cl • • • Suhu campuran menjadi dingin Menghasilkan bau gas menyengat Menghasilkan campuran berwarna putih Percobaan 3 : Pemanasan serbuk belerang (S) dan serbuk besi (Fe) • • Warna berubah menjadi hitam Serbuk meleleh menjadi larutan kemudian mengeras Percobaan 4 : Pemanasan CuCO 3 • Warna CuCO3 berubah menjadi hitam Pembahasan Percobaan 1 : Pencampuran HCl dan pita magnesium Percobaan ini termasuk dalam reaksi eksoterm. Persamaan termokimia : Mg(s) + 2 HCl(aq)  .

Pemanasan serbuk belerang (S) dan serbuk besi (Fe) menghasilkan pijaran api. Sistem adalah CuCO3. Sistem adalah Ba(OH)2 dan NH4Cl yang bercampur. . sedangkan lingkungan adalah daerah di luar reaktan. 3. Sistem adalah Fe dan S yang bercampur.8H2O (s) + NH4Cl(s)  BaCl2(aq) + NH3(g) + H2O(l) Percobaan 3 : Pemanasan serbuk belerang (S) dan serbuk besi (Fe) Percobaan ini termasuk dalam reaksi eksoterm pada suhu tinggi. 2. Reaksi ini memerlukan kalor dari lingkungan sehingga perubahan entalpi . Kesimpulan 1. Persamaan termokimia : CuCO3(s) CuO(s) + CO2(g) Bab 5. Fe dan S melepaskan energi ke lingkungan sehingga perubahan entalpi FeS(s) . Reaksi eksoterm menyebabkan suhu lingkungan naik.8H2O dan NH4Cl menyerap energi dari lingkungan sehingga perubahaan entalpi bernilai positif. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai pelepasan kalor ke lingkungan dan mempunyai harga perubahan entalpi negatif.Percobaan ini termasuk dalam reaksi endoterm. Reaksi endoterm menyebabkan suhu lingkungan turun. Reaksi endoterm menyebabkan suhu lingkungan turun. termokimia : Ba(OH)2.8H2O dan NH4Cl menghasilkan suhu dingin dan bau gas. Persamaan . Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem dan mempunyai harga perubahan entalpi positif. Persamaan termokimia : Fe(s) + S(s)  Percobaan 4 : Pemanasan CuCO 3 Percobaan ini termasuk dalam reaksi endoterm pada suhu tinggi. sedangkan reaksi (2) dan (4) termasuk reaksi endoterm. Reaksi (1) dan (3) termasuk reaksi eksoterm. bernilai negatif. sedangkan lingkungan adalah daerah di luar reaktan. Ba(OH)2. sedangkan lingkungan adalah daerah di luar reaktan. Pencampuran Ba(OH)2. bernilai positif.

Terjadi kenaikkan suhu iii. Menghasilkan bau gas menyengat c. Percobaan 1 : Pencampuran HCl dan pita magnesium i. Serbuk berubah warna menjadi hitam iii. Percobaan 2 : Pencampuran Ba(OH)2.8H2O dan NH4Cl i.Daftar Pustaka • Pasanda. Warna CuCO3 berubah menjadi hitam. 2007. Pita magnesium melebur ii. ketika reaksi selesai maka diharapkan suhu menurun menjadi normal. Edisi 1. Pelangi Indonesia. 2. Terjadi kenaikkan suhu d. Menimbulkan gas b. Lampiran Analisis data/pertanyaan : 1. Terdapat pijaran api ii. Percobaan 4 : Pemanasan CuCO3 i. maka diharapkan suhu akan kembali ke keadaan normal. dan 4? a. Suhu campuran rendah (dingin) ii. Gejala apakah yang menunjukkan telah terjadi reaksi kimia pada percobaan 1. 3. Jakarta: PT. Kimia untuk SMA Kelas XI. Suhu campuran pada : (1) : Reaksi disertai pelepasan kalor. Jika hasil reaksi dibiarkan beberapa jam. 2. apa yang Anda harapkan terjadi dengan suhu campuran pada (1) dan (2)? Jika hasil reaksi dibiarkan beberapa jam dan reaksi telah selesai. Leksi. Percobaan 3 : Pemanasan serbuk belerang (S) dan serbuk besi (Fe) i. .

ketika reaksi selesai maka diharapkan suhu naik menjadi normal. Percobaan 2 : Pencampuran Ba(OH)2. a. Percobaan 3 : Pemanasan serbuk belerang (S) dan serbuk besi (Fe) Merupakan reaksi eksoterm : Hp < Hr maka ΔH = . (3).8H2O dan NH4Cl Merupakan reaksi endoterm : Hp > Hr maka ΔH = + (positif) c. Gambarlah diagram tingkat energi untuk keempat reaksi di atas.(negatif) b. Percobaan 1 : Pencampuran HCl dan pita magnesium Merupakan reaksi eksoterm : Hp < Hr maka ΔH = . jika diukur pada suhu dan tekanan sama? a.(negatif) d. 3. dan (4). Bagaimanakah jumlah entalpi zat-zat hasil reaksi (produk) dibandingkan dengan jumlah energi zat pereaksi (reaktan) pada reaksi (1). Percobaan 1 : Pencampuran HCl dan pita magnesium H (entalpi) Mg(s) + 2 HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g) = entalpi awal reaksi atau entalpi pereaksi.(2) : Reaksi disertai pengikatan kalor. (2). Percobaan 4 : Pemanasan CuCO3 Merupakan reaksi endoterm : Hp > Hr maka ΔH = + (positif) 4. = entalpi akhir atau entalpi hasil .

= entalpi akhir atau entalpi hasil c.b.8H2O dan NH4Cl H (entalpi) BaCl2(aq) + NH3(g) + H2O(l) Ba(OH)2. Percobaan 3 : Pemanasan serbuk belerang (S) dan serbuk besi (Fe) H (entalpi) Fe(s) + S(s) FeS(s) = entalpi awal reaksi atau entalpi pereaksi.8H2O (s) + NH4Cl(s) = entalpi awal reaksi atau entalpi pereaksi. = entalpi akhir atau entalpi hasil . Percobaan 2 : Pencampuran Ba(OH)2.

. pengertian reaksi eksoterm dan endoterm = entalpi akhir atau entalpi hasil Simpulkanlah a. b.d. 5. Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang menghasilkan kalor dan perubahan entalpi bernilai negatif (-). Percobaan 4 : Pemanasan CuCO3 H (entalpi) CuO(s) + CO2(g) CuCO3(s) = entalpi awal reaksi atau entalpi pereaksi. Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang memerlukan kalor dan perubahan entalpi bernilai positif (+).

Dasar Teori Entalpi adalah jumlah dari semua bentuk energi yang tersimpan dalam suatu zat. Satuan energi yang digunakan untuk ΔH° menurut satuan internasional (SI) adalah joule (J). Oleh karena itu setelah terjadi perubahan kimia akan terjadi perubahan entalpi pula.184 J atau 1 kkal (kilokalori) setara dengan 4. Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔHf°) adalah jumlah kalor yang dilepaskan atau dibutuhkan pada reaksi pembentukan 1 mol senyawa dari unsurunsurnya dalam keadaan stabil pada keadaan standar (25°C atau 298 K dan 1 atm). Pada persamaan termokimia koefisien reaksi menunjukkan perbandingan jumlah mol dan mempengaruhi nilai perubahan entalpi.Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi Bab 1. Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang melibatkan perubahan entalpi dan penulisannya dikaitkan dengan koefisien reaksi dan wujud zat. Perubahan entalpi sistem suatu reaksi ditentukan oleh keadaan awal (pereaksi) dan keadaan akhir (hasil akhir). Bab 2. 2. Macam-macam perubahan entalpi : 1. Namun dalam menyatakan energi dalam suatu makanan masih menggunakan satuan kalori (kal) dimana 1 kalori setara dengan 4. Perubahan entalpi penguraian standar (ΔHd°) adalah jumlah kalor yang dilepaskan atau dibutuhkan pada reaksi penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya dalam keadaan stabil pada keadaan standar (25°C atau 298 K . Reaksi kimia umumnya berlangsung pada wadah terbuka dan tekanan tetap.184 kJ (kilojoule). Tujuan Percobaan ini dilakukan untuk menentukan perubahan entalpi pada reaksi antara larutan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida. Perubahan entalpi reaksi yang diukur pada keadaan standar yaitu pada 25°C (298 K) dan tekanan 1 atmosfer (1 atm) disebut perubahan entalpi dasar dan diberi lambang ΔH°.

Pada reaksi eksotermis. Alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan sistem pada suatu reaksi adalah kalorimeter.ΔHf° 3. kalor diserap dari larutan dan suhu pun turun.[(ma x ca x ΔT) + (Ck x ΔT)] Qrx = perubahan kalor reaksi atau perubahan kalor pada sistem (J) ma = massa larutan dalam kalorimeter (gram = g) ca = kalor jenis larutan dalam kalorimeter (J g-1 K-1) Ck = kapasitas kalor dari kalorimeter (J K-1) ΔT = Selisih suhu akhir reaksi dan awal reaksi (K) . Qrx = . Gabus bersifat isolator sehingga dianggap dapat menahan kalor untuk pindah ke lingkungan. 4. Perubahan entalpi pelarutan standar (ΔHs°) adalah jumlah kalor yang dilepaskan atau dibutuhkan pada saat 1 mol zat dilarutkan dalam pelarut berlebih menjadi larutan encer pada keadaan standar (25°C atau 298 K dan 1 atm). dan wadah pembatas kalorimeter sebagai lingkungan. Ruang khusus ini dikelilingi oleh air. ΔHd° = . Perubahan entalpi pembakaran standar (ΔHc°) adalah jumlah kalor yang dilepaskan pada reaksi pembakaran sempurna 1 mol zat (unsur atau senyawa) dalam keadaan stabil pada keadaan standar (25°C atau 298 K dan 1 atm). Secara sederhana kalorimeter dapat dibuat dari gelas gabus atau styrofoam cup. termometer. Jadi. pengaduk. Reaksi pembakaran tergantung pada jumlah oksigen yang bereaksi. Entalpi penguraian merupakan kebalikan dari entalpi pembentukan. Sedangkan pada reaksi endotermis.dan 1 atm). Kalorimeter bom merupakan kalorimeter yang dirancang khusus untuk reaksi pembakaran yang melibatkan gas. tidak ada kalor yang berpindah dari sitem ke lingkungan. kalor yang dilepaskan tetap berada dalam larutan untuk menaikkan suhu. Pada kalorimeter bom terdapat ruang khusus berisi pereaksi dan hasil reaksi (tempat terjadinya reaksi kimia atau sistem).

875°C 31.75°C Rata-rata 25. Hasil dan Pembahasan Data pengamatan Suhu NaOH Suhu HCl Suhu awal Suhu Campuran NaOH(aq) + HCl(aq) (suhu akhir) Perubahan suhu ΔT Percobaan ke-1 26°C 26°C 26°C 32°C 6°C Percobaan ke-2 25°C 26. diaduk dengan termometer dan suhu yang ditunjukkan oleh termometer itu dicatat.5°C 26.5°C 5. Jika suhu kedua larutan berbeda. 2.Bab 3. Suhu akan naik kemudian menjadi tetap dan selanjutnya turun.875°C Pembahasan . Metodologi Percobaan Alat dan Bahan Alat :  Gelas styrofoam & penutupnya  Gelas ukur  Termometer Bahan :  Larutan NaOH 1 M (50 mL)  Larutan HCL 1 M (50 mL) Cara Kerja 1.5°C 25. tentukan suhu rata-rata (suhu awal). Larutan HCl dituangkan ke dalam bejana plastik yang berisi larutan NaOH. Larutan NaOH 1 M sebanyak 50 mL dimasukkan ke dalam bejana plastik dan larutan HCl 1 M sebanyak 50 mL dimasukkan ke dalam gelas ukur. maka suhu yang tetap itu (suhu akhir) dicatat. Bab 4.75°C 5.75°C 31.25°C 25. 3. Kedua suhu larutan diukur dengna termometer yang sudah dibersihkan dan dikeringkan.

Bab 5. c . Tulislah persamaan termokimia untuk reaksi ini NaOH(aq) + HCl(aq)  NaCl(aq) + H2O(l) kJ . Jakarta: PT. Gabus bersifat isolator sehingga dianggap dapat menahan kalor untuk pindah ke lingkungan. maka kalor yang dilepaskan tetap berada dalam larutan untuk menaikkan suhu.875 = 2467. 4. Lampiran Pertanyaan : 1.2. 2007. Hitung perubahan perubahan entalpi per mol H2O untuk reaksi ini Q = m .2 .5 kJ kJ 3. ΔT = 100 . Edisi 1. Hitung jumlah mol NaOH dan jumlah mol HCl NaOH(aq) + HCl(aq)  NaCl(aq) + H2O(l) mol NaOH = mol HCl = = 50 mL = 50 mL 1 M = 50 mmol = 0. 5. Kimia untuk SMA Kelas XI.Q larutan = . Perubahan kalor pada suatu reaksi diukur dengan mengukur perubahan suhu yang terjadi. Kesimpulan Reaksi yang terjadi antara larutan NaOH dengan HCl adalah reaksi eksoterm karena tidak ada kalor (perpindahan materi maupun energi) yang terbuang ke lingkungan. Daftar Pustaka • Pasanda.05 mol 2.4675 kJ Q reaksi = .5 J = 2. Pelangi Indonesia. Perubahan entalpi (ΔH) reaksi dipengaruhi oleh kondisi (suhu dan tekanan) pengukuran. Leksi.05 mol 1 M = 50 mmol = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful