KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL

2010
Disusun Oleh : 1. Tri Handayani Indah Lestari 2. Fidia Gustina 3. Putri Widia Azhari 4. Agung Purnomo (44210110010) (44210110069) (44210110003) (44210110105)

[FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI]

yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah ini berhasil diselesaikan. Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Kami berharap makalah ini bermanfaat untuk menambah informasi mengenai ´Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesiaµ. Akhir kata kami ucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat. oleh karena itu kami megharapkan saran dan kririk yang bersifat membangun untuk menyempurnakan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 14 November 2010 Tim Penulis KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 2 . yang saat ini kurang menjadi daya tarik bagi kalangan remaja atau dewasa muda. Jakarta.

4 Tujuan------------------------------------------------------------------------------------------------------------.8 PERSOALAN YANG MEREBAK DI MASYARAKAT -------------------------------------------------.14 BAB III --------------------------------------------------------------------------------------------------------.16 DAFTAR PUSTAKA ----------------------------------------------------------------------------------------.9 Masalah Kebudayaan di Indonesia ---------------------------------------------------------------------------.13 PROSES DIFUSI ---------------------------------------------------------------------------------------------.4 Rumusan Masalah ----------------------------------------------------------------------------------------------.9 DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN ------------------------------------------------.16 PENUTUP-----------------------------------------------------------------------------------------------------.4 PENDAHULUAN ----------------------------------------------------------------------------------------------.17 KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 3 .16 KESIMPULAN -----------------------------------------------------------------------------------------------.5 BAB II -----------------------------------------------------------------------------------------------------------.6 KONSEP REALITAS SOSIAL BUDAYA SALING BERKAITAN ERAT----------------------------.6 PEMBAHASAN ------------------------------------------------------------------------------------------------.6 TEORI TENTANG KEBERADAAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA ------------------------.12 PROSES EVOLUSI SOSIAL -------------------------------------------------------------------------------.4 Latar Belakang --------------------------------------------------------------------------------------------------.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR -----------------------------------------------------------------------------------------.2 BAB I ------------------------------------------------------------------------------------------------------------.13 AKULTURASI DAN ASIMILASI ------------------------------------------------------------------------.

Betapapun cepat atau lambatnya perkembangan sosial budaya yang melanda. Besar kecilnya reaksi pro dan kontra itu KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 4 .BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas. dan factor apapun penyebabnya. baik sebagai perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya. setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan reaksi pro dan kontra terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Dinamika sosial itu telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia. manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif. seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka . Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial. Manusia tidak sekedar mengandalkan hidup mereka pada kemurahan lingkungan hidupnya seperti ketika Adam dan Hawa hidup di Taman Firdaus. Karena kemampuannya beradaptasi secara aktif itu pula. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengelola lingkungan dan mengolah sumberdaya secara aktif sesuai dengan seleranya. Karena itulah manusia mengembangkan kebiasaan yang melembaga dalam struktur sosial dan kebudayaan mereka. seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. manusia berhasil menempatkan diri sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi dan paling luas persebarannya memenuhi dunia. adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor). adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor). Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya. Kedua. Rumusan Masalah Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban. Di lain pihak. Petama.

Dan membuat masyarakat di Indonesia tidak lupa akan kebudayaan dan norma-norma yang ada sudah ada sejak jaman dahulu. Tujuan Mengenal Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia sangat berguna agar kita bisa ikut serta dalam melestarikan Budaya di bangsa kita sendiri. KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 5 . dan agar kebudayaan yang ada saat ini tidak hilang karena munculnya kebudayaan-kebudayaan asing yang mulai berkembang saat ini.dapat mengancam kemapanan dan bahkan dapat pula menimbulkan disintegrasi sosial terutama dalam masyarakat majemuk dengan multi kultur seperti Indonesia.

Daratan sunda terdiri atas Jawa.? Manusia purba disebut juga prehistoric people adalah manusia yang hidup jauh sebelum dikenalnya tulisan. dan Sumatera sedangkan daratan Sahul meliputi Sulawesi. Jenisnya adalah pithecanthropus mojokertensis atau pithecanthropus robustus. pada masayang sama hidup pula Meganthropus palejavanicus yang sebenarnya masih sama dengan pithecanthropus tetapi lebih primitip. Dalam banyak hal. Di samping itu. Nusa Tenggara. siapakah manusia purba itu. dibawah ini adalah gambar beberapa macam tengkorak jaman purba dahulu KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 6 . Seperti telah diuraikan pada materi terdahulu bahwa pada masa pleistosen di wilayah Indonesia bagian barat terdapat daratan sunda yang dahulu dihubungkan dengan Asia dan daratan Sahul di sebelah timur yang berhubungan dengan Australia.BAB II PEMBAHASAN TEORI TENTANG KEBERADAAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA Awal mula terciptanya manusia yaitu dari manusia purba. dan Maluku sekarang. Kalimantan. Jejak manusia purba yang paling awal ditemukan di Indonesia diperkirakan hidup sekitar satu setengah juta tahun yang lalu. Mereka memiliki alat pendukung yang terbuat dari batu yang diyakini telah mendiami bumi sekitar empat juta tahun yang lalu.

diantaranya adalah :  Prof. Mikronesia berasal dari satu akar bahasa yang sama yaitu Bahasa Austronesia. Kroom Kroom berpendapat bahwa asal-usul bangsa Indonesia adalah dari Asia tengah.  Hogen Hogen menyebutkan bahwa bangsa yang mendiami daerah pesisir melayu berasal dari Sumatra. Melansia.  Dr. KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 7 . Bangsa ini bercampur dengan bangsa Mongol yang kemudian disebut bangsa Proto melayu dan Deutro Melayu.Beberapa ahli berpendapat tentang keberadaan awal atau asal-usul manusia Indonesia. Dr. Mohammad Yamin Yamin berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Pendapat ini didasarkan pada bukti bahwa di daerah cina tengah banyak terdapat sungai-sungai besar yang menjadi sumber kehidupan manusia. Kern Menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia.  PROF.  Prof. Polynesia. H. Dr. Bahasa-bahasa yang digunakan di Indonesia. Hal ini didukung dengan buktibukti penggunaan bahasa. Brandes Menyatakan bahwa bangsa yang bermukim di Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa-bangsa yang mendiami daerah-daerah yang membentang dari sebelah utara pulau Formosa sampai sebelah daerah madagaskar. Hal ini dibuktikan dengan penemuan-penemuan fosil dan artefak tertua dengan jumlah yang lebih banyak dan lebih lengkap di Indonesia.

rasa. Status dan peran dapat ditemukan dalam masyarakat modern atau sederhana sekalipun. maka perlu adanya pengendalian sosial.Asal-usul dan persebaran Manusia Di Kepulauan Indonesia KONSEP REALITAS SOSIAL BUDAYA SALING BERKAITAN ERAT  Masyarakat dan kebudayaan saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan. nilai adalah sesuatu yang dianggap baik dan benar bagi masyarakat. dan karsa masyarakat. karena peran yang akan dilakukan seseorang tergantung dari status sosialnya dalam masyarakat. KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 8 .  Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial.  Nilai. interaksi adalah pola hubungan timbale balik dalam masyarakat. Karena perilaku menyimpang dapat mengancam masyarakat. Berbagai komponen dan unsur masyarakat saling berhubungan dan membentuk interaksi sosial. Tidak ada masyarakat yang hidup tanpa budaya dan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat. norma dan lembaga sosial.  Status dan Peran sangat berkaitan.  Masyarakat dan Interaksi. perilaku menyimpang akan berdampak buruk pada keberlangsungan kehidupan masyarakat. karena budaya adalah hasil cipta. nilai direalisasikan dalam bentuk norma yang bertujuan menciptakan keteraturan.

PERSOALAN YANG MEREBAK DI MASYARAKAT Sosiologi mengkaji masyarakat dan interaksi yang terjadi didalamnya serta persoalan yang mungkin timbul.asalan mengurusi budaya. konflik RAS. dan Nepotisme (KKN) e. Kuantitas dan Kualitas Kriminalitas Meningkat b. mereka dengan mudah mengikuti budaya barat tanpa adanya filtrasi. Adapun persoalan tersebut sebagai berikut : Demoralisasi. kebudayaan di Indonesia mulai luntur. Pergaulan bebas yang tak terbatas Meningkatnya angka kemiskinan Terorisme semakin banyak dimasyarakat Meningkatnya kasus perdagangan perempuan dan anak (trafficking). Hampir setiap pulau ditinggali oleh suku dan ras dan tiap-tiap suku dan ras mempunyai kebudayaannya sendiri. yaitu penurunan kualitas moral suatu masyarakat yang ditandai dengan. penyakit saraf dan penyakit jiwa Faktor Kebudayaan. Menurut Soerjono Soekanto masalah sosialnya antara lain : o o o o Faktor Ekonomi. Korupsi. kemiskinan dan pengangguran Faktor Biologis. Karena pola pikir masyarakat Indonesia yang masih rendah. dan pencurian Masalah Kebudayaan di Indonesia Indonesia mempunyai berbagai macam kebudayaan. Dengan banyaknya media elektronik kebudayaan barat mulai mengubah pola pikir masyarakat Indonesia. Sehingga mereka cenderung melupakan kebudayaannya sendiri. perceraian. Kerusuhan yang anarkis d. a. Narkoba f. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi yang mempunyai dampak negatif terhadap kebudayaan Indonesia. penyakit menular Faktor Psikologis. Sehingga dengan mudahnya Negara lain mengakui kebudayaan Indonesia sebagai miliknya. Kolusi. Semakin marak konflik sosial c. Selain itu. Namun seiring berkembangnya zaman. Dan apabila hal ini terus berlangsug maka buakan tak tidak mungkin kebudayaan Indonesia akan mati. pemerintah terkesan asal. KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 9 .

Kedudukan bangsawan dikudeta oleh kaum pedagang dengan senjata teknologi dan uang. Kalau bukan kita lalu siapa lagi yang akan menjaga dan meletarikannya. dan kemanusiaan. Akibat runtuhnya kerajaan yang mengayomi seniman-cendekiawan istana. Lalu dimanakah peran masyarakat dan pemerintah dalam hal ini kebudayaan nasional adalah kebudayaan kita bersama yakni kebudayaan yang mempunyai makna bagi kita bangsa indonesia. Hal ini sebenarnya akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk melestarikan kebudayaan tersebut. Dalam dua abad terakhir tata masyarakat kerajaan mulai memudar. serta meningkatkan kebudayaan nasional dengan cara menyaring kebudayaan itu. serta ´Reog Ponorogoµ dari Jawa Timur oleh Malaysia. hak asasi. Kesenian dan kebudayaan merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. indonesia bingung. pemerintah harus tegas dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan indonesia dengan cara membuat peraturan perundangan yang bertujuan untuk melindungi budaya bangsa. Legitimasi istana yang bersemboyan kawula gusti kini diinjak-injak oleh semangan individualisme. sekarang ini identitas budaya Indonesia sudah mulai memudar karena arus global. Begitu juga halnya dengan pemerintah. Tata sosial kerajaan digantikan oleh nasionalisme. Hal ini semakin diperparah dengan diakuinya budaya indonesia oleh bangsa lain. Mitos dan agama digeser sekularisme dan rasionalitas. Faktanya. Sebagai warga negara kita hendaknya menanggapi dengan arif pengaruh nilai-nilai budaya barat untuk mengembangkan dan memperkaya. Contoh untuk hal ini dapat kita lihat pada masyarakat keraton Indonesia. Dan jika perlu pemerintah harus mematenkan budaya-budaya yang ada di Indonesia agar budaya-budaya bangsa tidak jatuh ke tangan bangsa lain. berantakanlah kondisi kerja dan pola produksi senibudaya istana. Pemerintah harus membangun sumber daya manusia dan meningkatkanan daya saing bangsa dapat dilakukan KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 10 . Kesenian dapat menjadi wadah untuk mempertahankan identitas budaya Indonesia. Seharusnya sebagai warga negara indonesia patut bangga dengan mempunyai kekayaan budaya.Budaya global semakin lama telah menggusur budaya lokal Indonesia. Sehingga kondisi yang mengkhawatirkan ini perlu segera diselamatkan. Namun ketika kebudayaan itu diakui oleh bangsa lain. Berita terbaru menyebutkan bahwa kesenian ´angklungµ dari Jawa Barat juga mau dipatenkan oleh negara tersebut. Hal ini disebabkan oleh kurang pedulinya bangsa indonesia terhadap budayanya. Masalah yang sedang marak baru-baru ini adalah diakuinya lagu daerah ´Rasa Sayang-sayangeµ yang berasal dari Maluku. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengambil nilai yang baik dan meninggalkan nilai yang tidak sesuai dengan ciri kebudayaan bangsa Indonesia yang lebih contoh ke kebudayaan timur.

diantaranya adalah : KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 11 . Hal ini ditujukan untuk mengangkat kembali identitas bangsa Indonesia.dengan menanamkan norma dan nilai luhur budaya Indonesia sejak dini. Berikut dibawah ini adalah kekayaan bangsa Indonesia mengenai kebudayaan yang kita miliki. dengan cara sosialisasi nilai budaya yang ditanamkan kepada anak sejak usia prasekolah.

hasrat. nafsu dan emosi yang membentuk kepribadiannya. dan riwayat hidup yang rinci dari sejumlah individu.DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN KONSEP-KONSEP DAN KONSEPSI-KONSEPSI KHUSUS MENGENAI PERGESERAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN Semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeran masyarakat dan kebudayaan. Penelitian dilapangan telah dapat menghasilkan pengumpulan bahan mengenai adat istiadat pengasuhan anak. sosialisasi dan enkulturasi. PROSES BELAJAR KEBUDAYAAN SENDIRI Proses internalisasi. yaitu mulai saaat ia dilahirkan sampai akhir hayatnya. Perasaan pertama yang diaktifkan dalam kepribadian saat bayi dilahirkan adalah rasa puas dan tak puas.individu-individu yang mengalami berbagai hambatan dalam proses internalisasi. adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup individu. Konsep yang terpenting ada yang mengenai proses belajar kebudayaan sendiri. sosialisasi atau enkulturasinya. yang menyebabkan ia menangis. kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seksual. Sepanjang hayatnya seorang individu terus belajar untuk mengolah segala perasaan. Ada proses pembaruan(inovasi) yang berkaitan erat dengan penemuan baru(discovery) dan invention. semua pola tindakan individu-individu yang menempati berbagai kedudukan dalam masyarakatnya yang dikumpai seseorang dalam kehidupannya sehari-hari sejak ia dilahirkan. yakni internalisasi. karena proses itu banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan serta lingkungan sosial yang bersangkutan. Selain itu ada proses perkembangan kebudayaan umat manusia(evolusi kebudayaan) dari bentuk-bentuk kebudayaan yang sederahana hingga yang makin lama makin kompleks. Proses sosialisasi. termasuk lapangan penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamika sosial. Proses lainnya adalah proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing yang disebut proses akulturasi dan asimilasi. sehingga individu seperti itu mengalami lingkungan sosial sekitarnya. kesukaran dalam menyesuaikan kepribadiannya dengan KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 12 . Para individu dalam masyarakat yang berbeda-beda juga mengalami proses sosialisasi yang berbeda-beda.

Dalam antropologi. Sejarah dari proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang disebut proses difusi itu merupakan salah satu objek penelitian ilmu antropologi.PROSES EVOLUSI SOSIAL Proses Mikroskopik dan Makroskopik Dalam Evolusi Sosial. PROSES DIFUSI Penyebaran manusia. atau directional proses. dalam antropologi disebut µProses-proses pemberi arahµ. migrasi. Manusia sekarang telah menduduki hampir seluruh muka bumi dengan berbagai jenis lingkungan iklim yang berbedabeda. serta adaptasi fisik dan sosial budaya. terutama sub ilmu antropologi diakronik. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan. dengan hanya memperhatikan perubahan-perubahan besar yang telah terjadi(makroskopik). yang bersifat abstrak (yaitu sistem budaya). Dalam meneliti masalah ketegangan antara adat istiadat yang berlaku dengan kebutuhan yang dirasakan oleh beberapa individu dalam suatu masyarakat. Hal itu hanya mungkin terjadi dengan proses pengembangbiakan. Ilmu paleoantropologi memperkirakan bahwa makhluk manusia yang pertama hidup didaerah sabana beriklim tropis di Afrika Timur. Proses difusi dari unsur- KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 13 . Bersama dengan penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia. Proses-proses berulang dalam evolusi sosial budaya. turut tersebar pula berbagai unsur kebudayaan. pandanganpandangan. yaitu (1) kebudayaan sebagai kompleks dari komsep norma-norma. dan dengan mempelajari konflik-konfliks yang ada dalam setiap masyarakat itulah dapat diperoleh pengertian mengenai dinamika masyarakat pada umumnya. Proses evolusi dapat dianalisa secara mendetail(makroskopik) tetapi dapat dilihat secara keseluruhan. Proses evolusi sosial budaya secara makroskopik yang terjadi dalam suatu jangka waktu yang panjang. Kedua sistem tersebut sering saling bertentangan. perlu diperhatikan dua konsep yang berbeda. dimana para individu saling berinteraksi (yaitu sistem sosial). dan (2) kebudayaan sebagai serangkaian tindakan yang konkrit. perhatian terhadap proses-proses berulang dalam evolusi sosial budaya baru timbul sekitar tahun 1920 bersama dengan perhatian terhadap individu dalam masyarakat. dan sebagainya. yang berlangsung beratus ratus ribu tahun lamanya.

seorang peneliti sebaiknya memperhatikan beberapa hal. akan tampak 5 golongan masalah. dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat. AKULTURASI DAN ASIMILASI Akulturasi. yaitu : 1.unsur kebudayaan antara lain diakibatkan oleh migrasi bangsa-bangsa yang berpindah dari suatu tempat ketempat lajn dimuka bumi. Dalam meneliti jalannya suatu proses akulturasi. 2. tetapi karena unsur-unsur kebudayaan itu memang sengaja dibawa oleh individu-individu tertentu. Masalah tentang metode-metode untuk mengobservasi. seperti para pedagang dan pelaut. Masalah mengenai jenis-jenis individu yang tidak menemui kesukaran dan cepat diterima unsur kebudayaan asing. tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu. mencatat. Keadaan sebelum proses akulturasi dimulai. dan jenis-jenis individu yang sukar dan lamban dalam menerimanya. Bentuk difusi yang terutama mendapat perhatian antropologi adalah penyebaran unsurunsur kebudayaan yang berdasarkan pertemuan-pertemuan antara individu-individu dari berbagai kelompok yang berbeda. Masalah mengenai ketegangan-ketegangan serta krisis-krisis sosial yang muncul akibat akulturasi. yaitu : 1. 4. Masalah tentang unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah dan tidak mudah diterima oleh suatu masyarakat. Proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsurunsur asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri. Kalau masalah-masalah mengenai akulturasi kita ringkas. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat juga terjadi tanpa ada perpindahan kelompok-kelompok manusia atau bangsa-bangsa. Para individu pembawa unsur-unsur kebudayaan asing. 5. Masalah tentang unsur-unsur kebudayaan yang mudah dan tidak mudah diganti atau diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing. 2. 3. KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 14 .

dan modal serta penataan kembali dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru. bahkan seringkali negatif. (2) mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan. Dengan demikian proses inovasi itu merupakan suatu proses evolulusi juga. energi.3. dan suatu krisis terjadi karena banyak orang merasa tidak puas karena mereka melihat kekurangankekurangan yang ada di sekelilingnya. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing. yang biasanya merupakan suatu proses sosial yang melalui tahap discovery dan invension. (3) sistem perangsang bagi kegiatan mencipta. Asimilasi. Penemuan baru sering kali terjadi saat ada suatu krisis masyarakat. sedangkan dalam proses evolusi para individu itu pasif. Faktor-faktor yang menjadi pendorong bagi seorang individu untuk memulai serta mengembangkan penemuan baru adalah (1) kesadaran akan kekurangan dalam kebudayaan. Bedanya ialah bahwa dalam proses inovasi para individu berperan secara aktif. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsusr-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima. KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 15 . PEMBARUAN (INOVASI) Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam. Pendorong penemuan baru. diketehui bahwa pergaulan intensif saja belum tentu mengakibatkan terjadinya suatu proses asimilasi. Dari berbagai proses asimilasi pernah diteliti. 5. tanpa adanya toleransi dan simpati antara kedua golongan. Adalah suatu proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif. sehingga sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan golongan-golongan itu masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran. sehingga terbentuk suatu sistem produksi dari produk-produk baru. 4. Suatu proses inovasi tentu berkaitan penemuan baru dalam teknologi.

Bahkan manusia purba pun. Proses difusi. akulturasi dan asimilasi serta pembaruan atau inovasi merupakan masalah-masalah yang timbul akibat perkembangan zaman. yang merupakan asal mula tumbuhnya masyarakat. telah memiliki kebudayaan yang dapat dibuktikan dari benda-benda bersejarah atau artefak peninggalan mereka. Indonesia sebagai bangsa dan negara yang besar memiliki berbagai macam kebudayaan yang berbeda. Tidak ada masyarakat yang tidak berbudaya dan tidak akan ada kebudayaan tanpa masyarakat. KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 16 .BAB III PENUTUP KESIMPULAN Kebudayaan dan masyarakat adalah dua hal yang sangat saling berhubungan. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi memiliki pengaruh yang tidak baik terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia. Budaya global dan budaya kebarat-baratan telah menggusur kebudayaan asli Indonesia.

1784. S dan Breazeale. Ki Hajar. 1990. Jakarta : Rineka Cipta Sarjono. 1957. Social and Cultural Dynamics.com Bakker. 1993.The war over the family . KAPITA ILMU SELEKTA SOSIAL Page 17 . 1994. Gerger and Barger. K. Boston: Sargent. Cultural Change in Rural Indonesia. Filsafat Kebudayaan Sebuah Pengantar. Pembebasan Budaya-Budaya Kita. Kebudayaan.com http://www.wikilopedia. 1994 Pendekatan Sistem Sosial Budaya Dalam Pendidikan . T. Sorokin. Davis. Agus R (Editor). Dewantara.com http://skyrider27. Impact of Village Development. Soekanto. Pitirim A. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. Kingsley.id http://www. Pengantar Ilmu Antropologi. Anchor Books. Yogyakarta: Kanisius.co.blogspot.New york . New York. Soerjono. JWM.DAFTAR PUSTAKA Selo Soemardjan Bapak Sosiologi Indonesia ´Sosiologi´ sesuai standart isi 2006 KTSP penertbit ESIS the innovative Learning ´sosiologi´ www. Jakarta: Rajawali Pers Soemardjan.erlangga.id http://www. 1960.scribd..google. Honolulu: UNS-YISS-East West Center. Human Society The Macmillan Company. Rohidi.co. 2000. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Koentjaraningrat. Sosiologi Suatu Pengantar. 1999. 1999.