CHF FC II-III ec MI + AI + DM tipe 2

Yunny Safitri Arthur M.K Hutabarat

060100158 060100198

Pembimbing: Dr. Maruli S Simanjuntak, SpJP (K)

GAGAL JANTUNG
‡ Definisi: Ketidakmampuan jantung memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, atau jantung hanya mampu memenuhi kebutuhan metabolik apabila tekanan pengisian jantung tinggi, atau keduanya. ‡ Tahap akhir dari berbagai penyakit jantung seperti aterosklerosis, infark miokard, penyakit katup, hipertensi, penyakit jantung bawaan, kardiomiopati

Klasifikasi
Menurut New York Heart Association (NYHA)

Manifestasi Klinis

Manifestasi Klinis

Patofisiologi

Diagnosis

Pemeriksaan Penunjang

Penatalaksanaan

Diabetes Melitus Tipe 2
Definisi Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (American Diabetic Association/ADA 2005).

Gejala Klinis
‡ Gejalal klasik diabetes melitus berupa : poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. ‡ Gejala tambahan diabetes melitus dapat berupa : lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur dan disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulvae pada wanita.

Diagnosis

Penatalaksanaan
edukasi

terapi gizi medis

latihan jasmani

intervensi farmakologis

Obat

Farmakologi

ES

Penurunan A1C

Sulfonilurea

Insulin secretagogue

BB naik, hipoglikemia

1,5-2%

Metformin

Menekan prod gluk hati (glukoneogenesis) & insulin sensitizer

Diare, dispepsia, asidosis laktat

1,5-2%

Penghambat glucosidase alfa Tiazolidindion Insulin

Hambat abspsi glukosa Insulin sensitizer Menekan prod gula hati, stimulasi pemanfaatan glukosa

Flatulens, tinja lembek Edema hipoglikemia., BB naik

0,5-1,0%

1,3 % Potensial normal s.d.

Insulin rapid short intermediate

Sediaan Lispro, aspart, glulisin Humulin R, Actrapid Humulin Insulatard N,

Awal (jam) 0,2-0,5 0,5-1

Puncak (jam) 0,5-2 2-3 4-10

NPH, 1,5-4

long Campuran (manusia)

Glargine, detemir 70/30 NPH/Reg 50/50 NPH/reguler

1-3 0,5-1

Tanpa puncak 3-12 2-12

LAPORAN KASUS
REKAM MEDIS ‡ Nama ‡ Alamat ‡ ‡ ‡ ‡ Jenis kelamin Umur Pekerjaan Tanggal masuk : Ny. E : Desa Haunatar II Sorsor Tobasa : Perempuan : 57 tahun : Petani : 10 Agustus 2010

ANAMNESIS
‡ ‡ Keluhan Utama : Sesak Nafas Telaah : Hal ini dialami os sejak ± 1,5 bulan yang lalu dan memberat dalam 1minggu sebelum masuk RS. Sesak dirasakan bertambah berat jika beraktivitas fisik sedang seperti berjalan sekitar 50 meter. Sesak tidak disertai napas berbunyi. Riwayat sering terbangun tengah malam karena sesak (+). Riwayat menggunakan 2-3 bantal untuk mengurangi sesak (+). Keluhan sesak napas telah dirasakan os berulang kali. Keluhan jantung berdebar-debar dirasakan os sejak + 1,5 bulan yang lalu. Terutama saat os melakukan aktivitas berat. Riwayat bengkak pada kaki dan tangan (-). Riwayat batuk (+) dialami Os sejak 1 bulan ini. Batuk disertai dahak berwarna hijau kekuningan. Riwayat demam dan infeksi tenggorokan berulang disertai bengkak berpindah pada sendi (-). Riwayat gangguan pertumbuhan semasa ana-anak (-). Riwayat buang air kecil malam hari 4-5x/malam (+) sejak os mengkonsumsi obat jantung. Mudah merasa haus (+), nafsu makan meningkat (+) namun disertai dengan penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya. Lemas dan mudah mengantuk (+). Gatal-gatal (-). Riwayat darah tinggi (-). Os mengaku mengetahui menderita kelainan jantung sejak 1,5 bulan lalu tetapi tidak mengetahui pasti diagnosa penyakitnya. Untuk keluhan sesak nafasnya Os sebelumnya dirawat di RS Balige selama + 1 minggu dan dirujuk ke RSHAM Medan.

Faktor Resiko PJK RPT RPO Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Status Present Tekanan Darah HR RR Temp TVJ

: Menopause : : -

: Lemah : CM : 110/50 mmHg : 72x/menit, reg : 36x/menit : 35,5 °C : R+2 cm H2O

Cyanosis Orthopnoe Dyspnoe Ikterus Oedema Pucat

: (-) : (+) : (+) : (-) : (-) : (+)

Kepala Leher

: Konjungtiva palpebra inferior pucat (+), Sklera ikterik (-) : TVJ R+2cm H2O, Trakea medial, pembesaran KGB (-), Struma (-)

Thorax : Inspeksi Palpasi Perkusi Auscultasi

: Simetris fusiformis : SF Ki=Ka kesan normal : sonor pada kedua lapangan paru : SP : vesikuler ST : (-)

Jantung Batas atas : ICS III sinistra Batas kanan : LSD Batas kiri : 1 cm lateral LMCS S1 (N) S2 (N) S3(-) S4(-) Aktivitas: ringan Regularitas : reguler Murmur (+), Tipe: PSM, EDM, EjSM Punctum maximum: apex Radiasi: Linea Axillaris Anterior

Paru : SP : vesikular ST : (-) Abdomen: Palpasi : Soepel, H/L/R tidak teraba Ascites: (-) Extremitas: Superior : cyanosis (-), clubbing (-) Inferior : oedema pretibial (-) , arterial pulsation : (+/+) Akral : hangat

Interpretasi EKG: Sinus Rhythm , QRS Rate 84x/i, QRS axis normoaxis, gelombang P normal, PR interval 0,16 , QRS duration = 0,06 , ST Elevation (-) , ST depresi (-), T inversi (-), LVH Voltase (+), VES (-) Kesimpulan: Sinus rhytme + LVH

Interpretasi CXR (AP/PA): CTR= 57%, Aorta dilatasi (+), Aorta elongasi (+), Pulmonal (N), pinggang jantung (+), Infiltrat (-), Kongesti (-), Apex : downward Kesan: Kardiomegali ringan

Hasil Lab (10 Agustus 2010) ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Hb : 10,8 gr% RBC : 3,91x 106/mm3 WBC : 11,08x103 mm3 Ht : 32% PLT : 164x103 mm3 MCV : 81,8 fL MCH : 27,6 pg MCHC : 33,8 g/dL RDW : 13,4% MPV : 10,7 fL PCT : 0,18% PDW : 13,9 fL Hitung Jenis Neutrofil : 78,9% Limfosit: 12,2% Monosit : 8,3% Eosinofil : 0,5% Basofil : 0,1% Neutrofil Absolut : 8,75% Limfosit Absolut : 1,35% Monosit Absolut : 0,92% Eosinofil Absolut : 0,05% Basofil Absolut : 0,01

Faal Hemostasis: Waktu Protrombin: Kontrol Pasien APTT: Kontrol Pasien Waktu Trombin: Kontrol Pasien Hati: SGOT SGPT Bilirubin total Bilirubin : 11,9 detik : 22,5 detik : 31,3 detik : 35,0 detik : 12,8 detik : 11,9 detik

: 50 U/L : 15 U/L : 0,38 mg/dl : 0,28 mg/dl

Metabolisme Karbohidrat: Glukosa darah sewaktu Kolesterol Total Kolesterol HDL Ginjal: Ureum Kreatinin AGDA: pH PCO2 PO2 hCO3 Total CO2 BE Sat O2 Elektrolit: Na : 118 K : 3,6 Cl : 86

: 747 mg/dL : mg/dL : mg/dL

: 32 mg/dL : 0,88 mg/dL

: 7,48 : 34,4 : 63,6 : 25,5 : 26,5 : 2,3 : 93,2

Diagnosis Kerja : CHF Fc II-III ec MI + AI + DM tipe 2 Functional : CHF Fc II-III Anatomi : Katup mitral, katup aorta Etiologi : Diagnosa diferensial:

Pengobatan : ‡ Tirah baring semifowler ‡ Diet jantung III ‡ O2 2-4 L/i ‡ IVFD NaCl 0,9% 10 gtt/i ‡ Captopril 3x6,25 mg ‡ Furosemid 1x40 mg ‡ Bisoprolol 5 mg 1x¼ tab ‡ Ambroxol Syr 3x CI ‡ Laxadyn Syr 2x CI ‡ Aspilet 1x80 mg ‡ Simvastatin 1x10 mg ‡ Inj. Humulin R 16-16-16 iu (30 ac) ‡ Inj. Humulin N 16 iu (22.00 WIB)

Penjajakan : ‡ Darah Rutin ‡ Lipid Profile ‡ KGD Puasa/2 jam PP ‡ EKG serial ‡ ASTO/ CRP ‡ Ekokardiografi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful