You are on page 1of 27

AIRCRAFT STRUCTURE REPAIR

Pendahuluan
1. Depo Pemeliharaan 30 adalah Satuan Pelaksana Pemeliharaan yang
berada dibawah jajaran KOHARMATAU.
Tugas Pokok Depohar 30 adalah :
a. Menyelenggarakan dan melaksanakan pemeliharaan tingkat berat pesawat
terbang bersayap tetap / Fix wing baik pemeliharaan motor turbin, pemeliharaan
komponen, alat uji serta produksi materiil.
b. Menyelenggarakan perencanaan pemeliharaan pes bang dan kebutuhan materiil.
c. Melaksanakan program Engineering.
d. Modifikasi Rangka pesawat terbang,modifikasi komponen,alat uji serta
Fabrikasi.
e. Menyelenggarakan pengendalian kualitas pemeliharaan dan pemakaian materiil.
f. Menyelenggarakan Pembinaan Personil, tenaga manusia, Dik Lat serta sarana
dan prasarana pemeliharaan pesawat terbang.
g. Menyelenggarakan pembina Anggaran keuangan dan mengumpulkan /
mengolah data.
h. Menyelenggarakan Pembinaan Administrasi materiil dan proses perbaikan
komponen pesawat terbang juga menyelenggarakan pemberian bantuan tenaga
spesialis dan peralatan kepada satuan diluar Depohar 30.

2. Satuan Pemeliharaan 33 adalah salah satu satuan yang berada dibawah
Depohar 30 dan tugas pokok Sathar 33 diantaranya adalah :
a. Menyelenggarakan dan melaksanakan pemeliharaan tingkat berat pada
komponen pes bang, alat uji serta fabrikasi.
b. Melaksanakan bantuan pemeliharaan materiil kepada satuan-satuan diluar
Depohar 30.
c. Melaksanakan Tata usaha teknik pemeliharaan komponen, alat uji dan fabrikasi.

3. PENGERTIAN-PENGERTIAN
Untuk memberikan keseragaman arti bagi penggunaan istilah dan mendapat
pemahaman yang sama terhadap pemeliharaan pes bang, maka diperlukan
pengertian-pengertian penting yaitu :
a. Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memulihkan dan
menjamin agar kondisi pes bang dalam keadaan siap pakai / Laik terbang.
b. Pemeliharaan Tingkat Berat adalah pemeliharaan yang dilaksanakan pada pes
bang atau komponen yang memerlukan Major Overhaul.
c. Overhaul ( OH ) adalah proses pemeliharaan yang berlaku bagi suatu komponen.
Pelaksanaannya meliputi : Pembongkaran, Pencucian, Pemeriksaan, dan
Pengetesan, perbaikan yang rusak atau mengganti dengan yang baru agar
memenuhi persyaratan standard atau toleransi.
d. Suku cadang / Spare part adalah materiil yang diperlukan untuk kebutuhan
pelaksanaan perneliharaan baik berupa komponen Expendable materiil,
Consumable materiil maupun Chemicals.
e. Non Destructive Testing ( NDT ) adalah suatu cara untuk mengetahui kualitas,
kesempurnaan sifat dan ukuran komponen pes bang tanpa menimbulkan
kerusakan komponen tersebut.
f. Nomenclature / nama barang. Adalah sebutan baku yang jelas dan tunggal bagi
materiil dengan menggunakan bahasa yang tidak mengikat dengan tujuan
menghindari kekeliruan sebutan bagi materiil yang sama walaupun berasal dari
sumber yang berlainan.
g. Part Number ( PN) adalah merupakan kode/nomor yang diberikan oleh pabrik
pembuat barang dan antara pabrik yang satu dengan yang lain tidak mempunyai
ketentuan yang sama dalam hal pemberian nomor sehingga sering terjadi nomor
PN yang sama pada hal barang tersebut berbeda.

Dasar Pemikiran
4. Dasar pemikiran yang dipergunakan dalam hal ini mengacu pada
rujukan-rujukan sebagai referensi adalah :
a. Skep Kasau No 4 / III / 2004 tanggal 1 Maret 2004 tentang pokok-pokok
organisasi dan procedure eselon pelaksana pusat tingkat Mabes AU. Procedure
ini merupakan petunjuk pembinaan Logistik mengenai pemenuhan kebutuhan

e. c. Overhaul engine TPE 331-IOR-501C 3. Pencucian logam (metal cleaning) d. Materiil tersebut mulai dari Matsista. Metal spray b. Repair and rework komponen pes bang dengan fasilitas perbaikan antara lain : a. d. Sat har 3l 1. Non Destructive Inspection (N D I) k. Ran mor sampai Bahan bakar minyak dan Pelumas. Kontrol korosi logam (metal corrosion control) i. komponen dan Fabrikasi serta penjadwalan kegiatan pelaksanaannya. Rencana Program kerja Depohar 30 tentang susunan rencana dan program pemeliharaan pes bang. Overhaul & test fuel nozzle engine T56-A-7-15 & D50l-D22A j. Las argon. Bekal umum. Skep Kasau No 5 / III / 2004 tentang POP Depohar 30. atau dihapus dari inventaris Negara. Petunjuk teknis udara No PTU 83 tanggal 26 Juni 2004 tentang Buku Pedoman Perencanaan Pemeliharaan Alutsista Udara ( BP3A). motor. b. Overhaul engine T-56-A-7-15 & 50l-D22A 2. materiil mulai dari proses pengadaan materiil sampai dengan materiil tersebut digunakan. TO / Technical Order adalah Publikasi pemeliharaan yang berasal dari pabrik pembuat pesawat terbang sebagai petunjuk untuk melaksanakan pemeliharaan pes bang maupun untuk melaksanakan Penerbangan. Pelapisan logam (metal platting) dan hard chrome. Balancing rotor untuk turbine dan compressor engine h. Permesinan semi otomatis f. Buku ini memuat keputusan proses pemeliharaan Alutsista TNI AU sampai dengan proses materiil yang sudah dipakai untuk pemeliharaan hingga materiil tersebut dihapus karena secara ekonomis tidak menguntungkan untuk proses pemeliharaan. las asetelin dan las listrik e. Pengolahan logam (Heat treatment) g. c. Recoating . H S I engine CT7-9C 4. Kemampuan yang dimiliki Depohar 30 adalah sebagai berikut : a.

Hydraulic Test 9. Penimbangan pesawat ( Weight & Balance ). pengukuran keseimbangan pesawat (Alignment) dan Swing Compass. Pengecatan pes bang. komponen pes bang. . 11. Frais. Mesin-mesin semi automatis (Bubut. 10. Non Destructive Testing (N D T) 4. PI 3600 pesawat cassa C-212-200 2. GSE Power and GSE Non Power 6. dan C-130. Repair and Bay service komponen pendukung pesawat. modifikasi Fiber Glass dan Flexi Glass 7. Perbaikan Airframe pesawat terbang. Fabrikasi : Komponen ( Spare part) pendukung pesawat dengan menggunakan Fasilitas antara lain : a. Sat har 32 Kemampuan yang dimiliki Satuan pemeliharaan 32 adalah melaksanakan pemeliharaan / perbaikan tingkat berat pesawat tempur dan pesawat angkut ringan meliputi : 1. c. Milling. Overhaul dan repair komponen listrik pesawat terbang 2. b. Major servicing Hawk MK 109 / 209 3. b. Pneumatic Test. Perbaikan. Mesin CNC (Computerize Numerical Control) untuk produksi masal. Sat har 33 Kemampuan yang dimiliki Satuan Pemeliharaan 33 adalah antara lain : 1. 8. Overhaul Wheel & Tire pesawat C-212. F-5 E/F. Overhaul dan rekondisi Quick Engine Change (Q E C) 3. Kalibrasi ulang alat ukur presisi (A U P) 5. dll) untuk produksi terbatas.

Bolt. Bolt and nut. Nut. potret udara. Moveable Crank dll baik secara terbatas maupun produksi masal 2. Modifikasi Fixture. PENGELASAN : Melaksanakan pengelasan pada bahan Cadmium Sheet Steel. dan Alluminium dengan menggunakan peralatan Las Argon. GSE power / non power. Las Listrik. Rib. Elbow. Nickel dan Bronch. 6. Overhaul Air frame QEC pesawat C-130. Bearing Cage. Stand Engine. Stainless steel. Nickel. Cadmium. Over haul Horstab. Cetakan ( molding ) dll. GSE power / Non power seperti Hydraulic System. 5. Baja paduan (Alloy Steel ). General Tool. Stand QEC. Dolly Engine. KEMAMPUAN PEMELIHARAAN FABRIKASI 1. GSE Power dan GSE non power. 4. HYDRAULIC TEST : Melaksanakan proses Assembly. Seperti. modifikasi dan perbaikan terhadap structure pes bang. Tee Bolt Engine. Clamp. PERMESINAN : Mampu melaksanakan pembuatan dan perbaikan part komponen (bagian bagian) komponen pes bang dll. PLATING / HARD CHROME : Mampu melaksanakan Plating (pelapisan Logam ) dan Hard chrome / pengerasan permukaan logam pada bagian pesawat. FIBRE GLASS : Melaksanakan pembuatan. mulai dari tekanan rendah sampai tekanan tinggi yang digunakan pada pes bang. Spar dll dengan menggunakan bahan Alluminium Alloys. Nickel. Special Tool. Radom. modifikasi dan perhaikan part pesawat.Wing dll yang komponen dasarnya terbuat dan All Alloys. . Longeron. Alodine. GSE power / non power seperti pembuatan Lubang hujan buatan. Shaft. Special / General Tool dengan menggunakan peralatan pengecatan Wet painting. Las Asetelin (Karbit )dan Las Titik ( Spot welding). yang bahannya terbuat dari Fibreglass dan Flexiglass. Komponen pes bang. Baja karbon (Karbon steel). STRUCTURE REPAIR : Melaksanakan pembuatan. 3. Bronch. Casing. Pnumatic system dll. 7. dengan menggunakan peralatan Hydraulic tools dan Hydraulic tester. Stainless Steels (untuk plating) Chromium (untuk Hard Chrome) kegiatan ini dilaksanakan di Sathar 31. Fuel system. USE Power dan Non Power. perbaikan dan pengetesan terhadap Hose assy. Strainger. Rudder. special tool / general tool seperti . PENGECATAN : Melaksanakan pengecatan Pes bang. Aileron.

meja kursi dll. HEAT TREATMENT : Melaksanakan proses Heat treatment (perlakuan panas) antara lain.Metal platting dan painting. CORROSION CONTROL : Melaksanakan proses pengendalian korosi pada permukaan logam dan non logam seperti perlakuan proses Wet blast. Hardening. . 10. 9. Bengkel Jahit mampu membuat Seat Ran Mor. Chemical cleaning. perbaikan dan modifikasi pekerjaan yang bersifat non pesawat dan komponennya seperti pembuatan Box pengepakan.8. Interior Pes bang dll. KAYU / JAHIT : Melaksanakan pembuatan. Dzy blast. Carbunizing dan Normalizing pada logam (Carbon steel) dan Alluminium Alloy yaitu proses peningkatan dan penurunan kekerasan permukaan logam sampai batas tertentu seperti peningkatan kekerasan pada Carbon steel dan peningkatan / penurunan pada All Alloy sheet. Tempering.

HS Hawk MK 53. AS 202 Bravo dan Pesawat Ringan / Sedang seperti Cassa 212-100/200 F-27. NDT. IC Temp Indicator. Boroscop dan Hydraulic System (pesawat tempur. Frequency meter. Breather Press. 4. Alat ukur Tekanan (Pressure Gauge Manometer) Test Gauge. Inclino meter) dan alat ukur Suhu (EGT Indicator. HS-Hawk MK-53. Cabin press (khusus pesawat tempur) perbaikan Engine C-1130. Press Fuel Pump. F-16 A/B.dll. Alignment.dll) Alat ukur Demensi (Dial Indicator Micro meter. Ultrasonic Flow Detector. F-27. BANTUAN PEMELIHARAAN LAPANGAN ( BANHARLAP) Mampu melaksanakan bantuan pemeliharaan Lapangan diluar Depohar 30 seperti : W & B. X-RAY tester dan Boroscop. F-5 E/F. SWING COMPASS Melaksanakan Swing compass (Reposisi arah navigasi) pada pesawat tempur baik terhadap pesawat F-5. Digital multi meter. 6. Pesawat Latih (T-34C Mentor). maupun Hawk 109/209. WEIGHT & BALANCE Yaitu melaksanakan Penimbangan Pes bang baik Pesawat Tempur maupun Pes Angkut seperti Pesawat Hawk. Swing compass. Vernier Caliper. Magnaflux Testing. Tire Gauge. Avo meter. . 2. Deep micro meter. KEMAMPUAN PEMELIHARAAN KHUSUS 1. Torque Dynamo meter. Alat ukur Listrik (Volt meter AC/DC. ALIGNMENT Mampu melaksanakan Alignment untuk pesawat Tempur seperti F-5E/F. Eddy Current Tester. Hydraulic Press. HS Hawk MK 53. F-16. Multi tester. Hawk Mk 109/209. Tester Vacum Press. NON DESTRUCTIVE INSPECTION (NDI) Mampu melaksanakan pemeriksaan komponen Logam (Carbon Steel) dan Non Logam (Alluminium Alloy) dengan menggunakan metode : Zyglo Inspection Unit. Hawk MK 109/209 dan pesawat Latih T-34C Mentor. CN 25 3. Micro Dial Indicator dll). AS Bravo serta pesawat ringan terbatas seperti Cassa 212-100/200. F-16 A/B. CN 235. F-28. KALIBRASI ALAT UKUR PRESISI (AUP) Melaksanakan kalibrasi pada peralatan khusus (special tool) seperti alat ukur Torsi atau Torque meter. Thermocouple tester) 5. Alat ukur Tensi (Tension meter tester. Turbo Engine Press. C-130 B/H.

dan Latih. Empenage/Ekor dan Under Carrigge / Roda pendarat. Karena pesawat TN! yang kita miliki semua terbuat dari logam. Identifikasi Bagian-bagian Aircraft structure : A. Pengertian : Aircraft Structure Repair adalah pengetahuan dan ketrampilan didalam suatu pekerjaan konstruksi pesawat terbang. FUSELAGE Adalah bagian utama dari pes bang (Main structure unit) yang merupakan tempat muatan (Car Engine Nacelle ) juga bagian-bagian utama lainya baik langsung maupun tak langsung seperti : Wing. Rancangan dan bentuk konstruksi juga diubah untuk menghasilkan pesawat yang lebih ringan tetapi lebih kuat dan tahan untuk penerbangan dengan kacepatan tinggi dan manuver yang lebih komplek. angkut. Memiliki pengetahuan tentang Structure Repair b. Setelah memperoleh pendidikan siswa diharapkan : a. Para perancang dan pembuat pes bang memutuskan membuat pesawat yang berkonstruksi logam. 2. dan latih) Kalibrasi AUP (special tools terbatas) Pengecatan pesawat / GSE power/Non power baik pesawat Tempur. maka diperlukan Iptek dan ketrampilan untuk menangani rangka pesawat terbang dan komponen / Airframe pes bang tersebut. AIRCRAFT STRUCTURE 1. dengan memakai baja campur (Alloy) yang Ringan tapi Kuat. agar dapat melaksanakan ke pemeliharaan pesawat terbang di satuan masing-masing sesuai dengan kejuruan dan kemampuan personil yang bersangkutan. Kamus istilah Aircraft structure adalah : Kebutuhan akan spesialisasi pengetahuan aircraft structure. Angkut. Tujuan Pendidikan adalah : Untuk memberikan bekal dan meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan terhadap personil TNI AU baik sebagai Mekanik maupun Inspektor. . 3. Memiliki ketrampilan dan kemampuan sebagai teknisi pesawat terbang.

Strenger (Stiffener) 5. Former adalah lebih tipis dari bulkhead dan merupakan pembentuk (potongan melintang fuselage yang berbentuk bundar atau hampir bundar) Ring lebih tipis dari former dan merupakan tempat menempelnya skin dan sebagai penambah kekamya konstruksi pesawat terbang. Rings 4. Tebal skin bermacam-macam tergantung tipe pesawat dan letaknya di fuselage. Longeron 6. Ring adalah bagian konstuksi yang melintang. lebih tipis dan lebih kecil.lekukan atau dent dsb) . Bulkhead 2. Skin juga merupakan COWLING sehingga permukaannya harus tetap dijaga agar halus dan tidak mengganggu Aerodinamika pesawat. Stringers jumlahnya lebih banyak.Konstuksi Fuselage terdiri dari : 1. dan merupakan kerangka utama / Pokok juga sebagai tulang punggung konstruksi. dll. Pada bagian fuselage yang menerima beban lebih berat maka skinnya lebih tebal/kuat. STRINGERS dan LONGERON adalah bagian konstruksi pes bang yang membujur dan disebut juga Penguat. Bulkhead merupakan dinding yang tebal dan memisahkan ruangan satu dengan yang lain dan merupakan konstuksi utama dari pesawat terbang. Dan berguna agar konstruksi lebih kaku (kekar) juga sebagai pembentuk body pesawat serta untuk menempelkan skin. Skin. Biasanya jumlah longerons pada pesawat ada 4 longerons yaitu 2 (dua) berada diatas dan 2 lagi dibawah. Former 3. Longeron adalah bagian pesawat yang tebal dan kuat. Former. Skin adalah merupakan pembungkus fuselage dan untuk memperkuat konstruksi pes bang. Bulkhead. Pada pesawat yang bertekanan (Pressurised) skin perlu mendapat perhatian khusus (Seperti tidak ada goresan.

Wing Adalah bagian utama dan pesawat terbang yang menghasilkan daya angkat ( Lift ) dan menahan berat pesawat pada waktu terbang. Kebanyakan pada pesawat militer modern mempunyai wing yang CANTILEVENED artinya semua penguat berada dalam wing (tidak ada brace / kait) atau penguat lainnya dari luar. Spars 2. . Spars merupakan penguat utama dan wing.B. SPARS adalah konstruksi yang membujur seperti balok pipih yang tebal satu didepan dan satu lagi dibelakang. Ribs 3. Selain itu wing difungsikan sebagai tangki bahan baker (integral fuel tank) Konstruksi Wing terdini dari : 1. Skin. Pada wing terdapat Engine. Alat kemudi aileron dan Flap. Stingers/Stiffeners pada wing biasanya dicetak atau dibuat dan batangan yang di cor berbentuk ” “ atau Hat ” “ Skin atau Planks yang ditempelkan pada stringers merupakan pembungkus wing dan tebal skin bervariasi tergantung dan tipe pesawat dan tempatnya pada wing tersebut. Stringers/Stiffeners 4. RIBS mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu sebagai pemberi bentuk (Countour) dan sebagai penguat. Ribs diletakkan melintang dalam sayap dan sebagai pada pesawat-pesawat besar yang menggunakan sayap sebagai tangki bahan bakar maka diperlukan bulkhead untuk membagi ruangan-ruangan dalam sayap.

Aircraft Fuselage Constrution Cross – Sectional Structural Members. TERBATAS . TERBATAS 2 Gambar 1.

TERBATAS . Aircraft Fuselage Constrution Lengtwise Structural Members. TERBATAS 3 Gambar 2.

D. Urutan pekerjaan adalah NDT. Strucffire Repair. disamping mengembalikan pada keadaan (kekuatan) semula juga kesetimbangannya perlu diperhatikan secara serius. EMPENAGE Empenage. Konstruksi dan Under carriage ini memerlukan konstruksi yang kuat terutama pada material Strut Landing Geamya. Alluminium adalah logam yang paling banyak digunakan pada pes bang karena ringan dan cukup kuat apbila sudah dijadikan alloy. Kalau pada steel ditambahkan lagi elemen lain maka steel tersebut akan berubah menjadi steel . Logam-logam (Metal) yang banyak digunakan pada A/C Structure : a. Titanium d.Pengecatan dsb. WB. Engingeering. Dan pada bidang ini terdapat : 1. Juga mudah dalam membentuknya/mengerjakannya. UNDER CARIAGE (Roda Pendarat) Adalahbagian pesawat yang berfungsi sebagai penopang beban pesawat pada saat didarat juga untuk pergerakan pesawat pada waktu taxi dan untuk melaksanakan Take off and Landing.C. Alluminium b. Rudder (Elevator dan Trim Tab) Konstruksi Empenage mirip dengan konstruksi wing. Keseimbangan Komponen Dalam memperbaiki atau mengganti bagian-bagian airframe pesawat. (Bidang ekor) adalah bagian pesawat yang berfungsi sebagai keseimbangan / Stabilizer dari pesawat. F. KETERANGAN: 1. Horizontal Stabilizer 3. Kesetimbangan disini Artinya : Titik berat (CG) tetap berada dalam batas-batas normal dan harus diadakan penimbangan / balancing sesudah diadakan perbaikan seperti : Pendoubleran. Steel dan Stainless steel c. Vertical Stabilizer 2. Steel adalah campuran besi dan karbon. 2. Magnesium. E.

Tech Manual. PTU. Setelah mengetahui macam bahan kita harus paham juga sifat dan cara pengerjaannya. Riveting g. Gambar teknik : Sangat diperlukan karena sebelum memulai suatu pekerjaan kita harus mempunyai referensi baik itu TO. Lamja j. I MATERI A/C STRUCFURE a. Titanium juga merupakan bahan yang tahan karat dan lebih kuat dari alluminium serta dapat dipakai pada daerah panas ( 800°F ) tapi jangan menggunakan pencil yang mengadung karbon apabila menggambar pada permukaan titanium karena dapat menyebabkan lemahnya bagian yang tergores pensil tersebut. Gambar Teknik c. b. seperti Stainless steel. Ilmu Bahan b. alloy. bahan ini merupakan bahan yang tahan karat/corrosi dan dapat dipakai pada daerah yang bersuhu tinggi (800°F) 3. Macam-macam Fasteners h. 4. Publikasi teknik Pokok bahasan: a. Corrosion Control d. berat magnesium adalah 2/3 dari alluminium dan merupakan bahan yang mudah terbakar pada suhu 800°F juga mudah korosi. Magnesium adalah merupakan logam yang sangat ringan. Ilmu bahan : sebagai teknisi pes bang kita harus dapat memahami tentang macam-macam bahan. Heat treatment f. Structure repair tools e. Forming i. Disamping itu hal yang harus diperhatikan sebelum memulai pekerjaan adalah tentang Type of damage maupun type of repair. . Contoh : Bahan yang terbuat dan Ferrous dan Non Ferrous.

Contoh Hand tools 1. Hack saw untuk memotong sheet metal/bahan yang tebal 5. monel) . Contoh Mechine tools : 1. Heat Treatment adalah suatu ilmu yang diantaranya mempelajari bagaimana mengeraskan maupun melunakan sheet metal/benda kerja beserta prosedurnya. Slip roll former 3. Gerinda machine dll. e. Aviaton snips untuk memotong sheet metal dengan potongan busur 6. Blind rivets :  Cherry rivets  Hi shear rivets Bahan Rivet :  Alluminium rivet  Non all rivet ( Stainless steel. d. meratakan kerutan dan forming 2. Rivet adalah bagian dan aircraft contruction dan penting untuk performance attaching Part. c. Pin pinch untuk melepas kepala rivet yang telah di drill/dibor 3. File / kikir untuk meratakan metal dan benda kerja yang lain.maupun gambar teknik sebagai panduan dalam bekerja agar tidak terjadi kekeliruan dalam melaksanakan bar pes bang. Chisel untuk memotong benda kerja yang tebal 4. Bench saw machine 2. Universal rivets 2. Cutting machine 5. Mallet di gunakan untuk membuat lekukan. f. Stucture general tools : ini terdiri dari Hand tools dan Mechine tools. Corrosion control : Pelajari dan pahami macam apa corrosi yang terjadi pada benda kerja atau komponen pes bang agar kita tahu bagaimana melakukan pencegahan dan penanggulangannya.dll. Drill press 4. Type Rivet 1.

Lebar = 2” . d adalah diameter rivet 5. S adalah Shear strength 13.040” Doubler hrs satu tingkat lebih tebal dari skin = 0. h adalah tinggi shop head 10. L adalah panjang skin yang crack 9.040” Crack panjang 3”. maka diameter rivet harus sesuai dengan jumlah tebal metal yang akan direpair. Penggunaan rivet yang besar akan terjadi distorsi pada metal yang akan dipakai dan penggunaan rivet yang kecil pada metal yang tebal akan membuat kurang kuatnya repair tersebut.051”. P (Rivet pitch) adalah jarak dan satu rivet ke rivet yang lain 3. Karena penggunaan rivet yang berdiameter besar pada metal yang tipis akan menyebabkan kerusakan pada metal yang bersangkutan. G (jumlah tebal skin) 6. D adalah diameter shop head 8. N adalah jumlah rivet 11. disamping materialnya (Harus sama dengan metal di pesawat) juga Sank diameter dan rivet tersebut harus ssi dengan jumlah ketebalan metal yang akan direpair. Filler harus sama dengan tebal skin 0.Type Head Rivet:  Protuding head ini banyak digunakan pada internal airframe part  Countersank head digunakan pada surface aerodynamic Rivet selection Dalam memilih rivet yang akan dipakai. Contoh cara menghitung yang digunakan untuk merepair skin pesawat terbang berdasarkan ketentuan perbaikan skin pes bang. ED (Edge Distance) = Z adalah jarak tepi bahan dan pusat rivet yang terdekat 2. 1. Q (Transfer pitch) adalah jarak rivet ke jajar yang lain 4. C adalah panjang rivet sebelum dipukul menjadi shop head 7. B adalah Bearing strength Diketahui : Tebal skin pesawat = 0. T adalah tebal skin 12.

153” x 32 = 4896” = 5” 32 32 32 ED (Edge Distance) = 2 x d = 2 x 5” = 10’’ = 5” 32 32 16 P (Rivet Pitch) = 6xd = 6 x 5” = 30” = 15” 32 32 16 Q (Transfer pitch) = 3 x P 4 = 3 x 15” = 45” . Tentukan jarak rivetnya yang disesuaikan dengan ketentuan repair pesawat.1” = 11” 4 16 64 64 16 L (Panjang Crack) = 3” . Jarak edge distance b. Tentukan panjang dan lebar doublernya 2.153” = 0. Tentukan jumlah rivet 3. Tentukan panjang rivet yang dipakai repair 5.051” = 0. Rivet countersunk c. antara lain : a. Bahan rivet dan alumunium 2117 T4 b. Tuliskan P/N dalam penyediaan rivet untuk repair tersebut dengan : a.Rumus Tabel Shear strength 518 pounds Besar strength 653 pounds Ditanyakan : 1. Jarak rivet pitch c. Jarak transfer pitch 4. Standard AN Jawaban : d (diameter rivet) = 3 x T2 = 3 x 0.

dll. .15 = 22 rivet x 2 = 44 rivet C = 1½ x d = 3 x 5” = 15” 2 32 64 G = T1 + T2 = 0. fuel. PROSES PRODUKSI (SISTEMATIKA KERJA) Proses produksi dalam rangka perawatan dan perbaikan structure repair (skin repair) dibagai dalam beberapa tahap. Shear Strength = 518 lbs Bearing Strength = 653 lbs N (Jumlah Rivet) = L x T x 75.091” x 32 = 2. antara lain : • Pembersihan tempat kerja dan kotoran seperti debu.040” + 0.05 1” x 75. 11” 16 16 = 4 + 20” + 22” 16 16 = 6 10” 16 B = B + 4Z + 2Q = 2 + 4 .475 S 518 518 = 22.000 = 11. oil. 11” 16 16 = 2 + 20” + 22” 16 16 = 4 10” 16 VI. 5” + 2.000 = 3” x 0.812” = 3” 32 32 32 L = C+G = 15” + 3” = 21” = 5” 64 32 64 16 Doubler A = A + 4Z + 2Q = 4 + 4 .051” = 0. 5” + 2 .

meliputi : − Gambar kerja − Pin Punch − Compressor air supply − Ruller − Pneumatic rivet gun − Pointed Lead − Cleco − Straight hand cut − Cleco pliers − dan lain – lain • Pembongkaran − Menghilangkan cat dar permukaan skin yang crack − Memindahkan gambar kerja pada skin pesawat terbang − Memotong skin pesawat terbang yang mengalami crack − Membersihkan skin yang crack − Membuat filler − Membuat doubler − Membuat lubang river countersink − Dialodine ± 10 menit − Dibersihkan dengan air sampai kering − Zinc chromate primer • Pemasangan − Mencampur Sealant − Pasang Doubler + Filler − Riveting − Cat sesuai dengan aslinya .• Persiapan alat (tools) yang diperlukan serta fasilitas pendukung.

.

GAMBAR KERJA Penampang A – A .

051” ½ Meter 2 Rivet Countersunk AN 426 AD – 5 – 5 2 Lbs 3 Sealant Mil – S – 8802 ½ Can 4 Zinc Kromat Primer Mil – P – 8585 1 Kg 5 Alpatic Nata TT – N – 25 1 Liter 6 Alodine Mil – C – 5541 ½ Can V.IV. FASILITAS / PERALATAN No Nama Bahan Spesifikasi Jml Satuan Pemilik 1 Compressor air supply 100 Psi 1 Unit Sekolah 2 Pneumatic drill Offsed Handle 1 EA Sekolah 3 Cleco pliers Air Craft Tools 1 EA Sekolah 4 Cleco Ø 1/8” s/d ¼” 1 SET Sekolah 5 Pneumatic rivet gun Offset Handle 1 EA Sekolah 6 Scrabe Air Craft Tools 1 EA Sekolah 7 Drill Bits Ø 1/8” s/d ¼” 1 SET Sekolah 8 Aviation snips Offset Handle 1 EA Sekolah 9 Pointed Lead Compas Offset Handle 1 EA Sekolah 10 Ruller Matric / inch 1 EA Sekolah 11 Hammer Soft / Hard 1 EA Sekolah 12 Center Punch 90° 1 EA Sekolah 13 Prick Punch 30° 1 EA Sekolah 14 Pin Punch Ø 3/16” 1 EA Sekolah 15 Masking Tape P – 180 – CV 1 EA Sekolah 16 Half Round File Air Craft Tools 1 EA Sekolah 17 Flat File Air Craft Tools 1 EA Sekolah 18 Rotary File Air Craft Tools 1 EA Sekolah 19 Abrasive paper Medium 1 Lembar Sekolah 20 Backing Bar Air Craft Tools 1 EA Sekolah 21 Vernier Caliper Matric / inch 1 EA Sekolah 22 Pencil Mil – P – 83953 1 EA Sekolah 23 Straight Hand Cut Air Craft Tools 1 EA Sekolah 24 Vice grip pliers Air Craft Tools 1 EA Sekolah 25 Countersunk Bits Ø 1/8” s/d ¼” 1 SET Sekolah 26 Micro Countersink Air Craft Tools 1 EA Sekolah 27 Spatula Air Craft Tools 1 EA Sekolah . BAHAN No Nama Bahan Spesifikasi Jml Satuan 1 Aliminium Sheet 2024 – T3 ½ Meter • Filler Tebal 0.040” ½ Meter • Dounler Tebal 0.

Application Rivet Standart Number Type of Head Application (Type of Head) AN 430 For Internal Airframe Part (Round Head) AN 442 For Internal Airframe Part (Flat Head) AN 455 For Skin of Slow Aircraft (Brazier Head) AN 456 For Skin of Faster Aircraft (Brazier Head) AN 470 General use protuding head (Universal Head) AN 425 For skin – Thick sheets (78° Countersunk) AN 426 For skin – thin and thick (100° Countersunk) sheet TERBATAS . TERBATAS 17 5.

3003 yaitu use in non stressed part. Rivet Al Alloys 2117 yaitu Hard Rivet (Terbuat dari dural). 5056 yaitu Non Heat Treatment Soft Rivets. Rivet Al Alloys 2017. External Identification Marks Keterangan : a. TERBATAS . c. b. Rivet Al Alloys 1100. Product dari T4 harus di Heat Treatment sebelum Riveting. 2024 yaitu Hard Rivet. Rivet Al Alloys 1100. 3003. TERBATAS 18 6. Product T4 menjadi T3 after Riveting.

Rivet Non Aluminium No Type of Material Letter Designation Marking on Rivet Head 1 Stailess Steel F A rised dash or a bright Colour resembling nickel 2 Monel M Two raised tips or Black Colour 3 Copper C Copper colour 4 Mild Steel Raised Triangle or Brown colour Keterangan : a. Use for Riveting Steel Part (seperti jet engine). Rivet Code Specification AN 470 AD 4 5 Length of rivet in 1/16” (5/16”) Diameter of Rivet in 1/32” (4/32”) Type of Alloys (2117) Type of Head (Universal Head) Standard (Army Navy) TERBATAS TERBATAS . b. TERBATAS 18 7. 8. Mild Steel adalah Resistance to high stress. Monel adalah Strong Rivet yang tahan korosi dan panas. untuk Riveting Steel Part. c. Stainless Steel adalah jenis rivet yang tahan korosi digunakan untuk Highly Stressed area dan temperatur tinggi.

Rivet Dimension Before Rifeting d=3xT C = 1½ d L. = C + G Keterangan : d = Rivet diameter L = Panjang Rivet C = Panjang Rivet dari sheet G = Tebal Sheet (T + T1) 10. 20 9. Rivet Dimension After Riveting D = 1½ x d h = ½xd TERBATAS .

i. Bekerja dengan cara yang benar 2. PTU. Jangan bermain sewaktu bekerja 3. Jo bolt. Macam-macam Fastener yang sering digunakan di STR : 1. Cherry rivet 3. Taper lock 8. Keselamatan Kerja adalah hal yang paling utama dan harus diperhatikan Contoh peraturan keamanan kerja : 1. Publikasi Teknik adalah Referensi yang mutlak dan harus selalu dipakai sebagai panduan dalam bekerja untuk menghindari kesalahan dalam pemeliharaan pes bang. Tech manual. Laporkan setiap kondisi/kejadian yang tidak aman 6. ITU dll sebagai referensi dalam bekerja dan jangan bekerja karena pekerjaan tersebut sudah hafal diluar kepala. Rivet 2. Jadikanlah Habit selalu membaca TO. Forming adalah salah satu cara untuk membentuk benda kerja sesuai dengan bentuk di pesawat terbang dengan machine forming maupun mechanically. Huck bolt & Collar 5.g. Ingat bahwa keamanan adalah nomor satu. Dll. Gunakan alat pengaman 5. h. Cam lock / stud 4. Ikuti peraturan kerja 4. Beri pertolongan secepatnya bila terjadi kecelakaan 7. Davis nut 7. Hi-lock & Collar 6. . Berikan contoh cara bekerja yang benar 8. Floating nut / stop nut / anchor nut 9. j.