You are on page 1of 6

Satuan Acara Pembelajaran

1. Tujuan Institusional
a. Topik: Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
b. Pokok Bahasan: Pentingnya inisiasi menyusui dini pada bayi baru lahir
c. Peserta Didik: Ibu hamil di Poliklinik Kebidanan dan kandungan RSF
dengan karakteristik sebagai berikut:
• Jenis Kelamin: Perempuan
• Jumlah: 20 orang
• Usia: 18-40 tahun
• Pendidikan: SLTP-S1
• Suku: Multi
e. Alokasi Waktu: 30 menit
f. Pelaksanaan: Kamis, 30 September 2010
g. Tempat: Poliklinik Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Fatmawati

2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan ini, Bumil mampu memahami
pentingnya inisiasi meyusui dini pada bayi yang akan dilahirkannya.

3. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini, Bumil mampu:
a. Menjelaskan pengertian Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
b. Menjelaskan manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
c. Menjelaskan penatalaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
d. Menjelaskan tahapan perilaku bayi sebelum menyusu

4. Outline Materi Pengajaran
a. Pengertian Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
b. Manfaat Insiasi Menyusui Dini (IMD)

Tahapan Perilaku Bayi Sebelum Menyusu pada saat IMD 5. Memperke d. Kegiatan Inti: a. Menjelaska b. Mendengarkan an kabar dan memperhatikan c. Menanyak c. Mendengarkan nalkan diri dan memperhatikan d. Menjelaska a. Sumber yang digunakan adalah: 7. Metode Pengajaran Ceramah dan diskusi 6. Menjawab b. c. Memperhatikan . Menjawab salam menit) salam b. Selain itu kami juga menggunakan media berupa leaflet agar peserta didik dapat membacanya kembali di rumah dan dapat mengambil keputusan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) ketika bayinya lahir. Penatalaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) d. Kegiatan Belajar dan Mengajar Waktu Kegiatan Pendidik Kegiatan Peserta Didik 1. Memberi a. Media ini dipilih karena jumlah peserta didik yang cukup banyak sehingga dapat menarik perhatian peserta didik. Memperhatikan ceramah dan diskusi n pengertian Inisiasi dan mendengarkan (20 menit) Menyusui Dini (IMD) b. Pendahuluan (5 a. Menjelaska n tujuan 2. Media dan Sumber Media yang digunakan meliputi audio visual berupa slide dan video.

Memberikan kesempatan kepada b. Memperhatikan n Penatalaksanaan dan mendengarkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) d. Menjawab evaluasi secara lisan. Menyimpulkan hasil diskusi. c. Memperhatikan n tahapan perilaku bayi dan mendengarkan sebelum menyusu 3. Evaluasi Hasil Belajar Melakukan evaluasi secara lisan dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Menjelaska c. b. . Menjelaska d. n manfaat Inisiasi dan mendengarkan Menyusui Dini (IMD) c. Apakah peserta didik dapat menjelaskan manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) minimal 2 contoh. 8. Apakah peserta didik dapat menjelaskan pengertian Inisiasi Menyusui Dini (IMD) minimal dengan kata-kata sendiri. Melakukan a. dengan kriteria evaluasi: a. Penutup (5 menit) a. pertanyaan b. Memberikan peserta didik untuk umpan balik menyampaikan perasaannya setelah mengikuti pembelajaran.

Pengertian Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah memberikan kesempatan kepada bayi untuk memulai menyusu sendiri segera lahir dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan ibu selama satu jam atau sampai menyusu pertama selesai. merangsang . Apakah peserta didik dapat menjelaskan penatalaksanaan Inisiasi Meyusui Dini (IMD) minimal 2 contoh d.c. jiltan pada putting ibu merangsang pengeluaran hormone oksitosin yang penting untuk membantu mengurangi perdarahan dengan merangsang kontraksi rahim. IMD dilakukan dengan cara memberi kesempatan pada bayi untuk merangkak mencari payudara ibu “The Breast Crawl” (Marshall Klaus: Mother and Infant: Early Emotional Ties Pad 1998 UNICEF INDIA: The Breast Crawl 2007). B. emutan. Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) • Dada ibu menghangatkan bayi sehingga menurunkan angka kematian bayi karena hipotermi • Ibu dan bayi merasa tenang • Memindahkan bakteri dari kulit ibu ke kulit bayi sehingga bayi menelan bakteri saat menjilat kulit ibu dan berkoloni diusus bayi menyaingi bakteri ganas dari lingkungannya • Jalinan kasih saying ibu-bayi lebih baik karena bayi siaga 1-2 jam pertama. Apakah peserta didik dapat menjelaskan tahapan perilaku bayi sebelum menyusu Lampiran Materi A. • Mendapatkan kolostrum. kaya antibody yang penting untuk pertumbuhan usus serta ketahanan infeksi untuk kehidupan bayi • IMD lebih berhasil menyusui ekslusif dan lebih lama disusui • Sentuhan.

Kaki menekan-nekan perut ibu untuk bergerak kea rah payudara 5. dekatkan bayi ke putting tetapi jangan memasukkan putting ke mulut bayi dan berikan waktu 30 menit atau satu jam lagi. dikeringkan dengan handuk kecuali tangannya dan diberi topi • Bayi ditengkurapkan di perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. • Bila dalam satu jam menyusu awal belum terjadi. Tahapan Perilaku Bayi Sebelum Menyusu Lima tahapan perilaku bayi sebelum menyusu: (Marshall Klaus: Mother and Infant: early Emotional Tias Pad 1998 UNICEF INDIA: The Breast Crawl 2007) 1. menoleh ke kanan dan ke kiri. rileks dan mengurangi nyeri. D. 30-40 menit: bayi mengeluarkan suara. Penatalaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) • Suami mendampingi ibu saat melahirkan • Saat bayi lahir. bayi menghentak kepala ke dada ibu. menyentuh putting susu dengan tangannya. sekali kali bayi melihat ibunya. Dalam 30 menit pertama: istirahat siaga. pengaliran ASI. menyesuaikan dengan lingkungan 2. gerakan menghisap. Menjilat-jilat kulit ibu. C. • Ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati putting • Biarkan bayi mencari putting sendiri • Biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama minimal satu jam atau sampai proses menyusu awal selesai. menemukan putting menjilat dan . Mengeluarkan air liur 4. merangsang hormone lain yang dapat membuat ibu tenang. memasukkan tangan ke mulut 3.

.mengulum putting susu. membuka mulut lebar dan melekat dengan baik.