You are on page 1of 3

Nama : Zakhariandi

NIRM : 31107916

Tugas Etnomusikologi

GAMELAN KEBYAR “GONG KEBYAR”

Gamelan Bali merupakan salah satu musik etnik Indonesia yang sangat populer.
Gamelan Bali telah dikenal oleh banyak daerah Indonesia bahkan sampai di luar Indonesia
(luar negeri). Hal ini dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa Indonesia maupun luar negeri
yang melakukan penelitian musik Gamelan Bali.
Gamelan Bali memiliki beberapa jenis gamelan sampai saat ini. Namun, salah satu
Gamelan Bali yang terkenal adalah Gamelan Kebyar (Gong Kebyar). Gamelan ini merupakan
gamelan yang sangat banyak dan sering dimainkan oleh masyarakat Bali. Gamelan Kebyar
adalah sebuah gamelan yang dinamis yang mampu mengekspresikan karakter kebyar sesuai
dengan arti kata kebyar yang memiliki arti keras, lincah, cepat, agresif, mengejutkan, muda,
energik, gelisah, semangat, optimis, kejasmanian, ambisius, dan penuh emosi.1 Gamelan ini
merupakan salah satu jenis gamelan berusia cukup tua.Menurut bapak I Nyoman Rembang
seorang tokoh Gong Kebyar asal Sesetan Denpasar mengatakan bahwa lagu-lagu kebyar
pertama-tama diciptakan oleh I Gusti Nyoman Panji di Desa Bungkulan pada tahun 1914.
Kemudian menyebar ke desa-desa lainnya di Bali utara dan lagu-lagu ini dicoba untuk
ditarikan oleh Ngakan Kuta yang berdomisili di Desa Bungkulan.2 Menurut seorang tokoh
yang bernama Made Bandem mengatakan bahwa Gamelan Kebyar telah terwujud di Bali
Utara pada tahun 1914. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dinyatakan bahwa Gamelan
Kebyar terwujud pada tahun 1914.
Gamelan Kebyar terwujud dari Gamelan Gong Gede, jadi Gamelan Bali merupakan
perubahan/pengembangan dari Gamelan Gong Gede. Perkembangan Gamelan ini telah
menghilangkan beberapa instrumen yang biasanya dipakai dalam Gamelan Gong Gede. Pada
awalnya Gamelan Gong Gede menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut:
Dua buah gong, sebuah kempul, sebuah babende, satu tungguh ponggang,, sebuah kemong,
satu tungguh kempyung, sebuah kemong, dua buah kendang, satu tungguh trompong besar,
satu tungguh trompong babarangan, sebuah rebab, dua buah suling ngumbangisep, dua buah
1
I W. M. Aryasa, Perkembangan Seni Karawitan Bali (Denpasar: Proyek Sasana Budaya
Bali, 1976/1977), hal 8.
2
Www.google.com/artikel by Kevinabali.
suling babarangan ngumbangisep, empat buah jegogan, empat buah jublag, empat buah
panyacah, empat buah gangsa besar, empat buah gangsa menengah, empat buah gangsa kecil,
tiga buah gumanak, dua pancer genta orag, menengah, tiga wungkul cengceng besar, dua
pancer genta orag kecil, tiga wungkul kecek kceil, tiga wungkul kecek menengah, dan satu
wungkul kecek besar. Namun, Gamelan Kebyar tidak menggunakan semua instrumen
tersebut lagi. Gamelan Kebyar menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut:
- Jegogan
- Gangsa Kantil
- Gangsa Pemade
- Ugal
- Gong
- Kemong
- Kempur
- Suling
- Rebab
- Trompong
- Reyong
- Cengceng
- Kempli
- Calung
Dibawah ini adalah sebuah gambar yang satu set instrumen Gong Kebyar.
Secara konsep Gong Kebyar adalah perpaduan antara Gender Wayang, Gong
Gede dan Pelegongan. Rasa-rasa musikal maupun pola pukulan instrumen Gong
Kebyar ada kalanya terasa Gender Wayang yang lincah, Gong Gedeyang kokoh atau
Pelegonganyang melodis.