Daftar isi

Daftar Isi ................................................................................................ Bab I Apa itu bertuhan............................................................................................... 1.1.Benarkah Tuhan itu ada?............................................................................ 1.2.Konsep Betuhan.......................................................................................... 1.3.Tingkat kesadaran dalam bertuhan............................................................. Bab II Bertuhan Hanya Kepada Allah....................................................................... 1 2 2 2 3 5

-1-

Atau di keranakan mereka malas berfikir dan tidak mau repot karenanya. Al Mukminuun 23:91) -2- . sehingga apabila di sebutkan nama-Nya hatinya akan bergetar.2. ada yang sangat mempercayai tentang adanya Tuhan hingga ke dasar hatinya. Benarkah Tuhan itu ada? Kepercayaan kita terhadap Tuhan sangantlah beragam. Artinya : Allah sekali-kali tidak mempunyai anak.Mereka ini biasanya adalah orang yang sombong. tanpa adanya pemahaman yang benar tentang Tuhan mereka.misalnya. yang biasa kita kenal sebagai seorang Atheisme. Yang menjadi masalah kita adalah kepada siapakah kita harus bertuhan? 1. kalau ada Tuhan beserta-Nya. Tetapi sesungguhnya tidak seseorang pun yang benar-benar tidak bertuhan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.Tetapi ajaran Islam adalah sebuah ajaran yang lebih mementing untuk berlogika atau berfikir atau menggunakan akal sehatnya untuk menjalani ajarannya.Perhatikan Firman Allah SWT.Seseorang sangat tergila-gila dengan hartanya itu sudah menandakan bahwa dia telah ‘Mengagungkan’ hartanya tersebut.(QS.Bab 1 Apa Itu Bertuhan 1. masing-masing Tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya. meraka merasa tidak perlu bertuhan karena ‘merasa’ bisa mengatasi segala kebutuhan sendiri.Sehingga ia menganggap bahwa harta yang berlimpah itulah yang dapat memenuhi segala kebutuhannya. dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya.Islam bukan ajaran dogma yang mengharuskan umatnya untuk langsung mempercayai sesuatu tanpa kita berfikir dahulu.Ada juga yang hanya sekedar percaya saja tentang Tuhan mereka.1.Karena sesungguhnya makna bertuhan itu adalah menempatkan sesuatu menjadi pusat dan tujuan bagi kehidupan seseorang. Konsep Bertuhan Ada juga sekolompok yang lain yang mempercayai bahwa Tuhan itu ada. ada juga yang tidak mempercayai tentang Tuhan.Namun. dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Jadi sangatlah jelas bahwa sesungguhnya tidak satu manusia pun yang tidak bertuhan.

atau menganggap bahwa sesuatu itu adalah segalagalanya.Itulah kenapa hanya ada satu Tuhan yang ada di dunia ini. Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya.Sesungguhnya orang-orang kafir.Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. Kembali pada surat diatas. yang mendirikan shalat. dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka.Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kapada Allah dan hari kemudian.Dan mereka yang beriman kepada Kitab (AlQur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. 1. bagi orang-orang yang percaya terhadap keberadaan Tuhan pun. memang latar belakangnya bisa sangan beragam.(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.3.Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka. belum tentu ia telah bertuhan secara benar.” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.(QS.dan penglihatan mereka ditutup dan bagi mereka siksa yang amat berat. padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.Karena. dan merekalah orang-orang yang beruntung. Al Baqarah 2:1-9) -3- .Kata dari segala-galanya itu berarti bahwa yang sesuatu itu tidak ada tandingannya. Jadi.” Kalau Allah punya anak maka kita tidak bisa ‘menganggap’ bahwa Allah itu dalah segalanya-galanya. sama saja bagi mereka. Tingkat Kesadaran dalam bertuhan Sesungguhnya Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah 2: 1-9. karena dia menganggap yang segala-galanya itu tidak tandinganya.Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman. bahwa yang namanya bertuhan itu adalah menpatkan sesuatu itu menjadi pusat.mereka tidak juga beriman.Kita kembali pada konsep bertuhan. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. bahwa di dalam surat itu Allah SWT mengatakan : “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak…….serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.Setidak-tidaknya mereka memiliki tingkat-tingkat kualitas yang berbeda-beda didalam mempersepsikan dan berinteraksi dengan Tuhannya. kamu ber peringatan atau tidak kamu beri peringatan. yang artinya: Artinya: Alif laam miin.

dan Sumber Segala Kenikmatan.Itulah orang-orang yang dalam istilah Al-Qu’an disebut sebagai orang yang merugi.Ada beberapa tingkat kesadaran dalam bertuhan di kehidupan ini sesuai dengan firman Allah yang diatas tersebut. Orang yang melakukan interaksi dengan Tuhan secara terpaksa. Suka Memberi. Kelompok inilah yang disinyalir oleh rasulullah sebagai orang-orang yang melakukan puasa tanpa memperoleh makna puasanya kecuali lapar dan dahaga. Berkuasa.Mengakui keberadaan-Nya.Maka ia selalu merindukan untuk bisa selalu berinteraksi dengan-Nya.Mereka tidak paham tentang konsep ketuhanan. Berkehendak. Sangat Penyayang.Itulah orang-orang yang kafir alias ingkar.Mereka menjalankan agama secara ikut-ikutan.Inilah orang yang belum tahu makna agama dan makna ibadahnya. dan menganggap Tuhan sebagai Dzat yang harus disembah. karena merasa tidak butuh.Yang kalau tidak disembah bakal menjatuhkan sanksi neraka.Dan kalau disembah bakal memberikan surga.Orang inilah yang telah mencapai tingkat tertinggi yaitu pasrah atau berserah diri hanya kepada Allah SWT. Adil.Mereka menganggap bahwa bertuhan itu merepotkan saja. tetapi tidak mau menjadikan senagai Tuhannya. Orang yang merasakan manfaat dalam berinteraksi dengan Tuhan. dan perlunya bertuhan dalam kehidupannya.Ia menemukan bahwa Tuhan adalah ‘Sesuatu’ yang Hidup. Orang yang malas berinteraksi dengan-Nya. • • • -4- . di antaranya: • Orang yang tidak mau melakukan interaksi dengan Tuhan.

Dan pemeluknya disebut sebagai muslimuun alias orang yang berserah diri. supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. dan Islam. Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim.baik penolong. tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.Padahal kita tahu. yaitu Yahudi. -5- .Hal itu bisa kita temukan dalam berbagai ayat Al Qur’an al karim. karena dalam sejarah kemanusiaan kita sudah mengenal berbagai macam Tuhan. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu. bahwa anak cucu Ibrahim inilah yang menurunkan agama-agama besar yang sekarang kita kenal.Salah satunya dalam surat Al Baqarah ayat 132 yang artinya. Allah telah menamakan agam-Nya sebagai Islam.Perhatikan Surat Al Hajj ayat 78 yang artinya. Tidak sulit untuk menemukannya. Kristen. Ayat di atas telah memberikan gambaran kepada kita bahwa sejak zaman Nabi Ibrahim. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. beliau telah menyebutkan agamanya sebagai agama islam. Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.Semua itu sebenarnya hanya berasal dari satu agama saja. Islam. dia adalah Pelindungmu. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama Ini bagimu. demikian pula Ya'qub. yaitu agama Ibrahim. dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini. Islam sendiri tidaklah turun di zaman rasul Muhammad saja. Artinya: Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya. kalau begitu : Siapakah ‘Tuhan Sebenarnya’ yang pantas kita sembah? Marilah kita cari bersama. Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".Melainkan sejak zaman pertamakali ada manusia. Maka Dirikanlah sembahyang.Bab II Bertuhan Hanya kepada Allah Lantas. dari berbagai bangsa dan berbagai agama.

Akan lain halnya.Dalam konteks Al Qur’an itulah yang kita sebut sebagai Allah SWT. atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku. Bahwa Tuhan para penganut al Kitab sejak dulu kala. apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Tapi. Katakanlah: "Maka Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah.sesungguhnya adalah Tuhan yang sama.Tidak ada yang berhak mengklaim bahwa Tuhan yang benar itu adalah Tuhan golongan atau kelompok tertentu. Bahkan.Bawa kemudian ada yang mengubah nama. Perhatikan firman Allah SWT dalam Surat Az zumar 39:38 yang artinya. yang bermakna ‘berserah diri’ kepada-Nya. Artinya: Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". niscaya mereka menjawab: "Allah". symbol. Al Qur’an juga memberikan gambaran bahwa yang dsebut ‘Islam’ itu sebenarnya adalah makna universal dari sikap ‘berserah diri’. kepada. ketika kita mengacu kepada substansi dan sifat-sifat yang berbeda. Tentu saja Tuhan yang kita maksudkan lantas berbeda pula.setiap kita berserah diri. Artinya: Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?". ‘berserah diri’ menjadi makna utama dari ‘Islam’. ‘Tuhan yang sebenarnya’ itu sesungguhnya adalah Tuhan yang satu. dan lambing-lambang.Dan kepadaNya-sepatunya – setiap. -6- .Apa pun namanya. Maka. padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi. maka kita telah mengacu pada Tuhan yang sama. apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu.Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.Tuhan dari semua dari semua makhluk yang berakal. itu baru terjadi di kemudian hari karena adanya perbedaanperbedaan kepentingan dari penganutnya.Al Qur’an sendiri menegaskan hal itu.Bukan hanya sekedar atribut.Tuhannya siapa saja.Ayat ini juga menegaskan bahwa sejak dulu yang namaya Agama yang turun dari Allah itu adalah Islam. tetapi semua makhluk berakal.Bukan hanya untuk manusia. Selama kita mengacu pada sifat-sifat yang benardari Dzat ketuhanan itu.Baik yang dilangit maupun di bumi. jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku.Hal itu di gambarkan dalam Surat Ali Imran ayat 83 yang artinya. baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

Al Hasyr 59:24). Maha Suci dari segala kekurangan. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. Artinya: Dialah Allah yang Menciptakan. -7- .Bukan hanya nama-Nya.Begitulah dengan sangat menyakinkan Allah mengatakan bahwa dirinya satusatunya Tuhan alam semesta dengan segala isinya. yang membentuk Rupa. melainkan karena sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. yang mempunyai asmaaul Husna. Satusatunya Dzat yang pantas di sebut Tuhan. yang Mengadakan.(QS.

Agus. Bersatu Dengan Allah.(Surabaya: PDMA press.2005) -8- .Sumber Mustofa.