ANALISIS USAHATANI PADI GOGO PROYEK P2RT PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA WILAYAH PANTAI SELATAN JAWA TENGAH

DI DESA TAMBAKMULYO KECAMATAN PURING KABUPATEN DATI II KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia padi mempunyai arti strategis karena merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk, mempunyai status social yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan makanan pokok lainnya, dan ketersediaan beras mempunyai dampak terhadap kondisi dan kestabilan ekonomi, sosial budaya dan politik. Swasembada beras sudah dicapai sejak tahun 1984 sudah tidak dapat dipertahankan lagi kelestariaanya karena Indonesia terpaksa harus mengimpor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduknya. Pada tahun 1994 indonesia mengimpor beras sebesar 2,4 juta ton, sedangkan untuk tahun berikutnya yaitu tahun 1995 impor meningkat menjadi 2,9 juta ton. Dalam upaya mewujudkan pertanian yang tangguh, berbudaya industri, dan berwawasan agribisnis berbasisi pedesaan, sejak tahun anggaran 1994/1995

000 ha. swasembada beras merupakan hal yang sangat penting. dan lain sebagainya. Sehingga memaksa pemerintah untuk mengimport beras dari luar. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah mengoptimalisasikan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara penuh. ketersediaan dari beras mempunyai dampak terhadap kondisi dan kestabilan ekonomi. perkantoran. Di Indonesia. . menambah kesempatan kerja serta peningkatan produktivitas lahan. dan swasembada ini pernah sejak tahun 1984 dan sesudah itu tidak dapat dipertahankan lagi. industry. Dengan adanya hal ini. social budaya. dan politik. PENDAHULUAN Padi merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia dimana mempunyai status social yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan makanan pokok lainnya. khususnya di pulau jawa menghadapi permasalahan perubahan fungsi lahan dari sawah kefungsi lainnya. Selain itu. peningkatan produksi padi didorong ke lahan kering diantaranya pada lahan tidur dan diareal perkebunan dengan cara usaha tani padi gogo. Rata-rata perubahan fungsi lahan kefungsi yang lainnya di Indonesia mencapai 40.000 ha sampai 60. Dengan adanya impirt ini Negara harus mengeluarkan devisa yang cukup besar meskipun sedang mengalami krisis monoter Peningkatan produksi padi.I. penignkatan pendapatan petani. selain itu pengembangan Pagi Gogo Varietas baru diharapkan dapat mendukung kelestarian swasembada pangan nasional. seperti perumahan.

Selanjutnya dikatakan bahwa untuk menilai biaya dan pendapatan usaha tani pada umumnya dibagi menjadi 3 cara. Memperhitungkan besarnya biaya dan pendapatan usaha tani selama satu tahun. dan dapat mempertahankan keadaan usaha tani sedikitnya berada dalam keadaan seperti semula. LANDASAN TEORI Bentuk usaha dalam pertanian dapat dibagi menjadi dua. Memperhitungkan hubungan biaya dan pendapatan pada akhir tahun. Usaha tani dapat dikatakan berhasil apabila uasahatani tersebut minimal dapat menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membayar semua alat yang diperlukan. Selanjutnya dikatakan bahwa yang dimaksud dengan pendapatan petani (family farm income) adalah pendapatan yang diperhitungkan dengan cara mengurangi pendapatan kotor (nilai hasil produksi total) dengan biaya alat luar (seluruh biaya yang benar-benar dikeluarkan) dalam usaha tani. Selanjutnya dikatakan bahwa tujuan kahir usaha tani adalah memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. sedangkan tujuan akhir perusahaan pertanian adalah untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. 3. 2. yaitu : 1. Keutungan atau kerugian pengusaha (operator profit or loss) diperhitungkan dengan cara mengurangi pendapatan petani dengan upah tenaga kerja keluarga dan bunga modal sendiri atau mengurangi penerimaan total dengan seluruh biaya baik yang dikeluarkan maupun biaya sendiri yang diperhitungkan. dan modal untuk menghasilkan tumbuh-tumbuhan dan hewan namun memiliki tujuan akhir berbeda. tanah. bunga modal yang digunakan baik modal sendiri mauoun modal dari luar. yaitu usaha tani dan perusahaan pertanian (onderneming) yang kedua-duanya merupakan organisasi daripada alam. upah tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani.II. . membayar tenaga petani sebagai manager. tenaga. Memperhitungkan keadaan keuangan dari usaha tani pada suatu waktu.

Biaya variable atau biaya berubah (variable cost) yaitu biaya yang besar kecilnya tergantung pada besar kecinya skala produksi. misalnya pajak air. Bila dalam menanam padi gogo menggunakan varieta unggul dan dibarengi penggunaan sarana produksi yang memadai pendapatan petani akan meningkat hingga beberapa persen. pajak tanah. 2. bunga modal sendiri. Menurut penelitian kelompok peneliati agro ekonomi biaya produksi padi gogo paling besar adalah tenaga kerja. biaya panen. pajak tanah. sedangkan biaya tidak tetap merupakan pengeluaran dalam proses produksi yang jumlahnya tergantung dari kuantitas produksi.Sedangkan pengeluaran usaha tani (total farm expenses) didefinisikan sebagai nilai semua masukan yang habis terpakai. . penyusutan alat dan pembangunan pertanian. Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya yang penggunaanya tidak habis dalam satu masa produksi. Biaya tunai yaitu biaya yang langsung dibayarkan seperti pajak air. misalnya untuk tenaga kerja sendiri. Menurut Hernanto (1993) mengkategorikan biaya menjadi 4 kategori. benih/bibit. misanya pembelian pupuk. pestisida pengendali hama. pemeliharaan traktor dan pompa air. 4. Biaya tetap meruoakan pengeluaran usaha tani yang besarnya tidak tergantung kuantitas produksi. Perubahan anggaran yang disebabkan oleh perubahan teknologi dari teknologi pertania ke peket teknologi padi gogo dapat dilihat pada tabel dibawah ini. buruh dan tenaga kerja upahan. dan tenaga kerja dari luar keluarga. yaitu : 1. bibit/benih. Sedangkan mengenai biaya yang disampaikan bahwa biaya usaha tani terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). pestisida. biaya pengolahan tanah baik yang dikontrak mauun harian. 3. Biaya tidak tunai (diperhitungkan) yaitu biaya yang diperhitungkan tetapi tidak langsung dibayarkan. dan lain-lain. pemakaian pupuk.

kemudian penyusutan dalam satu tahun dibagi empat bulan.170 75 9.000 Teknologi pertanian 1. dan peralatan tenaga kerja tanah.100 465.500 66 8.125 25 3.625 213. Besarnya biaya pajak tanah dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel rata-rata biaya pajak tanah dan penyusutan alat selama MT 1997/1998. .875 Satuan / ha Ton Rp Paket teknologi 3.333 48.530 229. Analisis anggaran parsial perubahan teknologi pertanian ke paket teknologi padi gogo. Biaya tetap (fixed cost) Biaya tetap terdiri dari pajak tanah dan depresiasi alat-alat pertanian seperti cangkul. Hasil kotor 2. Jumlah biaya 5. antara lain biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Uraian 1. a.500 Biaya dalam usaha tani padi gogo dapat dikategorikan menjadi beberapa macam. Penerimaan 3. Biaya berubah y Urea Nilai y TSP Nilai y KCL Nilai 4. sabit.125 15.375 25 3. Pajak tanah diperhitungkan atas dasar besarnya pajak tahunan dari lahan garapan dibagi lamanya usaha tani padi gogo dalam satu musim tanam (4 bulan).333 419. Penyusutan alat dihitung dengan cara mengurangkan nilai awal dengan nilai akhir dibagi dengan umur teknis dari alat yang biasa digunakan.000 100 12.Tabel 1. Pendapatan*) Sumber : Hosen (1986) *) pendapatan = penerimaan jumlah biaya berubah Kg Rp Kg Rp Kg Rp Rp rp 200 25.

495. 1.50 4.05 8. Biaya tenaga kerja terdiri dari sewa traktor.225 Biaya per luas garapan (0. sewa ternak.26%.04 28. b.236 ha) % 22.45 100 Biaya per hektar Dari tabel ditas dapat dilihat bahwa biaya sarana produksi yang tersebar digunakan adalah untuk membeli sarana produksi berupa pupuk urea sebesar 32. Petani belum memperhatikan penggunaan pupuk SP-36 dan pupuk KCL yang dianjurkan Karena harganya dirasa masih cukup mahal.350 276.150 25. . dan uoah tenaga kerja manusia baik yang dibayarkan secara tunai maupun yang hanya diperhitungkan.00 Per hektar (Rp) 2.540 24. Biaya tetap Pajak tanah Penyusutan alat Per luas garapan (0.475 21. 5. Sarana produksi yang berasal dari proyek yang berupa benih yang harus dikembalikan untuk digulirkan kepada petani lainnya melalui Kelompok Tani.20 32. 3. dan bunga modal. biaya tenaga kerja.236 ha) (Rp) 520.040 5.No.205. Benih Pupuk urea Pupuk SP 36 Pupuk kandang Pestisida jumlah 14.50 1.75 Dari tabel diatas terlihat bahwa pajak tanah sangat kecil sekali.000 77. 2. Biaya variabel (variable cost) Biaya variabel yang digunakan dalam usaha tani padi gogo terdiri dari biaya sarana produksi. 4.26 9.45 100 Rp 61. sewa tanah. Biaya produksi tersebut semuanya dikeluarkan oleh petani dan membeli sendiri.20 32.635 89.26 9.04 28.300 5. Jenis biaya sarana produksi Rp 1.375 % 22. Biaya sarana produksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Rata-rata biaya sarana produksi dalam usaha tani padi gogo MT 1997/1998 No.05 8. 2.510 65.900 18.060.

905 133.39 1. Biaya penyiangan ini tertinggi karena gulma yang tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya padi gogo sangat subur.5% sebulan. Sewa tanah dihitung atas dasar sewa tanah yang berlaku untuk lahan garapan padi gogo walaupun jarang ada orang yang mau menyewa lahan tersebut.77 39.06 19.310 54.080 219. Rata-rata modal dari luar adalah berupa benih padi gogo dengan bunga 50% selama satu musim tanam atau 12.27 100 Rp 70.425 6.650 31. Uraian Per luas garapan (0.260 1. 2. 3.62 2.975 72.83 6.545 4.900 106. Bunga modal sendiri terdiri dari bunga modal sendiri dan bunga modal pinjaman.12 1. 5.14 7. Biaya variabel lainnya adalah bunga modal usaha tani. Rata-rata bunga modal pinjaman petani dibayarkan dengan gabah kering giling .27 100 Per hektar Dari tabel diatas terlihat bahwa biaya tenaga kerja yang terbesar adalah untuk penyiangan 1 (51.83 6. 4.105 20. 6.44 11. 10.650 270.160 27.660 451.06 19.450 2.50 17. 7. 8. 9.77 39.12 1.850 51.720 19.32 4.44 11.62 2.236 ha) Rp 1.Besarnya biaya tenaga kerja untuk masing-masing kegiatan usaha tani dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Rata-rata biaya tenaga kerja dalam usaha tani padi gogo MT 1997/1998 No.240 12.14 7.955 % 6.06%). Pengolahan tanah (traktor) Perataan tanah Penanaman (ternak+manusia) Penyulaman/penjarangan Penyiangan 1 Penyiangan 2 Pemupukan Pengendalian H/P Pemanenan pengeringan 16.39 1.330 12.380 % 6.170 83.32 4.144.

740.00 362.5% perbulan dari besarnya bunga modal sendiri yang digunakan.untuk digulirkan kepada petani lainnya.850. Karena gabah yang umumnya dijual di daerah penelitian adalah gabah kering giling. Adapun konversi dari GKP ke GKG adalah dengan cara pengurangan 20% GKP.100. 1.250. 1. Macam biaya Biaya tetap Biaya variabel Jumlah Per luas garapan (Rp) 9. Biaya total (total cost) Biaya total merupakan biaya tetap ditambah dengan biaya variabel dapat dilihat pada tabel berikut : Jumlah biaya usaha tani padi gogo MT 1997/1998 No. Produksi (product) yang diperoleh dari usaha tani padi gogo adalah berupa Gabah Kering Panen (GKP) yang dihasilkan.100.00 372.139 . Kualitas produksi Gabah kering panen Per luas garapan (kw) 6. Produk ini didasarkan pada hasil percobaan yang dilakukan oleh petani dan kelompok tani Rata-rata produksi yang diperoleh dari usaha tani padi gogo MT 1997/1998 dapat dilihat pada tabel berikut Tabel rata-rata produksi padi gogo MT 1997/1998 No. maka peneliti menggunakan harga GKG. c.00 Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah biaya usaha tani padi gogo seluruhnya adalah Rp 372. Bunga modal sendiri diperhitungkan sebesar 1.600.00 1.00 per hektar yang sebagian besar berupa biaya variabel.576.860.00 Per hektar (Rp) 41.00 1. 2.534. maka agar nilai produk tersebut tidak menyimpang.00 per luas garapan atau Rp 1.600.576.

2. Harga gabah kering giling MT1997/1998 adalah sebesar 70 ribu per kg.00 Pendapatan atau income diperhitungkan dengan cara mengurangi penerimaan dengan biaya total yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel yang benar-benar dikeluarkan petani .470.27 Kw GKP per hektar. harga ini didasarkan atas mayoritas jawaban petani.00 dan penerimaan per hektarnya adalah sebesar Rp 1.370. Jumlah penerimaan petani dari usaha tani padi gogo perluas garapan Rp 343.905 Dari tabel diatas dapat diketahui produktivitas dari usaha tani yang dihasilkan padi gogo tersebut sebesar 26. Gabah kering giling 4.000. Besarnya Penerimaan (revenue) adalah diperhitungkan dari nilai produksi yang dihasilkan dengan cara mengalikan antara jumlah produksi fisik berypa gabah kering giling dengan harga satuan yang berlaku umum.

III. KESIMPULAN .