You are on page 1of 3

PERSEPSI MASYARAKAT KOTA YOGYAKARTA

TERHADAP APOTEK DAN FARMASIS


DALAM PELAKSANAAN ASUHAN KEFARMASIAN
(Pharmaceutical Care)

Tesis
untuk memenuhi sebagian persyaratan
mencapai derajat Sarjana S-2

Program Studi Ilmu Farmasi


Jurusan Ilmu-Ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam
Minat Magister (Manajemen) Farmasi

Diajukan oleh :
Didiek Hardiyanto Soegiantoro
13776/PS/MMF/04

Kepada
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

2007
Tesis
i
INTISARI

Perkembangan pelayanan kefarmasian Indonesia pada dasawarsa terakhir


menunjukkan kemajuan yang baik. Ketersediaan obat produksi dalam negeri,
peningkatan jumlah pendidikan tinggi farmasi, dan regulasi pemerintah mendorong
pertumbuhan jumlah apotek di Yogyakarta. Standar pelayanan kefarmasian di apotek
yang berpedoman pharmaceutical care meliputi pelayanan resep, pelayanan
pengobatan mendiri, pelayanan konsultasi dan informasi obat, serta evaluasi
penggunaan dan monitoring efek samping obat. Peningkatan jumlah apotek dan
farmasis seharusnya memperbaiki kualitas pelayanan kefarmasian, sehingga persepsi
masyarakat terhadap apotek dan farmasis menjadi semakin baik. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat persepsi masyarakat terhadap keberadaan apotek dan
farmasis di Kota Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan kuesioner skala
Likert. Persepsi masyarakat dibedakan menjadi 4 dimensi, yaitu manfaat relatif,
kompatibilitas atau kecocokan harapan, kemudahan akses pelayanan, dan image.
Pengambilan sampel dengan cara accidental sampling dari setiap kecamatan di Kota
Yogyakarta. Data yang diperoleh diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian hasil
pertanyaan yang valid dan reliabel dianalisis guna mendapatkan hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat terhadap apotek adalah
cukup. Masyarakat belum memililiki persepsi yang baik dalam bidang pelayanan
resep, pelayanan pengobatan mandiri, pelayanan informasi dan konsultasi obat, serta
evaluasi penggunaan obat dan monitoring efek samping obat. Ini menunjukkan
bahwa pelayanan asuhan kefarmasian di apotek belum dijalankan dengan baik.
persepsi masyarakat terhadap farmasis secara umum sudah baik, namun demikian
pelayanan resep masih harus ditingkatkan karena persepsi masyarakat terhadap
pelayanan resep oleh farmasis masih belum baik.

Kata kunci : pharmaceutical care, apotek, farmasis, persepsi

xviii
ABSTRACT

Indonesian pharmaceutical sevice at last a decay show good progress. Availibility of


domestic product drug, the amount of pharmacy faculty, and governmental
regulation push growth of pharmacy store in Yogyakarta. Pharmaceutical Standard
Service in pharmacy store which is pharmaceutical care, covered recipe service, self
medication service, drug consultancy and drug information sevice, and also evaluate
usage of drug and monitoring side effect. Increasing the amount of pharmacist and
pharmacy store ought to improve the quality of pharmacy service, so that society
perception to pharmacist and pharmacy store become progressively goodness. This
research aim to to see society perception to existence of pharmacist and pharmacy
store in Yogyakarta.

This research represent descriptive research, using Likert scale questionairre.


Perception differentiated to become 4 dimension, that is benefit relative,
compatibility of expectation, amenity access service, and image. The spreading of
questionnaire conducted by accidental sampling from every district in Yogyakarta.
Obtained data has been analyzed for validity and reliability. The valid and reliable
question analysed to get the result of this research.

This research indicated the perception to pharmacy store is enough. The perception
of pharmacy store to held on recipe service, self-medication service, drug
information and consultancy service, and also drug use evaluation and monitoring
side effects. This indicate that pharmaceutical services in pharmacy store not yet
been run better. the perception to pharmacist in general have goodness, but the recipe
service have to be improved because the perception to recipe service by pharmacist
still not yet goodness.

Keyword : pharmaceutical care, pharmacy store, pharmacist, perception

xix