Pemilihan Umum Anggota DPR dan Konstituante Indonesia 1955

Pemilihan Umum Indonesia 1955 adalah pemilihan umum pertama di Indonesia dan diadakan pada tahun 1955. Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia yang paling demokratis. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif; beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Dalam keadaan seperti ini, anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman. Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260, sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah. Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun, Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.

Tahapan
Sesuai tujuannya, Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu: y Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955, dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu, y Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955.

Hasil
Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia mendapatkan 57 kursi DPR dan 119 kursi Konstituante (22,3 persen), Masyumi 57 kursi DPR dan 112 kursi Konstituante (20,9 persen), Nahdlatul Ulama 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante (18,4 persen), Partai Komunis Indonesia 39 kursi DPR dan 80 kursi Konstituante (16,4 persen), dan Partai Syarikat Islam Indonesia (2,89 persen). Partai-partai lainnya, mendapat kursi di bawah 10. Seperti PSII (8), Parkindo (8), Partai Katolik (6), Partai Sosialis Indonesia (5). Dua partai mendapat 4 kursi (IPKI dan Perti). Enam partai mendapat 2 kursi (PRN, Partai Buruh, GPPS, PRI, PPPRI, dan Murba). Sisanya, 12 partai, mendapat 1 kursi (Baperki, PIR Wongsonegoro, PIR Hazairin, Gerina, Permai, Partai Persatuan Dayak, PPTI, AKUI, PRD (bukan PRD modern), ACOMA dan R. Soedjono Prawirosoedarso).

DPR
No. Partai 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Partai Nasional Indonesia (PNI) Masyumi Nahdlatul Ulama (NU) Partai Komunis Indonesia (PKI) Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Partai Kristen Indonesia (Parkindo) Partai Katolik Partai Sosialis Indonesia (PSI) Jumlah Suara Persentase Jumlah Kursi 8.434.653 7.903.886 6.955.141 6.179.914 1.091.160 1.003.326 770.740 753.191 483.014 242.125 224.167 219.985 206.161 200.419 199.588 178.887 22,32 20,92 18,41 16,36 2,89 2,66 2,04 1,99 1,43 1,28 0,64 0,59 0,58 0,55 0,53 0,53 0,47 57 57 45 39 8 8 6 5 4 4 2 2 2 2 2 2 1

Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) 541.306

10. Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti) 11. Partai Rakyat Nasional (PRN) 12. Partai Buruh 13. Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS) 14. Partai Rakyat Indonesia (PRI) 15. Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI) 16. Murba 17. Baperki

58 0. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai) 21.23 0. Partai Rakyat Indonesia (PRI) 15. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai) 21. Partai Buruh 13.21 0. Persatuan Daya (PD) 22.00 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 257 Konstituante No.84 1. 5. Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti) 11.785.222 101. AKUI 25.810 748.38 112 91 80 16 16 10 10 8 7 3 5 2 2 3 4 2 2 2 2 3 2 1 1 1 2 Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) 544.27 0.47 0.21 0.932 465.131 81.011 179.591 695. PIR Hazairin 23.333 6. Grinda 20.10 0.454 77. Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM) 27.80 2.022.19 0.44 1. Masyumi Nahdlatul Ulama (NU) Partai Komunis Indonesia (PKI) Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Partai Kristen Indonesia (Parkindo) Partai Katolik Partai Sosialis Indonesia (PSI) Jumlah Suara Persentase Jumlah Kursi 9.989.14 2.43 0.644 85. 9.66 0.22 0. Lain-lain Jumlah 178.47 0.306 1.20 0.047 152.39 0.35 0.30 0.456 162.41 0. 6.652 332. Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM) .509 74.17 0.Soedjono Prawirisoedarso 29.59 18.913 84.71 100. Persatuan Daya (PD) 22. Persatuan Rakyat Desa (PRD) 26.514 53. Partai Politik Tarikat Islam (PPTI) 24.803 10.346 248. Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS) 14.792 149.059. 7.232.40 0.97 119 7. R.61 1. Partai Politik Tarikat Islam (PPTI) 24.299 0.278 143.18.481 154.892 134.386 169.22 0.218 23.633 160.862 39.512 1. Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI) 16.420 157.523 64. Persatuan Indonesia Raya (PIR) Wongsonegoro 19.907 20. 3. PIR Hazairin 23. AKUI 25. Partai/Nama Daftar 1. Persatuan Rakyat Desa (PRD) 26.40 0.42 0. Murba 17.789.070.88 0.42 0. Persatuan Indonesia Raya (PIR) Wongsonegoro 19.054 114.43 0. 8.919 72. Partai Rakyat Nasional (PRN) 12.619 6.287 146. Angkatan Comunis Muda (Acoma) 28. 4.433 37. Grinda 20. Partai Nasional Indonesia (PNI) 2.47 2.976 164. Baperki 18.45 0.359 220.99 1.922 988.47 16.

237 10. 8. Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1971 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1971 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 Juli 1971 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) seIndonesia. Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. Gerakan Pilihan Sunda 30. dikeluarkan Dekrit Presiden yang membubarkan Konstituante dan pernyataan kembali ke UUD 1945.213.09 0.93 0.837.359 48. 9.M.988 426. Partai 1.34 0.308. Kemudian pada 4 Juni 1960. 3. 7.060 33.39 18.356 35. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Partai Nahdlatul Ulama Partai Muslimin Indonesia (Parmusi) Golongan Karya (Golkar) Partai Kristen Indonesia (Parkindo) Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba) Partai Nasional Indonesia (PNI) Partai Islam PERTI Jumlah Jumlah Suara Persentase Jumlah Kursi 603. Hal ini dikarenakan pada 5 Juli 1959.61 100. 6. yaitu: 1. Presiden Soekarno secara sepihak melalui Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat presiden.509 2. R. 5.126 3.10 0.69 0.27. PIR NTB 34. Gerakan Banteng Republik Indonesis (GBRI) 33.650 2. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) 338.09 0. L. Angkatan Comunis Muda (Acoma) 28. Partai Tani Indonesia 31.08 6. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2.10 3 1.Idrus Effendi 35.00 10 58 24 236 7 0 20 2 0 360 10. Lain-lain Jumlah 55. Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya. 1960. Hasil No.660 39.823 31. Golongan Karya (Golkar) .035 30.793.740 1.13 1 1 1 1 1 1 1 514 Dekrit Presiden Pemilu 1955 tidak dilanjutkan sesuai jadwal pada lima tahun berikutnya.874 33.669.856 37.82 1. Radja Keprabonan 32.348.09 0.266 381.930.105 0.15 0.403 Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1977 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1977 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 2 Mei 1977 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) seIndonesia periode 1977-1982.08 0.746 34.36 62.68 5.11 0.844 38. setelah sebelumnya dewan legislatif itu menolak RAPBN yang diajukan pemerintah.309 54. Partai Katolik 2. Soekarno membubarkan DPR hasil Pemilu 1955.673 733.08 1.Soedjono Prawirisoedarso 29. 4.

Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1997 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1997 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 29 Mei 1997 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) seIndonesia periode 1997-2002. Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1992 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1992 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 9 Juni 1992 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) seIndonesia periode 1992-1997. Golongan Karya (Golkar) 3. Pemilu ini diwarnai oleh aksi golput oleh Megawati Soekarnoputri. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2. yaitu: 1. . Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1987 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1987 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 23 April 1987 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) seIndonesia periode 1987-1992. Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1982 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1982 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 4 Mei 1982 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) seIndonesia periode 1982-1987. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya. Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. yaitu: 1. yaitu: 1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2. yang tersingkir sebagai Ketua Umum PDI yang tidak diakui rezim pemerintah waktu itu. Golongan Karya (Golkar) 3. Golongan Karya (Golkar) 3. Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2. Pemilihan Umum ini merupakan yang terakhir kali diselenggarakan pada masa Orde Baru. Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya. yaitu: 1. Golongan Karya (Golkar) 3.3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.

22% 0.12% 0.00% 0.741.05% 0.00% 0.27% 0.43% 1. Partai Katolik Demokrat 19.25% 0. 6.81% 0. 9.00% 0.12% 0.654 .309 300. Partai Syarikat Islam Indonesia 11.33% 0. 2.00% 0. Partai Demokrasi Indonesia 33.52% 7. yang mencakup hampir semua spektrum arah politik (kecuali komunisme yang dilarang di Indonesia). 8.00% 0.920 35.00% 12.073 213. Partai Syarikat Islam Indonesia 1905 18.08% 0.689.71% 0.979 104. Partai Rakyat Demokratik 17.589 11.00% 0.Massa Marhaen 31.385 550.489 269.22% 2.846 7. Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia 24.35% 0.00% 0.35% 0. Partai Kebangsaan Merdeka 14. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi 22.105 1. Partai Republik 29. Partai Islam Demokrat 30.00% 1.049.31% 0.51% 1.730 152.179 365.31% 0.97% 10. Pemilihan Umum ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan setelah runtuhnya Orde Baru dan juga yang terakhir kalinya diikuti oleh Provinsi Timor Timur.564 62.00% 1. 4.790 456.675 40.18% 0.44% 0 0 0 0 0 0 1 0 58 1 153 0 0 5 34 0 0 0 0 0 1 13 0 7 5 1 1 0 0 1 0 2 120 0.718 2.712 369. Partai Nasional Indonesia .820 216.00% 0. 7.Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1999 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1999 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 7 Juni 1999 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 19992004.137 85.36% 0.749 0. Partai Golongan Karya 27.436. 5. Partai Indonesia Baru Partai Kristen Nasional Indonesia Partai Nasional Indonesia Partai Aliansi Demokrat Indonesia Partai Kebangkitan Muslim Indonesia Partai Ummat Islam Partai Kebangkitan Ummat Partai Masyumi Baru Partai Persatuan Pembangunan 192.00% 0. Partai Keadilan 25.565 679.838 289.14% 10.00% 0.43% 25. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 12. Partai Nahdlatul Ummat 26.064 152.708 61.04% 0.36% 33. Partai Jumlah Suara Persentase Jumlah Kursi Persentase 1.00% 0. Partai Bulan Bintang 23.07% 0.00% 0.06% 0.176 328.00% 0. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia 328.00% 0. Partai Amanat Nasional 16.08% 0. Partai Abul Yatama 13. No.06% 0.901 345.905 375.08% 7. Pemilihan Umum ini diikuti oleh 48 partai politik.719 377.720 23.64% 0.22% 0.10% 0.14% 0.36% 0. Partai Demokrasi Kasih Bangsa 15.94% 0.629 62.20% 0.956 78.006 345.28% 0.00% 0.20% 0.22% 33.74% 0.528.06% 1.Front Marhaenis 28.22% 0.55% 0.36% 0.329. Partai Nasional Indonesia .22% 0. Partai Rakyat Indonesia 21. Partai Pilihan Rakyat 20.33% 22. Penentuan kursi dilakukan secara proporsional berdasarkan persentase suara nasional.517 54. 3. Partai Musyawarah Rakyat Banyak 32.

Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia 46. Kampanye Pada tahap awal pendaftaran.00% 0. Kampanye ini terbagi menjadi dua fase karena dirayakannya Nyepi. dan akhirnya 24 setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).05% 0.00% 100. Jadwal pemilu legislatif 2004 11 Maret±1 April Kampanye calon legislatif .00% 0.980 427. Pemilihan umum 2004 dinyatakan sebagai pemilu paling rumit dalam sejarah demokrasi.336.00% 0.686 49. Dewan Perwakilan Daerah.14% 0.43% 0. Partai Daulat Rakyat 40.087 1. Hanya enam partai yang memenuhi kriteria ini.136 364. DPD. Partai Umat Muslimin Indonesia 48. Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong 204. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menambah 14 amandemen pada Undang-Undang Dasar 1945. MPR akan terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun. Partai Uni Demokrasi Indonesia 37. terdapat perubahan dalam badan legislatif.839 63.291 180. Partai Cinta Damai 41. Partai Solidaritas Pekerja 43. Partai Nasional Bangsa Indonesia 44.06% 100. acara-cara tersebut tidak banyak dihadiri.13% 0. Pengurangan ini dilakukan berdasarkan undang-undang pemilu baru yang hanya memperbolehkan partai dengan 2 persen kursi DPR atau 3 persen kursi di DPRD untuk ikut dalam pemilu 2004.19% 0. Dimulai dari tahun 2004.62% 12. dan DPRD Indonesia 2004 Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat.00% 1 51 0 0 0 2 0 4 0 0 1 0 0 0 0 462 0.00% 0. Hasil akhir pemilu menunjukan bahwa Golkar mendapat suara terbanyak. DPD baru akan terdiri dari empat perwakilan dari setiap provinsi di Indonesia. Partai Keadilan dan Persatuan 42. Karena semua kursi di MPR akan dipilih secara langsung. dan partai-partai lainnya diwajibkan untuk melakukan merger atau reorganisasi menjadi partai baru.16% 1.980 140. Partai Pekerja Indonesia Jumlah 655. mendapat 7.22% 11.065. Partai Kebangkitan Bangsa 36.03% 0. Perubahan dan pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden merupakan langkah besar bagi Indonesia untuk mencapai demokrasi. Survey yang dilakukan oleh International Foundation for Electoral Systems menunjukan bahwa tidak semua pemilih tahu bagaimana memilih atau tidak mengetahui kandidat yang mereka pilih. 150 partai mendaftar ke Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.22% 0.00% 38. Jumlah ini lalu berkurang menjadi 50. militer diminta untuk dihilangkan dari dewan perwakilan. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 2004 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 April 2004 untuk memilih 550 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 128 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Partai Nasional Demokrat 47. Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia 45.00% 0.984 49.204 Pemilihan Umum Anggota DPR. Diantara amandemen tersebut.00% 0.934 105. Partai Buruh Nasional 39.61% 0. UU tersebut juga mengubah keanggotaan DPR menjadi 550 orang.786.87% 0. Pada 13 Juli 2003.40% 0.167 96.854 168. serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2004-2009. Partai Persatuan 35. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). hari raya umat Hindu.00% 0.05% 0. Periode kampanye untuk partai dimulai pada 11 Maret dan berlanjut hingga 1 April.34. Presiden Megawati Sukarnoputri menandatangani undang-undang yang menguraikan isi dari MPR.052 13.13% 0.00% 0.661 0.45% dan 7.00% 0.982 140.09% 0. dua partai terbaru dalam pemilu ini.01% 0. Latar belakang Dalam sidang umum tahun 2002.34% 0.17% 0.807 149. Partai-partai menyampaikan agenda nasional mereka antara 11 hingga 25 Maret.34% suara.

00% 0. lebih dari 1.303.290 1.77% Jumlah Kursi 128 109 52 58 (55) 45 (53) 11 (14) (13) 2 1 (4) (0) 0 1 0 (3) Persentase 23.44% 2.06%).55% 10.55% 2.462.00% 8.82% 9.57% 8. Kandidat akan dipilih dalam sistem proporsional terbuka (open list).00% 0.36% 0.000 kandidat yang dinominasikan oleh partai politik dalam tingkat nasional.44% 2.230.073. Namun.989.[9][10] Jumlah suara Proses penghitungan suara berlangsung selama sebulan.159 21. Partai yang tidak memenuhi kriteria tersebut harus bergabung dengan partai lain untuk memenuhi salah satu kriteria. Partai Golongan Karya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa Partai Persatuan Pembangunan Partai Demokrat Partai Keadilan Sejahtera Partai Amanat Nasional Partai Bulan Bintang Partai Bintang Reformasi Jumlah Suara Persentase 24.73% 0.564 9. Partai Karya Peduli Bangsa 12.020 7. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah 895. Dari total jumlah suara. 7.58% 18.26% 1. Pemilu ini diamati oleh organisasiorganisasi seperti Australian Parliamentary Observer Delegation dan European Union Election Observer Mission.19%) dinyatakan sah dan 10. Golkar mendapat kursi terbanyak.248.36% 0.18% 0.53% 10.026.62% 2. dan hasil akhir diumumkan pada 5 Mei.18% 0.610 Indonesia 878. 2.254 2. 124.480. dan dua pejabat pemilu dilaporkan tewas ketika mengantarkan peralatan pemilihan di provinsi Papua.45% 10. 3. 6.18% 9.414. 113.339 menggunakan hak pilihnya (84.240 1.757 21.139 923.95% 0.79% 0.324 2.654 1. 17. 4.15% 7.970.998 2. Partai Patriot Pancasila 16. Dari 148.756 kandidat untuk 550 kursi DPR.764.420.414 suara (91.957. 5.313. Hasil Hasil pemilu ini menentukan partai politik mana yang dapat menyalonkan kandidatnya untuk pemilu presiden 2004 pada 5 Juli.455.11% 1.455 1. 13. Hanya partai yang memperoleh lima persen popular vote atau tiga persen kursi di DPR yang dapat menyalonkan kandidatnya. Partai Damai Sejahtera 11. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Partai Nasional Indonesia Marhaenisme 15. No.369 pemilih terdaftar.34% 6.55% Keterangan Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Lolos Tidak lolos Tidak Lolos Lolos Tidak Lolos Lolos 10.399. 14 dari 24 partai menolak hasil pemilu dengan tuduhan penghitungan suara yang tidak teratur.13% 2.16% 1.2±4 April 5 April Masa tenang Hari pemilihan 21±30 April Pengumuman hasil Terdapat lebih dari 475.00% 2. Hari pemilu Pemilu 5 April dilaksanakan tanpa terjadinya insiden besar. Partai Pelopor . serta 7.000. 14. 8.45% 7.08% 0.925 tidak sah. 9.64% 2. Kekerasan kecil sempat terjadi.629 11.424. provinsial dan kabupaten.27% 19. Partai 1.932 18. Di DPR.325.225 8.81% 0.00% 0.487 2.200 kandidat bersaing untuk 128 kursi DPD.764 8.

38 keputusan mempengaruhi alokasi kursi di DPR. Partai Sarikat Indonesia 23. Kursi tersisa yang ditetapkan kepada daerah pemilihan dibagikan kepada partai politik tersisa berdasarkan urutan peringkat suara tersisa.58% 0.00% 0. sementara Partai Amanat Nasional dan Partai Damai Sejahtera mendapat satu kursi. pembagian kursi dilakukan dengan menggunakan largest remainder method. dengan kasus terakhir diselesaikan pada tanggal 21 Juni. Partai Buruh Sosial Demokrat Jumlah 22. enam belas partai mendapat paling tidak satu kursi di DPR.00% 100.952 Sumber: Ananta. Partai Merdeka 21.397 113. Diantara kasus-kasus tersebut. Arifin & Suryadinata 2005. 22 Catatan: Jumlah kursi di dalam kurung berarti jumlah tersebut diubah setelah Mahkamah Konstitusi menyelesaikan sengketa mengenai hasil pemilu.462. Partai akan memerlukan lebih sedikit suara untuk mendapatkan kursi di luar Jawa. hal.19.18% 0.00% 0. Setelah penyelesaian semua sengketa. Partai Penegak Demokrasi Indonesia 855.00% Lolos Tidak Lolos Tidak Lolos Tidak Lolos Tidak Lolos Tidak Lolos 20. sementara kuota Hare digunakan untuk menentukan kursi yang secara otomatis diduduki oleh Alokasi kursi di DPR Provinsi Peningkatan jumlah kursi Pengurangan jumlah kursi í1 í2 Kalimantan Barat Partai Bintang Reformasi (PBR) +1 Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Sulawesi Tengah Papua Barat Papua Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Pelopor (PP) +1 Partai Demokrat (PD) +1 +1 Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) í1 partai perorangan. satu-satunya kursi yang didapat Partai Nasional Banteng Kemerdekaan diserahkan kepada Partai Bintang Reformasi oleh KPU .60% 0.916 636. Sementara itu. Alokasi kursi Untuk mencapai jumlah perwakilan yang sepadan. Terdapat 273 kasus yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi.74% 0. Partai Perhimpunan Indonesia Baru 672.414 0. Analisis .296 657.00% 0.811 842. Partai Persatuan Daerah 24. DPD dan DPRD. Partai Pelopor mendapatkan satu kursi dari Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan.00% 1 0 0 0 0 0 550 0. namun mendapat jumlah kursi yang sama dengan PAN. Partai Demokrat kehilangan dua kursi.75% 0. Contohnya.541 679.59% 0. Ketidaktetapan urutan partai muncul karena adanya aturan khusus yang semula dibuat untuk menghadapi masalah tidak meratanya pembagian penduduk antara pulau Jawa dengan pulau lainnya.00% 0. Aturan ini menetapkan bahwa nilai kuota Hare untuk provinsi di Jawa lebih tinggi daripada pulau lain. sementara sisanya tidak mendapat sama sekali.56% 100. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat lebih banyak suara dari Partai Amanat Nasional.

Faktor tersebut menjadikan sistem pemilihan Indonesia unik jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). performa PDI-P di wilayah tersebut merupakan yang terburuk karena terjadinya bom Bali 2002.8 suara di Sulawesi Utara dan 13 kursi di seluruh DPR. Pemekaran ini dilakukan setelah pemilu sehingga Sulawesi Barat tidak memiliki perwakilan dalam DPR hingga pemilu legislatif 2009. jumlah suara kedua partai di ibukota mencapai 42. Pola pemilihan berdasarkan agama terlihat sangat jelas di provinsi-provinsi timur.5%. Pemilihan Umum Anggota DPR. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 2009 (biasa disingkat Pemilu Legislatif 2009 atau Pileg 2009) diselenggarakan untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat mencapai peringkat pertama dan kedua di Jakarta (yang dianggap sebagai "barometer politik Indonesia"). DPD dan DPRD. Pemilu ini juga dinyatakan sebagai pemilihan terpanjang dan paling rumit dalam sejarah demokrasi. Hasil pemilu menunjukan bahwa Golkar memenangkan jumlah kursi terbanyak.Peta yang menunjukkan pemenang suara terbanyak di setiap provinsi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2009-2014. Dewan Perwakilan Daerah. Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). . Anggota dewan lalu berkumpul pada tanggal 2 Oktober dan diambil sumpahnya sebagai anggota MPR. Partai Demokrat (PD). Akibat Perolehan suara partai-partai peserta pemilu 2004. tetapi mendukung capres dari PAN. dan DPRD Indonesia 2009 Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Ginandjar Kartasasmita terpilih sebagai ketua DPD. Pemungutan suara diselenggarakan secara serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 9 April 2009 (sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 5 April. 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Partai Damai Sejahtera (PDS) yang berbasis Kristen mendapat 14. Pada 5 Oktober. Bahkan sistem alokasi kursi DPR juga dianggap sebagai "yang paling rumit di dunia" oleh media. namun kemudian diundur). Performa PKB di Jawa Timur tetap berlangsung baik meskipun kehilangan suara. Muslim di wilayah bekas konflik religius cenderung memilih PKS yang berbasis Islam. Anggota DPR dan DPD yang baru terpilih diambil sumpahnya dalam sesi yang berbeda pada tanggal 1 Oktober. Tujuh partai politik memenuhi kriteria untuk menyalonkan kandidatnya dalam pemilu presiden 2004: Golkar. Pemilu legislatif 2004 merupakan pemilu paling rumit dalam sejarah Indonesia karena penduduk Indonesia harus memilih wakil rakyat di DPR. Agung Laksono dari Golkar sebagai ketua DPR dan Hidayat Nur Wahid dari PKS sebagai ketua MPR. Golkar menerika lebih banyak suara daripada partai lainnya di dua puluh enam provinsi. Dukungan terhadap Golkar di Sulawesi berkurang karena munculnya partai menengah dan kecil di wilayah tersebut. DPD. Meskipun memenangkan jumlah suara terbesar di Bali. Hal tersebut terjadi karena berkurangnya popularitas PDI-P. PKS tidak mencalonkan kandidatnya. tiga kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan dimekarkan untuk membentuk provinsi Sulawesi Barat. Jika digabung.

dengan peserta pemilu adalah partai politik. Pemekaran ini dilakukan setelah pemilu legislatif 2004. 16 partai lainnya merupakan peserta Pemilu 2004 yang berhasil mendapatkan kursi di DPR periode 2004-2009. No. 104/VI/2008/PTUN. jumlah kursi DPR ditingkatkan menjadi 560 untuk mewakilkan provinsi Sulawesi Barat serta karena peningkatan jumlah penduduk. tiga kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan dimekarkan untuk membentuk provinsi Sulawesi Barat. dimana 18 partai diantaranya merupakan partai politik yang baru pertama kali mengikuti pemilu ataupun baru mengganti namanya. Pada 18 Februari 2008. Berikut daftar 38 partai politik nasional peserta Pemilihan Umum Anggota DPR 2009 beserta nomor urutnya. Pemilihan umum ini adalah yang pertama kalinya dilakukan dengan penetapan calon terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak. sehingga berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta No. sehingga Sulawesi Barat tidak diwakilkan dalam DPR hingga tahun 2009. Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa seluruh partai politik peserta Pemilu 2004 berhak menjadi peserta Pemilu 2009. diikuti dengan Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Partai Demokrat memenangkan suara terbanyak. urut 20 Lambang dan nama partai Partai Demokrasi Kebangsaan 2 Partai Karya Peduli Bangsa 21 Partai Republika Nusantara 3 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 22 Partai Pelopor 4 Partai Peduli Rakyat Nasional 23 Partai Golongan Karya 5 Partai Gerakan Indonesia Raya 24 Partai Persatuan Pembangunan 6 Partai Barisan Nasional 25 Partai Damai Sejahtera 7 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 26 Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia . sehingga langsung berhak menjadi peserta Pemilu 2009.JKT. Dalam perkembangannya. Pemilihan Umum Anggota DPR Pemilihan Umum Anggota DPR dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka yang perhitungannya didasarkan pada sejumlah daerah pemilihan. Peserta Pemilihan Umum Anggota DPR 2009 diikuti oleh 38 partai politik. KPU menetapkan 4 partai politik lagi sebagai peserta Pemilu 2009. Komisi Pemilihan Umum mengumumkan daftar 34 partai politik yang dinyatakan lolos verifikasi faktual untuk mengikuti Pemilu 2009. Muncul pembicaraan untuk meningkatkan jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat pada September 2007. Pada 7 Juli 2008. bukan partai politik). Latar belakang Pada 5 Oktober 2004. urut 1 Lambang dan nama partai Partai Hati Nurani Rakyat No.38 partai memenuhi kriteria untuk ikut serta dalam pemilu 2009. Berbagai faksi dalam pemerintahan mengusulkan untuk menambah jumlah kursi menjadi 560. bukan berdasarkan nomor urut (pemilih memilih calon anggota DPR.

Nanggroe Aceh Darussalam I Nanggroe Aceh Aceh Tenggara. yang ditentukan sesuai dengan jumlah penduduk. Provinsi Nama daerah pemilihan kursi 1. Kota Banda Aceh. Gayo Lues. Simeulue. Jumlah kursi untuk setiap daerah pemilihan berkisar antara 3-10 kursi. Kota Sabang.8 Partai Keadilan Sejahtera 27 Partai Bulan Bintang 9 Partai Amanat Nasional 28 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 10 Partai Perjuangan Indonesia Baru 29 Partai Bintang Reformasi 11 Partai Kedaulatan 30 Partai Patriot 12 Partai Persatuan Daerah 31 Partai Demokrat 13 Partai Kebangkitan Bangsa 32 Partai Kasih Demokrasi Indonesia 14 Partai Pemuda Indonesia 33 Partai Indonesia Sejahtera 15 Partai Nasional Indonesia Marhaenisme 34 Partai Kebangkitan Nasional Ulama 16 Partai Demokrasi Pembaruan 41 Partai Merdeka 17 Partai Karya Perjuangan 42 Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia 18 Partai Matahari Bangsa 43 Partai Sarikat Indonesia 19 Partai Penegak Demokrasi Indonesia 44 Partai Buruh Daerah pemilihan Daerah pemilihan Pemilihan Umum Anggota DPR adalah provinsi atau gabungan kabupaten/kota dalam 1 provinsi. dengan total 77 daerah pemilihan. Pidie Jaya. Aceh Barat. Nagan Raya. Aceh Jaya. Pidie. Kota Subulussalam 7 . Jumlah No. Aceh Singkil. Aceh Darussalam Barat Daya. Aceh Besar.

Samosir. Tapanuli Selatan. Kota Padang Sidempuan Sumatera Utara III Kab. Aceh Utara. Pelalawan. Tanah Datar. Kota Padangpanjang Sumatera Barat II Kab. Ogan Komering Ilir. Padang Lawas Utara. Tulangbawang. Asahan. Kota Jakarta Selatan. Luar Negeri DKI Jakarta III Kabupaten Kepulauan Seribu. Banyuasin. Kota Prabumulih Bengkulu Lampung I Kab. Indragiri Hilir. Kota Palembang. Aceh Tengah. Riau 5. Kota Pariaman Riau I Kab.Nanggroe Aceh Darussalam II Aceh Selatan. Humbang Hasundutan. Way Kanan (kabupaten baru masih digabung dengan induknya) DKI Jakarta I Kota Jakarta Timur 11. Kota Tanjungbalai. Kota Pekanbaru. Nias Selatan. Indragiri Hulu. Limapuluh Koto. Langkat. Kota Cimahi 6 10 2. Solok Selatan. Lampung Timur. Labuhan Batu. Dharmasraya. Kota Pematangsiantar. Kota Solok. Kota Binjai Sumatera Barat I Kab. Lampung Selatan. Bangka Belitung Bangka Belitung Bengkulu 10. Simalungun. Tanggamus. Kota Jakarta Barat. Pasaman. 10 10 8 3. Kota Pagar Alam. Ogan Komering Ulu. Serdang Bedagai. Pesawaran. 9. Rokan Hulu. Kota Medan. Lampung Tengah. Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan II Kab. Bener Meriah. DKI Jakarta DKI Jakarta II Kota Jakarta Pusat. Kota Dumai Riau II Kab. 6. Ogan Komering Ulu Timur. Lahat. Lampung Barat. Kota Lhokseumawe. Padang Pariaman. Empat Lawang. Kota Jakarta Utara 12. Agam. Mandailing Natal. Tapanuli Tengah. Kota Sawahlunto. Kepulauan Mentawai. Pesisir Selatan. Karo. Musi Banyuasin. Bengkalis. Lampung 9 6 7 8 7 . Lampung Utara. Kota Bandar Lampung. Kota Metro (kabupaten baru masih digabung dengan induknya) Lampung II Kab. Padang Lawas. Kota Langsa Sumatera Utara I Kab. Musi Rawas. Tapanuli Utara. Sijunjung. Bireuen. Kota Payakumbuh. Kampar. Deli Serdang. Solok. Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jambi 7. Jawa Barat Jawa Barat I Kota Bandung. Pasaman Barat. Kota Sibolga. Ogan Komering Ulu Selatan. Aceh Timur. Pakpak Bharat. Kuantan Singingi Jambi Sumatera Selatan I Kab. Kota Bukittinggi. Kota Padang. Dairi. Nias. Sumatera Selatan 9 3 4 9 8. Rokan Hilir. Muaraenim. Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara II Kab. Aceh Tamiang. Sumatera Utara Toba Samosir. Batubara. Ogan Ilir. Sumatera Barat 6 6 5 3 7 8 4. Siak.

Pekalongan. Kota Semarang Jawa Tengah II Kab. Pandeglang. Grobogan. Cilacap. Temanggung. Kota Sukabumi Jawa Barat V Kabupaten Bogor Jawa Barat VI Kota Bekasi. Kota Depok Jawa Barat VII Kab. Kota Tegal Jawa Tengah X Kab. Jawa Tengah . Kudus. Batang. Lebak 13. Karanganyar. Indramayu. Pati Jawa Tengah IV Kab. Magelang. Kota Banjar Jawa Barat XI Kab. Kota Pekalongan 15. Jepara. Cirebon. Garut. Sumedang. Kota Magelang Jawa Tengah VII Kab. Banjarnegara. Kuningan. Kebumen Jawa Tengah VIII Kab. Kota Serang Banten III Kab. Purbalingga. Majalengka. Subang Jawa Barat X Kab. Demak Jawa Tengah III Kab. Sukoharjo. Bandung. Kota Surakarta Jawa Tengah VI Kab. Pemalang. Kendal. Banyumas Jawa Tengah IX Kab. Boyolali. Blora. Purworejo. Sragen. Tegal. Kota Tangerang Selatan Jawa Tengah I Kab. Kota Bogor Jawa Barat IV Kab. Purwakarta. Semarang. Rembang. Tangerang. Klaten. Brebes. Cianjur. Banten Banten II Kab. Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta 10 9 6 9 6 10 9 8 7 10 6 6 10 8 7 9 7 8 8 7 8 8 7 8 14. Serang. Wonosobo. Kota Tasikmalaya Banten I Kab. Tasikmalaya.Jawa Barat II Kab. Sukabumi. Kota Salatiga. Wonogiri Jawa Tengah V Kab. Kota Tangerang. Kota Cilegon. Ciamis. Karawang. Kota Cirebon Jawa Barat IX Kab. Bandung Barat Jawa Barat III Kab. Bekasi Jawa Barat VIII Kab.

Takalar. Barito Kuala. Jember Jawa Timur V Kabupaten Malang. Banjar. Gowa. Kota Banjarmasin. Hulu Sungai Selatan. 21. Kab. Nusa Tenggara Barat Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur I Kabupaten-kabupaten di Pulau Flores dan Kep. Bantaeng. Jeneponto. Tanah Laut. Sulawesi Selatan . Sulawesi Tengah 27. Balangan Kalimantan Selatan II Kab. dan Kota Mojokerto dan Madiun Jawa Timur IX Kab. Banyuwangi. Kota Malang. Sidoarjo. Nganjuk. Tanah Bumbu. Trenggalek. Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan I Kab. Pacitan. Kota Surabaya Jawa Timur II Kabupaten dan Kota Probolinggo dan Pasuruan Jawa Timur III Kab. Ponorogo. Kota Makassar 5 8 6 3 6 8 23. Tabalong. Hulu Sungai Tengah. Alor Nusa Tenggara Timur II Kabupaten-kabupaten dan kota di Pulau Timor dan Sumba Kalimantan Barat Kalimantan Tengah 10 7 7 8 8 9 8 10 6 6 8 9 10 6 7 10 6 Nusa Tenggara 19. Kabupaten dan Kota Blitar dan Kediri Jawa Timur VII Kab. Kota Batu 16.Yogyakarta Jawa Timur I Kab. Sulawesi Utara 25. Jawa Timur Jawa Timur VI Kab. Bondowoso. Jombang. Tapin. Ngawi Jawa Timur VIII Kab. Selayar. Hulu 6 Sungai Utara. Tulungagung. 22. Kalimantan Timur 24. Situbondo Jawa Timur IV Kab. Kotabaru. Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah 20. Lamongan dan Gresik Jawa Timur XI Empat kabupaten di Pulau Madura 17. Magetan. Lumajang. Bojonegoro dan Tuban Jawa Timur X Kab. Kota Banjarbaru Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan I Kab. Bali 18. Gorontalo 26.

406 761.00% 0.21% Lolos 0.206. Maluku Utara 32.892 8. Tana Toraja. Pinrang.18% Lolos 8. Kota Parepare Sulawesi Selatan III Kab.73% 0.00% 0. Papua Barat Total Hasil Peta partai peraih suara terbanyak per provinsi.72% 1. Bulukumba. Sulawesi Barat 30. KPU menetapkan hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009 setelah 14 hari (26 April 2009 . Soppeng. Wajo.90% 7.00% 0. Berikut adalah hasil Pemilu Anggota DPR 2009.03% Lolos 0. Pangkajene dan Kepulauan.21% 4.19% Jumlah kursi 17 0 0 0 26 0 0 57 46 0 Persentase kursi Status PT* Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos 1 Partai Hati Nurani Rakyat 2 Partai Karya Peduli Bangsa 3 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 3. Luwu.461. Maluku 31.Sulawesi Selatan II Kab. Penetapan jumlah kursi kemudian direvisi oleh KPU pada 13 Mei 2009 setelah terjadi perbedaan pendapat mengenai metode penghitungannya.64% Lolos 0.580 197. Maros.625 1.00% Tidak . Papua 33. Barru. Hasil yang diumumkan meliputi perolehan suara berikut jumlah kursi masing-masing partai politik di DPR.77% 1. Luwu Utara.371 Persentase suara 3. Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 9 7 5 3 4 3 10 3 560 29.870 1.955 6.086 934.922.260. Kota Palopo 28. Sinjai.254.794 4.182 745. Enrekang. Luwu Timur.01% 0.9 Mei 2009) melaksanakan rekapitulasi penghitungan suara secara nasional. Bone. Partai Jumlah suara 3.00% 8 Partai Keadilan Sejahtera 9 Partai Amanat Nasional 10 Partai Perjuangan Indonesia Baru 10. Revisi kemudian kembali dilakukan berdasarkan keputusan MK. No. masing-masing untuk perolehan suara dan jumlah kursi di DPR.46% 0. Sidenreng Rappang.646.40% 0.88% 6.00% 4 Partai Peduli Rakyat Nasional 5 Partai Gerakan Indonesia Raya 6 Partai Barisan Nasional 7 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 4. Pada 9 Mei 2009.

351 21.00% 0.091 1.61% Lolos 0.lolos 11 Partai Kedaulatan 12 Partai Persatuan Daerah 13 Partai Kebangkitan Bangsa 14 Partai Pemuda Indonesia 15 Partai Nasional Indonesia Marhaenisme 437.00% Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos 29 Partai Bintang Reformasi 30 Partai Patriot 31 Partai Demokrat 32 Partai Kasih Demokrasi Indonesia 33 Partai Indonesia Sejahtera 34 Partai Kebangkitan Nasional Ulama 41 Partai Merdeka 26.333 547.43% Lolos 0.440 414.53% 20.00% 0.47% 0.00% 0.00% 16 Partai Demokrasi Pembaruan 17 Partai Karya Perjuangan 18 Partai Matahari Bangsa 19 Partai Penegak Demokrasi Indonesia 20 Partai Demokrasi Kebangsaan 21 Partai Republika Nusantara 22 Partai Pelopor 23 Partai Golongan Karya 24 Partai Persatuan Pembangunan 25 Partai Damai Sejahtera 26 Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia 19.043 316.581 5.33% 14.780 342.122 414.00% Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos 27 Partai Bulan Bintang 28 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 16.696 1.703.541.264.30% 0.45% 1.03% 1.00% 0.665 1.750 137.914 15.00% 0.623 0.00% 0.864.64% 0.533.31% 0.146.40% 0.00% 0.00% .94% 0.32% 1.11% 0 0 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 107 37 0 0 0 94 0 0 148 0 0 0 0 0.00% 0.00% 0.244 630.45% 5.00% Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos 5.79% 14.660 351.00% 0.40% 0.727 671.00% 0.00% 0.86% 0.527.593 111.85% 0.00% 0.137 324.752 896.037.600.553 320.34% 0.752 14.79% Lolos 0.00% 0.214 1.48% 0.757 5.31% 1.121 550.42% 0.61% 0.592 468.00% Lolos 0.11% Lolos 6.21% 0.53% 4.00% 0.13% 0.

551 265. Berikut daftar 6 partai politik lokal Aceh tersebut beserta nomor urutnya. ada tambahan 6 partai politik lokal yang berhak mengikuti Pemilihan Umum Anggota DPRD di provinsi tersebut. dengan daerah pemilihan adalah provinsi. 35 36 37 Lambang dan nama partai Partai Aceh Aman Seujahtra Partai Daulat Aceh Partai Suara Independen Rakyat Aceh No.099.00% 0. .25% 100.00% 100.203 104.42 Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia 146. Pemilihan Umum Anggota DPRD Pemilihan Umum Anggota DPRD 2009 dilaksanakan dengan sistem. No.779 140.785 0.14% 0.00% Tidak lolos Tidak lolos Tidak lolos 43 Partai Sarikat Indonesia 44 Partai Buruh Jumlah Pemilihan Umum Anggota DPD Pemilihan Umum Anggota DPD 2009 dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. Khusus untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. dengan peserta pemilu adalah perseorangan. aturan.00% 0 0 0 560 0. sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan Nota Kesepahaman Helsinki 2005. Jumlah kursi anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan sebanyak 4 kursi. 38 39 40 Lambang dan nama partai Partai Rakyat Aceh Partai Aceh Partai Bersatu Aceh Hasil Pemilihan Umum untuk DPRD dapat dilihat pada artikel masing-masing daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota). dan peserta yang sama dengan Pemilihan Umum Anggota DPR.14% 0.00% 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful