P. 1
Rahasia Rebut Beasiswa Ala Ahmad Fuadi Penulis Trilogi Negeri 5 Menara

Rahasia Rebut Beasiswa Ala Ahmad Fuadi Penulis Trilogi Negeri 5 Menara

|Views: 166|Likes:
Published by Ok Tarian To

More info:

Published by: Ok Tarian To on Nov 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

Oktarianto

RAHASIA REBUT BEASISWA ALA AHMAD FUADI PENULIS TRILOGI NEGERI 5 MENARA
Sumber : Intisari, November 2010 Oleh : Ahmad Fuadi

Beasiswa bisa diartikan dalam arti luas. Jadi tidak hanya kesempatan belajar untuk mendapatkan gelar akademik saja. Bagi Ahmad Fuadi, beasiswa adalah setiap kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, baik melaui proses belajar di kelas atau tidak, tanpa harus membayar alias gratis. Artinya, beasiswa itu bisa meliputi program sekolah SMA, S1, S2, S3, tapi bisa juga kursus singkat (short course), pertukaran pelajar (student exchange), workshop, dan lainnya. Pelamarnya tidak harus siswa, bahkan orang yang sudah bekerja juga bisa. Pengertian gratis ini bisa dalam arti 100% dibayari mulai dari transportasi, biaya tinggal sampai tuition atau hanya sebagian. Banyak orang yang ingin sekali mendapatkan beasiswa, tapi selalu merasa mencari beasiswa itu sulit. Jadi sebelum berusaha sudah mempunyai mental block. Paling tidak, kita perlu melihat dua hal penting di bawah ini. Pertama : yakinlah bahwa beasiswa itu banyak. Setiap tahun sekian banyak organisasi dalam dan luar negeri menawarkan beasiswa. Kesempatan itu ada dimana-mana, cuma ada yang diumumkan besar-besaran di media, ada yang tidak. Kedua : beasiswa itu bukan buat orang pintar saja, tapi untuk yang mau melebihkan usaha dari orang lain. Dari pengalaman Ahmad Fuadi, ada temanteman yang pintar, tapi mereka tidak mendapatkan beasiswa yang diinginkan. TOEFL dan IPK bukan sebuah jaminan. Ada orang yang TOEFL-nya tidak bagus dan IPK-nya tidak tinggi, tapi bisa dapat beasiswa. Walau skor tinggi TOEFL dan IPK bagus adalah modal penting, tapi tida selalu menjadi syarat satu-satunya. Beasiswa itu seperti buah mangga yang tergantung di pohon. Ada orang yang ingin memakan mangga, tapi hanya menunjuk-nunjuk buah itu dari -1-

Oktarianto kejauhan. Buah itu tidak akan terbang ke tangan kita, kan? Perlu usaha untuk merebutnya.

Bagaimana memulai?
Pertama, pasang niat yang kuat. Artinya, kita benar-benar merasakan keinginan yang besar di dalam hati, dengan alasan yang tepat pula. Cari alasan ”mengapa” kita harus mendapatkan sebuah beasiswa. Proses ini lebih kepada dialog internal. Tanpa alasan yang kuat dan jelas, biasanya semangat mencari beasiswa menjadi cepat kempis. Kalau sudah punya niat dan tekad yang kuat, langkah selanjutnya mencari informasi. Langkah ini tidak sekedar bertanya sambil lalu, tapi benar-benar sebuah proyek pribadi yang meliputi segala macam cara. Dengan bertanya kepada teman, dosen, kampus, kedutaan, internet, selebaran, koran dan segala macam. Intinya, buka mata, buka telinga dan buka pikiran untuk mendengarkan semua informasi yang ada. Dengan internet, pencarian informasi beasiswa semakin mudah. Ahmad Fuadi selalu menganjurkan para pencari beasiswa untuk rajin meng-google dengan beraneka keyword, seperti beasiswa, scholarship, fellowship, grant, dan istilah sejenis. Papan informasi di kampus dan biro kemahasiswaan adalah sumber informasi yang bagus. Pusat kebudayaan dan kedutaan juga kerap memasang info sejenis. Bagi Anda yang bekerja di perusahaan multi nasional, tidak jarang perusahaan besar punya beasiswa internal bagi karyawannya untuk magang di cabang perusahaan di luar negeri. Beasiswa yang besar biasanya mengumumkan setiap penerimaan formulir secara terbuka d koran nasional. Atau kunjungi situs web penyedia beasiswa seperti Fulbright, Chevening Award, ADS, Mambusho, dan lainnya. Bisa juga berlangganan milis seperti beasiswa@yahoogroups.com, blog tentang beasiswa dan juag ada beberapa akun Facebook yang khusus berbagi informas beasiswa.

-2-

Oktarianto Berapa lama Anda harus mencari-cari beasiswa ini? Tidak ada batas waktu. Upaya pencarian ini bisa cepat menghasilkan, bisa juga lambat. Kalu kiat konsisten mencari informasi dengan berbagai cara, maka dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun kita sudah dapat informasi yang cukup tentang kandidat beasiswa yang akan kita lamar.

Melamar Beasiswa
Anggap Anda sudah melakukan pencarian dengan rajin dan mendapatkan beberapa beasiswa yang cocok untuk Anda. Langkah selanjutnya apa? Tentunya Anda harus melamar dengan mengirimkan formulir dan dokumen lain kepada pemberi beasiswa. Tapi sebelumnya perhatikan dengan teliti persyartan yang dituliskan. Persyaratan bahan dan dokumen yang harus kita ajukan ini tidak sama di setiap beasiswa. Ada yang minta banyak dokumen dan ketat, ada yang cukup longgar. Cara terbaik adalah melengkapi semua yang diminta. Secara umum, proses seleksi beasiswa biasanya melalui dua tahap, pertama adalah seleksi melaui formulir yan masuk, kedua adala tes atau wawancara. Bagaimana mempersiapkan dengan baik kedua proses ini? Pertama Anda perlu menyadari bahwa kertas formulir adalah satu-satunya keempatan kita untuk mengenalkan diri kepada tim seleksi. Karena itu, isilah formulir dengan sebaik-baiknya. Yang Ahmad Fuadi lakukan adalah menghabiskan waktu sampai berminggu-minggu untuk mengisi form yang hanya dua lembar saja. Yang dia lakukan adalah berkali-kali mengoreksi kesalahan kecil sekalipun. Intinya, kita pastikan formulir kita istimewa, sesempurna mungkin, error-free, bersih jelas dan menjawab pertanyaan sesuai yang ditanya. Bayangkan, kalau pelamar sebuah beasiswa mencapai ribuan orang, maka panitia seleksi akan menerima tumpukan lamaran yang sangat banyak. Mereka hanya punya waktu sekian detik atau menit saja untuk menyortir dan menentukan formulir yang bagus dan yang tidak. Yang kurang bersih, tidak lengkap, bertele-tele, biasanya akan masuk keranjang samapah, walau pun mungkin potensi pelamar ini sangat bagus. Kalau formulir Anda mencuri perhatian panitia seleksi, maka biasanya Anda akan dipanggil untuk wawancara.

-3-

Oktarianto Sama dengan formulir tadi, maka wawancara adalah satu-satunya kesempatan bertatap muka untuk meyakinkan para penyeleksi bahwa Anda berhak dan pantas mendapat beasiswa. Kalau sudah dipanggil wawancara, persiapkan diri dengan melakukan riset mendalam tentang misi beasiswa, negara yang akan dituju, bidang studi yang akan diambil, bahklan kalau perlu riset tentang para pewawancara. Supaya tidak grogi, biasakan latihan sendiri dulu untuk menjawab beberapa pertanyaan yang mungkin keluar. Ulang-ulang sehingga lancar dan meyakinkan dengan logika yang jelas. Pengalaman Ahmad Fuadi sebagai penguji, biasanya suka dengan pelamar yang antusias, percaya diri tapi tidak berlebihan ”menjual diri”. Berbicaralah dengan artikulatif dan jelas, dan usahakan rileks. Bahkan sedikit jokes juga boleh. Begitu wawancara selesai, tugas kita tinggal berdoa untuk mendapatkan yang terbaik. Nah, sampai di titik ini, kita hanya akan punya dua kemungkinan. Pertama, Anda dipanggil dan mendapatkan beasiswa dan Anda bisa terbang ke luar negeri untuk menuntut ilmu. Kedua, Anda tidak dipanggil atau disurati bahwa Anda belum berhasil. Biasanya di surat itu diselipkan kata-kata penghibur, ”silakan mencoba lagi”. Kalu belum berhasil, coba lagi dan coba lagi. Ulangi lagi proses tadi, mulai dari niat yang kuat, pencarian informasi sampai pengisian formulir. Tidak ada ruginya mengulang, karena melamar beasiswa iti gratis. Dan tidak penting berapa kali Anda gagal, yang penting itu hanyalah satu kali saja Anda berhasil. Satu kali keberhasilan mampu mengobati semua rasa capek dan kegagalan sebelumnya.

Jalan-jalan dan karier
Keuntungan apa yan kita dapat selain kesempatan belajar gratis? Beasiswa ke luar negeri akan membuka wawasan berpikir dan pergaulan. Dengan beasiswa kita juga bisa mendapatkan kesempatan untuk liburan gratis ke berbagai tempat.

-4-

Oktarianto Keuntuingan lain adalah pergaulan antar bangsa, budaya, dan agama yang luas. Dalam mencari kerja, juga banyak terbantu oleh network para alumni beasiswa Fulbright, Chevening dan Singapore International Foundation. Nilai plus juga diberikan untuk pelamar yang pernah mendapatkan beasiswa. Kalau di resume kita ada catatan pernah mendapatkan beasiswa semacam Fulbright, ADS atau Chevening, biasanya akan memudahkan kita untuk diterima di perusahaan yang bonafid dan dengan posisis yang baik pula.

-5-

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->