PENILAIAN KUALITAS TANAH DAN AIR

INTENSIFIKASI PERTANIAN

OLEH :

ACHMAD RIZQAN 0810212053

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2010

2. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan sumber daya alam yang pada akhirnya ditujukan bagi pengembangan produksi pangan. Penggunaan bibit unggul Yang kemudian dilanjutkan dengan program sapta usaha tani. Revolusi hijau merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Konsep Revolusi Hijau yang di Indonesia dilakukan dengan EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI pertanian. 4. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani. dan lain-lain. 3. Pemberantasan hama 5. yaitu: 1. Teknik pengolahan lahan pertanian 2. Terbatasnya areal. 7. Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi. Adapun sapta usaha tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut : 1. Pengaturan irigasi 3. 6. jagung. Keadaan tersebut harus diiringi/didukung oleh peningkatan pangan.Penduduk dunia terus bertambah. Pengolahan tanah yang baik Pengairan yang teratur Pemilihan bibit unggul Pemupukan Pemberantasan hama dan penyakit tanaman Pengolahan pasca panen Pemasaran Konsep diatas juga dikenal sebagai gerakan Bimas (bimbingan masyarakat) adalah program nasional untuk meningkatkan produksi pangan. yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi diFilipina (1960). khususnya . Sesuai dengan apa yang dinyatakan Thomas Robert Malthus. terutama di negara-negara berkembang. gandum. Diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation. perlu disadari bahwa kemampuan sumber daya alam sebagai penghasil pangan adalah terbatas. Intensifikasi pertanian adalah mengusahakan pertanian secara intensifikasi agar diperoleh hasil yang optimal (hasil yang seharusnya. 5. bukan hasil yang maksimal). Pemupukan 4.

Apalagi hampir semua proyek-proyek besar pertanian (seperti pembangunan irigasi. dll) harus dibayar dengan utang. Pertanian revolusi hij au juga dapat disebut sebagai kegagalan karena produknya sarat kandungan residu pestisida dan sangat merusak ekosistem lingkungan dan kesuburan tanah. Gerakan Revolusi Hijau sebagaimana telah umum diketahui di Indonesia tidak mampu untuk menghantarkan Indonesia menjadi sebuah negara yang berswasembada pangan secara tetap. menurunnya kualitas tanah. Gerakan Revolusi Hijau yang dijalankan di negara negara berkembang dan Indonesia dijalankan sejak rejim Orde Baru berkuasa. Ongkos yang harus dibayar oleh program revolusi hijau ini adalah hilangnya institusi lokal. Inilah ongkos terbesar yang harus dibayar karena pertanian di Indonesia menjadi sangat bergantung pada industri raksasa pertanian dunia mulai dari pengadaan benih. Gerakan Bimas berintikan tiga komponen pokok. akan tetapi gagal dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan kemandirian pertanian. Sejak tahun 90an. serta menurunnya kualitas lingkungan secara keseluruhan. hingga mesin-mesin pertanian. Gerakan ini berhasil menghantarkan Indonesia pada swasembada beras. yaitu penggunaan teknologi yang sering disabut Panca Usaha Tani.swasembada beras. penerapan kebijakan harga sarana dan hasil reproduksi serta adanya dukungan kredit dan infrastruktur. pupuk. yakni antara tahun 1984 1989. dan petani kaya di pedesaan. Sebab sebelum Revolusi Hijau dilaksanakan. Tujuan tersebut dilatarbelakangi mitos bahwa beras adalah komoditas strategis baik ditinjau dari segi ekonomi. pembelian alat-alat pertanian. Kritik tajam hingga gerakan anti revolusi hijau kemudian bermunculan. meskipun revolusi hijau telah berhasil meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian secara menakjubkan. Revolusi Hijau jug a telah menyebabkan terjadinya kesenjangan ekonomi dan sosial pedesaan karena ternyata Revolusi Hijau hanyalah menguntungkan petani yang memiliki tanah lebih dari setengah hektar. gerakan revolusi hijau seperti mengalami titik balik. serta penyelenggara negara di tingkat pedesaan. keadaan penguasaan dan pemilikan tanah di Indonesia sudah timpang. musnahnya keanekaragaman sumber daya hayati. pestisida. Disamping itu. akibat dari gagalnya pelaksanaan Pembaruan Agraria yang telah mulai dilaksanakan pada tahun 1960 sampai dengan tahun 1965. tetapi hanya mampu dalam waktu lima tahun. politik dan sosial. Sejak saat itulah kemandirian bangsa menjadi sirna karena bangsa ini tidak lagi mampu menghasilkan sendiri sampai pada iput dasar sekalipun. Bahkan. .

Untuk . 1. Dampak dari Pengolahan Tanah Seringkali terlihat para petani mengolah tanah dengan membajak sawahnya. unsur nitrogen yang terkandug di dalam pupuk dapat menyebabkan terbentuknya larutan nitrit di dalam tanah. dan penanaman monokul tur. misalnya eceng gondok. penyemprotan. pemanenan dan kegiatan pasca panen. pemberantasan hama dan penyakit. menggemburkan tanah dan juga menyuburkan tanah. Jika dilakukan tanpa kendali. Bayi yang kekurangan oksigen akan mengalami gangguan pertumbuhan otak. Pupuk hijau dan pupuk kandang merupakan pupuk yang dap at memperbaiki struktur tanah. agar tanaman dapatmemberikan hasil yang cukup. Berikut akan dijelaskan dampak dari pengolahan tanah. Jika tanah menjadi asam. Akibatnya hewan-hewan air akan kekurangan oksigen sehinnga mengalami kematian. Selain itu. dan terkadang kelebihan air di alirkan ke got dan akhirnya masuk ke sungai. pengolahan tanah. yakni tubuh bayi yang kebiru-biruaan karena kekurangan oksigen.Dampak intensifikasi pertanian Dalam intensifikasi pertanian biasanya diperhatikan masalah pengadaan bibit. sawah dialiri air hingga tergenang. tumuh dengan subur. maka upaya peningkatan hasil itu dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Selain itu. pemupukan. Air sumur yang menagndung nitrit dapat menyebabkan munculnya penyakit bayi biru (blue baby). Akibatnya kesuburan sawah semakin berkurang. Pemupukan dan pupuk buatan dapat menyebabkan tanah menjadi asam (pH tanah menurun). Ganggang dan tumbuhan sungai. Ketika petani membajak. penanaman. Larutan nitrit itu dapat meresap ke dalam sumur penduduk yag berdekatan. Pemupukan yang berlebihan dan larut ke dalam air juga dapat menyebabkan meningkatkan kesuburan sungai (eutrofikasi). di sawah terjadi pencucian unsur hara yang selanjutnya di buang ke sungai. Dampak dari Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk memberikan zat makanan yang optimal kepada tanaman. produktivitas tanaman pertanian akan merosot. meningkatnya kesuburan tumbuhan air dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan pda waduk dan bendungan. pemupukan. 2. Jadi.

kemudian dilepaskan di sawah atau perkebunan. 4.yang lazim disebut proses nitrifikasi didalam tanah perlu dikendalikan. c. Buanglah sisa obat di tempat khusus yang tidak mencemari sungai atau sumur penduduk. Dampak Terhadap Unsur Hara Intensifikasi Pertanian berdampak negatif terhadap tidak efisiennya penggunaan pupuk Nitrogen karena tercuci dalam bentuk nitrat (NO3-). Sehingga. Kesuburan tanah merosot / tandus 3. Tanah mengandung residu (endapan pestisida) . tantangan yang dihadapi petani saat ini adalah bagaimana meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara khususnya N (Nitrogen Use Efficiency). Tidak mencuci peralatan penyemprot di sungai atau di dekat sumur agar tidak mencemari sungai atau sumur penduduk. Dampak dari Pestisida Untuk mengurangi dampak tersebut. Tidak membuang sisa obat di sembarang tempat. b. dan secara biologis (misal menggunakan serangga predator). melalui pengurangan kehilangan N dan dampak negatif yang ditimbulkannya. Tidak menggunakan obat melebihi takaran (disebut over dosis). Oleh karena itu oksidasi NH4+ menjadi NO3. Berbagai organisme penyubur tanah musnah 2. Pemberantasan secara biologis dengan serangga atau hewan predator dimaksudkan agar hewan predator yang dilepaskan di lingkungan memangsa hama tanaman. nitrifikasi juga dapat menimbulkan masalah lingkungan yang kompleks. NO2.mengurangi dampak negatif penggunaaan pupuk buatan perlu diselingi dengan penggunaan pupuk kandang dan pupuk hijau. karena menyebabkan masalah inefisiensi pemupukan nitrogen. 3. kemudian dimatikan). Mengurangi penggunaan pestisida dengan membera ntas hama secara mekanik (missal ditangkap. dikembangbiakkan. Melalui proses nitrifikasi sebagian besar N dalam tanah akan hilang dalam bentuk Ngas (N2O. d. Selain dampak di atas. Selain menyebabkan hilangnya N dari tanah dan pupuk. NO dan N2) dan atau hilang tercuci dalam bentuk nitrat (NO 3). Nitrat (NO3-) merupakan hasil proses oksidasi NH4+ secara biologi yang disebut proses nitrifikasi. Cucilah peralatan di tempat khusus dan limbahnya dibuang secara khusus pula (misal dibuatkan lubang yang jauh dari pemukiman). hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : a. Serangga predator dipelihara terlebih ahiulu. intensifikasi pertanian juga berdamp ak : 1.

7. Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten. 8. 5. dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah. Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk. Hasil pertanian mengandung residu pestisida Keseimbangan ekosistem rusak Terjadi peledakan serangan dan jumlah hama. Penurunan keanekaragaman hayati. . Dampak positif dari intensifikasi pertanian dalam revolusi hijau adalah produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. 10.4. 6. Penurunan produksi protein. 9. Indonesia berhasil swasembada beras sekaligus menjadi pengimpor beras.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful