Sahabat Share Yesterday at 8:57pm Aku tidak pernah berpikir kalau hidupku masih bisa bernafas setelah kecelakaan

tabrakan mobil yang membuatku koma selama 1 bulan lamanya. Istriku Angel berkata padaku, bahwa Tuhan masih sangat mencintaiku sehingga ia memberikan aku satu kehidupan baru dalam hidupku. Selama proses pemulihan aku hanya bisa duduk terbaring di kursi roda untuk melakukan aktifitas, sebagai anak tunggal satu-satunya dalam keluargaku, ayah dan ibu sangat mencintaiku. Hidupku terlahir dengan kekayaan berlimpah, istriku cantik dan sejak kecil aku terbiasa dimanjakan sebagai anak orang kaya. Aku bersekolah di Australia saat lulus dari SMA dari Jakarta, menjadi orang kaya tidak membuatku dapat memiliki sahabat karena sifatku yang pendiam terlebih kata ibu sejak kecil aku mempunyai jantung yang lemah. Tidak heran mereka selalu mencemaskan keadaanku yang tidak pernah aku pikirkan, lucunya aku baru tau jantungku membusuk saat kecelakaan itu terjadi. Aku duduk di teras rumahku yang menghadap ke laut Jawa dan memilih tempat itu sebagai masa penyembuhan dan rehabitasiku. Istriku sedang membuatkan aku segelas susu dan aku tanpa sengaja melihat sebuah buku novel tergeletak di meja teras, mungkin saja istriku baru membacanya dan menaruhnya disana. Aku membuka lembaran itu dan terselip sebuah foto antara aku, istri dan seorang sahabat yang telah lupa dalam ingatanku bernama Fernando. Bukankah ini foto saat kami berada di Australia, Fernando berkerja sebagai pelayan kafe dan saat itu aku, istriku dan dia berfoto bersama saat berdiskusi. Istriku datang dan menghampiriku sembari meletakkan segelas susu di meja. “ Mengapa foto ini ada disini sayang?” tanyaku Istriku terkejut, mungkin karena ia takut gambar itu membuat aku teringat masa lalu. “ Maaf aku tidak sengaja menemukan novel itu dari kiriman pos seseorang dan ketika membukanya terdapat foto kita semasa kuliah.” Aku terdiam, istriku langsung seperti salah tingkah. “ Ngomong-ngomong sekarang dimana Fernando, bukannya terakhir kita masih melihatnya saat bulan madu di Perth?” Istriku terdiam, suara telepon tiba-tiba berdering dan dia langsung meminta izin untuk mengangkat. Aku hanya bisa mengenang foto kenangan itu, Fernando adalah sahabat pertama yang menjadi temanku saat aku nyaris mati karena kedinginan terserang hujan deras, ia bukan laki-laki beruntung seperti hidupku. Bahkan untuk menyambung hidupnya ia harus bekerja sebagai pelayan restoran, aku berterima kasih padanya karena berkatnya aku masih bisa hidup sampai detik ini. Berkatnya juga aku bisa mengenal istri yang kucintai saat ini, persahabatan kami baik-baik saja hingga sebuah tragedi terjadi dalam hidup kami. Suatu ketika semua orang mempergunjing aku di kampus dan mengatakan aku seorang gay karena terlalu dekat dengan Fernando. Terang saja aku marah, kami normal dan dekat karena dialah satu-satunya sahabatku di Australia dan aku bahkan rela menghajar orang-orang yag menjelek-jelekkan sahabatku itu. Tapi pertanyaan it u terus menghantuiku, sebagian dari sahabatku memang pernah berbisik kalau sahabatku itu gaytapi Angel tidak pernah mengatakan begitu walaupun mereka sudah mengenal sebelum hadirnya aku.

Bagiku siapapun boleh menganggap aku manusia hina tapi janganlah kau sahabatku. di saat-saat terakhir usai kecelakaan terjadi. Aku tau Angel ingin menyarankan aku untuk menerima kenyataan tapi hatiku membeku dan tidak sudi memiliki sahabat gay dan menjijikkan seperti dia. Dan kami pun berpisah. karena kaulah satu-satunya sahabat dalam hidupku yang yatim piatu tanpa siapapun” Aku tidak tergoda oleh kalimat itu walau terasa menyedihkan. Istriku kembali. Aku menjadi bingung. Tidak mungkin mencari jantung yang tepat dalam waktu saat kondisi kritis seperti ini. Istriku Angel begitu terkejut dengan berita kecelakaan itu. Sidney memang kota bebas bagi gay. tapi dia akan selalu ada di sini.” ujar Angel. tapi tidak buat aku. ia panik dan meminta maaf karena selama ini tidak jujur dengan statusnya.”..” “ Aku tidak mengerti maksudmu?” Istriku menangis sambil bercerita. karena aku akan kembali ke Jakarta. ketika pulang aku tidak mengingat semuanya selain sebuah mobil menabrakku dan aku pun koma hingga tidak sempat mengingat Fernando. Aku sadar ini saat terakhir aku berjumpa dengannya. Aku melupakan semua kebaikan yang pernah dia berikan padaku. . jijik rasanya aku melihat monster itu hidup bersamaku selama ini. Orang yang membawaku ke rumah sakit adalah Fernando. Aku hanya memiliki waktu sedikit untuk tetap hidup dan dokter menyarankan Fernando mencari donor jantung. ada yang aneh ketika melihatnya berbuat demikian. dia mengucapkan selamat atas pernikahan kami. Aku tau Fernando melihatku memergokinnya saat itu.Tapi hidup memang pahit. tepatnya di jantung yang kamu miliki saat ini. hal terakhir yang kudengar dari mulutnya adalah “ Aku mungkin gay. “ Maksudmu apa?” “ Fernando tidak akan pernah ada di dunia ini lagi. Dokter mengatakan bahwa jantungku sudah tidak berfungsi. sebenarnya apa yang kamu pikirkan tentang foto itu” “ Tidak ada selain pertanyaan ke mana Fernando saat ini?” Istriku menunduk sambil berkata “ Dia ada disini. di mataku sendiri Fernando berciuman dengan sesama pasangan gay-nya. Sejak saat itu aku tidak pernah melihatnya seperti yang aku katakan sebelumnya kami kembali bertemu saat aku sedang berbulan madu bersama istriku tepatnya 3 tahun setelah kami berpacaran di sebuah restoran mewah ketika Fernando mulai menjadi koki di restorant itu. kutinggalkan Sidney saat itu juga dengan membawa Angel pindah ke Perth. tapi aku bukanlah monster yang ada disampingmu selama ini. Kami bicara seadanya tentang hidup kami . ” Fernando. Saran istriku padaku untuk setidaknya mengucapkan kata perpisahan dengannya aku turuti. “ Sayang. sebentar lagi Anthony akan menjadi seorang ayah. aku pun mengundangnya minum kopi bersama sebagai sahabat lama walaupun di hatiku tidak pernah mau memaafkan statusnya sebagai gay. ia menangis di samping Fernando. Aku hancur dan malu memiliki sahabat seperti dia.. dengan wajah sedikit senduh dia duduk di sampingku. aku tidak lagi sanggup hidup bila bayi dalam kandunganku ini tidak memiliki ayah.

Aku hanya bisa menangis di atas makam sahabatku.” Dengan berani Fernando menabrakkan dirinya pada sebuah truk yang lewat. pria buta.” . “ Dia sahabat yang tidak hanya menolong hidupku satu kali tapi dua kali. Gay. Mungkin kata dia terakhir padaku tidak akan pernah terlupa dalam ingatanku. semoga kisahku tidak membuat kalian menjadi seperti aku. keberikan nama Fernando padanya. jantung ini hanya bisa bertahan selama beberapa saat. Angel menerima kabar itu usai operasiku berjalan lancar saat itu ia hendak bertanya sosok donor yang menyumbangkan jantungnya dan berpikir untuk mengucapkan terima kasih pada keluarga. saya mohon dokter kemarilah dalam waktu 10 menit. anakku terlahir beberapa bulan kemudian dan untuk mengenang sahabatku. baginya hidupnya yang sebatang kara tidak akan memiliki masa depan terlebih tak akan ada seorang pun yang peduli padanya. bukanlah dia yang seharusnya meminta maaf tapi akulah yang meminta maaf tidak pernah mengerti bertapa dia adalah sahabat sejati dalam hidupku. Ia dengar kalau hanya orang yang sekarat boleh mendonorkan dirinya. Setidaknya kita menyadari saat ini sebelum terlambat. ia hanya ingin menunggu saat yang tepat dan saat inilah aku tau. wanita bisu mereka adalah manusia yang memiliki hati untuk mencintai dan kasih dalam persahabatan.” Aku tidak akan pernah melupakan hal ini. Angel tidak mungkin mengatakan kejadian itu padaku. dokter mengatakan sang donor adalah Fernando. True story ini pernah dimuat di Kompas. Dokter bertanya siapa orang itu. Ingatlah sahabat itu hadir dalam hidup kita tanpa pernah kita sadari bahwa sejatinya tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup ini. dia mengorbankan dirinya untuk menjadi donor dalam keadan sekarat. Fernando mendekat pada dokter dan berkata ia mau mendonorkan jantungnya padaku. sahabatku melakukan tindakan bodoh. aku terlalu egois mengatakan bahwa dia gay dan dia adalah petaka dalam hidupku. ia memang gay tapi ia bukanlah monster yang akan mencintai sahabatnya sendiri. Sesaat sebelum kematiannya ia menelepon Dokter dan mengatakan bahwa seseorang donor yang bersedia menyumbangkan jantungnya. Entah bertapa bodohnya aku tidak pernah mengerti arti sahabat dalam kehidupanku. Fernando tidak putus asa. Kalau saja saat itu aku memaafkan apa yang terjadi mungkin tidak akan ada penyesalan dalam hidupku. lesbi . Dan bagian dalam sejarah kisah ini terdapat dalam novel ke 3 Agnes Davonar berjudul sama “ SAHABAT. walaupun hidupku berjalan dengan waktu. Dokter terang saja menolak keinginan Fernado karena tidak ada hukum yang mengizinkan orang sehat untuk berbuat demikian.Fernando tersenyum dan berkata “ Percayalah kalau Anthony ( namaku) akan tetap hidup di samping kamu untuk selamanya” Itulah kata-kata terakhir dari istriku. dengan tersenyum dibalik telepon Fernando berkata “ Saya menunggu anda di belakang rumah sakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful