MENCARI JAWABAN

Catatan sore hari, 22 Oktober 2008 Mentari telah pergi beristirahat…. Senang dan damainya dia… Sementara aku, masih bergulat sejak awal hari dengan diri sendiri, dalam perasaan ragu, juga pertanyaan yang mengganggu. ”Apa yang sebenarnya aku inginkan dalam hidup ini?” Pertanyaan yang boleh dibilang sederhana untuk dijawab tapi sangat sulit bagiku. Pertanyaan yang muncul dari bagian kosong dalam semesta jiwaku. Jiwa yang gersang dan merana, tanpa pernah bahagia, diinginkan dan dicintai. Aku bingung menghadapi pertanyaan itu bersamaan dengan rasa lelah luar biasa di dalam hatiku. Pikiranku kalut…!! Berusaha mencari jawaban atas pertanyaan itu. Rasa sakit dan sesak menyerangku secara bertubi-tubi. Tak ada lagi kekuatan padaku… sehingga aku akhirnya tersungkur . Seolah sedang memohon belas kasihan dengan nafas yang tersengal dan memburu. Entah memohon kepada siapa… “Aku sedang sendiri..” Pikirku dalam kekalutan yang belum usai. Aku coba menjawab sekenanya, “ Aku sendiri tak mengerti, aku tak menginginkan apapun seolah-olah aku sudah memiliki segalanya. Sementara…” Kata-kata dalam rupa bisikan itu terhenti, karena aku tak yakin dengan jawaban yang coba kuberikan. Di sisi lain hatiku, ada suatu rasa kosong, hampa dan ketidakpuasan akan sesuatu. Entah apa itu… Memang aneh, tapi itulah kenyataannya. Aku jadi labil dan ragu, “Apa yang sebenarnya aku inginkan dalam hidupku, sehingga

aku terus ditekan rasa tak puas..?” Aaakkhh….!!! Aku muak!! Kenapa pertanyaan itu harus muncul lagi…?! Lebih baik aku beranjak dari masa ini!! Dengan sayap angan, aku terbang berkelana ke masa lalu. Masa yang sebenarnya tak ingin kuingat. Tapi tak apa… “Mungkin aku bisa temukan jawaban di sana” Demikian hatiku bergumam dalam kerapuhannya. Aku telah sampai di masa lalu dalam sekejap mata. Masa itu hanyalah bayang-bayang kelam yang tak ingin kupertahankan dalam ingatan. Tetapi… Dia seperti hantu!! Mengganggu hidupku. Seolah-olah telah menjadi bayanganku, menjadi diriku, menjadi kepahitanku. Mengintai dari sisi-sisi gelap sukmaku… Menyentuh lembah terdalam ketakutanku kalau-kalau masa lalu itu hidup dan berwujud lagi… Masa yang hanya dipenuhi pengkhianat-pengkhianat bertopengkan malaikat cinta dan sahabat sejati. Topeng indah yang diwarnai dengan noda-noda dusta. Merekalah para pembunuh dari sucinya rasa kasihku. Semakin jauh aku menjelajahi “masa itu”, yang terngiang hanyalah pahitnya caci maki, cemoohan dan kejamnya hinaan dari mereka yang kucintai. Kututupi telingaku… menangis menahan rasa sakit oleh karena suara-suara setan itu. Walaupun begitu, suara-suara itu tetap ada. Mereka muncul dari dalam kepalaku… Sedang menghancurkan aku dari dalam! “Ternyata aku tak pernah satu kalipun dicintai.” Aku tersadar dalam penyesalan. “Aku telah dibodohi..” Bagaimana tidak?! Semuanya terbungkus rapi dalam indahnya senyuman munafik, dengan warna semu dari cinta yang dibuat-buat seolah dalam sandiwara, berhiaskan pujian palsu dari sahabat berbibir dusta.

Serendah itukah cinta di mata kalian…?? Dalam perjalananku ke masa lalu, aku hanya menemukan puing-puing dari impian megahku yang telah hancur. Di tengah puing-puing itu aku kini sendiri…. Kesepian… Menangis, berteriak dan meronta-ronta. Menjadi gila dan liar, hingga terdengar permohonan yang mengerikan dari alam bawah sadarku.,”Wahai Sang Penguasa…..!! Ambil saja nyawaku…!! Bawa aku pulang…!! AKU SUDAH SIAP UNTUK MATI...!!! Itulah aku.. Manusia yang telah rapuh. Untuk apa aku terus ada, tanpa pernah memiliki arti … Dalam pengaruh magis dari kenangan kelam itu, akhirnya aku temukan jawaban untukku. “aku ingin memiliki satu arti.” Dan di sini pula aku temukan sebuah ketakutan baru. Aku takut keinginan itu takkan pernah terwujud dan aku benar-benar harus mati… Sudahlah! Aku mau terbang pulang ke masa kini, dengan malam yang telah bertambah sunyi. Di masa lalu aku telah menemukan jawaban bersamaan dengan kesepian, luka hati dan ketakutan baru. Semuanya masih kubawa dan sulit terlepas di masa kiniku. Lukaku itu sedang beranjak mengering, aku pasti sudah mati jika luka itu tergores semakin dalam. Dengan sisa-sisa ketegaran dan tenaga hidupku, aku menunggu datangnya kesembuhan dari luka itu. Tetapi jika lukaku berdarah lagi, biarlah aku terasing di dunia orang mati, di mana cara tersenyum akan dilupakan… dan senyumanpun tetap terasa menakutkan bagai seringai jahat makhluk buas,.. Cukuplah sudah!! Aku mau mengakhiri hariku ini…. Perjalanan yang hanya membuatku lelah dan semakin terpuruk.

Ini adalah awal cerita pilu di mana aku menemukan ketidaksempurnaan dalam keberadaanku. Berjalan dan berkelana ke segala lorong waktu untuk mencari satu arti bagiku. Apakah nanti pencarianku ini akan berakhir? Akankah bahagia yang kuimpikan itu akan datang dan membalut semua luka dan keterpurukan? Masih dapatkah aku percaya dengan segala impian yang coba kubangun, atau aku hanya akan mengakhiri didupku dengan tetap menunggu…..?

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Beranda Langgan: Entri (Atom)

Amazon MP3 Clips Pengikut Share it

Mengenai Saya

Robson King Lihat profil lengkapku

HostGator review

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful