A.

PENDAHULUAN Kelangsungan hidup organisme didukung atau dipengaruhi oleh 3 peristiwa yaitu adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan. Adaptasi merupakan penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan. Seleksi alam merupakan kemampuan alam untuk menyeleksi organisme yang ada di dalamnya. Dengan beradaptasi makhluk hidup yang mampu bertahan akan berlangsung hidupnya, sedangkan yang tidak mampu bertahan akan punah, dalam peristiwa inilah alam akan berperan sebagai penyeleksi. Sedangkan perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya sehingga kelangsungan hidupnya akan tetap berlangsung. B. ADAPTASI Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Macam-macam Adaptasi Ada banyak bentuk adaptif tubuh makhluk hidup supaya dapat bertahan hidup, bentuk adaptif ini dapat berupa struktur tubuh, warna tubuh, fungsi alat tubuh dan lain-lain, yang semuanya bertujuan untuk membantu bertahan hidup. Walaupun ada banyak cara makhluk hidup untuk beradaptasi tetapi secara garis besar adaptasi dibedakan menjadi 3 yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku. 1. Adaptasi Morfologi Adalah penyesuaian diri bentuk tubuh atau alat- alat tubuh sehingga sesuai dengan lingkungannya. Adaptasi morfologi ini mudah kita amati pada hewan ataupun pada tumbuhan. Macam-macam adaptasi morfologi pada tumbuhan: Tumbuhan ada yang hidup di darat, di air, di daerah kering dan daerah lembap, karena tempat hidup yang berbeda-beda inilah maka tumbuhan mempunyai ciri- ciri tertentu dalam rangka menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidupnya. Berikut macam-macam cara adaptasi tumbuhan: a. Adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit)

1) Daunnya tebal, sempit,kadang-kadang berubah bentuk menjadi bentuk duri, sisik atau bahkan tidak mempunyai daun, dengan demikian maka penguapan melalui daun menjadi sangat sedikit.

Contoh tumbuhan higrofit: Tumbuhan Keladi. 3) Batangnya tebal mempunyai jaringan spons untuk menyimpan air. Contoh: enceng gondok. Adaptasi morfologi pada bentuk paruh dan kaki pada burung . Contoh : Hydrilla. c. b. Adaptasi tumbuhan yang hidup di air (hidrofit) Tumbuhan air yang terapung di atas air mempunyai rongga antar sel yang berisi udara untuk memudahkan mengapung di air. kiambang Tumbuhan air yang terendam di dalam air. kangkung. Contoh: teratai. 4) Akar panjang sehingga mempunyai jangkauan yang luas. Contoh: tumbuhan bakau. mempunyai perakaran yang lebat dan kuat sehingga tidak roboh bila terkena ombak. mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air. 2) Permukaan daun mempunyai banyak mulut daun atau stomata sehingga dapat mempercepat proses penguapan. mempunyai dinding sel yang kuat dan tebal untuk mengurangi osmosis ke dalam sel.Vallisneria Tumbuhan yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air.2) Seluruh permukaan tubuhnya termasuk bagian daun tertutup oleh lapisan kutikula atau lapisan lilin yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu besar. Adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah lembap (higrofit) 1) Mempunyai daun yang tipis dan lebar. Tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut. Macam-macam adaptasi morfologi pada hewan: a. daun lebar dan tangkai daun menggembung berisi udara.

mempunyai rahang atas dan rahang bawah yang kuat untuk menggigit.alat tubuh dan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh.memiliki bibir untuk menjilat. 2. misalnya: lebah madu dan lalat. cakar sangat kuat untuk mencengkeram mangsa atau daging. mempunyai rahang yang runcing dan panjang untuk menusuk dan menghisap. Adaptasi Fisiologi Adalah cara penyesuaian diri fungsi alat-alat tubuh atau kerja alat-alat tubuh terhadap lingkungannya. b. . dan belalang. 2) Paruh bebek. 3) Tipe mulut penusuk dan penghisap. Kaki pada burung elang. berguna untuk menyaring makanan dari air dan lumpur dan kaki pada bebek berselaput di antara ruas jarinya untuk berenang dan berjalan di tanah berlumpur. Burung pemakan biji mempunyai bentuk paruh berbeda dengan burung pemakan daging atau burung pemakan serangga demikian pula kaki burung elang berbeda dengan kaki bebek karena cara memperoleh makanannya juga berbeda. 1) Tipe mulut penggigit. 4) Tipe mulut penghisap. agak panjang dengan ujung agak membengkok sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging. pada pangkalnya terdapat bentuk seperti sisir. 2) Tipe mulut penghisap dan penjilat. jengkerik. runcing agak panjang untuk memahat kayu pohon untuk menangkap dan memakan serangga di dalamnya. 1) Paruh burung elang. misalnya: nyamuk. bentuknya runcing. bentuknya pendek tebal dan runcing sesuai dengan jenis makanannya yaitu untuk memecah biji-bijian dan tiga kaki ke depan satu ke belakang untuk berjalan dan hinggap. 4) Paruh burung pelatuk. Adaptasi ini tidak mudah diamati seperti pada adaptasi morfologi. Kaki burung pelatuk mempunyai dua jari ke depan dan dua jari ke belakang untuk memanjat. ukurannya pendek. karena menyangkut fungsi alat. 3) Paruh burung pipit. misalnya kupu-kupu. mempunyai alat penghisap seperti belalai yang panjang dan dapat digulung sehingga dapat menghisap madu yang terdapat jauh di dasar bunga.ragam disesuaikan dengan jenis makanan dan cara memperoleh makanan tersebut. Adaptasi morfologi pada mulut serangga Bentuk mulut serangga bermacam-macam disesuaikan dengan cara mengambil makanannya. misalnya: lipas.Bentuk paruh dan kaki pada burung beraneka.

Agar ikan tidak mati kekeringan karena air di dalam sel tubuh ikan akan tertarik oleh air laut maka ikan yang hidup di air laut banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine. kambing. misalnya sapi. Macam-macam adaptasi tingkah laku pada hewan: a. Cicak melakukan ototomi yaitu memutuskan ekornya untuk mengelabuhi musuhnya. kayu tiang-tiang pelabuhan. Ikan yang hidup di air laut.lumba dan paus sering muncul ke permukaan air untuk mengambil oksigen di udara.rumputan. mempunyai tekanan osmosis lebih tinggi dari tekanan osmosis air tawa r. Mamalia yang hidup di air laut. dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih mudah dicerna. d. c. Di dalam saluran pencernaan Teredo terdapat enzim selulase untuk membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu yang menjadi makanannya. enzim ini berfungsi untuk mencerna selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan. b. di dalam tubuh oksigen diikat oleh hemoglobin yang ada di dalam sel darah merah (eritrosit). Ikan yang hidup di air tawar. Makanan hewan tersebut adalah rumput. Manusia yang biasa hidup di dataran rendah Daerah pantai dan dataran rendah mempunyai kadar oksigen lebih tinggi dari pada dataran tinggi. karena alat pernapasannya berupa paru-paru yang tidak dapat mengikat oksigen yang terlarut dalam air. Mollusca ini dapat merusak kayu karena makanannya berupa kayu. dan urine yang dikeluarkan pun pekat. . 3. keadaan demikian menyebabkan air akan masuk secara osmosis ke dalam tubuh ikan. adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal. Sedangkan kelebihan garam yang turut terminum akan dikeluarkan lagi ke dalam air laut melalui insang secara aktif. Teredo navalis. Bila manusia harus berpindah ke dataran tinggi yang mempunyai kadar oksigen rendah. Bagaimana cara beradaptasi agar tetap bertahan? Oksigen diperlukan tubuh untuk oksidasi makanan. Supaya ikan tidak kelebihan air atau kembung maka cara adaptasi dengan sedikit minum air dan banyak mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk mengikat garam yang terlarut dalam air. Hewan ruminantia. kerbau. Adaptasi Tingkah Laku Adalah cara penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. di dalam saluran pencernaannya terdapat enzim selulase. b. e. misalnya lumba. maka orang yang berpindah dari dataran rendah ke dataran tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan memproduksi hemoglobin atau eritrosit yang jumlahnya lebih banyak agar tetap dapat bertahan hidup. yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari tekanan osmosis air laut.Macam-macam adaptasi fisiologi: a.

d. Secara periodik kulit rayap akan mengelupas. Demikian pula untuk hewan yang hidup di daerah gurun yang sangat panas pada musim kemarau mempunyai perilaku tertentu yaitu melakukan estivasi yaitu tidur panjang pada musim kemarau supaya dapat bertahan hidup di daerah gurun. antara lain: makanan. landak. katak. yaitu Flagellata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat membantu rayap mencerna kayu. keong. Misalnya: kadal. Bagaimana caranya rayap menghancurkan kayu? Di dalam usus rayap terdapat hewan Protozoa. yaitu tidur panjang pada musim dingin. C. sedangkan individu yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya akan mengalami kesulitan dan mati atau harus berpindah mencari tempat yang baru yang lebih sesuai. dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang akan selamat. dan hanya makhluk hidup yang paling sesuai dengan lingkungannya yang dapat bertahan hidup dan berkembangbiak untuk meneruskan keturunannya. dan lainlain. Pada umumnya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang baru itu memerlukan perjuangan. usus bagian belakang yang ada Flagellatanya ikut terkelupas. Jadi di sini alam akan menyeleksi terhadap semua makhluk hidup di dalamnya melalui berbagai faktor. tetapi makanan sangat langka untuk dapat bertahan hidup maka beberapa hewan misalnya tikus. Rayap merupakan hewan yang menghancurkan kayu. dan hanya individu yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungannya akan lolos dari seleksi dan selanjutnya dapat meneruskan keturunannya (berkembangbiak). sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah. Untuk mendapatkan kebutuhan hidup tersebut umumnya individu-individu harus melalui persaingan. Punahnya Spesies Tertentu Karena adanya seleksi alam maka individu yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mati dan akhirnya punah. yaitu: . misalnya dengan keterbatasan unsur-unsur yang diperlukan dalam kehidupan. air. Berikut beberapa contoh organisme yang hampir punah atau punah karena terseleksi oleh alam. SELEKSI ALAM Di depan telah diterangkan bahwa habitat suatu organisme dapat mengalami perubahan dan perubahan tersebut mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya. Pada musim dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya. beruang hitam dan lain-lain melakukan hibernasi . 1. dimana organisme yang hidup di dalamnya harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Untuk mendapatkan Flagellatanya kembali maka rayap memakan kembali kulitnya yang mengelupas. cahaya. Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya. tempat hidup dan sebagainya.c. pada saat mengelupas.

2. Jika proses tersebut berlangsung dalam waktu yang lama. yang diadaptasi untuk jenis makanan tertentu. sehingga sulit ditangkap pemangsanya. demikian pula Dinosaurus pemakan tumbuhan yang kemudian diikuti Dinosaurus pemakan daging. 2. . b. Tokoh evolusi yang sangat terkenal adalah Charles Robert Darwin. Menurut Darwin. Spesies yang hidup sekarang. sehingga tidak mustahil kalau akhirnya dijumpai spesies yang menyimpang dari spesies nenek moyangnya. Darwin menemukan kurang lebih 13 spesies burung Finch yang hubungan kekerabatannya sangat dekat. Tanpa adanya sinar matahari maka tumbuhan akan mati. adaptasi ini terjadi turun temurun dan akhirnya dihasilkan variasi burung Finch yang banyak.masing. Adaptasi ini berlangsung sedikit demi sedikit menuju ke arah yang semakin sesuai dengan lingkungan hidupnya dan perubahan yang sedikit demi sedikit ini berlangsung dalam waktu yang sangat lama dan diturunkan dari generasi ke generasi. Punahnya Dinosaurus kurang lebih 65 juta tahun yang lalu secara bersamaan Menurut pendapat para ahli.a. berasal dari species yang hidup dimasa silam. bahwa nenek moyang burung Finch di kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan. Burung.tampaknya burung. Karena lingkungan yang demikian sudah kian langka maka jumlah burung puyuh pun menjadi langka juga.burung ini ada hubungannya dengan burung di Amerika Selatan. perbedaan yang paling menyolok di antara spesies-spesies itu adalah pada paruhnya. Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup yang terjadi secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga menimbulkan spesies baru. maka perubahan tersebut dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru. Pendapat ini didukung pengamatannya macam-macam burung Finch yang hidup di kepulauan Galapagos. Peristiwa ini disebut evolusi. Di kepulauan Galapagos burung Finch tersebut berpencar dalam berbagai lingkungan yang berbeda. Oleh karena suatu hal burung-burung Finch harus berpindah ke kepulauan Galapagos. Pada lingkungan seperti itulah burung puyuh liar akan lebih sesuai. kepunahan Dinosaurus disebabkan karena jatuhnya meteorit raksasa ke bumi. Terbentuknya Spesies Baru Setiap spesies selalu berusaha beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. yang menghamburkan awan debu sehingga menghalangi masuknya sinar matahari. Evolusi terjadi karena seleksi alam. Burung puyuh liar semakin punah Hal ini disebabkan lingkungan hidup burung puyuh di daerah bebatuan dan bidang tanah yang bergumpal-gumpal semakin langka. Dengan demikian adanya seleksi alam dan adaptasi menyebabkan terjadinya perubahan jenis makhluk hidup dari generasi ke generasi. Ia berpendapat bahwa: 1.burung ini mempunyai paruh yang bentuk dan ukurannya berbedabeda.beda akibatnya burung-burung tersebut harus menyesuaikan diri terhadap lingkungannya masing.

Perkembangbiakan Vegetatif Perkembangbiakan vegetatif mempunyai ciri sebagai berikut. Perkembangbiakan dengan biji pada tumbuhan b.(a) Burung finch darat besar (Geospiza magnirostris) memiliki paruh besar yang diadaptasikan untuk memecah biji-bijian. ada organisme yang dapat berkembangbiak dengan cepat ada pula yang lambat. b. Sifat anak yang dihasilkan bervariasi yaitu gabungan dari kedua induknya. Untuk mengetahui perbedaan kedua perkembangbiakan perhatikan bagan di bawah ini. Perkembangbiakan dengan menghasilkan telur yang sudah berkembang di dalam tubuh induknya (ovovivipar). c. Kemampuan berkembangbiak setiap organisme tidaklah sama. Beberapa macam cara perkembangbiakan generatif antara lain: a. (c) Burung Finch pelatuk (Camarhynus pallidus) menggunakan daun kaktus/ranting kecil sebagai alat untuk menyelidiki kehadiran rayap dan serangga pelubang kayu lainnya. ia akan berusaha menghasilkan keturunan sehingga dapat melestarikan jenis organisme tersebut. 1. Perkembangbiakan Generatif Dari bagan di atas maka ciri perkembangbiakan generatif adalah didahului oleh peristiwa. a. Perkembangbiakan dengan beranak atau vivipar d. 1. . contohnya pada ayam. 2. yaitu peleburan sel kelamin jantan (sperma) dengan sel kelamin betina (sel telur). Tidak perlu sel kelamin. Jadi sebelum organisme tersebut mati. Memerlukan satu induk. Perkembangbiakan dengan bertelur atau ovipar. D. Macam-macam Cara Perkembangbiakan Perkembangbiakan dibedakan menjadi dua yaitu perkembangbiakan generatif dan perkembangbiakan vegatatif. (b) Burung finch pohon yang berukuran kecil (Camarhynus parvulus) menggunakan paruhnya untuk memakan serangga. PERKEMBANGBIAKAN Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya akan tumbuh dan berkembangbiak.

dan lain-lain. d. orang utan. Rhizoma. serangga. Penyebab punahnya suatu organisme antara lain: a. gajah. Umbi batang. Tingkat Reproduksi Adalah kemampuan organisme untuk menghasilkan keturunan. c. umbi lapis d. Menghasilkan organisme yang sifatnya sama dengan induknya. b. misalnya: Paramaecium dan beberapa hewan Coelenterata yaitu Hydra. Sedangkan organisme yang tingkat reproduksinya rendah bila keturunan yang dihasilkan dalam jumlah sedikit dan dalam waktu yang lama. Membelah diri b. Tidak didahului fertilisasi.c. bakteri. para ahli menangkap hewan dari alam bebas. Ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Perburuan liar. uburubur dan lain-lain. Beberapa macam cara perkembangbiakan vegetatif adalah: a. kulit. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa untuk membantu pelestarian tumbuhan dan hewan langka di habitat alaminya. Tingkat reproduksi dikatakan tinggi bila organisme tersebut dapat menghasilkan keturunan yang jumlahnya banyak dalam waktu singkat. merawatnya dan mengupayakan agar hewan-hewan tersebut dapat berkembangbiak . dan lain-lain Pada beberapa organisme dapat berkembangbiak baik secara generatif maupun vegetatif sekaligus. Tingkat reproduksinya yang rendah b. banteng. e. dan lain-lain. Contoh: hewan Protozoa. Penangkaran hewan-hewan langka. tanduk dan lain-lain. bunga Raflesia arnoldi. Membentuk tunas c. Contohnya: badak. Anak berasal dari bagian tubuh induknya. Banyak jenis tumbuhan dan hewan kehilangan habitatnya dan kini banyak yang spesiesnya makin langka. Usaha-usaha pemerintah untuk melindungi hewan langka dari kepunahan antara lain: a. misalnya membakar dan menebang hutan untuk lahan pertanian atau perumahan. hampir semua tumbuhan dan hewan menjadi langka karena perburuan untuk diambil bulu.

mandril (Nasalis larvatus). maleo (Macrocephalon maleo). tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut. 1. Adaptasi morfologi pada burung juga dapat dilihat pada macam-macam bentuk kakinya. komodo ( Varanus komodoensis). kanguru pohon (Dendrolagus ursinus). Cara adaptasi xerofit. paruhya sesuai untuk mengisap madu dari bunga. atau alat-alat tubuh organisme terhaclap lingkungannya. banteng (Bos sondaicus). • Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan Berdasarkan tempat hidupnya. dan ular sanca hijau (Chondrophyton vindis). macan kumbang (Pantera pardus). yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering. Struktur tubuh. c. Membuat undang-undang yang mengatur perburuan. Burung paruhnya sesuai untuk makan biji-bijian. Kamu dengan mudah dapat mengamati adaptasi morfologi karena perubahan yang terjadi merupakan perubahan bentuk luar. yaitu: harimau Jawa (Pantera tigris sondaicus). bentuk paruh burung bermacammacarn disesuaikan dengan jenis makanannya. Adaptasi pada Hewan dan Tumbuhan Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh. Burung pelikan. Burung pelatuk. Xeroflt. buaya muara ( Crocodylus porosus). antara lain mempunyai daun . Contoh adaptasi morfologi adalah sebagai berikut. Burung kolibri. paruhnya sesuai untuk memahat batang pohon dan menangkap serangga di dalamnya. kemudian anak-anak mereka dilepas atau ditempatkan di habitat yang lebih cocok. Contoh hewan yang langka di Indonesia.dalam kandang. kakatua raja (Probociger aterrimus). contohnya kaktus. • Adaptasi Morfologi pada Hewan Mengapa bentuk paruh burung bermacam-macam?. paruhnya sesuai untuk menangkap ikan. cendrawasih (Paradisea minor). tapir (Tapirus indicus). paruhnya sesuai untuk mengoyak daging mangsanya. Burung elang.

dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas. Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah. Cara adaptasi hidrofit. • Adaptasi Fisiologi pada Manusia 1. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. contohnya tumbuhan paku dan lumut. semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya. Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan. batang dilapisi lapisan lilin yang tebal. 2. herbivor memakan tumbuhan). Adaptasi Fisiologi Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh organisme terhadap lingkungannya. 3. Misalnya. hewan dapat dibedakan menjadi karnivor (pemakan daging). antara lain berdaun lebar dan tipis. 3. 2.berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri). Adaptasi Tingkah Laku . rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor: • Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan 1. contohnya teratai. serta omnivor (pemakan daging dan turnbuhan). Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor. Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. Hidrofit. 2. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas. serta mempunyai banyak stomata. Higrofit. Pada saat udara dingin. orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni). Kamu tidak mudah mengamati adaptasi fisiologi karena adaptasi fisiologi menyangkut fungsi alat-alat tubuh yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras. • Adaptasi Fisiologi pada Hewan Berdasarkan jenis makanannya. Contoh adaptasi fisiologi adalah sebagai berikut.

Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Persaingan antarorganisme. Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah. Kaktus . yaitu memutuskan ekornya. Seleksi Alam Seleksi alam adalah proses di alam. tumbuhan tropofit. Pada musim kemarau. Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut. yang dapat memilih organisme yang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam. Dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya. Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri. dan proses makan dimakan. Secara berkala. Dengan demikian. paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Bunglon melakukan mimikri. Di Kepulauan Galapagos juga terdapat contoh adanya seleksi alam yang lain. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya. Misalnya perubahan lingkungan. 2. bunglon dapat terhindar dari bahaya dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya. Pada saat lingkungan dalam keadaan kering. misalnya pohon jati dan randu. cecak melakukan autotomi. bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus tersamar dari hewan yang akan dimangsanya. 2. menggugurkan daunnya. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air. 3. • Adaptasi Tingkah Laku pada Tumbuhan 1. Kamu dapat dengan mudah mengamati adaptasi ini. Dalam keadaan bahaya. yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan/tempat hinggapnya. 4. • Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan 1.

Dengan membentuk . misalnya pada Chlorococcum. 1. Konjugasi.berupa sel reproduksi aseksual yang memiliki flagel (bulu cambuk). setiap potongan tubuh dapat berkembang menjadi organisme baru. Reproduksi pada Tumbuhan Tumbuhan Tidak Berpembuluh Reproduksi Ganggang (Alga) • Reproduksi vegetatif. Organisme yang berhasil lolos dari seleksi alam akan mampu bertahan hidup. Tabrakan itu menimbulkan ledakan hebat yang mengakibatkan terlepasnya sejumlah besar debu ke atmoster. Debu tersebut menghalangi sinar matahari sehingga tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis. dan membelah diri. Salah satunya menyebutkan bahwa dinosaurus punah karena jutaan tahun yang lalu sebuah meteor menabrak bumi. antara lain dengan membentuk zoospora. Contoh organisme yang punah karena seleksi alam adalah dinosaurus. Untuk membedakan jenis kelamin ditandai dengan (+) dan (-). banyak tumbuhan mati.oospora ( spora keebara). yaitu pemotongan bagian tubuh menjadi beberapa bagian. Reproduksi (Perkembangbiakan) Organisme yang mempunyai tingkat reproduksi tinggi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya apabila dibandingkan dengan organisme yang mempunyai tingkat reproduksi rendah. Reproduksi secara konjugasi terjadi pada Spirogyra. Dinosaurus yang herbivor tidak mendapatkan makanan dan mati. yaitu reproduksi vegetatif (aseksual/tidak kawin) dan reproduksi generatif ( seksual/kawin ). Sebaliknya. Beberapa teori berusaha menjelaskan punahnya dinosaurus. 2. fragmentasi. Dinosaurus pemakan daging yang tidak mendapat mangsa akhirnya punah. yaitu reproduksi generatif pada organisme yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Reproduksi merupakan ciri makhluk hidup yang penting karena bertujuan melestarikan jenisnya agar tidak punah. Dengan membelah diri. . Terdapat dua macam reproduksi. Secara Fragmentasi. Adapun kaktus yang hidup di pulau yang dihuni kura-kura tumbuh seperti pohon dengan batang tebal dan tinggi serta dilindungi oleh duri yang keras dan kaku. 3. Konjugasi diawali dengan plasmogonu (persatuan plasma) dilanjutkan dengan kariogomi (persatuan inti sel). misalnya pada Spirogyra. 1. organisme yang tidak berhasiI lolos dari seleksi alam akan punah. antara lain dengan konjusasi dan membentuk sel kelamin. Akibatnya. misalnya pada Navicula • Reproduksi generatif.yang hidup di pulau yang tidak dihuni kura-kura tumbuh rendah dengan duri-duri lunak.

Setelah jauh dari induknya. Rhizoma antara lain ditemukan pada tanaman lengkuas. Di bagian bawah tunas dapat tumbuh akar-akar serabut baru. Dengan pembentukan gamet (sel kelamin). sedangkan reproduksi vegetatif buatan adalah reproduksi vegetatif dengan bantuan manusia. dan temu lawak. ujung geragih akan membelok ke atas dan tumbuh menjadi tanaman baru yang jauh dari induknya. yaitu sel telur (ovum) oleh oogonium dan sperma oleh anteridium. Pada setiap buku terdapat daun yang berubah bentuk menjadi sisik dan di setiap ketiak sisik terdapat tunas. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih adalah pegagan dan arbei (geragih tumbuh menjalar di atas tanah). Daun paku dibedakan menjadi dua macam. tidak dapat menghasilkan spora.2. kunyit. • Rhizoma Rhizoma (akar rimpang) sebenarnya adalah akar yang tumbuh mendatar dan terletak di bawah permukaan tanah. yaitu sporofil dan tropofil. tanaman tersebut tetap bergabung dengan tanaman induknya sehingga membentuk rumpun. Tumbuhan Berpembuluh • Reproduksi Tumbuhan Paku Pada tumbuhan paku terjadi metagenesis. pada geragih terdapat buku-buku dengan tunas-tunas yang dapat tumbuh menjadi organisme baru. serta rumput teki (geragih tunbuh di barvah permukaan tanah). Jika tunas di ujung rhizoma dan ketiak tumbuh menjadi tanaman baru. • Tunas Adventif . misalnya pada Ulva dan Oedogonium. Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi vegetatjf yang terjadi secara alami (tanpa campur tangan manusia). Rhizoma berbentuk mirip akar. yaitu reproduksi vegetatif alami dan reproduksi vegetatif buatan. • Geragih (Stolon) Geragih (stolon) adalah batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. Sporofil adalah daun yang bersifat fertil (subur). Kuncup bagian ujung umumnya menyentuh ranah. • Reproduksi Tumbuhan Berbiji Reproduksi Vegetatif Reproduksi vegetatif pada tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua macam. dapat menghasilkan spora: sedangkan tropofil adalah daun yang bersifat infertil (mandul). tetapi berbuku-buku (beruasruas) seperti batang dan pada ujungnya terdapat kuncup. sansiviera. Tumbuhan paku merupakan generasi sporofit yang menghasilkan spora.

Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil. Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan. kepala putik besar. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah bawang merah. • Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. • Umbi Lapis Umbi lapis adalah tunas yang mengalami modifikasi' terdiri atas batang yang sangat pendek. baik pada satu bunga ataupun pada bunga yang berbeda. Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik. dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin. jambu-jambuan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik. bawang putih. Contoh tumbuhan berumah satu adalah kacang-kacangan. serbuk sari kecil. sebelum terjadi proses pembuahan (fertilisasi). dan terung-terungan. mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun. serbuk sarinya berhamburan jika digoyang. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut. dibungkus oleh daun-daun yang berdaging. sangat banyak. Umbi batang juga merupakan alat perkembangbiakan secara vegetatif. bunga terletak jauh di atas daun. Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). kedudukan benang sari bergantungan. terutama zat tepung. Pada umbi batang dapat tumbuh mata tunas. tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah kentang dan gembili. dan sukun. Bagian ini merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. tangkai putik terjulur ke luar. dan menyerupai sisik. dan bakung.Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh bukan pada ujung batang ataupun ketiak daun. Tumbuhan berumah dua adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam tumbuhan yang berbeda. tangkai bunga panjang. kesemek. kepala . Contoh tumbuhan berumah dua adalah salak dan pakis haji. berbulu. yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. • Umbi Batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah. Reproduksi Generatif'' Penyerbukan Pada tumbuhan. tidak mempunyai kelenjar madu. terjadi proses penyerbukan/persarian (polinasi ). ujungnya menggembung membentuk umbi. Contoh tumbuhan yang me|akukan perkembangbiakan dengan tunas adventif adalah cocor bebek.

kemudian diikuti pembelahan sitoplasma menjadi dua bagian yang masing-masing menyelubungi dua nukleus tersebut. sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan manusia. padi. mangga. Hal ini terjadi karena tidak ada perantara yang membantu penyerbukan. antara lain lalat. 3. tetapi berbeda varietas. Penyerbukan silang (allogami). Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan.• • putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. Penyerbukan dengan bantuan manusia (antropogami). Penyerbukan ini dapat terjadi pada vanili dan beberapa jenis anggrek. 4. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut. serbuk sari bersifat lengket (mudah melekat). mahkota bunga berwarna mencolok dengan aroma khas. misalnya Amoeba. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga lain dalam satu tanaman. Pada saat keadaan lingkungan kurang . Reproduksi pada Hewan Reproduksi Avertebrata • Reproduksi Vegetatif Membelah Diri Reproduksi dengan cara membelah diri hanya terjadi pada Protozoa (hewan bersel satu). misalnya bunga mangga manalagi diserbuki bunga mangga golek. diikuti pemisahan yang membentuk dua individu. dan kiropterogani (penyerbukan dengan bantuan kelelawar). bagian tengah sitoplasma menggenting (menyempit). Entomogami (penyerbukan dengan bantuan serangga. eceng gondok. Puramaecium. Penyerbukan dengan bantuan air akan terjadi jika tubuh tanarnan terendam dalam air. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang sejenis. 1. Penyerbukan sendiri (autogami). kumbang. disebut kleistogami. memiliki kelenjar madu. Zoidiogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran besar. Proses pembelahan diawali dengan proses pembelahan inti sel (nukleus) rnenjadi dua. Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. Zoidiogami dapat terjadi pada jambu. dan Euglena. Hidrogami dapat terjadi pada Hydrilla sp. dan lebah). dan teratai. Penyerbukan tetangga (geitonogami). malakogami (penyerbukan dengan bantuan siput/bekicot). Jika terjadinya penyerbukan pada saat bunga masih kuncup. Anemogami clapat terjadi pada rumputrumputan. Selanjutnya. Penyerbukan bastar. Misalnya. Penyerbukan ini dilakukan untuk mendapatkan jenis bibit baru yang unggul. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga itu sendiri. Berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh ke kepala putik. jeruk. terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang termasuk satu jenis (spesies). dan jagung. 2. Zoidiogami dibedakan berdasarkan jenis hewan yang membantu penyerbukan. dan pepaya.

dinding kista akan pecah dan individu-individu baru tersebut keluar. masing-masing potongan akan tumbuh dan berkembang menjadi dua ekor cacing Planaria. Amoeba membelah diri berulang-ulang menghasilkan banyak individu baru dengan ukuran yang lebih kecil. hewan karang. yaitu alat reproduksi jantan dan betina dan dapat melakukan reproduksi secara generatif. Jika induk hewan karang mati. untuk melakukan reproduksi tetap diperlukan dua individu. dan anemon laut. Porifera Porifera (hewan berpori) merupakan hewan bersel banyak hidup melekat di dasar perairan. Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk kista yang berdinding sangat kuat. Hewan lain yang melakukan reproduksi dengan tunas misalnya ubur-ubur. Larva yang sangat kecil itu akan menempel pada suatu dasar perairan untuk tumbuh dan berkembang menjadi Porifera dewasa. yaitu perkarwinan antara dua individu sejenis yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Dari hasil pembuahan ini. Porivera tidak dapat melakukan reproduksi sendiri. tunas tumbuh di dalam tubuh. Meskipun mempunyai dua macam alat reproduksi. Seekor cacing Planaria yang dipotong menjadi dua bagian. yaitu fase generatif dan fase vegetatif.menguntungkan. Cacing Planaria bersifat hermafrodit. masing-masing tumbuh dan berkembang menjadi tiga ekor cacing Planaria. misalnya Paramecium caudatum. Coelenterata . Individu baru Hydra terbentuk dari bagian tubuh Hydra dewasa. Pada hewan karang. Setelah cukup besar. sedangkan fase vegetatif berlangsung di dalam tubuh penderita penyakit malaria. Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing Planctria. Cacing Planaria mempunyai daya regenerasi yang sangat tinggi. kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Amoeba dewasa. Anggota Protozoa yang melakukan konjugasi. Proses reproduksi generatif Porifera adalah sebagai berikut. hewan bersel satu yang dikenal sebagai penyebab penyakit malaria. disebut tunas dalam (gemulae). Larva berflagela tersebut keluar dari tubuh induknya melalui suatu lubang yang disebut oskulum dan berenang menjauh. Dengan kata iain. Dalam siklus hidupnya. Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan sporulasi adalah Plasmodium. artinya dalam satu individu terdapat dua macam alat reproduksi. Di dalam kista tersebut. terbentuklah larva berflagela (berbulu cambuk). • Reproduksi Generatif Protozoa Pada Protozoa (hewan bersel satu). Sporulasi Sporulasi adalah proses pembelahan berganda (pembelahan multipel) yang menghasilkan spora. reproduksi generatil terjadi dengan cara konjugasi. Pembentukan Tunas Contoh hervan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah Hydra. Ovum Porifera yang sudah masak dibuahi sperma individu lain yang sejenis. Masingmasing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Ketika kondisi lingkungan membaik. tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya. Fragmentasi Pada fragmentasi. Fase generatif berlangsung di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. Begitu juga ketika dipotong menjadi tiga bagian. individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya. Plasmodium mengalami dua fase. gemulae akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. dan bersifat hermafroidit.

penghasil ovum) berupa bulatan menggelembung. pembuahan sendiri jarang terjadi karena waktu masak ovum dan sperma tidak bersamaan. ovum Hyidra dapat dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh individu yang sama. Penghasil sperma) hydra berbentuk kerucut dan terletak pada kulit luar. sedangkan ovarium (alat kelamin betina. Jadi. . Berbeda dengan Porifera. Meskipun demikian.Contoh anggota Coelenterata (hewan berongga) yang dapat melakukan reproduksi secara generatif adalah Hyadra. Hydra bersifat hermafrodit. Testis (alat kelamin jantan. pada Hydra dapat terjadi pembuahan sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful