Lahan merupakan kesatuan bidang tanah dan air secara tiga dimensional dengan luasan tertentu.

Sehingga tindakan pengolahan lahan meliputi pengolahan tanah serta air yang merupakan sebuah kesatuan dalam lahan. Tindakan konservasi lahan dilakukan pada kedua aspek tersebut, yaitu tanah dan air. Konservasi tanah menurut Arsyad (1989) merupakan sebuah tindakan penempatan setiap bidang tanah pada penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut, serta memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Sedangkan konservasi air merupakan penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk keperluan pertanian seefisien mungkin, serta pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada musim kemarau. Tindakan konservasi lahan yang telah banyak dilakukan lebih menekankan pada pengolahan tanah, dimana pada akhirnya tindakan tersebut juga akan berdampak pada pengelolaan air. Para petani di daerah-daerah agraris telah melakukan kegiatan pertanian selama beribu tahun hingga kini. Berbagai macam cara bertani telah dicoba untuk dilakukan untuk mencapai hasil pertanian yang maksimal. Pengoptimalan pengolahan lahan dilakukan dengan pembukaan lahan-lahan baru untuk pertanian. Kegiatan pembukaan lahan ini mencapai daerah-daerah dengan lereng yang miring hingga terjal untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Eksploitasi penggunaan lahan pun kemudian banyak dilakukan agar mendapatkan hasil yang paling maksimal, sehingga tidak sedikit tindakan yang dilakukan melampaui kemampuan lahan itu sendiri. Akibatnya adalah terjadi berbagai macam degradasi dengan berbagai masalah yang ditimbulkan. Antara lain kerusakan tanah, penurunan produktivitas, hingga ketidakberlanjutannya fungsi lahan. Bermunculannya berbagai masalah degradasi lahan menimbulkan berbagai macam pembenahan cara pengolahan lahan yang dilakukan oleh para petani. Permasalahan bagaimana agar hasil pertanian yang dihasilkan tetap dapat maksimal dengan tetap mempertahankan keberlanjutan kemampuan lahan itu sendiri menghasilkan berbagai macam tindakan konservasi oleh para petani. Kerusakan lahan yang paling banyak dialami oleh lahan pertanian akibat

Jika pertumbuhan tanaman penutup tanah terganggu. yang timbul dari sebuah proses pengamatan dan uji coba dalam kurun waktu yang lama. Dimana para petani sadar bahwa perlu adanya tindakan khusus dalam mengolah lahan pertaniannya agar keberlanjutan lahan tetap dapat terjaga. memperbaiki tanah yang rusak. Dengan terganggunya proses pertumbuhan tanaman maka produktivitas pertanian juga akan terganggu. Berbagai macam tindakan yang dilakukan oleh para petani tersebut muncul sebagai sebuah tindakan konservasi. Memperhatikan fenomena tersebut. maka tanah akan semakin rusak dan pada akhirnya juga akan berdampak pada produktivitas pertanian. Para petani secara turun temurun mencoba berbagai cara konservasi lahan yang tepat serta efektif untuk diterapkan di daerahnya. Arsyad (1989) mengemukaan bahwa tindakan-tindakan konservasi tanah ditujukan untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi. Akibatnya adalah pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan terganggu. Tindakan konservasi yang lahir dari para petani cenderung bersifat sederhana. hingga pada akhirnya menemukan cara yang paling cocok untuk diterapkan. maka salah satu syarat tumbuh tanaman menjadi berkurang atau bahkan hilang. Tindakan konservasi yang dilakukan oleh para petani tersebut timbul sebagai sebuah kebutuhan untuk dapat mencegah kerusakan lahan serta mempertahankan kontinuitas fungsi lahan pertaniannya. Dengan hilangnya berbagai unsur hara bersama lapisan tanah paling atas tersebut. Tindakan-tindakan konservasi yang dilakukan oleh para petani lahir dari budaya setempat. serta memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah agar dapat dipergunakan secara lestari. Jika proses erosi semakin besar. Proses erosi tanah yang terjadi mengangkut berbagai unsur hara yang terkandung dalam lapisan tanah atas sebagai media tumbuh tanaman. Hal tersebut terjadi karena tanah akan mengalami kontak langsung dengan air ataupun angin sehingga potensi untuk terjadinya erosi juga akan semakin besar.eksploitasi kemampuan lahan adalah terjadinya erosi tanah. murah dan . kemudian muncullah berbagai macam pembenahan cara bercocok tanam. maka tanah akan semakin banyak tererosi oleh media erosi.

Bogor . Penerbit IPB. Para petani cenderung memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitarnya untuk dapat digunakan sebagai media konservasi lahan.mudah untuk dapat dilakukan. Daftar Pustaka Arsyad. Dengan begitu maka para petani dapat dengan mudah menerapkannya pada lahan pertanian mereka. 1989. KONSERVASI TANAH DAN AIR. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful