LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) _____________________________________________________________ LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL

Judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI oleh: DR. ANDI IQBAL BURHANUDDIN, M.Fish. Sc.

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)
Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasnuddin

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul: PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN DAN BENTUK ADAPTASI IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI

a. Nama b. N I P c. Pangkat/ Golongan d. Jurusan e. Fakultas/Universitas f. Biaya

: Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc. : 132 102 308 : Penata/ III.c : Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan dan Perikanan / Univ. Hasanuddin : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

Makassar, 04 Februari 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Pembuat Modul

(Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MP) NIP. 131 860 849

(Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc.) NIP. 132 102 308

ii

KATA PENGANTAR

Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai tujuan utamanya memiliki tahapan agenda dalam rangka mencapai Visi dan Misi Citra Unhas 2010, yaitu memiliki sistem pendidikan yang handal melalui penyelenggaraan proses pembelajaran berbasis pada pendekatan learning. Peningkatan kapasitas belajar mahasiswa sangat ditentukan oleh keaktifan dan kemampuan untuk memanfaatkan literaratur dari berbagai sumber, termasuk literatur yang mudah diperoleh berupa modul setiap mata ajaran. Berdasarkan hasil evaluasi diri jurusan Ilmu Kelautan menunjukkan proses pembelajaran (mahasiswa dituntut aktif) belum optimal karena salah satunya adalah belum terlaksananya penyusunan bahan/modul kuliah sebagai salah satu bentuk proses pendekatan metode learning. Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib yang menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dalam penyajian mata kuliah ini memerlukan

penjelasan yang lebih atraktif, detail, jelas dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, sistem pembelajaran matakuliah Ikhtiologi dengan pendekatan SCL ini memungkinkan mahasiswa lebih aktif berdiskusi, lebih atraktif dan reflektif dalam penyajian, cepat dan jelas dalam mengakses materi dan literatur perkuliahan, sehingga proses pembelajaran dengan metode learning dapat tercapai. Penyediaan bahan atau modul kuliah Ikhtiologi bagi mahasiswa mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran yang optimal. Perubahan dan pembaruan materi pembelajaran akan menjamin keberlanjutan minat dan motivasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan untuk terus memperluas wawasannya dengan cara lebih aktif.

iii

RINGKASAN Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib untuk diprogramkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan. Mata kuliah ini menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya iv . Pada bab ini mahasiwa diharapkan mampu menjelaskan tentang integumen ikan dan dapat membedakan jenis-jenis sisik pada ikan. dan otot jantung. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. Gigi pada ikan hiu. Pada sistem sistem ini juga termasuk di dalamnya organ cahaya. Modul ke dua membahas tentang sistem integumen yaitu suatu system yang sangat bervariasi. otot bergaris. Modul pertama berupa pendahuluan yang menjelaskan tentang ruang lingkup ikhtiologi. hubungannya dengan pergerakan tubuh ikan. dan sistem penamaan ikan serta peristiwa penyebaran atau distribusi ikan. perkembangan ikhtiologi dan pentingnya ilmu ikhtiologi. mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses sistem pewarnaan pada tubuh ikan beracun. Dalam garis besarnya modul pembelajaran mata kuliah Ikhtiologi ini terbagi atas 10 modul. Modul ke empat menjelaskan tentang sistem rangka yaitu suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. Modul ke tiga menjelaskan tentang sistem urat daging yang pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. yaitu: otot polos. Bab ini juga mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara pewarnaan tubuh pada ikan dengan jenis habitat mereka ditemukan. pewarnaan kulit dan kelenjar beracun. Selain dari itu. ikan dan kanekaragaman habitatnya. menjelaskan mekanisme terbentuknya lendir beserta fungsi secara fisiologis lendir pada kehidupan ikan. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. scute. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fungsi sistem otot.

mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Modul ke lima menjelaskan tentang sistem pencernaan pada ikan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya.berfungsi untuk menegakkan tubuh. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. dan tempat ingatan dan kecerdasan. medulla spinalis. Modul ke enam menjelaskan tentang system peredaran darah dengan organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Dari bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan organ-organ pencernaan makaan secara berturut-turut. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang sistem eksresi serta hal-hal yang berhubungan dengan sistem osmoregulasi. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. menguraikan perbedaan secara anatomis ikan-ikan herbivor. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Mekanisme kerja sistem peredaran darah tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Modul ke delapan tentang Sistem saraf yang mempunyai tiga macam peranan vital. Sasaran pembelajaran pada bab ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan sedikitnya lima macam bentuk tubuh ikan hubungannya dengan sistem rangka dan dapat menjelaskan fungsi rangka dan derivatderivatnya. Pada bagian ini mahasiswa juga diharapkan mampu menguraikan alat-alat pencernaan yang mengalami modifikasi beserta fungsinya. Modul ke tujuh menjelaskan tentang Sistem urogenital yaitu sistem yang dibangunkan oleh dua system. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. dan otak. karnivor dan omnivor. dibantu oleh organ indra sebagai v . Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah.

Modul ke sembilan menjelaskan tentang Kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya yang biasa disebut kelenjar buntu. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa mampu menjelaskan tentang mekanisme organ sensori pada ikan.reseptor. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Modul ke sepuluh mejelaskan tentang sistem reproduksi. vi . atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. Mekanisme tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi peserta mata kuliah ini khususnya pada bab tentang sistemhormon. Yang menjadi sasaran pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada ikan. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya.

PETA KEDUDUKAN MODUL PENDAHULUAN SISTEM INTEGUMEN SISTEM URAT DAGING SISTEM RANGKA SISTEM PENCERNAAN SISTEM PERNAPASAN SISTEM PEREDARAN DARAH SISTEM OROGENITALIA SISTEM SARAF SISTEM HORMON SISTEM REPRODUKSI vii .

………………………………… MODUL II SISTEM INTEGUMEN.…………………………………….DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………………... MODUL III SISTEM URAT DAGING ………………………………… MODUL IV SISTEM RANGKA…………………………………………. MODUL VIII SISTEM SARAF…………………………………………. MODUL VI SISTEM PEREDARAN DARAH…………………………… MODUL VII SISTEM UROGENITALIA. MODUL V SISTEM PENCERNAAN …………………………………….………………………………. MODUL IX SISTEM HORMON…………………………………………… MODUL X SISTEM REPRODUKSI……………………………………. HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………. DAFTAR ISI ……………………………………………………………….. RINGKASAN ……………………………………………………………... PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………... LAMPIRAN i ii iii iv vi vii 1 11 22 30 38 51 61 69 77 84 viii . MODUL I PENDAHULUAN ………….. KATA PENGANTAR ……………………………………………………..

Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas.Pengelompokan ikan .MODUL I JUDUL : P E N D A H U L U A N BAB I. Ruang Lingkup Isi . Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu.Pentingya mempelajari ikhtiologi .Pengertian ikan . orang- orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. B.Ikan dan keanekaragaman habitatnya .Ikan dan perkembangan studinya .Ikhtiologi sistematika . Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran. Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. baik secara aktif maupun secara pasif.Nomencltural .Distribusi ikan ix . Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. PENDAHULUAN A.

ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang. ikan menempati jumlah terbesar. Menjelaskan mengenai pengelompokan ikan 3. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. arti. Menjelaskan teori.000 species yang tercatat. sampai sekarang terdapat sekitar 25. pengelompokan ikan serta pentingnya mempelajari ilmu tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. D.C. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata. Menjelaskan secara umum tentang Ikhtiologi sistematika dan sistem penamaan pada ikan 7. Materi yang dibahas pada modul ini adalah pengertian ikhtiologi. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. tipe distribusi ikan BAB II. Menjelaskan pengertian ikan 2. serta system penamaan pada ikan. PENGERTIAN IKAN Ikan adalah hewan berdarah dingin. Menjelaskan tentang ikan dan perkembangan studinya 5. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Jumlah jenis ikan yang lebih x .000 spesies. sejarah serta kedudukan ikan dalam dunia hewan. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama sebagai pengantar menuju modul-moudul berikutnya. Menjelaskan tentang pentingya mempelajari ikhtiologi 6. Menjelaskan tentang ikan dan keanekaragaman habitatnya 4. PEMBAHASAN A. insang dan sirip. yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo. walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40.

Ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah spesies burung yakni 9000 spesies.besar di perairan laut. dan nomos berarti hukum. reptile 5800. PENGELOMPOKAN IKAN Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. selalu berkaitan dengan masalah habitat dan sumberdayanya. Keberhasilan populasi tersebut untuk dapat hidup dan bertahan pada habitat tertentu. C. dan amphibi 3500 spesies. Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan. mamalia 4000 (manusia termasuk di dalamnya). fisiologi dan Genetika. 2) ciri meristik. walaupun beberapa diantaranya berbentuk flat dan bentuk lainnya. tidak terlepas dengan adanya penyesuaian atau adaptasi yang dimiliki anggota populasi tersebut. B. tetapi juga berbeda dalam berbagai ukuran dan bentuk. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu 1) pengukuran morfometrik. 5) kariotipe. Mulai dari ikan yang berukuran kecil yang disebut Percid dari Amerika (Etheostoma microperca) yang dewasa secara seksual pada ukuran 27 mm. Mereka bukan hanya dibedakan oleh jumlah spesies yang beragam. dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar. Kebanyakan ikan berbentuk terpedo. Perairan merupakan habitat bagi ikan dalam proses xi . 3) ciri-ciri anatomi. dan 6) elektroforesis. IKAN DAN KEANEKARAGAMAN HABITATNYA Kehadiran suatu populasi ikan di suatu tempat dan penyebaran (distribusi) spesies ikan tersebut di muka bumi ini. Di samping itu ada juga jenis goby dari Pacifik (Eviota) yang bertelur pada ukuran kurang dari 15 mm. Ada pula yang berukuran raksasa seperti Hiu (Rhincodon) yang dapat mencapai panjang 21 meter dengan berat 25 ton atau lebih. 4) pola pewarnaan. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam iktiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi.

Ikan telah mampu bertahan seiring dengan perkembangan variasi dari tempat hidupnya. 0. dan India hingga pada daerah yang berarus kuat. Amerika Selatan (3812 meter). Di dalam airlah ikan melakukan respon terhadap lingkungan. reproduksi dan hal-hal lainnya. xii . Mereka ada dalam air gunung yang mengalir deras. kesempatan untuk lepas dari musuh. Spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap suhu biasa disebut eurythermal sedangkan sebaliknya. sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan berkembangbiak seperti. Di Afrika ditemukan jenis ikan Tilapia yang hidup di sungai dengan temperature 44°C. yang memiliki teloransi yang sempit terhadap suhu disebut stenothermal. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa 70 persen dari permukaan bumi ini tertutupi oleh air. sedangkan di Antartika ditemukan hidup pada suhu –2°C. di air dalam sunyi dan gelap yang tidak dihuni oleh vertebrata lainnya. morfologi. Bagi ikan. penetrasi cahaya. China.01 ‰ (umumnya danau. tempat tidur. serta habitat pada ikan.05 s/d 1‰) hingga pada salinitas yang sangat tinggi.pembentukan struktur tubuh ikan. Penyebaran secara vertical pun dapat melampaui kemampuan jenis vertebata lainnya (sekitar 5 km diatas permukaan laut sampai 11 km dibawahnya. Ikan-ikan ditemukan di berbagai tempat dan habitat yang berbeda. air adalah media komunikasi. memperoleh makanan. Mereka juga dapat ditemui pada gua yang sangat gelap seperti ditemukan di Tibet. respon terhadap jumlah oksigen terlarut. konsentrasi organisme pembawa penyakit ikan dan. Mereka hidup di air tawar yang bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi daripada air laut. tempat bermain. sehingga tidak mengherankan jika ditemukan berbagai jenis. Mereka ditemukan di danau tertinggi dunia dari permukaan laut yaitu danau Titicaca. cara pergerakan. toilet sekaligus sebagai kuburan. tempat beranak. dan pada daerah kedalaman 7000 m di bawah permukaan laut. 100‰ (umumnya 35‰ pada laut terbuka). Banyak jenis yang ditemukan memiliki organ pernapasan udara tambahan dan hidup di rawa-rawa pada daerah tropic. proses pernafasan. suhu. zat beracun. Istilah yang diberikan kepada spesies yang memiliki tingkat toleransi yang luas terhadapap salinitas yaitu euryhaline dan stenohaline terhadap spesies yang memiliki kisaran sempit terhadap salinitas. Beberapa jenis ditemukan pada air tawar dengan salinitas 0.

IKAN DAN PERKEMBANGAN STUDINYA Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. antara lain: Klasifikasi. Walaupun ikan dapat mendeteksi zat-zat kimia berbahaya. Konservasi/Pelestarian Lingkup kerja di atas dilaksanakan oleh organisasi international. evolusi dan genetika. Mereka menggunakan sinar matahari dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik dan menjadi makanan bagi ikan. Yunani dan Romawi berhasil merekam variasi. dan dunia Industri. Ikan dapat bertahan lama pada habitat yang kurang oksigen atau yang tidak mencukupi. cahaya matahari juga berpengaruh terhadap pola reproduksi. D. Selain dari itu. kebiasaan. pertumbuhan dan perilaku. diatom dan alga (phytoplankton) yang tumbuh di laut. serta kualitas dari berbagai jenis ikan. al (1977). Natural history dan Ekologi.Beberapa ikan mampu bernapas dengan menghirup oksigen secara langsung dari udara melalui paru-paru. begitu juga dengan Mesir kuno. petugas pemerintah. Food and Agriculture Organization xiii . universitas. Menurut Lagler et. Phytoplankton berperan penting dalam permulaan rantai makanan yang mendorong laju produksi ikan pada umumnya. danau dan aliran sungai memberikan suplai oksigen kepada ikan. Material yang tidak dikehendaki yang bersifat racun diproduksi secara alami dan polusi dari aktifitas manusia manjadi ancaman besar dan serius bagi keberadaan ikan-ikan dan tentunya juga bagi manusia yang mengkonsumsinya. walaupun kebanyakan ikan tetap bergantung pada insang yang berperan dalam mengekstrak oksigen dari air. Fisiologi dan Biokimia. Rumput atau tumbuhan mikroskopik. Anatomi. dan ini bergantung dari penetrasi cahaya ke dalam air. termasuk dalam kebiasaan makan. sejak abad 18 studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang meliputi beberapa cabang utama. Sejak berabad-abad sebelum masehi bangsa China telah berusaha untuk mengetahui tentang ikan dan cukup sukses menyebarluaskannya. museum. tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menghindar dari kontaminasi.

Keuntungan dalam penelitian juga tidak terhingga dimana aspek tentang ikan . pengawasan terhadap koleksi museum. nelayan dan para penggemar hewan air. dan Museum Zoology Universitas Michigan USA. Taxonomi berasal dari perkataan Junani yaitu Taxis yang berarti susunan atau xiv . pengadaan koleksi baru. studi sejarah. Di bidang ilmu ini peluang untuk bekerja mengembangkan kepedulian terhadap ikan serta belajar dari koleksi museum-museum cukup besar. E. dokter. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. Banyak negara yang mempunyai Unit Perikanan yang dibentuk secara terpusat. yang juga berfungsi sebagai pelayanan perikanan dan binatang liar (Fish and Wildlife Service) dan Pusat Pelayanan Kelautan dan Perikanan (National Marine and Fisheries Service) di Amerika Serikat. asal mulanya perkataan Junani yaitu systema yang dipergunakan untuk system klasifikasi yang disusun oleh para ahli pengetahuan alam pada zaman silam. Tugas-tugas orang yang bekerja di museum meliputi. Tidak banyak yang memilih profesi pengajar pada bidang ikhtiologi ini. Istilah sistematika mirip artinya dengan istilah Taxonomi. penerbitan karya ilmiah dan lain-lain. lebih banyak yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui. PENTINGYA MEMPELAJARI IKHTIOLOGI Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. pengembangan ilmu pengetahuan. Museum dan perguruan tinggi dimana dikembangkan secara scientific biasanya mempunyai divisi perikanan seperti British Museum (Natural History). pemuka agama. terutama oleh Linnaeus pada tahun 1735 yang dikenal dengan Systema naturae. F. IKHTIOLOGI SISTEMATIKA Istilah “Sistematika” berasal dari perkataan Latin. Museum National Amerika. mereka yang terjun di bidang ini adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab untuk belajar dan mengajar tentang ikan.(FAO) sebagai organisaasi bentukan PBB yang menangani persoalan makanan dan pertanian mempunyai divisi perikanan yang bergerak secara aktif. (di Indonesia dikenal dengan badan pengelola taman nasional seperti BKSDA dan DKP). Banyak kontribusi tentang ikan yang datang dari para ahli filsafat.

sedangkan Klasifikasi adalah suatu hal yang berhubungan dengan materi biologi. H. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Distribusi Ikan Arti dan Teori Distribusi Ikan Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. oleh sebab itu nomenklatur (utamanya nama ilmiah) harus mempunyai kata-kata dan arti yang sama atau hakekatnya stabil dan seragam. maka penerapan harus pula secara luas. kedua istilah ini dipakai berganti-ganti dalam bidang pengklasifikasian tumbuhtumbuhan dan hewan. Standard common name atau Common name. Dalam penggunaannya dewasa ini. Istilah ini diusulkan oleh Candolle pada tahun 1813 untuk teori mengklasifikasikan tumbuh-tumbuhan.Vernacular name atau Local common name.pengaturan. Pada umumnya system penamaan terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. Jadi Sistematika atau Taxonomi adalah suatu yang digunakan untuk mengklasifikasikan jasad. periode Ordovician maupun binatang lainnya tersebar dan terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. NOMENKLATUR Istilah nomenklatur berasal dari bahasa Latin yaitu Nomenklatural yang berarti tatanama atau penamaan. baik secara aktif maupun secara pasif. Ikan Ostracoderms yang ditemukan pertama kali pada zaman Palaezoic. Pengertian nomenklatur sering disamakan artinya dengan Nomenklatur adalah penamaan yang merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara para ahli biologi. dan Nomos berarti hukum. Sehubungan dengan ini Jordan vide Axelord dan Schultz (1955) mengemukakan hukum-hukum tentang penyebaran (distribusi) ikan yaitu setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. terkecuali hal-hal sebagai berikut: xv . Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Klasifikasi. G. Agar nomenklatur dapat dipakai secara meluas.

dan penghubung antara Alaska dengan Siberia. sungai seperti Great Lakes di amerika dimana pada zaman Glacier (zaman es) mendapat aliran air dari sungai Mississipi sedangkan sekarang tidak. Angin dan badai dapat pula memindahkan ikan-ikan dari suatu perairan ke perairan yang lainnya. Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. Adanya perubahan dari aliran air. Looding). c. Misalnya Terusan Panama (Isthmus of Panama). e. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru). b. melainkan dari “Chicago Sewage Canal”. c. Individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. arus. Perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi seperti adanya tanah-tanah daratan (land masses) yang teggelam dan atau timbulnya. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. tetapi dengan adanya proses evolusi. Teori tentang kemungkinan terjadinya distribusi ikan menurut Axelrod dan Schults (1955 ) dapat dibagi ke dalam: a. Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. Secara pasif ikan-ikan dibawa oleh manusia dari suatu perairan tertentu ke perairan yang lainnya. (mis. dimana didapatkan ikan-ikan dari species yang berasal dari Samudera Atlantik maupun dari Samudera Pasifik. xvi . d. f. Disebabkan kemungkinan lain. karena dibukanya terusan-terusan baru. b. Terusan Suez (Isthmus of Suez). Secara pasif ikan-ikan pelagis dibawah oleh arus laut dari suatu perairan tertentu ke perairan lainnya. dan begitu pula mungkin terjadinya penghubung antara Eropah dan Amerika Utara. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Sehingga hal demikian dapat dilalui oleh ikan untuk mencapai daerah lainnya. Demikian pula halnya dengan “Two Ocean Pass” suatu perairan di dekat Yellowstone National Park (di Amerika serikat). misalnya terjadinya “Continental drift” (hanyutan benua) akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari dalam lapisan bumi.a.

cahaya. Pada umumnya ketiga macam barrier tersebut diatas (fisik. penyakit. b.Tipe Distribusi Ikan Berdasarkan unsur Tempat dan Waktu distribusi organisme/binatang dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu: a. Barrier biologis (Biological barriers): Dalam golongan ini termasuk misalnya faktorfaktor makanan. persaingan. Distribusi Ekologis (Ecological range) c. lainnya (bagi jenis-jenis ikan tertentu). kimiawi dan biologis) sering disebut dengan istilah “ faktor ekologis ” dan biasanya sangat kompleks dan tidak mudah dipelajari. iklim. Barrier fisik (physical barriers): Dalam golongan ini misalnya tanah (bagi ikan dan hewan air lainnya). kedalaman air. Berdasarkan sifat barrier dapat dibagi atas 3 golongan besar yaitu: a. predator. Distribusi Geografis (Geographical range) b. sifat kimiawi perairan. hal ini berarti secara teoritis ada beberapa kemungkinan yaitu: xvii . suhu. Distribusi Geologis (Geological range) Faktor Penghalang Distribusi Ikan (Barrier) Barrier adalah faktor-faktor penghalang atau penghambat bagi distribusi species organisme-organisme. dan kepadatan populasi (terutama ikan yang biasa schooling). Barrier Kimiawi (chemical barriers): dalam golongan ini termasuk misalnya kadar garam. Teori Kemusnahan Species Ikan Selanjutnya dijelaskan pula bahwa spesies ikan dapat musnah dari tempat perairan tertentu. c. arus laut (bagi species ikan tertentu).

Specialisasi yang sangat ekstrim dari suatu species. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. cara menjawab/menanggapi. Kemusnahan yang disebabkan berbagai persaingan yang dialami oleh specimen dalam lingkungan hidupnya. b.perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya. Dari kelima teori tesebut di atas dapat dikatakan bahwa kemusnahan (kepunahan) suatu species pada suatu tempat atau perairan tertentu. xviii . oleh karena lingkungan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat daripada kemampuan beradaptasi. Natural history dan Ekologi. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan. PENUTUP Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya.a. INDIKATOR PENILAIAN 1. Kemusnahan yang disebabkan oleh kejadian evolusi lebih lanjut berlangsung. sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan organisme beradaptasi terhadap perubahan. evolusi dan genetika. c. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18 meliputi beberapa cabang utama. sehingga specimen ikan-ikan tersebut dimana organ-organ tubuhnya mengalami modifikasi menjadi bentuk yang lebih maju tingkatan evolusinya. antara lain: Klasifikasi. serta penampilan (30%) BAB III. e. Specimen suatu species tidak dapat mengadaptasikan dirinya dengan keadaan lingkungan. dimana hanya dapat hidup pada lingkungan yang sangat terbatas pula. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. d. Populasi suatu species memang sudah benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk dapat hidup terus. Anatomi.

and J. IPB B.R. J. Departemen Biologi Perairan. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier atau individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. Konservasi/Pelestarian. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. 1976. Love. Bardach. 1977. 1979. Englewood Cliffs.E. K. Prentice Hall. Passino.. Dalam komunikasi antara para ahli biologi diperlukan sistem penamaan yang disebut nomenclatur. E. 1974. John Wiley & Sons. DAFTAR PUSTAKA A.B.Vernacular name atau Local common name. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak terbatas.S.). Readings in Ichthyology. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Alamsjah. M. Lagler.M. terkecuali Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. P. Prentice-Hall of India Private Limited. Fishes of the World. setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. New York C. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan.Fisiologi dan Biokimia. John Wiley and Sons. Ichthyology. Miller and D. New York. Fakultas Perikanan. Cailliet (eds. Fishes.R. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).S. Second edition. 1988. tetapi dengan adanya proses evolusi. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru) dan Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. An Introduction to Ichthyology.J. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. New Delhi D. Jr. New Jersey. Rahardjo.F. Pada umumnya system penamaan ini terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. Second edition. Ichthyologi. 1980.M. F. J. S. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Standard common name atau Common name. Moyle. IPB xix . Nelson. M. baik secara aktif maupun secara pasif. cech. R. and G.F.

B. scute. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi.Struktur Kulit . Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. dinamakan eksoskelet. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak.MODUL II JUDUL : SISTEM INTEGUMEN BAB I. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. Gigi pada ikan hiu. fisis. letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain. Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya.Pewarnaan kulit . Ruang Lingkup Isi . organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu.Kelenjar Beracun xx .Sisik .Organ Cahaya . tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. seperti kelenjar eksresi.Lendir . maka fungsinya pun bermacam-macam pula. Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama.

dan faktor penghalang distribusi ikan. tata nama dan sistem klasifikasi ikan . pengelompokan ikan dan Konsespsi Sistematika dan Peranan Ahli Sistematika. saraf dan jaringan pengikat memiliki struktur yang lebih tebal dan sel-sel yang susunannya lebih kompak dari pada epidermis. Lapisan xxi . Membedakan jenis sisik pada ikan 3. KULIT Pada phylum chordata dikenal dua tipe dasar dari integumen. Dermis yang di dalamnya terkandung pembuluh darah. mahasiswa diharapkan dapat: 1.1).C. PEMBAHASAN A. Lapisan epidermis pada ikan selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya. D. menjelaskan teori. tipe. Epidermis bagian dalam terdapat lapisan sel yang disebut stratum germinativum (lapisan malphigi). Menjelaskan sistem pewarnaan pada tubuh ikan-ikan beracun BAB II. Integumen sekalian hewan merupakan lapisan protektif yang menjaga lalulintas air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya secara bebas. Epidermis merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan sistem somatis. Menjelaskan tentang integumen ikan 2. yaitu tipe invertebrata dan tipe vertebrata. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. mempunyai sejarah evolusi yang kompleks. Lapisan ini sangat giat dalam melakukan pembelahan untuk menggantikan sel-sel bagian luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. kedudukan ikan. yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis (Gbr 4. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke dua setelah mahasiswa memahami modul pertama mengenai pengertian ikhtiologi. Derivat-derivat kulit juga juga dibentuk dalam lapisan ini. dengan dua lapisan utama. Tipe vertebrata pada sekalian hewan vertebrata terdiri dari beberapa lapisan.

dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan yang bersisik. Gambar 1. xxii . Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat perlindungan pada saat terjadi kekeringan. misalnya anggota dari genus Trichogaster. Struktur kulit ikan (Walker and Liem. dan derivat-derivat kulit lainnya. LENDIR Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik. misalnya ikan paru-paru (Protopterus) yang menanamkan diri pada lumpur selama musim panas dengan membungkus tubuhnya dengan lendir hingga musim penghujan tiba. Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat. Beberapa ikan yang menggunakan lendirnya untuk melindungi telur dari gangguan luar. Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak pada saat tertentu. 1994) B. mencegah infeksi dan menutup luka. misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/ genting dibanding pada saat atau keadaan normal. Ketebalan lendir yang meliputi kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang terletak di dalam epidermis. berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan semi-permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit.

ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian operculum dan ekor. sisik cycloid dan ctenoid merupakan sisik yang kecil. Cycloid dan Ctenoid. kekerasan sisiknya sudah fleksibel. pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. sedangkan pada ikan modern. Cosmoid. Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan primitive.C. SISIK Bentuk. Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Dan adapula yang hanya ditemukan sepanjang linea lateralis. yaitu Placoid. sisik ikan dapat dibedakan menjadi lima jenis. Seperti “paddle fish”. Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya. Sisik scycloid berbentuk bulat. tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. Bagian yang lunak xxiii . Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut. tangkai sentral dan duri. sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam. Ganoid. Ada beberapa jenis ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian tubuh tertentu saja. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang letaknya terbenam di bagian dermis kulit. sebenarnya bersisik tetapi sisiknya kecil dan dilapisi lendir yang tebal. Ikan sidat (Anguilla) yang terlihat seperti tidak bersisik. Sisik Placoid Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar. dan suatu bagian yang menonjol berupa duri keluar dari permukaan epidermis. Sisik tersebut merupakan struktur exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng dasar. ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. Sisik dibuat di dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis.

terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang. sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik.dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis. yaitu dimulai dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada di sebelah permukaan. Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae . Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa. Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi. yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan. Type sisik ganoid pada family Latimeriidae (lobefins) xxiv . Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah. Type sisik placoid dan pada ikan hiu Sisik Cosmoid Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. yang dilapisi semacam enamel. kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular.

Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik. Acipenceridae dan Polyodontidae. Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. Polypterus. tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis. Type sisik ganoid pada family Acipenseridae (sturgeons) Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei.Sisik Ganoid Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). Lepisostidae. Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir pigmen (chromatophore). Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik. dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. fleksibel dan transparan. kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah. xxv . yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Ikan bersisik type ini adalah antara lain. Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna.

merah dan hijau). Schemachrome warna putih ditemukan pada rangka. Ikan yang hidup di daerah dasar. Apogonidae dan sebagainya. gelembung renang. Warna pada ikan sangat dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). sisik dan testes. xxvi . Achanturidae. biru dan ungu pada iris mata. Iridocyte dinamakan juga sel cermin karena mengandung bahan yang dapat memantulkan warna di luar tubuh ikan. keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah sampaiwarna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan pada sisi atas dan kehitam-hitaman pada bagian punggungnya. warna pelangi pada sisik. merah dan corak lainnya). flavin (fluoresensi kehijau-hijauan). Ikan-ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana. indigoid (biru. chromolipoid (kuning sampai coklat). melanin (hitam dan coklat). merah dan jingga). Sedangkan tergolong ke dalam biochrome adalah: Carotenoid (kuning. kuning.Type sisik ctenoid Type sisik cycloid D. bagian dasar perutnya berwarna pucat dan bagian punggungya berwarna gelap. bertingkat dari keputih-putihan pada bagian perut. PEWARNAAN Sel khusus yang memberikn warna pada ikan ada dua macam yaitu Iridocyte (leucophore dan guanophore) dan Chromatophora. Ikan-ikan yang hidupnya di sekitar karang memiliki warna yang cerah dan cemerlang misalnya ikan-ikan family Chaetodontidae. mata dan membrane anus. pterin (putih. Misalnya pada kelompok ikan pari dan ikan seblah. purin (putih atau keperak-perakan).

Sejumlah anggota famili Percidae yang terdapat di air tawar dan sejumlah famili yang ditemukan di laut memiliki corak warna yang terang dan cemerlang sebagai pengenalan seksual. pada beberapa ikan bentuk pewarnaanya justru cenderung sebagai pemberitahuan. Cahaya yang dikeluarkan berkedap-kedip secara teratur yang dikendalikan oleh organ cahaya yang keluar masuk suatu kantong pigmen hitam di bawah mata.Pemiripan warna secara umum antara ikan dan latar belakangnya baik secara perlahan maupun cepat merupakan karakteristik dasar ikan untuk menyamai lingkungan atau habitat mereka berada. maka garis-garis tersebut akan cenderung mengaburkan pandangan hewan lain. xxvii . Umumnya ikan-ikan yang memiliki organ cahaya hidupnya pada daerah laut dalam (antara 300 – 1000 m ) dengan warna biru atau biru kehijau-hijauan yang biasa dikenal dengan bioluminescens . musim dan keadaan habitat. kelompok ikan yang cahaya dikeluarkan oleh sel pada kulit ikan itu sendiri (photophore = potocyt) misalnya pada golongan elasmobranchii (Etmopterus. dan penciri ikan beracun. Pewarnaan terpecah merupakan suatu upaya ikan untuk mengaburkan pandangan terhadap tubuh ikan. Namun telah ditemukan pula ikan laut yang hidup di perairan dangkal memiliki organ cahaya seperti. Perubahan warna sering terjadi berhubungan dengan kondisi lingkungan seperti siang dan malam. E. untuk mengikat mangsa. Selain fungsinya sebagai penyamaran dan penyembunyian. warna demikian dipergunakan untuk memecah bentuk atau mengaburkan bentuk asli ikan. ikan leweri batu (Photoblepharon palpebratus) dan ikan leweri air (Anomalops katopron). Terdapat dua kelompok ikan berdasarkan sumber cahaya yang dikeluarkannya yaitu. Pada ikan kupu-kupu (Forcipinger longirostris) yang hidup di daerah karang mampu memcahkan warna tubuhnya menjadi bentuk organ tubuh. Ikan laut memiliki warna tubuh yang bertingkat. Bila tubuh permukaan ikan mempunyai garis-garis warna atau corak kontras yang tidak teratur. dan putih di bagian perut. di bagian dorsal berwarna biru. ORGAN CAHAYA Cahaya yang dihasilkan ikan memiliki fungsi sebagai tanda pengenal individu yang sejenis. menerangi lingkungan. Perubahan warna tersebut diatur oleh intraksi saraf dan hormon. bagian sisi keperak-perakan.

Diduga pada tentakelnya mempunyai kultur bakteri yang terdapat pada kulitnya. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan jaringan yang membesar itu digosokkan di atas kultur bakteri tersebut.Benthobatis dan Spinax) dan pada golongan ikan teleostei (Batrachoididae dan Stomiatidae). Ikan-ikan yang kelejar integumennya mengandung racun umumnya dipergunakan ikan untuk mempertahankan diri. xxviii . Pada musim pemijahan. E. Pada bagian yang berlawanan dengan lensa terdapata banyak pigmen yang berfungsi sebagai pemantul. Serranidae dan Macroridae. Pemantulan cahaya yang dikeluarkan bakteri tersebut diatur oleh jaringan yang berfungsi sebagai lensa. Pada ikan-ikan yang hidup di laut dalam. Umumnya ikan lepu ini tinggal di dasar perairan yang dangkal berpasir atau berkarang dan pada daerah terdapat vegetasi lamun. Leognathidae. Bakteri yang dapat mengeluarkan cahaya terdapat di dalam kantung kelenjar epidermis. sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. menyerang dan mencari makanan. Cahaya yang dikeluarkan memiliki kekuatan panjang gelombang 400-600 mµ yang dapat menerangi sejauh 10 meter. Gerakannya lamban dengan warna permukaan tubuh yang mirip dengan dasar perairan menyebabkan ikan ini sulit untuk dilihat. sirip dubur dan sirip perut. ikan jantan berusaha membimbing betina untuk mencari tempat yang baik untuk memijah. pengeluaran cahayanya mempunyai peranan dalam pemijahan. Pemancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri diatur oleh kontraksi pigmen yang berfungsi sebagai iris mata. misalnya pada ikan-ikan family Monocentridae. Beberapa jenis dari ikan memiliki racun yang dapat mematikan manusia. misalnya jenis Synanceia horrida. Kelompok kedua adalah ikan yang mengeluarkan cahaya dari bakteri yang bersimbiose dengannya. Pada ikan lepu (Synanceia verrucosa dan Pterois volitans) memiliki alat beracun pada daerah jari-jari keras sirip punggung. Gadidae. Anglerfishes (Linophyrin brevibarbis) yang terdapat di laut dalam mempunyai tentakel yang bercahaya. KELENJAR BERACUN Kelenjar beracun pada ikan merupakan derivate dari kulit yang merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan lendir.

melainkan dari kelenjar empedu. Penguasaan materi dalam memaparkan. Myliobathidae dan Dasyatidae). maka memiliki fungsinya bermacam-macam xxix . Studi tentang racun ikan dikenal dengan ichthyotoxisme. tetapi racunnya bukan berasal dari system integumennya. serta penampilan (30%) BAB III. Sistem integumen pada ikan. Ichthyotoxisme meliputi Ichthyosarcotoxisme yang mempelajari berbagai macam keracunan akibat makan ikan beracun dan Ichthyoacanthotoxisme yang mempelajari sengatan ikan berbisa. Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga dikenal beracun. 4 jari-jari keras sirip perut da 7 jari-jari keras sirip dubur. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Ikan baronang (Siganus) memiliki kelenjar beracun yang terdapat pada 13 jari-jari keras sirip punggung. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Ikan-ikan yang system integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea) dan golongan Elasmobranchii (Chimaeridae. scute. Duri tersebut ditandai oleh adanya sejumlah alur dangkal yang sepanjang tepi alur terdiri celah berupa jaringan kelabu “spongi”. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Ilmu ini mempelajari tentang racun yang dikeluarkan oleh ikan serta gejala keracunan dengan aspek.aspeknya. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. INDIKATOR PENILAIAN 1. PENUTUP Sistem Integumen terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. cara menjawab/menanggapi. Gigi pada ikan hiu.Pada ikan pari (Dasyatis) kelenjar racunnya terdapat pada duri di ekornya. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke belakang. lembut meluas sepanjang celah panjang yang berfungsi sebagai jaringan tempat dihasilkannya racun.

New Jersey.R. K. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. Englewood Cliffs. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. Prentice Hall. New York I. cech. Passino. Cailliet (eds. J. J.M. 1988. John Wiley & Sons. New Delhi J. Alamsjah. Love.J.F. P. Bardach. K. DAFTAR PUSTAKA G. Second edition. Fishes of the World. S. John Wiley and Sons. R. An Introduction to Ichthyology. and G. Departemen Biologi Perairan.E. 1974.). fisis.pula.S. Readings in Ichthyology. IPB xxx . Second edition. Rahardjo. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. and J. Prentice-Hall of India Private Limited. New York. Lagler. 1977. M. Moyle. L..S. M. 1979. 1976. Miller and D. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Ichthyology. 1980. Fishes.R.M.F. Ichthyologi. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Fakultas Perikanan.B. Jr. Nelson. IPB H.

PENDAHULUAN A. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. D. otot bergaris. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. B. Secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe.Urat Daging Jantung . Menjelaskan fungsi sistem otot 5. mahasiswa diharapkan dapat: 4. dan otot jantung. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak.Urat Daging Bergaris . Latar Belakang Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tiga yang membahas tentang sistem urat daging (sistem otot) dan hubungannya dengan pergerakan kan. Menjelaskan hubungan sistem otot dengan pergerakan ikan xxxi . yaitu: otot polos.Urat Daging Licin .MODUL III JUDUL : SISTEM URAT DAGING BAB I. kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut. Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Ruang Lingkup Isi .Organ Listrik C. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen pada ikan.

Otot polos antara lain terdapat pada: 1. yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan. OTOT POLOS (Urat Daging Licin) Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. OTOT JANTUNG (Urat Daging Jantung) Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat. baik yang melingkar maupun yang memanjang. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan. kemudian berkembang menjadi otot polos. 3. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama. kantung urine. otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos. 2. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. B. dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. Otot jantung berkonttraksi kuat dan terus menerus bekerja. Otot ini digunakan untuk menggerakkan makanan (gerakan peristaltik). Otot ini berwarna merah tua. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya. 4.BAB II. masing-masing berhubungan satu sama lainnya. tetapi banyak pula yang tersebar. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. PEMBAHASAN A. Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah. trakhea dan bronkhi dari paru-paru. Otot ini disebut xxxii . Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya. Secara embriologi. sampai individu ini mati. berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis ikannya.

otot bergaris pada seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpalan blok otot atau urat daging. OTOT BERGARIS (Urat Daging Bergaris) Disebut otot bergaris karena serabutnya memperlihatkan garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya. Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial (Gbr. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior. tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. dan disebut voluntary karena kerjanya dipengaruhi oleh rangsangan otak. Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. otot penarik sirip dada. Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak. 1). seperti otot penegak sirip punggung. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum (gambar 2). biasanya diberi nama sesuai dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu melekat. Tiap-tiap blok otot dinamakan myotome (pada saat embryo disebut myomer). C. xxxiii . Pola kontruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan myomere yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan.pula sebagai myocardium. Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan Musculus lateralis superficialis yang banyak mengandung lemak dengan istilah lain disebut red muscle karena warnanya yang merah kehitaman. Cyclostomine yang ditemukan pada kelompok agnatha dan Piscine yang ditemukan pada kelompok ikan Elasmobranchii dan Teleostei (Gambar1). Kumpulan otot ini. Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocaardium (selaput dalam). dari belakang kepala sampai ke batang ekor myotome tersusun menurut pola tertentu yang biasa dibedakan menjadi dua tipe yaitu. Bila dilihat secara keseluruhan. menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang. Pada urat daging yang menempel pada tubuh ikan sebelah kiri dan kanan.

Potongan melintang tubuh ikan Gambar 2. Urat daging permukaan sirip perut ikan tulang sejati dan tulang rawan xxxiv .Gambar 1.

Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur. Otototot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). Urat daging inclinator lateral dan urat daging erector di bagian depan serta depressor di bagian belakang . Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor. Dalam beberapa hal. Otot ocolomotor. dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yang menegang dan menggerakkan girdle. yaitu: 1. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip. terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip. rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengkerut). yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang 2. rahang. sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka. interfilamental di antara jari-jari sirip) xxxv . hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang).Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda. Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat. Otot hypobranchial. levator dan interakualia. ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan. ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya. membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan). Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan. terdapat pada dasar pharynx. 3. Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada). 4. juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii. Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor. otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh.

650 volt. Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. Ikan Raja dan Electrophorus. atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik). dan mengeluarkan muatan listrik. Pada umumnya ikan laut ”electric eel” mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar. Gymnotus carapo. Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan. Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut xxxvi . Electrophorus electricus. Organ- organ tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer. struktur. lokasi. Mormyrus rume. dan juga fa’alnya. organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan. Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi. contohnya. termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah. organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial. Otot ini mempunyai dua komponen. kecuali (Electrophoros) dan ” electric cat fish” (Malapterurus electricus). Malapterurus electricus. otot berhubungan terutama dengan rahang dan tulang lengkung insang. organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan. Gymnoranchus niloticus. otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan. Raja clavata. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter. D. menyimpan. contohnya. ORGAN LISTRIK Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei.Pada kepala ikan. Sedangkan ikan bervoltase rendah. organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 . di bawah kulit (Teleostei). Torpedo nobilian. di belakang mata (star-gazer). yaitu komponen urat daging permukaan (superficialis) dan komponen otot di bagian dalam. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik). sebab diatur oleh saraf kranial ke 7 dan ke 9. pada sirip. Pada Electrophorus electricus (belut laut). Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes.

Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks. bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. PENUTUP Sistem urat dagin atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. Dalam stadium istirahat. Malapterurus electricus. serta penampilan (30%) BAB III. dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ. potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. organ listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri. panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt (Bond. dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya. INDIKATOR PENILAIAN 1. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya. 1979). Komunikasi. potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan saraf-saraf yang masuk. mitokhondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap. cara menjawab/menanggapi. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot xxxvii .dengan pergerakannya lamban. berbentuk uang logam besar. orientasi. hidup di sungai yang gelap di benua Afrika. berupa sel berinti banyak. Pada beberapa spesies. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan.

IPB xxxviii .F. R. 1988.S. Ichthyology.F.J. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Cailliet (eds.M. and G. K. R. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Fishes.E.). An Introduction to Ichthyology. 1980. S.B. Love. Fishes of the World. Jr. Miller and D. New York. Bardach. and J. IPB N. Departemen Biologi Perairan. J. Ichthyologi. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Nelson. otot bergaris. P. Readings in Ichthyology. Lagler. 1977. Passino. yaitu: otot polos. John Wiley and Sons. 1974. 1979. J. dan otot jantung.R. Prentice Hall. Alamsjah. M. Q. DAFTAR PUSTAKA M. cech. New Jersey. Englewood Cliffs. Fakultas Perikanan. 1976.R. Second edition. Prentice-Hall of India Private Limited. New Delhi P. New York O.M.. Second edition. M. Moyle. John Wiley & Sons. Rahardjo.S.berdasarkan struktur dan fungsinya.

kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. Ruang Lingkup Isi . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke empat yang membahas tentang sistem rangka pada ikan serta fungsi derivat-derivatnya. Latar Belakang Sistem rangka merupakan suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi.Rangka visceral . Tulang rawan pada banyak vertebrata.Bentuk Tubuh Ikan C. D. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur Secara tidak langsung rangka sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. B. Sasaran Pembelajaran Modul xxxix . PENDAHULUAN A. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem urat daging atau sistem otot pada ikan.Rangka Axial . kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentukbentuk yang khusus melalui proses osifikasi. Sebagian besar rangka osteichtyes pada mulanya dibentuk melalui tahap tulang rawan. menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Hal ini dimungkinkan karena dapat memberikan sifat ringan dan kelenturan yang diperlukan oleh dinamika pertumbuhan.MODUL IV JUDUL : SISTEM RANGKA BAB I.

masih terdapat rawan pada pada neurocranium tetapi pada golongan ikan yang lebih tinggi tingkatannya tulang tengkorak telah mengalami proses osifikasi dengan baik. Menjelaskan fungsi rangka dan derivat-derivatnya BAB II. Kapsul optic dan nasal bersatu dengan chondrocranium. Setiap rawan parachordal mengadakan perkembangan dan meluas pada tiap-tiap sisinya ke bagian anterior sampai ke kapsul optik membentuk basal plate (Bond. Di depannya terdapat tulang nasal yang bentuknya memanjang dan xl . Menjelaskan lima macam bentuk tubuh ikan 7. Keping-keping tulang yang mengelilingi kapsul sensori berhubungan erat dengan osifikasi neurocranium. Sepasang tulang parietal terletak di daerah atap tengkorak paling belakang. tengkorak dibentuk dari sepasang rawan parachordal yang sejajar dengan ujung depan notochorda dan sepasang rawan trabeculae yang terletak di bagian anterior rawan parachordal. dermocranium dan splanchoranium. 1979). Pada waktu embrio. Sepasang tulang frontal yang merupakan keping dermal yang luas berkembang tepat di depan tulang parietal. Umumnya tulang dermal membentuk atap tengkorak. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan kemudian akan berganti menjadi tulang sejati. Pada golongan ikan teleostei yang rendah tingkatannya. Tiap-tiap organ sensori dikelilingi oleh rangkaian tulang untuk berkembang. seluruh bagian otak dibungkus oleh tulang rawan yang massif tanpa batas yang nyata seperti biasanya pada terdapat pada vertebrata lainnya. mahasiswa diharapkan dapat: 6. Pada elasmobranchii. tulang punggung dan tulang rusuk. di depan supaoccipita. Secara umum perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari tiga sumber. PEMBAHASAN A. yaitu chondrocranium (neurocranium). Saraf dan pembuluh darah yang berhubungan otak melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium.Setelah mempelajari modul ini. akan tetapi kapsul optic tetap bebas sehingga mata degan bebas dapat digerakkan. Rangka Axial Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak.

palatine (masing-masing terdiri dari satu pasang) dan sebuah parasphenoid. jugal dan quadratojugal. Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla. preoperculum dan interoperculum. angular dan articular. endopterygoid. ectopterygoid. 1. yaitu operculum. Pada golongan Osteichtheys terdapat tulang dermal yang menjadi penutup insang. Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer. splenial. Di bawah rahang terdapat branchiostegal dan urohyal yamg merupakan tulang penyokong keeping tutup insang (Gambar 6. suboperculum. Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisi tengkorak.terletak di antara dua lubang hidung. Diagram tulang pipih dan tulang tengkorak ikan ikan tuna (Gymnosarda unicolor: sumber Collette & Chao 1975) Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. Tiap-tipa ruas di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusk kiri dan kanan xli . maxilla.1) A B Gambar. Tulang dermal pada rahang bawah ialah dentary yang dilengkapi gigi-gigi. Premaxilla dan maxilla pada beberapa ikan buas dilengkapi dengan gigi-gigi tajam.

2). C.untuk melindungi organ-organ di dalam ronga badan. xlii . Struktur ini terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. Duan lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. ceratobranchial dan hypobranchial dengan basibranchial yang memanjang sepanjang ventral. Rangka Visceral Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx. Sedangkan lima lainnya berfungsi sebagai penyokong insang. Di bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural (gambar. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. Pada batang ekor tiap-tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal. Ruas tulang punggung ikan B. Morfologi Ikan Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. Pada ikan hiu lengkung insang terdiri dari beberapa potong rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal. Gambar 2. Potongan dorsal (Pharyngobranchial) diikuti oleh epibranchial.

Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan ke dalam enam kelompok yaitu: 1. Surface-oriented fish (ikan pelagik). Pleuronectidae. 3. Bothidae. Ikan-ikan kelompok ini selalu bergerak dan mengejar mangsa. family Psettodidae. Ikan bertubuh bulat besar. Misalnya. Sirip ekor cenderung membesar dengan sirip punggung dan anal berada jauh dibelakang badan dan letaknya segaris. Belonidae. sepeti belut. Susunan sirip ikan seperti ini memberikan daya dorong pada saat ikan ini akan meluncur dengan cepat untuk menangkap mangsa yang lewat. Scombridae 2. Misalnya. Secara umum. Rover predator (predator aktif).Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Soleidae. Ikan pelagik xliii . dll Predator aktif. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Kelompok ikan ini antara lain ikanikan air tawar Esocidae. Centropomidae dll. Bottom fish (ikan demersal). Predator tak aktif Merupakan kelompok ikan piscivora yang mempunyai bentuk tubuh yang cocok untuk menangkap mangsa dengan cara menghadang ikan-ikan perenang cepat. Misalnya family Lutjanidae. Misalnya. Belonidae. Congridae. Opichthydae. Tubuh berbentuk ramping/lurus memanjang seringkali beebentuk sepertik torpedo. Lie-in-wait predator (predator tak aktif). Misalnya family Esocidae. Centropomidae. Kepala berbentuk rata dengan mulut yang besar dan bergigi. Bentuk tubuh dari ikan predator aktif sangat khas di perairan mengalir. contoh ikan tuna. family Carangidae 4. Muraenidae. dll 5. dengan mulut di ujung (terminal) dan batang ekor menyempit/kecil dengan bentuk ekor cagak atau bulan sabit. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing/lurus (fusiform).

celah-celah.hider mempunyai kesamaan respon dengan ikan pelekat tetapi tidak mempunyai alat pelekat dan cenderung mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan kepala lebih kecil. kepala besar dengan hidung yang sangat jelas dan sirip dada besar. Ikan demersal mempunyai bentuk tubuh yang beragam. sirip dadap membesar dengan struktur yang memungkinkan ikan ini berada di dasar perairan. Bentuk tubuh membulat dengan mulut berada dibagian ventral yang sangat memungkinkan untuk dapat mengambil makanan di dasar perairan. mempunyai punuk dan sirip dada yang lebih besar. Morfologi dari ikan ini sesuai untuk menangkap plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di dekat permukaan air. (ii) ikan yang melekat di dasar merupakan ikan-ikan kecil dengan bentuk kepala rata. Sirip punggung dan sirip anal memanjang dan sirip dada terletak lebih tinggi sedangkan sirip pelvik lebih rendah dari badan. Gelembung renang dari ikan-ikan kelompok ini mereduksi atau tidak ada. Struktur ikan ini banyak dijumpai di perairan berarus cepat atau daerah intertidal yang mempunyai arus air yang kuat. kepala berbentuk pipih datar dengan mata lebar dan sirip punggung berada di bagian belakang badan. bentuk mulut superior. (iii) ikan bottom. mempunyai mata yang besar dan hidung pendek. Bentuk seperti ini lebih menyukai hidup di bawah batu-batuan. spirakula berada di bagian atas dari kepala. (v) ikan bentuk rattail mempunyai tubuh bagian belakang memanjang seperti ekor tikus. Ikan-ikan ini merupakan ikan pemakan bangkai dan memangsa invertebrata bentik. Fundulus. atau insekta yang berada di permukaan contoh ikan Gambusia. ikan seperti ini berada di laut dalam. Mulut kecil dan dapat disembulkan. Ikan dengan bentuk badan seperti belut xliv . Umumnya. Ikan berbadan membulat Ikan ini mempunyai ukuran tubuh 1/3 dari panjang standar (jarak antara hidung hingga pangkal ekor). (iv) flatfish merupakan ikan dengan morfologi yang unik. Ikan demersal terbagi menjadi 5 tipe yaitu (i) ikan dasar yang aktif mempunyai bentuk tubuh seperti ikan predator aktif tetapi bentuk kepala rata.Ikan ini umumnya berukuran kecil.

INDIKATOR PENILAIAN 1. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. PENUTUP Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. DAFTAR PUSTAKA S. ekor meruncing atau membulat. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ikan-ikan ini seringkali berada di celah-celah atau lobang dari karang atau batuan. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. S. Alamsjah. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Jika dijumpai sirip-sirip yang berpasangan misal sirip dada biasanya kecil sedangkan sirip punggung dan sirip anal sangat panjang. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. Sisik berukuran sangat kecil atau tidak ada sama sekali. IPB xlv . 1974. serta penampilan (30%) BAB III. cara menjawab/menanggapi. Tulang rawan pada banyak vertebrata.mempunyai badan yang panjang dengan bentuk kepala tumpul. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat.

Ichthyologi. Fakultas Perikanan. M. cech. Passino. Rahardjo. John Wiley & Sons. Englewood Cliffs. and J. R. Fishes of the World.M.R. Cailliet (eds. Prentice-Hall of India Private Limited. K. 1976. J. Departemen Biologi Perairan. Fishes.. Prentice Hall.S.M. 1979. J. Love. Moyle. W.R. Ichthyology. 1988.F.F.J. 1980. New York. 1977. John Wiley and Sons.T. Nelson. and G. P. Jr. M.S. Second edition. Miller and D. Second edition.E. X.). New Jersey. Lagler. New Delhi V. New York U. An Introduction to Ichthyology. Readings in Ichthyology. Bardach. IPB xlvi .B.

Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.Cara makan pada ikan .Rangsangan makanan C.Alat Pencernaan pada ikan . Ruang Lingkup Isi . Menguraikan alat pencernaan makanan dan modifikasi tertentu pada ikan BAB II. PENDAHULUAN A.MODUL V JUDUL : SISTEM PENCERNAAN BAB I. Latar Belakang Mencernakan makanan merupakan suatu proses di dalam tubuh organisme yang mengubah atau menyederhanakan bahan-bahan makanan yang dapat diserap oleh Sistem pencernaan meliputi organ yang dinding usus yang berguna bagi tubuh. B. PEMBAHASAN xlvii . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem pencernaan makanan pada ikan. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. sistem otot dan sistem rangka pada ikan. berhubungan dengan pengambilan makanan. D. mahasiswa diharapkan dapat: 8. Menjelaskan organ-organ pencernaan pada ikan secara umum dan fungsinya masing-masing 9. kamnivora dan omnivora 10. Menguraikan perbedaan secara anatomis ikan herbivora. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia.

lambung. Dalam beberapa hal terdapat adaptasi alat-alat tersebut terhadap makanan dan kebiasaan makannya. rongga mulut meneruskan diri menjadi farings. Rongga mulut Amphioxus menyimpang jauh dari kepunyaan Craniota. Ikan pada umumnya. pylorus. Menelan makanan pada ikan merupakan gerakan rangka visceral karena kerja dari otot visceral. berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. ikan ini melekat dengan corong mulut pada pada ikan lain. Pada mulut bagian belakang terdapat sekat melintang yang disebut velum. rongga mulut. disokong oleh rangka Hiobrankhial yang tidak dapat bergerak tanpa adanya kelenjar. Pada Amphioxus tidak dilengkapi lidah sedangkan pada Cyclostomata lidahnya hampir tidak ada. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan. esophagus. kemudian ia masuk ke dalamnya dan hidup sebagai parasit. ditembus oleh lubang yang berhubungan dengan farings.A. yang mempunyai beberapa kantung insang. Lidah ikan merupakan suatu peninggian dari dasar mulut yang diselaputi oleh selaput lendir. xlviii . usus dan anus. ALAT PENCERNAAN MAKANAN Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. pharynx. Pada hewan ini pinggiran lubang mulut mempunyai 12-20 pasang tentakel yang dilengkapi dengan rambut getar dan indra. dan dengan gigi tanduk dari lidah ia memarut kulit dan daging dari mangsanya. dibantu oleh hati dan pancreas. memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. Organ pencernaan ini dilengkapi dan Mulut dan Rongga Mulut Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan. Petromizon lidahnya berfungsi seperti alat penghisap. Pada Myxinoidea gigi tanduk dari lidah digunakan untuk mengebor kulit kulit ikan mangsanya.

Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. A B C Tipe mulut: A. Pada ikan lamprey yang parasitic. B. Pada ikan yang lain. Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau benda-benda lain pada sungai berarus deras misalnya. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam. bentuk mulutpun bermacam-macam. Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan geligi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal).Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala. Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. 1997). C. Gyrinocheilus dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al. mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya. xlix . Terminal. Superior Ukuran mulut ikan dapat memberilkan petunjuk terhadap kebiasaan makan. yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya. Glyptosternus. Demikin pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus). Selain letak yang berbeda-beda. yang dinamakan tipe terminal.. mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya. mulut terletak pada bagian atas (tipe superior). terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. Sub-terminal. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap. di bagian bawah kepala (tipe inferior).

rongga mulut dan pharyngeal. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya. yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes) dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang. Gigi juga terdapat pada tulang glossohyal (tulang lidah) dan basibranchial di antara insang. Mulut tabung Geligi Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi. Gigi pharyngeal terdapat pada berbagai l . Mulut dapat yang dapat disembulkan. A B C Berbagai bentuk mulut: A. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid. Pada langit-langit rongga mulut. untuk menemukan makanan di antara material yang ada. B. Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang.Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. maxilla dan dentary. Sungut dilengkapi dengan saraf. pterygoid dan parasphenoid. gigi terdapat pada vover. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla. C. palatine. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Mulut gergaji.

bentuknya panjang dan mengerucut. comb-like teeth. Gigi canine menyerupai gigi anjing. C. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae. canine. seringkali berbentuk taring. misalnya pada Belone dan Pterois. Berdasarkan bentuknya. Gigi incisor menpunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. B. gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform. Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform. termasuk gigi molariform. incisor. 1977). Villiform. Holocephali dan Scianidae (Lagler et al. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja. E. Tipe gigi pada ukan A). tajam dan runcing. Molariform. D. Canine. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dan Catostomidae merupakan modifikasi elemen bawah lengkung insang yang terakhir. Incisor li . Comb-like teeth. hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. Gigi cardiform berbentuk pendek. lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram. villiform.elemen lengkung insang pada banyak species ikan. Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus. dan molariform.

yang menempel pada dinding kantung. Karena adanya kempauan menggelembung inilah. tapis insangnya ramping. mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang. Pada ikan belut. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir. Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot (muscular sac) yang berhubugan dengan esophagus. Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang disbanding dengan ikan predator. Pada beberapa genera (Pampus dan Nomeus) terdapat gigi di tepi kantung esophageal. Di samping melindungi filament insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang. Pada ikan-ikan pemakan plankton. Lambung lii . sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai 5-7 pasang lengkung insang.Pharynx Organ ini biasa disebut pangkal tenggerokan. memanjang dan jumlahnya banyak. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. gudang makanan dan penggilingan makanan. di dalam pharynx. Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang. Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. merupakan lanjutan rongga mulut. Organ ini merupakan lanjutan pharinx. maka jarang terjadi seekor ikan tertelan sampai mati oleh suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati. Ikan-ikan yang memakan mangsa besar. Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar. Insang terletak tepat di belakang rongga mulut. esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan. Monopterus albus. pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. dengan sejumlah sel atau kelenjar lendir. Esophagus Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan.

Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae. lambung sematamata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus). liii . dan Scaridae). pike (Esox). Pada ikan belanak (Mugil). Pada ikan pemakan ikan. berakhir dan bermuara keluar. lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. tetapi dindingnya tebal dan berotot. Usus Usus tengah dan usus akhir biasa disebut Intestinum. Usus mempunyai banyak variasi pula. bermodifikasi menjadi alat penggiling. suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus. lambung Lambung tersebut berukuran kecil. bowfi (Amia). pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae. Lambung tidak terdapat pada lamprey. sebagai lubang anus. Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat pengantung. chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae. Pada beberapa spesies tertentu. dan makanan dari esophagus langsung ke usus. Lambung menunjukkan beberapa adaptasi: diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya. Pada ikan omnivora seringkali lambung terbentuk seperti kantung. barracuda (Sphyraena) dan striped bass (Horone saxatilis). di belakangnya dibatasi oleh otot sfinkter yang disebut pylorus. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu. untuk kemudian menjadi bagian depan dari usus bagian tengah. mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium). yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan enyerapan makanan dapat lebih sempurna. umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya.Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio). Sebagain besar ikan mempunyai lambung. hagfish. Scomberesocoidae.

mungkin karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih muda dari pada tanaman. hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. atau tiga seperti pada mackerel. bagian depan usus yang langsung berbatasan dengan pylorus disebut duodenum yang memiliki satu atau lebih kantung buntu yang dinamakan pyloric caeca. Hal ini dapat dilihat pada Myxine dewasa.Pada ikan carnivor ususnya pendek. Pada usus sebagian besar ikan bertulang sejati. bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. seperti Lamprey. Hati Hati atau hepar besar. Hati biasanya terletak di muka lambung atau sebagian mengelilingi lambung. Sebaliknya usus ikan herbivore panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. Disamping berperan dalam pencernaan. KELENJAR PENCERNAAN Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati. berwarana merah kecoklatan. Pada beberapa jenis ikan. Biasanya hati berjumlah dua buah. dimana hati kiri dan kanan tidak bersatu dan masing-masing mempunyai saluran empedu yang menuju ke dalam kantung empedu dan dari sini empedu dialirkan ke melalui ductus kholedokhus ke dalam usus bagian tengah. Perca flavescense mempunyai tiga buah. pankreas dan kantong empedu. Letaknya di bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Pembentukan hati asalnya sepasang. Fungsi alat pyloric caeca mungkin berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan. tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon. Struktur ini tidak terdapat pada family Ictaluridae dan Cyprinodontidae. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan liv . Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus. sedangkan pada family salmonidae biasa mencapai jumlah 200 atau lebih. elasmobranchii dan beberapa Osteichtyes yang ususnya pendek untuk memperluas permukaan absorpsi di dalam ususnya terdapat serangkaian klep spiral yang disebut tyflosol. bentuknya tidak tegas.

musim. Pankreas mensekresikan beberapa enzym yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan. yaitu bagian eksokrin yang menghasilkan getah apankreas. lemak lebih banyak disimpan di dalam otot. misalnya pada ikan Ictalurus . bila diperlukan. Faktor lain adalah rangsangan makan yang diterima oleh panca indera seperti rasa. Ikan-ikan mempunyai variasi dalam jumlah lemak yang di simpan dalam hati. sentuhan dan sistem garis rusuk. B. lebih condong makan pada malam hari. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung/menyimpan empdu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus. mengendalikan kadar gula di dalam darah. Rangsangan untuk makan secara umum dipengaruhi oleh motifasi internal atau dorongan untuk makan seperti. lemak terutama disimpan di dalam hati. Kantong Empedu Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. bau.kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas. penglihatan. Sedangkan ikan lv . dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon ensulin. Bilus ini berfungsi mencerahkan lemak. Pada ikan yang bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati . Selain lemak. hati ikan juga menyimpan vitamin A dan D. Pada Pleuronectiformes dan gadidae. penting bagi pencernaan makanan. Pada ikan cucut dan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak. Beberapa jenis ikan yang mendapatkan makanan dengan perantaraan rasa dan bau. RANSANGAN UNTUK MAKAN Ransangan ikan terhadap makanan merupakan intraksi antara beberapa faktor yang menentukan kapan ikan akan makan dan makanan apa yang diinginkan. bahkan pada ikan yang berjari-jari sirip keras pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. waktu makan. Pankreas Pankreas terdiri dari dua bagian. intensitas cahaya dan suhu. letaknya pada hati bagian depan salurannya disebut ductus cysticus bermuara pada usus dekat venticulus. sedangkan pada Scombridae dan Clupeidae.

(1977) membagi ikan secara garis besar berdasarkan cara makannya ke dalam golongan predator. lvi . sedangkan yang lain seperti kerapu (Epinephelus) sering berdiam diri dan menunggu sampai ada seekor binatang lewat yang kemudian diserbu dan ditangkap.. ikan-ikan nocturnal (misalnya. Ictalurus) dan Muraenidae bertumpu kepada bau. dan Lepisosteus. Ikan sumpit (Toxotes jaculator) sering menyumpit jatuh serangga yang sedang hinggap di tanaman air dengan “ air liurnya”. JENIS IKAN BERDASARKAN TIPE MAKANAN Lagler et al. hanya menggunakan akumulasi lemak dalam tubuhnya. Beberapa ikan predator melakukan perburuan dengan mengandalkan mata. pada ukuran panjang ikan yang sama. Banyak predator seperti bluefish (Pomatomus sallatrix) dan ikan laut dalam aktif memburu mangsanya. Esox. pengisap makanan dan parasit. Ketepatan menyumpit sasarannya ini merupakan hasil dari hasil perkembangan mata yang dapat digunakan untuk melihat udara di luar permukaan air. Mereka selama estivasi dalam lubang yang lembab dan berlumpur . Umumnya ikan-ikan yang memakan binatang-binatang makroskopik mempunyai adaptasi tertentu. rasa. sedangkan cucut (Squaliformes). Sebagian besar ikan yang hidup pada daerah ”temperate” sangat aktif mencari makanan ketika perubahan kondisi lingkungan pada musim semi. grazer. sentuhan dan mungkin pula mengandalkan saraf garis rusuk untuk menemukan tempat si mangsa. seperti yang terdapat pada ikan cucut (Elasmobranchii). Lophiidae dan Antennaridae mengembangkan jari-jari pertama sirip punggup menjadi semacam umpan untuk memancing perhatian si mangsa. Pada ikan-ikan predator terdapat lambung yang jelas dengan sekresi asam kuat dan ususnya relative lebih pendek dari pada ikan herbivore. Sphyraenae. penyaring makanan. Ikan Synbranchus dan Onchorhynchus menghentikan kegiatan mencari makan pada saat musim pemijahan.yang mendapatkan makanan dengan perantaraan mata atau penglihatan cenderung lebih aktif pada waktu siang hari. misalnya pada Esox. Mereka biasanya mempunyai gigi pencengkram yang berkembang dengan baik.

endapan dan lumpur sering ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi bersama-sama dengan jasad dasar pada saluran pencernaannya.Penyaringan organisme dari air merupakan cara makan yang paling umum dilakukan karena sasaran makanan yang dipilih berdasarkan ukuran dan bukan berdasarkan jenis. mengisap material yang mengandung makanan ke dalam mulut dimana respon pengisapannya sangat bergantung pada rangsangan sentuhan bibir. Simenchelys parasiticus. ikan bandeng (Chanos chanos). Beberapa kelompok ikan yang bersifat parasit misalnya. ikan nila Osteochilus hasseli). namun pada beberapa kelompok seperti Siluridae. dan dalam waktu yang sama beberapa cc kumpulan plankton terutama diatom dan krustacea diperolehnya. Biasanya ikan jantan relatif kecil. Penggolongan berdasarkan jenis makanannya yaitu : Herbivora Ikan golongan ini makanan utamanya berasal dari bahan-bahan nabati misalnya ikan tawes (Puntius javanucus). Jenis ikan dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok menurut jenis makanannya. Karnivora lvii . walaupun harus juga diingat bahwa beberapa jenis pola makannya berubah sesuai dengan perubahan umur. Ikan dewasa mampu menyaring satu sampai dua gallon air per menit dengan tapis insangnya. Pada beberapa anggota family Cyprinidae memiliki cara makan yakni. Beberapa dari mereka mampu memisahkan antara makanan yang diinginkan dengan sedimen sebelum dia telan. musim dan ketersediaan makanan. Kelompok ikan yang menyaring makanan ditemukan banyak pada clupeoid (Dorosoma). rapat dan dalam jumlah yang banyak. Prinsip adaptasi ikan penyaring makanan terletak pada pengembangan tapis insang yang memanjang. begitu kecilnya sehingga lebih kecil dari pada sebuah gonad yang matang. petromyzon marinus. Lampreta tridentata mengisap cairan tubuh dari inangnya. Perbedaan golongan ikan menurut jenis makanannya ini berkaitan antara satu golongan dengan golongan lain.

baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan misalnya ikan belanak (Mugil sp. semakin besar ukuran sungai semakin besar pula jumlah dan keanekaragaman ikannya. dan proporsi biomassa ikan yang bergantung kepada tumbuhan air dan tumbuhan darat semakin meningkat. namun lebih menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang tersedia misalnya ikan mujair (Tilapia mossambica). Omnivora Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari bahan-bahan nabati dan hewani. ikan cucut (Rhinodon typicus). Euriphagus : ikan mengkonsumsi bermacam-macam atau campuran jenis makanan. Monophagus : ikan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan b. ikan mas (Ciprinus carpio). Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lviii . Pemakan plankton Ikan golongan ini sepanjang hidupnya selalu memakan plankton. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. baik fitoplankton atau zooplankton misalnya ikan terbang (Exocoetus volitans). INDIKATOR PENILAIAN 1. Umumnya.).Ikan golongan ini sumber makanan utamanya berasal dari bahan-bahan hewani misalnya ikan belut (Monopterus albus). Pemakan detritus Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari sisa-sisa hancuran bahan organik yang telah membusuk dalam air. ikan dibedakan juga berdasarkan spesialisasi dari makanannya yaitu: a. Jenis bahan makanan dan ketersediannya juga menentukan ditribusi ikan-ikan diperairan. Umumnya ikan-ikan yang ada di alam termasuk ke dalam euriphagus ini. Selain penggolongan ikan berdasarkan jenis makanannya. Stenophagus : ikan mengkonsumsi makanan yang terbatas jenisnya c. ikan kakap (Lates calcarifer). ikan lele (Clarias batrachus). tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. ikan gurami (Ospronemus goramy).

Fakultas Perikanan. Jr. pylorus. serta penampilan (30%) BAB III. 1979. usus dan anus DAFTAR PUSTAKA Y. AA. Fishes. Second edition.S.J.S. 1980. IPB lix . Ichthyology. Lagler. PENUTUP Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. Englewood Cliffs. Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. Moyle. M. lambung. Nelson. cech. Prentice-Hall of India Private Limited. Alamsjah. cara menjawab/menanggapi. J. Departemen Biologi Perairan.F. Miller and D. John Wiley and Sons. Fishes of the World.F. Cailliet (eds. 1988.E. Penguasaan materi dalam memaparkan. Passino. New Jersey. K. CC. M. Second edition. pharynx. and J.R.. J.M. and G. John Wiley & Sons. Bardach. Prentice Hall. Love. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. rongga mulut. New York AA. P. An Introduction to Ichthyology. R.M. New Delhi BB. 1977. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Readings in Ichthyology. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).B. S. 1974. esophagus. New York.bahasan (30%) 3. IPB Z. 1976. Ichthyologi.R. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. Rahardjo.).

PENDAHULUAN A. ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup. Ruang Lingkup Isi . artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya.MODUL VI JUDUL : SISTEM PEREDARAN DARAH BAB I. Sistem peredaran darah ini disebut sistem peredaran darah tunggal. Latar Belakang Seperti pada golongan vertebrata lainnya.Organ pembentu darah C. jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.Darah . Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal. Sistem peredaran darah. sistem otot dan sistem rangka pada dan sistem pencernaan pada ikan.Jantung . mahasiswa diharapkan dapat: 11. B. D. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Menjelaskan tentang Jantung. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem peredaran darah pada ikan. darah dan organ-organ pembentuk darah lx .

hampir tidak mengandung jaringan otot. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah. Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri. Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis.12. Kedua ruang tersebut ialah atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventricle yang berdidnding tebal. Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpung darah dari vena hepatika yang membawa darah dari vna kardial anterior dan posterior. yaitu: Sinus venosus Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis. Darah venus dari seluruh tubuh. terletak anterior dari sinus venosus. di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. JANTUNG Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus. Menjelaskan tentang anatomi ikan yang dikaitkan dengan fungsi sistem peredaran darah. yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan. Jantung pada ikan dibangunkan oleh dua ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium. Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga lxi . juga masuk dari sinus venosus . masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral. BAB II. PEMBAHASAN A. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung.

Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal. Vena yang masuk ke jantung terdiri dari sepasang ductus cuvier. tetapi pada ikan bowfn Amia calva dan mrigal Chirrinus mrigala ada empat baris. Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil. di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar. Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup sinuatrial. Perjalanan dari bulbus keluar arteri ventralius menuju ke depan. Pada elasmibranhi dan osteichthye. yang berasal dari jaringan endikardial dan miokardial/ otot jantung. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi.ventrikel. Arteri-arteri ini kemudian bersatu menjadi aorta dorsalis yang berjalan mengikuti tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan untuk selanjutnya kembali lagi menuju jantung melalui pembuluh vena. terdapat dua baris katup atriventrakular. supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium. antara atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikular. Di dalam insang arteri in bercabang menjadi kapiler-kapiler halus yang berfungsi dalam pertukaran gas (mengambil O2 dan melepaskan Co2) keluar dari insang. menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang. Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot. kapiler-kapiler tersebut kembali menyatu menjadi arteri branchialis afferent. bercabang halus menjadi arteri branchialis afferent yang menuju ke tiap insang. tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. berfungsi menahan darah agar tidak kembali ke sinus venosus. yang menahan darah agar tidak kembali ke atrium. dan ikan gars Lepisosterus dan Polypterus terdapat enam baris. lxii . Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular. Sedang pada Dipnoi tida ada sama sekali. sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik. conus arteriosus berkembang denga baik.

maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale. dan cairan. Akibat adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi aliran darah. Diagram penampang melintang jantung ikan teleostei dan elasmobranchii. Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung. jantung ikan terdiri atas empat bagian. namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau pompa piston tunggal (Gambar 1 dan 2). vena dan kapiler.Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas sebuah pompa. katup. Meskipun. SALURAN DARAH Ada tiga bentuk saluran darah yaitu arteri. pipa. 2. Bagan jantung ikan B. Tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri dan. lxiii . 1.

Dinding vena umumnya berkontraksi secara aktif. Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. tetapi juga untuk memompakan darah dari dinding ke jantung. sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. Struktur vena sama halnya dengan arteri. memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung.Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. kapiler kontinyu. Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi. fibrinogen (bahan pembeku darah). tidak hanya mempertahankan tekanan darah dalam sistem vena. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). lxiv . Ada tiga macam kapiler darah yaitu. namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). globulin (pengikat heme). Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh. lipoprotein (pembawa lemak). umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin. ceruloplasmin (pengikat Cu). kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid). Di luar pembuluh darah . Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima). DARAH Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. mineral terlarut. darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif.

??? . 8. vena cardinal. memperbaiki bahan jaringan yang rusak. 9. aorta dorsalis. hati. vena hepatica. arteri branchialis afferent. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan lebih banyak jumlahya bila dibanding dengan mamalia. arteri caudalis. 16. 6. 13.12. ventricle. arteri carotid. 11. 2.atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan. 17.5 – 3% dari bobot tubuhnya. vena portae hepatica. insang. Bagan peredaran darah dalam tubuh ikan tertera pada gambar 3. Darah.. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. 10. 5. 19. 15. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. mengantarkan bahan pertumbuhan. 3. aorta ventralis. ginjal. 21. Ket: 1. vena renalis. vena jugularis. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan. arteri renalis. di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi.. juga menjaga masuknya bahan penyakit. 4. 1951) Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1... 18. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy. kepala. 14. atrium. lxv . Pada Squalus acanthius volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya. vena portae renalis. Selain dari itu. 3. usus. 7. 20. arteri branchialis afferent.

vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan posterior (Gambar. Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang berbeda (Gambar 5). yaitu Erythrocyte. sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen. dan masingmasing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. lxvi . Sel sel darah terdapat dalam plasma yang terdiri dari tiga macam. 1977) C. et al. juga terdapat ion-ion inorganik dan organik untuk fungsi metabolik. membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. dan lymfa. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. Ketiga macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial.Ikan pada umumnya. spleen. SEL-SEL DARAH Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma. sumsung tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel darah merah. 4). kemudian dalam hati. 4. kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. Setelah hewan dewasa. Vena yang pertama. Pembentukan sel-sel tersebut pada hawan muda terjadi di dalam kantung yolk. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler. Leucocyte dan Thrombocyte. Di dalam ginjal vena portae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal.

besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron. Walaupun leucocyte merupakan unsur darah. memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36 mikron (tergantung spesies ikannya). Pengangkutan oksigen sebagai fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. limphocyte. leucocyte hanya berumur pendek. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah.000. kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan. berjumlah antara 20.000 – 3. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja. 5) Thrombocyte Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte.000 dalam tiap mm3 darah. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat kejenuhan 95%.000. eosinophil dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte. granulocyte terdiri dari neutrophil. kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung pada stadia hidup. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. lxvii . Leucocyte pada ikan tidak berwarna. dan monocyte. acidophil (eosinophil) dan basophil. tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. Leucocyte (sel darah putih) Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula) yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung butir-butir disebut agranulacyte. sebagaimana vertebrata lain. tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia.Erythrocyte (sel darah merah) Ikan. Di luar pembuluh darah. Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri dari lympocyte. monocyte dan thrombocyte (Gambar. Berdasarkan penyerapan warna. Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte.000 – 150. dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya. Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel. yaitu granulocyte.

Sel-sel darah pada ikan D. memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. terutama kepala ginjal.5. semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa usus alat pencernaan makanan. bentuk maupun ukurannya. Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi dan Dipnoi. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkan sel-sel darah merah. sedangkan pada ikan Squalus. limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung. Pulva (berwarna putih) dan medula. ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya. Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak. Pada esophagus ikan hiu. Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan sel-sel darah putih. Pada stadia embrio. thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid. saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah. ORGAN PEMBENTUK DARAH Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah. Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah). namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. Pada ikan pari. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan limphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. Pada Cyclostomata. lxviii . pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah. Pada Lamprey dan kebanyakan Teleostei.

INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri, tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Penguasaan materi dalam memaparkan, cara menjawab/menanggapi, serta penampilan (30%)

BAB III. PENUTUP Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darh dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. DAFTAR PUSTAKA BB. Alamsjah, S. 1974. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB FF. Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York GG. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi HH. Moyle, P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. II. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York. GG. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

lxix

MODUL VII
JUDUL : SISTEM UROGENITALIA
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system, yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Sistem genitalia disebut juga sistem reproduksi yang fungsinya untuk berkembang biak. Organ utama sistem ini adalah gonade (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium sedangkan

kelenjar kelamin jantan disebut testis (lebih jelas dibahas pada bab Sistem Reproduksi).

B. Ruang Lingkup Isi - Ginjal - Osmoregulasi - Gonad

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tujuh yang membahas tentang sistem urogenitalia pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 13. Menjelaskan tentang sistem sekresi pada ikan 14. Menjelaskan tentang sistem pada gonad 15. Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan osmoregulasi

lxx

BAB II. PEMBAHASAN A. EKSRESI Hewan bertulang belakang membuang beberapa sisa hasil metaboliknya melalui saluran pencernaan dan kulitnya, tetapi sebagian besar dibuang melalui ginjal. Ginjal berjumlah sepasang, berbentuk ramping dan memanjang dengan warna merah tua, terletak di bagian atas rongga perut di bawah tulang punggung. Hasil

buangan berupa urine yang dihasilkan oleh ginjal dialirkan melalui sepasang ureter (ductus mesonephridicus) yang berjalan dipinggiran rongga badan sebelah dorsal menuju ke belakang. Ureter kiri dan kanan bertemu di belakang menjadi kantong urine (vesica urinaria) dan dari organ ini urine dikeluarkan melalui urethrea yang pedek dan bermuara pada porus urogenital. Ginjal ini ini memiliki dua tipe anatomik dasar, yaitu pronephros dan mesonephros (gbr. 1.). Pronephros pada sebagian besar ikan terletak di depan

mesonephros yang memiliki struktur sangat sederhana dan hanya berfungsi pada awal kehidupan, yang kemudian fungsinya akan digantikan oleh mesonephros ketika menjadi dewasa. Mesonephros mempunyai susunan yang lebih rumit, yang terdiri dari unit-unit yang disebut nephron. Nephron ini terdiri dari badan Malphigi (renal corpuscle) dan tubuli ginjal. Badan malphigi terdiri dari glomerulus (kumparan kapiler-kapiler darah) dan kapsul Bowman (semacam mangkuk yang terdiri dari dua dinding, tempat glomerulus) (gbr 2)

lxxi

membran mulut dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara. Insang. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. Oleh karena itu dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup.Gambar 1. Diagram hubungan struktural tipe ginjal pada ikan Gambar 2. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. Ikan Air Tawar Tekanan osmotik pada cairan tubuh ikan tergantung pada jumlah mineral dan bahan organik yang terkandung di dalamnya.srnr.edu/) B. Pada semua ikan yang hidup di air tawar lxxii . Organ yang berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal. Diagram badan Malphigi (http://bill. kulit. ia harus mengatur keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya agar tidak kekurangan atau kelebihan air.arizona. OSMOREGULASI Hal yang menarik dan harus dihadapi oleh ikan dalam menyesuaikan hidupnya terhadap lingkungan adalah pengaturan keseimbangan antara air dan garam dalam jaringan tubuhnya.

memiliki cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) dari pada lingkungannya. Keadaan ini menyebabkan air cenderung masuk ke dalam tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiabel. Bila hal ini tidak

terkendalikan atau terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan normal. Sisik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan membantu dalam mencegah difusi. Namun, Insang menyediakan suatu permukaan yang luas bagi difusi air, dengan demikian tidak ada cara yang sempurna untuk dapat menahan air sehingga air haruslah dikeluarkan dari tubuh dengan berbagai cara. Untuk ikan bertulang sejati, jelaslah bahwa sebagian besar air yang terabsorbsi masuk melalui insang. Ginjal akan

memompa ke luar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Dara dari aorta dorsalis menuju ginjal melalui arteri renalis,

dimana ia akan melalui pembuluh kapiler glomerulus dan kemudian melalui kapiler sekeliling tubuli ginjal sebelum meninggalkan lewat vena renalis. Darah dari vena renal portal bergabung dengan jaringan kapiler yang mengelilingi tubuli ginjal. Glomerulus merupakan filter yang meloloskan plasma darah yang mengandung bahan tersebut melewati ruang yang terletak diantara dinding-dinding kapsul Bouwman dan kemudian menuju tubuli ginjal. Sel darah dan molekul besar seperti protein tidak dapat melewati penyaring. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki dan melewati tubuli ginjal, beberapa substansi diserap pada bagian-bagian tertentu. Glukosa diserap kembali pada tubuli proksimalis, dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distalis. Dinding di tubuli ginjal tersebut bersifat impermiable terhadap air. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat, kreatin, kreatinin, dan amonia. Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air

yang melimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan, dan perserapan yang aktif melalui insang (gbr. 11.3).

lxxiii

Pada golongan ikan Teleostei terdapat kantung air seni yang dindingnya impermiabel terhadap air untuk menampung air seni. Di tempat ini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Air tubuh ikan Teleostei tawar menyusun kira-kira 70-75 persen bobot tubuh. Sedangkan air dikeluarkan sebagian besar lewat ginjal. Air seni yang dikeluarkan

bervariasi dengan spesies, suhu dan lain-lain, tetapi banyak penelitian menunjukkan antara 50-150 ml/kg/hari.

Ikan Air Laut Pada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang serta kemasukan garam-garam. Beberapa spesies kehilangan 30 – 60 persen air yang

terambil pada proses osmose. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ``minum`` air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan. Akibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Untuk itu kelebihan garam harus dihilangkan. Proses tersebut digambarkan pada gambar 11.3. Banyaknya air minum bervariasi dengan spesies dan salinitas. Semakin tinggi salinitas, maka semakin cepat laju minum. Ikan laut umumnya meminum 7 – 35 persen bobot tubuhnya per hari. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk menahan

air, maka volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air, seperti pada family Cottidae, filtrat glomerular mempunyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Jumlah glomerulus pada ikan air tawar lebih sedikit dan

bentuknya lebih kecil bahkan pada beberapa spesies ikan, tidak memiliki glomerulus, misalnya pada family Sygnathidae, Tetradonthidae, dan Scorpaenidae. Lebih 90 persen hasil buangan nitrogen dieliminir melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung kreatin, kreatinin, beberapa senyawa nitrogen yang belum diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO).

lxxiv

Gambar 3. dan air laut.

Proses pengeluaran dan penyerapan ion dan air dalam tubuh ikan air tawar

Ikan Elasmobranchii Tekanan osmotik pada golongan ikan Elasmobranchii seperti cucut dan pari umumnya lebih besar daripada lingkungannya. Namun tekanan osmotik cairan tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan trimetilamin oksida (TMAO) dalam tubuh. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Kelebihan air yang diterima dikeluarkan melalui urin untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Urea sebagai hasil akhir metabolisme nitrogen yang dihasilkan di hati disekresikan dalam jumlah yang relatif kecil melalui urin. Hasil buangan nitrogen lainnya diserap kembali pada tubuli ginjal. Penyerapan kembali terhadap urea dan

TMAO dapat dilihat sebagai upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuh yang relatif impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Banyak jenis ikan yang menetas di perairan tawar seperti sungai kemudian berpindah menuju ke laut dan tinggal untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke perairan tawar setelah dewasa untuk memijah. Kelompok ikan ini disebut kelompok ikan anadromus. Sebaliknya pada ikan kelompok katadromus yang menetas di laut akan bergerak ke perairan tawar untuk untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke

lxxv

perairan laut setelah dewasa untuk memijah. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada saat tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substantsi tertentu. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan lxxvi . Di daerah tropis banyak ikan laut yang bergerak ke daerah estuaria. harus mampu mengubah secara mendadak dari menyimpan air menjadi mengeluarkan sebanyak mungkin air melalui ginjal dan harus mengubah dari mengekskresi garam yang lebih menjadi menyimpan. Volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan garam pada ikan oleh sekresi kelenjar endokrin (hormon). yang berarti pula mengubah jumlah cairan sekresi. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Selain kedua kelompok tersebut. Kondisi tersebut mengharuskan ikan tiga kelompok ini memiliki kemampuan mekanisme osmoregulasi yang kecepatannya bergantung kepada kecepatan perubahan habitat. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan. PENUTUP Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system. cara menjawab/menanggapi. serta penampilan (30%) BAB III. terdapat banyak spesies ikan lain yang mampu dan mempunyai toleransi besar terhadap perubahan salinitas sehingga mampu bergerak secara leluasa di antara perairan air tawar dan laut. Hormon dapat mempengaruhi ginjal dengan penaikan atau penurunan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman. INDIKATOR PENILAIAN 1. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Ikan diadromus umumnya melakukan perubahan progresif yang dapat mengubah penampilan fisiologis tergantung pada tahap hidupnya. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3.

Rahardjo. 1977. and J. Fishes. IPB lxxvii . R. Fishes of the World. Ichthyologi. Ichthyology. Bardach.ginjal dan salurannya. Love. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.Lagler. IPB LL. K. An Introduction to Ichthyology. 1988. John Wiley and Sons. Miller and D. Fakultas Perikanan. OO. Englewood Cliffs. 1974. S.S.R.J.B. New Jersey.R. Departemen Biologi Perairan. MM.F.M. cech.F. P. Cailliet (eds. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. M. Jr. John Wiley & Sons. J. 1979.. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. New Delhi NN. Nelson. M. and G. Second edition.M. Alamsjah. New York. 1976. Readings in Ichthyology.E. Prentice-Hall of India Private Limited. Passino. J. Second edition. Moyle. Prentice Hall. DAFTAR PUSTAKA HH. New York MM.). Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).S. 1980.

dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. mahasiswa diharapkan dapat: 16. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf.MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. sistem urogenital pada ikan. B. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. D. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. PENDAHULUAN A. Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan lxxviii . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan.Syaraf spinal . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. dibantu oleh organ indra sebagai reseptor. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Ruang Lingkup Isi .Organ sensorik C. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). medulla spinalis. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital.Otak . mempengaruhi otot polos dan kelenjar. dan otak. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis.Syaraf Cranial . Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar.

Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. Pada Cyclostomata. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. diencephalon. metencephalon dan myelencephalon. Ikan yang bersifat fototaksis positif. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen.17. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. PEMBAHASAN A. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. mesencephalon. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut BAB II. Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxix . Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata.

Pada mesencephalon terdapat bagian fungsi utama yaitu mengatur memiliki kesetimbangan tubuh dalam air. medulla oblongata membesar. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. B. Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan. mugil cephalus dan Trachiurus. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial.diencephalon. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). menonjol yang disebut Cerebellum. Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior). SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. yang berhubungan dengan otak depan. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. menerima serabut aferent dari retina. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. dan serabut-serabut saraf terbesar yang lxxx . Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok.

X vagal nerve. C. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus. V. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12. inferior rectus dan internal rectus. II. optic nerve.2). Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan lxxxi . Anterior lateral line nerve. 1-6. inferior oblique. VIIIp. Diencephalon. Cerebellum. ALLN. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon. Topografi secara umum otak ikan C. PLLN. trochlear nerve. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. I. Glossopharyngeal nerve. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. R. Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. Spinal cord merupakan suatu tabung. D. Abducens nerve. Trigeminal nerve. Facial nerve. TE. Posterior lateral line nerve. III.mengelilingi ’’olfactory bulb”. KET. IX. olfactory nerve. oculamotor nerve. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan.T. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. Telencephalon. Gambar 1. Tectum mesencephali. VI. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. VII. Rhombocephalon. fungsinya membawa impuls bau-bauan. Posterior ramus). tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya.

3).dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). Gambar 2. Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al. Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic. (Gambar 12. 1977) lxxxii . Serabut-serabut saraf ini dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn). dan tanduk venral berisikan inti saraf motor. Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian..

3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . tekanan atau gesekan. Mata peka terhadap cahaya.D. seperti rabaan. tumbuh menjadi retina. membatasi rongga cawan. iris. Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. sedangkan yang sebelah luarnya tetap lxxxiii . jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. sendi. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan Dinding sebelah dalam yang invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. menerima impuls dari medium sekitarnya. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh. urat. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. dan kanalis semikularis. terdiri dari ruang depan. SISTEM INDERA Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. Berdasarkan sumber stimulus. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. lensa.

Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan. Gambar 3. Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. 1971).tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lxxxiv . Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. dan terbuka pada lubang pupil. Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1.unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. Unsur . Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor.

1980. 1976.bahasan (30%) 3. M. IPB RR. and J. Bardach.). PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Love. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf. K. P.R. Prentice-Hall of India Private Limited. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. Prentice Hall. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.F.S. Departemen Biologi Perairan. Rahardjo. J. IPB lxxxv .R. 1979. Fishes of the World.Moyle. DAFTAR PUSTAKA NN. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. Fakultas Perikanan.F. An Introduction to Ichthyology. 1988.B. John Wiley and Sons. New Jersey. Nelson. S. Second edition. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. Second edition. SS. Fishes. R. Passino. M. Ichthyologi. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. serta penampilan (30%) BAB III.M. New Delhi TT.E. Cailliet (eds.M. J. Englewood Cliffs. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). John Wiley & Sons. Alamsjah.J. New York SS. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. cech. cara menjawab/menanggapi. Jr. Miller and D. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. 1974. Ichthyology. 1977.S. Readings in Ichthyology. Penguasaan materi dalam memaparkan. and G. UU. Lagler. New York..

Latar Belakang Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon yang mempunyai peranan penting dalam proses fisiologis dan metabolisme. Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. B.Kelenjar Thyroid .MODUL IX JUDUL : SISTEM HORMON BAB I. lxxxvi . Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. PENDAHULUAN A.Badan stanius dan pineal .Kelenjar Pituiatary . Ruang Lingkup Isi .Sistem neurosecretory caudal C. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. Namun. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem hormon pada ikan. sistem urogenital dan sistem saraf pada ikan. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi.Kelnjar Ultimobranchia . ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi.

Hormonhormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan (penting dalam lxxxvii . fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit. berasal dari dua macam organ. Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. hilang setelah pertumbuhannya selesai. berasal dari hypothalamus di dalam otak. Pars intermedia kehadirannya bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis. KELENJAR PITUITARY Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon.D. Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar. PEMBAHASAN A. Neurosekresi dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan Hubungannya dengan rongga mulut akan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah. Suatu tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan reproduksi. lebih konstan dan aktif dari yang lain. kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. yaitu: pars distalis atau lobes anterior. merupakan bagian yang terbesar. Menjelaskan letak beberapa kelenjar hormon pada ikan 20. Kelenjar ini walaupun kecil. terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum). Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. disebut kantong hypophyse atau kantung Rathke. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse. Menjelaskan hubungan sistem saraf dengan sistem hormon pada ikan BAB II. Pada stadia embrionik. Pertumbuhan dari hypophysa. mahasiswa diharapkan dapat: 18. Menjelaskan tentang sistem hormon dan fungsinya pada ikan 19. yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse.

KELENJAR PARATHYROID Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan keempat. yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan. dan asal-usul embriologinya. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada. Strukturnya sama dengan gonad dalam hal Jaringan produksi hormonnya yang mengandung steroid. B.pengaturan Na ikan air tawar). membantu pengendapan guanin dalam kulit. Pada Elasmobranchii dan beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri yang dikelilingi oleh jaringan pengikat. Ia juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi. gonadothropyn dan thyrotropyn. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya. JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Pada ikan Osteichthyes. Sebagian besar ikan bertulang sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif menyebar di dekat aorta ventral. insang. lxxxviii . 1974). otak atau mata. Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan. hormon pertumbuhan. Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium. KELENJAR THYROID Semua vertebrata mempunyai kelenjar thyroid. kepala ginjal. jantung. C. jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. namum fungsinya belum diketahui pasti. (hildenbran. arteri branchialis affarent. Ini berarti kantong-kantong farings mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. Hormon thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui. limp. carticothropyn (ACTH). namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi laju konsumsi oksigen. D. dan mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah.

konsentrasi melanin dalam melanophora. tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal. insang dan saluran gastrointestinal. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar. terletak di depan jaringan interrenal. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan aorta dorsalis. Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal. keduanya sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio. serta merintangi otot polos. Khromaffin dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf otonom. Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic. jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian belakang ginjal. dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks adrenal. JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah. tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla. dan semuanya menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara. lxxxix . Distribusi jaringan khromaffin di dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ interrena. E.korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang genital. Jaringan interrenal pada Cyclostomata. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. Pada Elasmobranchia. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di sepanjang vena cardinalis. yang mana hormon ini sangat erat hubungannya. dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat.

usus kecil. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah pharynx. Semua hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan hypophyse. yang berperan dalam metabolisme kalsium. organ kopulasi. dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak. BADAN PINEAL xc . Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal. hal ini sangat penting dalam pemijahan. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan diferensiasi. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang kantong farings yang paling belakang. Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus venosus. I. GONAD Dari struktur dan pertumbuhannya. KELENJAR ULTIMOBRANCHIAL Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. limpa dan empedu. pembuatan sarang. dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara keseluruhan dinamakan Androgen. dan tingkah laku seksual dan pemijahan. Jaringan ini menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen.F. dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid. dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin. dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder. gonad merupakan kelenjar endokrin. PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca. H. G.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein. Bila jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan. pembengkakan ini mempunyai kesamaan dengan dinamakan urohypophysa. J. yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. Kerja hormon menyerupai kerja saraf. atau derivat dari asam-asam amino. dan hormon xci . kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. PENUTUP Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. serta penampilan (30%) BAB III. Namun. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Secara histologis. cara menjawab/menanggapi. peptida. INDIKATOR PENILAIAN 1. Namun. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. Pembengkakan ini diperkirakan neurohypophyse dan mempunyai fungsi endokrin. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi.Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor. Ikan terutama Teleostei. pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya. Penguasaan materi dalam memaparkan. BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi). dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3.

AAA. M. Cailliet (eds. An Introduction to Ichthyology.yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad. Passino.Alamsjah. New Delhi ZZ. Prentice Hall. John Wiley and Sons. Ichthyologi. korteks ardenal) berupa steroid. K.F. Englewood Cliffs.R. DAFTAR PUSTAKA TT. 1976. and J. Bardach.M. Fakultas Perikanan. 1974. M.. J. Prentice-Hall of India Private Limited.). New York. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Rahardjo. John Wiley & Sons. YY. IPB XX. 1988. S. Nelson. Fishes.S.B. J. IPB xcii . Departemen Biologi Perairan. Readings in Ichthyology. New York YY. 1980. Miller and D. and G.Moyle.M. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Ichthyology. Love. P.R.J.F.E. 1977. R. Second edition. Lagler.S. cech. Jr. Second edition. 1979. New Jersey. Fishes of the World.

Sifat seksual primer dan sekunder ikan .Strategi repoduksi C. mahasiswa diharapkan dapat: 21. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.Testes . Menjelaskan perbedaan anatomi organ reproduksi jantan dan betina pada ikan xciii .MODUL X JUDUL : SISTEM REPRODUKSI BAB I. D. PENDAHULUAN A. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem reproduksi pada ikan. Ruang Lingkup Isi . dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. 1983).Seksualitas Ikan . B. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Latar Belakang Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. sistem urogenital dan sistem saraf dan sistem hormon pada ikan.Ovarium .

Pada chondrichtyes yang ovipar. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. suhu. bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). sinar matahari. Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xciv . Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. Menjelaskan dapat menjelaskan seksualitas pada ikan 23. Pada keadaan matang . yaitu oosit besar yang matang. Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. Pada chondrichtyes. tumbuhan dan adanya ikan jantan. Menjelaskan strategi reproduksi pada ikan BAB II. oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium Telur melewati tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya. b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. Menurut Harder (1975) tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama. oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. Acipenceriformes dan bowfin.22. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. PEMBAHASAN A. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. 1983). sedangkan pada ovivipar dan vivipar. Faktor eksternal meliputi curah hujan. OVARIUM Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak.

Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). TESTES Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan samping gelembung gas (jika ada). mata dan hidung. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui Selanjutnya melalui ujung- reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia (Pitcher. 1993). xcv . Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. pada umumnya berpasangan. vasa defferentia. Pada chodrichtyhes. Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. epididymis. Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya. Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad diikuti ovulasi serta pemijahan.musim hujan. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia. 1995) Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. di bawah atau di Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. ujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. B. seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya. Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad. mesorchium.

Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina. Alat reproduksi jantan dan betina pada ikan xcvi . Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis Proses ikan yang berbeda. urogenital sinus. metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``. Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan. Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa. Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid. dan urogenital papilla pada Chondrichthyes. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. Jika sperma diletakkan pada air. (Hoar. 1969). bukan saja berbeda dalam hereditasnya.seminal vesicle. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. tetapi juga berbeda dalam bentuknya. Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah.

C. Hermaprodit sinkroni/simultaneous. b. Ketika ikan masih muda xcvii . penentuan seksualitas ikan di suatu perairan harus berhatihati karena secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari hermaprodit sinkroni. dapat pula berlaku sebagai betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi sperma dari individu lain. ada juga yang tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri. Hermaproditisme Ikan hermaprodit mempunyai baik jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam beberapa famili ikan. protandri. Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan. hingga gonokorisme yang berdiferensiasi maupun yang tidak berdiferensiasi. Ikan ini dalam satu kali pemijahan dapat berlaku sebagai jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur dari ikan yang lain. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. Ikan hermaprodit jenis ini ada yang dapat mengadakan pembuahan sendiri dengan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama. Hermaprodit protandri. a. Ikan yan di dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. meskipun ada beberapa spesies yang bersifat hemaprodit sinkroni. Contoh ikan hermaprodit sinkroni yaitu ikan-ikan dari Famili Serranidae. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis hermaproditismenya. Namun. protogini. Pada umumnya. ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang berfungsi pada suatu saat.

Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. terdapat dua macam jantan yang berbeda. c. tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral. misalnya Halichieres sp. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan. sehingga ikan berubah menjadi fase betina. masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. yang sebenarnya spesies ikan itu sama. kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. Merupakan keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina. sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks. Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma. terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya. Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi. jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang.gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya. sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan. Sargus annularis. Proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. Urutan daur hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit. masa betina yang berfungsi. Pada ikan-ikan yang termasuk ke dalam Famili Labridae. Lates calcarifer (ikan kakap). Salah satu spesies ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya. Proses suksesi kelamin xcviii . Pada ikan yang sudah tua. Contoh ikan-ikan yang termasuk dalam golongan ini antara lain Sparus auratus. Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama. yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. Hermaprodit protogini.

setelah itu setengah dari individu ikan-ikan itu gonadnya menjadi ovarium (menjadi ikan betina) dan setengahnya lagi menjadi testis (menjadi ikan jantan). D. Gonad tersebut kemudian berkembang menjadi semacam ovarium. apabila satu spesies ikan dibedakan jantan dan betinanya berdasarkan perbedaan warna. maka spesies itu bersifat seksual dimorfisme. hanya muncul pada waktu musim pemijahan saja. xcix . Misalnya “ovipositor”. pada ikan terdapat juga gonokhorime. Gonokhorisme Selain hermaproditisme. Namun. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. Pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. adanya semacam jerawat di atas kepalanya pada waktu musim pemijahan. sehingga tidak terdapat spesies yang interseks. yaitu keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi interseks yang spontan. Satu spesies ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina dengan jelas. Misalnya Anguilla anguilla dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdiferensiasi. SIFAT SEKSUAL PRIMER DAN SEKUNDER Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Ikan gonokhorisme yang “berdiferensiasi” sejak dari mudanya sudah ada perbedaan antara jantan dan betina yang sifatnya tetap sejak dari kecil sampai dewasa. yaitu kondisi seksual berganda yaitu pada ikan bertahap juvenil gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan atau betinanya. Gonokhoris yang demikian dinamakan gonokhoris yang “tidak berdiferensiasi:.dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur. maka ikan itu bersifat seksual dikromatisme. yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan telur ke bivalvia. Pada dasarnya sifat seksual sekunder dapat dibagi menjadi dua yaitu : a) Sifat seksual sekunder yang bersifat sementara. tetapi merupakan suatu proses yang beriring.

tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu perubahan. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan). selama dan sesudah musim pemijahan. E. Beberapa ikan berpijah secara bersama-sama dan tanpa berpasangan. warna yang lebih menyala pada ikan Lebistes. terdapat tiga golongan ikan: Ikan ovipar Golongan ovipar yaitu ikan yang mengeluarkan telur pada waktu pemijahan. Spesiae lain memiliki kebiasaan berpasangan dalam memijah setelah satu atau dari pasangan tersebut keduanya menyiapkan tempat untuk meletakkan telur. Beberapa contoh ikan yang termasuk dalam golongan ini adalah Ikan mas (Cyprynus carpio). Sebagian besar jenis ikan tergolong ke dalam golongan ovipar. Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan. Beberapa jenis c . Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja. STRATEGI REPRODUKSI Berdasarkan organ tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder menghilang. terbawa dan terapung oleh turbulensi arus. kakap (Lates calcarifer) dan tongkol (Euthynus spp. b) Sifat seksual sekunder yang bersifat permanent atau tetap.Banyaknya jerawat dengan susunan yang khas pada spesies tertentu bisa dipakai untuk tanda menentukan spesies. kemudian menempel pad substrat. Jumlah telur yang banyak dibiarkan hanyut dalam perairan terbuka. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder. ikan Photocornycus yang berparasit pada ikan betinanya dan sebagainya. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan. mujair (Oreochromis mosambicus). Beta dan ikan-ikan karang. clasper pada golongan ikan Elasmobranchia. yaitu tanda ini tetap ada sebelum. sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam. bila ovariumnya dihilangkan. gonopodium pada Gambusia affinis.). contohnya ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus atromaculatus jantan. Sejumlah ikan jantan dan betina megeluarkan sperma dan telur secara bersama dalam suatu lingkungan yang cocok.

Ikan belanak (Liza spp. sedangkan jenis lain akan menjaga (mengawal) sarangnya. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ikan vivipar stuasinya lebih modern dari pada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi species dari keadaan lingkungan sekelilingnya termasuk dari serangan predator. Anak ikan yang dilahirkan oleh golongan ikan vivipar hampir menyerupai individu dewasa. Anablepidae dan Yaminsiidae. Anak-anak belanak akan bergerak ke tambak dan bahkan ada yang masuk ke perairan tawar. namun pekembangan anak di dalam kandungan induk mendapatkan makanan dari persediaan kuning telur yang tersedia non placental.ikan memendam telurnya di krikil dan kemudian meninggalkannya. Meskipun demikian keturunannya mendapat semacam jaminan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupnya dengan aman. tidak seperti pada golongan ikan ovipar yang memiliki fekunditas lebih besar. Ikan ovovivipar Golongan ikan ovovipar ini melahirkan anak seperti halnya vivipar. Mugil spp. Golongan ikan ini umumnya berfekunditas kecil. Zat tersebut disebut “Susu uterin“ atau embriotrophe. Goodidae. Ikan vivipar Golongan vivipar merupakan ikan yang melahirkan anak dalam pola reproduksinya. Spesies ikan ovovivpar jumlahnya jauh lebih banyak dari pada ikan vivipar. Umumnya jenis ikan bertulang rawan (hiu dan pari) nerupakan kelompok vivipar. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dengan placenta pada tahap awal untuk mencukupi kebutuhan makanannya. meskipun demikian beberapa ikan bertulang sejati bisa dikategorikan melahirkan anak. Pada embrio ikan Squalus acanthias terdapat dua macam kantung telur yaitu kantung yang di luar tubuh dan kantung didalam tubuh. Kantung kuning telur dalam tubuh sebagai hasil perkembangan batang kantung kuning telur bagian luar yang tumbuh ci . Dalam perkembangan yang demikian anak mendapat keperluan material untuk pertumbuhannya dari induk melalui penyerapan zatzat yang dikeluarkan oleh uterus. seperti family Poeciliidae. valamugil sp) merupakan jenis ikan pantai yang umumnya melakukan pemijahan di daerah pantai dengan salinitas yang agak tinggi. Telur-telur dikeluarkan begitu saja dan terbawa arus sampai ke muara sungai.

Ikan bertulang rawan yang tergolong ke dalam ovovivipar memiliki masa mengandung yang berbeda-beda. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. maka ikan ovipar yang merupakan mayoritas dari ikan yang ada pada waktu pemijahan membuahi telurnya di luar tubuh. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. Penguasaan materi dalam memaparkan. cara menjawab/menanggapi. Urolophus halleri tiga bulan dan Squalus acanthias dua bulan. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Semua tingkah laku yang dilakukan oleh ikan tersebut pada waktu pemijahan bertujuan agar semua telur yang dikeluarkan dapat dibuahi dengan baik. PENUTUP Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina cii . INDIKATOR PENILAIAN 1. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Berbeda dengan golongan ikan vivipar dan ovovipar. Butir-butir kuning telur dari kantung luar bergerak ke bagian kantung dalam terus ke usus untuk dicerna. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina.pada bagian dalam. serta penampilan (30%) BAB III. Telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dibuahi oleh ikan jantan dengan berbagai cara. Ikan Myliobastis bovia masa mengandungnya empat bulan. Pada prinsipnya. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina.

Lagler. Cailliet (eds. M. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). IPB DDD. 1980. Second edition. New York.M. New Jersey. cech.B.J.E. Ichthyologi. Fishes.S. Readings in Ichthyology.F. S. Jr. Prentice-Hall of India Private Limited. Englewood Cliffs. R. Love. John Wiley & Sons. 1988. J. Fakultas Perikanan. 1976.R. K. John Wiley and Sons. P. Departemen Biologi Perairan. 1979. BBB.).M. Bardach. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. 1974. and G. IPB ciii .R.DAFTAR PUSTAKA ZZ.F.Alamsjah. Prentice Hall.. Ichthyology. Second edition. M. Nelson.S. and J. New York EEE. Rahardjo. Fishes of the World. GGG. Moyle. An Introduction to Ichthyology. Passino. New Delhi FFF. J. 1977. Miller and D.

civ .