Manfaat Susu Sapi Segar

Posted on July 25, 2010 by Peternakan Taurus

Siapa yang tak kenal slogan 4 sehat 5 sempurna. Makan nasi, sayur, lauk pauk dan buah, belumlah sempurna jika tidak minum susu. Susu merupakan sumber kalsium yang sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Selain itu susu juga mengandung protein, lemak yang kaya akan asam lemak omega dan omega-6, karbohidrat, -3 vitamin dan mineral. Kandungan zat gizi yang lengkap tersebut menjadikan susu sebagai makanan yang sangat ideal. Mengingat perannya yang sangat besar dalam tubuh, khususnya bagi anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan, maka susu merupakan produk marketing yang sangat potensial. Dalam satu dekade belakangan ini para produsen susu berlomba-lomba mempromosikan produknya dengan cara menambahkan zat-zat tertentu yang dipercaya dapat mencerdaskan otak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai iming -iming lainnya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik bagi para orang tua masa kini yang mempunyai ekspektasi tinggi terhadap putra putrinya. Semakin tinggi ekspektasi, semakin tinggi pengorbanan, dan bisa saja berarti semakin mahal susu formula yang harus dibeli untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Gencarnya promosi susu formula atau susu pertumbuhan (untuk 1 tahun keatas ) di media cetak, elektronik, ataupun berbagai acara off-air membuat sebagian konsumen bingung memilih. Produsen semakin pintar menciptakan klaim agar produknya berbeda dengan pesaingnya. Tetapi tahukah anda, bahwa kebanyakan zat-zat `penting¶ yang difortifikasi atau ditambahkan oleh para produsen tersebut sebenarnya sudah secara alami terdapat dalam susu sapi? Berikut beberapa komponen gizi yang kerap dijadikan unggulan berbagai produk susu pertumbuhan. Susu sapi kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6. Asam lemak esensial pada omega-3 adalah alfa-linolenic acid /ALA), secara alami akan disintesis oleh tubuh menjadi asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentaenoat (EPA). Sedangkan asam lemak esensial pada omega-6 adalah asam linoleat (LA), yang secara alami akan diubah dalam tubuh menjadi asam arakidonat (AA/ARA). AA dan DHA berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak dan proses penglihatan. Jumlah DHA pada otak mencapai sepertiga dari lemak ot k. Pada retina mata terdapat DHA a

dalam konsentrasi tinggi, yang disintesis tubuh melalui makanan. Semakin baik nutrisi yang diberikan, semakin baik mata menjalankan fungsinya. Pada anak tipe visual learners, better eyes mean better brains. Sphingomyelin merupakan salah satu fraksi pada lemak susu yang dibutuhkan untuk proses mielinisasi sel-sel neuron di otak. Zat gizi penting lain yang terdapat pada susu sapi adalah protein. Fungsi utama protein adalah membentuk sel dan jaringan baru, menggantikan sel dan jaringan yang telah rusak. Protein disusun oleh kelompok asam amino yang masing-masing keunikannya ditetapkan oleh sebuah kode genetik. Sebanyak 20 asam amino standar digunakan sel untuk biosintesis protein. Asam amino tersebut antara lain adalah isoleusin, leusin, lysin, tryptophan, metionin, penilalanin (esensial) ; alanin, glutamin, glutamat, sistein, tyrosine (non esensial). Immunoglobulin dan laktoferin merupakan bagian dari fraksi protein whey yang terdapat pada susu sapi. Immunoglobulin dapat meningkatkan sistim kekebalan tubuh dan berperan sebagai anti-diare karena kemampuannya dalam menghambat bakteri penyebab diare. Laktoferin berperan sebagai antioksidan, anti-mikroba, anti-virus, anti-kanker, pengikat racun, meningkatkan sistim imun dan membantu penyerapan zat besi. Kolin adalah komponen organik, termasuk zat gizi esensial dan dikelompokkan bersama vitamin B kompleks. Kolin merupakan prekursor kimia yang dibutuhkan untuk memproduksi neurotransmitter asetilkolin. Neurotransmitter adalah pembawa pesan dari satu sel otak ke sel lainnya. Semakin banyak neurotransmitter, semakin cerdas. Penelitian menunjukkan bahwa daya ingat, kecerdasan dan suasana hati seseorang sebagian dipengaruhi oleh metabolisme asetilkolin dalam otak. Dalam segelas susu sapi mengandung sekitar 10-20 mg kolin. Vitamin adalah zat gizi berupa komponen organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk membantu metabolisme pada makhluk hidup. Vitamin mempunyai peranan penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Jika proses tumbuh dan kembang telah usai, vitamin menjadi zat gizi penting untuk pemeliharaan sel, jaringan dan organ-organ penyusun organime multisel (misal: manusia). Vitamin juga memungkinkan tubuh menggunakan energi kimiawi yang berasal dari makanan, dan membantu proses protein, karbohidrat dan lemak yang dibutuhkan untuk pernafasan. Vitamin juga dapat berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan adalah molekul yang dapat memperlambat atau mencegah reaksi oksidasi dari molekul lain. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas, yang menyebabkan terjadinya reaksi berantai perusakan sel. Vitamin yang termasuk antioksidan adalah vitamin C (asam askorbat) dan vitamin E (átokoferol). Susu mengandung vitamin-vitamin yang dapat dikelompokkan menjadi vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K) dan vitamin yang larut dalam air ( 8 vitamin B ± B1, B2, B3, B5, B6, B7 (biotin), B9 (asam folat), B12 ± dan vitamin C). Mineral merupakan unsur-unsur kimia yang dibutuhkan makhluk hidup ± selain karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen ± yang pada umumnya terdapat dalam molekul organik. Mineral dikelompokkan menjadi mineral makro (dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar) dan mineral mikro/trace minerals (dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif kecil). Dalam susu sapi mengandung beberapa mineral makro seperti kalsium (untuk pembentukan tulang dan gigi, menjaga kesehatan sistim pencernaan, menetralisir asam, membersihkan zat-zat beracun,

membantu aliran darah), natrium, kalium, klorida, magnesium, fosfor. Beberapa mineral mikro yang terdapat pada susu adalah iodium, zink, zat besi, selenium, mangan. Melihat berbagai fakta diatas, julukan One-stop shopping for nutrition memang pantas diberikan untuk susu sapi. Tapi hal ini bukan berarti mengkonsumsi susu sapi secara berlebihan mengingat tak ada satu bahan pangan pun yang mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan (kecuali ASI untuk bayi usia 0-6 bulan). Dengan mengkonsumsi beragam makanan maka kebutuhan komponen gizi dapat saling melengkapi. Mengkonsumsi susu sapi secara berlebihan dapat mengakibatkan berkurangnya konsumsi makanan lainnya. Tidak disarankan mengkonsumsi susu sapi mentah (yang belum diproses sama sekali). Susu sapi mentah dapat menjadi media pertumbuhan berbagai bakteri patogen. Susu sapi yang telah mengalami proses pengolahan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni susu pasteurisasi, susu UHT dan susu bubuk. Susu pasteurisasi adalah susu yang dipanaskan pada suhu 63-72 derajat Celcius selama 15-20 detik untuk membunuh virus dan organisme patogen seperti bakteri, jamur, protozoa dan ragi. Proses ini tidak membunuh semua mikroorganisme, hanya mengurangi jumlahnya sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit. Susu pasteurisasi biasanya dikemas dalam kemasan karton. Karena proses ini tidak membunuh semua mikroorganisme, maka umur simpan p roduk ini cukup singkat yaitu sekitar 1 minggu dan harus disimpan di lemari pendingin, pada suhu 5-6 derajat Celcius. Pendeknya umur simpan produk susu ini membuat anda harus sedikit lebih rajin menyambangi supermarket untuk memenuhi kebutuhan harian susu. Susu UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang diproses dengan pemanasan pada suhu tinggi (135-145 derajat Celcius) dalam waktu yang singkat (2-5 detik). Pemanasan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh semua mikroorganisme dan spora pada susu. Tingginya suhu juga mempersingkat waktu proses sehingga mengurangi kerusakan zat-zat gizi, sehingga susu tetap memiliki mutu baik. Kemasan susu UHT yang beredar di pasaran saat ini terdiri dari 2 jenis, yaitu kemasan kotak (kecil dan besar) dan kemasan kantong (di enal dengan susu bantal). k Dengan teknologi UHT, maka umur simpan susu ini bisa mencapai 10 bulan dalam suhu ruang meskipun tanpa bahan pengawet (selama kemasan masih belum dibuka dan tidak bocor atau kembung). Susu bubuk berasal dari susu segar yang dikeringkan. Karena berbentuk bubuk, maka produk ini tidak mudah rusak dan praktis dalam penyimpanan dan transportasi. Namun proses pengeringan menyebabkan susu bubuk mengalami penurunan nilai gizi lebih banyak daripada susu cair segar olahan (susu pasteurisasi dan susu UHT). Untuk menggantikan zat-zat gizi yang rusak tersebut, maka produsen melakukan fortifikasi (penambahan) zat-zat gizi dari luar seperti vitamin, mineral, sampai zat-zat gizi `khas¶ untuk kecerdasan dan kesehatan. Selain untuk menggantikan zat gizi yang rusak akibat proses pengeringan, fortifikasi dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah bagi suatu produk susu pertumbuhan. Semakin banyak fortifikasi, semakin canggih iming-iming, semakin mahal harga susu (dan produsen pun semakin untung). Padahal, berbagai zat fortifikasi tersebut belum tentu dapat diserap dan digunakan oleh tubuh sama seperti zat-zat gizi alami yang terdapat dalam susu sapi segar. Selain itu, jangan lupa juga bahwa sebagian besar zat fortifikasi memang secara alami terdapat dalam susu sapi. Gencarnya promosi susu dapat membuat konsumen melupakan tujuan utama mengkonsumsi susu sapi, yakni untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Pembentukan peak bone mass (massa tulang puncak) akan tercapai di usia 20-30 tahun. Oleh karena itu, konsumsi susu 2-3 gelas per hari

secara teratur hendaknya dilakukan sejak anak-anak, remaja, dewasa untuk mencapai massa tulang puncak, dan dilanjutkan hingga usia lanjut untuk mempertahankan massa tulang. Susu cair segar olahan merupakan bentuk susu sapi yang ide Zat gizinya yang lengkap, al. mudah diserap tubuh dan harganya tak menguras kantong. Anda pun tidak perlu terlalu khawatir jika terjadi kenaikan harga susu dunia seperti yang pernah terjadi belum lama ini. Sebagian besar susu cair segar olahan yang beredar di pasaran adalah produk lokal, tidak membutuhkan susu impor sebagai bahan baku seperti pada pembuatan susu formula. Memilih susu cair sebaiknya yang mengandung 100 % susu sapi murni, tanpa tambahan cita rasa, pemanis, pewarna ataupun bahan lainnya. (sumber: Imelda Scorvia, STP)

PENGAMATAN KUALITAS SUSU
PENDAHULUAN Latar belakang Susu merupakan salah satu pangan yang tinggi kandungan gizinya, bila ditinjau dari kandungan protein, lemak, mineral dan beberapa vitamin. Dalam memenuhi kebutuhan protein, terutama pada kasus penderita gizi buruk, susu merupakan pilihan pertama. Sehingga ketersediaan susu perlu diperhatikan untuk memenuhi angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Akan tetapi, susu juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme y ang berbahaya bagi kesehatan manusia. Usaha memenuhi ketersediaan susu harus disertai dengan usaha meningkatkan kualitas dan keamanan produk susu, karena seberapa pun tinggi nilai gizi suatu pangan tidak akan ada artinya apabila pangan tersebut berbahaya bagi kesehatan. Susu merupakan salah satu produk hasil ternak dengan kandungan gizinya yang tinggi yang diperlukan agar sehat. Susu fermentasi atau lebih dikenal sebagai yoghurt, juga merupakan salah satu produk olahan susu yang semakin populer. Mutu yoghu termasuk rasa, aroma dan rt, keawetannya, ditentukan oleh jenis dan mutu bahan baku dan jenis bakteri fermenter (Tamine dan Robinson, 1988 dalam Setiyanto, 1999). Starter bakteri lactobacillus plantarum ( dadih ) bila dikombinasikan dengan Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus diperoleh citra rasa terbaik/enak dan sifat-sifat karakteristiknya baik dibandingkan bila penggunaan secara tunggal dari Lactobacillus plantarum maupun yoghurt kombinasi dari Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Daya simpannya susu fermentasi pada suhu 400C, selama 3 hari diperoleh susu tetap baik. Pemecahan lemak (lipolisis) telah diyakini merupakan reaksi kimia penting dalam pengembangan cita rasa dalam pembuatan yogurt. Walaupun telah diketahui bahwa lipolisis dianggap reaksi biokimia penting dalam pengembangan rasa, tidak banyak publikasi yang menyangkut pemecahan lemak selama proses fermentasi. Lipolisis selama proses fermentasi susu diduga berpengaruh terhadap citarasa produk akhir karena akanmenghasilkan asam lemak mudah terbang atau ´Volatile Fatty Acid´ (VFA). Menurut Simanjuntak dan Silalahi (2003) yang termasuk golongan VFA antara lain asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprat. Menurut Soeparno (1992) asam lemak tersebut termasuk golong asam lemak mudah larut, sehingga an berperan penting dalam pembentukan cita rasa produk olahan susu. Es krim ubi jalar merupakan produk olahan susu yang belum banyak dikenal oleh masyarakat khususnya di Wilayah NTB karena eskrim menggunakan ubi jalar baru pertama kali di Lombok. Pembuatan es krim ubi jalar ini tidak terlalu susah, selain itu bahan-bahan yang digunakan relatif mudah ditemui di sekitar lingkungan. Oleh karena itu, es krim ubi jalar yang dalam pembuatannya menggunakan kombinasi susu dan ubi jalar menjadi alternatif makanan yang dapat meningkatkan nilai gizi masyarakat. Es krim ubi jalar dibuat dari perpaduan kombinasi antara bahan makanan sumber protein yaitu susu dengan kandungan proteinnya sekitar 3,4% dan sumber karbohidrat yaitu ubi jalar d imana kandungannya sebanyak 75-90% serta ditambah lagi dengan bahan-bahan komposisi eskrim pada umumnya sehingga membuat produk ini lebih enak dan sehat untuk dikonsumsi. Bubuk susu adalah produk yang dihasilkan dengan jalan mengeringkan susu segar sehingga kadar airnya tinggal 4%. Di dalam proses pembuatan bubuk susu, ada beberapa tahapan yaitu: perlakuan pendahuluan yang meliputi (penyaringan, separasi dan standarisasi), pemanasan pendahuluan, pengeringan dan pengemasan atau pengepakan. Proses yang utama adalah pada tahap pengeringan. Pada prinsipnya ada dua tipe alat pengering, yaitu alat pengering tipe silinder atau roller (drum dryer) dan satunya tipe spray dryer. Pada kegiatan praktikum yang dilaksanakan, praktikan akan menguji kualitas susu dengan menentukan kadar lemak dengan metode gerber, membuat ice cream -ubi jalar, membuat yoghurt, melihat cara kerja spray dryer dan melakukan uji organoleptik pada produk olahan suu yang s dipraktikkan tersebut.

TUJUAN DAN KEGUNAAN Tujuan praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini adalah: - Agar mahasiswa dapat menentukan ada atau tidak adanya bakteri. - Untuk menentukan kualitas - Untuk menentukan susu tersebut normal atau tidak - Berubah atau tidaknya susunan mineral dalam susu tersebut - Dan mahasiswa dapat mengetahui susu tersubut terkontaminasi atau tidak serta dapat mengetahi melalui uji rasa maupun uji bau. - Untuk mengetahui kadar lemak susu. - Untuk mengetahui hasil uji organoleptik hasil olahan susu.  Kegunaan praktikum Adapun kegunaan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat membedakan susu yang normal atau tidak, dapat menentukan layak ataau tidaknya susu tersebut dikonsumsi dan dapat mengetahui susu tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri-bakteri pathogen.Praktikan dapat menguji kadar lemak yang ada di susu. Sebagai sumber data, informasi dan pembanding bagi praktikan yang akan mengadakan praktikum selanjutnya.

TINJAUAN PUSTAKA Susu sapi merupakan bahan pangan hasil laktasi yang telah bebas dari kolostrum, diperah dari sapi yang sehat dan setidaknya mengandung 8,25% padatan bukan lemak ( olid non fat) dan 3,25% s lemak susu (fat) (Jennes, 1988). Susu diproduksi di kelenjar susu (mammary gland) dengan alveolus sebagai unit penghasil susu utama pada kelenjar tersebut. Ditinjau dari berbagai sudut pandang, susu dapat diartikan sebagai berikut: Emulsi dari globula lemak yang mengandung lenak susu, vitamin yang larut lemak, dan membran dari globula. Suspensi koloid dari misel kasein (yang mengandung proteun kasein, kalsium phospat, sitrat dan air), partikel lipoprotein dan protein globular. Larutan yang tersusun atas laktosa, protein terlarut, mineral, vitamin, enzim, zat asam dan berbagai komponen lainnya. Komposisi utama susu sering diartikan sebagai kandungan lemak, protein, laktosa (disakarida), abu dan padatan total (total solid). Susu juga mengandung sejumlah kecil komponen lainnya, seperti garam mineral, pigmen, enzim, vitamin, dan lerukosit (white blood corpuscles).Komposisi kimia susu (Goff and Hill, 1993). Usaha memenuhi ketersediaan susu harus disertai dengan usaha meningkatkan kualitas dan keamanan produk susu, karena seberapa pun tinggi nilai gizi suatu pangan tidak akan ada artinya apabila pangan tersebut berbahaya bagi kesehatan. Untuk Indonesia, sebaiknya susu yang berkualitas dan cukup aman bagi konsumen memenuhi persyaratan yang tertuang dalam SNI susu segar (BSN, 1996) dan SNI pengujian susu segar (BSN, 1998a). Pasteurisasi merupakan salah satu usaha memperpanjang daya tahan susu, mencari bentuk lain dari susu segar, dan dapat juga ditambah dengan aroma tertentu serta dikemas dalam kemasan yang menarik. Pasteurisasi merupakan salah satu cara pengolahan susu dengan cara pemanasan untuk mempertahankan mutu dan keamanan susu. Susu pasteurisasi siap minum merupakan salah satu produk susu yang telah banyak diminati oleh konsumen. Susu pasteurisasi merupakan bentuk lain dari susu segar dan merupakan salah satu cara untuk memperpanjang daya tahan susu segar (RENNIE, 1989). Di Indonesia, tingkat konsumsi susu rata rata masih rendah, dengan target konsumsi standar kecukupan gizi 6,4 kg kapita-1 tahun-1, pada tahun 1998 baru tercapai sekitar 4,2 kg kapita -1

tahun-1. Negara Asia yang konsumsi susunya di atas 10 kg kapita-1 tahun-1 adalah Kamboja. Laos dan Jepang, sedangkan yang mendekati 30 kg kapita tahun-1 adalah Iran, Myanmar dan India. -1 Dalam hal konsumsi protein hewani secara umum, dapat dikatakan Indonesia juga berada pada urutan paling rendah, yaitu baru 4,19 g kapita-1 hari-1, sedangkan yang ingin dicapai adalah 6 g kapita-1 hari-1. Negara yang baru dilanda perang relatif masih lebih tinggi seperti Kamboja 5,46 g, Myanmar 6,07 g, Vietnam 6,28 g dan Laos 7,8 g kapita-1 hari-1 (MENTAN, 2000).

MATERI DAN METODE Materi Praktikum a. Uji warna b. Uji bau c. Uji rasa d. Uji masak e. Uji penyaringan f. Uji berat jenis g. Uji alkohol Alat dan Bahan: susu tabung reaksi 10 ml kapas tabung reaksi 20 ml pipet alkohol 70% laktodensimeter gelas ukur thermometer Metode praktikum Cara kerja 1. Mengambil 10 cc susu 2. Masukan ke dalam tabung reaksi 3. Panaskan sampai mendidih 4. Setengah liter susu disaring dengan kertas saring yang terbuat dari kapasuntuk menilai susu tersebut bersih atau kotor 5. Mengambil susu sebanyak 5 cc, kemudian masukan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan alcohol 70% sebanyak 5 cc, kemudian dikocok pelan pelan 6. Tuangkan 500 cc, susu kedalam gelas ukur, kemudian celupkan laktodensimeterke ke dalam susu 7. Catat skala pada laktodensimeter yang sama tingginya dengan permukaan susu 8. Ukur temperature susu dengan thermometer 9. Tentukan berat jenis susu dengan rumus: Sekala terbaca + 0.1 (Suhu susu ± 270C) BJ = 1 + 1000 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengamatan Adapun hasil dari praktikum yang telah di lakukan dapat dilihat dari hasil berikut. Uji kualitas susu

No. Jenis uji Hasil pengamatan 1 Uji warna Putih susu,susu normal 2 Uji bau Bau susu, susu normal 3 Uji rasa Agak manis,susu normal 4 Uji masak Negative,karena tidak terdapat butir- butir 5 Uji penyaringan Susu bersih 6 Uji alcohol Negative,karena tidak terdapat butir- butir 7 Uji berat jenis Pembahasan Mengamati warna yang ada pada susu sampel Mencium bau yang ada pada susu sampel Mencicipi rasa yang ada pada susu sampel Memasak susu sampai mendidih Melakukan penyaringan untuk melihat susu bersih atau kotor  Kemudian melakukan uji alcohol dengan susu yang diperlukan lalu di masukan ke dalam tabung reaksi untuk melihat ada atau tidak adanya butir butir pada susu,jika adanya butir-butir tesebut tersebut maka susu di nilai positif . Susu yang positif alkoholnya disebabkan: Susu mulai masam atau telah masam Adanya kolestrum Permulaan adanya mastitis  Melakukan uji berat jenis susu segar secara umum atau normalnya berkisar antara 1,027-1,035 g/cm3,tinggi rendahnya berat susu ini di pengaruhi oleh bahan padat yang terkandung didalamnya. Berat jenis susu biasanya digunakan sebagai indicator bahwa susutersebut masih segar atau murni atau telah mengalami pemalsuan atau dipalsukan. Pemalsuan mempunyai efek langsung terhadap besaran berat jenis biasanya dengan menambahkan sejumlah air (watering) atau mengambil/ mengurangi lemaknya (skimming).

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari praktikum yang sudah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Jika berwarna putih susu,maka susu tersebut normal,tetapi jika susu berwarna lain berarti susu tersebut telah tercampur atau mengandung darah Jika berbau susu,berarti susu normal tida k mengandung bakteri coli Jika terdapat butir- butir pada susu,maka susu tersebut positif disebabkan karena susunan mineral telah berubah Dan jika terdapat butir- butir berarti susu tersebut positif karena adanya kolestrum Saran 1. Melalui kegiatan praktikum ini, semoga praktikan dapat menambah wawasan khususnya dalam bidang Ilmu teknologi Susu. 2. Semoga laporan ini dapat menjadi acuan dan pedoman bagi adik-adik tingkat yang akan mengikuti praktikum Ilmu teknologi Susu selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2010. Probiotik. http://id.wikipedia.org/wiki/Probiotik. Tanggal akses 15 April 2010. BAHRI, S, INDRANINGSIH, R. WIDIASTUTI, T.B. MURDIATI dan R. MARYAM. 2002. Keamanan pangan asal ternak: suatu tuntutan di era perdaganganbebas. Wartazoa 12: 47-64. BILLY, T.J. and I.K. WACHSMUTH. 1997. Hazard analysis and critical control point systems in the United States Department of Agriculture regulatory policy. In: Contamination of Animal Products: Prevention and Risks for Public Health. Rev. Scient. et. Tech. 16: 342- 347. BSN. 2000. Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Batas Maksimum Residu dalam Goff, H.D. and Hill, A.R. 1993. Chemistry and Physics. In: Hui, Y.H (Eds). Dairy Science and Tekhnology hanbook: Principles and Properties. VCH Publishers INC. p: 1-61.

Susu
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Segelas susu sapi

Susu adalah cai an bergi i berwarna putih yang dihasil an oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber gi i utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.[rujukan?] Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.[rujukan?] Susu mengandung banyak vitamin dan protein.[rujukan?] Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi.

[sem

[sunting] Sejarah Susu
Pada zaman dahulu, susu telah dipakai sebagai bahan pokok pangan manusia. Manusia mengambil susu dari hewan yang memiliki kelenjar susu, seperti sapi, kuda dan domba. Sapi dan domba mulai dijinakkan sejak 8000 SM untuk diambil daging, bulu dan susunya.[rujukan?] Di Timur Tengah, susu bahkan terfermentasi menjadi keju oleh para pengembara gurun di sana.[rujukan?] Diperkirakan susu mulai masuk ke dataran Eropa pada abad 5000 SM melewati daerah Anatolia.[rujukan?] Sementara, susu mulai masuk ke Inggris pada periode Neolitik.[rujukan?] Penggunaan keju dan susu dari Timur Tengah lewat Turki mulai dikenal oleh bangsa Eropa pada zaman Pertengahan.[rujukan?] Kemudian, pada abad ke-15, para pelaut mulai membawa sapi perah untuk dipelihara dan diternakkan di dataran Eropa untuk konsumsi susu. Susu sapi sendiri baru dikenal oleh bangsa Indonesia lewat penjajahan Hindia Belanda pada abad ke 18.[rujukan?]
[sunting] Nutrisi hewan mamalia

Sebagian besar hewan mamalia, termasuk manusia, susu diberikan oleh induk melalui kelenjar susu induk. Beberapa kebudayaan meneruskan kebiasaan memberi air susu kepada bayi nya hingga umurnya mencapai 7 tahun.[1]
[sunting] Gizi untuk manusia

Di beberapa bangsa, terutama bangsa Eropa, meminum susu telah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan setiap sarapan.[rujukan?] Susu terus diproduksi dengan cara mendirikan peternakan sapi perah. Pada zaman ini, susu tidak hanya diminum, melainkan diubah bentuknya menjadi margarin, yogurt bahkan es krim. Susu pun terus dikembangkan seiring dengan kemajuan zaman. Di Eropa, industri susu sangat maju dalam hal teknologi dan kualitas susu itu sendiri. Susu-susu yang diproduksi di Eropa, rata-rata mengandung kandungan gizi yang tinggi.[rujukan?] Ini sangat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan kita. Hal ini yang menyebabkan, tinggi rata-rata orang Eropa jauh dari tinggi rata-rata orang Asia.[rujukan?] Susu mengandung banyak sekali kalsium yang dapat menguatkan tulang.[rujukan?]

[sunting] Sumber susu
Susu tidak hanya dari sapi, tapi juga dari beberapa hewan mamalia lainnya. Diantaranya: 

y

Dom a   

y y y y y 

 

©

¨¦§¦

y

¢¥¤£ ¢¡  
y 1 Sej

Daftar isi

]

Susu o 1.1 Nutrisi ew m m ia o 1.2 Gizi untuk manusia 2 Sum er susu 3 Syarat susu yang aik 4 Jenis roduk susu 5 Rujukan 6 Pranala luar

Di Rusia dan daerah Laplandia, sejenis peternakan rusa perah dibuat untuk logistik susu di beberapa daerah di lingkar kutub utara[2]. Susu kuda dan keledai mengandungi lemak sekitar 50% lebih rendah dari susu sapi.[3] Susu paus mengandung kandungan lemak terbesar, yaitu 50% dari kadar susu tersebut.[rujukan?] Namun, susu paus tidak dikonsumsi oleh manusia.

[sunting] Syarat susu yang baik
Saat masih berada di dalam kelenjar susu, susu dinyatakan steril. Namun, apabila sudah terkena udara, susu sudah tidak bisa dijamin kesterilannya. Adapun syarat susu yang baik meliputi banyak faktor, seperti warna, rasa, bau, berat jenis, kekentalan, titik beku, titik didih, dan tingkat keasaman.[rujukan?] Warna susu bergantung pada beberapa faktor seperti jenis ternak dan pakannya. Warna susu normal biasanya berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasan. Warna putihnya merupakan hasil dispersi cahaya dari butiran-butiran lemak, protein, dan mineral yang ada di dalam susu. Lemak dan beta karoten yang larut menciptakan warna kuning, sedangkan apabila kandungan lemak dalam susu diambil, warna biru akan muncul.[rujukan?] Susu terasa sedikit manis dan asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral di dalam susu. Rasa susu sendiri mudah sekali berubah bila terkena bendabenda tertentu, misalnya makanan ternak penghasil susu, kerja enzim dalam tubuh ternak, bahkan wadah tempat menampung susu yang dihasilkan nantinya. Bau susu umumnya sedap, namun juga sangat mudah berubah bila terkena faktor di atas. Berat jenis air susu adalah 1,028 kg/L.[rujukan?] Penetapan berat jenis susu harus dilakukan 3 jam setelah susu diperah, sebab berat jenis ini dapat berubah, dipengaruhi oleh perubahan kondisi lemak susu ataupun karena gas di dalam susu.[rujukan?] Viskositas susu biasanya berkisar antara 1,5 sampai 2 cP, yang dipengaruhi oleh bahan padat susu, lemak, serta temperatur susu.[rujukan?] Titik beku susu di Indonesia adalah -0,520 °C, sedangkan titik didihnya adalah 100,16 °C. Titik didih dan titik beku ini akan mengalami perubahan apabila dilakukan pemalsuan susu dengan penambahan air yang terlalu banyak karena titik didih dan titik beku air yang berbeda.[rujukan?] Susu segar mempunyai sifat amfoter, artinya dapat berada di antara sifat asam dan sifat basa. Secara alami pH susu segar berkisar 6,5±6,7. Bila pH susu lebih rendah dari 6,5, berarti terdapat kolostrum ataupun aktivitas bakteri.[4]

[sunting] Jenis produk susu
Berdasarkan kandungan lemak yang terdapat di dalamnya, produk susu dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu susu murni (whole milk), susu kurang lemak (reduced fat milk), susu rendah lemak (low fat milk), dan susu bebas lemak (free-fat Milk) atau susu skim (skim milk).   

y y y y y

Kam ing Kuda Keledai Unta, termasuk unta di Amerika Selatan, se erti lama Yak

Susu murni harus mengandung sekurang-kurangnya 3,25% dari lemak susu dan 8,25% padatan susu bukan lemak (protein, karbohidrat, vitamin larut air, dan mineral). Penambahan vitamin A dan D pada susu ini bersifat fakultatif.[rujukan?] Susu kurang lemak banyak dipilih orang orang-orang yang ingin mengurangi konsumsi lemak di dalam susu. Sesuai dengan namanya, kadar lemak pada susu ini telah dikurangi hingga tersisa 2%. Untuk konsumen yang menginginkan konsumsi lemak lebih sedikit lagi, diciptakanlah susu rendah lemak. Kadar lemak pada susu ini telah dikurangi hingga tersisa 1%.[rujukan?] Pada susu skim, kadar lemaknya dikurangi hingga hampir tidak ada sama sekali (0,1%), namun residu dari lemak susunya boleh tersisa hingga maksimum 0,5%.[5] Karena vitamin A dan D yang larut dalam lemak ikut hilang pada proses penghilangan lemak, pada susu kurang lemak, susu rendah lemak, dan susu skim umumnya ditambahkan kedua vitamin tersebut. Susu murni yang dipanaskan selama beberapa waktu akan terubah menjadi evaporated milk. Susu ini terbentuk melalui pemanasan susu dengan menggunakan pompa vakum untuk menghilangkan kira-kira 60% kadar airnya. Selain penghilangan air, dalam pembuatan evaporated milk ini juga dilakukan penambahan vitamin D serta standardisasi nutrisi. Selanjutnya susu ini akan dipanaskan pada suhu 115,5-118,5 °C selama 15 menit untuk sterilisasi. Hasilnya, evaporated milk akan berstruktur lebih pekat dibandingkan susu murni, dan mengandung kira-kira 25% padatan susu bukan lemak [

Lirik OST The Woman Who Still Wants To Marry (The Woman Who Cut My Guitar String Kim Boem) neoman anieosseum nan tteul su isseosseo. neoman anieosseum itnal su isseosseo. ibeoneneun jinjjaya ibeoneneun da dwaesseo. aengbokhaesseo johasseo useosseo. niga ogi jeonkkaji. kkumeseo bon deutan geu yeoja gitajul kkeunko ganne. eotteoke irae nahante irae. jebal ireojimayo. modeun iren iyuga isseulkka. geunyeoneun wae gitajureul kkeunheonna. geunyeoga kkume natanasseo. neol wihae geuraesseo. nan imi seulpeun ge manhayo. neomeojin jeokdo manha. jebal dasin gita jureul kkeunko gaji marayo dangsini geureoji anhado geu dongan neomu apasseo. jebal dasin gita jureul kkeunko gaji marayo nae kkumeun geuraesseo neol wihae saneun geot. neodo geuraenni nal wihae utneun geo. gidarimyeon dwae tto kkumeul kkumyeon dwae geureoke sarass nan yeotae geunde eo sarangeun tteonasseo gandanhage kkeutnabeoryeosseo na haengbokhage utdeon niga itdeon geuttae nae soneul jabajudeon geudae sarangeun geureoke watda ga wollae utdaga tto uldaga geuraedo geuttaega haengbokhaetji gieokhago sipeun nae sara nga gidarilkke eonjeolji mollado bogosipeun neoui geu miso KNO LOVE arabolkke natanamyeon kkok arabolkke neomu manheun geol gajimyeon neon sojunghan geol moreul geoya. sarangi geuripji anheul geoya. neol wihae geuraesseo. nan imi seulpeun ge manhayo. neomeojin jeokdo manha. jebal dasin gita jureul kkeunko gaji marayo dangsini geureoji anhado geu dongan neomu apasseo. jebal dasin gitajureul kkeunko gaji marayo. dangsini geureoji anhado naneun neomu gyeomsonhae jebal dasin gita jureul kkeunko gaji marayo.

#

! "

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful