Fraktur Klavikula Penyebab biasanya trauma langsung/direct atau tidak langsung/indirect, misal jatuh dengan tangan

/siku menumpu. Diagnosis 1. Riwayat : waktu jatuh posisi tangan menumpu 2. Deformitas : menonjol, udem, fraktur 1/3 lateral tanpa rupture ligamentum korakoklavikulare, deformitas tidak jelas 3. Nyeri tekan (tenderness) 4. Krepitasi 5. Pemeriksaan penunjang : radiologi dan laboratorium Penatalaksanaan y y Konservatif : pasang ransel verban (Figure of Eight) sampai rasa sakit hilang Operatif: o Indikasi dilakukan tindakan operatif 1. Fraktur terbuka 2. Rupture ligamentum korakoklavikulare 3. Gangguan neurovaskuler 4. Delayed/ non-union 5. Kosmetik

Fraktur Skapula Akibat trauma langsung. Fraktur korpus dan kollum scapula umumnya terjadi pergeseran akibat tarikan otot-otot yang melekat disitu. Terapi Konservatif (istirahat dan mobilisasi dini setelah sakit hilang). Trauma sendi akromioklavikularis

Dislokasi komplet terjadi akibat rupture total ligamentum akromioklavikularis dan korakoklavikularis.Sendi ini kurang stail dan mudah terjadi subluksasi. Pergeseran > 1 cm dengan angulasi 450 2. Klasifikasi y Subluksasi : robekan ligament (+) klavikula tidak terangkat karena ligament korakoklavikuler utuh y y Dislokasi : robekan kedua ligament dan klavikula terangkat Dislokasi sendi sternoklavikularis : terbagi menjadi anterior dan posterior. Fraktur dislokasi Macamnya 1. infraspinatus. Terapi Dilakukan repair. Dislokasi posterior akan menekan organ-organ dalam sehingga perlu tindakan emergency. teres minor. Fraktur Humerus Klasifikasi NEER 1. Fraktur kollum chirrurgikum humeri . Fraktur collum chirrurgikum dengan pergeseran dan angulasi 4. Fraktur tuberkulum majus dengan 2 atau 3 fragmen 5. pergeseran > 1 cm 3. sehingga robekan kecil pada otot supraspinatus menimbulkan tendinitis supraspinatus dan bila robekan luas penderita tidak bisa abduksi. Fraktur tuberkulum majus dengan > 2 fragmen 6. subskapula. Otot ini berfungsi sebagai stabilisator. Fraktur collum anatomikum. y Trauma otot-otot rotator/ Rotator Cuff Otot rotator terdiri dari : supraspinatus.

Radial palsy akan sembuh sekitar 6-8 minggu. Fraktur suprakondilaris humeri Berdasarkan pergeseran fragmen distal ada 3 tipe : y y y Fragmen tanpa pergeseran Fragmen dengan pergeseran tetapi masih ada kontak Fragmen distal dan proksimal tidak ada kontak Terapi y y Anak-anak : reposisi tertutup Dewasa : collar and cuff selama 3 minggu. dan arteri brachialis.Pada anak muda dipikirkan reposisi terbuka dengan fiksasi interna. Sendi siku dilalui oleh beberapa bangunan. tendo muskulus biceps. Hasil reposisi di evaluasi dengan sudut Baumann. 2. bila tidak pulih lakukan EMG dan eksplorasi. . karena saraf ini melewati sulkus nervi radialis yang terletak di bagian tengah dan belakang humerus. Fraktur shaft humerus Setiap fraktur humerus tengah dapat mengenai saraf radial. hanging cast Operatif. Nervus ulnaris terdapat di sebelah medial dan tendo muskulus ekstensor communis dan muskulus supinator terletak di lateral. Di sebelah posterior terdapat muskulus biceps dan bursa minro. Anatomi Sendi siku terjadi antara trochlea dan capitulum humerus dengan incisura trochlearis ulnae dan caput radii. di sebelah anterior terdapat musculus brachialis. nervus medianus. dengan collar dan cuff. Terapi dengan imobilisasi collar and cuff selama 3 minggu. 3. Komplikasi Radial palsy Terapi y y Konservatif. pada radial palsy non union dan gangguan vaskuler.

Proyeksi lateral. lengan bawah dalam posisi supinasi dengan siku hiperekstensi dengan tangan yang terfiksasi. dimana gerakan fleksi dilakukan oleh muskulus brachialis. Garis fraktur selalu melewati fossa olekranon dan pada kolum medial dan lateral metaphase. Akibatnya akan terjadi perdarahan local dan pembengkakan. fossa olekranon dan fossa radii. Sudut yang lain yaitu sudut antara diaphisis dan metaphisis sebesar 90 derajat. Sedangkan gerakan ekstensi dilakukan oleh muskulus triceps dan muskulus anconeus. bila didapatkan sudut ini kurang dari 50. hal ini karena gaya fraktur yang diteruskan ke atas melalui tulang lengan bawah dan diseabkan tarikan muskulus biseps. dikatakan bahwa posisi tulang tersebut tidak acceptable. y Tipe fleksi . Nervus dan pembuluh darah akan mengalami laserasi karena fragmen tulang.Suprakondilar humerus terletak di bagian distal dari humerus. olekranon terdorong ke depan sehingga terjadi fraktur. Fragmen distal dari fraktur akan terdorong kea rah posterior dan proksimal. Dari proyeksi anterior. Sendi diku mampu untuk melakuakn gerakan fleksi dan ekstensi. Kolum medial suprakondilar lebih tipis dan substansi tulang kurang disbanding dengan kolum lateral suprakondilar. Dari proyeksi anteroposterior. Mekanisme dan patofisiologi y Tipe ekstensi Akibat trauma langsung pada humerus distal melalui benturan pada siku. tulang tersebut kurang kuat disbanding tempat lain karena adanya fossa koronoid. normal didapatkan garis anterohumeral akan melewati pusat osifikasi pada kondilus humeri dan bagian distal dari kondilus akan membentuk sudut ke anterior sebesar 40 derajat. sudut ini disebut sudut bowman. perlu dinilai sudut yang dibentuk oleh garis longitudinal humerus dan garis yang melalui korona kapitulum humeri. ujung distal dari fragmen proksimal akan menembus periosteum dan mengenai muskulus brachialis dan muskulus biceps brachii. Normal didapatkan sudut bowman sebesar 80-89 derajat. muskulus bicepsm muskulus brachioradialis dan muskulus pronator teres. sehingga fragmen ini akan miring ke lateral atau medial dan berotasi ke medial.

undisplaced or minimally displaced : IA non displaced. Klasifikasi Pada prinsipnya. namun hubungan kedua fragmen sebagian masih terlihat. Korteks anterior akan mengalami pergeseran sehingga pada fragmen distal akan ke anterior pada bidang sagital. anak akan mengeluhkan nyeri dan bengkak yang minimal. Displaced complete : IIIA fragmen distal kea rah posteriormedial. Pada trauma yang lebih berat dapat menimbulkan angulasi ke posterior. yaitu cedera nervus ulna biasanya karena terkena ujung dari fragmen proksimal. dan kadang-kadang terlihat akan terlihat normal bila jumlah perdarahan sedikit. Diagnosis Dari anamnesa didapatkan adanya riwayat jatuh dengan lengan sebagai tumpuan. Jarang terjadi komplikasi neurovascular. IB medial impaction II. Bila traumanya baru saja terjadi atau frakturnya tidak mengalami pergeseran atau sedikit bergeser. Sehingga fragmen distal pada fraktur tipe ini akan bergeser kea rah anterior dan proksimal. IIB malrotation with or without posterior angulation. . Gartland (1959). IIIB fragmen distal kea rah posterior lateral. bahkan sampai mengalami pergeseran fragmen distal ke posterior. fragmen distal akan bergeser ke lateral. klasifikasi fraktur suprkondilar tipe ekstensi dibagi berdasarkan derajat pergeseran fragmen distal terhadap fragmen proksimal. y III. dan pada bidang coronal. Siku akan terlihat sedikit bengkak disbanding siku yang sehat.Anak jatuh pada telapak tangan dengan tangan dan lengan bawah dalam posisi pronasi dan siku dalam posisi sedikit fleksi. dan temuan yang paling khas adalah perlunakan pada ujung humerus bagian distal Pada trauma ringan kedudukan fragmen distal tidak akan bergeser atau undisplaced. atau pada trauma yang lebih hebat lagi maka fragmen distal akan terlepas dari fragmen proksimal dan berada di posterior dan migrasi ke proksimal. membagi 3 tipe : y y I. Displaced with angulasi and rotation : IIA posterior angulasi.

kadang-kadang garis fraktur tidak terlihat. Penatalaksanaan Pada prinsipnya mengembalikan fragmen ke posisi anatomis dan mempertahankan kedudukan tersebut dan mencegah terjadinya komplikasi. Dan bila pergeseran fragmen kea rah posterolateral akan mencederai arteri radialis dan nervus medianus. akan menyebabkan fragmen distal mengalami rotasi ke dalam. Dalam keadaan normal fat pada sign akan berada di luar sinovia tapi intra kapsuler sendi di sebelah anterior dan posterior. kedudukan fleksi yang berlebihan harus dihindari karena ada kemungkinan gangguan dari neurovaskulernya. dinilai garis fraktur apakah transversal atau oblik. Ujung fragmen proksimal akan berada di anterior dan dapat mencederai muskulus brakhialis. fragmen distal angulasi ke lateral atau medial. arteri brakhialis. nervus medianus. sianotik. Pemeriksaan radiologis akan terlihat fat pada sign. rotasi ke dalam sehingga fragmen distal akan mengalami pergeseran kea rah posteromedial akibatnya ujung dari fragmen proksimal akan mencederai nervus radialis. Tanda-tand gangguan vaskulus meliputi nyeri. Besarnya pembengkakan tergantung pada keparahan dari fraktur dan lama terjadinya trauma. kedudukan kedua fragmen tidak terjadi pergeseran. nervus radialis. Akibatnya kortek sebelah medial dari fragmen distal relative akan berada di arah posterior dari fragmen proksimal. Posisi lateral akan menunjukkan fragmen distal akan bergeser ke anterior atau posterior.Sewaktu jatuh pada umumnya lengan dalam keadaan pronasi ini. Sebelumnya lengan harus di imobilisasi dengan posisi ekstensi. Pada anteroposterior. ini merupakan tanda terjadinya ³volkman¶s ischemi´. pucat. maka pembengkakan dan deformitas pada siku akan menjadi lebih jelas. Dengan demikian kedudukan fragmen distal akan mengalami adduksi. sementara sisi lateral masih dalam kedudukan semula. . atau nervus ulnaris. tidak ada pulsasi atau paralisis. Dengan adanya truma yang keras dan terjadi pergeseran dari fragmen. Pemeriksaan radiologis penting untuk konfirmasi diagnosis. Dengan adanya hamarthrosis akan menyebabkan pergeseran letak fat pads. Pada pemeriksaan fisik yang penting adalah menilai fungsi dari neuromuskuler pada sebelah distalnya.

operator menarik lengan bawah sedikit fleksi 300 dan supinasi. Bila berada di medial dilakukan dorongan ke lateral agar berada satu garus dengan fragmen proksimal. perlu dilakukan immobilisasi dengan bidai. dengan pemeriksaan radiologis pada satu minggu pertama dan minggu terakhir. demikian juga sebaliknya. Untuk reposisi tertutup perlu relaksasi yang sempurna dan hanya bisa dicapai dengan anestesi umu. Operator melakukan koreksi posisi pada fragmen distal. kemudian dilakukan fleksi maksimum. Pada fraktur tipe ekstensi.Sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. posisi fleksi pada siku harus dihindari karena menyebabkan kerusakan lebih lanjut dari system neurovascular. Anggota gerak dibuat immobilisasi dengan bidai pada posisi yang mengalami deformitas. Pada fraktur suprakondilar tipe ekstensi : Tipe I Tanpa pergeseran. Bila terdapat pergeseran penanganannya dengan menggunakan back slap long arm dengan posisi siku fleksi. immobilisasi dengan posisi siku fleksi tidak lebih dari 900. Sirkulasi harus selalu dicek sebelum dan selama melakukan tindakan reposisi. Fleksi dilakukan sampai 1200 sehingga lebih stabil dan juga pada posisi ini dapat mengurangi resiko terjadinya trauma neurovascular karena tindakan. dengan posisi siku ekstensi dan lengan bawah pronasi. Fleksi 300 tersebut untuk melindungi kerusakan pembuluh darah dan saraf akibat tegangan karena tarikan. Setelah itu kedua ibu jari operator berada ada posisi posterior fragmen distal mendorong ke anterior disertai tekanan jari-jari lain yang berada di humerus proksimal ke dorsal. Posisi dipertahankan selama 3-4 minggu. Tipe II y y y Reposisi Percutaneus pinning dengan fiksasi k-wire Reposisi terbuka . Penanganan fraktur suprakondilar tergantung tipe dari fraktur tersebut.

Untuk posisi lateral dinilai sudut longitudinal humeri dan distal kondilar. dinilai sudut Bowman. Kejelekan dilakukannya open reduksi antara lain terjadinya kekakuan sendi. sudut diaphisis-metaphisis. Pemeriksaan radiologis dilakukan setelah reposisi.Reposisi terbuka atau operasi pada fraktur suprakondilar tipe ekstensi dilakukan pada reposisi tertutup yang gagal. Perbedaan sudut bowman antara sisi yang sehat dan yang sakit tidaklebih dari 40. Pada pembengkakakn yang hebat akan terjadi hematom yang banyak di daerah tersebut. iskhemik. fraktur terbuka atau gangguan neurovascular. Rotasi ke medial merupakan predisposisi terjadinya kubitus varus karena akan terjadi angulasi koronal. Pada posisi AP. dan kerusakan pada tempat pertumbuhan tulang dan adanya resiko infeksi. pergeseran ke medial atau lateral tidak lebih dari 25% dan angulasi ke posterior tidak lebih dari 100. Hasil reposisi dikatakan adekuat bila tidak terjadi angulasi ke lateral atau medial. maka perlu dilakukan sehingga penekanan terhadap neurovascular akan berkurang. Walaupun adanya rotasi tersebut bukan merupakan deformitas dan rotasi lengan akan dikoreksi oleh sendi bahu. Secara klinis dikatakan baik bila : y Sendi siku dapat fleksi maksimal. bila tidak bisa fleksi maksimal kemungkinan sudut antara sumbu longitudinal humeri dengan kondilus belum tercapai atau adanya interposisi jaringan lunak antara kedua fragmen. dengan foto posisi AP dan lateral. yang berarti terjadi kubitus varus. Dinilai apakah ada crescent sign. Reposisi dikatakan berhasil bila baik secara klinis atau radiologis. Manipulasi yang berulang sebaiknya dihindari karena akan mencederai pembuluh darah dan saraf. terjadinya myositis osifikan. Bila fragmen distal terjadi rotasi tampak gambaran fish tail. Komplikasi . dilakukan ekstensi dan dibandingkan dengan sisi yang sehat. y Setelah hiperfleksi secara hati-hati.

disebabkan reposisi yang tidak adekuat 4. jarang terjadi dan biasanya terjadi karena manipulasi yang berlebihan atau terjadi pada reposisi terbuka yang terlambat dilakukan. y Cedera saraf yang paling sering terjadi adalah cedera pada nervus radialis. hilangnya pulsus. dan paralysis.Pada fraktur suprakondilar tipe ekstensi. y Myositis osifikans. Pallor (warna biru/pucat) c. Fraktur kondilus lateralis humeri a. pallor. Pada anak masih kartilagineus sehingga sering tidak terdiagnosa pada X-Ray. Menimbulkan malunion atau non union c. Cedera nervul ulna merupakan komplikasi yang sering terjadi b. Tempat origo otot ekstensor sehingga fragmen akan bergeser . Gejala dari volkman¶s iskemik adanya pain. Kelainan ini akan menyebabkan nekrosis dari otot dan saraf tanpa disertai gangrene perifer. y Malunion dapat merupakan komplikasi dari fraktur ini. Parese atau paralise (kekuatan otot lemah sampai lumpuh) Trauma Siku 1. nervus median dan nervus ulna. Iskhemik volkman : klinis 5P a. dan menyerang pusat pertumbuhan (epiphyseal plate) b. dimana hal ini akan menyebabkan terjadinya volkman¶s iskemik. Pulseless (denyut nadi lemah-hilang) b. Paresthesia (rasa tebal) e. 5. biasanya terjadi kubitus varus. y Cedera pada arteri brakhialis. komplikasi yang paling sering terjadi cedera pembuluh darah dan saraf. parestesi. Sedangkan pada fraktur suprakondilar tipe fleksi a. Malunion dapat juga terjadi pada fraktur ini yaitu terjadi kubitus varus. Pain d.

Fraktur olekranon Tempat insersi otot triseps brachii. sehingga bila terjadi fraktur akan terjadi pergeseran ke proksimal. 3. olekranon didorong ke distal. . Komplikasi terjadinya ulnar palsy Klasifikasi radiologis : y y y Fraktur pada satu kondilus Fraktur inter-kondiler Fraktur kominutif sering bersama fraktur suprakondiler Terapi : non displaced. miositis ossifikans.d. Fraktur epikondilus medialis humeri a. 4. gips sirkuler 6 minggu. Terapi : reposisi segera Cara reposisi : siku difleksikan. Dislokasi sendi siku Sendi siku terdiri dari : y y y Humero-ulnaris Humero-radialis Radio-ulnaris Pada trauma ini penting periksa neurovaskuler bagian distal. Komplikasi : trauma vaskuler. kekakuan sendi. Klasifikasi : y y y Tanpa pergeseran : gips sirkuler Dengan pergeseran : screw atau TBW Kominutif : eksisi fragmen dan melekatkan kembali trisep pada olekaranon. selanjutnya gips sirkuler 3 minggu. Merupakan tempat origo otot fleksor b. Terjadi kerusakan epiphyseal dan fraktur intraartikuler 2.

musculus pronator kuadratus yang membuat gerakan pronasi dan supinasi. Di sebelah proksimal membentuk 3 persendian sedangkan sebelah distal 2 persendian. Oleh karena itu. Membrane interosea memperkuat hubungan ini sehingga radius dan ulna merupakan satu kesatuan yang kuat. suatu jaringan fibrous yang berjalan oblique dari ulna ke radius. Selain itu. radius dan ulna dihubungkan oleh otot antar tulang yaitu musculus supinator. Muskulus antebrachii dapat dikelompokkan. os radius dan os ulna. Kedua tulang lengan bawah dihubungkan oleh sendi radioulna yang diperkuat oleh ligamentum anulare yang melingkar kapitupulum radius dan di distal oleh sendi radioulna yang diperkuat oleh ligamentum radiuulna yang mengandung fibrokartilago triangularis. lebih pendek daripada ulna. yang menghasilkan gerakan pada lengan bawah. musculus pronator teres. Muskulus tersebut adalah: . patah yang hanya mengenai satu tulang agak jaran terjadi atau bila patahnya hanya mengenai satu tulang saja hamper selalu disertai dislokasi sendi radioulna yang dekat dengan patah tersebut. Kompartmen anterior diisi oleh muskuli fleksor sedangkan kompartmen posterior diisi oleh muskuli ekstensor. Membrane ini berfungsi merotasikan tulang radius terhadap os ulna. Beberapa muskuli ada yang berperan dominan dalam mempertahankan posisi dan gerakan sendi lengan bawah dan tangan (elbow and wrist joint). muskuli kompartmen anterior dan posterior. Ketiga otot itu bersama dengan otot lain yang berinsersi dengan radius dan ulna menyebabkan patah tulang lengan bawah disertai dislokasi angulasi dan rotasi terutama radius. Tulang radius. Antara kedua tulang ini juga dihubungkan oleh membrane interosseus.Fraktur Antebrachii Anatomi Tulang radius dan ulna tidak saja sebagai pelindung lengan atas dan maupun tangan tapi mempunyai fungsi pronasi dan supinasi dengan gerakan radius dan ulna. Antebrachii terdiri atas 2 buah tulang parallel yang berbeda panjang bentuknya. bentuk lebih melengkung dan bersendi dengan os ulna pada bagian proksimal dan distal ³radio-ulnar joint´ yang bersifat rotator.

1 2 3 4 5 6 Fungsi Fleksor elbow Ekstensor elbow Supinator elbow Pronator elbow Fleksor pergelangan tangan Ekstensor pergelangan tangan Muskulus m.supinator.anconeus m.pronator teres. Sedangkan persyarafan antebrachii berasal dari 3 nervus: n. Fraktur antebrachii distal Anatomi. Terapi manipulasi fraktur antebrachii y y y Bila garis fraktur di proksimal : dilakukan gips posisi supinasi Bila garis fraktur ditengah : gips posisi netral Bila garis fraktur di distal : gips posisi pronasi Fraktur MONTEGGIA Fraktur ulna 1/3 proksimal/tengah dengan dislokasi kaput radii anterior/posterior. fisiologi. m.brachialis.pronator quadrates m. m.flexor carpi ulnaris m.ulnaris setinggi caput os radii. m.ulnaris.fleksor carpi radialis. Fraktur GALEAZZI Fraktur radius 1/3 distal/tengah disertai subluksasio sendi radiuulnaris. m. m.ekstensor carpi radialis longus dan brevis.ekstensor carpi ulnaris Aliran darah region antebrachii merupakan lanjutan dari a. Jenis fraktur ini biasanya tidak stabil artinya penangannya dilakukan operasi. n.biceps m.radialis.No.radialis dan a.brachialis.triceps. n. dan mekanisme . Untuk menjaga panjang anatomi tulang radius. Pemeriksaan penting pada saraf radialis dan olekranon. m.medianus.biceps.brachioradialis m. m. yang bercabang menjadi a.

Besarnya diukur dengan sudut antara garis horizontal tegak lurus sumbu radius dan garis yang sesuai dengan permukaan sendi. Diukur dari jarak antara garis horizontal yang ditarik melalui ujung processus styloideus radii dan melalui ujung distal ulna. 2.Lengan bawah mempunyai 2 tulang. rata-rata 23 derajat. permukaan sendi ini letaknya mirig menghadap ke ulnar.extensor carpi ulnaris dalam ³fibro osseus tunnelnya´ 4. Stabilitas persediaan ini dipertahankan oleh 5 struktur: 1. Ligamentum radio-ulnaris dorsalis 3. Normal 15-30 derajat. Derajat ³volar tilt´ (volar deviation) dari permukaan sendi radius pada posisi lateral Normal : permukaan sendi ini miring menghadap ke bawah dan ke depan. Ligamentum collateralis ulnaris Tulang radius le arah distal membentuk permukaan yang lebar sampai persendian dengan tulang carpalia. 3. Tendon m. yang radius dan ulna yang ke distal berakhir dan membentuk persendian radioulnaris distal dan persendian dengan tulang carpalia. rata-rata 11 derajat. Normal 1-23 derajat. Derajat ³ulna tilt´ atau ³ulna deviation´ dari permukaan sendi ujung distal radius pada posisi anterior posterior Normal. Fibro-cartilago disc 5. Dan peralihan antara dense cortex dan cancellous bone pada bagian distal merupakan bagian yang sangat lemah dan mudah terjadi fraktur. terutama posisi dari ujung distal radius. Ukuran normalnya kira-kira 1 cm. Perlu diperhatikan 3 ukuran yang utama: 1. Derajat miringnya diukur dari besarnya sudut antara garis horizontal yang tegak lurus pada sumbu radius dan garis yang sesuai dengan permukaan sendi. Alat-alat gerak yang meliputi ini ialah: . Ligamentum radio-ulnaris volaris 2. Radial height Yaitu jarak processus styloideus radii terhadap ulna. Penting sekali diketahui kedudukan anatomis yang normal dari pergelangan tangan.

y Trauma lain diduga disebabkan karena tekanan yang mendadak pada dorsum manus. Putaran tersebut merupakan kombinasi tekanan yang kuat dan berat. 3.pronator quadrates yang berjalan menyilang dan berfungsi terutama untuk pronasi. 2. . Ini biasanya didapatkan pada penderita yang mengendarai sepeda yang mengalami trauma langsung pada dorsum manus. Dan pada bagian dalam ada m. dimana posisi tangan sedang mengepal. Posterior Berbentuk cembung dan terdapat sekumpulan tendon/otot extensor yang mempunyai fungsi ekstensi. akan memberikan mekanisme yang ideal dari penyebab fraktur Smith. atau sebagai akibat jatuh dimana sisi dorsal lengan bawah menyangga berat badan. y Secara ilmu gaya dapat diterangkan sebagai berikut: Trauma langsung dimana lengan bawah dalam posisi supinasi penuh yang terkunci dan berat badan waktu jatuh memutar pronasi pada bagian proksimal dengan tangan relative terfixir pada tanah.supinator longus yang mempunyai insersi pada processus styloideus radii yang mempunyai fungsi utama sebagai supinasi Fisiologi dan mekanisme terjadinya fraktur y Biasanya disebabkan karena trauma langsung. Anterior Berbentuk cekung dan terdapat sekumpulan tendon/otot flexor yang mempunyai fungsi fleksi lengan bawah dan tangan.1. Lateral Tampak m.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful