TUGAS PENGETAHUAN BAHAN LISTRIK PROSES PEMBUATAN SEMIKONDUKTOR

Disusun oleh: 1. Asep Ruditya 2. Andy Dwi P. (H1C007056) (H1C007059)

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO PURWOKERTO 2010

silikon menjadi popular setelah ditemukan cara mengekstrak bahan ini dari alam. kaca dan batu-batuan lain adalah bahan alam yang banyak mengandung unsur silikon. sehingga tidak memungkinkan untuk menjadi konduktor yang baik. satu inti atom (nucleus) masing-masing memiliki 4 elektron valensi. Bahan-bahan logam seperti tembaga. bahan semikonduktor bersifat isolator karena tidak ada elektron yang dapat berpindah untuk menghantarkan listrik. sehingga memungkinkan elektron terlepas dari ikatannya. Disebut semi atau setengah konduktor. Struktur atom kristal silikon.1. timah disebut sebagai konduktor yang baik sebab logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa. Germanium dahulu adalah bahan satusatunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Dasar Teori Semikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda. Pasir. Pada suhu yang sangat rendah (0oK). Germanium (Ge) dan Gallium Arsenida (GaAs). sehingga elektronnya dapat bergerak bebas. Namun sekarang. ada beberapa ikatan kovalen yang lepas karena energi panas. Gambar 1. Sruktur dua dimensi atom silikon Ikatan kovalen menyebabkan elektron tidak dapat berpindah dari satu inti atom ke inti atom yang lain. Silikon merupakan bahan terbanyak ke dua yang ada di bumi setelah oksigen (O 2). besi. transistor dan sebuah IC (integrated circuit). Pada suhu kamar. karena bahan ini memang bukan konduktor murni. . Pada kondisi demikian. Ikatan inti atom yang stabil adalah jika dikelilingi oleh 8 elektron. Namun hanya beberapa jumlah kecil yang dapat terlepas. struktur atom silikon divisualisasikan seperti pada gambar berikut. Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si). sehingga 4 buah elektron atom kristal tersebut membentuk ikatan kovalen dengan ion-ion atom tetangganya.

bahan dopingnya adalah bahan trivalent yaitu unsur dengan ion yang memiliki 3 elektron pada pita valensi. Hole ini digambarkan sebagai akseptor yang siap menerima elektron. Untuk mendapatkan silikon tipe-p. dengan demikian ada ikatan kovalen yang bolong (hole). Dengan demikian. . Semikonduktor tipe-n disebut juga donor yang siap melepaskan elektron. 2. maka akan didapat semikonduktor tipe-p.Ahli-ahli fisika terutama yang menguasai fisika quantum pada masa itu mencoba memberikan doping pada bahan semikonduktor ini. Doping atom pentavalen 2. yang diharapkan akan dapat menghantarkan listrik. Tipe Semikonduktor dan Proses Pembentukanya Dibawah ini adalah beberapa jenis Semikonduktor dan proses pembuatannya: 1. Kelebihan elektron membentuk semikonduktor tipe-n. Pemberian doping dimaksudkan untuk mendapatkan elektron valensi bebas dalam jumlah lebih banyak dan permanen. Semikonduktor Tipe-P Jika silikon diberi doping Boron. Karena ion silikon memiliki 4 elektron. Semikonduktor Tipe-N Pada bahan silikon diberi doping phosphorus atau arsenic yang pentavalen yaitu bahan kristal dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi. Gallium atau Indium. kekurangan elektron menyebabkan semikonduktor ini menjadi tipe-p. Gambar 2. Silikon yang tidak lagi murni ini (impurity semiconductor) akan memiliki kelebihan elektron. Dengan doping.

sehingga dipakai untuk aplikasi rangkaian penyearah (rectifier).Gambar 3. Forward bias Sebaliknya jika diberi tegangan balik (reverse bias). dapat dipahami tidak ada elektron yang dapat mengalir dari sisi N mengisi hole di sisi P. Sambungan p-n Jika diberi tegangan maju (forward bias). melainkan dari satu bahan (monolithic) dengan memberi doping (impurity material) yang berbeda. Pada pembuatannya memang material tipe P dan tipe N bukan disambung secara harpiah. karena tegangan potensial di sisi N lebih tinggi. . Dioda akan hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Gambar 4. Dioda PN Jika dua tipe bahan semikonduktor ini dilekatkan. maka akan didapat sambungan P-N (p-n junction) yang dikenal sebagai dioda. elektron dengan mudah dapat mengalir dari sisi N mengisi kekosongan elektron (hole) di sisi P. dimana tegangan sisi P lebih besar dari sisi N. Gambar 5. Doping atom trivalent 3.

Uap yang terbentuk kemudian dilewatkan melalui sebuah tabung panas berisi gas H2 sehingga terbentuk Si. Gambar 6. Agar diperoleh silikon dalam bentuk murni diawali dengan mereaksikan padatan silikon yang diperoleh melalui cara di atas direaksikan dengan gas klorin (Cl2). Namun silikon yang diperoleh dengan cara ini belum dalam keadaan murni. Proses reduksi ini dilangsungkan di dalam tungku listrik pada suhu 3000 °C. Pemurnian zona silikon .3. berikut reaksinya: SiCl4(g) + 2H2(g) –––→ Si(s) + 4HCl(g) Padatan Si yang terbentuk berupa batangan yang perlu dimurnikan lebih lanjut denan cara pemurnian zona (zona refining). (fungsi silikon dalam pembuatan semikonduktor baca disini sedangkan kegunaan semikonduktor di sini) Silikon dibuat dengan mereduksi kuarsa (quartz) atau sering disebut juga dengan silika ataupun silikon dioksida dengan kokas (C). seperti pada gambar berikut. Reaksi yang terjadi adalah: SiO2(l) + 2C(s) –––→ Si(l) + 2CO2 Silikon yang diperoleh kemudian didinginkan sehingga diperoleh padatan silikon. Cara Pembuatan dan Pemurnian Silikon Silikon merupakan salah satu unsur metaloid dengan nomor atom 14 dan terdapat pada periode 3 golongan 14 yang melebur pada suhu 1410 °C. sesuai reaksi berikut: Si(s) + Cl2(g) –––→ SiCl4(g) Gas SiCl4 ini mememiliki titik didih 58 °C. Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone.

Pemurnian silikon anolog dengan hal tersebut. Pengotor yang ada akan terkonsentrasi pada bagian yang sedikit tersebut. Setelah leburan mengalami pembekuan maka akan diperoleh suatu batangan dimana salah satu ujung merupakan silikon paling murni sedangkan silikon yang lain merupakan silikon yang dipenuhi dengan pengotor atau bagian silikon yang paling tidak murni. Berdasarkan sifat koligatif larutan maka titik lebur silikon murni akan akan lebih tinggi dibanding titik lebur silikon yang tidak murni (bagian yang mengandung pengotor).Pada pemurnian zona batangan silikon tidak murni secara perlahan dilewatkan ke bawah melalui kumparan listrik pemanas yang terdapat pada zona lebur. Bagian yang tidak murni dan tidak murni dapat dipisahkan dengan cara pemotongan. . silikon murni di anggap sebagai pelarut sedangkan leburan silikon yang mengandung pengotor dianggap sebagai larutan. Selama permurnian zona berlangsung maka bagian bawah yang merupakan silikon murni akan bertambah banyak sedangkan bagian atas semakin sedikit. Seperti pada sifat koligatif larutan tentang pemurnian titik lebur larutan dimana titik lebut larutan adalah lebih rendah dibandingkan titik lebur pelarut murni. Walaupun demikian terkadang bagian yang paling murni dari silikon ada pada bagian atas sedangkan bagian yang paling tidak murni berada pada bagian bawah. Karena pemanasan maka batang silikon tidak murni akan mengalami peleburan. Hal ini menyebabkan pengotor cenderung mengumpul disilikon yang mengandung pengotor (bagian atas pada zona peleburan).

com/2010/10/04/pembuatan-pemurnian-silikon/ diakses tanggal 24 November 2010 .com/2010/10/04/semikonduktor/ diakses tanggal 24 November 2010 http://wanibesak.DAFTAR PUSTAKA http://wanibesak.wordpress.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful