BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL ©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.
EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :
Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q
PERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL
Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan • Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. • Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil. • Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. • Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. • Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll) • Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) • Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOL
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .
CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9
E

10
G

11
M

12
BF

13
B

14
LS

15
M

16
S

17
LT

18

Baru

EAS20110 DAFTAR ISI INFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .

.

................................................................. 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ................................................................1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI ...................................................................................................................................................................................................................................................................................1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS .............................................. 1-7 1 . 1-5 CIRCLIPS ............ 1-2 SISTIM FI ...........................1-4 GASKETS..................................... 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG................................................................................................................................................................... OIL SEALS DAN O-RINGS ..1-4 PENGGANTIAN SPARE PART..................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS .... 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN. 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ................................... 1-1 NOMOR SERI RANGKA .......................................................................................................................................................................................................................... 1-3 INFORMASI PENTING ...... 1-1 NOMOR SERI MESIN .............INFORMASI UMUM IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR ...............

1 EAS20160 NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase dibagian kiri bawah CATATAN: Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. 1 1-1 .IDENTIFIKASI EAS20130 IDENTIFIKASI EAS20140 NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk.

meningkatkan respon mesin. 7. 2. 3. Pada sistim karburator. berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan. sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan. maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. misalnya pada akselerasi. 10 9 1-2 . Crankshaft position sensor 1. mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. Sistim bahan bakar. 5. intake air pressure sensor.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS20170 TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11022 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar. 4. 6. deselerasi. model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut.bahan bakar yang optimal. 1 2 3 4 5 6 7 8 11 Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor. diukur dari volume udara dan bahan bakar. Meskipun udara yang masuk volumenya sama. intake air temperature sensor) 11. Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat. atau pengendaraan dengan beban berat. untuk menggantikan sistim karburator. 9. Pada sistim ini. tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan.. dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang. mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya. konsumsi bahan bakar yang lebih baik. Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi. 10. 8. adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara . perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor.

8. 2. 6. 35. Fuel system B. intakeair temperatur sensor.6 psi). Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU. Air system C. 4. 3. sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold.50 kg/cm². Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor 14. semakin banyak bahan bakar yang disuplai.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11023 FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. fuel passage terbuka. 11. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi). 9. 5. sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan. 13. intake air pressure sensor. Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal. 10. lean angle sensor dan coolant temperatur sensor. Control system 1-3 . crankshaft position sensor. Intake air pressure sensor A. Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2. Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector. 7. 12. berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor. semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. 5 2 3 8 4 6 1 9 11 12 13 14 10 7 1.

EAS20200 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS Setelah dibongkar. Jangan mengganti hanya salah satu bagian saja. dan tempatkan sesuai dengan urutan membongkar. tetapi kualitasnya jauh berbeda. jika kerjanya saling berpasangan. 3. dengan sisi baut. seals dan O-rings. fungsi dan penampilannya hampir sama. gantilah satu set. Pergunakan oli. 1-4 . yang disarankan Yamaha. PENGGANTIAN SUKU CADANG Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk penggantian semua spare part. hal ini akan sangat membantu dan mempercepat saat memasang. EAS20220 Oil Lidah/Lip Per/Spring Gemuk/Grease 4. pada bagian dalam dari seal. jika salah satu harus diganti. bersihkan semua suku-cadang. 3. lumasi semua permukaan singgung dengan oli. Setelah baut dikencangkan sesuai spesifikasi. Selama membongkar mesin. ganti semua komponen gaskets. 2. bersihkan terlebih dahulu semua kotoran yang menempel pada sepeda motor. dan bersihkan permukaan sambungan 2. 5. Pada saat melepas. ganti lock washer/plat “1” dan cotter pins. pemakaian suku cadang yang imitasi. pada bidang yang rata. misalnya gear. 4. 1. Pergunakan alat permbersih yang sesuai. dan gemuk. bengkokkan lock washer. Jauhklan semua komponen dari sumber panas.INFORMASI PENTING EAS20180 INFORMASI PENTING EAS20190 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR DAN MERAKIT 1. cylinder. dan cairan pembersih yang tersedia di pasaran lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7. perhatikan suku cadang yang kerjanya saling berpasangan. Sebelum dipasang. piston. OIL SEALS DAN O-RINGS 1. Sebelum melakukan pembongkaran. EAS20210 2. GASKETS. pada saat membongkar mesin. dan lumasi gemuk.

hal ini akan merusak permukaan singgung dari bearing. pastikan permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang berlawanan dengan arah gaya tekan “3” . begitu juga bagian luar dari bearing. selalu ganti dengan yang baru. (Clip piston hanya dapat digunakan sekali) pada sat memasang clip “1”. Untuk circlip piston. 1-5 .INFORMASI PENTING EAS20230 BEARING DAN SEAL OLI Pemasangan bearing dan seal oli. lumasi dengan oli sebelum dipasang. tanda huruf atau angka harus menghadap ke luar (tampak dari luar) “1”. sebelum digunakan kembali. lumasi bagian dalam dari seal oli dengan gemuk light coat of lithium-soap-based. ECA13300 PERHATIAN: Jangan memutar bearing dengan udara bertekanan. EAS20240 CIRCLIP Periksa semua Circlip.

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • jika tidak tersambung. Periksa: • Semua penyambungan kabel Sambungan kendor → perbaiki CATATAN: Jika pin pengait “1” telah rata.MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN EAS20250 MEMERIKSA SAMBUNGAN Periksa kabel. dari debu. Periksa: • Kabel • Coupler • Connector lembab → semprot dengan udara bertekanan karat/debu → Cabut dan pasang connector beberapa kali. • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna. 3. dan connector. 4. Periksa: • Sistim penyambungan (dengan pocket tester) 1-6 . yang ada di pasar. tekuk pin kearah atas. • jika memeriksa kabel bodi. kelembaban kandungan air. dll. Pasangkan: • Kabel • Coupler • Connector CATATAN: Pastikan semua penyambungan terpasang kuat 5. 1. Lepaskan: • Kabel • Coupler • Connector 2. pergunakan cairan pembersih. lakukan langkah pemeriksan tahap (1) hingga (3). couplers. karat. bersihklan terminal.

Nama Tool/No Tool. dan Canada. 8-69. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Illustrasi halaman untuk reverensi 1-6. 8-68. 8-70. 5-35. 8-35 Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 3-8 3-8 3-21. 8-71. nama Special tools. atau “ACC-”. dan pemasangan yang sempurna. 8-66. 8-59. “YU-”.S.A. 8-72. 4-46 1-7 . 8-73 3-4 Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 FI diagnostic tool 90890-03182 3-5. 8-65. selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan kesalahan dalam penggunaan alat. pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”. pembongkaran. 8-67. • Untuk negara lain. Nomor part. 8-61.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS EAS20260 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Alat-alat khusus dibawah ini. CATATAN: • Untuk U. 8-60. diperlukan untuk melakukan penyetelan. pergunakan awalan dengan nomor “90890-”. atau keduanya setiap negara berbeda Jika akan melakukan pemesanan. 8-64. lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor Tool T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Illustrasi Halaman untuk referensi 4-38. 5-22 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 Valve guide remover (ø4.5) 90890-04116 Valve guide remover (4. 5-22 5-18 1-8 .5 mm) YM-04116 5-17. 4-40 4-40 YM-A9409-7/YM-A5142-4 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 4-40 4-40 5-14 5-17.

5-63 1-9 .5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. 1215 90890-85505 (Three Bond No.5 mm) YM-04118 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 Illustrasi halaman untuk referensi 5-18 5-18 5-24 YU-01304 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B Yamaha bond No. 5-32 5-30 5-32.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Tool No. Valve guide installer (ø4.1215®) 5-30.5) 90890-04117 Valve guide installer (4. 5-31.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-41. 5-43 Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 5-41 5-65 Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 5-66 YU-90058/YU-90059 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 5-66 1-10 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-66 5-66 YM-91044 Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 6-3 YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 YU-33984 Mechanical seal installer 90890-04145 6-8 1-11 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool. Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Illustrasi Halaman untuk reverensi 6-8 7-6 Fuel pressure adapter 90890-03186 7-6 Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 7-12 8-68 8-72 1-12 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS 1-13 .

..........................................SPESIFIKASI SPESIFIKASI UMUM ................................................................................................................................................................................................................. 2-25 JALUR PELUMASAN OLI MESIN ... 2-12 TORSI PENGENCANGAN .....................................................................................2-15 SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM ..........................2-25 DIAGRAM PELUMASAN ................................................................... 2-20 BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS ........................2-33 2 .........................................................................................2-24 DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN..............2-2 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS.......2-15 TORSI PENGENCANGAN MESIN.............................................. 2-1 SPESIFIKASI MESIN .........................................................................................................................................................................................2-22 MESIN............................................................................................ 2-22 RANGKA/CHASSIS.2-9 SPESIFIKASI KELISTRIKAN ..................2-27 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN..........................2-31 JALUR KABEL ............................................................................................................................................................................................................2-16 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS ....................................................................

0 kg (452 lb) 2-1 .0 kg (276 lb) 205.5 in) 167 mm (6.SPESIFIKASI SECARA UMUM EAS20280 SPESIFIKASI SECARA UMUM Model Model Dimensi Panjang Lebar Tinggi Tinggi tempat duduk Jarak sumbu roda Jarak ketanah Kemampuan berbelok Berat Dengan oli dan bahan bakar Beban maksimum 3C11 2000 mm (78.9 in) 125.57 in) 2080 mm (81.7 in) 705 mm (27.8 in) 1035 mm (40.7 in) 790 mm (31.1 in) 1282 mm (50.

39–0.78 kgf/cm²) Sistim pendinginan Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) Kapasitas Radiator Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas atas) Tekana buka tutup radiator Tekanan Valve relief Thermostat Model/pabrikan 0.38 L (0.8 psi) (0.qt) 93.rumah pumpa Limit Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-danouter-rotor Limit Ketebalan Rotor Tekanan kerja buka Relief valve Pendingin cairan 4-langkah.15 mm (0.6 kPa (13.70 Imp.0071 in) 0.84 Imp.8 kgf/cm²) Electric starter dan kickstarter Regular unleaded (bensin tanpa timbal) 12.0024–0.00 L (1.25 L (0.17 US gal) (2.0051–0.qt) 0.26 US qt) (0.0071 in) 9.0 × 58.00 US qt) (0.05 kgf/cm²) 5YP/NIPPON THERMOSTAT 2-2 .93–1.22 US qt) (1.0059 in) 0.11 mm (0.40 :1 510 kPa (72.7–11.0098 in) 0.2–78.06–0.84 US qt) (0.0091 in) 0.qt) 1.95 L (1..40 US qt) (0.SPESIFIKASI MESIN EAS20290 SPESIFIKASI MESIN Mesin Tipe mesin Colume cylinder/Displacement Posisi cylinder Diameter × Langkah Perbandingan kompresi Tekanan kompresi standart Minimum–maximum Sistim starter Bahan bakar Bahan bakar yang disarankan Kapasitas tangki bensin Oli mesin Sistim pelumasan Tipe Oli mesin yang disarankan Kapasitas oli mesin Total keseluruhan Tanpa membuka saringan oli Dengan membuak saringan oli Filter oli Tipe filter oli Pompa Oli Tipe pompa oli Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Limit Kelonggaran Outer-rotor-ke.8 cm³ Cylinder tnggal 57.95–9.qt) 0.64 Imp.5 psi) (5.5–17.1 kgf/cm²) 440–580 kPa (62.23 mm (0.01 Imp.qt) 0.23 kgf/cm²) 4.06 US qt) (0.2–122.13–0.0 L (3.88 Imp.0043 in) 0.33 Imp.3917–0.18 mm (0.98 mm (0.22 Imp.7 mm (2. SOHC 149.9 kPa (0.4–5.24 × .4 kPa (5.18 mm (0.6–82.4 psi) (0.15 L (1.qt) Kertas/Paper Gear pump Kurang dari 0.5 psi) (4.gal) Basah SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG atau yang lebih tinggi dengan standart JASO MA 1.3929 in) 39.25 mm (0.7 psi) (0.79 L (0.31 in) 10.

9911 in) 24.1631 in) 25.94 in) Single suction centrifugal pump 1/2 (0.073–25.1749 in) 25.12 in) 198.80 in) 128.7–0.03 mm (0.1710 in) 29.842 mm (1.543 mm (1.042 mm (1.119 mm (0.500) NGK/CR8E DENSO/U24ESR-N 0.50 cm³ (0.1828 in) 29.0 mm (7.64 cu.30 °F) 95.1670–1.1788–1.5–83.90–10.0 mm (5.9871–0.9889 in) 24.973 mm (0.9850–0.942–30.9832 in) 29.743 mm (1.643–29.03 mm (0.028–0.919 mm (0.in) 0.5 °C (176.173 mm (0.8 mm (0.90–182.0 mm (0.04 in) 24.00 °F) 3.9810 in) A B Batas kebengkokan Camshaft 0.SPESIFIKASI MESIN Temperature klep terbuka Temperature klep terbuka penuh Tinggi angkat klep (terbuka penuh) Dimensi Radiator Lebar Tinggi Tebal Pompa air Tipe pompa air Perbandingan putaran Busi/Spark plug Pabrikan/model Pabrikan/model Celah busi Cylinder head Volume Batas kebengkokan 80.019–25.0 °C (203.60–0.031 in) 9.0012 in) 2-3 .0 mm (0.0012 in) Camshaft Sistim penggerak Dimensi Camshaft Masuk A Limit Masuk B Limit Buang A Limit Buang B Limit Rantai/Chain drive (kiri) 29.

10–0.985–10.512 mm (0.010–0.0013 in) 0.0039–0.90–1.0079–0.0354–0.0015 in) 2-4 .7717 in) 16.966–9.0004–0.10 mm (0.10 mm (0.500–4.SPESIFIKASI MESIN Rantai Timing Model/jumlah links System tensioner Rocker arm/as rocker arm Diameter dalam Rocker arm Limit Diameter luar As Rocker arm Limit Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm Limit Valve.3937 in) 10.3931–0.0197–0.037 mm (0.1746 in) 4.0842 in) 1.030 mm (0. valve seat.0433 in) 0.3928 in) 9.1768 in) 4. valve guide Kelonggaran klep (dingin) Masuk Buang Dimensi batang klep Diameter kepala A (masuk) Diametr kepala A (buang) SILENT CHAIN/96 Automatic 9.460–4.1756–0.90 mm (0.0197–0.0606–0.7638–0.950 mm (0.1762–0.3949 in) 9.50–0.90–1.08 mm (0.3924–0.0031 in) 0.1752 in) 4.40–19.1772–0.500–4.6732 in) A Lebar permukaan B (masuk) Lebar permukaan B (buang) 1.20–0.0004–0.450 mm (0.475–4.475 mm (0.50–0.009–0.0842 in) B Permukaan singgung C (masuk) Permukaan singgung C (buang) 0.490 mm (0.3917 in) 0.24 mm (0.1772–0.538–2.1776 in) 4.90–17.0094 in) 19.0 mm (0.138 mm (0.000 mm (0.1762 in) 4.6654–0.0354–0.138 mm (0.976 mm (0.512 mm (0.1776 in) 0.435 mm (0.034 mm (0.90 mm (0.14 mm (0.0433 in) C Sisa ketebalan kepala D (masuk) Sisa ketebalan kepala D (buang) 0.0055 in) 0.0354 in) 0.10 mm (0.538–2.0606–0.0354 in) D Diameter batang klep (masuk) Limit Diameter batang klep (buang) Limit Diameter dalam Valve guide (masuk) Diameter dalam valve guide (buang) Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 4.

0032 in) 0.73 kgf/mm) 23.30 mm (1.071 in) Arah lilitan per (masuk) Arah lilitan per (buang) Cylinder Diameter Batas ketirusan Batas keovalan Piston Kelonggaran Piston ke-cylinder Limit Diameter D Kekanan Kekanan 56.62 mm (1.100 mm (0.0004 in) Per klep/Valve spring Panjang bebas per (masuk) Limit Panjang bebas per (buang) Limit Panjang per terpasang (masuk) Panjang per terpasang (buang) Tekanan per K1 (masuk) Tekanan per K2 (masuk) Tekanan per K1 (buang) Tekanan per K2 (buang) Tekanan per kondisi terpasang (masuk) Tekanan per kondisi terpasang (buang) Batas kemiringan (masuk) Batas kemiringan (buang) 41.41 lb/in) (2.42 lbf) (14.5°/0.71 mm (1.8 mm (2.64 in) 39.71 mm (1.2435–2.56 in) 35.40 kgf/mm) 36.58 N/mm (208.965–56.58 N/mm (208.2437 in) 2-5 .5°/0.5°/1.54 N/mm (134.54 N/mm (134.87 lb/in) (3.SPESIFIKASI MESIN Limit Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) Limit Kebengkokan batang klep 0.87 lb/in) (3.0020 in) 0.0059 in) 56.0018 in) 0.8 mm (2.025–0.39 in) 35.080 mm (0.0010–0.73 kgf/mm) 140–162 N (31.40 kgf/mm) 36.52 kgf) 2.010 mm (0.52 kgf) 140–162 N (31.052 mm (0.64 in) 39.56 in) 41.0020 in) 0.41 lb/in) (2.5°/1.62 mm (1.42 lbf) (14.2427–2.0020 in) 0.010 mm (2.985–57.990 mm (2.30 mm (1.071 in) 2.15 mm (0.05 mm (0.0008–0.28–16.0039 in) 0.28–16.045 mm (0.47–36.05 mm (0.47–36.020–0.2445 in) 0.39 in) 23.

0016–0.0007 in) 0.0008–0.ke lubang Pin Piston Limit Ring piston Ring pertama Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.020–0.0276 in) 0.995–14.SPESIFIKASI MESIN Ketinggian pengukuran H 5.40 mm (0.0591 × 0.5529 in) 13.0039 in) Taper 0.068 mm (0.0039 in) 1.20 in) H D Offset Arah Offset Diameter lubang pin piston Limit Diameter luar Pin piston Limit Kelonggaran Pin Piston .0012–0.0026 in) 0.100 mm (0.80 × 2.100 mm (0.40 mm (0.0157 in) 0.065 mm (0.055 mm (0.52 mm (0.5510–0.0027 in) Barrel 0.018 mm (0.000 mm (0.0 mm (0.0098 in) 0.0315 × 0.0039–0.10–0.70 mm (0.002–14.0022 in) 0.0063 in) 2-6 .0787 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring oli Dimensions (B × T) 0.80 × 2.50 × 1.0315 × 0.5513–0.20–0.0827 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring kedua Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.0598 in) B T Celah ring (terpasang) Kelonggaran samping alur 0.0098 in) 0.25 mm (0.013 mm (0.0157 in) 0.00 mm (0.5512 in) 13.160 mm (0.5517 in) 14.25 mm (0.002–0.043 mm (0.0001–0.0098 in) Sisi pemasukan 14.0039–0.5502 in) 0.040–0 .030–0.975 mm (0.0079–0.10–0.10 mm (0.25 mm (0.

75 mm (0.0–15.45–1.53 in) 36.028 mm (0.030 mm (0.00 mm (1.SPESIFIKASI MESIN Connecting rod Small end inside diameter Poros engkol/Crankshaft Lebar A Batas kebengkokan C Kelonggaran samping Big end D Kelonggaran keatas Big end E 14.80 mm (0.0002–0.0006 in) C C E D A Balancer Metode penggerak Balancer Kopling/Clutch Tipe kopling Metode pelepasan kopling Gerak bebas tuas koplinmg Ketebalan Friction plate 3 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Friction plate 2 Batas keausan Jumlah plat ketebalan Friction plate 1 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Clutch plate Jumlah Plate Batas ketebalan Panjang bebas per kopling Panjang minimum Jumlah Per Batas kebengkokan push rod Transmisi Tipe Transmisi Sistim reduksi Primary Perbandingan reduksi Primary Sistim reduksi Secondary Perbandingan reduksi Secondary Pengoperasian Perbandingan ratio 1st Gear Basah.114–0.110 in) 1 buah 2.10 mm (0.80 mm (0.0 mm (0.0012 in) 0.110–0.042) Rantai/Chain drive 42/14 (3.80 mm (0.057–0. 34/12 (2.0197 in) Constant mesh 5-kecepatan roda gigi miring/Helical gear 73/24 (3.0079 in) 38.110 in) 3 buah 1.410 mm (0. cam push 10.74 mm (1.90–3.10 mm (0.0161 in) 0.10 mm (0.015–14.500 mm (0.90–3.5523 in) 47.833) 2-7 .069 in) 4 buah 0.114–0.0043–0.80 mm (1.890 in) 0.5518–0.888–1.59 in) 2.39–0.014 mm (0.95–48.90–3. multiple-disc Inner push.122 in) 2.122 in) 2.114–0.000) Pengoperasian kaki kiri.45 in) 4 buah 0.20 mm (0.110 in) 1 buah 2.004–0.122 in) 2.

SPESIFIKASI MESIN 2nd 3rd 4th 5th Kebengkokan maksimum Main axle Kebengkokan maksimum Drive axle Mekanisme perpindahan gigi Tipe Shift mechanism Ketebalan Shift fork-L Ketebalan Shift fork-C.0–5.00 °F) 3.300–1.957) 0. -R Kickstarter Tipe Kickstarter Decompresi Tipe Saringan udara Saringan udara Fuel injector Model/jumlah Throttle body Type/jumlah Pabrikan ID mark Ukuran Throttle valve Fuel injection sensor Tahanan Crankshaft position sensor Voltase Intake air pressure sensor Tahanan Intake air temperature sensor Tahanan Coolant temperature sensor Putaran langsam Putaran langsam mesin Temperatur air pendingin Temperatur Oli Gerak bebas handel gas 30/16 (1.500 r/min 85.00–203.143) 22/23 (0.12–0.3 kΩ 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) 1.2268–0.7–6.20 in) 2-8 .76–4.789–4.2319 in) 4.0012 in) 0.0012 in) Shift drum dan guide bar 5.0 °C (112.00 °F) 50.89 mm (0.0–70.875) 30/21 (1.0–95.03 mm (0.76–5.0 °C (185.32 kPa 5.89 mm (0.000 V pada 20.00–101.1925 in) Ratchet Kick synchronous Dry element 1100–87H10/1 AC28/1 MIKUNI 3C11 00 #50 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) 0.0 mm (0.429) 24/21 (1.00–158.1874–0.03 mm (0.

0 mm (0.04 in) 0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS EAS20300 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Rangka/Chassis Tipe Rangka/Frame Caster angle Trail Roda depan Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebongkokan keatas Batas kebengkokan ke samping Roda belakang Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebengkokan ke atas Batas kebengkokan ke samping Ban depan Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (depan) Ban belakang Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (belakang) Pressed backbone 26.04 in) 0.04 in) Dengan ban dalam 90/90–17M/C 49P IRC/NR72 DUNLOP/D102A 1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.0 mm (4.04 in) Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.75–17 41P IRC/NR72 DUNLOP/D102FA 1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.85 Aluminum 105.0 mm (0.0 mm (4.53 in) 1.00° 100.5 mm (0.0 mm (0.0 mm (0.94 in) Cast wheel 17 × 1.02 in) Cast wheel 17 × 1.00 kgf/cm²) Rem depan Tipe Pengoperasian Single disc brake Tangan kiri 2-9 .0 mm (3.60 Aluminum 115.00 kgf/cm²) Kondisi kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.5 mm (0.02 in) Dengan ban dalam 2.13 in) 1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.

55 kgf/mm) 0.15 Imp.8 mm (14.0–130.76 in) 70.05 in) 48.00 mm (0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Piringan rem depan Diameter disc × ketebalan Ketebalan minimum disc brake Kebengkokan minimum disc brake Ketebalan kampas rem (dalam) Limit Ketebalan kampas rem (luar) Limit Diameter dalam Master cylinder Diameter dalam Caliper cylinder Minyak rem yang dsarankan Rem belakang Tipe Pengoperasian Posisi pedal rem Gerak bebas pedal rem Rem tromol belakang Tipe rem tromol Diameter dalam rem tromol Limit Ketebalan sepatu rem Limit Panjang bebas per rem Panjang bebas per rem 2 Kemudi/Steering Tipe bearing kemudi/Steering Posisi penguncian kemudi (kiri) Posisi penguncian kemudi (kanan) Suspensi depan Tipe Tipe peredaman /shock absorber Gerakan roda depan Panjang bebas per fork Limit Panjang collar Panjang terpasang Tekanan per K1 Tekanan per K2 Langkah per K1 Langkah per K2 Diameter luar Inner tube Terdapat per tambahan Oli yang disarankan Kapasitas oli shock depan Ketinggian oli dari atas Suspensi belakang Tipe Tipe peredaman/shock absorber Pergerakan shock absorber belakang 245.8 mm (13.12 in) 131.0 mm (1.0–70.0 mm (2.36 kgf/mm) 5.3 mm (0.5 mm (0.32 in) 356.5 mm (14.16 in) 2.03 in) 11.0 mm (2.97 in) 2-10 .21 in) 0.0059 in) 5.0 cm³ (7.38 in) 20.03 in) 5.oz) 109.29 in) Lengan ayun (link suspension) Per/peredam oli 50.89 in) Ball dan angular bearing 43.0 mm (1.21 in) 0.99 lb/in) (0.3 mm (0.81 US oz) (8.0 mm (3.0° Telescopic fork Per/peredam oli 130.40 N/mm (30.08 in) 52.0 mm (1.77 in) 3.0 mm (0.0 mm (1.76–5.50 N/mm (19.16 in) 4.0° 43.40 mm × 2 (1.0 mm (5.12 in) 33.04 in) 88.0 mm (0.79–1.8 mm (0.00–2.30 in) Tidak Fork oil 10W atau yang sejajar 231.14 in) 0.0 mm (9.18 in) Leading.00 in × 2) DOT 3 atau DOT 4 Tromol/Drum brake Kaki kanan 35.15 mm (0.8 mm (0.43 in) 25.0–30.0 mm (5.0 × 4.12 in) 363.0 mm (5.0 mm (4. trailing 130.83 lb/in) (0.65 × 0.16 in) 3.0 mm (0.0 mm (0.46 in) 349.

56 in) 156.00 N/mm (502.97 in) Tidak 2.00–1.5 mm (6.57 in) 193.48 lb/in) (8.4 mm (0.5 mm (7.62 in) 2-11 .16 in) 88.0 mm (0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Panjang bebas per Panjang terpasang Tekanan per K1 Langkah per K1 Terdapat per tambahan Lengan ayun/Swingarm Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) Rantai penggerak Tipe/pabrikan Jumlah mata rantai Kekencangan rantai Panjang mata rantai15-mata (limit) 166.97 kgf/mm) 0.09 in) 428H/FSCM 120 20–40 mm (0.0–50.5 mm (6.79–1.

9 V 14. 3. SHINDENGEN INDONESIA 14. 35 W/35.35 Amper Halogen bulb 12 Volt.0 W/21.T.0 W × 1 12 Volt. watt × jumlah Lampu depan/Headlight Lampu posisi/Auxiliary light Lampu belakang / rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu Meter Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt Transistorized coil ignition (digital) Digital 5.64–12.0 mm (0.24 in) 2.16–2. 5.25 kΩ F3C1/MORIC 14.) Engine control unit Model/pabrikan Coil pengapian/Ignition coil Model/pabrikan Loncatan bunga api minimum Tahanan Primary coil Tahanan Secondary coil Spark plug cap Material Tahanan AC magneto Model/pabrikan Standard output Tahanan Stator coil Rectifier/regulator Tipe Regulator Model/pabrikan Voltase Regulator (DC) Kapasitas Rectifier Voltase Withstand Battery Model Voltase. kapasitas Pabrikan Amper pengisian 10 Jam Lampu depan/Headlight Tipe Bohlam Bohlam voltase.0°/1400 r/min 3C100/MORIC 2JN/MORIC 6.0 W × 1 12 Volt.75–6.1–14.4 W × 2 12 Volt.SPESIFIKASI KELISTRIKAN EAS20310 SPESIFIKASI KELISTRIKAN Voltase Voltase Sistim pengapian Sistim pengapian Tie penggerseran Saat pengapian/Ignition timing (Sblm. 3.0 V 160 W 5000 r/min 0.0 W × 1 12 Volt.7 W × 1 2-12 . 1.672 Ω pada 20 °C (68 °F) Semi conductor-short circuit 3C1/PT.448–0.A.M.0 V YTZ5S 12 Volt.0 W × 2 12 Volt.0 A 200. 5.0 W × 2 12 Volt.5 Ah PT YUASA BATTERY INDONESIA 0. 10. 10.96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Resin 3.64 Ω pada 20 °C (68 °F) 8.

6 mm (0.80 Ω pada 20 °C 97–107 dB/2 m Condenser FZ222SD/DENSO Tidak 75.0 kali/menit 10 W × 2+3.0 W × 1 14 V.0–66. self-canceling Frequensi kedip Watt Sender bahan bakar/Fuel sender Model/pabrikan Tahanan Sender unit (penuh) Tahanan Sender unit (kosong) Starting circuit cut-off relay Model/pabrikan Tahanan Coil Relay kipas Model/pabrikan 14 V. 3.LTD 4.0 Ω 3C1/OMRON 2-13 .17 oz) (400–600 gf) 17.92–5.0 W × 1 14 V.00 Ω Plane 1 buah UBH-F21/MITSUBA 1.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 3C1/OMRON 54.0 A 54.14 in) 3.11–21.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 90.0–100.28 in) 3.0 W × 1 14 V. 3.30–4. 3.0 W × 1 14 V.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Lampu indikator Lampu indikator netral Lampu indikator belok Lampu indikator lampu jauh Lampu peringatan temperatur mesin Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble Sistim kelistrikan starter Tipe Sistem Motor Starter Model/pabrikan Power output Tahanan Armature coil Panjang sikat/Brush overall length Limit Tekanan per brush Diameter commutator Limit Kedalaman alur comutator Starter relay Model/pabrikan Amper Tahanan Coil Klakson/Horn Tipe Klakson/Horn Jumlah Model/pabrikan Amper Maximum Tahanan Coil Kemampuan/Performance Relay sinyal belok Tipe Relay Model/pabrikan Terdapat.65 in) 1.0–95. 3.88 N (14..50 mm (0.5 Amper 4.4 W 3C1/PT. 3.0385 Ω 7.6 mm (0.69 in) 16.0 W × 1 Constant mesh 3C1/MORIC 0.0 mm (0.35 mm (0.00–66.0315–0.0–10.CHAO LONG CO.20 kW 0.05 in) 5TP/OMRON 50.

0 Ω 20.0–66.0 Amper 2-14 .SPESIFIKASI KELISTRIKAN Tahanan Coil Sekring/Fuse Sekring 54.

3 11 22 40 61 94 2-15 .TORSI PENGENCANGAN EAS00029 SPESIFIKASI PENGENCANGAN SECARA UMUM Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan standart sesuai ulir standart ISO.5 8. secara bertahap hingga batas torsi yang ditentukan.0 ft·lb 4. Untuk komponen dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuanketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini Untuk menghindari defleksi dari komponen yang dikencangkan dengan banyak baut.6 1. Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam suhu ruang. kencangkan dengan pola silang. A: Ukuran baut/mur B: Diameter luar ulir A (mur) B (baut) 10 mm 12 mm 14 mm 17 mm 19 mm 22 mm 6 mm 8 mm 10 mm 12 mm 14 mm 16 mm Torsi pengencangan secara umum Nm 6 15 30 55 85 130 m·kg 0.5 3.0 5.5 13.

2 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 15 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1. 5. 5.7 m·kg. 8.2 ft·lb) 7 Nm (0.9 ft·lb) 32 Nm (3.2 ft·lb) 12 Nm (1.4 ft·lb) 10 Nm (1.4 m·kg.8 ft·lb) LT LT LT LT LT LT 2-16 .2 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.2 ft·lb) 13 Nm (1. 7. 14 ft·lb) 8 Nm (0.2 ft·lb) Baut unit pompa air Baut penutup rumah pompa air Baut as Impeller retainer Baut penutup Thermostat Baut unit Pompa oli Baut penguras mesin Baut penutup saringan oli Baut oli baffle plate Baut manifold pemasukan Baut Injector Baut clem joint Throttle body Baut clem join rumah saringan Baut rumah Air filter Baut Resonator Mur pengunci (throttle cable) Mur knalpot Baut knalpot Baut protektor pipa knalpot M6 M6 M6 M6 M5 M35 M6 M6 M6 M6 M4 M4 M6 M6 M6 M8 M8 M6 3 4 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 10 Nm (1. 7.0 m·kg.2 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.2 m·kg. 7.1 ft·lb) 10 Nm (1.7 ft·lb) 2 Nm (0.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg. 7.2 m·kg.0 m·kg. 11 ft·lb) 7 Nm (0. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 30 Nm (3. 7.TORSI PENGENCANGAN EAS20340 TORSI PENGENCANGAN MESIN Bagian Baut Cylinder head Baut Cylinder head Busi/Spark plug Baut penutup cylinder head Baut unit Air cut-off valve Baut check oli Baut stud cylinder head (sisi pipa pembuangan) Baut penguras coolant Mur gear balancer driven Mur pengunci setelan klep Baut sprocket camshaft Baut camshaft retainer Baut Timing chain guide ukuran Jml ulir M8 M6 M10 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M5 M8 M6 M6 4 2 1 5 2 1 2 1 1 4 1 2 1 Torsi pengencangan 22 Nm (2. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.5 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 2.8 m·kg.0 m·kg.2 m·kg.1 ft·lb) 50 Nm (5. 23 ft·lb) 10 Nm (1. 5.0 m·kg. 1215 (Three bond 1215®) Keterangan E E Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1. 1. 7.7 m·kg.4 ft·lb) 10 Nm (1. 11 ft·lb) 20 Nm (2.2 ft·lb) 4 Nm (0. 7. 36 ft·lb) 7 Nm (0. 7.3 m·kg.0 m·kg. 7.0 m·kg.4 ft·lb) 2 Nm (0. 22 ft·lb) 7 Nm (0. 7.5 m·kg.2 ft·lb) Yamaha bond No. 5.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg. 5. 9.1 ft·lb) 15 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 7. 7.0 m·kg. 1.7 m·kg. 16 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.

5.7 ft·lb) 60 Nm (6.0 m·kg.9 m·kg.8 m·kg. 7.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut protector knalpot Baut Crankcase Baut penutup generator Baut penutup kopling Baut penutup sprocket Mur tuas Kickstarter Baut stoper tuas kickstarter Baut Starter clutch Baut guide ratchet gear Mur gear primary drive Baut per kopling Mur pengunci setelan kopling Mur clutch boss Mur pengunci setelan kopling Mur tuas kopling Baut holder tuas kopling Baut retainer drive sprocket Baut bearing retainer Baut Shift drum segment Baut stopper lever Baut stator coil Baut crankshaft position sensor Mur rotor generator Neutral switch Baut motor starter Sensor temperatur coolant ukuran Jml ulir M6 M6 M6 M6 M6 M12 M8 M6 M6 M12 M6 M6 M14 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M12 M10 M6 M12 2 12 8 10 2 1 2 3 2 1 4 1 1 1 1 1 2 2 1 1 3 2 1 1 2 1 Torsi pengencangan 8 Nm (0.4 m·kg.1 ft·lb) 12 Nm (1. 5.2 ft·lb) 70 Nm (7.0 m·kg. 5.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 8. 7.0 m·kg.0 m·kg. 14 ft·lb) 10 Nm (1.8 ft·lb) 70 Nm (7.7 m·kg. 8.2 m·kg. 36 ft·lb) 28 Nm (2. 7.8 m·kg.0 m·kg.8 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 13 ft·lb) LT Keterangan LT Stake LT LT LT LT LT 2-17 .1 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 7 Nm (0.8 m·kg. 7. 50 ft·lb) 9 Nm (0.0 m·kg.8 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.0 m·kg.7 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 43 ft·lb) 12 Nm (1. 5.5 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.2 ft·lb) 50 Nm (5.0 m·kg. 10 ft·lb) 12 Nm (1.2 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg. 6.0 m·kg.2 ft·lb) 18 Nm (1. 5. 7.7 ft·lb) 8 Nm (0. 20 ft·lb) 14 Nm (1. 8.7 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 7 Nm (0.2 m·kg. 50 ft·lb) 20 Nm (2.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 7. 7.

11 2.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut Cylinder head: 1 3 5 6 4 Urutan pengencangan baut penutup Generator : 2 1.7 5 9 8 9 4 2.10 Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling: 6 1.12 3.13 11 10 2-18 .6 5 7 8 4 9 3.

12 10 11 2-19 .6 7 8 5 4 3.13 A. crankcase kiri B. crankcase kanan 15 9 2.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut crankcase : A B 14 1.

9 m·kg.4 m·kg. 5.5 ft·lb) 48 Nm (4.3 m·kg. 32 ft·lb) 44 Nm (4. 5.3 m·kg. 35 ft·lb) 49 Nm (4.9 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.4 ft·lb) 35 Nm (3.9 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 26 Nm (2. 32 ft·lb) 80 Nm (8. 35 ft·lb) 49 Nm (4.3 m·kg. 58 ft·lb) 44 Nm (4. 25 ft·lb) 7 Nm (0. 17 ft·lb) See NOTE. 5. 35 ft·lb) 9 Nm (0. 32 ft·lb) 70 Nm (7. 4. 15 ft·lb) 30 Nm (3. 35 ft·lb) 13 Nm (1.5 m·kg.4 m·kg. See NOTE. 6. 43 ft·lb) 23 Nm (2. 32 ft·lb) 44 Nm (4.7 m·kg. 12 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.8 m·kg. 5. 7.0 m·kg. 22 ft·lb) 23 Nm (2.4 m·kg. 25 ft·lb) 60 Nm (6. 5.7 m·kg.1 ft·lb) 44 Nm (4.5 ft·lb) 49 Nm (4.6 m·kg. 5.4 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 21 Nm (2.6 m·kg.5 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 17 ft·lb) 6 Nm (0.1 ft·lb) 17 Nm (1. 19 ft·lb) 35 Nm (3.7 m·kg.0 m·kg.1 m·kg.TORSI PENGENCANGAN EAS20350 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS Bagian Baut Ignition coil Mur dudukan mesin (depan) Mur dudukan mesin (belakang bagian bawah) Mur dudukan mesin (belakang bagian atas) Baut fender belakang Bracket kunci jok Baut Rectifier/regulator Mur atas unit shock absorber belakang Mur as roda belakang Mur Relay arm Mur bagian bawah connecting arm unit schock absorber belakang Mur bawah unit schock absorber belakang Mur as pivot lengan ayun Baut penutup rantai Baut union selang rem Baut caliper rem depan Mur as roda depan Baut disc brake depan Baut bleeding (caliper rem depan) Baut holder rem depan Baut fender depan Mur ring kemudi (torsi pengencangan awal) Mur ring kemudi (torsi pengencangan akhir) Baut steering stem Mur unit Meter Rumah lampu depan dan mur unit sein Baut bracket unit Meter Baut kunci kontak Baut pin bracket atas Baut pin bracket bawah Baut cap fork depan Ukuran Jml ulir M6 M10 M10 M10 M6 M6 M6 M10 M14 M10 M10 M10 M12 M6 M10 M10 M12 M8 M7 M6 M6 M25 M25 M10 M6 M8 M6 M6 M8 M10 M30 2 1 1 1 6 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 5 1 1 4 1 1 1 3 2 4 2 2 2 2 Torsi pengencangan 9 Nm (0. 6. LT Keterangan LS LS LS LS LS LS LS 2-20 .9 m·kg.3 ft·lb) 7 Nm (0.5 m·kg.9 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 9 Nm (0.7 m·kg.9 m·kg. 50 ft·lb) 10 Nm (1. 9. 6.7 m·kg.7 m·kg.

Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1.8m-kg 35 ft. 13 ft·lb) 19 Nm (1. 2.3 ft·lb) 6 Nm (0. 7.1 ft·lb) 7 Nm (0. 4. 13 ft·lb) 10 Nm (1. 5.1 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.6 m·kg.pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm (4. Untuk mengencangkan mur steering.4 ft·lb) dengan kunci torsi 2-21 .1 ft·lb) 26 Nm (2. 31 ft·lb) 10 Nm (1.dan baut panel belakang Baut Grab bar Baut reservoir collant Baut Radiator Baut kipas radiator Baut ujung Grip Baut holder master cylinder remdepan Baut holder tangkai memudi atas Baut tuas rem depan Mur tuas rem depan Mur plat sepatu rem. 32 ft·lb) Keterangan LT 1.2 ft·lb) 7 Nm (0.3 m·kg.7 m·kg.1 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) 45 Nm (4. 5. 5. 7. 22 ft·lb) 44 Nm (4.lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan. 32 ft·lb) 10 Nm (1.3 ft·lb) 19 Nm (1.1 ft·lb) 43 Nm (4. 5. 5. 5.4 m·kg.9 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.7 m·kg. 19 ft·lb) 6 Nm (0.9 m·kg. 7.3 m·kg.7 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.0 m·kg.0 m·kg. dan batang torsi rem belakang Batang torsi rem belakang mur lengan ayun Baut camshaft tuas rem Baut panel depan Baut penutup samping Mur sprocket roda belakang Baut pedal rem Baut Footrest kanan dan plat heel kanan Baut pedal pemindah gigi Baut plat Heel Baut standart samping CATATAN: Ukuran Jml ulir M10 M6 M6 M6 M6 M6 M5 M6 M6 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M8 M6 M6 M8 M8 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M6 M8 M10 2 4 1 2 2 2 6 2 2 4 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 1 4 2 6 1 1 1 4 1 Torsi pengencangan 23 Nm (2.2 ft·lb) 30 Nm (3.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut Damper rod Baut bracket unit sein depan dan unit meter Baut Horn Baut tangki dan frame Baut bracket tangki dan rangka Tangki bensin dan baut bracket tangki bensin Baut retainer pompa bensin Baut penutup samping belakang Penutup samping belakang. 5.7 m·kg. 9.9 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 7.1 ft·lb) 10 Nm (1. 19 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 26 Nm (2. 17 ft·lb) 7 Nm (0. 7.7 m·kg.2 ft·lb) 8 Nm (0. 5. 7.1 ft·lb) 7 Nm (0. 4.2 ft·lb) 4 Nm (0.0 m·kg.7 m·kg. 7.5 m·kg. 5.1 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg.8 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.8 m·kg.3 m·kg.7 m·kg. 5.6 m·kg. 2.4 m·kg.0 m·kg.6 m·kg.

Piston rings. Camshaft lobes Decompression cam Valve stem seal Valve stem (pemasukan dan pembuangan) Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) As Rocker arm Rocker arm permukaan bagian dalam Pin tuas Decompression Seal oli (clutch cover) Oil pump driven gear Rotor pompa oli (masuk dan keluar) Ratchet gear dan kickstarter gear Permukaan dalam Kickstarter idle gear Kickstarter Permukaan dalam Starter clutch idle gear As Starter clutch idle gear Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface Starter clutch rollers Tuas Clutch lever Bagian dalam Primary driven gear Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball Mur Clutch boss dan lock washer contact surface Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar Shift forks dan shift fork guide bar Shift drum Shift shaft LS Jenis pelumas LS E E E E E M E M M M E M M E E E M E E E E E E E E E E M E E E 2-22 . dan permukaan dalam cylinder Bagian dalam balancer driven gear .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20360 BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS EAS20370 MESIN/ENGINE Bagian yang dilumas Seal oli bagian dalam Bearings O-rings Baut cylinder head dan washers Connecting rod big end thrust surface Piston.

BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS Bagian yang dilumas Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator Jenis pelumas Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No.1215®) Yamaha bond No.1215®) Yamaha bond No.1215®) Permukaan sambungan Crankcase Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 2-23 .

Pijakan kaki pembonceng Engsel pedal pemindah gigi Mur dan Baut dudukan mesin Jenis pelumas LS LS LS LS LS LS LS S S S S S LS LS S LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS E 2-24 .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20380 RANGKA/CHASSIS Bagian yang dilumas Seal oli roda depan Permukaan luar as roda depan Permukan dalam Speedometer gear unit Seal oli hub roda belakang Permukan dalam hub roda belakang Permukaan luar as roda belakang Ulir Mur as roda belakang. Camshaft rem belakang Engsel pedal rem Engsel tuas rem Pin as engsel rem Bracket caliper rem bagian dalam. Rumah kabel handel gas bagian dalam Ujung kabel kopling Permukaan dalam baut as tuas rem Bearing kemudi Seal debu steering/emudi Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) Seal Oli (relay arm dan swingarm) Collars (relay arm dan swingarm) As pivot dan ulir mur Permukaan luar as Pivot Permukaan luar bushing Swingarm Penutup debu Swingarm Engsel standart tengah Engsel standart samping Engsel pijakan kaki pembonceng.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN EAS20390 JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20400 JALUR ALIRAN OLI MESIN 4 2 3 1 5 6 2-25 .

4. 2. 6. Pompa Oli Elemen saringan oli Crankshaft Camshaft As Utama/Main axle As penggerak/Drive axle 2-26 .JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 5. 3.

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20410 DIAGRAM PELUMASAN 1 2 3 A 4 5 6 7 2-27 .

7.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 2. 3. Tuas penekan kopling/Clutch push lever Main axle Drive axle Crankshaft Saringan oli/Oil filter Unit pompa oli Saringan oli strainer Ke arah cylinder head 2-28 . 4. A. 5. 6.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 1 2 3 4 2-29 .

4.JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 1. 3. 2. Camshaft Crankshaft As utama/Main axle As penggerakDrive axle 2-30 .

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 4 6 2-31 .

4. 7. 6. 2. 5. 3.DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1. Reservoir air pendingin/Coolant reservoir Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose Radiator Pompa air/Water pump Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose 2-32 .

JALUR KABEL EAS20430 JALUR KABEL C 6 A 1 6 8 9 14 6 15 14 12 A 8 B 2 3 4 H B-B I 7 6 A 5 5 4 14 4 14 3 G 8 13 6 6 5 12 13 6 F 9 12 11 E 2 10 D B B 15 9 17 16 11 2-33 .

kabel kunci kontak. C. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. Kabel kunci kontak/Main switch 13. dan kabel switch tangkai kemudikiri. 17. Masukkan kabel kopling kedalam guide. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan. Kabel Speedometer 11. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7. A. 15. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. kabel lampu switch rem depan. Masukkan kabel bodi. dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. Kabel unit meter. Kable kopling 9. Kabel lampu sein depan kanan 14. Kabel klakson/Horn 2. Ikat kabel tangkai kemudi kanan. Kabel switch kopling 8. 2-34 . Masukkan kabel speedometer kedalam guide. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan. Kabel bodi/Wire harness 12. D. H.JALUR KABEL 1. dan kabel tangkai kemudi kanan. Selang rem depan 3. B. I. Kabel gas/Throttle cable 4. Kabel kunci kontak. Kabel lampu senja/lampu posisi.dan kabel switch tangkai kemudi kanan. kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. Kabel lampu depan/Headlight. 16. Kabel lampu sein depan kiri 10. E. kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Kabel switch lampu rem depan 5. kabel switch rem depan. F. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri.

JALUR KABEL 12 C 10 11 5 4 A-A B-B C-C 11 10 12 B B A 7 8 9 1 2 3 4 5 6 6 A C C A B 2-35 .

2-36 . Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6. Kabel Busi/Spark plug 9. C. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah.JALUR KABEL 1. Kabel bodi/Wire harness 4. Selang rem depan A. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Selang reservoir air pendingin 3. Selang vacum Air induction system 10. Ignition coil 8. Kabel switch lampu rem depan 12. Throttle body 2. Kabel gas/Throttle cable 7. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11. dan bracket lampu depan. Masukkan kabel bodi kedalam guide. Selang pemasukan Radiator 5. B.

JALUR KABEL 1 2 3 B A 5 4 2-37 .

Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie. 2-38 . 4. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie. 2.JALUR KABEL 1. kabel motor starter. 3. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. B. Ikat kabel bodi/ wire harness. ECU (engine control unit) Condenser Kabel bodi/Wire harness Kabel Starter motor Switch lampu rem belakang A. 5.

JALUR KABEL 3 2 4 A-A A A 3 4 1 5 A 6 B B 7 B A 11 10 9 8 2-39 .

Kabel unit Throttle body sensor 11. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9. Kabel Klakson/Horn 2. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator. Kebel switch neutral 10. Kabel gas/Throttle cable 5. Selang tangki reservoir 8. 2-40 . Kabel speedometer A.JALUR KABEL 1. Guide kabel kopling B. Kabel bodi 7. Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Kabel kopling 6. Selang rem depan 3.

JALUR KABEL 6 5 4 1 2 A 3 7 8 B E C F 10 9 A D A 2-41 .

Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. B. Kabel kunci tempat duduk 6. Kabel lampu sein kiri belakang. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. D. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil. kabel neutral switch. Kabel lampu belakang/rem 7. Rectifier/regulator 5. dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat.57 in) 2-42 . Kabel bodi/Wire harness 2. Kabel switch Neutral 10. C. Battery 4. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. Kabel Negative battery 3. F. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah. 8. Selang pernafasan tangki reservoir 9. 40 mm (1. E.JALUR KABEL 1.

JALUR KABEL I 1 A B A-A 16 1 15 2 3 14 4 C H 5 D 13 6 12 7 A 11 10 8 E A G 9 F 2-43 .

Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16. C. Kabel Bus/Spark plug 15. Kabel coolant temperature sensor 4. Selang vacuum Air induction system 6. Selang pernafasan Coolant reservoir 11. Kabel Fuel injector 9. Lebih dari 30 mm (1. Kabel kopling A. Selang tangki reservoir 2. H. Kabel unit Throttle body sensor 13. Kabel gas/Throttle cable 5. Kabel motor kipas Radiator 3. 2-44 .18 in). Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system . B. Ikat kabel bodi dengan holder. G. Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. E. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat. dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0. Kabel pompa bahan bakar 8.JALUR KABEL 1. Kabel FID (fast idle solenoid) 12. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct. Kabel Ignition coil 14. Air intake duct 10.20 in) dari ujung pengikat I. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame. F. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. D. Kabel bodi/Wire harness 7. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik.

JALUR KABEL B A 18 19 17 D 16 15 1 2 3 4 C 20 2 B 5 21 14 E B 6 A 7 13 5 F 12 4 8 C A 9 B-B 10 9 G H I J 11 11 10 C 2-45 .

D. dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay. B. Battery 18. Kabel negative battery 17. Box sekring/Fuse box 3. ECU (engine control unit) 7. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor. Kabel positive battery 2. Relay motor kipas radiator 8. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi. Kabel starter motor 20. Pasang box sekring. I. seperti pada gambar illustrasi. Condenser 5. Starting circuit cut-off relay 9. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. Kabel starter relay 19. C. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Karet band pengikat Battery A. H. G. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender. dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Kabel sinyal sein belakang kiri 12. Kabel sinyal sein belakang kanan 10.JALUR KABEL 1. Ke arah depan 2-46 . Relay sinyal belok 13. Pasang battery. Kabel lampu belakang/rem 11. Kabel kunci jok/Seat lock 14. Rectifier/regulator 15. E. Lean angle sensor 4. Starter relay 16. dan tepatkan connector pada posisi. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Kabel box sekring/Fuse box 21. J.

JALUR KABEL 2-47 .

...................................................................................................................................................3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING..................... 3-21 MEMERIKSA BAN ......PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA ........................................3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN ..............3-23 .............................................................. 3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN....................... 3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ......3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME ............. 3-14 RANGKA/CHASSIS .................................................. 3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN.......................3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN ...................................................................................3-22 MEMERIKSA RODA .................................................. MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL ............................................................................................................................................................................................................................................................................... 3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG...................... 3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA.........3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM...................................................................................3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI.....................................................................................................3-17 MENYETEL REM BELAKANG .......................................... 3-14 MENGGANTI COOLANT...............................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING................................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH ............................................................. 3-1 MESIN ............................. 3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG..3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING............ 3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD.............3-19 MELUMASI RANTAI .....................................................................................................3-24 MELUMASI PEDAL REM .................................................3-1 PENDAHULUAN ...................... 3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA ........................................ 3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI .......... 3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ...................3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT .............................................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM ............................................................................................................................ 3-6 MEMERIKSA BUSI ..................................................................................................................................................................................................................................................3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS .3-24 3 ......... 3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP ....... 3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN ..................................................................................................................................... 3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG ................................ 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING ............ 3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM............................................................................................................... 3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN.3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD . 3-9 MENGGANTI OLI MESIN ....................................3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI........... 3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ........................................................

......................................................... 3-25 ........ 3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN.............. 3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY.........................................................................................................................SISTIM KELISTRIKAN .................................... 3-25 MEMERIKSA SEKRING........................................... 3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN .......

.

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0. dan umur sepeda motor akan lebih panjang. ketinggian minyak rem. √ Setiap 24000 km setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan √ √ √ √ √ 13 Rantai penggerak 14 * Bearing kemudi 15 * Sambungan rangka 16 Strandart samping. 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja.PERAWATAN BERKALA EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti. • Periksa kelurusan dan keretakan. akan menjamin operasional. dan kebocoran. Baut pengikat dan sekrup. dan setel gerak bebas pedal rem.5 3 6 9 12 TAHUNAN √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 * Saluran bahan bakar 2 Busi/Spark plug 6 * Rem depan Jika kondisi harus diganti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem 9 * Roda 10 * Ban 11 * Bearing roda 12 * Lengan ayun/Swingarm Setiap 4 tahun • Periksa kondisi bearing.engsel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN • Periksa selang bensin dari keretakan. Tambah angin jika diperlukan. • Ganti. • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional. 3-1 . • Ganti. Standart tengah Setiap 24000 km √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 * Fork depan 18 * Unit Shock absorber Suspensi belakang. • Ganti. • Setel. engsel. • Ganti sepatu rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan.• Periksa cara kerja. termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl". Mekanik harus menguasai seluruh bab ini. • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai. • Periksa cara kerja. re. connecting arm 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin. 3 * Klep/Valves 4 5 Element saringan udara Kopling/clutch • Periksa kelonggaran klep • setel . • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. 19 * lay arm . • Periksa cara kerja. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice. • Periksa cara kerja. • Periksa cara kerja dan gerak samping. • Ganti kampas rem . • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. terpasangdengan kencang. EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO. • • • • Periksa kedalaman alur ban Ganti jika diperlukan. • Lumasi. • Bersihkan. • Pastikan Mur. dan biaya perawatan sepeda motor. maupun sepeda motor yang baru. • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. Periksa tekanan angin ban.

dan jika perlu tambahkan minyak rem. atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 3-2 . • Periksa baut klem dari kekendoran. • Setiap dua tahun. dan kebocoran selang. • Ganti selang rem setiap empat tahun. jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. • Pemeriksaan harian. • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT.5 3 6 9 12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Setiap 3 tahun √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ NO. • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas. • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh 21 22 Oli mesin Elemen saringan Oli 23 * Sistim pendinginan 24 * 25 26 * Switch rem depan dan rem belakang Komponen yang bergerak dan kabel Alur rumah handel gas dan kabel 27 * Air induction system 28 29 * Knalpot dan pipa knalpot Saklar lampu dan saklar sinyal EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada. reed valve. ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper. dan ganti minyak rem dengan yang baru. • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. • Lumasi. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran • Ganti. • Periksa cara kerja. • ganti jika retak-retak dan bocor. • Periksa air cut-off valve.PERAWATAN BERKALA PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN TAHUNAN 0. • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas.

Setel: • Celah/kelonggaran klep.0039–0. pada saat langkah kompresi. Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. 4. harus dalam kondisi mesin dingin.10–0. a. • Pada saat mengukur celah klep.20–0.24 mm (0.0055 in) Buang 0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Mengukur celah klep. Kendorkan mur pengunci “1”. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing. 3. posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA). • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.MESIN EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini. 2. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel. 6. CATATAN: Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0. Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. Putar crankshaft ke arah kiri. b. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-3 . 1.0094 in) a.14 mm (0. Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” b a c. 1 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. jika akan melakukan penyetelan klep. diluar spesifikasi → setel. • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. b. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel. atau pada temperatur ruang. d.0079–0.

Jika celah klep berubah. Setel: • Putaran langsam mesin d. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi. 3-4 . Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring Baru ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) T. • Cap Busi/Spark plug cap 10.1 ft·lb) MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. Angkat bagian depan tangki. 1. • Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi. 2. Periksa kembali celah klep e.300–1. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. R. (Selang bensin jangan dicabut. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7. Periksa: • Putaran langsam mesin. lakukan kembali langkah penyetelan klep. 5. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS20610 Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 • Tahan baut penyetel.) 4. a b 3 • Gasket penutup cylinder head Baru • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 3. hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai. 9.MESIN 8.7 m·kg. Pasang : 1 2 c. Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0.500 r/min 6. diluar spesifikasi → Setel Putaran langsam mesin 1. 7. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. dan tekanan kompresi dalam kondisi standart. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. saringan udara harus dalam kondisi bersih.

3-5 .Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 8. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”.20 in) EAS20600 3 FI Diagnostic Tool 2 DIAG 1 6. 11. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool. Tekan tombol “MODE”. tekan tombol "MODE" 8. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4. dan putar kunci konyak kerah “ON”. dan selanjutnya setel volume gas buang 1. 3. 2. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”. Gerak bebas handel gas 3.12–0. ECA3C11023 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.0–5. “1”. Lepaskan: • Digital tachometer 9.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. 7. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG". CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. Pasang: • FI diagnostic tool “2” PERHATIAN: Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna.MESIN a. hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9.0 mm (0. Hidupkan mesin. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Kearah “b” Putaran langsam berkurang. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 10. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM FI diagnostic tool 90890-03182 1 a b 2 1 Kearah “a” Putaran langsam bertambah. Battery harus dalam kondisi terisi penuh.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel. CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body.Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Lepaskan: • FI diagnostic tool 14.Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15. EAS20660 1 a b 2 CATATAN: MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”.MESIN Gerak bebas handel gas 3. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. Setel: • Gerak bebas handel gas MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 10. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Tangkai kemudi a.0 mm (0. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator. c.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih. Kencangkan Mur pengunci Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah.0–5. Geser karet penutup setelan “1” b. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi. Kendorkan mur pengunci “2”.20 in) FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 2. 3-6 . CATATAN: Setelan sisi Throttle bodi a. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi.12–0. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”. b. 11. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13. c. 12.

Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi. Kembalikan posisi karet penutup setelan. R. EAS20700 T.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.4 ft·lb) MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1. b 1 a 3 2 Celah busi 0.028–0. Kencangkan mur pengunci e. Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3. EWA12930 PERINGATAN Setelah menyetel gerak bebas handel gas. agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi. 1. bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. dan putaran mesin tetap stabil LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20690 8. Buka: • Busi/Spark plug ECA13330 CATATAN: Sebelum memasang busi. Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 5. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna. hidupkan mesin. pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian. dengan udara bertekanan. Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal.8 mm (0. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti. 9.7–0. dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri. putih ke abu-abuan 6. Buka: • Baut cap Timing mark “1” 1 3-7 . pastikan kabel gas tidak tertarik. dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat. PERHATIAN: Sebelum melepas busi.MESIN 7.031 in) d. Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. 2.3 m·kg. 9. bersihkan lubang dikitar busi. 4. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang: • Cap Busi 10.

tenaga mesin akan berkurang.) 8. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. Angkat tangki bensin bagian depan. 1 5. 3. Lepaskan: • Busi/Spark plug ECA3C11007 PERHATIAN: Sebelum melepas busi. 3. Pasang: • Compression gauge “1” Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 a b CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3-8 . Angkat bagian depan tangki. Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian. (selang bensin jangan dilepaskan. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart. dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 8.MESIN 2. (Selang bensin jangan dicabut.500 r/min b.300–1. 7. dan selanjutnya matikan mesin. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi.) 4. pemakaian bensin boros. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Putaran langsam mesin 1. dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 6. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1. bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan. 6. Buka: • Cap Busi 5. 2. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. 4.

1 Lebih tinggi dibanding. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum. T. hingga tekanan kompresi stabil. 10. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. Putar kunci kontak ke “ON”. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d). atau yang lebih tinggi. (dan lihat tabel dibawah) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 13. Hidupkan mesin untuk beberapa saat. 9. putar mesin. d. periksa cylinder head.1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”.4 ft·lb) 1 9.Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. Gasket cylinder head atau Sama dengan tanpa oli Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 1 b a Tipe Oli : Tingkatan oli yang disarankan SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG JASO standard MA. R. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli. dan selanjutnya matikan mesin.MESIN • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3-9 .Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14.Buka: • Compression gauge 11.3 m·kg. b. dan tidak bertambah lagi. c.8 kgf/cm²) a. 12.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.4–5.5 psi) (4. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”. Klep. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1. ada endapan carbon → Bersihkan. masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar. kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon.ring piston aus atau kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki Piston. Dengan handel gas terbuka penuh. Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72.6–82.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi.5 psi) (5. 3. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum.

15 L (1. Periksa kembali ketinggian oli mesin. Hidupkan mesin beberapa saat. Pasang element filter dan penutup element filter. 4. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli. Hidupkan mesin beberapa saat.qt) 5 4 3 2 2 Dengan membuka element filter oli : 1.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 4.22 US qt) (1. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. T. dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli. lalu matikan. Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7. agar oli mengendap.88 Imp. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5. Tempatkan nampan dibawah mesin.00 L (1.2 m·kg. a. ikuti prosedur di bawah ini.0 m·kg.qt) Tanpa membuka element filter oli : 0. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring Baru • Baut penguras mesin Baut penguras mesin 32 Nm (3. tunggu beberapa saat. Baut penutup element filter oli 10 Nm (1. 3.Hidupkan mesin beberapa saat. 7. 23 ft·lb) T. Pasang O-ring baru “3”. Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”.00 US qt) (0.95 L (1.2 ft·lb) MENGGANTI OLI MESIN 1. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan.84 Imp.MESIN ECA3C11024 PERHATIAN: Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase. dan matikan. 1 8.06 US qt) (0. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10. b. untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. 11. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) Kapasitas oli Kapasitas total 1.01 Imp. EAS20810 2 Baru 3 1 c. 2. 5. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-10 .qt) 9. tunggu beberapa saat. R. R.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. Periksa jalur aliran oli. lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin . element filter oli. Gerak bebas kabel kopling 10.39–0. Kendorkan mur pengunci “2”.7 m·kg. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”.1 ft·lb) 3 a b d. Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0.MESIN 12. R. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan.59 in) T. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 1 2 b. Setelan pada sisi mesin a. dari kerusakan atau kebocoran. b. dari penyetelan sisi tangkai kemudi. pompa oli.Periksa: • Tekanan aliran oli a.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9. setelah masalah ditemukan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. Kendorkan mur pengunci “1”. c. dan periksa kembali aliran oli e. Hidupkan mesin dalam kondisi langsam. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 3-11 . Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. 5. c. matikan mesin dan periksa penyebabnya. d. dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat. Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. Singkap karet penutup setelan “1” b. Kencangkan mur pengunci e. 13. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli.0–15. Setel : • Gerak bebas kabel kopling Setelan pada sisi tangkai kemudi a. jika tidak ada oli yang keluar. Hidupkan mesin kembali.0 mm (0.

a b 2 1 1 c. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan kerusakan mesin. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. 6. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara T. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) ECA3C11025 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara. 2.MESIN 3. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti.5 ft·lb) 4. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 5. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body. EAS3C11007 1 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. pada rumah saringan. dan panas mesin yang berlebihan / overheating. Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti. bersihkan saringan udara. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. PERHATIAN: 1 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang. R. 6. Jika terdapat debu dan air. 2. 1. CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna. dan indikator debu. Kencangkan mur pengunci Mur pengunci 9 Nm (0. rumah saringan udara. 3-12 .9 m·kg.

2. 1 3 EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 3-13 . • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. R. EAS21030 1 3. 3. Sambungan kendor → perbaiki. 1.0 m·kg. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” Mur knalpot 15 Nm (1. EAS21080 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. EAS21050 4 4 2 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2 1 3. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pada jalur yang benar.5 m·kg. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki. 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2. 1 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.4 ft·lb) T.MESIN ECA14920 PERHATIAN: Pastikan jalur selang pernafasan mesin. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.

• Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. atau coolant yang disarankan. 3-14 . Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. jika tidak tersedia. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. 2. pergunakan air yang bersih.MESIN EAS21120 2. atau asam. buka penutup samping kiri. tunggu beberapa saat agar air mengendap. • Pergunakan hanya air destilasi. pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 4. 2. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. a b 4 2 5 1 3 1 3. Jika penambahan dengan air. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan periksa kandungan coolant. EAS21130 ECA13470 PERHATIAN: • Tambahkan air. Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. Buka: • Tutup radiator “1” Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin.

5.Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga Baru ) Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0. ikuti petunjuk berikut ini. EWA13040 . sambil ditekan kedalam.25 L (0. Pasang: • Reservoir coolant Baut reservoir coolant 7 Nm (0.1 ft·lb) 11.70 Imp.7 m·Kg. 4. dan mengakibatkan kecelakaan yang serius.79 L (0. T. Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5. 3-15 .qt) Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya. dan lepaskan tutup radiator. sekali lagi kearah kiri. cuci dengan air. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6.26 US qt) (0.MESIN 3 2 1 EWA13030 PERINGATAN Air didalam radiator yang panas. untuk membuka tutup radiator. untuk itu hati-hati dalam penanganannya.22 Imp.qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” PERINGATAN • Jika coolant terpecik ke mata.1 ft·lb) 9.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0. dan secara perlahan. Pasang: • Selang reservoir coolant 10. Jika radiator telah dingin.7 m·Kg. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator. dan segera bawa ke dokter.84 US qt) (0. putar tutup radiator. Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 7. 5. untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar. 3. putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8. R. . mempunyai tekanan yang tinggi.

jika air destilasi tidak tersedia. 17. 3-16 .Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 Jika coolant tertelan.9 9 9Jika coolant menyiram pakaian.Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) a 14. MESIN 18. 9Pergunakan hanya air destilasi. dan selanjutnya matikan mesin. 9Jangan mencampur antara dua tipe coolant 12. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant. biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin mengendap. dapat mengakibatkan mual.Hidupkan mesin beberapa saat. • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam.Pasang: • Radiator cap 13. 16. untuk itu segera bawa kedokter. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat. periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan. jika hal ini terpaksa dilakukan. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. segera bersihkan dan cuci dengan air.

Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman.18 in) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor. jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir. Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a a 2. EAS21250 3.0 mm (0. 3-17 . air akan memperendah titik didih. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan. segera bersihkan dengan kain lap. untuk itu. dalam posisi tegak lurus. pe makaian minyak rem yang kurang bagus. harus sama dengan minyak rem yang telah ada. dan pemampuan pengereman yang buruk. MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: MENYETEL REM BELAKANG 1. • Pada saat penambahan minyak rem. CATATAN: PERHATIAN Setelah menyetel gerak bebas pedal rem. • Penambahan minyak rem. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart. dan menimbulkan gelembung gelembung udara. dalam posisi lurus 2.RANGKA/CHASSIS EAS21140 EAS21240 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. Setel: • Gerak bebas pedal rem a. pastikan posisi tangki reservoir minyak rem. Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18. Gerak bebas pedal rem 20. Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM EWA13090 PERINGATAN • Pergunakan minyak rem yang disarankan.. akan mengakibatkan kerusakan seal karet. pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel.0–30.79–1. dan cat. ECA13540 a b 1 PERHATIAN: ECA3C11018 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik.

Operasikan pedal rem belakang. Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM EWA13100 PERINGATAN Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic • Membuka atau mengganti selang rem. Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set.RANGKA/CHASSIS 1. Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2. Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang a. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. • Minyak rem terlalu rendah 3-18 . 2 1 1 EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14. Tarik tuas rem. Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2. pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat. lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. 2. 4. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. 1. 2. sebelum rem bekerja.

2. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 T. 2 PERINGATAN 1 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. EWA13110 PERINGATAN Setelah melakukan tindakan bleeding. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. periksa kemampuan pengereman LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM k. CATATAN: d. j. ECA13550 cPERHATIAN Apabila kekencangan rantai terlalu kencang. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. 9 Jika mengalami kesulitan. h. dan tekanan dalam sistim rem akan keluar. 3-19 . dan suku cadang lainnya. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem a. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi 1. b. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai.3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. R. i. ikat dan jangan dilepaskan. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”. biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap. harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai. Tarik secara perlahan. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi Baut bleeding 6 Nm (0. dan angkat roda belakang dari tanah. dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama. Tarik secara penuh tuas rem. tuas rem beberapa kali. 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara. dan lepaskan ikatan tuas rem. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. ikat tuas rem pada tangkai kemudi. Kencangkan baut bleeding. dan udara keatas. dan jika rantai terputus. agar gelembung udara mengalir keatas. Kendorkan baut bleeding CATATAN: 1 Kendorkan baut bleeding. untuk menghindari bahaya terbalik. akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan. akan berakibat udara masuk pada sistim rem.RANGAK/CHASSIS • Pengereman tidak maksimal 1. akan membebani mesin. 4. pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan.6 m·kg. e. f. Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” g.

Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel. 1 CATATAN : 2 Untuk menjamin kelurusan roda. 58 ft·lb) g. T. untuk menghindari bahaya terbalik. Setel : • Kekencangan rantai a. khususnya. Kencangkan mur batang torsi rem Mur batang torsi 19 Nm (1.57 in) CATATAN: 5. d. 4. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah. Kendorkan mur as roda belakang “4” Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Kekencangan rantai 20–40 mm (0. R. maka akan cepat mengalami keausan. dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head. Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. samakan posisi kedua plat penyetel. EAS21450 Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. Kencangkan mur as roda 3-20 .RANGKA/CHASSIS 2. Jika rantai tidak dirawat dengan benar. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN b a 5 4 3 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. e.. 13 ft·lb) h. pada daerah yang berdebu. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan.79–1. dan keringkan dengan kain lap. 2. Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang. R. Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga. c. 3. kanan dan kiri f. T. lumasi dengan oli mesin.0 m·kg. Mur as roda belakang 80 Nm (8. hingga roda depan terangkat dari tanah. sehingga perlu perawatan yang teratur. khusus untuk rantai tanpa -O-ring. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. satu dengan yang lainnya. Lepaskan cotter pin “2” Kendorkan mur batang torsi “3”. EWA13130 PERINGATAN Selalu pergunakan cotter pin yang baru. Pasangkan cotter pin. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1. b.9 m·kg. atau pelumas rantai.

CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”.8 m·kg. 35 ft·lb) MEMERIKSA FORK DEPAN 1. Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti T. dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench. Pasang mur ring atas “2”. untuk menghindari bahaya terbalik. jika terasa berat. dan periksa bearing atas dan bearing bawah. Buka lock washer “1”. h. R. jangan terlalu kencang Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1. atau ke kiri. EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 4. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”.4 ft·lb) T. dan tepatkan alur antar kedua ring nut. lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e. EWA13140 PERINGATAN Pengencangan mur bawah. lepaskan bracket kemudi bawah.3 m·kg. mur ring atas "2". dengan cara membelokkan kemudi kekanan. jika perlu tahan ring mur bawah. 3. Setel: • Kemudi/Steering head a. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. 2. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. dan washer karet “3”.RANGKA/CHASSIS c. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” halaman 4-43. R. g. Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh. Pasangkan mur ring atas dengan tangan. b. Pasang washer karet “3”. EAS21530 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4. 9. Periksa kelancaran gerak kemudi. f. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM d. 3-21 .

Kedalaman alur 2. dapat mengakibatkan kecelakaan. tarik tuas rem. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. barang bawaan. • Pengoperasian melebihi beban maksimum. sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban EWA3C11010 PERINGATAN • Pemeriksaan angin ban. dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4.04 in) Batas keausan (belakang) 1. Jika alur ban sudah dalam batas keausan. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban. 1. dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi. berkendara dengan ban yang buruk. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN Sangat berbahaya. 2.00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205.RANGKA/CHASSIS • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3. Dinding samping 3.0 mm (0. 1. pengendara. untuk melakukan pemeriksaan ban.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1. dan kecepatan sepeda motor. aksesoris. dan keatas beberapa kali. barang bawaan.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. Tegakkan sepeda motor. dan aksesoris EWA13190 EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini. harus disesuaikan deberat beban dari penumpang.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) 3-22 . ganti ban dengan yang baru. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1. pembonceng. Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.0 mm (0.

Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha Ban depan Ukuran 2. untuk pemeriksaan roda. bersamaan. Ban depan B. tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban. untuk itu.75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini. pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna. sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. atau setelah dibongkar. pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi. ban belakang CATATAN: Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam EWA14090 dengan ban dalam / tidak Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban.RANGKA/CHASSIS PERINGATAN 9Jangan menggunakan ban tubless. dengan pelek bukan tubless. dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit. PERINGATAN Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd. maka untuk mengganti ban luar. tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti. dalam keadaan darurat. 1. bawaan dari pabrik. pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor. A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A PERINGATAN 9 Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. hal ini bisa dilakukan. 9Sehabis mengganti ban dalam. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti 3-23 . kencangkan mur pengunci klep udara "1" 9 A. 9 Jika menggunakan ban dalam. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set. • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil.

RANGKA/CHASSIS EWA13260 PERINGATAN Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel. Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. dan komponen yang bergerak. untuk itu. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based CATATAN: MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Arahkan kabel mengarah ke atas. EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi. lakukan tindakan balancing roda. 3-24 . Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. EAS3C11041 Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan. akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS21720 CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar. EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini. 1. ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel. EWA13270 PERINGATAN MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21730 Kerusakan kabel bagian luar.

Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. Buka: • Lensa lampu depan “1” Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain.SISTIM KELISTRIKAN EAS21750 EWA13320 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 PERINGATAN MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. dan tangan anda. dan efek penyinaran akan menjadi buruk. Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah 2 3 4. Pasang: • Penutup bohlam 7. pada holder lampu depan. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1. PERHATIAN: MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Pasang: • Bohlam lampu Baru Pasangkan bohlam lampu pengganti. bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner. EAS21770 Pada umumnya lampu depan. Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” b 4 1 a 3-25 . dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar. 1 2. Buka: • Penutup bohlam “3” 6. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”. hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek. Sambung: • Coupler kabel lampu 8.

...............................................................................................................................................................4-6 MEMASANG RODA DEPAN........4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)...........................4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) .............................4-13 REM DEPAN..............................................4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ....4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN .......................................... 4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA ............................................................................................. 4-4 MELEPAS RODA DEPAN....................4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG.................................................................................................................4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI ................................. 4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN...................................4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN.......................................................... 4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG..................................... 4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI ..... 4-3 RODA DEPAN............... 4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG ................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI ... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) .............................. 4-7 MEMASANG RODA DEPAN.....................................................................RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM ..............................................................................................................................................................................................................4-21 MERAKIT CALIPER R E M D E P A N ...................................................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER ..............4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN.................................................................. 4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN ............4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN .................................................4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN...................................................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG. 4-8 RODA BELAKANG.........4-23 REM BELAKANG .............................................. 4-14 PENDAHULUAN.............................................................................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN .........................................................................................................................................................................4-32 4 ................................................................................................................................................................................................... 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN .................................................................................4-28 TANGKAI KEMUDI ...................4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN ........ 4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG ...............4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N ........................................................................................................................4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG .......................

..4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM.................4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN..................................................4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN ......................4-49 MEMASANG RELAY ARM.............................................................................................. 4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM ................................................................4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ..............................4-57 ....................................................................... 4-55 MEMERIKSA RANTAI ..........................................................................................................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM.............................................................................................................................................. 4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH.............................................. 4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD ......................................................................4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG....................................................................................................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN.......4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM............................................................................................GARPU DEPAN...................................................................................................................................... 4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ......4-56 MEMASANG RANTAI ............. 4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD .......4-53 RANTAI PENGGERAK...........................................4-41 KEMUDI/STEERING HEAD....................................4-39 MERAKIT GARPU DEPAN...............................................4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG................... 4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM .......4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ....................................................................................................

.

1 ft • Ib) Nama komponen Panel depan kiri Panel depan kanan Tempat duduk/jok Pegangan pembonceng Panel belakang Penutup samping kiri Penutup samping kanan Penutup samping kiri Penutup samping kanan 8 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Nm (0. 5. 4 7 7 Nm (0.1 ft • Ib) R. R. 5. R. T.RANGKA UMUM EAS21830 RANGKA UMUM Membuka tempat duduk dan covers 7 Nm (0.1 ft • Ib) T. 3 5 9 26 Nm (2.7 m • kg.1 ft • Ib) 7 Nm (0. 4-1 . 5. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 R.7 m • kg. R.1 ft • Ib) T.7 m • kg.7 m • kg. T. R.6 m • kg. T. 5. 19 ft • Ib) T.7 m • kg. 6 2 1 7 Nm (0. 5. Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

Nomor R.2 ft • Ib) T. 7.4 ft • Ib) 10 Nm (1.RANGKA UMUM Melepas rumah saringan udara 1 2 7 4 3 2 Nm (0. T.2 ft • Ib) lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1. R.0 m • kg. 6 5 Nama komponen Tempat duduk/penutup samping dan kanan Tangki bensin 1 2 3 4 5 6 7 Rumah saringan udara Saringan udara Baut klem joint rumah saringan udaraAir Rumah saringan udara Selang pernafasan cylinder head Selang Air induction system (rumah saringan udara ke joint 3 cabang ) Silincer Air filter case 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah 10 Nm (1.2 m • kg.0 m • kg. Keterangan 4-2 . R. Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas T. 7. 1. Kendorkan.

Pasanmg: • Klem joint rumah saringan udara CATATAN: Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah saringan udara dengan slot “b” pada klem joint a b 4-3 .RANGKA UMUM EAS3C11027 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA 1.

kebalikan dari prosedur melepas 4-4 . 3 LT 1 2 LS 60 Nm (6.0 m • kg. 43 ft • Ib) T.RODA DEPAN EAS21870 RODA DEPAN Melepas roda depan dan disc brake 23 Nm (2. 17 ft • Ib) LS (5 6 7 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 Kabel speedometer Mur as roda depan As roda depan Roda depan Gear unit speedometer Collar Disc brake ( T. R.3 m • kg. 5 4 Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. R.

4-5 .RODA DEPAN Melepas roda depan LS Baru 1 2 3 4 Nomor 1 2 3 4 Seal oli Bearing Spacer Bearing Komponen yang d iilepas Jumlah 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

0 mm (0. 4-6 .04 in) kebengkokan ke arah samping 0. Angkat: • Roda depan CATATAN: Sanggah sepeda motor dengan penyanggah hingga roda depan terangkat dari tanah. Buka: • Seal oli • Bearing roda a.5 mm (0. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. 3. Periksa: • Ban • Roda depan Rusak/Aus → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. 2. EAS21910 PERINGATAN Jangan membengkokkan as roda yang bengkok.RODA DEPAN EAS21890 MELEPAS RODA DEPAN 1. 3. tempatkan kain"2" diantara obeng dan hub. pada saat roda depan dilepas. Ukur: • Kebengkokan ke arah atas “1” • Kebengkokan ke arah bawah “2” Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti kebengkokan ke arah atas 1. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller. Bersihkan bagian luar dari hub roda depan b.02 in) c. Buka seal oli “1” dengan obeng minus CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM untuk menjaga agar hub tidak rusak. Periksa: • As roda Gelindingkan as roda pada meja datar bengkok → Ganti EWA13460 Jangan menarik tuas rem depan. Lepas: • Roda depan • Gear unit speedometer • Collar CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21920 MEMERIKSA RODA DEPAN 1. MEMBONGKAR RODA DEPAN 1.

CATATAN: c. Lepaskan roda e. • Pada saat menyetel keseimbangan/balance roda. Lepas: • Pemberat/balancer yang ada 2. Pasang: • Bearing roda • Seal oli Baru a. Pada saat roda berhenti. Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti posisi pada gambar. beri tanda “X1” pada bagian bawah roda MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MERAKIT RODA DEPAN 1. • Seal oli Aus/bocor → Ganti LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21970 MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/ BALANCE CATATAN: • Setelah mengganti ban. d. Putar: • Roda depan secara perlahan CATATAN: Tempatkan roda depan pada. penekanan hanya boleh pada outer race “3”. alat balancer EAS21940 MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER 1. Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian luar/outer race dari bearing dan seal oli. Periksa: • Unit gear speedometer Bengkok/rusak/aus → Ganti EAS21960 a. 4-7 . atau keduanya roda harus disetel keseimbangannya/ balance. Putar roda depan b. dengan prosedur kebalikan dari melepas ECA3C11009 Baru MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Penekanan pemasangan jangan sampai menekan inner race“1” atau ball “2”. roda. disc brake harus terpasang. Pada saat roda berhenti.RODA DEPAN 4. 1. Pasang bearing baru dan seal oli. beri tanda “X 2” pada bagian bawah roda. Periksa: • Bearing roda Bearing roda longgar atau macet → Ganti bearing roda.

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RODA DEPAN (DISC) 1. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betulbetul seimbang/ balance. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pada gambar. dan pastikan titik berat jatuh merata disemua bagian. berikan pemberat yang berlawanan dari tanda LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL b. c. Periksa: • Keseimbagngan roda depan 4-8 . 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Kencangkan baut piringan rem. R. Setel: • Keseimbangan roda depan a. Jika titik berat tidak merata. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21990 3. Pasang: • Disc rem depan Baut disc rem depan 23 Nm (2. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu. d. Jika keseimbangan masih belum merata. Putar roda depan beberapa kali. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM f. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali hingga roda dapat berhenti di berbagai titik secara merata g. T. CATATAN: Mulai dengan pemberat yang ringan b. Pasang: • Roda depan 4. Lumasi: • As roda/Wheel axle • Lidah seal oli • Gear unit speedometer Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. ulangi langkah balancer kembali. pasang kembali pemberat.RODA DEPAN a. Periksa: • Piringan rem depan lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM DEPAN” halaman 4-19. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang berlawanan dengan tanda “X”. 3. dengan pola silang.3 m·kg.

43 ft·lb) T.0 m·kg. 5.RODA D EPAN CATATAN: EWA3C11009 Pasang roda dengan tanda arah panah “1” kearah putaran roda. R. 6. tekan tangkai kemudi kebawah beberapa kali. Pasang: • Gear unit speedometer CATATAN: Pastikan "nok" pada gear unit speedometer masuk pada alur yang terdapat pada hub roda. dan periksa apakah shock absorber dapat menekan kembali (rebound) dengan sempurna. a b 7. PERINGATAN Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar ECA14140 PERHATIAN: Sebelum mengencangkan mur as roda. Kencangkan: • As roda As roda 60 Nm (6. Pasang: • Roda depan CATATAN: Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer masuk kedalam alur “b” pada outer tube. 4-9 .

kebalikan dari prosedur melepas 4-10 . R. 9 12 4 1 11 6 LS 8 10 Baru 2 5 3 8 7 10 19 Nm (1.9 m • kg. 58 ft • Ib) 9 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 .RODA BELAKANG EAS22020 RODA BELAKANG melepas roda belakang dan sepatu rem 80 Nm (8. 13 ft • Ib) LS T. Komponen yang dilepas Mur penyetel pedal rem belakang Batang rem Per Pin Batang torsi rem Mur as roda belakang As roda belakang Plat penyetel rantai Collar Collar Roda belakang Sepatu rem Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. T R.0 m • kg.

R. 7. kebalikan dari prosedur melepas 4-11 . LS S 7 8 7 43 Nm (4. 6 5 6 2 (6) 3 Baru 4 LS 1 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Sprocket roda belakang Collar Seal oli Bearing Hub roda belakang Damper hub roda belakang Bearing Spacer Jumlah 1 1 1 1 1 4 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. R.2 ft • Ib) S T.0 m • kg.RODA BELAKANG Membongkar roda belakang 10 Nm (1.3 m • kg. 31 ft • Ib) T.

Lepas baut pengunci pada sprocket roda belakang. dan sprocket belakang satu set. periksa: • Hub roda belakang retak/aus → Ganti • Damper hub roda belakang Pecah/mengecil → Ganti EAS22120 Tekan kebawah pedal rem. Sprocket roda belakang MEMERIKSA RODA BELAKANG 1. c. untuk melepas pin dari batang rem. Mur sprocket roda belakang 43 Nm (4. Unjung gear bengkok → Ganti rantai. EAS22090 b. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: 3. dengan tulisan pada sprocket menghadap ke luar. EAS22110 Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar dan angkat roda belakang 2. Periksa: • Ban • Roda belakang Risak/Aus/Retak → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. sprocket depan. Periksa: • Sprocket roda belakang Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti rantai. 2. 4-12 . Buka: • Mur penyetel rem belakang “1” • Batang rem “2” • Per/Spring “3” • Pin “4” CATATAN: MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG 1. khususnya pada permukaan singgung dengan sprocket. Ganti: • Sprocket roda belakang a. sprocket depan. Periksa: • As roda • Roda belakang • Bearing roda • Seal oli lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. Lepas: • rem belakang CATATAN: 3 Tekan roda belakang ke depan. 31 ft·lb) MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: • Pasang sprocket roda belakang. Bersihkan hub roda belakang. b. Ukur : • Keolengan roda kearah atas • Keolengan roda ke arah samping lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. dan sprocket belakang satu set. R. 2 1 4 3.RODA BELAKANG EAS22060 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL) 1. dan lepaskan rantai dari gear sprocket. 2.3 m·kg. Pasang sprocket roda yang baru. MEMERIKA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG 1. T. Roller rantai 2. Kondisi bagus 1.

0 mm (0. Setel: • kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19.0 m·kg. 58 ft·lb) 6.79–1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS22180 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) 1. Pasang : • Sprocket roda belakang lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12 3. Setel : • Gerak bebas pedal rem lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL RODA BELAKANG” halaman 3-17.RODA BELAKANG • Kencangkan mur pengunci pada tempatnya dengan pola silang.0–30. Gerak bebas pedal rem 20. R.57 in) 5. Lumasi : • As roda • Bearing roda Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. Kekencangan rantai 20–40 mm (0.18 in) T.79–1. 4-13 . Lumasi: • Seal oli Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Kencangkan: • Mur roda belakang Mur roda belakang 80 Nm (8.

REM DEPAN
EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

1 2

3 2
T.

Nomor

1 2 3 4 5 6 7

R.

5 4

7

6
Komponen yang dilepas Jumlah

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas caliper rem depan. Holder selang rem Baut caliper rem depan Caliper rem depan Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem depan Per kampas rem 1 2 1 2 1 2 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas

T.

R.

Keterangan

4-14

REM DEPAN
Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.

2 1 11

3 5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

4

T.

R.

S

10 Baru 8 7 9

12 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)

T.

R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

Nomor

.
R.

Komponen yang dilepas Minyak rem

Jumlah

Keterangan Kuras minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kaca spion Tutup reservoir master cylinder rem Holder diaphragma reservoir master cylinder Plat diaphragma reservoir master cylinder Plate Swirch lampu rem depan Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem Tuas rem Holder master cylinder rem depan Master cylinder rem depan

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-15

REM DEPAN
Membongkar master cylinder rem depan

5

4 Baru

3 2 Baru 1

Nomor 1 2 3 4 5

Komponen yang dilepas Pelindung debu/Dust boot Circlip Washer Kit master cylinder rem Bodi master cylinder rem

Jumlah 1 1 1 1 1

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-16

REM DEPAN
Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.

T.

R.

5 1 4

2 Baru 3 6

5

Nomor

T.

1 2 3 4 5 6

R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Komponen yang dilepas

Minyak rem Holder selang rem Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem depan Baut caliper rem depan Caliper rem depan 1 1 2 1 2 1

R.

Jumlah

Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas caliper rem depan Kurasrem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4-17

REM DEPAN
Membongkar caliper rem depan

7 1 1 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

2

8

9 Baru 4
S

10 Baru

8
BF

S

9 Baru 10 Baru

S

5 3
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar caliper rem depan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem Per kampas rem Bracket caliper rem Bodi caliper rem Baut bleeding/buang angin Piston caliper rem Seal piston caliper rem Seal debu caliper rem 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 Untuk merakit, kebalikan dari prosedur memebongkar

4-18

REM DEPAN
EAS22220

PENDAHULUAN
EWA 14100

PERINGATAN

Komponen bagian dalam disc brake, jarang sekali dilakukan pembongkaran Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan dan perawatan : 9Jangan melakukan pembongkaran, jika tidak diperlukan. 9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan bagian dalam dan isi minyak rem, pada batas yang telah ditentukan, setelah itu, lakukan bleeding/buang udara. 9Jangan menggunakan cairan pembersih, untuk membersihkan komponen dalam. 9Untuk pencucian komponen bagian dalam pergunakan minyak rem. 9Minyak rem dapat merusak plastik dan permukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika minyak rem menyentuh plastik dan cat. 9Hindari mata anda dari percikan minyak rem, ini akan mengakibatkan luka yang serius TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA TERKENA PERCIKAN MINYAK REM 9Rendam dengan air selama 15 menit dan, segera bawa kedokter untuk pengobatan
EAS22230

a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah di bawah hingga roda depan terangkat b. Sebelum memerika keolengan piringan rem gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan gerak bebas roda c. Lepas caliper rem. d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan piringan rem. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in) dari garis luar piringan. 4. Ukur: • Ketebalan piringan rem Ukur ketebalan piringan dengan berbagai lokasi pengukuran. diluar spesifikasi → Ganti

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Ketebalan piringan rem 3,5 mm (0,14 in) 5. Setel : • Kebengkokan piringan rem a. Buka baut pengikat piringan b. Geser piringan rem, dengan satu lubang c. Pasang piringan rem Baut piringan rem depan 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb) LOCTITE®
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 1. Lepas: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. 2. Periksa: • Piringan rem Aus/oleng → Ganti 3. Ukur: • Kebengkokan piringan rem diluar spesifikasi → perbaiki /ganti

CATATAN:

Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan pola silang.

T.

R.

Kebengkokan piringan rem 0,15 mm (0,0059 in)

4-19

REM DEPAN
2. Pasang: • Kampas rem • Per kampas rem
CATATAN:

Menggantianti kampas rem baru harus diikuti dengan mengganti per kampas rem satu set. a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang yang lain pada penampung.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

d. Ukur kebengkokan piringan rem. e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi proses semula hingga didapat keolengan piringan rem sesuai spesifikasi. f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi ganti piringan rem.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

6. Pasang: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260

MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN
CATATAN :

b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston caliper pada rem caliper dengan jari. c. Kencangkan baut bleeding baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu membuka selang rem atau membongkar caliper rem.
T.

R.

1. Ukur: • Keausan kampas rem “a” diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu set. Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in) Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in)

d. Pasang kampas rem baru dan per kampas rem yang baru satu set.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

3. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem hingga batas maksimum. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.

a

a

4. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara pada sistim rem hydraulic. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20

REM DEPAN
EAS22290

MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:

b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS22380

Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak rem dari sistim hydraulic rem 1. Buka: • Baut union selang rem. • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:

MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN Jadwal anjuran penggantian komponen rem hydraulic Kampas rem Seal piston Seal debu Selang rem Minyak rem Jika sudah aus Setiap dua tahun Setiap dua tahun Setiap empat tahun Setiap dua tahun, dan setiap membongkar sistim pengereman

Masukkan ujung selang rem, kedalam penampung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati.
EAS22320

MEMEBONGKAR CALIPER REM 1. buka: • Piston caliper rem “1” • Seal piston caliper rem “2” • Seal debu caliper rem “3”

1. Periksa: • Piston caliper rem “1” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem • Caliper cylinder rem “2” Baret/aus → Ganti unit caliper rem. • Bodi caliper rem “3” retrak/rusak → Ganti unit caliper rem

1 2 3 1 2
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston dari caliper rem.
EWA13550

• Jalur aliran minyak rem (Bodi caliper rem) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

EWA3C11012

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

Setiap membongkar caliper rem, ganti seal piston dan seal debu.

PERINGATAN

3

• Bungkus caliper piston dengan kain lap. untuk menghindari piston melejit keluar, tiup dengan udara bertekanan dari lubang nepel. • Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

2

2

1
2. Periksa: • Bracket caliper rem. Retak/rusak → Ganti

a

4-21

REM DEPAN
EAS22400

ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
WARNING

9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan minyak rem yang baru. 9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk membersihkan komponen bagian dalam, hal ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 9Jika membongkar caliper rem, ganti seal piston, seal debu, caliper rem dengan yang baru.

3. Pasang : • Per kampas rem • Kampas rem • Caliper rem • Holder selang rem Baut caliper rem 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb) Holder selang rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
EAS22420

lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN” halaman 4-20. 4. Isi: • Reservoir master cylinder rem (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
PERINGATAN

T.

R.

MEMASANG CALIPER REM DEPAN 1. Pasang: • Caliper rem (sementara) • Washer tembaga Baru • Selang rem • Baut union selang rem Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33.
ECA14170

PERHATIAN :

Pada saat memasang selang rem pada caliper rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" menyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper rem.

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

2. Lepas: • Caliper rem

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem 5. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 6. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah batas minimum “a” → Isi dengan munyak rem yang disarankan, lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN REM” halaman 3-17.

b a 1

4-22

REM DEPAN
EAS22500

a

MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Periksa: • Master cylinder rem “1” rusak/retak/aus → Ganti • Jalur aliran minyak rem “2” (pada bodi master cylinder) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

7. Periksa: • Pengoperasian tuas rem terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara / bleeding sistim pengereman. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

1

2

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN
CATATAN:

Sebelum melepas master cylinder rem depan, kuras minyak rem, dari semua sistim pengereman. 1. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1”
CATATAN:

Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan yang terdapat pada master cylinder.

2. Periksa: • Kit master cylinder rusak/retak/aus → Ganti 3. Periksa: • Reservoir master cylinder rem retak/rusak → Ganti • Diaphragma reservoir master cylinder rusak/sobek → Ganti 4. Periksa: • Selang rem retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN
EWA13520

PERINGATAN

• Sebelum merakit komponen master cylinder bagian dalam, bersihkan komponen dengan minyak rem yang baru. • Jangan menggunakan cairan pencuci lain selain minyak rem. 2. Buka: • Baut union selang rem • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:
EAS22530

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Pasang: • Master cylinder rem “1” • Holder master cylinder rem “2” Baut holder master cylinder rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan penampung dibawah master cylinder dan di ujung selang rem.

T.

R.

4-23

REM DEPAN
CATATAN:

• Pasang holder master cylinder rem, dengan tanda “UP” menghadap ke atas • Tepatkan sambungan holder master cylinder, dengan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi • Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah

3. Isi: • Reservoir master cylinder (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak rem yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT4
EWA 13540

1

PERINGATAN

UP

a
2. Pasang: • Washer tembaga“1” Baru • Selang rem “2” • Baut union selang rem “3” Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

2

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara. lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
CATATAN:

• Pasang selang rem, pada master cylinder dengan sudut pemasangan, seperti terlihat pada gambar. • Dengan menahan selang rem pada posisi ini, kencangkan baut union selang rem. • Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan selang rem tidak menyentuh komponen yang lain (misalnya kabel, roda, kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen part yang terbuat dari plastik, untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
4. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18. 5. Periksa: • Ketinggian minyak rem Pada batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM" halaman 3-17.

a

1 Baru 3 2
60–80˚

6. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Buang udara /bleding hydraulic rem

4-24

4-25 .REM DEPAN lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

5 6 2 LS 1 S 2 43 Nm (4. 7.0 m • kg.3 m • kg. R. R. (6) Baru LS Nomor komponen yang dilepas Unit sepatu rem Jumlah Keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.REM BELAKANG EAS22550 REM BELAKANG Membongkar sepatu rem 3 4 10 Nm (1.2 ft • Ib) S T. 1 2 3 4 5 6 Sepatu rem Per sepatu rem Tuas cam rem Indikator keausan sepatu rem Camshaft rem Plat sepatu rem 2 2 1 1 1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas 4-26 . 31 ft • Ib) T.

bersihkan permukaan dengan kain lap 2.16 in) Limit 2.12 in) Limit 131. Periksa: • Permukaan dalam tromol rem ada kandungan oli → bersihkan bersihkan kandungan oli.0 mm (5.16 in) 1 a b.0 mm (0. 7. 4-27 .kg. Jangan sampai terdapat kandungan oli dan gemuk pada permukaan kampas rem.2 ft.0 mm (0. Retak-retak → Perbaiki gosok permukaan dengan amplas halus 5.REM BELAKANG EAS22681 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. jika ketebalan kampas rem sudah mendekati batas keausan 3.0 m.08 in) 4. Ukur : • Ketebalan kampas sepatu rem “a” diluar spesifikasi → Ganti Ketebalan kampas rem 4.0 mm (5. dengan tanda marking “a” seperti posisi pada gambar MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM R. Pasang camshaft rem. dengan kain yang dibasahi thinner. Periksa: • Camshaft rem Ruask/aus → Ganti EAS22690 MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG 1. Ganti sepatu rem satu set. Ukur: • Diameter dalam tromol rem “a” diluar spesifikasi → ganti roda Diametr dalam tromol rem 130.lb) a. Masukkan nok “b” indikator keausan rem dengan alur yang terdapat pada as camshaft. CATATAN: Baut tuas camshaft rem 10 Nm (1. Periksa: • Kampas sepatu rem Permukaan licin → perbaiki gosok permukaan kampas rem dengan amplas CATATAN: a Setelah mengamplas permukaan kampas rem. Pasang: • Camshaft rem “1” • Indikator keausan sepatu rem “2” • Tuas camshaft rem “3” EWA3C11004 PERINGATAN T.

4-28 . rubah posisi tuas camshaft rem.REM BELAKANG Baru 1 A S A B c. pada tuas rem jika mendekati garis batas keausan. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi. 2. • Jangan sampai per terlepas pada saat pemasangan. Periksa: • Gerak bebas pedal rem belakang jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai. Periksa: • Posisi indikator batas keausan. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11037 MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM BELAKANG CATATAN: 2. keausan tromol rem dapat diperiksa dengan melihat tanda batas keausan kampas rem “a” yang terdapat pada plat sepatu rem a PERINGATAN Jangan sampai kandungan gemuk menyentuh permukaan kampas sepatu rem. B Baru 1 A-A 3 c B-B d. 1. Pasang : • Per sepatu rem “1” • Sepatu rem CATATAN: Baru • Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of silicone. lihat “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” pada halaman 3-17. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” dengan alur pada as camshaft. • Pasang per sepatu rem seperti pada gambar EWA3C11005 Setelah sepatu rem yang baru terpasang.

REM BELAKANG 3. dan periksa indikator batas keausan kampas rem pada plat sepatu rem Jauh dari tanda keausan → tromol dapat dipakai Mendekati batas → ganti roda 4-29 . dengan menekan pedal rem belakang ke bawah. tekan tuas camshaft rem secara penuh sesuai arah panah pada gambar.

R. 5.1 ft • Ib) Jumlah 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Keterangan T. 5. R.7 m • kg.1 ft • Ib) T. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.7 m • kg. R.6 m • kg.7 m • kg. 7 Nm (0. 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. R. 5. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kompone yang dilepas Kaca spion Plastik pengikat Ujung tangkai kemudi Saklar tangkai kemudi kanan Kabel gas Handel gas Switch lampu rem depan Holder master cylinder rem depan Spacer Unit master cylinder rem depan Kabel kopling Coupler switch koling Saklar tangkai kemudi kiri Switch kopling Handel gas Tuas kopling 4-30 . LS R. 5.1 ft • Ib) T.1 ft • Ib) 26 Nm (2.TANGKAI KEMUDI EAS22840 TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0.7 m • kg. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T.

7 m • kg. 7 Nm (0.1 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 Untuk pemasangan. 5.TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0.6 m • kg. R. R. R.1 ft • Ib) 26 Nm (2. kebalikan dari prosedur melepas keterangan T. Nomor 17 18 19 Komponen yang dilepas Holder tuas kopling Holder tangkai kemudi atas Tangkai kemudi 4-31 . 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 5. R. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5.7 m • kg. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.7 m • kg.7 m • kg.1 ft • Ib) T. 5.1 ft • Ib) T. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T. LS R.

PERHATIAN • Pertama kencangkan baut holder bagian depan. 2. dan secara perlahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2 2 1 a EAS22880 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI 1. 3. ECA14250 T. 3. sangat berbahaya. diantara pegangan kemudi dan tangkai kemudi. Buka: • Pegangan kemudi “1” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1” CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 19 ft·lb) Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu rem depan yang berada pada master cylinder. Periksa: • Tangkai kemudi Bengkok/retak → Ganti EWA13690 (DEPAN) PERINGATAN Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi yang bengkok. Pasang : • Holder tuas kopling “1” CATATAN: Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi 4-32 . Pasang: • Tangkai kemudi “1” • Holder tangkai kemudi atas “2” Baut holder tangkai kemudi atas 26 Nm (2. untuk menghindari bahaya terbalik.TANGKAI KEMUDI EAS22860 EAS22911 MELEPAS TANGKAI KEMUDI 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 MEMASANG TANGKAI KEMUDI 1. dengan permukaan atas holder bagian bawah Semprot dengan udara bertekanan.6 m·kg. setel posisi tangkai kemudi CATATAN: R. dan selanjutnya kencangkan baut bagian belakang • Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri jika menyentuh tangki bensin. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2.

8. dan bagian dalam dari handel gas dengan gemuk coat of the lithium-soap-based . berikan celah 3 mm (0. Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive pada ujung tangkai kemudi b. EWA3C11006 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi hingga adhesive mengering CATATAN: • Lumasi ujung kabel gas. 4-33 . Pasang: • Kabel kopling CATATAN: Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk coat of lithium-soap. Pasang: • Pegangan kemudi “1” • Ujung pegangan “2” a. Pasang: • Master cylinder rem • Holder master cylinder rem lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. 7. Pasang: • Saklar tangkai kemudi kiri “1” CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan kain bersih. dan pasangkan handel gas pada tangkai kemudi.04–0. • Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang terdapat pada saklar tangkai kemudi. dan pasangkan handel gas • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai • Berikan jarak 1–3 mm (0.12 in) "a" diantara pegangan tangkai kemudi dengan ujung pegangan.12 in) antara handel gas dan ujung tangkai kemudi. Pasang: • Handel gas “1” • Kabel gas “2” • Saklar tangkai kemudi kanan “3” • Ujung pegangan CATATAN: a 1 b 5. hingga penuh ke tangkai kemudi c. Masukkan pegangan tangkai kemudi.TANGKAI KEMUDI 1 a 4.

Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.20 in) 4-34 .0–5.0 mm (0.0 mm (0.0–15.12–0. Gerak bebas handel gas 3.59 in) 10.Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6.39–0.TANGKAI KEMUDI 3 b 1 2 a c 9. Gerak bebas kabel kopling 10.

22 ft • Ib) Nomor T. 15 ft • Ib) 23 Nm (2. Kendorkan Kendorkan Kendorkan 1 2 3 4 5 6 T.0 m • kg.GARPU DEPAN EAS22950 GARPU DEPAN Melepas kaki garpu depan 21 Nm (2. R.1 m • kg. 30 Nm (3. R. kebalikan dari prosedur melepas.5 ft • Ib) Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan ikuti prosedur dibawah. 1 1 1 1 1 1 untuk pemasangan. R.3 m • kg. T. R. untuk melepas kaki garpu depan Roda depan Caliper rem depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4. lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. 6. 3 5 2 4 1 6 9 Nm (0. Fender depan Cap karet Baut pinch bracket atas Baut cap Baut pinch bracket bawah Kaki garpu depan 4-35 .9 m • kg. 17 ft • Ib) T.

3 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baut cap O-ring Spacer Washer Per garpu Seal debu Clip seal oli Baut damper rod Washer tembaga Damper rod Per rebound Inner tube Stopper Oil flow Seal oli 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4-36 . R.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. 17 ft • Ib) Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini. T. untuk melepas kaki garpu depan. R. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. 17 ft • Ib) T.3 m • kg.

Nomor 15 Komponen yang dilepas Outer tube Jumlah 1 untuk pemasangan. R. 4-37 .GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2.3 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. R. 17 ft • Ib) T.3 m • kg. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. 17 ft • Ib) keterangan T.

untuk menghindari bahaya terbalik. CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah motor. Lepas • Garpu depan EAS22980 MELEPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan. untuk memompa oli garpu keluar 4-38 .GARPU DEPAN EAS22960 MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur di bawah ini. dan bawah. sanggah kaki garpu depan. Lepas: • Baut damper rod “1” • Washer tembaga CATATAN: Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm. hingga roda depan terangkat dari tanah. 1. 2 1 3. PERINGATAN Sebelum melepas baut pinch atas. socket wrench “2” dan T-handle "3". Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lepas: • Seal debu “1” • Clip seal oli “2” (dengan obeng minus) ECA14180 PERHATIAN: Jangan sampai melukai inner tube. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 3 3. buka baut damper rod. ikuti prosedur di bawah ini. 2. 1. Kuras: • Oli garpu depan CATATAN: Masukkan inner tube beberapa kali. Kendorkan: • Baut pinc bracket atas “1” • baut cap “2” • Baut pinch bracket bawah “3” EWA13640 2.

• Stopper oli flow rusak → Ganti ECA3C11026 Pelumas yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 3. 1. 2 1 3 a 2. untuk merakit kaki garpu depan. • Ketinggian oli yang tidak sama akan berakibat pengendalian yang tidak stabil. pastikan komponen dibawah ini diganti –Seal oli –Seal debu • Sebelum merakit kaki garpu depan. untuk memeriksa kaki garpu depan.32 in) Limit 356. Ukur: • Panjang bebas per “a” diluar spesifikasi → Ganti Panjang bebas per 363.5 mm (14. EWA13660 PERINGATAN • Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi antara kanan dan kiri. pastikan semua komponen dalam kondisi bersih.GARPU DEPAN EAS23010 MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Jangan sampai merusak inner tube. Pasang : • Washer tembaga Baru • Baut damper rod 5. 4-39 .8 mm (14. Periksa: • Inner tube • Outer tube Bengkok/baret/luka → Ganti EWA13650 CATATAN : • Pada saat merakit garpu depan. EAS23020 1 3 2 4. Pasang: • Damper rod “1” • Per rebound “2” ECA3C11010 PERINGATAN Jangan meluruskan inner tube yang bengkok hal ini sangat berbahaya. Lumasi: • Permukaan luar Inner tube 3. 1.. Kencangkan: • Baut damper rod “1” MERAKIT KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Pasang : • Inner tube “1” (ke dalam outer tube “2”) • Stopper oli flow “3” PERHATIAN: Pada saat membongkar dan memasang garpu depan jangan sampai ada material lain masuk ke dalam garpu depan. Periksa: • Damper rod Rusak/Aus → Ganti tersumbat → Tiup keluar dengan udara bertekanan pada lubang-lubang.04 in) PERHATIAN Pada saat memasang damper rod masukkan dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hingga berada dibagian bawah inner tube. 2.

T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 6. CATATAN: • Sebelum memasang seal oli. lumasi seal dengan gemuk lithium soap base. R.3 m·kg. untuk melindungi seal dari goresan. berada di atas. • Lumasi bagian luar dari inner tube dengan oli fork. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm /socket wrench “2” dan T-handle "3". kencangkan baut damper rod. Baru 7. Baru 8. Pasang : • Clip seal oli “1” CATATAN: Baru Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat pada outer tube. Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 T.GARPU DEPAN Baut Damper rod 23 Nm (2. • Sebelum memasang seal oli. Pasang: • Seal debu “1” Baru (dengan fork seal driver “2”) Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 4-40 . Pasang: • Seal oli “1” Baru (dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”) ECA14220 PERHATIAN: Pastikan nomor yang terdapat pada seal. bungkus bagian atas garpu depan dengan plastik.

pada posisi yang benar. berada di bagian atas • Sebelum memasang baut cap .Ukur: • ketinggian oli fork “a” (dari bagian atas inner tube. dengan posisi jarak ulir per yang pendek "a".0 cm³ (7.0 m·kg. 17 ft·lb) • Baut pinch bracket atas “3” Baut pich bracket atas 21 Nm (2. tegakkan inner tube. CATATAN: Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada rata dengan bagian atas bracket atas. gerakan inner tube ke atas dan kebawah untuk mendistribusikan oli. Kencangkan: • Baut pinch bracket bawah “1” Baut pinch bracket bawah 30 Nm (3. 15 ft·lb) EWA13680 11.15 Imp. Isi: • Garpu depan (dengan kapasitas dan tipe oli fork yang disarankan) Kapasitas 231. 22 ft·lb) • Pada saat mengisi oli fork. • Kencangkan baut cap untuk sementara. untuk memasang garpu depan. 1.29 in) CATATAN: a 1 2 EAS23050 MEMASANG GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Pasang: • Garpu depan Kencangkan sementara baut pinch atas dan baut pinch bracket. dengan outer tube tertekan penuh. R. 4-41 . R.Pasang: • Per/Spring “1” • Washer “2” • Spacer • Baut cap (terdapat O-ring) Baru PERINGATAN Pastikan jalur selang rem .0 mm (4. lumasi O-ring dengan gemuk. T.81 US oz) (8. Baru 9.3 m·kg. • Setelah terisi.oz) Oli fork yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 10. T.GARPU DEPAN CATATAN: • Pasang per. 2.1 m·kg. • Baut cap “2” Baut cap 23 Nm (2. T. dan tanpa per terpasang) diluar spesifikasi → setel Ketinggian oli fork 109. R.

GARPU DEPAN 1 2 3 4-42 .

KEMUDI EAS23090 KEMUDI Lepaskan lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. T. T.7 m • kg. 12 11 T. lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30.7 m • kg.1 ft • Ib) R. 5. Nomor Komponen yang dilepas Roda depan Garpu depan Tangkai kemudi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Unit lensa lampu depan Coupler kabel lampu depan Coupler kabel lampu posisi Coupler kable unit meter /connector Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector Connector sinyal kiri depan Connector sinyak kanan depan Coupler kunci kontak Coupler switch rem depan Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan Rumah lampu depan Unit sein depan kiri Unit sein depan kanan 4-43 . R. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. 4 9 8 7 16 7 Nm (0.7 m • kg.1 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg. 1 1 1 2/2 2/2 2 2 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan R. 12 ft • Ib) T.1 ft • Ib) 17 Nm (1. 5. 5. lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. R. 12 ft • Ib) Jumlah Keterangan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4.7 m • kg. R. 17 Nm (1.

1 ft • Ib) 7 Nm (0. T. 17 Nm (1.7 m • kg.7 m • kg. Lepaskan Keterangan R. Nomor 14 15 16 17 Komponen yang dilepas Unit meter Connector klakson Klakson/Horn Bracket unit meter 4-44 .7 m • kg. 5. R.KEMUDI Melepas lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. 12 11 T. 12 ft • Ib) T. 5.7 m • kg. R. 4 9 8 7 16 7 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. 12 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 1 Untuk pemasangan. T. R.7 m • kg.1 ft • Ib) R. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T.1 ft • Ib) 17 Nm (1. 5.

1 3 13 LS 4 14 Baru 15 9 10 11 12 5 6 7 LS 8 7 Nm (0.5 m • kg. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kunci kontak Baut stem kemudi Bracket atas Washer pengunci Mur ring atas Washer karet Mur ring bawah Bracket bawah Penutup bearing Bearing inner race atas Bearing atas Bearing outer race atas Bearing bawah/Outer race Bearing inner race bawah Seal debu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.8 m • kg. R. 25 ft • Ib) 2 T.3 m • kg. 35 ft • lb) 2nd 13 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas.1 ft • Ib) T. 5.7 m • kg. R.4 ft • lb) T. 4-45 . 9. 1st 48 Nm (4.KEMUDI Melepas bracket bawah 35 Nm (3. Nomor Komponen yang dilepas Unit meter/Bracket unit meter Jumlah Keterangan lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43. R.

Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering head dengan besi panjang “1” dan hammer. Lepas bearing race dari bracket bawah. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS23130 MEMERIKSA KEMUDI 1. Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 EWA13730 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. dengan pahat “2” dan hammer. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4. 2. Ganti • Bearing • Bearing race a. ECA14270 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Pasang seal debu dan bearing race baru. Cuci: • Bearing • Bearing race Pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 2.KEMUDI EAS23110 MELEPAS BRACKET BAWAH 1. dengan steering nut wrench “2”. c. Lepas: • Mur ring atas • Washer karet • Mur ring bawah “1” • Bracket bawah CATATAN: PERHATIAN Jika bearing race tidak terpasang dengan sempurna dapat merusak pipa kemudi/steering CATATAN : • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set. untuk menghindari bahaya terbalik. Periksa: • Bearing • Bearing race Rusak → Ganti 3. Tegakan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 b. Lumasi: • Bearing atas • Bearing bawah • Bearing race Pelumas yang disarankan GemukLithium-soap-based 2. untuk menghindari bahaya terbalik. • Jika membongkar pipa kemudi/steering head ganti selalu seal debu Buka mur ring bawah. Periksa: • Bracket atas • Bracket bawah (terdapat pada steering stem) rusak/retak/bengkok → Ganti EAS23140 MEMASANG KEMUDI 1. Pasang : • Mur ring bawah • Washer karet 4-46 .

dan bawah. Pasang: • Bracket atas • Baut steering stem CATATAN: Kencangkan sementara baut steering stem. R. CATATAN: Kencangkan sementara baut pinch bracket atas. 4-47 . Pasang: • Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35.5 m·kg. 4.KEMUDI • Mur ring atas • Washer pengunci lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI” halaman 3-20. 5. 3. Kencangkan: • Baut steering stem Baut steering stem 35 Nm (13. 25 ft·lb) T.

kebalikan dari prosedur melepas.4 m • kg. 32 ft • Ib) LS 2 9 Baru 9 Baru 8 10 3 LS 5 Baru 9 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T. 4-48 . Baru 9 LS 8 10 9 Baru 2 1 LS LS 4 Keterangan Komponen yang dilepas Mur/Baut connecting arm Connecting arm Mur/baut unit shock absorber bawah Mur/Baut relay arm Relay arm Mur/baut unit shock absorber Unit shock absorber belakang Spacer Seal oli Bearing Jumlah 2/2 2 1/1 1/1 1 1/1 1 3 6 3 Untuk pemasangan.4 m • kg. 6 7 LS LS 3 1 LS 4 6 8 1 Baru 9 44 Nm (4. 32 ft • Ib) T. R. 44 Nm (4.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23160 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG Melepas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 32 ft • Ib) LS T. R.4 m • kg. R.

B. 4. Periksa: • Spacers rusak/baret → Ganti EAS23270 3. hingga roda belakang terangkat. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor. A. Periksa: • Bearing • Seal oli rusak/aus/bocor → Ganti 3.02 in) Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Periksa: • Connecting arms • Relay arm rusak/aus → Ganti 2.5 mm (0. Tegakkan sepada motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN 2. Periksa: • Rod shock absorber belakang bengkok/retak → Ganti unit shock absorber • Shock absorber belakang ada kebocoran oli → ganti unit shock absorber.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23230 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. EAS23240 2 3 a 2 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm “1” CATATAN : Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil pada frame seperti pada gambar illustrasi. Pasang: • Bearing “1” (ke relay arm) • Seal oli “2” (ke relay arm) celah pemasangan “a” 0. • Per/Spring Lemah/patah → Ganti unit shock absorber • Bushing rusak/aus → Ganti unit shock absorber. 5. • Baut bengkok/aus/retak → Ganti 5 5 4 A B 1 2 a 2 a EAS23260 MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM 1. Unit shock absorber belakang Relay arm Connecting arm Sisi kiri Sisi kanan EAS23310 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. MEMASANG RELAY ARM 1. Lumasi : • Spacer • Bearing Pelumas yang disarankan gemuk Lithium-soap-base 4-49 .

4 m·kg. T. 5. Kencanmgkan : • Mur atas unit shock absorber belakang Mur atas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. R. Kencangkan: • Mur connecting arm Mur connecting arm 44 Nm (4. 4. R. T. R. 32 ft·lb) T.4 m·kg. 32 ft·lb) 3. 32 ft·lb) • Mur bawah unit shock absorber belakang Mur bawah unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 3. Connecting arm Unit shock absorber belakang Lengan ayun/swingarm Rangka/Frame 2. 32 ft·lb) • Mur relay arm Mur relay arm 44 Nm (4. 4. Pasang : • Connecting arms CATATAN: Pasang connecting arm dengan sisi yang di champer menghadap ke luar. T. R. 4-50 .UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1 3 2 4 5 2.4 m·kg.4 m·kg.

70 Nm (7. 50 ft • lb) 1 Nomor T. R. Komponen yang dilepas Knalpot/Muffler Roda belakang Relay arm/Unit shock absorber belakang Jumlah Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.LENGAN AYUN/SWINGARM EAS23330 LENGAN AYUN/SWINGARM Melepas lengan ayun/ swingarm 10 Nm (1. lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10.9 m • kg.0 m • kg. lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48. R. 7. Baru LS 6 12 LS 9 Baru 8 5 LS LS 11 11 10 12 6 LS 9 Baru 3 7 2 4 LS 19 Nm (1.2 ft • Ib) T. R. 13 ft • Ib) T.0 m • kg. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penutup rantai Batang torsi rem Mur as pivot As pivot Lengan ayun/Swingarm Penutup debu Guide rantai penggerak Spacer Seal oli Bearing Spacer 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 4-51 .

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.

R.

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

1

Nomor 12

T.

R.

Baru
LS

6 12
LS

9 baru 8 5
LS

LS

11 11

10 12 6
LS

9 Baru 3

7

2 4
LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)

T.

R.

Komponen yang dilepas Bearing

Jumlah 2

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-52

LENGAN AYUN/SWINGARM
EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN

Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.

PERINGATAN

Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:

Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor, hingga sepeda motor terangkat dari tanah. 2. Ukur: • Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm • Kelonggaran ke atas lengan ayun a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot Mur as pivot 70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan • As pivot • Penutup debu • Spacer • Bearing Cairan pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 4. Periksa : • Penutup debu • Spacer • Seal oli Rusak/Aus → Ganti • Bearing Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan menggerakkan lengan ayun ke samping c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup debu. Gerak samping lengan ayun/swingarm (pada bagian ujung lengan ayun) 0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in)

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS23360

MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Periksa : • Lengan ayun/swingarm bengkok/retak → ganti 2. Periksa: • As pivot Gelindingkan pada meja datar Bengkok → ganti

T.

R.

A

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Lumasi: • Bearing • Spacer • Penutup debu • As pivot Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Pasang: • Bearing “1” Kedalaman pemasangan “a” 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)

4-53

LENGAN AYUN/SWINGARM

a
A

1

2

1

a
B

2. Lengan ayun/swingarm A. Sisi kiri B. Sisi kanan

3. Pasang: • Batang torsi rem Mur batang torsi rem 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

CATATAN:

Pasang barang torsi rem, dengan lubang pembuangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm • Roda belakang lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA BELAKANG " halaman 4-10. 5. Setel: • Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)

T.

R.

a

4-54

RANTAI PENGGERAK
EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3 2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.

T.

R.

Nomor

Komponen yang dilepas Roda belakang lengan ayun/swingarm

Jumlah

1 2 3 4

Penutup sprocket rantai Retainer sprocket rantai Sprocket mesin Rantai penggerak

1 1 1 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-55

RANTAI PENGGERAK
EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK 1. Ukur: • Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak. Panjang15-link mata rantai 193,5 mm (7,62 in) a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak seperti pada gambar ilustrasi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan : • Rantai penggerak a. Bersihkan rantai dengan kain bersih b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk membersihkan kotoran yang menempel. c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang menempel.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata rantai dengan rumus : Panjang rantai 15-link mata rantai “c” = (panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang “b” panjang sisi luar pin) dibagi 2.
CATATAN:

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pastikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. • lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tempat yang berbeda.

4. Periksa: • Roller rantai “1” Rusak/aus → ganti rantai penggerak • Plat samping rantai “2” rusak/aus/retak → Ganti rantai

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Rantai penggerak kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti

5. Lumasi: • Rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai untuk tipe tanpa-O-ring

4-56

RANTAI PENGGERAK
6. Periksa: • Sprocket roda lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK 1. Lumasi: • rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai tipe tanpa-O-ring 2. Pasang: • Rantai penggerak • Sprocket rantai • Retainer sprocket rantai Baut retainer sprocket rantai 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

3. Pasang: • Lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51. • Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. 4. Setel: • kekencangan rantai penggerak lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai penggerak 20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:

Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin dan komponen lainnya. dan yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus, akan merusak lengan ayun/swing arm dan dapat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

T.

R.

4-57

........................... 5-21 CYLINDER DAN PISTON....................................................................................................................................................................... 5-1 MEMASANG MESIN.......................................................... 5-8 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING ........................................ 5-28 MELEPAS GENERATOR ...................................MESIN MELEPAS MESIN ........................ 5-23 MELEPAS PISTON ....................................... 5-16 MELEPAS KLEP.................... 5-30 MEMERIKSA STARTER CLUTCH ......................... 5-5 MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ........................... MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON ............................................................................. 5-24 .......... 5-31 STARTER ELECTRIC ................. 5-6 MELEPAS CYLINDER HEAD...................................................... 5-5 CYLINDER HEAD...................5-30 ... 5-15 KLEP DAN PER KLEP.............................................................................................................................................................................................................................................................. 5-13 MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT................ 5-31 MEMASANG GENERATOR..... 5-14 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM ......... 5-30 MEMASANG STARTER CLUTCH ................................................. 5-8 MEMERIKSA CYLINDER HEAD ............... 5-26 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH.............................................................................................................................................................................. 5-26 MEMASANG PISTON DAN CYLINDER ..................... MEMERIKSA RING PISTON .................................................................................... MELEPAS STARTER CLUTCH ........ 5-20 MEMASANG KLEP ......................................................................................................................................................................... 5-17 MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP ..................................... 5-35 MERAKIT MOTOR STARTER ......... 5-33 MEMBONGKAR MOTOR STARTER .............. 5-9 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING ............................................................................... 5-10 INSTALLING THE CYLINDER HEAD ......................................... 5-36 5 .................................................................................................... 5-24 ...................................................................................................................................................................................................................... 5-19 MEMERIKSA PER KLEP.................................. 5-25 MEMERIKSA PIN PISTON ............................................................................... 5-14 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS ............................................................................................................................................ 5-9 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ................................................... 5-35 MEMERIKSA MOTOR STARTER . 5-10 CAMSHAFT ............................................. 5-17 MEMERIKSA DUDUKAN KLEP.. 5-14 MEMERIKSA CAMSHAFT...................................................................

................................................................................5-53 MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI .....................................................................5-46 MEMERIKSA STARTER KAKI .......................................................................................................................................5-48 MEMASANG STARTER KAKI ............................ 5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE ....................5-42 MEMERIKSA RUMAH KOPLING... 5-41 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING......................... 5-54 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI . 5-49 MEMERIKSA POMPA OLI .......5-57 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE ..................................................5-62 MEMERIKSA SARINGAN OLI ........................................................... 5-42 MEMERIKSA PLAT TEKAN .....................................................5-57 MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN ................................................................................................. 5-48 POMPA OLI................................................................................ 5-57 CRANKCASE .............. 5-43 MEMASANG KOPLING..5-63 ........................................................................................................................................5-55 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ..........5-54 GEAR BALANCER .......................................................................................................................................................................................................5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN ...................................................................... 5-57 MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ...............................5-63 MERAKIT CRANKCASE...................................................................5-51 MERAKIT POMPA OLI............5-62 MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI ....................................................................................................................................................................................................................5-59 MEMISAHKAN CRANKCASE..................................5-62 MEMERIKSA CRANKCASE ...............................................................5-48 MERAKIT STARTER KAKI............... 5-62 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING ............5-41 MEMERIKSA PLAT KOPLING................5-54 MEMERIKSA TUAS STOPPER ...............................................................KOPLING ............................................................................. 5-42 MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING........................................................................................... 5-42 MEMERIKSA CLUTCH BOSS.............................................................................................................................................................................................................................................................5-51 MEMASANG POMPA OLI ......................................................................................................................... 5-62 MEMASANG RETAINER BEARING ........................................................................................................................................................................... 5-52 AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT.................5-43 STARTER KAKI ....... 5-37 MELEPAS KOPLING ..5-41 MEMERIKSA PER KOPLING............................

.....................POROS ENGKOL/CRANKSHAFT ................5-70 MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ..............................................................................................................5-71 MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM ...................................... 5-65 MEMASANG CRANKSHAFT ..................................5-71 .......................................................................................................5-65 MEMERIKSA CRANKSHAFT ................................................................. 5-64 MELEPAS CRANKSHAFT ..................................................................................................5-70 MEMERIKSA TRANSMISI ..........5-67 MEMERIKSA SHIFT FORKS..... 5-71 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE ...................5-70 MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM ..........................................................................5-65 TRANSMISI ......................................................................................

2 Baru LT LT 4 Baru 1 LT 3 8 Nm (0. 14 ft • Ib) T. R. R. Nomor 1 2 3 4 T.8 ft • Ib) 15 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. Komponen yang dilepas Protector pipa knalpot Protector knalpot Knalpot Gasket pipa knalpot Jumlah 1 1 1 1 Untuk pemasangan. R. 5.0 m • kg. 11 ft • Ib) Keterangan T.MELEPAS MESIN EAS23710 MELEPAS MESIN Melepas knalpot 20 Nm (2.8 m • kg. 5-1 .5 m • kg.

0 m • kg. R. R. Lepaskan 5-2 .2 ft • Ib) 10 Nm (1. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. T. lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah PERHATIAN: Pertama. lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1.5 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) Keterangan ECA3C11020 T. 7.9 m • kg. lepaskan kabel negative battery dan selanjutnya kabel positive battery . Kuras air pendingin.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. 4 R. Kuras lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN” halaman 3-10.0 m • kg. 7. Kabel Negative battery /kabel Positive battery Oli mesin Air pendingin/Coolant Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara Tangki bensin Throttle body/ manifold pemasukan Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ selang pemasukan radiator/Radiator Air cut-off valve/Reed valve/Plate Penutup rantai sprocket / sprocket 1 Tutup busi/Spark plug cap 1 lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 3-25. T. lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4. 6. lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55.

Nomor 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Coupler coolant temperature sensor Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position sensor Connector switch netral Kable starter motor Kabel kopling Kabel negative battery Pemindah gigi Jumlah 1 1/1 1 1 1 1 1 5-3 . 7.9 m • kg. 4 R. kebalikan dari prosedurmelepas. T. T. R.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. R.0 m • kg.2 ft • Ib) 10 Nm (1.5 ft • Ib) 10 Nm (1.0 m • kg.2 ft • Ib) Keterangan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan. 7. T. 6.

9 m • kg.9 m • kg. 35 ft • Ib) T.MELEPAS MESIN Melepas mesin 3 49 Nm (4. R. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan NOTE: Tempatkan penyanggah dibawah mesin 1 2 3 4 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) Mesin 1/1 1/1 1/1 1 Untuk pemasangan. 35 ft • Ib) T. E Nomor R. 5-4 . 1 2 E 3 E 1 4 2 49 Nm (4. kebalikan dari prosedur melepas.

R. R.0 mm (0. T. 35 ft·lb) T.9 m·kg. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi depan) Mur dudukan mesin (sisi depan) 49 Nm (4. 1. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) 49 Nm (4.9 m·kg. Pasang: • Mesin “1” • Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” • Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” • Baut dudukan mesin (sisi depan) “6” • Mur dudukan mesin (siosi depan) “7” CATATAN: MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI.MELEPAS MESIN EAS23720 EAS3C11030 MEMASANG MESIN 1. R. T.24–1. Kencangkan: • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) 49 Nm (4. Pasang: • Pedal pemindah gigi “1” CATATAN: Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3" sesuai spesifikasi. 1 2 3 7 a 4 3 6 5 1 2. 7.9 m·kg. Posisi pedal “a” (pengait) 6.0 m·kg.2 ft·lb) Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu T.18 in) Baut tuas pedal pemindah gigi 10 Nm (1.0–30. 2 R. 5-5 .

10 Nm (1. 1 13 Nm (1.0 m • kg.1 ft • Ib) T. T. lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4. 9 49 Nm (4. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 1 2 3 4 5 Cap Busi/Spark plug cap Busi/Spark plug Baut cap crankshaft Baut cap timing pengapian Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1 1 1 1 1/1 Lepaskan 5-6 .0 m • kg. 35 ft • Ib) Baru 10 R.2 ft • Ib) T. lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1.2 m • kg.2 ft • Ib) T. 5. 7. (4) T. R.4 ft • Ib) 10 Nm (1. lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6. 7. 16 15 Jumlah 30 Nm (3.9 m • kg. lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1. Komponen yang dilepas Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri/Rumah saringan udara Tangki bensin Throttle body/manifold pemasukan Air cut-off valve/Reed valve/Plate Thermostat/Coolant temperature sensor Pompa air Radiator Knalpot Kabel kopling Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.0 m • kg. Baru 2 T.3 m • kg. R. Lepaskan lihat “KOPLING” halaman 5-37.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor T. lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4. ∗ R. 16 ft • Ib) T. 9.CYLINDER HEAD EAS24100 CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1. R. 7.0 m • kg. R. R. R.7 m • kg.

7 m • kg. 10 Nm (1.9 m • kg.3 m • kg. ∗ R.CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2.4 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Penutup cylinder head Gasket penutup cylinder head Pin dowel Tensioner rantai timing Gasket tensioner rantai timing Sprocket camshaft Cam decompression Cylinder head Gasket cylinder head Pin dowel Guide rantai timing (sisi buang) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 * Yamaha bond No. 5. 5-7 .2 ft • Ib) LS 7 Nm (0. 35 ft • Ib) Baru 10 R.1 ft • Ib) T. R. 7. 7.0 m • kg. R. 1215 (Three Bond No. 7. R. R. 9. T.0 m • kg. R. (4) T. 16 15 30 Nm (3. Baru 2 T. 16 ft • Ib) T. 9 49 Nm (4. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. 1215®) T.0 m • kg. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. 1 13 Nm (1. R.2 m • kg.2 ft • Ib) T.

Putar crankshaft ke arah kiri b. sebelum melepas semua baut. Pada saat Piston berada di TMA. tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam shaft. untuk pembersihan. "2". Bersihkan: • Endapan karbon pada ruang bakar (dengan skrap bulat) CATATAN: 1 2 Jangan menggunakan benda tajam. terlebih dahulu. Lepas: • Sprocket camshaft 5-8 .CYLINDER HEAD EAS24130 MELEPAS CYLINDER HEAD 1. Kendorkan: • Baut sprocket camshaft “1” CATATAN: Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok. dan kendorkan baut sprocket camshaft. d c 6 4 2 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24160 5 1 2. Lepaskan: • Cylinder head CATATAN: a • Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti pada gambar • Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran. MEMERIKSA CYLINDER HEAD 1. saat langkah kompresi. 1 b 4. dengan tanda “d” yang ada pada cylinder head. ikat dengan kawat “1”. Tepatkan: • Tanda marking“I” “a” pada rotor generator (dengan tanda penepatan “b” pada penutup rotor generator) a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terjatuh kedalam crankcase. akan mengakibatkan kerusakan pada: • Lubang ulir busi • Dudukan klep 3.

c. d. Tekan secara perlahan. Periksa kerataan cylinder head c. b. pada meja datar. CATATAN: Sambil menekan batang penekan tensioner kedalam. Periksa: • Tensioner rantai timing retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti a. Batas kebengkokan 0. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM b. Ukur: • Kerataan cylinder head diluar spesifikasi → gosok dan haluskan permukaan cylinder head. dan gosokkan cylinder head.03 mm (0. 5-9 . putar baut penyetel otomatis dengan obeng kecil ke arah kanan. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini.CYLINDER HEAD 2. batang penekan ke rumah tensioner dengan jari. 1. rantai timing. 1/4 gigi gear Kondisi normal Roller rantai timing Sprocket camshaft 2. Tempatkan amplas halus. Lepaskan obeng. endapan kotoran/karat → bersihkan 3. Pastikan batang penekan pada tensioner keluar secara perlahan dari rumah tensioner. 1 b. ganti tensioner rantai timing. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a.0012 in) a. Untuk menghasilkan hasil yang sempurna. putar posisi cylinder beberapa kali. 2. Jika pergerakan batang penekan tidak lancar. dan lepaskan tekanan pada batang penekan tensioner. dan crankshaft satu set. Periksa: • Guide rantai timing (sisi buang) rusak/aus → ganti EAS24200 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING 1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11031 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge “2” menyilang pada cylinder head. Periksa: • Sprocket camshaft Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti sprocket camshaft. Periksa: • Cylinder head Rusak/retak → Ganti • Ruangan air pendingin cylinder head. dengan pola gerakan angka delapan pada meja datar.

T.0 m·kg. Pasang: • Cylinder head CATATAN: Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing yang terdapat pada cylinder body. c. R. • Kencangkan baut cylinder head dengan pola silang dan dengan urutan seperti pada gambar. d. 2 1 3 5 1 A 2 4 2 6 2 3. R. Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator dengan tanda penepatan “b” yang terdapat pada tutup rotor generator. Pasang: • Sprocket camshaft a. Periksa: • Sistyim decompresi a. (tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” pada camshaft (cam pembuangan) seperti pada gambnar illustrasi “A”. dan periksa posisi nok decompresi pada cam (cam buang) harus dalam kondisi ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B". Periksa dengan kondisi decompresi terpasang pada sprocket camshaft dan camshaft. 7. Kencangkan: • Baut cylinder head “1” Baut cylinder head "1" 22 Nm (2. 2. Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak dengan lancar. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG CYLINDER HEAD 1. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gambar panah.CYLINDER HEAD B 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11009 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24230 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI 1. • Baut cylinder head “2” Baut cylinder head "2" 10 Nm (1. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam. T. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-10 .2 ft·lb) CATATAN: 1 • Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin. 16 ft·lb) b. Putar crankshaft ke arah kiri b.2 m·kg.

R. d. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket camshaft. b. e. b 1 a 2 d c 1 3 CATATAN: Pada saat memasang sprocket camshaft.0 m·kg. Putar: • Crankshaft (beberapa kali putaran ke arah kiri) 6. c. untuk menghindari berubahnya valve timing. Tekan batang penekan tensioner ke rumah tensioner. Pasang: • Gasket tensioner rantai timing Baru • Tensioner rantai timing a. pada camshaft.2 ft·lb) T. Pasang rantai timing pada sprocket camshaft dan pasang sprocket camshaft. Periksa: • Tanda garis “I” “a” Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat pada penutup rotor generator. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5. 7. atau putar baut penyetel ke kiri untuk melepaskan kuncian batang penekan. pada saat memasang camshaft. ECA3C11012 d. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL PERHATIAN: Jangan merubah/memutar crankshaft. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. • Tanda garis“I” “c” Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat pada cylinder head. dalam kondisi kencang. Dengan menahan camshaft. putar baut penyetel. dengan tanda penepatan “d” yang terdapat pada cylinder head. Dengan kondisi batang penekan tensioner menekan masuk kedalam rumah tensioner/ mengunci (dengan posisi obeng terpasang). kencangkan sementara baut sprocket camshaft. dengan obeng kecil “1” ke kanan hingga mengunci. Lepaskan kawat pengikat rantai timing.CYLINDER HEAD c. pastikan rantai timing pada sisi buang. Lepas obeng. lanjutkan langkah dibawah ini b a 5-11 . pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylinder body. f. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan spesifikasi torsi pengencangan Baut tensioner rantai timing 10 Nm (1. tidak sesuai → tepatkan jika sesuai.

CYLINDER HEAD d c 7. jika terlepas akan merusakkan mesin.0 m·kg. R. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. 5-12 . Kencangkan: • Baut sprocket camshaft Baut sprocket camshaft 30 Nm (3. 22 ft·lb) ECA3C11013 PERHATIAN: Pastikan baut sprocket camshaft terpasang dengan kuat sesuai spesifikasi. T. 8.

1 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. Komponen yang dilepas Cylinder head Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 Mur pengunci Baut penyetel Retainer camshaft Camshaft As rocker arm Rocker arm masuk Rocker arm buang 2 2 1 1 2 1 1 Untuk pemasangan.CAMSHAFT EAS23730 CAMSHAFT Melepas rocker arms dan camshaft 7 Nm (0. 5-13 .7 m • kg. 5.1 ft • Ib) 1 2 6 Nomor T. R. 5. 3 7 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. R. M 5 E 1 2 7 M 4 5 E E Baru M M T.7 m • kg.

untuk memeriksa rocker arms dan as rocker arm 1. Ukur: • Dimensi cam shaft “a” dan “b” diluar spesifikasi → ganti camshaft.842 mm (1.019–25. Dimensi bentuk camshaft Masuk A 29.743 mm (1.1788– 1. 3.543 mm (1.9871– 0.643–29.1710 in) Limit 29.1670– 1. Periksa: • Rocker arm rusak/aus → ganti 5-14 . Periksa: • Aliran oli pada camshaft tersumabt → tiup dengan udara bertekanan.9850– 0.942–30. Periksa: • Bentuk dimensi camshaft berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti camshaft.973 mm (0.119 mm (0. Lepas: • Camshaft “1” CATATAN: Masukkan baut 8-mm (0. Kendorkan: • Mur pengunci “1” • Baut penyetel kelonggaran klep “2” 2 1 2.9889 in) Limit 24.073–25.9832 in) Buang A 29. dan tarik keluar camshaft.1828 in) Limit 29. EAS23880 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM Ikuti prosedur dibawah ini.31-in) “2” pada lubang ulir yang terdapat pada ujung camshaft.9810 in) 1 2 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 EAS23840 MEMERIKSA CAMSHAFT 1.173 mm (0.CAMSHAFT EAS23770 MELEPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT 1.9911 in) Limit 24. 2.042 mm (1.919 mm (0.1631 in) Masuk B 25.1749 in) Buang B 25.

CAMSHAFT 2. seperti pada gambar ilustrasi • Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar) benar-benar masuk ke cylinder head.08 mm (0.0031 in) EAS24040 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARM 1.009–0.030 mm (0.0004–0. 1 1 a 5.3949 in) Kelonggaran Lubang rocker-arm ke . Pasang: • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran • As rocker arm “1” CATATAN: 4.000 mm (0.3924–0. 5-15 .3928 in) Limit 9. diluar spesifikasi → ganti komponen yang aus. Ukur: • Diameter dalam rocker “a” diluar spesifikasi → Ganti Diameter dalam rocker arm 9. CATATAN: Perhitungan kelonggaran dengan cara mengurangi diameter dalam rocker arm dengan diameter as rocker arm. Ukur: • Diameter luar as rocker arm “a” diluar spesifikasi → ganti Diameter luar as rocker arm 9. Lumasi: • Rocker arms • As rocker arm Pelumas yang disarankan Permukaan dalam rocker arm Molybdenum disulfide oil As rocker arm Oli mesin 2.034 mm (0.3937 in) Limit 10.as rocker arm 0.3931– 0.976 mm (0.0013 in) Limit 0.966–9. Perhitungan: • kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm.950 mm (0.3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm menghadap kebawah. Periksa: • As rocker arm warna biru terbakar/aus/baret/ mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 3. Lumasi : • Camshaft Pelumas yang disarankan Camshaft Molybdenum disulfide oil bearing camshaft Oli mesin 3.985–10.

KLEP DAN PER KLEP EAS24270 KLEP DAN PER KLEP Melepas klep dan per klep 1 1 2 3 Baru 6 7 M M 2 3 6 Baru 7 M 8 M 8 4 7 8 2 1 3 6 Baru 4 1 2 3 6 Baru 7 8 M M 5 M 5 Nomor Komponen yang dilepas Cylinder head Rocker arms/Camshaft Jumlah Keterangan Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6. kebalikan dari prosedur melepas. 1 2 3 4 5 6 7 8 Pin pengunci Dudukan per atas Per klep Klep masuk Klep buang Seal valve stem Dudukan per bawah Guide klep 8 4 4 2 2 4 4 4 Untuk pemasangan. Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13. 5-16 .

(al. EAS24290 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa kerapatan dudukan klep. klep. b. untuk melepas klep dan komponen penunjang. Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”.. 1. a. untuk memeriksa klep dan guide klep. Lepas: • Dudukan per atas “1” • Per klep “2” • Klep “3” • Seal valve stem “4” • Dudukan per bawah “5” CATATAN: Hafalkan posisi awal dengan cermat. dudukan klep.KLEP DAN PER KLEP EAS24280 MELEPAS KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. agar bisa dirakit kembali seperti posisi semula. pastikan klep dalam kondisi rapat. • Kelonggaran guide klep dan batang klep = diameter dalam guide klep“a” diameter luar batang klep “b” 2. Lepas: • Pin pengunci “1” CATATAN: Melepas pin pengunci. CATATAN: 2 Sebelum melepas komponen pada cylinder head. Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang masuk dan lubang keluar pada cylinder head. tidak bocor 1. dan lebar dudukan klep. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-17 . Ukur: • kelonggaran batang klep ke guide klep diluar spesifikasi → Ganti guide klep. dan valve spring compressor attachment “2”. Periksa: • Kerapatan klep terjadi kebocoran → periksa permukaan klep. per klep. lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” halaman 5-19. dudukan klep). dengan cara menekan per klep dengan valve spring compressor. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 3.

panaskan cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven. Valve guide remover (ø4.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4.100 mm (0. Setelah pemasangan guide klep.0039 in) b.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.025–0. Pasang guide klep yang baru dengan valve guide installer “2” dan valve guide remover “1”.669–0.551–0.KLEP DAN PER KLEP Kelonggaran guide klep ke batang klep (masuk) 0.0–14. a.5 mm) YM-04116 Valve guide installer (ø4.4 mm (0.567 in) a. Posisi guide klep c. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-18 .052 mm (0.0004–0.0020 in) Limit 0.685 in) Posisi guide klep (buang) 14.0032 in) Kelonggaran guide klep ke batang klep (buang) 0.4 mm (0.010–0.037 mm (0.5 mm) YM-04118 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan dan pemasangan dengan sempurna. Ganti: • Guide klep CATATAN: CATATAN: Setelah mengganti guide klep.5) 90890-04116 Valve guide remover (4. sekir permukaan dudukan klep kembali. 2.0015 in) Limit 0.080 mm (0. Posisi guide klep (masuk) 17.0010–0.0–17.5) 90890-04117 Valve guide installer (4. bore lubang guide klep dengan valve guide reamer “3” untuk memastikan kelonggaran guide klep ke batang klep lebih sempurna. Lepaskan guide klep dengan valve guide remover “1”.

dan tekan klep hingga tergambar bagian yang bersentuhan.90 mm (0. • Jika mengganti klep atau melepas klep. c.0197–0. Bersihkan: • Endapan carbon (pada permukaan klep dan dudukan klep) 4. diameter ujung batang lebih besar dari batang klep → ganti klep 5. 1. Ukur: • Kelurusan batang klep diluar spesifikasi → ganti klep CATATAN: a. Ukur lebar dudukan klep CATATAN: Jika permukaan klep dan permukaan dudukan klep bersinggungan.90–1.10 mm (0.0354–0.0197–0. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Pada saat mengganti klep. Masukkan klep ke guide klep.0004 in) b. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-19 . Pasang klep pada cylinder head. Lebar dudukan klep C (masuk) 0.0433 in) 6.KLEP DAN PER KLEP 3. Ukur: • Lebar dudukan klep C “a” diluar spesifikasi → Ganti cylinder head.0354–0.0433 in) Lebar dudukan klep C (buang) 0. permukaan blueing akan terhapus. Periksa: • Dudukan klep tidak rata/aus → Ganti cylinder head. selalu lakukan penggantian seal valve stem.0354 in) EAS24300 MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. ganti juga guide valve dengan yang baru. 3. Periksa: • Permukan klep. Ukur: • Ketebalan kepala klep D “a” diluar spesifikasi → ganti klep Ketebalan kepala klep D (masuk) 0.010 mm (0. d. Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep • Ujung batang klep Mengembang. Batas kebengkokan batang klep 0.50–0.50–0.90 mm (0.10 mm (0. Bersihkan: • Endapan carbon (dari permukaan klep dan dudukan klep) 2.0354 in) Ketebalan kepala klep D (buang) 0. untuk melakukan pemeriksaan klep dan dudukan klep.90–1.

Tekan klep pada dudukan klep. 5-20 . Pasang klep pada cylinder head. hingga permukaan klep. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. a. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24310 MEMERIKSA PER KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. dan bersihkan compound. Ukur: • Panjang bebas per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. Pasang klep pada cylinder head. harus di sekir kembali. jika lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi. Lumasi compound ke permukaan klep. dan hentakkan kedepan sambil di putar. i. dudukan klep dan permukaan klep. dan ulangi langkah-langkah diatas. angkat alat skir sdikit. c. bersihkan compound dari permukaan klep dan dudukan klep. Lumasi compound “a” pada permukaan klep. d. g. j. untuk memeriksa per klep. 1. Sekir: • Permukaan klep • Permukaan dudukan klep CATATAN: Setelah mengganti cylinder head atau mengganti klep dan guide klep. Lumasi molybdenum disulfide oil pada batang klep/valve stem. dan dudukan klep rata/rapat. hingga terlihat bekas-bekas sentuhan antara permukaan klep dan dudukan klep. Skir klep. h. lakukan pensekiran kembali. b. f. dan lakukan secara berulang-ulang.KLEP DAN PER KLEP 4. ECA13790 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Jangan sampai compound masuk diantara batang klep dan guide klep. CATATAN: Untuk mendapatkan hasil yang baik. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep. e. Setelah melakukan prosedur pensekiran.

8 mm (2.30 mm (1. untuk memasang klep dan komponen penunjang 1. 3.56 in) Panjang bebas per (buang) 41.8 mm (2. Ukur: • Tekanan per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep.62 mm (1.52 kgf) Panjang per terpasang (masuk) 35.42 lbf) (14.39 in) Panjang per terpasang (buang) 35.5°/1. Lumasi: • Batang klep “1” • Seal batang klep “2” Baru (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Molybdenum disulfide oil Baru b.62 mm (1. Panjang per terpasang 3.47–36.42 lbf) (14.39 in) MEMASANG Ikuti prosedur dibawah ini.071 in) batas kebengkokan (buang) 2. Haluskan: • ujung pengunci klep (dengan oil stone) 2.28–16.KLEP DAN PER KLEP Panjang bebas per (masuk) 41.5°/1.52 kgf) Tekanan per dalam kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31. ukur: • Kebengkokan per klep “a” diluar spesifikasi → ganti per klep. Tekanan per dalam kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31.64 in) Limit 39.5°/0.71 mm (1.5°/0.47–36.071 in) EAS24340 2.56 in) batas kebengkokan (masuk) 2. Pasang: • dudukan per bawah “1” 5-21 .28–16.71 mm (1.64 in) Limit 39.30 mm (1.

KLEP DAN PER KLEP Baru • Seal Valve stem • Klep “3” • Per klep “4” • Dudukan per atas “5” (pada cylinder head) CATATAN: 2 • Pastikan setiap klep terpasang dengan sempurna. ECA13800 PERHATIAN: Pukul ujung dudukan atas per klep dengan pukul besi plastik secara perlahan. dengan posisi jarak ulir yang jauh "a" berada di atas. Untuk mejamin pin pengunci terpasang dengan sempurna. dengan menekan per klep dengan valve spring compressor. Jarak ulir yang pendek 4. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-22 . Pasang : • Pin pengunci “1” CATATAN: Pasang pin pengunci. pukul ujung klep dengan pukul besi plastik dengan perlahan. b. • Pasang per klep. 1 5. dan valve spring compressor attachment “2”.

5-23 . R.CYLINDER DAN PISTON EAS24350 CYLINDER DAN PISTON Melepas cylinder adn piston 7 E 8 9 6 5 Baru 4 E E 4 Baru 1 E Baru 2 Baru 3 7 Nm (0. 5.1 ft • Ib) Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T. Jumlah Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. kebalikan dari prosedur melepas.7 m • kg. 3 Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder Gasket cylinder Pin dowel Circlip pin piston Pin piston Piston Top ring 2nd ring Ring piston 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder bore gauge. Piston. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 3 CATATAN: Ukur diameter cylinder “C” silang.05 mm (0.2435– 2. dan Ring piston satu set. dan angkat ke atas sisi yang lain melewati kepala piston. CATATAN: • Sebelum melepas clip pin piston. Ukur: • Kelonggaran piston-ke-cylinder a. untuk mempermudah keluarnya pin piston. haluskan permukaan alur clip pin piston. buka ujung sambungan ring dengan ibu jari. untuk mengeluarkan pin piston dari piston. dan ambil perhitungan rata-rata.0020 in) 2. Lepaskan: • Ring pertama/Top ring • Ring kedua/2nd ring • Ring Oli 5-24 .05 mm (0.010 mm (2.2445 in) Batas ketirusan 0. 2. jika pin piston masih sulit dilepas. tutup lubang crankcase dengan kain untuk menghindari clip pin piston terlempar masuk ke dalam crankcase. PERHATIAN Jangan menggunakan pukul besi. • Sebelum melepas pin piston. • Pin piston “2” • Piston “3” ECA13810 CATATAN: Saat melepas ring piston. Lepas: • Clip pin piston “1”.985–57. Diameter/Bore 56. dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang.CYLINDER DAN PISTON EAS24380 MELEPAS PISTON 1. pergunakan piston pin puller set "4" EAS24390 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON 1.0020 in) Batas keovalan 0. Periksa: • Dinding piston • Dinding cylinder ada goresan ke atas → Ganti cylinder.

0026 in) Limit 0. CATATAN: Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston. dan ring piston satu set.0012– 0.15 mm (0.990 mm (2. dengan kepala piston. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2.0 mm (0. e.965–56.diameter max D2. Jika diluar spesifikasi. diukur dari bawah piston Piston Diameter D 56.2437 in) d. di dalam cylinder. 5. piston.020–0. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micrometer. Pasang: • Ring piston (pada cylinder) CATATAN: Ratakan posisi ring. satu set.diameter max D 5 atau D 6 (ketirusan) “R” = diameter max D1. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder dengan rumus • Kelonggaran piston-ke-cylinder = Diameter cylinder “C” .2427– 2. Jika diluar spesifikasi.065 mm (0. EAS24430 MEMERIKSA RING PISTON 1. D4 atau D6 (keovalan) b. dan ring piston. dan ring piston. Ring piston Ring pertama/Top ring celah alur dan ring 0.020–0.20 in) adalah titik pengukuran.0018 in) Limit 0.57 in) 5-25 .055 mm (0.030–0.0022 in) Limit 0.CYLINDER DAN PISTON “C” = diameter maksimum D1–D2 “T” = diameter max D1 atau D2 . ganti cylinder. a. D3 atau D5 .100 mm (0.0059 in) f.0008– 0. piston.045 mm (0.0039 in) Ring kedua/2nd ring celah alur ring 0.dikurangi Diameter piston “D” Kelonggaranm piston ke cylinder 0. 40 mm (1. ganti piston dan ring piston satu set.0039 in) b.100 mm (0. jika diluar spesifikasi ganti cylinder.0008–0. Ukur: • celah alur ring dengan ring piston diluar spesifikasi → ganti piston dan ring piston satu set. c.

10–0. Diameter lubang pin piston 14. ganti ring oli satu set Ring piston Ring pertama/Top ring celah ring (terpasang) 0. Ukur: • Diameter luar pin piston "a" diluar spesifikasi → Ganti pin piston Diameter luar pin piston 13.995–14. dan piston satu set • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin = diameter lubang pin piston “b” diameter luar pin piston “a” Kelonggaran Pin piston dengan lubang pin piston pada piston 0.0079–0.0027 in) EAS24450 MEMRIKSA PIN PISTON 1.002–0.0098 in) Limit 0.0039–0.40 mm (0.25 mm (0.043 mm (0.0276 in) EAS24440 4. Perhitungan: • Celah pin piston-ke-lubang pin piston diluar spesifikasi → Ganti pin piston.25 mm (0.000 mm (0.5512 in) Limit 13. Pasang: • Ring pertama/Top ring “1” • Ring kedua/2nd ring “2” • Expander ring oli “3” • Rail ring oli bawah “4” • Rail ring oli atas “5” CATATAN: Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston.002–14. 5-26 .975 mm (0.10–0.20–0. dan bawah melebihi spesifikasi.5517 in) Limit 14. Periksa: • Pin piston berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin piston dan periksa sistim pelumasan.0039–0.5502 in) MEMASANG PISTON DAN CYLINDER 1.013 mm (0.0001–0. berada pada posisi diatas.CYLINDER DAN PISTON 3.0098 in) Limit 0. Ukur: • celah sambungan ring piston diluar spesifikasi → ganti ring piston CATATAN: 3.5513– 0.5529 in) expander ring oli tidak dapat diukur.0157 in) Ring kedua/2nd ring celah ring (terpasang) 0.70 mm (0.0007 in) Limit 0.5510– 0.018 mm (0.0157 in) Ring oli (rail ring) celah ring (terpasang) 0. 2.068 mm (0.40 mm (0. jika celah rail ring oli atas. Ukur: • Diameter lubang pin piston “b” diluar spesifikasi → ganti piston.

dan masukkan cylinder dengan tangan yang lain • Masukkan rantai timing dan guide rantai timing (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang terterdapat pada cylinder body. Pasang: • Pin dowel • Gasket cylinder head Baru • Cylinder “1” CATATAN: 1 a 2 • Tekan ring piston dengan satu tangan. 5. d. untuk menghindari melejitnya clip piston ke dalam crankcase. A. Ring pertama/Top ring Expander ring oli Rail ring oli atas Rail ring oli bawah Ring kedua/2nd ring sisi lubang buang • Lumasi oli pada apin piston • Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston menghadap ke arah lubang pembuangan. • Sebelum memasang clip piston.CYLINDER DAN PISTON e 120˚ 120˚ 120˚ a b 90˚ c d 45˚ A 45˚ 2. 3 Baru 3. Lumasi: • Piston • Ring piston • Cylinder (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 4. e. Posisikan sambungan ring: • Sambungan ring 1 5-27 . tutup lubang crankcase dengan kain. c. b. Pasang: • Piston “1” • Pin piston “2” • Clip pin piston Baru CATATAN: a.

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan T. 7.2 ft • Ib) Keterangan Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. Komponen yang dilepas Oli mesin Panel sisi kiri Penutup sprocket R. 20 11 10 Nm (1. 7. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T.0 m • kg.0 m • kg. 50 ft • lb) Jumlah R. (3) 12 R.0 m • kg. R. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 70 Nm (7.2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Coupler stator coil Coupler crankshaft position sensor Connector kabel switch netral Baut cap control timing pengapian Baut cap lubang crankshaft Penutup generator Gasket penutup generator Pin dowel Crankshaft position sensor Stator coil Rotor generator 5-28 .0 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS3C11010 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. 9 10 Nm (1. 10 ft • Ib) Nomor R. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55. E T.2 ft • Ib) LT LT T. 7.4 m • kg.

7. 20 11 10 Nm (1.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 7. 10 ft • Ib) Nomor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 R.4 m • kg. 5-29 . kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) LT LT T. Untuk pemasangan. E T.0 m • kg.0 m • kg.0 m • kg.2 ft • Ib) T. (3) 12 R. R. 50 ft • lb) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R. 70 Nm (7. 7.0 m • kg. Komponen yang dilepas Pin pasak Gear starter clutch Bearing Washer As gear starter clutch idle Washer Circlip Gear idle starter clutch Unit starter clutch R.2 ft • Ib) Keterangan T. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. 9 10 Nm (1.

EAS24570 3 2 CATATAN: Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di tengah rotor generator. Lepas: • rotor generator “1” (dengan flywheel puller “2”) • Pin pasak ECA13880 1 PERHATIAN Untuk menghindari agar ujung crankshaft tidak rusak. pasang mur crankshaft diantara baut fly wheel puller dan senter as crankshaft. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A EAS24560 MELEPAS STARTER CLUTCH 1. Periksa: • Roller starter clutch “1” • Cap per starter clutch “2” • Per starter clutch “3” rusak/aus → Ganti unit starter clutch. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang ada pada rotor generator. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 2 2. 5-30 . Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B MEMERIKSA STARTER CLUTCH 1. kendorkan mur rotor generator.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS24490 MELEPAS GENERATOR 1. Buka: • Baut starter clutch “1” CATATAN: 1 3 • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheaveholder “3”. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok pada rotor generator. lepaskan baut starter clutch. Lepas: • Mur rotor generator “1” • Washer CATATAN: 1 2 • Tahan rotor generator “2” dengan peralatan sheave holder “3”.

50 ft·lb) Baut starter clutch 14 Nm (1. T. 2. kencangkan baut starter clutch.4 m·kg. jika tidak berputar starter clutch dalam kondisi rusak dan harus diganti. Pasang: • Unit starter clutch • Baut starter clutch Baru • Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang hub rotor generator. 2. Kencangkan: • Mur rotor generator “1” Mur rotor generator 70 Nm (7. R. b. pastikan pin pasak terpasang dengan sempurna pada crankshaft. 5-31 . starter clutch dalam kondisi rusak. starter clutch dan gear starter clutch harus mengopel. • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch. starter clutch harus dalam kondisi bebas berputar. Jika gear starter clutch diputar ke arah "B". • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. 10 ft·lb) T. R. Periksa: • cara kerja starter clutch a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 Baru 3 2 a a a EAS24500 A 1 MEMASANG GENERATOR 1. jika tidak terkoplel. 4. • Pada saat memasang rotor generator. Periksa: • Permukaan singgung starter clutch rusak/aus/tidak rata → Ganti starter clutch gear. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A".GENERATOR DAN STARTER CLUTCH 1 2 3 1 2 3 2 1 3 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave holder “3”.0 m·kg. Pasang gear starter clutch “1” pada starter clutch dan tahan rotor generator. dan harus diganti c. Periksa: • Idle gear starter clutch • Gear starter clutch Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti komponen yang rusak 3. Pasang: • Pin pasak • Rotor generator • Washer • Mur rotor generator CATATAN: B LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24600 MEMASANG STARTER CLUTCH 1.

T.1215®) 4. R. 7. 1215 90890-85505 (Three Bond No. Lumasi: • Lem/Sealant (pada gromet kabel unit crankshaft positionsensor/stator).11 2. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. Yamaha bond No.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave sheave holder “3”. Pasang: • Penutup generator Baut penutup generator 10 Nm (1. dan berurutan seperti pada gambar. 5-32 . Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 1.10 9 1 3 2 3.6 5 7 8 4 3. kencangkan mur rotor generator.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut tutup generator dengan pola silang.0 m·kg.

2 ft • Ib) T. R. 5-33 .STARTER LISTRIK EAS24780 STARTER LISTRIK Melepas motor starter 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. 7. 2 1 Nomor 1 2 Komponen yang dilepas Motor starter Kabel motor starter Jumlah 1 1 Lepaskan Keterangan Untuk pemasangan.0 m • kg.

5-34 .STARTER LISTRIK Membongkar motor starter 1 Baru 6 LS 5 7 3 Baru 4 2 7 6 Order 1 2 3 4 5 6 7 O-ring Job/Parts to remove Q’ty 1 1 1 1 1 2 2 Remarks Yoke motor starter O-ring Commutator Penutup depan motor starter /holder brush Sikat/Brush Per sikat/Brush Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.

a 3. Ukur: • Kedalaman alur /Mica undercut “a” diluar spesifikasi → perdalam alur comutator. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Armature coil Tahanan commutator “1” 0. Jika diluar spesifikasi.14 in) 5-35 . Periksa • Commutator Kotor→ bersihkan dengan amplas 2.05 in) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.35 mm (0.STARTER LISTRIK EAS3C11011 MEMBONGKAR MOTOR STARTER 1.0315–0.65 in) a. Ukur: • Diameter commutator “a” diluar spesifikasi → Ganti motor starter Limit 16. dengan patahan gergaji Kedalaman alur/Mica undercut 1. perhatikan tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter 1 2 4. ganti motor starter. Sebelum membongkar motor starter.0385 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan Insulation “2” sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F) b. Lepas: • Yoke motor starter “1” • Penutup depan motor starter/holder brush “2” CATATAN: CATATAN: Kedalaman alur/mica undercut. Ukur: • Tahanan unit Armature (commutator dan insulation) diluar spesifikasi → Ganti motor starter a EAS24790 MEMERIKSA MOTOR STARTER 1. Ukur: • Panjang sikat/brush “a” di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush Limit 3. Ukur tahanan unit armature dengan alat pocket tester.6 mm (0. harus dijaga untuk mejamin kerja commutator.50 mm (0.

STARTER LISTRIK 6.92–5. EAS24800 MERAKIT MOTOR STARTER 1. Ukur: • Tekanan per brush/sikat diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush satu set. 8. 1 2 a 5-36 . Periksa: • Bearing • Seal oli Rusak/aus → Ganti penutup depan motor starter /holder brush satu set.88 N (14. Tekanan per/brush 3. Periksa: • Gigi gear rusak/aus → Ganti gear.17 oz) (400–600 gf) 7. Pasang: • Penutup depan motor starter /holder brush set “1” • Yoke motor starter “2” CATATAN: Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter/ holder brush seperti sebelum dibongkar.11–21.

R. R.8 m • kg.2 ft • Ib) Jumlah 50 Nm (5.KOPLING EAS25061 KOPLING Melepas penutup kopling 9 Nm (0.9 m • kg. 1 5 28 Nm (2. 8 Baru 7 Baru 9 2 E 8 9 Baru 6 3 LS 4 Baru LS (4) T. Komponen yang dilepas Oli mesin Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10.0 m • kg. 6. (6) 10 Nm (1.5 ft • Ib) T.2 ft • Ib) Keterangan T. Nomor T. 2 3 4 5 6 7 8 9 Tuas starter Penutup filter oli Filter oli Stopper tuas starter Penutup kopling Gasket penutup kopling Pin dowel Seal oli 5-37 . R. 7. 20 ft • Ib) T.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. 36 ft • Ib) 10 Nm (1. R. 1 1 1 1 1 1 2 2 Untuk pemasangan. 7. R.

0 m • kg. 8. R.8 m • kg. R.2 m • kg. 50 ft • lb) T. 5. 12 Nm (1.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Mur pengunci Per kopling Plat tekan Batang penekan pendek tuas kopling Holder batang penekan kopling Bola/ball Kampas kopling 1 Plat kopling Kampas kopling 2 Kampas kopling 3 (Hijau) Per damper kopling Dudukan per dumper kopling Mur clutch boss Washer pengunci Clutch boss Thrust washer Rumah kopling Jumlah 1 4 1 1 1 1 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 keterangan 5-38 . R.8 ft • Ib) E T.7 ft • Ib) 8 Nm (0. 14 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 T.

0 m • kg. 14 Baru Nomor 18 T. R.2 m • kg. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Conical spring washer Jumlah 1 keterangan Untuk pemasangan. R.8 ft • Ib) E T. 5. 50 ft • lb) T.7 ft • Ib) 8 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. R. 12 Nm (1.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7.8 m • kg. 5-39 . 8.

KOPLING Melepas tuas penekan 1 E 2 3 Baru E LS 4 Baru 5 Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 1 2 3 4 5 Tuas penekan kopling/Clutch push lever Per tuas penekan kopling Circlip Seal oli Bearing 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas 5-40 .

Ukur: • Ketebalan kampas kopling diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling satu set.10 mm (0. Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 5-41 . untuk memeriksa kampas kopling. 2.114–0.90–3. CATATAN: a A.90–3. Ukur: • Kelurusan plat kopling (dengan meja datar dan thickness gauge “1”) diluar spesifikasi → ganti plat kopling satu set. a. C. 1.122 in) Batas ketipisan 2.90–3.110 in) Ketebalan kampas kopling 3 2. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 A B 1 2 3 C EAS25100 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Kendorkan: • Mur clutch boss “1” CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. Periksa: • Plat kopling rusak/aus → Ganti plat kopling satu set 2. B. Periksa: • Kampas kopling Tipis/aus → Ganti kampas kopling satu set.KOPLING EAS25070 MELEPAS KOPLING 1. buka mur clutch boss.122 in) Batas ketipisan 2.114–0.110 in) MEMERIKSA PLAT KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini.10 mm (0.10 mm (0.80 mm (0.80 mm (0.114–0. 1.110 in) Ketebalan kampas kopling 2 2.122 in) Batas ketipisan 2.80 mm (0. untuk memeriksa plat kopling. EAS25110 Kampas kopling 1 Kampas kopling 2 kampas kopling 3 (Hijau) Posisi cat warna hijau Ukur ketebalan kampas pada empat posisi Ketebalan kampas kopling 1 2. Luruskan washer pengunci 2.

Periksa: • Plat tekan retak/rusak → Ganti EAS3C11013 EAS25150 MEMERIKSA RUMAH KOPLING 1. 5-42 . EAS25160 EAS25140 MEMERIKSA PER KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Lepas: • Gear primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. untuk memeriksa per kopling.0079 in) 2. 1. Panjang bebas per kopling 38.45 in) MEMERIKSA CLUTCH BOSS 1. akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. Periksa: • Per kopling rusak/patah → ganti per kopling satu set. CATATAN: MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING 1. Periksa: • Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan alur atau ganti rumah kopling. Periksa: • Tuas penekan kopling • Batang pendek penekan kopling rusak/aus → Ganti komponen yang rusak EAS25200 Tidak ratanya alur rumah kopling. 2. EAS25170 MEMERIKSA PLAT TEKAN 1.057–0.74 mm (1.80 mm (1.KOPLING Ketebalan plat kopling 1. Ukur: • Panjang bebas per kopling “a” diluar spesifikasi → ganti per kopling satu set.45–1. CATATAN: Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. Periksa: • Alur Clutch boss rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch boss.20 mm (0. Periksa: • Bearing rusak/aus → Ganti bearing dan rumah kopling.069 in) Batas kebengkokan 0. MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE 1.53 in) Panjang minimum 36.75 mm (0.

Pasang: • Rumahn kopling • Thrust washer “1” R.0 m·kg. 1 CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. 50 ft·lb) Pasang conical spring washer dengan posisi seperti pada gambar illustrasi T. EAS25210 CATATAN: Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi berlawanan dengan sisi clutch boss. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 2. Pasang: • Conical spring washer “1” CATATAN: a 4. 1 a MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN 1. Pasang: • Clutch boss “1” • Washer pengunci“2” Baru • Mur clutch boss CATATAN: 1 • Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan washer pengunci dengan oli mesin. Periksa: • Gear primary driven“1” rusak/aus → ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti Gear primary drive dan rumah kopling satu set.KOPLING 2. 5-43 . • Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tulangan “b” yang terdapat pada clutch boss. 3. Periksa: • Gear primary drive Rusak/aus → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. Kencangkan: • Mur clutch boss “1” Mur clutch boss 70 Nm (7. Baru 2 b EAS25240 1 MEMASANG KOPLING 1. dan kencangkan mur clutch boss. 3. Pasang: • Gera primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.

2 m·kg. R. tepatkan dengan tahapan sbb : • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”. 8. dengan pola silang seperti pada gambar T.8 ft·lb) T. pasang kampas kopling. 6. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a b 1 c • Pasang clutch damper spring seat dan clutch damper spring seperti pada gambar ilustrasi • Pertama.8 m·kg. ke sisi mur. Pasang: • Clutch damper spring seat “1” • Clutch damper spring “2” • Kampas kopling 2 • Plat kopling • Kampas kopling 1 CATATAN: 9.KOPLING 2 1 2 3 1 5. R. dengan menekan tuas kopling ke arah “c” hingga terhenti. 8. dan kencangkan mur pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi. Bengkokan washer pengunci. • Tahan baut penyetel. 5. putar baut penyetel “3” kedalam atau keluar hingga nok “a” tepat dengan nok "b". Lumasi: • Kampas kopling • Plat kopling (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 7. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada pada crankcase seperti gambar dibawah. Mur pengunci (setelan kopling) 8 Nm (0. 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-44 . pada sisi yang panjang. dan kampas 12 b. dan selanjutnya bergantian antara plat kopling. Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”. Pasang: • Plat tekan • Per kopling “1” • Baut per kopling “2” Baut per kopling 12 Nm (1.7 ft·lb) 2 CATATAN: Kencangkan baut per kopling. Setel: • Gerak bebas mekanisme kopling a. • Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c".

Pasang: • Tuas kickstarter “1” T.7 5 4 2.Pasang: • Penutup kopling Baut penutup kopling 10 Nm (1.035 in) CATATAN: Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan penutup kopling. dan pastikan tuas kick starter tidak menyentuh rumah kopling “a” . 2 b 11.4–0.075 in) kedalaman pemasangan seal “b” 0.Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.12 3.0 m·kg. 7. 6 1. dengan pola silang dan urutan pengencangan seperti gambar.055–0.Pasang: • Seal oli “1” • Seal oli “2” kedalaman pemasangan seal “a” 1.9 mm (0.KOPLING 10. R.016–0. 1 a 1 a 13.13 8 9 9 10 11 5-45 .4–1.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut penutup kopling.9 mm (0. 12.

LT LT 7 LT E 5 Baru 4 3 2 1 Baru E 6 Komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 Circlip Washer Idle gear kickstarter Washer Circlip Unit kickstarter Guide gear ratchet 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.2 m • kg.7 ft • Ib) Nomor T. R.KICKSTARTER EAS24820 KICKSTARTER Melepas kickstarter 12 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 8. 5-46 .

KICKSTARTER Membongkar kickstarter 1 2 11 3 4 5 Baru 6 M 8 10 9 M 7 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komponen yang dilepas Spacer Per kickstarter Washer Gear kickstarter Washer Circlip Circlip Washer Per/Spring Gear ratchet As kickstarter Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 5-47 . kebalikan dari prosedur melepas.

Periksa: • Gear ratchet • Idle gear kickstarter • Gear kickstarter Rusak/Aus → Ganti komponen yang rusak 2. 1 2 a EAS24880 MEMASANG KICKSTARTER 1. dan masukan ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase. Periksa: • Per kickstarter Rusak/Patah → Ganti EAS3C11012 CATATAN: Putar ujung per kickstarter ke kanan. a 1 MERAKIT KICKSTARTER 1.KICKSTARTER EAS24850 MEMERIKSA KICKSTARTER 1. Pasang: • Washer “1” • Circlip “2” CATATAN: Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi yang berlawanan dengan sisi washer dan gear. Pasang: • As kickstarter • Per kickstarter “1” 5-48 . Pasang: • As kickstarter “1” • Gear ratchet “2” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter dengan tanda titik “b” pada ratchet gear. 1 a 2 b 2.

R. 7.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37. 2. 5-49 . lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.9 ft • Ib) Nomor T. 2 1 LT LT 10 Nm (1. T. kebalikan dari prosedur melepas. Komponen yang dilepas Rumah kopling Gear primary drive /Gear balancer drive Jumlah 1 2 3 Plat baffle oli Unit pompa oli Gear drive pompa oli 1 1 1 Untuk pemasangan. R.4 m • kg.0 m • kg.POMPA OLI EAS24911 POMPA OLI Melepas pompa oli 3 4 Nm (0.

POMPA OLI Membongkar pompa oli 2 6 5 4 3 E 1 E Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas Penutup rumah pompa oli Pin Gear driven pompa oli Inner rotor pompa oli Outer rotor pompa oli Rumah pompa oli Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. 5-50 . kebalikan dari prosedur melepas.

0071 in) 3. dengan alur “a” yang terdapat pada inner rotor “1”.POMPA OLI EAS24960 MEMERIKSA POMPA OLI 1.06–0.18 mm (0.0098 in) kelonggaran rumah pompa oli ke inner-rotor dan outer-rotor 0. 5-51 .13–0. Lumasi: • Inner rotor pompa oli • Outer rotor pompa oli • Driven gear pompa oli (dengan pelumas yang disarankan) 1. EAS25000 MERAKIT POMPA OLI 1.0059 in) Limit 0.18 mm (0.0024–0. Pasang: • Outer rotor pompa oli • Inner rotor pompa oli “1” • Driven gear pompa oli • Pin “2” CATATAN: Pada saat memasang inner rotor.0091 in) kelonggaran Outer-rotor-kerumah pompa oli 0.25 mm (0. 2.23 mm (0.0043 in) Limit 0. Periksa: • Drive gear pompa oli • Driven gear pompa oli • Rumah pompa oli • Penutup rumah pompa oli retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rusak. Rumah pompa oli Pelumas yang disarankan Oli mesin 2. Outer rotor 3.11 mm (0.0071 in) Limit 0. Periksa: • cara kerja pompa oli Putaran berat → ulangi tahap (1) dan (2) atau ganti komponen yang rusak. Ukur: • Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a” • Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa oli “b” • Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotorouter rotor “c” diluar spesifikasi → Ganti pompa oli kelonggaran Inner-rotor-ke-outer rotor tip kurang dari 0.15 mm (0. Inner rotor 2. tepatkan pin pada as pompa oli "2".0051–0.

5-52 . EAS25020 MEMASANG POMPA OLI 1. 2. Periksa: • Cara kerja pompa oli lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI” halaman 5-51. pastikan pompa oli berputar dengan lancar. Pasang: • Unit pompa oli Baut unit pompa oli 4 Nm (0.4 m·kg. T.4 ft·lb) ECA3C11021 PERHATIAN: Setelah mengencangkan baut unit pompa oli. R.POMPA OLI 1 2 a 3.

2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 As pemindah gigi/Shift shaft Circlip Per as pemindah gigi Tuas stopper Per tuas stopper Seal oli 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . R. 7.AS PEMINDAH GIGI EAS25410 AS PEMINDAH GIGI Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper 6 LS Baru 2 E 3 LT 4 5 1 10 Nm (1. 5-53 .0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1. Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Lengan pemindah/Shift arm Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.

3 2 1 2. Pasang: • As pemindah gigi/Shift shaft “1” CATATAN: Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2". dan crankcase boss “3”. Periksa: • Tuas stopper bengkok/rusak → ganti roller tidak berputar lancar → Ganti tuas stoper set. • Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum segment.AS PEMINDAH GIGI EAS25420 MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI 1. • Per tuas stopper rusak/aus → Ganti EAS25450 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI 1. Pasang: • Tuas stopper “1” • Per tuas stopper “2” CATATAN: • Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas stoper. 2 1 5-54 . Periksa: • As pemindah gigi/Shift shaft Bengkok/rusak/aus → Ganti • Per as pemindah gigi rusak/aus/patah → Ganti EAS25430 MEMERIKSA TUAS STOPPER 1.

Nomor 10 11 12 13 14 R. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5.GEAR BALANCER EAS3C11017 GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 8 T. R.0 m • kg.0 m • kg. 5-55 . 36 ft • Ib) T. 7 Baru 2 komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mur gear primary drive Mur gear balancer driven Washer Gear primary drive Gear balancer drive Pasak Washer pengunci Plat gear balancer driven 1 Gear balancer driven Buffer boss Per/spring Pin dowel Pasak Plat gear balancer driven 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Jumlah keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.

0 m • kg. Nomor 15 R.0 m • kg.GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 8 T. R. kebalikan dari prosedur melepas. 36 ft • Ib) T. Keterangan 5-56 . 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. 7 Baru 2 Komponen yang dilepas Spacer Jumlah 1 Untuk pemasangan.

Pasang: • Gear balancer driven “1” • Washer pengunci Baru • Gear balancer drive “2” • Gear primary drive • Washer “3” • Mur gear balancer driven • Mur gear primary drive CATATAN: • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive “2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer driven “1”. 5-57 . dan lepaskan mur gear balancer driven. Luruskan lipatan washer pengunci. MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. Kendorkan: • Mur gear balancer driven “1” CATATAN: 1 2 2. Pasang: • Buffer boss “1” • Gear balancer driven “2” CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”.GEAR BALANCER EAS3C11018 EAS3C11020 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. 3. Kendorkan: • Mur gear primary drive “1” CATATAN: MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN 1. dan lepaskan mur gear primary. Periksa: • Gear primary drive lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVE” halaman 5-42. 2 3 1 a 2. Periksa: • Gear balancer drive • Gear balancer driven • Buffer boss • Per/Spring • Pin dowel rerak/rusak/aus → Ganti 2. 2 a 1 1 3 b EAS3C11019 EAS3C11021 a 2 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE 1. Pasang: • Pin dowel “1” • Per/Springs “2” (pada buffer boss) CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven. Pasang pin dowel dan per secara berselang seperti pada gambar.

1 a 5-58 . 43 ft·lb) CATATAN: • Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”.0 m·kg. dan kencangkan mur gear primary drive. 3 4 T. 3 c 2. dan kencangkan mur gear balancer driven. Kencangkan: • Mur gear balancer driven “1” • Mur gear primary drive “2” Mur gear balancer driven 50 Nm (5. pada bagian sisi yang rata pada mur.0 m·kg.GEAR BALANCER • Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pada posisi yang berhadapan dengan sisi gear primary drive. Bengkokan washer pengunci. 3 b 2 1 2 1 4 a b 3. R. 36 ft·lb) Mur gear primary drive 60 Nm (6. • Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”.

0 m • kg. T. R. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1.CRANKCASE EAS25540 CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. R. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3.0 m • kg. 1 1 1 1 T.0 m • kg. 7. lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON” halaman 5-23.2 m • kg. R.0 m • kg. lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46.2 ft • Ib) R. R. Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder/Piston Rumah kopling Unit pompa oli As pemindah gigi/Shift shaft Unit Kickstarter Motor starter Gear balancer Rotor generator 1 2 3 4 Guide rantai timing (sisi pemasukan) Penutup rantai Rantai timing Baut penguras oli mesin T.0 m • kg. 23 ft • Ib) 20 Nm (2.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. R. lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53. lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman 5-33. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. T. Nomor Mesin T. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. 7. 7. 10 Nm (1. lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER CLUTCH” halaman 5-28. 7. Jumlah 5-59 .

10 Nm (1. R. 23 ft • Ib) 20 Nm (2. 7. T.0 m • kg. T. Jumlah 1 1 1 1 2 1 Untuk pemasangan. 5-60 .0 m • kg. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3. 14 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) Keterangan T.CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1.2 m • kg.0 m • kg. 7.2 ft • Ib) T.0 m • kg.0 m • kg. R. Nomor 5 6 7 8 9 10 T. kebalikan dari prosedur melepas. R.2 ft • Ib) R.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. R. R. 7. Komponen yang dilepas Per/spring Saringan oli mesin Switch neutral Crankcase kanan Pin dowel Crankcase kiri T. 7.

CRANKCASE Melepas seal oli dan bearing 3 E 7 Nm (0. 1 2 3 Seal oli Retainer bearing Bearing 1 1 7 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. R. 5-61 .1 ft • Ib) E T. 5. lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67.7 m • kg. 3 2 3 3 3 3 LT 1 3 E LS Nomor Komponen yang dilepas Crankshaft/Balancer Transmisi Jumlah Keterangan lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64.

2. dengan pola silang. Periksa: • Crankcase retak/rusak → Ganti • Aliran oli pada crankcase tersumbat → tiup dengan udara bertekanan.13 A. selanjutnya putar inner race dengan jari. 11 12 3. Periksa: • Guide rantai timing (sisi masuk) rusak/aus → Ganti EAS3C11034 1 PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER 1. segment shift drum tidak menyentuh crankcase pada saat crankcase dipisahkan. Crankcase kiri B. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada permukaan sambungan crankcase. Putar: • Posisi segment shift drum CATATAN: Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi gambar ilustrasi.CRANKCASE EAS3C11032 ECA13900 MEMISAHKAN CRANKCASE 1. 5-62 . dan urutan seperti pada gambar A Pukul salah satu sisi crankcase dengan hammer plastik. Crankcase kanan 4.15 MEMERIKSA CRANKCASE 1. Pukul pada bagian tonjolan yang terdapat pada crankcase. Lepas: • Baut crankcase CATATAN: PERHATIAN: Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran.14 2. Rendam crankcase pada cairan pembersih. pada posisi ini. jangan pada bagian permukaan sambungan. Lepaskan: • Crankcase kanan EAS3C11014 MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI 1. Periksa: • Bearing Bersihkan dan lumasi bearing. Periksa: • Saringan oli/oil strainer rusak/sobek → ganti Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih 3. Periksa: • Rantai timing rusak/kaku → Ganti rantai timing satu set dengan sprocket camshaft. hati-hati dan pastikan crankcase terpisah dengan mudah. EAS3C11033 9 8 7 6 5 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. 2. 3. 2 EAS25580 1 B 10.

seperti gambar. 7. pada saat crankcase dirakit. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang menempel pada permukaan sambungan. a 1 Baut crankcase 10 Nm (1.13 B 7 8 9 10 2.1 ft·lb) LOCTITE® 4. “10” A T.6 5 4 3.12 11 14 15 A. Pasang: • Baut crankcase 1 EAS25700 MEMASANG CRANKCASE 1. 1215 90890-85505 (Three Bond No. Pasang: • Retainer bearing “1” CATATAN: Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti gambar ilustrasi. 2. “15” • M6 × 45 mm : “1–5”. “11” • M6 × 55 mm : “14”. 1.0 m·kg. Pasang : • Crankcase kanan CATATAN: MEMASANG RETAINER BEARING 1. 5. • Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada bagian ulir baut retainer bearing..1215®) CATATAN: Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk kedalam jalur saluran oli. dengan urutan pengencangan. Oleskan: • Gasket cair/Sealant (pada permukaan sambungan crankcase) Yamaha bond No.7 m·kg. Baut retainer bearing 7 Nm (0. Crankcase kanan 5-63 . T.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran.CRANKCASE Putaran tidak lancar → Ganti • Seal oli rusak/bocor → Ganti EAS3C11015 3. R. pada posisi ini. • M6 × 70 mm : “7–9”. R. Crankcase kiri B. • Pasang retainer bearing “1” dengan tanda "OUT" “a” menghadap keluar. segment shift drum tidak menyentuh crankcase.

CRANKSHAFT EAS25960 CRANKSHAFT Melepas crankshaft dan balancer 2 E E LS 1 Baru LS Baru Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. 1 2 Balancer Crankshaft 1 1 Untuk pemasangan. 5-64 . kebalikan dari prosedur melepas.

00 mm (1. Kelonggaran samping big end D 0.888–1.110–0. ECA3C11022 PERHATIAN • Untuk menghindari agar ujung crankshaft.0161 in) 3.030 mm (0.95–48. Lebar A 47. Lepas: • Crankshaft “1” CATATAN: • Lepas crankshaft dari crankcase dengan crankcase separating tool “2”. tidak rusak. 5-65 . Periksa: • Kelurusan crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. Periksa: • Sprocket crankshaft rusak/aus → Gantie crankshaft.0012 in) MEMASANG CRANKSHAFT 1. • Pastikan crankcase separating tool pada posisi senter dengan crankshaft. Ukur: • Lebar crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. Pasang: • Crankshaft “1” CATATAN: Pasang crankshaft dengan crankshaft installer pot “2”. • Bearing retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft.0043–0.890 in) 4.CRANKSHAFT EAS3C11016 MELEPAS CRANKSHAFT 1. adapter (M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”. Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 2. • Jangan menarik crankshaft. crankshaft installer bolt “3”.410 mm (0. Periksa: • Lajur as crankshaft retask/aus → Ganti crankshaft. Periksa: • Kelonggaran samping big end diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. 5. • Jalur aliran oli crankshaft tersumbat → tiup dengan udara bertekanan EAS3C11036 2 1 EAS3C11035 MEMERIKSA CRANKSHAFT 1. CATATAN: Putar crankshaft secara perlahan Batas kebengkokan C 0. atau keduanya. berikan socket diantara baut crankcase separating tool dan ujung crankhaft. bearing.

Putar baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk ke dalam crankcase dengan penuh. 5-66 .CRANKSHAFT Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 1 2 4 5 ECA13970 3 PERHATIAN Untuk menghindari baret pada crankshaft dan mempermudah pemasangan . dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap bearing dengan oli mesin. CATATAN: Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas (TMA) dengan satu tangan. dan putar baut crankshaft installer dengan tangan yang lain. lumasi seal oli.

5-67 . kebalikan dari prosedur melepas. unit shift drum.TRANSMISI EAS26241 TRANSMISI Melepas transmisi. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guide bar shift fork Per/Spring Unit shift drum Shift fork-(kanan) Shift fork-(tengah) Shift fork-(kiri) Unit drive axle Unit Main axle Batang penekan (panjang) 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. dan shift forks 7 4 8 E 9 6 E E 5 E 2 1 3 E 2 Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59.

TRANSMISI Membongkar main axle M 6 5 4 3 Baru 2 1 M Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas 2nd pinion gear 3rd/4th pinion gear Circlip Toothed washer 5th pinion gear Main axle/1st pinion gear Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-68 .

5-69 . kebalikan dari prosedur melepas.TRANSMISI Membongkar drive axle 4 5 6 7 8 Baru 9 10 11 12 M M 3 2 1 M M Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen yang dilepas Washer 2nd wheel gear Dog clutch Washer 1st wheel gear Spacer 5th wheel gear Circlip Toothed washer 4th wheel gear 3rd wheel gear Drive axle Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

03 mm (0. untuk memeriksa shift forks. MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM 1. Periksa: • Shift fork guide bar Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar Bengkok → Ganti. Ukur: • Kelurusan drive axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti drive axle. Periksa: • Shift fork cam follower “1” • Shift fork pawl “2” Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. Kelurusan Main axle 0. • Segment shift drum “1” rusak/aus → ganti unit shift drum• Bearing shift drum “2” Rusak/macet → Ganti unit shift drum 2.0012 in) 3. Ukur: • Kelurusan main axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti main axle.TRANSMISI EAS26260 EAS26270 MEMERIKSA SHIFT FORKS Ikuti prosedur dibawah ini. 1.0012 in) 5-70 . Periksa: • Pergerakan shift fork (masukan as ke shift fork guide bar) pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks dan shift fork guide bar satu set. Periksa: • Alur shift drum retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum. 2. EWA12840 EAS26290 PERINGATAN Jangan meluruskan shift fork guide bar yang bengkok.03 mm (0. MEMERIKSA TRANSMISI 1. Kelurusan drive axle 0.

Batas kebengkokan : 0. b Baru 2 a 1 c EAS26320 4. • Transmission gear dogs Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang rusak. • Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip. “L”. EAS25190 MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM 1. Pasang: • Shift fork-("L" kiri) “1” • Shift fork-("C"tengah) “2” • Shift fork-("R"kanan) “3” • Unit shift drum “4” • Per/springs • Shift fork guide bar “5” CATATAN: Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan urutan: “R”. Periksa: • Gear transmisi Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti gear yang bermasalah. Periksa: • Pergerakan gear transmisi pergerakan tidak lancar → ganti komponen yang rusak. Periksa: • Batang penekan kopling (panjang) retak/rusak/aus → ganti batang penekan kopling (panjang) 2.TRANSMISI EAS29020 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE 1. pada posisi yang berlawanan dengan toothed washer dan gear. Periksa: • Pengopelan setiap gigi transmisi (setiap pinion gear ke wheel gear) Tidak lancar → lepas kembali transmisi periksa setiap unit as transmisi 5. • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur as “c”.0197 in) 5 3 2 1 2. Pasang: • Toothed washer “1” • Circlip “2” Baru CATATAN: 3. Ukur: • Kelurusan batang penekan diluar spesifikasi → Ganti batang penekan kopling. “C”.500 mm (0. Periksa: • Transmisi Pergerakan tidak lancar → perbaiki 4 5-71 . MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING 1.

• Sebelum merakit crankcase.TRANSMISI CATATAN: • Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing . dan semua gigi berputar dengan lancar. 5-72 . pastikan transmisi dalam kondisi netral.

TRANSMISI 5-73 .

................................................................6-1 MEMERIKSA RADIATOR................................................................ 6-5 POMPA AIR/WATER PUMP......................................................................6-8 MERAKIT POMPA AIR........6-8 MEMERIKSA POMPA AIR........................................................................................................................................................................................................................................................................................... 6-9 6 ....................................................................................................6-5 MEMASANG THERMOSTAT............6-4 MEMERIKSA THERMOSTAT..............6-8 MEMASANG POMPA AIR...SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM RADIATOR ...6-3 THERMOSTAT ........................................................................................................................................................................ 6-3 MEMASANG RADIATOR........................................................6-6 MEMBONGKAR POMPA AIR...........

5. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Nomor Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin/Fuel tank Rumah saringan udara Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14.1 ft • Ib) R. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 12 T.2 ft • Ib) T. 7. R.8 ft • Ib) R. 7 Nm (0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selang pernafasan reservoir Selang reservoir coolant Cap reservoir coolant Reservoir coolant Coupler kipas radiator Selang pernafasan pompa air Selang pengeluaran radiator Selang pemasukan radiator Cap radiator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan 6-1 . 8 Nm (0.0 m • kg.RADIATOR EAS26380 RADIATOR Melepas radiator 5 T. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.7 m • kg.8 m • kg. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1. 5.

8 m • kg.1 ft • Ib) R. 5. 7 Nm (0. 7. 6-2 . R. 8 Nm (0.7 m • kg. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. Nomor 10 11 12 komponen yang dilepas Radiator Kipas radiator Penutup radiator Jumlah 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.RADIATOR Melepas radiator 5 T. 12 T.0 m • kg. 5.8 ft • Ib) R.2 ft • Ib) T.

Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak 3. b.8 psi) (0. Periksa: • Kipas radiator Kotor tersumabt → Bersihkan Semprot dengan udara bertekanan. semprot dari belakang ke depan.5–17. minus. tekanan dibawah spesifikasi buka. Berikan. selama 10 detik. harus dalam kondisi klep terbuka. Pasang radiator cap tester “1” dan adapter radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. Periksa: • Kipas radiator Rusak → Ganti Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25.6 kPa (13.23 kgf/cm²) a. Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 . Rusak → perbaiki/ganti CATATAN: Luruskan fins radiator dengan obeng.RADIATOR EAS26390 MEMERIKSA RADIATOR 1. dan berikan tekanan sesuai spesifikasi. Ukur: • Tekanan buka tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Isi: • Sistim pendinginan/Cooling system (dengan kapasitas dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.2–122. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti tutup radiator. Tekanan buka klep tutup radiator 93. 2.93–1. Periksa: • Selang radiator retak/bocor → Ganti 3. harus tidak ada penurunan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RADIATOR 1. EAS26400 2.

4 T.kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) Nomor R.THERMOSTAT EAS26440 THERMOSTAT Melepas thermostat 1 2 Baru 3 18 Nm (1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 13 ft • Ib) T. 5 10 Nm (1. Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan Tangki bensin/Fuel tank Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 7. 1 2 3 4 5 Selang masuk radiator Coupler coolant temperature sensor Coolant temperature sensor Tutup thermostat Thermostat 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .0 m • kg. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. Lepaskan 6-4 . R.8 m • kg.

dan thermostat. Thermostat yang tidak standart.5 (179. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. Pasang: • Thermostat CATATAN: Pasang thermostat dengan lubang by pass “a” menghadap ke atas. a. 82 ± 1. Panaskan air secara perlahan “3”. Pasang: 4 • Washer tembaga Baru • Coolant temperature sensor 3 1 2 Coolant temperature sensor 18 Nm (1.5–83. akan mengakibatkan panas/dingin yang berlebihan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6-5 . Tertutup penuh B. 13 ft·lb) ECA3C11004 PERHATIAN: Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant temperature sensor. Panaskan air secara perlahan.5 °C (176. Isi: • Sistim pendinginan/cooling system (dengan kapasitas. 4. Periksa: • Selang pemasukan radiator retak/bocor → Ganti EAS26480 MEMASANG THERMOSTAT 1.7 A.8 m·kg. Masukan thermometer “4” ke dalam air d.3 °F) → Ganti 2.6 ± 2. Periksa: • Sistim pendinginan/cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 5. 3. Terbuka penuh CATATAN: 95 203 Jika kondisi thermostat tidak sesuai.182. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. ganti komponen jika terjatuh atau terbentur dengan keras.9 . T. dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. perhatikan perubahan suhu thermometer. c.THERMOSTAT EAS26450 MEMERIKSA THERMOSTAT 1. b. R. ganti thermostat. Periksa: • Penutup thermostat retak/rusak → ganti 3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. Periksa: • Thermostat Tidak terbuka pada suhu 80. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2” isi gelas dengan air.

Lepaskan Untuk pemasangan. Panel depan kiri Kabel kopling (sisi mesin) Air pendingin/Coolant 1 2 3 4 5 Selang keluar radiator Selang pernafasan (pompa air) Selang pernafasan cylinder head Baut bracket radiator Unit pompa air 1 1 1 1 1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. kecuali jika air radiator turun terlalu drastis. 7. Lepaskan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.0 m • kg. Kuras. lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan Tidak perlu membongkar pompa air.0 m • kg. R. 6-6 . R.2 ft • Ib) Nomor T.POMPA AIR EAS26500 POMPA AIR Melepas pompa air 2 3 LS Baru 1 5 4 Baru LS 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) 10 Nm (1. T. 7. atau air masuk kedalam ruang oli mesin.

POMPA AIR Membongkar pompa air 10 Nm (1. 10 LS 3 Baru 2 1 10 Nm (1. 9 LT 8 Baru 5 10 Nm (1. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen yang dilepas Bracket radiator Tutup rumah radiator Gasket tutup rumah radiator Retainer as impeller As impeller Plat tutup rumah pompa air Gasket tutup rumah pompa air Seal pompa air Bearing Rumah pompa air Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.2 ft • Ib) T. R. 7. 7. kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) 4 6 7 Baru T. 7.0 m • kg.0 m • kg.0 m • kg. R. R.2 ft • Ib) T. 6-7 .

• Pasang seal pompa air dengan spesial tool. 2 3 1 EAS26530 A. Middle driven shaft bearing driver MEMERIKSA POMPA AIR 1.02 in) MERAKIT POMPA AIR 1. Periksa: • As Impeller retak/rusak/aus → Ganti • Bearing Putaran berat → Ganti • Selang keluar radiator retak/bocor → Ganti EAS26560 a a. Lumasi: • Bagian luar seal pompa air Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 3. Mechanical seal installer 4. CATATAN: Baru • Pasang seal pompa air dengan special tools.5 mm (0–0. • Sebelum memasang retainer as impeller shaft lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan gemuk coat of lithium-soap-based.POMPA AIR EAS26510 MEMBONGKAR POMPA AIR 1. Tekan kebawah 3. dengan kedalaman seperti terlihat pada gambar ilustrasi. • Setelah pemasangan as impeller periksa putaran harus lancar. • Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pada gambar ilustrasi. 2. Buka: • Seal pompa air “1” CATATAN: Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah pompa air. Pasang: • Seal pompa air “1” Baru (kedalam rumah pompa air “2”) ECA14080 2. Lepas: • Bearing “2” CATATAN: Mechanical seal installer 90890-04145 Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 A 4 3 1 Baru 2 Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa air “3”. Pasang: • Gasket rumah pompa air “1” • Plat rumah pompa air “2” • As Impeller • Retainer as impeller “3” CATATAN: PERHATIAN: Jangan melumasi bagian dalam seal pompa air dengan oli maupuin gemuk. 6-8 . 0–0.

Pasang: • Unit pompa air “1” • O-rings “2” Baru CATATAN: • Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft • Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithiumsoap-based. 3. a 1 Baru 3 EAS26580 2 MEMASANG POMPA AIR 1.POMPA AIR • Pastikan lubang baut gasket rumah pompa air. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 4. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. Isi: • Cairan pendingin/Cooling system (dengan spesifikasi dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. a b 1 2 2. dan retainer as impeller sejajar. dan pastikan plat rumah pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada gasket. 6-9 . Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. plat rumah pompa air.

.............................................................. 7-2 MELEPAS POMPA BENSIN ................SISTIM BAHAN BAKAR TANGKI BENSIN ............................. 7-6 MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ................................................................................ 7-6 MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR .. 7-4 MELEPAS THROTTLE BODY........................................................................... 7-1 MELEPAS TANGKI BENSIN ... 7-9 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM............................................................................................................................... 7-6 MEMERIKSA THROTTLE BODY ...................................... 7-2 MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN........ 7-6 AIR INDUCTION SYSTEM ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 7-2 THROTTLE BODY.................................. 7-2 MEMASANG POMPA BENSIN......... 7-12 7 ............................. 7-2 MEMASANG TANGKI BENSIN.................................. 7-6 MEMASANG THROTTLE BODY ....................................

3 R. 2. R. T.TANGKI BENSIN EAS26620 TANGKI BENSIN Melepas tangki bensin 10 Nm (1. R. 7. 7.0 m • kg.9 ft • Ib) 10 Nm (1.4 m • kg. 6 Baru 5 2 (6) 4 1 4 Nm (0.0 m • kg. 1 2 3 4 5 6 Coupler pompa bensin Selang bensin Tangki bensin Retainer pompa bensin Pompa bensin Gasket pompa bensin 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.2 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas. Nomor Komponen yang dilepas Jok/tempat duduk Jumlah Keterangan lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1.2 ft • Ib) T. 7-1 .

dengan alur yang terdapat pada retainer pompa bensin. geser penutup connector selang “1” yang terdapat diujung selang. Pada saat memasang selang bensin. 2. CATATAN: MEMASANG POMPA BENSIN 1. Kuras bensin melaui lubang tangki. Pasang: • selang bensin ECA3C11005 PERHATIAN: MELEPAS POMPA BENSIN 1. • Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin. dengan posisi permukaan sambungan pompa bensin berada di bawah. CATATAN: • Pasang connector selang bensin. sanggah jangan sampai terluka. Periksa: • Bodi pompa bensin Kotor → Bersihkan retak/rusak → Ganti unit pompa bensin EAS26700 PERINGATAN Lindungi sambungan selang dengan kain. tekan dua pengait “2” yang terdapat pada sisi connector. CATATAN: • Jangan sampai melukai permukaan sambungan tangki. pastikan connector terpasang dengan sempurna. 2. • Tepatkan nok “a” pada pompa bensin. dengan cara menyedot dengan pompa. R. Lepaskan: • Tangki bensin CATATAN: Jangan menempatkan tangki bensin. 7-2 . EAS26640 EAS3C11024 MEMASANG TANGKI BENSIN 1. dan penutup connector betul betul telah terpasang dengan posisi yang benar. • Pasang pompa bensin seperti pada gambar ilustrasi. pada saat memasang pompa bensin • Selalu pergunakan gasket pompa yang baru. • Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. jika akan melepas selang. dengan pola silang seperti pada gambar. Lepas: • Pompa bensin ECA14720 PERHATIAN: • Jangan sampai pompa bensin terjatuh.9 ft·lb) T.TANGKI BENSIN EAS26630 EAS26670 MELEPAS TANGKI BENSIN 1. dan lepaskan selang • Lepaskan selang secara manual tanpa menggunakan alat/tools. 2 1 3 4 a 1 FWD (DEPAN) 5 6 2 3. Lepaskan: • Selang bensin EWA3C11003 MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN 1. Untuk menghindari semburan bensin. tarik ke arah tanda panah seperti gambar.4 m·kg. jika tidak selang bensin dapat terlepas. pada pompa bensin hingga terdengar suara “click” . • Sebelum melepas selang. Pasang: • Pompa bensin Baut pompa bensin 4 Nm (0. • Kencangkan baut pompa bensin. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. atau terbentur dengan keras. tempatkan kain dibawah sambungan selang.

geser penutup connector “1” pada ujung selang seperti pada gambar dibawah.TANGKI BENSIN • Untuk memasang selang bensin ke pompa bensin. 1 7-3 .

Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Kendorkan ECA3C11015 PERHATIAN: 9 Throttle body 1 Jangan melakukan pembongkaran unit throtlle body. R. R.0 m • kg. 1. lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. 7-4 . 3 Baru Nomor T. R.2 m • kg.2 m • kg. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0. 7.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1.THROTTLE BODY EAS26970 THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1.4 ft • Ib) Jok/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin Rumah saringan udara 1 2 3 4 5 6 7 8 Selang bensin Coupler Fuel injector Fuel injector Gasket Fuel injector Coupler FID (fast idle solenoid) Coupler unit Throttle body sensor Kabel gas Baut klem joint Throttle body 1 1 1 1 1 1 1 2 T.2 ft • Ib) T. 8.

5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0. R. 1. 7. R.0 m • kg.2 ft • Ib) T.2 m • kg. 8.4 ft • Ib) Joint Throttle body Selang vacuum air induction system Manifold pemasukan T.2 m • kg.THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. R. Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 Lepaskan keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 3 Baru Nomor 10 11 12 T. 7-5 .

b. Angkat bagian depan dari tangki bensin c. Periksa: • aliran bahan bakar tersumbat → Bersihkan a. Untuk menghindari semburan bensin. e. 7-6 . pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel pressure adapter “3”.6 psi) (2. Pasang: • Klem joint Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan coakan “b” yang terdapat pada klem. Lepas: • Throttle body ECA3C11016 PERINGATAN PERHATIAN: Jangan melepas unit throttle body sensor "1". Periksa: • Fuel injector Rusak → Ganti EAS26990 d. Jangan menggunakan carburetor cleaning solution. Pasangkan fuel pressure adapter “3” diantara selang bensin “1” dan pompa bensin “2”. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan. 2. Tekanan bensin 250. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG THROTTLE BODY 1. Ukur tekanan bensin. Buka tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Lepaskan selang bensin “1” dari pompa bensin “2”. Periksa: • Tekanan bensin a. jika akan melepas selang. dari throttle body. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 2 3 1 f. g. b. Periksa: • Throttle body retak/rusak → Ganti throttle body.5 kgf/cm²) Tidak sesuai → Ganti pompa bensin LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11006 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11005 MEMERIKSA TEKANAN BENSIN 1.THROTTLE BODY EAS3C11025 EWA3C11003 MELEPAS THROTTLE BODY 1. Lindungi sambungan selang dengan kain. Bersihkan throttle body dengan petroleumbased solvent. Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Fuel pressure adapter 90890-03186 MEMERIKSA THROTTLE BODY 1.0 kPa (35. Hidupkan mesin. 2 1 1 EAS3C11028 MEMERIKSA FUEL INJECTOR 1.

b a 3.THROTTLE BODY a b 2. a b 4. Pasang: • Joint throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan alur “b” pada intake manifold. 7-7 . Pasang: • Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan alur “b” yang terdapat pada joint throttle body. Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL GAS” halaman 3-6.

THROTTLE BODY 7-8 .

AIR INDUCTION SYSTEM EAS27040 AIR INDUCTION SYSTEM 2 1 3 4 6 1 2 3 5 4 6 5 7-9 .

AIR INDUCTION SYSTEM 1. Selang Air induction system (rumah saringan udara ke 3 cabang joint) 5. Selang vacuum Air induction system 6. Resonator 2. Selang Air induction system (3-cabang joint ke cut-off valve) 4. Air cut-off valve 7-10 . Selang Air induction system (3-cabang joint ke resonator) 3.

6 LT 2 7 8 1 4 3 Nomor Kompo nen yang dilepas Jok/Panel samping kanan Tanngki bensin Jumlah Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. 7. 7-11 .0 m • kg.AIR INDUCTION SYSTEM Melepas selang air cut-off valve dan reed valve 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. 7. R. T.0 m • kg.kebalikan dari prosedur melepas. 1. 5 R. lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1. 2 3 4 5 6 7 8 Selang Airinduction system ( 3 joint ke resonanator) Resonator Selang Air induction system (saringa udara ke 3 cabang joint) Selang Air induction system (3-cabang joint ke air cut off valve) Selang vacum Air induction system Air cut-off valve Unit Reed valve Plat Reed valve plate 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .2 ft • Ib) 10 Nm (1.

Periksa: • Air cut-off valve rusak/retak → Ganti 4. mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F). C retak/rusak/bocor → ganti • 3-cabang joint rusak/bocor → Ganti 2. dan tekanan berkurang. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve “1” dan sedot selang negative. Ke manifold pemasukan 1. Air cut-off valve Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pemasukan. Tiup dengan udara pada ujung selang air induc tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara. untuk mengurangi kadar emisi hydro carbon. jika kecepatan tinggi. atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi cylinder head). Periksa: • Reed valve • Stopper reed valve • Dududkan reed valve rusak/bocor → ganti unit reed valve 3. Tiup dengan udara pada ujung selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara dari air cut-off valve (ke sisi cylinder head ). Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 A B A. Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar. Periksa: • Selang sambungan kendor → perbaiki c. untuk mencegah tekanan balik atau after-burning. Dalam kondisi normal. melalui diaphragma piston valve. Pada saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup) terjadi hisapan (negative pressure) sehingga air cut-off tertutup. air cut off valve otomatis tertutup untuk menghindari hilangnya tenaga. apakah ada udara mengalir. air cut-off valve terbuka. udara segar akan mengalir ke lubang buang. Air cut-off valve terbuka lanjutkan langlah (b). Periksa: • cara kerja Air cut-off valve tidak bekerja dengan lancar → Ganti a. reed valve terbuka. sehingga. Dari rumah saringan udara B. 7-12 . sehingga udara mengalir lubang buang. dengan cara menginjeksi udara segar (secondary air) ke lubang pembuangan. Untuk itu. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM A B C b.AIR INDUCTION SYSTEM EAS27060 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM Air injection Air induction system (AIS). membakar kembali bahan bakar yang tidak terbakar . Jika tekanan negative timbul pada lubang. Ke cylinder head C. Air cut-off valve tertutup Ganti air cut-off valve.

AIR INDUCTION SYSTEM Air cut-off valve terbuka Ganti air cut-off valve. Air cut-off valve tertutup Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK. 1 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7-13 .

....................................................................................................SISTIM KELISTRIKAN SISITIM PENGAPIAN ................... 8-29 RANGKAIAN DIAGRAM ....8-5 CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM ..............................................................................................8-7 TROUBLESHOOTING ........................8-19 RANGKAIAN DIAGRAM ................................................................................................................................................................................................8-5 RANGKAIAN DIAGRAM ........................ 8-1 TROUBLESHOOTING ...................................................8-27 SISTIM FUEL INJECTION ........................................8-21 SISTIM PENDINGINAN........8-3 SISTIM STARTER KELISTRIKAN..................................8-31 TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION..................................................8-34 MODE DIAGNOSTIC MODE ................................................. 8-51 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................8-25 TROUBLESHOOTING .........................................8-15 TROUBLESHOOTING ..................................................8-35 DETAIL TROUBLESHOOTING .............................................................................................................................................................................................................................8-15 RANGKAIAN DIAGRAM .......8-29 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION........8-32 METODE TROUBLESHOOTING .................8-25 RANGKAIAN DIAGRAM ............................. 8-17 SISTIM SINYAL .................................8-40 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR................................................................................................................ 8-11 TROUBLESHOOTING ................................................................................................................................................................. 8-53 8 ........................................................................... 8-13 SISTIM PENERANGAN .............................. 8-51 TROUBLESHOOTING ......... 8-11 RANGKAIAN DIAGRAM ...................................................................................8-9 SISTIM PENGISIAN............................................................8-19 TROUBLESHOOTING ..................... 8-1 RANGKAIAN DIAGRAM ...............................................................................................................................................................................................................

......................................................................... 8-68 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR...............8-67 MEMERIKSA GAP PENGAPIAN ............................ 8-68 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER.............................. 8-73 ..................................................................................................8-64 MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK ................. 8-72 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) .....................................................KOMPONEN KELISTRIKAN........................................................................................................................................................................................................................8-69 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR .............8-70 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR ................................................................................................................................ 8-67 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR..................8-55 MEMERIKSA SWITCH ............................................................................................................................ 8-60 MEMERIKSA SEKRING ...........8-71 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR .... 8-66 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK ..............8-69 MEMERIKSA STATOR COIL ...........................................................8-57 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM ......................8-70 MEMERIKSA FUEL SENDER ................................................................................................................................8-61 MEMERIKSA RELAY ............................................8-66 MEMERIKSA IGNITION COIL ..................... 8-65 MEMERIKSA DIODE .............................................. 8-61 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY.....................................................................8-71 MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ...........8-69 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN.............................

.

EAS27100 EAS27090 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R Gy L/W R/W 5 Gy R 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R SISTIM PENGAPIAN 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-1 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) L Dg Dg L G/Y 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G Sb B B B Ch Dg B B 57 Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENGAPIAN (BLACK) .

Coil pengapian/Ignition coil 24. Battery 12.Busi/Spark plug 8-2 .SISTIM PENGAPIAN 2.Switch engine stop 20. Crankshaft position sensor 4.Lean angle sensor 22.ECU (engine control unit) 23. Kunci kontak/Main switch 5. Sekring/Fuse 6.

OK ↓ 8. OK ↓ 2. Panel depan kanan 4. OK ↓ 3.SISTIM PENGAPIAN EAS27120 TROUBLESHOOTING Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil). CATATAN: • Sebelum melakukan troubleshooting. NG → Ganti coil pengapian/ ignition coil. NG → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Periksa busi/ spark plug. Periksa cap busi lihat bagian “MEMERIKSA CAP BUSI” halaman 8-66. lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" halaman 3-7. Tangki bensin 3. OK ↓ 6. Tempat duduk 2. Periksa kunci kontak/ main switch. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/SWITCH” halaman 8-57. OK ↓ 7. lihat bagian “MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR” halaman 8-68. NG → Ganti sekring 8-3 . OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/ main switch. OK ↓ 4. Periksa crankshaft position sensor. Periksa sekring/fuse lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Unit lensa lampu depan 1. Periksa battery. NG → Ganti cap busi/ spark plug cap. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA COIL PENGAPIAN” halaman 8-67. Periksa jarak loncatan api lihat bagian “MEMERIKSA JARAK LONCATAN API” halaman 8-67. NG ↓ 5. Periksa coil pengapian/ ignition coil. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. NG → Setel celah busi /ganti busi NG → • Berihkan terminal battery • Strom/Ganti battery. OK → Sistim pengapian/Ignition system OK.

Periksa lean angle sensor. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-1. OK ↓ 10. OK ↓ Ganti ECU.Periksa rangkaian kabel sistim pengapian.SISTIM PENGAPIAN 9. NG → Ganti unit lean angle sensor. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH” halaman 8-57. NG → Rangkaian engine stop switch rusak. NG → Perbaiki sambungan atau ganti kabel sistim pengapian. OK ↓ 11. Periksa engine stop switch. lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN ANGLE SENSOR” halaman 8-68. Ganti saklar tangkai kemudi kanan 8-4 .

EAS27170 EAS27160 W R R W 2 R W W W W R O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 W W W W W W R R/W L/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W Br/W P/W B/L Y/L L 3 16 17 Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W R B R W W W R B 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B 25 Br Y/R RANGKAIAN DIAGRAM R 4 19 B/L ON OFF R Br/L R Br 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W (RED) G/R B/L B L/W R/W B R/W Sb (RED) 10 11 R/B Br 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G (BLACK) O/B R/ (BLAC 13 Sb R/B 2 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Lg Gy Lg Lg Y SISTIM STARTER KELISTRIKAN 14 W/Y B 8-5 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br 33 49 32 Br G/Y B B Br/W R/B Dg L Dg L (BLACK) (BLACK) G/Y W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 34 Br P W/Y L 51 L Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 (L) Br Br/W P R/B B (R) Br/W Br Ch Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Y G B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Sb B 57 Y B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM STARTER KELISTRIKAN (BLACK) .

Engine stop switch 13.Switch kopling/clutch 8-6 . Battery 7.Diode 14. Kunci kontak/Main switch 5.Tombol starter/start switch 12. Sekring/Fuse 6. Motor starter 8.SISTIM STARTER KELISTRIKAN 4. Relay starter 9. Relay starting circuit cut-off 11.Switch netral 40.

rangkaian cut off tertutup. seperti gambar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka. • Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi. sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter. motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi : • Posisi transmisi dalam kondisi neutral. ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi. sehingga mesin bisa dihidupkan dengan tombol strater “ ” .SISTIM STARTER KELISTRIKAN EAS27180 CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup). 2 3 1 4 10 5 11 9 7 8 6 a b 8-7 . seperti salah satu kondisi diatas. Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter.

Motor starter 8-8 . Kunci kontak/Main switch 4. Tombol starter/Start switch 10. Starting circuit cut-off relay 6. Switch kopling 7.ELECTRIC STARTING SYSTEM a. Diode 8. Starter relay 11. JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH TANGKAI KEMUDI 1. Switch netral 9. Sekring/Fuse 3. Battery 2. Engine stop switch 5. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL b.

ELECTRIC STARTING SYSTEM EAS27190 TROUBLESHOOTING Motor starter tidak berputar CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 7. NG → Ganti diode. Periksa cara kerja motor starter lihat bagian “MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER” halaman 8-69. OK ↓ 5. NG → Perbaiki/ ganti motor starter. Periksa rangkaian starting cut-off relay. Periksa starter relay. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" halaman 8-61. NG ↓ 4. NG → Ganti sekring 8-9 . lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" halaman 8-64. OK → Motor starter OK. Lihat electric starting system troubleshooting. OK ↓ 8. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/main switch. OK ↓ 2. Periksa kunci kontak/ main switch. NG → Ganti motor starter. lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” halaman 8-66. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Ganti starting cut-off relay. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. Periksa motor starter lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR STARTER” halaman 5-35. Panel depan kanan 3. Jok/Tempat duduk 2. OK ↓ 6. Periksa diode. OK ↓ 3. starting dengan tahap 5. lihat bagaian “MEMRIKSA RELAY” halaman 8-64. Unit lensa depan 1. Periksa battery.

Periksa kabel sistim starting lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM" halaman 8-5. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH" halaman 8-57. OK ↓ 13. ganti saklar tangkai kemudi kanan.SISTIM STARTER LISTRIK 9.Periksa switch kopling lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. OK ↓ 11. OK ↓ Rangkaian starter dalam kondisi OK. OK ↓ 10.Periksa neutral switch. NG → Tombol starter rusak. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. OK ↓ 12.Periksa tombol starter. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. Periksa engine stop switch. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. 8-10 . NG → Ganti switch kopling NG → Ganti switch netral NG → Engine stop switch rusak. NG → Perbaiki sistim sambungan kabel sistim kelistrikan.

EAS27210 EAS27200 W R R W 2 R W W W W R 1 W W W W W W RANGKAIAN DIAGRAM R R/W L/W L/W Gy Br L/B 5 Gy R Gy 8 W W W R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W 3 B R W W W R B Br/W P/W B/L SISTIM PENYETROMAN BATTERY 6 7 9 R/B L/W R/B L/W R/W L/B R 8-11 10 B L/W R/W B R/W 4 ON OFF R Br/L R Br (RED) (RED) Br 11 12 R/B Sb 13 Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb R/B 14 Br SISTIM PENYETROMAN 50 Br B B Br .

3. 6. AC magneto Rectifier/regulator Sekring/Fuse Battery 8-12 .SISTIM PENYETROMAN 1. 5.

lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → Ganti sekring/fuse 8-13 . OK ↓ 4. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. OK ↓ Rangkaian sistim penyetroman OK. NG → Ganti rectifier/regulator. Memeriksa rectifier/regulator. Panel samping kiri 1.ihat bagian “MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR” halaman 8-69. Periksa battery. lihat bagian “MEMERIKSA STATOR COIL” halaman 8-69. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom/Ganti Battery. Periksa stator coil.SISTIM PENYETROMAN EAS27230 TROUBLESHOOTING Battery tidak bisa disertrom CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG → Ganti unit crankshaft position sensor/ unit stator. NG → Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim penyetroman. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-11. OK ↓ 5. l. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Periksa kabel disekitar sistim penyetroman. OK ↓ 2. Tempat duduk 2. OK ↓ 3. Periksa sekring.

SISTIM PENYETROMAN 8-14 .

EAS27250 EAS27240 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENERANGAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-15 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENERANGAN (BLACK) .

Saklar lampu 36.Saklar dimmer 46. Kunci kontak/Main switch 5.Saklar pass 37.Lampu rem belakang 35. Sekring/Fuse 6.Indikator lampu jauh 58.SISTIM PENERANGAN 4. Battery 31.Lampu posisi/lampu senja 47.Lampu meter 8-16 .lampu depan/Headlight 57.

ganti saklar tangkai kemudi kiri. NG → Ganti kunci kontak/main switch. Periksa kunci kontak/ main switch. Jok/tempat duduk 2. Memeriksa pass switch. Memeriksa saklar dimmer. ganti saklar tangkai kemudi kiri. Periksa semua kondisi bohlam dan socket bohlam. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. Periksa fuse. lampu posisi atau lampu meter CATATAN: • sebelum troubleshooting. 8-17 . lampu belakang. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring NG → Ganti bohlam dan socket bohlam. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 2. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60.SISTIM PENERANGAN EAS27260 TROUBLESHOOTING Jika ada masalah sinyal al: lampu depan. NG → Saklar dimmer rusak. indikator lampu jauh. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa battery. OK ↓ 6. OK ↓ 7. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 5. unit lensa depan 1. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Saklar pass rusak. OK ↓ 3. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel sistim penerangan. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa kabel sistim penerangan lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-15. OK ↓ 4. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1.

SISTIM PENERANGAN 8-18 .

EAS27280 EAS27270 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W SISTIM SINYAL B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-19 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM SINYAL (BLACK) .

Indikator lampu netral 59.Klakson/Horn 38.Switch sinyal belok 41.Relay sinyal belok 33.Switch lampu rem depan 31.Switch netral 22.Meter bahan bakar/Fuel gauge 55.Lampu sinyal belok depan kiri 42. Kunci kontak 5.ECU (engine control unit) 28.Lampu sinyal belok belakang kiri 44. 43.Tombol klakson 39. Sekring/Fuse 6.Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Battery 14.SISTIM SINYAL 4.Lampu sinyal belok depan kanan.lampu sinyal belok belakang kanan 54.Tachometer 56.Indikator lampu belok 8-20 .Lampu belakang/rem 32.Switch lampu rem belakang 30.

Ganti saklar tangkai kemudi kiri.SISTIM SINYAL EAS27290 TROUBLESHOOTING • Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok. OK ↓ 4. Jok/Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. atau lampu indikator • Klakso/ horn tidak berbunyi • Meter bahan bakar tidak bekerja NOTE: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 2. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ Periksa kondisi semua rangkaian sistim sinyal. NG → Tombol klakson rusak. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring 8-21 . Tangki bensin 3. OK ↓ 2. Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa kabel-kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “Memeriksa sistim sinyal”. periksa Horn/klakson lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ KLAKSON" halaman 8-70. lampu rem. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa battery. NG → Perbaiki sambungan dan bagian-bagian sistim kabel. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Memeriksa sistim sinyal Klakson/horn tidak berbunyi 1. Periksa tombol klakson/horn lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ NG → Ganti klakson/ horn. OK ↓ 3. Unit lensa depan 1.

Periksa bohlam indikator belok dan socket. 8-22 . lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. Periksa kabel sistim sinyal. OK ↓ NG → Ganti bohlam lampu indikator. Periksa bohlam sinyal belok dan socket. atau perbaiki kabel sistim sinyal. 3. OK ↓ 4. Lampu belakang/rem tidak menyala 1. socket atau keduanya. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. atau socket atau keduanya. lihat bagianm “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 2. indikator belok. Periksa bohlam lampu belakang/ dan socket. NG → Ganti bohlam lampu sinyal belok. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. NG → Ganti switrch rem depan NG → Ganti switch rem belakang NG → Perbaiki sambungan. NG → Ganti bohlam lampu belakang/rem. Periksa lampu rem depan. Lampu sinyal belok. OK ↓ 3. Periksa lampu rem belakang. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 2. socket atau keduanya. atau keduanya tidak menyala 1.

OK ↓ Ganti unit meter Meter bahan bakar tidak bekerja 1. socket. NG → Ganti relay sinyal belok NG → switch sinyal belok rusak. atau perbaiki kabel sistim sinyal. OK ↓ 4. Periksa sender bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR” halaman 8-70. Ganti saklar tangkai kemusi kiri. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. NG → Ganti switch netral NG → Ganti lampu indikator netral. OK ↓ 2. Periksa bohlam indikator netral dan socket.SISTIM SINYAL 3. Periksa switch netral lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa relay sinyal belok lihat bagian “MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK” halaman 8-65. Periksa saklar sinyal belok. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. atau keduanya. OK ↓ 3. OK ↓ Ganti unit meter Lampu indikator netral tidak menyala 1. OK ↓ NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Perbaiki sambungan. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKETS” halaman 8-60. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. 8-23 . NG → Perbaiki sambungan atau kabel sistim relay. OK ↓ 5.

Periksa kabel sisitim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ Ganti unit meter 8-24 . 2.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel.

EAS27310 EAS27300 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENDINGINAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-25 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENDINGINAN (BLACK) .

COOLING SYSTEM 4.Kipas motor radiator 49.Lampu peringatan temperatur coolant 8-26 .Sensor temperatur coolant 22. Kunci kontak/Main switch 5. Battery 19. Sekring/Fuse 6.Relay motor kipas radiator 53.ECU (engine control unit) 48.

NG → Ganti kunci kontak NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. OK ↓ 7. Jok/tempat duduk 2. OK ↓ 3. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → Ganti coolant temperature sensor. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-25. Periksa relay motor kipas radiator lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" halaman 8-64. NG → Ganti relay motor kipas radiator. Periksa coolant temperature sensor. Panel depan kanan dan kiri 3. OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA SENSOR TEMPERATURE COOLANT” halaman 8-71. OK ↓ 6. Periksa kunci kontak lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Unit lensa lampu depan 1. Periksa kabel sekitar cooling sistim. Periksa battery. OK ↓ 2. OK ↓ 5. NG → Ganti motor kipas radiator. OK ↓ Ganti ECU. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. NG → Ganti sekring 8-27 .SISTIM PENDINGINAN EAS27320 TROUBLESHOOTING CATATAN: • Sebelum troubleshooting. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa motor kipas radiator lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR KIPAS RADIATOR” halaman 8-71.

SISTIM PENDINGINAN 8-28 .

EAS27340 EAS27330 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) SISTIM FUEL INJECTION R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-29 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM FUEL INJECTION (BLACK) .

Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light 8-30 . Battery 12.Injector bahan bakar/Fuel injector 27.Motor kipas radiator 49.ECU (engine control unit) 23.Connector sinyal Self-diagnosis 22. Kunci kontak/Main switch 5.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor 17.FID (fast idle solenoid) 26.Relay motor kipas radiator 52. Crankshaft position sensor 4.Coil pengapian/Ignition coil 24.Throttle position sensor 19.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor 20.Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor 18.Busi/Spark plug 25.SISTIM FUEL INJECTION 2.Pompa bahan bakar 48.Engine stop switch 16. Sekring/Fuse 6.Lean angle sensor 21.

(ON) dan 0. sehingga motor tetap masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya).5 detik. tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection. • Untuk memberitahu pengendara. Jika salah satu tidak berfungsi.5 detik mati (OFF).5 0. c. 1 1.5 3 8-31 . maka lampu indikator mesin akan berkedip. maka ECU akan memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light) yang terdapat pada speedometer.5 detik mati (OFF). Lampu nyala (ON) Lampu mati (OFF) 1 1. Contoh: 42 a. b. d. e. Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0. f. Engine trouble warning light Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1. akan segera terdeteksi. ECU akan menginstruksikan pengoperasian dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak. Apabila terdapat gejala kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION EAS27350 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan normal. kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool). atau masalah pada sensor-sensor. setelah tombol start mesin ditekan • Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function. dan akan tersimpan didalam memory ECU. • Setelah mesin dalam kondisi berhenti.

Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam) a c b d c a. Bekerja dengan kondisi berbeda-beda. sesuai Dapat atau tidak dapat dengan ketidak norma. apakah mesin tetap bekerja. 8-32 . supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda. dan tombol start ditekan : Lean angle sensor Lean angle sensor 30: 41: (macet) (open atau short circuit) 33: 39: Kerusakan pada pengapian Fuel injector (open atau short circuit) 50: Ketidak normalan pada memory ECU (pemeriksaan memory error) Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik. ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala. Lampu peringatan kerusakan mesin menyala selama 3 detik. Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor. apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul. ECU akan menghitung nilai yang terprogram dengan akurat. Indikator lampu peringatan Menyala* Kerja ECU Warning provided when unable to start engine Kerja Fuel Injection Kerja FI berhenti Kondisi sepeda motor Tidak dapat bekerja Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak normalan. setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”. Lampu indikator kerusakan mesin mati d. Kunci kontak “ON” c.bekerja. kemudiam kerja mesin akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi. tergantung lan yang terdeteksi dari kode kerusakan * Lampu peringatan menyala. tergantung dari kondisi yang terjadi . Kunci kontak “OFF” b. atau terhenti. EAS3C11008 TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan.SISTIM FUEL INJECTION Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection.

Pembacaan dan penulisan pada E2PROM error Sistim suplai power sepeda motor (Memonitor voltase) Terdeteksi error ketika membaca dan menulis E2PROM (angka penyetelan CO. ketika tombol switch "ON" hidup Tidak dapat Tidak dapat — 8-33 . Kabel Primary pada ignition coil: terdeteksi open circuit.SISTIM FUEL INJECTION Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table Kode kerusakan 12 Item Crankshaft position sensor keteranga Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor.) Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan menyala. 44 Dapat Dapat 46 Suplay power ke sistim fuel injection Dapat tidak normal Dapat 50 Kerusakan pada memory ECU (ketiInternal ECU tidak ka kerusakan ini terjadi. Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Fuel injector: terdeteksi open atau Tidak dapat Tidak dapat short circuit Tidak dapat Tidak dapat Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open (open atau short circuit) atau short circuit. bisa jadi berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat angka kode kerusakan tidak munmemory tidak berfungsi) cul. kunci kode register dan angka posisi throttle tertutup penuh). dapat/tidak dapat hidup dapat/tidak dapat dijalankan Tidak dapat Tidak dapat 13 Intake air pressure Intake air pressure sensor: terdesensor teksi open atau short circuit (open atau short circuit) Intake air pressure sensor (lubang tersumbat) Intake air pressure sensor: terdeteksi ada penyumbatan Dapat Dapat 14 tect hole) 15 Dapat Dapat Throttle position senThrottle position sensor: terdeteksor si open atau short circuit (open atau short circuit) Throttle position sensor (macet/lengket) Coolant temperature sensor Throttle position sensor macet Dapat Dapat 16 21 22 30 33 39 41 Dapat Dapat Dapat Dapat Coolant temperature sensor: terdeDapat teksi open atau short circuit Intake air temperaIntake air temperature sensor: terture sensor Dapat deteksi open atau short circuit (open atau short circuit) Lean angle sensor (macet/rusak) Ignition coil (open circuit) Fuel injector Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor.

lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”. Periksa angka kode kerusakan pada layar alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). b. tetapi lampu peringatan kerusakan mesin tidak menyala. Amati cara kerja sensor dan actuator pada diagnostic mode. lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel “DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman 8-40. c. If no malfunction is detected in the sensors and actuators. 1. 3. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan ke “ON”. Tentukan sistim kerusakan dengan kode kerusakan. Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut di dalam Mode Diagnostic. halaman 8-40. Periksa: • Angka kode kerusakan a.SISTIM FUEL INJECTION EAS27400 METODE TROUBLESHOOTING Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan engine trouble warning light menyala. check and repair inner parts of the engine. lihat bagian “Sensor operation table” dan “Actuator operation table”. ulangi langkah (1) sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan 8-34 . Tentukan penyebab kerusakan/ malfunction. dan pastikan tidak muncul angka kerusakan pada layar LCD. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kerja mesin tidak normal. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”. repair or replace all faulty parts. lihat bagian "Tabel kerja sensor" dan tabel “Cara kerja actuator" Periksa dan perbaiki lihat bagian “Tabel Fungsi Self Diagnostic”. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/ malfunction. Periksa kerja Fuel Injection System setelah direkondisi. 30: Ignition coil 36: Fuel injector If a malfunction is detected in the sensors or actuators. 1. 2. CATATAN: Apabila kode kerusakan muncul. 4. Angka kode kerusakan Tidak ada kode angka kerusakan Periksa dan perbaiki lihat “DETAIL TROUBLE SHOOTING".

“WARNING” (orange) akan menyala. FI diagnostic tool 90890-03182 Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak) CATATAN: Putaran mesin. jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode. temperatur mesin. Putar kunci kontak ke arah “OFF”. kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool. CATATAN: Jika salah satu sistim tidak berfungsi. • Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin 1 2 CATATAN: • Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool. • Lampu “POWER” (hijau) akan menyala. 4.SISTIM FUEL INJECTION EAS27431 MODE DIAGNOSTIC Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool. 2. dan disetel pada normal mode. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. 3. dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. dan juga lampu. dan kode kerusakan. dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor. FI Diagnostic Tool 0rpm 66 ˚C S/D : 41 8-35 . Matikan mesin. 1.

3. dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. • Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number). Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim) 1. 6. 2. Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. tekan tombol “DOWN” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun. 7. Memeriksa kerja dari sensor atau actuator. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. 5. • Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON" 4. FI Diagnostic Tool D03 : 101 8-36 . Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. Geser saklar engine stop switch ke “ ” . CATATAN: • Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool. • Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number). Setelah memilih “DIAG”. 1 2 CATATAN: • Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70). Tekan tombol “MODE” . 6.SISTIM FUEL INJECTION 5. Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”. • Kerja Sensor (sensor operation) Data mewakili kondisi kerja dari sensor. • Kerja Actuator (actuator operation) Tekan tombol “MODE” . Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan tombol "UP" dan tombol “DOWN” . tekan tombol “UP” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik. 8. tekan tombol “MODE”. dan putar kunci kontak ke arah “ON”. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode. tampak pada layar LCD.

Intake air pressure sensor (lubang tersumbat/kotor) . Throttle position sensor: terdeteksi open atau short circuit. • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya fuel injector. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. 03 • Kegagalan pemakaian ECU.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. Coolant temperature sensor: terdeteksi open atau short circuit — 13 • Open atau short circuit kabel bodi. 22 • Open atau short circuit pada kabel bodi Intake air temperature sen. • Tidak sempurnanya intake air pressure sensor. • Pemasangan yang salah fuel injector. • Kegagalan pemakaian ECU Nomor kode Diagnostic 12 Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. Kabel primary pada ignition • Kegagalan pemakaian componen pada coil: terdeteksi open circuit. 10. Tabel kode Diagnostic Nomor kode kerusakan Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan • Open atau short circuit pada kabel bodi • Crankshaft position sensor tidak berfungsi • AC rotor magneto tidak berfungsi • Pemasangan sensor tidak sempurna. • Lubang tersumbat/kotor pada Intake air pressure sensor. 03 14 15 • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya throttle position sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. ignition cut off circuit system. • Kegagalan pemakaian ECU. sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe. 01 • Pemasangan throttle position sensor tidak baik. si open atau short circuit. • Terjatuh/terguling • Kegagalan pemakaian ECU.• Tidak sempurnanya air temperature sensor. Throttle position sensor macet atau lengket. 08 30 33 • Open circuit pada kabel bodi • Kegagalan pemakaian ignition coil. 30 39 36 41 • Open atau short circuit pada kabel bodi Lean angle sensor: terdetek• Tidak sempurnanya lean angle sensor. 01 16 21 • Open atau short circuit kabel bodi • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor. Fuel injector: terdeteksi open atau short circuit. 08 8-37 . Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU • Macet/lengketnya throttle position sensor. • Kegagalan pemakaian ECU.05 short circuit ratur sensor.SISTIM FUEL INJECTION 9. Intake air pressure sensor: terdeteksi open atau short circuit. Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. 06 • Pemasangan yang salah coolant temperature sensor.

) Menunjukkan suhu udara yang masuk. (Program dan data didalam ECU.4–1. 05 Suhu udara masuk 06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi.4 3. 8-11. 01 Bagian Sudut Throttle • Posisi tertutup penuh • Posisi terbuka penuh display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan Periksa perubahan nilai pada layar saat throttle ditutup dan dibuka.) ___ 00 01: Nilai perubahan CO terbaca.Bandingkan nilai pada langin / coolant. 08 Lean angle sensor • Tegak • Miring / terjatuh 09 Tegangan sistem bahan bakar (tegangan battery) 60 Kode kerusakan E2PROM • Tidak ada sejarah • Ada sejarah 8-38 . 0.0 Lepas lean angle sensor dan miringkan hingga mencapai sudut 65 derajat. yar dengan suhu air pendingin yang terukur secara aktual. Kemungkinan penyebab kerusakan • Kerusakan pada ECU. lakukan penyetruman. (Saat kerusakan ini terjadi • Kerusakan pada ECU. 14–20 97–107 03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat masuk. (Jika tegangannya lebih rendah. Lihat fuel injection tidak mengalir “SISTEM PENGISIAN” pada hal.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam proses di memori E2PROM pada ECU. (Nilai penyetelan CO dan nilai pembacaan throttle valve saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca dengan baik oleh memori.2 Mencapai 12.8–4. nomer kode tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh — kerusakan dapat tidak munmemori.) cul di layar LCD FI diagnostic tool. secara normal.) Nomor code diagnostic 60 46 Aliran listrik ke dalam sistem • Kerusakan pada sistem pengisian. menekan tombol start “ ”. — 50 Kesalahan dimemori ECU.) Tabel kerja sensor Nomor kode kerusakan. Bandingkan dengan tegangan yang terukur secara aktual. (Jika nilai pada layar berubah-ubah. berarti kerja sensor baik. Bandingkan nilai pada layar dengan suhu udara yang terukur secara aktual.

layar akan menampilkan seluruh kode kerusakan setiap selang waktu 2 detik. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. fuel injector akan bekerja lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector selang dua detik. Lampu peringatan kerusakan mesin akan menyala. 36 Fuel injector 51 Relay motor radiator fan 8-39 . Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. (ON 2 detik. motor radiator fan menyala OFF 3 detik) lima kali. banyak lima kali dengan wak• Gunakan ignition tu selang dua detik. ignition coil akan bekerja sePeriksa percikan lima kali. bekerja lima kali. tampilan akan mengulang kembali) metode pemeriksaan 62 Penghapusan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan 00 Sampai dengan 14 kode --Untuk menghapus sejarah tekan tombol “MODE” pada FI diagnostic tool. Mengaktifkan relay motor radiator fan sebanyak 5 kali tiap Periksa suara saat relay berselang 5 detik.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 61 Bagian Menampilkan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan Display FI diagnostic tool — 00 Kode kerusakan 12–50 • (Jika terdeteksi lebih dari satu kode kerusakan. checker. — 70 Nomer kontrol 0–254 Tabel kerja actuator Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 30 Ignition coil Saat tombol “MODE” ditekan. Jika seluruh kode sudah ditampilkan. Saat tombol “MODE” ditekan.

Nomer Diagnostic code. 8-40 .. oleh ECU. • Kerusakan pada FI diagnostic tool.. Nomer Kode kerusakan. LCD Display Waiting for connection. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools..Periksa suara saat FID belang satu detik. nostic tool tidak diterima • Battery motor sudah lemah. • Kerusakan pada ECU. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku. • Kerusakan pada ECU. ERROR 4 • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO Sinyal perintah dari FI diagatau diagnostic mode. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator". kerja lima kali. Lihat “Tabel Diagnostic code”. FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan se. Gejala Tidak ada sinyal diterima dari ECU.: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah. Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak. Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu.: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan. Kemungkinan penyebab kerusakan • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”. • Kerusakan pada FI diagnostic tool.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan.

• Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan. kode kerusakan 12 Diagnostic code No.SISTIM FUEL INJECTION No. Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok. Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet. — Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. (merah–merah) (putih–hitam/biru) • Ganti jika rusak.Periksa kekendoran atau tercabut. Memutar metion sensor. — Metode pemeriksaan Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan crankshaft posi. 4 Crankshaft position sensor rusak. 8-41 . 8-68. sin. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. 3 Kabel body terlepas atau korslet.

ECA3C11011 PERHATIAN: 3 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. • Jika ada kerusakan. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. 8-72. 8-42 . • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air pressure sensor: • Gunakan mode diagnostic. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut. • Perbaiki atau ganti jika terdapat Kabel bodi terlepas atau korslet. (Kode No. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. 13 03 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Intake air pressure sensor Metode pemeriksaan Diagnostic code No. kabel yang terbuka atau korslet. coupler.

14 Diagnostic code No. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor. 3 8-43 . Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No. 8-72. • Ganti jika terdapat kerusakan.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Gejala 03 Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Intake air pressure sensor Perkerjaan yang dilakukan • Periksa dan perbaiki sambungan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. • Jika terdapat kerusakan. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hingga diatasnya. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler.

• Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 3 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sensor. • Periksa kekendoran atau terjepit. 15 Diagnostic code No. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Gunakan mode diagnostic. 8-72. Throttle position sensor Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. (Kode No. ECA3C11011 PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian dari coupler.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. Kabel bodi utama putus atau terjadi hubungan pendek: • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. Gejala 01 terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit . • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler throttle position sensor kinan tercabut. (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Kabel massa yang dibuka Kabel keluaran yang dibuka Kabel power supply yang dibuka Tegangan keluaran 5V 0V 0V 5 Kerusakan pada throttle position sensor. 8-44 . • Jika terdapat kerusakan.

3 4 Kerusakan pada coolant temperature sensor 8-45 . 8-71. (Kode No. 21 Diagnostic code No. Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci konkekendoran atau terjepit. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran langsam maupun cepat. PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body No kode kerusakan. perbaiki dan pasang dengan benar. • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) • Gunakan mode diagnostic (Kode No. • Gunakan mode diagnostic. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Gejala 06 Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek.ON. 2 Kerusakan throttle position sensor.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal. 16 Diagnostic code No. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. Throttle position sensor Pekerjaan yang dilakukan • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 8-72. ECA3C11011 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. Coolant temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. tak ke posisi • Periksa pin coupler dari kemung. Gejala 01 Throttle position sensor macet. • Jika terdapat kerusakan.

Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. (Kode No. Intake air temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Gejala 05 Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet. 8-46 . coupler. • Gunakan mode diagnostic. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air temperature sensor. 8-72. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 22 Diagnostic code No. kontak ke posensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON.Putar kunci • Coupler Intake air temperature kinan tercabut. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. PERHATIAN: 2 3 ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. • Jika terdapat kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama.

tidak dapat di• Coupler lean angle sensor inan tercabut. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) • Gunakan mode diagnostic. Gejala 30 Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus. sensor. 8-1.coupler dari kemungkinan ry coil) tercabut. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 30 Diagnostic code No. hidupkan kecuali • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak dicoupler. terjepit demikian mesin Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa konektor dan pin • Connector Ignition coil (bagian prima. • Jika terdapat kerusakan. Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 2 3 Sepeda motor terjatuh Putar kunci kontak ke posisi Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau “ON” (walaupun. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama. perbaiki lebih dahulu). 4 No kode kerusakan. 33 Diagnostic code No. 2 3 Kerusakan pada ignition coil 8-47 .30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils. putar “OFF” ter• Jika terdapat kerusakan. (Kode No.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. (Kode No. Gejala 08 Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. Lean angle sensor Pekerjaan yang dilakukan Posisikan motor kembali tegak. dan sambung coupler dengan benar. Ignition coil Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. • Gunakan mode diagnostic. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68. Kerusakan lean angle sensor.

Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada lean angle sensor . Fuel injector Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Jika terdapat kerusakan. 2 3 No kode kerusakan. 2 3 8-48 .SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan 39 Diagnostic code No.Putar kunci kon• Coupler Lean angle sensor kinan tercabut. mesin • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler.36) • Ganti jika terdapat kerusakan. (Kode No.• Gunakan mode diagnostic. 8-68. Lean angle sensor Metode pemeriksaaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Jika terdapat kerusakan.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. (Kode No. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Gejala 08 Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet. Gejala 36 Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) Kerusakan pada primary injector. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.Memutar • Coupler Injector kinan tercabut. coupler. • Gunakan mode diagnostic.. 41 Diagnostic code No. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”.

dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup). Ganti ECU jika rusak. 2 3 4 Kerusakan pada rectifier/regulator Kabel bodi utama terputus atau korslet. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) Gejala Kerusakan pada memory ECU. • 01 akan tampil dilayar. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler ECU pada kabel bodi utama kinan tercabut.) — Metode pemeriksaaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. 60 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada ECU No kode kerusakan.60). Ganti ECU. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO. Diagnostic code No. No kode kerusakan. kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar. (Kode No. E2PROM fault code display Pekerjaan yang dilakukan • Gunakan mode diagnostic. Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11. • Ganti jika terdapat kerusakan. 50 Diagnostic code No. pembacaan ulang kode. Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. — Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. • Diantara battery dan kunci kontak.SISTIM BAHAN BAKAR No kode kerusakan. Gejala — Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal. Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Kerusakan pada ECU. 46 Diagnostic code No. 8-49 . • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan.

SISTIM FUEL INJECTION 8-50 .

EAS27560 EAS27550 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 14 W/Y B 8-51 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM POMPA BAHAN BAKAR (BLACK) .

ECU (engine control unit) 27.Engine stop switch 22. Kunci kontak/Main switch 5. Sekring/Fuse 6.Pompa bahan bakar 8-52 . Battery 12.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 4.

lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. • Setrom/ganti battery.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 3. OK ↓ 2. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. Jok/tempat duduk 2. Tangki bensin 3. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Engine stop switch rusak. OK ↓ 4. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal battery. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. OK ↓ Ganti ECU. Periksa battery. OK ↓ 5. Unit lensa lampu depan 1. OK ↓ 6. Periksa switch engine stop. Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51. NG → Ganti sekring 8-53 .

POMPA BAHAN BAKAR 8-54 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 4 3 5 6 2 7 17 1 8 9 10 16 15 14 13 12 11 8-55 .

Starter relay 13. 9. ECU (engine control unit) 11. Switch lampu rem belakang 14. Sekring/Fuse 5. Starting circuit cut-off relay 8. Relay sinyal belok 10.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. klakason/Horn 2. Sensor temperatur coolant. Battery 4. Rectifier/regulator 12. Condensor 7. Relay motor kipas radiator. Switch neutral 15. Lean angle sensor 6. Ignition coil 17. Kunci kontak 3. 16. Kabel bodi 8-56 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 6 P B 7 Y L/B G 1 R Br/L ON OFF R Br/L (RED) 8 Ch Br/W Dg (L) (R) 9 Y/W W 2 B B (BLACK) 10 Br L L/B L Dg Br Br/W P Ch 3 L/W B G Y B R/B B (BLUE) 4 R/W R/W L/W R/W B R/W 11 R/B B (BLACK) 5 Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) 12 Sb 8-57 .

Saklar sinyal belok 9. Switch engine stop 5. Saklar dimmer 8.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Tombol klakson/Horn 7. Saklar Pass 10. Switch lampu rem belakang 6. Kunci kontak/Main switch 2. Switch neutral 8-58 . Switch kopling 12. Switch lampu rem depan 3. Saklar lampu 11. Tombol starter/Start switch 4.

ECA14370 PERHATIAN: Jangan memasukan ujung tester. ganti saklar/ switch. Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. untuk menghindari kerusakan terminal. b R Br/L a ON OFF R Br/L 8-59 . setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” . hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan. periksa sambungan kabel dan jika perlu. masukkan ujung tester. menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan. pada terminal coupler “a”. hati-hati jangan sampai merusak kabel.KOMPONEN KELISTRIKAN Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. dari belakang terminal. ini adalah hubungan kabel warna (R). Gambar di bawah. jika penyambungan tidak sempurna. • Sebelum memeriksa sistim penyambungan.

Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. bohlam dalam kondisi putus. rusak/aus → perbaiki. Lepas: • Bohlam 8-60 . biarkan bohlam biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu. ECA3C11001 PERHATIAN: • Pegang pada bagian socket. jika kaca tersentuh oleh oli. juga hubungan antar terminal. seperti gambar di bawah. dan periksa kondisi bohlam. ----> Ganti bohlam. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. dan benda benda yang mudah terbakar.KOMPONEN KELISTRIKAN EWA3C11001 EAS27990 PERINGATAN MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat. socket bohlam. atau ganti bohlam. teliti terlebih dahulu. sistim penyambungan. saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel. 2. atau keduanya. untuk memeriksa bohlam. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”. Jika salah satunya tidak ada hubungan. Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. Putus→ Ganti bohlam. dan periksa kondisi bohlam. dan kemampuan penyinaran. jauhkan tangan anda. atau kain yang dibasahi dengan alcohol. Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor. 1.. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan. a. sebelum melepas bohlam. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. • Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini. atau thinner. setel pocket tester. • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. atau keduanya. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. hal ini akan mempengaruhi umur bohlam. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: Sebelum pemakaian. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3". c. bersihkan dengan cairan pembersih. b.

dan segera bawa ke dokter mata. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. saat anda bekerja menangani Battery. Periksa: • Sekring a. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api. putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. d. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28000 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Jangan sekali-kali menggunakan sekring. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery.. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. b. c. Periksa sistim penyambungan socket. korek api. 8-61 . Jika sekring terputus kembali. TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit. ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata. b. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C b. Putar kunci kontak pada posisi "ON". c. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: EWA13310 a. ganti socket bohlam. Pasang pocket tester pada sekring. jika terlihat tidak ada hubungan. Ganti: • Sekring yang putus Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak.l. periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan Nama Sekring PERINGATAN MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Besarnya amper 20 A Jmlh 1 Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu. • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. Pasang sekring pengganti yang baru. 1. Pasang bohlam yang bagus pada socket. rokok). mesin las. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan periksa kondisi sekring. 2. dan periksa sistim aliran listrik. lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. a. kompor listrik. Ikuti prosedur dibawah ini.KOMPONEN KELISTRIKAN Memeriksa kondisi socket bohlam. 1. sumber panas. ganti sekring. dan gas (a. dengan amper yang sama. hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. untuk memeriksa kondisi socket. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”. dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA SEKRING ECA3C11002 PERHATIAN: MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY EWA13290 Untuk menghindari hubungan pendek.

dan selanjutnya kabel positive battery “2”. ECA3C11003 PERHATIAN a. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a. A. Lepaskan: • Battery 4. air Battery akan mengalami penurunan. dan ketinggian air battery. Waktu penyetroman (jam) C. Memeriksa pengisian battery.0 V Waktu penyetroman = 6. dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery. 2. • Waktu penyetruman.8 V. Voltase Battery (V) B. kondisi plat battery. • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Ini adalah battery tipe sealed/MF. b. Hubungan antara voltase Battery. 2 1 3. Untuk penambahan air battery. dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D. tergantung temperatur. Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) ECA13640 PERHATIAN: Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”. sebagai contoh Contoh Voltage Battery= 12.. sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel. voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas). jangan membuka seal. dan voltase penyetruman untuk battery MF. dapat dilihat pada tabel dibawah. minyak sayur. • Tidak perlu dilakukan penyetroman. Hal ini bervariasi. dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian. Periksa: • Kondisi Battery 8-62 . jika voltase battery 12.l. dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan. 1. hal ini akan merusak battery. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. dan segera bawa ke dokter. Jika battery mengalami overcharge. atau minum susu. berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus. untuk melihat kondisi Battery. jika akan menyetrum battery tipe MF.KOMPONEN KELISTRIKAN BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya.5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. amper pengisian.

KOMPONEN KELISTRIKAN • Jika pada saat proses penyetroman. jika voltase terlalu rendah. jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery. akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. arus pengisian yang tinggi. Voltage (V) Waktu (menit) Penyetruman Suhu ruang 20 °C (68 °F) Periksa voltase MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a. dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger. lepaskan battery dari sepeda motor . dan setelah dingin. • Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. ECA13670 PERHATIAN: • Jangan melepas seal cap MF battery. • Jangan menggunakan high-rate battery charger. • Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery. c. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C. CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. C. Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) EWA13300 PERINGATAN Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan. menggambarkan voltase Battery MF. matikan terlebih dahulu battery charger. hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. Voltase Battery (V) B. akan menimbulkan loncatan api. • Pada saat melakukan penyetroman battery. E. b. lepaskan kabel negative battery. setel voltase pengisian dengan 20–24 V. untuk itu. A. lakukan penyetroman kembali. dan kecepatan pengisian yang cepat. dari terminal Battery. Battery tidak terisi. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. Pasangkan Battery charger. B. • Gambar illustarsi di bawah. jika akan mengukur voltase Battery A. Suhu ruang 20 °C (68 °F) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger. (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang. matikan untuk sementara Battery charger. D. tunggu hingga 30 menit kemudian. timbul panas pada battery. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat.) • Untuk menghindari loncatan api. dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery 8-63 . Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery.

1 2 8. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9.Ganti battery.Ganti battery. Battery dalam kondisi baik. ganti battery. 8-64 . naikkan arus pengisian. g.7 V kurang --. EAS28040 Metode penyetroman dengan constant volage charger a. Lepaskan relay dari kabel bodi.Pengisian sempurna 12. Lumasi: • Terminal battery Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric 10. Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Pasang: • Battery 7. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery.7 V kurang --. 2. Ukur voltase battery sesungguhnya.0 V --. e. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery. 30 menit setelah battery selesai penyetruman 12. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e. dan lakukan penyetroman. Ukur voltase battery. jika tidak tersambung.Pengisian kurang . dan arus pengisian tidak bertambah. c. setelah berhenti melakukan penyetroman.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. jika tidak ada perubahan amper pengisian. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 12. dan selanjutnya kabel negative battery “2”. CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger. Ukur voltase battery 30 menit kemudian.Penyetroman telah penuh 12. sambungkan kabel positive battery “1”. d. b.8 V lebih --.KOMPONEN KELISTRIKAN • Standard arus pengisian bertambah. f. CATATAN: MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester. Pasang charger dan ammeter pada battery. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) ECA13630 PERHATIAN: Pertama. setel voltase pengisian. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum). Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt.Perlu penyetroman dibawah 12. Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. d. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1. • Standard arus pengisian tidak bertambah. ganti relay.0 V --. dibawah 12.8 V lebih --.

KOMPONEN KELISTRIKAN
Starter relay Relay motor kipas radiator

1

2

1

3

3
R R/W Gy L/W

4

2
W/Y L Br R

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Starting circuit cut-off relay
EAS3C11001

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

3

2
R/B L/W R/W L/B

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”)

Br/W Br

1

8-65

KOMPONEN KELISTRIKAN
b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1”

1
Sb R/B

2
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1
Br/W Br

a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung
EAS28060

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28050

MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti Tahanan 3,75–6,25 kΩ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
CATATAN:

b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C

Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas

8-66

KOMPONEN KELISTRIKAN
Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan cap busi dari ignition coil.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2”

c. Mengukur tahanan cap busi
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28090

MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

2
c. Ukur tahanan coil secondary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28930

MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in)
CATATAN:

2

1 c. Ukur tahanan coil primary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik a. Lepaskan cap busi dari kabel busi.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti

b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar.

8-67

KOMPONEN KELISTRIKAN
Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487

R W

1

2

b. Ukur tahanan crankshaft position sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28130

2. Cap busi

c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28120

MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°.

8-68

KOMPONEN KELISTRIKAN
e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28940

MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”.
EWA13810

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3”

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

• Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya.

1 2

W W W

3

b. Ukur tahanan stator coil.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28170

b. Periksa cara kerja motor starter.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28150

MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

8-69

KOMPONEN KELISTRIKAN
• Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” c. Ukur tahanan horn .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

W W W R B

1

2

c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28180

a

b

MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28220

MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2”

2

8-70

2 c. Pasang: • Sensor temperature coolant 8-71 . 1 L B CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering. Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” . Ukur tahanan sender bahan bakar LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1. e. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. d. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL c. Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) a. b. dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. Lepas: • Sensor temperature coolant EWA14130 PERINGATAN b. dan isi gelas dengan coolant “2”. Periksa putaran motor kipas radiator. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 3 c. ganti segera. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti a. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar. 2. diluar spesifikasi → ganti. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3 1 2 b. • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. Masukan thermometer “3” pada coolant.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS28260 2 1 G B R/W Y MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. Jika sensor temperature coolant terjatuh. Panaskan coolant secara perlahan.

Voltase out put Intake air pressure sensor 0. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor. 1 3 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air pressure sensor (Sensor tekanan udara masuk) 1. seperti pada gambar. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body. Buka secara perlahan handel gas. seperti pada gambar. • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM T. Periksa: • Throttle position sensor a. 13 ft·lb) d. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. R. atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body. Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) c.000 V pada 20.00–101. Throttle position sensor 1. diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. ganti segera. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 8-72 . Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar.63–0. jika unit throttle body sensor terjatuh.B/L) (kuning/biru–hitam/biru) EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR EWA3C11011 PERINGATAN • Jangan membongkar unit throttle body sensor.789–4.73 Volt (Y/L .32 kPa a. dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor. Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0. Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” b.KOMPONEN KELISTRIKAN Sensor temperatur coolant 18 Nm (1. • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati. diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor. voltase tidak berubah.8 m·kg.

Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid). Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body Tahanan Intake air temperature sensor 5. Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body. Putar kunci kontak ke posisi “ON”.7–6. Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. Ukur tahanan intake air temperature sensor LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 8-73 . Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2 1 b.5 Ω MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 b. Ukur output voltage intake air pressure sensor.3 kΩ a. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) a. Tahanan FID (fast idle solenoid) 31. c. Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2.5–38. • Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C c. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air temperature sensor (sensor temperatur udara masuk) 1.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. b.

....... 9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA .......9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ............................................ 9-1 INFORMASI UMUM ..9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI..9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING................................................................................ 9-4 9 .......................................................9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT ...9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK................................................................................................................ 9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI...................................... 9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH................................................ 9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK ...................................................................................................................9-1 KEGAGALAN START .9-2 KOPLING TIDAK LANCAR ............................................................................................ 9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL.......................TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING....................................................................................................9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT...................................................................................................

Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak 9-1 . Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2. Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1. tidak bisa meliput semua masalah. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4. Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2. Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6. Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3.TROUBLESHOOTING EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini. EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. Aus. menyetel. dan mengganti komponen spare parts.

Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Mesin 1. EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1. Oli mesin • Ketinggian oli kurang 9-2 . Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”. Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2. Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1. Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2.TROUBLESHOOTING Sistim kelistrikan 1.

TROUBLESHOOTING • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1. atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Pompa air • Rusaknya pompa air 4. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok. Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2. Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3. Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak 9-3 . Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok. Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2.rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1. Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1. Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2.

Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6. Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8.TROUBLESHOOTING 5. Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak 9-4 . Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7.

Lampu meter/Meter light 2. Lampu belakang/rem 32. Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54. Ignition coil 24. Saklar Pass 37. Unit lampu depan 46. Diode 14. 16. Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53. Unit Throttle body sensor. Kunci kontak/Main switch 5. Lampu sinyal belok depan-kanan 43. lampu depan 48. Saklar sinyal belok 40. Rectifier/regulator 4. B u s i / Spark plug 25. Coolant temperature sensor 20. Lampu indikator neutral KODE WARNA B Br Ch Dg G Gy L Lg O P R Sb W Y B/L Br/L Br/W G/R G/W G/Y L/B L/W O/B P/W R/B R/L R/W W/Y Y/G Y/L Y/R Black (Hitam) Brown (Coklat muda) Chocolate(Coklat tua) Dark green (Hijau tua) Green (Hijau) Gray (Abu-abu) Blue (Biru) Light green (Hijau muda) Orange Pink (Merah muda) Red (Merah) Sky blue (Biru langit) White (Putih) Yellow (Kuning) Black/Blue (Hitam/Biru) Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Brown/White (Coklat muda/Putih) Green/Red (Hijau/Merah) Green/White (Hijau/Putih) Green/Yellow (Hijau/Kuning) Blue/Black (Biru/Hitam) Blue/White (Biru/Putih) Orange/Black (Orange/Hitam) Pink/White (Merah muda/Putih) Red/Black (Merak/Hitam) Red/Blue (Merah/Biru) Red/White (Merah/Putih) White/Yellow (Putih/Kuning) Yellow/Green (Kuning/Hijau) Yellow/Blue (Kuning/Biru) Yellow/Red (Kuning/Merah) . Klakson/Horn 34. Motor starter 8. FID(fast idle solenoid) 26. Switch rem depan/Front brake light switch 31. Fuel injector 27. Tachometer 56. Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Lampu posisi/lampu senja 47. Switch kopling 41. Switch rem belakang/Rear brake light switch 30. Saklar lampu 36. Unit meter 52. Lampu sinyal belok belakang kanan 45. Throttle position sensor 19. Starting circuit cut-off relay 10. Switch netral 15. Intake air temperature sensor 18. ECU (engine control unit) 23. Relay motor kipas radiator 50. Relay sinyal belok 33. Indikator lampu jauh 1. Crankshaft position sensor 59. Tombol starter 12. AC magneto 58. Lean angle sensor 21. Indikator sinyal belok 3. Saklar dimmer 38. Condenser 51. Lampu sinyal belok depan-kiri 42. Tombol klakson/Horn switch 39. Meter guide/Fuel gauge 55. Saklar tangkai kemudi kiri 35. Saklar tangkai kemudi kanan 11. Sekring/Fuse 6. Pompa bensin/Fuel pump 28. Battery 7.EAS28740 EAS28750 ichsan iskandar DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 57. Engine stop switch 13. Starter relay 9. Intake air pressure sensor 17. Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Motor kipas radiator 49. Conector Self-diagnosis signal 22.

.

YAMAHA MOTOR CO. LTD. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN ..

V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R W W W W W W R W 2 R W 1 W W W R O Y/R Br Gy L/W Br L/B L R B/L B Br/W P/W O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R R R/W L/W 5 W W W B R B Gy Gy R 8 R Br R/W O O B 15 16 Br/W P/W B/L Y/L L L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W 23 24 3 R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W W W W R 17 18 Y/L Y/L Br 6 R 7 R/B L/W 25 9 R/B L/W R/W L/B Y/R Y/R Br Y/R 4 ON OFF R Br/L (RED) Br R Br (RED) B G/R G/R 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W O/B R/W (BLACK) 10 11 L/W R/W B R/W Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb G/R B/L 19 B/L 12 R/B (BLACK) 20 L Y/G B/L R/W G L B/L Y/G 13 Sb R/B Y/G G B R/W Y 27 28 21 Lg Lg Lg G/W Y Y B Gy 14 W/Y B Br 50 Br B (BLACK) B Br (BLACK) Br Br R Br/W Br Br Br Br B B (BLACK) G/Y G/Y Br G/Y (BLACK) B 33 49 P 32 Br G/Y B B W/Y L Br R 30 29 34 W/Y L Br P Br/W R/B Dg L (BLACK) (BLACK) L Dg 51 52 Lg G/W 40 L Br Br/W P R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Ch Br/W Br Ch P 53 G 35 L B L B 36 37 38 39 (L) 54 55 56 B Gy Br 48 B (R) R/B B (BLUE) Sb Y L Y Y G B B B Ch Dg B 57 58 L 59 Dg Ch L Sb G/W Lg L B Sb G/W Lg L B Br 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L Ch Dg G B 47 41 42 43 44 31 (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch B G B B B B B B (BLACK) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful