You are on page 1of 3

Anton A.

Setyawan-Artikel Ekonomi&Bisnis

DAMPAK EKONOMI WABAH FLU BURUNG

Anton A. Setyawan
Dosen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Surakarta
Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57102
Hp 08156718444
e-mail: rmb_anton@yahoo.com dan agussetyawan-a@mailcity.com

Saat ini masyarakat Indonesia sedang dicemaskan oleh meluasnya


wabah flu burung yang menjangkiti ternak unggas. Ratusan ribu unggas
yang terjangkiti penyakit ini dimusnahkan dengan cara dibakar. Wabah flu
burung menyebar tidak hanya di Indonesia saja, beberapa negara di Asia
kondisinya lebih parah. Korban manusia akibat penularan flu burung sudah
terjadi di Vietnam dan Thailand. RRC juga memulai program pemusnahan
massal unggas yang terkena penyakit itu. Indonesia disinyalir mengalami
masalah penyebaran yang serius. Berbeda dengan tahun lalu, penyebaran flu
burung kali ini sudah memakan korban jiwa 3 orang. Penularan kepada
manusia ini menjadi peringatan bahwa penyebaran virus flu burung adalah
masalah yang serius. Sebagai antisipasinya pemerintah mulai memusnahkan
ribuan ekor ternak ayam dan babi yang berasal dari kawasan epidemi yaitu
wilayah Bogor dan sekitarnya.

Penyebaran virus flu burung ini mengingatkan kita pada kejadian yang
sama dua tahun lalu, saat virus SARS menyebar ke Indonesia. Pada waktu
itu ada beberapa warga Indonesia yang tertular virus mematikan tersebut.
Penyebaran virus SARS itu mempunyai dampak ekonomi serius sampai
beberapa negara pusat penyebaran SARS seperti RRC dan Taiwan harus
berjuang meyakinkan dunia internasional bahwa penanganan terhadap
penyebaran virus dan penderitanya sudah dilakukan secara optimal.

Dampak ekonomi flu burung ini mulai dikhawatirkan oleh puluhan


peternak unggas terutama ayam di Indonesia. Mereka mengalami kerugian
puluhan juta Rupiah akibat penularan virus tersebut. Sebagian besar
peternak yang mengalami kerugian itu adalah peternak kecil, sehingga
mereka tidak mampu melakukan penanggulangan secara benar. Para
peternak kecil itu hanya mampu melakukan pemusnahan massal karena tidak
mampu membeli vaksin impor yang bisa menetralisir virus flu burung.
Selain itu, pemerintah harus melakukan tindakan pencegahan agar virus itu

Fak. Ekonomi UMS-Januari 2004


Anton A. Setyawan-Artikel Ekonomi&Bisnis

tidak menular pada manusia. Apabila hal itu terjadi, maka negara ini akan
mengalami masalah yang lebih serius.

Dampak ekonomi penyebaran flu burung secara nasional saat ini belum
dirasakan secara langsung. Namun masalah ini berkembang lebih serius
ketika banyak petani unggas yang mempertanyakan nasib mereka pasca
pemusnahan ternak karena kerugian yang mereka derita tidak sedikit.

Seriuskah Dampak Ekonominya?

Peternak kecil di Indonesia adalah pihak yang paling merasakan


dampak ekonomi penyebaran flu burung ini. Thailand yang saat ini
mengalami kebangkitan ekonomi dengan landasan dari agrobisnis
mengalami kerugian besar karena penyebaran virus flu burung ini. Berbeda
dengan negara-negara maju yang mengandalkan sektor industrinya, negara-
negara industri baru seperti Indonesia masih mempunyai ketergantungan
terhadap sektor pertanian dan komoditas primer. Bergantung pada komoditas
primer seperti produk pertanian dan peternakan memang beresiko
mengalami penurunan harga. Sebuah studi yang dilakukan Sarkar (1991)
menyebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1980-1982 dan 1983-1986
telah terjadi kemerosotan nilai tukar barang-barang ekspor Indonesia.
Selanjutnya laporan Bank Dunia pada tahun 1983-1987 nilai tukar ekspor
non-migas Indonesia turun sebesar 6 persen, dan untuk periode 1991-1998
mengalami penurunan sampai dibawah 5 persen (Arief, 2000). Hal ini
sebenarnya merupakan peringatan dini tentang ketergantungan Indonesia
terhadap komoditas primer.

Para pelaku ekonomi Indonesia sudah saatnya membangun desain


industri yang mempunyai nilai tambah tinggi. Ada dua cara yang harus
dilakukan untuk membangun desain industri nasional yang komprehensif.
Pertama, strategi makro yang meliputi perbaikan kondisi politik untuk
menciptakan iklim usaha yang kompetitif, penetapan regulasi, restrukturisasi
perbankan, proteksi secara terbatas, promosi ekspor, perbaikan masalah
perburuhan dan perbaikan infrastruktur. Situasi politik menjelang pemilu
ternyata masih kondusif dan tidak terjadi benturan antar kelompok
kepentingan, berarti strategi pertama bisa dilakukan. Kedua, strategi mikro,
yang terdiri dari penerapan standar kualitas yang tinggi, penerapan prinsip-
prinsip manajemen modern secara komprehensip dan konsisten serta
pembentukan lembaga riset dan pengembangan yang meliputi peningkatan
inovasi produk serta mengembangkan merek sendiri. Peternakan unggas

Fak. Ekonomi UMS-Januari 2004


Anton A. Setyawan-Artikel Ekonomi&Bisnis

adalah bagian dari sektor pertanian atau agrobisnis. Selama ini di Indonesia,
sektor ini masih dikelola secara tradisional. Inovasi yang dilakukan oleh
pelaku industri ini sangat kecil, bandingkan dengan Thailand dengan produk
bibit ayam unggul, bibit buah unggul dan lain sebagainya.

Implikasi

Jawa Tengah sebagai sebuah provinsi masih mempunyai


ketergantungan terhadap sektor pertanian dan peternakan. Sebuah studi yang
dilakukan oleh Ropingi dan Artanto (2002) menguji hipotesis peran sektor
peternakan dan pertanian di dalam pengembangan perekonomian di Jawa
Tengah menggunakan analisis input-output. Hasil penelitian tersebut
mendukung hipotesis bahwa sektor peternakan dan pertanian mempunyai
kontribusi terbesar terhadap perekonomian di propinsi ini. Penelitian ini juga
menyebutkan bahwa sektor peternakan dan hasil-hasilnya merupakan
leading sector atau sektor kunci dari perekonomian Jawa Tengah. Hasil
penelitian itu dapat dijadikan referensi bagi pemerintah Indonesia umumnya
dan pemerintah provinsi Jawa Tengah khususnya agar menyikapi secara
serius penyebaran flu burung karena bisa berdampak serius terhadap
perekonomian.

Pemerintah hendaknya mengambil langkah yang cepat dan tepat dalam


mengatasi penularan virus flu burung ini. Pemerintah telah diambil
keputusan untuk membantu peternakan rakyat dalam menghadapi penularan
virus flu burung. Selain itu, DPR juga menyetujui tambahan anggaran untuk
memberikan vaksin secara gratis kepada peternakan rakyat. Tindakan yang
tepat dan cepat akan mengurangi dampak negatif penyebaran virus flu
burung terhadap perekonomian nasional.

Fak. Ekonomi UMS-Januari 2004